Apakah Ada Batasan Kecepatan Pesawat Agar Landing Gear Bisa Digunakan?

Landing gear atau roda pendaratan menjadi salah satu komponen paling penting pada pesawat terbang, baik saat di darat maupun di udara, sebelum lepas landas, ketika lepas landas dan turun landas, sampai mendarat dengan sempurna di runway. Namun, apakah ada batasan kecepatan pesawat agar landing gear bisa digunakan, khususnya saat landing?

Baca juga: Jadi Salah Satu Bagian Terpenting Pesawat, Begini Cara Kerja Landing Gear

Secara definitif, roda pendaratan berfungsi untuk menyerap tenaga pendaratan serta mencegah badan pesawat menghantam daratan. Fungsi tersebut dijalankan setidaknya oleh dua cara, pertama penyangga roda pendaratan utama yang memiliki sistem peredam kejut (shock struts). Kedua, landing force yang menyebar ke seluruh roda.

Di masa lalu, sistem landing gear belum menggunakan peredam kejut. Masih sangat sederhana sekali menggunakan rigid struts suspensi rendah yang membuat pendaratan jadi kasar dan keras. Seiring berjalannya waktu, landing gear pesawat mulai menggunakan spring steel struts, berlanjut ke bungee cords, dan barulah menggunakan shock struts.

Dengan menggunakan nitrogen dan cairan hidrolik, sistem pegas yang ‘tersaji’ pada shock struts akan mampu meminimalisir daya kejut ketika pesawat mendarat secara signifikan – setidaknya jauh lebih halus dari tiga varian di atas.

Daya kejut yang dihasilkan ketika pesawat touchdown akan senantiasa tereduksi dengan hadirnya dua silinder yang akan meminimalisir efek kejut.

Menurut salah seorang pilot komersial di Quora, Eric Larsen, landing gear memiliki batasan kecepatan. Ada dua kecepatan dalam hal pengoperasian landing gear. Salah satunya adalah maximum landing gear operating speed dan maximum landing gear extended speed. Itu di pesawat-pesawat besar, pada pesawat yang lebih kecil hanya ada satu batasan, maximum landing gear extended speed.

Pada maximum landing gear operating speed, pesawat diatur agar me-retract atau melipat landing gear ke dalam lambung pesawat.

Dalam pedoman Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), gear up atau proses dimana landing gear dilipat masuk ke dalam lambung pesawat maksimum di kecepatan 107 knot atau 198 km per jam pada pesawat narrowbody. Andai di atas ini, sebetulnya tidak berbahaya hanya akan memperlambat laju pesawat dan turunannya membuat lebih boros bahan bakar.

Diketahui, pesawat mulai meninggalkan landasan pacu saat mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk mengudara atau decision speed (V1) berkisar antara 120 sampai 140 knot. Tentu ini kondisional, tergantung muatan yang dibawa.

Umumnya, proses retraction (gear up) atau melipat landing gear ke dalam lambung pesawat kecepatan maksimumnya lebih rendah dibanding dengan gear down atau mengeluarkan landing gear dari lambung untuk mendarat. Ini disebabkan nose landin gear atau roda depan pesawat melipat ke arah depan, bukan ke samping sebagaimana main landing gear, sehingga melawan aliran udara.

Baca juga: Mengenang Insiden Garuda Indonesia GA981, Berhasil Mendarat Mulus Meski Landing Gear ‘Pincang’

Bila retraction atau melipat landing gear maksimum dikecepatan 109 knot, maka saat gear down atau maximum landing gear extended speed mencapai 129 knot atau 238 km per jam.

Pada pesawat-pesawat modern, seperti Airbus A320, ada sistem yang mencegah pilot mengeluarkan landing gear dari lambung pesawat. Disebutkan, itu berada di kecepatan 260 knot. Lebih dari itu, sedikitnya ada dua fitur pencegah terjadinya hal itu (landing gear keluar di atas kecepatan 260 knot). Meski di sisi lain itu bisa membantu menurunkan kecepatan pesawat, tetapi itu dinilai bisa membuat landing gear rusak.

Stasiun di Melbourne Uji Penggunaan Duratrack, Bantalan Rel dari Bahan Plastik Daur Ulang

Pemerintah Negara Bagian Victoria di Australia telah mengumumkan pemasangan bantalan kereta api yang terbuat dari bahan plastik daur ulang di stasiun Richmond, Melbourne. Langkah ini merupakan bagian dari upaya keberlanjutan ramah lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah negara bagian dan akan mendukung transisi ke ekonomi sirkular.

Baca Juga: Trem di Melbourne, Jaringan Terpanjang di Dunia dan Jadi Ikon Kota

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (26/6/2019), rel kereta Duratrack yang ada Stasiun Richmond akan dilengkapi dengan 200 bantalan rel kereta Duratrack terlebih dahulu sebagai bagian dari program uji coba selama 18 bulan. Inovasi ini sendiri dikembangkan oleh Integrated Recycling di Mildura yang juga bekerja sama dengan Monash University. Menurut salah satu juru bicara dari pihak pengembang, bantalan ini terbuat dari campuran polystyrene dan limbah pertanian.

Pihak pengembang menambahkan bahwa bantalan rel ini juga memiliki usia penggunaan hingga 50 tahun dan tidak membutuhkan terlalu banyak perawatan. Selain berkelanjutan dan tahan lama, bantalan rel ini juga memiliki keuntungan lain, yaitu dari segi ekonomis. Bantalan rel ini diproduksi dengan setengah biaya bantalan kayu tradisional.

Untuk diketahui, bantalan rel inovatif ini sudah terpasang dan berjalan di empat rel kereta Victoria.

Menteri Transportasi Umum Victoria, Melissa Horne mengatakan, “Sangat menyenangkan bisa melihat teknologi inovatif dan ramah lingkungan semacam ini diluncurkan di salah satu stasiun kereta tersibuk di Melbourne.”

Pemerintah negara bagian juga mengatakan bahwa untuk setiap kilometer lintasan yang sudah terpasang bantalan rel plastik daur ulang ini, maka ada sekitar 64 ton sampah plastik yang dialihkan dari tempat pembuangan sampah – untuk dijadikan bahan dasar pembuatan bantalan rel ini.

Uji coba akan mengevaluasi bantalan rel ini sebelum meluncurkan dalam skala yang lebih luas di jaringan kereta api Victoria. Diinformasikan bahwa Victoria telah menginvestasikan Au$ 630.000 (berkisar Rp6,2 miliar) melalui program hibah yang dikelola oleh Sustainability Victoria untuk program uji coba.

Baca Juga: Menjadi yang Pertama di Australia, Bandara Melbourne Hadirkan eGate dan Smart Security

Menteri Energi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Victoria, Lily D’Ambrosio mengatakan, “Kami merangkul teknologi baru untuk mengatasi masalah polusi plastik di wilayah kami.”

“Proyek ini adalah contoh yang bagus dari ekonomi sirkular yang kami ciptakan melalui inovasi dan memikirkan kembali produk yang kami gunakan setiap hari.”

Baru-baru ini, Victoria membuka proses Registration of Interest (RoI) untuk mencari pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan Suburban Rail Loop, yang merupakan jaringan kereta bawah tanah orbital yang diusulkan untuk menghubungkan pinggiran kota Melbourne bagian tengah.

 

Fitur-Fitur Rahasia di Kabin Pesawat, Salah Satunya Bisa Buka-Kunci Pintu Toilet dari Luar

Penumpang biasanya hanya diberi tahu oleh maskapai beberapa fitur, seperti In-flight entertainment (IFE), Wi-Fi, dan beberapa lainnya yang umum. Di luar itu, sebetulnya masih banyak fitur-fitur rahasia yang mesti penumpang ketahui dan tidak diinformasikan oleh awak kabin. Berikut selengkapnya.

Baca juga: Delapan Fitur Tersembunyi di Pesawat, Penumpang Wajib Tahu!

1. Buka-kunci pintu toilet dari luar

Salah satu pengguna Quora, Song Junxian, mengungkapkan di antara fitur-fitur tersembunyi di kabin pesawat adalah bisa membuka pintu toilet dari luar.Dalam keadaan normal, mungkin ini tidak diperlukan. Namun dalam keadaan darurat, fitur ini mungkin penting untuk diketahui.

Disebutkan, cara membuka pintu toilet pesawat dari luar yaitu dengan mencungkil lapisan besi bertuliskan “lavatory” yang tertera di luar pintu. Kemudian akan muncul kenob pintu untuk membukanya.

Bagi pramugari/pramugara, ini berfungsi untuk keamanan dan keselamatan penerbangan (safety). Umum diketahui, sebelum dan setelah lepas landas, seluruh pintu harus dalam keadaan terkunci, termasuk pintu toilet. Dengan fitur ini, toilet bisa dikunci dan dibuka dari luar.

Manfaat lain dari fitur ini untuk awak kabin adalah untuk mengamankan toilet untuk mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa awak kabin dan awak kokpit berbagi toilet dengan penumpang. Ini tentu dapat menghalangi kinerja mereka.

2. WiFi gratis

Di beberapa maskapai semisal Delta Airlines, penumpang dimungkinkan mendapat atau mengakses fitur WiFi secara gratis. Ini cukup untuk mendapatkan pesan dan email yang terlewatkan selama proses lepas landas.

Caranya, mula-mula penumpang harus mencari film yang ingin ditonton di ponsel atau tablet. Saat ingin menonton film tersebut, penumpang akan diminta untuk mengunduh aplikasi GoGo.

Baca juga: Awas! Bila Dapat Kursi Pesawat di Bawah Bagian Ini Atau Anda Bakal ‘Ketiban’ Awak Kabin

Pilih unduh aplikasi dan Wi-Fi akan dibuka secara gratis selama beberapa menit agar penumpang dapat mengunduhnya. Terkadang, setelah selesai mengunduh, Wi-Fi masih terhubung dengan ponsel sehingga bisa digunakan untuk berkirim pesan instan atau email.

3. Armrest

Armrest atau sandaran tangan di kursi tengah biasanya bisa diangkat untuk memudahkan keluar masuk penumpang sekaligus salah satu keuntungan duduk di kursi tengah. Di luar itu, terutama kursi di lorong (aisle). Caranya, di bagian bawah armrest paling belakang ada tombol untuk ditekan. Sambil ditekan, armrest ditarik atau didorong ke atas dan itu bisa diangkat.

Bisakah Penumpang Berada di Sebuah Penerbangan Tanpa Diketahui Maskapai? Ini Jawabannya

Di era digital seperti sekarang, semua penumpang pesawat sudah pasti tercatat dengan baik dan tepat oleh maskapai. Itu kenapa penumpang tidak boleh bertukar tempat duduk dengan penumpang lainnya sekalipun itu teman sekantor atau bahkan keluarga. Karena manifes penumpang sudah tercatat persis sesuai dengan yang tertera di tiket.

Baca juga: Mungkinkah Penumpang Salah Masuk Pesawat Saat Ini?

Meski begitu, di luar kondisi normal, mungkinkah penumpang tidak tercatat atau tercatat tetapi tidak valid oleh maskapai dalam sebuah penerbangan?

Berbicara terkait penumpang tidak tercatat atau penumpang yang tidak diketahui oleh maskapai dalam sebuah penerbangan, mungkin publik akan teringat dengan serial film Home Alone pada tahun 1992 yang diperankan karakter Kevin.

Kevin diketahui naik pesawat Boeing 767 American Airlines menuju Florida untuk menikmati matahari yang ternyata itu malah menuju New York. Dengan demikian, ia mungkin tercatat oleh maskapai secara jumlah keseluruhan penumpang di dalam kabin, namun tidak tercatat dengan valid,

Kendati hanyalah film, namun, di tahun tersebut insiden penumpang salah naik pesawat atau penumpang tidak tercatat oleh maskapai memang benar adanya karena sistem pengecekan manual ataupun berbasis teknologi ketika iut belum se-terstruktur seperti saat ini.

Akan tetapi, meski saat ini sudah jauh lebih canggih dari tahun 1992 dan penumpang jauh ter-manage dengan baik, nyatanya insiden penumpang salah naik pesawat atau tidak tercatat oleh maskapai masih terjadi.

Dalam sebuah penerbangan, Randy Duncan, pilot sebuah maskapai menceritakan salah seorang penumpang pernah terbang tanpa diketahui maskapai. Insiden itu bermula saat penumpang boarding tanpa menunjukkan tiket ke petugas.

Di kasus lain, terkadang mesin scan boarding pass tidak berfungsi atau memang masih dilakukan secara manual oleh petugas dan biasanya pengecekan manual ini hanya sekedar melihatnya secara sekilas, tidak dengan teliti.

Duncan melanjutkan, penumpang yang tak menunjukkan boarding pass-nya untuk lantas duduk di sebuah kursi tanpa diperiksa oleh awak kabin saat masuk ke kabin. Di tengah perjalanan, penumpang tersebut mengobrol dengan penumpang di sebelahnya dan entah bagaimana ceritanya ia mengetahui bahwa pesawat yang ia tumpangi menuju Portland OR, bukan Portland ME.

Menurut Duncan, yang ketika itu menjadi kapten pilot, hal seperti itu bisa terjadi di era penerbangan modern, mulai dari proses awal penerbangan sampai akhir layaknya saat ini, lantaran kesalahan pada alur penerbangan. Itu termasuk kedisiplinan petugas dalam menjalankan SOP, utamanya pengecekan identitas dengan tiket di boarding gate dan di kabin sesaat setelah masuk ke pesawat.

Baca juga: 7 Kesalahan Penumpang yang Mesti Dihindari Saat di Gate Pengecekan Keamanan Bandara

Ia juga mengkritisi, selama ini petugas hanya peduli tentang jumlah penumpang dan bobot di dalam kabin.

Menariknya, kapten pilot itu, dalam sebuah tulisan di Quora, menceritakan karyawan di sebuah maskapai penerbangan juga sering kali menyelinap masuk ke dalam sebuah penerbangan lewat pintu belakang, sehingga tidak diketahui oleh maskapai. Umumnya, motivasi oknum karyawan melakukan itu untuk menghindari membeli tiket alias gratis.

Nigeria Buka Opsi Pembelian COMAC C919 untuk Nigeria Air

Setelah meraih sertifikasi kelaikan udara dari Civil Aviation Administration (CAA) – Administrasi Penerbangan Sipil Cina, pesawat narrow body COMAC C919 penantang dominasi Airbus A320neo dan Boeing 737 Max, kini bersiap untuk mulai dipasarkan.
Namun, khusus untuk pemasaran di luar Cina, COMAC masih mendapatkan kendala, lantaran pesawat twin engine itu belum meraih sertifikasi dari lembaga berpengaruh seperti European Union Aviation Safety Agency (EASA) – Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa, dan US Federal Aviation Administration (FAA) – Administrasi Penerbangan Federal AS.
Sudah menjadi rahasia umum, bila sertifikasi dari FAA dan EASA akan sulit keluar, maklum ada tekanan politik dibalik sertifikasi tersebut. Namun, belum lama ini ada kabar, bahwa Nigeria rupanya memberi respon positif atas C919.
Dikutip dari simpleflying.com (3/9/2022), meskipun penyerahan C919 perdana kepada maskapai pemesan baru dilukan pada tahun 2023, yakni maskapai pertama pengguna adalah China Eastern, namun, maskapai nasional Nigeria (Nigeria Air) tidak mengesampingkan C919. Pernyataan tersebut diumumkan oleh Menteri Penerbangan Nigeria Haidi Sirika.
Nigeria Air tengah mengincar armada sekitar 30 pesawat pada tahun 2025, sebagian besar terdiri dari merek Boeing dan Airbus. Mamun, Sirika tetap berpikiran terbuka terhadap kemungkinan C919 yang baru saja disertifikasi dari Cina. “Kami belum melihat C919. Tetapi jika itu sebagus yang lain, mengapa tidak,” kata Sirika kepada Reuters di majelis penerbangan PBB pada hari Sabtu. “China dan Nigeria memiliki hubungan yang sangat ramah dan bersahabat dengan saling menguntungkan,” tambah Sirika.
Pesanan C919 akan menjadikan Nigeria Air sebagai pelanggan internasional pertama untuk pesawat produksi Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd.. Nigeria sebelumnya telah melakukan negosiasi kepada COMAC pada tahun 2017, dengan Pemerintah Negara Bagian Kaduna membuka pembicaraan kepada produsen pesawat yang berbasis di Shanghai untuk menyewakan pesawatnya ke operator Nigeria yang bersedia menempatkan diri di Bandara Internasional Kaduna.
Cina telah bekerja erat dengan pemerintah Nigeria selama beberapa dekade, setelah banyak berinvestasi dalam infrastruktur dan energi di seluruh wilayah. Nigeria saat ini merupakan importir terbesar barang-barang Cina di Afrika, dengan sekitar US$24 miliar masuk ke negara itu pada tahun 2021. Kemitraan dalam industri penerbangan tampaknya menjadi langkah ‘alami’ berikutnya bagi kedua negara.

Batik Air Gelar Fashion Show di Udara Sembari Luncurkan Rute Baru dari Bandara Halim

Menyabut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2022. Batik Air menggelar Fashion Show 35.000 kaki (di ketinggian sekitar 10.000 meter” bertemakan “Ikon Kebanggaan Indonesia” yang diperagakan oleh awak kabin (cabin crew).

Baca juga: Ulang Tahun Ke-50, Korean Air Hadirkan Seragam Vintage Awak Kabin dari Masa ke Masa

Momentum Fashion Show 35.000 kaki bertepatan peluncuran Batik Air menambah rute baru tujuan Samarinda dan Pekanbaru dan frekuensi terbang ke Medan Kualanamu (KNO), Surabaya (SUB) dan Yogyakarta Kulonprogo (YIA) dari Jakarta – Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP).

Batik Air mengusung filosofi kaya makna dari Indonesia, memerlukan pemusatan pikiran (konsentrasi dalam beroperasi), kesabaran dan kebersihan jiwa (segenap hati melayani) serta nilai historis karya anak bangsa agar terus mampu melanglangbuana hingga ke berbagai negara.

Batik memberikan dasar tentang ketekunan, kegigihan serta kebanggaan karena memerlukan pemusatan pikiran, kesabaran dan kebersihan jiwa. Sebagai kualitas seni dan menggambarkan potensi kekayaan nusantara, batik tercermin pada logo, corak pesawat (livery) serta balutan seragam awak kabin.

Pada kesempatan Fashion Show 35.000 kaki “Ikon Kebanggan Indonesia”, awak kabin memperagakan motif batik daerah, bagian mempopularkan yang mewakili kota tujuan Batik Air.

1. Luwuk
Tenun Nambo menjadi kebanggan dari Kabupaten Banggai yang mempunyai nilai seni yang tinggi dan diunggulkan dalam trend centre ethic daya tarik kepariwisataan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Motif batik terdiri Batara Guru (makna kemakmuran), Sawerigading (berjiwa petualang, mengembangkan diri dan berfikir untuk kemajuan), We Cudai (karakter melindungi, meneduhkan dan menunjukkan keanggunan), I La Galigo (semangat pelopor, pemimpin, pekerja keras dan mandiri).

2. Jayapura
Batik mempresentasikan keragaman budaya dan kekayaan alam Papua. Motif batik Papua bermakna dengan relung hati, memancarkan pesan moral cinta kasih manusia dengan alam sekitar. Kombinasi motif asimetris memperlihatkan khas etnik dan warna-warna cerah.

3. Nasional
Menggambarkan berbagai kota tujuan atau destinasi Batik Air di Indonesia. Perpaduan antara garis, bentuk menjadi satu kesatuan yang mewujudkan batik secara keseluruhan. Nilai estetik yang dimiliki menunjukkan bagus dan keren.

Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh

Sekilas, kehidupan pramugari tampak sangat glamor dan menyenangkan ketika berkeliling dunia, mengunjungi tempat-tempat eksotis, dan menikmati pengalaman baru. Namun, dibalik semua itu, ada harga mahal yang harus ‘dibayar’ oleh para bidadari angkasa tersebut.

Baca juga: Brigita Jagelaviciute, Mantan Pramugari Emirates yang Mengaku Jenuh Pada Rutinitas

Selain kerja keras, pramugari sering kali terpaksa meninggalkan banyak agenda pribadi, seperti datang ke resepsi pernikahan sahabat, keluarga, bahkan menghadiri prosesi pemakaman orang tua, karena tidak mendapat cuti ataupun sedang bertugas di luar negeri.

Terlepas dari semua itu, nyatanya, memang selalu ada banyak kompetensi untuk posisi pramugari, dan banyak aturan ketat tentang siapa saja yang bisa melamar. Lebih dari itu, setelah berhasil melewati proses wawancara yang sulit, maskapai sering kali menambah aturan yang tak disepakati sebelumnya dan celakanya pramugari harus mematuhinya tanpa terkecuali.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman thethings.com¸ Senin, (17/2), berikut daftar 20 syarat menjadi pramugari. Syarat-syarat di bawah ini mungkin saja terdapat beberapa perbedaan, tergantung pada perusahaan atau maskapai yang bersangkutan.

20. Harus Belum Menikah
Sebagian besar maskapai penerbangan sekarang telah membatalkan aturan kuno mereka bahwa pramugari wanita harus tidak menikah. Bahkan, saat ini, awak kabin yang sudah menikah juga diizinkan untuk memakai cincin kawin mereka saat bekerja.

Namun, Gulf Air, maskapai yang berbasis di Timur Tengah, masih bersikeras bahwa awak kabin perempuan mereka tidak boleh menikah. Parahnya lagi, pramugari harus meminta izin perusahaan terlebih dahulu sebelum mereka menikah!

ilustrasi (express.co.uk)

19. Tidak Boleh Terlalu Pendek
Ketika bertugas, pramugari harus siap melayani apapun dan bagaimanapun kondisinya. Tak terkecuali terkait dengan ketinggian. Oleh karenanya, untuk menjadi seorang pramugari tidak boleh terlalu pendek karena bisa saja pramugari justru dibantu untuk menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi oleh penumpang.

18. Tidak Boleh Terlalu Tinggi
Sebaliknya, pramugari tidak boleh juga terlalu tinggi mengingat tidak semua pesawat memiliki ruang atau kabin yang cukup tinggi. Pada pesawat-pesawat narrow body, bisa saja, pramugari yang terlalu tinggi justru menyulitkan dirinya sendiri saat bekerja.

Terkait tinggi, aturannya masih sangat bervariasi antara satu dengan yang lainnya. Namun, pada umumnya di kisaran 1,85 meter.

17. Tidak Boleh Terlalu Gemuk
Selain membatasi tinggi dan pendek, pramugari juga dibatasi oleh berat badan. Pramugari pada umumnya tidak boleh terlalu gemuk, bukan karena masalah enak tidaknya dipandang mata, melainkan masalah keamanan.

Akan tetapi, jika di kemudian hari pramugari yang sudah bergabung dengan sebuah maskapai lambat laun bertambah berat, bukan berarti mereka akan langsung dipecat, melainkan akan menjalani program ekstra untuk menurunkan berat badan.

The Points Guy

16. Wajib Make-up
Dahulu, pramugari wajib make-up sampai orang-orang sulit membedakan boneka dengan manusia. Seiring berjalannya waktu, standar make-up mulai turun alias tidak selalu harus sperti boneka. Namun, pada umumnya maskapai tetap mengharuskan pramugari terlihat anggun namun juga tangguh. Namun, hal tersebut tak berarti bagi Virgin Airlines. Belum lama ini, mereka menjadi maskapai pertama yang membatalkan aturan wajib make-up bagi pramugari.

15. Make-up Tak Boleh Terlalu Tebal
Sekalipun diwajibkan make-up, namun, aturan lengkap make-up yang dianjurkan juga telah diatur. Pada umumnya, maskapai melarang pramugari untuk merias wajahnya dengan gaya yang cukup berani, seperti eyeliner tebal atau lipstik yang berbenturan dengan seragam mereka. Dalam kondisi tertentu, bahkan pramugari harus make-up seolah-olah mereka tak seperti make-up.

14. Hanya Boleh Pakai Satu Jenis Anting
Seperti halnya tato, maskapai penerbangan juga memiliki aturan ketat tentang anting yang boleh dikenakan pramugari. Saat bekerja, pramugari hanya diperbolehkan mengenakan satu pasang anting. Selain agar terlihat profesional, alasan kemanan juga menjadi faktor kunci terkait peraturan tersebut.

Sumber: istimewa

13. Harus Setidaknya 18 Tahun
Menjadi pramugari mungkin adalah pekerjaan impian bagi banyak wanita muda, yang menginginkan kesempatan untuk melakukan perjalanan keliling dunia dan dibayar. Namun, maskapai hanya akan merekrut pramugari yang berusia setidaknya 18 tahun. Beberapa maskapai bahkan lebih memilih menunggu sampai seseorang berusia genap 21 tahun.

12. Wajib Rapikan Jenggot
Selain pramugari, pramugara juga tak lepas dari aturan ketat. Pada umumnya, lelaki dewasa tak bisa menghindari tumbuhnya brewok ataupun janggut. Oleh karenanya, untuk menjadi seorang pramugara, seseorang harus merapikan bulu-bulu di wajah agar tak terlalu mengganggu saat bertugas.

11. Harus Bisa Berenang
Awak kabin juga harus bisa berenang, dan ini akan diuji pada masa pelatihan jika pesawat mendarat di atas air. Tentu saja, sebagai pelayan para tamu, pramugari harus bisa menyelamatkan dirinya dan juga para penumpang saat insiden mengharuskan mereka berkutat dengan air.

10. Tidak Boleh Terlihat Adanya Tato
Seiring perkembangan zaman, tato tidak selalu diidentikan dengan manusia-manusia kriminal. Bahkan, kaum urban sudah mulai terbiasa dengan tato karena lebih dianggap sebagai seni dibanding stigma orang-orang kriminal.

Namun, maskapai penerbangan tidak mengikuti perkembangan zaman, dan masih bersikeras bahwa awak kabin mereka tidak boleh bertato di bagian-bagian yang terlihat, seperti pada wajah, leher, atau lengan dan kaki bagian bawah.

9. Tidak Boleh Menerima Tip
Pramugari memang identik dengan pelayanan yang ramah, hangat, dan juga penuh dengan kasih sayang. Dalam kondisi tersebut, tak jarang, banyak penumpang yang bersimpati akibat layanan mereka yang sangat memuaskan. Namun demikian, sebagus dan sehangat apapun layanan yang diberikan, pramugari hanya cukup dibalas dengan ungkapan terima kasih, tanpa ada embel-embel tip dalam bentuk apapun.

Seragam pramugari (pegipegi.com)

8. Gaya Rambut Harus Rapi
Rambut panjang mungkin adalah salah satu idaman seluruh wanita. Namun, maskapai tidak membutuhkan itu. Pada umumnya, mereka menginginkan gaya rambut yang rapi, dengan ikatan atau kunciran yang pas dan tak terlalu neko-neko.

7. Tidak Dapat Menggunakan Semua Perlengkapan dan Peralatan P3K
Sudah barang tentu bahwa di sebuah pesawat pasti tersedia lengkap seluruh perlengkapan dan peralatan P3K. Meski demikian, pramugari tidak selalu diizinkan untuk menggunakan peralatan atau perlengkapan tersebut dan harus menunggu dokter atau tenaga medis terlatih untuk menggunakan beberapa item P3K.

6. Tidak Boleh Merokok
Merokok telah dilarang di pesawat selama bertahun-tahun, tetapi beberapa maskapai penerbangan bahkan melarang pramugari mereka merokok ketika mereka berada di daratan. Beberapa maskapai lainnya hanya melarang pramugari merokok saat mengenakan seragam. Adapun Qatar Airlines melarang pramugari merokok, baik di dalam maupun di luar area pekerjaan, baik ketika bertugas maupun tidak. Bahkan, kedapatan memiliki rokok di rumah saja akan menjadi bahaya.

5. Harus Kuat Berdiri
Salah satu alasan mengapa maskapai memiliki batasan berat badan untuk pramugari disebabkan pramugari juga harus sehat secara fisik untuk berdiri selama berjam-jam. Selain itu, mereka juga harus memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam keadaan apapun.

Sumber: pramugari.id

4. Harus Kuat Angkat Koper Berat
Beberapa penumpang berpikir bahwa pramugari bertugas untuk membantu koper atau barang bawaan mereka yang berat dan meletakkannya di kompartemen bagasi. Padahal tidak. Meski demikian, saat hal tersebut dihadapi pramugari, mereka harus membantu dengan penuh keramahan dan hangat terkait hal tersebut.

3. Tidak Boleh Jerawatan
Sekalipun jerawat atau luka pada wajah dapat ditutupi dengan make-up, namun, maskapai pada umumnya menginginkan pramugari yang memilliki wajah mulus. Jika tidak, silahkan kubur impian dalam-dalam untuk menjadi seorang pramugari.

Baca juga: Langka! Ibu dan Anak Bekerja Sebagai Pramugari di Penerbangan yang Sama

2. Dilarang Mengecat Rambut dengan Warna Tak Alami
Pada umumnya, pramugari masih diizinkan untuk mewarnai rambut. Namun, hanya untuk warna-warna yang alami. Selain itu, seperti merah muda, ungu, atau hijau adalah warna-warna yang dilarang keras oleh maskapai.

1. Tidak Boleh Minum Alkohol Saat Mengenakan Seragam
Maskapai memiliki aturan ketat tentang konsumsi alkohol untuk awak kabin dan penumpang. Wisatawan yang terlalu banyak minum berpotensi membuat kegaduhan dan akan dilarang untuk terbang dalam kondisi tersebut. Demikian pula dengan pramugari, mereka tidak diizinkan mengkonsumsi alkohol selama bekerja atau selama mengenakan seragam.

Inilah 11 Perbedaan Maskapai Penerbangan Era 70-an dengan Sekarang

Tren vintage kini terus dipertahankan oleh beberapa maskapai besar, dengan dalih nostalgia, para penumpang masa kini ‘diajak’ oleh maskapai untuk merasakan sensasi terbang di masa lalu. Yang harus diakui, hal tersebut dilakukan dalam koridor promosi guna memperlihatkan kejayaan dan nama besar maskapai di masa lalu.

Baca juga: Pan Am, Maskapai Pelopor Kelas Ekonomi Modern di Penerbangan Jarak Jauh

Pola vintage yang kini disuguhkan maskapai  umumnya dimulai dari kostum pramugari (awak kabin), ornamen dan interior kabin, sampai pilihan dalam in flight meals. Lebih dari itu, maskapai zaman now tentu agak kesulitan memberi kesan vintage, maklum ada beberapa elemen mendasar penerbangan masa lalu, khususnya di era 70-an yang tak bisa dihadirkan dalam penerbangan masa kini.

Terbatasnya ruang gerak maskapai untuk melakukan inovasi lebih tentu saja atas berbagai alasan, khususnya masalah efisiensi dan efektivitas biaya. Jikapun bisa (untuk berinovasi layaknya maskapai di masa dahulu), tentu ada harga mahal yang harus dikeluarkan maskapai dan pelanggan. Hal itu pulalah yang pada akhirnya membuat sebagian orang rindu dengan penerbangan di zaman dahulu, dalam hal ini penerbangan di tahun 60-an. Dikutip KabarPenumpang,com dari mentalfloss.com, Senin, (10/2), berikut daftar 11 hal yang tak pernah bisa lagi dilihat pelanggan maskapai penerbangan saat ini.

1. Tempat Tidur yang Cukup
Pada akhir 1940-an, Boeing Stratocruiser dideskripsikan oleh perusahaan sebagai “seperti karpet ajaib.” Selain lounge wanita yang ditata apik dan kursi-kursi multifungsi yang empuk, setiap kursi di kabin utama (bukan hanya kelas bisnis) bisa disesuaikan dan diatur sedemikian rupa untuk dijadikan tempat tidur yang cukup dalam mengakomodasi kebutuhan istirahat setiap penumpang.

2. Pong
Pada awal 1980-an, Continental Airlines melengkapi beberapa McDonnell Douglas DC-10 mereka dengan apa yang mereka sebut konfigurasi “Pub”. Selain bar mewah dan meja bundar yang dikelilingi oleh kursi putar, area Pub juga mencakup permainan dua pemain Pong yang mungkin merupakan teknologi permainan canggih pada saat itu. Pong sendiri adalah permainan video generasi pertama yang dirilis sebagai permainan arcade (permainan singkat) yang dioperasikan dengan menggunakan koin yang dikembangkan oleh Atari Inc. asal AS pada tanggal 29 November, 1972.

Tong bir dalam penerbangan Lufthansa (Business Traveller)

3. Sampanye di Udara
Pada 1970-an, Southern Airways menyebut dirinya sebagai “Rute Aristokrat” karena kebijakannya menawarkan sentuhan “Kelas Satu” untuk setiap penumpang. Maskapai mungkin membutuhkan bantal-bantal yang nyaman dan sampanye yang tersedia dalam jumlah yang banyak serta dapat diambil kapanpun dalam menemani rute multi-stopnya. Southern juga menyediakan sajian mewah di setiap rute ke negara bagian tenggara (labama, Florida, Georgia, Kentucky, Mississippi, dan lainnya).

4. Sajian Daging Istimewa
707 Pan Clipper Pan Am biasa menawarkan makanan berkualitas restoran yang disajikan langsung oleh koki di pesawat dalam penerbangan Trans-Atlantik mereka. Tampilannya pun juga tak semabrangan. Daging diukir sedemikian rupa hingga memuaskan mata pelanggan sebelum mereka mulai mencicipinya.

5. Piano
Dari 1970 hingga sekitar 1974, American Airlines menampilkan lounge piano di bagian belakang pesawat 747-nya. Instrumen yang dimaksud adalah piano elektrik Wurlitzer yang perlu sering-sering diperbaiki karena pecinta musik yang terlalu antusias menumpahkan koktail mereka di atasnya. Selama di udara, pemusik harus terus bermain sampai pelanggan yang tengah mabuk benar-benar tak kuat berbuat apapun sambil ditemani lagu “Shine On Harvest Moon”.

6. Pramugari dengan Hot Pants
Pada bagian ini, mungkin pramugari saat ini bisa menyamai penampilan pramugari di penerbangan-penerbangan masa lalu. Bahkan, dari beberapa sisi, bisa saja melewatinya, sekalipun tidak menggunakan hot pants.

7. Bunga Segar di Setiap Penerbangan
Boeing 707 Pan Am Pan Clipper diiklankan sebagai pesawat “bebas getaran,” sehingga mereka dapat memiliki rangkaian bunga segar di setiap meja pelanggan dan tidak khawatir apapun di atasnya tumpah ke pangkuan penumpang selama turbulensi. Pan Am terus memberikan bunga-bunga vas selama layanan makan malam di Kelas Satu hingga akhir 1970-an.

8. Pramugari Gonta-ganti Pakaian
Bagian ini mungkin salah satu hal yang sulit dilakukan bila melihat efisiensi dan efektivitas keuangan. Pasalnya, kebijakan gonta-ganti pakaian bagi pramugari cukup lumayan memakan budget maskapai, mulai dari promosi, desainer untuk merancang pakaian, hingga stok pakaian yang tak sedikit. Dalam sekali penerbangan, pramugari bisa bergonta-ganti pakaian hingga empat kali. Semua dilakukan untuk semata-mata menghibur pelanggan, khususnya setiap penerbangan jarak jauh. Konsep ini dahulu pernah dilakukan oleh Braniff International pada tahun 1965. Ketika itu, mereka merekrut perancang busana kenamaan, Emilio Pucci, untuk memuluskan idenya tersebut.

Travelleisure.com

9. Seni Peru
Berbicara tentang Braniff International, maskapai fashion forward oriented ini juga mempekerjakan arsitek New Mexico, Alexander Girard, untuk mencerahkan tampilan armada mereka. Girard pun memasukkan skema warna monokromatik di mana setiap pesawat dicat satu warna dengan pilihan warna seperti Metallic Purple dan Lemon Yellow. Ketika perusahaan memperluas rute mereka ke Amerika Latin, karya seni otentik dari Brasil, Meksiko, dan Peru pun ditambahkan sebagai sentuhan akhir di dalam pesawat.

Baca juga: “Trump Shuttle,” Maskapai Milik Donald Trump yang Hanya Berusia 18 Bulan!

10. Satu Baris Kursi Satu Jendela
Di masa sekarang, maskapai pada umumnya menempatkan kursi per 78 sentimeter, cukup rapat dibandingkan di masa lalu hingga 86 sentimeter. Hal tersebut membuat pada umumnya maskapai menawarkan pemandangan tidak persis di samping tempat duduk mereka. Jendela berada pada posisi setengah bahu atau tidak berada persis di samping pelanggan. Di samping itu, ukurannya juga tidak sebesar dahulu, meskipun dinilai ukuran jendelan yang lebih kecil saat ini berkaitan dengan faktor safety.

11. Permasalahan Pada Sistem Komputer
Komputerisasi pada zaman dahulu mungkin belum terlalu canggih seperti sekarang. Tak heran, bila pada zaman tersebut, usaha maskapai untuk memberikan sentuhan inovasi di pesawat justru berbuah pahit akibat serangkaian kesalahan sistem yang membuat pelanggan bingung.

COMAC C919 Akhirnya Meraih Sertifikasi Kelaikan Udara, Bersiap Lawan Keluarga A320neo dan 737 Max

Setelah terbang perdana pada 5 Mei 2017, pesawat narrow body C919 produksi Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) akhirnya resmi mendapatkan sertifikasi kelaikan udara dari Aviation Administration of China. Lewat sebuah upacara yang dihelat pada Kamis, 29 September 2022, menyiratkan tonggak besar bagi Cina untuk menantang Airbus dan Boeing dalam pasar kedirgantaraan komersial.

Baca juga: COMAC C919 Segera Beroperasi Komersial, Boeing-Airbus Ketar-ketir

COMAC C919 mendapatkan sertifikasi pada akhir September setelah dua pesawat terbang ke Beijing pada 13 September lalu. Sebuah tanda di salah satu foto mengatakan “C919 Upacara Penerbitan Sertifikat Jenis Pesawat “dalam bahasa Cina. Dikutip dari reuters.com, sejauh ini belum ada komentar dari pihak COMAC atas pemberian sertifikasi tersebut.

Prototope C919 diluncurkan pada tahun 2008 dan pesawat ini dirancang untuk membawa hingga 168 penumpang, yang notabene akan bersaing dengan Airbus A320neo dan Boeing 737 Max yang populer di pasar penerbangan. Ambisi Cina dari proyek C919 adalah untuk meningaktkan kemandirian teknologi di tengah ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat dan Barat.

Meski C919 adalah rancangan dan produksi Cina, namun sampai saat ini C919 sangat bergantung pada komponen Barat, termasuk mesin dan avionik, yang dipasok oleh perusahaan ternama General Electric, Safran dan Honeywell International.

Aturan lisensi ekspor AS yang ketat telah menyebabkan keterlambatan dalam sumber suku cadang dan menjadi risiko utama bagi COMAC untuk meningkatkan produksi sampai Cina menggantikan mesin dan komponen buatan asing dengan teknologi buatan dalam negeri.

Dengan dikeluarkannya sertifikasi kelaikan udara, maka C919 dapat dikirimkan kepada pelanggan pertamanya, yaitu China Eastern Airlines, meskipun media lokal melaporkan bahwa pesawat tersebut tidak mungkin memasuki layanan komersial dengan penumpang hingga tahun 2023. Uniknya, C919 tidak pernah muncul di acara (pameran) penerbangan utama di Cina, sebut saja C919 tidak pernah diperlihatkan pada China Airshow.

Meski sudah mendapat sertifikasi kelaikan udara, faktanya COMAC juga akan membutuhkan sertifikasi produksi yang terpisah sebelum dapat meningkatkan produksi massal pesawat, yang berarti dampaknya pada pasar pesawat global dapat tetap terbatas mengingat Airbus dan Boeing menghasilkan puluhan unit pesawat narrow body setiap bulannya.

C919 secara bertahap akan mulai menggantikan pesawat narrow body yang dibuat oleh Boeing dan Airbus. Dalam 20 tahun ke depan, permintaan pesawat narrow body di Cina seperti C919 akan mencapai rata-rata 300 pesawat per tahun.

Pendahulu jet regional C919, yaitu ARJ21, menghadapi jeda 2,5 tahun antara mendapatkan sertifikasi kelaikan udara dan sertifikat produksi, yang artinya itu memperlambat produksi. Seperti ARJ21, C919 tidak memiliki validasi sertifikasi oleh regulator AS dan Eropa, membatasi penerbangan ke pasar domestik dan mungkin ke negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Cina.

European Union Aviation Safety Agency (EASA) – Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa telah bekerja selama bertahun -tahun pada proses validasi sertifikasi pada C919, yang secara paralel bekerja sama dengan Civil Aviation Administration (CAA) – Administrasi Penerbangan Sipil Cina. Namun juru bicara CAA mengakatan tidak dapat mengomentari tanggal kapan validasi ini akan selesai. Begitu pu dengan US Federal Aviation Administration (FAA) – Administrasi Penerbangan Federal AS tidak menanggapi permintaan komentar tentang validasi sertifikasi C919.

Menurut situs COMAC, sejauh ini ada 815 pesanan untuk C919 dari 28 pelanggan, tetapi China Eastern adalah satu -satunya pelanggan yang telah mengumumkan jadwal pengiriman pesawat.

Uniknya tiga bulan lalu, salah satu maskapai besar Cina memesan hampir 300 pesawat keluarga Airbus A320neo, yang menunjukkan bahwa Negara Panda tersebut berencana untuk melanjutkan impor untuk beberapa waktu mendatang.

Baca juga: Head to Head COMAC C919 ‘Made in China’ Vs Airbus A320neo, Siapa Unggul?

Analis dirgantara global berpendapat, bila Cina memutuskan untuk menghentikan impor pesawat dari Barat dan Amerika Serikat, maka itu otomatis sama saja membunuh program C919, karena pasti akan ada langkah balasan dari mereka untuk melarang ekspor komponen pesawat ke Cina.

3 Poin Kerja Sama Transjakarta-Kodam Jaya, Salah Satunya Kedisiplinan

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjalin kesepakatan kerja sama dengan Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya). Ada tiga poin yang sepakati mulai dari pengamanan, pendidikan dan pelatihan, hingga pemanfaatan aset-aset Kodam Jaya untuk kebutuhan Transjakarta.

Baca juga: Mulai September 2022, Mikrotrans Listrik DFSK Mengaspal di Jalur Transjakarta

“Ada tiga hal yang kita tandatangani. Pertama, mengenai sumber daya manusia, khususnya dalam hal bantuan personel untuk pengamanan dari Kodam kepada TransJakarta. Kedua, masalah pendidikan dan pelatihan di mana nanti TransJakarta dengan Kodam Jaya akan bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka memberikan pendidikan buat PT TransJakarta,” jelas Direktur Utama Transjakarta, Yana Aditya di kantornya, Jumat (30/9/2022).

“Ketiga adalah terkait pemanfaatan aset, khusus aset antara Kodam Jaya dan PT TansJakarta yang masing-masing bisa dikolaborasikan terutama di sektor transportasi,” tambahnya.

Pangdam Jaya Majyen TNI Untung Budiharto, yang turut dalam penandatanganan perjanjian kerja sama itu, menuturkan, poin kerja sama pengamanan yang dimaksud adalah pengamanan aset-aset TransJakarta dalam situasi tertentu semisal adanya demonstrasi.

“Pengamanan yang disampaikan pada situasi-situasi kritis yang perlu perbantuan personel Kodam kita akan bantu. Karena kita lihat sekarang seperti ada demo dan sebagainya, tentu saja dari TransJakarta bisa minta bantuan kepada kita,” tuturnya.

“Apabila ada tempat tempat yang menurut analisa perkembangan dari TransJakarta membutuhkan tenaga kami, kami siap,” tambahnya.

Sedangkan poin lain, Yana menjabarkan, nantinya karyawan Transjakarta akan mendapatkan pelatihan di bidang kedisiplinan dan keselamatan kerja di Rindam Jaya. Demikian juga di bidang pemanfaatan aset-aset Kodam Jaya, bila diperlukan, ini bisa dimanfaatkan untuk didirikan berbagai keperluan Transjakarta.

Baca juga: TransJakarta Hadirkan 8 Bus Wisata, Satu Diantaranya Punya Atap Terbuka

“Misalnya, ada aset kodam yang mungkin barang kali bisa buat depo. Kami akan membangun depo di sana atau seperti program Kadishub terkait program bus listrik dan SPKLU. Barangkali ada tanah-tanah Kodam yang bisa bangun SPKLU nya di sana. Ini yang kita jajaki bersama,” tutupnya.

Selain dihadiri langsung oleh pimpinan Transjakarta dan Kodam Jaya, turut hadir dan menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.