Jungfraujoch, Stasiun Tertinggi di Eropa yang Sajikan ‘Lukisan’

Bagaimana rasanya jika Anda yang baru saja mengakhiri perjalanan dengan menggunakan kereta dan turun di sebuah stasiun yang berada di ketinggian lebih dari 3.000 mdpl (meter diatas permukaan laut)? Sebuah stasiun yang tingginya hampir menyamai ketinggian dari puncak tertinggi di Jawa, Mahameru (3.676 mdpl).

Baca Juga: Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?

Tentu perbedaan suhu udara yang ekstrem akan mempengaruhi tubuh Anda setibanya di stasiun ini. Tapi tunggu dulu, jangan kira stasiun ini hanyalah sekedar imajinasi semata. Faktanya, ada sebuah stasiun di Swiss yang bertengger di atas ketinggian 3.454 mdpl! Ya, selamat datang di Stasiun Jungfraujoch!

Lansiran KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, karena ketinggiannya yang bisa dibilang tidak wajar, stasiun yang menjadi salah satu bagian dari Jungfraubahn Line ini dinobatkan sebagai stasiun kereta tertinggi di Eropa. Sedangkan untuk predikat stasiun tertinggi di dunia hingga saat ini masih dipegang oleh Stasiun Tanggula, Cina dengan ketinggian 5.072 mdpl.

Ice Museum. Sumber: pinterest

Stasiun ini sendiri terletak di antara puncak Mönch dan pegunungan Jungfrau di pusat kota Swiss yang menawarkan pemandangan spektakuler di atas gletser. Dari sini, pemandangan yang disuguhkan adalah hamparan pegunungan yang diselimuti oleh salju khas Swiss. Diketahui, lebih dari setengah juta penumpang per tahun datang ke Stasiun Jungfraujoch.

Selain dapat menikmati pemandangan, wisatawan yang datang ke tempat ini juga dapat mengunjungi Ice Museum. Tempat ini berupa serangkaian terowongan dan kamar yang diukir dari gletser dan dipenuhi hiasan patung es. Jika Anda tertarik untuk mengetahui sejarah dari Stasiun Jungfraujoch, Anda bisa menyambangi terowongan Alpine Sensation yang menawarkan beragam informasi historikal.

Alpine Sensation. Sumber: youtube

Tidak hanya menyandang gelar sebagai stasiun tertinggi di Eropa, Stasiun Jungfraujoch juga bisa dibilang merupakan salah satu stasiun tertua di Benua Biru. Bagaimana tidak, stasiun ini mulai dibuka untuk umum pada 1 Agustus 1912, lebih dari 100 tahun yang lalu! Tidak berhenti sampai di situ, pembangunan stasiun ini pun tergolong sangat cepat, karena pembangunannya sendiri baru dimulai pada 21 Februari 1912.

Stasiun ini dilayani oleh kereta api Jungfrau, yang beroperasi dari Kleine Scheidegg, di mana mereka saling terhubung dengan layanan dari Interlaken, Lauterbrunnen, Wengen dan Grindelwald melalui jalur Bernese Oberland dan jalur Wengernalp.

Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menikmati suguhan Mahakarya Sang Pencipta dari stasiun tertinggi di Dataran Eropa ini? Sedikit informasi, layanan yang dioperatori oleh Jungfraubahn ini melakukan perjalanan dengan interval keberangkatan dua jam sekali.

Ada Iklan Tak Lazim di Stasiun Bawah Tanah Tokyo, Ditujukan untuk Pelajar yang Akan Ujian

Setiap papan iklan umumnya dirancang agar mudah dilihat oleh orang banyak, namun ada yang berbeda dari papan iklan elektronik di stasiun bawah tanah Tokyo. Persisnya di Stasiun Shibuya dan Ikebukuro, dua stasiun kereta tersibuk di Jepang, terdapat papan iklan iklan unik, disebut unik lantaran ‘isi’ dari iklan tersebut tidak dapat dilihat oleh sembarang orang.

Baca juga: Keunikan Papan Nama Stasiun Kereta dari Masa ke Masa

Dikutip dari Soranews24.com, disebut tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, lantaran konten iklan hanya dapat ‘dilihat’ oleh pelajar, itu pun tak sembarang pelajar. Iklan dari minuman energi Jepang Zone Energy, sekilas terlihat hanya kumpulan bercak putih, merah muda, dan magenta yang tampak campur aduk.

Tapi jangan keliru, meski nampak berisi konten tidak jelas, namun, iklan tersebut dapat dilihat oleh pelajar yang berstatus menjelang ujian. Kabarnya, para siswa berdesakan untuk bisa melihat iklan ini. Nah, mengapa demikian?

Rupanya iklan bercorak campur aduk itu berisi pesan ‘misteri’ yang memancing siswa untuk memecahkan misteri tersebut.

Sepintas, iklan memang tampak seperti kesalahan pencetakan atau perenderan. Namun, ada pesan-pesan yang tersembunyi di dalam kumpulan bercak putih, merah muda, dan magenta yang tampak campur aduk. Cara untuk melihat isi iklan itu dengan melihatnya menggunakan sepotong plastik merah tembus pandang.

Tapi siapa yang berkeliling kota membawa barang semacam itu? Jawannya adalah pelajar. Di Jepang, buku teks tambahan dan alat bantu belajar umumnya memiliki solusi untuk latihan mereka yang dicetak sedemikian rupa sehingga tidak dapat dilihat kecuali jika dilihat melalui plastik berwarna merah.

Baca juga: Layar Informasi di Stasiun Kini Jadi Obyek Iklan Komersial 

Siswa sekolah menengah kemungkinan besar akan memiliki sepotong plastik merah pada mereka saat ini, karena Tes Umum untuk Penerimaan Universitas, ujian masuk bersama yang digunakan oleh banyak universitas, akan segera tiba pada pertengahan Januari 2023. Jadi untuk memberikan dorongan ekstra kepada peserta ujian selama ujian pra-tes terakhir mereka, iklan khusus untuk siswa memiliki pesan seperti:

“Kepada semua orang yang belajar dengan kain merah di kereta, kami yakin Anda akan berhasil.”

“Sedikit demi sedikit, Anda membuka potensi Anda.”

“Semoga beruntung bagi semua orang yang bisa membaca ini.”

Ini Dia, Para Pekerja Ground Support System di Bandara

Setiap kali pesawat mendarat, menurunkan, mengambil penumpang, dan kemudian tinggal landas, pastinya membutuhkan keterlibatan dari banyak pihak, termasuk Ground Support System. Tanpa keterlibatan mereka, mustahil pesawat dapat disiapkan untuk dapat menjalani penerbangan dengan aman. Kesiapan air bersih, mengecek kondisi air conditioner, sampai dukungan bahan bakar, kesemuanya menjadi rentetan peran sebagai pihak-pihak yang mendukung beroperasinya penerbangan komersial.

Baca juga: Seringkali ‘Ghaib’, Mungkinkah Bagasi Pertama di Baggage Carousel cuma Buat Testing?

Mungkin Anda pernah melihat seorang petugas dengan memegang double lamp stick di tangan untuk memberikan tanda bagi pesawat atau petugas yang tiba-tiba menghampiri pesawat dan mengecek dari ban hingga dalam pesawat, tapi masih bingung apa tugas mereka? Meraka adalah petugas parkir di bandara alias petugas parkir pesawat saat akan take off ataupun landing dan teknisi khusus pesawat. Berikut ini adalah penjelasan tentang pekerjaan pada bagian ground support yang ada di bandara.

1. Aircraft Maintenance Engineer (AME)
AME bertugas untuk menjaga status airworthines (kebaikan terbang) dari sebuah pesawat terbang yang biasanya dilakukan sebelum pesawat siap dan bisa beroperasi (terbang). Biasanya AME akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi pesawat laik untuk terbang. Bila ada masalah di pesawat terbang, AME akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Para AME bekerja berdasarkan dokumen resmi atau approved manual dan semua yang dikerjakan akan tercatat pada sebuah buku catatan khusus mengenai kondisi pesawat yang dinamakan aircraft maintenance log book.

Youtube.com
Youtube.com

2. Flight Operation Officer (FOO)
Biasa FOO dikenal sebagai The Captain on Ground atau pilot darat. Mereka yang menjabat sebagai FOO haruslah personel yang berlisensi mengoperasikan pesawat terutama penerbangan yang berjadwal dan mengatur penerbangan dari darat. FOO ini berbeda dengan penerbang (pilot). FOO tidaklah mengemudikan pesawat terbang tetapi seorang yang bertugas sebagai FOO haruslah mengetahui dasar-dasar penerbangan yang juga dipelajari oleh penerbang atau pilot.

Tugas FOO adalah membuat suatu rencana penerbangan atau pre-flight planning. FOO juga yang menentukan pesawat delay atau tidaknya dan dispatch release (melepas sebuah pesawat untuk menjalankan penerbangan).

www.un.org
www.un.org

3. Marshaller
Ini yang dikatakan seorang petugas parkir pesawat di landasan pacu hanya saja namanya marshaller. Marshaller lah yang memberikan komando kepada pilot pesawat terbang untuk memarkirkan burung besi raksasa tersebut ketika mendarat pada landasan pacu. Seorang marshaller harus benar dan tepat saat memberikan tanda atau komando kepada pilot. Sebab untuk memarkirkan pesawat terbang yang memiliki ukuran besar harus berhati-hati dan tidak boleh lengah sedikitpun.

Meskipun hanya seorang tukang parkir pesawat terbang, tetapi untuk menjadi marshaller harus memiliki pendidikan khusus dan biasanya lama pendidikan satu tahun.

Baca juga: Inilah Marshaller, Tukang Parkir Pesawat Bergaji Rp1 Miliar

4. Ground Handling
Biasanya bertugas pada penanganan pada barang di darat. danditangani oleh ground staff baik saat keberangkatan dan kedatangan pesawat, dimana masalah pengangkutan barang di titik beratkan pada petugas di ground handling ini.

Ahram-Weekly
Ahram-Weekly

5. Ground Refuelling
Pengisian bahan bakar, biasanya para petugas pengisian bahan bakar ini bekerja di darat untuk pesawat penumpang biasa dan harus di dampingi oleh seorang FOO karena tidak sembarang untuk mengisi bahan bakar sebab ini juga berpengaruh pada keseimbangan pesawat.

IN2-Innovation
IN2-Innovation

Saat Pesawat Menjalani C-check, Berapa Tenaga Kerja yang Dilibatkan?

Setiap pesawat pada waktunya akan menjalani tahapan perawatan berat (heavy maintenance) secara berkala setelah melewati batasan parameter yang ditentukan. Nah, istilah perawatan besar pada pesawat disebut sebagai C-check. Lantaran disebut perawatan berat, menjadi menarik untuk diketahui, seperti berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan C-check?

Baca juga: Bagaimana Perawatan Mesin Pesawat Dilakukan? Ini Jawabannya

C-check adalah perawatan berat yang dilakukan pada pesawat secara periodik selama masa operasionalnya. Dikutip dari Simpleflying.com, rata-rata pesawat narrow body melakukan C-check per dua hingga tiga tahun, 10.000 jam terbang, atau 5.000 siklus penerbangan. Sementara pesawat berbadan lebar (wide body) dapat melakukan C-Check setiap 8.000 jam terbang atau setelah melewati 3.000 kali siklus penerbangan.

C-check pertama di fasilitas perawatan membutuhkan sekitar 1.000-2.000 jam kerja. Tentu saja itu bergantung pada ruang lingkup dan kerumitan dari rencana pemeliharaan, beberapa C-check dapat memakan waktu hingga 6.000 jam kerja. Dengan kondisi tersebut, biasanya pesawat tidak beroperasi hingga empat minggu, dan untuk itu pihak operator akan menghabiskan beberapa juta dolar untuk biaya C-check.

Untuk setiap C-check, tim perawatan dibentuk untuk setiap bagian, yang biasanya terdiri dari Aircraft Maintenance Mechanics (AMM), Aircraft Maintenance Engineers (AME), Quality Inspectors dan Project Managers.

C-check yang ekstensif juga mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen penahan beban pesawat. Struktur badan pesawat, sayap, dan tiang mesin diperiksa untuk keausan dan tekanan. Dengan banyak siklus tekanan di bawah sabuk, elemen struktural lebih rentan terhadap kelelahan logam.

Baca juga: Menakar Kesalahan Prosedur Perawatan Pesawat Nahas Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182

Dengan beberapa tim yang mengerjakan bagian eksterior dan interior pesawat yang berbeda, maka diperlukan tenaga kerja yang terdiri dari hampir 40 orang yang bekerja penuh waktu (fulltime).

Nah, berapa banyak jumlah tenaga kerja atau teknisi yang mengerjakan C-check? Maka jawabannya bergantung pada ruang lingkup pekerjaannya, C-check mungkin memerlukan tenaga kerja hampir 50 orang untuk pesawat narrow body.

Flydubai Tambah Rute ke Rusia, St. Petersburg – Dubai Mulai 20 Januari 2023

Bagi warga Rusia, kehadiran maskapai Flydubai adalah angin segar di tengah hengkangnya  maskapai asing dari dan ke Negeri Beruang Merah tersebut. Buntut dari invasi Rusia ke Ukraina, menyebabkan banyak maskapai asing menghentikan rute penerbangan ke sejumlah kota-kota di Rusia.

Baca juga: Turkish Airlines Batalkan Penerbangan ke Rusia dan Belarusia Sampai 2023, Warga Rusia Sulit Kabur?

Meski begitu, Flydubai maskapai LCC yang menawarkan kelas bisnis asal Uni Emirat Arab, rupanya tetap konsisten melayani rute ke Rusia. Bahkan, Flydubai berencana untuk menambah rutenya di Rusia.

Flydubai telah mengumumkan bahwa mulai 20 Januari 2023 akan meluncurkan layanan penerbangan tambahan ke Rusia. Yakni akan menghubungkan Bandara Pulkovo St. Petersburg (LED) dengan Bandara Internasional Dubai (DXB).

Dikutip dari Simpleflying.com, Flydubai yakin rute ini akan menjadi pilihan populer bagi wisatawan yang akan berekreasi, karena St. Petersburg adalah ibu kota budaya di kawasan ini.

Rute terbaru yang diumumkan Flydubai ke St. Petersburg akan dioperasikan menggunakan armada narrow body Boeing 737 MAX 8. Penerbangan akan dioperasikan dari Terminal 2 di Dubai International.

Flydubai memperkirakan rute tersebut akan memakan waktu sekitar 6 jam 50 menit, menjadikannya rute terpanjang ketiga maskapai setelah rute yang baru diumumkan ke Pattaya dan Krabi di Thailand, yang juga akan diluncurkan pada 20 Januari 2023. Sebagai perbandingan, rute Dubai – Moskow oleh Flydubai ditempun selama 6 jam.

Maskapai ini memilih untuk meluncurkan rute sekali sehari ke Bandara Pulkovo karena mengantisipasi permintaan yang tinggi untuk perjalanan wisata dan bisnis ke wilayah tersebut. Mengutip kota itu adalah salah satu pusat budaya terbesar di dunia dan menawarkan banyak peluang unik bagi para pelancong.

Baca juga: Flydubai, LCC Yang Hadirkan Kenyamanan Kelas Bisnis di Boeing 737 Max

St. Petersburg dan banyak kota Rusia lainnya telah mengalami penurunan dramatis dalam penerbangan internasional sejak militer Rusia maju ke Ukraina awal tahun ini. Hal ini menyebabkan banyak maskapai menghentikan penerbangan ke dan dari Rusia dan banyak negara menolak menerima penerbangan yang keluar dari Rusia.

Kemampuan Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Jadi Batasan Usia Kerja Petugas ATC

Lantaran punya fungsi kerja yang menyangkut pada keselamatan penerbangan, maka ada syarat ketat yang melekat pada seorang petugas pengatur lalu-lintas udara atau air traffic controller (ATC). Salah satu yang jarang diketahui adalah batasan usia kerja pada petugas ATC.

Baca juga: Bisakah Pramugari Banting Setir Jadi Petugas ATC?

Seperti halnya usia pensiun pilot yang dikontrol ketat, maka usia kerja petugas ATC juga dikontrol secara ketat, dan usia pensiun petugas ATC umumnya lebih rendah daripada usia pensiun pilot. Dikutip dari Simpleflying.com, berikut adalah alasan dibalik ketatnya usia pensiun petugas ATC.

Pensiun dini
Tidak seperti usia pensiun pilot, usia pensiun petugas ATC tidak ditetapkan sebagai standar oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Sebaliknya, negara bebas memilih usia pensiun untuk petugas ATC. Di AS, usia ini diamanatkan oleh FAA, yang memberikan usia pensiun wajib 56 tahun untuk petugas ATC. Sebagai perbadingan, usia pensiun pilot komersial di AS ada di rentang 60 atau 65 tahun.

Sebagian besar negara mengikuti batasan yang sama dengan FAA. Di Eropa, usia pensiun bervariasi beberapa tahun di kedua sisi batas AS. Usia pensiun terendah ada di Belgia, di mana petugas ATC pensiun pada usia 55 tahun, dan Perancis, yang menerapkan pensiun pada usia 57 tahun.

Pekerjaan dengan Tekanan Tinggi
Tak heran jika petugas ATC harus pensiun dini, pasalnya pekerjaan itu membutuhkan konsentrasi dan pengambilan keputusan yang sangat baik, kemampuan untuk melakukan banyak tugas, dan ingatan yang baik serta keterampilan visual. Meskipun keterampilan ini tidak hilang seiring bertambahnya usia – dan tentu saja, setiap orang berbeda – umumnya disepakati bahwa kemampuan menurun seiring bertambahnya usia.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Pilot Tidak Berkomunikasi dengan ATC? Ini Jawabannya

Memulai Pelatihan Lebih Awal
Selain usia pensiun, usia untuk memulai menjadi petugas ATC ditentukan di beberapa negara. Di AS, FAA menyatakan bahwa petugas ATC memulai pelatihan pada usia 31 tahun. Satu-satunya pengecualian untuk hal ini adalah pelatihan ulang pengontrol dari peran pengontrol lalu lintas udara militer ke peran sipil. Batas ini ditetapkan untuk beberapa alasan berbeda.

Tesla Bersiap Luncurkan Truk Semi Listrik, Pepsi Bakal Jadi Pengguna Pertama

Setelah identik dengan produk mobil listrik, Tesla kini merambah ke segmen truk semi listrik. Dan bukan sekedar wacana, justru truk listrik Tesla dikabarkan sudah siap diluncurian dengan kemampuan menempuh jarak 804 km dalam sekali pengisian daya.

Baca juga: Didera Masalah Perangkat Lunak dan Sabuk Pengaman, Tesla Tarik 81.000 Mobil Listrik di Cina

Dikutip dari topgear.com (2/12/2022), Bos Tesla Elon Musk bersama insinyur Dan Priestley, mengungkapkan truk semi listrik siap produksi di Sparks Gigafactory di Nevada, dengan unit perdana rencananya akan diserahkan langsung ke Pepsi Co.

“Saya tidak percaya ini sudah lima tahun,” kata Elon Musk. “Sudah banyak yang terjadi sejak saat itu, untuk sedikitnya.” Dan seperti yang dilaporkan bulan lalu, baik Musk maupun Priestley mengonfirmasi jangkauan truk semi listrik melalui uji coba perjalanan dari Fremont ke San Diego yang dilakukan dalam kondisi real.

“Ini bukanlah simulasi jalur uji atau sesuatu yang membuat kami harus menutup jalan,” kata Priestley. “Ini adalah dunia nyata, dengan lalu lintas nyata, benar-benar menempuh 800 km,” tambah Priestley.

Truk semi listrik dipastikan menggunakan pengaturan tri-motor yang sama dan rotor berlengan karbon seperti versi Plaid dari Model S dan Model X, dan banyak ‘carryover’ teknologi termasuk pompa panas, inverter, dan infotainment.

Ada satu motor di gardan depan, dan sepasang motor di belakang yang dapat dilepas secara otomatis melalui kopling saat melaju di jalan tol. Truk ini dapat berjalan menggunakan satu motor depan yang padat untuk memungkinkan efisiensi yang lebih besar (Tesla mengklaim 2kWh per mil). Ini menjalankan arsitektur powertrain 1.000V.

Tesla mengklaim truk semi listrik memiliki kekuatan tiga kali lipat dari truk diesel mana pun yang saat ini ada di jalan, dan arsitektur 1.000V-nya akan digunakan dalam model Tesla masa depan. Itu dapat diisi menggunakan pengisi daya 1MW, yang berarti jangkauan hingga 70 persen dalam setengah jam.

Kompartemen kemudi dirancang dengan tata letak kursi tunggal dan desain kabin dikatakan menawarkan “visibilitas jalan maksimal”, dengan pengemudi diapit oleh sepasang layar sentuh 15 inci.

Baca juga: Volvo Vera, Truk Otonom Bertenaga Listrik Yang Punya Desain Unik 

Masih belum ada kabar mengenai harga truk semi listrik ini, tetapi Priestley menambahkan bahwa perusahaan akan menggunakan truk listrik ini ke dalam armadanya sendiri.

Tersesat di Alaska, Seorang Pria Berhasil Diselamatkan Berkat Fitur Emergency SOS Satellite di iPhone 14

Ponsel dengan fitur untuk mengirimkan pesan darurat SOS sudah lazim kita dengar. Dengan memanfaatkan jalur SMS dan koneksi jaringan seluler, maka pesan darurat dapat dikirimkan kepada pihak yang dituju. Namun, kebanyakan fitur SOS di ponsel terbatas memanfaatkan jalur operator seluler. Sementara masih jarang yang menggunakan koneksi satelit.

Baca juga: Belajar Gerakan SOS dari TikTok, Pengemudi Taksi Selamat dari Penumpang Bersenjata

Padahal, pesan darurat di wilayah rural dan hutan serta pedalaman, nyaris tidak dapat dikirimkan karena wilayah tersebut dikenal sebagai blank spot yang tidak dijangkau sinyal seluler operator, apalagi jaringan WiFi jelas merupakan keniscayaan.

Namun, fitur pada ponsel pintar (smartphone) anyar iPhone 14 terbukti dapat menyelamatkam nyawa berkat sinyal darurat yang dipancarkan lewat jaringan satelit. Seperti belum lama ini, seorang pria tersesat di Alaska dan berhasil diselamatkan setelah menggunakan fitur Emergency SOS Satellite baru keluaran Apple untuk menghubungi layanan darurat.

Menurut Alaska State Troopers pada 1 Desember 2022, pukul 02.00 (AST), layanan penyelamatan diberi tahu bahwa seorang pria dewasa yang bepergian dengan kendaraan salju dari kota terpencil Noorvik ke Kotzebue telah mengaktifkan SOS Darurat melalui satelit di iPhone-nya setelah tersesat. Sudah barang tentu, area tersebut tidak terjangkau jaringan seluler.

Proses berikutnya, Apple Emergency Response Center memberikan koordinat GPS pria yang tersesat tersebut kepada Tim SAR. Empat petugas SAR akhirnya berhasil menemukan pria tersebut dan membawanya ke Kotzebue. Tidak ada cedera yang dilaporkan.

Seorang juru bicara Departemen Keamanan Publik Alaska memberi tahu bahwa tim SAR dikirim pada pukul 3:30 pagi dan pria yang terdampar itu dibawa ke Kotzebue pada pukul 6 pagi.

Dalam pernyataan publik, Tim SAR yang menyelamatkan pria itu mengatakan sangat terkesan dengan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disertakan dalam informasi awal.

Berita tersebut muncul hanya beberapa minggu setelah Apple mengumumkan peluncuran fitur satelit Darurat SOS untuk pengguna iPhone 14 di AS (kecuali Guam atau Samoa Amerika) dan Kanada. Layanan keamanan memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan layanan darurat di luar jangkauan jaringan seluler dan WiFi.

Fitur ini juga memungkinkan pemilik iPhone 14 untuk berbagi lokasi melalui satelit dengan teman dan keluarga menggunakan aplikasi Find My. Pemilik setiap model di jajaran iPhone 14 dapat menggunakan fitur tersebut.

Apple Menghabiskan $450 Juta untuk Layanan Satelit untuk SOS Darurat iPhone 14
Koneksi satelit dapat dipertahankan meskipun layar ponsel terkunci tetapi mungkin terganggu saat berada di sekitar bukit, pegunungan, ngarai, dan bangunan tinggi atau bahkan saat berada di sekitar dedaunan lebat.

Catatan Apple, bahwa pesan yang dikirim menggunakan fitur satelit memerlukan waktu 15 detik untuk dikirim dalam kondisi ideal dengan akses langsung ke langit, dan lebih dari satu menit untuk dikirim di bawah pohon dengan dedaunan tipis atau sedang.

Baca juga: Pasir Sinyal ‘SOS’ Selamatkan Tiga Pria Usai Terdampar Tiga Hari di Pulau Terpencil Tak Berpenghuni

Apple telah mengatakan bahwa fitur Emergency SOS Satellite gratis selama dua tahun setelah aktivasi iPhone 14 atau iPhone 14 Pro tetapi belum menyatakan berapa biayanya setelah itu.

Tahukah Anda, Qantas Jadi Satu-satunya Maskapai Pengguna Boeing 747-400ER, Ini Alasannya

Meski telah memensiunkan unit terakhir Boeing 747-400 pada Juli 2020, namun, ada yang menarik dari armada Boeing 747-400 Qantas, yaitu Qantas menjadi satu-satunya maskapai komersial di dunia yang mengoperasikan seri Boeing 747-400ER (Extended Range).

Baca juga: Ada Gambar Logo Kanguru Qantas di Langit dalam Penerbangan Boeing 747-400 Terakhir

Tentu menjadi menarik perhatian, apa alasan akusisi 747-400ER oleh maskapai Negeri Kanguru itu? Bukankah “Queen of The Skies” seri standarnya sudah punya jangkauan terbang yang jauh.

Nah, rupanya kehadiran Boeing 747-400ER terkait dengan rute jarak jauh Qantas. Yang mana Qantas sejak dekade 90-an melayani rute penerbangan langsung (direct flight) lintas Pasifik antara Sydney/Melbourne ke Los Angeles di Amerika Serikat.

Karena Lautan Pasifik begitu luas, maka Qantas membutuhkan spesifikasi pesawat dengan jangkauan ekstra untuk melakukan penerbangan langsung.

Dari sejarahnya, Qantas mengoperasikan Boeing 747 sejak awal 1970-an dan membeli 747–400 pada 1990-an, khusus 747–400ER memungkinkan mereka untuk mengoperasikan rute langsung yang panjang dengan kapasitas payload standar.

Boeing 747-400ER dilengkapi tangki bahan bakar tambahan yang diproduksi di Inggris oleh Marshall Aerospace di Cambridge. Marshall Aerospace menggunakan teknologi yang sama untuk membuat tangki bahan bakar tambahan untuk pesawat seperti Boeing P-8 Poseidon.

Tangki bahan bakar tambahan di Boeing 747-400ER.

Tangki ini dipasang di ruang kargo dan dapat dipindahkan untuk mengangkut lebih banyak kargo (dan lebih sedikit bahan bakar) jika operator menginginkannya Badan pesawat dan struktur 747–400ER diperkuat dibandingkan dengan 747–400 standar untuk menangani beban ekstra bahan bakar, kargo, dan penumpang.

Beberapa maskapai lain, pada saat itu, ingin menerbangi rute panjang ini dengan pesawat yang lebih besar dan tidak memerlukan kesamaan armada dengan 747, jadi tidak ada maskapai lain yang mau membeli 747–400ER.

Namun, karena 747–400ER sebagian besar mirip dengan 747–400 dan perbedaan struktural dimasukkan ke dalam 747–400ER, maka memungkinkan lebih banyak kargo untuk diangkut.

Baca juga: Dear Boeing Lovers, Qantas Lakukan Penerbangan Penumpang Terakhir Boeing 747-400 Sebelum Pensiun! Catat Tanggalnya 

Berbagai peningkatan sistem dan interior yang dirancang untuk Boeing 777 juga dimasukkan ke dalam 747–400ER, seperti lebih banyak ruang untuk bagasi kabin, infrastruktur hiburan dalam pesawat yang lebih baik, pencahayaan yang lebih efisien, dan sistem oksigen penumpang yang lebih mudah dirawat.

Seminggu Piala Dunia Qatar 2022, Bandara Hamad dan Doha Tembus 7000 Penerbangan

Dimulai pada 20 November lalu, Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar akan berakhir pada 18 Desember mendatang. Lantaran merupakan Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di Timur Tengah, maka menjadi menarik untuk dicermati lalu lintas penerbangan yang dilayani oleh Negeri Kaya Minyak tersebut. Gambaran meriahnya Piala Dunia 2022 dapat dilihat dari sektor dirgantara, di mana ada lebih dari 7.000 penerbangan beroperasi di minggu pertama Piala Dunia Qatar 2022.
Dengan berakhirnya minggu pertama Piala Dunia, Qatar Civil Aviation Authority (QCAA) telah melaporkan bahwa lebih dari 7.000 penerbangan telah beroperasi ke dan dari Doha pada minggu pertama.
Dan sekarang memasuki minggu kedua, jumlah total penerbangan berada di 12.963 dan menghitung untuk durasi turnamen. Ini adalah peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan operasi biasa. Dengan dimulainya Piala Dunia FIFA Qatar 2022, lalu lintas udara di Bandara Internasional Hamad dan Bandara Internasional Doha menyaksikan peningkatan yang signifikan.
Otoritas Penerbangan Sipil Qatar telah menyarankan beberapa maskapai internasional untuk  meningkatkan operasi jadwal dan setelah Piala Dunia. Maskapai penerbangan seperti Lufthansa, Air France, Finnair, dan KLM meningkatkan layanan ke Doha. Penerbangan tambahan dari Amerika Selatan dan Afrika juga telah mengoperasikan penerbangan charter untuk penggemar, meningkatkan operasi ke dan dari hub Doha.
Pada tanggal 1 Desember, lebih dari 900 penerbangan dicatat ke dan dari dua bandara. Menurut Kementerian Transportasi Qatar, 764.118 bepergian oleh Doha Metro dan Lusail Tram pada hari yang sama.
Lebih banyak penerbangan dari negara asal peserta dijadwalkan akan berlaku begitu tim negara asal maju ke babak penyisihan berikutnya, seperti Royal Air Maroc menjadwalkan penerbangan tambahan untuk mengangkut penggemar untuk menyaksikan tim mereka bertarung, di mana Maroko telah lolos masuk ke-16 besar.