Mulai 29 Agustus, Singapore Airlines Tak Wajibkan Penumpangnya Kenakan Masker di Dalam Kabin

Dengan menurunnya tren Covid-19, maka serangkaian pengetatan pada prosedur perjalanan internasional via pesawat udara mulai dilonggarakan. Meski begitu, kebanyakan maskapai di Asia masih mewajibkan para penumpangnya untuk mengenakan masker saat berada di dalam kabin (kecuali saat makan). Nah, belum lama berselang ada kabar dari Singapore Airlines, bahwa maskapai terbesar di Asia itu telah menghilangkan mandat untuk kewajiban mengenakan masker saat di dalam kabin.

Baca juga: easyJet Tambah Daftar Maskapai yang Izinkan Penumpang Lepas Masker di Pesawat

Dikutip dari simpleflying.com (25/8/2022), seperti kebanyakan maskapai Asia, Singapore Airlines secara ketat menegakkan mandat penggunaan masker di semua penerbangannya, terlepas dari tujuan, untuk tetap mengikuti pedoman pemerintah. Setiap penumpang berusia enam tahun ke atas diharuskan memakai masker selama penerbangan dan hanya diperbolehkan melepas masker selama waktu makan. Namun, Pemerintah Singapura baru-baru ini mengumumkan bahwa penggunaan masker tidak lagi wajib kecuali di transportasi umum dan fasilitas kesehatan.

Kabar gembira ini berarti bahwa penumpang yang terbang dengan Singapore Airlines tidak akan diharuskan memakai masker pada penerbangan mereka mulai 29 Agustus dan seterusnya kecuali mereka terbang ke dan dari tujuan yang masih mewajibkannya. Sejauh ini mengenakan masker juga menjadi opsional di Bandara Internasional Changi Singapura, tetapi penumpang yang masih ingin mengenakan masker di dalam pesawat atau di dalam bandara terlepas dari tujuan dapat terus melakukannya.

Kebijakan baru ini sontak sempat membuat kebingunan bagi para penumpang seperti pada penerbangan SQ25 dan SQ26, Singapore Airlines mewajibkan masker di dalam pesawat karena persyaratan peraturan di Jerman. Karena persyaratan peraturan Spanyol, masker juga diperlukan dalam penerbangan SQ377 dan SQ378 antara Milan dan Barcelona. Meskipun dapat membingungkan dengan kebijakan yang diperbarui, Singapore Airlines telah memberikan daftar rute yang diterbangkan dari Bandara Changi.

Dengan Singapore Airlines menetapkan prioritas untuk menghapus mandat penggunaan masker, anak perusahaannya yang berbiaya murah, Scoot, mungkin akan segera menyusul. Maskapai penerbangan murah mungkin mungkin membuat masker opsional untuk penerbangan ke Yunani, Jepang, Arab Saudi, Taiwan, dan Thailand. Scoot mungkin juga mengikuti contoh maskapai utama yang mengizinkan pemakaian masker wajah opsional pada penerbangan ke Australia tetapi mewajibkannya pada penerbangan kembali ke Singapura.

Baca juga:Maskapai Ini Izinkan Penumpang Tak Kenakan Masker di Pesawat, Tertarik Mencoba?

Meskipun terlepas dari kebijakan masker maskapai mana pun, mengingat bagaimana beberapa negara masih memberlakukan kewajiban mengenakan masker, masih akan lebih baik bagi penumpang untuk mengemas satu atau dua masker kapan pun dan di mana pun mereka bepergian untuk menghindari kebingungan yang mungkin terjadi.

[Video] Pekerja Bandara Tewas Seketika Usai Terkena Baling-baling Pesawat Antonov An-24 yang Tengah Berputar

Secara statistik, pesawat merupakan moda transportasi paling aman di dunia. Namun, dalam kaitannya dengan proses ground service sebelum maupun sesudah penerbangan, pesawat belum tentu menjadi moda paling aman di dunia. Setidaknya, ini terbukti dari adanya insiden nahas yang terjadi baru-baru ini.

Baca juga: Miris, Warga Afghanistan Tewas di Bandara Kabul Gegara Kepanasan dan Kelaparan Saat Tunggu Evakuasi

Pada Jumat, 19 Agsutus lalu, terjadi kecelakaan kerja yang melibatkan petugas ground handling dengan pesawat Antonov An-24 UTair di Bandara Belyoarsk, Rusia. Laporan media lokal TASS, petugas disebut terkena bilah mesin atau baling-baling yang tengah berputar, sekalipun tidak dalam putaran penuh.

Dalam tayangan video viral yang beredar, petugas nampak telah mengerjakan suatu pekerjaan di bagian bawah belakang pesawat. Setelahnya, petugas bergegas menuju bagian depan. Namun nahas, sehabis menundukkan kepala melewati nacelle mesin, petugas terkena bilah mesin pesawat dan tewas seketika.

Meskipun hanya disebutkan petugas tewas akibat terkena baling-baling pesawat, namun, dalam tayangan video terlihat jelas bahwa bilah mesin pesawat telak mengenai kepala. Tayangan video juga menunjukkan terjadi percikan yang kemungkinan adalah darah akibat pecahnya kepala petugas terkena bilah mesin pesawat.

Usai kejadian, petugas dari Central Interregional Investigation Department for Transport Federasi Rusia langsung melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi insiden tersebut, bekerjasama dengan pihak maskapai dan petugas dari unit lain yang terkait.

“Pada 19 Agustus, di bandara Beloyarsk Khanty-Mansiysk Autonomous Okrug – Yugra, setelah menghidupkan mesin pada pesawat An-24 yang bersiap untuk terbang ke Berezovo, sebuah kecelakaan terjadi saat membersihkan bantalan dorong – seorang teknisi pesawat jatuh di bawah bilah baling-baling yang berputar dan menerima cedera yang tidak sesuai dengan kehidupan. Alasan insiden itu sedang ditetapkan,” kata juru bicara maskapai.

“Menurut data awal, pada 13:48 (11:48 waktu Moskow) pada 19 Agustus di bandara kota Beloyarsky selama prosedur pelepasan An-24 maskapai Utair, agen penanganan darat layanan pesawat terluka oleh baling-baling pesawat. Korban meninggal di tempat karena luka-lukanya,” tambahnya.

Kecelakaan atau insiden fatal di bandara memang jarang tetapi pernah beberapa kali terjadi setiap tahun. Pada bulan Juli lalu, petugas ground handling Bandara Gatwick dilaporkan tewas akibat insiden terkait konstruksi.

Baca juga: Bayi Tewas di Bandara Manila dengan Leher Dilingkari Pakaian Dalam

Pada bulan yang sama, seorang pekerja bandara juga dilaporkan meninggal akibat tersengat listrik saat melakukan pekerjaan konstruksi di Bandara Internasional Charlotte Douglas, North Carolina, Amerika Serikat (AS).

Beberapa bulan sebelumnya, atau tepatnya pada bulan Februari, ground handler senior berusia 70 tahun tewas akibat kecelakaan kerja saat mengoperasikan mesin loading.  Pada tahun 2019, seorang ground handler tewas di Bandara Hartsfield-Jackson Atlanta akibat terjepit antara kendaraan baggage loading dan pesawat United Airlines. Setahun kemudian, seorang ground handler tewas terlindas pesawat Boeing 737 Nok Air di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok.

Enaknya Naik KA Joglosemarkerto Bisa Healing Keliling Jawa Tengah

Naik kereta api jarak jauh dari satu kota ke kota lainnya sudah biasa warga masyarakat yang ingin bepergian pada aktivitas tertentu baik bertugas maupun liburan. Tapi jika ingin merasakan dan menghabiskan waktu dengan naik kereta api khususnya yang berada di wilayah Jawa Tengah, kiranya patut dicoba kereta api yang satu ini. Rangkaian KA Joglosemarkerto sepertinya menjadi pilihan tepat untuk sekadar jalan – jalan keliling Jawa Tengah hingga bertugas yang diharuskan berpindah kota.

Baca juga: Manfaatkan Kereta “Nganggur,” Yogyakarta Berangkatkan KA Joglosemarkerto

Sesuai dengan namanya Joglosemarkerto yang berarti kepanjangan dari Yogyakarta, Semarang dan Purwokerto. KA ini berkeliling di Provinsi Jawa Tengah melewati berbagai kota diantaranya Yogyakarta, Kutoarjo, Kroya, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan Solo. Kelas yang tersedia rangkaian KA Joglosemarkerto pun terdiri dari kelas ekskutif dan ekonomi (80 tempat duduk).

Pemandangan yang disuguhkan jika naik KA Joglosemarkerto pun beragam. Mulai dari hamparan sawah, bukit bahkan pegunungan untuk rute Kroya – Purwokerto – Prupuk hingga pemandangan laut utara yang berada di petak Ujungnegoro – Plabuan – Kuripan menjadi pelengkap yang ingin menikmati perjalanan siang hari dengan KA ini.

Baca juga: KA Joglosemarkerto Rute Cilacap – Yogyakarta Segera Beroperasi, Ini Jadwal dan Tarif Promonya

Untuk harga tiket KA Joglosemarkerto pun bervariatif, mulai dari harga Rp50.000 – Rp250.000 untuk kelas ekonomi dan Rp85.000 – Rp410.000 untuk kelas eksekutif. Harga tersebut tergantung dari jarak antar stasiun yang dipesan oleh penumpang. Hingga kini KA Joglosemarkerto masih diminati warga sebagai KA jarak menengah melewati berbagai kota di Jawa Tengah. Dan saat ini rangkaian KA Jogalosemarkerto berjalan 4 kali sehari, 2 rangkaian rute Yogyakarta – Tegal – Solo – Yogyakarta dan 2 rangkaian berikutnya berjalan sebaliknya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Naik KRL Berhenti di Stasiun Pasar Minggu Kok Lama, ya? Ternyata Ini Alasannya

Bagi masyarakat yang tinggal diarea jalur selatan menggunakan KRL rute Bogor – Manggarai tentu menyadari saat berhenti di Stasiun Pasar Minggu berhenti cukup lama dibanding stasiun KRL lainnya. Saat naik KRL di stasiun perhentian sangat dirasakan berhenti tak capai 1 menit saat kereta datang membuka pintu hingga menutup pintu, namun tidak untuk Stasiun Pasar Minggu. Ternyata ada beberapa alasan saat KRL berhenti cukup lama di stasiun yang memiliki 4 jalur ini.

Baca juga: Railfans Harus Tahu, Ini Jawaban Mengapa Jalur 1 atau 2 di Stasiun KRL Terkadang Berlawanan Arah

Diketahui bahwa Stasiun Pasar Minggu merupakan stasiun operasional yang melayani perhentian kereta yang diatur oleh Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). PPKA bertugas mengatur datang dan berangkatnya kereta api yang masuk di stasiun tersebut dengan mengatu persinyalan dan wesel rel kereta api. Saat KRL masuk di Stasiun Pasar Minggu khususnya arah Jakarta Kota, terasa cukup lama untuk diberangkatkan kembali. Ini karena mencegah antrean KRL saat memasuki Stasiun Manggarai. Ada beberapa stasiun yang disinggahi KRL saat berangkat dari Stasiun Pasar Minggu, yaitu Stasiun Pasar Minggu Baru, Duren Kalibata, Cawang, Tebet dan Manggarai. Beberapa stasiun yang disebutkan merupakan stasiun non operasional atau stasiun yang dikendalikan persinyalan blok secara otomatis.

Nah, Stasiun Pasar Minggu-lah yang menjadi stasiun perhentian agar tidak terjadi antrean atau penumpukan KRL saat memasuki Stasiun Manggarai. Mengingat Stasiun Manggarai masih melakukan switch over yang pada akhirnya kecepatan KRL dibatasi dan perlu adanya pergantian saat memindahkan rel kereta api. Meski KRL dari arah Bogor ke Jakarta cukup melintas jalur layang di Stasiun Manggarai, namun PPKA yang bertugas tetap fokus dengan jalur kereta api lainnya.

Baca juga: Lain Dulu Lain Sekarang, Wajah Baru Stasiun Manggarai Kini Lebih Menawan

Selain menghindari antrean atau penumpukan KRL di Stasiun Pasar Minggu meski sudah memiliki persinyalan blok otomatis, PPKA Pasar Minggu tetap berkomunikasi dengan PPKA dan PK (Pusat Kendali) Manggarai apakh jalur tersebut sudah aman dilalui atau belum. Dengan kata lain penumpang mohon bersabar jika PPKA/announcer petugas stasiun mengungumkan melalui pengeras suara dengan kata “KRL tujuan akhir Jakarta Kota menunggu waktu keberangkatan di Stasiun Pasar Minggu.” (PRAS – Cinta Kereta Api)

“Tetap Dingin”, Inilah Kondisi Agar Mesin Pesawat Jet Tidak Overheating

Sebagaimana mesin pada umumnya, maka mesin pesawat akan terkait langsung dengan proses pembakaran, yang artinya mesin akan menghasilkan panas. Namun, panas pada mesin pesawat tentu harus dikontrol untuk memastikan dapat bekerja dengan benar. Seperti pada mesin pesawat jet untuk mendinginkan dan melumasi bagian yang bergerak digunakan oli.

Baca juga: Bagaimana Cara Mesin Pesawat Dipasang? Berikut Ulasannya

Namun, selain dari penggunaan oli, perakitan turbin juga menjadi begitu penting dalam mesin jet yang sangat sensitif terhadap panas. Kondisi bilah turbin di luar batas suhu bahkan untuk beberapa detik dapat membuat bilah turbin tidak berguna sehingga merugikan operator dalam jutaan dollar. Dengan demikian, pembakaran harus dikontrol sedemikian rupa sehingga suhu tidak naik di atas dan di luar kapasitas turbin.

Dikutip dari simpleflying.com, pada prinsipnya, sistem oli mesin jet tidak terlalu berbeda dengan sistem oli pada mobil Anda. Ada tangki oli dan pompa yang memompa oli di sekitar mesin. Dalam mesin jet, kompresor dan turbin berputar pada poros yang dijalankan oleh bantalan bola. Ini mengurangi gesekan dan membuat konstruksi lebih mudah. Karena bantalan bola ini membawa beban besar, mereka dapat memanas dan mudah stres.

Jadi, untuk menghilangkan panas dari bantalan, oli dialirkan melalui ruang bantalan bola. Minyak pertama-tama dipompa keluar dari reservoir minyak atau tangki ke filter oli. Filter ini memastikan tidak ada partikel karbon atau kotoran lain yang melewatinya. Dari filter, oli mengalir dari saluran tekanan masuk ke ruang bantalan.

Minyak kemudian disemprotkan langsung pada bantalan oleh jet minyak. Minyak ini kemudian dikembalikan ke tangki minyak (setelah proses pendinginan) dengan bantuan pompa pemulung. Sebelum dialirkan ke tangki, melewati Fuel Cooled Oil Cooler (FCOC). Di FCOC, bahan bakar dilewatkan melalui pipa di mana minyak dilewatkan. Proses ini menambahkan panas ke bahan bakar dan membuang panas dari minyak. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan karena bahan bakar membutuhkan panas sementara minyak membutuhkannya untuk diambil.

Rasio kimia yang benar (stoikiometri) untuk membakar campuran udara dan bahan bakar adalah 15:1. Pembakaran pada rasio ini dapat menghasilkan panas melebihi 2000 derajat Celcius, yang terlalu tinggi untuk bilah turbin. Karena alasan inilah pembakaran dikontrol secara mekanis untuk memastikan bahwa pembakaran berada pada suhu yang tepat.

Pada ruang bakar mesin jet, udara yang berasal dari tahap kompresor terbagi menjadi tiga. Satu disebut udara Primer, yang kedua disebut udara Sekunder dan yang ketiga disebut udara Tersier. Dari jumlah tersebut, hanya udara primer yang masuk langsung ke dalam ruang untuk pembakaran. Menariknya, hanya 20 persen udara yang berasal dari kompresor yang merupakan udara primer ini. Udara primer dicampur dengan bahan bakar dan dibakar pada rasio stoikiometri 15:1.

Udara sekunder dan udara tersier dialirkan di sekitar ruang bakar. Yang pertama kemudian perlahan-lahan dimasukkan ke dalam ruang bakar melalui lubang yang dibor pada casing ruang yang disebut lubang udara sekunder. Ini mengurangi suhu luka bakar dan meningkatkan molekul udara yang bercampur dengan bahan bakar. Udara sekunder juga hanya 20 persen dari total aliran udara. Udara sekunder memainkan peran penting lainnya. Mengalir ke ruang bakar melalui baling-baling pusaran yang membantu untuk membentuk pusaran.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bilah turbin tidak menyukai panas. Ketika terkena panas mereka mengalami ‘merayap’. Sebuah creep adalah bentuk stres yang memperluas pisau. Ketika creep dibiarkan berkembang, ia dapat tumbuh ke titik di mana bilah dapat menyentuh casing mesin yang dapat menyebabkan kegagalan yang fatal. Jadi, sudu-sudu turbin dan perakitannya membutuhkan sistem pendingin.

Baling-baling turbin didinginkan oleh engine bleed air. Udara dari tahap kompresor mesin dikeluarkan dan diumpankan ke bilah untuk mendinginkannya. Ada lubang yang dibor pada bilah di mana udara dilewatkan.

Pada mesin jet generasi awal, hanya udara Tekanan Rendah (LP) yang dilewatkan melalui bilah. Jenis pendinginan ini dikenal sebagai Single pass with Internal Cooling. Saat mesin mulai menjadi lebih besar dan kebutuhan untuk daya dorong yang lebih besar, bilah turbin harus memiliki kapasitas untuk menahannya. Jadi muncullah Single Pass Multi-Feed Internal Cooling dengan Film Cooling.

Dalam jenis pendinginan ini, baik udara LP dan Tekanan Tinggi (HP) dilewatkan melalui bilah yang membuat pendinginan lebih efisien. Juga, dalam sistem pendingin jenis ini, lubang dibor secara strategis sehingga lapisan udara dilapisi di sekitar bilah. Ini membentuk lapisan batas yang dengan sendirinya mendinginkan bilah.

Jenis pendinginan ini cukup bagus, tetapi dikembangkan lebih lanjut. Para insinyur menemukan bahwa melewatkan udara melalui blade lebih dari sekali dapat lebih mengoptimalkan pendinginan. Disadari juga bahwa melewatkan udara melalui bilah sekitar lima kali dapat meningkatkan efisiensi pendinginan ke tingkat yang terhormat. Jadi, diputuskan untuk mengembangkan Quintuple pass, Multi-Feed Internal Cooling dengan Extensive Film Cooling.

Dalam sistem ini, udara HP dilewatkan melalui blade empat kali, sedangkan udara LP dialirkan melaluinya satu kali. Seperti pada jenis pendinginan sebelumnya, lubang dibor sedemikian rupa sehingga lapisan udara diselimuti di sekitar bilah, mendinginkan bilah lebih banyak.

Baca juga: Gokil, Rolls-Royce Luncurkan Mesin Pesawat Sebesar Pesawat Airbus A220

Keterbatasan bilah turbin untuk menahan suhu tinggi adalah salah satu alasan mengapa ada batasan daya dorong mesin jet. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan afterburner yang bisa digunakan pada jet tempur. Dalam mesin jet afterburning, udara dan bahan bakar dinyalakan di knalpot atau pipa jet yang berada tepat di belakang bilah turbin. Udara dari turbin dibakar dalam pipa jet dengan mencampurnya dengan bahan bakar dan menyalakannya menggunakan seperangkat pembakar. Ini memberi pesawat dorongan tenaga ekstra.

Train to the Clouds, Lintasan Kereta Kelima Tertinggi di Dunia

Baru-baru ini Negeri di Atas Awan Gunung Luhur, Desa Citorek viral di media sosial. Tempat ini kemudian menjadi daya tarik bagi banyak masyarakat Indonesia khususnya sekitaran Banten dan Jakarta. Disebut Negeri di Atas Awan karena adanya pemandangan berupa pegunungan berselimut lautan awan di bawahnya. Ini sama seperti di kebun buah Mangunan di Bantul, Yogyakarta, dimana setiap pagi-pagi buta bisa melihat awan dari sini.

Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Nah, ternyata tak hanya di Indonesia, di Argentina pun ada layanan kereta wisata di atas awan. Ya, Tren a las Nubes atau bila dalam Bahasa Inggris Train to the Clouds. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, layanan kereta ini berada di Provinsi Salta, Argentina.

(rove.me)

Tren a las Nubes sendiri berjalan di sepanjang bagian timur jalur kereta Salta-Antofagasta dari jalur kereta Belgrano ke Argentina Barat Laut dengan perbatasan Chili di Pegunungan Andes. Lintasan kereta ini berada di ketinggian 4.220 meter di atas permukaan laut dan menjadikannya kereta api tertinggi kelima di dunia.

Awal pembangunan jalur ini pun sederhana yakni untuk alasan ekonomi dan sosial. Namun kini justru menarik banyak pelancong sebagai kereta api warisan. Meski menarik, harga tiket pun lebih murah dan ini tersedia bagi penduduk setempat yang menggunakan kereta tersebut sebagai transportasi.

Jalur ini memiliki 29 jembatan, 21 terowongan, dua jalur spiral, dua jalur zig-zag. Adanya berbagai macam jalur ini karena tidak menggunakan rack-and-pinion untuk traksi, dimana rute harus dirancang untuk menghindari kemiringan yang curam. Adanya jalur zig-zag pun agar kereta bisa memanjat ketinggian secara bolak-balik sejajar dengan lereng gunung.

Kereta ini berangkat setiap hari Sabtu dari Salta pukul 07.05 waktu setempat dan kembali sekitar tengah malam. Dalam sekali perjalanan kereta ini memakan waktu sekitar delapan jam dan sebagian besar penggunanya hanya menggunakan dari satu tujuan alias tidak bolak balik.

Tren a las Nubes sendiri dilengkapi dengan gerbong makan, gerbong bar, area pertolongan pertama dan dua gerbong penumpang yang mampu mengangkut 170 orang dan bisa meningkat hingga 400 orang seiring berjalannya waktu.

Ada banyak pemberhentian di sepanjang jalan kereta ini melaju, beberapa dengan pasar yang menjual barang-barang kerajinan dan penduduk setempat yang menawarkan masakan daerah. Rute ini dirancang oleh insinyur Amerika Richard Maury, dan setelah itu salah satu stasiun telah dinamai.

Kereta api diresmikan pada 20 Februari 1948, setelah banyak penundaan dan komplikasi dan periode dua tahun di mana pekerjaan lumpuh. Pada 2005 sebuah kereta berhenti di ketinggian 3.500 meter, dengan penumpang harus dievakuasi menggunakan helikopter. Sejak itu, Pemerintah Nasional dan Provinsi melakukan restrukturisasi jalur, mengganti 60 km rel kereta api dan memberikan konsesi baru kepada perusahaan swasta “Ecotren” untuk mengoperasikan Tren a las Nubes.

Baca juga: Jalur Nagreg: Meski Banyak Isu Gaib , Tetap Favorit Saat Musim Mudik

Dengan Pemerintah Salta sebagai operator layanan, Tren a las Nubes diumumkan akan berjalan kembali pada bulan Maret 2015, meskipun layanan tidak mulai berjalan lagi hingga 4 April 2015. Selama delapan bulan penutupan garis, baik Pemerintah Nasional dan pemerintah Salta telah memulihkan banyak rel serta rolling stock.

Penumpang KRL Tetap Waspada Membawa Tas di Depan, Ternyata Ini Jawabannya

Naik KRL tentu sangat memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke beberapa wilayah di Jabodetabek. Murah, mudah, terjagkau menjadi alasan masyarakat untuk tetap setia naik KRL. Dari segi kenyaman dan keamanan pun cukup terjamin, karena pihak kemanan terus bertugas dan mengawasi gerak – gerak penumpang apalagi yang mencurigakan.

Baca juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

Namun begitu, masyarakat sebgai pengguna setia KRL pun tetap waspada terlebih yang membawa barang bawaannya. Karena tindak kriminal akhir – akhir ini hampir tak terlihat karena berbaur dengan penumpang lainnya. Tapi tau ga sih kalau dilihat setiap pengguna transportasi khususnya KRL yang membawa ts selalu berada di bagian depan. Ternyata ini alasan mereka.

Dari segi keamanan tentu saja sangat terjamin jika membawa tas di bagian depan. Alasannya guna menghindari dari tangan – tangan jahil yang tidak bertanggung jawab juga menghindari dari kriminalitas lain seperti pelecehan seksual, karena bagian depan tertahan oleh tas bawaan.

Penumpang yang biasa memakai tas bagian depan memang sudah sangat terbiasa di transportasi Indonesia bahkan terlihat juga dibeberapa negara maju, contohnya di Jepang yang memiliki hal yang sama guna terhindar dari kejahatan yang tidak diduga. Namun ada beberapa penumpang yang masih menaruh tasnya di bagian rak bagasi KRL. Bisa jadi karena ingin lenggang saat berdiri ataupun membawa tas dengan beban yang cukup berat.

Selain membawa tas dibagian depan saat naik KRL, menyimpan barang bawaan di rak bagasi juga harus diwaspadai,. Meskipun beban jadi ringan, namun hal tersebut bukan berarti sudah terasa aman. Banyak kejadian saat penumpang yang membawa barang bawaan disimpandi rak KRL, saat lengah secara tiba – tiba barang yang dimiliki tersebut raib dibawa orang tak bertanggung jawab.

Baca juga: Inilah Stasiun Aman dan Rawan Pencopet di Jabodetabek

Perlu diwaspadai saat menaruh barang bawaan di rak bagasi usahakan tetap menghadap ke arah barang yang dimiliki. Jika ada tempat duduk yag kosong, usahakan barang yang dibawa jika ringan harap dipangku saja. Namun jika barang bawaan dirasa berat dan merepotkan, dihimbau tidak ada barang berharga yang berada di rak bagas KRL, guna menghindari kejadian yang diinginkan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Masih Dibuka, Lowongan Kerja Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Butuh Pegawai Baru dari Lulusan SMK

Meski PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia Cina) masih dioperasikan beberapa tahun mendatang, namun kebutuhan SDM untuk bergabung di perusahaan tersebut sudah terbuka bagi masyarakat yang telah mendapat lulusan SMK. Dari lowongan pekerjaan yang tersedia, sebanyak 5 posisi yang ditawarkan oleh KCIC.

Baca juga: Ini Dia Penampakan Nomor Kereta Ukur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang Akan Dikirim ke Jakarta

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi ini beberapa posisi yang dimaksud adalah CTC Technician, EMU In-Depot Mechanic level 1 dan 2, EMU Onboard Mechanic, Signalling Technician, dan Onboard Signalling Technician. Namun, perusahaan yang mengerjakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ini mencari pegawai yang telah memiliki pengalaman bekerja minimal 3 tahun di bidang yang sama dengan posisi yang dilamar.

Berikut kriteria dan deskripsi dari lowongan pekerjaan fi PT KCIC:

1. CTC Technician

– Melakukan perawatan peralatan CTC di pusat pengendalian peralatan persinyalan secara terpusat (CTC) KCJB.

– Melakukan perbaikan dan pemecahan masalah peralatan CTC.

– Menguasai hubungan yang saling terkait dan indeks teknis keselamatan peralatan serta detail teknisnya.

– Menangani permasalahan peralatan dengan tepat waktu.

Kriteria pegawai:
– Warga Negara Indonesia (WNI).
– Pendidikan minimal SMK jurusan Teknik Elektro dan Teknik kelistrikan.
– Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang persinyalan atau fasilitas operasi kereta api.
– Mampu bekerja secara individu maupun tim.
– Bersedia bekerja degan sistem shifting.
– Mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.
– Bersedia ditugaskan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

2. EMU In-Depot Mechanic level 1 dan 2

– Memeriksa, mendeteksi, dan menginspeksi EMU secara visual atau menggunakan Sistem Diagnosis Kesalahan dan terbagi pada Level 1 dan Level 2.

– Bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan EMU secara terjdawal dan tidak terjadwal.

– Memeriksa, mendeteksi, dan menginspeksi EMU secara visual dengan On-Board Diagnosis Fault System.

Kriteria pegawai:
– WNI.
– Pendidikan minimal SMK jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, atau Teknik Otomotif.
– Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang manufaktur dan maintenance transportasi.
– Mampu bekerja secara individu maupun tim.
– Bersedia bekerja degan sistem shifting.
– Mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.
– Bersedia ditugaskan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

3. EMU Onboard Mechanic

– Melaksanakan perbaikan dan melaporkan kejadian teknis tidak normal kepada authorized personel.

– Bertanggung jawab dan memastikan keamanan atas operasional EMU dalam perjalanan.

Kriteria pegawai:
– WNI.
– Pendidikan minimal SMK jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, atau Teknik Otomotif.
– Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang manufaktur dan maintenance transportasi.
– Diutamakan berpengalaman di bidang sarana perkeretaapian.
– Mampu bekerja secara individu maupun tim.
– Bersedia bekerja degan sistem shifting.
– Mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.
– Bersedia ditugaskan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

4. Signalling Technician

– Melakukan perawatan peralatan persinyalan, baik terhadap peralatan indoor dan outdoor secara rutin setiap hari dan periodik untuk memastikan peralatan persinyalan tetap handal.

– Melakukan perbaikan terhadap peralatan persinyalan apabila terjadi kegagalan atau gangguan.

– Menangani permasalahan peralatan dengan tepat waktu.

Kriteria pegawai:
– WNI.
– Pendidikan minimal SMK jurusan Teknik Elektro atau Teknik Kelistrikan.
– Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang persinyalan atau fasilitas operasi kereta api.
– Mampu bekerja secara individu maupun tim.
– Bersedia bekerja degan sistem shifting.
– Mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.
– Bersedia ditugaskan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca juga: Yuk, Kenali Jenis – jenis Bantalan Rel Kereta Api. Indonesia Sudah Punya Lengkap!

5. Onboard Signalling Technician

– Melakukan perawatan peralatan automatic train protection (ATP) Onboard agar peralatan ATP Onboard tetap handal.

– Melakukan perbaikan terhadap peralatan ATP Onboard apabila terjadi kegagalan atau gangguan.

– Menguasai hubungan yang saling terkait dan indeks teknis keselamatan peralatan serta detail teknisnya.

Kriteria pegawai:
– WNI.
– Pendidikan minimal SMK jurusan Teknik Elektro atau Teknik Kelistrikan.
– Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang persinyalan atau fasilitas operasi kereta api.
– Mampu bekerja secara individu maupun tim.
– Bersedia bekerja degan sistem shifting.
– Mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.
– Bersedia ditugaskan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Apabila Anda merasa memenuhi kriteria yang dicari PT KCIC di atas, maka segera kirim lamaran melalui laman https://kcic.co.id/karir/ sebelum tenggat pendaftaran lowongan kerja ini berakhir. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mulai 24 Agustus 2022, Batik Air Buka Penerbangan Denpasar – Dili Timor Leste

Batik Air member of Lion Air Group mulai 24 Agustus 2022 membuka rute internasional dari Bali, Indonesia melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar di Badung (DPS) tujuan Bandar Udara Internasional Presidente Nicolau Lobato, di Dili, ibu kota Timor Leste (DIL).

Baca juga: Qantas Buka Penerbangan Internasional Terpendek ke Dili Timor Leste

Pengoperasional rute Bali – Dili – Bali sebagai salah satu upaya Batik Air dalam mendukung pemulihan perekonomian global secara bertahap untuk kawasan Asia (Indonesia dan Timor Leste). Ketersediaan layanan penerbangan internasional ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat akses dan mempermudah mobilitas, berkontribusi dalam kelancaran perdagangan (ekspor dan impor), pariwisata, dan memperkuat hubungan kenegaraan.

Bagi masyarakat, pebisnis dan wisatawan yang berasal dari Indonesia seperti Medan, Batam, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Makassar, Manado, Kendari, Ambon, Lombok, Kupang, Labuan Bajo, Maumere, Ende dan kota-kota yang lain mendapatkan keuntungan hanya “transit sekali” di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk melanjutkan penerbangan ke Dili.

Bagi wisatawan dan pebisnis (sebagai wisatawan mancanegara) yang berasal dari Timor Leste semakin mudah menjelajahi Bali yang tekenal sebagai sebagai kota tujuan liburan paling bahagia di dunia 2022 (The World’s Happiest Holiday Destination in 2022), versi perusahaan pariwisata dan perjalanan asal Prancis, Club Med.

Batik Air telah memperluas koneksi dari dan menuju Bali untuk menyediakan lebih banyak opsi penerbangan dari bandar udara penghubung (hub) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan jaringan yang terus berkembang.

Penerbangan rute Bali – Dili PP, Batik Air mengoperasikan Airbus A320 (12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi) dan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 156 kelas ekonomi). Armada ini merupakan generasi modern dan baru yang dikirim dari pabrikan pesawat.

Baca juga: “Dili Express” – Kenangan Kapal Ferry Katamaran dalam Prahara Lepasnya Timor-Timur

Setiap penumpang mendapatkan makanan dan minuman (inflight meals); gratis bagasi 20kg untuk kelas ekonomi dan 30kg kelas bisnis; dilengkapi hiburan gratis inflight entertainment on demand serta hiburan yang dapat diakses dari perangkat handphone dan tablet didukung oleh Tripper.

Tambah Rangkaian 80 Tempat Duduk, KA Pangrango Berlakukan Tarif Cuma Rp35.000, Benarkah?

Setelah penggantian rangkaian KA Pangrango dengan rute dari Stasiun Pasar Senen – Sukabumi ternyata memiliki interior khususnya kelas ekonomi yang berbeda dari sebelumnya. Untuk kelas ekonomi yang semula searah atau membelakangi dengan arah lajunya kereta, namun kini ada rangkaian pengganti yaitu dengan duduk berhadapan dengan penumpang lainnya. Bukan interior dengan kursi berhadapan yang berkapasitas 106 tempat duduk, rangkaian KA Pangrango kelas ekonomi ini memiliki kapasitas 80 tempat duduk yang masing – masing kursi diduduki hanya 2 orang saja.

Baca juga: Naik KA Pangrango Cukup dari Stasiun Bogor, Yuk Simak Syaratnya

Kabarpenumpang.com mengulik informasi di sosial media yang dimiliki dengan akun @RailfansCianjur, yaitu KA Pangrango mematok tarif adalah Rp35.000 rute Stasiun Bogor – Sukabumi menggunakan rangkaian ekonomi plus. Sebagaimana ditampilkan dalam gambar rangkain bertarif rendah itu menggunakan interior ekonomi dengan tempat duduk 2+2 yang berkapasitas 80 tempat duduk. Namun hingga saat ini tarif Rp35.000 tersebut belum tersedia saat pengecekan pada aplikasi pemesanan tiket secara online di KAI Access maupun informasi terkait tentang tarif tersebut. Hingga saat ini tarif KA Pangrango masih tersedia dengan tarf kelas ekonomi Rp45.000 rute Bogor – Sukabumi pp. dan Rp 30.000 rute Bogor – Cibadak pp. Serta Rp80.000 untuk kelas eksekutif rute Bogor – Sukabumi pp. dan Rp50.000 rute Bogor – Cibadak pp.

Baca juga: Pesan Tiket KA Pangrango dari Bogor Tidak Tersedia? Ini Solusinya

Seperti diketahui rangkaian KA Pangrango terdiri dari kelas eksekutif dan kelas ekonomi dengan rute Bogor – Sukabumi yang akhir – akhir ini sudah terlihat ramainya penumpang yang melakukan perjalanan, apalagi saat hari kerja maupun hari libur. Dengan waktu tempuh 2 setengah jam penumpang dapat dimanjakan dengan perjalanan yang melewati pemandangan indah di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Pastikan selalu sebelum melakukan perjalanan dengan KA Pangrango bisa mengecek atau memesan tiket melalui aplikasi KAI secara online agar terencana secara matang. (PRAS – Cinta Kereta Api)