Rusia Kembangkan “Elephant”, Pesawat Angkut Berat Pengganti Antonov An-124

Meski Rusia dan Ukraina berseteru, namun kedua negara yang pernah bersatu dalam naungan Uni Soviet itu punya kesamaan dalam hal pesawat angkut berat, yakni sama-sama mengoperasikan Antonov An-124 Ruslan, yang notabene sudah ada sejak era kejayaan Soviet. Dalam konteks kemandirian industri, penting bagi Rusia untuk mengembangkan pesawat pengganti/penerus An-124, salah satu alasannya adalah merek dan pabrikan Antonov yang memang milik Ukraina.

Baca juga: Antonov An-124 Terasa ‘Istimewa’ di Yogyakarta, Tapi Sudah ‘Biasa’ di Makassar

Dikutip dari simpleflying.com (12/7), Rusia telah mengumumkan bahwa mereka sedang mengerjakan desain pesawat angkut berat baru yang disebut “Elephant”. Pesawat itu akan bertindak sebagai penerus pesawat kargo empat mesin Antonov An-124. Perusahaan di balik rancangan itu adalah The Central Aerohydrodynamic Institute of Russia (TsAGI).

Menurut pernyataan yang dirilis pada 7 Juli 2022, sekelompok peneliti telah memodifikasi desain dan konfigurasi pesawat yang diusulkan, khususnya penampang badan pesawat (fuselage) untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengangkut kargo. Pihak TsAGI menyebut bahwa Elephant nantinya dirancang untuk dapat membawa payload kargo maksimum 180 ton.

Rusia tertarik untuk membuat pesawat baru ini dalam pengujian dan produksi dan berharap untuk memiliki pengujian desain pesawat yang diselesaikan dalam terowongan angin (wind tunnel) pada akhir tahun 2022. Perusahaan tersebut telah meneliti sayap yang berbeda dan bagaimana dapat mempengaruhi kinerja pesawat. TsAGI menyebut bahwa ada perhatian khusus yang diberikan pada ujung sayap yang dapat dilepas dari berbagai konfigurasi.

Desain Elephant akan mampu mengakomodasi mesin turbofan PD-35 buatan Rusia, yang mampu mendorong hingga 35 ton. UEC-Aviadvigatel sedang mengembangkan mesin yang lebih besar yang dimaksudkan untuk menggerakkan pesawat berbadan lebar, seperti CR929, dengan mendasarkan desainnya pada PD-14 sebelumnya. Sebuah kontrak diberikan oleh pemerintah federal untuk penelitian dan pengembangan mesin pada tahun 2016.

Baca juga: Antonov An-124 Terbangkan Kereta Cepat Maglev Sejauh 7.500 km

Meski informasi tentang spesifikasi Elephant masin terbatas. Namun, disebut-sebut pesawat angkut ini dapat membawa kargo berat dengan jarak sekitar 7.000 km pada kecepatan 850 km per jam.

Kalau LRT Jabodebek Selesai, Apa Saja Sih yang Bakal Diuntungkan?

Sebenarnya jalur LRT makin hari makin terlihat tahap kerapihannya. Mulai dari jalur rel keretanya, bagian mekanismenya, kelengkapan fasilitasnya, hingga bangunan dipo LRT itu sendiri. Hanya saja ada beberapa yang harus dilakukan pengecekan secara bertahap agar saat digunakan atau saat soft launching pengoperasian LRT Jabodebek tetap berjalan lancar. Nah, saat dioperasikannya LRT ini, pasti ada saja dong yang bakal diuntungkan. Apalagi ini pertama kalinya jalur kereta api terbaru yang dibuat PT KAI dengan melewati antar wilayah di Jakarta, Bogor dan Bekasi.

Baca juga: Yuk, Absen Stasiun – stasiun yang Dilewati LRT Jabodebek, Stasiun Apa Saja Namanya, ya?

Hal yang diuntungkan pertama adalah warga yang tinggal diarea yang dilewati area LRT tentunya. Pastinya moda transportasi lain yang biasa mereka gunakan sehari – hari, pasti beralih ke LRT jika aktivitas mereka bisa terintegrasi bahkan lebih dekat dengan stasiun – stasiun yang disinggahi LRT. Kemudian pusat perbelanjaan yang berada di sekeliling area stasiun LRT. Entah berapa pusat perbelanjaan yang pastinya dilewati jalur layang LRT. Yang pasti warga lebih dimudahkan saat naik dan turut di stasiun yang sangat terjangkau untuk jaraknya. Tingkat keramaiannya pun bertambah seiring mudahnya saat naik LRT. Serta saat beraktivitas ke kantor di Jakarta, karena waktu tempuh jadi lebih cepat dan terhindar dari kemacetan.

Lalu yang paling penting dekat dengan bandara, terminal bus serta stasiun commuter line. Untuk bandara saja, penumpang cukup turun di Stasiun Cawang yang merupakan stasiun percabangan antara Harjamukti dan Jatimulya. Menuju Bandara Halim Perdana Kusuma dari Stasiun Cawang hanya butuh waktu 10 menit saja. Lalu Terminal Bus Kampung Rambutan yang merupakan stasiun terdekat yang dilewati LRT. Cukup turun di Stasiun Kampung Rambutan, calon penumpang nantinya bisa meneruskan perjalanannya menggunakan bus antar kota antar provinsi atau sarana angkutan lain.

Baca juga: LRT Jabodebek Akan Diundur Uji Coba Pengoperasiannya Menjadi Desember 2022, Ini Alasannya

Dan yang terakhir adalah Stasiun Dukuh Atas. Lokasi yang berada di Menteng, Jakarta Pusat ini nanti akan dibangun juga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) terpanjang dan cukup luas untuk terintegerasi menuju Stasiun Commuter Line Sudirman. JPO ini dalam tahap pembangunan seiring tahap penyelesaian di Stasiun Dukuh Atas. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Ini Alasan Tak Boleh Kembangkan Pelampung di Dalam Kabin

Saat akan terbang, biasanya awak kabin akan menjelaskan penggunaan alat-alat keselamatan baik itu sabuk pengaman, masker oksigen, hingga jaket pengaman atau pelampung. Kali ini yang akan dibahas adalah terkait pengembangan pelampung saat melakukan pendaratan darurat di air.

Baca juga: Kerap Hilang, Jaket Pelampung di Kabin Harus Rutin Diperiksa Keberadaannya

Pelampung sendiri berada di bawah tempat duduk masing-masing penumpang. Biasanya pelampung ini digunakan saat pesawat melakukan pendaratan darurat di atas air. Namun pelampung tak boleh dikembangkan di dalam kabin dan hanya boleh dikembangkan saat penumpang sudah keluar dari kabin.

Mengapa demikian? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk, seorang prammugari menjelaskan alasan dibalik tak boleh dikembangkannya pelampung saat berada di dalam kabin ketika pendaratan darurat. Pramugari mengatakan, pengembangan pelampung dalam kabin sendiri tak ada sangkut pautnya dengan membuat kabin sempit saat menyelamatkan diri.

Alasan yang sebenarnya adalah penumpang yang mengembangkan pelampungnya ketika di dalam kabin justru akan membuatnya tenggelam saat pesawat terendam air dalam pendaratan darurat tersebut.

“Jika pesawat berada di bawah air dan Anda menggembungkannya, Anda akan tenggelam sebelum Anda keluar. Orang-orang panik dan ingin mengembangnya begitu mereka memakainya tetapi Anda hanya mengacaukan diri Anda sendiri,” ujar pramugari tersebut.

Selain tenggelam, pramugari itu menjelaskan, pesawat yang terendam air dan penumpang sudah mengembangkan pelampungnya tidak akan bisa keluar dari pintu ketika mereka melayang ke bagian atas pesawat. Tak hanya itu, bila mengembangkannya terlebih dahulu besar kemungkinan selain sulit keluar dari pintu darurat juga bisa membuatnya robek sehingga tak lagi berguna.

Seperti kecelakaan tahun 1996 menungkapkan penumpang yang mengembangkan pelampungnya dalam kabin. Saat itu Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 961 dibajak pada 23 November dan terjadi kecelakaan yang membuat pesawat mendarat di air.

Dari 175 penumpang, 125 diantaranya meninggal. Penyelidikan mengungkapkan bahwa penumpang yang meninggal adalah yang mengembangkan pelampungnya saat berada di dalam kabin dan terperangkap sehingga naik ke atas kabin.

Baca juga: Pentingnya Pelampung Untuk Keselamatan Penerbangan

Mereka terjebak di tempat duduk mereka ketika kabin tenggelam ke dalam air dan diisi dengan air. Demonstrasi keselamatan selalu penting untuk diperhatikan, dan penumpang yang tidak memperhatikannya adalah orang yang paling tidak disukai oleh pramugari.

Tiga Hal Unik Seputar Route 66 – The Mother Road

Mungkin beberapa dari Anda sudah tidak asing lagi dengan salah satu jalan tol paling kondang sejagad raya yang ada di Amerika ini. ‘Penampakannya’ yang kerap nebeng di sejumlah film kenamaan, serta predikatnya sebagai Mother Road ini membuat banyak orang penasaran dengan fakta-fakta yang tersaji di dalamnya. Kira-kira, Anda sudah bisa menebak jalan apa yang dimaksud?

Baca Juga: Nikmati Grand Canyon dengan Kereta Vintage Super Mewah yang Bisa Disewa

Ya, Route 66. Jalan yang juga dikenal dengan nama Will Rogers Highway dan Main Street of America ini diresmikan pada 11 November 1926. Route 66 sendiri memiliki panjang 3.940 km, menghubungkan Chicago, Illinois via Missouri, Kansas, Oklahoma, Texas, New Mexico, dan Arizona sebelum pada akhirnya jalan berakhir di Santa Monica yang ada di Los Angeles County, California.

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan Route 66 ini, berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah fakta yang mungkin Anda belum tahu dari jalan super panjang ini, dikutip dari laman history.com.

Jalan Tol yang Punya Lagu
Jika selama ini lagu-lagu tercipta akibat patah hati dalam hubungan percintaan, atau hal-hal lain yang berbau menye-menye, maka Anda harus mendengarkan lagu dari Nat King Cole yang berjudul “(Get Your Kicks on) Route 66”. Ya, lagu ini terinspirasi dari perjalanan Bobby Troup, sang pencipta lagu melintasi panjangnya Route 66.

Dari ide unik seperti ini, siapa sangka bahwa lagu tersebut menjadi hits terbesar sepanjang sejarah Nat King Cole?

Diabadikan Dalam Berbagai Media
Ya, saking terkenalnya, Route 66 ini diabadikan dalam berbagai literasi, musik (seperti pada contoh di atas), hingga film. Di tahun 1939, seorang penulis asal California, John Steinbeck mempublikasikan novel yang berjudul “The Grapes of Wrath”. Dalam novelnya tersebut, si penulis mendeskripsikan bagaimana perjalanan menuju Barat melalui Route 66.

Tidak hanya itu, salah satu film rilisan Disney, Cars juga mengambil setting utama di sebuah kota fiktif bernama Radiator Spring – dimana kota ini terletak di bagian Route 66.

Baca Juga: Serba-Serbi Rumble Strip, “Polisi Tidur Mini” Yang Kerap Dijumpai di Jalan Tol

Pernah Dijadikan Trek Lomba Lari
Pada tahun 1928, para pelari melintasi Route 66, kurang lebih sepanjang 2.400 mil, dimana itu menjadi bagian dari lomba lari marathon sepanjang 3.400 mil dari Los Angeles menuju New York. Dari 199 peserta yang mengikuti lomba ini, hanya 55 diantaranya yang berhasil menyelesaikan perlombaan gila ini.

Bakalan Hemat Ongkos dan Waktu, Kalau Penumpang Naik Kereta Bandara YIA

Makin mudahnya menggunakan kereta api khususnya di jalur lokal, membuat penumpang yang menggunakannya bisa menghemat waktu bahkan juga bisa menghemat ongkos. Salah satunya menggunakan kereta bandara yang berada di lintas Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kulon Progo ini.

Baca juga: Kenapa Tiket KA Bandara Mahal? Ini Jawabannya

Cara termudah jika ingin menuju ke Kota Yogyakarta dari Bandara YIA adalah cukup menggunakan kereta bertenaga diesel elektrik ini. Dengan tentu menggunakan kereta bandara mampu mempersingkat perjalanan dan waktu, karena kereta ini menempuh cukup dengan 40 menit saja. Bandingkan jika menggunakan sarana angkutan selain kereta api yang mampu mengulur waktu hingga 90 menit, belum lagi terkendala kemacetan saat memasuki wilayah perkotaan.

Untuk pembelian tiket kereta bandara ini pun sudah sangat mudah. Kalian bisa memafaatkan aplikasi online pada ponsel atau pun bisa juga secara offline yaitu pembelian langsung di loket stasiun. Tarif yang di keluarkan jika kita menggunakan kereta bandara ini cukup merogoh kocek sebesar Rp20.000 untuk rute Yogyakarta – Bandara YIA dan Rp10.000 untuk rute Yogyakarta – Wates maupun Bandara YIA – Wates.

Seperti diketahui kereta bandara ini melayani sebanyak 2 kali perjalanan pulang – pergi per harinya. Jadi penumpang dapat menyesuaikan jadwal untuk perjalanan dari dan menuju bandara. Khususnya para traveler yang ingin berkunjung ke Kota Yogyakarta keberangkatan awal menggunakan penerbangan, selanjutnya bisa menggunakan Kereta Bandara YIA ini.

Adapun jadwal yang Kereta Bandara YIA yang dijalankan sebagai berikut:
Rute Yogyakarta – Bandara YIA:
Yogyakarta: 05.00 – Bandara YIA: 05.39
Yogyakarta: 07.20 – Bandara YIA: 07.59
Yogyakarta: 08.09 – Bandara YIA: 08.48
Yogyakarta: 05.59 – Bandara YIA: 09.38
Yogyakarta: 10.19 – Bandara YIA: 10.58
Yogyakarta: 10.55 – Bandara YIA: 11.34
Yogyakarta: 12.55 – Bandara YIA: 13.34
Yogyakarta: 14.02 – Bandara YIA: 14.41
Yogyakarta: 16.00 – Bandara YIA: 16.39
Yogyakarta: 18.00 – Bandara YIA: 18.38

Baca juga: Ternyata Negara Ini Jadi Benchmark KA Bandara di Indonesia

Rute Bandara YIA – Yogyakarta:
Bandara YIA: 06.11 – Yogyakarta: 06.50
Bandara YIA: 08.07 – Yogyakarta: 08.46
Bandara YIA: 09.25 – Yogyakarta: 10.04
Bandara YIA: 10.07 – Yogyakarta: 10.46
Bandara YIA: 11.10 – Yogyakarta: 11.49
Bandara YIA: 11.57 – Yogyakarta: 12.36
Bandara YIA: 14.00 – Yogyakarta: 14.39
Bandara YIA: 15.10 – Yogyakarta: 15.49
Bandara YIA: 17.50 – Yogyakarta: 18.29
Bandara YIA: 19.15 – Yogyakarta: 19.54
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Libur Idul Adha 2022, Penumpang KA Jarak Jauh Naik 46 Persen

Meski libur Idul Adha berlangsung singkat, namun ada kabar bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani sebanyak 398.260 penumpang atau rata-rata 132.753 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh per libur Idul Adha yakni Jumat (8/7) hingga Minggu (10/7). Angka tersebut naik 46 persen dibanding rata-rata volume pelanggan KA Jarak Jauh di bulan Juni 2022 yakni 90.913 pelanggan per hari.

Baca juga: Populer Sejak 1970, Ini Arti Sebenarnarnya dari Kata “Mudik”

“Secara keseluruhan, perjalanan kereta api dengan lancar dan penumpang telah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. KAI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan seluruh masyarakat yang telah menggunakan angkutan kereta api selama masa libur Iduladha tahun ini,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam siaran pers.

Pada periode tersebut, KAI mengoperasikan rata-rata 229 perjalanan KA Jarak Jauh per hari. Rute favorit pelanggan yaitu Jakarta – Bandung pp, Jakarta – Yogyakarta pp, Jakarta – Surabaya pp, Jakarta – Semarang pp, Jakarta – Purwokerto pp, Jakarta – Kutoarjo pp, Jakarta – Cirebon pp, Surabaya – Yogyakarta pp, Surabaya – Semarang pp, Surabaya – Jember pp, Surabaya – Madiun pp, dan lainnya.

Ini Nih Yang Perlu Diketahui Seputar Tangki Bahan Bakar Pesawat!

Jika Anda terbang dari Jakarta menuju Denpasar, pernahkah terbayang berapa banyak konsumsi bahan bakar pesawat yang Anda tumpangi? Atau bagaimana cara mengisi bahan bakar si burung besi ini? Bagi sebagian orang skeptik, tentu pertanyaan ini akan selalu ‘menari’ di otak mereka. Sebagai permulaan, sebuah pesawat Boeing 777-300ER milik Garuda Indonesia yang melayani penerbangan Indonesia – London diketahui membutuhkan lebih dari 100 ton bahan bakar untuk sebuah direct flight. Dalam kasus yang berbeda, kapasitas bahan bakar tersebut cukup untuk mengelilingi dunia sebanyak 50 kali dengan menggunakan mobil.

Baca Juga: Apa Arti Nomor di Ujung Landas Pacu, Cari Tahu di Sini!

Sebagaimana KabarPenumpang.com melansir dari majalah Angkasa, selain untuk menghidupkan mesin, bahan bakar pesawat berperan juga untuk menjaga titik Central Gravity (CG atau titik imbang) dalam sebuah penerbangan, seperti halnya pada pesawat supersonic, Concorde. Jika selama ini Anda beranggapan bahwa pesawat yang mendatangi stasiun pengisian bahan bakar, maka persepsi tersebut tidaklah benar, karena sebuah truk pengisian bahan bakarlah yang mendatangi pesawat.

Sumber: Youtube.com

Untuk mengisinya pun tidak bisa sembarangan, diperlukan perawatan rutin pada tangki bahan bakarnya sendiri. Draining Sump, perawatan rutin setiap pagi ini bertujuan untuk membersihkan tangki dari air dan jamur sebelum diisi avtur. Lho, kenapa bisa ada air dan jamur di dalam tangki bahan bakar? Ini disebabkan oleh proses kondensasi uap air ketika pesawat berada di ketinggian.

Perlu diketahui, terdapat sebuah alat yang bernama heated filter yang dipasang pada tangki bahan bakar, bertujuan untuk mencegah uap air membeku ketika udara di luar pesawat berada di suhu -15 derajat celcius dan kembali ke suhu normal ketika pesawat mengudara di ketinggian rendah. Jika tidak ada alat ini, dikhawatirkan uap air yang membeku akan menghambat aliran bahan bakar menuju mesin. Proses inilah yang akhirnya menimbulkan air di dalam tangki bahan bakar.

Sumber: faasafety.gov

Untuk soal penempatan, tangki bahan bakar pesawat tidak melulu berada di kedua sayapnya atau bagian tengah badan pesawat, tapi ada pula yang ditaruh pada bagian ekor pesawat. Rongga-rongga struktur profil tangki bahan bakar yang ada di sayap, badan, maupun ekor dilapisi dengan lapisan karet sehingga membentuk ruang tangki yang anti bocor. Terdapat pula katup-katup satu arah untuk mencegah bahan bakar mengalir tidak terkendal dari satu tangki ke tangki lainnya.

Umumnya, masing-masing sayap pesawat memiliki tiga tangki – satu tangki cadangan dan dua tangki utama. Sedangkan untuk badan pesawat sendiri memiliki satu tangki. Tangki-tangki tersebut dihubungkan dengan pipa-pipa dimana terdapat pilot-controlled valves, katup yang memungkinkan bahan bakar dipompa secara elektrik ke bagian pembakaran.

Baca Juga: Mengenal SkyTeam, Aliansi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia

Wah, ternyata cukup rumit ya salah satu proses ground handling yang dilakukan oleh para petugas darat. Jika sekali saja mereka lali, bisa berakibat fatal pada sebuah penerbangan dan membahayakan banyak orang.

6 Alasan Bawa Kendaraan dan Parkir di Bandara Lebih Baik dari Transportasi Umum

Seiring waktu, transportasi publik di Indonesia terus membaik. Karenanya, minat masyarakat untuk naik transportasi massal terus menggeliat, dalam hal ini ke bandara untuk melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.

Baca juga: 4 Tips Siasati Sulitnya Parkir di Bandara, Nomor 3 Jarang Terlintas di Benak Penumpang

Meski begitu, tak sedikit dari mereka yang tetap membawa kendaraan pribadi dan parkir di bandara. Alasannya beragam, tetapi secara umum ada enam alasan. Dilansir parknfly.com dan sumber lainnya, berikut selengkapnya.

1. Lebih Rileks

Semua tentu sepakat bahwa kendaraan pribadi lebih nyaman dan membuat rileks ke pemiliknya dibanding menggunakan transportasi umum. Ini akan lebih terasa usai lelah bepergian naik pesawat dan hendak kembali ke rumah.

Menggunakan transportasi umum, taksi, ataupun taksi online sudah pasti banyak variabel yang membuat penumpang tidak nyaman, seperti list lagu yang tidak disukai, suhu, berisik, kecepatan, kepadatan, terpaksa berkomunikasi dengan pengemudi meski hanya sebentar, dan lain sebagainya.

2. Lebih Cepat

Dengan mengendarai sendiri, traveler yang ingin bepergian naik pesawat dengan membawa kendaraan pribadi bisa mengatur kecepatan se-efektif mungkin sesuai kebutuhan. Tentu ini relatif, tergantung kondisi jalan, berbeda dengan transportasi umum berbasis rel yang waktunya relatif tepat.

3. Nyaman

Sekilas, nyaman sama dengan rileks. Namun dalam konteks ini, nyaman maksudnya adalah penumpang bisa melakukan apapun untuk bisa memanjakan diri selama dalam perjalanan, tanpa terhalang aturan. Ini tentu tak bisa didapatkan andai menggunakan transportasi umum, taksi, atau taksi online.

4. Lebih Aman

Menggunakan kendaraan pribadi, itu berarti pengguna bisa lebih bebas berkendara dengan penuh kehati-hatian dan sudah pasti terjamin keamanannya, meski kecelakaan bisa disebabkan dari faktor eksternal.

Hal itu tentu berbanding terbalik dengan ketika penumpang naik kendaraan umum, khususnya taksi atau taksi online. Kendati mereka sudah dilatih dan diwajibkan untuk berkendara se-aman mungkin, namun oknum pengemudi bisa saja membawa penumpang menemui ajalnya.

5. Lebih bebas

Rencana usai bepergian yang telah ditetapkan bisa saja berubah. Dari awalnya langsung pulang ke rumah menuju tempat lain yang mungkin tak terjamah transportasi publik. Jika begitu, beruntunglah mereka yang membawa kendaraan pribadi, bisa langsung lanjut menuju lokasi berikutnya. Demikian juga sebaliknya.

Baca juga: Parking Near Airports Luncurkan Aplikasi Mudahkan Parkir di Dekat Bandara, Ini Keuntungannya

6. Lebih Praktis

Bagi penumpang yang membawa banyak bagasi, menggunakan transportasi umum ke bandara untuk lanjut terbang dengan pesawat tentu merepotkan. Naik turunkan barang, dan sebagainya.

Beda halnya dengan menggunakan kendaraan pribadi dan parkir di bandara. Dari rumah, bagasi masuk mobil dan setelah sampai lokasi parkir, ada shuttle dan petugas yang membantu bongkar muat barang dan mengantarkannya ke terminal.

Mulai 17 Juli 2022, Calon Penumpang KA Jarak Jauh yang Belum Divaksin Booster Wajib Screening Covid-19

Calon penumpang KA Jarak Jauh yang belum mendapatkan vaksinasi ketiga (booster) wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku pada saat boarding. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 17 Juli 2022.

Baca juga: Mulai 18 Mei 2022, Penumpang KA Jarak Jauh yang Telah Vaksin Kedua Tak Perlu Screening Covid-19

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 8 Juli 2022.

“KAI mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan kembali penyebaran Covid-19 di masyarakat,” kata Joni.

Joni mengajak calon pelanggan untuk mulai melakukan vaksinasi hingga vaksin ke-3 untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19 pada lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. KAI sendiri saat ini sudah menyediakan fasilitas vaksinasi di berbagai lokasi stasiun dan klinik kesehatan KAI. Jumlahnya akan terus ditambah menjelang pemberlakuan SE Kemenhub No 72 tersebut pada 17 Juli mendatang.

Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal mulai 17 Juli:

1. Syarat Naik KA Jarak Jauh
a) Vaksin ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening Covid-19
b) Vaksin kedua wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
c) Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam
d) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam
e) Pelanggan dengan usia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukkan hasil negatif screening Covid-19. Jika vaksin dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam.
f) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

2. Syarat Naik KA Lokal dan Aglomerasi
a) Vaksin minimal dosis pertama
b) Tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen atau RT-PCR
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah
d) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

“Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya,” tegas Joni.

Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Hasilnya data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Pelanggan tetap diwajibkan menggunakan masker selama dalam perjalanan kereta api dan saat berada di stasiun. Masker yang digunakan merupakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu. Pelanggan harus mengganti masker secara berkala setiap 4 jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan. Pelanggan diimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan. Untuk dapat naik kereta api, suhu badan pelanggan harus tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Baca juga: Suhu Tubuh Tinggi Saat Dicek Masuk Stasiun? PT KAI Siap Kembalikan Tiket Anda

Selain itu, KAI juga masih menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp35.000 di berbagai stasiun untuk membantu calon pelanggan yang akan melengkapi persyaratan.

Galdina Kopi Debong, Sensasi Nyantai di Kafe dengan Panorama Laju Kereta Api

Nyantai di Kafe sembari ditemani segelas kopi pilihan yang disuguhkan atau aneka cemilan yang menggugah selera dengan pemandangan yang biasa – biasa saja? Yang pasti agak bosan ya, kecuali pengelola kafe membuat pemandangan yang lain dari biasanya. Mungkin jika kalian sedang berada atau liburan di Kota Tegal, cobalah mampir ke kafe yag satu ini. Bukan maksud mau endorse atau sekadar mempromosikan, tapi temuan tim kabarpenumpang.com sepertinya layak untuk dikunjungi dan bakalan betah hingga beberapa jam.

Baca juga: “Si Belo Kuda Troya,” Prototipe Kereta Penumpang yang Dijadikan Kafe dan Museum di Madiun

Ya, terletak di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Debong Kulon, Kota Tegal, Jawa Tengah ada 2 buah kafe yang sepertinya baru – baru ini ramai dikunjungi oleh warga sekitar Kota Tegal atau bahkan diluar Tegal untuk mencicipi lokasi kafe ini. Namanya adalah Galdina Kopi Debong.

Dibuat senyaman mungkin, cocok sekali untuk tongkrongan yang bakal mengundang warga bersama teman, kerabat, bahkan keluarga sekalipun. Pihak pengelola kafe ini merupakan diatas tanah bekas garapan tanaman sayuran yang disulap hingga dibangunnya kafe ini.

Selain pemandangan tanaman sayuran di sekeliling, ada lagi panorama yang sangat berbeda dari kafe – kafe pada umumnya, kita bisa melihat laju kereta api jarak jauh dengan jelas. Setiap beberapa waktu, kereta api baik dari arah Jakarta maupun Semarang lewat di belakang kafe ini. Saat kereta api melintas kencang, pengunjung yang menikmati sesekali tak luput dari ponselnya untuk merekam atau berfoto.

Baca juga: Hilangkan Stres Penguncian di Masa Pandemi, Stasiun Phnom Penh Punya Kafe Kereta

Selain menawarkan panoramanya yang unik, harga makanan di kafe ini terbilang relatif sangat murah. Untuk makanan dan minuman termasuk kopi saja dimulai dari harga Rp10.000 hingga Rp30.000. Tak heran menjelang sore hingga malam, pengunjung yang datang pun sangat ramai, bahkan hinga terjadi antrean saat memesan menu makan/minuman. Bagaiman, tertarik untuk datang? (PRAS – Cinta Kereta Api)