Batik Air Terbang Lagi ke Kuala Lumpur, Pakai Airbus A320 dan Boeing 737-800NG

Batik Air terbang lagi ke Bandara Internasional Kuala Lumpur KLIA Kuala Lumpur, Malaysia mulai 27 Juni 2022 dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Batik Air akan terbang ke Jakarta – Kuala Lumpur – Jakarta PP menggunakan armada Airbus A320 dan Boeing 737-800NG.

Baca juga: Mulai 17 Juni 2022, Batik Air Layani Penerbangan Langsung Denpasar – Melbourne

Dalam keterangan resminya, jadwal penerbangan pergi pulang (PP) Batik Air Jakarta – Kuala Lumpur – Jakarta berangkat pada pukul 17.00 WIB dan tiba pada pukul 20.05 waktu Malaysia sebagai ID-6018, serta terbang pukul 20.45 waktu Malaysia dan tiba pukul 21.50 WIB untuk penerbangan pulang dengan nomor penerbangan ID-6019.

Batik Air berharap rute internasional Jakarta – Kuala Lumpur – Jakarta akan mendukung percepatan pemulihan perekonomian secara regional (kedua negara) di kawasan Asia Tenggara dalam upaya membantu menggerakkan sektor perdagangan, pariwisata serta sektor yang lain.

Batik Air optimis, rencana terbang perdana kembali dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang tepat akan semakin mempermudah mobilitas para tamu (pelancong dan pebisnis) secara langsung Jakarta ke Kuala Lumpur PP.

Kemudahan penerbangan menuju Malaysia dinilai lebih cepat sesuai kebutuhan, dari berbagai kota di Indonesia seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Lombok, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan, Makassar, Palu, Kendari, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan kota lainnya dengan singgah (transit) terlebih dahulu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Rute internasional Jakarta ke Kuala Lumpur menawarkan keuntungan dengan kemudahan “berkeliling dunia” dengan melanjutkan  penerbangan (connecting flight) melalui KLIA.

Pebisnis dan pelancong terhubung oleh jaringan favorit Batik Air (kode penerbangan OD) ke negara bagian Malaysia (Johor Bahru, Kota Kinabalu, Kuching, Labuan, Penang, Sandakan, Tawau, Langkawi); Vietnam (Hanoi, Ho Chi Minh City); Singapura; Thailand (Phuket, Bangkok–Don Mueang); Kamboja (Phnom Penh); Myanmar (Yangon); Sri Lanka (Colombo–Bandaranaike), India (New Delhi, Hyderabad, Tiruchirappalli); Bangladesh (Dhaka); Nepal (Kathmandu); Pakistan (Lahore); China/ Tiongkok (Guangzhou, Hong Kong);  Taiwan (Taipei-Taoyuan); Australia (Melbourne, Perth, Sydney, Brisbane) dan kota-kota lainnya.

Kota tujuan Batik Air dari KLIA seperti Kochi dan Mumbai (mulai 1 Agustus 2022), Bengaluru (mulai 2 Agustus 2022) dan Amritsar (mulai 9 September 2022).

Batik Air senantiasa menghimbau seluruh tamu yang akan melakukan penerbangan agar selalu mengikuti ketentuan protokol kesehatan dan memastikan telah memenuhi persyaratan perjalanan sesuai persyaratan terbaru yang ditetapkan oleh masing-masing negara atau kota tujuan.

Rute berjadwal Jakarta – Kuala Lumpur – Jakarta menjadi rute kedua antarnegara yang dibuka kembali oleh Batik Air. Batik Air senantiasa menganalisis pasar sejalan pengembangan bisnis yang dijalankan secara bertahap. Batik Air optimis, permintaan pasar penerbangan internasional akan terus menunjukkan tren peningkatan permintaan dan pergerakan positif.

Baca juga: Rebranding, Malindo Air Berganti Nama Menjadi Batik Air

Batik Air akan meningkatkan perluasan rute internasional dalam mendukung pengembangan konektivitas pebisnis, pelancong dan logistik berbagai negara yang terhubung dari Indonesia. Pasar penerbangan melalui penghubung (hub) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur akan memperkuat daya saing potensi perdagangan global yang lebih cepat dan tepat.

Setiap penumpang mendapatkan makanan dan minuman (inflight meals); gratis bagasi 20kg untuk kelas ekonomi dan 30kg kelas bisnis; dilengkapi hiburan gratis inflight entertainment on demand serta hiburan yang dapat diakses dari perangkat handphone dan tablet didukung oleh Tripper.

Stasiun Matraman Beroperasi, Suasana Belum Ramai Penumpang

Stasiun Matraman beroperasi mulai hari ini, Jumat (17/6). Berbagai fasilitas penunjang dan terlihat serba baru, terlihat di stasiun ini. Pengunguman dan informasi mengenai beroperasinya Stasiun Matraman sudah di informasikan di setiap stasiun dan di dalam perjalanan KRL. Stasiun sebenarnya stasiun alternatif bagi penumpang yang ingin naik KRL agar tidak harus menuju Manggarai atau Jatinegara.

Baca juga: Stasiun Matraman Siap Beroperasi Mulai Kamis, Terintegrasi TransJakarta 

Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur dan merupakan stasiun layang yang melintasi diatas jalan kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Area parkir yang cukup luas untuk kendaraan bermotor pun berada di sebelah barat stasiun di bawah jalur layang kereta api. Fasilitas lainnya seperti toilet, mushola, ruang laktasi, ruang informasi barang tertinggal serta eksalator dan lift semua sudah di perbaiki.

Kini Stasiun Matraman sudah bisa digunakan oleh warga sekitar yang tinggal di area stasiun maupun masyarakat yang ingin gunakan stasiun ini menjadi alternatif menuju ke berbagai wilayah di Jabodetabek.

Baca juga: Spot Berburu Kereta Api Disini, Gak Perlu Izin

Saat ini sejak pantauan kabarpenumpang.com pagi tadi, belum begitu banyak aktifitas penumpang yang naik dan turun di Stasiun Matraman. Masih pula disayangkan Stasiun Matraman belum bisa terintegrasi dengan halte Transjakarta. Karena halte tersebut dalam tahap pembangunan. Dan rencananya Stasiun Matraman dengan halte Transjakarta bisa terintegrasi langsung dengan jembatan penghubung yang dapat memudahkan penumpang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Di India, Ada Kendaraan Sejenis “Bajaj” Tapi dengan Merek Audi, Ini Kelebihannya!

Merek otomotif asal Jerman, yakni Audi, selama ini begitu lekat dengan sedan sport mewahnya. Namun, terdengar sedikit aneh, bila ada kendaraan roda tiga sejenis Bajaj atau Tuk Tuk yang menyandang nama besar Audi. Namun, itu bukan isapan jempol, pasalnya Audi Environmental Foundation telah mengucurkan dana kepada Nunam untuk membangun e-Rickshaw.

Baca juga: Bantu Kurangi Polusi Udara, Bajaj Listrik Piaggio Ape Mulai Merambah India

Dikutip dari audi-mediacenter.com, disebutkan bahwa Nunam, sebuah startup yang berbasis di Berlin dan Bangalore telah membangun e-Rickshaw yang ditenagai baterai bekas dari armada uji Audi e-tron. “Baterai lama masih sangat kuat,” kata salah satu pendiri Nunam, Prodip Chatterjee. “Untuk kendaraan dengan jangkauan dan kebutuhan daya yang lebih rendah, serta bobot keseluruhan yang lebih rendah, solusi sangat menjanjikan.

Audi dan Nunam berencana untuk meluncurkan proyek percontohan pada awal tahun 2023. Dalam eksperimen multi-manfaat, mereka akan meminjamkan e-Rickshaw kepada kelompok wanita yang dapat menggunakannya untuk mengangkut barang ke pasar dan membantu mempromosikan kemandirian pekerjaan wanita.

Kendaraan sejenis dengan tenaga elektronik sudah lumayan banyak hadir di India. Dikatakan bahwa model seperti itu sering ditenagai oleh baterai timbal-asam, dan diisi dari jaringan listrik publik yang sangat bergantung pada batu bara.

Seentara Nunam akan bekerja untuk membuat sistem pengisian solar terdesentralisasi dengan menempatkan panel surya di atap mitra lokal. Panel ini akan mengisi baterai penyimpanan e-tron masa pakai kedua yang stasioner di siang hari, meneruskan energi ke kendaraan di malam hari saat tidak digunakan. Iklim India yang cerah akan menjadi tempat uji yang sangat cocok untuk sistem ini.

Baca juga: Bersama Yulu, Bajaj Auto di India Terjun ke Bisnis Sewa Skuter Listrik

Nunam akan dengan hati-hati mengumpulkan data tentang proyek ini dan mempublikasikannya di platform sumber terbuka Circular Battery dengan harapan dapat mendorong proyek pihak ketiga yang serupa. Itu juga akan mencari potensi penggunaan kehidupan ketiga untuk baterai setelah mereka tidak lagi cocok untuk e-rickshaw. Kemungkinan termasuk aplikasi stasioner seperti menyalakan lampu LED. “Kami ingin mengeluarkan segala kemungkinan dari setiap baterai sebelum mendaur ulang,” kata Chatterjee.

Pilot-Pramugari Boleh Bertato, Ini Daftar Maskapai yang Mengizinkan

Profesi pramugari/pramugara dan pilot masih menjadi idaman di masyarakat. Selain menjanjikan pengalaman dan pergaulan luas lintas negara, keduanya juga menjanjikan pundi-pundi rupiah yang cukup berlimpah. Meski begitu, tak mudah menjadi pilot dan pramugari/pramugara. Terdapat serangkaian tes; termasuk tes bebas tato.

Baca juga: Dianggap Unik, Virgin Atlantic Izinkan Tato Awak Kabin Dilihat Penumpang! Deretan Maskapai Ini Sudah Lebih Dulu

Di dunia, ada sekitar 5 ribu maskapai penerbangan aktif, baik domestik maupun internasional. Dari jumlah tersebut, hanya segelintir maskapai yang mengizinkan pramugari/pramugara dan pilot bertato.

Sebelum berbicara lebih lanjut, maskapai sebetulnya terbagi ke dalam beberapa kategori terkait penggunaan tato oleh pramugari/pramugara dan pilot. Ada maskapai yang betul-betul tidak mengizinkannya atau melarang dengan alasan apapun dan anggota tubuh bagian manapun.

Ada maskapai yang mengizinkan awak kabin bertato dengan catatan tak boleh terlihat penumpang dan tidak boleh dlitutupi serta hanya boleh di bagian tubuh tertentu. Serta ada pula maskapai yang mengizinkan awak kabin bertato di bagian manapun termasuk wajah dan terlihat oleh penumpang alias tanpa harus ditutupi dengan seragam khusus.

Dilansir dari berbagai sumber, tiga maskapai terbesar Timur Tengah, Qatar Airways, Emirates, dan Etihad Airways, sekalipun lekat dengan budaya Arab yang Islami, faktanya ketiga maskapai itu tidak melarang atau mengizinkan pramugari/pramugara dan pilot bertato, dengan catatan tidak boleh ada tato yang terlihat oleh penumpang dengan seragam standar tanpa ada upaya untuk menutupinya.

Mayoritas maskapai Eropa dan Amerika, seperti Virgin Atlantic, easyjet, American Airlines, Alaska Airlines, Southwest Airlines, Delta Airlines, Wizz Air, dan Ryanair mengizinkan pramugari/pramugara dan pilot bertato.

Bedanya dengan maskapai Qatar Airways, Emirates, dan Etihad Airways, delapan maskapai di atas mengizinkan awak kabin dan awak kokpit menutupi tato dengan seragam khusus, hiasan, dan lainnya.

Yang paling longgar hanya dua maskapai; British Airways dan Air New Zealand. Air New Zealand adalah maskapai besar pertama di dunia yang mengizinkan awak kabin dan awak kokpit memperlihatkan tato mereka ke penumpang tanpa perlu ditutup-tutupi, bahkan di bagian wajah sekalipun.

Kebijakan maskapai nasional Selandia Baru itu lahir usai mendapat banyak kritikan dari aktivis budaya di negara itu yang menuding maskapai telah melakukan diskriminasi budaya. Selama berabadl-abad sebelum maskapai lahir, tato telah menjadi budaya suku Maori dan menjadi warisan budaya Selandia Baru.

Baca juga: Daftar Maskapai yang Melarang Penumpang Minum-minuman Beralkohol dalam Penerbangan

Terbaru, kebijakan Air New Zealand itu disusul oleh British Airways. Mulai Selasa awal bulan ini tato sudah tidak harus ditutup. Alasannya, ini dianggap sebagai hal unik.

Meski begitu, tidak semua gambar tato diizinkan maskapai Virgin Atlantic. Sebut saja, tato bergambar telanjang, berbau asusila, seks, kata-kata kotor, dan sejenisnya yang mengandur unsur negatif bagi khalayak ramai, tetap harus ditutupi.

Rombongan Paspampres Lakukan Simulasi Pengamanan VVIP di Kereta Luar Biasa

Ada pemandangan tak biasa pada perjalanan kereta api khususnya lintas Jakarta Kota – Tanjung Priok hari ini (16/6). Menggunakan rangkaian Kereta Luar Biasa (KLB) sebanyak 2 kali perjalanan pulang pergi bersama rombongan khusus VVIP. Rangkaian KLB yang terdiri dari 2 lokomotif, 4 kereta kelas ekonomi premium, 1 pembangkit, dan 1 kereta wisata Toraja yang menemani perjalanan rombongan tersebut. Namun, perjalanan kereta api ini bukan sembarangan. Rangkaian ini digunakan untuk simulasi/latihan bersenjata para TNI dan Paspampres. Simulasi dilakukan antara petak Stasiun Kampung Bandan dengan Stasiun Ancol.

Baca juga: Sambut Peresmian, Kereta Luar Biasa “Konvoi” ke Stasiun Garut

Susunan rangkaian pun dibuat unik, yaitu bagian depan lokomotif bernomor seri CC 201 92 19 diikuti dengan rangkaian bagian depan 2 kelas ekonomi premium, lalu diikuti 1 kereta kelas wisata Toraja kemudian ditambah 2 kereta ekonomi kelas premium dan disambung dengan kereta pembangkit, lalu yang paling belakang adalah lokomotif bernomor seri CC 201 04 06. Masyarkat pun tak dapat menduga bahwa simulasi pengamanan bersenjata dilakukan di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Perjalanan KRL dengan rute ini pun tidak terlalu terganggu, karena tidak banyak KRL yang melintas.

Dengan dilakukan sistem pengamanan dari rombongan Paspampres dan TNI ini guna untuk mengurangi bahkan memberantas dari sistem kejahatan yang tidak bisa diduga. Simulasi menggunakan fasilitas kereta api pun telah dilakukan agar dalam menggunakan transportasi khususnya kereta api makin terasa nyaman dan aman. Mengingat masyarakat Indonesia mayoritas sebagai pengguna setia kereta api dalam melakukan perjalanan dimana pun dan kapan pun. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Rossiya Airlines Operasikan Lagi Tiga Boeing 747 di Rusia

Di saat maskapai dunia ramai-ramai mempensiunkan pesawat legend Boeing 747, maskapai Rusia, Rossiya Airlines justru mulai mengoperasikannya lagi. Bukan satu atau dua, maskapai yang tergabung dalam Aeroflot Group itu mengoperasikan tiga pesawat sekaligus. Menariknya, itu dilakukan bukan hanya di tengah pandemi Covid-19, melainkan juga di tengah sanksi bertubi-tubi dari Barat.

Baca juga: ‘Dibeking’ Putin, Maskapai Rusia Mulai Buka Penerbangan Internasional Pakai Pesawat Sukhoi

Tiga Boeing 747-400 Rossiya Airlines beroperasi secara aktif antara Bandara Sheremetyevo Moskow ke Sochi yang menjadi tujuan resor terbesar di Rusia. Kota yang berada di tepi Laut Hitam itu sejak beberapa tahun belakangan, terlebih usai menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014 silam, selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Dari pantauan di situs FlightRadar24, Boeing 747-400 Rossiya Airlines mulai aktif terbang mulai tanggal 9 Juni lalu.

Sejak saat itu, Queen of the Skies, yang hanya dioperasikan Rossiya Airlines di Rusia atau satu-satunya operator Boeing 747 di Rusia, aktif terbang setiap hari antara Moskow dan Sochi, menempuh perjalanan sekitar tiga jam sejauh 870 mil.

Tak ada data pasti berapa jumlah penumpang per penerbangan Boeing 747 Rossiya. Namun, itu diperkirakan cukup tinggi (load factor-nya) sampai mengerahkan pesawat widebody ikonik Boeing 747.

Tingginya penerbangan antara Moskow dan Sochi memang sangat mungkin lantaran sanksi dari negara-negara Barat, dalam hal ini Uni Eropa.

Di Eropa, ada banyak negara yang tidak bergabung dengan Uni Eropa, termasuk Norwegia, Islandia, Serbia, Kosovo, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Albania, Makedonia Utara, Swiss, Inggris, Turki, dan semua negara-negara Eropa Timur. Di antara negara-negara tersebut, tak semuanya ikut memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Sebaliknya, mereka pun tidak turut disanksi oleh Uni Eropa karena masih menjalin kerjasama atau tidak ikut memberikan sanksi terhadap Rusia. Salah satunya Serbia. Negeri bekas pecahan Yugoslavia itu masih membuka ruang udaranya untuk maskapai-maskapai Rusia.

Demikian juga dengan beberapa negara di sekitarnya yang juga anggota Uni Eropa, mereka tidak ikut memberikan sanksi dan masih membuka ruang udaranya untuk Rusia, seperti Slowakia (Slovakia), Hungaria, dan banyak lainnya. Tercatat, hanya ada 18 negara di Eropa yang menutup ruang udaranya untuk maskapai-maskapai Rusia.

Meski hanya 18 negara, pergerakan pesawat dari Moskow, yang berdekatan dengan Eropa Barat, menjadi sangat terbatas.

Di sisi lain, Sochi, dengan letak geografisnya yang strategis, menawarkan aksesiblitas lebih baik ke penumpang yang ingin ke negara lain via Laut Hitam. Karenanya, dengan kondisi tersebut, tak heran bila Rossiya sampai mengerahkan tiga Boeing 747-400 antara Moskow dan Sochi.

Baca juga: Lima Maskapai yang Paling Banyak Terbangkan Quadjet, Nomor Satu Sukar Dipercaya

Dari Sochi, Rossiya mengoperasikan penerbangan internasional ke beberapa negara yang dicap bersahabat dan terhubung dengan jaringan internasional menggunakan pesawat Sukhoi Superjet 100 atau SSJ100. Pemilihan pesawat asli Rusia itu juga untuk menghindari penyitaan oleh Barat.

Rossiya saat ini tercatat memiliki 125 pesawat di barisan armadanya. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya adalah Boeing 747. Dengan kondisi iklim penerbangan yang masih belum menentu, Rossiya hanya mengoperasikan tiga armadal Boeing 747. Adapun sisanya dijadwalkan pensiun tahun 2024.

Detik-detik Airbus A380 British Airways Bocor Saat di Ketinggian 30 Ribu Kaki

Pesawat Airbus A380 British Airways mengalami kebocoran saat sedang di ketinggian 30 ribu kaki. Air mengalir deras dari dek atas atau lantai dua pesawat ke lantai bawah melalui tangga depan dan membuat kursi first class serta Club World basah kuyup. Beruntung, air tidak sampai membuat konsleting pada pesawat.

Baca juga: Dilanda Hujan Badai, Pesawat British Airways Alami Kebocoran di Ruang Kabin!

Dilansir The Sun, insiden itu terjadi pada Transatlantik dari London Heathrow ke Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Disebutkan, sejak lepas landas pada pukul 22.40 waktu setempat sampai cruising, tidak ada tanda-tanda masalah. Cuaca dalam penerbangan 12 jam itu juga relatif aman. Barulah saat memasuki ruang udara AS atau jelang mendarat, air tiba-tiba mengalir deras dari lantai atas pesawat.

Awak kabin yang panik berusaha membendung air agar tak sampai menggenangi lantai bawah pesawat menggunakan selimut, karpet, dan lainnya. Namun, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil. Air tetap mengalir deras dan bak air mancur membahasahi lantai bawah.

Melihat derasnya air yang mengalir dari lantai atas melalui tangga depan dan membanjiri lantai bawah, penumpang di penerbangan BA292 pun panik. Mereka khawatir air dapat membuat kabel avionik dan kelistrikan konslet.

Meski berbahaya dan dapat membuat celaka, pesawat dilaporkan tetap melanjutkan penerbangan ke Washington dan mendarat dengan selamat pada pukul 11 siang waktu setempat. Pesawat kemudian langsung ditangani oleh tim mekanik. Tanpa butuh waktu lama, keesokan harinya pesawat sudah beroperasi di penerbangan pulang ke London.

Dalam keterangan resminya, British Airways mengatakan air yang diperkirakan sampai ratusan liter tersebut berasal dari tempat penyimpanan air bersih yang berada di lantai dua. Katup penyimpanan dilaporkan rusak dan membuat air mengalir deras serta membanjiri pesawat.

Menurut ke belakang, insiden pesawat British Airways bocor saat dalam penerbangan bukan kali pertama terjadi.

Pada Juli tahun 2019, sepasang penumpang yang baru saja pulang dari Orlando, Nicola Agiu dan suami mendapati pesawat yang mereka tumpangi mengalami kebocoran. Kejadian ini bermula ketika Nicola dan sang suami duduk tepat di belakang pintu darurat ketika hendak pulang menuju London Gatwick. Kebetulan, cuaca di Orlando sedang hujan badai ketika Nicola dan penumpang lainnya boarding.

Proses taxi, take-off, hingga mengudara masih berjalan lancar kendati cuaca di luar sana sedang tidak bersahabat. Namun tak lama berselang, Nicola melihat ada tetesan air yang rembes melalui celah pintu darurat. Karena panik, Nicola langsung memanggil awak kabin untuk melaporkan temuannya tersebut.

Baca juga: Misteri Balok Es ‘Hujani’ Inggris, Diduga dari Toilet Pesawat Bocor

Guna menenangkan Nicola, awak kabin tersebut mengatakan bahwa kebocoran di dalam pesawat merupakan hal yang normal.

Namun entah dilandaskan oleh apa, tak berselang lama datang lima awak kabin lain bersama sang pilot untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Karena air terus menetes, salah satu awak kabin langsung berinisiatif untuk menggunakan selimut supaya air tidak rembes.

Airbus Gandeng Diehl Aviation Hadirkan Toilet Tanpa Sentuh di Pesawat

Airbus sepakat menjalin kemitraan dengaln Diehl Avation untuk menghadirkan fitur toilet tanpa sentuhan (touchless lavatory) di seluruh pesawat Airbus, baik retrofit pesawat atau pesawat yang sudah ada di tangan maskapai maupun ke pesawat baru.

Baca juga: Lima Inovasi Maskapai di Aircraft Interior Expo (AIX), Nomor 2 Impian yang Jadi Kenyataan

Menariknya, pemasangan fitur toilet tanpa sentuh ini oleh Diehl Aviation di seluruh keluarga pesawat Airbus A320 dan A330ceo dalam semalam. Toilet tanpa sentuh Diehl Aviation ini juga lebih ringan daripada toilet pada umumnya sehingga mengurangi beban total pesawat.

“Kami sangat bangga sekarang memperkuat kerja sama kepercayaan lama kami dengan Airbus juga dalam penjualan. Bersama dengan Airbus, kami dapat membangun solusi retrofit kami untuk toilet tanpa sentuhan lebih cepat dan dengan cakupan yang lebih luas di pasar,” kata Harald Mehring, Chief Customer Officer Diehl Aviation dalam keterangan resminya.

Toilet menjadi salah satu bagian terpenting dalam kabin pesawat. Sebagai produsen pesawat, Airbus juga tak luput memberikan sentuhan inovasi pada toilet.

Sebelumnya, Airbus sudah merilis inovasi yang dinamakan The Airbus Dry Floor system pada gelaran CCA tahun ini. Inovasi tersebut dinilai menjadi solusi dari problem klasik di toilet, yakni becek dan kotor setiap kali selesai digunakan oleh penumpang.

Dengan adanya The Airbus Dry Floor system, nantinya, setiap kali air yang keluar dari kran air di wastafel, aircraft vacuum system dan vacuum nozzle Airbus akan langsung menyedot air sehingga meminimalisir terbuangnya air ke lantai.

Sistem tersebut dinamakan automated vacuum cleaning yang kemudian juga dilengkapi dengan sistem passive transpiration untuk menghisap uang air sehingga kelembaban di dalam toilet tetap terjaga. Namun, kalaupun tetap ada percikan air di lantai, awak kabin dapat dengan mudah menyekanya dengan bantuan kain pel yang mudah digunakan.

Akan tetapi, inovasi teknologi dari Airbus rasanya kurang lengkap. Sebab, air yang sudah terbuang tak bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya, semisal menyiram toilet atau flush.

Celah itu kemudian coba diambil oleh Diehl Aviation. Perusahaan asal Jerman tersebut berhasil menjawab tantangan terbuangnya air di toilet dengan inovasi Grey Water Re-Use Unit.

Nantinya, air bekas pakai dari wastafel bisa kembali digunakan untuk menyiram toilet. Dengan begitu, beban pesawat terhadap air bersih bisa dipangkas. Ujungnya, bisa membuat efisensi bahan bakar di setiap perjalanan pesawat.

Baca juga: ke Toilet Jelang Pesawat Mendarat, Calon Pengantin ‘Dikunciin’ Pramugari Selama 45 Menit

Tak berhenti sampai di situ, perusahaan yang berbasis di Nuremberg, Jerman tersebut juga berhasil mengembangkan konsep Touchless Lavatory. Alhasil, kemungkinan menempelnya kuman dan bakteri di setiap kali penumpang menggunakan toilet bisa diminimalisir dengan mengurangi frekuensi sentuhan.

Setelah lama dinanti, akhirnya kekurangan pada inovasi toilet Airbus dan solusi yang dimiliki Diehl Aviation bisa digabungkan sehingga memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang di toilet.

Dianggap Unik, Virgin Atlantic Izinkan Tato Awak Kabin Dilihat Penumpang! Deretan Maskapai Ini Sudah Lebih Dulu

Tato akhirnya legal bagi pramugari/pramugara Virgin Atlantic. Sebetulnya, awak kabin maskapai asal Inggris tersebut sudah lama diizinkan bertato. Hanya saja tato harus ditutupi selama bekerja. Namun, itu telah berubah. Mulai Selasa awal bulan ini tato sudah tidak harus ditutup. Alasannya, ini dianggap sebagai hal unik.

Baca juga: Ini Kata Pramugari Tentang Seragam yang Mereka Kenakan

Sebelum aturan baru yang mengizinkan tato pramugari/pramugara bebas diperlihatkan ke penumpang, mereka wajib menutup semua tato dengan kemeja lengan panjang, Band-Aids, atau apapun yang bisa menutupinya. Standar seragam awak kabin Virgin Galactic pada dasarnya adalah kemeja lengan pendek, sehingga mereka yang bertato harus meminta kemeja lengan panjang khusus.

“Di Virgin Atlantic, kami ingin semua orang menjadi diri mereka sendiri dan tahu bahwa mereka milik mereka,” kata Estelle Hollingsworth, chief people officer Virgin Atlantic, dalam sebuah pernyataan yang diterima Fortune.

“Banyak orang menggunakan tato untuk mengekspresikan identitas unik mereka, dan kolega kami (pramugari/pramugara) yang berhadapan dengan pelanggan dan berseragam tidak boleh dikecualikan dari melakukannya jika mereka mau,” lanjutnya.

Meski begitu, tidak semua gambar tato diizinkan maskapai Virgin Atlantic. Sebut saja, tato bergambar telanjang, berbau asusila, seks, kata-kata kotor, dan sejenisnya yang mengandur unsur negatif bagi khalayak ramai, tetap harus ditutupi.

Demikian juga tato di leher dan di atasnya, itu juga harus ditutupi. Hanya tato di bawah leher, umumnya di lengan, yang boleh dan memungkinkan untuk diperlihatkan. Namun, kebijakan ini (tato di leher dan di atasnya harus ditutup) sedang dikaji ulang usai implementasi pelegalan tato awak kabin dilihat penumpang saat bertugas.

Kebijakan pelonggaran penggunaan tato oleh awak kabin Virgin Atlantic ini tentu bukan yang pertama. Sebelumnya, deretan maskapai ini sudah lebih dahulu mengizinkan tato pramugari/pramugara untuk dibiarkan terlihat penumpang dan tidak wajib ditutup.

Tahun lalu, United Airlines mengizinkan aturan serupa asalkan tidak lebih besar dari badge atau lencana kerja.

Air New Zealand, maskapai nasional Selandia Baru, juga telah mengeluarkan aturan serupa sejak tahun 2019 selama tato pramugari/pramugara tidak menyinggung pihak manapun.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh

Selain dua itu, maskapai lain seperti American Airlines, easyjet, Southwest Airlines, dan Delta Air Lines, juga telah lama melegalkan tato untuk pramugari/pramugara.

Hanya saja, keempat maskapai tersebut masih sebatas aturan lama Virgin Atlantic, dimana saat bekerja mereka harus menutupi tato di lengan dan di bagian manapun tubuh yang terlihat dengan perban atau apapun yang bisa menutupinya.

Lima Inovasi Maskapai di Aircraft Interior Expo (AIX), Nomor 2 Impian yang Jadi Kenyataan

Industri penerbangan adalah salah satu moda transportasi yang paling cepat dengan perubahan. Setiap hari, inovasi demi inovasi dilakukan berbagai pihak, mulai dari eksterior sampai interior. Terkait interior, ada banyak wadah untuk menunjukkan inovasi tersebut, salah satunya Aircraft Interior Expo (AIX).

Baca juga: (2) 15 Inovasi Interior Cegah Penyebaran Covid-19 di Pesawat, Nomor 12 Dinilai Paling Aman

Setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, gelaran Aircraft Interior Expo (AIX) tahun ini ahirnya dihelat di Hamburg, Jerman. Ada ratusan stand inovasi interior dari berbagai perusahaan. Dari semua itu, setidaknya ada lima yang menarik untuk dibahas. Dilansir dari Simple Flying, berikut selengkapnya.

5. Kursi baru Finnair

Kursi baru kelar bisnis Finnair. Foto: FlightGlobal

Sudah jadi rahasia umum bahwa Finnair adalah salah satu maskapai penerbangan di Eropa yang gemar berinovasi. Dalam gelaran AIX, maskapai nasional Finlandia itu memamerkan kursi kelas bisnis baru di armada Airbus A330 dan A350-nya.

Kursi baru Finnair tersebut bisa dibilang sangat inovatir lantaran tidak memiliki fitur recline seat atau berbaring. Ini tentu saja menjadi pertanyaan banyak pihak, seberapa nyaman kursi tersebut tanpa bisa direbahkan ke belakang untuk membuat penumpang nyaman dan rileks?

Disebutkan, ketika dijajal, kursi tersebut ternyata jauh lebih nyaman dari yang dibayangkan. Kursi tersebut bahkan diklaim lebih nyaman dari sebelumnya untuk digunakan di penerbangan lintas benua.

4. Meja baki Recaro

Foto: Recaro

Meja baki sejak lama menjadi bagian yang jarang mendapat perhatian perusahaan interior pesawat. Namun, dalam gelaran AIX kali ini, Recaro, perusahaan dengan bisnis utama di bidang kursi pesawat, memperkenalkan meja baki baru. Itu bukan berupa meja baki lipat seperti pada umumnya melainkan hanya menawarkan tempat penyimpanan untuk dua botol atau tumblr.

Meski terlihat inovatif, namun pada umumnya ini mendapat respon negatif dari para pengunjung yang datang ke pameran.

3. Kursi daur ulang ELeather

Foto: ELeather

Keberlanjutan dalam industri penerbangan tidak hanya mencakup pengembangan mesin pesawat agar lebih efisien dan membakar lebih sedikit Avtur sehingga mengurangi emisi karbon. Tetapi juga mencakup kursi daur ulang di pesawat, seperti yang dipamerkan ELeather.

Sejak tahun 2011, perusahaan asal Inggris itu konsisten melakukan daur ulang kulit jok hingga menyentuh angka 7.996 ton kulit dan membuatnya menjadi kursi pesawat. Tak tanggung-tanggung, produk kursi pesawat daur ulang ELeather ini bahkan sudah digunakan oleh maskapai besar dunia, mulai dari American Airlines, Delta Air Lines , easyJet, KLM, Wizz Air, sampai Southwest Airlines.

2. Invisibe Airshield Pexco Aerospace

Posisi Invisible AirShield berada tepat di atas kepala setiap penumpang. Foto: CNN International

Pasca pandemi Covid-19, ada kecenderungan penumpang lebih memilih maskapai yang mengaplikasikan produk inovatif di pesawat. Salah satunya invisible Airshield buatan Pexco Aerospace.

Sebagaimana namanya, Invisible AirShield berfungsi untuk melindungi penumpang yang satu dari penumpang lainnya melalui sekat udara –layaknya sekat partisi pada produk dari perusahaan lainnya- serta meningkatkan aliran udara dan membantu menekan penyebaran kuman di dalam kabin antar penumpang.

1. Layar IFE baru Panasonic

Foto: Panasonic

Produk turunan berteknologi OLED Panasonic dengan kualitas 4K terus menjamah interior pesawat. Yang terbaru adalah layar IFE yang sangat tipis, elegan, dan warna yang lebih cerah.

Lebih dari itu, layar IFE OLED Panasonic yang dilengkapi kemampuan USB-C dan Bluetooth generasi ke-5 ini juga memudahkan maskapai untuk melakukan peningkatan teknologi pada layar IFE sehingga lebih efektif dan efisien.