Yang Aneh dari Inggris: Penumpang Boleh Seks di Pesawat, Kecuali di Toilet

Bagi sebagian orang, getaran selama pesawat dalam penerbangan mempercepat dan meningkatkan gairah untuk berhubungan seksual. Ini bisa dilihat dari banyaknya pasangan yang baru mengaku melakukan hal itu sekalipun dengan penumpang lain yang baru dikenal di pesawat. Lantas, bagaimana hukumnya? Apakah itu ilegal dan pelakunya terancam dipenjara ataupun didenda?

Baca juga: Bagaimana Reaksi Pramugari Saat Temukan Penumpang Berhubungan Seks di Pesawat?

Berhubungan seksual di pesawat dikenal juga dengan istilah Mile High Club. Secara bahasa Mile High Club adalah kelab yang berada tinggi di atas awan. Tetapi, secara istilah, Mile High Club adalah kumpulan orang-orang (penumpang) yang bebas melakukan apa saja di pesawat, termasuk berhubungan intim atau berhubungan seks di pesawat.

Menurut juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA), saat pesawat di udara, hukum yang berlaku bukanlah hukum dimana pesawat berada, melainkan hukum dimana pesawat diregistrasi atau didaftarkan.

“Jika pesawat tersebut terdaftar di Inggris, maka hukum domestik Inggris yang berlaku, jadi pesawatlah yang diperhitungkan dan bukan kebangsaan maskapai tersebut,” jelasnya, seperti dikutip dari The Sun.

Di Inggris, siapapun yang kedapatan berhubungan seks di depan umum dapat dipidana karena melanggar Outraging Public Decency atau Kemarahan Kesusilaan Publik pasal 71 dari Undang-Undang Pelanggaran Seksual 2004. Namun, UU tersebut tidak menyebutkan dengan spesifik apakah itu berlaku juga di pesawat atau tidak.

Disebutkan, dalam pasal tersebut, yang dimaksud dengan di depan umum adalah di toilet dan ini juga berlaku di pesawat. Itu berarti, penumpang boleh berhubungan seks di pesawat maskapai yang teregistrasi di Inggris selama itu bukan di toilet. Penumpang hampir mustahil untuk dipidana atau dipenjara karenanya. Namun, tetap tak menutup kemungkinan didenda dengan pasal lain.

Meski begitu, menurut salah seorang awak kabin, penumpang tak serta merta bisa melakukan itu dengan bebas di seluruh pesawat yang teregistrasi di Inggris. Itu tergantung oleh pramugari/pramugara yang bertugas.

Andai yang bertugas adalah pramugari/pramugara senior yang mood-nya sedang tidak bagus, penumpang sudah pasti akan diminta berhenti berhubungan seksual di pesawat.

Sebaliknya, jika yang bertugas adalah pramugari/pramugara junior dan memiliki selera humor tinggi terhadap hal itu, besar kemungkinan mereka yang melakukan hal itu akan didiamkan saja. Ini tentu bukan isapan jempol belaka.

Baca juga: Gadis Ini Ingin Nikahi Replika Pesawat Bernama Dicki: “Ia Sangat Seksi”

Seorang penumpang mengaku pernah berhubungan seks dengan penumpang lain yang juga suaminya di toilet pesawat. Usai keluar dari toilet, penumpang lain dan awak kabin tidak mengatakan apapun.

Barulah jelang pesawat mendarat, awak kabin memberikan selamat kepada keduanya melalui mikrofon. Tak hanya itu, mereka juga diberikan sampanye gratis sebagai hadiah.

Yuk, Absen Stasiun – stasiun yang Dilewati LRT Jabodebek, Stasiun Apa Saja Namanya, ya?

Meski soft launching LRT Jabodebek diundur hingga Desember 2022 namun kabarpenumpang.com sudah mengetahui nama – nama stasiun yang akan berhenti oleh rangkaian LRT Jabodebek, lho. Selain lokasi dan stasiun yang sudah diketahui, percabangan jalur LRT yang merupakan pertemuan dari Cibubur, Dukuh Atas, dan Jatimulya juga sudah bisa terlihat. Pembangunan stasiun LRT Jabodebek sengaja dilakukan dekat dengan area tingkat kemudahan dan terintegrasi oleh moda transportasi lainnya, supaya penumpang merasa lebih dekat dan bisa tercapai naik LRT Jabodebek dengan mudah.

Baca juga: LRT Jabodebek Akan Diundur Uji Coba Pengoperasiannya Menjadi Desember 2022, Ini Alasannya

Tak hanya nama stasiun yang sudah diketahui, kabarpenumpang.com juga intip media sosial dari instagram @ditjenperkertaapian memiliki 3 warna jalur yang berbeda. Untuk warna hijau rute Dukuh Atas – Cawang, warna merah rute Harjamukti (Cibubur) – Cawang, dan warna ungu rute Jatimulya – Cawang. Belum diketahui pasti warna dari ketiga jalur tersebut apakah tetap digunakan agar penumpang lebih mudah melihat dan membaca rute map tersebut atau hanya di media sosial saja.

Beberapa stasiun yang akan dilewati dan berhenti sebanyak 18 stasiun yang tersedia ini meliputi: Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Cawang, Halim, Jatibening, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, Jatimulya, Taman Mini, Kampung Rambutan, Ciracas, dan Harjamukti.

Baca juga: Permudah Naik LRT Jabodebek, Penumpang Cukup Bayar Pakai Kartu Uang Elektronik

Untuk stasiun percabangan (junction) atau stasiun transit LRT akan sepenuhnya dilakukan di Stasiun Cawang. Jadi stasiun tersebut bisa dilakukan penumpang untuk berpindah LRT baik dari arah Harjamukti (Cibubur), Jatimulya (Bekasi) maupun Dukuh Atas. Saat ini beberapa stasiun LRT masih tahap pengerjaan dan kelengkapan fasilitas penunjang untuk masyarakat yang akan menggunakannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Terdampak Pengusiran Rumah, Keluarga di Inggris Sulap Bus Tingkat Jadi Tempat Tinggal

Punya dimensi yang relatif luas dibandingkan kendaraan lain, bus tingkat alias double decker acap kali dialihfungsikan sebagai bentuk lain, sebut saja restoran, kedai kopi sampai ruang penginapan komersial. Nah, yang disebut terakhir kembali hadir di Inggris. Meski tidak ada kaitan dengan aspek komersial, sebuah bekas bus tingkat sekolah di Inggris dialifungsi sebagai tempat tinggal untuk keluarga dengan empat orang.

Baca juga: Setelah Pesawat dan Kereta, Kini Giliran Bus Tingkat yang’ Disulap’ Jadi Hotel

Dikutip dari metro.co.uk (1/7/2022), diwartakan sebuah keluarga harus pinda ke bus tingkat setelah terbitnya surat pemberitahuan pengusiran atas rumah mereka. “Ketimbang kami menjadi tunawisma atau menjadi beban bagi kota untuk mencarikan tempat tinggal, maka kami memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri,” ujar Simon Lewis, yang mendapatkan surat pemberitahuan pengusiran sebelum 9 Agustus 2022.

Dengan ‘benar-benar tidak ada rumah’ untuk disewa di kota tepi pantai Felixstowe, Suffolk, dan tidak cukup uang untuk membeli rumah, maka keluarga itu memutuskan untuk pindah ke bus tingkat yang mereka beli dari eBay seharga £6.000 (setara Rp108 juta).

Pasangan Simon dan Sophie berencana untuk menghabiskan tambahan £20.000 untuk mengubah bus sekolah bercat hijau, yang dimiliki oleh perusahaan bus Cambridge, menjadi tempat tinggal dengan empat tempat tidur. Dengan £20.000, mereka berencana untuk membuat empat kamar tidur, kamar mandi dan toilet di dek atas dan dapur, ruang makan dan area tempat duduk di lantai bawah.

Baca juga: Neoplan Jumbocruiser – Bus Tingkat yang Pernah Sabet Guinness World Records

Terlepas dari segalanya, Simon melihat hikmahnya, bahwa dia tidak hanya percaya keluarganya akan menghemat ribuan pound per tahun dengan tinggal di bus, dia juga berharap dapat menjelajahi Inggris dengan mudah. “Kami selalu bermimpi untuk melakukan perjalanan keliling Inggris dan mengunjungi empat bagian negara ini,” katanya.

DDT Selesai, Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Beberapa Stasiun Ini, Termasuk Stasiun Tambun?

Pembangunan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral ternyata memang berbuah manis. Selain sebagai pemberhentian dan pemberangkatan kereta api jarak jauh, stasiun manggarai akan dihubungkan dengan jalur DDT (Double – double Track) yang juga dilewati kereta api jarak jauh dari manggarai hingga Bekasi. Selain itu, dari informasi berbagai sumber setelah terbangunnya proyek DDT ada beberapa stasiun mulai dari Manggarai hingga Cikarang akan siap mengoperasikan stasiun sebagai naik dan turun penumpang untuk kereta api jarak jauh. Diketahui proyek DDT dibuat mulai dari Manggarai sampai dengan Bekasi. Namun pemberhentian dan kedatangan kereta api jarak jauh akan dilakukan di beberapa stasiun besar.

Baca juga: Pria Tambun Terpleset Saat Naik Kereta yang Berjalan dan Terjatuh ke Celah Peron

Beberapa stasiun yang rencannya akan melayani kereta api jarak jauh adalah Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi, Stasiun Tambun, dan Stasiun Cikarang. Saat ini kereta api yang melayani naik dan turun kereta api jarak jauh sudah melayani di Stasiun Bekasi dan Cikarang, untuk Jatinegara sementara baru melayani kedatangan penumpang dari luar kota saja.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulkifli mengatakan nantinya akan ada stasiun – stasiu besar yang juga dibangun seperti mulai dari Manggarai yang masih proses pembangunan, Jatinegara yang saat ini sudah dioperasikan, Stasiun Bekasi masih tahap pembangunan dan Cikarang yang sudah dioperasikan untuk penumpang kereta api jarak jauh. Menurutnya ini berfungsi untukk mengurangi beban di Manggarai atau saat ini Gambir dan Pasar Senen.

Baca juga: Wanita Bertubuh Tambun Dilecehkan Pengemudi Taksi, Disebut Tak Muat Duduk di Kursi

Zulkifli menambahkan nantinya Stasiun Tambun juga rencananya akan memberhentikan beberapa kereta api jarak jauh saat pembangunan stasiun selesai 100 persen. Beberapa stasiun ini termasuk ke dalam 14 stasiun antara Manggarai – Cikarang akan rampung tahun ini untuk direvitalisasi. Perbaikan didalamnya termasuk fasilitas umum, jalur kereta yang akan dibangun DDT, dan juga eletrifikasi dijalur tersebut. Tahap penyelesaian pembangunan stasiun yang masih dalam proses adalah Stasiun Manggarai, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Tambun. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Dilayani oleh Wings Air, Bandara Pondok Cabe Tangsel Segera Buka Penerbangan Domestik

Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan (Tangsel) diwartakan akan segera dioperasikan untuk melayani penerbangan komersial berjadwal. Meski Bandara Pondok Cabe dilelola oleh anak perusahaan Pertamina, namun layanan penerbangan komersial perdana di Bandara Pondok Cabe bukan dilakukan oleh Pelita Air Service (PAS) yang bermarkas di bandara tersebut.

Baca juga: Dibalik Rencana ‘Gantikan’ Bandara Halim, Jangan Lupa Bandara Pondok Cabe Juga Home Base Satuan Militer dan Polisi Udara

Persisnya, Bandara Pondok Cabe akan melayani penerbangan pesawat Wings Air ke sejumlah tujuan domestik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung. Dengan dilayani oleh Wings Air, menjadikan bakal ada penerbangan pesawat reguler bermesin turboprop dari jenis ATR-72 500 dan ATR-72 600, pasalnya Wings Air hanya mengoperasikan dua jenis pesawat buatan Perancis tersebut.

Korporat Communication Strategic of Wings Sir, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan pengoperasian layanan penerbangan dengan pesawat tersebut diberikan bagi penumpang berjadwal domestik (regular flight).

“Wings Air segera terbang langsung dari kota asal Jakarta dan sekitar melalui Bandar Udara Pondok Cabe di Tangerang Selatan (PCB),” kata Corporate Communication strategic of Wings Air, Danang Prihantoro, Sabtu (2/6/2022).

Ia menerangkan, Bandara Pondok Cabe akan menawarkan kemudahan perjalanan udara bagi pebisnis dan wisatawan yang berasal dari kawasan Jakarta bagian selatan, Jakarta bagian timur, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi, serta area sekitar, tujuan Bandara Radin Inten II Lampung di Tanjung Karang (TKG).

“Membantu kebutuhan perjalanan udara dari Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Timur dan daerah lain di sekitar,” terang Danang.

Selain itu ia menyatakan bahwa penerbangan Jakarta Pondok Cabe – Lampung PP, juga merupakan bagian dari upaya kontribusi Lion Air Grup dalam pergerakan pemulihan perekonomian dan aktivitas ekonomi nasional.

Baca juga: Akankah Regional Aircraft Kembangan Airbus Mampu Goyang Pasar ATR-72?

Menurut dia, rencana pembukaan jaringan penerbangan dari Pondok Cabe ke Lampung menambah kota tujuan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sehingga cakupan area akan melingkupi dari destinasi Jakarta Pondok Cabe (PCB) ke: Jawa Barat: Tasikmalaya (TSY), Jawa Tengah: Purbalingga (PWL) dan Cepu Blora (CPF), Jawa Timur: Sumenep, Pulau Madura (SUP) dan Lampung: Bandar Lampung – Tanjung Karang (TKG).

Ouigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah

Ternyata tidak hanya pesawat saja yang memiliki pilihan perjalanan berbiaya rendah (LCC), tapi kereta cepat juga punya hal senada. Seperti yang baru saja terjadi di Perancis, dimana sebuah layanan kereta berbiaya rendah, Ouigo, diberangkatkan dari Stasiun Metro Paris Montparnasse untuk pertama kalinya. Sontak, layanan baru ini menuai respon positif dari berbagai kalangan yang merasa layanan naik TGV (kereta peluru Perancis) terlalu mahal.

Baca Juga: Introduire! Layanan Kereta Cepat di Perancis Pengganti TGV

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman connexionfrance.com (10/12/2017), kereta cepat bertarif rendah ini akan beroperasi di daerah pinggiran Paris, yaitu antara Massy dan Palaiseau, yang berarti bahwa setiap penumpang yang ingin mencapai pusat kota Paris perlu melakukan perjalanan ekstra selama setengah jam, setelah meninggalkan kereta Ouigo. Sekarang, kereta yang memungkinkan para penumpangnya untuk melakukan perjalanan antara Bordeaux dan Paris dalam waktu kurang dari dua jam dengan harga di bawah €30 ini akan berangkat dan memasuki kota dari terminal pusat.

Untuk harga, ada sedikit kenaikkan. Tiket satu arah yang dulu dibanderol €10 kini naik menjadi €16. Sedangkan tiket untuk anak-anak yang semula berada di harga €5 kini naik menjadi €8. SNCF, selaku operator kereta di Perancis berharap, hal ini akan mendorong lebih banyak penumpang untuk menggunakan layanan Ouigo. Mereka mengklaim bahwa akan ada lebih dari tujuh juta orang yang menggunakan layanan ini pada akhir tahun 2017.

Lebih lanjut, perusahaan tersebut memperkirakan bahwa sekitar 13 juta penumpang akan menggunakannya pada akhir 2018, dan berharap pada tahun 2020, Ouigo akan mewakili seperempat dari semua perjalanan kereta berkecepatan tinggi di Perancis. “Ini merupakan penawaran yang menakjubkan,” jelas Stéphane Rapebach, direktur jenderal Ouigo.

Sedikit yang membedakan Ouigo dengan layanan supreme lainnya di Perancis adalah ketidaktersediannya kereta makan di Ouigo. Kereta cepat berbiaya rendah ini hanya memiliki satu kelas tempat duduk. Uniknya, setiap penumpang yang membawa koper atau barang besar lainnya, akan dikenakan biaya tambahan sebesar €5 per item.

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Demi meningkatkan On Time Performance, para penumpang yang hendak menggunakan layanan TGV atau Ouigo, dihimbau untuk tiba di stasiun paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan, karena dikhawatirkan keterlambatana keberangkatan akan menghambat perjalanan kereta lainnya yang menggunakan jalur yang sama.

Uni Eropa Gelar Studi Kereta Berkecepatan Tinggi Lintas Negara, Inilah Sederet Kerumitannya

Perancis, Inggris, Italia, Jerman dan Spanyol, adalah negara-negara di Eropa yang telah mengoperasikan kereta berkecepatan tinggi. Namun, seiring tuntutan zaman, terlebih untuk melepas ketergantungan pada layanan penerbangan, ada keinginan kuat dari Uni Eropa untuk mengaplikasikan jaringan kereta berkecepatan tinggi lintas Eropa.

Baca juga: Jaringan Kereta Berkecepatan Tinggi Eropa Semakin ‘Terhubung’

Seperti diumpakan, dengan kereta cepat seseorang dapat sarapan di Paris, makan siang di Frankfurt, dan makan malam di Wina, semuanya dapat dijalani tanpa kerumitan dan frustrasi ala layanan penerbangan.

Dikutip dari cnn.com (6/7/2022), itulah visi yang digariskan oleh para pemimpin industri kereta api di Lyon, Prancis, pada 29 Juni 2022, di tengah rencana ambisius Uni Eropa untuk menggandakan penggunaan kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2030 dan tiga kali lipat pada tahun 2050. Hanya dengan perluasan jaringan berkecepatan tinggi yang masif dan dipercepat, yang dapat mencapai target yang sangat ambisius. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah itu proposisi yang realistis dan dapat dijangkau?

Tidak seperti banyak bagian dunia, Eropa sudah memiliki ribuan kilometer kereta api berkecepatan tinggi. TGV Prancis yang terkenal di dunia, ICE Jerman, dan AVE Spanyol telah mengubah perjalanan kereta api selama 40 tahun terakhir, tetapi yang menjadi tantangan, sebagian besar tetap berfokus pada pasar domestik. Itu tidak mengherankan, lantaran negara-negara tersebut telah menginvestasikan miliaran euro dalam infrastruktur baru, dan tekanan politik untuk menggenjot manfaat maksimal bagi pembayar pajak tidak dapat dihindari.

Sementara dengan membangun jaringan kereta cepat lintas Eropa (lintas perbatasan), bahkan di dalam Uni Eropa, dapat menciptakan polemik mengenai siapa yang membayar untuk apa, bagaimana kontrak dialokasikan, standar dan peraturan nasional yang bertentangan, dan sejumlah hambatan lainnya.

Bahkan di mana jalur internasional berkecepatan tinggi yang telah dibangun dengan biaya yang sangat besar, loyalitas nasional, birokrasi yang menyesakkan, dan biaya akses yang tinggi menghalangi beberapa rute untuk memenuhi potensinya. Seperti Paris-London melalui Terowongan Channel dan Paris-Brussels-Amsterdam/Cologne memang berhasil, tetapi seharusnya bisa memikat lebih banyak penumpang dari perjalanan udara jarak pendek.

Sekarang badan organisasi Eropa telah berkomitmen untuk sebuah studi baru yang menyoroti banyak manfaat dari jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang diperluas dan dapat menghubungkan ibu kota nasional dan kota-kota besar. Dan yang terpenting, studi tersebut harus mendalami bagaimana cara membayar puluhan ribu kilometer jalur baru dan bagaimana transformasi radikal jaringan kereta api di benua itu dapat membantu Uni Eropa mewujudkan tujuan “Kesepakatan Hijau” untuk netralitas karbon pada tahun 2050.

Dan di situlah, akan ditentukan mengenai kesepakatan tentang rute mana yang harus diprioritaskan, kota mana yang akan diuntungkan (dan mana yang akan ketinggalan) akan menimbulkan argumen besar antara kepentingan nasional masing-masing negara yang bersaing.

Baca juga: TGV Bersejarah Tampil di Praha, Promosikan Jaringan Kereta Cepat di Ceko

Sementara beberapa pejabat Uni Eropa memuji proposal tersebut sebagai masa depan perjalanan berkelanjutan di Eropa, asalkan operator dapat membuatnya efisien dan hemat biaya.

Ternyata! British Airways Pernah Operasikan Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook

Maskapai penerbangan komersial punya armada helikopter, itu memang ada, meski jumlahnya hanya beberapa. Maklum kebanyakan maskapai lebih fokus pada layanan utamanya. Namun, tahukah Anda, bahwa British Airways, yakni maskapai plat merah kebanggaan Negeri Britania, rupanya pernah mengoperasikan helikopter. Dan ini bukan sembarang helikopter, melainkan helikopter angkut berat, dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Baca juga: Pensiunan Pesawat Boeing 747 British Airways Disulap Jadi Tempat Dugem

Maskapai penerbangan komersial punya armada helikopter, itu memang ada, meski jumlahnya hanya beberapa. Maklum kebanyakan maskapai akan lebih fokus pada layanan utamanya. Namun, tahukah Anda, bahwa British Airways, yakni maskapai plat merah kebangaan Negeri Britania, rupanya pernah mengoperasikan helikopter. Dan ini bukan sembarang helikopter, melainkan helikopter angkut berat, dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Persisnya British Airways dengan livery kombinasi merah, putih dan biru pernah hadir pada helikopter CH-47 Chinook. Dikutip dari wikipedia.org, pada periode 1980 – 1986, British Airways lewat anak perusahaannya, yaitu British Airways Helicopters (BAH) mengoperasikan Boeing Vertol BV-234 – varian sipil dari CH-47 Chinook.

Oleh BAH, enam unit armada helikopter CH-47 Chinook yang punya payload 10 ton, dioperasikan untuk melayani penerbangan transportasi dan logistik pada kilang minyak di lepas pantai. Perusahaan ini terlibat dalam menyiapkan layanan antar-jemput helikopter dengan frekuensi tinggi antara bandara Gatwick dan Heathrow pada tahun 1978. Perusahaan ini juga bertanggung jawab atas rekayasa dan pemeliharaan helikopter untuk menyediakan awak pesawat.

Lantaran frekuensi penerbangan yang cukup tinggi, BAH tak hanya mengoperasikan helikoptr angkut berat CH-47 Chinook. Lain dari itu, BAH tercatat juga mengoperasikan beberapa helikopter medium yang punya payload besar, seperti Sikorsky S-61, Sikorsky S-58T, Westland 30 dan Aerospatiale AS.332L Super Puma.

Baca juga: Bakal Layani Penerbangan Berjadwal, Inilah Profil Maskapai Pelita Air, Anak Perusahaan Pertamina

Seiring dinamika, pada tahun 1986, British Airways Helicopters dijual oleh British Airways ke Maxwell Aviation milik Robert Maxwell dan berganti nama menjadi British International Helicopters. Bila dilihat sekilas, debut BAH ada kemiripan dengan Pelita Air Service yang salah satu peran utamanya adalah mendukung transportasi dan logistik ke lokasi kilang minyak.

Kereta Ukur Jalan Rel dan LAA Terbaru Uji Coba Perdana di Cirebon

KUJR (Kereta Ukur Jalan Rel) tepat hari ini (7/7) di uji coba. Seperti yamg diberitakan kabarpenumpang.com kereta ukur keluaran Plasser & Theurer pabrikan Swiss ini telah tiba di Balai Yasa Mekanik, Cirebon pada Jumat, 1 Juli 2022 lalu saat dini hari. Kereta yang nantinya akan digunakan untuk pengecekan rel dan Listrik Aliran Atas (LAA) ini sangat berguna seperti kereta ukur pada umumnya. Karena saat ini PT KAI masih memiliki kereta ukur yang dimiliki opeh Daop 2 Bandung.

Baca juga: Buka Terpal! Inilah Proses Perjalanan Penampakan Kereta Ukur Jalan Rel yang Terlihat Glowing

Uji coba Kereta UkurJalan Rel & LAA hari ini uji coba hanya sepetak, yaitu Stasiun Cirebon Prujakan – Stasiun Waruduwur pp. Uji coba kereta ukur ini dilakukan mulai pukul 08.00 – 10.30 dengan kecepatan maksimum 100 km/jam. Uji coba ini merupakan pertama kali di jalur raya yang biasa dilewati kereta api jarak jauh dan menengah. Rute yang dijalankan kereta ukur ini hanya pulang pergi sebanyak 4 kali. Namun, saat dilakukan uji coba kereta ukur hanya dari sistem kecepatan terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pengukuran pada rel saat perjalanan.

Rencana kedepan kereta ukur ini akan mulai tahap uji coba selanjutnya adalah menuju ke wilayah Daop 1 Jakarta. Dengan tentu uji coba yang akan dilakukan yaitu pengecekan listrik aliran atas untuk kereta rel listrik. Kelebihan kereta ukur baru ini bisa sekaligus mengecek jalan rel dan listrik aliran atas.

Baca juga: Wow! Penampakan Kereta Ukur Buatan Swiss Tiba di Tanjung Priok, Jakarta

Layaknya Kereta Ukur Galunggung buatan PT INKA, kereta ukur keluaran baru ini juga membantu dalam hal pengecekan di beberapa lintasan yang ada di wilayah Jawa. Informasi selanjutnya rencana kereta ukur yang sudah masih dipergunakan untuk pengecekan rel, namun kabar yang beredar kereta ukur dengan penomoran yang sama (EM 120) dengan livery biru putih akan digunakan di jalur wilayah Sumatera. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Rusia Tinggalkan Cina Sendirian di Proyek CR929, Ada Apa?

Rusia tengah mempertimbangkan keluar dari program pesawat widebody CR929 dan meninggalkan Cina sendirian. Hal itu disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov, yang mengawasi industri militer dan penerbangan Rusia.

Baca juga: Rusia-Cina Ribut, Proyek Pesawat CR929 Batal?

Di sela-sela forum Engineers of the Future 29 Juni lalu, Yuri Borisov mengunkapkan pertimbangan tersebut diambil lantaran proyek berjalan tidak sesuai dengan keinginan Rusia.

“Kami bekerja dengan Cina dalam proyek ini yang, pada prinsipnya, tidak berjalan ke arah yang sesuai dengan kami. Cina, karena menjadi raksasa industri, semakin tidak tertarik dengan layanan kami,” katanya.

“Kami memiliki biro desain dan pengalaman yang luas di TsAGI (Central Aerohydrodynamic Institute). Tetapi kebutuhan Cina lebih banyak daripada yang kami miliki saat ini. Partisipasi kami semakin berkurang. Saya tidak ingin memprediksi masa depan proyek ini, jika kami akan meninggalkannya atau tidak, tetapi untuk saat ini benar-benar jalannya,” lanjutnya, seperti dikutip dari kantor berita nasional Rusia, TASS.

Sikap negatif Rusia terkait proyek  CR929-600 tentu menimbulkan pertanyaan besar. Sebelumnya, pada dua bulan lalu, Duta Besar (Dubes) Cina untuk Rusia, Zhang Hanhui, mengungkapkan baik pihak Rusia maupun Cina disebut sudah menyelesaikan berbagai polemik yang terjadi di internal.

“Pembuatan pesawat widebody long-range CR929 adalah salah satu proyek bersama yang penting dari negara kita. Para pihak untuk saat ini telah mencapai konsensus tentang isu-isu utama seperti investasi, desain, dan pembagian kerja pada penyelesaian penelitian dan pengembangan. Bersama studi dan pengembangan berjalan dengan lancar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan dari Dubes Zhang Hanhui juga ditanggapi positif oleh Rusia melalui Menteri Perdagangan dan Industri Rusia, Denis Manturoy. Dua pekan lalu, ia menungkapkan bahwa proyek tersebut sedang direview uang untuk tidak bergantung pada kompenen Barat.

“CR929 masih berlangsung. Tetapi dengan mempertimbangkan input baru, sejalan dengan pembatasan yang ada saat ini dalam hal kerja sama, yang dibentuk oleh mitra Cina dengan keterlibatan pabrikan Barat, sekarang ini tidak mungkin, jadi Anda harus melakukannya. Menghabiskan waktu untuk merestrukturisasi pendekatan hanya dengan menggunakan pabrikan Rusia dan Cina,” ujarnya.

Perjalanan Rusia dan Cina dalam mengembangkan pesawat widebody CR929 untuk menantang Airbus A330 dan Boeing 787 Dreamliner memang pasang surut.

Baca juga: Diamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku Cadang Pesawat

Sejak diumumkan pada tahun 2012 dan ditandatangani pada tahun 2016 dihadapan Putin dan Xi Jinping sampai mendirikan perusahaan patungan China-Russia Commercial Aircraft International Corporation (CRAIC), terjadi beberapa kali tarik ulur kesepakatan.

Terakhir, pada Oktober tahun 2020, Rusia dan Cina disebut berserteru terkait transfer teknologi dan suplai chain.