Mau Tenang Sebelum Take Off? Perhatikan Panduan Ini

Sebelum sampai di ruang boarding, rasanya calon penumpang pesawat belum bisa tenang. Dalam suatu rangkaian, mulai dari waktu menuju bandara, persoalan di check in counter sampai proses antrian di imigrasi, kesemuanya bisa membuat hati Anda was-was, apalagi jika Anda sedari awal datang dengan waktu mepet di bandara.

Baca juga: Biar Tak Penasaran, Seberapa Awal Pilot Harus Tiba di Bandara?

Pastinya tidak enak punya perasaan cenat cenut di bandara, ditambah bila yang ikut dalam perjalanan adalan rombongan yang perlu perhatian khusus. Nah, ketimbang pusing, situs skyscanner.net merilis beberapa tips yang kiranya berguna untuk Anda pahami sebelum merencanakan keberangkatan dengan pesawat udara.

1. Sebelum tiba di bandara
Lebih baik anda mencari tahu tentang bandara, apalagi kalau anda berada di negeri orang. Untuk memudahkan, cari melalui maps yang tersedia pada ponsel anda. Selain itu screenshoot atau cetak tiket anda, hal ini untuk memudahkan anda. Karena terkadang koneksi internet di bandara tidaklah selalu baik.
maxresdefault

2. Saat Check-in
Perlihatkan tiket anda kepada petugas di depan pintu masuk, setelah itu anda akan melewati pemeriksaan keamanan untuk pengecekan barang-barang yang anda bawa. Saat di gate pengamanan, lepaskan semua perhiasan, ponsel dan barang-barang yang mengandung magnet di tempat yang sudah disediakan. Akan lebih baik bila barang-barang ini anda masukkan kedalam tas agar tidak merepotkan. Setelah melakukan pengecekan keamanan, cek boarding pass anda dan masukkan barang bawaan anda ke bagasi.

Pastikan sebelumnya Anda telah mengatur barang bawaan, mana tas yang akan dibawa ke kabin, dan mana tas/koper yang akan dibawa lewat kargo.

3. Di ruang boarding
Carilah posisi tempat duduk yang nyaman untuk anda menunggu. Bila Anda membawa anak-anak ikut serta dalam penerbangan, berikan konsol mainan atau smartphone yang berisi mainan. Ini biasanya berguna agar anak-anak anda tidak lari-larian dalam ruang tunggu.

Bila Anda sendirian dan dalam perjalanan dinas, Anda bisa sembari mengerjakan pekerjaan alias mencicil pekerjaan anda yang belum selesai. Buat alarm bila keberangkatan Anda masih lama dan ingin istirahat sebentar agar Anda tidak tertinggal pesawat. Sebelum naik pesawat, antrilah dengan tenang sesuai jalurnya.

Baca juga: Ikuti Tahapan Ini, Proses Check In dan Pemeriksaan Keamanan di Bandara Bakal Mulus

4. Di pesawat
Di dalam pesawat, carilah tempat duduk anda sesuai nomor yang ada di boarding pass. Letakkan barang-barang yang tidak anda masukkan ke bagasi di kabin pesawat. Duduklah dengan tenang dan jangan sekali-sekali berpindah duduk apalagi saat pesawat sudah akan berangkat. Hal terpenting, jangan pernah pindah ke kursi bisnis walaupun sepi.

Bandara Knuffingen, Jadi Model Bandara Terbesar di Dunia, Dibangun Enam Tahun dengan Biaya 4 Juta Euro

Knuffingen Airport, atau Bandara Knuffingen di Hambur, Jerman, sejak tahun 2011 dikenal sebagai bandara internasional terbesar di dunia. Tapi jangan keliru, bandara terbesar ini bukan bandara biasa, lantaran Knuffingen adalah model (miniatur) bandara, yang artinya berupa model skala bandara lenkap dengan model pesawat, landas pacu, jalur taxii sampai area terminal.

Baca juga: Kakek ini Pajang 1.500 Koleksi Miniatur Pesawatnya di Bandara Shannon, Irlandia 

Model bandara tentu sudah banyak diciptakan, tapi sejauh ini yang terbesar adalah Knuffingen Airport. Dikutip dari miniatur wunderland.com, disebutkan luas Bandara Knuffingen yang membentang seluas 150 m2 dan menampilkan lalu lintas udara yang realistis.

Bandara Knuffingen adalah bagian dari suguhan di Wunderland, dan oleh banyak orang dipandang sebagai model bandara paling menarik dari sudut pandang teknis. Di bandara ini per harinya ada 250 penerbangan, 52 pesawat dari berbagai jenis, 75 bangunan, 40.000 lampu LED, 4.000 pohon, 90 kendaraan dari berbagai jenis, 50.000 program penerbangan dan 15.000 figur yang terdiri dari penumpang dan petugas bandara.

Untuk membangun bandara ini tentu tak bisa singkat, dibutuhkan 150.000 jam kerja dan 100 km panjang kabel. Mewujudkan Bandara Knuffingen secara teknis membutuhkan waktu hampir enam tahun, dan memakan biaya 4 juta euro.

Bandara Knuffingen diresmikan pada 4 Mei 2011. Pengembangan bandara ini sejatinya dimulai pada Juni 2005. Pada tahun 2008, telah diselesaikan tahap perencanaan dan menyusun rencana pembangunan akhir.

Bandara yang mengesankan adalah daya tarik Wunderland, tidak hanya untuk penggemar penerbangan dan teknologi. Ada 45 pesawat berbeda, dari A380 hingga Cessna, beroperasi secara mandiri di bandara. Setibanya di gerbang, pesawat diarahkan kembali dengan kendaraan dorong dan taxii ke landasan pacu sendiri.

Baca juga: Punya Panjang Rel 12 Km, Inilah Miniatur Jaringan Kereta Api Terbesar di Dunia!

Di sana, mereka berakselerasi dan lepas landas. Setiap pesawat dilengkapi dengan lampu asli dan turbin mengeluarkan suara yang realistis, setidaknya saat lepas landas, kalau tidak, kebisingannya hampir tak tertahankan

Inilah Wiggles – Rumah Perahu dengan Cita Rasa London Train Tube

Banyak cara untuk memperlihatkan kecintaan pada dunia kereta api. Di London, Inggris misalnya, ada sebuah rumah perahu (canal boat home) yang dirancang seperti kereta tabung bawah tanah (tube train) yang populer sebagai ikon kota London. Rumah terapung yang diberi nama Wiggles, yang diklaim sebagai satu-satunya yang ada di Inggris telah terjual seharga £20.000 atau sekitar Rp379 juta.

Baca juga: Tak Terlihat Seperti Kapal Pesiar, “Guntu” Lebih Mirip Rumah Perahu

Dikutip dari mirror.co.uk (18/12/2022), Wiggles telah dicat menyerupai kereta London Underground. Rumah perahu itu adalah gagasan dari sang pemilik Darren Brown (39 tahun) dan dilengkapi dengan tanda ‘Mind the Gap’ di bagian luarnya dan di dalamnya memiliki fitur bertema Underground.

Darren Brown dari Uxbridge, London, membutuhkan waktu enam bulan untuk membuat rumah perahu kanal ini. Rumah perahu ini disebut Wiggles karena memiliki kelebihan berat lambung di atas garis air yang membuatnya bergerak. “Saya telah berhasil mengurangi goyangan dengan peninggian, tetapi belum menghentikannya sepenuhnya.”

Baca juga: Kapal Ferry Jadi Rumah Tinggal Mewah? Cek Disini Biar Tak Penasaran

Brown menyebut, rumah perahu ini juga disebut Mind the Gap, karena kesamaan yang jelas antara naik kereta bawah tanah dan naik perahu kanal dari tepi sungai.

COMAC Kirim ARJ21-700 ke TransNusa Airlines, Pertanda Duopoli Regional Jet Narrow Body di Indonesia Berakhir?

Era duopoli pada pesawat regional jet narrow body di Indonesia, boleh jadi akan segera berakhir. Bila selama ini pasar tersebut hanya diisi oleh Airbus dan Boeing, kini kabar terbaru menyebut Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) telah mempersiapkan pengiriman (delivery) unit perdana ARJ21-700 kepada maskapai TransNusa Airlines.

Baca juga: 35 Persen Saham Dikuasai Perusahaan Cina, Jadi Alasan TransNusa Gunakan Pesawat Cina ARJ21?

Pesawat regional buatan Cina, COMAC ARJ21-700, telah resmi memasuki pasar internasional setelah pabrikan mengirimkan pesawat tersebut ke klien asing pertamanya, maskapai regional Indonesia TransNusa.

Dicat dengan warna biru, kuning, dan hijau – livery TransNusa, COMAC ARJ21-700 yang dikirim terdaftar dengan registrasi PK-TJA. Pesawat ini dikonfigurasi dengan 95 kursi di kelas ekonomi. Jarak terbang pesawat regional ini ada di rentang 2.225 hingga 3.700 kilometer (1382 hingga 2.300 mil), yang digadang akan membantu rute domestik dan regional TransNusa.

Kedatangan baru dan pesawat berikutnya dipesan pada Januari tahun lalu oleh Grup Everbright China, yang sedang mencari 30 COMAC ARJ21-700 dan memiliki opsi untuk menambah 30 pesawat lagi. Rencananya, pesawat regional tersebut akan disewakan melalui AVIC Leasing kepada TransNusa sebagai bagian dari perluasan armada maskapai.

Sejauh ini, TransNusa memiliki tiga pesawat dalam armadanya, semuanya adalah Airbus A320-200 disewa dari lessor. Pesawat Airbus narrowbody keempat akan segera diterima, tetapi usia rata-rata armada maskapai tetap mendekati 12 tahun.

Pengiriman internasional pertama adalah tonggak sejarah yang luar biasa untuk COMAC yang didukung negara dan tidak mungkin menjadi yang terakhir, meskipun garis waktu untuk pertumbuhan tersebut memang akan relatif lambat.

Namun terlepas dari itu, COMAC masih memiliki strategi yang memungkinkannya mengancam duopoli Airbus-Boeing, seperti kemunculan pesawat C919. Meskipun belum membuat penampilan internasional, pesawat narrow body ini akhirnya dikirimkan ke pelanggan pertamanya, China Eastern Airlines awal bulan ini.

Mengingat bahwa pasar domestik Cina sangat besar, C919 akan mendapatkan penjualan yang memadai yang akan memungkinkan popularitas dan reputasi pesawat cukup matang untuk menyebar ke pasar internasional untuk maskapai asing berbiaya rendah atau bahkan berbiaya penuh.

Baca juga: Berkah Zhuhai AirShow Cina, COMAC Terima Pesanan 330 Pesawat Made in China C919 & ARJ21

Mirip dengan bagaimana COMAC ARJ21-700 dikirim ke TransNusa, kemungkinan maskapai Indonesia, Afrika, atau bahkan Rusia menjadi klien baik pesawat regional atau C919 ada dan tidak boleh diabaikan begitu saja. Dan jika ada satu hasil yang pasti, COMAC sendiri tidak boleh diremehkan sebagai produsen pesawat terbang

Travelator, Wahana Transportasi Massal Yang Bebas Emisi

Travelator atau eskalator datar sudah jamak melengkapi bandara internasional, dengan bentang jarak antar gate yang berjauhan hadirnya travelator menjadi pilihan yang tepat bagi para calon penumpang untuk menggapai lintasana gate yang kadang jarak mencapai lebih dari satu kilometer dari titik check in atau pemeriksaan imigrasi.

Baca juga: Tekan Biaya Investasi, Bandara Glasgow Bakal Miliki Travelator Terpanjang di Dunia! 

Meski saat ini debut travelator sebatas digunakan pada area bandara dan beberapa stasiun bawah tanah ternama, ada suatu pemikiran untuk memanfaatkan teknologi travelator sebagai wahana transportasi untuk menggeser massa penumpang dalam jumlah besar dengan menenkankan pada pengurangan emisi karbon. Seperti dilansir dari newsatlas.com (24/11/2016), beberapa negara maju tengah mencanangkan guna memaksimalkan konsep Smart City dengan meminimalisir mobil pribadi dan mengurangi emisi karbon.

Walau beragam studi dan terobosan telah dicetuskan para peneliti, namun sampai saat ini masih belum jelas betul moda transportasi apa yang akan menggantikan mobil pribadi nantinya. Sebagai bentuk pencarian solusi, peneliti dari Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) di Swiss, memiliki gagasan kota bebas mobil dan menggunakan teknologi travelator.

Menurut EPFL, trotoar bergerak Jetson (escalator lurus) bukan hanya bisa untuk menggantikan mobil. Ini dikarenakan setiap travelator ini bisa menampung dan membawa 7 ribu penumpang per jam lebih banyak dibandingkan bus. Walaupun nantinya pengguna akan berpindah dari travelator yang satu ke travelator lainnya untuk menuju lokasi yang akan mereka singgahi.

Jauh sebelum masa ini, model travelator sudah menjadi acuan futuristik sejak tahun 1893 dan pertama kali dipasang di pameran Colombus Chaniago dan pada tahun 1900 untuk kedua kalinya di Paris Exposition Universelle. Sejak pameran tersebut, sudah ada bayangan yang telah diusulkan oleh H G Wells, Robert Heinlein dan Isaac Asimov, dan  para visioner perkotaan untuk membuat mobil konvensional dan transportasi umum. Namun, pada masa itu belum ada inisiatif untuk memproduksi travelator.
Smithsonian-MagazineTravelator hingga saat ini hanya berada di bandara, stasiun, dan pusat belanja raksasa, tetapi belum ada penerapan travelator di luar ruangan (outdoor). Menurut para peneliti EPFL, berdasarkan konsep kota Jenewa Modern, saat ini tidak ada mobil pribadi melainkan semua transportasi yang berada di jalanan adalah bus, kereta api metro, trem, taksi, sepeda atau mobil angkutan lain telah terintegrasi. Para peneliti ini juga mengasumsikan saaat melihat beberapa teknologi saat ini, penggunaan travelator akan dibuat lebih cepat dari biasanya. Menurut mereka nantinya penumpang yang naik ke travelator akan melaju bersamaan dalam jarak 15km per jam. Hasil ini didapat dari rata-rata kecepatan pengendara yang berjalan melalui kota pada jam-jam sibuk.

Masih menurut para peneliti, adopsi travelator ini akan ditinggikan untuk memudahkan pengguna saat melakukan perjalanan nonstop pada Expressway. Menurut EPFL, penggunaan travelator ini akan mengambil ruang lebih banyak daripada untuk kendaraan pribadi. Dengan ini, memungkinkan adanya ruang untuk travelator bergerak dua arah seperti halnya transportasi lain.

Baca juga: Elon Musk Hadirkan Solusi Transportasi Canggih Berbasis Travelator

Kapasitas 7 ribu penumpang per jam untuk setiap jalur, bila dibandingkan dengan 750 penumpang untuk 1.800 kendaraan di jalan, ditambah travelator ini juga akan lebih hemat energi dari pada bus, sekalipun bus listrik. Sayangnya, pembangunan jalan untuk travelator ini akan mengeruk anggaran yang sangat mahal, terlebih pada soal pembebasan lahan dan penerapan infrastruktur penunjang.

KCIC: Yang Anjlok Bukan Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Melainkan Kereta Mekanik dan Kereta Teknis

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan kereta yang anjlok di proyek kereta cepat bukan bagian rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). “Kereta yang keluar jalur bukanlah rangkaian kereta cepat, tetapi rangkaian kereta kerja berupa lokomotif kerja dan mesin pemasangan rel,” tegas Corporate Secretary KCIC Rahadian Ratry, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (19/12).

Baca juga: Mengenal “CPG 500” – Kereta Mekanik untuk Pemasangan Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung

Rahadian merinci kejadian tersebut terjadi pada Minggu (18/12) sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Cempaka Mekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. PT KCIC telah melakukan koordinasi bersama pihak terkait untuk menangani kejadian ini. Rahadian menegaskan perusahaan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi telah memastikan bahwa kereta yang anjlok menimpa lokomotif kerja atau perlengkapan pemasangan rel yang menggunakan balas.

PT KCIC telah melakukan koordinasi bersama pihak terkait untuk menangani kejadian ini. Rahadian menegaskan perusahaan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang.

Formasi 3 unit lokomotif (kanan ke kiri: DF4B-9129, DF4B-7553, dan DF4B-7552) siap dikirim ke Depo Kereta Cepat Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. (Foto : Twitter/@bbbekti)

Balas atau ballast adalah lapisan kerikil untuk fondasi jalur rel dan berfungsi sebagai drainase. Sehingga proyek pengerjaan kereta cepat bakal tetap dilanjut untuk menyelesaikan pemasangan rel tanpa balas.

Di media sosial sempat beredar video yang menunjukkan situasi lokasi insiden kereta teknis anjlok. Dalam video tersebut, tampak kereta berwarna hijau dan kuning keluar dari jalur seharusnya.

Dan bila ditelusuri, kereta berwarna kuning yang anjlok adalah CPG 500, kereta mekanik untuk pemasangan rel kereta cepat Jakarta-Bandung. CPG 500 merupakan jenis Track-laying Machine (Mesin Peletakan Rel). Jenis mesin ini berfungsi mengatur rel dan bantalan rel yang terintegrasi digunakan untuk meletakkan rel serta bantalan rel kereta api berkecepatan tinggi, satu demi satu. Traksinya pun dioperasikan oleh enam gandar daya bersama-sama, dan setiap mekanisme pengoperasian mengadopsi penggerak hidraulik.

Baca juga: Dukung Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Lokomotif dari Cina Mendarat di Tanjung Priok

Sementara kereta berwarna hijau yang juga anjlok adalah lokomotif dengan julukan “watermellon” yang dalam arti Bahasa Indonesia adalah semangka. Karena warnanya seperti pada buah semangka. Kedatangan tiga lokomotif jenis ini, berikut gerbong barang adalah untuk mendukung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukan untuk menarik rangkaian reguler. Rangkaian reguler Jakarta – Bandung pp tetap menggunakan kereta cepat dengan seri CR400AF.

Bisakah Pesawat Mulai dari Lepas Landas Sampai Mendarat Sepenuhnya Otomatis?

Di era kemajuan teknologi seperti sekarang, pesawat dilengkapi dengan banyak peralatan canggih. Karenanya, banyak yang menganggap pesawat modern saat ini bisa menyelesaikan penerbangan mulai dari lepas landas sampai mendarat sepenuhnya dengan otomatis atau autopilot. Benarkah demikian?

Baca juga: Ternyata Kebanyakan Pesawat Saat Ini Mendarat Otomatis (Autoland)

Pilot salah satu maskapai, Tim Hibbetts, seperti dilansir Quora, mengungkapkan bahwa secara teknis, secara teori, dan faktanya pesawat belum sanggup menyelesaikan penerbangan dengan autopilot. Saat ini, tidak ada pesawat yang mampu melakukan ini.

Autopilot tidak bisa menerbangkan pesawat dan tidak bisa pula menggantikan peran pilot-kopilot untuk melakukan beberapa pekerjaan yang sifatnya intuitif. Autopilot dirancang untuk mengambil alih tugas yoke atau sidestick, tidak lebih.

Autopilot didesain untuk mengurangi beban kerja pilot dan kopilot yang sedari di darat sudah sibuk melakukan banyak hal. Dengan mengurangi beban kerja pilot dan kopilot, diharapkan kesadaran situasional keduanya meningkat dan pada akhirnya meningkatkan respon terhadap berbagai hal di kokpit.

Setidaknya, ketidakmampuan pesawat melahap seluruh penerbangan dengan otomatis seperti tersebut di atas terjadi sampai saat ini. Tidak menutup kemungkinan di masa mendatang, seiring kemajuan teknologi, konsep satu pilot di kokpit (single cockpit) bisa teralisasi. Inovasi ke arah sana bukan impian melainkan sudah dimulai.

Pada pertengahan tahun 2020 lalu, saat pandemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya, Chief Technology Officer Airbus, Grazia Vittadini, mengkonfirmasi pesawat A350-1000 sukses lepas landas, landing, dan taxiing secara otomatis dalam proyek kemanusiaan, mengangkut peratalan medis dari Beijing ke berbagai rumah sakit di Eropa.

Sejak proyek Autonomous Taxi, Take-Off and Landing (ATTOL) pertama kali dimulai pada Juni 2018, Airbus setidaknya telah melakukan total 500 uji terbang. Dari jumlah tersebut, umumnya agenda pengujian masih berupa mengumpulkan data berupa video dan mendukung penyempurnaan algoritma, dengan melibatkan banyak tim teknik dan teknologi Airbus, seperti Airbus Defense and Space, Airbus A³, dan berbagai divisi lainnya.

Selain itu, dari 500 uji terbang, lima di antaranya juga telah dilakukan take off and landing per run untuk mengevaluasi kemampuan modifikasi A350-1000 dalam melakukan take off dan landing otomatis.

Terkait modifikasi A350-1000, Airbus setidaknya telah menyematkan beberapa fitur baru untuk mendukung tes ATTOL, upgrade flight control computer, memasang kamera di segala sudut dan perangkat elektronik pendukung yang terhubung dengan kamera tersebut. Tak lupa, modifikasi A350-1000 juga mencakup algoritma.

Baca juga: Apakah Dua Pilot Mutlak Diperlukan untuk Terbangkan Boeing 737? Apa Saja Tugas Kopilot?

Menurut Capt. Shadrach Nababan, mantan pilot senior Garuda Indonesia, pesawat bisa melakukan taxiing, lepas landas, cruising, mendarat, sampai parkir di apron atau melakukan penerbangan sepenuhnya otomatis (autopilot) dengan syarat salah satu yang terpenting adalah insting atau naluri.

Andai teknologi sudah mampu membuat pesawat mempunyai naluri atau insting, lanjtunya, maka besar kemungkinan pesawat dapat melenggang sendirian tanpa adanya pilot atau setidaknya satu pilot di kokpit.

Sambut Nataru 2022/2023, Garuda Indonesia Group Siapkan 1,3 Juta Kursi Penerbangan

Garuda Indonesia Group yang terdiri dari Garuda Indonesia dan Citilink, mempersiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan pada periode peak season Natal dan Tahun Baru 2022/2023 yang diproyeksikan akan berlangsung dari tanggal 18 Desember 2022 – 8 Januari 2023.

Baca juga: Mulai 4 Desember, Garuda Indonesia Kembali Buka Rute Denpasar – Seoul 2x Seminggu

Optimalisasi kesiapan kapasitas penerbangan tersebut sejalan dengan proyeksi peningkatan demand perjalanan transportasi udara pada periode libur akhir tahun. Optimalisasi kapasitas penerbangan tersebut terdiri dari 503,407 kursi penerbangan untuk rute domestik dan 116,267 kursi penerbangan untuk rute International yang akan dilayani oleh Garuda Indonesia.

Sementara Citilink mempersiapkan sedikitnya 684,682 kursi penerbangan untuk rute domestik dan 34,560 kursi penerbangan untuk rute internasional.

Dari siaran pers, disebutkan ketersediaan kursi penerbangan pada periode peak season Nataru ditunjang oleh penambahan frekuensi serta pengoperasian bigger aircraft yang dilaksanakan Garuda Indonesia Group (Garuda Indonesia dan Citilink) pada sejumlah rute penerbangan yang memiliki potensi pertumbuhan demand penumpang yang tinggi.

Adapun sepanjang Desember 2022 ini, Garuda Indonesia Group memproyeksikan dapat mengoperasikan sedikitnya sekitar 2015 frekuensi penerbangan per minggunya, tumbuh sekitar 20,7% dibandingkan bulan November 2022 lalu sebanyak 1670 frekuensi penerbangan per minggunya. Tentunya jumlah tersebut akan terus bergerak dinamis sejalan dengan tren perjalanan masyarakat menggunakan transportasi udara di akhir tahun ini.

Penambahan frekuensi telah dilaksanakan secara bertahap sejak periode akhir November 2022 pada sejumlah rute penerbangan. Lebih lanjut, Garuda Indonesia juga akan menambah frekuensi di beberapa rute internasional untuk menangkap peluang pasar dalam memaksimalkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Baca juga: Apakah Pramugari Izinkan Penumpang Tidur di Kursi Pesawat yang Kosong Bak di Kasur?

Adapun sejumlah rute-rute internasional yang frekuensinya ditingkatkan di antaranya, yaitu Jakarta – Singapura pp yang kini dilayani sebanyak 21 per minggu, Jakarta – Kuala Lumpur pp yang dilayani sebanyak 5 kali per minggu, Jakarta – Hong Kong yang dilayani sebanyak 3 kali setiap minggunya, Jakarta – Bangkok pp 4 kali per minggu, Denpasar – Sydney pp 2 kali per minggu, dan Jakarta – Melbourne pp yang kini dilayani sebanyak 2 kali setiap minggunya.

Kamome – Inilah Desain Shinkansen “Merah Putih” yang Akan Melayani Jalur ke Nagasaki

Selama bertahun-tahun, sistem kereta kereta cepat Shinkansen hanya dapat membawa penumpang sejauh Fukuoka dari Tokyo, di Pulau Kyushu di barat daya Jepang. Jalur akhirnya kemudian diperpanjang ke selatan, yakni ke Kagoshima. Namun, orang yang bepergian ke atau dari Kyushu barat, termasuk Nagasaki, masih belum memiliki layanan kereta cepat di wilayah tersebut.

Baca juga: Simulator Shinkansen E5 Hadir di Hotel, Untuk Mencobanya Pengunjung Bisa Menginap atau Makan Siang

Dikutip dari Soranews24.com, hal tersebut disebut segera berubah, pasalnya operator kereta api JR Kyushu telah meluncurkan desain visual kereta Shinkansen barunya yang akan berjalan di Rute Kyushu Barat yang diluncurkan tahun depan.

Memanfaatkan warna gambar merah cerah KR Kyushu di bagian luarnya, kereta yang disebut Kamome, diterjemahkan sebagai “Burung Camar”, dengan lambang bergaya burung yang sedang terbang dan logo kaligrafi kuas yang membawa perasaan kebebasan yang serupa saat bergerak.

Keenam gerbong penumpang yang membentuk kereta memiliki ruang untuk 396 penumpang, dengan total 163 kursi yang dipesan di Gerbong 1, 2, dan 3. Kursi di Gerbong 1 memiliki desain krisan keberuntungan di joknya…yang ada di Gerbong 2 pola shishi (singa) yang terinspirasi oleh penggambaran surai makhluk mitos palsu dalam lukisan klasik Jepan…dan di Gerbong 3, motif karakusa (peony flower arabesque).

Sisa 233 kursi non-reserved dapat ditemukan di Gerbong 4 sampai 6, dengan total lima kursi per baris.

Shinkansen baru bukanlah kereta pertama di Jepang yang disebut Kamome. Nama tersebut telah digunakan beberapa kereta api di Kyushu barat, terutama kereta ekspres terbatas yang beroperasi antara Nagasaki dan Kyoto mulai tahun 1961.

Baca juga: Gempa Jepang M 7,3, Teknologi Ini Bikin Kereta Shinkansen Berhenti Otomatis Sebelum Celaka

Itu masih nama yang cocok untuk kereta baru, karena sekali Nagasaki terhubung ke Fukuoka oleh Shinkansen, itu akan menjadi koneksi yang mudah ke jalur Sanyo Shinkansen yang melintasi wilayah barat dan tengah pulau utama Jepang Honshu

Apakah Ada Pesawat yang Dibuat untuk Meredam Kebisingan Mesinnya?

Kebisingan pesawat yang dihasilkan mesin jetnya masih menjadi anomali tersendiri. Di satu sisi mesin jet memungkinkan miliaran penduduk bumi bepergian lintas benua dengan cepat, di sisi lain kebisingan yang dihasilkan mesin jet membuat penumpang dan warga di darat tidak nyaman. Lantas, adakah sesuatu di pesawat untuk meredam kebisingan mesin jet?

Baca juga: Inilah Tiga Sumber Kebisingan Pesawat dan Cara Industri Meredamnya

Diketahui, rentang pendengaran normal pada seseorang berada di kisaran 250-8.000 Hz pada 25 dB (desible) atau lebih rendah. Lebih dari itu, bukan berarti gendang telinga seseorang akan langsung pecah karenanya.

Meski rentang pendengaran normal seseorang berada di 25 dB, tetapi, nilai ambang batas (NAB) kebisingan yang masih bisa diterima manusia ialah 85 dB selama kurang lebih delapan jam atau 40 jam dalam sepekan. Lantas, berapa dB kebisingan yang dihasilkan pesawat terbang melalui mesin jetnya?

Dalam sebuah artikel di e-journal.president.ac.id, disebutkan pesawat berjenis Airbus menghasilkan intensitas kebisingan rata-rata sebesar 85,3 dB(A). Mengingat Airbus adalah kompetitor utama Boeing, besar kemungkinan NAB kebisingan pesawat Boeing tak jauh berbeda.

Kebisingan pada pesawat jet nyaris serupa dengan helikopter. Suara kebisingan helikopter yang awalnya melewati NAB kebisingan dapat direduksi menjadi kurang dari 85 dB dengan adanya penggunaan APT berupa helm. Helm digunakan untuk proteksi sampai dengan lebih dari 110 dB.

Kebisingan yang cukup tinggi tersebut dapat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar, seperti fisiologi pada manusia, gangguan pendengaran dan trauma akustik. Karenanya, industri berpikir keras untuk mencari solusi atas kebisingan pesawat, khususnya pada mesin jet.

Menurut Chris Ishmael, yang berpengalaman 30 tahun di bidang maintenance pesawat, seperti dikutip dari Quora, menyebut mesin jet pesawat modern saat ini (turbofan high bypass) sudah jauh lebih baik atau jauh lebih senyap atau tidak bising dibanding mesin jet di masa lalu (turbojet).

Pertama, dari segi mesin, mesin jet pesawat modern sudah menggunakan high bypass fan sehingga perputaran udara di dalam mesin lebih lembut dan lambat. Kedua, dari segi desain nacelle atau casing yang membungkus mesin. Casing mesin pesawat saat ini diketahui memiliki dinding berlubang dan terbuat dari bahan yang mampu meredam serta menyerap kebisingan.

Baca juga: Mengenal Polusi Suara Pesawat: Bisa Bikin Stres Sampai Kardiovaskular! Penumpang-Pilot Terdampak

Ketiga, pada bagian knalpot mesin ada suatu komponen yang disebut sebagai hush kits. Ini sejenis alat untuk meredam atau mereduksi suara yang dihasilkan melalui knalpot mesin pesawat.

Keempat, di bagian badan pesawat bagian luar, struktur dan teknologinya sudah dibuat sedemikian rupa agar mampu meredam kebisingan dari mesin jet. Kelima, di bagian dalam kabin, juga strukturnya dibuat dari bahan yang mampu meredam kebisingan.