Ilyushin Il-18 Coot. Pesawat Pertama Aeroflot yang Melayani Penerbangan Moskow – Jakarta

Dalam konstelasi Perang Dingin, Indonesia tak luput menjadi ajang tarik menarik antara kepentingan Barat dan Uni Soviet. Dan buah dari aktivitas bisnis, perdagangan dan pertahanan antara Amerika Serikat dan Soviet, adalah masuknya penerbangan internasional asal kedua negara ke Indonesia. Bila AS dengan maskapai Pan Am melayani penerbangan ke Indonesia (Jakarta) pada tahun 1960, maka Soviet dengan Aeroflot membuka penerbangan Moskow – Jakarta pada tahun 1961.

Baca juga: Ketika Jakarta Jadi Pusat Perang Dingin Rusia vs Barat Lewat Penerbangan Internasional

Sebagai penerbangan pembuka, Pan Am mengawalinya dengan rute San Francisco/Los Angeles-Honolulu-Manila-Saigon (Vietnam)-Singapore-Jakarta. Sementara Aeroflot menyambangi Indonesia dengan rute Moskow (Bandara Internasional Sheremetyevo)-Jakarta (Bandara Internasional Kemayoran). Dikutiup dari Aviahistoria, Penerbangan ke Jakarta oleh Aeroflot melalui transit di Tashkent, New Delhi, dan Rangoon, seminggu sekali pada hari Rabu dan perjalanan kembali Jakarta – Moskow pada hari Jumat, dengan waktu perjalanan sekitar 24 – 26 jam.

Sebagai informasi, jarak antara Jakarta – Moskow sekitar 9.310 km, yang artinya saat itu memang harus dilakukan penerbangan transit. Dalam rute penerbangan ke Jakarta, Il-18 Aeroflot menggunakan konfigurasi 80 – 89 penumpang, yang dibagi ke dalam dua kelas – First Class dan Tourist Class.

Bila Pan Am melayani penerbangan jarak jauh ke Jakarta menggunakan pesawat jet Boeing 707 dan Douglas DC-8, maka sebalikya Aeroflot melayani penerbangan ke Jakarta menggunakan pesawat turboprop Ilyushin Il-18. Baru kemudian, Aeroflot mengerahkan pesawat terbaru Ilyushin Il-62 yang lebih canggih dibanding Il-18 mulai tahun 1970-an.

Meski belum ditemukan foto otentik tentang Ilyushin Il-18 Aeroflot di bandara Indonesia. Namun, menarik untuk dicermati tentang sosok pesawat turboprop yang melayani penerbangan jarak jauh.

Dirunut dari sejarahnya, Il-18 produksi Moscow Machinery Plant terbang perdana pada 4 Juli 1957. Pesawat bermesin turboprop 4× Ivchenko AI-20M ini hadir dalam beragam varian. Selain utamanya terlahir sebagai pesawat penumpang, Il-18 beberapa juga diciptakan Soviet sebagai pesawat intai untuk keperluan mata-mata. Lantaran aktif digunakan sebagai pesawat milliter, lantas NATO memberi kode Il-18 sebagai “Coot”.

Il-18 dengan kru sembilan orang dapat membawa 65 – 120 penumpang. Saat terbang membawa kapasitas bahan bakar 30.000 liter, Il-18 mampu terbang sejauh 6.500 km – pada kondisi payload 6,5 ton.

Baca juga: Soekarno, Jadi Presiden RI yang Paling Banyak Melakukan Lawatan ke Moskow

Sebagai pesawat turboprop narrow body, Il-18 dapat melesat dengan kecepatan maksimum 675 km per jam (Mach 0,65). Sementara kecepatan jelajahnya adalah 625 km per jam pada ketinggian 8.000 meter. Secara teori, Il-18 sanggup terbang sampai ketinggian 11.800 meter. Dengan bobot maksimum saat tinggal landas 64 ton, Il-18 butuh landas pacu 1.350 meter dan landasan untuk mendarat 850 meter.

Ketika Jakarta Jadi Pusat Perang Dingin Rusia vs Barat Lewat Penerbangan Internasional

Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan di dalam dan luar negeri usai lawatannya ke Ukraina dan Rusia. Terlebih posisi Jakarta (Indonesia) saat ini yang sedang memegang Presidensi G20 dan agenda utamanya untuk mendamaikan keduanya yang menjadi ajang pertarungan Barat dan Timur.

Baca juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

Jauh sebelum itu, Indonesia dahulu pernah di posisi yang sama dengan kondisi yang berbeda. Ketika itu, di masa Perang Dingin, ibu kota Jakarta menjadi ajang pertarungan Barat dan Uni Soviet (Rusia) melalui penerbangan internasional.

Ini penting bukan hanya untuk melebarkan jaringan rute tetapi juga mengukuhkan hubungan antar masing-masing sekalipun politik luar negeri Indonesia tegas menganut politik bebas aktif dan non-blok.

Dalam pidato menyambut Jokowi di Kremlin, Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa jasa Uni Soviet di awal kemerdekaan Indonesia sangat besar,seperti mengirim ahli untuk membangun Gelora Bung Karno, RS Persahabatan, Monas, Tugu Tani, mempertahankan kemerdekaan, dan lain sebagainya.

Selain berbagai hal itu, kedekatan antara Indonesia dan Uni Soviet juga ditandai dengan pembukaan rute internasional oleh maskapai nasional Uni Soviet, Aeroflot atau Aeroflot Soviet Airlines. Maskapai tersebut tercatat sebagai maskapai pertama di luar KLM yang terbang ke Jakarta pasca Indonesia merdeka.

Baca juga: Aeroflot Airlines, Maskapai Terbesar Rusia dan Dunia Gabungan dari Maskapai Ukraina

Sebagai bagian dari diplomasi, karena menyangkut banyak faktor antara negara, penerbangan internasional membawa misi tersendiri selain mengangkut penumpang dari negara asal ke negara tujuan dan sebaliknya.

Dikutip dari Aviahistoria, Aeroflot mulai menjajaki layanan penerbangan rute Moskow (Bandara Internasional Sheremetyevo)-Jakarta (Bandara Internasional Kemayoran) sejak tahun 1961.

Berbeda dengan maskapai Blok Timur yang juga melayani rute ke Jakarta seperti CSA, flag carrier Cekoslovakia yang menggunakan pesawat komersial bermesin jet, Tupolev Tu-104 “Camel”, Aeroflot justru mengandalkan Ilyushin Il-18 “Coot”, bermesin turoprop walaupun ukurannya sendiri hampir menyamai dengan pesawat bermesin jet buatan Amerika Serikat (AS), Boeing 707 dan Douglas DC-8. Pesawat yang terbang perdana pada tahun 1957 ini mengangkut 80-89 penumpang, terbagi atas dua kelas: First Class dan Tourist Class.

Penerbangan ke Jakarta oleh Aeroflot juga meliputi kota-kota di Asia, seperti Tashkent, New Delhi, dan Rangoon, seminggu sekali pada hari Rabu dan perjalanan kembali Jakarta-Moskow pada hari Jumat, dengan waktu perjalanan sekitar 24-26 jam.

Tak mau kalah, maskapai AS, Pan American Airways (Pan Pam), pun turut membuka penerbangan ke Jakarta mulai tahun 1960. Berbeda dengan Aeroflot yang transit ke kota-kota lain di Asia, Pan Am lebih eksklusif dengan terbang ke langsung dari San Francisco ke Jakarta pp dua kali setiap pekan (tahun 1965). Penerbangan ini jauh lebih prestisius dibanding tujuan ke Asia lainnya yang umumnya adalah penerbangan transit, menandakan begitu pentingnya Jakarta di mata maskapai.

Pan Am terbang ke Jakarta menggunakan pesawat Boeing 707 dan Douglas DC-8 yang notabene lebih canggih dibanding Ilyushin Il-18 yang masih menggunakan mesin turboprop.

Baca juga: Maskapai Legendaris Pan Am Ternyata Sudah Terbang ke Jakarta Sejak 1960

Tak ingin reputasinya diinjak-injak AS di tengah Perang Dingin, Aeroflot mengerahkan pesawat terbaru Ilyushin Il-62 yang lebih canggih dibanding Il-18 mulai tahun 1970-an.

Meski sempat berjaya di awal penerbangan ke Jakarta, Pan Am akhirnya harus menyerah dan bangkrut. Sedangkan Aeroflot terus terbang ke Indonesia sampai saat ini, dimana bandara tujuannya pindah ke Bandara Internasional Soerkarno-Hatta dan mulai tahun 2018 terbang ke Bali, bukan Jakarta, melainkan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Richard Branson Tawarkan Bantuan Untuk Bangun Versi Baru Antonov An-225 Mriya

Miliarder asal Inggris pemilik Virgin Group, Sir Richard Branson, pada 29 Juni lalu mengunjungi Ukraina. Dalan kunjungannya, Branson melihat langsung bangkai pesawat angkut kargo terbesar di dunia Antonov An-225 Mriya yang ada di Bandara Hostomel.

Baca juga: [Video] Bangkai Antonov An-225 Mriya Ditarik untuk di-scrap

Sebagai salah orang paling tajir di muka Bumi, Branson menawarkan bantuan untuk membangun versi baru An-225 Mriya. Seperti diketahui, An-225 Mriya punya kapasitas angkut (payload 250 ton), menjadi pesawat yang penting untuk beragam operasi, termasuk operasi kemanusiaan.

Lewat serangan udara, An-225 Mriya mengalami kerusakan berat, setelah hanggarnya terbakar setelah serangan udara Rusia. “Dia (Branson) menyatakan kesiapannya untuk membantu semua orang dengan cara apa pun yang dia bisa, terkejut dengan optimisme kami dan fakta bahwa bahkan di saat-saat sulit seperti itu kami berpikir tentang bagaimana membuat lompatan dalam konstruksi kedirgantaraan,” Davyd Arakhamia, anggota Parlemen Ukraina, menulis dalam sebuah posting Telegram.

Sejauh ini belum ada laporan resmi seberapa hancur pesawat tersebut. Pesawat tersebut diprediksi masih bisa diperbaiki dengan biaya sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp43 triliun selama lima tahun. Sekitar tanggal 24 Februari, Antonov An-225 Mriya sempat dilaporkan hancur. Namun, hal itu cepat-cepat dibantah oleh Dmitry Antonov, kepala pilot Antonov Airlines. Lewat postingan di Facebook pribadinya, ia memastikan pesawat tersebut aman dan tak ada kerusakan apapun Bandara Hostomel atau Gostomel Airport berada di bawah kendali Rusia.

Baca juga: Serba-Serbi Soal Virgin Atlantic, Merek Dagang Milik Sir Richard Branson yang Mendunia!

Pada 27 Februari 2022, Antonov An-225 Mriya dikonfirmasi hancur. Informasi ini diungkap langsung oleh Menteri Luar Negeri Ukraina dan diamini oleh Antonov Airlines selaku pemilik. Meski begitu, Antonov Airlines belum bisa memastikan seberapa hancur pesawat terbesar di dunia tersebut.

Aglis – Angkutan Motor Listrik Tiga Roda Khas Wong Solo

Kalau Jakarta punya Bajaj dengan tiga roda, Kota Solo di Jawa Tengah juga akan punya moda transportasi roda tiga yang diberi label Aglis. Motor listrik ini dirakit oleh PT Prosan Alam Hijau bersama Solo Technopark. Meski bentuknya kecil tapi motor yang mirip Bajaj ini bisa mengangkut dua penumpang dan satu pengemudi.

Baca juga: The Solo, Electric Vehicle Roda Tiga yang Ramah Lingkungan nan Nyentrik

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Aglis mampu melaju dengan kecepatan maksimal 35 km per jam. Meski tidak bisa kencang, Aglis merupakan kendaraan ramah lingkungan yang menggunakan baterai dengan kapasitas 45 Ampere dan tegangan 60 Volt serta mampu menggerakkan motor listrik berdaya seribu Watt.

Juru bicara PT Prosa Alam Hijau, Aldrian mengatakan, baterai yang digunakan Aglis akan penuh bila di charger hingga delapan jam dan mampu melaju sejauh 60-80 km. Meski berupa motor listrik, tetapi Aglis memiliki bentuk dan fitur yang mirip dengan mobil.

“Fiturnya lengkap seperti mobil. Seperti sebuah mobil, penumpang bisa masuk melalui pintu yang tersedia di bagian kanan dan kiri serta dilengkapi dengan power window,” ujar Aldrian yang dikutip dari tempo.com, Selasa (4/12/2018)

Bagian atap Aglis terdapat kaca semacam sunroof yang bisa dibuka sehingga penumpang tidak khawatir kepanasan. Maklum, kendaraan itu tidak dilengkapi dengan penyejuk udara (AC). Meski begitu, tersedia blower atau kipas yang tersedia di dashboard depan.

Untuk urusan hiburan, perangkat audio juga disiapkan untuk memanjakan pendengaran. Perangkat audio yang tidak menampilkan merek itu mampu digunakan untuk memutar cakram digital maupun flashdisk.

Selayaknya mobil, sepeda motor listrik ini juga bisa berjalan mundur. Pengemudi tidak perlu melihat spion karena kendaraan telah dilengkapi dengan kamera mundur yang terhubung dengan layar yang berada di dashboard. Sistem pencahayaan mengandalkan teknologi LED yang dikenal hemat energi. Sehingga, pasokan energi dari perangkat baterai tidak terlalu boros. Desain lampu depan motor listrik Aglis cukup modern dengan disematkannya lampu daytime running light berwarna putih.

Baca juga: Bajaj, Angkutan Beroda Tiga Yang Melegenda

Aldrian menambahkan, keseluruhan komponen sepeda listrik ini didatangkan dari Cina dan masih dalam perakitan. Tak hanya itu PT Prosan Alam Hijau dan Solo Technopark juga sudah bersiap untuk memproduksi sendiri sebagian komponen.

Meski belum dijual karen fokus ke produksi, nantinya jika sudah siap dijual, Aglis tersebut berkisar harga Rp45 juta. Bahkan bisa menjadi pengganti mobil golf yang harganya lebih dari Rp100 juta

Mengenal Balked Landings, Proses ‘Gagal’ Mendarat yang Dipengaruhi Sejumlah Faktor

Bagi Anda yang sudah sering mengudara dengan menggunakan maskapai apapun, mungkin dua momen paling menegangkan adalah ketika take-off dan landing. Ya, karena selama pesawat sudah berada di jalur penerbangannya, biasanya sang pengendali burung besi ini akan mengalihkan ke mode auto-pilot. Namun ketika proses take-off dan landing, para pilot ini masih mengendalikan pesawat secara manual dan tidak jarang proses ini membuat jantung para penumpangnya berdegup kencang.

Baca Juga: Atasi Masalah Crosswind, Konsep Endless Runway Bisa Jadi Solusi Jitu

Secara khusus, proses landing lah yang lebih membuat deg-degan, pasalnya ada banyak faktor yang dapat membuat proses ini menjadi tidak nyaman atau bahkan gagal sekalipun – salah satunya adalah crosswind. Dalam sektor aviasi global, dikenal dengan yang namanya balked landings atau pendaratan yang ‘ditolak keras’.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (17/12/2018), balked landings bisa digambarkan seperti pesawat yang sudah siap untuk touchdown di landas pacu, namun terpaksa mengudara kembali karena situasi yang kurang mendukung.

Tidak sedikit yang mengasumsikan bahwa balked landings ini berkaitan dengan keterampilan para pilot untuk melakukan approach atau pendekatan terhadap landas pacu sesuai dengan ketentuan yang ada – mulai dari ketinggian hingga kecepatan pesawat. Ketika seorang pilot dihadapkan dengan balked landings, biasanya mereka akan kembali mengudara atau yang biasa disebut dengan istilah go-around.

“Balked landings adalah manuver yang mudah dan aman, dan itu adalah hal yang harus dilakukan kapan pun Anda anggap pantas,” tutur Dann Runik, direktur eksekutif program lanjutan di FlightSafety International.

Jadi sederhananya seperti ini, jika Anda seorang pilot yang tengah dihadapkan pada situasi touchdown dan kondisi di luar pesawat sangatlah tidak mendukung untuk melakukan pendaratan (seperti terjadi crosswind yang kuat), maka itulah yang dinamakan balked landings dan Anda berhak untuk melakukan go-around sesuai dengan persetujuan dari pihak Air Traffic Control (ATC).

Baca Juga: Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat

Alih-alih proses pendaratan tidak berjalan sempurna dan malah mencelakakan seluruh isi kabin, maka opsi go-around adalah pilihan yang bijak. Pada proses go-around ini, pilot akan kembali mengudara dan masuk lagi ke dalam daftar antre landings di suatu bandara.

“Ketika pilot melakukan go-around, maka hampir dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang pilot yang sangat konservatif dimana mereka sangat memperhatikan muatan pesawat yang berharga: Anda.” tukas Dann Runik.

Berkat ADS-B, Berjuta Mata di Seluruh Dunia Dapat Melihat Langsung Pergerakan Pesawat Komersial

Masih hangat dalam ingatan, pada 29 Oktober 2018, pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air JT-610 dilaporkan lost contact dan kemudian diketahui jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Bila dicermati, hampir sebagian besar media massa dan publik langsung merujuk ke situs flightradar24.com yang menampilkan jejak visual pesawat tersebut sesaat sebelum hilang kontak.

Baca Juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Informasi visual dan data pesawat yang disajikan flightradar24.com terbilang komplit untuk ukuran pembaca awam. Dari sana bisa diketahui informasi ketinggian, kecepatan, tujuan penerbangan dan pastinya status realtime posisi pesawat yang dimaksud. Nah, yang menjadi pertanyaan, dari manakah sumber informasi flightradar24 tersebut?

Jelas sumbernya bukan dari ground radar yang ada di Bandara Soekarno-Hatta atau pun Bandara Halim Perdanakusuma, persisnya detail informasi di flightradar24.com mengacu pada output yang diperoleh dari Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B).

Perangkat ADS-B ini melekat pada pesawat terbang, dan selama pesawat mengudara, transponder ADS-B otomatis mengirimkan secara broadcast data tentang koordinat GPS dan status serta parameter pesawat.  Sementara unit pemerima sinyal ADS-B disebut ADS-B Ground Station. Berdasarkan informasi dari Direktorat Navigasi Penerbangan menyebutkan sudah terdapat 30 unit ADS-B Ground Station yang telah dipasang di seluruh Indonesia dan dioperasikan oleh Airnav. Output informasi dan data  dari ground station tersebut yang akhirnya bermuara pada penyajian di flightradar24.com.

Karena sifatnya aggregator dari ADS-B ground station di seluruh dunia, maka Anda anytime dapat memantau penerbangan komersial yang sedang berlangsung di seluruh penjuru dunia, tinggal geser peta Google Maps, selanjutnya kita dapat melihat pergerakan pesawat layaknya seorang petugas Air Traffic Control (ATC).

ADS-B merupakan perubahan besar dalam filosofi surveillance (pengamatan atau pengawasan) – dari yang awalnya hanya menggunakan radar di darat untuk mendeteksi pesawat terbang dan menentukan posisi mereka, namun sekarang setiap pesawat terbang telah menggunakan sistem Global Positioning System (GPS) untuk menemukan posisinya sendiri dan kemudian secara otomatis melaporkannya ke darat. Posisi GPS yang dilaporkan oleh ADS-B menjadi lebih akurat dibandingkan dengan posisi radar saat ini dan lebih konsisten.

Sederhananya adalah, ADS-B merupakan salah satu alat bantu navigasi yang menggunakan teknologi satelit untuk pengawasan posisi pesawat selama melakukan pergerakan dan secara berkala memberikan siaran informasi kepada alat navigasi di pesawat, pilot, dan Air Traffic Control (ATC).

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman airnavindonesia.co.id, informasi yang diterima oleh pilot dan ATC ini sebagai pengganti radar sekunder dan memberikan kesadaran situasional serta memungkinkan untuk mendapatkan data setiap saat

Karena perannya yang cukup vital dalam dunia penerbangan, Kementerian Perhubungan RI telah mewajibkan setiap pesawat komersial yang beroperasi di Indonesia untuk melengkapi setiap armadanya dengan ADS-B.

“Adapun tujuan penggunaan ADS-B ini adalah peningkatan pelayanan yang berdampak positif terutama kepada pengguna jasa dan sekaligus Perum LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia),” ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono.

Baca Juga: Inflighto, Mudahkan Penumpang Berbagi Keindahan dari Dalam Pesawat

“Bagi Perum LPPNPI, pemasangan ADS-B ini merupakan bentuk solusi yang tepat, efektif dan efisien dalam rangka melaksanakan program peningkatan kapasitas ruang udara dari non surveillance service dengan kapasitas yang sedikit menjadi surveillance services dengan kapasitas yang lebih banyak,” tambah Wisnu.

Soekarno, Jadi Presiden RI yang Paling Banyak Melakukan Lawatan ke Moskow

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Moskow pada 30 Juni 2022 tak pelak menjadi perhatian internasional, selain mengusung misi perdamaian atas konflik bersenjata Rusia versus Ukraina, lawatan Presiden Jokowi akan menjadi catatan sejarah, mengingat Jokowi menjadi pemimpin negara dari Asia yang pertama kali mengunjungi Rusia pasca konflik bersenjata yang pecah pada 24 Februari 2022.

Baca juga: Bertemu Vladimir Putin, Pesawat Kepresidenan Jokowi Boeing 777-300 PK-GIG Telah Mendarat di Moskow

Namun, berdasarkan catatan, itu bukan pertama kalinya Presiden Jokowi melawat ke Rusia, pada pertengahan Mei 2016, dengan menggunakan pesawat kepresidenn Boeing 737-800 Business Jet 2, Jokowi telah mengunjungi Sochi, salah satu kota wisata di Rusia. Bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, kunjungan Jokowi kala itu dilakukan dalam kaitan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Rusia (ASEAN-Russia Summit) 2016.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin, tercatat juga pernah melakukan kunjungan ke Jakarta, yakni pada September 2007, semasa Prediden RI dijabat oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Dan seperti yang telah diwartakan beberapa media, Putin rencananya pada November mendatang akan hadir di Bali dalam kaitan KTT G20.

Lepas dari itu semua, tahukah Anda, bahwa Soekarno menjadi presiden RI yang paling banyak melakukan kunjungan ke Moskow. Sebagai catatan, saat itu Rusia masih dalam naungan Uni Soviet. Dikutip dari merdeka.com, disebutkan Soekarno pernah mengunjungi Moskow sebanyak 4 kali, yakni pada tahun 1956, 1959, 1961, dan 1964. Sementara pemimpin Uni Soviet Kliment Voroshilov dan Nikita Khruschev pernah mengunjungi Indonesia masing-masing pada tahun 1957 dan 1960.

Seperti telah diketahui, semasa era Soekarno, Indonesia dan Uni Soviet mempunyai hubungan yang sangat dekat. Uni Soviet saat banyak membantu Indonesia baik dari sektor infrastruktur, keuangan, teknik militer, hingga pendidikan.

Salah satu peran penting Uni Soviet yang tak bisa dilupakan adalah dukungannya dalam proses kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi pada tahun 1963. Dimana Indonesia dapat menang dari Belanda berkat show of force persenjataan yang dibeli dari Soviet.

Baca juga: Aeroflot Airlines, Maskapai Terbesar Rusia dan Dunia Gabungan dari Maskapai Ukraina

Dengan eratnya hubungan Soviet – Indonesia, membawa pengaruh positif pada sektor penerbangan, yang mana maskapai nasional Aeroflot Airlines dengan pesawat Ilyushin Il-18 “Coot” pernah membuka rute Jakarta – Moskow pada tahun 1961.

Per 30 September 2022, NASA Akhiri Pengabdian Boeing 747SP SOFIA

Dioperasikan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), sosok Boeing 747SP (Special Performance) dengan teleskop Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) tak pelak menjadi maskot bagi proyek penelitian NASA. Teleskop SOFIA Boeing 747SP punya misi ‘berat’. Pesawat teleskop ini didapuk untuk memotret inframerah di tata surya. Itulah mengapa teleskop SOFIA disematkan pada pesawat, bukan diletakkan di daratan layaknya teleskop lain.

Baca juga: Pertama Kali, Boeing 747SP NASA dengan Teleskop SOFIA Beroperasi di Amerika Selatan

Dan ada kabar terbaru terkait eksistensi SOFIA Boeing 747SP, dimana NASA memutuskan untuk memensiunkan pesawat tersebut setelah 12 tahun dioperasikan. Dikutip dari simpleflying.com (1/7/2022), disebutkan SOFIA Boeing 747SP akan di-grounded selambat-lambatnya 30 September 2022. Atas keputusan NASA tersebut, Komite Alokasi dari Dewan Perwakilan Rakyat AS menyampaikan keprihatinannya tentang keputusan NASA untuk menghentikan misi SOFIA tanpa melibatkan tinjauan secara mendalam.

SOFIA adalah proyek bersama antara NASA dan mitranya di Badan Antariksa Jerman di Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt (DLR) untuk mengamati alam semesta inframerah dan memantau peristiwa seperti pembentukan bintang baru dan tata surya. Telah aktif sejak Mei 2010 dan terkenal di seluruh dunia karena menggunakan Boeing 747SP yang dimodifikasi, registrasi N747NA, untuk terbang keliling dunia dan mengumpulkan data.

Komite Alokasi kemudian mengarahkan NASA untuk melaporkan dalam waktu 30 hari sejak berlakunya Undang-undang ini tentang strategi NASA untuk mengurangi ilmu pengetahuan dan pengumpulan data yang tidak akan lagi diproduksi oleh SOFIA. NASA juga harus memberikan informasi mengenai rencana rinci untuk menghentikan program dan sumber daya lebih lanjut yang diperlukan untuk memastikan kelancaran transisi. Komite akan menyediakan tidak kurang dari US$30 juta untuk SOFIA guna memastikan penutupan misi secara tertib.

Pada tahun 2022, SOFIA telah melalukan penerbangan di belahan bumi Selatan. Awal tahun ini, NASA mengirim Boeing 747 ke Chili untuk pertama kalinya dalam sejarahnya. Sekarang, NASA mengirim SOFIA ke Selandia Baru untuk terakhir kalinya sebelum menutup program untuk selamanya. Ini adalah perjalanan ketujuh ke Selandia Baru untuk melihat langit belahan bumi Selatan. Antara 17 dan 18 Juni, pesawat terbang dari Palmdale, California, ke Christchurch, Selandia Baru, melalui Honolulu, Hawaii.

NASA merencanakan 32 penerbangan dalam penyebaran internasional terakhir. Rencananya adalah untuk mengamati berbagai objek dan fenomena langit, termasuk medan magnet dan sinar kosmik.

Terlepas dari daya tarik luar biasa yang dimiliki SOFIA Boeing 747, nyatanya proyek itu terlalu mahal. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa produktivitas sains SOFIA tidak membenarkan biaya operasinya. SOFIA akan menyelesaikan operasi yang dijadwalkan untuk tahun fiskal 2022.

Baca juga: Boeing 747SP, Varian “Queen of the Skies” yang Hanya Bertahan Seumur Jagung

NASA menggunakan Boeing 747SP, yang pertama kali dibuat pada 1970-an. SOFIA Boeing 747 saat ini berusia 44 tahun. Pesawat jet ini pertama kali beroperasi dengan Pan Am pada tahun 1977 sebelum pergi ke United Airlines pada tahun 1986. NASA memperoleh superjumbo pada tahun 1997 dan banyak memodifikasinya untuk mempersiapkan peran barunya dengan membawa teleskop reflektif.

Buka Terpal! Inilah Proses Perjalanan Penampakan Kereta Ukur Jalan Rel yang Terlihat Glowing

Proses pengiriman Kereta Ukur Jalan Rel (KUJR) dan Listrik Aliran Atas (LAA) akhirnya tiba juga di Kota Cirebon. Proses saat pengiriman pada malam hari pun cukup dramatis dan perlahan. Truk trailer yang membawa kepala KUJR ini tiba di tujuan dengan selamat dan tak ada lecet sedikit pun. Bagaimana tidak, tim yang bertugas untuk mengawal perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok via Tol Cikampek dan Cipali memiliki kecepatan tidak lebih dari 50 km per jam. Pengawalan pun diperketat guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Wow! Penampakan Kereta Ukur Buatan Swiss Tiba di Tanjung Priok, Jakarta

Tim kabarpenumpang.com pun tak mau ketinggalan momen dan bertolak dari Jakarta menuju Cirebon. Saat memasuki Kabupaten Cirebon, akhirnya terlihat trailer yang membawa KUJR ini keluar tol melalui gerbang Ciperna Barat pada pukul 01.30 WIB. Beruntung saat itu keadaan jalan raya sudah cukup sepi, karena sudah memasuki waktu dini hari. Memasuki jalan arteri tepatnya di Jalan Kanggraksan dan Kesambi, trailer berjalan menghadapi banyak rintangan. Mencegah hal yang tidak diinginkan, para petugas yang mengawal menghalaw rintangan tersebut yang terdiri dari kabel listrik dan telepon yang melintang di atas jalan raya dan ranting pohon yang mulai merunduk ke bawah.

Sepanjang jalan arteri tersebut memakan waktu kurang lebih 40 menit. Kendala berikutnya adalah saat melewati perlintasan kereta api rute Cirebon Prujakan – Prupuk. Disini trailer sempat tertahan karena adanya kereta api yang melintas yaitu KA Bima dan KA Argo Lawu Tambahan untuk menghindari kelambatan saat menyeberang. Saat kereta melintas, benar saja trailer agak berat melewati rel kereta api karena posisi aspal yang agak naik. Butuh tenaga ekstra untuk menarik muatan tersebut. Tepat pukul 02.15 WIB akhir trailer bisa memasuki gerbang Balai Yasa Mekanik, Cirebon sekaligus dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Hari ini (1/7) kesempatan tim kabarpenumpang.com untuk melihat pertama kali rangkaian tersebut di buka “bungkusan” terpal dengaj matahari pagi yang menyorot tajam di Cirebon. Benar saja, terlihat Glowing dan benar – benar cerah saat pantulan matahari menyorot tajam ke arah KUJR tersebut dengan sedikit latar belakang pemandangan Gunung Ciremai. Warna biru oranye sedikit mengingatkan kita dengan 2 warna yang dimiliki saat jaman Perumka (Perusahaan Umum Kereta Api) dengan warna dominan merah biru.

Baca juga: Mengenal “CPG 500” – Kereta Mekanik untuk Pemasangan Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung

Saat ini kereta ukur tersebut akan dilakukan pengecekan dan rencananya akan dijalankan atau diuji coba di wilayah area Balai Yasa Mekanik dan Stasiun Cirebon Prujakan. Selanjutnya semoga saja kereta tersebut sudah bisa dioperasikan sebagaimana pengecekan kereta ukur pada umumnya ke seluruh wilayah Daop di Pulau Jawa. Kita nantikan saja bersama. (PRAS – Cinta Kerea Api)

Menari di Atas Penderitaan Maskapai Rusia, Maskapai 6 Negara Dapat Slot Bandara Heahtrow Senilai Rp1 Triliun

Bola liar slot terbang atau slot pendaratan (landing slot) dan slot lepas landas (take off slot) di Bandara London Heathrow yang ditinggal tiga maskapai Rusia akhirnya direbut maskapai dari enam negara; Avianca (Kolombia), China Airlines (Taiwan), JetBlue (Amerika Serikat), Virgin Atlantic (Inggris), Vistara (India), dan WestJet (Kanada).

Baca juga: Apa Itu Landing Slot Bandara, yang Bikin Maskapai Rusia Rugi Rp1 Triliun Gegara Inggris?

Usai merebut slot lepas landas dan mendarat di bandara tersibuk di Eropa itu, keenam maskapai tersebut berhak melakukan lepas landas dan mendarat di jam-jam yang sudah diatur untuk periode Musim Dingin tahun 2022-2023 mendatang.

Menurut Edmond Rose, konsultan strategi penerbangan dan mantan Chief Executive Officer di Airport Coordination Limited, terpilihnya enam maskapai tersebut ditunjuk mengisi 1.344 slot bandara yang ditinggalkan maskapai Aeroflot, Ural Airlines, dan Rossiya karena memenuhi syarat.

“Keragaman destinasi yang akan mereka layani sangat mengesankan, menyentuh empat benua. JetBlue dan Vistara sangat beruntung mendapatkan slot berharga yang dialokasikan untuk setiap hari dalam seminggu. Kedatangan pagi JetBlue sangat berharga untuk operasi transatlantik,” jelasnya, seperti dikutip Simple Flying.

Dari keenam maskapai tersebut, semuanya memiliki jam atau slot yang berbeda. Virgin Atlantic, Vistara, dan JetBlue beruntung bisa memperoleh slot Bandara Heathrow untuk mengoperasikan penerbangan harian atau setiap hari selama sepekan.

Maskapai nasional Kolombia yang juga salah satu maskapai tertua di dunia, Avianca dan maskapai asal Taiwan, China Airlines, akan mengoperasikan empat penerbangan mingguan atau empat kali dalam sepekan dan Westjet tiga penerbangan mingguan atau tiga kali dalam sepekan.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris melarang maskapai Rusia menjual slot bandara atau airport slot, yang terdiri dari slot terbang atau slot pendaratan (landing slot) dan slot lepas landas (take off slot). Itu berarti, tiga maskapai yang tergabung dalam Aeroflot Group, Aeroflot, Ural Airlines, dan Rossiya bisa dipastikan kehilangan uang senilai US$62 juta atau sekitar nyaris Rp1 triliun akibat kebijakan tersebut.

“Selama Putin melanjutkan serangan biadabnya di Ukraina, kami akan terus menargetkan ekonomi Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss dalam sebuah pernyataan pada 19 Mei 2022. “Kami telah menutup wilayah udara kami untuk maskapai Rusia. Hari ini kami memastikan mereka tidak dapat menguangkan slot pendaratan (landing slot) mereka yang menguntungkan di bandara kami,” tambahnya.

“Setiap sanksi ekonomi memperkuat pesan jelas kami kepada Putin – kami tidak akan berhenti sampai Ukraina menang,” tegasnya.

Baca juga: Diamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku Cadang Pesawat

Senada dengan Liz, Menteri Transportasi, Grant Shapps turut memberikan komentar terkait slot pendaratan maskapai Rusia di bandara Inggris.

“Hari ini, Pemerintah Inggris telah membangun tindakan tegas yang telah kami ambil terhadap maskapai penerbangan utama Rusia Aeroflot, bersama dengan Rossiya dan Ural Airlines. Ini berarti mereka tidak akan dapat menggunakan slot pendaratan mahal mereka di bandara Inggris. Tindakan kami juga akan mencegah Rusia menjual slot, dan menguangkan hingga £50 juta (US$62 juta),” ujarnya.