Diikuti 4 Karoseri Ternama, Busworld Southeast Asia 2022 Digelar 5-7 Oktober di JIExpo

Setelah dua tahun diberlakukan pembatasan perjalanan internsional, kini Pemerintah Indonesia telah mencabut persyaratan karantina bagi kedatangan internasional, dan sebagai wujud positifnya adalah terbukanya pameran yang diadakan secara fisik dan berlangsung dalam ukuran besar. Salah satunya adalah Busworld Southeast Asia 2022 yang rencananya akan dihelat pada tanggal 5 – 7 Oktober 2022, JIExpo Jakarta.

Baca juga: Busworld South East Asia 2019 Siap Digelar di Jakarta, Inilah Pameran Bus Terbesar Berskala Internasional

Busworld Southeast Asia 2022 akan menjadi hajatan kedua kalinya Busworld di Indonesia, setelah sebelumnya Busworld Southeast Asia digelar di lokasi yang sama pada tahun 2019. Pameran industri bus dan komponen terbesar di Asia ini akan ditampilkan secara eksklusif dan berkualitas tinggi sebagai one-stop di ASEAN yang tak tertandingi. Jadwal baru Busworld Southeast Asia 2022 akan memberikan kualitas pertunjukan yang lebih tinggi dengan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi peserta pameran dan pengunjung.

Busworld adalah pameran B2B terbesar di dunia yang berfokus pada industri bus, bus, dan komponen. Pada tahun 2019, Indonesia terpilih sebagai negara keenam yang menyelenggarakan pameran Busworld dengan nama Busworld Southeast Asia. Ini adalah platform yang ideal untuk meluncurkan produk baru di pasar, menghasilkan prospek penjualan baru, memperluas jaringan dan menerima perhatian media

Potensi besar terbuka dalam pengadaan bus di Indonesia, dimana Pemerintah telah menetapkan target untuk mengoperasikan 41.000 bus listrik pada tahun 2024. Selain itu, operator bus milik kota, TransJakarta memiliki rencana ambisius untuk memperluas armada bus listriknya menjadi 10.000 unit pada tahun 2030. Target utamanya adalah membebaskan Jakarta dari kendaraan penghasil emisi pada tahun 2050.

Sementara mulai 12 April 2022, kendaraan diesel di Indonesia diwajibkan berstandar Euro 4. Pelaksanaan Euro 4 akan membawa dampak positif bagi lingkungan. Tidak hanya itu, akan mendorong perkembangan industri bus di Indonesia, sehingga mampu bersaing dan memperluas peluang ekspor ke berbagai negara.

Baca juga: Tri Sakti Jadi Karoseri Anak Bangsa Pertama yang Bangun Bus Tingkat

Sejauh ini, ada empat merek karoseri besar yang akan meraimaiakan Busworld Southeast Asia 2022, yakni New Armada, Tentrem, Laksana dan Adi Putro. KabarPenumpang.com sendiri ikut serta sebagai media partner dalam event otomotif bergengsi ini.

Maskapai Global Jual 100 Juta Kursi Per Pekan, Pandemi Sudah Berakhir?

Industri penerbangan mulai kembali bergairah. Data terbaru menyebut, kapasitas kursi seluruh maskapai di dunia setiap pekannya sudah hampir menyentuh angka 100 juta kursi per pekan yang ditawarkan kepada penumpang, naik 36 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Apakah ini pertanda pandemi Covid-19 sudah berakhir?

Baca juga: Ditentang Greenpeace, Apa Itu Penerbangan Hantu?

Pada tahun 2018, IATA memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037. Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta.

Seiring waktu berlalu dan kasus aktif Covid-19 jauh menurun setelah meningkat drastis akibat varian Delta dan Omicron, jutaan orang di seluruh dunia bak burung keluar dari sangkar. Berduyun-duyun bepergian ke destinasi wisata favorit, dalam dan luar negeri. Kapasitas kursi yang ditawarkan maskapai di setiap penerbangan pun meningkat.

Menurut penyedia data perjalanan global (OAG), yang dikutip Simple Flying, saat ini total kapasitas kursi mingguan telah mencapai 96,6 juta, naik 36 persen pada minggu yang sama tahun lalu dan hanya 17 persen di bawah angka 2019 di periode yang sama.

Meskipun segalanya masih berubah, OAG memperkirakan kapasitas kursi mingguan akan mencapai angka 100 juta pada pertengahan Juli dan semakin mendekati angka pra pandemi.

“Total kapasitas maskapai untuk bulan ini mencapai 396,8 juta, meningkat 42% dari tahun sebelumnya, ” kata John Grant, juru bicara OAG.

“Pada awal bulan, ada rencana untuk mengoperasikan 419,4 juta kursi, jadi maskapai menyesuaikan kapasitas selama bulan itu sekitar 22,6 juta kursi yang terdengar banyak; kenyataannya, ini adalah pengurangan 5,4 persen dengan latar belakang tantangan sumber daya yang besar dan termasuk beberapa pembatasan Covid-19 di Cina,” tambahnya.

“Perkiraan kapasitas jangka pendek untuk beberapa minggu ke depan menunjukkan bahwa kita dapat menembus 100 juta kursi seminggu pada pertengahan Juli, dan tidak ada yang akan mengharapkan tingkat pemulihan dalam waktu sesingkat itu; seluruh industri penerbangan melakukan pekerjaan luar biasa untuk menghadapi tantangan sehari-hari yang dihadapi,” lanjutnya.

Sayangnya, hasrat penumpang untuk bepergian yang sedang memuncak tidak dibarengi dengan dukungan dari faktor eksternal.

Di Inggris, misalnya, lonjakan penumpang justru disambut dengan kekurangan staf bandara maupun maskapai. Akibatnya, terjadi pembatalan penerbangan besar-besaran lantaran petugas tak mampu menangani penumpang.

Baca juga: Uni Eropa Cabut Mandat Penggunaan Masker di Bandara dan di Dalam Penerbangan

Di dunia pada umumnya, perang Ukraina dan Rusia telah membuat rantai pasokan minyak dunia terganggu. Rusia yang memegang 10 persen produksi minyak global diembargo oleh Barat dan ini pada akhirnya hanya membuat harga Avtur naik signifikan. Dampaknya, harga tiket pesawat pun juga melonjak drastis.

Belum lagi kebijakan Covid-19 yang masih diterapkan di beberapa negara. Kombinasi semua itu pada akhirnya menjadi penghalang terus melonjaknya pertumbuhan penumpang sampai di angka pra pandemi.

Bikin Geger, Transponder Boeing 747 Emtrasur Sengaja Dimatikan, Motif Kriminal?

Dunia mengetahui bahwa sebelum Boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370 hilang kontak pada 8 Meret 2014, telah diidentifikasi bahwa transponder dan ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) pada pesawat itu telah dengan sangaja dimatikan. Hal itu menjadikan posisi pesawat tidak bisa dipantau oleh radar pengawas lalu lintas udara (ATC). Berangkat dari kengerian dari yang terjadi pada MH370, belum lama ini dunia dibuat geger dengan aksi mematikan transponder pada pesawat kargo Boeing 747-300.

Baca juga: Tak Seperti MH370, Sudah 18 Tahun Boeing 727 Maskapai Ini Hilang Tapi Tak Serius Dicari

Dikutip dari airlive.net (15/6/2022), disebutkan sebuah Boeing 747-300 kargo milik maskapai Emtrasur dari Venezuela, telah disita di bandara bandara Córdoba, Argentina. Menurut laporan, ada dua belas penumpang pesawat yang berkebangsaan Venezuela sementara lima lainnya memegang paspor Iran. Pesawat telah mendarat Senin lalu di bandara Córdoba, karena operasi pencegahan kabut di bandara Ezeiza Buenos Aires.

Sesaat setelah mendarat, awak dan penumpang pesawat langsung disambut oleh Polisi Keamanan Bandara (PSA), Bea Cukai, Polisi Federal dan otoritas Departemen Migrasi yang melakukan pengerahan data intelijen dari beberapa lembaga di seluruh dunia. Pesawat itu diketahui telah terbang antara Buenos Aires dan Córdoba dengan transponder dimatikan, yang mencegahnya untuk diidentifikasi pada radar kontrol lalu lintas udara.

Sampai saat ini, investigasi masih terus berlangsung atas insiden penonaktifan transpoder tersebut. Kesemua paspor awak dan penumpang, disebut telah ditahan oleh otoritas keamanan setempat.

Sebagai informasi, transponder adalah alat pemancar radio yang terletak di kokpit pesawat yang berfungsi mengirim sinyal informasi pesawat kepada Air Traffic Control (ATC) di darat lewat radar sekunder. Alat ini memang bisa dimatikan, namun normalnya pada keadaan tertentu.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 10 Bahasa Rahasia Pilot

Di luar kecurigaan pada insiden di atas, ada beberapa alasan lain yang membuat pilot mematikan transponder. Satu, adalah ketika pesawat terbang terlalu dekat dengan pesawat lainnya. Pusat kendali lalu lintas udara biasanya meminta pilot untuk mematikan transponder atau menggesernya ke posisi standby. Kedua, pilot akan mematikan transponder jika alat tersebut mengirim informasi yang salah. Pesawat masih bisa dipantau sampai keluar dari zona pantauan radar.

Tak Cuma di Jalan Raya, Jalur Kereta Api Juga Punya Gapura Batas Wilayahnya

Gapura perbatasan memang identik dengan bentuk atau bangunan yang beragam. Perbatasan biasanya ditandai dengan gapura yang bertuliskan selamat datang ataupun selamat jalan, bahkan ada yang bertuliskan mulai dari nama desa sampai ke nama desa. Biasanya kita jumpai gapura perbatasan atau memasuki wilayah tertentu saat berkendara di jalan raya. Ternyata kereta api juga memiliki semacam gapura perbatasan juga, lho.

Baca juga: Tergantikan LED, “Tanda Pata Pata” di Stasiun Keikyu Bikin Penggemar Kereta Patah Hati

Berbeda dengan jalan raya, tanda batas wilayah pada kereta api pun beragam. Ada yang berbentuk patok rel ukuran besar, papan nama persegi bahkan ada pula yang berbentuk setengah lingkaran.

Penulisannya pun sama seperti gapura perbatasan pada jalan raya. Gapura pada kereta api juga terdapat tulisan “selamat datang” dan juga “selamat jalan”. Kemudian dibagian lain terdapat logo PT Kereta Api Indonesia diikuti dengan tulisan wilayah yang akan dilewati kereta api seperti Daerah Operasi (Daop), yakni Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya dan Daop 9 Jember.

Tak hanya daerah operasi jalur kereta api yang berada di Pulau Jawa, Pulau Sumatera pun juga membuat gapura saat diperbatasan wilayah dengan sebutan Divisi Regional (Divre), yaitu Divre 1 Medan, Divre 2 Padang, Divre 3 Palembang, dan Divre 4 Tanjung Karang, Lampung.

Sayangnya, tak semua penumpang bisa melihat gapura perbatasan wilayah saat naik kereta api. Selain posisinya yang cukup dekat dengan posisi disamping rel kereta, kecepatan kereta api pun mempengaruhi tidak bisa terlihatnya gapura tersebut. Yang hanya terlihat saat posisi di kabin lokomotif, siapa lagi kalau bukan masinis dan asistennya. Padahal kalau penumpang bisa melihat gapura perbatasan wilayah, bisa melihat pula keunikan bentuk dari gapura tersebut. Kecuali kalau mengabadikan kereta api dari area sekitar gapura, pastinya bisa sekaligus diabadikan perbatasan tersebut saat kereta api melintas. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Lessor Global Tinggalkan Boeing dan Beralih ke Airbus, Pertanda Apa?

Boeing selama ini dikenal sebagai produsen pesawat terbesar di dunia. Baik di pesawat narrowbody maupun widebody. Namun, itu dahulu, sekarang kondisinya sudah berubah. Di pangsa pasar narrowbody, Airbus sudah jauh lebih maju dan mulai mendominasi. Hal ini secara sederhana bisa dibuktikan dari maraknya lessor besar yang menjatuhkan pilihan ke Airbus, bukan lagi Boeing. Salah satunya leasing pesawat Aviation Capital Group (ACG).

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Sebelum kondisinya berubah seperti sekarang, lessor manapun di dunia mencoba berimbang atau memiliki komposisi armada 50:50. Tidak ada yang dominan.

Namun, beberapa tahun belakangan, puncaknya sejak dua kecelakaan tragis Boeing 737 MAX dan larangan terbang di seluruh dunia, praktis lessor tak punya pilihan karena maskapai juga menghindari MAX dan menginggalkan Airbus sendirian mendominasi tanpa diganggu.

“Kami putus asa untuk membangun kembali paritas, tetapi rasanya tidak ada daya tarik untuk dapat mengandalkan Boeing untuk mengirimkan pesawat dengan kecepatan yang sama seperti Airbus saat ini,” kata CEO dan Presiden Aviation Capital Group (ACG), Tom Baker, dalam wawancara baru-baru ini dengan Aviation Week & Space Technology di The Wings Club of New York.

Dalam laporan terbaru Pesanan dan Pengiriman Airbus dan Boeing, jelas manufaktur pesawat Eropa mendominasi. Dari total backlog 12.200 pesawat, gabungan kedua manufaktur tersebut, Airbus membukukan 58 persen atau total 7.037 unit pesanan pesawat dan sisanya 5.163 atau 42 persen pesanan pesawat dibukukan Boeing.

Dari jumlah tersebut, 10.500 di antaranya adalah pesawat narrowbody dan Airbus membukukan 60 persen backlog atau pesanan pesawat. Adapun Boeing hanya meraup 40 persen pangsa pasar. Berbagai fakta tersebut, tak mengherankan bila ACG dilaporkan memiliki pesanan besar untuk pesawat Airbus daripada Boeing.

Laporan OEM yang dikutip Simple Flying menyebut, ACG memiliki pesanan 20 pesawat Airbus A220-300, 22 A320neo , 42 A321neo, dan 22 Boeing 737 MAX.

Baca juga: Ngeri! Sudah 1.300 Pesawat Dikembalikan Maskapai ke Lessor Gegara Kesulitan Keuangan

Meski Baker mengakui bahwa Airbus saat ini memiliki varian produk pesawat narrowbody yang lebih baik dan lebih beragam dari keluarga Airbus A320, ia berharap kondisinya tetap seperti biasa, dimana Airbus dan Boeing 50:50 dalam barisan armadanya.

Saat ini, ACG tercatat memiliki lebih dari 440 pesawat yang disewakan kepada sekitar 90 maskapai penerbangan di 45 negara. Kantor pusatnya berada di AS, dengan kantor perwakilan di Dublin, Madrid, Santiago, Seattle, Shanghai, Singapura, dan Inggris.

Ditentang Greenpeace, Apa Itu Penerbangan Hantu?

Sebagian dari avgeek mungkin pernah mendengar penerbangan hantu atau ghost flight, baik sebelum maupun sesudah pandemi Covid-19. Lantas, sebetulnya, apa yang menyebabkan maskapai harus melakoni penerbangan hantu?

Baca juga: Apa Itu Landing Slot Bandara, yang Bikin Maskapai Rusia Rugi Rp1 Triliun Gegara Inggris?

Adanya penerbangan hantu atau ghost flight tak lepas dari adanya slot bandara atau landing slot. slot di bandara atau slot bandara sendiri adalah fasilitas untuk mendarat, menurunkan penumpang, mengisi bahan bakar, mengambil penumpang baru dan kemudian lepas landas lagi yang semuanya sudah ditentukan dan diatur kerangka waktunya.

Mekanisme dan kerangka bisnis slot bandara diatur oleh Worldwide Airport Slot Guidelines (WASG), dibantu dengan pedoman dari IATA dan Airports Council International (ACI).

Slot bandara ini harus diupdate setiap enam bulan sekali untuk penerbangan internasional. Adapun penerbangan domestik bisa berbeda-beda tergantung regulator.

Selain harus meng-update slot bandara setiap enam bulan, maskapai juga harus berhasil menggunakan setidaknya 80 persen slotnya. Bila berhasil, maka maskapai diizinkan untuk mempertahankan slot pada musim berikutnya. Sistem ini dikenal sebagai “grandfather rights”. Dalam kamus Komisi Eropa dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) di Amerika Serikat ini dikenal sebagai aturan “use it or lose it”.

Selama pandemi Covid-19, slot bandara dikurangi dari 80:20 menjadi 50:50. Namun, seiring pandemi global yang mulai membaik, aturan grandfather rights terkait landing slot dinaikkan menjadi 70:30.  Ini yang pada akhirnya membuat penerbangan hantu kembali marak.

Dilansir Simple Flying, CEO Lufthansa, Crasten Spohr, mengungkapkan sedikitnya Lufthansa Group melakukan 18 ribu penerbangan hantu akibat aturan “grandfather rights” atau “use it or lose it” dan menyumbang persentase total penerbangan hantu cukup besar sepanjang musim dingin lalu.

Laporan Greenpeace, ada sekitar 100 ribu penerbangan hantu di Eropa sepanjang musim dingin. Meski hanya ratusan ribu, namun emisi karbon yang dihasilkan sekitar 2,1 juta ton atau setara dengan lebih dari 1,4 juta emisi yang dihasilkan mobil per tahun.

Angka tersebut dinilai berdampak besar pada persentase total karbon dioksida dari sektor transportasi udara. Terlebih, sektor ini setiap tahun terjadi kenaikan sekitar 4 persen dari 8 persen saat ini.

Dengan berbagai fakta tersebut, sejumlah pihak yang dimotori oleh Greenpeace pun membuat petisi untuk mengakhiri penerbangan hantu di sektor penerbangan. Setidaknya butuh sekitar 100 ribu tanda tangan sampai 14 Juli untuk memastikan isu tersebut dibawa ke parlemen Eropa.

Penerbangan hantu sebetulnya bukan masalah besar bagi CEO Grup Ryanair, Michael O’Leary. Menurutnya, Lufthansa bisa saja mengakhiri itu dengan cara menjual kursi dengan harga murah. Dengan begitu dijamin penumpang akan memenuhi seluruh kursi yang dijual.

Baca juga: Mungkinkah Refund dan Kompensasi Maskapai ke Penumpang Dibuat Otomatis?

“Lufthansa suka menangis air mata buaya tentang lingkungan ketika melakukan segala kemungkinan untuk melindungi slotnya,” katanya.

Tak terima pernyataan yang menyudutkannya, CEO Luftahnsa kemudian menyerang balik O’Leary dengan menyebut Ryanair telah menjual tiket pesawat dengan harga yang tak wajar. Ini dinilai merugikan ekosistem bisnis maskapai.

Stasiun Matraman Siap Beroperasi Mulai Kamis, Terintegrasi Transjakarta

Sebagai bagian dari Mega Proyek Double-Double Track (DDT) Manggarai – Cikarang, Stasiun Matraman akan uji coba operasional naik turun penumpang pada Kamis (16/6).  Stasiun yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)  Kementerian Perhubungan sejak Tahun 2016 ini melayani perjalanan KRL lintas Kampung Bandan – Bekasi/Cikarang.

Baca juga: Menanti Stasiun Matraman, Akses Baru di Antara Stasiun Manggarai dan Jatinegara

Dalam kesempatannya di Jakarta pada Selasa (14/6) Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jakarta – Banten, Rode Paulus menjelaskan berbagai persiapan teknis  sudah dilakukan, serta kelengkapan fasilitas pelayanan dan keamanan sudah siap dipergunakan untuk menunjang kemudahan dan kenyamanan pengguna KRL di dalam Stasiun.

“Mulai Kamis ini, kami akan mengoperasikan Stasiun Matraman, selama satu minggu kedepan kami lakukan uji coba operasional naik-turun penumpang dari dan ke Stasiun Matraman,” jelasnya.

“Rangkaian kegiatan persiapan pengoperasian Stasiun Matraman sudah kami lakukan, awal Juni ini secara kolaboratif kami bersama sejumlah stakeholder terkait diantaranya PT. KAI Commuter, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga PT. Transjakarta telah melakukan kegiatan inspeksi bersama (joint inspection) untuk memastikan semua  fasilitas di dalam stasiun dapat dipergunakan dan berfungsi dengan baik dari mulai escalator, lift, toilet, Alat Pemadam Kebakaran (APAR)  hingga sistem alarm kebakaran dan juga  CCTV dapat difungsikan untuk memastikan keamanan di dalam Stasiun,” tambahnya.

“Beberapa hari setelahnya, kami lanjutkan dengan pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) oleh Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api sesuai amanah dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Minimum dengan hasil pemeriksaan yang baik,” lanjutnya.

Rode juga menyampaikan Stasiun Matraman dilengkapi fasilitas lainnya seperti ruang pelayanan barang tertinggal, ruang laktasi, pos kesehatan, mushola, fasilitas untuk pengguna disabilitas serta area parkir yang memadai.

“Stasiun Matraman ini lokasinya sangat strategis, berada diantara Stasiun Transit Manggarai dan Jatinegara, sehingga nantinya kami harapkan dengan kehadiran Stasiun Matraman dapat mempermudah aksesibilitas masyarakat kawasan sekitar yang sebelumnya harus menuju Stasiun Manggarai atau Jatinegara untuk dapat menggunakan KRL, saat ini masyarakat dapat langsung menuju Stasiun Matraman untuk melakukan perjalanan dengan KRL,” ujarnya.

Baca juga: Manggarai Bakal Jadi Stasiun Sentral KA Jarak Jauh. Nasib Gambir, Gimana?

Dengan letaknya yang strategis, Stasiun Matraman berpotensi akan meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas khususnya bagi pengguna KRL yang berada di sekitar wilayah Matraman, Kampung Melayu, Jatinegara dan Manggarai. Akses menuju Stasiun Matraman terhubung langsung dengan jalan Raya Matraman yang terintegrasi dengan halte bus Transjakarta koridor 5.

“Sebagai Stasiun yang baru, tentu saja kami akan lakukan monitoring secara intensif untuk meminimalisir permasalahan yang timbul, akses perpindahan penumpang di dalam Stasiun yang kami sediakan dari mulai tangga, lift dan eskalator akan selalu menjadi concern kami, untuk itu kami upayakan semua fasilitas dalam Stasiun dapat berfungsi dengan baik dan dapat dipergunakan secara optimal,” tutupnya.

Mau ke Rusia? Jangan Khawatir dari Indonesia ada Empat Maskapai Besar yang Siap Melayani

Dalam perspektif penerbangan dari Indonesia, ada kesamaan antara rute ke Amerika Serikat dan Rusia, yakni sama-sama tidak dilayani oleh maskapai nasional dalam negeri, dan satu lagi, rute ke kedua negara tidak ada dalam pilihan direct flight (penerbangan langsung). Terkhusus rute penerbangan ke Rusia, perang yang terjadi di Ukraina telah berimbas pada pilihan penerbangan menuju Negeri Beruang Merah.

Baca juga: Mulai 9 April, Rusia Buka Akses Penerbangan ke 52 Negara Sahabat, Indonesia Termasuk?

Ditambah adanya beragam sanksi yang dikenakan negara Barat ke Rusia, termasuk di sektor penerbangan, turut berdampak pada layanan penerbangan internasional ke Rusia. Maskapai-maskapai ternama dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat tak lagi melayani penerbangan ke Rusia, sebaliknya maskapai asal Rusia juga dilarang menuju ke negara-negara pemberi sanksi. Pun kalau ada, itu lebih kepada penerbangan repatriasi atau yang berkaitan dangan misi diplomatik.

Dengan tertutupnya akses penerbangan dari AS dan negara-negara Barat ke Rusia, maka calon penumpang dari Indonesia yang ingin ke Rusia ‘hanya’ dapat memanfaatkan jalur akses masuk ke Rusia lewat negara Timur Tengah dan Cina.

Sebagai catatan, Rusia adalah negara dengan populasi mahasiswa Indonesia yang cukup besar, yang ditaksir ada seribuan mahasiswa Indonesia tersebar di beberapa kota Rusia. Lain dari itu, sebelum konflik dengan Ukraina, Rusia juga salah satu magnet wisata luar negeri bagi pelancong asal Indonesia yang ingin melihat keindahan Moskow, Novosibirsk, St Petersburg, Ufa, Kazan, dan masih banyak lainnya.

Pada tahun 2019, Garuda Indonesia bahkan pernah punya rencana untuk membuka penerbangan Denpasar – Moskow. Hal tersebut didasarkan besarnya jumlah wisatawan asal Rusia yang bertandang ke Bali. Saat itu, sudah dua maskapai besar Rusia, Aeroflot dan Rossiya Airlines yang membuka penerbangan langsung mereka ke Denpasar pada Oktober 2018. Kehadiran penerbangan langsung dua maskapai ini melalui perjanjian codeshare dan penerbangan langsung ini memakan waktu tempuh 12 jam.

Nah, lantas bagaimana dengan kondisi saat ini? Maskapai apakah dari Indoenesia yang bisa membawa Anda ke Rusia?

Dengan titik keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, situs pencarian tiket Traveloka.com tidak menampilkan pilihan penerbangan ke Bandara Moskow. Namun, bergeser ke Tiket.con, rupanya tersedia beragam opsi maskapai yang bisa menerbangkan Anda dari Jakata ke Moskow.

Baca juga: Garuda Indonesia Canangkan Penerbangan Langsung Denpasar – Moskow

Pilihan itu adalah Qatar Aiways, Etihad, Emirates dan Turkish Airlines. Itu semua bisa terjadi karena Qatar, Uni Emirat Arab dan Turki, tidak menutup penerbangan ke Rusia dan begitu sebaliknya. Rata-rata kesemua maskapai menawarkan satu kali transit sebelum tiba di Moskow. Jika pilih Qatar Airways akan transit di Doha, jika pilih Etihad transit di Abu Dhabi, sementara jika pilih Emirates akan transit di Dubai. Dan bila menggunakan Turkish Airlines Anda akan transit di Istanbul.

Nah, semoga informasi di artikel ini dapat membantu bagi Anda yang ingin bepergian ke Rusia.

Setelah Perlintasan Depok – Citayam Ditutup, Kini 3 Perlintasan Liar Kembali Ditutup Petak Citayam – Bojonggede

PT Kereta Api Indonesia (Persero) wilayah Daop 1 Jakarta kali ini kembali menutup perlintasan liar di petak jalur Citayam – Bojonggede. Ada beberapa perlintasan tak resmi yang masih beroperasi dan rawan kecelakaan. Perlintasan yang ditunjuk untuk penutupan oleh PT KAI adalah di KM 39+9 Jl Gang Pinang, KM 41+2/3 Jl Gang Inpres dan KM 41+5/6 Jl Gang Paseban. Ketiga perlintasan ditutup guna meminimalisir kecelakaan yang terjadi dan dapat mengganggu perjalanan kereta api.

Baca juga: Lagi, Lokomotif vs Truk Tabrakan di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Warga yang biasa melewati perlintasan tersebut, dihimbau untuk berpindah ke perlintasan resmi yang mendekati Stasiun Bojonggede. Meski menurut warga cukup jauh untuk menuju perlintasan resmi, namun PT KAI menghimbau agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan jika melewati perlintasan liar tersebut. Tak bosan – bosannya PT KAI menghimbau kepada pengguna jalan agar senantiasa menggunakan penyeberangan rel kereta api di perlintasan resmi yang dijaga oleh pos perlintasan.

Sesuai Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94, menyatakan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta apii dan mempuyai izin harus ditutup. Untuk perlintasan liar yang dipilih untuk penutupan tersebut akan dilakukan secepatnya.

Baca juga: Setelah Ditutup Permanen, Warga Ambarawa Kembali Bongkar Paksa Portal Perlintasan Liar yang Dibangun PT KAI

Rencananya, saat diilakukan penutupan, PT KAI juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar selalu tertib dalam berlalulintas dan ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Dan PT KAI juga menghimbau agar tidak membuat perlintasan ilegal lainnya yang menambah daftar kecelakaan di perlintasan liar yang dapat menggangggu perjalanan kereta api. (PRAS – Cinta Kereta Api)