Kereta Api Bertemu dengan Bendera Merah, Masinis Harus Jalankan Kereta APi 5 km Per jam

Saat ini kecepatan kereta api sudah bisa mencapai 100 km per jam pada jalur tertentu yang jarang sekali rintangan seperti tikungan besar. Jalur utara misalnya yang memiliki medan yang tidak curam, membuat masinis mempercepat kereta apinya dengan kecepatan maksimal yang diijinkan, yaitu 100 km per jam.

Baca juga: Darman Prasetyo – Masinis Muda Heroik di Tragedi Bintaro 2 Yang Terlupakan

Namun bagaimana jika masinis bertemu dengan tanda berupa bendera yang dikibarkan oleh petugas yang biasanya berada di area stasiun? Ternyata bendera yang dominan dengan warna merah berkibar ini memiliki arti penting bagi perjalanan kereta api. Jika mendekati bendera merah tersebut, masinis harus memperlambat lajunya hingga batas maksimal 5 km per jam saja.

Bendera merah yang dikibarkan memiliki arti yaitu Semboyan 2C dengan kecepatan kereta api harus maksimal 5 km per jam saja. Biasanya alasan diberikan Semboyan 2C terdapat rinja (rintang jalan) yang berupa masalah pada jalur kereta api ataupun kecelakaan yang menimpa pada jalur tersebut. Isyarat Semboyan 2C ini biasanya dibedakan pada siang dan malam hari, agar masinis bisa melihat dengan jelas jika terjadi gangguan pada rel yang akan dilalui.

Untuk siang hari petugas melambai – lambaikan bendera atau menggerak – gerakkan papan bundar merah ke kanan dan kiri. Masinis biasanya diberitahu oleh petugas Operational Control (OC) yang berada di pusat wilayah daerah operasi jika melewati jalur tersebut. Lalu petugas yang berada dilokasi kejadian menjalankan tugas dengan memberikan aba – aba dengan Semboyan 2C pada siang hari.

Baca juga: Inilah Kavach, Teknologi Asli India Cegah Dua Kereta Tabrakan

Kemudian untuk malam hari biasaya mengayun – ayunkan dengan senter berwarna merah atau putih bahwa kecepatan kereta api harus diperlambat. Isyarat ini juga lebih jelas meski lampu lokomotiif lebih terang saat menerangi selama perjalanan. Isyarat lampu Semboyan 2C pada malam hari, biasa dijumpai pada PPJ (Petugas Pemeriksa Jalan) saat rel dilalui mengalami masalah. Bahkan bisa jadi kereta api yang ingin melintas untuk berhenti agar sesuatu hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. (PRAS – Cinta Kereta Api)

China Airlines Terbang Lagi ke Bali 2 Kali Seminggu, Turis Cina Bakal Banjiri Pulau Dewata?

Setelah maskapai Australia, Bali kembali kedatangan maskapai internasional. Kali ini dari Taiwan melalui maskapai China Airlines. Kedatangan pesawat maskapai tersebut dengan nomor penerbangan CI771 pada Jumat lalu di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah yang pertama kalinya sejak dua tahun tertunda pandemi Covid-19.

Baca juga: Profil China Airlines, Maskapai Nasional Taiwan yang ‘Alergi’ Pakai Nama ‘China’

Dibukanya kembali penerbangan langsung China Airlines rute Taipei, Taiwan ke Denpasar, Bali, disinyalir tidak hanya menarik wisatawan dari Taiwan, melainkan juga dari Cina daratan. China Airlines dijadwalkan terbang sepekan dua kali setiap Selasa dan Jumat.

Dihimpun dari berbagai sumber, pesawat Airbus A330-300 China Airlines dengan nomor penerbangan CI771 diketahui berangkat pada pukul 10.08 pagi waktu setempat, dari Bandara Taoyuan Taiwan. Pesawat menempuh jarak sekitar 3.800 km ke Bali dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 15.01 WITA membawa 163 penumpang.

Sesaat setelah mendarat, pesawat tersebut menerima sambutan water salute dari kendaraan PK-PPK Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Setelah beberapa waktu, pesawat kembali berangkat ke Taipei pada pukul 16.21 WITA.

Menariknya, pesawat yang digunakan pada penerbangan perdana Jumat lalu adalah pesawat yang sama dengan penerbangan terakhir pada 26 April 2020 silam.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, dengan kembali beroperasinya penerbangan China Airlines yang menghubungkan Taiwan dengan Bali, kini jumlah rute penerbangan yang terhubung dengan Bali menjadi sebanyak 22 rute.

“Tambahan rute penerbangan internasional ini juga diharapkan akan semakin memberikan dampak positif terhadap proses recovery dunia penerbangan dan pariwisata Indonesia serta global,” ujar Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Senin (5/9).

Penerbangan ini juga menambah jumlah maskapai yang melayani penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi sebanyak 24 maskapai penerbangan. Pada akhir 2019 lalu, AP I mencatat terdapat sebanyak kurang lebih 50 rute penerbangan internasional serta 35 maskapai penerbangan internasional yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca juga: Beredar Kabar China Airlines Lakoni Rute Domestik Jakarta–Makassar, Ini Penjelasannya!

Sebelum pandemi global Covid-19 melanda dunia pada awal tahun 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat telah melayani 231.525 wisawatan asal Taiwan di sepanjang tahun 2019.

Terdapat sebanyak 116.099 wisatawan asal Taiwan yang datang ke Bali, serta sebanyak 115.426 wisawatan asal Taiwan yang berangkat meninggalkan Bali.

Yuk Mengenal Koleksi KA Lokal yang Dimiliki Wilayah Daop 8 Surabaya

Suka healing ke wilayah Surabaya dan sekitarnya? Pasti tentu tahu dong kalau kalian naik kereta api dari berbagai kota di Pulau Jawa mengarah ke Surabaya. Apalagi warga asli Surabaya tentu mengenal betul layanan kereta api lokal yang berkeliaran di area Surabaya dan sekitarnya. Ya, Surabaya yang sudah memasuki wilayah PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya ini tak hanya mencangkup area Surabaya saja, melainkan beberapa kota di Jawa Timur. Area tersebut meliputi Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Malang, dan Bangil.

Baca juga: PT KAI Akan Gandeng GoJek, Bayar KA Lokal Bisa Pakai Go-Pay?

Dari beberapa kota yag masuk wilayah Daop 8 Surabaya, beberapa kereta lokal yang mampir pun turut hadir yang setia mengantar penumpang. Saat ini ada 7 kereta api lokal yang mengantarkan ke berbagai kota di Jawa Timur. Berikut ini kabarpenumpang.com akan memberikan informasi kereta api lokal apa saja yang dimaksud:

1. KA Dhoho/Penataran
Kereta api yang melintasi “jalur kantong” ini merupakan kereta lokal rute yang cukup jauh dengan durasi bisa sampai perjalanan hampir seharian penuh. Perjalanan menggunakan KA Dhoho/Penataran ini ada 2 rute, yaitu Surabaya Kota – Kertosono pp. dan Kertosono – Blitar. Kereta api yang memiliki 2 nama pada satu rangkaian ini sebenarnya memiliki rute yang sama, hanya membedakan yaitu arah dan wilayahnya. Karena kereta api tersebut yang dilewati memasuki 2 wilayah, yaitu Daop 8 Surabaya dan Daop 7 Madiun. KA ini juga memiliki arah yang berbeda, antara melewati Sidoarjo – Bangil terlebih dahulu dengan durasi waktu sekitar 8 jam, ada pula perjalanan yang langsung melewati Mojokerto – Jombang dengan durasi waktu sekitar 2 jam. Rata – rata perjalanan KA Dhoho/Penataran ini sebanyak 8 kali perjalanan per harinya. Harga tiket yang diberikan untuk KA ini berkisar mulai dari Rp 10.000 – Rp 30.000, tergantung jarak yang ditempuh.

2. KA Tumapel
Kereta yang melayani rute Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Malang, Blitar, Kertosono hingga kembali ke Surabaya ini hanya melayani 2 perjalanan per harinya. Semula KA Tumapel melayani menggunakan rangkaian kereta diesel elektrik, namun kini rangkaian kereta menggunakan kelas ekonomi dengan total 106 tempat duduk yang terdiri dari 6 unit kereta. Harga tiket yang berkisar untuk KA Tumapel adalah Rp 10.000.

3. KA Ekonomi Lokal
Rangkaian kereta api satu ini memang hanya dinamakan KA Ekonomi Lokal, namun perjalanannya hanya di jalur utara saja. Rute yang dilalui KA Ekonomi Lokal ini mulai dari Stasiun Surabaya Pasar Turi – Stasiun Cepu. Berakhirnya di Stasiun Cepu merupakan rute ujung dari wilayah Daop 8 Surabaya. Namun jangan salah, rute yang dilalui KA Ekonomi Lokal ini termasuk rute yang cukup ramai dipadati oleh penumpang. Tiket perjalanan KA Ekonomi Lokal yang ditempuh 2 jam 44 menit ini hanya Rp 13.000. KA ini berhenti hampir di semua stasiun diantaranya Bojonegoro, Kapas, Sumberrejo, Bowerno, Babat, Pucuk, Lamongan, Duduk, Cerme, Benowo, Kandangan, Tandes dan berakhir di Surabaya Pasar Turi. Total perjalanan KA Ekonomi Lokal per harinya sebanyak 12 kali perjalanan.

4. KA Komuter
Inilah perjalanan kereta api lokal terbanyak di wilayah Daop 8 Surabaya. Ya, KA Komuter yang mengantarkan penumpang hanya area Surabaya – Sidoarjo/Bangil pp. Menggunakan kereta bertenaga diesel elektrik KA Komuter dihargai tiket hanya Rp 5.000. Perjalanan perharinya saja mencangkup hingga 22 kali perjalanan. Layaknya KRL Jabodetabek, penumpang yang menggunakan KA Komuter ini masih terasa pada jam – jam tertentu. Biasanya kepadatan terasa antara pagi mapun sore hari baik jam kerja maupun hari libur.

5. KA Jenggala
Masih menggunakan rangkaian kereta rel diesel elektrik, KA Jenggala merupakan rute yang dilalui dari Stasiun Sidoarjo melewat Stasiun Tulangan kemudian Stasiun Tarik dan berakhir di Stasiun Mojokerto. Meski KA Jenggala berangkat dari Stasiun Sidoarjo dan menginap di Sidoarjo, tapi rangkaian ini jika memang masa dinasnya berakhir, penumpang yang ingin berakhir di Surabaya, bisa melanjutkan perjalanan hingga stasiun akhir di Surabaya. Tergantung dari jadwal yang tersedia. KA Jenggala ini menempuh waktu hanya 45 menit dengan 4 kali perjalanan per harinya yang dihargai tarif tiket hanya Rp 4.000.

6. KA Komuter Sulam
Rangkaian menggunakan KRD berikutnya berada dijalur utara dengan nama KA Komuter Sulam. Sulam disini memiliki kepanjangan dari Surabaya – Lamongan. Sudah terlihat jelas bahwa rangkaian ini memiliki rute Surabaya Pasar Turi – Lamongan pp. Menempuh perjalanan 1 jam 5 menit rangkaian KRD ini ditaksir dengan harga tiket Rp 5.000 saja. Perjalanan per harinya KA Komuter Sulam hanya 4 kali perjalanan. Penumpang yang menggunakan KRD ini juga terlihat pada jam sibuk antara pagi dan sore hari.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

7. KA Komuter Indro
KA lokal terakhir yang merupakan permintaan dari warga Gresik adalah KA Komuter dengan rute Surabaya – Indro (Gresik) pp. Stasiun Indro merupakan stasiun yang sebelumnya hanya digunakan sebagai pemberhentian angkutan semen, saat ini sudah bisa digunakan untuk naik dan turun penumpang. Menggunakan rangkaian KRD dan terkadang ditarik lokomotif per harinya memiliki 6 kali perjalanan. KA Komuter Indro menempuh perjalanan cukup singkat, hanya 35 menit saja bisa mengantarkan penumpang dari Kota Gresik menuju Kota Surabaya pulang pergi. Tiket yang ditaksir dengan harga Rp 5.000 ini pun sangat murah bagi masyarakat yang menggunakannya. Terlebih dengan adanya sarana kereta api, masyarakat lebih terbantu dengan waktu tempuh lebih singkat dibanding dengan transportasi lain. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Paksa Turun Penumpang Tanpa Masker, Operator Bus di Jepang Diganjar Sanksi Administrasi

Sebuah operator bus kota di Jepang belum lama ini mendapatkan teguran kedisiplinan, setelah pada 1 September lalu, ada pengemudi bus yang memerintahkan seorang penumpang yang menolak memakai masker untuk turun dari bus. Hal tersebut dikatakan sebagai kasus pertaama yang terjadi di Jepang.

Baca juga: Gegara Pandemi, Perusahaan Bus di Jepang Ubah Armadanya Jadi Tempat Sauna

Dikutip dari mainichi.jp (3/9/2022), Biro Transportasi Distrik Chubu Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata memberlakukan tindakan disipliner administratif kepada Izuhakone Bus Co., operator bus yang berkantor pusat di kota Mishima, Prefektur Shizuoka, berdasarkan Undang-Undang Transportasi Jalan.

Buntut dari aksi pengemudi bus, pengoperasian dua unit bus perusahaan dihentikan selama total 25 hari untuk setiap bus. Biro Transportasi mengatakan bahwa ini adalah kasus pertama di Jepang di mana seorang operator bus umum telah dihukum karena insiden penggunaan masker.

Menurut sumber termasuk biro transportasi, seorang wanita naik bus rute tetap di kota Izunokuni di Prefektur Shizuoka pada 7 April tanpa mengenakan masker. Pengemudi berusia 66 tahun memintanya untuk bekerja sama melalui pengumuman di dalam bus, tetapi setelah dia menolak untuk mematuhi, pengemudi menghentikan kendaraan dan membuatnya turun.

Menyusul keluhan penumpang, Biro Transportasi melakukan peninjauan atas insiden tersebut. Biro menyimpulkan bahwa tindakan pengemudi itu melanggar hukum setelah mengonfirmasi bahwa pengemudi tidak memiliki alasan yang sah untuk menolak perjalanan dan memaksa wanita itu turun sebelum mencapai halte bus. Itu juga menentukan bahwa operator bus tidak menginstruksikan dengan benar kepada pengemudi untuk menanggapi potensi insiden atas penumpang yang menolak memakai masker.

Undang-undang Transportasi Jalan mengatur bahwa pengemudi tidak dapat menolak tumpangan kecuali untuk beberapa kasus seperti ketika penumpang mabuk berat atau bertindak kasar terhadap pengemudi, tetapi undang-undang tidak memiliki ketentuan tentang masker.

Baca juga:Tips Mengirit Yen di Jepang? Cek Dulu Caranya

Pihak operator Bus Izuhakone menjelaskan bahwa pengemudi mengatakan pada persidangan, “Seorang penumpang naik bus dari dekat rumah sakit, jadi saya pikir wanita itu (tidak mengenakan topeng) akan merepotkan penumpang lain.” Meski begitu, Biro Transportasi mengatakan tidak mengetahui mengapa wanita itu menolak memakai masker.

Arab Saudi Buka Program Visa on Arrival Bagi Pelancong asal Amerika Serikat, Inggris dan Eropa

Arab Saudi telah membuka kembali program visa-on-arrival untuk bagi pemegang paspor dari Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa (Schengen). Warga negara dari negara mana pun yang memegang salah satu dari tiga visa dan yang bepergian dengan salah satu maskapai nasional negara tersebut – Saudi, Flynas atau Flyadeal – sekarang dapat menerima visa pariwisata 12 bulan pada saat kedatangan di Arab Saudi tanpa perlu mengajukan permohonan terlebih dahulu.

Baca juga: Pelancong yang Naik Kapal Pesiar ke Arab Saudi Bisa Ajukan Visa Elektronik

Dikutip dari livemint.com (4/9/2022), Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al Khatieb mengumumkan kebijakan yang akan membuatnya lebih cepat dan lebih mudah untuk mengunjungi Arab Saudi. Peraturan baru memberikan pilihan kepada pelancong untuk mengajukan eVisa melalui portal online di www.visitsaudi.com/visa, dan memungkinkan warga Inggris, AS dan Uni Eropa untuk mengajukan Visa on Arrival.

Pemegang visa turis atau bisnis yang sah dari Inggris, AS atau salah satu negara Perjanjian Schengen tetap dapat mengajukan Visa on Arrival, asalkan telah digunakan setidaknya sekali untuk memasuki negara pemberi visa.

Keputusan Menteri Arab Saudi tersebut menghapus persyaratan sebelumnya, dimana calon pelancong yang akan ke Arab Saudi harus mendatangi Kedutaan Besar Arab Saudi di negara mereka berada “Memulihkan program visa-on-arrival menandai langkah terakhir dalam mengembalikan Saudi ke tingkat keterbukaan pra-pandemi dan menjadikannya salah satu tujuan paling mudah diakses di dunia untuk liburan, bisnis, dan perjalanan keagamaan,” kata Ahmed Al-Khateeb.

Pada 6 Maret 2022, Arab Saudi mengumumkan pencabutan semua pembatasan perjalanan yang diberlakukan untuk melindungi orang dari dampak pandemi virus corona. Pengunjung Arab Saudi tidak perlu lagi menunjukkan bukti vaksinasi atau tes PCR untuk masuk ke negara tersebut. Daftar merah negara yang tidak diizinkan masuk telah dihentikan. Persyaratan karantina institusional telah sepenuhnya dihapus, dan aturan jarak sosial telah dicabut. Masker hanya diperlukan di tempat umum tertutup.

Baca juga: Mau ke Arab Saudi? Kini Tak Perlu Lagi Karantina, Asalkan….

Arab Saudi adalah salah satu negara pertama yang menutup perbatasannya setelah munculnya Covid-19. Sejak itu, pemerintah telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat di semua tempat umum, termasuk hotel, restoran, gedung publik, dan perkantoran.

Hari Ini, 39 Tahun Lalu, Soviet Akhirnya Ngaku Tembak Pesawat Korean Air 007 Setelah ‘Ditelanjangi’ AS

Pada hari ini, 39 tahun lalu, bertepatan dengan 6 September 1983, Uni Soviet akhirnya mengaku telah menembak jatuh pesawat Boeing 747-200 Korean Air dengan nomor penerbangan 007 (KAL flight 007) pada tanggal 1 September 1983. Pengakuan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) mempublikasikan rekaman komunikasi radio Uni Soviet yang disadap.

Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007

Meski mengaku telah menembak jatuh Boeing 747 KAL-007, seperti dikutip dari Britannica, Uni Soviet tetap menuding bahwa itu adalah pesawat mata-mata AS berselubung pesawat komersial. Sekalipun klaim tersebut sulit dibuktikan, namun, banyak elite militer Uni Soviet beranggapan bahwa insiden itu dipandang sebagai “provokasi politik yang diorganisir dengan hati-hati oleh dinas khusus AS.”

Setelah insiden jatuhnya KAL-007, AS, di bawah pimpinan Presiden Ronald Reagan, gencar menyebar propaganda buruk terhadap Uni Soviet. Ini pada akhirnya membangkitkan sentimen anti-Soviet di seluruh dunia. Terlebih Uni Soviet sebelumnya juga pernah menembak jatuh pesawat sipil lainnya yang menariknya juga milik Korean Airlines pada tahun 1978.

Insiden pesawat sipil KAL-007 ditembak jatuh Uni Soviet bermula pada Rabu, 31 Agustus 1983. Saat itu, penerbangan KAL-007 rute New York-Seoul singgah di Bandara Anchorage, Alaska, untuk mengisi bahan bakar. Pukul 04.00, pesawat kembali melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan, seharusnya rute yang ditempuh (intended path) KAL 007 melewati ruang udara internasional di atas samudera pasifik dan melintasi Jepang sebelum masuk ke Korea Selatan. Namun, entah apa yang merasuki pilot, nyatanya (actual path) pesawat KAL 007 melenceng jauh 322 km ke arah Barat dan masuk ke Semenanjung Kamchatka, berlanjut ke Laut Okhotsk, sebelum tiba di atas langit Pulau Sakhalin, seperti pada gambar di bawah ini.

Sejengkal setelah masuk ke langit Semenanjung Kamchatka, Uni Soviet, radar menangkap pergerakan pesawat dan otoritas langsung mengirim jet tempur Sukhoi Su-15 dari pangkalan angkatan laut Soviet di Petropavlovsk di Semenanjung Kamchatka.

Ketika (jet tempur) hendak menyusul, anehnya, Korean Airlines flight 007 sempat balik ke ruang udara internasional. Belum sempat kembali ke pangkalan, KAL 007 terdeteksi kembali masuk ke wilayah Soviet dan seketika Sukhoi Su-15 mengambil posisi membuntuti pesawat.

Saat itu, seperti dikutip dari britannica.com, pilot jet tempur mengaku berhasil mengidentifikasi objek sebagai pesawat sipil -bukan pesawat mata-mata- melalui lampu navigasi dan strobe yang berkedip. Di CNN, Kolonel Gennadi Osipovich, salah satu pilot jet tempur yang membuntuti, juga mengaku melihat jelas bahwa pesawat tersebut adalah pesawat sipil.

Selanjutnya, KAL 007 melakukan kontak dengan ATC Jepang dan diizinkan untuk menambah ketinggian. Sebelum menambah ketinggian, pesawat sempat melambat. Di sinilah drama mulai terjadi. Dua -sumber lain mengatakan tiga- jet tempur Soviet menganggap pesawat mengelak dan melaporkan hal itu ke pangkalan militer.

Baca juga: Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Korean Air Flight 902 Ditembak Jet Uni Soviet, Malah Soviet Minta Ganti Rugi Operasional

Kecurigaan Soviet semakin menjadi karena KAL KE007 masuk wilayah Soviet tak lama setelah pesawat pengintai RC-135 AS melakukan hal serupa. Terlebih, wilayah yang disusupi tersebut zona militer strategis terbatas Uni Soviet.

Pesawat KAL-007 akhirnya ditembak jatuh meski jelas diidentifikasi sebagai pesawat sipil. Itu dilakukan karena pesawat diyakini sebagai pesawat mata-mata yang beroperasi secara khusus di bawah komando intelijen AS.

Prototipe Pesawat N-219 Hadir di Belitung dalam Side Event G20

Dalam rangka Side Event Presidensi G20 di Belitung pada tanggal 7-9 September 2022, pesawat N-219 Nurtanio dihadirkan sebagai produk ikon Nasional yang akan dipamerkan kepada perwakilan Menteri dan tamu undangan yang hadir baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Baca juga: N-219 Nurtanio, Digadang Sebagai Jawara Penerbangan Perintis di Papua

Pesawat N-219 Nurtanio diterbangkan oleh Captain Adi Budi sebagai Pilot In Command dan Firmansyah Cahya sebagai Copilot, yang telah berhasil lepas landas dari Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung pada pukul 08.15 dan tiba di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Belitung pada pukul 10.00 Kedatangan pesawat N-219 Nurtanio di Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin disambut oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin didampingi Direktur Produksi PTDI, Batara Silaban beserta jajaran.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin menyatakan ketertarikannya membeli pesawat N-219 untuk membuka konektivitas masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ajang Side Event Presidensi G20 merupakan kesempatan yang sangat baik bagi pesawat N-219 dalam memperoleh dukungan dari Pemerintah, khususnya dalam hal mewajibkan penggunaan produk dalam negeri yang memiliki nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%, dimana pesawat N-219 sendiri telah mencapai TKDN 44,69%.

Di samping itu, dalam hal pemenuhan kebutuhan rute perintis di Indonesia, diharapkan pesawat N219 juga dapat memperoleh dukungan langsung dari Pemerintah melalui kebijakan prioritas rute perintis bagi pengguna pesawat N-219 secara multi years. Dengan demikian, tujuan pengembangan pesawat N-219 pun dapat tercapai, yaitu membangun konektivitas dan aksesibilitas daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan), serta mempertahankan penguasaan teknologi kedirgantaraan.

Pesawat N-219 merupakan hasil kerja sama PTDI dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (sebelumnya LAPAN) yang pada tanggal 16 Agustus 2017 telah melakukan uji terbang perdana dan pada tanggal 10 November 2017 diberi nama “Nurtanio” oleh Presiden RI, Joko Widodo, hingga akhirnya berhasil memperoleh Type Certificate (TC) pada tanggal 22 Desember 2020 yang diterbitkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil, dalam hal ini yang berwenang di wilayah Indonesia adalah Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI.

Pesawat N-219 Nurtanio dikembangkan secara khusus untuk dapat beroperasi di wilayah pegunungan, dengan kemampuan Short Take Off Landing di landasan yang panjangnya kurang dari 800 meter dan tidak beraspal. Dalam pemanfaatannya, pesawat N-219 Nurtanio dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk angkut penumpang, logistik, maupun medical evacuation dan flying doctor.
Pesawat N-219 Nurtanio memiliki berbagai macam keunggulan dibanding pesawat sekelasnya, diantaranya: 1) Cabin yang luas untuk menjamin kenyamanan penumpang; 2) Dilengkapi dengan Full Glass Cockpit untuk membantu mengurangi beban kerja pilot; 3) Wide Side Door untuk memudahkan proses loading/unloading kargo.

Proses pengembangan pesawat N2-19 Nurtanio melibatkan 3 Lembaga Pendidikan (ITB, UI, UNS) dan 19 Industri Lokal. Dalam hal mendorong pengembangan ekosistem dalam negeri, PTDI juga senantiasa melakukan peningkatan TKDN dari produk-produk yang dimiliki, terutama pesawat N-219, dengan melibatkan lebih banyak industri komponen lokal guna mendorong pembangunan ekosistem Nasional, sejalan dengan visi kemandirian industri dirgantara pada tahun 2045.

Baca juga: DHC-6 Twin Otter – Si Kecil Bandel Rajanya Daerah Pegunungan

Adapun saat ini PTDI juga sedang mengembangkan pesawat N-219 Nurtanio versi amphibious yang dapat lepas landas di permukaan air, sehingga diharapkan dengan inovasi transportasi udara tersebut di masa mendatang terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata Nusantara laut dengan cepat menggunakan pesawat N-219 amphibious.

Pesawat Cina Pesaing Boeing-Airbus Mulai Angkut Penumpang Akhir 2022!

COMAC, BUMN dirgantara Cina, memastikan bakal mengirim satu pesawat narrowbody C919 pada akhir tahun 2022 mendatang ke China Eastern Airlines. Setelahnya, pesawat tersebut akan massif digunakan melayani penumpang domestik, mengingat pesawat tersebut belum melewati sertifikasi EASA Eropa dan FAA Amerika Serikat untuk bisa mengangkut atau beroperasi secara internasional.

Baca juga: COMAC C919 Segera Beroperasi Komersial, Boeing-Airbus Ketar-ketir

Sejak beberapa bulan lalu, utusan COMAC dan China Eastern Airlines sudah beberapa kali bertemu. Terakhir, pada bulan Maret, salah satu dari tiga maskapai terbesar di Cina itu merilis laporan tahun 2021 sekaligus mengungkapkan bakal kedatangan tiga pesawat COMAC C919 di tahun 2022. Adapun dua sisanya datang pada tahun 2023, melengkapi pembelian lima pesawat.

Menariknya, dalam private share offering plan 2022 China Eastern Airlines, tertera harga satu unit pesawat COMAC C919. Harga ini sebelumnya tidak pernah muncul meski diyakini jauh lebih murah dari harga satu unit pesawat narrowbody Boeing dan Airbus.

Disebutkan, harga satu unit pesawat C919, pada bulan Mei, diangkat 99 juta dolar AS atau sekitar 653 juta RMB, lebih murah dibanding pesawat Airbus A320 diangka sekitar 101 juta dolar AS lebih (harga per tahun 2018) ataupun Boeing 737-800 yang mencapai 106 juta dolar AS.

Saat ini, pesawat komersial atau pesawat penumpang buata Cina, COMAC C919, memang belum lolos sertifikasi CAAC atau Administrasi Penerbangan Sipil Cina. Namun, rangkaian tes menuju tes sertifikasi pesawat C919 terus dilakukan dan hasilnya positif.

Pada 23 Juli lalu, seperti dikutip dari Simple Flying, COMAC melakukan uji terbang C919. Tak hanya itu, COMAC juga mengerahkan enam pesawat C919 melakukan elephant walk untuk pertama kalinya. Ini dilakukan dalam rangka merayakan perkembangan tonggak bersejarah industri penerbangan komersial Cina.

Sebelumnya, pada 12 Juli, C919 (B-001F) tiba di Bandara Internasional Beijing Daxing, pusat penerbangan kelas dunia yang baru dibangun di ibu kota Cina, untuk pertama kalinya. Ini juga dilakukan dalam rangka uji terbang dan uji fungsional serta keandalan pesawat.

Baca juga: Head to Head COMAC C919 ‘Made in China’ Vs Airbus A320neo, Siapa Unggul?

Teranyar, pada tanggal 12 Agustus, pesawat C919 lainnya dengan nomor registrasi B-001G tiba di Bandara Internasional Kunming Changshui untuk pertama kalinya. Selama seminggu setelahnya, pesawat didapuk melakukan uji terbang di rute dataran tinggi dalam rangka uji fungsional dan uji keandalan.

Penerbangan uji fungsional dan keandalan ini dirancang untuk menunjukkan kesiapan operasi maskapai, termasuk kinerja lapangan terbang yang tinggi, uji coba pendaratan otomatis, perputaran bandara, layanan penanganan, sistem kabin, kinerja fungsi navigasi dan konektivitas.

Dibangun Seharga RP2,2 Triliun, Inilah Menara ATC Bandara San Francisco AS yang Tahan Gempa dan Terbaik di Dunia

Terletak 2,5 mil dari Patahan San Andreas, Bandara Internasional San Francisco termasuk berada di zona rawan gempa. Karenanya, pada tahun 2012, pengelola bandara dan Administras Penerbangan Federal AS (FAA) meluncurkan proyek revitalisasi menara ATC dengan biaya US$150 juta atau sekitar Rp2,2 trilun (kurs 14.913). Proyek ini bukan hanya membuat menara ATC berstruktur tahan gempa melainkan juga memiliki desain yang membuatnya mendapat sederet penghargaan.

Baca juga: Ini Fungsi Menara ATC Mobile, Pengganti Menara ATC yang Hancur Gegara Perang-Bencana

Pada Juni tahun 2012, pengelola bandara dan FAA bersama-sama meluncurkan proyek senilai US$150. Dari jumlah tersebut, FAA menggelontorkan uang sebanyak US$82 juta. Adapun sisanya ditanggung oleh pihak pengelola bandara.

Tujuan utama dari proyek ini adalah merevitalisasi menara ATC bandara yang dianggap usang karena sudah berdiri sejak 1954 dan rawan hancur saat terjadi gempa besar.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Arsitek Fentress yang berbasis di Colorado dan HNTB yang berbasis di Kansas City ditunjuk sebagai perancang menara ATC bandara yang baru. Ini ditetapkan setinggi 220 kaki serta area controller section seluas 650 kaki persegi untuk memberikan petugas ATC pandangan 235 derajat dari runway dan jalur taxiing bandara.

Struktur menara ATC Bandara San Francisco yang baru dirancang tahan gempa magnitudo hingga 8,0 Skala Richter (SR). Sekalipun itu masih lebih rendah (struktur ketahanan gempanya) dibanding bandara lain, seperti misalnya menara ATC Bandara Hasunuddin, Makassar, yang disebut tahan gempa berkekuatan 9,0 SR, namun, itu sudah sesuai dengan masukan dari disiplin ilmu terkait.

Tahun 1906 silam, salah satu gempa bumi terbesar di California terjadi dengan magnitudo hampir mencapai 8,0 SR, menewaskan 3.000 orang. Para ahli percaya, gempa besar dengan seismik tak jauh berbeda dengan tahun 1906 silam akan terjadi lagi pada tahun 2030 mendatang akibat garis Patahan San Andreas.

Baca juga: Mau Tahu 10 Menara ATC Tertinggi di Dunia, Ini Dia!

Dilansir Simple Flying, selain dirancang tahan gempa magnitudo hingga 8,0 SR, menara ATC Bandara San Francisco juga memiliki desain yang menawan. Itu kenapa ditunjuk dua arsitek berbeda. Satu fokus untuk mendesain menara ATC tahan gempa bumi, satu lainnya fokus pada estetika desain. Hal ini pun membuahkan hasil gemilang berupa sederet penghargaan internasional. Umumnya berkat konsep “twisting façade” pada ATC.

“Hasilnya adalah mahakarya, penuh dengan teknik keselamatan mutakhir, teknologi canggih, dan dinamisme visual untuk mewakili SFO selama beberapa dekade mendatang. Saya sangat menghargai visi, dedikasi, dan kerja tim yang memungkinkan fasilitas luar biasa ini,” kata Airport Director, Ivar C. Satero.

Barang Bawaan Tertinggal Saat Naik KRL, Kini Tak Perlu khawatir Lagi

Menggunakan KRL untuk sekadar berkeliling Jabodetabek atau melakukan aktivitas tentu saja sudah dianggap rutinitas sehari – hari. Karena menggunakan KRL saja sudah bisa menentukan jadwal dan waktu saat tiba ditujuan. Namun penumpang sebagai pengguna setia KRL tak meluluh berjalan lenggang karena tidak membawa barang bawaan. Disisi lain penumpang KRL saat ini lebih banyak membawa barang bawaan seperti tas atau koper dan semacamnya. Kewaspadaan penumpang terhadapt barang bawaannya selalu tetap terjaga saat diperjalanan. Namun, bagaimana jika beberapa penumpang diantaranya ada yang lalai dalam menjaga barang bawaan, salah satunya tertinggal di area stasiun maupun di KRL?

Baca juga: Kehilangan Barang Saat di Jepang? Jangan Panik, Cari ‘Koban’ Terdekat dan Bertanyalah Pada Polisi

Bagi penumpang yang tertinggal barang bawaan kini sudah gampang untuk melakukan sesuatu agar barang tersebut kembali ke tangan penumpang. Berikut ini langkah – langkah ketika kehilagan barang bawaan saat di stasiun maupun di dalam KRL yang dikutip dari instagram resmi @commuterline :

1. Ketika kalian merasa kehilangan barang bawaan, jangan ragu untuk secepat mungkin melapor kepada petugas yang berjaga di KRL ataupun di stasiun. Biasanya penumpang diarahkan menuju bagian Passenger Service Stasiun untuk melakukan pendataan dan pengisian Form Kehilangan Barang dengan menjelaskan/mendeskripsikan kronologis maupun ciri – ciri barang yang dimiliki.

2. Selanjutnya petugas yang berada di Passenger Service Stasiun akan berkoordinasi dengan petugas yang ada di stasiun atau di dalam KRL untuk mengonfirmasi barang tersebut. Jika barang tersebut ditemukan, kalian bisa mengambilnya pada stasiun yang telah diinformasikan.

3. Saat pengambilan barang di stasiun tujuan yang telah diinformasikan, kalian dapat langsung menuju dan melapor kembali ke petugas Passanger Service untuk pengambilan barang dan serah terima barang dengan ciri – ciri yang dideskripsiikan sesuai dengan pengisian form dan dihubungi oleh petugas.

4. Untuk maksimal penyimpanan barang ada persyaratan yang dilakuka oleh petugas Passanger Service Stasiun. Untuk temuan makanan jika tidak ada penumpang yang melapor mengenai kepemilikan, akan dimusnahkan dalam waktu satu hari. Namun untuk temuan barang, jika tidak ada pelapor kepemilikan dan tidak diambil dalam kurun 1 bulan, barang tersebut akan disumbangkan atau dimusnahkan.

Baca juga: Naik KRL Selalu Waspadai Barang Bawaan Saat Disimpan di Rak Bagasi

Sebagai informasi tambahan, jika kalian memang menemukan barang tertinggal segera laporkan kepetugas terkait yang berjaga. Namun jika kepemilikan barang yang tertinggal tersebut belum begitu jauh, diusahakan dan disempatkan untuk menemui orang tersebut dan segera mengembalikannya. Jadi barang yang tertinggal jangan sampai diambil dan dijadikan milik sendiri, ya. Karena itu perbuatan tercela. (PRAS – Cinta Kereta Api)