Pesawat Tanker Airbus A330 MRTT Tiba di Jakarta, Bangkitkan Mimpi Konversi A330-200 Garuda Indonesia

Dua pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport) milik Angkatan Udara Perancis telah tiba di Lanud Halim Perdanaksuma, Jakarta, yakni dalam misi Pegasus 2022, bersama dengan kedatangan tiga unit jet tempur Rafale dan pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas. Yang menarik disini, tentu adalah sosok A330 MRTT, pasalnya momen ini menjadi kehadiran pesawat tanker tersebut pertama ke Indonesia. Dan yang perlu diketahui, sudah sejak lima tahun silam, A330 MRTT diproyksikan untuk memperkuat kebutuhan TNI AU, namun masih terkendala pendanaan.

Baca juga: Sulap Pesawat Komersial Jadi Pesawat Militer Jadi Cara Terbaik Selamatkan Maskapai?

Lepas dari hal di atas, A330 MRTT basisnya adalah pesawat angkut sipil reguler berbadan lebar, yaitu Airbus A330-200, yang notabene jenis pesawat itu juga diopersikan oleh maskapai plat merah kebanggaan nasional, Garuda Indonesia.

Menyandang predikat MRTT, peran jenis pesawat ini tak melulu untuk tugas operasi pengisian bahan bakar di udara. Dioperasikan oleh Inggris, Perancis, Spanyol, Uni Emirat Arab, Singapura, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Belanda, dan Kanada, kesemuanya mengoptimalkan fungsi MRTT sebagai angkut penumpang, angkut kargo, VVIP dan medical evacuation (medevac).

Terkait dengan akuisisi, pihak manufaktur Airbus Defence and Space (ADS) juga punya solusi dengan menawarkan konversi, dari A330-200 standar yang dioperasikan maskapai untuk menjadi A330 MRTT. Seperti Spanyol yang bergabung sebagai negara operator A330 MRTT, dimana ada tiga unit A330 MRTT yang diakuisisi Spanyol dan berasal dari konversi pesawat komersial sipil milik maskapai Iberia.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani Kementerian Pertahanan Spanyol, serah terima pesawat pertama yang dikonversi sepenuhnya dijadwalkan pada tahun 2023 dan unit ketiga dan terakhir pada tahun 2025. Kontrak mencakup dukungan terkait seperti suku cadang, peralatan pendukung darat, pelatihan, dan dukungan dalam layanan hingga akhir kontrak. Pesawat, yang diperoleh dari Iberia, akan diubah menjadi transportasi tanker militer di markas besar Airbus Spanyol di Getafe. Ini akan dilengkapi dengan sistem pengisian bahan bakar hose dan drogue yang canggih dan kit Evakuasi Medis khusus.

Model konversi pada A330 MRTT menjadi solusi pengadaan pesawat tanker. Sebelum ini, AU Australia (Royal Australian Air Force) juga mengakuisisi A330 MRTT/KC-30A dari armada A330-200 eks maskapai Qantas.

A330-200 MRTT memang punya kansnya cukup besar di Indonesia, mengingat pesawat dari platform yang sama telah digunakan oleh maskapai Garuda Indonesia, kelak elemen perawatan pesawat sedikit banyak dapat ditangani oleh pihak GMF Aeroasia. Selain itu, bukan tak mungkin bila nantinya stock A330-200 Garuda Indonesia dialihkan ke TNI AU untuk dikonfigurasi menjadi MRTT, seperti halnya telah dilakukan AU Australia yang sebagian armada KC-30A nya berasal dari eks Qantas. Sementara disisi lain Garuda Indonesia mulai mengoperasikan varian anyar – Airbus 330-900NEO.

Baja juga: McDonnell Douglas KC-10 Extender, Pesawat Pengisi Bahan Bakar yang Disulap dari DC-10 

Pengadaan pesawat tanker MRTT tak hanya menawarkan konsep pesawat tanker semata. Bila merujuk ke pakem yang ada, memang pesawat tanker yang eksis di dunia juga mengemban fungsi lain, seperti angkut penumpang dan kargo.

Sisi Lain Tragedi 11 September, Ribuan Penumpang dari Eropa Terdampar di Newfoundland

Tidak ada yang bisa melupakan betapa kelamnya tragedi 11 September 2001, dimana ‘sajian utama’ dari salah satu aksi terorisme terbesar di dunia ini adalah runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) yang ada di New York, Amerika Serikat. Tidak hanya WTC saja yang menjadi ‘sitting duck’ dalam insiden berdarah ini, tapi juga beberapa spot lain seperti Pentagon dan Washington D. C.

Baca Juga: Tragedi 11 September, Mengenang Momen Keberanian Penumpang Melawan Teroris di United Airlines Flight 93

Aksi teror yang bertubi-tubi dalam satu hari paling kelam dalam sejarah Negeri Paman Sam ini memaksa jalur udara di seantoro AS dilumpuhkan oleh FAA (Federal Aviation Administration) untuk sementara waktu, dan otomatis, semua penerbangan baik dari atau menuju Amerika dialihkan menuju bandara terdekat. Kekacauan di jalur udara ini juga ternyata menyelipkan satu cerita dari sudut pandang berbeda akan insiden Nine Eleven ini.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dfw.cbslocal.com (11/9), seorang pensiunan pilot yang dulu mengabdi kepada American Airlines, Beverley Bass kabarnya tengah melakukan perjalanan dari Paris menuju Bandara Internasional Dallas/Fort Worth. Di tengah perjalanan, Beverley mendapatkan NOTAM (Notice to Airmen) bahwa insiden 9/11 terjadi dan wilayah udara Amerika menjadi area dilarang terbang. Beverley langsung berkoordinasi dengan Air Traffic Control (ATC) terdekat dan memilih untuk melakukan pendaratan di Gander, Newfoundland – sebuah pulau kecil di Kanada yang dihuni oleh 9.400 jiwa.

“Sesampainya di bandara, kami semua masuk ke ruang terminal dan itulah momen pertama saya melihat makanan paling banyak seumur hidup saya,” ujar Beverley.

“Sekitar 7.000 pelancong yang ketakutan memenuhi ruang terminal, dan lama kelamaan mereka mengungsi ke gereja dan sekolah karena bangunan bandara sudah tidak mampu menampung mereka,” tandasnya.

Bisa dibilang, para penumpang yang terperangkap ini mau tidak mau bersosialisasi dengan warga sekitar – bahkan sampai mengingap di rumah-rumah warga di Newfoundland. Beverley mengenang bahwa satu rumah bisa dihuni oleh satu keluarga (pemilik rumah) dan 10 penumpang kurang lebih. Lebih menyesakkannya lagi, masing-masing dari mereka saling tidak berbicara satu sama lain, mengingat mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda.

Baca Juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan

Banyak dari mereka yang merasa sungkan dan tidak enak dengan pemilik rumah yang sudah ‘menghidupinya’ selama masa penampungan.

“Sejatinya mereka semua amatlah baik, dan saya ingin dunia mengetahui bahwa mereka (penduduk di Newfoundland) amatlah baik,” sambung Beverley.

Kendati dipenuhi oleh kesengsaraan dan perasaan tidak enak, namun Beverley menganggap ini sebagai pengalaman tak terlupakan yang sarat akan pembelajaran.

Ratu Elizabeth II Pilih Makanan Seharga Rp43.500 untuk Disantap dalam Penerbangan Jarak Jauh

Sebagai seorang ratu, makanan apa yang biasa di makan ketika dalam penerbangan dalam rangka tugas negara? Seorang mantan pilot Ratu Elizabeth II mengungkapkan makanan yang di makan oleh orang nomor satu di Inggris ini ketika dalam penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Era 40 dan 50-an, Jadi Masa Keemasan Sajian Makanan di Kabin Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk (11/9/2019), makanan sang ratu umumnya sudah dirancang dalam sajian kelas atas yang dimasak oleh koki terbaik dunia sepanjang tahun. Tetapi ternyata Ratu Elizabeth II justru memilih sesuatu yang sederhana untuk disantap dalam penerbangan.

Graham Laurie mantan pilot Ratu Elizabeth II (mirror.co.uk)

Graham Laurie mantan pilotRatu Elizabeth II mengungkapkan bahwa anggota keluara kerajaan menikmati pai dengan harga murah selama penerbangan di tahun 1990-an. Dia mengatakan, kue klasik Fray Bentos menjadi perubahan dari semua makanan mewah.

“Aku pikir itu perubahan yang sangat menyenangkan dari semua makanan mewah yang berasal dari kelas satu,” kata Laurie.

Laurie tidak mengungkapkan rasa pai favorite ratu, tetapi pai seharga 2,50 poundsterling (setara Rp43.500) populer dengan isian daging steak dan ginjal, daging sapi cincang dan bawang atau pilihan pai ayam dengan campuran daging menjadi pilihan.  Merek Fray Benton sendiri sudah ada sejak tahun 1865 silam.

Fray Bentos (mirror.co.uk)

Pai sendiri menjadi makanan pokok di rumah-rumah Inggris setelah Perang Dunia II. Bahkan saat ini pabrik Fray Bentos berlokasi di King’s Lynn di Norfolk dekat dengan rumah The Queen di Sandringham.

Ratu Elizabeth II saat mengunjungi retret Balmoral Skotlandia memerintahkan takeaway atau membawa makanan yang sama. Sebuah sumber kerajaan mengklaim bahwa setiap musim panas, ketika ratu ke Balmoral, dia selalu memesan dari toko-toko ikan dan keripik lokal secara khusus.

“Dia kadang-kadang memperlakukan dirinya sendiri dengan berbelanja ikan dan keripik ketika di Balmoral. Bahkan seorang pria dikirim untuk mendapatkannya dari kota lokal Ballater,” kata sumber tersebut.

Darren McGrady yang merupakan koki pribadi ratu mengatakan, bahwa dia tidak dapat digambarkan seorang penggila makanan seperti suaminya Pangeran Philip yang suka makan dan berbicara makanan sepanjang hari. Darren mengaku, Ratu Elizabeth II merupakan penggemar berat biskuit cokelat dan akan kembali sampai itu habis.

Baca juga: Setelah 175 Tahun, Ratu Inggris Kembali Menumpangi Kereta Api

Ketika dia bepergian Ratu Elizabeth II dikenal suka makan kue Dundee dan khusus tentang jenis air yang diminumnya. Ratu Elizabeth akan meminta air Malvern dibawa ke kabin untuk digunakan dalam tehnya.

7 Maskapai dengan Interior Paling Manjakan Mata Penumpang, Nomor 6 Berasa di Pantai

Selain eksterior atau livery, beberapa maskapai juga menampilkan desain futuristik sekaligus segar di pandang mata pada bagian interior, tak kalah dengan pemandangan eksotis di luar pesawat. Ada yang bermain dengan warna pada ambient light, kursi, hidangan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Stiker Vs Cat, Mana Lebih Baik untuk Livery Pesawat?

Dilansir dari matadornetwork.com, sedikitnya ada tujuh maskapai yang memiliki interior ciamik nan memanjakan mata. Berikut selengkapnya.

1. Eva Air

Eva Air dengan body bergambar Hello Kitty (Asian Fusion Magazine)

Hanya segelintir maskapai di dunia yang menggunakan livery karakter kartun, salah satunya Eva Air. Maskapai swasta asal Taiwan ini diketahui sejak tahun 2005 silam meluncurkan pesawat dengan karakter Hello Kitty.

Tak hanya di bagian eksterior (livery hello kitty), unsur hello kitty juga terdapat pada interiornya, tepatnya pada kru kabin yang menggunakan apron hello kitty sampai hidangan seperti telur, wortel, peralatan makan, headrest cover, menu, safety brochures, tisu toilet dan lainnya yang didekorasi karakter hello kitty.

2. Icelandair

Biasanya maskapai di dunia akan mengusung kearifan lokal negaranya masing-masing. Garuda Indonesia, misalnya, mengusung batik sebagai kearifan lokal yang ditonjolkan dalam interior. Begitu juga dengan Icelandair yang menonjolkan unsur Aurora pada interiornya.

Sebagai negara yang terletak di kawasan lingkar kutub utara, langit Islandia seringkali dihiasai oleh Aurora. Jika Aurora hanya bisa dilihat pada bulan-bulan tertentu, maka Aurora di interior Icelandair, baik yang berwarna hijau maupun biru, bisa dilihat kapan saja di langit-langit kabin oleh penumpang selama penerbangan malam hari.

3. Finnair

Finlandia tak hanya dikenal karena kualitas pendidikannya yang menempati posisi teratas, namun juga terkenal lewat rumah desain Marimekko. Sejak tahun 2012, Finnair memiliki dua armada, Airbus A350 “Kivet” dan Airbus A330 “Unikko” yang eksterior dan interiornya didesain atau dihadirkan oleh Marimekko.

Setahun setelahnya, maskapai nasional Finlandia itu seluruh armadanya sudah dilengkapi dengan tekstil dan peralatan makan Marimekko. Di kelas bisnis, penumpang disuguhi dengan selimut keren, bantal, porselen (teko teh), dan berbagai perlengkapan (sandal,tas jinjing dan lainnya. Ada juga cangkir kertas, serbet, mug dan kain.

4. Etihad Airways

Di antara dekorasi atau nuansa yang paling kentara terasa dibanding lainnya adalah nuansa Timur Tengah. Sebagai maskapai yang berasal dari sana, Etihad Airways sangat brilian dalam menghadirkan nuansa khas Timur Tengah di kabin pesawat, khususnya melalui armada Airbus A380.

Di pesawat superjumbo Etihad Airways setidaknya ada empat kelas kursi; Kelas Ekonomi, Kelas Bisnis, First Class, dan The Residence. Tiga dari empat kelas tersebut tentu tak terjangkau traveler kebanyakan mengingat kabin dipenuhi dengan berbagai kemewahan.

Ruang tamu, kamar tidur terpisah dengan tempat tidur double, dan kamar mandi dalam. Gelas minum sampanye yang dirancang oleh Vera Wang, dan seprei dari Pratesi Italia. Pelayan pribadi, sarapan yang diantar langsung ke tempat tidur, dan lainnya benar-benar membuat ini bukan hanya bernuansa Timur Tengah tetapi juga bak hotel terbang.

5. Brussels Airlines

Belgia memiliki salah satu karakter kartun yang cukup familiar di dunia, Smurf, dan ini cukup menjadi kebanggan tersendiri untuk Brussels Airlines. Baik interior maupun eksterior, maskapai nasional Belgia tersebut menampilkan nuansa Smurf yang sangat melekat pada lima armadanya.

6. Air Tahiti Nui

Maskapai Air Tahiti Nui. Foto: Sam Chui

Pada tahun 2019, maskapai Air Tahiti Nui memiliki desain interior dan eksterior yang sepenuhnya baru pada armada Boeing 787-9 Dreamliner. Desain tersebut sangat erat kaitannya dengan budaya Tahiti, pulau terbesar di Polinesia Perancis, seperti desain bunga tiare serta nuansa warna-warni khas pantai.

7. ANA

Maskapai All Nippon Airways (ANA) adalah salah satu maskapai yang pernah mengusung tema Star Wars. Baik interior maupun eksteriornya, penumpang akan disuguhi hal-hal berbau karakter fiksi hollywood tersebut di setidaknya empat armada maskapai.

Setelah 2 Tahun, Rolls-Royce Umumkan Nyerah Kembangkan Mesin Pesawat Supersonik Boom

Rolls-Royce akhirnya menyerah dalam mengembangkan mesin pesawat supersonik Overture atau pesawat supersonik Boom. Ini tentu menjadi pukulan telak bagi Boom Supersonic yang sejak tahun 2020 lalu berharap banyak pada perusahaan teknologi asal Inggris tersebut.

Baca juga: Tepat Janji, Prototipe Pesawat Supersonik Boom XB-1 Resmi Dipamerkan, 2021 Mulai Melesat

Dipilihnya Rolls-Royce oleh Boom Technology untuk mengembangkan mesin pesawat supersonik Boom Overture ketika itu dianggap sebagai pilihan tepat, mengingat perusahaan berpengalaman dalam mengembangkan mesin pesawat supersonik Concorde Olympus 593 50 tahun lalu.

“Kami memiliki minat yang kuat dalam penerbangan supersonik dan strategi keberlanjutan untuk penerbangan dengan Boom. Kami sekarang membangun pengalaman berharga kami di ruang ini dan kerja sama kami sebelumnya untuk lebih mencocokkan dan menyempurnakan teknologi mesin kami untuk Boom’s Overture,” kata Direktur Strategi Rolls-Royce – Aerospace Sipil, Simon Carlisle.

“Kami telah menyelesaikan kontrak kami dengan Boom dan menyampaikan berbagai studi teknik untuk program Overture supersonik mereka,” lanjutnya.

“Setelah mempertimbangkan dengan cermat, Rolls-Royce telah menentukan bahwa pasar supersonik penerbangan komersial saat ini tidak menjadi prioritas bagi kami dan, oleh karena itu, tidak akan melanjutkan pekerjaan lebih lanjut pada program tersebut saat ini. Senang bekerja dengan tim Boom. dan kami berharap mereka selalu sukses di masa depan,” tambahnya, seperti dikutip dari Aviation International News.

Usai mundurnya Rolls-Royce dari program pengembangan mesin pesawat supersonik Overture, Boom harus bergerak cepat dalam menemukan perusahaan pengganti dalam pengembangan tersebut.

Bila tidak, target penerbangan pertama pesawat supersonik Boom Overture pada tahun 2026 dan beroperasi secara komersial mengangkut penumpang pada tahun 2029 bisa meleset, sesuatu yang tentu saja tak disukai maskapai yang telah menggelontorkan kocek besar dalam program Overture.

Japan Airlines pada tahun 2017 diketahui telah memesan 20 pesawat supersonik Boom Overture seharga USD 200 juta atau nyaris menyentuh Rp3 triliun (kurs 14.700). Maskapai Jepang itu mengaku sangat yakin dengan proyek tersebut.

Seiring waktu, Virgin Group pun turut memesan. Diikuti United Airlines dengan pesanan 15 pesawat dan opsi penambahan pesanan sebesar 35 pesawat. Sampai saat ini, totalnya telah mencapai 130 unit pesanan pesawat supersonik Boom Overture yang uang pembayaran DP-nya tidak dapat dikembalikan.

Pesawat supersonik Boom Overture dirancang untuk menampung antara 55 hingga 75 orang, dengan kecepatan rata-rata Mach-2.2 (sedikit di atas kemampuan pesawat supersonik Concorde dikisaran Mach 2.04 atau di bawah konsep pesawat supersonik Virgin Galactic dikisaran Mach 3), ketinggian jelajah di 60 ribu kaki, dan jangkauan terbang 7.866 km. Ini membuat perjalanan dari New York ke London hanya memakan waktu selama tiga jam 15 menit.

Namun, dalam desain terbaru yang ditampilkan Boom di gelaran Farnborough Airshow, desain pesawat berubah menjadi empat mesin. Kecepatannya juga turun menjadi Mach 1,7.

Pesawat supersonik Boom Overture dirancang dengan teknologi pengurangan kebisingan terbaru. Kecepatan supersonik hanya akan digunakan saat terbang di atas lautan untuk memastikan bahwa area berpenduduk tidak terpengaruh oleh sonic boom.

Baca juga: Dua Terobosan Ini Bisa Pangkas Waktu Tempuh Penerbangan Jadi Setengahnya, Apa Saja?

Bagi Anda yang ingin menikmati kenyamanan naik pesawat ini, siap-siap merogoh kocek sebesar 5.000 dollar AS atau sekitar Rp66,1 juta untuk sekali terbang. Biaya perkiraan ini hampir sama dengan harga tiket rata-rata penerbangan kelas bisnis.

Boom bukan satu-satunya perusahaan yang berusaha mengembalikan penerbangan supersonik. Aerion Corporation saat ini sedang mengembangkan pesawat supersonik komersial AS2 di kantor pusatnya di Reno, Nevada. Pesawat ini dapat menampung hingga 12 penumpang.

In Memoriam Ratu Elizabeth II: Kerap Terbang Pakai Pesawat Maskapai Komersial-Jatuh Cinta dengan Concorde

Ratu Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II, meninggal dunia, Kamis (8/9/2022 pada usai 96 tahun setelah mengemban tugas selama 70 tahun tujuh bulan satu hari. Sebagai seorang ratu atau kepala negara kerajaan Inggris, tentu saja ia memiliki segala hal, termasuk dalam kaitannya dalam bepergian.

Baca juga: Mulai 27 Januari 2022, Inggris Larang Pesawat Melintas di Atas Kediaman Ratu Elizabeth

Kerajaan Inggris setidaknya memiliki tiga pesawat dan empat helikopter untuk mendukung aktivitas Ratu Elizabeth II. Namun, dengan kerendahan hatinya, ia lebih sering bepergian menggunakan pesawat komersial, bergabung dengan penumpang lainnya. Ini sudah jauh menabrak tradisi ratu/raja sebelumnya.

Keinginan sang ratu untuk benar-benar duduk bersebelahan dengan penumpang lainnya di kabin kelas ekonomi tak bisa diwujudkan karena kekhawatiran staf kerjaaan terhadap keselamatannya.

Dilansir Simple Flying, Putri Elizabeth (ketika itu belum menjadi ratu) mulai naik pesawat maskapai komersial pada 31 Januari 1952. Ketika itu, pesawat Argonaut (Douglas DC-4 yang ditingkatkan) British Overseas Airways Corporation (BOAC) membawanya ke Kenya bersama sang suami Pangeran Philip untuk berlibur.

Ketika itu ayahnya, Raja George VI, tidak ikut berlibur karena sedang sakit. Adapun Putri Elizabeth memaksakan tetap berlibur karena itu adalah rencana yang sudah dibuat sejak lama.

Namun, ternyata, itu keputusan yang kurang tepat. Saat memasuki hari keenam liburan di Kenya atau tepatnya pada 6 Februari, tersiar kabar bahwa Raja George VI meninggal. Keduanya pun kembali dan lagi-lagi menggunakan pesawat komersial DC-3 maskapai East African Airways.

Sepeninggal Raja George VI, Ratu Elizabeth II pun melanjutkan tongkat estafet memimpin kerajaan Inggris. Di masa-masa awal bertugas sebagai ratu, ia masih mengikuti kebiasaan pemimpin sebelumnya, bepergian menggunakan pesawat pribadi keluarga kerajaan. Seperti kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1957, Nepal pada tahun 1961, dan seterusnya sampai pesawat supersonik Concorde beroperasi.

Concorde diketahui terbang perdana pada 2 Maret 1969. Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada 21 Januari 1976, pesawat supersonik Concorde terbang berjadwal untuk pertama kali untuk rute Paris – Rio de Janeiro oleh Air France dan rute London – Bahrain oleh British Airways. Penerbangan supersonik Concorde pun menjadi sangat familiar dan menarik banyak penumpang, termasuk Ratu Elizabeth II.

Setahun setelah penerbangan berjadwal pertama, Ratu Elizabeth II untuk pertama kalinya terbang dengan Concorde British Airways (registrasi G-BOAE) dari London ke Barbados. Tentu saja ini bukan rute berjadwal dan menjadi pendaratan pertama Concorde di negara persemakmuran Inggris itu.

Penerbangan perdana Concorde rupanya memiliki kesan sangat baik dan membuat sang ratu ingin terbang lagi dengannya di kesempatan lain. Tercatat ada lima penerbangan lain Ratu Elizabeth dengan Concorde; tahun 1979 ke Kuwait, Timur Tengah tahun 1984, Barbados tahun 1987 dan 2003, serta AS tahun 1991.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Pilih Makanan Seharga Rp43.500 untuk Disantap dalam Penerbangan Jarak Jauh

Selain Concorde British Airways, Ratu Elizabeth II juga beberapa kali kerap terbang komersial bersama Boeing 707, Boeing 747, dan Boeing 777 Qantas ke Australia serta maskapai Air New Zealand saat kunjungan ke Selandia Baru.

Di pesawat Boeing 747-400 Air New Zealand pada tahun 1995, Ratu Elizabeth II duduk di kursi kelas bisnis dan area itu disterilkan maskapai serta dijaga dan dilayani oleh tiga kru kabin dan 26 staf kerajaan. Sementara itu, 384 penumpang di kabin kelas ekonomi mendapat penjagaan super ketat namun juga diberikan secarik kertas untuk merayakan penerbangan komersial tidak biasa itu.

Siap-siap, Beli Tiket KA Jatiluhur dan Walahar akan Dilakukan Secara Online

Menggunakan KA Lokal seperti di jalur Cikarang – Cikampek/Purwakarta memang sangat diminati masyarakat sekitar jalur tersebut. Selain waktu tempuh yang relatif cepat meskipun berhenti ditiap stasiun, harga tiketnya pun relatif lebih murah yaitu mulai dari harga Rp3.000 – Rp4.000 saja. Namanya juga sarana kereta lokal, rangkaian ini selalu mengalah jika berpapasan atau jarak yang dekat dengan kereta api jarak jauh yang perjalanannya tidak semua berhenti di stasiun kecil. Mau tidak mau, kereta lokal harus mengalah dengan adanya penyusulan di stasiun tertentu yang harus dilakukan.

Baca juga: Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

Mayoritas penumpang jika menggunakan kereta lokal ini biasanya masih setia mengantre di stasiun keberangkatan mereka. Tak peduli jika kehabisan tiket saat perjalanan siang, mereka bisa menggunakan jadwal waktu pemberangkatan berikutnya. Dengan mengantre di loket, penumpang beranggapan lebih praktis untuk mendapatkan tiket, karena cukup hanya membayar di loket stasiun dan langsung mendapatkan tiket.

Namun ada informasi yang sangat penting khususnya bagi masyarakat setia pengguna KA Jatiluhur/Walahar untuk rute Cikarang – Cikampek/Purwakarta pp. Informasi tersebut mengenai pembelian tiket saat menggunakan KA lokal tersebut. Ya, karena mulai 1 Oktober 2022 nanti pembelian tiket tidak melalui loket, namun melalui aplikasi online seperti KAI Access. Pengunguman tersebut terpasang di Stasiun Cikarang bertuliskan “Pembelian dan pemesanan tiket KA Lokal Walahar dan KA Lokal Jatiluhur di Stasiun Lemahabang, Stasiun Kedunggedeh, Stasiun Klari, Stasiun Kosambi, dan Stasiun Dawuan Mulai 1 Oktober 2022 hanya dilayani melalui aplikasi KAI Access. Pemesanan tiket bisa dilakukan mulai 7 hari sebelum keberangkatan.

Baca juga: Jangan Sampai Tertinggal, Ini jadwal Kereta Api Lokal Cikarang Sesuai dengan Jadwal KRL Jabodetabek

Belum ada kabar lanjut apakah beberapa stasiun yang disebutkan jika pembelian melalui aplikasi online tersebut loket akan ditutup atau tetap dibuka. Informasi tersebut terpasang memang sudah dilakukan awal September ini. Dan PT Kereta Api Indonesia berharap masyarakat yang setia menggunakan KA lokal tersebut dan naik di stasiun yang disebutkan tadi sudah bisa memesan tiket KA lokal dengan aplikasi online. Selain pembelian tiket, masyarakat juga bisa melihat jadwal keberangkatan KA lokal terlebih dahulu melalui KAI Access yang terbukti update. Pemesanan tiket KA lokal melalui aplikasi online dengan bebas tempat duduk. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Stasiun Slawi, Kembali Hidup Setelah Melayani Kereta Api Kaligung

Bagi kalian yang pernah naik KA Joglosemarkerto maupun KA Kamandaka, tentu tahu dengan stasiun yang satu ini. Ya, stasiun yang satu – satunya berada dijalur tengah antara Stasiun Tegal dengan Stasiun Prupuk merupakan stasiun yang sudah mulai aktif sejak saat melayani KA Kaligung. Stasiun Slawi berlokasi di Jaln Kemiri No. RT 03/02 Kecamatan Slawi, Tegal ini dahulu sempat sama sekali tidak melayani angkutan penumpang. Karena jalur ini biasa dilewati rangkaian kereta api angkutan BBM dengan rute Maos – Purwokerto – Prupuk – Slawi – Tegal – Larangan.

Baca juga: Singkatan Nama Kereta Api Berasal dari Nama Kota, Apa Saja, ya?

Stasiun Slawi berada di ketinggian + 38 m dpl merupakan stasiun yang sempat disinggahi hanya satu rangkaian kereta saja, yaitu KA Kaligung dengan rute Semarang Poncol – Tegal – Slawi pp. Dahulu KA Kaligung masih menggunakan tenaga mesin berupa Diesel Hidrolik yang mampu membawa penumpang setiap harinya. Namun kini KA Kaligung hanya melayani Semaran Poncol – Tegal – Brebes – Cirebon Prujakan pp. yang terdiri dari kelas eksekutif dan ekonomi premium.

Stasiun yang sudah menggunakan persinyalan elektrik ini memiliki 3 jalur yang tersedia, jalur yang sering digunakan atau jalur raya adalah pada jalur 2. Lalu untuk jalur 1 dan 3 hanya keadaan darurat saja ataupun untuk kereta api yang mendapat giliran pergantian jalur. Maklum saja, jalur antara Tegal – Slawi – Prupuk baru memiliki satu jalur, mengingat kereta api yang melintas hanya sedikit.

Baca juga: Vakum 5 Tahun, Stasiun Prupuk Kembali Melayani Kereta Api Penumpang

Stasiun Slawi pun sudah bisa melayani pemesanan tiket online untuk perjalanan kereta api dengan rute yang diinginkan. Hingga kini Stasiun Slawi masih tetap diminati masyarakat warga Slawi dan sekitarnya, mengingat Slawi merupakan daerah yang dekat dengan wilayah objek Wisata Pemandian Air Panas Guci dan rute pendakian Gunung Slamet, Jawa Tengah. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Kebijakan Unik Ratu Victoria Saat Naik Kereta Kerajaan, Diantaranya Menolak ada Toilet di Gerbong

Kereta kerajaan sudah barang tentu identik dengan kemewahan, namun standar kemewahan untuk kaum berdarah biru punya perbedaan di setiap monarki. Kilas balik ke era Ratu Victoria (1819 – 1901) yang berkuasa di Tanah Britania, perlakuannya pada kereta kerajaan punya ciri khas tersendiri, yang boleh dibilang menjadi kisah yang menarik dicermati.

Baca juga: Kebakaran Melanda Stasiun Kereta Cepat Haramain Express Arab Saudi

Ini tidak hanya karena semua perjalanan resmi keluarga kerajaan dibayar oleh Sovereign Grant yang merupakan hibah dari dana pembayaran pajak yang diberikan Ratu setiap tahun. KabarPenumpang.com merangkum townandcountrymag.com (16/11/2020), disebutkan bahwa Ratu Victoria menjadi bangsawan pertama yang naik kereta tahun 1842 silam.

Ratu Victoria awalnya tidak antusias dengan ide kereta kerajaan, namun atas desakan Pangeran Albert yang merupakan suaminya, pada usia 23 tahun akhirnya Ia setuju untuk mencoba. Dia bepergian dengan kereta api dari Slough ke Paddington.

“Kereta Kerajaan sangat penting bagi pemerintahan Ratu Victoria. Dia melihat keliling negara sebagai tugasnya, sedangkan para raja tidak selalu berpikir seperti itu sebelumnya. Mereka sangat senang duduk di istana mereka dan tidak benar-benar pergi tur,” jelas sejarawan kerajaan Kate Williams.

Ratu Victoria memiliki sikap yang sangat berbeda, dimana Ia merasa punya tanggung jawab tugasnya untuk berkeliling Inggris sebanyak yang dia bisa, sehingga adanya Kereta Kerajaan membuatnya lebih mudah baginya. Sang ratu jelas-jelas mengambil kenyamanan,  satu set gerbong pribadi pun dibuatnya pada tahun 1869.

Untuk gerbong ini, menghabiskan dana £700, yang uniknya berasal dari uangnya sendiri, gerbong-gerbong itu dicat dengan cat emas 23 karat dan dihiasi dengan sutra dan satin. Selama bertahun-tahun, itu juga ditingkatkan dengan teknologi modern mutakhir seperti penerangan listrik pada tahun 1890-an.

Uniknya Ratu Victoria tidak menginginkan adanya toilet di dalam kereta dan lebih memilih menghentikan kereta agar bisa beristirahat setiap beberapa jam di toilet atau kamar mandi stasiun. Bahkan tahun 1866 sebuah stasiun kereta api bahkan dibangun di desa Ballater sehingga Ratu dapat menggunakan kereta tersebut untuk melakukan perjalanan lebih mudah ke Balmoral, tempat liburan kerajaan favorit sejak lama.

Kereta kerajaan dulunya adalah rahasia negara hingga tahun 1946 dan keberadaannya dijaga dengan hati-hati. Selama Perang Dunia I, Raja George V, kakek Ratu Elizabeth II, menggunakannya tidak hanya untuk bepergian ke seluruh negeri tetapi juga sebagai penginapan, karena dia merasa tidak pantas meminta rakyatnya untuk mengatur akomodasi untuknya selama masa-masa kekurangan sumber daya itu.

Meski terungkap ke publik, detail dari setiap perjalanan kereta kerajaan dijaga dan staf pun tidak mengetahui bangsawan yang akan bepergian bersama mereka. Tahun 1977, kereta kerejaan terbaru dipersembahkan kepada Ratu Elizabeth. Kereta ini memiliki perlindungan untuk bertahan dari tembakan senapan mesin, roket, dan bom.

Ratu Victoria menolak makan saat di kereta maka, tetapi Raja Edward VIII bersikeras bahwa semua protein yang disajikan di kereta harus diburu atau ditangkap dari propertinya sendiri. Pangeran Charles tidak terlalu menuntut, hanya mensyaratkan bahwa produk yang disajikan di gerbong makan 12 set kereta bersumber secara lokal dan disajikan dengan monogram porselennya sendiri.

Baca juga: Terbang dari Jepang ke Inggris, Pangeran Harry Kepergok Duduk di Kelas Ekonomi

Dalam perjalanannya pun, kereta ini tidak akan melaju dalam kecepatan yang sangat tinggi. Ratu Victoria menetapkan batasan yang ketat tentang seberapa cepat dia mengizinkan Kereta Kerajaan untuk bepergian 40 mph atau 64,3 km per jam pada siang hari dan 30 mph atau 48 km per jam pada malam hari.

Taksi di Tajikistan Pasang Tanda Larangan “Bermesraan”

Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengungkapkan rasa sayang terhadap seseorang, mulai dari bergandengan tangan, berpelukan, hingga berciuman. Namun khusus untuk dua poin terakhir, tentu saja tindakan ini tidak bisa kita lakukan dimana saja – mengingat masih ada ‘norma’ kesopanan di Indonesia.

Baca Juga: Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik?

Nah, kali ini pemberitaan seputar topik di atas yang datang dari Tajikistan, dimana sejumlah pengemudi taksi yang beroperasi di Ibukotanya, Dushanbe memasang larangan  memamerkan tanda-tanda kasih sayang yang diperuntukkan bagi penumpang. Biasanya, Anda akan melihat tanda-tanda dilarang merokok, dilarang makan dan minum di kendaraan, dan mendengarkan musik dalam volume yang keras, namun di Dushanbe, Anda akan melihat satu tanda tambahan,yaitu dilarang mengekspresikan rasa kasih sayang.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (8/9), sebuah radio di Tajikistan, Ozodi Tajik mengatakan bahwa larangan semacam ini baru diberlakukan oleh kurang lebih 10 persen taksi di Dushanbe – namun bukan tidak mungkin apabila angka ini akan terus bertambah seiring perkembangan jaman.

Namun hadirnya regulasi semacam ini tidak melulu disambut baik oleh warga Dushanbe, mengingat bagaimana jadinya jika yang bermesraan itu adalah sepasang suami istri yang sudah sah secara agama dan negara? Apakah masih dilarang? Atau apakah pasangan suami istri ini harus terus-terusan membawa buku nikah untuk menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan yang sah? Tentu saja tidak, bukan? Ya, regulasi semacam ini dinilai mengekang kebebasan pribadi seseorang.

“Setidaknya semua orang harus tahu dan paham tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam taksi – semuanya harus saling menghormati, terutama ketika di depan umum,” ujar salah seorang penduduk Dushanbe, Shahlo Fayziyeva.

Sementara pendapat berbeda dituangkan oleh pengemudi taksi yang memasang larangan dilarang mengekspresikan tanda cinta kepada pasangan, dimana ia mengatakan, “Ini bukan Eropa. Perilaku seperti itu tidak cocok untuk orang-orang kita,” ujarnya.

Baca Juga: Bingung Menentukan Tips Untuk Pengemudi Taksi? Simak Artikel Ini!

Menanggapi selisih pendapat yang terjadi di masyarakat, Sodiqjon Zarifi selaku pemilik perusahaan taksi Saboh di Dushanbe mengatakan, “dari 100 pengemudi kami, hanya dua atau tiga yang memasang tanda-tanda ini, dan perusahaan kami tidak memiliki rencana untuk membuat kebijakan khusus.”