Bertemu Vladimir Putin, Pesawat Kepresidenan Jokowi Boeing 777-300 PK-GIG Telah Mendarat di Moskow

Setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kiev. Presiden Jokow Widodo kemudian kembali ke Polandia dengan menggunakan kereta luar biasa selama 11 jam. Dan sesuai jadwal, pemimpin negara Asia pertama yang bertandang ke Ukraina itu melanjutkan lawatan dalam misi perdamaian ke Rusia untuk menemui Presiden Vladimir Putin di Moskow.

Baca juga: Terbangkan Jokowi ke Washington, Garuda Indonesia Kembali Operasikan Boeing 777-300ER Sebagai Pesawat Kepresidenan

Dan dari hasil pantauan di situs Flightradar24.com, diketahui bahwa pesawat kepresidenan Garuda Indonesia Boeing 777-300ER (Extended Range) PK-GIG telah mendarat di Moscow Vnukovo International Airport setelah bertolak dari Rzeszow International Airport di Polandia. Waktu tempuh dari Rzeszow ke Moskow adalah 2 jam 2 menit, dan PK-GIG diketahui telah mendarat pada 30 Juni 2022, pukul 13.04 waktu setempat.

Bandara Vnukovo (kode IATA: VKO, ICAO: UUWW) adalah bandara internasional yang terletak di 28 kilometer barat daya dari pusat kota Moskow. Di sekitaran Moskow sendiri terdapat tiga bandara internasional, selain Vnukovo ada Sheremetyevo dan Domodedovo. Bandara Vnukovo dibuka dan digunakan untuk operasi militer selama Perang Dunia II, tetapi menjadi fasilitas sipil setelah perang.

Debut Boeing 777-300 PK-GIG sebagai pesawat kepresidenan mulai dikenal publik saat pesawat twinjet ini dipersiapkan untuk misi penerbangan Presiden Jokowi untuk menghadiri ASEAN-US Summit 2020 bulan Maret 2020 di Las Vegas, Amerika Serikat. Meski lawatan ke AS kemudian dibatalkan karena meroketnya kasus Covid-19 global, PK-GIG telah di cat dengan livery pesawat kenegaraan.

Baca juga: Hari Ini, 17 Tahun Lalu, Penerbangan Perdana Boeing 777-300ER dengan Kemampuan Endurance 19 Jam!

Boeing 777-300 merupakan pesawat terbesar untuk kategori pesawat komersial mesin ganda dengan spesifikasi teknis mentereng. Dan untuk Boeing 777-300ER, mesinnya, General Electric GE90-115B memiliki diameter yang sedikit lebih besar daripada diameter kabin Boeing 737, dan mesin ini merupakan mesin pesawat dengan gaya dorong terkuat di dunia. Boeing 777-300ER dapat mengangkut antara 314 – 451 penumpang dan memiliki jangkauan dari 9.695 sampai 17.372 km.

Bila Tarif Batas Atas Tak Direvisi, Maskapai Bersiap Pangkas Rute Penerbangan

Tarif Batas Atas (TBA) yang ditentukan Kementerian Perhubungan rupanya bisa berdampak pada berkurangnya rute-rute penerbangan. Lantaran TBA belum dinaikan oleh pemerintah, maka maskapai kesulitan untuk mendapatkan keuntungan, dimana keuntungan yang diperlukan oleh maskapai adalah hal penting untuk mempertahankan biaya operasional. Untuk itu, beberapa rute penerbangan yang agak sepi peminat bisa jadi akan dipangkas bila TBA tidak direvisi.

Baca juga: Maskapai Kembali Terbangkan Pesawat Penumpang, Bagaimana Tarif Batas Atas dan Bawah Tiketnya?

Seperti dikutip dari laman Kompas.com (29/6/2022), President Director of Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro dihadapan Komisi V DPR RI pada Selasa (28/6/2022), mengungkapkan kesulitan mendapatkan keuntungan di masa pandemi. Oleh karenanya, dia meminta agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat, terutama di rute-rute tertentu agar maskapai bisa mendapatkan keuntungan. Sebab musabab dari permintaan revisi TBA terkait kenaikan harga bahan bakar avtur dan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

“Kami coba untuk patuh kepada regulasi, bahkan rute-rute yang memang di-TBA-nya kami tidak bisa untung 100 persen. Kalau ini kami dipaksakan untuk bisa mengikuti TBA, otomatis kami mungkin sama dengan yang lainnya, tidak sanggup untuk menjalankan rute tersebut,” kata Daniel Putut. Ia memberikan ilustrasi rute Denpasar – Lombok yang saat ini telah kembali normal, setelah beberapa saat lalu sempat meroket saat penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Daneil menambahkan, regulator idealnya memasukkan biaya perawatan dan sparepart pesawat sebagai unsur tambahan penentu tarif tiket pesawat dan merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019. “PM 20 tahun 2019 dikeluarkan saat sebelum pandemi di 2020 sehingga banyak sekali revisi atau paling tidak direview yang harus dilakukan sehingga paling tidak cost operational pesawat itu bisa kita readjust. Karena memang alat utama bisnis penerbangan adalah pesawat sehingga komponen-komponen ini yang memang harus kita sama-sama pertimbangkan khususnya dengan stakeholder,” jelasnya.

Biaya sparepart pesawat yang dibayar menggunakan dollar AS mahal Daniel mengatakan, biaya komponen sparepart pesawat saat ini masih sangat tinggi karena dibayar menggunakan dollar AS. Padahal selama pandemi Covid-19, biaya perawatan pesawat ini sudah meningkat akibat penyedia material dan bahan untuk perawatan pesawat banyak yang tutup. Hal ini membuat maskapai kesulitan untuk bangkit kembali setelah sempat terhenti operasionalnya saat pemerintah menetapkan pembatasan perjalanan.

Baca juga: Bagaimana Bisa Naiknya Harga Avtur Bakal Rugikan Maskapai dan Penumpang?

Oleh karenanya, dia meminta regulator atau Kementerian Perhubungan untuk merevisi biaya tambahan yang dimasukkan ke dalam unsur penentu tarif tiket pesawat yang diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019. “Setelah masa pandemi, kami memang sudah mulai bangkit walaupun kebangkitan kami juga memerlukan dukungan dari seluruh stakeholder mengingat cost dollar AS yang masih sangat tinggi.

Wow! Penampakan Kereta Ukur Buatan Swiss Tiba di Tanjung Priok, Jakarta

Jagat media sosial di hebohkan oleh kemunculan foto yang tidak diduga dan baru menyadari bahwa adanya kereta mekanik yang dipesan oleh PT Kereta Api Indonesia. Ya inilah penampakan dari kereta ukur untuk Indonesia yang didatangkan langsung dari Swiss dan akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu 29 Juni 2022. Terlihat dalam foto kereta ukur tersebut sudah berada diatas trailer multi axle berada di jejeran truk yang siap dikirim je berbagai daerah.

Baca juga: Ini Dia Penampakan Nomor Kereta Ukur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang Akan Dikirim ke Jakarta

Foto yang sempat di jadikan profil oleh instagram yang bernama: @bymekanik.cnp ini menunjukkan warna yang sudah dipesan oleh KAI berrwarna biru dan oranye. Hingga saat ini kabarpenumpang.com sempat menghubungi akun instagram tersebut namun belum ada konfirmasi lengkap mengenai kereta ukur baru itu. Tapi menurut beberapa informasi kereta ukur ini bisa digunakan untuk pengukuran listrik aliran atas (LAA) seperti kereta ukur Galunggung buatan PT INKA.

Pengendalian kereta ukur bernomor 7190 ini semua sistemnya sudah komputerisasi modern dan serba digital. Berbeda dengan kereta ukur yang sudah ada bernomor EM120 masih beberapa menggunakan analog.

Baca juga: Ada Kereta Penggaris atau Kereta Ukur? Yuk Kenali Lebih Dekat

Menurut dari berbagai sumber kereta ukur ini akan bertolak dari Jakarta menuju Balai Yasa Mekanik di Cirebon melalui jalan raya dengan truk trailer tadi malam dan rencana tiba antara Jumat atau Sabtu dini hari. Lalu jika kereta ukur baru ini sudah datang, bagaimana nasib kereta ukur lainnya yang sudah ada? (PRAS – Cinta Kereta Api)
























Di Bandara AS, Boarding Pass dan KTP ‘Haram’ Saat Lewati Boarding Gate

Di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, banyak bandara yang masih menerapkan standar yang membuat penumpang rumit atau kerepotan. Salah satunya membawa dan menunjukkan boarding pass yang sudah dicetak beserta kartu identitas. Namun, di 176 bandara di Amerika Serikat (AS), penumpang tidak perlu lagi menunjukkan boarding pass.

Baca juga: Inilah CLEAR, Teknologi Baru di Bandara: Penumpang Tak Perlu Keluarkan KTP atau Paspor!

Inovasi ini tak lepas dari keterlibatan pemindai teknologi otentikasi kredensial atau credential authentication technology (CAT) scanner.

Berkat teknologi ini diprogram untuk secara otomatis mencocokkan nomor induk kependudukan (NIK), nama, tempat tanggal lahir, dengan manifes penumpang yang terhubung ke database Secure Flight secara real time. Dengan begitu, penumpang bisa melewati boarding gate tanpa menunjukkan boarding pass dan KTP atau paspor.

“Tidak perlu boarding pass saat ini karena database Secure Flight berisi nama dan detail penerbangan untuk orang yang ditiket untuk melakukan perjalanan dalam 24 jam ke depan,” kata Lorie Dankers, juru bicara TSA, dalam keterangannya baru-baru ini kepada CN Traveler.

Meski begitu, itu tidak serta merta melewati boarding gate begitu saja. Penumpang masih perlu menyerahkan kartu identitas mereka ke petugas TSA atau memasukkan sendiri melalui KiosK, tergantung di bandara. Sejauh ini, teknologi tersebut sudah tersedia di 176 bandara.

Di AS, teknologi tersebut memang sudah banyak digunakan. Hanya saja itu dikerjakan oleh banyak vendor swasta sehingga teknisnya berbeda-beda, sekalipun rumpun teknologinya sama.

Di Bandara Internasional Palm Beach (PBI), Florida, misalnya, di sini lebih dari sekedar tidak menunjukkan kartu identitas dan boarding pass saat di borading gate. Lebih dari itu, berkat teknologi CLEAR, sejenis dengan teknologi otentikasi, penumpang juga bisa melewati bukan hanya boarding gate melainkan juga security check dan lainnya tanpa perlu mengeluarkan KTP atau paspor.

Setelah terdaftar dan tiba di bandara, penumpang cukup mendatangi gerai CLEAR di berbagai concourse di Bandara Palm Beach, sebelum security checkpoint.

Baca juga: Vision-Box Hadirkan Teknologi Identitas Digital dengan Biometrik Canggih di Bandara

Cara menggunakannya juga simpel, penumpang hanya perlu berdiri di depan perangkat CLEAR dengan jarak sekitar satu meter dan teknologi biometrik pada CLEAR akan membaca data diri penumpang melalui mata dan sidik jari sehingga tak lagi perlu mengeluarkan KTP atau paspor saat skrining keamanan.

Hal ini dipercaya dapat mempercepat proses skrining keamanan bagi penumpang yang menggunakan layanan tersebut. Dengan begitu, kepadatan akan terurai sekalipun traffic sedang meningkat tajam saat liburan musim panas.

Sepak Terjang Tugas Seorang Masinis Hingga Kantongi Gaji Puluhan Juta Rupiah

Berwibawa, gagah dan profesional. Itulah profesi yang di embani oleh seorang masinis yang bertanggung jawab dalam menjalankan tugas mengantar penumpang di berbagai wilayah. Ya, seorang masinis khususnya di wilayah Jabodetabek menjalankan tugas di KAI Commuter mampu mengantongi gaji hingga Rp20 juta dalam satu bulan. Tugas yang sangat beresiko dan penuh tanggung jawab ini harus dilakukan setiap hari pada seorang masinis. Masinis yang bergaya bak seorang pilot ini merupakan profesi yang menjanjikan dengan jam terbang yang telah disesuaikan.

Baca juga: Intip Besaran Gaji Masinis Yuk, Nominalnya Bikin Melongo!

Walau memiliki profesi yang menjanjikan dengan jam terbang yang sesuai aturan yang berlaku, masinis tak sepenuhnya harus berjibaku menjalankan KRL (kereta rel listrik) terus menerus. Walau tergantung pada jam terbang, minimal masinis dalam satu bulan bisa membawa pulang gaji sebesar Rp12 juta. Nah, jika tertarik dengan profesi masinis yang dijabarkan tadi, kira-kira syarat utama menjadi masinis apa, ya?

Hal utama syarat menjadi masinis adalah harus sehat dengan kategori sehat tipe A. Maksudnya tidak boleh memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit berbahaya lainnya, tidak memakai kacamata dan tentunya harus bebas dari narkoba. Tinggi badan pun mempengaruhi yaitu minimal 160 centimeter.

Kemudian pendidikan juga diutamakan saat masuk menjadi masinis yaitu memegang ijazah SMA atau sederajat, kemudian persyaratan umum lainnya harus dimiliki termasuk nilai ijazah yang rata – rata 7. Setelah melewati proses tersebut, maka calon masinis harus mengikuti diklat. Diklat juga dilakukan secara bertahap selama satu tahun yang nanti hasilnya calon masinis akan mengantongi sertifikasi KO 61, dilanjutkan diklat selanjutnya untuk mengantongi KO 62.

Untuk KO 62 sendiri calon masinis akan bertugas sebagai asisten masinis terlebih dahulu sebelum diizinkan membawa kereta yang membawa penumpang dan tanpa asisten. Asyiknya selama roses diklat saja, calon masinis sudah mendapatkan gaji, meskipun cuma gajji pokok saja. Gaji pokok tersebut didapatkan masinis sebesar Rp 4jutaan dan belum termasuk tunjangan lainnya. Proses tersebut dilalui mulai dari teori hingga ke praktek.

Untuk teori juga tersedianya kelas – kelas yang diikuti mulai dari teori teknis dan lain sebagainya. Ternyata sebelum dilakukan praktek, para peserta diklat ini melakukan latihan menggunakan Commuter Train Simulator dengan simulator seperti pada aslinnya. Setiap peserta yang berlatih pun akan dinilai saat mencoba simulator tersebut berikut dengan nilai hasilnya.

Baca juga: Commuter Training Simulator, Bantu Calon Masinis Uji Sertifikasi

Lalu bagaimana dengan prakteknya? Saat praktek, calon masinis tentu saja akan melakukan secara langsung membawa kereta namun tidak membawa penumpang. Untuk Commuter Line sendiri, para peserta akan praktek di Depo KRL Depok dengan uji coba mulai dari prosedur awal hingga menjalankan dengan berbagai macam kecepatan. Praktek ini dilakukan selama 2 tahun setengah. Bagaimana ingin jadi masinis KRL? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Permudah Naik LRT Jabodebek, Penumpang Cukup Bayar Pakai Kartu Uang Elektronik

LRT Jabodebek sebentar lagi akan dioperasikan warga pun pasti tak sabar untuk menikmati perjalanan dengan kereta buatan anak bangsa ini. Sebanyak 18 stasiun yang akan disinggahi LRT melintasi area Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Rangkaian kereta pun selalu di uji coba secara bertahap dan kesiagaan dalam pengecekan selalu dilakukan. Tak hanya rangkaian kereta yang dilakukan pengecekan, bagian vital dari wilayah LRT pun harus dilakukan pengecekan, seperti rel, persinyalan, bangunan stasiun dan fasilitas penunjang untuk penumpang.

Baca juga: Segera Launching, Inilah Metode dan Sistem Pembayaran Tiket LRT Jabodebek

Sebagai langkah kemudahan bagi penumpang yang akan menggunakan LRT Jabodebek, nantinya akan dilakukan sistem pembayaran menggunakan kartu uang elektronik, yang terdiri dari Multi Trip, Dompet Digital, ataupun kartu elektronik perbankan lainnya. Cara ini sudah dirasa mudah mengingat transportasi di Jakarta semua sudah menggunakan kartu uang elektronik. Pengisiannya pun cukup di loket – loket stasiun dan terdapat unit vending machine yang tentunya sudah di sediakan. Seperti yang di kabarkan, LRT Jabodebek melewati 18 stasiun, diantaranya Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

Dengan adanya LRT Jabodebek, penumpang khususnya yang berada di wilayah yang dilewati LRT dapat mempermudah perjalanan ke berbagai wilayah di Jabodebek untuk melakukan aktivitas dengan mudah. Tak perlu khawatir lagi terjebak kemacetan yang dapat perjalanan jadi sia – sia karena waktu yang terbuang. Dan mempermudah dalam menggunakan LRT Jabodebek cukup dengan pembayaran kartu uang elektronik. Dan diketahui LRT Jabodebek akan melakukan soft launching pada 17 Agustus 2022 mendatang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Transit di Kuala Lumpur, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta/Bali ke Kochi/Mumbai (India)

Dengan pesawat narrow body Boeing 737 series, Batik Air yang berbasis di Malaysia  mengumumkan per 1 Agustus 2022 akan memperluas koneksi internasionalnya antara Indonesia dan India. Dalam rute bari ini, ada dua titik koneksi dari Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Sementara titik koneksi di India, yakni Bandara Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai dan Bandara Kochi.

Baca juga: Batik Air Layani Penerbangan Langsung Denpasar – Brisbane, ke Melbourne Kini 1x Setiap Hari

Kesemua penerbagan dari dan pergi antara Indonesia dan Malaysia akan transit di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. CEO Batik Air, Capt. Mushafiz Bin Mustafa Bakri dalam siaran pers mengatakan, “Batik Air senantiasa mendukung program pemerintah di masing-masing negara (Indonesia, Malaysia dan India) dalam tahap pemulihan ekonomi global. Salah satu upaya yang dilakukan Batik Air dengan menambahkan kota tujuan Mumbai dan Kochi di India pada peta layanan internasional. Penerbangan memberikan nilai lebih yakni saling terkoneksi atau saling menghubungkan destinasi favorit meliputi kawasan Asia Tenggara: Jakarta, Bali dan Malaysia dengan Asia Selatan di Mumbai dan Kochi.”

Seiring pemulihan perjalanan udara yang diikuti peningkatan permintaan pasar penerbangan Jakarta – Mumbai, Jakarta – Kochi, Bali – Mumbai dan Bali – Kochi melalui (transit) Bandar udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) akan semakin meningkatkan hubungan bilateral antarnegara, memperlancar pergerakan aktivitas perekonomian internasional serta mempermudah akses bagi pebisnis dan wisatawan untuk berkunjung ke kota besar yang memiliki objek wisata populer, pusat perdagangan serta potensi pengembangan bisnis.

Baca juga: Kenapa Musim Hujan di India Bisa Tingkatkan Risiko Bird Strike?

Untuk penerbangan antara Indonesia dan India, Batik Air menawarkan tarif tiket spesial satu kali terbang (one way)
1. Jakarta ke Mumbai mulai dari Rp4.050.300
2. Jakarta ke Kochi mulai dari Rp3.121.300
3. Bali ke Mumbai mulai dari Rp4.389.300
4. Bali ke Kochi mulai dari Rp3.110.300

Bandara Pakyong di Timur Laut India, Tawarkan Eksotisme Himalaya

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya lepas landas atau mendarat di sebuah bandara yang memiliki lanskap pegunungan Himalaya? Wah, pasti keren banget ya! Nah, sekarang Anda tidak perlu repot-repot membayangkannya lagi, karena Bandara Pakyong siap untuk memanjakan setiap pengunjung yang datang atau hendak bertolak dari bandara yang terletak di Sikkim, sebelah Timur Laut India ini.

Baca Juga: Berada di Atas Awan, Daocheng Yading Jadi Bandara Tertinggi di Dunia!

Bertengger di ketinggian 1.400 mdpl, bandara yang baru dibuka pada 24 September 2018 ini masuk ke dalam salah satu bandara tertinggi di India. Tidak hanya itu, Bandara Pakyong juga menyandang predikat sebagai greenfield airport pertama di wilayah Timur Laut India.

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, greenfield airport merupakan bandara yang mencerminkan kualitas lingkungan tertentu. Biasanya bandara ini akan menggunakan lahan kosong yang sebelumnya belum pernah dikembangkan. Sementara itu, lahan hijau (green field) yang dimaksud di sini didefinisikan sebagai hamparan lahan luas yang masih alami seperti padang rumput.

Sumber: News on Screen

Adapun bandara yang menduduki lahan seluas 900 hektar ini diharapkan dapat membantu peningkatan pendapatan daerah Sikkim, terutama di sektor pariwisatanya. Ya, Sikkim seolah merupakan gerbang menuju daerah-daerah di sekitarnya seperti Bengal Barat di sebelah Selatan dan Bhutan di sebelah Timur.

Dikutip dari laman telegraph.co.uk, bandara yang memiliki ukuran landas pacu 1.700m x 30m ini akan mulai mengoperasikan penerbangan perdananya pada 4 Oktober mendatang. Pembangunan bandara ini diperkirakan menelan dana hingga US$68,7 juta atau yang setara dengan Rp1,03 triliun. “Pembangunan bandara ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa,” ujar Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Baca Juga: Bandara-Bandara Tertinggi di Dunia, Sebagian Besar Berada di Cina

Salah satu keindahan lanskap yang bisa Anda lihat dari Bandara Pakyong adalah Gunung Kanchenjunga, gunung tertinggi ketiga di dunia setelah Gunung Everest dan Chogori. “Sikkim adalah salah satu negara bagian terindah di India, dimana tanaman dan tanahnya tergolong cukup subur karena curah hujan yang cukup tinggi. Penampakan Gunung Kanchenjunga yang menjulang semakin menambah keajaiban dari tempat ini,” ujar salah satu pelancong yang pernah mengunjungi Sikkim pada tahun 2010 silam, Jon Stock.

Duh, jadi semakin penasaran ya sama bandara berkode PYG ini! Sekiranya Anda ada kesempatan, jangan lupa untuk mengudara dari sini dan nikmati lukisan Sang Pencipta.

 

Widebody vs Narrowbody: Bagaimana Perbedaan dan Persamaan Pekerjaan Pramugari di Kedua Jenis Pesawat?

Terlepas dari besarnya pundi-pundi rupiah yang dibawa pulang serta pengalaman jalan-jalan di banyak destinasi wisata di seluruh dunia selama layover, pramugari atau awak kabin pada umumnya memilki segudang tugas. Tugas-tugas tersebut bisa jadi lebih ringan atau lebih berat dijalani, tergantung pada jenis pesawat, widebody atau narrobody.

Baca juga: Ini Perbedaan Penerbangan Jarak Jauh dan Jarak Pendek dari Kacamata Pramugari

Pesawat narrowbody atau pesawat berbadan sempit sendiri adalah pesawat yang memiliki satu lorong atau single aisle. Dahulu, definisi pesawat narrowbody identik juga dengan dua mesin atau lebih, tiga atau empat. Namun, saat ini definisi tersebut sudah tidak ada lagi mengingat sudah banyak pesawat widebody atau lebih dari satu lorong hanya dilengkapi dengan dua mesin.

Dari definisi tersebut, Airbus A320 dan Boeing 737 termasuk dalam kelompok pesawat narrowbody. Umumnya, pesawat jenis ini dioperasikan dalam konfirgurasi tunggal (satu kelas) dan dua kelas, ekonomi dan bisnis. Sebagian besar pesawat beroperasi di rute jarak pendek maupun menengah.

Pesawat narrowbody pada umumnya berkapasitas 100-200an penumpang. Adapun pesawat narrowbody terbesar adalah Boeing 757-300 yang berkapasitas hingga 295 penumpang.

Sedangkan widebody atau pesawat berbadan lebar adalah pesawat yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Umumnya, pesawat berbadan lebar digunakan untuk rute-rute jarak jauh ataupun menengah, baik penumpang maupun kargo, sekalipun ada juga maskapai yang menggunakan widebody untuk jarak pendek, salah satunya Emirates yang mengoperasikan rute terpendek A380 di dunia.

Dari segi jumlah penumpang, umumnya widebody mengangkut antara 200-850 penumpang dengan konfigurasi tiga kelas ataupun full ekonomi. Untuk konfigurasi full ekonomi, formasinya berbeda-beda, bergantung pada kebijakan masing-masing, entah 2-3 -2, 3-3-3, atau 3-4-3.

Pesawat widebody juga diartikan sebagai pesawat dengan dua lorong, sekalipun hanya memiliki dua mesin, yang mematahkan pendapat dimana widebody diartikan sebagai pesawat dengan empat mesin. Sedangkan dua ataupun satu tingkat, hal itu tidak menjadi acuan sebuah pesawat disebut widebody.

Dari sisi awak kabin atau pramugari/pramugara, pesawat widebody dan narrowbody secara umum tidak mempengaruhi rutinitas pekerjaan. Hanya saja, detail-detailnya berbeda, salah satunya komposisi tim. Biasanya, pada pesawat narrowbody hanya ada tiga sampai lima awak kabin per penerbangan dengan asumsi satu awak kabin melayani 50 penumpang.

Dengan kapasitas yang jauh lebih besar, pesawat widebody sudah pasti membutuhkan lebih banyak awak kabin. Namun, pada jenis pesawat ini, perbandingannya adalah satu pramugari untuk kurang dari 50 penumpang dan jumlah ini disesuaikan dengan banyaknya pintu pesawat.

Pada pesawat Airbus A349, misalnya, dibutuhkan sekitar sembilan pramugari. Di pesawat Airbus A380, rata-rata dibutuhkan 21-26 pramugari tergantung maskapai, jarak penerbangan, dan jumlah penumpang.

Baca juga: Berapa Banyak Pramugari yang Dibutuhkan di Sebuah Pesawat?

Dalam pembagian tugas pun, pesawat narrowbody dan widebody membedakan detail itu kepada pramugari. Pada pesawat narrowbody, biasanya awak kabin senior dan satu pramugari akan fokus melayani bagian depan kabin, baik kelas bisnis maupun ekonomi. Bila penumpang kelas bisnis sedikit, ini akan dilayani sendirian oleh pramugari senior dan pramugari lainnya melayani kelas ekonomi.

Pada pesawat widebody, pembagian tugas pramugari juga hampir sama. Bedanya adalah pramugari senior biasanya akan lebih banyak mengatur hal-hal teknis, salah satunya seperti pembagian snack atau makanan. Demikian seperti dikutip dari Simple Flying.

Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah dengan Segudang Kontroversi

Selain United Airlines, satu maskapai lain yang kerap menuai kontroversi adalah Low Cost Carrier asal Irlandia, Ryanair. Setelah pemberitaan terakhir menyebutkan bahwa maskapai ini telah ‘menelantarkan’ awak penerbangnya di Bandara Malaga, Spanyol, namun siapa sangka bahwa awak kabin dari maskapai ini harus membayar seragam dan biaya kursus dari kocek pribadi? Nilainya pun mencapai Rp6,2 juta. Duh, ada-ada saja ya regulasi yang diberlakukan oleh maskapai yang bermarkas di Dublin ini.

Baca Juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat!

Kira-kira ada fakta nyeleneh apalagi yag yang terselip di balik nama Ryanair? Berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah fakta unik dari Ryanair, dirangkum dari berbagai laman sumber.

Awal Berdirinya Website Ryanair
Sedikit mundur ke tahun dimana laman website baru booming, pihak Ryanair dapat dengan cepat melihat potensi keuntungan yang dapat diraup melalui dunia maya. Alih-alih menggunakan jasa ahli di bidang desain laman website, Ryanair lebih memilih beberapa siswa dari Trinity untuk mendesain laman web awalnya.

Rute Perdana
Didirikan pada 28 November 1984, Ryanair hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun untuk memulai operasi perdananya. 8 Juli 1985 menjadi tanggal dimana maskapai ini menyanggupi penerbangan komersial perdananya. Dengan menggunakan Embraer Bandeirante turboprop aircraft, melakoni operasi perdananya di rute pendek, Waterford menuju Gatwick.

Operator Boeing 737-800 Terbesar
Hampir mirip seperti Emirates yang hanya menggunakan dua jenis pesawat saja (Airbus A380 dan Boeing 777), Ryanair juga termasuk salah satu maskapai yang paling minim mengelola variasi armada. Dari 450 armada yang menggunakan livery Ryanair, 449 diantaranya merupakan Boeing 737-800, dan satu sisanya adalah Boeing 737-700.

Dikutip dari laman sumber lain, Ryanair kini tengah menantikan 135 unit armada Boeing 737 MAX 8 – jenis yang sama dengan Lion Air JT-610. Sebagai informasi tambahan, Ryanair tidak pernah menggunakan armada Airbus, lho!

Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Digandrungi Penumpang Karena Murah
Nama Ryanair muncul di urutan kedua dalam daftar maskapai Eropa yang paling banyak mengangkut penumpang terjadwal dan charter yang dirilis oleh Wikipedia. Terhitung pada bulan September 2018, Ryanair telah menerbangkan sebanyak kurang lebih 105,3 juta penumpang.