Kereta Panoramic Belum Bisa Dioperasikan Secara Reguler, Kenapa? Ini Jawaban dari PT KAI

Seperti ulasan yang dibahas kabarpenumpang.com mengenai keluaran baru dari rangkaian kereta bernama Kereta Panoramic yang merupakan jenis kereta penumpang yang dilengkapi dengan sunroof atau kaca di bagian kabin kereta tersebut. Dengan warna hijau tua Kereta Panoramic ini memiliki ukuran kaca jendela kereta yang berukuran lebih besar dibanding dengan rangkaian kereta lainnya.

Baca juga: Kereta Panoramic, Era Baru KAI Melihat Pemandangan Lebih Luas Selama Perjalanan

Penumpang yang menikmati Kereta Panoramic ini bisa melihat pemandangan luar yang lebih luas, sehingga perjalanan terasa lebih menyenangkan. Namun sejak di pamerkan dan di uji coba sejak 11 Agustus 2022 lalu, hal ini masih bertanya – tanya tentang kapan Kereta Panoramic dioperasikan secara reguler dan bisa dinikmati penumpang?

Kereta Panoramic yang sudah dimiliki dan diuji cobakan memiliki 2 set kereta dengan nomor seri K1 0 09 16 dan K1 0 01 11. Rangkaian tersebut hasil buah tangan untuk KAI dari tim Balai Yasa Surabaya Gubeng. Ada isu memang Kereta Panoramic akan diresmikan sekaligus saat HUT Kemerdekaan RI lalu. Namun, pihaknya mengatakan kereta ini masih terus dalam tahap pengujian, agar saat digunakan sebagai perjalanan reguler tidak ada masalah yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang. Kereta Panoramic memang harus melalui tahap uji coba setelah dilakukan modifikasi, sebelum beroperasi di Indonesia. Uji cobanya sendiri masih terus dilakukan oleh Tim Penguji Sarana Perkeretaapian ddari Balai Pengujian Perkeretaapian.

Uji coba lintas Kereta Panoramic di Surabaya Gubeng.
( FOTO : Tangkapan Layar Youtube/Nathan Aditya Nugraha )

Baca juga: Rocky Mountaineer, Kereta Wisata yang Akan Bawa Anda Menempuh Perjalanan Romantis

Tak hanya itu hingga saat ini harga tiket untuk kelas Kereta Panoramic, PT Kereta Api Indonesia masih belum diketahui dan masih tahap pembahasan. Rangakaian Kereta Panoramic masih tahap penyempurnaan termasuk beberapa pengujian bagian interior kereta termasuk melakukan perbaikan dan sejumlah perubahan dari sisi interior kereta tersebut termasuk perubahan detail pada kursi. Saat ini Kereta Panoramic masih berada di Balai Yasa Surabaya Gubeng untuk dilakukan penyempurnaan serta menunggu informasi lanjut untuk target penyelesaian serta bisa digunakan untuk penumpang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pembangunan Jalur Ganda Solo – Kalioso dan Elevated Masih Terus Dilakukan

Update pembangunan jaur ganda antara jalur kereta api Solo Balapan – Kalioso masih terus dilakukan. Mengingat headway jalur ini nantinya akan ramai dilewati kereta api. Mengingat terdapatnya jalur KA menuju Stasiun Bandara Adi Sumarmo, Solo maka dibuatlah jalur ganda termasuk jalur elevated (jalur layang) kereta api yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Solo yang melintas/menyeberang rel kereta api. Arus lalu lintas dikawasan tersebut memang cukup padat, apalagi dengan adanya perlintasan kereta api ditutup, arus lalu lintas jalan raya semakin banyak.

Baca juga: Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Menurut postingan sosial media instagram @ditjenperkeretaapian, pembangunan jalur ganda saat ini masih tahap pembangunan. Terutama jalur layang di area Kota Solo. Pembangunan jalur ganda tersebut nantinya total sepanjang 10 km dimulai dari Stasiun Solo Balapan, Stasiun Kadipiro dan berakhir Stasiun Kalioso. Beberapa kereta api yang melintas saat ini dari arah Jakarta maupun dari arah Surabaya termasuk beberapa rangkaian kereta api lokal seperti Kereta Commuter Joglosemar dan termasuk KA Bandara Adisumarmo. Jika pembangunan jalur ganda sudah selesai dilakukan, headway perjalanan KA akan semakin bertambah dan juga mengurangi antrian lalu lintas kendaraan bermotor di Simpang Joglo.

Tahap pengerjaan untuk jembatan layang/elevated dibangun sepanjang 1,73 km. Pengiriman bantalan beton dan juga rel kereta api dengan skala yang lebih besar terus berdatangan untuk kesiapan pembangunan. Untuk bantalan beton yang sudah berada dilokasi sebanyak 3.740 batang serta rel yang akan digunakan menggunakan skala R-54, agar saat kereta api berjalan getaran tidak terasa begitu besar.

Baca juga: Lokomotif Uap D1410, Kembali Beroperasi Jadi Kereta Wisata di Solo

Saat ini jalur kereta api masih menggunakan satu jalur dari Kalioso menuju Solo Balapan. Dan saat pembangunan berlangsung, kecepatan kereta api sempat dibatasi. Namun perjalanan kereta api tidak mengganggu perka (perjalanan kereta api). (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mau Jadi Awak Kabin Emirates? Inilah 4 Standar Pelatihan yang Harus Dilalui

Sebagai maskapai terbesar di dunia yang mengoperasikan 220 unit pesawat berbadan lebar dan melayani penerbangan ke lima benua, sudah barang tentu Emirates punya standar tinggi dalam hal peayanan kepada para pelanggannya. Dengan rute global yang menjangkau hampir sebagian besar kota utama di dunia, Emirates membutuhkan 16.000 awak kabin yang terlatih.

Baca juga: Airbus A380 Emirates Nyaris ‘Tabrak’ Pramugari di Atas Burj Khalifa

Untuk menjamin kualitas awak kabin yang unggul, maka dibutuhkan pelatihan, ujian, dan pemeriksaan berulang selama berminggu-minggu untuk memastikan mereka mempertahankan pekerjaan mereka di langit. Dikutip dari thenationalnews.com (6/9/2022), berikut beberapa poin utama yang menjadi agenda wajib untuk mempertahankan keterampilan dan kemampuan awak kabin Emirates.

Safety and Emergency Procedures
Penting untuk memastikan semua awak kabin dapat menangani aspek-aspek pekerjaan ini karena tanpa itu, mereka tidak dapat memperoleh lisensi. Emirates dalam hal ini menggunakan A380 yang dirancang khusus untuk tujuan pelatihan di dunia. Para peserta berlatih bergerak dari dek bawah dan atas, seperti yang harus mereka lakukan dalam kondisi nyata.

Mereka harus dapat melewati persyaratan fisik evakuasi pesawat dan memadamkan api di dapur serta sesi pembelajaran formal Keselamatan dan Darurat.

Dilatih dalam kelompok 15-20 orang, peserta pelatihan membentuk ikatan erat satu sama lain saat mereka menavigasi jalan ke penerbangan pertama mereka. Banyak yang tetap berteman dekat sepanjang karir Emirates mereka dan persahabatan yang berkembang di bawah tekanan, mendorong istilah ‘batchmate’.

Pramugari Emirates. Foto: Emirates

Jumping in
Mengenakan pakaian serba hitam, para peserta mempraktikkan prosedur mendarat di air. Seluncuran yang mendorong mereka ke tempat yang aman di bagian terakhir sekarang terputus untuk membentuk rakit penyelamat. Bersama-sama, jaket pelampung mengembang, para peserta belajar bagaimana bertahan hidup di perairan laut yang dingin.

Latihan ini dibuat serealistis mungkin, termasuk air harus dijaga pada suhu 17°C yang dingin. Setelah menjalani proses untuk menghangatkan diri dan teman satu angkatannya, mereka diperbolehkan berenang ke daratan kering dan keluar dari kolam.

Sparkling service
Setelah prosedur latihan evakuasi yang keras selesai, sekarang saatnya untuk beralih ke bagian pekerjaan yang lebih halus. Emirates dalam hal ini bangga dapat menyediakan tingkat layanan yang hanya ditemukan di antara maskapai penerbangan top di dunia dan pelatihannya mencerminkan hal ini.

Layanan ritel di atas pesawat menghasilkan pendapatan yang serius bagi perusahaan, sehingga setiap anggota awak kabin diberi tahu tentang kualitas segala sesuatu yang dijual di atas kapal. Ini berarti mereka mencium wewangian dan menangani perhiasan sehingga jika penumpang ingin tahu lebih banyak tentang suatu produk, mereka dilengkapi dengan baik untuk membantu.

Baca juga: Kisah Naila, Pramugari Emirates yang Banting Setir Jadi Barista Starbucks

The famous red lipstick
Sekitar minggu kelima, para peserta akan tiba di Image Station. Ini adalah ruangan dengan dinding cermin, pencahayaan sempurna, dan rangkaian produk perawatan kulit dan kecantikan yang dipamerkan.

Para wanita diperlihatkan pilihan enam gaya rambut yang disetujui, dirancang untuk memenuhi semua budaya dan jenis rambut, dan para pria diajari pentingnya manikur yang baik. Ada buku manual setebal 60 halaman berjudul ‘Mengambil Panggung Pusat’ diisi dengan aturan dan panduan tentang penampilan, etiket, dan perilaku.

Singapore Airlines-Qantas Mau Merger, tapi Gagal Gegara Qantas (Australia) ‘Serakah’

Insan dirgantara tentu tak banyak yang mengingat kabar tentang rencana merger dua flag carrier bergengsi Singapura dan Australia, Singapore Airlines dan Qantas. Namun, eksekutif kedua maskapai tentu tidak akan melupakan rencana tersebut. Terlebih pihak Singapore Airlines, yang awalnya sempat bersemangat tetapi harus mundur akibat keserakahan pihak Qantas (Australia).

Baca juga: Sejarah Merger KLM-Air France pada 5 Mei 2004: Gegara Open Skies

Keserakahan atau ego Qantas dalam upaya merger dengan Singapore Airlines diungkap detail oleh jurnalis Sydney Morning Herald, Matt O’Sullivan, dalam bukunya Mayday: How Warring Egos Forced Qantas Off Course.

Disebutkan, pada awal tahun 2005, tiga bos senior Qantas, CEO Geoff Dixon, Chief Financial Officer Peter Gregg, dan Executive General Manager, John Borghetti, terbang ke Singapura untuk membicarakan rencana merger Qantas-Singapore Airlines.

Sebelumnya, Qantas memang sangat bernafsu untuk melakukan merger dalam upaya memperkuat bisnis maskapai usai mengakuisisi saham British Airways sebesar 18,25 persen pada tahun 2004. Awalnya, Cathay Pacific sempat didekati Qantas. Namun ditolak mentah-mentah. Pilihan selanjutnya pun jatuh ke Singapore Airlines untuk membentuk kemitraan terkuat di Asia-Pasifik.

Dalam pertemuan di Singapura dengan petinggi Singapore Airlines, yang juga diikuti oleh bankir Singapura dan Australia, kedua pihak sepakat untuk merger.

Dalam mappingan awal, grup maskapai gabungan itu diklaim mampu menghasilkan keuntungan miliaran dolar dan mendirikan 55 perusahaan patungan. Jaringan internasional kedua maskapai juga akan digabungkan sehingga menghasilkan manfaat tak terbatas untuk kedua maskapai. Pemerintah Australia dan Singapura juga sangat mendukung upaya merger dua flag carrier-nya.

Namun, jalan terjal merger Qantas-Singapore Airlines muncul usai Qantas dan Australia menunjukkan egonya. Mereka disebut meminta Singapore Airlines untuk tidak terbang ke Australia dan Amerika Serikat, sesuatu yang tentu saja sulit diterima pihak Singapore Airlines dan Singapura.

Tak cukup sampai di situ, permintaan Singapura dan Singapore Airlines agar Qantas dan Australia menutup maskapai LCC-nya Jetstar Asia, yang notabene berbasis di Singapura dan bersaing ketat dengan Scoot, LCC grup maskapai Singapore Airlines, juga ditolak Qantas.

Baca juga: Sejarah Merger Boeing dengan McDonnell Douglas, Sempat Ditentang Eropa sampai Presiden AS Turun Tangan

Ditambah lagi, Qantas dan Australia juga bersikukuh menjadikan sang CEO, Geoff Dixon, sebagai CEO grup maskapai gabungan yang kelak dibentuk. Sebetulnya sudah ada opsi agar itu dikepalai oleh dua orang agar kedua belah pihak tetap bisa menempatkan perwakilannya di posisi tertinggi. Terlebih ada sentimen nasionalisme juga terkait hal itu. Namun, Qantas menolak.

Setelah enam bulan berlalu, permbicaraan merger Qantas-Singapore Airlines akhirnya dihentikan dan tak pernah ada kata sepakat sampai saat ini akibat keegoisan Qantas dan Australia.

Kereta Api Bertemu dengan Bendera Merah, Masinis Harus Jalankan Kereta APi 5 km Per jam

Saat ini kecepatan kereta api sudah bisa mencapai 100 km per jam pada jalur tertentu yang jarang sekali rintangan seperti tikungan besar. Jalur utara misalnya yang memiliki medan yang tidak curam, membuat masinis mempercepat kereta apinya dengan kecepatan maksimal yang diijinkan, yaitu 100 km per jam.

Baca juga: Darman Prasetyo – Masinis Muda Heroik di Tragedi Bintaro 2 Yang Terlupakan

Namun bagaimana jika masinis bertemu dengan tanda berupa bendera yang dikibarkan oleh petugas yang biasanya berada di area stasiun? Ternyata bendera yang dominan dengan warna merah berkibar ini memiliki arti penting bagi perjalanan kereta api. Jika mendekati bendera merah tersebut, masinis harus memperlambat lajunya hingga batas maksimal 5 km per jam saja.

Bendera merah yang dikibarkan memiliki arti yaitu Semboyan 2C dengan kecepatan kereta api harus maksimal 5 km per jam saja. Biasanya alasan diberikan Semboyan 2C terdapat rinja (rintang jalan) yang berupa masalah pada jalur kereta api ataupun kecelakaan yang menimpa pada jalur tersebut. Isyarat Semboyan 2C ini biasanya dibedakan pada siang dan malam hari, agar masinis bisa melihat dengan jelas jika terjadi gangguan pada rel yang akan dilalui.

Untuk siang hari petugas melambai – lambaikan bendera atau menggerak – gerakkan papan bundar merah ke kanan dan kiri. Masinis biasanya diberitahu oleh petugas Operational Control (OC) yang berada di pusat wilayah daerah operasi jika melewati jalur tersebut. Lalu petugas yang berada dilokasi kejadian menjalankan tugas dengan memberikan aba – aba dengan Semboyan 2C pada siang hari.

Baca juga: Inilah Kavach, Teknologi Asli India Cegah Dua Kereta Tabrakan

Kemudian untuk malam hari biasaya mengayun – ayunkan dengan senter berwarna merah atau putih bahwa kecepatan kereta api harus diperlambat. Isyarat ini juga lebih jelas meski lampu lokomotiif lebih terang saat menerangi selama perjalanan. Isyarat lampu Semboyan 2C pada malam hari, biasa dijumpai pada PPJ (Petugas Pemeriksa Jalan) saat rel dilalui mengalami masalah. Bahkan bisa jadi kereta api yang ingin melintas untuk berhenti agar sesuatu hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. (PRAS – Cinta Kereta Api)

China Airlines Terbang Lagi ke Bali 2 Kali Seminggu, Turis Cina Bakal Banjiri Pulau Dewata?

Setelah maskapai Australia, Bali kembali kedatangan maskapai internasional. Kali ini dari Taiwan melalui maskapai China Airlines. Kedatangan pesawat maskapai tersebut dengan nomor penerbangan CI771 pada Jumat lalu di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah yang pertama kalinya sejak dua tahun tertunda pandemi Covid-19.

Baca juga: Profil China Airlines, Maskapai Nasional Taiwan yang ‘Alergi’ Pakai Nama ‘China’

Dibukanya kembali penerbangan langsung China Airlines rute Taipei, Taiwan ke Denpasar, Bali, disinyalir tidak hanya menarik wisatawan dari Taiwan, melainkan juga dari Cina daratan. China Airlines dijadwalkan terbang sepekan dua kali setiap Selasa dan Jumat.

Dihimpun dari berbagai sumber, pesawat Airbus A330-300 China Airlines dengan nomor penerbangan CI771 diketahui berangkat pada pukul 10.08 pagi waktu setempat, dari Bandara Taoyuan Taiwan. Pesawat menempuh jarak sekitar 3.800 km ke Bali dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 15.01 WITA membawa 163 penumpang.

Sesaat setelah mendarat, pesawat tersebut menerima sambutan water salute dari kendaraan PK-PPK Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Setelah beberapa waktu, pesawat kembali berangkat ke Taipei pada pukul 16.21 WITA.

Menariknya, pesawat yang digunakan pada penerbangan perdana Jumat lalu adalah pesawat yang sama dengan penerbangan terakhir pada 26 April 2020 silam.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, dengan kembali beroperasinya penerbangan China Airlines yang menghubungkan Taiwan dengan Bali, kini jumlah rute penerbangan yang terhubung dengan Bali menjadi sebanyak 22 rute.

“Tambahan rute penerbangan internasional ini juga diharapkan akan semakin memberikan dampak positif terhadap proses recovery dunia penerbangan dan pariwisata Indonesia serta global,” ujar Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Senin (5/9).

Penerbangan ini juga menambah jumlah maskapai yang melayani penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi sebanyak 24 maskapai penerbangan. Pada akhir 2019 lalu, AP I mencatat terdapat sebanyak kurang lebih 50 rute penerbangan internasional serta 35 maskapai penerbangan internasional yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca juga: Beredar Kabar China Airlines Lakoni Rute Domestik Jakarta–Makassar, Ini Penjelasannya!

Sebelum pandemi global Covid-19 melanda dunia pada awal tahun 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat telah melayani 231.525 wisawatan asal Taiwan di sepanjang tahun 2019.

Terdapat sebanyak 116.099 wisatawan asal Taiwan yang datang ke Bali, serta sebanyak 115.426 wisawatan asal Taiwan yang berangkat meninggalkan Bali.

Yuk Mengenal Koleksi KA Lokal yang Dimiliki Wilayah Daop 8 Surabaya

Suka healing ke wilayah Surabaya dan sekitarnya? Pasti tentu tahu dong kalau kalian naik kereta api dari berbagai kota di Pulau Jawa mengarah ke Surabaya. Apalagi warga asli Surabaya tentu mengenal betul layanan kereta api lokal yang berkeliaran di area Surabaya dan sekitarnya. Ya, Surabaya yang sudah memasuki wilayah PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya ini tak hanya mencangkup area Surabaya saja, melainkan beberapa kota di Jawa Timur. Area tersebut meliputi Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Malang, dan Bangil.

Baca juga: PT KAI Akan Gandeng GoJek, Bayar KA Lokal Bisa Pakai Go-Pay?

Dari beberapa kota yag masuk wilayah Daop 8 Surabaya, beberapa kereta lokal yang mampir pun turut hadir yang setia mengantar penumpang. Saat ini ada 7 kereta api lokal yang mengantarkan ke berbagai kota di Jawa Timur. Berikut ini kabarpenumpang.com akan memberikan informasi kereta api lokal apa saja yang dimaksud:

1. KA Dhoho/Penataran
Kereta api yang melintasi “jalur kantong” ini merupakan kereta lokal rute yang cukup jauh dengan durasi bisa sampai perjalanan hampir seharian penuh. Perjalanan menggunakan KA Dhoho/Penataran ini ada 2 rute, yaitu Surabaya Kota – Kertosono pp. dan Kertosono – Blitar. Kereta api yang memiliki 2 nama pada satu rangkaian ini sebenarnya memiliki rute yang sama, hanya membedakan yaitu arah dan wilayahnya. Karena kereta api tersebut yang dilewati memasuki 2 wilayah, yaitu Daop 8 Surabaya dan Daop 7 Madiun. KA ini juga memiliki arah yang berbeda, antara melewati Sidoarjo – Bangil terlebih dahulu dengan durasi waktu sekitar 8 jam, ada pula perjalanan yang langsung melewati Mojokerto – Jombang dengan durasi waktu sekitar 2 jam. Rata – rata perjalanan KA Dhoho/Penataran ini sebanyak 8 kali perjalanan per harinya. Harga tiket yang diberikan untuk KA ini berkisar mulai dari Rp 10.000 – Rp 30.000, tergantung jarak yang ditempuh.

2. KA Tumapel
Kereta yang melayani rute Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Malang, Blitar, Kertosono hingga kembali ke Surabaya ini hanya melayani 2 perjalanan per harinya. Semula KA Tumapel melayani menggunakan rangkaian kereta diesel elektrik, namun kini rangkaian kereta menggunakan kelas ekonomi dengan total 106 tempat duduk yang terdiri dari 6 unit kereta. Harga tiket yang berkisar untuk KA Tumapel adalah Rp 10.000.

3. KA Ekonomi Lokal
Rangkaian kereta api satu ini memang hanya dinamakan KA Ekonomi Lokal, namun perjalanannya hanya di jalur utara saja. Rute yang dilalui KA Ekonomi Lokal ini mulai dari Stasiun Surabaya Pasar Turi – Stasiun Cepu. Berakhirnya di Stasiun Cepu merupakan rute ujung dari wilayah Daop 8 Surabaya. Namun jangan salah, rute yang dilalui KA Ekonomi Lokal ini termasuk rute yang cukup ramai dipadati oleh penumpang. Tiket perjalanan KA Ekonomi Lokal yang ditempuh 2 jam 44 menit ini hanya Rp 13.000. KA ini berhenti hampir di semua stasiun diantaranya Bojonegoro, Kapas, Sumberrejo, Bowerno, Babat, Pucuk, Lamongan, Duduk, Cerme, Benowo, Kandangan, Tandes dan berakhir di Surabaya Pasar Turi. Total perjalanan KA Ekonomi Lokal per harinya sebanyak 12 kali perjalanan.

4. KA Komuter
Inilah perjalanan kereta api lokal terbanyak di wilayah Daop 8 Surabaya. Ya, KA Komuter yang mengantarkan penumpang hanya area Surabaya – Sidoarjo/Bangil pp. Menggunakan kereta bertenaga diesel elektrik KA Komuter dihargai tiket hanya Rp 5.000. Perjalanan perharinya saja mencangkup hingga 22 kali perjalanan. Layaknya KRL Jabodetabek, penumpang yang menggunakan KA Komuter ini masih terasa pada jam – jam tertentu. Biasanya kepadatan terasa antara pagi mapun sore hari baik jam kerja maupun hari libur.

5. KA Jenggala
Masih menggunakan rangkaian kereta rel diesel elektrik, KA Jenggala merupakan rute yang dilalui dari Stasiun Sidoarjo melewat Stasiun Tulangan kemudian Stasiun Tarik dan berakhir di Stasiun Mojokerto. Meski KA Jenggala berangkat dari Stasiun Sidoarjo dan menginap di Sidoarjo, tapi rangkaian ini jika memang masa dinasnya berakhir, penumpang yang ingin berakhir di Surabaya, bisa melanjutkan perjalanan hingga stasiun akhir di Surabaya. Tergantung dari jadwal yang tersedia. KA Jenggala ini menempuh waktu hanya 45 menit dengan 4 kali perjalanan per harinya yang dihargai tarif tiket hanya Rp 4.000.

6. KA Komuter Sulam
Rangkaian menggunakan KRD berikutnya berada dijalur utara dengan nama KA Komuter Sulam. Sulam disini memiliki kepanjangan dari Surabaya – Lamongan. Sudah terlihat jelas bahwa rangkaian ini memiliki rute Surabaya Pasar Turi – Lamongan pp. Menempuh perjalanan 1 jam 5 menit rangkaian KRD ini ditaksir dengan harga tiket Rp 5.000 saja. Perjalanan per harinya KA Komuter Sulam hanya 4 kali perjalanan. Penumpang yang menggunakan KRD ini juga terlihat pada jam sibuk antara pagi dan sore hari.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

7. KA Komuter Indro
KA lokal terakhir yang merupakan permintaan dari warga Gresik adalah KA Komuter dengan rute Surabaya – Indro (Gresik) pp. Stasiun Indro merupakan stasiun yang sebelumnya hanya digunakan sebagai pemberhentian angkutan semen, saat ini sudah bisa digunakan untuk naik dan turun penumpang. Menggunakan rangkaian KRD dan terkadang ditarik lokomotif per harinya memiliki 6 kali perjalanan. KA Komuter Indro menempuh perjalanan cukup singkat, hanya 35 menit saja bisa mengantarkan penumpang dari Kota Gresik menuju Kota Surabaya pulang pergi. Tiket yang ditaksir dengan harga Rp 5.000 ini pun sangat murah bagi masyarakat yang menggunakannya. Terlebih dengan adanya sarana kereta api, masyarakat lebih terbantu dengan waktu tempuh lebih singkat dibanding dengan transportasi lain. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Paksa Turun Penumpang Tanpa Masker, Operator Bus di Jepang Diganjar Sanksi Administrasi

Sebuah operator bus kota di Jepang belum lama ini mendapatkan teguran kedisiplinan, setelah pada 1 September lalu, ada pengemudi bus yang memerintahkan seorang penumpang yang menolak memakai masker untuk turun dari bus. Hal tersebut dikatakan sebagai kasus pertaama yang terjadi di Jepang.

Baca juga: Gegara Pandemi, Perusahaan Bus di Jepang Ubah Armadanya Jadi Tempat Sauna

Dikutip dari mainichi.jp (3/9/2022), Biro Transportasi Distrik Chubu Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata memberlakukan tindakan disipliner administratif kepada Izuhakone Bus Co., operator bus yang berkantor pusat di kota Mishima, Prefektur Shizuoka, berdasarkan Undang-Undang Transportasi Jalan.

Buntut dari aksi pengemudi bus, pengoperasian dua unit bus perusahaan dihentikan selama total 25 hari untuk setiap bus. Biro Transportasi mengatakan bahwa ini adalah kasus pertama di Jepang di mana seorang operator bus umum telah dihukum karena insiden penggunaan masker.

Menurut sumber termasuk biro transportasi, seorang wanita naik bus rute tetap di kota Izunokuni di Prefektur Shizuoka pada 7 April tanpa mengenakan masker. Pengemudi berusia 66 tahun memintanya untuk bekerja sama melalui pengumuman di dalam bus, tetapi setelah dia menolak untuk mematuhi, pengemudi menghentikan kendaraan dan membuatnya turun.

Menyusul keluhan penumpang, Biro Transportasi melakukan peninjauan atas insiden tersebut. Biro menyimpulkan bahwa tindakan pengemudi itu melanggar hukum setelah mengonfirmasi bahwa pengemudi tidak memiliki alasan yang sah untuk menolak perjalanan dan memaksa wanita itu turun sebelum mencapai halte bus. Itu juga menentukan bahwa operator bus tidak menginstruksikan dengan benar kepada pengemudi untuk menanggapi potensi insiden atas penumpang yang menolak memakai masker.

Undang-undang Transportasi Jalan mengatur bahwa pengemudi tidak dapat menolak tumpangan kecuali untuk beberapa kasus seperti ketika penumpang mabuk berat atau bertindak kasar terhadap pengemudi, tetapi undang-undang tidak memiliki ketentuan tentang masker.

Baca juga:Tips Mengirit Yen di Jepang? Cek Dulu Caranya

Pihak operator Bus Izuhakone menjelaskan bahwa pengemudi mengatakan pada persidangan, “Seorang penumpang naik bus dari dekat rumah sakit, jadi saya pikir wanita itu (tidak mengenakan topeng) akan merepotkan penumpang lain.” Meski begitu, Biro Transportasi mengatakan tidak mengetahui mengapa wanita itu menolak memakai masker.

Arab Saudi Buka Program Visa on Arrival Bagi Pelancong asal Amerika Serikat, Inggris dan Eropa

Arab Saudi telah membuka kembali program visa-on-arrival untuk bagi pemegang paspor dari Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa (Schengen). Warga negara dari negara mana pun yang memegang salah satu dari tiga visa dan yang bepergian dengan salah satu maskapai nasional negara tersebut – Saudi, Flynas atau Flyadeal – sekarang dapat menerima visa pariwisata 12 bulan pada saat kedatangan di Arab Saudi tanpa perlu mengajukan permohonan terlebih dahulu.

Baca juga: Pelancong yang Naik Kapal Pesiar ke Arab Saudi Bisa Ajukan Visa Elektronik

Dikutip dari livemint.com (4/9/2022), Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al Khatieb mengumumkan kebijakan yang akan membuatnya lebih cepat dan lebih mudah untuk mengunjungi Arab Saudi. Peraturan baru memberikan pilihan kepada pelancong untuk mengajukan eVisa melalui portal online di www.visitsaudi.com/visa, dan memungkinkan warga Inggris, AS dan Uni Eropa untuk mengajukan Visa on Arrival.

Pemegang visa turis atau bisnis yang sah dari Inggris, AS atau salah satu negara Perjanjian Schengen tetap dapat mengajukan Visa on Arrival, asalkan telah digunakan setidaknya sekali untuk memasuki negara pemberi visa.

Keputusan Menteri Arab Saudi tersebut menghapus persyaratan sebelumnya, dimana calon pelancong yang akan ke Arab Saudi harus mendatangi Kedutaan Besar Arab Saudi di negara mereka berada “Memulihkan program visa-on-arrival menandai langkah terakhir dalam mengembalikan Saudi ke tingkat keterbukaan pra-pandemi dan menjadikannya salah satu tujuan paling mudah diakses di dunia untuk liburan, bisnis, dan perjalanan keagamaan,” kata Ahmed Al-Khateeb.

Pada 6 Maret 2022, Arab Saudi mengumumkan pencabutan semua pembatasan perjalanan yang diberlakukan untuk melindungi orang dari dampak pandemi virus corona. Pengunjung Arab Saudi tidak perlu lagi menunjukkan bukti vaksinasi atau tes PCR untuk masuk ke negara tersebut. Daftar merah negara yang tidak diizinkan masuk telah dihentikan. Persyaratan karantina institusional telah sepenuhnya dihapus, dan aturan jarak sosial telah dicabut. Masker hanya diperlukan di tempat umum tertutup.

Baca juga: Mau ke Arab Saudi? Kini Tak Perlu Lagi Karantina, Asalkan….

Arab Saudi adalah salah satu negara pertama yang menutup perbatasannya setelah munculnya Covid-19. Sejak itu, pemerintah telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat di semua tempat umum, termasuk hotel, restoran, gedung publik, dan perkantoran.

Hari Ini, 39 Tahun Lalu, Soviet Akhirnya Ngaku Tembak Pesawat Korean Air 007 Setelah ‘Ditelanjangi’ AS

Pada hari ini, 39 tahun lalu, bertepatan dengan 6 September 1983, Uni Soviet akhirnya mengaku telah menembak jatuh pesawat Boeing 747-200 Korean Air dengan nomor penerbangan 007 (KAL flight 007) pada tanggal 1 September 1983. Pengakuan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) mempublikasikan rekaman komunikasi radio Uni Soviet yang disadap.

Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007

Meski mengaku telah menembak jatuh Boeing 747 KAL-007, seperti dikutip dari Britannica, Uni Soviet tetap menuding bahwa itu adalah pesawat mata-mata AS berselubung pesawat komersial. Sekalipun klaim tersebut sulit dibuktikan, namun, banyak elite militer Uni Soviet beranggapan bahwa insiden itu dipandang sebagai “provokasi politik yang diorganisir dengan hati-hati oleh dinas khusus AS.”

Setelah insiden jatuhnya KAL-007, AS, di bawah pimpinan Presiden Ronald Reagan, gencar menyebar propaganda buruk terhadap Uni Soviet. Ini pada akhirnya membangkitkan sentimen anti-Soviet di seluruh dunia. Terlebih Uni Soviet sebelumnya juga pernah menembak jatuh pesawat sipil lainnya yang menariknya juga milik Korean Airlines pada tahun 1978.

Insiden pesawat sipil KAL-007 ditembak jatuh Uni Soviet bermula pada Rabu, 31 Agustus 1983. Saat itu, penerbangan KAL-007 rute New York-Seoul singgah di Bandara Anchorage, Alaska, untuk mengisi bahan bakar. Pukul 04.00, pesawat kembali melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan, seharusnya rute yang ditempuh (intended path) KAL 007 melewati ruang udara internasional di atas samudera pasifik dan melintasi Jepang sebelum masuk ke Korea Selatan. Namun, entah apa yang merasuki pilot, nyatanya (actual path) pesawat KAL 007 melenceng jauh 322 km ke arah Barat dan masuk ke Semenanjung Kamchatka, berlanjut ke Laut Okhotsk, sebelum tiba di atas langit Pulau Sakhalin, seperti pada gambar di bawah ini.

Sejengkal setelah masuk ke langit Semenanjung Kamchatka, Uni Soviet, radar menangkap pergerakan pesawat dan otoritas langsung mengirim jet tempur Sukhoi Su-15 dari pangkalan angkatan laut Soviet di Petropavlovsk di Semenanjung Kamchatka.

Ketika (jet tempur) hendak menyusul, anehnya, Korean Airlines flight 007 sempat balik ke ruang udara internasional. Belum sempat kembali ke pangkalan, KAL 007 terdeteksi kembali masuk ke wilayah Soviet dan seketika Sukhoi Su-15 mengambil posisi membuntuti pesawat.

Saat itu, seperti dikutip dari britannica.com, pilot jet tempur mengaku berhasil mengidentifikasi objek sebagai pesawat sipil -bukan pesawat mata-mata- melalui lampu navigasi dan strobe yang berkedip. Di CNN, Kolonel Gennadi Osipovich, salah satu pilot jet tempur yang membuntuti, juga mengaku melihat jelas bahwa pesawat tersebut adalah pesawat sipil.

Selanjutnya, KAL 007 melakukan kontak dengan ATC Jepang dan diizinkan untuk menambah ketinggian. Sebelum menambah ketinggian, pesawat sempat melambat. Di sinilah drama mulai terjadi. Dua -sumber lain mengatakan tiga- jet tempur Soviet menganggap pesawat mengelak dan melaporkan hal itu ke pangkalan militer.

Baca juga: Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Korean Air Flight 902 Ditembak Jet Uni Soviet, Malah Soviet Minta Ganti Rugi Operasional

Kecurigaan Soviet semakin menjadi karena KAL KE007 masuk wilayah Soviet tak lama setelah pesawat pengintai RC-135 AS melakukan hal serupa. Terlebih, wilayah yang disusupi tersebut zona militer strategis terbatas Uni Soviet.

Pesawat KAL-007 akhirnya ditembak jatuh meski jelas diidentifikasi sebagai pesawat sipil. Itu dilakukan karena pesawat diyakini sebagai pesawat mata-mata yang beroperasi secara khusus di bawah komando intelijen AS.