Efek Jera Agar Pelaku Tak Lagi Lempar Batu ke Kereta Api, Hukumannya Tak Tanggung-tanggung

Kenakalan masyarakat yang sulit dihilangkan memang harus ditindak secara hukum agar mendapatkan efek jera dan tidak mengulangi perbuatan yang merugikan tersebut. Salah satunya pelemparan batu ke kereta api. Tak bisa di prediksi akan terjadi, namun masyarakat yang menggunakan kereta api tentu menjadi khawatir bahkan menimbulkan trauma.

Diketahui aksi tersebut memang sudah sangat meresahkan, bahkan tak segan-segan bisa melukai masyarakat lain yang menjadi korban sasaran pelemparan batu tersebut. Disisi lain jalur kereta api memang melewati beragam wilayah, seperti perbukitan, hutan, bahkan pemukiman padat penduduk. Namun begitu keamanan terus diperketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dalam sebulan, aksi pelemparan batu terhadap kereta api kerap kali terjadi. Dalam waktu yang berdekatan, sepeti pada dua kereta yang pernah dilempar batu, hingga peristiwa tersebut viral di media sosial. Dari informasi tersebut bahwa pelemparan batu pernah menyasar ke kaca Kereta Api Sancaka rute Yogyakarta – Surabaya Gubeng, saat melintas di antara Stasiun Klaten dan Stasiun Srowot.

Akibatnya, dua penumpang terkena serpihan kaca. Peristiwa pelemparan batu kedua terjadi pada kereta rel listrik (KRL) Commuter Line saat melintas Stasiun Cilebut – Stasiun Bogor. Melihat data PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, selama tahun 2025, periode Januari – Juni, terjadi lebih dari 20 kali pelemparan terhadap kereta api di wilayah tersebut.

Menurut pengamat transportasi sekaligus Wakil Ketua Umum Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, sebagian besar kasus itu pelakunya anak-anak. Penyebabnya, lemahnya pengawasan orang tua. Namun kalau sudah dewasa, itu sudah masuk kategori tindakan kriminal dan hukumannya tentu berbeda.

Dari tindakan tersebut tentunya pelaku harus mendapat hukuman yang bisa menimbulkan efek jera. Hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api, telah diatur dalam KUHP Bab VII tentang Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang. Pasal 194 ayat 1 aturan itu menyatakan, siapa pun yang dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum di jalan kereta api atau trem diancam pidana penjara paling lama 15 tahun.

Lalu, pasal 194 ayat 2 aturan yang sama menyebut, jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, pelaku diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Larangan pelemparan terhadap kereta api juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, terutama pasal 180 yang menyebut, setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusaknya dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian, bisa dikenai hukuman penjara hingga 3 tahun.

Untuk mencegah kejadian serupa, harapan masyarakat terhadap KAI agar rutin menggelar sosialisasi di daerah rawan, terutama di sekitar jalur rel. Edukasi kepada masyarakat, terutama melalui sekolah-sekolah di wilayah permukiman padat sepanjang jalur rel, dinilai sebagai cara paling efektif.

Jadi mulailah hari ini untuk selalu menjaga sarana dan prasarana kereta api agar keamanan, kenyamanan, serta keselamatan dapat terjaga dengan baik. Apalagi sudah mau memasuki arus mudik Lebaran 2026, tentu pengamanan dan keamanan baik di area stasiun, perlintasan, maupun wilayah rawan diperketat guna melancarkan perjalanan kereta api.

Dua ‘Bocil’ Menjadi Pelaku Pelemparan Batu ke KRL, Apa Sanksinya?

Mudik Mewah! Kereta Panoramic Rute Jakarta-Solo Hadir di Lebaran 2026, Cek Jadwalnya

Pemandangan alam Indonesia memang sangar beragam dan terbukti sangat indah. Apalagi jika dinikmati selama perjalanan dengan kereta api. Pemandangan yang luar biasa tentu jika dilewati kereta api memiliki beragam panorama. Mulai dari pegunungan, sawah, sungai, pedesaan, hingga laut. Penumpang kereta api pun memiliki beragam cara untuk menikmati pemandangan. Beragam kelas yang tentu nereka inginkan pasti terasa memuaskan.

Apalagi jika penumpang kereta api menikmati dari rangkaian kereta Panoramic. Kereta ini memberikan kesan yang berbeda apalagi memiliki fasilitas yang lengkap dan bisa melihat pemandangan lebih leluasa saat didalam. Jendela yang lebar dan bagian atap yang tentu bisa melihat panorama langit, menambah kesan kereta yang paling nyaman.

Diketahui perjalanan menggunakan Kereta Panoramic sudab dirangkaikan dengan kereta api lintas selatan saja. Kereta api tersebut meliputi Parahyangan, Papandayan, Pangandaran, Argo Wilis, dan Turangga. Tapi kini masyarakat bisa menggunakan Kereta Panoramic bisa melewati jalur utara. Ya, saat ini ada rangkaian kereta api yang kini digabung menggunakan kereta Panoramic, yakni Kereta Api Manahan rute Gambir – Solo Balapan pulang pergi.

PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) bakal membuka perjalanan Kereta Panoramic rute Jakarta-Yogyakarta hingga Solo pulang pergi selama periode Lebaran. Hal tersebut untuk menjawab antusiasme masyarakat terhadap pengalaman perjalanan eksklusif dengan suguhan panorama alam yang memukau.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Direktur Utama KAI Wisata Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan penambahan layanan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan. Hadirnya Kereta Panoramic pada rute Jakarta – Yogyakarta hingga Solo pada Kereta Api Manahan ini tentunya menghadirkan layanan perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan.

Kereta Wisata Panoramic menghadirkan fasilitas premium seperti luxury lounge, snack, kopi/teh/air mineral, free WiFi, serta layanan dedicated train attendant turut melengkapi kenyamanan perjalanan. Melalui jendela kaca luas dan fitur automatic sunroof, pelanggan dapat menikmati bentang alam sepanjang perjalanan dengan sensasi berbeda.

Adapun jadwal operasional Kereta Panoramic sebagai Kereta Api Manahan ini berlaku hingga 1 April 2026 adalah sebagai berikut:

• Gambir – Solo Balapan (Berangkat 10.30 | Tiba 18.18)
• Solo Balapan – Gambir (Berangkat 09.50 | Tiba 17.31)
• Gambir – Solo Balapan (Berangkat 22.50 | Tiba 06.31)
• Solo Balapan – Gambir (Berangkat 22.35 | Tiba 06.33)
KA Tambahan Panoramic
• Gambir – Yogyakarta (Berangkat 07.10 | Tiba 14.42)
• Yogyakarta – Gambir (Berangkat 18.20 | Tiba 01.55)

Dilengkapi dengan layanan premium yang mengdepankan kenyamanan penumpang saat perjalanan, tak heran jika Kereta Panoramic menjadi salah satu layanan yang mendapatkan daya tarik tinggi di kalangan masyarakat. Dengan dilatar belakangi tingginya minat masyarakat, maka dari itu KAI Wisata menambah jadwal perjalanan pada periode Angkutan Lebaran 2026.

Mengisi Liburan, Yuk..Jelajah Jalur KA Bersejarah Solo-Wonogiri Cuma Rp4.000

Yuk, Kenali Nama Kereta Api Sesuai dengan Rutenya, Berikut Rangkumannya

Bagi kalian yang mengenal penamaan kereta api di Indonesia pasti sudah paham betul asal muasalnya. Apalagi yang bepergian ke destinasi tujuan menggunakan kereta api yang digemari, tentunya sudah paham sejarah awal mula dinamakan kereta api tersebut. Ya, kereta api di Indonesia memang sangat beragam penamaan kereta api sesuai dengan rute tujuan yang ditempuh.

Ya, bermacam-macam nama kereta api berasal dari nama gunung, sungai, tokoh pewayangan, bahkan nama dari singkatan kota yang dilewati. Bahkan beberapa nama kereta api di Indonesia terbilang unik dan mudah diingat. Keunikan nama kereta api tersebut salah satunya nama sesuai dengan rute atau tujuan yang dilewati. Beberapa nama kereta api yang diberikan terbilang mudah diingat beserta tujuan yang ditempuh kereta api tersebut.

Maka dari itu, kali ini akan kita bahas seputar nama-nama kereta api Indonesia yang unik lengkap dengan jurusannya. Berikut ini rangkumannya:

1. Kereta Api Kertajaya
Nama “Kertajaya” memiliki makna yang dalam, yaitu “kejayaan negara”. Kereta api ini sering diidentifikasi dengan layanan yang handal, nyaman, dan efisien bagi para penumpangnya. Dengan nama yang begitu kuat dan bermakna, kereta api ini menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin bepergian dengan kereta api.

Nama Kereta Api Kertajaya juga mencerminkan kebanggaan akan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia. Rute Kereta Api Kertajaya melintasi beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, dan Malang.

2. Kereta Api Malabar
Nama “Malabar” sendiri diambil dari nama sebuah daerah di Jawa Barat yang terkenal dengan keindahan alamnya. Kereta api Malabar memiliki rute perjalanan yang sangat menarik, dimulai dari stasiun Bandung dan berakhir di stasiun Malang.

Selama perjalanan, kereta api ini melewati beberapa kota besar seperti Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Rute perjalanan Kereta Api Malabar menawarkan pemandangan yang sangat indah dan beragam. Mulai dari perbukitan hijau di Bandung, hingga pemandangan pantai yang memukau di Surabaya.

3. Kereta Api Gajayana
Kereta Api Gajayana adalah salah satu kereta api yang terkenal di Indonesia. Nama Gajayana sendiri memiliki makna yang sangat kuat dan menggambarkan keindahan serta kekuatan alam Indonesia. Gajayana berasal dari kata “Gaja” yang berarti gajah, dan “Ayana” yang berarti perjalanan. Dengan demikian, nama Gajayana menggambarkan perjalanan yang kuat dan megah seperti gajah.

4. Kereta Api Taksaka
Nama Taksaka sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “cepat” atau “kilat”. Kereta api ini merupakan salah satu kereta api yang paling populer di Indonesia. Kereta Api Taksaka memiliki rute perjalanan yang menghubungkan Jakarta dengan kota Yogyakarta. Perjalanan dengan Kereta Taksaka menawarkan pemandangan indah sepanjang perjalanan, mulai dari hamparan sawah hingga pegunungan.

5. Kereta Api Parahyangan
Nama Parahyangan sendiri memiliki makna yang sangat khas dan menggambarkan keindahan serta keunikan dari daerah Jawa Barat. Selain itu, Parahyangan juga merujuk pada nama gunung suci yang terletak di daerah Bandung, yaitu Gunung Tangkuban Perahu.

Nama Argo Parahyangan juga memiliki makna historis yang mendalam. Kereta api ini menghubungkan Jakarta dengan Bandung, dua kota yang memiliki sejarah panjang dan kaya akan budaya serta tradisi.

Itulah nama-nama kereta api yang sesuai dengan rute dan tujuan yang ditempuh. Tak heran, dari nama kereta api tersebut kita juga bisa mengenal sejarah dari asal muasal nama yang diberikan dan tentu bakal menjadi kereta api andalan untuk menemani perjalanan yang nyaman.

KA Taksaka, dari Asal Usul yang Melegenda Hingga Dijuluki ‘Si Anak Emas’

Navigasi di Langit yang Bergejolak: 5 Tips Penting Perjalanan Saat Krisis Timur Tengah

Menghadapi situasi geopolitik yang berubah dalam hitungan jam di Timur Tengah, para pelaku perjalanan dituntut untuk lebih proaktif dan waspada. Jika Anda memiliki jadwal penerbangan dalam waktu dekat, berikut adalah panduan untuk meminimalkan risiko dan kerugian:

1. Pantau Jalur Penerbangan Secara Real-Time
Jangan hanya mengandalkan notifikasi dari maskapai yang terkadang terlambat. Gunakan aplikasi pelacak penerbangan seperti FlightRadar24 atau FlightAware.

Perhatikan apakah pesawat dari rute yang sama sebelumnya melakukan rerouting (memutar jauh) atau tetap melintasi wilayah sensitif. Jika pesawat Anda mulai menghindari ruang udara tertentu, bersiaplah untuk durasi terbang yang lebih lama.

2. Pastikan Asuransi Perjalanan Mencakup “Disrupsi Geopolitik”
Tidak semua asuransi perjalanan (travel insurance) menanggung kerugian akibat perang atau tindakan militer.

Cek Polis Anda, cari klausul mengenai Trip Cancellation atau Trip Interruption akibat kondisi politik/perang. Jika Anda belum membeli asuransi, pilihlah polis yang memiliki fitur “Cancel for Any Reason” (CFAR) untuk fleksibilitas maksimal, meskipun preminya sedikit lebih mahal.

Puluhan Ribu Penumpang Terlantar Akibat Penerbangan Dibatalkan, UEA: Kami Tanggung Seluruh Biaya

3. Siapkan Dana Cadangan dan Logistik Transit
Dengan banyaknya pesawat yang terdampar atau dialihkan (divert) seperti kasus armada A380 Emirates, ada risiko Anda tertahan di bandara transit yang bukan tujuan awal Anda. Pastikan kartu kredit atau debit Anda memiliki limit yang cukup untuk pemesanan hotel mendadak atau pembelian tiket baru.

Selalu bawa pengisi daya portabel dan obat-obatan pribadi di tas kabin (hand carry), jangan diletakkan di bagasi terdaftar, untuk berjaga-jaga jika bagasi Anda tertahan atau terpisah saat proses pengalihan.

4. Unduh Aplikasi Resmi Maskapai dan Aktifkan Notifikasi
Di saat krisis, email seringkali terlalu lambat. Aplikasi resmi maskapai biasanya memberikan informasi perubahan gerbang (gate), pembatalan, atau perubahan jadwal secara lebih instan.

Pastikan nomor telepon yang terdaftar pada tiket adalah nomor yang aktif dan bisa menerima SMS internasional atau WhatsApp, karena maskapai sering mengirimkan update darurat melalui jalur tersebut.

5. Pahami Hak Penumpang dalam Kondisi “Force Majeure”
Penting untuk diingat bahwa gangguan akibat konflik militer biasanya dikategorikan sebagai Force Majeure (keadaan kahar).

Apa Artinya? Maskapai mungkin tidak berkewajiban memberikan kompensasi uang tunai seperti pada kasus kerusakan teknis pesawat. Namun, mereka tetap wajib membantu mengatur ulang jadwal penerbangan (re-routing) atau memberikan opsi pengembalian dana (refund) sesuai kebijakan yang berlaku.

Keamanan adalah prioritas utama. Jika Anda merasa tidak nyaman melintasi wilayah yang sedang bergejolak, segera hubungi agen perjalanan atau maskapai untuk menanyakan opsi penjadwalan ulang (reschedule) ke tanggal yang lebih aman.

Mengenal NOTAM (Notice to Airmen): Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerjanya dalam Penerbangan

Buntut Krisis Timur Tengah: Sebagian Besar Armada A380 Emirates Terjebak di Berbagai Belahan Dunia

Krisis hebat yang melanda Timur Tengah menyusul serangan balasan masif dari Iran telah melumpuhkan salah satu sektor paling vital di kawasan tersebut: penerbangan sipil. Emirates, maskapai kebanggaan Uni Emirat Arab yang dikenal sebagai operator pesawat Airbus A380 terbesar di dunia, kini menghadapi tantangan logistik paling rumit dalam sejarahnya.

Di saat ketegangan militer memuncak, sebagian besar armada “Superjumbo” milik maskapai ini dilaporkan terdampar di berbagai bandara internasional di seluruh dunia, tidak mampu kembali ke pangkalan utamanya di Dubai.

Situasi ini bermula ketika wilayah udara di atas Iran, Irak, dan beberapa negara tetangga ditutup secara mendadak demi alasan keamanan. Penutupan koridor udara utama ini membuat lusinan pesawat A380 Emirates yang sedang dalam perjalanan menuju Dubai terpaksa melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke bandara-bandara alternatif. Dari Singapura hingga London, dan dari Mumbai hingga Frankfurt, raksasa-raksasa langit ini kini memenuhi apron bandara di luar negeri, menunggu kepastian kapan jalur udara Timur Tengah kembali aman untuk dilalui.

Bagi Emirates, “terdamparnya” armada A380 bukan sekadar masalah parkir pesawat. Model bisnis maskapai ini sangat bergantung pada sistem hub-and-spoke, di mana Dubai berfungsi sebagai titik sentral yang menghubungkan penumpang dari berbagai benua.

Dengan sebagian besar armada A380 yang tidak berada di posisinya, jadwal penerbangan global maskapai ini mengalami efek domino yang melumpuhkan. Ribuan penumpang tertahan di berbagai negara, sementara manajemen maskapai harus bekerja ekstra keras untuk mengelola logistik kru dan perawatan teknis pesawat yang tersebar di lokasi yang tidak direncanakan.

Kondisi ini kian pelik karena ukuran fisik A380 yang sangat besar. Tidak semua bandara memiliki fasilitas jembatan garbarata ganda atau kapasitas parkir yang memadai untuk menampung banyak unit pesawat bertingkat ini dalam waktu lama. Kehadiran mendadak belasan Superjumbo di bandara-bandara seperti Istanbul atau Muscat dilaporkan sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di area darat, mengingat infrastruktur bandara alternatif tersebut harus menampung lonjakan pesawat yang tidak terjadwal.

Para analis industri penerbangan memandang kejadian ini sebagai pengingat betapa rentannya konektivitas udara global terhadap stabilitas politik di Timur Tengah.

Sebagai maskapai yang mengoperasikan lebih dari 100 unit A380, ketergantungan Emirates pada stabilitas wilayah udara di sekitar Teluk Persia menjadi titik lemah ketika konflik bersenjata pecah. Kini, selagi ketegangan antara Iran dan kekuatan regional lainnya belum menunjukkan tanda-tanda mereda, armada rukun “Ratu Langit” milik Emirates tetap menjadi saksi bisu dari krisis yang tengah mengubah peta keamanan dunia.

Emirates Lunasi Sewa Leasing Empat Unit Airbus A380, Tunda Pensiun Hingga Tahun 2040

Puluhan Ribu Penumpang Terlantar Akibat Penerbangan Dibatalkan, UEA: Kami Tanggung Seluruh Biaya

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menanggung seluruh biaya yang timbul kepada penumpang akibat penutupan Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Abu Dhabi (Zayed). Sedikitnya, otoritas telah melayani 20.200 penumpang sejak pembatalan penerbangan besar-besaran terjadi akibat perang Israel-Amerika vs Iran, Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.

Baca juga: Emirates Investasikan $23 Juta Untuk Teknologi Biometrik di Bandara Dubai

“Pemerintah UEA menanggung seluruh biaya akomodasi, makanan, dan rescheduling untuk sekitar 20.200 penumpang terdampar, dengan penangguhan penerbangan Emirates hingga 2 Maret dan Etihad hingga dini hari 2 Maret waktu setempat,” jelasnya, seperti dikutip dari akun X @gcaauae.

Pemerintah UEA melalui otoritas penerbangan sipil UEA (GCAA), menegaskan pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan bandara dan maskapai nasional untuk mengaktifkan rencana darurat, mencakup serangkaian langkah terkoordinasi untuk menangani gangguan penerbangan secara aman, teratur, dan meminimalisir dampak bagi penumpang.

Sebagai bagian dari pengaktifan rencana darurat, GCAA bekerja sama erat dengan bandara-bandara di UAE (seperti Dubai, Abu Dhabi, dan lainnya) dan maskapai nasional (Emirates, Etihad, dan lainnya) untuk sinkronisasi jadwal, pemantauan pergerakan penerbangan secara real-time, dan penyesuaian cepat terhadap perubahan situasi.

Beberapa penerbangan dialihkan antar bandara di UAE untuk mengurangi penumpukan di satu bandara tertentu. Proses rescheduling juga dipercepat agar penerbangan bisa segera beroperasi kembali begitu ruang udara aman.

Penambahan personel dan pengaturan lebih baik di area terminal bandara untuk mengatasi potensi kepadatan/kerumunan penumpang, memastikan proses tetap lancar meski ada penumpukan.


Semua langkah diambil dengan penilaian risiko keamanan dan operasional secara komprehensif, bekerja sama dengan otoritas nasional dan internasional. Tujuannya memastikan penerbangan kembali normal secepat mungkin tanpa mengorbankan keselamatan.

Meski begitu, dari berbagai video yang beredar di media sosial, penumpukan penumpang masih terjadi saat berita ini ditulis pada Senin pagi, baik di area imigrasi, counter check-in, maupun di area-area lainnya. Tak sedikit dari mereka yang duduk-duduk sampai tidur sembarang selama ketidakpastian jadwal keberangkatan.

Baca juga: Rayakan Hari Jadi yang ke-40 Tahun, Bandara Abu Dhabi Ternyata ‘Sodaraan’ dengan Bandara Soetta

Selain itu, proses pengalihan dari bandara ke hotel-hotel transit terdekat juga tampak kacau di beberapa video yang beredar, dengan kereta dan bus yang tak kunjung datang hingga menyebabkan antrean tak terkendali.

Karenanya, tak sedikit dari penumpang terdampak yang akhirnya memilih tidur di area bandara, meski disediakan matras oleh pengelola bandara.

Seperti diketahui, Komando Pusat AS mencatat bahwa rudal dan drone kamikaze Iran telah menghantam berbagai lokasi, seperti Bandara Internasional Dubai, Bandara Internasional Kuwait, Bandara Internasional Zayed, Dubai, Bandara Internasional Erbil, Irak, Hotel Fairmont Palm, Dubai, Hotel Burj Al Arab, Dubai, Hotel Crowne Plaza, Bahrain, Pelabuhan Dubai, Area perumahan di Beit Shemesh, Israel, Area perumahan di Tel Aviv, Israel, Area perumahan Era Views Towers, Bahrain, Area perumahan di Qatar.

KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Begini Cara Belinya

KCIC resmi meluncurkan Whoosh Prepaid Voucher sebagai inovasi layanan yang memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Produk ini dihadirkan sebagai alternatif solusi transaksi tiket Whoosh yang praktis dan nyaman.

Baca juga: Gandeng Trip.com, KCIC Yakin Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara Naik Whoosh

Whoosh Prepaid Voucher merupakan voucher prabayar yang dapat ditukarkan menjadi tiket perjalanan Whoosh sesuai kelas layanan yang tersedia, yaitu First Class, Business Class, dan Premium Economy Class. Voucher ini berlaku selama 90 hari sejak tanggal penerbitan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan,

Whoosh Prepaid Voucher dapat gunakan untuk perjalanan personal hingga diberikan kepada orang lain sebagai hadiah atau bentuk apresiasi. Skema ini juga relevan untuk kepentingan perusahaan, seperti program reward karyawan, apresiasi mitra bisnis, dukungan perjalanan dinas, maupun kebutuhan mobilitas dalam kegiatan korporasi.

Untuk informasi harga, masyarakat dapat langsung menghubungi petugas di stasiun atau WhatsApp 0811-8888-111. KCIC juga memberikan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan bahwa Whoosh Prepaid Voucher dihadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat maupun perusahaan untuk melakukan perjalanan menggunakan Whoosh.

“Melalui Whoosh Prepaid Voucher, masyarakat dapat melakukan transaksi tiket Whoosh yang lebih fleksibel. Dengan konsep voucher prabayar, produk ini tidak hanya memudahkan perencanaan perjalanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai hadiah, bentuk apresiasi, maupun berbagai kebutuhan perusahaan,” ujarnya.

Pembelian Whoosh Prepaid Voucher hingga 20 lembar dapat dilakukan langsung di seluruh loket Stasiun Whoosh atau FWC Lounge dengan metode pembayaran non-tunai menggunakan QRIS, kartu debit, maupun kartu kredit, dan voucher dapat diterima saat itu juga.

Sementara itu, untuk pembelian lebih dari 20 voucher, masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp di 0811-8888-111 atau email marcom@kcic.co.id, dengan mekanisme pembayaran melalui transfer bank. Proses pengambilan voucher dilakukan paling cepat tiga hari kerja setelah pembayaran diterima.

Penukaran voucher menjadi tiket dilakukan di loket Stasiun Whoosh dengan verifikasi fisik voucher, validasi barcode, serta pencocokan identitas pemegang voucher. Voucher tidak dapat diuangkan, tidak dapat dibatalkan, serta tidak dapat dijadwalkan ulang setelah ditukarkan menjadi tiket. Selain itu, voucher tidak dapat digabungkan dengan program promo lainnya dan tidak dapat diganti apabila hilang atau rusak.

Baca juga: Identitas Maling Bantal Whoosh Terungkap, Ini Sanksi Hukuman Bagi Pelaku

“Melalui kehadiran Whoosh Prepaid Voucher, KCIC berharap dapat menghadirkan alternatif solusi perjalanan yang semakin modern, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat maupun dunia usaha.” tutup Eva.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KCIC melalui WhatsApp chat dan call ke 0811-8888-111, email cs@kcic.co.id, serta melalui DM Instagram @keretacepat_id.

Benteng Udara “Wing of Zion”: Mengenal Pesawat VVIP Israel yang Dirancang Bertahan dalam Kiamat Nuklir

Di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah, pergerakan pesawat VVIP Israel sering kali menjadi indikator situasi keamanan nasional. Saat ancaman serangan balasan meningkat, pesawat negara yang dikenal dengan nama “Wing of Zion” (Knaf Zion) menjadi pusat perhatian dunia. Bukan sekadar alat transportasi mewah bagi Perdana Menteri dan Presiden Israel, pesawat ini adalah pusat komando terbang yang dirancang untuk beroperasi di tengah skenario perang paling ekstrem sekalipun.

Secara teknis, Wing of Zion menggunakan basis pesawat Boeing 767-300ER (Extended Range). Pemilihan platform ini bukan tanpa alasan; meskipun bukan pesawat generasi terbaru, Boeing 767-300ER dikenal memiliki rekam jejak keandalan yang luar biasa, jangkauan terbang lintas samudera yang mumpuni, serta ruang kabin yang cukup luas untuk disulap menjadi kantor kepresidenan berjalan. Pesawat ini dibeli dari maskapai Australia, Qantas, sebelum akhirnya menjalani perombakan total selama bertahun-tahun oleh Israel Aerospace Industries (IAI).

Apa yang membuat Wing of Zion setara dengan “Air Force One” milik Amerika Serikat adalah lapisan pertahanannya yang sangat rahasia dan canggih. Sebagai target prioritas tinggi bagi musuh-musuh Israel, pesawat ini dilengkapi dengan sistem pertahanan anti-rudal C-Music (Commercial Multi-Spectral Infrared Countermeasures) buatan Elbit Systems. Sistem ini bekerja menggunakan sensor infra-merah untuk mendeteksi ancaman rudal pencari panas (Heat-seeking missiles) yang diluncurkan dari darat (MANPADS). Begitu ancaman terdeteksi, sistem laser pada C-Music akan menembakkan sinar yang menyilaukan sensor rudal tersebut, memaksanya melenceng dari jalur dan meledak jauh dari pesawat.

Selain perlindungan terhadap rudal, Wing of Zion memiliki sistem komunikasi satelit (SATCOM) yang sangat terenkripsi. Sistem ini memungkinkan Perdana Menteri untuk tetap terhubung dengan markas komando IDF (Kirya) dan memberikan perintah militer secara real-time dari ketinggian 35.000 kaki. Pesawat ini juga dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap serangan siber dan interferensi elektronik (EMP), yang memungkinkannya tetap berfungsi meskipun terjadi ledakan nuklir di atmosfer yang biasanya melumpuhkan perangkat elektronik konvensional.

Di dalam kabinnya, interior Wing of Zion dibagi menjadi beberapa zona strategis. Terdapat ruang pertemuan utama yang kedap suara untuk rapat kabinet terbatas, ruang kerja pribadi untuk Perdana Menteri yang dilengkapi dengan fasilitas telekonferensi canggih, serta area khusus bagi staf senior dan jurnalis yang mendampingi perjalanan dinas. Seluruh sistem pendukung kehidupan di dalam pesawat juga dilengkapi dengan filter udara khusus untuk menghadapi ancaman serangan kimia atau biologi.

Proyek Wing of Zion sempat menjadi kontroversi politik di dalam negeri Israel karena biayanya yang dianggap sangat tinggi, mencapai ratusan juta dolar. Namun, seiring dengan dinamika keamanan yang kian tidak menentu, keberadaan pesawat ini kini dipandang sebagai elemen krusial dalam kesinambungan pemerintahan (Continuity of Government). Wing of Zion bukan lagi sekadar simbol prestise negara, melainkan “benteng udara” yang memastikan bahwa pemimpin Israel tetap memiliki kendali penuh atas pertahanan negaranya, di mana pun mereka berada di belahan bumi ini.

Wing of Zion, “Air Force One” Israel Berbasis Boeing 767 Kembali Mengudara: Dilengkapi ‘Ruang Perang’

Sumatra Punya Gerbong Terpanjang, Jawa Miliki Kereta Terpanjang: Apa Bedanya?

Kereta api di Indonesia rata-rata memiliki panjang rangkaian hingga 10 kereta, itu pun sudah termasuk kereta makan dan juga pembangkit. Terkadang rangkaian tersebut ditambah dengan angkutan parcel/cargo (bagasi). Nah, diketahui bahwa kereta api dengan rangkaian terpanjang dan membuat rekor berada di jalur Pulau Sumatra, dimulai dari Lampung hingga Palembang.

Rangkaian ini merupakan angkutan batu bara. Sejumlah gerbong yang di bawa saja bisa mencapai 60 sampai 70 gerbong tiap rangkaiannya. Tak heran, lokomotif penarik membawa gerbong batu bara ini bisa mencapai 2 hingga 3 unit. Gerbong batu bara atau biasa dijuluki ‘babaranjang’ (batu bara rangkaian panjang) ini berjalan setiap hari menghiasi jalur di sepanjang Sumatra Selatan.

Memiliki gerbong rangkaian panjang yang dimiliki angkutan batu bara di Pulau Sumatra, ternyata di Pulau Jawa pun seperti tak mau kalah. Ya, di jalur Pulau Jawa ada kereta api juga memiliki rangkaian panjang. Selain angkutan barang (kontainer) yang mencapai 30 gerbong tiap rangkaiannya, ada pula kereta api angkutan penumpang yang memiliki rangkaian panjang. Kereta api ini adalah Kertajaya dan Jayakarta.

Memang kedua rangkaian tersebut memiliki keberangkatan dan kedatangan di kota yang sama, yaitu Jakarta (Stasiun Pasar Senen) dan Surabaya. Namun kedua rangkaian ini melewati jalur yang berbeda. Untuk Kereta Api Kertajaya melewati jalur utara, yaitu Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Bojonegoro, Lamongan, dan Surabaya. Sedangkan untuk Kereta Jayakarta melewati jalur selatan, seperti Cirebon, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan Surabaya.

Msngapa kedua kereta ini terpilih sebagai kereta penumpang terpanjang? Ya, sesuai dengan kenyataan bahwa rangkaian Kereta Api Kertajaya terdiri dari 13 kereta dan Kereta Api Jayakarta terdiri dari 15 kereta. Tak hanya memiliki rangkaian panjang, bahkan kondektur yang bertugas pada kedua kereta tersebut masing-masing ada 2 orang. Ini dikarenakan supaya pada saat kereta api segera berangkat, petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) bisa melihat kondektur membunyikan peluit Semboyan 41 ke arah masinis.

Kereta Api Kertajaya dan Jayakarta merupakan layanan kelas ekonomi premium yang cukup nyaman bagi para penumpang yang merasakannya. Diketahui nama Kertajaya diambil dari nama raja terakhir Kerajaan Kadiri (Kediri), yaitu Sri Maharaja Kertajaya (atau dikenal sebagai Dhandhang Gendhis), yang memerintah sekitar tahun 1194–1222 M.

Sedangkan Jayakarta diambil dari nama lama Provinsi DKI Jakarta, yang berasal dari kata bahasa Sanskerta: Jaya (kemenangan/kejayaan) dan Karta (dicapai/makmur), sehingga berarti “kota kemenangan dan kemakmuran”. Nama ini merujuk pada kemenangan pasukan Fatahillah dari Demak/Cirebon saat merebut Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527, menggantikannya menjadi Jayakarta.

Kini kedua kereta tersebut masih aktif melayani penumpang baik dari Jakarta maupun dari Surabaya. Harga kedua tiket kereta api tersebut dimulai dari Rp190.000 – Rp390.000. Tak hanya itu, bagian interior terutama kursi penumpang merupakan model individual seat yang dipisahkan dengan arm rest. Penumpang yang menggunakan juga terasa lebih nyaman diduduki dalam perjalanan jauh karena memiliki reclining seat atau pengatur sandaran duduk. Kondisi ini berbeda dengan kursi ekonomi pada umumnya yang memiliki sandaran tegak.

KA Kertajaya, Ternyata Kereta Terpanjang dengan 16 Rangkaian Gerbong

Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa Rombongan bagi WNI: Minimal 3 Orang dan Syarat Khusus Lainnya

Kabar gembira bagi para pelancong asal Indonesia. Pemerintah Korea Selatan melalui kementerian terkait secara resmi memperkenalkan skema bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Namun, berbeda dengan kebijakan bebas visa penuh, layanan ini memiliki format Visa Grup (Rombongan) yang ditujukan untuk mempermudah alur masuk wisatawan dalam skala kecil hingga besar.

Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah syarat formasi rombongan yang kini lebih fleksibel, yakni minimal terdiri dari tiga orang.

Format Rombongan dan Pengajuan
Kebijakan ini dirancang bagi wisatawan yang bepergian dalam kelompok. Berikut adalah detail mekanismenya:

Minimal 3 Orang: Anda tidak bisa mengajukan bebas visa ini jika bepergian sendirian (solo traveler). Anggota rombongan harus memiliki jadwal penerbangan dan rencana perjalanan yang sama.

Melalui Agen Perjalanan Resmi: Permohonan bebas visa rombongan ini tidak bisa diajukan secara perorangan ke kedutaan, melainkan harus melalui agen perjalanan (travel agent) yang ditunjuk oleh pihak Kedutaan Besar Korea Selatan. Agen inilah yang akan menjamin kredibilitas rombongan tersebut.

Syarat dan Ketentuan Tambahan
Selain jumlah minimal orang, ada beberapa syarat teknis lain yang wajib dipatuhi agar kunjungan Anda berjalan lancar:

Pintu Masuk Spesifik (Bandara Regional): Seringkali layanan bebas visa ini dikaitkan dengan pintu masuk tertentu di luar Bandara Incheon, seperti Bandara Internasional Yangyang atau Bandara Internasional Gimhae. Pastikan rute penerbangan Anda sesuai dengan wilayah yang memberlakukan kebijakan ini.

Masa Berlaku Kunjungan: Biasanya, bebas visa rombongan ini diberikan untuk durasi tinggal yang terbatas, umumnya berkisar antara 15 hingga 30 hari untuk tujuan wisata murni.

K-ETA Tetap Diperlukan: Meskipun bebas dari stempel visa konvensional, penumpang tetap diwajibkan memiliki K-ETA (Korea Electronic Travel Authorization) yang sudah disetujui sebelum keberangkatan, kecuali jika ada instruksi khusus mengenai pembebasan K-ETA sementara bagi negara tertentu.

Tiket Pulang-Pergi: Petugas imigrasi di Korea Selatan sangat ketat dalam memeriksa bukti tiket kembali ke Indonesia atau ke negara tujuan selanjutnya sebagai jaminan Anda tidak akan melebihi masa izin tinggal.

Mengapa Harus Rombongan?
Penerapan minimal tiga orang ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan dan memastikan bahwa kunjungan dilakukan untuk tujuan wisata kolektif. Dengan sistem rombongan, agen perjalanan bertanggung jawab penuh atas anggotanya selama berada di Korea Selatan, sehingga risiko penyalahgunaan izin tinggal dapat ditekan.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi keluarga atau grup pertemanan kecil yang ingin berlibur ke Negeri Gingseng tanpa harus melalui proses birokrasi visa individu yang memakan waktu. Meski demikian, sangat disarankan untuk selalu mengecek update terbaru di laman resmi K-ETA atau menghubungi agen perjalanan berlisensi sebelum memesan tiket.

Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa