Uni Emirat Arab Mulai Pulihkan Penerbangan Terbatas di Tengah Kekacauan Udara

Setelah beberapa hari mengalami kelumpuhan total akibat eskalasi ketegangan regional, industri penerbangan di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meski masih sangat rapuh. Dilansir dari laporan Al Jazeera, otoritas penerbangan Uni Emirat Arab (UEA) resmi mengumumkan dimulainya kembali operasional penerbangan secara terbatas mulai Selasa, 3 Maret 2026.

Langkah ini diambil di tengah upaya keras kawasan tersebut keluar dari kemelut perjalanan yang dipicu oleh konflik antara Iran dan Israel yang meluas.

Keputusan UEA untuk membuka kembali sebagian ruang udaranya menjadi angin segar bagi ribuan penumpang yang telantar di bandara internasional Dubai dan Abu Dhabi. Namun, pemulihan ini tidak berjalan mulus. Maskapai raksasa seperti Emirates dan Etihad Airways melaporkan bahwa jadwal penerbangan masih jauh dari kata normal. Banyak rute yang terpaksa dialihkan atau mengalami penundaan hingga belasan jam karena penutupan koridor udara tertentu yang dianggap berisiko tinggi.

Kekacauan ini bermula dari ancaman serangan udara dan penutupan ruang udara besar-besaran di beberapa negara tetangga, termasuk Irak, Lebanon, dan Yordania. Para pilot kini harus melakukan navigasi yang jauh lebih kompleks, memutar melalui rute-rute alternatif yang lebih jauh untuk menghindari zona konflik. Hal ini tidak hanya menambah durasi perjalanan secara signifikan, tetapi juga menyebabkan lonjakan biaya operasional bagi maskapai akibat konsumsi bahan bakar yang meningkat tajam.

Di Bandara Internasional Dubai, salah satu pusat transit tersibuk di dunia, pemandangan antrean panjang dan tumpukan bagasi masih terlihat di beberapa terminal. Meskipun penerbangan terbatas telah dimulai, prioritas diberikan kepada pemulangan warga negara yang terjebak dan pengiriman bantuan logistik mendesak. Otoritas bandara mengimbau penumpang untuk terus memantau status penerbangan mereka melalui aplikasi resmi karena perubahan jadwal dapat terjadi sewaktu-waktu tergantung pada situasi keamanan di darat.

Buntut Krisis Timur Tengah: Sebagian Besar Armada A380 Emirates Terjebak di Berbagai Belahan Dunia

Penutupan ruang udara ini memberikan hantaman keras bagi ekonomi kawasan yang sangat bergantung pada sektor pariwisata dan perdagangan udara. Para analis ekonomi memperingatkan bahwa jika situasi tidak segera stabil, biaya tiket pesawat di seluruh Timur Tengah diprediksi akan melonjak akibat terbatasnya pasokan kursi dan tingginya biaya asuransi penerbangan di zona konflik.

Sejumlah maskapai internasional asal Eropa dan Asia juga masih menangguhkan rute mereka menuju beberapa kota besar di kawasan Teluk sebagai tindakan pencegahan. Mereka menunggu jaminan keamanan yang lebih solid sebelum kembali beroperasi secara penuh. Di sisi lain, pemerintah UEA terus melakukan koordinasi diplomatik dan teknis dengan organisasi penerbangan internasional guna memastikan koridor udara yang dibuka tetap aman dari potensi serangan rudal atau gangguan sistem navigasi.

Situasi di Timur Tengah saat ini tetap berada dalam status waspada tinggi. Meskipun UEA telah memulai langkah berani untuk memulihkan konektivitas udara, bayang-bayang konflik yang tidak terprediksi tetap menjadi tantangan terbesar bagi dunia penerbangan internasional di tahun 2026 ini. Bagi para pelancong, fleksibilitas dan kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi “normal baru” yang penuh ketidakpastian ini.

Puluhan Ribu Penumpang Terlantar Akibat Penerbangan Dibatalkan, UEA: Kami Tanggung Seluruh Biaya

Pamit dari Northern Territory: AirAsia Hentikan Seluruh Penerbangan ke Darwin per April 2026

Dinamika jaringan penerbangan antara Asia Tenggara dan Australia dipastikan akan berubah signifikan pada kuartal kedua tahun ini. Berdasarkan laporan terbaru dari Travel and Tour World, grup maskapai bertarif rendah raksasa, AirAsia, mengonfirmasi akan menutup operasional mereka di Darwin, Australia Utara, secara permanen mulai akhir April 2026. Keputusan ini mencakup penghentian rute internasional dari dua hub utama mereka, yakni Kuala Lumpur dan Denpasar (Bali).

Langkah strategis ini menandai berakhirnya masa layanan yang relatif singkat bagi AirAsia di Darwin. AirAsia Malaysia (AK) dijadwalkan akan mengoperasikan penerbangan terakhirnya dari Kuala Lumpur ke Darwin pada 27 April 2026. Di hari yang sama, anak perusahaannya, Indonesia AirAsia (QZ), juga akan menghentikan rute Denpasar–Darwin. Dengan penghentian serentak ini, Darwin tidak lagi terhubung secara langsung ke jaringan luas AirAsia per 28 April 2026.

Alasan di Balik Penutupan Rute
Keputusan berat ini diambil setelah AirAsia melakukan evaluasi mendalam terhadap performa rute tersebut sejak diluncurkan kembali pada pertengahan 2025. Pihak maskapai menyatakan bahwa faktor utama penutupan ini adalah tingkat keterisian penumpang (booking) yang gagal mencapai level komersial yang layak. Meskipun pada periode tertentu terdapat minat yang cukup tinggi, secara keseluruhan permintaan pasar belum cukup kuat untuk mendukung keberlangsungan operasional rute Darwin dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari optimalisasi jaringan, AirAsia memutuskan untuk memindahkan kapasitas pesawat mereka ke rute-rute yang lebih menguntungkan dan memiliki permintaan tinggi. Dalam pengumumannya, maskapai menekankan bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan dan efisiensi armada di pasar Australia yang sangat kompetitif.

Dampak bagi Penumpang dan Kebijakan Refund
Penghentian layanan ini tentu berdampak langsung bagi para pelancong yang telah merencanakan perjalanan melintasi Darwin menuju Asia setelah tanggal 27 April. Menanggapi hal tersebut, AirAsia telah menyiapkan kompensasi penuh bagi penumpang yang terdampak. Pelanggan yang telah memiliki tiket untuk penerbangan setelah tanggal penutupan akan menerima pengembalian dana (full refund) secara otomatis ke metode pembayaran asli mereka dalam kurun waktu 14 hari kerja.

Pihak maskapai menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyarankan penumpang untuk mencari alternatif penerbangan lain, meskipun pilihan maskapai bertarif rendah dari Darwin menuju Bali dan Kuala Lumpur kini menjadi jauh lebih terbatas.

Fokus Baru: Ekspansi ke Melbourne dan Kota Besar Lainnya
Meski Darwin harus kehilangan konektivitasnya dengan AirAsia, maskapai ini justru memperkuat cengkeramannya di kota-kota besar Australia lainnya. Sebagai kompensasi atas penarikan dari Darwin, AirAsia mengalihkan fokus ke pasar Victoria dengan meluncurkan layanan baru Melbourne (Tullamarine) – Denpasar mulai 21 Maret 2026. Rute baru ini diproyeksikan akan menambah sekitar 130.000 kursi per tahun bagi warga Melbourne yang ingin berlibur ke Bali, menunjukkan bahwa AirAsia tetap berkomitmen penuh pada pasar Australia namun dengan pendekatan yang lebih selektif.

Investigasi internal maskapai dan perubahan jadwal ini mempertegas pola baru di mana AirAsia lebih memilih memperkuat hub-hub besar yang memiliki trafik penumpang stabil daripada mempertahankan rute regional yang memiliki tantangan beban muatan. Bagi warga Darwin dan sekitarnya, penutupan ini menjadi akhir dari akses langsung yang terjangkau menuju jaringan koneksi AirAsia yang mencakup lebih dari 130 destinasi di seluruh dunia.

“The Ghan” (Adelaide-Darwin) – Perjalanan Kereta Eksotis 3 Hari Melintasi Gurun dan Pedalaman Australia

Semakin Nyaman, Kereta Api Logawa Tambah Kelas Eksekutif Mulai 6 Maret 2026

Bagi masyarakat kenyamanan menggunakan kereta api tentu hal yang utama. Selain itu pelayanan yang ramah juga dapat meningkatkan kualitas yang dapat dirasakan oleh penumpang tersebut. Terlebih lagi dengan menggunakan rangkaian kereta api yang bisa memanjakan penumpang selama perjalanan adalah prioritas utama bagi PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI).

Menggunakan sarana terbaik dikelasnya merupakan keinginan masyarakat yang setia menggunakan kereta api. Itu pun jika menambah fasilitas layanan kelas yang dirangkaikan ke kereta api dengan rute yang sesuai keinginan penumpang. Seperti halnya pada rangkaian Kereta Api (KA) Logawa dengan rute Purwokerto – Ketapang pp. Ini.

KA Logawa yang masyarakat ketahui bahwa rangkaiannya hanya memiliki kelas ekonomi premium, namun ada penambahan kelas untuk kereta yang diambil dari nama sungai di Kabupaten Banyumas ini.

Ya, KAI khususnya wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember kembali meningkatkan standar layanan transportasi publik. Karena mulai tanggal 6 Maret 2026, KA Logawa pada relasi tersebut resmi beroperasi dengan rangkaian baru yang lebih modern dan berkelas.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, yang dikutip dari laman Radar Banyuwangi menjelaskan bahwa perubahan stamformasi ini bertujuan memberikan pilihan kelas yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan dan daya beli pelanggan.

Jika sebelumnya KA Logawa hanya menyediakan kelas Ekonomi Premium, kini hadir dengan formasi campuran yang terdiri dari 2 Kereta Eksekutif Stainless Steel dan 6 Kereta Ekonomi Premium Stainless Steel. Total kapasitas dalam satu rangkaian mencapai 580 tempat duduk, dengan rincian 100 kursi kelas Eksekutif dan 480 kursi kelas Ekonomi Premium.

Penggunaan material stainless steel generasi terbaru tidak hanya menghadirkan tampilan interior yang lebih elegan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan perjalanan. Kabin menjadi lebih kedap suara sehingga suasana lebih tenang.

Sistem pendingin udara (AC) pun dioptimalkan untuk menjaga suhu tetap sejuk dari stasiun keberangkatan hingga tujuan akhir. Kehadiran kelas Eksekutif membuka opsi perjalanan premium dari Ketapang menuju kota-kota besar seperti Surabaya, Madiun, Surakarta, Yogyakarta, hingga Purwokerto.

Jadwal keberangkatannya pun tetap sama. Dari Ketapang pukul 06:15 WIB dan tiba di Purwokerto pukul 20:20 WIB. Sementara itu dari Purwokerto berangkat pukul 06:45 WIB dan tiba di Ketapang pukul 21:20 WIB. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, serta kanal penjualan resmi lainnya.

Tentunya, penambahan kelas eksekutif ini menjadi opsi baru bagi masyarakat wilayah Tapal Kuda, Banyuwangi, hingga Jember yang ingin bepergian ke kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, atau Solo tanpa perlu berganti kereta, khususnya melalui jalur selatan Jawa.

KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

Siap Layani Angkutan Lebaran 2026, Kereta Api di Sulawesi Selatan Meningkat Jadi Panutan Masyarakat

Transportasi kereta api dalam masa angkutan Lebaran 2026 memang sudah menjadi pilihan utama karena praktis dan mudah. Apalagi Indonesia memiliki jalur kereta api yang sangat mudah dijangkau bagi masyarakat baik di Pulau Sumatra maupun Pulau Jawa. Sebagian tiket kereta api jelang arus mudik pun sudah ludes terjual. Bahkan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sendiri terus melengkapi rangkaian termasuk menyediakan sarana tambahan untuk perjalanan kereta api.

Tak hanya Jawa dan Sumatra, ternyata wilayah Sulawesi Selatan tepatnya di jalur Makassar – Parepare, transportasi kereta api juga menjadi pilihan utama masyarakat disana. Jumlah penumpang Kereta Api Makassar–Parepare meningkat tajam menjelang periode transportasi mudik Lebaran 2026 mendatang. Kereta api perintis tersebut siap mendukung mobilitas warga dengan kualitas pelayanan yang sangat optimal dan terjadwal.

Menurut data yang diperoleh, KAI melaporkan pertumbuhan pelanggan pada bulan Februari mencapai 27,82 persen. Peningkatan tersebut terjadi saat layanan perintis ini berhasil melayani total 22.923 orang dalam waktu satu bulan. Angka kunjungan ini lebih besar dari total 17.935 penumpang yang terangkut pada periode yang sama tahun lalu. Akumulasi data pada Januari-Februari 2026 tercatat sebanyak 51.068 orang dengan tren pertumbuhan yang konsisten.

Menurut Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pelanggan menunjukkan untuk kereta api di jalur Makassar – Parepare semakin dipercaya masyarakat. KAI memastikan kesiapan operasional, sarana, dan pelayanan agar perjalanan selama periode Lebaran berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Perolehan dua bulan pertama tersebut melonjak drastis jika dibandingkan dengan jumlah 35.878 pelanggan pada tahun 2025 kemarin. Total pelanggan layanan perintis sejak operasional perdana pada Oktober 2022 silam kini sudah mencapai angka 876.580 orang.

Saat ini rangkaian kereta api melintasi jalur sepanjang 90 kilometer dari Stasiun Mandai menuju ke Stasiun Garongkong. Armada besi itu dapat melaju kencang hingga kecepatan 85 kilometer per jam pada setiap perjalanan antar kabupaten.

Jalur operasional tersebut menghubungkan wilayah Kabupaten Maros, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), serta Kabupaten Barru dengan stasiun utama. Fasilitas transportasi ini mendukung potensi pariwisata lokal yang terletak pada wilayah sepanjang lintasan jalur kereta api Sulawesi.

Pihak manajemen memastikan seluruh prasarana dan petugas lapangan akan bekerja maksimal selama masa angkutan Lebaran 2026 berlangsung. Pengoptimalan tersebut bertujuan agar pemudik mendapatkan kenyamanan ekstra saat berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman tercinta.

Selain itu, kereta api Makassar – Parepare juga memperluas akses menuju destinasi wisata utama di Sulawesi Selatan seperti Pantai Losari, Fort Rotterdam, hingga kawasan karst Rammang-Rammang. Kehadiran kereta ini berkontribusi pada penguatan ekosistem pariwisata daerah dengan menawarkan perjalanan yang ekonomis dan berkesan.

KAI terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan optimal melalui tarif yang bersaing, jadwal operasional yang menyesuaikan kebutuhan pengguna, serta fasilitas yang inklusif bagi semua kalangan. Kerja sama dengan pemerintah daerah serta mitra lokal juga terus diperkuat di wilayah Sulawesi Selatan.

Jalur Kereta Api Makassar – Parepare Dibangun, Kira – kira Apa Manfaatnya, ya?

Siapa Sangka, Kiranti Jadi “Doping” Pengemudi Masa Kini

Banyak cara yang dilakukan oleh pengemudi untuk mengurangi kantuk atau lelah saat berada di balik kemudi. Termasuk diantaranya adalah cara-cara yang membuat kita mengernyitkan dahi atau malah bergidik ngeri. Kali ini, cara-cara yang membuat Anda bergidik ngeri seperti mencampurkan kopi dengan obat sakit kepala atau konsumsi obat-obat tertentu tidak akan dibahas.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Malam, Korbankan Waktu Demi Antar Penumpang

Karena cara seperti itu sudah mulai ditinggalkan, khususnya oleh pengemudi muda. Mereka tak ingin seperti para seniornya, hidup merana pada masa tua karena penyakit yang dideritanya. Tentu saja, penyakit itu adalah akibat dari kebiasaan buruk mereka pada masa mudanya untuk mengurangi kantuk atau lelah.

Beberapa diantaranya beralih ke “doping” yang dirasa jauh lebih aman, yakni minuman herbal atau jamu tradisional. Efeknya memang tak sedahsyat obat-obatan yang dikonsumsi langsung atau dicampur dengan minuman, tetapi setidaknya tak mengancam masa depan tubuh mereka.

Jamu tradisional yang dikonsumsi para pengemudi ini tak melulu yang dijual di toko jamu atau penjaja jamu keliling. Justru mereka lebih sering membeli jamu kemasan yang banyak dijual di toko swalayan atau warung di tempat istirahat (rest area).

Jamu yang dimaksud adalah Kiranti, jamu kemasan botolan yang biasa dikonsumsi oleh perempuan saat datang bulan. Jamu produksi Orang Tua itu diyakini mampu menghilangkan lelah, khususnya pegal-pegal saat mengemudi jarak jauh.

Fery, pengemudi bus pariwisata asal Jakarta menyebut sudah tiga tahun mengkonsumsi Kiranti untuk “doping” mengemudi. Dia mengetahui khasiat jamu itu untuk lelaki secara tidak sengaja saat mengobrol dengan pengemudi truk ekspedisi di atas kapal.

“Tak tanya, Kang kok minum minuman cewek datang bulan, sambil saya ketawain. Eh dibalas sama dia, jangan ketawa Kang, dicoba dulu, ampuh. Daripada minum kopi [campur] garam, kopi [campur] Bodrex malah hancur badan,” katanya.

Awalnya Fery skeptis, tetapi rasa penasarannya membuat dia memutuskan mencoba. Karena malu, dia meminumnya secara sembunyi-sembunyi di tempat tidurnya yang ada di bagian belakang bus. Saat ini, Fery tak lagi malu-malu meminumnya, termasuk di depan penumpang. Bahkan, rekan-rekan sejawatnya justru mengikutinya karena sudah merasakan khasiatnya.

“Badan jadi enak, enggak pegal habis jalan jauh, apalagi kalau engkel [tidak ada pengemudi cadangan]. Awalnya malu-malu, saya pindahin ke botol kosong. Ah sekarang bodo amat, bukan minum alkohol kok,” tuturnya.

Bicara soal alkohol, Fery menyebut beberapa pengemudi ada yang menjadikan minuman tersebut sebagai “doping” agar tetap fokus dan terjaga. Tentu hal itu sangat tidak dibenarkan mengingat ada larangan untuk tidak mengemudi saat mabuk atau setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

Hal yang sama diungkapkan oleh Aldi, pengemudi taksi online. Dia juga kerap mengonsumsi Kiranti untuk menghilangkan rasa lelah setelah berjam-jam di balik kemudi.

Sama seperti Fery, dia rutin mengonsumsi Kiranti setelah tahu khasiatnya dari pengemudi truk. Dia juga memgetahui rekan-rekannya banyak yang mengonsumsi jamu itu dari grup di media sosial, khususnya Facebook.

“Tahunya dari Facebook sih, banyak yang bahas-bahas. Tetapi awalnya ragu. Baru yakin setelah ke luar kota mampir di rest area ketemu sopir truk beli Kiranti banyak banget. Saya tanya buat apa, ternyata biar nggak pegal-pegal. Ikut coba deh,” katanya.

Sejauh ini, dirinya sudah merasakan manfaat konsumsi Kiranti. Efek sampingnya tak lebih dari tatapan sinis orang-orang sekitar, termasuk keluarganya saat dia menenggak botol berisi jamu datang bulan itu.

“Rasanya enak-enak aja, kalo siang enak yang jeruk, malam yang bungkusnya biru tuh, ada hangat-hangatnya, original yang [bungkus] kuning mirip jamu mbok gendong. Efek samping enggak ada, paling bini rada sinis atau diketawain orang,” ungkapnya.

Harapannya, produsen Kiranti bisa menghadirkan minuman yang sama untuk kaum adam. Entah mau dibuat dengan merek yang sama atau bagaimana Aldi tak mau tahu menahu. Dia hanya tahu bahwa banyak lelaki kekar yang berjalan menenteng Kiranti dan masuk ke dalam truk atau bus antarkota.

“Terserah mau dikasih merk apa. Kiranto boleh, Karyanto boleh, bebas lah,” selorohnya.

Baca juga: Ugal-ugalan dan Setel Musik Keras Kode Ada Pencopet di Bus AKAP?

Buat Anda para lelaki, tak ada salahnya untuk mencoba. Tetapi jangan berlebihan karena bagaimanapun juga jamu bisa menimbulkan efek samping jika konsumsinya berlebihan dan dalam jangka panjang. Jika memang lelah dan mengantuk, obat paling ampuh tentunya beristirahat. (Bisma Satria)

Kemandirian Teknologi Turki: Kereta Cepat Nasional Pertama Capai 90% Pengerjaan

Turki selangkah lagi mencatatkan sejarah baru dalam dunia transportasi massal. Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloğlu, mengumumkan bahwa proyek ‘Kereta Api Cepat Nasional’ pertama buatan dalam negeri kini telah mencapai tahap penyelesaian 90%.

Kereta cepat dengan kecepatan desain 225 km/jam ini diproduksi oleh pemasok milik negara, Türasaş, dan menjadi simbol ambisi Turki untuk melepaskan ketergantungan pada vendor asing dalam operasional jaringan rel nasionalnya.

Spesifikasi Teknis dan Kenyamanan Penumpang
Rangkaian kereta (EMU) ini terdiri dari delapan gerbong dengan bodi berbahan aluminium ringan yang aerodinamis. Saat ini, Türasaş sedang merampungkan pengerjaan interior untuk rangkaian pertama. Beberapa fitur utama yang diusung meliputi kapasitas besar yang mampu menampung hingga 577 penumpang, dilengkapi sistem pengereman darurat otomatis dan kamera CCTV di seluruh area, dan memiliki pendingin udara (AC) yang menyesuaikan secara otomatis, alarm kebakaran, serta sistem informasi audio-visual untuk penumpang.

Tersedia koneksi Wi-Fi di seluruh gerbong, mesin penjual makanan/minuman otomatis (vending machine), serta aksesibilitas ramah disabilitas yang mencakup dua kompartemen khusus dan lift untuk membantu naik ke kereta.

Salah satu hal yang paling menarik dari proyek ini adalah keterlibatan Aselsan, perusahaan spesialis pertahanan dan elektronik ternama Turki. Aselsan bertanggung jawab menyuplai sistem inti kereta, termasuk sistem traksi, kontrol, dan manajemen kereta, transformator dan motor traksi, serta onverter tambahan dan sistem manajemen kontrol kereta (TCMS).

Pemerintah Turki menargetkan total 15 rangkaian kereta (termasuk satu prototipe) akan selesai diproduksi pada tahun 2028. Rangkaian pertama dijadwalkan mulai menjalani uji coba di atas rel pada akhir tahun ini.

Nantinya, 15 rangkaian nasional ini akan memperkuat armada yang sudah ada (saat ini berjumlah 31 rangkaian) untuk melayani jaringan kereta cepat Turki yang terus berkembang pesat. Proyek ini menyusul keberhasilan Türasaş sebelumnya yang telah sukses mengembangkan kereta api pinggiran kota (suburban) dan unit kereta listrik nasional lainnya.

Turki Uji Lintasan Kereta Cepat Produksi Dalam Negeri di Tahun 2025

Incaran Spot Foto Kereta Api, Terowongan Sasaksaat Menjadi Destinasi Terfavorit Para Railfans

Bak surganya jalur kereta api, wilayah Bandung memang memiliki sejuta panorama pemandangan yang menakjubkan. Terlepas jika menggunakan kereta api melintasi wilayah tersebut tentu banyak sekali kawasan yang memang sangat bagus jika diabadikan menggunakan kamera. Apalagi jika mengetahui lokasi yang dijadikan area berfoto saat kereta api melintas dengan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Salah satu pemandangan yang menakjubkan saat dilewati kereta api adalah terowongan. Terowongan yang berada di jalur antara Purwakarta hingga Bandung ini pastinya sudah sangat terkenal. Tentunya selain bangunannya yang kokoh, nilai sejarahnya juga tinggi. Tak heran terowongan ini diberi predikat sebagai cagar budaya Indonesia oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), yaitu Terowongan Sasaksaat.

Diketahui era Kolonial di Indonesia memang meninggalkan banyak jejak yang masih dapat dilihat hingga kini. Terowongan Sasaksaat juga termasuk saksi perjalanan panjang peradaban yang tetap aktif digunakan sampai hari ini. Memiliki panjang mencapai 949 meter, Terowongan ini merupakan terowongan aktif peninggalan kolonial Belanda terpanjang di Indonesia. Jalur rel di dalamnya menjadi bagian penting dari sejarah perkeretaapian Indonesia.

Jika mengingat sejarah panjangnya, pada tahun 1902 Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda membangun Terowongan Sasaksaat sebagai strategi transportasi untuk menghubungkan Batavia, wilayah Priangan, dan kawasan timur Pulau Jawa. Proyek besar pada masanya ini berhasil menghubungkan jalur kereta api Padalarang-Purwakarta-Cikampek, melewati wilayah dengan kontur tanah yang kompleks.

Nama Sasaksaat terinspirasi dari kebiasaan kereta yang dulu sering berhenti sejenak di kawasan tersebut. Dalam bahasa Sunda, sasaksaat berarti sebentar atau sejenak. Namun keberadaan terowongan ini justru jauh dari kata sebentar. Hingga kini, kereta api di rute Jakarta-Bandung masih rutin melewati terowongan tersebut.

Sasaksaat – Inilah Terowongan Kereta dengan Waktu Pembangunan Paling Lama di Indonesia

Catatan sejarah mengatakan bahwa Terowongan Sasaksaat merupakan terowongan terpanjang yang dibangun Belanda dan tetap aktif hingga hari ini. Meski kini sudah ada Terowongan Walini di proyek kereta cepat yang lebih panjang, Sasaksaat tetap menjadi simbol kejayaan perkeretaapian di masa lalu.

Meski masih beroperasi, kawasan Terowongan Sasaksaat termasuk rawan kecelakaan. Terowongan ini hanya memiliki satu jalur tanpa titik silang, sehingga koordinasi ketat antara masinis dan stasiun sekitar sangat diperlukan untuk mencegah tabrakan. Usia terowongan yang lebih dari seratus tahun tidak mengurangi kekokohannya. Struktur dan desain khas kolonial membuatnya tetap berdiri kuat hingga kini.

Sebagai saksi bisu pergantian zaman, Terowongan Sasaksaat kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah. Para pecinta kereta (railfans) dan penggemar sejarah kerap datang untuk napaktilas perkembangan transportasi masa kolonial.

Keindahan alam sekitar yang asri, dipadukan dengan terowongan berarsitektur kolonial, membuatnya semakin menarik. Lokasi ini juga beberapa kali digunakan sebagai tempat syuting dan menjadi incaran fotografer, terutama untuk mengabadikan momen kereta yang keluar dari mulut terowongan.

Jalur Kenangan Banjar-Pangandaran dengan Sejuta Panorama Eksotis dan Bersejarah

Qantas Siapkan Ekspansi Rute Besar-besaran Non-stop ke AS pada 2026

Maskapai nasional Australia, Qantas, tengah bersiap untuk melakukan “lompatan besar” di langit Pasifik. Per tahun 2026, Qantas berencana memperkuat jaringannya ke Amerika Serikat secara signifikan, memanfaatkan kedatangan armada pesawat baru yang lebih efisien dan modern. Langkah ini diambil guna memenuhi lonjakan permintaan perjalanan internasional serta memperkokoh posisi Qantas di hadapan para kompetitornya.

Penyusunan ulang strategi rute ini tidak lepas dari kehadiran armada Airbus A350-1000 dan Boeing 787 Dreamliner tambahan yang dijadwalkan mulai memperkuat lini operasional mereka. Dengan teknologi pesawat jarak jauh ini, Qantas berambisi menawarkan lebih banyak pilihan jadwal dan kenyamanan bagi para pelancong.

Ekspansi tahun 2026 ini akan berpusat pada penguatan hub utama di Australia Timur. Beberapa poin penting dalam rencana rute tersebut antara lain:

  1. Peningkatan Frekuensi ke Los Angeles (LAX): Sebagai pintu gerbang utama warga Australia ke AS, rute dari Sydney dan Melbourne menuju Los Angeles akan mendapatkan penambahan jadwal terbang untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang bisnis maupun wisata.

2. Optimalisasi Rute San Francisco dan Dallas: Qantas berencana meningkatkan kapasitas      pada rute Sydney-San Francisco serta mempertahankan rute maraton Sydney-                  Dallas/Fort Worth yang selama ini menjadi salah satu rute andalan mereka.

3. Kebangkitan Brisbane: Brisbane akan memainkan peran lebih besar sebagai hub                alternatif, dengan kemungkinan penambahan frekuensi atau destinasi baru di Amerika        Serikat yang dilayani langsung dari ibu kota Queensland tersebut.

Tahun 2026 juga menjadi momentum krusial bagi persiapan Project Sunrise—ambisi Qantas untuk menghubungkan Sydney dan Melbourne secara langsung (non-stop) ke New York. Meskipun saat ini rute New York dilayani melalui transit di Auckland, kedatangan Airbus A350-1000 yang dimodifikasi khusus akan memungkinkan Qantas untuk memangkas waktu tempuh secara signifikan tanpa perlu transit di masa mendatang.

Langkah agresif Qantas ini dipandang sebagai respons terhadap meningkatnya persaingan dari maskapai Amerika Serikat seperti United Airlines dan Delta Air Lines yang juga memperluas jejak mereka di Australia. Dengan menawarkan layanan premium dan keunggulan armada baru, Qantas optimistis dapat mempertahankan loyalitas pelanggannya.

Project Sunrise: Qantas Mulai Uji Coba Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia pada 2026

Perubahan Stasiun Andir: Berawal dari Rumah Sinyal, Hingga Stasiun Perhentian

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop 2) Bandung, stasiun ini memang masih belum beroperasi sepenuhnya. Rencana kedepan, stasiun ini bakal beroperasi sebagai naik dan turun penumpang Commuter Line karena telah tersedianya peron tinggi. Peron stasiun yang dibuat nyaman bagi para penumpang serta beberapa fasilitas lengkap yang nantinya bisa dipergunakan.

Ya, siapa tak kenal dengan Stasiun Andir yang berada antara petak Stasiun Ciroyom dengan Stasiun Cimindi ini. Stasiun ini terletak di Jalan Ciroyom Nomor 1, Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Menurut data dalam situs heritage.kai.id dan id.wikipedia.org, Stasiun Andir yang berada di ketinggian +730 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini termasuk stasiun kelas tiga atau stasiun kecil.

Menurut sejarah perkeretaapian pada jaman dahulu jauh sebelum Stasiun Ciroyom ada, Stasiun Andir berfungsi sebagai tempat pemberhentian baik kereta api lokal maupun Kereta Rel Diesel (KRD) kelas Ekonomi. Namun pada tahun 2008, KRD tersebut bisa berhenti lagi di Andir. Sayangnya, karena dirasai mengganggu perjalanan baik kereta api maupun kendaraan bermotor, kebijakan tersebut dicabut kembali dan semua kereta api berjalan langsung.

Saat ini, Stasiun Andir masih berfungsi sebagai rumah sinyal. Padahal, beberapa puluhan tahun sebelumnya, menurut sejarah Spoor en Tramwegen pada Januari 1939, menampilkan bahwa Stasiun Andir memang telah direncanakan sebagai stasiun untuk mengontrol persinyalan dan wesel saja.

Dilansir dari laman Bandung Bergerak, pada tahun 1884, ketika jalur kereta api Cianjur-Bandung dan Bandung-Cicalengka diresmikan, Andir bersama Bandung, Lembang, dan Balubur berstatus kecamatan di lingkungan Onderdistrik Bandung, Distrik Ujungberung-kulon, Kabupaten Bandung.

Status Andir sebagai kecamatan hanya berlaku hingga 1912, karena mulai 1913, kecamatan-kecamatan yang masuk ke Onderdistrik Bandung, Distrik Bandung, terdiri atasWest-Bandoeng, Oost-Bandoeng, Bojongloa, Cipaganti, dan Lembang.

Sumber informasi menyebut bahwa, pada 20 Februari 1899 Stopplaats Andir beroperasi sebagai perhentian kereta api lokal yang melayani jalur Bandung – Cimahi. Menurut Koran AID edisi 13 hingga 17 Februari 1899 memuat keputusan kepala eksploitasi jalur kereta api bagian barat (De Chef der Exploitatie) S. Schaafsma menyebutkan bahwa stopplaats Andir berada di kilometer 152 antara Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung. Beberapa kereta api yang berhenti bernomor 31, 32, 101, 18, 9, 104, 22, 11, 105, 106, dan 26 yang melayani jalur lokal Bandung-Cimahi.

Hingga pada 20 November 1899, diketahui bahwa ada 11 kali keberangkatan dari Bandung ke Cimahi dan sebaliknya. Kereta pertama yang berangkat dari Bandung pukul 05.40 dan kereta terakhirnya pukul 16.33, sementara dari Cimahi yang pertama berangkat pukul 06.45 dan yang terakhir pukul 17.50.

Dari ke-11 kali keberangkatan tersebut, tidak semua berhenti di Andir. Kereta pertama dari Bandung tidak berhenti, demikian pula kereta yang diberangkatkan pada pukul 11.57 dari Bandung. Sedangkan dari Cimahi, kereta yang tidak berhenti di Andir adalah untuk keberangkatan pada pukul 12.09.

Dari berbagai pustaka antara 1899 hingga 1947, ternyata statusnya tidak berubah. Andir tetaplah stopplaats, tidak sempat naik menjadi halte. Meski demikian, dalam rentang antara 1899 hingga 1935, Andir sempat menjadi perhentian berbagai kereta. Selain melayani rute Cimahi-Bandung atau sebaliknya, sejak tahun 1900 ada kereta lokal Bandung-Padalarang yang di antaranya berhenti di Andir.

Kini Andir telah berubah fungsi menjadi stasiun pemberhentian kereta api. Meski rumah persinyalan tetap aktif mengatur sinyal dan wesel, namun Stasiun Andir bakal diminati masyarakat agar lebih praktis menggunakan kereta api ke berbagai daerah di kawasan Bandung dan sekitarnya.

Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

Shinkansen Incar Australia: Jepang Bidik Proyek Kereta Cepat Sydney-Newcastle

0

Pemerintah Australia baru saja meluncurkan megaproyek kereta api cepat yang akan menghubungkan kota-kota besar di sepanjang pesisir timur. Kabar ini disambut antusias oleh para petinggi industri perkeretaapian Jepang yang berharap dapat mengekspor teknologi legendaris mereka, Shinkansen, ke Negeri Kanguru.

Proyek ambisius ini akan dimulai dengan tahap pertama yang menghubungkan Sydney dan Newcastle. Jalur sepanjang 190 kilometer ini diprediksi mampu memangkas waktu tempuh secara drastis, dari yang semula lebih dari dua jam menjadi hanya satu jam.

Tahap awal proyek ini diperkirakan menelan biaya sebesar 55 miliar dolar Australia (sekitar Rp560 triliun). Namun, ini barulah permulaan. Rencana jangka panjang pemerintah Australia adalah membangun jalur sepanjang 1.800 kilometer yang menghubungkan Brisbane hingga Melbourne.

Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu jaringan kereta cepat terpanjang di dunia, dan Jepang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menjadi mitra utamanya. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengonfirmasi bahwa perusahaan-perusahaan Jepang menunjukkan minat yang sangat besar untuk berperan dalam proyek ini.

Keunggulan Teknologi Shinkansen Jepang
Jepang memiliki modal kuat dalam persaingan ini. Berikut adalah beberapa poin utama yang ditawarkan oleh sektor perkeretaapian Jepang kepada Australia:

1. Rekor Keselamatan Sempurna: Shinkansen telah beroperasi selama lebih dari 60 tahun tanpa satu pun insiden besar yang mengakibatkan korban jiwa penumpang.

2. Pengalaman Operasional: Jepang memiliki jam terbang tinggi dalam mengelola sistem kereta api cepat yang padat dan tepat waktu.

3. Keberhasilan di India: Saat ini, Jepang sedang membantu India membangun jalur kereta cepat pertamanya menggunakan teknologi Shinkansen, yang menjadi bukti nyata ekspor teknologi mereka di kancah internasional.

4. Ketua International High-speed Rail Association, Shukuri Masafumi, menyatakan keyakinannya bahwa teknologi Jepang adalah pilihan terbaik bagi Australia. “Saya sangat berharap tim terbaik dari perusahaan-perusahaan Jepang dapat bekerja sama erat dengan mitra lokal Australia yang luar biasa,” ujarnya.

Jadwal Konstruksi
Meski rencana sudah matang, keputusan final pemerintah Australia masih ditunggu. Jika berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama (groundbreaking) ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2029.

Proyek ini diharapkan tidak hanya merevolusi mobilitas warga Australia, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama ekonomi dan teknologi antara Jepang dan Australia di kawasan Indo-Pasifik.

Jika Berkuasa, Partai Buruh Akan Buka Rute Kereta Berkecepatan Tinggi di Australia