Ujung Landas Pacu Bandara Juanda Amblas, Batik Air PK-LUJ Batal Terbang

Pesawat Batik Air penerbangan ID-6309 dengan Airbus 320-200 registrasi PK-LUJ rute Surabaya – Jakarta terpaksa membatalkan penerbangan pada Minggu (22/2/2022). Sesaat pesawat akan lepas landas pada pukul 09.10 WIB, pilot merasakan pergerakan pada roda pesawat tidak sesuai dengan yang semestinya (pesawat terhenti atau stuck), sehingga perlu dilakukan pengecekan.

Baca juga: Rebranding, Malindo Air Berganti Nama Menjadi Batik Air

Dikutip dari siaran pers Lion Air Group, diungkapkan bahwa pesawat yang membawa 6 (enam) kru dan 151 tamu (penumpang) itu mengalami insiden pada ban/roda saat memasuki area aspal pada ujung landas pacu Bandara Juanda. Disebutkan bahwa aspal pada area tersebut mengalami penurunan dari permukaan (agak amblas), sehingga pesawat perlu direposisi menggunakan kendaraan penarik (tow truck) untuk mempermudah keluar dari area landas pacu yang agak amblas.

Atas insiden tersebut, pesawat ditarik kembali menuju landas parkir (apron). Dan dari hasil pemeriksaan teknisi dan pilot pada pesawat, bahwa pesawat dimaksud dalam kondisi baik, layak terbang dan aman (tidak mengalami kerusakan). Setelah pesawat parkir dengan sempurna pada tempatnya, seluruh penumpang diarahkan ke ruang tunggu.

Baca juga: Apa Arti Nomor di Ujung Landas Pacu, Cari Tahu di Sini!

Setelah beberapa jam dilakukan pemeriksaan pada pesawat, Batik Air mempersiapkan kembali penerbangan ID-6309 masih di hari yang sama. Pesawat berangkat pukul 12.58 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 14.13 WIB.

Inilah 6 Jenis Pilot di Dunia, Mana Lebih Favorit?

Sejak dahulu sampai saat ini, pilot masih dipandang sebagai salah satu profesi yang ‘wah’ berkat gaji selangit. Bak gayung bersambut, faktanya, mudah membuktikan stigma tersebut. Cukup buka media sosial, maka, sedikit banyaknya orang-orang akan mengamini stigma tersebut dengan melihat gaya hidup mereka.

Baca juga: Hari Ini, Lisensi Pilot Sipil Pertama di Dunia Dimulai Atas Perintah Presiden AS Woodrow Wilson

Besaran gaji pilot memang berbeda-beda, bergantung pada dimana mereka bekerja, tipe operasional, pesawat yang mereka terbangkan, posisi atau jabatan, serta seberapa lama mereka bekerja untuk perusahaan. Belum lagi pundi-pundi uang lainnya yang mungkin bisa diraup pilot di beberapa kondisi.

Di dunia, profesi pilot setidaknya terbagi menjadi enam jenis. Masing-masing jenis memiliki tantangan tersendiri. Dikutip dari incubar.net, berikut daftar lengkap enam jenis pilot.

1. Airline Transport Pilot

Airline Transport Pilot atau pilot maskapai penerbangan adalah profesi pilot yang paling umum dan paling banyak diminati karena menawarkan banyak hal, seperti pengalaman dan uang berlimpah. Untuk mencapai pilot jenis ini butuh lisensi ATPL atau Airline Transport Pilot License yang menduduki hierarki tertinggi dalam enam jenis lisensi pilot.

Seorang pilot sedikitnya mencatat 1.500 jam terbang dan berusia di atas 23 tahun untuk mendapat lisensi ATPL.

2. Private Pilot

Private pilot atau pilot pesawat jet pribadi adalah jenis profesi pilot yang paling umum. Sebab, selepas Student Pilot License (SPL), pilot wannabe pasti akan berlabuh atau mendapat Private Pilot License (PPL) atau lisensi pilot pesawat pribadi. Untuk mendapat lisensi pilot private, pilot wannabe harus mencatat waktu 40 jam terbang dan menguasai beberapa teknik manuver.

Dari segi pengalaman terbang, private pilot mungkin bisa saja mendapat lebih jika mobilitas pihak yang mempekerjakannya tinggi, seperti pengalaman layover atau stay di banyak negara di berbagai benua.

Terlebih, pesawat jet pribadi umumnya mempunyai jangkauan yang jauh untuk memungkinkan bos-bos yang menggunakannya bisa terbang langsung antar negara dan benua tanpa perlu transit dan dalam waktu yang cepat.

3. Sport Pilot

Sport pilot atau pilot olahraga hanya diizinkan menerbangkan pesawat di ketinggian rendah dan jangkauannya pun hanya di area lokalan saja, tidak boleh terbang di wilayah udara kelas B, C, dan D. Lisensi sport pilot bisa dibilang lebih mudah didapat dengan hanya 20 jam terbang.

Sport pilot diizinkan terbang membawa satu penumpang dalam satu waktu dan tidak diperkenankan terbang pada malam hari dan harus di bawah ketinggian 10 ribu kaki.

Lisensi sport pilot banyak kategorinya, lighter than air, rotorcraft, glider, airplane, dan powered parachute.

4. Recreational Pilot

Recreational Pilot atau pilot rekreasi sekilas terdengar mirip dengan pilot olahraga. Satu-satunya yang membedakan ialah pilot rekreasi diizinkan menerbangkan pesawat yang lebih berat dari daripada yang digunakan sport pilot.

Agar bisa mendapatkan lisensi recreational pilot, setidaknya dibutuhkan pengalaman 30 jam terbang. Detailnya, 15 jam di antaranya harus di bawah bimbingan professional instructor atau instruktur penerbangan profesional. Pilot rekreasi hanya diizinkan terbang sejauh 50 nautical miles dari bandara keberangkatan manapun di siang hari.

5. Instruktur Penerbangan

Instruktur penerbangan atau flight instructor menjadi profesi pilot yang cukup banyak diminati oleh pilot wannabe. Selain banyak dibutuhkan, layaknya pilot ATPL, instruktur penerbangan juga selangkah lebih dekat ke pilot maskapai penerbangan.

Mengingat posisinya sebagai instruktur, flight instructor harus memiliki pengetahuan dan pengalaman luas, baik teori maupun praktik.

Baca juga: Hari Ini, Raymonde de Laroche Jadi Pilot Wanita Berlisensi Pertama di Dunia, Terinspirasi Wright Bersaudara

6. Pilot Komersial

Pilot pesawat komersial dengan lisensi Commercial Pilot License (CPL) minimal 200 jam terbang adalah pilot yang lebih luas cakupan kerjanya dibanding lima jenis pilot di atas.

Pilot jenis ini bisa menerbangkan pesawat canggih dengan landing gear, flap, pitch controller dan lainnya selama itu dua mesin.

Selain itu, pilot komersial juga boleh menerbangkan pesawat untuk membawa baliho dalam suatu acara, pesawat sewaan untuk barang maupun penumpang, pesawat untuk pemotretan udara, pesawat untuk laporan lalulintas, pesawat pemadam api, pesawat untuk penyemprotan kebun, maupun pesawat-pesawat tanpa kru yang lain.

Bagaimana Cara Wright Flyer Terbang Lebih dari Satu Abad Lalu?

Dunia penerbangan saat ini dipenuhi dengan teknologi modern nan canggih. Namun, lebih dari seabad yang lalu, cikal bakal penerbangan dimulai Wright bersaudara bersama Wright Flyer yang penuh dengan kesederhanaan. Namun, bagaimana cara Wright Flyer terbang?

Baca juga: Hari Ini, 118 Tahun Lalu, Cikal Bakal Penerbangan Modern Dimulai Wright Bersaudara

Wright Flyer atau biasa juga disebut Flyer 1 sendiri adalah sebuah pesawat berbobot lebih berat dibanding udara pertama di dunia yang bisa terbang. Perjalanan Wright bersaudara bisa sampai pada Wright Flyer cukup panjang. Setidaknya itu dimulai dari pertemuan dengan mesin.

Pertemuan Orville dan Wilbur Wright atau Wright bersaudara dengan mesin terbang pertama kali pada tahun 1878. Ketika itu, ia bersama ayahnya Milton Wright dan ibunya Susan Catherine Koerner tengah tinggal di Cedar Rapids, Lowa, Amerika Serikat (AS).

Suatu hari, sang ayah pulang dengan membawa sebuah helikopter besutan perintis penerbangan asal Perancis, Alphonse Pénaud. Helikopter tersebut dibuat dari bambu, kertas, gabus, dan karet gelang untuk memberi daya pada rotor. Wright bersaudara kemudian memainkan helikopter itu sampai akhirnya rusak dan coba membuat helikopter serupa versi Wright bersaudara.

Senang helikopter buatannya digemari orang lain (Wright bersaudara), Alphonse Pénaud pun tak segan melanjutkan mimpinya membuat pesawat yang cukup besar bagi seorang pria untuk terbang di udara. Sayangnya, akibat tak mendapat banyak dukungan, ia pun memilih untuk mengakhiri hidup.

Sebelum mulai membuat pesawat, Wright bersaudara banyak belajar pada makalah-makalah ilmuan ternama Italia, Leonardo da Vinci. Setelah dirasa cukup menimba ilmu dari Leonardo da Vinci, Wright bersaudara pun memutuskan mulai melakukan penerbangan glider, di sebuah pantai di Kitty Hawk, North Carolina.

Pantai dipilih karena dinilai memiliki angin yang cukup untuk membantu gaya lift pada pesawat buatannya.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun lalu, Wright Company Produsen Pesawat Pertama di AS Berdiri

Maklum, pada tahun 1902, Wright bersaudara belum mendapat sokongan mesin dari pabrikan besar di dunia untuk menerbangankan pesawat. Jadi, masih mengandalkan angin untuk terbang. Terbukti, angin di pantai Kitty Hawk mampu membawa Wright bersaudara melakukan penerbangan glider sebayak 700 kali.

Tak juga kunjung mendapat dukungan mesin dari pabrikan otomotif dunia, Wright bersaudara pun memberanikan diri untuk membuat mesin sendiri.

Dengan dibantu Charlie Taylor, keduanya mampu membuat mesin berpendingin air empat silinder segaris yang mampu menghasilkan 12 tenaga kuda. Dudukan mesin tersebut terbuat dari alumunium untuk mengurangi beban yang membuatnya sebagai yang pertama kali dalam sejarah.

Mesin sudah, Wright bersaudara pun mulai menyempurnakan pesawat yang kemudian diberi nama Wright Flyer. Wright Flyer ini memiliki panjang 6,43 meter dan bentang sayap mencapai 12,29 meter. Setelah segala persiapan usai, penerbangan bersejarah pun dimulai.

Dikutip dari Simple Flying, pada 17 Desember 1903, Wright Flyer sukses terbang selama 12 detik di ketinggian delapan kaki dengan kecepatan 6,8 mph dan mencatatkan tinta emas sejarah sebagai pesawat berbobot, berawak, terkontrol, dan lebih berat dibanding udara pertama di dunia yang bisa terbang.

Cara kerja Wright Flyer sampai bisa terbang bisa serupa tapi tak sama dengan saat ini. Disebutkan, pesawat lepas landas dengan bantuan sistem rel yang membentang datar sejauh 60 kaki. Sistem rel ini bahu-membahu dengan hembusan angin hingga 27 mil per jam untuk membantu lift Wright Flyer, yang dikemudikan oleh Wilbur Wright yang berbaring tengkurap di sayap bawah pesawat.

Tak seperti pesawat sekarang yang lepas landas berlawanan dengan arah angin, ketika itu Wright Flyer terbang searah dengan arah angin.

Baca juga: Hari Ini! 111 Tahun Lalu Penerbangan Perdana Pesawat Penumpang Rakitan Wright Bersaudara

Lebih lanjut, dua stabilisator kecil di bagian depan pesawat mengendalikan pitch di Wright Flyer. Pengaturan ini digunakan daripada di ekor seperti yang digunakan oleh pesawat saat ini. Kemudi berada di bagian belakang pesawat seperti halnya di pesawat modern. Ini dibantu dengan tiga instrumen, yaitu stopwatch, engine revolution recorder (mengukur tingkat putaran baling-baling), dan anemometer.

Setelah penerbangan pertama, terdapat penerbangan kedua dan ketiga pada 17 Desember 1903. Namun yang terlama adalah penerbangan keempat dimana Wilbur Wright terbang sejauh 260 meter dalam 59 detik.

Putar – putar Lokomotif di Turn Table dari Manual Hingga Otomatis

Kalian mungkin masih belum menyadari bahwa saat ini lokomotif pada bagian kabin harus selalu mengarah kedepan. Ini karena standar operasional yang dikeluarkan pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mempermudah sang masinis maupun asisten masinis melihat jalur kereta api dan sinyal/semboyan yang kerap kali terlihat saat berjalan.

Baca juga: Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif

Nah, lokomotif yang menggunakan single cabin terutama untuk perjalanan kereta api jarak jauh harus mengarah kedepan, biasanya untuk lokomotif seri CC 201, 203 maupun 204. Terkadang Lokomotif CC 202 yang biasa menarik batubara, juga mengarah kedepan.

Lokomotif yang biasanya mengarah kedepan, pastinya diputar posisinya. Dan alat pemutar tersebut dinamakan Turn Table. Turn Table ini merupakan tempat untuk memutar posisi lokomotif. Bentuknya berupa cekungan bundar mirip kolam. Namun ditengahnya terdapat jembatan rel yang memiliki as roda sehingga bisa diputar hingga radius 180 derajat. Setelah lokomotif yang akan diputar posisinya sudah masuk ke tengah jembatan turn table, selanjutnya dengan tenaga manual bisa langsung didorong.

Turn table ini terbilang sarana paling praktis untuk memutar posisi lokomotif. Turn table biasanya berada di dipo lokomotif yang berada dekat dengan stasiun besar. Dan kebanyakan turn table ini masih digunakan secara manual, yaitu didorong oleg tenaga manusia. Karena masih banyaknya lokomotif yang memiliki 1 kabin untuk menarik rangkaian jarak jauh, mau tidak mau harus diputar dan mengarah kedepan. Tapi tidak untuk lokomotif CC 206 yang memiliki 2 kabin depan dan belakang.

Baca juga: “Iri” dengan Lokomotif, Kereta Inspeksi 3 Ini Ikutan Diputar di Turn Table

Memiliki turn table manual di seluruh daop di Jawa dan Divre di Sumatera masih cukup banyak dan berfungsi baik namun tidak untuk Depo Cipinang, Jakarta. Turn table yang dimiliki sudah menggunakan mesin alias digerakkan secara otomatis. Turn table bertenaga mesin ini merupakan terbaru yang dimiliki Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Dan juga Depo Cipinang menggantikan Depo Lokomotif Jatinegara yang sudah tidak digunakan. Bagaimana menurut kalian, lebih suka turn table secara manual atau secara otomatis? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Perubahan Rute Baru Jalur KA di Stasiun Manggarai, Penumpang Jangan Salah Naik

Informasi perubahan rute di jalur Stasiun Manggarai akan segera dilakukan. Ini mengacu pada pembangunan infrastruktur yang berada di stasiun tersebut. Pengaturan rute baru juga akan dilakukan terutama untuk rute Cikarang Line yang nantinya akan diubah pola pengoperasiannya. Begitupun jalur yang dilintasi kereta api jarak jauh. Uji coba kegiatan (switch over) yang berada di Stasiun Manggarai dilakukan malam hari pada Jumat tanggal 27 Mei hingga Sabtu 28 Mei 2022.

Baca juga: Penumpang Keluhkan Fasilitas yang Tidak Berfungsi di Stasiun Manggarai, Apa Saja?

Setelah dilakukan switch over nantinya perubahan pola jalur kereta api di Stasiun Manggarai akan diubah secara signifikan. Untuk jalur 1 dan 2 perjalanan khusus dilewati kereta api jarak jauh. Jalur 3 dinonaktifkan. Jalur 4 dan 5 dinonaktifkan. Jalur 6 dan 7 khusus KRL rute Cikarang, Bekasi, Sudirman, Tanah Abang, Angke, Jatinegara. Jalur 8 dan 9 khusus KRL bandara. Jalur 10 – 13 khusus KRL rute Bogor, Depok, Jakarta Kota.

Seperti yang diberitakan kabarpenumpang.com sebelumnya khusus untuk KRL rute Cikarang Line nantinya tidak menuju rute Jakarta Kota via Manggarai. Yang ada hanya rute dengan tujuan Angke bahkan hingga Jatinegara. Untuk rute KRL dari Bogor atau Depok sepenuhnya akan beralih dengan tujuan Jakarta Kota. Pihak dari KAI Commuter juga akan mengubah pola perjalanan sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) pasca dilakukannya switch over tersebut.

Baca juga: Lain Dulu Lain Sekarang, Wajah Baru Stasiun Manggarai Kini Lebih Menawan

Dari dilakukannya perubahan rute dan jalur di Stasiun Manggarai ini untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengguna saat perpindahan peron untuk transit. Serta mengurangi kepadatan penumpang menyeberang rel saat melakukan transit. Penumpang yang ingin menyeberang rel hanya yang ingin melakukan aktivitas keluar masuk stasiun, toilet, mushola, ataupun ke kios yang berada di jalur 1 stasiun. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Bikin Kaget Penumpang, Toilet Bandara Ini Isinya Sayuran: Mungkin Ada yang Ingin Masak

Kejadian aneh, lucu, dan menggelitik bisa terjadi dimana saja, termasuk di toilet bandara. Bagaimana tidak, alih-alih mendapati toilet bersih dan siap digunakan, seorang penumpang pesawat ini mengaku kaget melihat toilet berisi sayuran.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

Dilansir blogto.com, seorang penumpang wanita, Willa Murray, diketahui hendak pulang dari British Columbia ke Ontario dengan transit di Bandara Internasional Pearson Toronto, Kanada pada bulan April lalu.

Sambil menunggu penerbangan, ia pun pergi ke toilet pada pukul 21.30 malam waktu setempat. Sedang kebelet-kebeletnya, betapa kagetnya ia mendapati toilet penuh dengan sayuran, seperti wortel, kembang kol, brokoli, kentang, sampai jamur kuping.

“Saya masuk dan ketika saya melihat ke toilet, seperti yang Anda lakukan, saya terkejut dan berpikir ‘bukan toilet itu!’ Saya pergi ke kios berikutnya dan duduk. Sambil duduk, saya mulai menertawakan betapa anehnya toilet di samping saya,” jelas Murray.

Merasa penasaran dengan apa yang ia temukan, selesai menggunakan toilet, ia pun kembali mendatangi toilet sebelah. “Ketika saya bangun, saya kembali dan mengambil gambar sayuran toilet.”

Tanpa pikir panjang, foto toilet yang penuh dengan sayuran itu pun ia bagikan melalui pesan singkat ke teman-temannya. Ada juga yang ia perlihatkan foto tersebut secara langsung, salah satunya ialah pacaranya.

“Ketika saya akhirnya kembali ke Ottawa, saya menunjukkan ke pacar saya. Kami tertawa tentang hal itu dan pada Sabtu malam dia memberi tahu saya tentang potensi viral (jika dibagikan ke media sosial) dengan foto ini,” lanjut Murray.

Insiting sang pacar, Nathan Ferguson, terbukti tepat. Tak lama setelah membagikan foto toilet sayuran di Bandara Toronto ke Reddit, itu pun viral. Tak sampai sehari, postingan tersebut mendapat likes dari 23 ribu netizen dan ribuan komentar.

Baca juga: ke Toilet Jelang Pesawat Mendarat, Calon Pengantin ‘Dikunciin’ Pramugari Selama 45 Menit

“Dia bukan pengguna Reddit, jadi saya mempostingnya di sana untuknya karena saya pikir orang mungkin juga ingin menyaksikan sayuran toilet,” katanya.

Mayoritas dari netizen mempertanyakan bagaimana bisa sayuran tersebut berada di toilet. Yang lainnya menduga bahwa ada oknum penumpang atau siapapun yang hendak memasak di sana demi konten. Ada juga yang menduga bahwa sayuran tersebut dibuang begitu saja ke toilet lantaran tidak lolos pemeriksaan petugas.

Inilah ATR EVO, Pesawat Hybrid 100 Persen Ramah Lingkungan: Tahun 2030 Beroperasi

ATR tak ingin ketinggalan dalam perlombaan pesawat ramah lingkungan. Terbaru, pabrikan pesawat Italia dan Perancis itu meluncurkan ATR EVO. Pesawat dengan mesin turboprop hybrid  ini diklaim sanggup terbang 100 persen menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau bahan bakar ramah lingkungan (SAF). Bila segalanya sesuai rencana, tahun 2030 ATR EVO mulai mulai beroperasi.

Baca juga: Pesawat Listrik Rolls-Royce dan Tecnam Meluncur 2026, Norwegia Jadi Pasar Terbesar

“Pesawat next generation akan menjadi langkah maju dalam penerbangan yang bertanggung jawab melalui inovasi tambahan lebih lanjut. Ketika memasuki pasar, ATR ‘EVO’ baru akan membuka jalan menuju masa depan penerbangan tanpa karbon,” jelas CEO ATR, Stefano Bortoli, seperti dikutip dari Simple Flying.

Meski pesawat-pesawat ATR sudah digunakan di lebih dari 100 negara di dunia, menjadikannya sebagai pesawat regional pertama yang mampu mencapai level tersebut, Brotoli mengaku akan lebih mengutamakan ATR EVO di kawasan Asia-Pasifik. Ini tak lepas dari tingginya mobilitas pesawat ATR dalam menjangkau daerah-daerah terpencil untuk penerbangan kargo maupun penumpang.

Selain ramah lingkungan, ATR EVO juga diklaim 20 persen lebih hemat bahan bakar dan 20 persen lebih hemat biaya perawatan. ATR EVO juga mendapat peningkatan dari sisi kinerja saat climbing dan sentuhan baru di kabin utama.

Sementara itu, Senior Vice President Commercial ATR, Fabrice Vautier, mengungkapkan kehadiran ATR EVO bukan hanya membuat maskapai lebih untung dengan rute-rute yang ada melainkan juga bisa membuka rute-rute lainnya untuk konektivitas yang lebih baik.

“Ini berarti maskapai penerbangan dapat melayani rute tipis dengan lebih menguntungkan, dan masyarakat dapat memperoleh manfaat dari konektivitas yang lebih banyak, layanan yang lebih penting, dan pembangunan ekonomi yang lebih banyak,” katanya.

“Tujuan kami adalah untuk terus menawarkan kepada pelanggan dan masyarakat transportasi udara yang lebih inklusif dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Sebagai pesawat hybrid -sekalipun dengan powerplant generasi terbaru- ATR EVO tetap akan menggunakan bahan bakar Avtur di setiap penerbangan. Hanya saja, ATR EVO menghasilkan emisi karbon atau karbon dioksida (CO2) 50 persen lebih sedikit daripada pesawat regional lainnya.

Begitu pesawat beralih ke mode 100 persen menggunakan bahan bakar berkelanjutan, emisinya turun drastis mendekati angka nol.

Sebelumnya, ATR pada awal tahun ini sukses melakukan penerbangan menggunakan 100 persen bahan bakar SAF. Ketika itu, prototipe pesawat ATR 72-600 selama tujuh jam menggunakan biofuel generasi kedua buatan Neste Oyj yang berasal dari limbah rumah tangga. Dalam proyek ini, ATR juga didukung oleh Braathens Regional Airlines.

Maskapai asal Skandinavia itu berharap akhir tahun ini salah satu armada ATR-nya bisa terbang menggunakan 100 persen bahan bakar SAF.

Baca juga: Minyak Jelantah Bekas Goreng Kentang Sekarang Jadi Bahan Bakar Pesawat

ATR menargetkan, tahun 2025 mendatang, pesawat buatannya bisa mendapat sertifikasi untuk terbang menggunakan 100 persen bahan bakar SAF.

Perusahaan asal Finlandia itu (Neste Oyj) baru-baru ini menandatangi kesepakatan dengan maskapai United Airlines, Ryanair, Virgin Galactic, dan Boeing untuk mengirimkan SAF. Setiap tahun, Neste memproduksi 100 ribu ton SAF dan akan terus ditingkatkan menjadi 1,5 juta ton per tahun pada akhir tahun 2023.

Hotel Kapsul di Shinjuku Hadirkan Fitur Sleep Report, Pantau Kualitas Tidur Lewat Suara Dengkuran

Hadirnya hotel kapsul di kawasan bisnis ibarat oase bagi para pekerja urban yang serba sibuk. Seperti di kebanyakan kota-kota utama di Jepang, keberadaan hotel kapsul bisa menjembatani kebutuhan antara waktu tidur yang berkualitas, namun tetap berada di sekitaran kawasan bisnis. Dari kawasan Shinjuku yang dikenal sebagai jantung kota Tokyo, terdapat hotel kapsul yang terbilang unik, yakni menawarkan pemantauan bunyi dengkur selama penggunanya tidur.

Baca juga: Intip First Cabin, Hotel Kapsul di Jepang dengan Desain Kabin Mewah Pesawat

Dikutip dari Soranews24.com (19/5/2022), hotel kapsul yang dimaksud adalah Nine (9) Hours Woman Shinjuku. Dengan merogok kocek tarif tidur sebesar 3.100 yen (sekitar Rp150 ribu), penggunanya bisa mendapatkan beragam fasilitas nyaman khas hotel kapsul, termasuk fitur sleep report. Fitur ini meski berupa value added service, sleep report dapat memberikan beragam informasi yang selama ini sulit untuk Anda ketahui,

Setelah bangun dari tidur, pengguna bisa melihat laporan dalam layar yang memperlihatkan berapa kali Anda mendengkur selama tidur, jumlah dengkuran dalam satu jam dan seberapa keras suara dengkuran yang diperlihatkan dalam satuan desibel. Reporter dari Soranews24.com yang mencoba fitur sleep report pada 29 April lalu, menginformasikan bahwa selama tidur dengan durasi 9,7 jam, dari pukul 20:52 malam. hingga 7:59 pagi, ia telah berguling 142 kali selama tidurnya.

sleep report.

Bicara tentang dengkuran, menurut laporan, sang reprter menyebut bahwa ia mendengkur rata-rata sembilan kali dalam satu jam, dan dengan volume hingga 57 desibel. Rupanya, 57 desibel dikatakan “sedikit lebih tenang daripada berada di dalam mobil yang bergerak”, yang merupakan penghiburan tapi tetap saja! Sembilan kali satu jam adalah sekitar sekali setiap tujuh menit, frekuensi yang cukup tinggi.

Seperti diketahui, mendengkur dapat menimbulkan berbagai masalah, baik pada kesehatan maupun sosial. Mendengkur yang keras dan terjadi dalam jangka waktu lama (kronis) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung atau stroke. Di samping itu, mendengkur juga dapat memengaruhi hubungan sosial, karena bisa mengganggu orang yang tidur bersama penderita.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Hadirkan “Hotel Kapsul” di Terminal 3 Domestik

Nine Hours Woman Shinjuku adalah hotel kapsul pertama di Jepang yang menawarkan layanan analisis tidur, jadi ini adalah tempat yang tepat untuk mengetahui seberapa baik Anda tidur saat berada di alam mimpi.

KA Limeks Sriwijaya Rencana Kembali Dijalankan, Kini Hanya Harapan

Saat Pandemi Covid-19 memasuki Indonesia pada tahun 2020 lalu, tak sedikit perjalanan kereta api mulai dilakukan pembatalan, baik KA kelas eksekutif, bisnis, hingga ekonomi. Pembatalan perjalanan tersebut tak hanya dirasakan jalur KA di Pulau Jawa, namun di Pulau Sumatera pun dilakukan pembatalan perjalanan KA. Akibatnya penumpang tidak bisa beraktivitas menggunakan kereta api.

Dari segelintir jalur yang alami pembatalan perjalanan kereta api, wilayah Sumatera juga terkena dampaknya, salah satunya KA Limeks Sriwajaya dengan rute Tanjung Karang – Kertapati yang merupakan primadona angkutan penumpang satu – satunya kelas eksekutif yang di miliki Divisi Regional (Divre) 4 Tanjung Karang, Bandar Lampung ini. Limeks yang berarti kepanjangan dari Lintas Malam Ekspres merupakan kereta api dengan keberangkatan pada malam hari, baik dari Stasiun Tanjung Karang maupun Stasiun Kertapati.

Dulu KA Limeks Sriwijaya memiliki 2 kelas, yaitu kelas Eksekutif dan Bisnis. Namun sempat diganti untuk kelas bisnis dengan kelas ekonomi premium, karena rangkaian bisnis yang harus dipensiunkan mengingat usia rangkaian yang terlampau cukup tua. KA Limeks Sriwijaya merupakan pilihan tepat bagi penumpang yang ingin ke Kota Palembang pada perjalanan malam hari karena bisa beristirahat selama di kereta. Jika merasakan perjalanan siang, penumpang pun bisa menggunakan kereta api ke Kota Palembang hanya kelas ekonomi, yaitu KA Rajabasa.

Sangat disayangkan, saat pandemi mulai terkendali dan pemerintah telah menganjurkan untuk vaksinasi minimal 2 kali, KA Limeks Sriwijaya masih belum beroperasi. Dan rangkaian eksekutif eks Limeks Sriwijaya masih berada di Depo Tanjung Karang. Jika KA Limeks Sriwijaya dioperasikan kembali, penumpang tak perlu terburu – buru untuk menggunakan kereta api ke Kota Palembang. Dan jika tidak bisa naik pada pagi hari, penumpang masih bisa menggunakan kereta pada malam hari. Semoga harapan penumpang untuk beroperasinya KA Limeks Sriwijaya dapat terwujud. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Tabrakan dengan Truk Katering, Radome Airbus A320neo Flyadeal Alami Kerusakan

Apes bener nasib Airbus A320neo milik maspakai berbiaya murah Flyadeal. Belum lama setelah melakukan penerbangan 90 menit dari Tabuk ke Riyadh, pesawat dengan kode penerbangan HZ-FAP itu terpaksa di-grounded untuk sementara waktu, persisnya pesawat narrow body itu mengalami insiden tabrakan dengan sebuah truk katering di Bandara Internasional Riyadh pada pagi hari, 19 Mei kemarin.

Baca juga: Diserang Hujan Es, Hidung Pesawat Airbus A319 Delta Airlines Berubah Jadi Pesek

Dikutip dari simpleflying.com (20/5/2022), Airbus A320neo HZ-FAP diketahui sebagai pesawat keluaran baru, lantaran baru diterima Flyadeal pada Desember 2021. Sejauh ini tidak ada laporan tentang cedera akibat tabrakan ini, meskipun kerusakan pada bagian radome pesawat nampak begitu luas.

Pihak Flyadeal belum mengeluarkan pernyataan tentang insiden tersebut atau memberikan rincian lebih lanjut tentang tingkat kerusakan. Namun, dilihat dari gambar, dipastikan diperlukan waktu beberapa saat bagi pesawat yang terkena dampak untuk kembali beroperasi.

Area kerusakan, yang dikenal sebagai radome, berisi instrumen penerbangan penting, seperti antena radar parabola dan localizer. Bahkan kerusakan kecil pada bagian yang sangat sensitif ini dapat berdampak pada keselamatan penerbangan. Karena posisi radome yang terbuka, daerah ini sering menjadi korban utama tabrakan dengan kendaraan darat.

Pesawat yang bertabrakan adalah salah satu Airbus A320neo Flyadeal yang baru. HZ-FAP dikirim ke maskapai pada Desember 2021 dan diberi nama “Al-Hala.” Pesawat ini terutama aktif di jaringan domestik Flyadeal, meskipun telah melakukan perjalanan aneh ke Dubai di dekatnya. A320neo memiliki 186 penumpang dalam konfigurasi all-economy.

Flyadeal saat ini memiliki 11 jet Airbus A320neo dalam armadanya setelah menerima pengiriman A320neo pertamanya pada Juli 2021. Maskapai ini pada akhirnya memesan 30 unit A320neo untuk memperkuat armadanya pada tahun 2024.

Baca juga: Insiden Shuttle Bus Tabrak Pesawat A320neo Batik Air Jadi Bahan Ejekan Netizen Asing

Flyadeal adalah maskapai berbiaya murah yang merupakan anak perusahaan Saudia, maskapai ini didirikan pada September 2017. Flyadeal melayani tujuan domestik di sekitar Arab Saudi tetapi memiliki rencana untuk memperluas jaringan internasionalnya dalam beberapa tahun ke depan.