Memeriahkan Kemerdekaan RI ke-77, Ini Acara yang Dilakukan KAI di Jakarta

Kabar soal acara spesial yang dilakukan KAI dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan RI ke-77 akhirnya trjawab sudah. Karena informasi yang diperoleh bahwa PT KAI khususnya wilayah Daop 1 Jakarta akan mengadakan “napak tilas sejarah” menggunkan rangkaian kereta tahun 1938 dan lokomotif listrik yang legendaris ESS dengan sebutan Djoko Top. Acara yang dilakukan pada Rabu, 17 Agustus 2022 nanti akan dijalankan KLB (Kereta Luar Biasa) melintasi Jakarta Kota – Tanjung Priok. Nantinya ada beberapa peserta pilihan yang mengikuti acara ini menggunakan kostum atau pakaian yang bertemakan perjuangan.

Baca juga: Kereta Djoko Kendil “Tamu Spesial” yang Dinanti, Akhirnya Tiba di Jabodetabek

Selama diperjalanan rangkaian KLB ini akan melewati 2 stasiun yang berada di jalur sejak jaman Kolonial Belanda. Stasiun itu adalah Kampungbandan dan Ancol. Rangkaian akan berjalan dengan kecepatan 40 km/jam. Seperti yang diberitakan kabarpenumpang.com, uji coba telah dilakukan sedikitnya 2 kali. Uji coba pertama dilakukan menggunakan 1 lokomotif diesel elektrik dengan rangkaian kereta Djoko Kendil. Dan uji coba yang kedua menggunakan lokomotif listrik ESS dan rangkaian kereta Djoko Kendil. Acara dilakukan mulai pukul 10.30 WIB atau setelah berakhinya upacara bendera kenegaraan. Rangkaian KLB pun diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota.

Belum diketahui apakah rangkaian tersebut akan dihiasi pernak pernik kemerdekaan yaitu bendera merah putih atau tidak. Mengingat setiap menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, rangkaian kereta maupun lokomotif dihiasi dengan ornamen dan bendera merah putih.

Baca juga: KA Djoko Kendil, Antara Tempo Doeloe dan Saat Ini

Saat ini (16/8) rangkaian akan dikirim dari Balai Yasa Manggarai menuju Stasiun Jakarta Kota. Seperti biasa, rangkaian yang akan dibawa adalah lokomotif listrik ESS dan Djoko Kendil. Nantinya rangkaian tersebut akan disimpan di Depo Kereta Jakarta Kota. Sedangkan lokomotif listrik akan diuji coba dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priok pp. pada malam hari. Mengingat lokomotif listrik ini baru dijalankan kembali setelah sejak 2016 lalu juga memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan rute yang sama. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pengguna LRT Palembang Bisa Manfaatkan Kartu Merdeka Gratis Satu Bulan, Cukup Top Up Rp30 Ribu Saja

Agustus 2022 ini tak hanya menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, namun masyarakat Indonesia pun diuntungkan dengan berbagai penawaran yang luar biasa dalam menggunakan transportasi kereta api. Selain promo tiket, ada pula promo lainnya yang bisa lebih menguntungkan lainnya. Seperti yang dilakukan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) yang menerbitkan Kartu Merdeka untuk masyarakat sebagai pengguna LRT Palembang. Kartu Merdeka ini difungsikan sebagai alat pembayaran yang memudahkan masyarakat setiap menggunakan moda transportasi LRT di Kota Palembang.

Baca juga: Pelajar dan Mahasiswa Bisa Nikmati Gratis Naik LRT Palembang, Begini Cara Daftarnya

Kartu Merdeka nantinya bisa digunakan masyarakat dan mendapat keuntungan saat digunakan. Rencananya masyarakat pengguna LRT Palembang yang telah memiliki Kartu Merdeka ini bisa sepuasnya naik LRT selama satu bulan dengan cukup mengisi saldo senilai Rp 30 ribu. Kemudahan da keuntungan masyarakat sebagai pengguna setia LRT Palembang ini merupakan bentuk apresiasi dari BPKARSS karena animo masyarakat yang setia dengan trasnportasi ini. Karena hal tersebut diketahui saat kartu LRT khusus pelajar dan mahasiswa diterbitkan pada Juni 2022. Mereka mencatat jumlah penumpang dari sebanyak 88 perjalanan LRTT per hari didominasi oleh pelajar dan mahasiswa hingga 7 persen dari total okupansi mencapai 7-8 ribu orang.

Penerapan Kartu Merdeka nantinya mulai dilakukan pada 20 Agustus 2022. Nantinya masyarakat maupun pelajar/mahasiswa bisa menggunakan kartu tersebut agar memudahkan dalam menggunakan LRT Palembang. Khusus untuk pelajar/mahasiswa top up bisa dilakukan dengan harga Rp 25 ribu dengan menunjukan kartu pelajar/mahasiswa yang masih aktif. Hal tersebut dilakukan sebagai komitmen untuk meningkatkann kualitas pelayanan ranspotai publik yang murah, aman dan nyaman kepada seluruuh lapisan masyarakat. (PRAS – Cinta Kereta Api)

TERCIDUK! Ada CCTV Dipasang Di Atas Lokomotif, Ini Penjelasannya

Sudah lumrah pada kendaraan umum jika dipasang kamera pengintai atau biasa disebut CCTV (Closed Circuit Television). CCTV pada transportasi umum memang diwajibkan, karena selain sebagai perekam selama perjalanan juga sebagai bukti jika ada kejadian tertentu.

Baca juga: “Malu-malu,” PT KCI Akui Langgar Aturan Terkait CCTV di KRL!

Biasanya penempatan CCTV berada dibagian interior kendaraan bahkan ada pula di sisi luar kendaraan. Khususnya pada kereta api, CCTV biasanya sangat diperlukan baik penempatannya pada rangkaian kereta api maupun pada lokomotif. Tapi bagaimana jika menemukan CCTV dengan penempatannya diluar bagian atas lokomotif?

Di luar negeri pemasangan CCTV pada lokomotif sudah dilakukan cukup lama. Ini sangat berguna jika ada sesuatu hal yang penting bahkan terjadi pada lokomotif yang menarik rangkaian kereta.

Lokomotif di Indonesia yang tampak menggunkan CCTV ini adalah seri CC 206 13 98. Menurut KAI saat ditanyakan kabarpenumpang.com bahwa CCTV pada lokomotif ini merupakan uji coba yang nantinya akan digunakan saat bertepatan dengan peresmian rangkaian Kereta Panoramic pada HUT Kemeredekaan RI, 17 Agustus 2022.

Kabar lain mengatakan bahwa pemasangan CCTV pada lokomotif akan diperbanyak ke beberapa seri lainnya. Ini dimaksudkan agar saat perjalanan kereta api mengalami masalah akan bisa terpantau lebih jelas.

Baca juga: Ngeri! Kereta Hantu Terekam CCTV ‘Melintas’ di Stasiun Baotou

Mengingat kejadian pada lokomotif saat menarik rangkaian khususnya tertemper saat melintas diperlintasan resmi maupun non resmi kerap kali terjadi. Dengan hadirnya CCTV akan menguatkan bukti dengan hasil kejadian secara akurat.

Kereta Panoramic, Era Baru KAI Melihat Pemandangan Lebih Luas Selama Perjalanan

Jagad media sosial kembali dikejutkan dengan informasi baru dan terunik di perkeretaapian Indonesia. Media sosial ramai dengan postingan rangkaian kereta yang memiliki livery dan bentuk yang unik. Kereta dengan kelas eksekutif menawarkan interior yang sangat berbeda dari biasanya.

Baca juga: Berhasil Diuji Coba, KAI Tambah 3 Kereta Wisata Priority Buatan Balai Yasa Manggarai

Rangkaian ini memiliki interior yang terbuka karena menawarkan pemandangan hampir keseluruhan saat memasuki kedalam. Panoramic, itulah tulisan yang berada di body kereta dengan warna hijau garis agak keemasan ini. Kacanya yang lebar ditambah dengan bagian atap yang juga terbuat dari kaca, membuat rangkaian kereta bbekas kelas eksekutif ini di modif jadi luar biasa.

Seperti pada postingan railfans di TikTok @masen_nyepur terlihat lokasi Kereta Panoramic ini berada di halaman Balai Yasa Surabaya Gubeng, Jawa Timur. Menurut kabar yang diterima, rangkaian ini merupakan prototype hasil modifikasi tim Balai Yasa Surabaya Gubeng dari kereta kelas eksekutif sebanyak 2 unit yang dikonservasikan. Kereta Panoramic ini memiliki seri nomor kereta K1 0 09 16 dan K1 0 01 11.

Namun, rangkaian sisa nantinya akan dibuat oleh perusahaan pembuat rangkaian kereta api di PT Industri Kereta Api (INKA), Madiun. Menurut sumber tambahan, kereta ini akan digunakan pada jalur yang memiliki pemandangan yang luar biasa, dimana lagi kalau bukan di kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagai contoh informasi tersebut akan disanbung pada KA Argo Wilis dengan rute Bandung – Surabaya Gubeng.

Untuk harga masih belum ada informasi lanjutan. Namun KAI berharap dengan diluncurkannya Kereta Panoramic ini akan menambah suasana perjalanan kereta api semakin luar biasa dan semakin nyaman.

Baca juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss

Tak cuma nyaman, keamanan bagi penumpang yang menaikinya harus diutamakan sebagai prioritas. Karena dari situlah masyarakat makin antusias menggunakan sarana kereta api. Belum dikabarkan kapan Kereta Panoramic ini diujicoba. Yang pasti dalam waktu dekat, kereta ini dapat dinikmati oleh masyarakat dengan harga yang sesuai dikeluarkan oleh PT KAI.

(PRAS – Cinta Kereta Api)

Kereta Buatan Tahun 1938 Lakukan Uji Coba Manggarai – Tanjung Priok pp. Hari Ini. Bakal Ada yang Spesial, Nih!

Jika kawasan Semarang lakukan peringatan 155 tahun perjalanan pertama kereta api Indonesia pada 10 Agustus kemarin, lain halnya di kawasan Jakarta yang akan lakukan uji coba Kereta Luar Biasa (KLB) paling nomor satu di Indonesia hari ini (11/8).

Baca juga: Sensasi Naik Kereta Api di Bumi Parahyangan Melewati Jembatan Terpanjang dan Tertua

Ya, kereta yang dijuluki nama Djoko Kendil ini lakukan uji coba perjalanannya hari ini. Rangkaian kereta dengan nomor body IW 38221 dan IW 38212 rencananya akan dibuat perjalanan spesial pada Agustus 2022 ini.

Uji coba dilakukan mulai dari Balai Yasa Manggarai dilangsir menuju Stasiun Manggarai menggunakan lokomotif CC 201 78 06. Kemudian KLB ini berjalan menuju Stasiun Tanjung Priok dengan rute Matraman, Jatinegara, Pondok Jati, Kramat, Gang Sentiong, Pasar Senen, Kemayoran, Ancol, dan berakhir di Tanjung Priok.

Rangkaian ini menempuh perjalanan dengan kecepatan 40 – 45 km/jam dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Rangkaian yang diberangkatkan dari Manggarai pukul 09.10 dan dari Tanjung Priok pukul 11.39 ini merupakan rute yang nantinya akan ditempuh dalam acara spesial yang dinantikan para pecinta kereta api khususnya wilayah Daop 1 Jakarta.

Adapun uji coba rangkaian Djoko Kendil ini rencannya akan digunakan untuk kereta kemerdekaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77. Dan informasi baru – baru ini, rangkaian Djoko Kendil akan ditarik menggunakan lokomotif dengan livery vintage warna hijau.

Baca juga: Peringatan 155 Tahun Perjalanan Pertama Kereta Api Indonesia, KAI Lakukan Perjalanan Khusus Semarang – Tanggung pp

Namun ada pula yang menginformasikan bahwa sang lokomotif listrik yang melegenda dengan julukan nama Bon Bon itu pun akan dirangkaikan dalam satu perjalanan. Diharapkan dengan hadir dan dijalankannya KLB Djoko Kendil ini dapat menambah suasana HUT Kemerdekaan RI jadi lebih meriah dan menjadikan suasana nostalgia di jalur kereta api yang terkenal dengan cagar budayanya.

Mulai September 2022, Mikrotrans Listrik DFSK Mengaspal di Jalur Transjakarta

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai menjajaki pengadaan armada Mikrotrans listrik melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan penyedia minibus listrik DFSK, PT Bevos Auto Mandiri.

Baca juga: TransJakarta Akhirnya Operasikan Bus Listrik untuk Layanan Reguler

Diwakili Direktur Teknik dan Digital Transjakarta, M. Indrayana dan Direktur Utama PT Bevos Auto Mandiri Hartono Kurniawan, MoU ditandatangani di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan kemarin, Kamis (11/8) sore.

MoU ini merupakan bagian dari usaha Transjakarta dalam mengubah seluruh armadanya menjadi kendaraan listrik. Demikian disampaikan oleh Anang Rizkani Noor selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta.

“Transjakarta secara bertahap akan mengelektrifikasi semua armada dari bus besar hingga mikrotrans. Ini bentuk keseriusan kami mencapai target elektrifikasi seluruh armada hingga 2030 mendatang,” ujar Anang di Jakarta, Jumat (12/8).

Mikrotrans listrik ini direncanakan akan diujicoba pada rute Tanah Abang – Kota (JAK 10) pada September 2022. “Diharapkan Mikrotrans Listrik ini bisa menjadi kendaraan yang ditemui ketika keluar dari rumah hingga mengantar ke tempat tujuan (Firts Miles dan Last Miles) yang aman, nyaman dan tentu saja ramah lingkungan,” katanya.

Sebagai tambahan, armada Mikrotrans Listrik produksi DFSK ini memiliki kapasitas baterai 42 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 KM. Proses pengisian baterai yang cepat yakni 2,5 jam untuk sekali pengisian.

Transjakarta belakangan memang begitu gencar mengoperasikan armada transportasi massal listrik.

Mulai 8 Maret 2022, sebanyak 30 armada bus listrik resmi beroperasi di ibu kota Jakarta. Armada bus ini dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) yang ditandai dengan penyematan pin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada pengemudi dan petugas bus listrik.

Baca juga: TransJakarta Mulai Opersikan 30 Armada Bus Listrik di 4 Rute

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, operasional bus listrik ini akan bertambah hingga akhir tahun 2022 seebanyak seratus armada. Nantinya ini akan melengkapi 10.047 armada bus listrik pada 2030 mendatang.

Syafrin mengatakan, 30 armada bus listrik yang dioperasikan TransJakarta akan terbagi di empat rute yakni Bundaran Senayan – Senen, Tanah Abang – Senen, Blok M – Tanah Abang dan Ragunan – Blok M. Peluncuran bus listrik ini menjadi yang pertama digunakan oleh masyarakat umum.

Peringatan 155 Tahun Perjalanan Pertama Kereta Api Indonesia, KAI Lakukan Perjalanan Khusus Semarang – Tanggung pp

Ada kejadian unik dan bersejarah khususnya pada perjalanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang. Perjalanan yang mengusung tentang peringatan perjalanan pertama kereta api Indonesia ini sebagai bentuk mengenang jalur perjalanan pertama dengan rute Semarang – Tanggung.

Baca juga:“Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

Seperti yang dikabarkan kabarpenumpang.com tentang mengenang sejarah Stasiun Tanggung, perjalanan tersebut kembali dilakukan dan sebagai bentuk nostalgia para veteran kereta api. Kegiatan ini dilakukan oleh beberapa komunitas kereta api, semua Manajemen Daop 4 Semarang, serta tak ketinggalan pensiunan kereta api dan sesepuh desa tanggungharjo.

Dengan tema: “Garis Waktu 155 Tahun Perjalanan Kereta Api di Indonesia” rupanya kegiatan ini dimeriahkan oleh kehadirannya lokomotif bercorak vintage dengan livery jaman PJKA yaitu berwarna hijau. Lokomotif yang memeriahkan acara ini diambil dengan seri CC 201 83 31 dan seri BB 304 84 11.

Namun sayangnya, lokomotif ini hanya berjalan dari Stasiun Semarang Poncol sampai Semarang Tawang saja. Kemudian lokomotif dengan seri BB 304 84 11 ini tidak meneruskan perjalanannya hingga Stasiun Tanggung. Namun lokomotif vintage dengan seri CC 201 83 31 menarik rangkaian dari Stasiun Semarang Tawang dengan formasi kereta 8 kelas eksekutif, 1 kereta makan, dan 1 pembangkit.

Baca juga: Selain Memiliki Keunikan, Stasiun Ini Menjadi Saksi Bisu Kelahiran KA di Indonesia

Rangkaian kereta yang mengikuti kegiatan diberi plat bertuliskan “Peringatan 155 Tahun Perjalanan KA Pertama di Indonesia”. Informasi yang diperoleh rangkaian KLB (Kereta Luar Biasa) selama diperjalanan ini ditempuh dengan kecepatan 45 km/jam. Perjalanan dari Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Tanggung memakan waktu 1 jam dengan berhenti di beberapa stasiun antara lain Alastua, Brumbung, dan berakhir di Tanggung. Saat di Stasiun Tanggung rombongan mengabadikan panorama di area stasiun dan tak luput mengabadikan lokomotif denga corak vintage-nya ini. Tak lupa beberapa warga sekitar, sesepuh serta tokoh masyarakat yang turut hadir menambah suasana nostalgia dengan beragam cerita yang telah mereka rasakan saat itu. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Selain Memiliki Keunikan, Stasiun Ini Menjadi Saksi Bisu Kelahiran KA di Indonesia

Wilayah Daerah Operasi (DAOP 4) Semarang memang memiliki kisah sejarah yang panjang terutama sejarah Perkeretaapian Indonesia. Mulai dari bangunan yang dikenal dengan seribu pintu alias Lawang Sewu, berbagai cagar budaya lain yang dimiliki kereta api hingga stasiun pertama di Indonesia. Kabarpenumpang.com tertarik kembali untuk memberikan informasi mengenai uniknya salah satu stasiun yang masih berada di wilayah Daop 4 Semarang ini, yaitu Stasiun Tanggung.

Baca juga: “Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

Memiliki keunikan dari namanya saja, Stasiun Tanggung memang tidak pernah bosan untuk rasa penasaran jika berkunjung di stasiun yang merupakan stasiun pertama di Indonesia. Stasiun yang dibangun saat jaman Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864 ini juga merupakan saksi bisu kelahiran kereta api di Indonesia. Terletak di Desa Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Stasiun ini memiliki ketinggian + 20 m diatas permukaa laut.

Keunikan dari stasiun lainnya adalah bangunan ini kebanyaan masih berkonstruksi kayu dan masih kokoh berdiri hingga saat ini. Tak seperti stasiun pada umumnya, jika di telaah stasiun ini memang mirip dengan bangunan rumah biasa yang biasa kita lihat khususnya pada bagian rumah kepala stasiun yang berada persis di samping bangunan Stasiun Tanggung ini.

Tentu saja, stasiun ini masih digunakan dan masih aktif hingga kini karena terletak di jalur antara Brumbung – Solo. Namun sayangnya, tidak banyak kereta api yang berhenti di stasiun ini. Sebagian besar hanya kereta khusus saja yang berhenti di stasiun ini termasuk Kereta Luar Biasa (KLB) dan juga kereta kedinasan. Stasiun Tanggung terletak diantara petak Stasiun Brumbung dengan Stasiun Kedungjati ini berada di km 25. Meski stasiun ini berukuran kecil dan sederhana, Stasiun Tanggung merupakan saksi sejarah penting dalam perkeretapian Indonesia. Stasiun ni juga merupakan stasiun akhir dari jalur kereta api pertama di Indonesia antara Semarang – Tanggung yang dibuk pada 10 Agustus 1867.

Menurut penelusuran kabarpenumpang.com, pembukaan jalur kereta api pertama tersebut dilakukan oleh Gubernur Jenderal LAJW Baron Sloet van Beel. Ia juga yang memerintahkan pembangunan jalan kereta api sejauh 25 km tersebut, yang mulai dikerjakan pada 17 Juni 1864. Jalur kereta api rute Semarang – Tanggung dibangun oleh perusahaan kereta api NISM (Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatschaapij).

Baca juga: Setelah Baso, Butuh, dan Tanggung, Kapas Juga Ternyata Nama Stasiun Kereta!

Sempat ada pembongkaran pada stasiun ini di tahun 1910, namun dibangunlah kembali dengan bangunan yang baru, yang dapat dilihat hingga saat ini. Cagar budaya untuk stasiun ini memang kerap kali dijaga agar keaslian bangunannya masih terus terawat dan bisa menjadikan bahan edukasi bagi pecinta sejarah Indonesia yang cukup terpelihara ini. (PRAS – Cinta Kereta Api)

FAA Bakal Wajibkan Pesawat Pasang Pintu Kedua Sebelum Pintu Kokpit, Ini Alasannya

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengusulkan ke Kongres AS untuk mewajibkan seluruh pesawat penumpang memasang pintu kedua (sekunder) sebelum pintu kokpit. Usulan ini sejatinya sudah sejak lama digaungkan. Namun, terkendala penolakan dari maskapai dan kembali mencuat (usulannya) usai insiden viral di Afrika.

Baca juga: Miliki Peran Vital, Masihkah Ada Air Marshal di Setiap Penerbangan Saat Ini?

Pada 17 Juni lalu, beberapa penumpang terlihat jelas mencoba menerobos masuk ke kokpit karena marah penerbangan Jordan Aviation yang mereka tumpangi dialihkan ke Bandara Kano, Nigeria.

Beruntung, kemarahan itu bisa dicegah dengan kehadiran air marshal. Dengan pistol di tangan dan menodongkannya ke para oknum penumpang tersebut, sembari memperingatinya agar tak mendekat serta mengurungkan niatnya, air marshal mengahalau dan berhasil mengamankan penerbangan.

Andai penerbangan tersebut tak dikawal air marshal, bukan tidak mungkin penerbangan bakal berakhir nahas.

Tak ingin peristiwa kelam 11 September 2001 terulang, FAA pun mengusulkan ke Kongres untuk mewajibkan seluruh pesawat komersial yang masuk ke Amerika Serikat (AS) agar dilengkapi dengan pintu kokpit kedua sebelum pintu kokpit utama. Ini dimaksudkan agar kru kokpit memiliki area steril bukan hanya di dalam kokpit tetapi juga di luar kokpit.

Selama ini, ketika pilot atau kopilot menuju toilet, mereka berada di area yang tidak steril dari selain petugas (penumpang). Ini dianggap berbahaya bila ada oknum yang mengintervensi kru kokpit.

Saat pilot atau kopilot sedang berada di luar kokpit, prosedur bakunya adalah pramugari (kru kabin) diharuskan masuk ke dalam kokpit menemani kru kokpit dalam posisi pintu kokpit terkunci. Ini dimaksudkan agar oknum pilot atau kopilot bisa dicegah untuk membajak pesawat. Sampai di sini, prosesnya sudah aman.

Namun, mengingat saat berada di luar pintu kokpit keberadaannya menjadi tidak aman, terlebih adanya insiden dimana penumpang mencoba menerobos pintu kokpit, FAA memang perlu untuk segera dibuat aturan wajib pintu sekunder sebelum pintu kokpit utama.

“Setiap lapisan keamanan tambahan penting. Melindungi awak pesawat membantu menjaga sistem kami tetap aman di dunia,” kata Pejabat FAA, Billy Nolen, seperti dilaporkan Reuters.

FAA seharusnya bisa saja mengodpsi aturan seluruh pesawat maskapai domestik dan internasional yang masuk ke AS wajib dilengkapi dengan cockpit barrier atau pintu kokpit kedua (bisa juga disebut penghalau kokpit) sejak tahun 2019, di bawah undang-undang federal tahun 2018.

Sayangnya, ketika itu, FAA dihadapi dengan prosedur rumit sehingga aturan tersebut belum bisa terlaksana.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Bila draf aturan tersebut tidak ada perubahan, seluruh maskapai wajib memasang pintu kokpit kedua sebelum pintu kokpit utama dua tahun pasca Kongres AS meloloskan undang-undang tersebut.

Isu cockpit barrier atau penghalau pintu kokpit ini sudah mencuat ke publik pasca peristiwa 11 September 2001. Karenanya, saat ini, beberapa maskapai sudah inisiatif untuk memasang barrier cockpit tersebut. Tidak adanya panduan dari regulator membuat cockpit barrier tersebut bentuknya beragam.

Demi Proyek Taksi Udara di Tokyo, Mitsubishi Estate Sulap Helipad di Gedung Bertingkat Jadi “Landing Pad”

Mitsubishi Estate telah terpilih sebagai operator proyek urban air mobility (UAM) untuk Pemerintah Metropolitan Tokyo, dalam proyek ini sebagian helipad dari atap gedung pencakar langit Mitsubishi Estate di distrik bisnis Marunouchi Tokyo akan digunakan sebagai Landing Pads.

Baca juga: Airbus Gandeng MAGicALL, Kembangkan Motor Listrik Taksi Udara eVTOL CityAirbus NextGen

Dikutip dari asia.nikkei.com (5/8/2022), tujuan dari proyek UAM sepenuhnya untuk mengkomersialkan taksi udara electric vertical takeoff and landing (eVTOL) dan bisnis drone kargo angkut berat pada tahun 2030. Proyek ini telah telah menetapkan target untuk memulai penerbangan eVTOL komersial pertama selama Osaka World Expo, yang akan berlangsung pada tahun 2025. Banyak pemain di sektor eVTOL berencana untuk memulai debut taksi/mobil mereka selama Osaka World Expo pada tahun 2025.

Menurut Yano Research Institute, yang berkantor pusat di Jepang, nilai eVTOL flying-car global dapat melebihi US$900 miliar pada tahun 2050. Mitsubishi Estate berencana untuk menyewakan atap dan tempat parkirnya sebagai landasan lepas landas dan pendaratan kepada operator eVTOL. Ini bertujuan untuk memperluas bisnisnya di luar Tokyo ke Nagoya dan Osaka pada akhirnya.

Selanjutnya, Mitsubishi Estate berencana untuk membangun fasilitas perumahan, bisnis, dan ritel di daerah sekitar bantalan mobil terbang ini, dengan harapan dapat menarik lalu lintas pejalan kaki.

Menurut laporan, pesawat dari Volocopter GmbH (sebelumnya disebut E-Volo GmbH), produsen eVTOL dari Jerman di mana JAL (Japan Airlines) memiliki saham, kini sedang dipertimbangkan untuk mendukung proyek UAM di Tokyo. Volocopter GmbH memegang Guinness Book of World Records untuk penerbangan berawak pertama dari “multicopter listrik” yang disebut prototipe Volocopter VC1 pada tahun 2011.

Pada September 2020, JAL dan Volocopter menandatangani kesepakatan untuk bersama-sama menjajaki peluang bisnis di Jepang untuk layanan mobilitas udara, khususnya untuk teknologi eVTOL Volocopter.

Baca juga: SkyDrive Kolaborasi dengan Suzuki dalam Pengembangan dan Produksi eVTOL

Volocopter menawarkan tiga jenis platform eVTOL. Dua adalah taksi udara, VoloCity dan VoloConnect, sedangkan VoloDrone adalah drone angkat berat tanpa awak. VoloCity adalah pesawat VTOL 18-rotor dengan jangkauan sekitar 35 kilometer dan kecepatan maksimum sekitar 100 kilometer per jam. Ini dapat mengangkut hingga dua penumpang, termasuk barang bawaan ringan.