Ramai-ramai Maskapai Terbangkan Airbus A380, Industri Penerbangan 100 Persen Pulih?

Sempat digadang-gadang akan dipensiunkan lebih cepat akibat pandemi Covid-19, maskapai global ramai-ramai mulai mengoperasikan kembali armada Airbus A380. Sampai saat ini, tercatat ada sembilan maskapai yang sudah maupun yang akan menerbangkan lagi pesawat komersial terbesar di dunia itu di banyak rute favorit.

Baca juga: “Bangkit dari Kubur”, Singapore Airlines Aktifkan Airbus A380 yang Disimpan di Gurun

Catatan ch-aviation, mulai 27 Mei sampai 2 Juni lalu, banyak Airbus A380 terbang ke 53 rute di seluruh dunia oleh sedikitnya tujuh maskapai, mulai dari Emirates, Singapore Airlines, British Airways, Qatar Airways, Qantas, China Southern, dan Korean Air.

Dari deretan maskapai tersebut, sudah pasti raksasa maskapai asal Timur Tengah, Emirates, yang mengerahkan lebih banyak pesawat A380 dan rute. Hal ini tentu wajar mengingat posisi Emirates sebagai maskapai operator A380 terbesar di dunia, melampaui operator A380 pertama, Singapore Airlines.

Disebutkan, Emirates mengoperasikan 34 rute A380 mulai 27 Mei sampai 2 Juni. Rute-rute tersebut hampir seluruhnya kebanyakan ke kota-kota besar Eropa dengan destinasi wisata unggulan, seperti Milan, London, Manchester, Paris, Moskow, Wina, Amsterdam, Düsseldorf, Frankfurt, Hamburg, Istanbul, Madrid, Munich, dan Zurich.

Lainnya mencakup Asia dan Amerika Utara serta sebagian kecil Amerika Selatan, seperti Bangkok, Guangzhou, Seoul, Toronto, Washington, Sydney, San Francisco, São Paulo, dan New York.

Semua tujuan tersebut adalah keberangkatan dari Dubai pp. Itu tentu tidak mengherankan mengingat posisi Dubai sebagai mega hub global dan Emirates sebagai maskapai global terkemuka dengan jaringan penerbangan ke banyak tempat bersaing ketat dengan Singapore Airlines.

Setelah Emirates dengan puluhan rutenya, ada Singapore Airlines dan British Airways yang sama-sama mengoperasikan Airbus A380 di enam rute. Bedanya, British Airways seluruh rutenya terbang ke Amerika Utara, dimana lima di antaranya ke Amerika Serikat (AS). Adapun Singapore Airlines lebih merata, mencakup New Delhi, London, Mumbai, Frankfurt, New York, dan Sydney.

Qatar Airways, yang juga bersaing ketat dengan Emirates sebagai maskapai terbesar Timur Tengah, hanya mengoperasikan empat rute A380; London, Paris, Bangkok, dan Sydney.

Setelahnya, berturut-turut Qantas, China Southern, dan Korean Air masing-masing satu rute Airbus A380.

Selain tujuh maskapai tersebut, salah satu grup maskapai terbesar di dunia, Lufthansa, baru-baru ini mengkonfirmasi akan mengoperasikan Airbus A380. Hanya saja, maskapai belum mengumumkan rute mana saja dan berapa banyak pesawat A380 yang dioperasikan kembali.

Satu hal yang pasti, beroperasinya A380 Lufthansa adalah pertanda terjadinya peningkatan permintaan penerbangan. Di samping itu, adanya penundaan pengiriman Boeing 787 Dreamliner dan Boeing 777X menjadi dasar mengapa Lufthansa mengoperasikan kembali A380. Alasan yang sama bukan tak mungkin jadi dasar maskapai lain mengoperasikannya.

Akan tetapi, Emirates, dengan kepemilikan 123 armada A380, dalam satu kesempatan pernah mengungkapkan melalui sang presiden, Tim Clark, bahwa pesawat komersial terbesar di dunia masih memiliki banyak hal menarik untuk menarik penumpang duduk di kursinya.

Baca juga: Tok! Pesawat Airbus A380 Terakhir Dikirim ke Emirates, Era Pesawat Komersial Terbesar Usai

“Ada (yang menyebut) penurunan ketertarikan dan antusiasme (penumpang untuk naik A380). Kami tidak sependapat dengan itu; kami menggunakan pesawat (A380) yang hebat ini untuk bekerja,” katanya.

“Kami memiliki apa yang saya pikir sebagai salah satu pesawat terindah yang pernah diterbangkan,” tutupnya, seperti dikutip dari Reuters.

Ramaikan Tempat Wisata, Stasiun Pegadenbaru Tambah Pemberhentian Kereta Api, Apa Saja, ya?

Baru–baru ini ada informasi mengenai penambahan pemberhentian baru di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon. Ya, Stasiun Pegadenbaru merupakan stasiun yang dipilih dalam perjalanan kereta api jarak jauh untuk naik dan turun penumpang. Stasiun Pegadenbaru merupakan stasiun yang berlokasi di Jalan Stasiun Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Stasiun ini memiliki ketinggian +27M diatas permukaan laut. Awalnya beberapa kereta api memang berhenti disini terutama kelas ekonomi. Namun saat ini kelas eksekutif turut berhenti di stasiun yang berstatus kelas 1 ini.

Baca juga: Kursi di Gerbong Menghadap Laut, Inilah “Sea Rail” Kereta Wisata Khas Pesisir Korea Selatan

Stasiun Pegadenbaru sudah memiliki jadwal baru untuk pemberhentian kereta api dengan tujuan stasiun yang berada di kawasan Jakarta/Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa kereta api tambahan yang berhenti disini adalah Kutojaya Utara, Dharmawangsa, Tegal Bahari, Matarmaja, Gaya Baru Malam Selatan, Airlangga, dan Bangunkarta. Untuk kereta api pemberhentian lainnya dari Stasiun Bandung hanya KA Harina saja. Penumpang juga masih bisa membeli tiket secara online atau bisa juga pembelian secara langsung di stasiun. Bahkan penumpang bisa memesan tiket di loket yang tersedia di Stasiun Pegadenbaru.

Kira–kira apa yang bagus jika kita berkunjung ke Pegadenbaru? Ternyata di kawasan ini terdapat lokasi wisata yang dibuka sejak tahun 2021 lalu. Area wisata ini bernama Taman Anggur Kukulu O&I Farm yang berada di Pegaden Barat, Subang. Lokasi ini berjarak setengah jam menggunakan roda 2 maupun roda 4.

Baca juga: Berhasil Diuji Coba, KAI Tambah 3 Kereta Wisata Priority Buatan Balai Yasa Manggarai

Menurut informasi dari berbagai sumber, destinasi wisata ini merupakan wisata yang strategis dengan biaya yang relatif murah. Tiket masuknya saja hanya Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak – anak. Banyak arena yang memungkin pengunjung bisa puas saat didalam, yaitu terdapat saung untuk bersantai, beberapa spot foto dan ada pula kolam renang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pre-Flight Checks, Tugas Pertama Awak Kabin dan Paling Penting, Bagaimana Bisa?

Terlepas dari besarnya pundi-pundi rupiah yang dibawa pulang serta pengalaman jalan-jalan di banyak destinasi wisata di seluruh dunia selama layover, pramugari atau awak kabin pada umumnya memilki segudang tugas. Namun, dari kebanyakan itu, tugas pertama dan paling penting awak kabin adalah pre flight check.

Baca juga: Terungkap! Pramugari Selalu Bohong Saat Penumpang Tanyakan Hal Ini

Pre flight check oleh awak kabin sendiri terdiri dari tiga hal; security check, safety check, dan safety equiptment check.

Security check adalah hal pertama dan paling mendasar yang harus dilakukan oleh awak kabin saat menaiki pesawat. Ini biasanya akan diawali dengan men-scanning kabin dengan gerakan memutar untuk memastikan semua area aman dan tidak ada barang-barang yang seharusnya tidak ada di kabin.

Pun sebaliknya, sebagai bagian dari security check, awak kabin atau pramugari/pramugara harus mengecek seluruh perlengkapan dan peralatan yang seharusnya ada di kabin, seperti jaket pelampung, masker oksigen, kartu petunjuk keselamatan di seatback atau seat pocket, seat belt, dan lain sebagainya.

Setelah seluruh kabin dan barang-barang yang tidak mesti serta mesti ada di kabin aman, awak kabin akan lanjut mengecek toilet, seperti water heater, saluran pembuangan air, flush, smoke detector atau sensor asap, dan lainnya. Area galley dan crew jump seat juga termasuk dalam list security check yang mesti diperiksa secara menyeluruh.

Semua cart dan atlas boxed dari katering harus dalam keadaan tersegel dan tidak ada yang rusak. Area pintu harus benar-benar bebas dari segala halangan.

Usai security check, awak kabin akan beranjak melakukan safety check. Sebetulnya ini masih linear dengan security check. Dalam safety check, awak kabin biasanya mengecek apakah harness berfungsi dan dipasang dengan benar. Passenger address system, evacuation alarm, dan emergency lights juga dicek dan dipastikan semuanya berfungsi dengan baik.

Beberapa pesawat bahkan menuntut awak kabin untuk turut mengecek slide pressure gauge pada pintu utama maupun pintu emergency.

Hal terakhir yang harus dicek adalah safety equiptment atau safety equiptment check. Sebagaimana namanya, sekilas ini seperti ada kesamaan dengan security check yang memeriksa perlengkapan keselamatan. Bedanya, jika security check fokusnya untuk kebutuhan penumpang, pada safety equiptment check untuk kebutuhan awak kabin.

Peralatan keselamatan tersebut seperti PBE (protective breathing equipment) atau biasa juga disebut smoke hood karena fungsinya untuk menembus ruang berasap saat kebakaran, torch, fire gloves, dan alat pemadam api. Itu semua harus dicek ketersediaan dan fungsinya sebelum pesawat mengudara.

Baca juga: Bagaimana Pramugari Beri Pertolongan Pertama ke Penumpang di Pesawat?

Pada pesawat narrowbody yang tidak ada layar IFE, biasanya awak kabin akan melakukan safety demonstration sebelum pesawat lepas landas. Semua peralatan dan perlengkapan itu juga harus dicek ketersediaannya.

Item lain yang termasuk dicek adalah life raft, extension seat belt dan infant seatbelt atau sabuk pengaman bayi, extra life jacket untuk dewasa, anak-anak, rakit bayi, fire containment bag atau tas penahan api, kotak P3K, AED (automated external defibrillator), ELT (emergency locator transmitter), dan lainnya. Demikian dikutip dari Simple Flying.

Lakukan Hal Ini Jika Mengalami Pelecehan Seksual di Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam pernyataannya menyebut tidak akan memberikan ruang untuk tindakan pelecehan seksual di Kereta Api. Kasus tindakan pelecehan seksual bukanlah sebuah kasus yang sepele, namun hal ini menyangkut akan mental dan hak orang lain yang direnggut paksa oleh pelaku yang semena-mena.

Baca juga: KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual untuk Naik Kereta Api

Untuk melindungi diri dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan seperti tetap tenang, tegur pelaku, dan segera melapor. Jangan ragu untuk menegur pelaku pelecehan seksual, terutama jika terjadi di tempat umum. Pelanggan berhak untuk bersikap tegas, apalagi jika disentuh dengan orang yang tidak dikenal.

Apabila terjadi tindakan pelecehan seksual terjadi di atas kereta api, segera melapor ke kondektur yang sedang bertugas melalui nomor telepon yang tertera di ujung kabin kereta. Selain itu, pelanggan juga dapat mengirimkan laporannya ke Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

“Petugas akan segera melakukan tindakan tegas terhadap laporan yang diberikan. KAI akan bertindak proaktif dalam melindungi korban serta menindak pelaku kekerasan seksual pada layanan kereta api,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam siaran pers.

Dari banyaknya kasus pelecehan yang terjadi, maka diri kita yang rawan menjadi korban pelecehan sebaiknya mempersiapkan diri dan mempersiapkan alat seperti perlidungan diri yang dapat membantu kita agar terhindar dari tindak kejahatan pelecehan seksual ini.

KAI juga sudah melakukan announcement terkait pelecehan seksual di stasiun dan kereta api. KAI menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, bagi siapa saja yang melakukan tindakan asusila dan/atau kekerasan seksual akan mendapatkan hukuman berat. Jika terdapat hal yang mengganggu kenyamanan di area stasiun atau perjalananan kereta api segera laporkan kepada petugas kami. KAI berkomitmen untuk selalu menciptakan transportasi yang aman, nyaman, dan sehat untuk semua pelanggan kereta api.

Baca juga: Operator Kereta Komuter di Jepang Hadirkan Aplikasi Anti Pelecehan Seksual

“KAI dengan tegas akan menolak dan memblacklist terhadap penumpang yang melakukan pelecehan seksual baik di lingkungan stasiun maupun di atas Kereta Api. kebijakan ini diterapkan untuk memberikan efek jera dan mencegah pelaku melakukan hal serupa di kemudian hari,” tutup Joni Martinus.

Tingkatkan Prioritas, KAI Rencana Terapkan Kecepatan Maksimal 110 km Per jam di Jalur Selatan

Jalur selatan kereta api merupakan jalur yang penuh tantangan dan rintangan karena melintasi bukit dan banyaknya belokan sehingga kereta api membutuhkan waktu yang sedikit lama karena mengikuti batas kecepatan yang dianjurkan. Biasanya jalur selatan saat memasuki jalur tikungan membutuhkan kecepatan mulai dari 50 km per jam hingga 60 km per jam saja. Namun tidak untuk di jalur lurus dan sedikit belokan, kereta api mampu berjalan hingga kecepatan 80 bahkan 100 km per jam.

Baca juga: Lebih Enak Mana, Naik Kereta Api Jalur Selatan atau Jalur Utara?

Kecepatan tersebut bahkan dilakukan saat uji coba rangkaian kelas eksekutif dan ekonomi premium berbadan stenlist steel yang bisa mencapai kecepatan bogie rangkaian 100 – 120 km per jam. Rencana uji coba kecepatan pada rangkaian tersebut akan dilakukan esok hari pada Selasa, 28 Juni 2022. Adapun uji coba keepatan tersebut hanya dilakukan di jalur yang memiliki medan datar atau tidak curam. Mulai dari Bandung – Cicalengkan dengan batas kecepatan 100 km per jam, Cicalengka – Ciawi dibatasi hingga 60 km per jam, Ciawi – Ciamis dengan kecepatan 90 km per jam, dan Ciamis hingga Kroya bisa mencapai 110 km per jam.

Uji coba kecepatan lintas ini dimaksudkan agar perjalanan kereta api dapat meningkatkan prioitas terhadap penumpang dengan ketepatan waktu dan bisa merasakan naik kereta api tak perlu khawatir akan keterlambatan. PT KAI juga terus berupaya agar selalu melakukan pengecekan rutin terutama di jalur kereta api yang rawan bencana alam salah satunya longsor yang dapat mengganggu perjalanan kereta api. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pesawat Kepresidenan Boeing 777-300ER PK-GIG, Biasanya Layani Rute Reguler Jakarta – Sydney

Setelah bertolak dari Bandara Soerkarno-Hatta pada 26 Juni 2022, pesawat Boeing 777-300ER (Extended Range) Garuda Indonesia PK-GIG telah tiba di Bandara Munich, Jerman, pada pukul 18.40 waktu setempat. Penerbangan langsung jarak jauh selama 13 jam ini terbilang spesial, lantaran PK-GIG mengemban tugas penting, yakni sebagai Pesawat Kepresidenan RI, tatkala Presiden RI melakukan lawatan kenegaraan jarak jauh, maka pesawat wide body ini yang menjadi tumpuan.

Baca juga: Terbangkan Jokowi ke Washington, Garuda Indonesia Kembali Operasikan Boeing 777-300ER Sebagai Pesawat Kepresidenan

Dalam aksi terbarunya, Boeing 777-300 PK-GIG yang biasanya melayani rute Jakarta – Sydney, mendapatkan kehormatan untuk membawa Presiden RI Joko Widodo dan rombongan untuk menghadiri KTT G7 di Jerman. Yang lebih menarik tentu adalah agenda Presiden Jokowi pasca KTT G7, yakni melakukan lawatan ke kedua negara yang kini sedang berperang. Sesuai jadwal dan protokoler yang telah disiarkan secara luas, Presiden Jokowi akan mengunjungi ibu kota Ukraina, Kiev dan ibu kota Rusia, Moskow.

Terlepas dari misi Presiden Jokowi yang mengupayakan perdamaian antara Rusia dan Ukraina, tak kalah menarik adalah sosok Boeing 777-300 PK-GIG yang menyandang label temporer sebagai pesawat kepresidenan. Tanpa bekal proteksi sistem anti serangan rudal MANPADS, pesawat sipil ini akan melewati zona merah, meskipun saat kunjungan Ke Ukraina, Presiden Jokowi akan menggunakan kereta api dari Polandia.

Debut Boeing 777-300 PK-GIG sebagai pesawat kepresidenan mulai dikenal publik saat pesawat twinjet ini dipersiapkan untuk misi penerbangan Presiden Jokowi untuk menghadiri ASEAN-US Summit 2020 bulan Maret 2020 di Las Vegas, Amerika Serikat. Meski lawatan ke AS kemudian dibatalkan karena meroketnya kasus Covid-19 global, PK-GIG telah di cat dengan livery pesawat kenegaraan.

Lama tak digunakan, pesawat kepreidenan yang mangkrak di hanggar GMF (Garuda Maintenane Facility) itu pun akhirnya ‘dikembalikan’ untuk melayani penerbangan komersial berjadwal. Contohnya, sebelum bertolak membawa Presiden Jokowi ke Jerman pada 26 Juni kemarin, PK-GIG melayani penerbangan non stop Jakarta – Sydney pada 22 Juni 2022 dengan kode penerbangan GA-713.

Baca juga: Pesawat Kepresidenan “Indonesia One” Telah Berganti Warna, Kini dengan Livery Merah Putih

Keputusan pemerintah untuk menggunakan (menyewa) pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia adalah pilihan yang logis, pasalnya bila menggunakan Boeing Business Jet 2 berbasis Boeing 737-800 yang jarak tempuhnya minim, maka akan memerlukan transit untuk melakukan penerbangan jarak jauh. Belum lagi, penggunaan PK-GIG lebih efisien, mengingat jumlah penumpang yang dapat dibawa lebih banyak, dan tentunya perjalanan bisa lebih cepat sampai ke tujuan.

Dikutip dari planespotters.net, disebutkan bahwa Boeing 777-300 PK-GIG kini telah berusia 7,9 tahun. Pesawat ini diterima Garuda Indonesia pada September 2014.

Cuma 10 Menit, KRL Solo – Palur Siap Beroperasi Juli 2022

Warga Solo dan sekitarnya patut berbangga hati. Kini KRL bersiap untuk dioperasikannya rute Solo Balapan sampai dengan Palur. Rute ini melewati dari Stasiun Solo Balapan, Solo Jebres, dan berakhir di Stasiun Palur. Selama ini rangkaian KRL masih terus lakukan uji coba diantaranya uji coba jalur, kecepatan dan tentu elektrifikasi. Stasiun Palur pun sudah di bangun dengan konsep yang memudahkan penumpang naik dan turun KRL dengan mempertinggi peron.

Baca juga: Satu Tahun Beroperasi, KRL Yogya – Solo Akan Tambah Layanan Hingga Stasiun Palur

Sosialisasi kepada masyarakat pun terus dilakukan tentang perpanjangan rute ini yang mulai dioperasikan pada Juli 2022. Perjalanan Solo – Palur hanya membutuhkan waktu 10 menit. Untuk jadwalnya pun nantinya akan diteruskan hingga ke Stasiun Palur yang sebelumnya berakhir di Stasiun Solo Balapan. Kecepatan maksimal yang ditempuh KRL ini nantinya 90 km/jam dengan rute sepanjang 6,7 kilometer. PT KCI mencatat saat ini rata-rata volume pengguna KRL Yogyakarta-Solo pada hari kerja sebanyak 12.871 orang per hari. Sedangkan, untuk rata-rata volume pengguna KRL Yogyakarta-Solo pada akhir pekan atau hari libur sebanyak 16.038 orang per hari.

Diketahui sebelumnya, lintas Solo – Palur pernah jiga dilewati rangkaian kereta lokal, yaitu KRD Prameks (Prambanan Ekspres). Namun untuk pemberhentian hingga Stasiun Palur jadwalnya tidak begitu banyak dan penumpang tak begitu ramai. Hanya Stasiun Solo Jebres dan Solo Balapan yang ramai akan penumpang.

Baca juga: Berbagai Gangguan yang Dialami Penumpang KRL Solo – Yogya

Namun dengan rencana pengoperasian perpanjangan perjalanan KRL hingga Stasiun Palur ini diprediksi penambahan pengguna KRL sebesar 12 persen untuk pengguna pada hari kerja. Sementara, untuk pengguna pada hari libur atau akhir pekan diprediksi naik 11 persen. (PRAS – Cinta Kereta Api)

ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin

Tentu Anda semua pernah mendengar pemberitaan tentang sebuah pesawat yang salah satu mesinnnya mati ketika tengah mengudara. Nah, menurut Anda, apa yang akan terjadi ketika pesawat mengalami kondisi di atas? Sebagai informasi, pesawat masih bisa mengudara dengan satu mesin apabila mesin lainnya mengalami kendala atau mati – walaupun dalam kondisi seperti ini, pilot harus segera berkomunikasi dengan menara pemantau bandara terdekat untuk meminta ijin melakukan pendaratan darurat.

Baca Juga: 4 Inovasi yang Singkirkan Ketakutan Anda Saat Mengudara

Ada standar yang diterbitkan oleh Federal Aviation Association (FAA) khusus untuk kondisi darurat seperti ini, yaitu Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards atau yang biasa disingkat ETOPS. Namun FAA merevisi akronim tersebut menjadi Extended Operations pasca peraturan yang diperluas – mencakup pesawat yang menggunakan lebih dari dua mesin. Bagi Anda yang masih bingung tentang ETOPS, seperti inilah contoh sederhananya.

Sebuah pesawat hanya diperbolehkan mengudara selama 75 menit dalam kondisi salah satu mesinnya mati. Dalam rentang waktu tersebut, pilot harus mendapatkan ijin dari bandara terdekat untuk melakukan pendaratan darurat. Kondisi seperti inilah yang disebut sertifikasi ETOPS 75.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, ETOPS sendiri memiliki beberapa kelas, mulai dari ETOPS 75, 90, 120/138, 180/207, hingga 370. Angka yang tertera di akhir merupakan durasi yang diijinkan untuk pesawat mengudara hanya dengan satu mesin.

Biasanya, sebuah maskapai penerbangan akan mendapatkan ijin ETOPS dari kelas yang paling bawah, yaitu ETOPS 75. Bukan tidak mungkin perijinian ETOPS tersebut akan ditingkatkan dengan cara melewati serangkaian tahapan terlebih dahulu.

Sumber: Wikipedia

Pertama, sebuah armada penerbangan akan dievaluasi terlebih dahulu. Jika tidak ditemukan masalah dalam evaluasi yang berkenaan dengan pemeliharaan pesawat, maka ijin untuk meng-upgrade ETOPS tersebut akan diterbitkan.

Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan untuk mendapatkan ijin upgrade ETOPS adalah uji kombinasi kemampuan, baik dari airframe (body pesawat) dan mesin yang digunakan oleh pesawat itu sendiri. Fase ini dinamai ETOPS type approval.

Sebagai contoh, jika sebuah pesawat hendak melakukan peningkatan ETOPS 120, maka pesawat yang bersangkutan akan mengudara dalam kondisi salah satu mesinnya mati selama 120 menit – pun dengan peningkatan ETOPS lainnya.

Semisal sudah lolos fase sertifikasi (uji kombinasi kemampuan), maskapai yang hendak meningkatkan ETOPS dari armadanya ini harus memohon perijinan secara langsung terhadap otoritas penerbangan terkait.

Baca Juga: FAA Menolak Aturan Pembatasan Jarak Kursi di Kabin Pesawat

Jika sudah mendapatkan ijin, maka pihak maskapai akan mengantongi ETOPS Operational Certification. Sebelum mendapatkan ETOPS Operational Certification, pihak maskapai masih harus melewati beberapa tahapan, seperti pelatihan penerbang, pelatihan bagian pemeliharaan, hingga penambahan prosedur maintenance atau pemeliharaan yang lebih ketat ketimbang armada non-ETOPS.

Jadi, sekarang sudah paham kan mengenai salah satu prosedur keselamatan di dunia aviasi ini?

Bukan Nama Anak Artis, Ini Dia Fakta Unik Seputar El Al Airlines

Tahukah Anda maskapai mana yang diklaim sebagai yang paling aman di seluruh dunia? Apakah Emirates, Qantas, Qatar, atau bahkan Garuda Indonesia? Nampaknya tebakan tersebut salah semua, karena predikat tersebut jatuh ke flag carrier Israel, El Al Airlines. Bagaimana tidak, negara asal dari maskapai dikenal memiliki begitu banyak musuh. Jadi wajar saja jika otoritas berwajib di Israel ingin melindungi pengoperasian dari maskapai ini.

Baca Juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

Sebut saja fitur Anti-Missile Defense System hingga agen rahasia bersenjata yang duduk di tengah-tengah penumpang guna memantau kondisi di salam kabin. Wah, menarik sekali ya! Tanpa berlama-lama, berikut KabarPenumpang.com himpun fakta-fakta unik dari El Al Airlines, dikutip dari laman gotravelyourway.com

Pengguna Sejati Boeing
Jangan harap menemukan merek lain selain Boeing di armada El Al, karena maskapai ini hanya mengoperasikan beragam jenis dan tipe dari Boeing. Hingga saat ini, El Al mengoperasikan 44 armada Boeing, mulai dari Boeing 737-800, Boeing 747-400, Boeing 767-300ER, hingga Boeing 747-400F yang digunakan sebagai armada kargo.

Tercatat, hanya Bristol Type 175 Britannia, Lockheed Constellation, Douglas DC-4, Curtiss C-46, dan McDonnell Douglas MD-11 saja yang pernah memasang livery El Al Airlines selain merk Boeing.

Korban Pembajakan Pesawat Bersejarah
23 Juli 1968 merupakan hari paling kelam dalam sejarah El Al Airlines, pasalnya peristiwa pembajakan paling bersejarah di dunia aviasi global terjadi di tanggal tersebut. El Al Flight 426 yang dijadwalkan bertolak dari Inggris menuju Roma dibajak oleh anggota Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang membelokkan pesawat menuju Algeria. Selain bersejarah, peristiwa ini juga tercatat sebagai pembajakan pesawat terlama di dunia – 39 hari.

Menerbangkan Penumpang Berkapasitas Penuh
Jika selama ini kita sering melihat beberapa bangku kosong di pesawat, maka hal tersebut tidak akan Anda temui di El Al Airlines, tepatnya pada 24 Mei 1991. Pasalnya maskapai ini pernah membantu evakuasi korban Operation Solomon dengan mengirimkan 34 armadanya menuju Ethiopia. Tujuan dari pengiriman 34 armada tersebut adalah untuk menampung jumlah korban yang kala itu mencapai angka 1.088 jiwa.

Karena rekor ini, Guiness Book of World Record mencatatkan nama El Al Airlines sebagai ‘Most Passengers on Commercial Flight’.

Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

Arti dari El Al Airlines
Tentu saja nama El Al bukanlah terinspirasi dari anak musisi kenamaan Indonesia. Bagi yang masih bingung, El Al merupakan bahasa Hebrew yang berarti “To The Skies or Skyward”. Jangan berpikiran kalau ini merupakan maskapai dari anak artis tadi ya!

Tak Ada Logo “Z” Lagi di Pesawat Zipair Tokyo, Ini Sebabnya

Siapa sangka jika Perang Rusia vs Ukraina membawa dampak ‘langsung’ pada Zipair Tokyo, yakni maskapai berbiaya murah asal Jepang – anak perusahaan JAL (Japan Airlines). Dampak yang dialami Zipair bukan terkait pembatasan rute penerbangan, melainkan karena ikon huruf “Z” yang selama ini melekat sebagai logo maskapai di vertical stabilizer armada pesawatnya.

Baca juga: Zipair Tokyo, Maskapai Berbiaya Murah Terbaru dari Jepang, Mengudara 14 Juli 2020!

Dikutip dari cnn.com (20/6/2022), ketika invasi Rusia ke Ukraina mendekati empat bulan, Zipair telah mengumumkan rencana untuk mengubah corak logonya di tengah kekhawatiran dari penumpang bahwa tampilannya saat ini dapat menunjukkan bahwa maskapai ini mendukung invasi Rusia. Zipair yang berbasis di Tokyo telah mengumumkan bahwa mereka akan menghapus “Z” dari sirip ekornya per 18 Juni 2022, dan menggantinya dengan pola garis-garis geometris.

Pola garis-garis geometris pada logo Zipair Tokyo.

Desain ulang awalnya direncanakan sebagai perombakan sebelum invasi Rusia, yakni untuk menandai pelonggaran pembatasan perjalanan pandemi oleh Jepang, dan dipresentasikan pada konferensi pers yang mengumumkan rute baru maskapai itu dari Tokyo ke San Jose, California.

Namun, Shingo Nishida, Presiden Direktur Zipair, mengungkapkan pada konferensi pers bahwa klien (penumpang) Zipair telah menghubungi maskapai, dan menyatakan keprihatinan mereka atas logo maskapai yang ada. Sebagai informasi, logo “Z” telah digunakan sejak tahun 2018. Sementara, militer Rusia telah menggunakan “Z” untuk melambangkan kemenangan dalam invasinya di Ukraina.

Juru bicara Zipair mengatakan,”Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami telah menerima sejumlah komentar pelanggan mengenai perasaan mereka terhadap desain livery saat ini. Sebagai perusahaan transportasi umum, kami menyadari bahwa surat tersebut telah ditunjukkan di berbagai saluran media dalam skala global dan bagaimana desain dapat dipahami secara negatif.”

Ia menambahkan, “Meskipun pelanggan mengakui dan memahami bahwa logo kami dibuat pada tahun 2018, artinya jauh sebelum situasi saat ini, mereka berbagi keprihatinan mereka sebagai cara untuk menunjukkan dukungan kepada maskapai.”

Baca juga: Zipair Tokyo Layani Penerbangan Penumpang Perdana Sekalipun Hanya 2 Orang

Alih-alih mengecat ulang armadanya secara bertahap, pesawat Zipair mulai 18 Juni pada bagian sirip ekornya ditutupi dengan stiker. Pesawat kemudian akan dicat ulang secara bertahap, mulai Desember 2022 untuk tanggal penyelesaian pada musim semi 2023.