Ngeri! Inilah Satu-satunya Jembatan Lengkung Kereta Api yang Ekstrim di Jalur Selatan Pulau Jawa

Terletak di Km 231+205, inilah Jembatan Ciherang dikenal sebagai jembatan yang mempunyai lengkung besar yang menawan. Konstruksinya yang asli sejak tahun 1893 membuat jembatan ini terlihat lebih kokoh, karena perawatan yang kerap kali dilakukan. Ada 5 sleko yang menggantung di samping Jembatan Ciherang ini. Bantalan terbuat dari kayu jati yang hingga kinimasih terlihat kokoh, membuat Jembatan Ciherang terlihat keasliannya. Namun begitu, meski masih terlihat kokoh, demi keamanan perjalanan kereta api bantaln yang memang berusia sangat tua harus tetap diganti dan juga pengecekan rangka harus selalu dilakukan.

Baca juga: Jembatan Ciherang, Lintasan Melengkung dan Spot Foto Favorit Para Railfans

Jembatan Ciherang memiliki tikungan atau lengkungan sekitar 60 derajat ini ternyata satu – satunya jembatan paling ekstrim di jalur selatan lintas Bandung – Banjar. Kereta api yang melintas jembatan ini pun tak sedikit, sebanyak 25 perjalanan kereta api perharinya yang hilir mudik membawa penumpang dengan berbagai tujuan.

Jembatan sepanjang 135 meter ini lokasinya pun cukup jauh dari jalan raya yang menghubungkan Bandung – Tasikmalaya hanya jalan desa yang kecil melewati bagian bawah jembatan. Jembatan Ciherang berada di petak antara Stasiun Bumiwaluya dengan Stasiun Ciipeundeuy. Kecepatan kereta api yang melintasi Jembatan Ciherang puun tak lebih dari 70 km/jam, mengingat medannya yang masih terbilang curam. (PRAS – Cinta Kereta Api)

JR East Rilis Game Simulator Kereta dengan Realitas Maksimal

Jepang punya banyak penggemar fanatik kereta api, dan salah satu kiat operator kereta untuk memanjakan para penggemarnya adalah dengan aplikasi. Namun, aplikasi yang dimaksud bukan lagi terkait dengan pelayanan transaksi, melainkan aplikasi permainan, berupa game simulator kereta.

Baca juga: Unik, Hotel di Tokyo Tawarkan Kamar Hotel Lengkap dengan Simulator Kereta Api

Adalah JR East, perusahaan kereta api di Jepang timur, yang notabene adalah operator kereta terbesar di Jepang, yang mengoperasikan jalur membentang dari Tokyo sampai ke tepi Hokkaido, mengumumkan akan merilis game simulator kereta di platform Steam pada 19 September 2022.

Dikutip dari Soranews24.com (7/9/2022), disebutkan game simulator ini mengandung banyak pengetahuan tentang navigasi kereta yang membutuhkan banyak keterampilan. Bagi kebanyak orang, khususnya yang tidak memiliki pengetahuan kereta atau bahkan mungkin tidak tinggal di Jepang, JR East memberikan pengalaman pekerjaan seorang masinis dalam game simulator.

Permainan ini didasarkan pada simulator JR aktual yang digunakan dalam pelatihan masinis dan menggunakan rekreasi akurat Jalur Hachiko antara Stasiun Takasaki dan Kuragano serta Jalur Keihin Tohoku dari Stasiun Omiya ke Stasiun Urawa. Di versi pertama, Anda akan mengontrol KiHa 100 Series menuju utara, dan di versi terakhir Anda akan memandu kereta Seri E233 ke selatan.

Ini mungkin tampak sangat terbatas, tetapi itu karena ini hanya versi rilis awal dari game. Setelah game lengkap dirilis, akan ada lebih banyak variasi dalam rolling stock dan rute serta kemampuan untuk mencampur dan mencocokkan kereta dan jalur. Ada juga kesulitan yang dapat disesuaikan yang tampaknya sebagian besar bergantung pada seberapa ketat penilaian Anda saat menghentikan kereta di posisi yang tepat di peron.

Anda mungkin juga telah memperhatikan bahwa visual dalam game adalah rekaman dari jalur kereta yang sebenarnya dan efek suara juga merupakan rekaman nyata dari jalur kereta JR East.

Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia

Bahkan setelah game lengkapnya dirilis, JR East masih berencana untuk menambahkan lebih banyak baris sebagai DLC seiring berjalannya waktu. Mempertimbangkan seberapa luas layanan mereka, pembaruan itu dapat berlangsung cukup lama. Mereka juga berencana untuk memperluas opsi gameplay seperti dukungan pengendali eksternal.

Meski Galak ke Ukraina dan Barat, Putin Hormati Penumpang: Perintahkan Aeroflot Bayar Refund Tiket 15 Miliar Rubel

Akhir Agustus lalu CEO Group Aeroflot, Sergei Aleksandrovsky, bertandang ke Kremlin untuk menghadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan keduanya membahas berbagai isu strategis di sektor dirgantara, salah satunya ialah refund tiket penumpang yang mencapai 15 miliar rubel (Rp3 trilun lebih). Ini menjadi fakta baru yang cukup mengagetkan mengingat sikap keras Rusia ke Boeing dan Airbus ternyata tidak berlaku ke penumpang.

Baca juga: Penerbangan Rusia Bangkit dari Tekanan, Aeroflot dan UAC Sepakati Kontrak Pengadaan 339 Unit Pesawat

Aeroflot Group, dengan dibeking Putin, tentu sangat bisa menolak membayar klaim refund penumpang dengan dalih force majeur dan sebagainya. Namun, itu tidak dilakukan dan kocek besar pun dirogoh untuk melakukan refund 100 persen dari harga tiket pesawat.

Dalam transkip percakapan keduanya yang dilansir laman resmi Kremlin, Putin awalnya memuji Aeroflot Group sebagai maskapai kebanggaan Rusia. Karenanya, negara tak tinggal diam dengan berbagai kesulitan yang dihadapi dengan mengalokasikan dana sebesar 50 miliar rubel untuk subsidi layanan penumpang dan sebagainya.

Aleksandrovsky kemudian menanggapi bahwa dari alokasi 50 miliar rubel tersebut 10,3 miliar di antaranya sudah cair pada bulan April dan Mei. Dana tersebut langsung digunakan untuk penguatan keuangan maskapai.

“Secara keseluruhan, penilaian saya adalah bahwa situasinya cukup positif dan stabil, terutama untuk 2022. Kami terus terbang berkat langkah-langkah dukungan negara dan, di atas segalanya, tentu saja, terima kasih atas dukungan Anda, Tuan Presiden, dan Pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, Aleksandrovsky mengaku telah menerima 12,5 miliar rubel dari total anggaran 15 miliar rubel untuk membayar refund tiket penumpang Aeroflot Group.

Sejak perang Rusia dan Ukraina berkecamuk pada 24 Februari sampai saat ini, Rusia, termasuk seluruh entitas bisnis negara dimana Aeroflot Group masuk di dalamnya, dihujani sanksi bertubi-tubi oleh Barat. Akibatnya, maskapai tak bisa terbang kemanapun kecuali domestik saja, meskipun pada perjalanannya maskapai tetap bisa melayani penerbangan internasional hanya ke negara-negara yang bersahabat dengan Rusia.

Penutupan ruang udara sebagian besar negara-negara Eropa tentu memaksa Aeroflot Group membatalkan penerbangan. Group maskapai pun tak lepas tangan dengan menganggarkan 15 miliar rubel untuk membayar seluruh klaim refund tiket.

Dalam kesempatan tersebut, Aleksandrovsky juga melaporkan berbagai rencana Aeroflot Group dalam bertahan dan berkembang di tengah sanksi Barat.

Disebutkan, saat ini Aeroflot Group telah terbang ke 111 rute, 18 rute lebih banyak dari tahun 2021. Frekuensinya juga ditingkatkan di beberapa destinasi favorit, seperti Moskow-St Petersburg dan Sochi.

Aeroflot juga dilaporkan telah menurunkan tiket pesawat sebesar 10 persen dari tarif tahun 2021 dan turun sebesar 21 persen dibanding tahun 2019.

Pobeda Airlines, maskapai LCC dalam group maskapai Aeroflot, bahkan mencatat load factor 95 persen seperti tahun-tahun sebelumnya. Demikian juga dengan Aeroflot saat peak season seperti liburan musim panas.

Baca juga: Lawan Hegemoni Barat, Iran Gandeng Rusia, Cina, dan India Bentuk Konsorsium Perawatan Pesawat

Dalam jangka menengah sampai tahun 2030, sang CEO juga memaparkan rencananya untuk memborong 323 pesawat buatan Rusia, termasuk 73 Sukhoi Superjet 100 (SSJ100), 210 MC-21, dan 40 Tu-214. Pesanan dalam jumlah besar itu diikuti oleh pembukaan lowongan kerja pilot terbaik Rusia sampai 3.500 orang.

Ini juga akan diikuti dengan program pengembangan MRO (Maintenance, Repair and Operation) dan produksi suku cadang pesawat untuk mengurangi ketergantungan dari Barat.

Penerbangan Rusia Bangkit dari Tekanan, Aeroflot dan UAC Sepakati Kontrak Pengadaan 339 Unit Pesawat

Mendapat tekanan berat dan begitu banyak sanksi dari Amerika Serikat dan Eropa Barat, menjadikan industri penerbangan Rusia babak belur. Tak ingin menyerah, strategi pemulihan telah disiapkan, salah satunya sinergi maskapai Rusia dengan industri manukftur pesawat dalam negeri, untuk bersama-sama menciptkan pasar sendiri, yang sedikit banyak kini telah dijalankan oleh Cina.

Baca juga: Byee Boeing-Airbus, Aeroflot Borong 300 Pesawat Rusia Usai Dapat Suntikan Rp43 Triliun dari Putin

Dikutip dari ainonline.com, Aeroflot pada hari Rabu lalu (7/9/2022) telah menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan United Aircraft Corporation (UAC) – kelompok manufaktur penerbangan Rusia, untuk pengadaan 339 unit pesawat jet buatan lokal untuk pengiriman pada periode 2023 hingga 2030. Dalam Forum Ekonomi Timur VII di Vladivostok, maskapai plat merah Rusia itu menandatangani kontrak senilai satu triliun rubel (US$16,3 miliar).

Wakil Pemerintah dan Pejabat Menteri untuk industri dan perdagangan Rusia, Denis Manturov mengungkapkan nilai kesepakatan, yang menetapkan rekor baru untuk industri kedirgantaraan lokal dan sistem transportasi udara. “Kesepakatan ini akan menjadi yang utama untuk pendanaan dari Dana Kesejahteraan Nasional,” katanya. “Pemerintah akan memberikan subsidi untuk pengadaan pesawat buatan dalam negeri, sehingga dapat menurunkan harga akuisisi maskapai untuk memastikan operator kami tidak mengalami beban keuangan tambahan.”

Manturov menjelaskan bahwa pesawat produksi awal akan membawa biaya produksi yang tinggi dan bahwa pemerintah akan menutupi selisih antara pengeluaran tersebut dan harga akuisisi untuk pelanggan maskapai dari anggaran federal. “Dengan produksi yang meningkat, nantinya kami akan mengurangi subsidi ini,” katanya. “Sangat penting bagi kami untuk menjalankan produksi, untuk memungkinkan pengiriman sesuai jadwal yang disepakati.”

Kesepakatan itu, awalnya diharapkan berlangsung pada bulan Juni lalu, dengan jumlah pesawat yang ditentukan dalam rencana awalnya adalah 300 unit. Setelah menolak untuk menerima pesawat berbadan lebar Ilyushin Il-96 dan turboprop Il-114, keduanya telah dipertimbangkan oleh Aeroflot sebelumnya, maskapai ini malah memilih pesawat berbadan sempit dan jet regional, khususnya 210 unit MC-21 ditambah 40 unit Tu-214 dan 89 Superjet. Selain perusahaan inti, Aeroflot Group juga mengendalikan Rossiya, dengan 129 pesawat, dan Pobeda, dengan 41, dengan total jumlah armada 352.

Direktur Umum Aeroflot Sergei Aleksandrovsky mengatakan maskapai telah sepenuhnya menyinkronkan rencana perluasan armada dengan program pemerintah Rusia untuk pengembangan industri transportasi nasional hingga 2030. “Kami perlu menambah jumlah pilot, sekitar 3.500 —untuk membuat proyek ini berhasil,” katanya. “Kami juga membutuhkan delapan simulator penerbangan penuh. Secara keseluruhan, ini adalah langkah serius dalam pengembangan perusahaan, tidak hanya untuk jangka menengah, tetapi juga jangka panjang…Ini juga merupakan tonggak sejarah yang memberikan tantangan baru bagi kami dan membuka cakrawala baru bagi pengembangan masyarakat sipil Rusia. penerbangan.”

Baca juga: Lawan Hegemoni Barat, Iran Gandeng Rusia, Cina, dan India Bentuk Konsorsium Perawatan Pesawat

Pengiriman di bawah kesepakatan baru akan dimulai tahun depan, dengan sepasang Superjet baru. Pada 2024, Aeroflot akan mengambil tujuh Tupolev. Rencana awal lainnya menargetkan batch awal terdiri enam unit MC-31-310 untuk dikirimkan pada tahun 2024. Chemezov menegaskan jenis ini akan menjadi “unggulan Aeroflot” dan menjelaskan bahwa standar produksi MC-21-310 memiliki “solusi desain inovatif” untuk baik pilot maupun penumpang. MC-31-310 adalah pesawat yang sepenuhnya menggunakan komponen dari dalam negeri, dan membawa sistem on-board eksklusif asal Rusia.

Garuda Indonesia Gelar Super Deals 9.9, Tawarkan Tiket Mulai Rp900 Ribuan

Garuda Indonesia menggelar program promosional “Super Deals 9.9” yang berlangsung mulai Rabu (7/9) hingga 13 September 2022 yang memberikan potongan harga khusus untuk tiket penerbangan untuk menuju berbagai destinasi unggulan dengan harga yang kompetitif.

Baca juga: Kena Prank Tiket Pesawat Argentina-Qatar Rp20 Ribuan, Influencer Ini Tempuh Jalur Hukum

Melalui program penawaran harga spesial yang digelar secara khusus pada bulan September ini, Garuda Indonesia menawarkan potongan harga khusus hingga 15% dan tambahan cashback dari berbagai bank partner serta berbagai benefit tambahan lainnya yang dapat dinikmati untuk periode penerbangan 7 September 2022 hingga 31 Maret 2023 mendatang. Adapun penawaran dari program “Super Deals 9.9” tersebut dapat diperoleh melalui kanal penjualan Garuda Indonesia www.garuda-indonesia.com, maupun kanal penjualan resmi tiket Garuda Indonesia.

Adapun beberapa rute penerbangan yang mendapatkan penawaran menarik di antaranya adalah Jakarta – Bengkulu pp Rp2 jutaan, Jakarta – Tanjung Pinang pp 2,3 jutaan, Jakarta – Lombok pp Rp2,5 jutaan, Jakarta – Jambi pp Rp1,9 jutaan, Jakarta – Ambon Rp5,1 jutaan, Jakarta – Sorong pp Rp5,5 jutaan, Jakarta – Pontianak pp Rp2,2 jutaan, Jakarta – Palangkaraya pp Rp2,3 jutaan. Sementara itu untuk rute internasional beberapa rute yang di-highlight adalah Jakarta – Singapura pp Rp2,8 jutaan, Jakarta – Kuala Lumpur pp Rp2,4 jutaan, Jakarta – Bangkok pp Rp4,4 jutaan, Jakarta – Seoul pp Rp7,3 jutaan, Jakarta – Haneda pp Rp13,1 jutaan, Jakarta – Sydney pp Rp8,2 jutaan.

Selain itu, Superdeals 9.9 juga memberikan penawaran istimewa lainnya mulai dari 999 Miles untuk anggota baru GarudaMiles, diskon hingga 99% untuk pembelian di GarudaShop, diskon e-voucher di Wheel of Fortune, serta diskon bundling untuk prepaid baggage, Garuda Priority Service, dan Akses Lounge mulai dari Rp360 ribu.

Baca juga: Jreeng! Ternyata Airport Tax Diam-diam Naik, Pantas Harga Tiket Pesawat Mahal

Selain menghadirkan program harga khusus, pengguna jasa juga akan mendapatkan kesempatan memperoleh promo cashback hingga Rp.999.999 dengan melakukan pembayaran menggunakan bank partner Garuda Indonesia yaitu Ceria BRI, BNI, digibank, Bank Mega, TMRW by UOB, dan TMRW Pay. Adapun tambahan cash back tersebut dapat diperoleh dengan memasukan kode promo GASDEAL di halaman Website atau Fly Garuda App sebelum memilih penerbangan.

Hari Ini, 48 Tahun Lalu, TWA Flight 841 Dibom Pemuda Palestina Gegara Intel Israel

Pada hari ini, 48 tahun lalu, bertepatan dengan 8 September 1974, Boeing 707-331B dengan nomor registrasi N8734 Trans World Airlines (TWA) flight 841 dilaporkan meledak di udara dalam perjalanan menuju Roma.

Baca juga: Lontarkan Lelucon Soal Bom, Penumpang British Airways Dikeluarkan dari Pesawat

Sejurus kemudian, Organisasi Pemuda Palestina mengaku menjadi dalang di balik kecelakaan pesawat rute Tel Aviv-New York via Athena dan Roma tersebut. Informasi adanya agen intelijen Mossad Israel di pesawat menjadi alasan aksi pengeboman berujung 88 orang tewas (kru dan penumpang) ini.

Dilansir The New York Times, tak lama setelah TWA flight 841 rute Tel Aviv-New York jatuh di Laut Ionia, 378 km sebelah Barat Athena, juru bicara perusahaan mengungkap bahwa pesawat jatuh akibat kerusakan mesin. Namun, info tersebut segera dibantah oleh otoritas penerbangan Yunani.

“Yang kami tahu adalah bahwa laporan terakhir dari pilot mengatakan dia berada di ketinggian 26.000 kaki dan akan mencapai ketinggian 28.000 kaki saat dia hendak meninggalkan wilayah udara Yunani,” kata seorang juru bicara. Artinya, pilot sama sekali tak menginformasikan bahwa mereka mengalami kerusakan mesin sebagaimana klaim pihak TWA.

Kesaksian dari otoritas penerbangan Yunani kemudian dibantah kembali oleh TWA. Melalui perwakilan TWA Roma, Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Corfu, 160 km sebelah Utara lokasi kecelakaan, disebut sempat berkomunikasi dengan pilot dan mendapat informasi bahwa TWA flight 841 mengalami kerusakan mesin. Karenanya, otoritas bandara menyiapkan banyak armada pemadam kebakaran sebagai bentuk persiapan pendaratan darurat pesawat. Hal itu menunjukkan adanya komunikasi dengan pilot flight 841.

Sekali lagi, pembelaan dari pihak TWA kemudian mentah dengan kesaksian dari pilot Pan Am Flight 110 (sumber lain menyebutkan pesawat Alitalia) yang tengah melintas tak jauh dari lokasi. Dengan mata kepala sendiri, mereka menyaksikan bahwa TWA flight 841 jelas terlihat stall diikuti dengan mesin terbakar, meledak, dan terpisah dari pesawat, sebelum terjun bebas dengan kecepatan tinggi ke Laut Ionia.

Keesokan harinya, seseorang yang mengaku mewakili Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menyebut salah satu anggota mereka -warga Chili keturunan Palestina- telah meledakkan diri di pesawat. Aksi tersebut dilakukan sebagai respon dari tindakan sewenang-wenang Israel terhadap Palestina. Selain itu, aksi pengeboman pesawat TWA flight 841 juga didorong adanya agen intelijen Mossad Israel dalam penerbangan tersebut.

Dari data penumpang yang terdeteksi, diketahui memang ada dua warga Israel, bersama 17 orang Amerika, 13 warga Jepang, empat Italia, empat Perancis, tiga India, dua Iran, dua Sri Lanka, satu Australia, dan satu Kanada. Adapun sisanya tak dapat teridentifikasi.

Baca juga: Akibat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Scoot Dikuntit F-15SG dan Tunda Penerbangan Ke Thailand

Pengakuan PLO tersebut kemudian didukung oleh temuan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB). Setelah melakukan penyelidikan secara mendalam, NTSB percaya bahwa TWA flight 841 jatuh di Laut Ionia akibat bom yang disembunyikan di ruang kargo pesawat.

Lama tak terdengar, tiba-tiba kasus TWA flight 841 kembali muncul ke permukaan pada Januari 2009. Associated Press melaporkan bahwa hasil investigasi mengarah pada Khalid Duhham Al-Jawary sebagai dalang di balik pemboman pesawat TWA flight 841; yang juga aktor di balik pemboman Kota New York pada 1973.

Kereta Panoramic Belum Bisa Dioperasikan Secara Reguler, Kenapa? Ini Jawaban dari PT KAI

Seperti ulasan yang dibahas kabarpenumpang.com mengenai keluaran baru dari rangkaian kereta bernama Kereta Panoramic yang merupakan jenis kereta penumpang yang dilengkapi dengan sunroof atau kaca di bagian kabin kereta tersebut. Dengan warna hijau tua Kereta Panoramic ini memiliki ukuran kaca jendela kereta yang berukuran lebih besar dibanding dengan rangkaian kereta lainnya.

Baca juga: Kereta Panoramic, Era Baru KAI Melihat Pemandangan Lebih Luas Selama Perjalanan

Penumpang yang menikmati Kereta Panoramic ini bisa melihat pemandangan luar yang lebih luas, sehingga perjalanan terasa lebih menyenangkan. Namun sejak di pamerkan dan di uji coba sejak 11 Agustus 2022 lalu, hal ini masih bertanya – tanya tentang kapan Kereta Panoramic dioperasikan secara reguler dan bisa dinikmati penumpang?

Kereta Panoramic yang sudah dimiliki dan diuji cobakan memiliki 2 set kereta dengan nomor seri K1 0 09 16 dan K1 0 01 11. Rangkaian tersebut hasil buah tangan untuk KAI dari tim Balai Yasa Surabaya Gubeng. Ada isu memang Kereta Panoramic akan diresmikan sekaligus saat HUT Kemerdekaan RI lalu. Namun, pihaknya mengatakan kereta ini masih terus dalam tahap pengujian, agar saat digunakan sebagai perjalanan reguler tidak ada masalah yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang. Kereta Panoramic memang harus melalui tahap uji coba setelah dilakukan modifikasi, sebelum beroperasi di Indonesia. Uji cobanya sendiri masih terus dilakukan oleh Tim Penguji Sarana Perkeretaapian ddari Balai Pengujian Perkeretaapian.

Uji coba lintas Kereta Panoramic di Surabaya Gubeng.
( FOTO : Tangkapan Layar Youtube/Nathan Aditya Nugraha )

Baca juga: Rocky Mountaineer, Kereta Wisata yang Akan Bawa Anda Menempuh Perjalanan Romantis

Tak hanya itu hingga saat ini harga tiket untuk kelas Kereta Panoramic, PT Kereta Api Indonesia masih belum diketahui dan masih tahap pembahasan. Rangakaian Kereta Panoramic masih tahap penyempurnaan termasuk beberapa pengujian bagian interior kereta termasuk melakukan perbaikan dan sejumlah perubahan dari sisi interior kereta tersebut termasuk perubahan detail pada kursi. Saat ini Kereta Panoramic masih berada di Balai Yasa Surabaya Gubeng untuk dilakukan penyempurnaan serta menunggu informasi lanjut untuk target penyelesaian serta bisa digunakan untuk penumpang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pembangunan Jalur Ganda Solo – Kalioso dan Elevated Masih Terus Dilakukan

Update pembangunan jaur ganda antara jalur kereta api Solo Balapan – Kalioso masih terus dilakukan. Mengingat headway jalur ini nantinya akan ramai dilewati kereta api. Mengingat terdapatnya jalur KA menuju Stasiun Bandara Adi Sumarmo, Solo maka dibuatlah jalur ganda termasuk jalur elevated (jalur layang) kereta api yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Solo yang melintas/menyeberang rel kereta api. Arus lalu lintas dikawasan tersebut memang cukup padat, apalagi dengan adanya perlintasan kereta api ditutup, arus lalu lintas jalan raya semakin banyak.

Baca juga: Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Menurut postingan sosial media instagram @ditjenperkeretaapian, pembangunan jalur ganda saat ini masih tahap pembangunan. Terutama jalur layang di area Kota Solo. Pembangunan jalur ganda tersebut nantinya total sepanjang 10 km dimulai dari Stasiun Solo Balapan, Stasiun Kadipiro dan berakhir Stasiun Kalioso. Beberapa kereta api yang melintas saat ini dari arah Jakarta maupun dari arah Surabaya termasuk beberapa rangkaian kereta api lokal seperti Kereta Commuter Joglosemar dan termasuk KA Bandara Adisumarmo. Jika pembangunan jalur ganda sudah selesai dilakukan, headway perjalanan KA akan semakin bertambah dan juga mengurangi antrian lalu lintas kendaraan bermotor di Simpang Joglo.

Tahap pengerjaan untuk jembatan layang/elevated dibangun sepanjang 1,73 km. Pengiriman bantalan beton dan juga rel kereta api dengan skala yang lebih besar terus berdatangan untuk kesiapan pembangunan. Untuk bantalan beton yang sudah berada dilokasi sebanyak 3.740 batang serta rel yang akan digunakan menggunakan skala R-54, agar saat kereta api berjalan getaran tidak terasa begitu besar.

Baca juga: Lokomotif Uap D1410, Kembali Beroperasi Jadi Kereta Wisata di Solo

Saat ini jalur kereta api masih menggunakan satu jalur dari Kalioso menuju Solo Balapan. Dan saat pembangunan berlangsung, kecepatan kereta api sempat dibatasi. Namun perjalanan kereta api tidak mengganggu perka (perjalanan kereta api). (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mau Jadi Awak Kabin Emirates? Inilah 4 Standar Pelatihan yang Harus Dilalui

Sebagai maskapai terbesar di dunia yang mengoperasikan 220 unit pesawat berbadan lebar dan melayani penerbangan ke lima benua, sudah barang tentu Emirates punya standar tinggi dalam hal peayanan kepada para pelanggannya. Dengan rute global yang menjangkau hampir sebagian besar kota utama di dunia, Emirates membutuhkan 16.000 awak kabin yang terlatih.

Baca juga: Airbus A380 Emirates Nyaris ‘Tabrak’ Pramugari di Atas Burj Khalifa

Untuk menjamin kualitas awak kabin yang unggul, maka dibutuhkan pelatihan, ujian, dan pemeriksaan berulang selama berminggu-minggu untuk memastikan mereka mempertahankan pekerjaan mereka di langit. Dikutip dari thenationalnews.com (6/9/2022), berikut beberapa poin utama yang menjadi agenda wajib untuk mempertahankan keterampilan dan kemampuan awak kabin Emirates.

Safety and Emergency Procedures
Penting untuk memastikan semua awak kabin dapat menangani aspek-aspek pekerjaan ini karena tanpa itu, mereka tidak dapat memperoleh lisensi. Emirates dalam hal ini menggunakan A380 yang dirancang khusus untuk tujuan pelatihan di dunia. Para peserta berlatih bergerak dari dek bawah dan atas, seperti yang harus mereka lakukan dalam kondisi nyata.

Mereka harus dapat melewati persyaratan fisik evakuasi pesawat dan memadamkan api di dapur serta sesi pembelajaran formal Keselamatan dan Darurat.

Dilatih dalam kelompok 15-20 orang, peserta pelatihan membentuk ikatan erat satu sama lain saat mereka menavigasi jalan ke penerbangan pertama mereka. Banyak yang tetap berteman dekat sepanjang karir Emirates mereka dan persahabatan yang berkembang di bawah tekanan, mendorong istilah ‘batchmate’.

Pramugari Emirates. Foto: Emirates

Jumping in
Mengenakan pakaian serba hitam, para peserta mempraktikkan prosedur mendarat di air. Seluncuran yang mendorong mereka ke tempat yang aman di bagian terakhir sekarang terputus untuk membentuk rakit penyelamat. Bersama-sama, jaket pelampung mengembang, para peserta belajar bagaimana bertahan hidup di perairan laut yang dingin.

Latihan ini dibuat serealistis mungkin, termasuk air harus dijaga pada suhu 17°C yang dingin. Setelah menjalani proses untuk menghangatkan diri dan teman satu angkatannya, mereka diperbolehkan berenang ke daratan kering dan keluar dari kolam.

Sparkling service
Setelah prosedur latihan evakuasi yang keras selesai, sekarang saatnya untuk beralih ke bagian pekerjaan yang lebih halus. Emirates dalam hal ini bangga dapat menyediakan tingkat layanan yang hanya ditemukan di antara maskapai penerbangan top di dunia dan pelatihannya mencerminkan hal ini.

Layanan ritel di atas pesawat menghasilkan pendapatan yang serius bagi perusahaan, sehingga setiap anggota awak kabin diberi tahu tentang kualitas segala sesuatu yang dijual di atas kapal. Ini berarti mereka mencium wewangian dan menangani perhiasan sehingga jika penumpang ingin tahu lebih banyak tentang suatu produk, mereka dilengkapi dengan baik untuk membantu.

Baca juga: Kisah Naila, Pramugari Emirates yang Banting Setir Jadi Barista Starbucks

The famous red lipstick
Sekitar minggu kelima, para peserta akan tiba di Image Station. Ini adalah ruangan dengan dinding cermin, pencahayaan sempurna, dan rangkaian produk perawatan kulit dan kecantikan yang dipamerkan.

Para wanita diperlihatkan pilihan enam gaya rambut yang disetujui, dirancang untuk memenuhi semua budaya dan jenis rambut, dan para pria diajari pentingnya manikur yang baik. Ada buku manual setebal 60 halaman berjudul ‘Mengambil Panggung Pusat’ diisi dengan aturan dan panduan tentang penampilan, etiket, dan perilaku.

Singapore Airlines-Qantas Mau Merger, tapi Gagal Gegara Qantas (Australia) ‘Serakah’

Insan dirgantara tentu tak banyak yang mengingat kabar tentang rencana merger dua flag carrier bergengsi Singapura dan Australia, Singapore Airlines dan Qantas. Namun, eksekutif kedua maskapai tentu tidak akan melupakan rencana tersebut. Terlebih pihak Singapore Airlines, yang awalnya sempat bersemangat tetapi harus mundur akibat keserakahan pihak Qantas (Australia).

Baca juga: Sejarah Merger KLM-Air France pada 5 Mei 2004: Gegara Open Skies

Keserakahan atau ego Qantas dalam upaya merger dengan Singapore Airlines diungkap detail oleh jurnalis Sydney Morning Herald, Matt O’Sullivan, dalam bukunya Mayday: How Warring Egos Forced Qantas Off Course.

Disebutkan, pada awal tahun 2005, tiga bos senior Qantas, CEO Geoff Dixon, Chief Financial Officer Peter Gregg, dan Executive General Manager, John Borghetti, terbang ke Singapura untuk membicarakan rencana merger Qantas-Singapore Airlines.

Sebelumnya, Qantas memang sangat bernafsu untuk melakukan merger dalam upaya memperkuat bisnis maskapai usai mengakuisisi saham British Airways sebesar 18,25 persen pada tahun 2004. Awalnya, Cathay Pacific sempat didekati Qantas. Namun ditolak mentah-mentah. Pilihan selanjutnya pun jatuh ke Singapore Airlines untuk membentuk kemitraan terkuat di Asia-Pasifik.

Dalam pertemuan di Singapura dengan petinggi Singapore Airlines, yang juga diikuti oleh bankir Singapura dan Australia, kedua pihak sepakat untuk merger.

Dalam mappingan awal, grup maskapai gabungan itu diklaim mampu menghasilkan keuntungan miliaran dolar dan mendirikan 55 perusahaan patungan. Jaringan internasional kedua maskapai juga akan digabungkan sehingga menghasilkan manfaat tak terbatas untuk kedua maskapai. Pemerintah Australia dan Singapura juga sangat mendukung upaya merger dua flag carrier-nya.

Namun, jalan terjal merger Qantas-Singapore Airlines muncul usai Qantas dan Australia menunjukkan egonya. Mereka disebut meminta Singapore Airlines untuk tidak terbang ke Australia dan Amerika Serikat, sesuatu yang tentu saja sulit diterima pihak Singapore Airlines dan Singapura.

Tak cukup sampai di situ, permintaan Singapura dan Singapore Airlines agar Qantas dan Australia menutup maskapai LCC-nya Jetstar Asia, yang notabene berbasis di Singapura dan bersaing ketat dengan Scoot, LCC grup maskapai Singapore Airlines, juga ditolak Qantas.

Baca juga: Sejarah Merger Boeing dengan McDonnell Douglas, Sempat Ditentang Eropa sampai Presiden AS Turun Tangan

Ditambah lagi, Qantas dan Australia juga bersikukuh menjadikan sang CEO, Geoff Dixon, sebagai CEO grup maskapai gabungan yang kelak dibentuk. Sebetulnya sudah ada opsi agar itu dikepalai oleh dua orang agar kedua belah pihak tetap bisa menempatkan perwakilannya di posisi tertinggi. Terlebih ada sentimen nasionalisme juga terkait hal itu. Namun, Qantas menolak.

Setelah enam bulan berlalu, permbicaraan merger Qantas-Singapore Airlines akhirnya dihentikan dan tak pernah ada kata sepakat sampai saat ini akibat keegoisan Qantas dan Australia.