Masih Ada Waktu, Lomba Fotografi Kereta Api Tinggal Seminggu Lagi

Ajang lomba fotografi masih dibuka bagi penikmat fotografi kereta api. Berburu kereta api tak melulu memamerkan hasil karyanya di media sosial saja, tapi ini saatnya khususnya bagi pecinta kereta api berkarya dan membuahkan hasil. Saat kabarpenumpang.com melihat informasi melalui instagram @keretaapikita bahwa informasi tersebut sedang berlangsung.

Baca juga: [Galeri Foto] Eks Jembatan Kereta di Cina ini Disulap Jadi Tempat yang Instagramable!

Bagi pecinta kereta api yang ingin mengikuti perlombaan tersebut harus mengikuti persyaratan yang telah ditentukan. Lomba fotogrgai kereta api bertemakan”Dari Balik Lensa Kereta Api Bangkit untuk Indonesia” ini diadakan dimaksudkan agar penikmat fotografi bisa turut andil dan meningkatkn kepuasan dengan hasil karya yang nantinya akan dihargai.

Persyaratan dari perlombaan ini pun harus diikuti para peserta yang mengikutinya. Bagi pengguna peserta yang menggunakan kamera, pihak penyelenggara memperbolehkan kamera apapun yang akan digunakan peserta seperti jenis DSLR, Ponsel, Drone, dan lain sebagainya. Untuk pengambilan foto diwajibkan dalam kurun waktu 1 Januari 2022 hingga penutupan pelaksanaan lomba. Peserta juga diwajibkan bagi yang belumpernah menang dalam lomba kontes fotografi apapun kecuali di unggah di media sosial. Diperbolehkan mengedit foto namun tidak boleh merubah estentik atau menambah bahkan mengurangi objek foto secara digital termasuk tidak diperbolehkan menambah watermark. Yang terpenting adalah lomba foto ini dilakukan dengan periode waktu mulai tanggal 26 Agustus – 9 September 2022.

Baca juga: Tips dan Trik Fotografi dari Dalam Kabin Pesawat

Pengiriman foto bisa dikirimkan melalui https://bit.ly/lombafoto77thnKAI/ dan pengiriman foto harus beresolusi besar (Hi Resolution). Pengunguman juara nantinya akan diumumkan pada tanggal 14 September 2022. Dari lomba foto yang diadakan tersebut dan diinformasikan di media sosial Instagram beberapa diantaranya berkomentar miring terhadap lomba ini. Beberapa komentator sangat menyayangkan bahkan mempertanyakan soal foto hak milik PT Kereta Api Indonesia jika peserta tidak menang saat pengunguman lomba. Hingga saat ini komentar tersebut belum direspon pihak penyelenggara. Alhasil beberapa diantara mereka enggan mengikuti lomba tersebut sebelum ditanggapi komentar mereka. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Sky Whale – Desain Pesawat Penumpang Tiga Dek, Lebih Besar dari Airbus 380

Di tengah harga minyak dunia yang kini sedang melambung, desain alias rancangan pesawat penumpang dengan kapasitas besar menjadi kurang populer, pasalnya tingginya harga minyak akan terkait langsung dengan harga tiket pesawat, dimana tingginya tiket pesawat akan berpengaruh pada demand penerbangan itu sendiri. Namun, tetap ada saja suatu masa dimana dunia penerbangan mengalami lonjakan permintaan yang besar.

Baca juga: Desain Pesawat Sayap Tinggi vs Sayap Rendah: Ini Perbedaan-Persamaan dan Untung-Ruginya

Dan ketika lonjakan demand penerbangan terjadi, maka dunia dirgantara akan menggeliat, maskapai dan manufaktur dirgantara saling beradu imajinasi dan konsep untuk pesawat penunpang berkapasitas besar yang efisien dalam konsumsi bahan bakar.

Dikutip dari thesun.co.uk (30/8/2022), dijuluki sebagai desain “Sky Whale – (Paus Terbang)” – inilah pesawat dengan kabin bulat besar, massive sweeping wings, dan ruang yang cukup untuk 755 penumpang. Dirancang untuk penerbangan jarak jauh, Sky Whale hadir dalam tiga dek besar dengan lima baris kursi, termasuk kelas bisnis di lantai atas yang mewah lengkap dengan jendela atap yang memperlihtkan “pemandangan langit”.

Ketika tiba saatnya untuk lepas landas, Sky Whale yang sangat besar menempatkan dirinya pada posisinya sebelum mesin besarnya berputar pada sudut 45 derajat seperti pesawat jet tempur Harrier jump. Kemudian Sky Whale mulai bergerak dan mesin yang berputar mendorong ke depan, memungkinkan mesin raksasa itu lepas landas dengan pendakian hampir vertikal.

Dengan fitur luar biasa tersebut, memungkinkan Sky Whale tidak terbatas pada bandara besar, persisnya Sky Whale hanya membutuhkan ruang yang cukup untuk lebar sayap 87,7 meter dan panjang 76,8 meter.

Baca juga: Boeing Tak Yakin Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen, Sindir Airbus?

Sky Whale diharapkan dapat mencapai kecepatan tertinggi lebih dari 997 km per jam. Nah, Sky Whale statusnya saat ini adalah impian dari desainer Spanyol Oscar Vinals – dan sejak pertama kali meluncurkan konsep tersebut delapan tahun lalu, ia telah melihat banyak minat terhadap pesawat itu. Belum lama ini, desain Oscar ditampilkan di pameran transportasi masa depan di Pusat Kebudayaan Sheikh Abdullah Al Salem di Kuwait.

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Didepak dari Penerbangan Akibat Overbooked?

Pernahkah Anda mendengar skema overbooking yang ada di dunia penerbangan global? Bagi Anda yang belum tahu, overbooking merupakan skema dimana pihak maskapai menjual tiket melebihi kapasitas bangku yang ada di dalam sebuah penerbangan. Contoh sederhananya seperti ini: Maskapai Elang Air menjual 150 tiket perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan menggunakan pesawat Boeing 737-300, padahal, kapasitas bangku yang ada di pesawat tersebut hanyalah 140 penumpang. Kurang lebih seperti itu.

Baca Juga: Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

Kendati terdengar aneh, namun skema seperti ini lazim adanya di ranah aviasi – bahkan, seorang pengacara dari Australia mengatakan bahwa skema overbooking ini dianggap normal di Negeri Kangguru. Wah, kalau Anda menjadi salah satu penumpang yang didepak dari penerbangan karena overbooking, tentu saja waktu Anda akan terbuang percuma.

Nah, sebenarnya setiap maskapai memiliki kebijakannya sendiri dalam menghadapi kasus semacam ini. Dikutip dari laman tirto.id, maskapai swasta terbesar di Indonesia, Lion Air akan mengerahkan segala cara untuk menyediakan bangku bagi setiap reservasi yang telah dikonfimasi (tiket sudah issued). Lain halnya dengan maskapai milik Sir Tony Fernandes, AirAsia, dimana maskapai ini lebih memilih untuk menyediakan bangku di penerbangan selanjutnya tanpa dikenakan biaya tambahan.

Tapi, jika Anda mengalami nasib sial seperti di penjelasan di atas, berikut adalah hal-hal yang bisa Anda minta ke pihak maskapai sebagai kompensasi, dikutip dari laman bustle.com.

Ketahui Hak Penumpang
Pastikan Anda tahu tentang apa-apa saja yang bisa Anda dapatkan jika menjadi salah satu korban dari overbooking seperti ini. Jika Anda tidak tahu apa-apa, yang ada Anda malah merugi karena bisa saja pihak maskapai tidak memberikan keseluruhan kompensasi yang seharusnya Anda terima.

Sebelumnya, pastikan Anda sudah mengetahui alasan tidak bisa duduk di penerbangan tersebut. Mungkin jawaban yang paling lumrah adalah karena penerbangan sudah penuh atau ada penumpang lain yang keberangkatannya tidak bisa diundur (semisal orang penting, direksi pesawat, dan beberapa kasus penting yang melatarbelakanginya).

Tidak terlalu Jauh dari Gate Keberangkatan
Seorang awak kabin senior, Suzette Brathwaite mengatakan bahwa jika Anda mengalami overbooking, ada baiknya untuk duduk tidak terlalu jauh dari gate keberangkatan. Ini dimaksudkan agar Anda dapat menanyakan perkembangan terkait penerbangan Anda kepada awak yang bertugas di gate keberangkatan. Selanjutnya, biarlah pihak maskapai yang bekerja.

Baca Juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Minta Kompensasi
Sebenarnya ini merupakan lanjutan dari poin pertama – dimana jika Anda sudah mengetahui apa hak seorang penumpang yang terdepak dari penerbangan, Anda bisa meminta kompensasi.

Adapun kompensasi yang ditawarkan beragam – tergantung kepada pihak maskapai. Ada yang langsung menempatkan Anda di penerbangan selanjutnya, namun ada juga maskapai yang berbaik hati meningkatkan kelas penerbangan Anda, semisal tersedia.

Dipulangkan, KRL Yogya – Solo Nantinya Hanya Layani ‘Buatan Indonesia’

Kereta Rel Listrik (KRL) yang bertugas di lintas Yogyakarta – Solo Balapan/Palur pp. ini sepertinya akan kehilangan 2 trainset yang biasanya untuk mengangkut penumpang setiap harinya. Ya, KRL buatan Jepang inilah yang digadang – gadang akan di pulangkan ke daerah saat pengiriman ke Kota Gudeg ini. Setelah menlusuri informasi kuat dari media sosial, rangkaian KRL seri 205.9 dan 205.32 akan dipulangkan ke wilayah Jabodetabek dan nantinya akan dikirim ke Depo KRL Depok. Informasi mengenai kapan akan dikirim masih belum tersedia, mengingat simpang siurnya informasi perihal pengiriman KRL ini.

Baca juga: Penumpang Bersepeda Makin Mudah Naik KRL Yogya – Solo Menuju ke Tempat Tujuan

Diketahui jalur Yogyakarta – Palur sudah dialiri listrik dan angkutan KRL sudah bisa dinikmati oleh warga Yogya, Solo dan sekitarnya. Menggantikan sarana angkutan KRD Prameks, KRL lebih banyak menampung penumpang tanpa harus membeli tiket yang sesuai jam keberangkatan. KRL yang beroperasi saat ini di wilayah Daop 6 Yogyakarta ini jenis i9000 atau lebih dikenal dengan KFW hasil rancangan PT INKA Madiun dan seri 205 yang didatangkan dari Jepang. Infomrasi bahwa seri 205 akan dipulangka ke Jabodetabek, nantinya seri KFW-lah yang akan menggantian dan terus dioperasikan sebagai KRL jalur Yogya – Palur pp.

Namun, beberapa warga sempat khawatir dengan keberadaan KRL KF tersebut. Karena beberapa bulan lalu sempat KRL jenis ini mengalami mogok di stasiun salah satunya Stasiun Purwosari yang mengakibatkan keterlambatan lalu lintas kereta api hingga penumpang dievakuasi pindah ke KRL lain. Dan sempat juga pintu KRL yang tidak tertutup saat dalam perjalanan.

Baca juga: KRL Yogya-Solo Gunakan Kereta Produksi PT INKA

Dari beberapa insiden tersebut, PT KCI akan berkomitmen agar kejadian tersebut atau hal lain yang dapat merugikan penumpang tidak akan terulang serta akan melakukan perawatan dan perbaikan secara berkala. Mengingat KRL berjalan setiap hari untuk melayani penumpang beraktivitas di bebearapa kota yang dilewati KRL. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Di Rute Jenewa – Paris, Pilot dan Kopilot Air France Baku Hantam di Dalam Kabin

Cemas dan panik bakal dirasakan penumpang bila mengetahui pilot dan kopilot baku pukul di dalam kokpit. Dalan dunia penerbangan, urusan keamanan dan keselamatan adalah prioritas yang tak bisa ditawar, dan apa jadinya bila pilot dan kopilot justru saling beradu pukul. Bagaimana mereka dapat fokus mengendalikan pesawat?

Baca juga: Pramugara dan Pilot Baku Hantam di Toilet Saat Pesawat Mengudara, Tangan dan Gigi Patah!

Dikutip dari Airlive.net (30/8/2022), sepasang pilot telah diskors menyusul perkelahian di tengah penerbangan di kokpit pesawat Air France. Pilot dilaporkan bertukar pukulan selama penerbangan antara Jenewa dan Paris pada bulan Juni lalu.

Tak lama setelah lepas landas, awak kabin mendengar konflik sebelum membubarkannya. Satu pilot tetap berada di kokpit selama sisa perjalanan. Alasan perkelahian itu tidak jelas, tetapi juru bicara maskapai menyebutnya sebagai “perilaku yang sama sekali tidak pantas” dan saat ini masih dalam investigasi.

Baca juga: Jadi Korban “Bucin,” Dua Awak Kabin Republic Airways Saling Baku Hantam

Air France telah mengalami peningkatan pengawasan untuk malpraktik keselamatan selama beberapa bulan terakhir. Otoritas investigasi keselamatan penerbangan sipil Perancis, Bureau d’Enquetes et d’Analyses, menemukan maskapai yang berbasis di Paris telah mengabaikan dan melanggar prosedur keselamatan dalam beberapa kesempatan – termasuk pada penerbangan 2020 di mana awak pesawat menemukan setelah lepas landas bahwa tangki pesawat kekurangan 1,4 ton bahan bakar.

Setelah 14 Tahun, Switchblade Flying Sports Car Mendapat Izin Uji Terbang dari FAA

Setelah 14 tahun dalam pengembangan, Switchblade, mobil sport terbang roda tiga pertama di dunia – three-wheel flying sports car, akhirnya mendapat persetujuan untuk memulai uji penerbangan. Diproduksi oleh Samson Sky, prototipe Switchblade disebut dapat melesat dengan kecepatan 322 km per jam dan dirancang untuk dibuat dari kit DIY.

Baca juga:Mobil Terbang AirCar Sukses Terbang Antar Bandara, Kreator: Bisa Terbang Sejauh 1.000 Km

Saat berada di darat, Switchblade bergerak dengan tiga rodanya dan, dengan panjang hanya 5,1 meter dan lebar 1,8 meter, kendaraan ini cukup kecil untuk muat masuk ke dalam garasi. Namun, saat mencapai area landas pacu, Switchblade sayapnya akan berayun dan ekornya memanjang dalam waktu kurang dari tiga menit, memungkinkan kendaraan ‘skybrid’ itu terbang ke angkasa.

Dikutip dari dailymail.co.uk (30/8/2022), bulan lalu, Switchblade telah menerima stempel persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan di Amerika Serikat, untuk memulai proses pengujian. Sam Bousfield, CEO Samson Sky dan desainer Switchblade, mengatakan, “Kecepatan lepas landas diperkirakan 128 km per jam, yang berarti itulah kecepatan yang perlu kami capai, di mana Switchblade akan mulai terangkat dari tanah.”

Switchblade sekarang dapat menjalani serangkaian uji coba, dimulai dengan pengujian taxii berkecepatan tinggi dan mengarah ke pengujian penerbangan di udara.

Menurut perusahaan yang berbasis di Oregon, 2.100 orang dari 52 negara dan 50 negara bagian Amerika telah memesan kit kendaraan ketika akhirnya disetujui untuk dijual. Samson Sky mengatakan bahwa pembeli awal Switchblade termasuk insinyur NASA, pilot maskapai, dan pengusaha.

Baca juga: Mobil Terbang KleinVision dengan Desain Sayap Gawang Sukses Terbang Perdana

Persetujuan FAA baru-baru ini telah menarik minat 360 pemesanan baru hanya dalam beberapa minggu terakhir, dan perlu dicatat bahwa 58 persen dari pemesan belum berstatus sebagai pilot. Maka untuk bisa mengawaki Switchblade, diperlukan dua surat izin, yakni surat izin mengemudi di jalan raya dan surat izin sebagai penerbang. Selain itu, untuk menerbangkan Switchblade harus dilakukan di bandara umum atau swasta. Maklum, Switchblade berbeda dengan kendaraan vertikal take-off and landing (VTOL), yang bisa lepas landas dari jalan raya.

Batik Air dan Wings Air Segera Layani Penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma

Setelah ditutup sejak beberapa waktu lalu, ada kabar bahwa Bandara Internasional Halim Perdanakusuma akan segera dibuka kembali untuk layanan komersial. Namun, kabar ini bukan berasal dari otoritas pengelola bandara, melainkan dari siaran pers Lion Air Group. Lion Air Group melalui afiliasi perusahaan penerbangan Batik Air dan Wings Air menyampaikan perkembangan terkini, bahwa akan membuka kembali (beroperasi kembali) layanan penerbangan dan operasional dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta.

Baca juga: Berkaca dari Insiden Boeing 777 Garuda Indonesia, Rekonstruksi Runway Jadi Fokus Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang mempersiapkan peralatan darat penunjang pesawat udara (ground service equipment), dokumen penerbangan dan lainnya agar proses perjalanan udara bagi penumpang lancar, aman, nyaman, sehat dan selamat.

Batik Air dan Wings Air mempersiapkan layanan operasional yang akan disesuaikan kebutuhan permintaan pasar pada jangka pendek, jangka menengah dan periode mendatang. Rute-rute akan dioperasikan secara bertahap, mencakup rute lama yang diterbangi kembali (re-operate) dan rute baru (new route).

Rencana Layanan Penerbangan Batik Air, dari dan menuju:

1. Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO)
2. Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang, Sumatera Barat (PDG)
3. Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau (PKU)
4. Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH)
5. Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang, Sumatera Selatan (PLM)
6. Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS)
7. Bandar Udara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung (TKG)
8. Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (SRG)
9. Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Jawa Tengah (SOC)
10. Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA)
11. Bandar Udara Abdrurachman Saleh, Malang, Jawa Timur (MLG)
12. Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB)
13. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali (DPS)
14. Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN)
15. Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur (AAP)
16. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (UPG)
17. Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku (AMQ).

Rencana Layanan Penerbangan Wings Air, dari dan menuju:

1. Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya, Jawa Barat (TSY)
2. Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Jawa Tengah (PWL)
3. Bandar Udara Ngloram Cepu, Blora, Jawa Tengah (CPF)
4. Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang, Kalimantan Barat (KTG)
5. Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (PKN)

Baca juga: Dibalik Rencana ‘Gantikan’ Bandara Halim, Jangan Lupa Bandara Pondok Cabe Juga Home Base Satuan Militer dan Polisi Udara

Batik Air dan Wings Air senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan bersama TNI AU pengelola bandar udara serta para pihak terkait lainnya sebagai pemangku kepentingan dalam upaya mengakomodir dan mendukung kemudahan layanan penerbangan langsung dan saling terhubung dan diharapkan berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian nasional melalui simpul transportasi udara salah satunya melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

Jalur Ganda Kiaracondong – Cicalengka Dibangun, Kereta Api Tambah Kecepatan 100 Km Per Jam

Jalur ganda antara Stasiun Kiaracondong – Stasiun Cicalengka masih tahap pembangunan. Pembangunan ini guna menambah waktu tempuh dan perjalanan kereta api yang lebih singkat dari saat in. Jalur yang digunakan masih menggunakan single track membuat kereta api yang melintas masih berkecepatan dibawah 100 km per jam. Dan saat berpapasan dengan kereta api yang berlawanan arah, harus menunggu pergantian jalur di stasiun tertentu. Namun nantinya jika jalur ganda tersebut dibangun, pergantian jalur tak digunakan lagi, yang ada hanya berpapasan dengan kereta api lain yang berlawanan arah saat diperjalanan.

Baca juga:Tak Cuma di Jalan Raya, Jalur Kereta Api Juga Punya Gapura Batas Wilayahnya

Meski masih menggunakan single track di petak tersebut, beberapa rangkaian KLB (Kereta Luar Biasa) dengan rute tersebut melakukan uji coba kecepatan. Tentu untuk meningkatkan laju kereta api dan waktu yang lebih singkat. Pengerjaan serta penggantian rel di petak Kiaracondong – Cicalengka dibangun dengan skala rel yang lebih besar. Tak hhanya penggantian rel, penambahan batu balast dan peninggian tanah pada rel tersebut pun dilakukan guna perjalanan yang lebih halus. Penambahan kecepatan hingga 100 km per jam ini dilakukan menggunakan formasi 1 lokomotif + 2 kelas eksekutif + 2 kelas ekonomi premium + 1 kereta makan + 1 pembangkit.

Pengawalan uji coba ini dilakukan guna peningkatan perjalanan kereta api baik perjalanan jarak jauh hingga perjalanan lokal agar lebih cepat. Apalagi jika jalur ganda sudah bisa digunakan, beberapa kereta api sudah bisa melintas dengan kecepatan maksimal dan tidak ada keterlambatan akibat pergantian jalur saat berpapasan dengan kereta api lainnya yang berlawanan arah.

Baca juga: Mengenal Penambat Rel yang Digunakan di Jalur Kereta Api Indonesia

Diketahui nantinya terdapat kereta api tambahan dengan rute Bandung – Rancaekek – Tegalluar menggunakan rangkaian kereta bertenaga diesel buatan Balai Yasa Yogyakarta untuk penumpang yang ingin menggunakan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dan kecepatan akan berjalan maksimum agar bisa tepat waktu saat tiba di stasiun tujuan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Inovasi “Standing Seat,” Pacu Pendapatan Maskapai, Gadaikan Kenyamanan Penumpang

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan inovasi yang coba dibawa oleh sejumlah orang kreator yang berkenaan dengan bangku penumpang pesawat. Ketika banyak penumpang mengeluhkan tentang sempitnya ruang gerak mereka di dalam kabin, maka inovasi bangku setengah berdiri (Standing Seat) atau saddle-style pun hadir menjadi salah satu solusinya. Kendati terbukti mampu membawa lebih banyak penumpang (sekitar 20 persen lebih banyak), namun apakah pihak maskapai tega menggadaikan kenyamanan penumpang?

Baca juga: Untuk Rute Jarak Pendek, Low Cost Carrier Tawarkan Konsep “Standing Seat”

Memang, bangku yang kerap disebut sebagai saddle-style ini hanya akan Anda temui di kelas ekonomi saja, namun kembali lagi, “Apakah Anda nyaman duduk di bangku yang hanya menopang bokong Anda saja selama penerbangan?”

Ketika disebutkan bahwa penggunaan kursi SkyRider 2.0 asal perusahaan Italia, Aviointeriors ini dapat dengan cepat meningkatkan pendapatan pihak maskapai karena mampu lebih banyak memboyong penumpang, namun para pengamat di sektor aviasi menganggap bahwa munculnya ide ini untuk menggantikan kursi kelas ekonomi yang standar adalah sesuatu yang buruk.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk, selain mampu mengangkut lebih banyak penumpang, pihak Avioninteriors juga menambahkan bahwa biaya perawatan dari bangku ini tergolong murah dan mudah. Namun apa yang ditawarkan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat menyelesaikan masalah. Sebuah travel blog kenamaan, The Point Guy yang sebelumnya sudah pernah menjajal bangku saddle-style ini mengatakan bahwa apa yang ia rasakan amatlah tidak nyaman.

“Lutut saya seolah tertanam di bangku depan dan itu membuat saya tidak nyaman,” ujar The Point Guy.

Sebelumnya, pihak Aviointeriors mengatakan bahwa bangku tersebut cocok untuk digunakan dalam penerbangan yang hanya memakan waktu perjalanan kurang dari tiga jam. Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan oleh The Point Guy, “Mungkin duduk di bangku saddle-style selama 10 menit tidak akan menjadi masalah,” pungkasnya mematahkan upaya promosi dari Aviointeriors.

Baca Juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

Memang, ini hanyalah sebuah inovasi yang belum tentu terpasang di penerbangan masa depan. Bagi penumpang yang mengudara di kelas ekonomi, apalagi yang Anda harapkan dari membayar tiket penerbangan dengan harga yang jauh di bawah business class atau first class? Terlebih penerbangannya saja tidak memakan waktu yang terlalu lama. Mungkin bagi Anda yang suka merasa pegal di dalam penerbangan kelas ekonomi, Anda bisa meregangkan otot yang mulai pegal dengan cara pergi ke kamar mandi untuk cuci muka atau hanya sekedar cuci tangan.

Hal ini juga disetujui oleh pakar kesehatan yang menyebutkan bahwa penumpang bisa melakukan peregangan di dalam penerbangan dengan cara lebih sering berdiri untuk melancarkan peredaran darah.

Sebaiknya Anda Tahu, Kapal Ferry Bukan Hanya Jenis Ro-Ro Saja

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sudah barang tentu keberadaan kapal ferry menjadi urat nadi dalam sistem transportasi antar pulau di Indonesia. Namun, ragam kapal ferry yang ada di Tanah Air boleh dibilang sangat terbatas. Kebanyakan publik hanya mengenal sosok dan jenis kapal ferry Ro-Ro (Roll on – Roll off) seperti yang jamak dilihat di perlintasan Merak-Bakauheni. Padahal lain dari itu, kapal ferry punya beragam tipe dan spesifikasi.

Baca Juga: Spesifikasi KMP Port Link, Kapal Ferry Teranyar dan Terbesar

Melansir dari laman brighthubengineering.com, sebenarnya ada beragam ukuran dari kapal ferry – mulai dari yang kecil hingga yang besar. Tentu saja ini bergantung kebutuhan sang operator yang melayaninya. Jika perairan yang dilintasinya terbilang cukup kecil dan kapasitas angkutnya tidak terlalu banyak, maka operator akan memilih kapal ferry yang berukuran kecil. Pun sebaliknya, apabila perairan yang dilintasinya besar dengan load factor yang besar, maka operator akan memilih kapal ferry berukuran besar pula.

Terlepas dari ukurannya, sebenarnya kapal ferry ini terbagi ke dalam tiga kelas:

Kapal Ferry Hydrofoil

Kapal Ferry Hydrofoil. Sumber: istimewa

Ferry jenis ini siap untuk melayani penumpang dengan kecepatan tinggi, dimana ini akan memberikan keuntungan lebih kepada penumpang karena bisa sampai di destinasi tujuan dengan lebih cepat. Bahkan di Inggris, kapal ferry jenis ini seakan berlomba dengan jaringan kereta cepat ketika melintasi Channel Tunnel yang tersohor itu.

Kapal Ferry Catamaran

Kapal Ferry Catamaran. Sumber: istimewa

Pada umumnya, kapal ferry catamaran ini memiliki porsi tubuh yang lebih besar ketimbang ferry jenis hydrofoil. Selain lebih besar, kapal ferry ini juga mampu menangangkut tidak hanya penumpang, melainkan juga kendaraan dan dapat melaju dengan kecepatan tinggi berkat waterjet propulsion yang digunakan. Persebaran kapal ferry catamaran ini sendiri banyak terdapat di Negara Skandinavia dan beberapa negara lain di Eropa.

Baca Juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Kapal Ferry Ro-Ro

Kapal Ferry Ro-Ro. Sumber: istimewa

Ro-Ro merupakan singkatan dari Roll on – Roll off, dimana kapal ferry jenis ini memudahkan kendaraan untuk masuk ke dalam lambung kapal. Agaknya kapal ferry jenis ini memang sengaja didesain agar memudahkan dan mempercepat proses keluar masuk kendaraan. Nah, jenis kapal ferry inilah yang sering Anda lihat di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.