Hari Ini, 39 Tahun Lalu, Soviet Akhirnya Ngaku Tembak Pesawat Korean Air 007 Setelah ‘Ditelanjangi’ AS

Pada hari ini, 39 tahun lalu, bertepatan dengan 6 September 1983, Uni Soviet akhirnya mengaku telah menembak jatuh pesawat Boeing 747-200 Korean Air dengan nomor penerbangan 007 (KAL flight 007) pada tanggal 1 September 1983. Pengakuan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) mempublikasikan rekaman komunikasi radio Uni Soviet yang disadap.

Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007

Meski mengaku telah menembak jatuh Boeing 747 KAL-007, seperti dikutip dari Britannica, Uni Soviet tetap menuding bahwa itu adalah pesawat mata-mata AS berselubung pesawat komersial. Sekalipun klaim tersebut sulit dibuktikan, namun, banyak elite militer Uni Soviet beranggapan bahwa insiden itu dipandang sebagai “provokasi politik yang diorganisir dengan hati-hati oleh dinas khusus AS.”

Setelah insiden jatuhnya KAL-007, AS, di bawah pimpinan Presiden Ronald Reagan, gencar menyebar propaganda buruk terhadap Uni Soviet. Ini pada akhirnya membangkitkan sentimen anti-Soviet di seluruh dunia. Terlebih Uni Soviet sebelumnya juga pernah menembak jatuh pesawat sipil lainnya yang menariknya juga milik Korean Airlines pada tahun 1978.

Insiden pesawat sipil KAL-007 ditembak jatuh Uni Soviet bermula pada Rabu, 31 Agustus 1983. Saat itu, penerbangan KAL-007 rute New York-Seoul singgah di Bandara Anchorage, Alaska, untuk mengisi bahan bakar. Pukul 04.00, pesawat kembali melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan, seharusnya rute yang ditempuh (intended path) KAL 007 melewati ruang udara internasional di atas samudera pasifik dan melintasi Jepang sebelum masuk ke Korea Selatan. Namun, entah apa yang merasuki pilot, nyatanya (actual path) pesawat KAL 007 melenceng jauh 322 km ke arah Barat dan masuk ke Semenanjung Kamchatka, berlanjut ke Laut Okhotsk, sebelum tiba di atas langit Pulau Sakhalin, seperti pada gambar di bawah ini.

Sejengkal setelah masuk ke langit Semenanjung Kamchatka, Uni Soviet, radar menangkap pergerakan pesawat dan otoritas langsung mengirim jet tempur Sukhoi Su-15 dari pangkalan angkatan laut Soviet di Petropavlovsk di Semenanjung Kamchatka.

Ketika (jet tempur) hendak menyusul, anehnya, Korean Airlines flight 007 sempat balik ke ruang udara internasional. Belum sempat kembali ke pangkalan, KAL 007 terdeteksi kembali masuk ke wilayah Soviet dan seketika Sukhoi Su-15 mengambil posisi membuntuti pesawat.

Saat itu, seperti dikutip dari britannica.com, pilot jet tempur mengaku berhasil mengidentifikasi objek sebagai pesawat sipil -bukan pesawat mata-mata- melalui lampu navigasi dan strobe yang berkedip. Di CNN, Kolonel Gennadi Osipovich, salah satu pilot jet tempur yang membuntuti, juga mengaku melihat jelas bahwa pesawat tersebut adalah pesawat sipil.

Selanjutnya, KAL 007 melakukan kontak dengan ATC Jepang dan diizinkan untuk menambah ketinggian. Sebelum menambah ketinggian, pesawat sempat melambat. Di sinilah drama mulai terjadi. Dua -sumber lain mengatakan tiga- jet tempur Soviet menganggap pesawat mengelak dan melaporkan hal itu ke pangkalan militer.

Baca juga: Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Korean Air Flight 902 Ditembak Jet Uni Soviet, Malah Soviet Minta Ganti Rugi Operasional

Kecurigaan Soviet semakin menjadi karena KAL KE007 masuk wilayah Soviet tak lama setelah pesawat pengintai RC-135 AS melakukan hal serupa. Terlebih, wilayah yang disusupi tersebut zona militer strategis terbatas Uni Soviet.

Pesawat KAL-007 akhirnya ditembak jatuh meski jelas diidentifikasi sebagai pesawat sipil. Itu dilakukan karena pesawat diyakini sebagai pesawat mata-mata yang beroperasi secara khusus di bawah komando intelijen AS.

Prototipe Pesawat N-219 Hadir di Belitung dalam Side Event G20

Dalam rangka Side Event Presidensi G20 di Belitung pada tanggal 7-9 September 2022, pesawat N-219 Nurtanio dihadirkan sebagai produk ikon Nasional yang akan dipamerkan kepada perwakilan Menteri dan tamu undangan yang hadir baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Baca juga: N-219 Nurtanio, Digadang Sebagai Jawara Penerbangan Perintis di Papua

Pesawat N-219 Nurtanio diterbangkan oleh Captain Adi Budi sebagai Pilot In Command dan Firmansyah Cahya sebagai Copilot, yang telah berhasil lepas landas dari Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung pada pukul 08.15 dan tiba di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Belitung pada pukul 10.00 Kedatangan pesawat N-219 Nurtanio di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin disambut oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin didampingi Direktur Produksi PTDI, Batara Silaban beserta jajaran.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin menyatakan ketertarikannya membeli pesawat N-219 untuk membuka konektivitas masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ajang Side Event Presidensi G20 merupakan kesempatan yang sangat baik bagi pesawat N-219 dalam memperoleh dukungan dari Pemerintah, khususnya dalam hal mewajibkan penggunaan produk dalam negeri yang memiliki nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%, dimana pesawat N-219 sendiri telah mencapai TKDN 44,69%.

Di samping itu, dalam hal pemenuhan kebutuhan rute perintis di Indonesia, diharapkan pesawat N219 juga dapat memperoleh dukungan langsung dari Pemerintah melalui kebijakan prioritas rute perintis bagi pengguna pesawat N-219 secara multi years. Dengan demikian, tujuan pengembangan pesawat N-219 pun dapat tercapai, yaitu membangun konektivitas dan aksesibilitas daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan), serta mempertahankan penguasaan teknologi kedirgantaraan.

Pesawat N-219 merupakan hasil kerja sama PTDI dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (sebelumnya LAPAN) yang pada tanggal 16 Agustus 2017 telah melakukan uji terbang perdana dan pada tanggal 10 November 2017 diberi nama “Nurtanio” oleh Presiden RI, Joko Widodo, hingga akhirnya berhasil memperoleh Type Certificate (TC) pada tanggal 22 Desember 2020 yang diterbitkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil, dalam hal ini yang berwenang di wilayah Indonesia adalah Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI.

Pesawat N-219 Nurtanio dikembangkan secara khusus untuk dapat beroperasi di wilayah pegunungan, dengan kemampuan Short Take Off Landing di landasan yang panjangnya kurang dari 800 meter dan tidak beraspal. Dalam pemanfaatannya, pesawat N-219 Nurtanio dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk angkut penumpang, logistik, maupun medical evacuation dan flying doctor.
Pesawat N-219 Nurtanio memiliki berbagai macam keunggulan dibanding pesawat sekelasnya, diantaranya: 1) Cabin yang luas untuk menjamin kenyamanan penumpang; 2) Dilengkapi dengan Full Glass Cockpit untuk membantu mengurangi beban kerja pilot; 3) Wide Side Door untuk memudahkan proses loading/unloading kargo.

Proses pengembangan pesawat N2-19 Nurtanio melibatkan 3 Lembaga Pendidikan (ITB, UI, UNS) dan 19 Industri Lokal. Dalam hal mendorong pengembangan ekosistem dalam negeri, PTDI juga senantiasa melakukan peningkatan TKDN dari produk-produk yang dimiliki, terutama pesawat N-219, dengan melibatkan lebih banyak industri komponen lokal guna mendorong pembangunan ekosistem Nasional, sejalan dengan visi kemandirian industri dirgantara pada tahun 2045.

Baca juga: DHC-6 Twin Otter – Si Kecil Bandel Rajanya Daerah Pegunungan

Adapun saat ini PTDI juga sedang mengembangkan pesawat N-219 Nurtanio versi amphibious yang dapat lepas landas di permukaan air, sehingga diharapkan dengan inovasi transportasi udara tersebut di masa mendatang terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata Nusantara laut dengan cepat menggunakan pesawat N-219 amphibious.

Pesawat Cina Pesaing Boeing-Airbus Mulai Angkut Penumpang Akhir 2022!

COMAC, BUMN dirgantara Cina, memastikan bakal mengirim satu pesawat narrowbody C919 pada akhir tahun 2022 mendatang ke China Eastern Airlines. Setelahnya, pesawat tersebut akan massif digunakan melayani penumpang domestik, mengingat pesawat tersebut belum melewati sertifikasi EASA Eropa dan FAA Amerika Serikat untuk bisa mengangkut atau beroperasi secara internasional.

Baca juga: COMAC C919 Segera Beroperasi Komersial, Boeing-Airbus Ketar-ketir

Sejak beberapa bulan lalu, utusan COMAC dan China Eastern Airlines sudah beberapa kali bertemu. Terakhir, pada bulan Maret, salah satu dari tiga maskapai terbesar di Cina itu merilis laporan tahun 2021 sekaligus mengungkapkan bakal kedatangan tiga pesawat COMAC C919 di tahun 2022. Adapun dua sisanya datang pada tahun 2023, melengkapi pembelian lima pesawat.

Menariknya, dalam private share offering plan 2022 China Eastern Airlines, tertera harga satu unit pesawat COMAC C919. Harga ini sebelumnya tidak pernah muncul meski diyakini jauh lebih murah dari harga satu unit pesawat narrowbody Boeing dan Airbus.

Disebutkan, harga satu unit pesawat C919, pada bulan Mei, diangkat 99 juta dolar AS atau sekitar 653 juta RMB, lebih murah dibanding pesawat Airbus A320 diangka sekitar 101 juta dolar AS lebih (harga per tahun 2018) ataupun Boeing 737-800 yang mencapai 106 juta dolar AS.

Saat ini, pesawat komersial atau pesawat penumpang buata Cina, COMAC C919, memang belum lolos sertifikasi CAAC atau Administrasi Penerbangan Sipil Cina. Namun, rangkaian tes menuju tes sertifikasi pesawat C919 terus dilakukan dan hasilnya positif.

Pada 23 Juli lalu, seperti dikutip dari Simple Flying, COMAC melakukan uji terbang C919. Tak hanya itu, COMAC juga mengerahkan enam pesawat C919 melakukan elephant walk untuk pertama kalinya. Ini dilakukan dalam rangka merayakan perkembangan tonggak bersejarah industri penerbangan komersial Cina.

Sebelumnya, pada 12 Juli, C919 (B-001F) tiba di Bandara Internasional Beijing Daxing, pusat penerbangan kelas dunia yang baru dibangun di ibu kota Cina, untuk pertama kalinya. Ini juga dilakukan dalam rangka uji terbang dan uji fungsional serta keandalan pesawat.

Baca juga: Head to Head COMAC C919 ‘Made in China’ Vs Airbus A320neo, Siapa Unggul?

Teranyar, pada tanggal 12 Agustus, pesawat C919 lainnya dengan nomor registrasi B-001G tiba di Bandara Internasional Kunming Changshui untuk pertama kalinya. Selama seminggu setelahnya, pesawat didapuk melakukan uji terbang di rute dataran tinggi dalam rangka uji fungsional dan uji keandalan.

Penerbangan uji fungsional dan keandalan ini dirancang untuk menunjukkan kesiapan operasi maskapai, termasuk kinerja lapangan terbang yang tinggi, uji coba pendaratan otomatis, perputaran bandara, layanan penanganan, sistem kabin, kinerja fungsi navigasi dan konektivitas.

Dibangun Seharga RP2,2 Triliun, Inilah Menara ATC Bandara San Francisco AS yang Tahan Gempa dan Terbaik di Dunia

Terletak 2,5 mil dari Patahan San Andreas, Bandara Internasional San Francisco termasuk berada di zona rawan gempa. Karenanya, pada tahun 2012, pengelola bandara dan Administras Penerbangan Federal AS (FAA) meluncurkan proyek revitalisasi menara ATC dengan biaya US$150 juta atau sekitar Rp2,2 trilun (kurs 14.913). Proyek ini bukan hanya membuat menara ATC berstruktur tahan gempa melainkan juga memiliki desain yang membuatnya mendapat sederet penghargaan.

Baca juga: Ini Fungsi Menara ATC Mobile, Pengganti Menara ATC yang Hancur Gegara Perang-Bencana

Pada Juni tahun 2012, pengelola bandara dan FAA bersama-sama meluncurkan proyek senilai US$150. Dari jumlah tersebut, FAA menggelontorkan uang sebanyak US$82 juta. Adapun sisanya ditanggung oleh pihak pengelola bandara.

Tujuan utama dari proyek ini adalah merevitalisasi menara ATC bandara yang dianggap usang karena sudah berdiri sejak 1954 dan rawan hancur saat terjadi gempa besar.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Arsitek Fentress yang berbasis di Colorado dan HNTB yang berbasis di Kansas City ditunjuk sebagai perancang menara ATC bandara yang baru. Ini ditetapkan setinggi 220 kaki serta area controller section seluas 650 kaki persegi untuk memberikan petugas ATC pandangan 235 derajat dari runway dan jalur taxiing bandara.

Struktur menara ATC Bandara San Francisco yang baru dirancang tahan gempa magnitudo hingga 8,0 Skala Richter (SR). Sekalipun itu masih lebih rendah (struktur ketahanan gempanya) dibanding bandara lain, seperti misalnya menara ATC Bandara Hasunuddin, Makassar, yang disebut tahan gempa berkekuatan 9,0 SR, namun, itu sudah sesuai dengan masukan dari disiplin ilmu terkait.

Tahun 1906 silam, salah satu gempa bumi terbesar di California terjadi dengan magnitudo hampir mencapai 8,0 SR, menewaskan 3.000 orang. Para ahli percaya, gempa besar dengan seismik tak jauh berbeda dengan tahun 1906 silam akan terjadi lagi pada tahun 2030 mendatang akibat garis Patahan San Andreas.

Baca juga: Mau Tahu 10 Menara ATC Tertinggi di Dunia, Ini Dia!

Dilansir Simple Flying, selain dirancang tahan gempa magnitudo hingga 8,0 SR, menara ATC Bandara San Francisco juga memiliki desain yang menawan. Itu kenapa ditunjuk dua arsitek berbeda. Satu fokus untuk mendesain menara ATC tahan gempa bumi, satu lainnya fokus pada estetika desain. Hal ini pun membuahkan hasil gemilang berupa sederet penghargaan internasional. Umumnya berkat konsep “twisting façade” pada ATC.

“Hasilnya adalah mahakarya, penuh dengan teknik keselamatan mutakhir, teknologi canggih, dan dinamisme visual untuk mewakili SFO selama beberapa dekade mendatang. Saya sangat menghargai visi, dedikasi, dan kerja tim yang memungkinkan fasilitas luar biasa ini,” kata Airport Director, Ivar C. Satero.

Barang Bawaan Tertinggal Saat Naik KRL, Kini Tak Perlu khawatir Lagi

Menggunakan KRL untuk sekadar berkeliling Jabodetabek atau melakukan aktivitas tentu saja sudah dianggap rutinitas sehari – hari. Karena menggunakan KRL saja sudah bisa menentukan jadwal dan waktu saat tiba ditujuan. Namun penumpang sebagai pengguna setia KRL tak meluluh berjalan lenggang karena tidak membawa barang bawaan. Disisi lain penumpang KRL saat ini lebih banyak membawa barang bawaan seperti tas atau koper dan semacamnya. Kewaspadaan penumpang terhadapt barang bawaannya selalu tetap terjaga saat diperjalanan. Namun, bagaimana jika beberapa penumpang diantaranya ada yang lalai dalam menjaga barang bawaan, salah satunya tertinggal di area stasiun maupun di KRL?

Baca juga: Kehilangan Barang Saat di Jepang? Jangan Panik, Cari ‘Koban’ Terdekat dan Bertanyalah Pada Polisi

Bagi penumpang yang tertinggal barang bawaan kini sudah gampang untuk melakukan sesuatu agar barang tersebut kembali ke tangan penumpang. Berikut ini langkah – langkah ketika kehilagan barang bawaan saat di stasiun maupun di dalam KRL yang dikutip dari instagram resmi @commuterline :

1. Ketika kalian merasa kehilangan barang bawaan, jangan ragu untuk secepat mungkin melapor kepada petugas yang berjaga di KRL ataupun di stasiun. Biasanya penumpang diarahkan menuju bagian Passenger Service Stasiun untuk melakukan pendataan dan pengisian Form Kehilangan Barang dengan menjelaskan/mendeskripsikan kronologis maupun ciri – ciri barang yang dimiliki.

2. Selanjutnya petugas yang berada di Passenger Service Stasiun akan berkoordinasi dengan petugas yang ada di stasiun atau di dalam KRL untuk mengonfirmasi barang tersebut. Jika barang tersebut ditemukan, kalian bisa mengambilnya pada stasiun yang telah diinformasikan.

3. Saat pengambilan barang di stasiun tujuan yang telah diinformasikan, kalian dapat langsung menuju dan melapor kembali ke petugas Passanger Service untuk pengambilan barang dan serah terima barang dengan ciri – ciri yang dideskripsiikan sesuai dengan pengisian form dan dihubungi oleh petugas.

4. Untuk maksimal penyimpanan barang ada persyaratan yang dilakuka oleh petugas Passanger Service Stasiun. Untuk temuan makanan jika tidak ada penumpang yang melapor mengenai kepemilikan, akan dimusnahkan dalam waktu satu hari. Namun untuk temuan barang, jika tidak ada pelapor kepemilikan dan tidak diambil dalam kurun 1 bulan, barang tersebut akan disumbangkan atau dimusnahkan.

Baca juga: Naik KRL Selalu Waspadai Barang Bawaan Saat Disimpan di Rak Bagasi

Sebagai informasi tambahan, jika kalian memang menemukan barang tertinggal segera laporkan kepetugas terkait yang berjaga. Namun jika kepemilikan barang yang tertinggal tersebut belum begitu jauh, diusahakan dan disempatkan untuk menemui orang tersebut dan segera mengembalikannya. Jadi barang yang tertinggal jangan sampai diambil dan dijadikan milik sendiri, ya. Karena itu perbuatan tercela. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Perizinan Beres, Rangkaian Kereta Cepat Dikirim Via Tol Cipularang Mulai Malam Ini Pada Jam Kerja

Sebanyak 16 unit kereta KCIC400AF sudah tiba di Indonesia. Jumat 2 September 2022 lalu hingga saat ini proses unloading dari kapal menuju dermaga Pelabuhan Tanjung Priok hampir selesai. Rangkaian tersebut diangkut menggunakan truk trailer menuju Depo PLB Cakung melewati jalan raya arteri Kalimalang. Proses pemindahan berjalan lancar meski beberapa kali terjadi hambatan saat melewati jalan raya yang padat, mengingat jalan tersebut lebih banyak kendaraan yang melintas baik saat hari kerja maupun hari libur.

Baca juga: Kapal Pengangkut Kereta Cepat Tiba di Tanjung Priok, Pengiriman Menuju Bandung Direncanakan Senin Depan

Menurut informasi yang kabarpenumpang.com terima dari berbagai sumber, nantinya setelah semua rangkaian dipindahkan satu persatu dari Tanjung Priok ke Depo PLB Cakung akan dikirimkan ke Depo Kereta Cepat Tegalluar, Bandung. Masih sama, rangkaian ini diantar dengan truk trailer melewati jalan raya arteri Bekasi hingga melewati Jalan Tol Cikampek dan tentunya Cipularang.

Kemungkinan besar jika proses perijinan melewati jalan tol sudah selesai, nantinya truk trailer yang mengangkut kereta KCIC400AF satu persatu akan berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Untuk jadwal pengiriman akan dilakukan hanya 4 hari saja, setiap Hari Senin – Kamis. Pengiriman dari Depo PLB Cakung menuju Depo Tegalluar dilakukan mulai pukul 22.00 – 05.00. Pengiriman dilakukan jam tersebut mengingat kondisi jalan tidak begitu padat dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Diketahui dengan adanya kedatangan kereta cepat ini merupakan kabar baik untuk Indonesia dan menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing dengan negara maju lainnya. Rangkaian kereta cepat ini terus dilakukan pengiriman secara bertahap. Sementara ini yang sudah tiba sebanyak dua trainset yang terdiri dari 1 rangkaian inspeksi (CIT) dan 1 rangkaian kereta api cepat KCIC400AF untuk penumpang. Dan kedatangan rangkaian kereta cepat di Indonesia ini menjadi salah bentuk kesiapan jelang kegiatan G20 Presidensi yang akan diadakan November mendatang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Sambut HUT ke-77, KAI Expo 2022 Tawarkan 77 Ribu Tiket Promo Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan pameran KAI Expo 2022 yang bertemakan Adaptive in Collaboration. Selain memamerkan berbagai produk perusahaan kereta api dan industri pendukungnya, pameran juga menghadirkan 77.000 tiket promo.

Baca juga: Bepergian Naik Kereta Api Pakai Tiket TARSUS, Sudah Pernah Coba?

Ajang ini dihelat dalam rangka menyambut ulang tahun ke-77 KAI pada 28 September yang memiliki tema Bangkit Lebih Cepat, Melayani Lebih Baik. KAI Expo akan diadakan pada 17-18 September 2022 di Hall B Jakarta Convention Center dan akan dibuka oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Tersedia 77.000 tiket promo yang dapat digunakan untuk keberangkatan 19 September s.d 18 Oktober 2022 ke berbagai tujuan. Tarif KA Kelas Eksekutif hanya Rp150.000, Bisnis hanya Rp70.000, dan Ekonomi hanya Rp30.000. Khusus untuk keberangkatan pada hari ulang tahun KAI yaitu 28 September, tarif KA Kelas Eksekutif hanya Rp77.000, Bisnis hanya Rp17.000, danEkonomi hanya Rp7.000. Tiket promo KAI Expo 2022 ini hanya dapat dibeli secara offline pada event KAI Expo 2022 yaitu 17-18 September 2022. Untuk tiket masuk bisa dibeli secara online di aplikasi Blibli mulai tanggal 7 September seharga Rp25.000.

Baca juga: Sambut Kemerdekaan RI ke-77, Yuk Berburu Promo Tiket Kereta Api. Catat Tanggalnya!

KAI menyediakan tiket promo untuk berbagai rute dari dan menuju Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Tegal, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Jember, dan lainnya. Adapun KA yang mendapatkan promo diantaranya KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp), Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp), Gajayana (Gambir – Malang pp), Argo Wilis (Bandung – Surabaya Gubeng pp), Turangga (Bandung – Surabaya Gubeng pp) dan berbagai KA-KA pilihan lainnya. Jumlah tiket promo untuk setiap KA pertanggalnya jumlahnya terbatas.

Kamelia dan Maria Zarka – Pasangan Ibu dan Anak Sebagai Awak Kabin Boeing 717 Hawaiian Airlines

Meski jarang, pasangan anak dan orang tua sebagai awak kabin telah ditampilkan beberapa kali dalam pemberitaan global. Seolah meneruskan profesi orang tua, baru-baru ini Hawaiian Airlines merilis pasangan Ibu dan anak, Kamelia dan Maria Zarka sebagai awak kabin pesawat jet regional Boeing 717 dalam penerbangan di Pasifik.

Baca juga: Delta Airlines Punya Pilot Sepasang Ibu dan Anak

Dikutip dari simpleflying.com, bertindak sebagai pilot adalah sang Ibu, Kapten Kamelia Zarka dan putrinya, sebagai kopilot Maria Zarka. Ini adalah pasangan ibu-anak pertama yang terbang untuk Hawaiian Airlines (Hawaii) dalam 93 tahun sejarah berdirinya maskapai ini. Pasangan ibu dan anak itu, terlihat sama-sama bangga satu sama lain dan mengenakan lei, menyapa penumpang di boarding, berbagi selfie dan mendorong gadis-gadis muda untuk mengejar impian mereka ke kokpit.

Kamelia telah bekerja di Hawaiian Airlines selama tiga dekade. Uniknya, Ia bergabung dengan maskapai sebagai pramugari pada tahun 1992. Ia lahir dan besar di Kerajaan Tonga dan menjadi wanita Tonga pertama yang menjadi kapten pesawat komersial. Setelah bergabung dengan Hawaiian, Ia memutuskan untuk mendapatkan lisensi pilotnya, dan setelah menjalankan tugas di maskapai regional, Ia bergabung kembali dengan Hawaii pada tahun 1999 sebagai instruktur penerbangan untuk McDonnell Douglas DC-10. Ia lantas pindah ke armada transpasifik Boeing 767 sebagai kopilot sebelum menjadi kapten armada di Boeing 717.

Dalam kerja keras untuk mendapatkan lisensi dan jam kerja, Kamelia menghabiskan waktu mengajar penerbangan, sering kali Ia membawa Maria bersamanya dalam penerbangan. “Penerbangan dan perjalanan yang kami lakukan tampaknya telah merangsang keinginan Maria untuk terbang,” ujar Kamelia.

Sementara sang anak, Maria Zarka, sebelum bergabung dengan Hawaiian Airlines sebagai pilot 717 pada bulan April, Maria terbang dengan maskapai penerbangan AS Republic Airways di New Jersey selama dua tahun.

Baca juga: Gokil, Spesial Hari Anak, Turkish Airlines Jalankan Penerbangan yang Seluruh Krunya Anak-anak!

“Saya merasa beruntung memiliki ibu yang sangat peduli dan telah bekerja keras untuk membuka jalan bagi wanita lain dan saya sebagai wanita Tonga pertama yang menjadi kapten maskapai penerbangan komersial. Dan sekarang giliran saya, mewariskan tugas Ibu sebagai pilot di Hawaiian Airlines,” kata Maria.

Ada Andil Angkatan Darat Amerika Serikat, Dibalik Nama Besar Frankfurt Airport

Kendati bukanlah Ibukota dari Jerman, namun pamor dari Frankfurt tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Berjarak sekitar 400 km dari Berlin – Ibukota Jerman, kesibukan dari Frankfurt Airport membuatnya dinominasikan sebagai bandara tersibuk di Jerman, keempat di Eropa, dan ke-14 di dunia. Dari sini saja, mungkin Anda sudah mulai bertanya-tanya, “Mengapa Frankfurt Airport lebih sibuk ketimbang bandara lain di Jerman?”

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

Sebelum membahasnya lebih jauh, sepanjang tahun 2018 kemarin Frankfurt Airport menangani 69.510.269 penumpang, diikuti oleh Munich International Airport yang menangani 46.253.623 penumpang, dan dua bandara yang ada di Berlin – Tegel dan Schönefeld hanya menangani 34.726.367 penumpang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (21/8), jawaban dari pertanyaan di atas adalah karena fasilitas yang ada di Frankfurt Airport bisa dibilang jauh lebih mumpuni ketimbang tiga bandara terkenal lainnya yang ada di Negeri Bavaria. Hal ini sampai-sampai membuat Frankfurt Airport mendapatkan julukan sebagai mega-airport.

Tidak hanya itu, maskapai kenamaan asal Jerman, Lufthansa juga menjadikan Frankfurt Airport sebagai main hub mereka. Wajar saja, Frankfurt Airport memiliki empat landas pacu (tiga menghadap ke arah timur-barat, sedangkan satunya lagi menghadap utara-selatan), dan dua terminal – dimana Terminal 1 dikhususkan bagi maskapai Lufthansa.

Campur Tangan Amerika
Tapi usut punya usut, ternyata bandara ini memang sudah dengan sengaja dijadikan hub penerbangan keluar-masuk Jerman sejak jaman dulu kala. Pasca berakhirnya Perang Dunia Kedua, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) yang kala itu menduduki Frankfurt menjadikan bandara di kota ini sebagai hub keluar-masuknya penerbangan di Jerman Barat.

Ditunjang dengan lokasinya yang berada cukup sentral di daerah Jerman Barat membuat AD AS semakin yakin bahwa Frankfurt Airport merupakan bandara yang cocok untuk melayani penerbangan ke seluruh negeri.

Baca Juga: Inilah 5 Bandara Tertua di Dunia Yang Masih Beroperasi

Jadi Hub Lufthansa
Kembali ke April 1955, dimana Lufthansa untuk pertama kalinya kembali melayani penumpang pasca perang berakhir. Kala itu, Berlin masih tergabung di kubu Jerman Timur dan agaknya tidak mungkin untuk menjadikan bandara di sana (Tegel) sebagai basis dari Lufthansa untuk mengoperasikan penerbangan. Satu-satunya bandara yang cukup kompatibel untuk dijadikan hub bagi Lufthansa adalah Frankfurt Airport.

Sejak saat itu, Lufthansa memutuskan untuk melebarkan sayap bisnisnya di sebagian besar wilayah Jerman Barat. Lalu Lufthansa menempatkan kantor pusatnya di Cologne, dimana kota ini dipilih oleh pihak maskapai karena dekat dengan Ibukota Jerman Barat saat itu, Bonn.

Sejak saat itu, baik Lufthansa maupun Frankfurt Airport terus mengalami perkembangan hingga saat ini – keduanya dinobatkan sebagai maskapai terbesar dan bandara tersibuk di Negeri Bavaria.

 

Jepang Hapuskan Kewajiban Tur Berpemandu untuk Pelancong Asing, Tapi Tetap Harus dalam Paket Tur

Seiring dengan pembukaan beragam pembatasan lintas negara, membawa pengaruh positif pada dunia wisata. Buntutnya animo untuk berwisata meningkat tajam setelah lebih dari dua tahun diterpa pandemi. Dalam hal ini, Jepang menjadi tujuan wisata internasional yang populer. Terkait hal tersebut, ada kabar bahwa mulai September 2022 berlaku ketentuan baru untuk pelancong asing yang akan bertandang ke Jepang.

Baca juga: Genjot Pendapatan Non Tarif, Perusahaan Kereta di Jepang Tawarkan Paket Wisata ‘Dekat’ dengan Stasiun

Dikutip dari soranews24.com (31/8/2022), Jepang telah membuka pintu bagi wisatawan dalam tiga bulan terakhir. Selama itu, pelancong yang akan masuk ke Jepang harus menjadi bagian dari tur berpemandu. Dengan konsep wisata tersebut, maka hanya wisatawan dengan anggaran dan preferensi terbatas yang bisa melancong ke Jepang. Itu adalah gaya yang sangat tidak sesuai dengan demografi wisatawan internasional yang relatif berusia muda.

Namun, ada kabar baik, bahwa dalam minggu depan. Perdana Menteri Fumio Kishida lewat konferensi pers mengumumkan dua perubahan pada peraturan untuk memasuki Jepang, yang mulai berlaku pada 7 September 2022. Pertama, batas harian entri ke Jepang akan dinaikkan dari saat ini 20.000 orang per hari menjadi 50.000 orang. Kedua, persyaratan hanya tur berpemandu untuk turis asing dihapuskan.

Tapi perlu dicatat, itu bukan pembukaan pembatasan sepenuhnya, pelacong asing yang akan diminta untuk mengunjungi Jepang sebagai bagian dari “paket tur”. Persyaratan ketat diberlakukan belum diumumkan, tetapi tampaknya paket tur akan terdiri dari akomodasi hotel yang telah ditentukan, transportasi, dan rencana perjalanan wisata.

Tujuannya adalah dalam perspektif kesehatan masyarakat, adalah jika seorang turis dalam paket wisata didiagnosis terinfeksi virus corona, maka pejabat kesehatan akan dapat menelusuri kembali rencana perjalanan untuk menentukan kemungkinan vektor infeksi dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegahnya. penyebaran virus lebih lanjut.

Saat ini tidak jelas seberapa komprehensif rencana perjalanan paket non-panduan akan diperlukan. Dalam istilah industri perjalanan umum, paket wisata dapat berupa tiket pesawat, transportasi ke/dari bandara, dan reservasi hotel, atau sedetail jadwal jalan-jalan sepanjang hari dan lokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Baca juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

Sementara paket wisata terkadang masih lebih mahal daripada pemesanan perjalanan independen, nilai yen yang sangat rendah saat ini berarti bahwa turis asing di Jepang akan melihat uang mereka jauh lebih banyak daripada sebelum pandemi.