Demi Bayar Utang, Thai Airways Jual Kursi Boeing 747 Lewat Live Facebook! Berapa Harganya?

Segalanya dilakukan maskapai Thai Airways demi membayar utang dan terhindar dari kepailitan (bangkrut). Salah satunya dengan menjual kursi pesawat legendaris Boeing 747 lewat live Facebook pada Jumat, 10 Juni 2022, mendatang.

Baca juga: Boeing Jual Furniture dari Suku Cadang Asli Pesawat 747 hingga F-4 Phantom! Segini Harganya

Thai Airways memang mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, lima tahun berturut-turut sejak 2016 selalu rugi, di tahun 2021 kemarin maskapai nasional Thailand itu sukses membukukan laba sebesar 55 miliar baht (US$1,68 miliar) atau sekitar Rp24,1 triliun (kurs 14.378).

Setahun sebelumnya, saat pandemi virus Corona sedang bergejolak hebat, Thai Airways berada dalam situasi sangat sulit dengan membukukan kerugian hampir 141 miliar baht (US$4,31 miliar) atau sekitar Rp62 triliun (kurs 14.378).

Di pertengahan tahun 2020, Thai Airways resmi mengajukan prosedur ‘anti bangkrut’ atau restrukturisasi di Pengadilan Kepailitan Pusat Thailand. Saking sulitnya, Thai Airways bahkan tak sanggup untuk mengembalikan dana ke penumpang (refund).

Sambil menunggu proses restrukturisasi berjalan, Thai Airways coba membangkitkan asa dengan melakukan berbagai inovasi, mulai dari berbisnis restoran khas hidangan pesawat, menyewakan flight simulator, jasa pelatihan menjadi pramugari, sampai flight to nowhere atau terbang keliling Thailand untuk mengakomodir masyarakat yang rindu terbang.

Selain itu, Thai Airways juga tak segan menjual berbagai hidangan khas pesawat di berbagai supermarket ternama di Thailand.

Puncaknya adalah di pertengahan tahun 2021. Ketika itu, Thai Airways mulai terbang ke 13 bandara di 10 negara, mulai dari Filipina, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Swiss, dan Denmark, direct baik dari Bangkok ataupun Phuket, sampai akhir September di tahun yang sama.

Upaya tersebut pun sukses membuahkan hasil. Tahun 2021 ditutup dengan laba sebesar sebesar 55 miliar baht (US$1,68 miliar) atau sekitar Rp24,1 triliun. Laba tersebut sebgaian besar bukan datang dari penerbangan penumpang, melainkan penerbangan kargo. 50 persen dari laba tahun 2021 datang dari penerbangan kargo dengan total 10 miliar baht (US$305,96 juta).

Memasuki tahun 2022, Thai Airways dilaporkan kembali mengalami kesulitan keuangan. Karenanya, mereka harus menjual asset untuk meningkatkan likuiditas atau kemampuan membayar utang. Berbagai cara ditempuh, termasuk menjual kursi pesawat Boeing 747 Thai Airways yang sudah purna tugas.

Dalam laman Facebook TG Warehouse Sale, selaku mitra jual, penjualan kursi tersebut dilakukan pada hari Jumat, 10 Juni 2022. Jamnya akan dikabarkan kemudian. Demikian juga dengan jumlah kursi pesawat yang akan dijual. Itu belum diinfo.

Yang pasti, kursi pesawat Boeing 747 Thai Airways tersebut terdiri dari kursi first class dan kelas ekonomi dengan merek Koito dan Recaro. Jumlahnya sangat terbatas mengingat rumitnya perizinan dan keterbatasan tim untuk mengurusnya.

Meski harganya belum dipastikan, namun, untuk sepasang kursi first class Boeng 747 Thai Airways, itu berkisar THB35.000 atau Rp 14 jutaan sebagaimana penjualan batch pertama pada Maret lalu. Ketika itu, 30 kursi first class Boeing 747 Thai Airways ludes terjual seketika setelah penjualan via live Facebook dibuka.

Baca juga: Demi ‘Bertahan Hidup,’ Thai Airways Jual Makanan Khas Pesawat di Supermarket

Thai Airways sudah menerbangkan Boeing 747 sejak tahun 1979. Ketika itu, maskapai memulainya dengan Boeing 747-200. Sejak itu, jumlah armada terus berkembang sampai 26 unit enam 747-200, dua Boeing 747-300, dan 18 Boeing 747-400.

Sejak pandemi virus Corona tahun 2020, maskapai nasional Thailand itu hanya mengoperasikan sembilan armada Boeing 747. Namun, semua itu rencana akan dipensiunkan pada tahun 2024 mendatang.

Keunikan Papan Nama Stasiun Kereta dari Masa ke Masa

Pasti sudah tahu dong tentang papan nama stasiun kereta api yang berada di bagian ujung peron. Papan nama stasiun ini berfungsi untuk mengetahui khususnya para penumpang dalam perjalanan kereta api saat tiba atau memasuki stasiun tersebut. Papan nama stasiun saat ini terdiri dari logo perusahaan (KAI), nama stasiun, dan letak ketinggian stasiun tersebut. Semua serentak mengikuti aturan penempatan tulisan yang ada di papan tersebut begitu juga dengan dominan warna dasar putih dan garis biru.

Baca juga: Unik, Stasiun Bhawani Mandi Terletak di Dua Negara Bagian India

Papan nama stasiun sudah standar dengan perusahaan yang disetujui, yaitu warna, tulisan dan penempatannya. Namun jika kembali ke masa dulu papan nama stasiun seakan tidak seragam. Bahkan jenis tulisannya pun berbeda. Atau ada juga yang menggunakan ukuran tulisan yang lebih besar namun tulisan ketinggiannya justru lebih kecil. Bahkan biasanya jenis tulisan pada nama stasiunnya pun menggunakan jenis huruf “Arial”, namun ada pula yang menggunakan jenis tulisan lain seperti jenis “Times New Roman”. Ukuran tulisannya pun berbeda – beda ada yang terlalu besar, ada pula yang ukuran sedang.

Uniknya papan nama stasiun kereta api pada jamannya identik dengan komersial. Papan nama stasiun saat itu sempat menggunakan iklan rokok yang fenomenal. Serentaknya papan nama stasiun menggunakan iklan tersebut cukup bertahan lama dan penempatannya pun ada di bagian tiap ujung peron, bangunan stasiun dan bagian depan stasiun. Tak hanya papan nama yang dikomersilkan, di stasiun wilayah Jabodetabek penumpang dikejutkan dengan papan nama stasiun di Tanah Abang. Papan nama yang berada di peron ini sempat menggunakan aksara Jepang.

Baca juga: Sering Lihat Simbol dan Deret Angka Ini di Stasiun? Inilah Arti Sebenarnya!

Ya, sempat fenomenal juga dengan papan nama bertuliskan “タナアバング (dibaca: Tana Abangu)”. Bahkan sempatnya para penumpang berswafoto dengan latar belakang tulisan papan nama tersebut, seakan di stasiun negeri sakura. Namun, sebenarnya pemasangan papan nama ini bukanlah agenda dari PT KAI untuk serentak dipasang pada stasiun-stasiun KA di Jabodetabek. Namun, papan tersebut merupakan sebuah media iklan dari salah satu penyedia jasa travel untuk pemesanan tiket pesawat dan reservasi hotel. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Lebih Mengenal Plug Door, Pintu Khusus Milik Si Burung Besi

Insiden terbukanya pintu pesawat secara tidak sengaja memang sempat menjadi perbincangan hangat di beberapa media belakangan ini. Dapat Anda bayangkan sendiri jika pesawat yang tengah mengudara dan pintunya terbuka, maka akan terjadi yang namanya dekompresi (terhisap ke luar badan pesawat). Kendati dalam beberapa kasus tersebut tidak sampai terjadi dekompresi, namun tetap saja menggegerkan seluruh isi kabin pesawat.

Baca Juga: Penasaran, Apa Sih Fungsi Penanda Pada Pintu Darurat di Kabin Pesawat?

Mungkin Anda semua pernah mendengar istilah plug door. Ya, pintu yang biasa Anda jumpai di pesawat ini merupakan pintu khusus yang dirancang untuk menjaga tekanan udara di dalamnya (kabin). Demi menjaga udara yang berada di kabin tersebut, tentu material utama dari pintu ini bukanlah dari kayu seperti pada kebanyakan pintu, melainkan dari bahan besi yang dipadukan dengan berbagai meterial lain sehingga tidak ada percampuran tekanan udara dari luar.

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, karena pintu ini memegang ‘tanggung jawab’ penting dalam dunia penerbangan, maka beragam teknologi dan inovasi pun turut disematkan pada plug door. Seperti halnya seal yang dapat ‘mengunci’ rapat pintu ketika pesawat menanjak dan terjadi perbedaan tekanan udara. Hal tersebut terjadi karena tekanan udara di dalam kabin lebih tinggi ketimbang atmosfer di luar pesawat.

Pengadaan seal tersebut itu sendiri ditujukan agar pintu tidak dapat terbuka ketika pesawat tengah mengudara. Ketika pesawat hendak mendarat, terdapat sebuah sistem yang akan menyamaratakan tekanan udara di dalam kabin dengan di luar, dan ketika pesawat sudah sepenuhnya mendarat, tekanan udara di dalam dan di luar kabin pun akan kembali sama sehingga pintu tersebut dapat dibuka dengan mudah. Berbeda dengan jika Anda membukanya ketika pesawat mengudara, tentu akan sulit karena kehadiran seal tersebut.

Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Tidak hanya pesawat yang menggunakan pintu semacam ini, pun dengan pesawat antariksa yang juga mengaplikasikan teknologi pintu yang serupa. Selain dua moda udara di atas, pengaplikasian plug door pun dapat Anda temui di moda darat, seperti pada kereta cepat dan bus wisata.

Uji Coba Kereta Inspeksi, Kemenhub Aktifkan 8 Stasiun KA di Sulawesi Selatan

Progres pembangunan jalur kereta api antara Makassar – Parepare semakin terlihat titik terang. Bagaimana tidak, pembangunan jalur kereta api pertama kali di Sulawesi Selatan merupakan suatu kebanggaan bagi warga Sulawesi Selatan bahkan Indonesia karena telah berhasil dilakukan.

Baca juga: Jalur Kereta di Sulawesi, Nyaris Tak Terdengar Tapi Ada Bukti Jejak Sejarahnya

Terpantau suksesnya uji coba Kereta Inspeksi (KAIS) dari Stasiun Tanete Rilau hingga Stasiun Garongkong dengan membawa rombongan kementerian perhubungan menjajal jalur dengan lebar 1.435 mm tersebut. Rencana awal jalur ini akan dibangun sepanjang 150 km yang berjumlah 16 stasiun, namun hingga 27 Mei 2022 baru terbangun sebanyak 12 stasiun dengan panjang 102 km.

Peta rute yang diunggah oleh @ditjenperkeretaapian bahwa ada beberapa jalur cabang yang rencananya juga akan dibangun, seperti Stasiun Ramangramang menuju Stasiun Bosowa, Stasiun Lebakkang menuju Stasiun Mangilu dekat dengan industri di Sulawesi Selatan dan Stasiun Barru yang bercabang menuju Stasiun Garongkong yaitu dekat dengan Pelabuhan Laut Garongkong. Kereta api yang melintas di jalur ini pun tak luput dari angkutan penumpang dan angkutan barang. Meskipun jalur yang dilalui masih single track tapi angkutan kereta api yang melintas tetap dikendalikan sebaik mungkin.

Beroperasinya jalur kereta api antara Maros -Barru ini akan dilakukan pada Oktober 2022. Masih belum ada informasi lanjutan terkain rangkaian kereta api apa yang akan digunakan dan tarif berapa yang akan dikisarkan bagi penumpang yang akan menggunakan kereta api.

Baca juga: Jalur Kereta Api Makassar – Parepare Dibangun, Kira – kira Apa Manfaatnya, ya?

Stasiun yang akan difungsikan nanti meliputi: Stasiun Garongkong, Stasiun Barru, Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Labakkang, Stasiun Pangkajene, Stasiun Ramangramang, Stasiun Maros, dan Stasiun Ma’rang. Meski baru ke delapan staaiun yang sementara diaktifkan nantinya dengan adanya jalur kereta api di Sulawesi Selatan dapat mengurangi mobilitas jalan raya yang sewaktu – waktu terjadi kemacetan atau ada hal yng tidak diduga. Menggunakan kereta api akan lebih efisien, mudah, dan cepat.

Garuda Indonesia Terbang (Lagi) ke AS Lewat Codeshare dengan Singapore Airlines

Meski nasib diambang kebangkrutan, Garuda Indonesia terus melebarkan jangkauan terbang sampai ke Negeri Paman Sam Amerika Serikat (AS) lewat kerja sama codeshare dengan Singapore Airlines. Saat ini pengajuan terbang ke Bandara Los Angeles dan JFK oleh keduanya sudah diterima Departemen Transportasi AS (DOT) dan masih menunggu persetujuan.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Emirates Kerja Sama Codeshare untuk 16 Rute di Timur Tengah dan Eropa

“Applicant (Garuda dan Singapore Airlines) bermaksud untuk memulai layanan codeshare sesegera mungkin dan dengan hormat meminta persetujuan yang dipercepat dari pengajuan bersama ini. Singapore Airlines meminta agar pernyataan otorisasi diberikan untuk jangka waktu tidak terbatas, sesuai dengan preseden Departemen, selama perjanjian codeshare terus berlaku,” bunyi pengajuan oleh kedua maskapai, seperti dikutip Simple Flying.

Singapore Airlines saat ini diketahui terbang langsung dari Singapura ke lima kota di AS, mulai dari Los Angeles, New York, Seattle, San Francisco, dan Houston. Tiga dari lima penerbangan tersebut bahkan dinobatkan sebagai penerbangan terpanjang di dunia tahun 2021.

Andai pengajuan codeshare Garuda Indonesia-Singapore Airlines terbang ke Los Angeles dan New York disetujui DoT, nantinya pesawat Airbus A350 SIA yang dipakai terbang ke dua kota tersebut akan memakai kode dan nomor penerbangan Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia akan mengantar penumpangnya ke AS dari berbagai kota di Indonesia ke Jakarta. Kemudian terbang ke Singapura, untuk kemudian pindah ke pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan Garuda Indonesia. Hal yang sama juga terjadi untuk penerbangan pulang.

Di tengah kondisi terlilit utang, Garuda Indonesia memilih untuk fokus di rute domestik. Namun, sebagai flag carrier Indonesia, maskapai juga memiliki tanggung jawab untuk membawa wisatawan mancanegara ke dalam negeri. Hal itu pernah disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Ditemui secara eksklusif redaksi KabarPenumpang.com di kantornya tak lama setelah resmi menjabat, Irfan memang pernah membeberkan rencananya membuka penerbangan codeshare ke beberapa negara, seperti Perancis, Jerman, Mauritius, Amerika, Spanyol, dan Moskow. Namun, kala itu, untuk penerbangan langsung ia masih malu-malu mengakuinya.

Bila pun jadi merealisasikan rencana yang sudah menggaung sejak era Dirut sebelumnya itu, irfan memang mengaku siap rugi, dengan asumsi wisatawan yang berkunjung ke Bali menghabiskan uang sekitar US$10 ribu atau sekitar Rp146 juta (kurs 14.538).

Pada bulan Juli tahun 2020, Irfan Setiaputra semakin serius menggarap rute internasional mereka di pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS), dalam hal ini Perancis (Paris), Amerika (Los Angeles dan atau San Francisco), dan India (Mumbai).

Menurutnya, penerbangan langsung dari Denpasar, Bali ke tiga rute tersebut berpeluang sangat menguntungkan perekonomian negara, sekalipun maskapai mengalami kerugian dengan nominal tak sedikit.

Baca juga: Media Asing ‘Tertawakan’ Rencana Garuda Indonesia Buka Penerbangan (Rugi) Langsung ke Amerika, Paris, dan India

“Garuda diminta terbang ke kota-kota besar di dunia. Kita berencana terbang ke Amerika, berencana ke Paris, ke India, base on data siapa yang spending-nya banyak dan value position kita ke mereka adalah you fly to Denpasar directly,” kata Irfan saat diskusi virtual MarkPlus Industry Roundtable, Jumat (19/6/2020).

“Karena kalau orang Paris, Perancis menghabiskan uang US$10 ribu dalam liburannya di Bali kan ga ada masalah kalau Garuda rugi US$500 per penumpang, karena kan nett di negara ini kita dapat US$10.500,” lanjutnya.

Kereta Cepat Cina Tabrak Puing Longsoran Tanah, Seorang Masinis Tewas dan Delapan Penumpang Luka-luka

Meski jaringan kereta cepat Cina berkembang sangat pesat, bahkan telah menjadi yang terbesar di dunia, namun ada tantangan besar yang harus dihadapi, yakni bagaimana operator kereta dapat secara efektif melindungi jaringan rel kereta cepat itu sendiri. Terkait hal tersebut, ada kabar terbaru dari Negeri Panda, yaitu pada 4 Juni lalu telah terjadi insiden kecelakaan kereta berkecepatan tinggi yang menewaskan satu orang dan melukai delapan orang lainnya di Provinsi Guizhou.

Baca juga: Interior Kereta Cepat China Rail Dirancang dengan Konsep Kabin Pesawat

Dikutip dari supchina.com (6/6/2022), sebuah kereta cepat tujuan Guangzhou tergelincir setelah menabrak puing-puing tanah longsor, saat itu kereta tengah melintasi wilayah pegunungan. Dua gerbong dari kereta itu tergelincir dan menewaskan seorang masinis dan melukai delapan orang penumpang, sementara 136 penumpang lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kereta menabrak puing-puing dari tanah longsor yang tertinggal di rel dekat Kabupaten Rongjiang. Saat iniiInvestigasi masih berlangsung, dan meningkatkan kekhawatiran tentang keselamatan berkereta api di tengah prakiraan hujan lebat dan banjir di Cina selatan dan tengah pada musim ini.

Catatan keselamatan kereta api Cina telah meningkat pesat sejak insiden fatal terakhir yang mengguncang kepercayaan publik pada tahun 2011, ketika 40 orang tewas dan hampir 200 lainnya cedera setelah kecelakaan kereta api di dekat Wenzhou, Provinsi Zhejiang. Insiden serupa tetapi tidak fatal terjadi pada tahun 2020, setelah kereta kelas D yang melakukan perjalanan antara Guangzhou dan Chongqing tergelincir karena hujan lebat. Kereta kelas D yang tergelincir adalah jenis kereta tercepat kedua di Cina.

Meskipun kereta api berkecepatan tinggi lebih handal daripada perjalanan udara terhadap cuaca buruk, tapi tetap saja jalur kereta rentan terhadap kondisi geografi Cina yang luas dan beragam, dengan wilayah pesisir tenggara lebih rentan terhadap hujan, badai petir, dan banjir besar. Sedangkan Cina timur tengah lebih rentan terhadap hujan, badai petir, dan badai salju.

Baca juga: Bikin Panik Barat, Kereta Cepat Cina 400 Km/Jam dengan Fitur Wheelset Bakal Terhubung ke Rusia-India

Cina kini memiliki jaringan rel kecepatan tinggi terluas di dunia, dan telah membangun 25.000 kilometer (15.534 mil) rel kereta api berkecepatan tinggi sejak 2008 — lebih banyak dari gabungan seluruh dunia. Kereta Api Berkecepatan Tinggi Beijing-Shanghai, jadi salah satu jalur kereta api tersibuk dan tercepat di Cina, mengangkut 1,35 miliar penumpang selama dekade pertama operasinya di Juni 2021.

Harga Tiket Pesawat Naik Gila-gilaan, Bukan Hanya di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Harga tiket pesawat naik gila-gilaan telah menjadi tajuk berita, bukan hanya di Indonesia tapi fenomena ini juga terjadi secara global. Meski begitu, kondisi yang terjadi di setiap negara bisa berbeda-beda, namun, secara umum pasca melandainya tren Covid-19, hampir semua negara mengalami lonjakan harga tiket pesawat yang sangat tinggi. Apa penyebabnya dan apakah mungkin harga tiket pesawat akan turun kembali?

Baca juga: Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Tiket Pesawat 20 Persen dari TBA Gegara Avtur Naik

Dikutip dari Simpleflying.com (7/6/2022), disebut bahwa harga tiket pesawat meningkat tajam lantaran didorong oleh kombinasi kekurangan tenaga kerja, kenaikan biaya bahan bakar, dan defisit kapasitas. Dalam kasus di Amerika Serikat, tiket pesawat naik 25 persen dalam 12 bulan terakhir, dimana untuk harga tiket di bulan April 2022 saja melonjak 16,8 persen di bulan April saja. Meskipun baru dilihat dalam satu pasar, tapi secara umum terdapat kondisi yang sama di banyak negara.

Di Amerika Serikat, kapasitas pesawat penuh karena lonjakan permintaan perjalanan. Namun, di satu sisi jumlah kursi yang tersedia menurun, dimana masih banyak maskapai yang tidak siap dalam pengoperasian pesawat sebagai dampak pandemi selama 2 tahun lebih. Tidak itu saja, maskapai juga banyak yang kekurangan pilot, yang lagi-lagi terkait dengan banyaknya pesawat yang di-grounded akibat pembatasan perjalana di era Covid-19. Jadi singkat katam, ini merupakan masalah penawaran dan permintaan yang sederhana.

Biasanya, kondisi di atas akan menjadi kabar baik bagi maskapai penerbangan, yakni lebih banyak uang yang didapat per penumpang dan menurunkan biaya operasional secara keseluruhan karena lebih sedikit pesawat yang terbang. Tapi kondisi itu terjadi di musim pasca Covid-19, karena tak sedikit maskapai menghadapi biaya operasional yang melonjak hanya untuk tetap mengudara.

Helane Becker, Analis Riset Senior di Cowen mengatakan kepada Bloomberg TV, “Biaya bahan bakar yang meroket (imbas konflik di Ukraina), ditambah biaya tenaga kerja yang naik, biaya sewa bandara yang naik, maka maskapai akan menghadapi tekanan inflasi yang besar dan perlu menaikkan harga tiket dan pada titik tertentu.”

Ada beberapa saran untuk membantu ‘menekan’ harga pesawat yang tinggi. Salah satunya dengan mulai menghabiskan poin frequent flyer, dengan asumsi Anda memiliki beberapa dan dapat menemukan kursi yang tersedia. Ada juga yang mengatakan fleksibilitas tanggal adalah kuncinya. Meskipun akan bervariasi dari pasar ke pasar, waktu pembelian adalah penting. Di AS, satu hingga tiga bulan dianggap sebagai waktu terbaik untuk memesan tiket penerbangan domestik untuk mendapatkan harga terbaik. Untuk tiket internasional, dua hingga delapan bulan dianggap sebagai waktu yang ideal untuk mendapatkan harga terbaik.

Baca juga: Kena Prank Tiket Pesawat Argentina-Qatar Rp20 Ribuan, Influencer Ini Tempuh Jalur Hukum

Jadi, apakah harga tiket pesawat yang lebih tinggi akan tetap ada, atau hanya sementara? Secara historis, harga tiket pesawat mengalami pasang surut, didorong oleh masalah seperti biaya tenaga kerja dan harga bahan bakar.

Ding Ding Tram, Moda Transportasi Tertua Sekaligus Termurah di Hong Kong

Bagi Anda yang pernah menonton film Shaolin Soccer yang disutradarai oleh Stephen Chow, mungkin Anda tidak asing dengan moda transportasi yang satu ini. Ya, di film tersebut, moda ini muncul beberapa kali dan berhasil mencuri perhatian para penonton. Bagaimana tidak, ukurannya yang besar dan memiliki warna yang ngejreng membuat moda ini sangat mudah untuk ditangkap mata. Ya, moda ini adalah Hong Kong Ding Ding Tram!

Baca Juga: Eksistensi Peak Tram Hong Kong, Dulu dan Sekarang!

Diketahui, ini merupakan sarana transportasi publik tertua yang ada di Hong Kong. Tidak hanya itu, moda yang sudah ada sejak tahun 1904 ini juga didaulat sebagai yang termurah diantara sarana transportasi publik lainnya. Ada hal unik lainnya yang tertanam di Hong Kong Tram ini, yaitu kata Ding Ding yang disematkan di tengah-tengah namanya. Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, apa itu Ding Ding.

Ternyata berdasarkan data yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nextstophongkong.com, kata Ding Ding ditambahkan warga Hong Kong ke dalam nama moda transportasi ini karena bunyi klaksonnya. Dengan 164 armada yang ada, sang operator – Hong Kong Tramways Ltd. menyediakan enam rute yang membentang sejauh 30km di Hong Kong.

Setiap harinya, sebanyak 200.000 penumpang melintasi 120 stasiun yang tersedia di sepanjang jalur. Tunggu sebentar, mengangkut 200.000 penumpang setiap harinya merupakan angka yang cukup fantastis untuk sebuah moda transportasi publik. Bagaimana tidak, harga yang ditawarkan pihak operator untuk satu tiket dewasa hanyalah HK$2,3 atauberkisar antara Rp4.300 untuk sekali perjalanan. Murah, bukan?

Di awal pengoperasiannya (tahun 1904), tram ini masih menggunakan jenis single deck dan hanya berjumlah 26 unit saja. Namun seiring berjalannya waktu dan peningkatan minat warga Hong Kong, akhirnya Hong Kong Tramways Ltd. mengganti seluruh armadanya menjadi double decker. Perubahan demi perubahan pun terus terjadi pada moda yang satu ini – dimana perubahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang saat mengendarainya.

Baca Juga: Ternyata, Tidak Hanya Bus yang Bertingkat, Trem Juga!

Bagi Anda yang kebetulan hendak bertolak menuju Hong Kong dan ingin menjajal Hong Kong Ding Ding Tram, terdapat banyak tempat pemberhentian tram di sepanjang jalan, lebih kurang jaraknya setiap 250 meter sekali – Anda dapat menemukan tempat pemberhentian tram. Jam operasionalnya pun tergolong cukup panjang, mulai dari pukul 06.00 hingga tengah malam, dengan interval keberangkatan setiap 1,5 hingga 4 menit sekali dari setiap pemberhentian.

Penumpang Masih Bingung, Peta Rute Baru di KRL Jabodetabek Belum Terpasang

Sejak perubahan rute baru KRL Jabodetabek khususnya lintas Bogor – Jakarta Kota dan rute Cikarang – Tanah Abang – Jatinegara masih belum lengkap tersedianya peta rute yang berda di dalam KRL. Hanya beberapa saja yang baru terpasang di atas pintu KRL. Penumpang khususnya yang tidak begitu sering menempuh perjalanan dengan KRL, harus mencari informasi kepada petugas untuk stasiun yang akan mereka tuju. Tak hanya di jam – jam kerja, membludaknya penumpang saat libur akhir pekan pun tak sedikit mereka yang “nyasar” alias salah naik KRL saat turun di stasiun.

Baca juga: Ada Pola Perubahan Layanan di KRL Jabodetabek, Ini Pesan KAI untuk Para Penumpang

Kurangnya informasi bahkan jarang bertanya menjadi resiko yang dihadapi penumpang tersebut. Meski informasi terkait perubahan rute sudah dihimbau kepada setia petugas, namun diharapkan setiap penumpang diharuskan selalu updae informasi saat melakukan perjalanan dengan KRL. Sangat baik jika para penumpang tak sungkan untuk bertanya kepada petugas rute yang akan mereka tuju.

Pantauan kabarpenumpang.com saat melakukan perjalanan dengan KRL, ada beberapa seri KRL yang masih minim informasi khususnya rute/map KRL yang biasa terpasang diatas pintu KRL. Pergantian rute menyebabkan informasi peta rute tersebut harus diganti dengan rute yang baru, untuk memudahkan penumpang melakukan perjalanan.

Namun, pihak KAI Commuter akan sesegera mungkin memberi informasi baik dari petugas maupun papan informasi terkait perjalanan KRL kepada penumpang. Agar memudahkan para penggunanya untuk bisa dengan nyaman menggunakan sarana KRL Jabodetabek. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Duh, Airbus A330 Aeroflot Disita Pengadilan Kolombo, Maskapai Lanjutkan Penerbangan Repatriasi

Tekanan internasional terhadap maskapai penerbangan Rusia kian berat. Sebelum ini pesawat-pesawat produksi barat seperti Airbus dan Boeing yang dioperasikan maskapai dalam negeri Rusia, masih bisa terbang terbatas ke negara-negara lain yang ‘bersahabat’ dengan Rusia, dimana ancaman penyitaan pesawat dari lessor kemungkinan kecil terjadi.

Baca juga: Diam-diam, Airbus Kirim Pesawat ke Aeroflot di Hari Pertama Invasi Rusia ke Ukraina

Tapi ada kabar terbaru yang merubah keadaan, dikutip dari simpleflying.com (6/6/2022), disebutkan Pengadilan Kolombo, Sri Lanka, telah mengeluarkan perintah penyitaan terhadap pesawat Airbus A330 RA-73702 yang dioperasikan Aeroflot. Keputusan Pengadilan Kolombo jelas berpengaruh besar pada layanan Aeroflot, termasuk pada rencana penerbangan repatriasi pada warga Rusia yang terdampar di Sri Lanka.

Atas insiden tersebut, Aeroflot telah menangguhkan semua penerbangan ke Sri Lanka setelah pengadilan memerintahkan penyitaan salah satu Airbus A330-nya pada Kamis, 2 Juni lalu. Penyitaan itu terjadi setelah pemilik pesawat, yakni lessor dari Irlandia meminta penyitaan terhadap sewa A330 menyusul sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Meski sudah ada penyitaan pesawat, Aeroflot telah menjadwalkan penerbangan repatriasi pada 4 dan 5 Juni untuk membawa pulang warga negara Rusia yang diminta turun dari pesawat pada 2 Juni karena penyitaan.

Penerbangan repatriasi pertama mendarat pada hari Sabtu di Kolombo pada pukul 10:12 waktu setempat setelah 8 jam 30 menit perjalanan dari Moskow. Tidak ada penumpang dalam penerbangan ini karena hanya ditetapkan untuk memulangkan pelancong yang terdampar. Penerbangan repatriasi kedua mendarat Minggu pagi pada saat itu dan saat ini dalam perjalanan ke Moskow.

Perintah penyitaan dari Pengadilan Kolombo menyebut Airbus A330 RA-73702 dilarang meningglkan Sri Lanka hingga 16 Juni 2022. Namun, ada sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 8 Juni 2022 dan berpotensi mencabut keputusan penyitaan dan memungkinkan Aeroflot menerbangkan A330 pulang ke Rusia.

Sang pemilik pesawat yakni lessor Celestial Aviation Ireland tidak mungkin membiarkan tanpa perlawanan. A330 sebelumnya disewakan ke Aeroflot oleh GECAS dan AerCap dan didaftarkan ulang pada April setelah Uni Eropa memerintahkan agar semua sewa ke operator Rusia dibatalkan dan pesawat disita.

Baca juga: Aeroflot Airlines, Maskapai Terbesar Rusia dan Dunia Gabungan dari Maskapai Ukraina

Aeroflot telah berjanji kepada penumpang bahwa akan terus mengoperasikan penerbangan dalam beberapa hari dan minggu mendatang untuk membawa semua warga kembali ke Rusia. Apakah ini akan menjadi repatriasi atau melanjutkan layanan komersial, tentu masih harus dilihat dalam beberapa waktu mendatang.