Rute Penerbangan Mana yang Paling Berbahaya dan Sering Terjadi Turbulensi Hebat?

Seiring terjadinya pemanasan global (global warming), turbulensi lebih sering sulit diprediksi waktu dan tempatnya. Meski begitu, menurut pengalaman banyak pilot dan penumpang, terdapat beberapa rute penerbangan yang berbahaya dan sering terjadi turbulensi hebat.

Baca juga: Enam Jenis Turbulensi Pesawat, Mana yang Paling Sering Terjadi?

Dilihat dari jenisnya, turbulensi terbagi menjadi enam; Clear air turbulence (CAT), turbulensi wind shear, turbulensi termal atau konvektif, turbulensi vortex, turbulensi mekanik, dan turbulensi frontal. Masing-masing turbulensi tersebut mempunyai penyebab tersendiri.

Dari segi intensitasnya, turbulensi pesawat terbagi menjadi tiga; lemah, sedang, dan turbulensi parah. Sebetulnya ada tambahan satu lagi yaitu turbulensi ekstrem. Namun ini jarang terjadi karena pilot diharuskan menghindari awan cumulonimbus atau inti badai berjarak 20 mil laut.

Karenanya, turbulensi ekstem jarang terjadi. Bila terjadi, pesawat dibawa terbang oleh pilot melewati inti badai dan sangat jarang atau tidak pernah ada pilot waras melakukan itu. Sedang terbang melewati tepi badai saja turbulensinya sudah cukup parah, apalagi terbang melewati inti badai (warna merah pada gambar di bawah).

Turbulensi lemah biasanya terdapat sedikit guncangan pada pesawat dan membuat penumpang sedikit tidak nyaman. Namun secara umum penerbangan masih normal.

Turbulensi sedang sudah pasti membuat penumpang lebih tidak nyaman dibanding turbulensi lemah. Guncangannya pun sudah pasti lebih kuat.

Turbulensi jenis ini bisa diibaratkan seperti bus atau mobil yang ngerem mendadak ataupun menikung tajam dan berpotensi membuat penumpang terluka atau cedera. Karenanya, tak heran bila pilot meminta penumpang dan kru kembali ke tempat duduk dan menggunakan seat belt (sabuk pengaman).

Baca juga: Gegara Pemanasan Global, Penumpang Pesawat Bakal Rasakan Turbulensi 3x Lipat

Turbulensi parah atau kuat adalah satu-satunya kategori turbulensi pesawat yang dianggap berbahaya bagi penerbangan. Turbulensi jenis ini sangat mungkin untuk membuat pilot kehilangan kendali pada mesin untuk sementara.

Menurut Mechanical Engineering jebolan Durham University, David Walker, turbulensi pada umumnya terjadi di wilayah atau zona konvergensi tropis. Zona ini berada di sekitar garis khatulistiwa tempat angin pasat dari belahan bumi utara dan selatan bertemu, menjadi badai besar, dan menyebabkan turbulensi hebat atau parah pada pesawat.

Di antara zona tersebut, salah satu yang paling berbahaya adalah di langit sekitar Teluk Benggala, terutama di atas Kepulauan Andaman.

Turbulensi di wilayah ini bukan hanya hitungan di atas kertas semata, melainkan sudah memakan korban, salah satunya insiden jatuhnya pesawat Airbus A330-200 Air France Flight 447 yang menewaskan 228 orang.

Selain kecelakaan tersebut, penerbangan internasional dari Timur ke Barat atau dari Eropa dan India ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand, begitupun sebaliknya, juga sering mengalami turbulensi parah di sekitar Teluk Benggala atau di atas Kepaulauan Andaman.

Baca juga: Seberapa Bahaya Turbulensi Pesawat?

Penerbangan Singapore Airlines dari Singapura ke London, pernah mengalami turbulensi parah di atas Teluk Benggala tepat saat penumpang tengah menyantap makan pagi (sarapan). Akibatnya, kabin porak poranda dengan penampakan baki makanan dan minuman berserakan dimana-mana.

Selain di atas Teluk Benggala atau perairan sebelah tenggara India, ada juga tempat lainnya yang sering terjadi turbulensi parah, seperti di atas perairan Teluk Arab, di atas Pegunungan Himalaya dan dekat puncak Gunung Fuji.

Buntut Insiden Maut AF447, Air France dan Airbus Diseret ke Meja Hijau

Maskapai nasional Perancis Air France dan manufaktur pesawat Airbus, akan diadili pada Senin (10/10/2022) atas tuduhan pembunuhan tidak disengaja pada insiden maut yang terjadi pada tahun 2009, yakni jatuhnya pesawat Airbus A330 Air France AF447 yang dalam perjalanan dari Rio de Janeiro (Brasil) menuju Paris (Perancis) dan menewaskan semua 228 orang di dalamnya.

Baca juga: Di Rute Jenewa – Paris, Pilot dan Kopilot Air France Baku Hantam di Dalam Kabin

Dikutip dari France24.com, keluarga korban dan beberapa pakar penerbangan mengatakan pilot tidak cukup terlatih untuk menangani hilangnya pembacaan kecepatan yang disebabkan oleh peralatan penting yang membeku dalam badai. Penerbangan AF447 dari Rio de Janeiro jatuh ke Samudera Atlantik pada dini hari tanggal 1 Juni 2009, setelah memasuki zona dekat Khatulistiwa yang dikenal dengan turbulensi yang kuat.

Pesawat dalam insiden AF447 adalah Airbus A330-203 yang membawa 12 awak dan 216 penumpang. Lantaran jatuh di samudera yang luas dan dalam, butuh waktu hampir dua tahun untuk menemukan sebagian besar badan pesawat dan menemukan perekam penerbangan “kotak hitam”.

Air France dan Airbus didakwa saat penyelidikan berlangsung, dengan para ahli menentukan kecelakaan itu akibat kesalahan yang dibuat oleh pilot yang disorientasi oleh apa yang disebut tabung pemantau kecepatan Pitot yang telah membeku di awan tebal.

Tetapi hakim investigasi yang mengawasi kasus tersebut membatalkan dakwaan pada 2019, sebuah keputusan yang membuat marah keluarga korban. Kemudian Jaksa mengajukan banding atas keputusan itu, dan pada tahun 2021 Pengadilan Paris memutuskan ada cukup bukti untuk melanjutkan persidangan.

Ophelie Toulliou, yang kehilangan saudara laki-lakinya dalam penerbangan itu, mengatakan bahwa sangat penting “kebenaran terungkap, dan bahwa hukuman, jika pantas, dijatuhkan”.

“Tetapi pesannya juga untuk membuat perusahaan yang berpikir bahwa mereka tidak tersentuh mengerti: “Anda seperti orang lain dan jika Anda membuat kesalahan, mereka akan dihukum,” katanya.

Pengadilan di Paris akan mendengarkan kesaksian dari lusinan pakar penerbangan dan pilot selama dua bulan persidangan, dan masing-masing perusahaan menghadapi denda maksimum 225.000 euro (US$220.000).

Detail yang terungkap dari investigasi sebagian dimuat di majalah Vanity Fair, termasuk rekaman percakapan terakhir di kokpit. Disebutkan, 2 dari 3 pilot yang ada di pesawat sedang tertidur, saat Airbus 330 itu menghadapi masalah akibat badai tropis dalam perjalanan dari Paris, Prancis menuju Rio de Janeiro, Brasil.

Pierre-Cedric Bonin (32), ‘anak bawang’ yang baru mencatatkan ratusan jam terbang ditinggalkan sendirian di belakang kemudi, sementara kapten penerbang, Marc Dubois (58) dan pilot David Robert (37) sedang tidur. Sang kapten diduga hanya tidur sejam malam sebelumnya, Ia disebut-sebut menghabiskan waktunya dengan teman seperjalanannya, pramugari yang tak sedang bertugas (off-duty) sekaligus penyanyi opera.

Baca juga: Gegara Sepotong Besi Terlepas dari DC-10, Jadi Pengantar Maut Concorde Air France 4590

“Seandainya kapten berada di posisinya ketika menghadapi Intertropical Convergence Zone (ITCZ), paling-paling tidurnya hanya terganggu tak lebih dari 15 menit. Dan dengan pengalamannya itu, kisah pesawat itu mungkin akan berakhir beda,” kata kepala penyelidik Alain Bouillard seperti dikutip Vanity Fair.

Setelah Sempat Ditutup, Garuda Indonesia Kembali Buka Rute Jakarta – Melbourne

Sebagai dampak pandemi, Garuda Indonesia menutup rute ke Melbourne pada pertengahan 2021. Namun, seiring meredanya tren Covid-19, dan terbukanya akses masuk ke sejumlah kota di Australia, mendorong Garuda Indonesia untuk tidak hanya meningkatkan frekuensi penerbangan ke Sydney, melainkan akan membuka rute lamanya, yaitu ke Melbourne, kota yang dikenal banyak dihuni oleh pelajar dan mahasiswa dari Indonesia.

Baca juga: Hari ini 50 Tahun Lalu, Garuda Indonesia Lakukan Penerbangan Perdana ke Australia

Dari siaran pers yang diterima Kabarpenumpang.com, Garuda Indonesia pada 23 November 2022 mendatang mulai mengoperasikan kembali rute Jakarta – Melbourne pp sebagai bagian dari langkah intensifikasi pemulihan kinerja melalui upaya maksimalisasi potensi market demand negara Australia yang terus menunjukan pertumbuhan signifikan di tengah transisi dari masa pandemi Covid-19 menuju situasi endemi.

Rute Jakarta – Melbourne nantinya akan dilayani dengan menggunakan pesawat Airbus A330-300 yang berkapasitas 251 penumpang dengan konfigurasi 36 business class dan 215 economy class dan akan beroperasi sebanyak dua kali setiap minggunya.

Rute Jakarta – Melbourne tersebut akan diberangkatkan dengan pesawat bernomor penerbangan GA 716 yang akan dilayani setiap Rabu dan Sabtu, diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 21:00 LT dan tiba di Melbourne Airport keesokan harinya pukul 07:35 LT.

Sementara itu penerbangan Melbourne – Jakarta akan diberangkatkan dari Melbourne Airport pukul 09:10 LT dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pukul 12:15 LT menggunakan pesawat bernomor penerbangan GA 717.

Baca juga: Batik Air Layani Penerbangan Langsung Denpasar – Brisbane, ke Melbourne Kini 1x Setiap Hari

Hadirnya rute ini melengkapi rute Sydney – Denpasar yang sebelumnya telah kembali beroperasi lebih dahulu. Hal ini menjadi sinyal positif bagi outlook peningkatan trafik penumpang internasional Garuda Indonesia mengingat Australia merupakan salah satu pangsa pasar potensial, sebagai salah satu negara dengan tingkat kunjungan wisatawan tertinggi ke Indonesia. Pada Juli 2022, tercatat jumlah kunjungan wisatawan asal Australia menuju Indonesia berhasil menyentuh kisaran 80 ribu orang.

Anjing “Liar” Masuk di Gerbong Komuter, Begini Penanganan Petugas Kereta di Jepang

Ada perbedaan aturan antara layanan kereta komuter di Jabodetabek dengan kereta komuter di Jepang. Di Negeri Sakura, dengan syarat tertetu, penumpang komuter diperkenankan membawa binatang pelihaharaan masuk ke dalam gerbong. Namun, ada insiden yang unik terjadi pada hari Kamis, 6 Oktober lalu di Jalur Odakyu Odawara, di mana ada seekor anjing yang membut geger di perjalanan komuter yang pada padat di pagi hari.

Baca juga: Viral Video Anjing Pintar di India, Tunggu Kereta Hingga Berhenti Baru Turun

Dikutip dari soranews24.com, “kami telah menerima kabar bahwa ada seekor anjing di kereta” kondektur mengumumkan melalui pengeras suara dan kereta berhenti di Stasiun Tsurumaki Onsen sedikit sebelum jam 7:30 pagi. Jalur Odakyu Odawara menghubungkan Stasiun Shinjuku Tokyo, yaitu stasiun kereta api tersibuk di dunia dengan pinggiran kota dan kota-kota terpencil di barat daya.

Jadi pada pagi hari kerja tertentu, Anda akan melihat banyak orang di kereta ke utara pergi ke tempat kerja atau sekolah di kota besar.

Rupanya anjing itu menyelinap melalui celah di pagar antara stasiun dan jalan, dan ketika seorang staf stasiun melihatnya berlarian di peron, dia mencoba mengejarnya. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh pemeragaan visual grafis yang sangat lucu dalam video di atas, anjing itu tidak ingin ditangkap, dan kebetulan sebuah kereta berhenti dan pintunya terbuka untuk membiarkan penumpang naik. Jadi anjing itu melompat ke kanan, menyebabkan terhenti ketika para pekerja mencoba membujuknya untuk pergi dan anjing itu menggeram kembali ke arah mereka.

Setelah usaha penangkapan selama sembilan menit, seorang petugas stasiun berhasil meraih kerah anjing itu dan membawanya keluar dari kereta, dan Ia mendapatkan tepuk tangan untuk menyelesaikan situasi tanpa membahayakan hewan atau penumpang, meskipun seorang petugas memang menahan gigitan pada ibu jari dan jari telunjuknya.

Sebagai catatan, Odakyu mengizinkan anjing masuk ke dalam kereta, tetapi panjangnya maksimal 70 sentimeter (27,6 inci) atau kurang dan di dalam wadah. Dan pastinya anjing juga harus ditemani oleh seorang manusia. Itu bagian yang sangat penting.

Baca juga: Berbaris di Peron, Anjing Golden Retriever Bukan Tunggu Kereta Tapi Untuk Pemotretan Kalender

Dan berbicara tentang kerah anjing, itu adalah petunjuk bahwa hewan itu tidak tersesat. Seorang pekerja membawa anjing itu ke kotak polisi setempat, dan tak lama sebelum itu seorang lelaki tua yang tinggal di lingkungan itu pergi ke kotak polisi yang berbeda untuk melaporkan bahwa dia sedang berjalan-jalan dengan anjingnya ketika talinya terlepas dari kerahnya dan anjing itu kabur. Untungnya, pria dan hewan peliharaannya telah dipersatukan kembali.

Terowongan Brockville – Terowongan Kereta Pertama di Kanada yang Dihiasi Lampu Warna Warni dan Alunan Musik

Terowongan Kereta Brockville dibuka untuk umum setiap musim semi, tetapi karena pandemi Covid-19, terowongan ini akhirnya dibuka pada 14 Agustus 2020 lalu. Terowongan ini terletak di Ontario tepatnya di bawah kota Brockville dan merupakan terowongan kereta api pertama di Kanada. Walikota Jason Baker mengatakan, pihaknya sangat senang membuka kembali terowongan tersebut dan berharap suatu hari nanti bisa dibuka kembali dengan normal.

Baca juga: Terowongan Kereta “Gunung Braswell,” Gelap di Dalam Instagramable di Luar

“Kami bekerja dengan para ahli kesehatan untuk memastikan kami bisa membuka ini dengan aman. Pada satu titik kami khawatir tentang membuat terowongan lalu lintas satu arah dan karena panjangnya yang benar-benar tidak layak,” ujar Baker.

Lorong dari Terowongan Kereta Brockville di Ontario

Terowongan Brockville akan menampilkan pertunjukan cahaya dan yang berbeda pada saat ini adalah beberapa prosedur keamanan dan keselamatan bagi pengunjung yang wajib diikuti. Di masa pandemi, para pengunjung harus menggunakan masker dan menjaga jarak fisik di dalam terowongan.

Bahkan tanda pemberitahuan pedoman Covid19 dipasang di setiap pintu masuk. KabarPenumpang.com melansir ctvnews.ca (14/8/2020), Terowongan Kereta Brockville akan dibuka setiap hari dari jam 09.00 pagi hingga 21.00 waktu setempat dan gratis tetapi ada kotak donasi jika pengunjung ingin memberikannya.

Salah satu pengunjung pertama yang melintasi Terowongan Kereta Brockville di tahun 2020 ini adalah Devin Johnston dan putranya dari Oxford Mills.

“Ketika saya melihatnya secara online tadi malam bahwa mereka buka hari ini, saya seperti, waktunya pergi! Hebat! Pertunjukan cahayanya luar biasa, musiknya hebat, Warren sangat menyukainya. Kami naik turun,” kata Johnston.

Bahkan dibukanya terowongan ini membuat sepasang saudara dari Toronto merasakan hal yang luar biasa.

“Luar biasa! Saya membacanya di berita beberapa tahun yang lalu dan sangat bersemangat saat itu dan agak lupa. Adik saya baru saja mengingatkan saya tentang hal itu dan itu luar biasa. Musiknya, keasliannya,” kata Una saat dia disela oleh klakson kereta dan lampu merah yang turun dari terowongan.

Dibukanya kembali Terowongan Kereta Brockville, walikota mengatakan, ini menjadi tanda bahwa kota tersebut secara resmi dibuka setelah memperoleh keuntungan.

“Ini adalah indikasi yang hilang bahwa Brockville terbuka untuk bisnis dan saya pikir itu adalah pernyataan penting yang perlu kita lakukan. Ada banyak orang dalam radius satu kilometer dari terowongan ini yang mendapatkan keuntungan dari pengunjungnya dan mereka telah tahun tersulit mereka dalam industri pariwisata. Kami senang telah mencapai titik ini, kami hanya minta maaf karena butuh waktu selama ini, ”kata Baker.

Tidak ada kejadian di terowongan yang akan direncanakan tahun ini seperti tahun-tahun lainnya, tetapi walikota memang mengisyaratkan bahwa terowongan masih bisa akses di musim gugur. Untuk saat ini, Baker mencatat cuacanya sempurna dan mendorong orang untuk datang dan mengunjungi Brockville.

Terowongan Kereta Brockville sendiri konstruksinya dimulai pada September 1854 tetapi tidak dibuka untuk lalu lintas kereta api hingga 31 Desember 1860. Terowongan ini memiliki panjang 527 m dan dirancang untuk menyediakan jalur rel dari perdagangan kayu Lembah Ottawa ke fasilitas pelabuhan Brockville di rute kapal Sungai St. Lawrence.

Jalur rel yang melewati terowongan kemudian digunakan oleh mesin uap khusus yang diturunkan ketinggiannya, dan kemudian kereta diesel hingga pertengahan 1970-an. Rel dan pengikat kemudian dijual dan dilepas pada 1980-an, dan terowongan kereta api tidak lagi digunakan saat dibangun.

Pada tahun 1982, terowongan tersebut dialihkan ke Kota Brockville oleh Marathon Realty, sayap real estat Canadian Pacific Railway. Pada 2016–17, terowongan kereta api menjalani rehabilitasi interior besar-besaran agar dapat dilalui dengan aman dengan berjalan kaki. Pengunjung sekarang dapat berjalan kaki dari portal selatan ke portal utara, keluar di ngarai ujung utara dan naik ke jalan setapak.

Sebelum rehabilitasi, pengunjung hanya dapat masuk di portal selatan dan berjalan di bawah tanah. Terowongan kereta api telah menerima ribuan pengunjung sejak dibuka sepenuhnya pada 12 Agustus 2017. Sekarang dilengkapi dengan sistem lampu berwarna LED modern, yang diprogram dengan berbagai cara, bersama dengan rekaman trek musik yang diputar saat seseorang berjalan melewatinya.

Baca juga: Ernest Junction, Bekas Terowongan Kereta yang Kondang Jadi Obyek Grafiti

Di samping terowongan adalah caboose atau van CPR yang telah direnovasi, yang disumbangkan pada tahun 1987 ke kota oleh Canadian Pacific Railway. Sebuah plakat rinci, dalam bahasa Inggris dan Prancis, menggambarkan detail dan kisah bagaimana caboose dahulu menjadi bagian dari setiap kereta.

Skylander Facelift Mejeng di Busworld, Punya Fitur Canggih Pertama di Indonesia: Terinspirasi dari Pandemi Covid-19

Setelah absen akibat pandemi Covid-19, Busworld Southeast Asia kembali digelar di Jakarta mulai 5-7 Oktober. Kendati tidak seramai sebelum pandemi, namun, pengunjung cukup terhibur dengan deretan bus-bus mewah beserta inovasinya dari karoseri kebanggaan Indonesia; salah satunya Skylander Facelift atau New Skylander R22. Bus ini diklaim punya fitur pertama di Indonesia.

Baca juga: New Armada Tampilkan New Skylander R22, Bus dengan Layar Videotron di Belakang Bodi

Dani Dimas Febriano, Engineer Departemen Produk Development (RnD) New Armada Karoseri, mengungkapkan, fitur canggih yang dimaksud adalah videotron atau layar LED besar di bagian belakang bus.

Videotron tersebut, lanjutnya, berfungsi untuk menampilkan situasi di depan bus agar pengemudi di belakang bisa mengetahui dan menyesuaikan dengan kebutuhannya seperti saat hendak menyalip.

Di samping itu, videotron tersebut juga bisa menjadi wadah pengguna, dalam hal ini PO bus, untuk mengiklankan produk-produk dan berbagai jasa, terutama produk dan jasa PO bus itu sendiri. Dengan begitu, perusahaan bisa mendapatkan pundi-pundi tamabahan pasca dihantam pandemi Covid-19.

“Selain sebagai media periklanan ini juga berfungsi sebagai safety karena bisa menambah keselamatan terutama bagi kendaraan di belakang jika ingin mendahului bus di depan. Jadi bisa tahu kendaraan apa yang tertutupi oleh bus ini ketika di jalan. Jadi bisa mengestimasi-lah,” jelasnya kepada KabarPenumpang.com, Kamis (6/10).

Ia menambahkan fitur tersebut telah melalui riset yang cukup panjang sejak awal pandemi. Ketika itu, Karoseri New Armada berpikir keras untuk menghadirkan inovasi-inovasi terbaru bagi PO bus agar bisa membantu melewati masa-masa sulit akibat pandemi virus Corona. Dari situ tercetuslah ide untuk membuat videotron tersebut di Skylander Facelift.

Pihaknya yakin, sambung Dani, fitur tersebut mampu menjadi salah satu pertimbangan perusahaan otobus (PO) untuk menambah barisan armadanya dengan New Skylander R22 ini.

“Melihat inovasi yang kami lakukan ada celah di situ kami berusaha semaksimal mungkin bagaimana memaksimalkan ini sebagai daya tarik untuk PO-PO lain karena bisa jadi pemasukan untuk mereka juga kan, untuk iklan PO mereka sendiri atau mungkin iklan dari produk lain,” ujarnya.

“Bus ini kan terus berjalan otomatis akan dilihat oleh puluhan bahkan ratusan orang di jalan apalagi bus antar kota, otomatis potensi untuk dilihat orang itu jadi makin besar,” tambahnya.

Baca juga: Diikuti 4 Karoseri Ternama, Busworld Southeast Asia 2022 Digelar 5-7 Oktober di JIExpo

Terhadap pihak-pihak yang meragukan keamanan pengendara di belakang yang terganggu konsentrasinya akibat videotron di bagian belakang bus Skylander Facelift tersebut, Dani menegaskan ini sudah melalui riset panjang dan dipastikan aman.

“Kalau kita lihat di jalan-jalan sekarang kan sebetulnya tidak hanya bus aja yang ada videotron, kita juga bisa lihat di kendaraan periklanan lain seperti di kota-kota besar ada juga mungkin di perempatan jalan, rasanya bukan jadi alasan safety kalau videotron yang ada di bus disebut sebagai pengalih fokus pengendara di belakang,” tutupnya.

Kawasan BSD City Kini Dilayani Bus Listrik Gratis, Bisa Dicoba Tanpa Harus Registrasi

Ada yang baru di wilayah township BSD City, yaitu telah hadir wahana transportasi ramah lingkungan, bus listrik Skywell tipe NJL6730BEV. Pengadaan bus listrik ini merupakan kerja sama antara Sinar Mas Land bersama PT Eka Sari Lorena Transport Tbk dengan total nilai investasi Rp3,8 miliar.

Baca juga: Kempower Jadi Solusi Pengisian Daya di Bus Listrik Swedia 

Peresmian operasional BSD Link Electric Bus dilakukan oleh Dony Martadisata (Managing Director President Office Sinar Mas Land), Dwi Ryanta Soerbakti (Managing Director PT Eka Sari Lorena Transport Tbk) dan Dinesvara Airlangga (Chairman PT Kendaraan Listrik Indonesia/Skywell) di Lobby The Breeze BSD City pada Jumat (07/10).

BSD Link Electric Bus memiliki penggerak listrik dan battery pack Lithium Iron Phosphate (LiFePo4) berkapasitas 114 kWh dengan proses pengisian daya selama 2 jam. Bus listrik ini mampu menempuh perjalanan sejauh 180 km dan kecepatan maksimalnya hingga 50 km per jam.

BSD Link Electric Bus berdimensi 7,3 x 2,1 meter dengan kapasitas 17 seat serta 13 hand grip sehingga dapat membawa 30 penumpang. Selain itu, bus listrik ini juga dilengkapi dengan CCTV, face recognition temperature, hingga USB port di kabin bus yang dapat dimanfaatkan penumpang untuk mengisi baterai ponsel.

Baca juga: Bus Listrik Dek Ganda Hadir di Hong Kong

Buat yang ingin menjajal bus listrik buatan Cina ini, BSD Link Electric Bus beroperasi setiap hari Senin hingga Minggu pukul 07.00-19.35 WIB. Bus listrik ini memiliki 6 rute pemberhentian dengan pin awal di Terminal Intermoda – ICE – Qbig – Ara Rasa – The Breeze 1 – Digital Hub – Terminal Intermoda yang dapat ditempuh hanya dalam waktu satu jam. Masyarakat umum dapat mencoba bus listrik ini secara gratis dan tanpa harus registrasi terlebih dahulu.

Mau Berwisata ke Eropa? Perhatikan Dulu Skor Ramah Lingkungan di Kota-kota Ini

Tentu ada beberapa hal yang Anda idamkan kala memutuskan untuk berwisata ke Eropa. Dari sekian hal yang ada dalam benak Anda, boleh jadi sensasi serba keteraturan, ketertiban dan kebersihan kota-kota di Eropa adalah sesuatu yang menarik untuk dinikmati, terlebih bagi pelancong asal Indonesia yang banyak mendambakan hal tersebut bisa ada di Tanah Air.

Baca juga: Mau Cari yang Halal? Ini Dia Lima Destinasi Wisata di Eropa yang Muslim-Friendly

Berangkat dari hal di atas, faktor ramah lingkungan bisa menjadi parameter yang dapat Anda perhatikan untuk menikmati kota-kota di Eropa. Dan Schengen Visa Info memilah 28 kota populer di Eropa berdasarkan parameter yang dianggap paling ramah lingkungan untuk para pelancong.

Di antara 28 kota paling populer di Eropa, rupanya Berlin menempati puncak kategori kota di Eropa paling ramah lingkungan untuk pelancong. Berlin menjadi juara kota paling ramah lingkungan dalam sebuah survei yang diadakan oleh aplikasi penyimpanan bagasi bernama Bounce.

Survei tersebut mempertimbangkan beberapa faktor, di antaranya yaitu jumlah hotel berkelanjutan, transportasi publik, hingga kualitas udara. Berdasarkan survei tersebut, Berlin mendapatkan skor keberlanjutan total sebesar 6,98 dari 10.

Berikut 10 besar kota di Eropa paling ramah lingkungan untuk wisatawan:
Stockholm, Swedia dengan skor 6,93
Zurich, Swiss dengan skor 6,56
Munich, Jerman dengan skor 6,51
Paris, Prancis dengan skor 6,40
Roma, Italia dengan skor 6,25
Wina, Austria dengan skor 5,77
Copenhagen, Denmark dengan skor 5,71
Valencia, Spanyol dengan skor 5,40
Frankfurt, Jerman dengan skor 5,29
Helsinki, Finlandia dengan skor 5,24
Lausanne, Swiss dengan skor 5,13
Brussels, Belgia dengan skor 5,13
London, Inggris dengan skor 4,71
Amsterdam, Belanda dengan skor 4,66
Bucharest, Rumania dengan skor 4,66.

Baca juga: Melancong Ke Eropa? Silahkan, Tapi Waspadai Negara-negara di Perbatasan Ukraina

Sementara itu, lima kota ini menempati urutan terbawah dalam daftar. Artinya, kota-kota ini merupakan kota dengan tingkat berkelanjutan yang sangat rendah. Kelima kota itu adalah Sofia di Bulgaria; Dublin di Irlandia; Belgrade di Serbia; Athena di Yunani; dan Rotterdam di Belanda.

KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

Mirip dengan yang hadir di kabin beberapa pesawat, PT Kereta Api Indonesia kini menghadirkan fitur baru pada aplikasi KAI Access, yaitu menu Entertainment on Board (EoB). EoB merupakan menu yang menampilkan berbagai hiburan yang dapat diakses melalui jaringan WiFi khusus selama dalam perjalanan.

Baca juga: Bisa Dinikmati Gratis, “WiFi on Board Entertainment” Segera Hadir di Lima Pesawat Lion Air

Dikutip dari siaran pers PT KAI (6/10/2022), untuk saat ini layanan EoB sudah dapat dinikmati pada perjalanan Kereta Api Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp). Fitur Entertainment on Board bertujuan untuk memberikan berbagai hiburan yang dapat dinikmati pelanggan selama dalam perjalanan kereta api. Fitur Entertainment on Board ini juga memiliki keunggulan di mana dapat diakses oleh pelanggan tanpa perlu menggunakan kuota internet.

Saat ini terdapat berbagai judul film yang dapat dinikmati pelanggan pada menu Movies di fitur EoB. Tersedia juga menu Music yang menyediakan playlist lagu-lagu dalam dan luar negeri. Ke depan, jenis hiburan yang ada pada layanan Entertainment On Board akan terus dikembangkan dan diterapkan pada perjalanan KA-KA lainnya.

Saat ini fitur Entertainment on Board baru tersedia pada pengguna Android, sedangkan untuk pengguna iOS masih dalam tahap pengembangan.

Sebagi syarat untuk menikmati Entertainment On Board, pelanggan harus mengupdate aplikasi KAI Access-nya pada Google Playstore ke versi 5.0.3 terlebih dahulu. Kemudian untuk menggunakan fitur Entertainment on Board selama dalam perjalanan, setiap pelanggan harus mengaktifkan mode pesawat (flight mode) terlebih dahulu, hubungkan jaringan ke WiFi “KITANONTON”, buka KAI Access klik menu EoB, dan pelanggan sudah dapat menikmati hiburan dan mendapatkan informasi yang tersedia.

Baca juga: Di India, Layanan WiFi Gratis di Kereta Juga Dapat Dinikmati oleh Warga Sekitar 

Meski menjadi layanan yang menarik, namun perlu dicatat, dengan pengguna mengaktifkan flight mode pada gawai, maka otomatis pengguna tidak bisa menikmati akses komunikasi seluler dari operator seperti Telkomsel, XL, Tri dan Smartfren.

Anti Mainstream, Bandara Pyongyang Diklaim AS Terhubung dengan Fasilitas Nuklir Terbesar Korea Utara

Bandara Internasional Pyongyang diduga kuat oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) terhubung dengan sebuah fasilitas baru program rudal balistik antar-benua Korea Utara. Lembaga think-tank yang berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS),tersebut mendasari dugaan itu lewat sebuah citra satelit komersial yang diungkap baru-baru ini.

Baca juga: Terganjal Sanksi Nuklir, Korea Utara Kesulitan Membeli Pesawat Baru untuk Air Koryo

Dikutip dari straitstimes.com, CSIS belum lama ini melaporkan temuan citra satelit yang menunjukkan adanya fasilitas nuklir bawah tanah yang terhubung dengan Bandara Internasional Pyongyang. Tak hanya itu, menurut para ahli, dilihat dari struktur dan aktivitasnya, besar kemungkinan, rudal balistik antar-benua (ICBM) terbesar di Korea Utara itu mampu menjangkau bagian manapun di AS.

Dalam laporan CSIS yang dirilis pada awal Mei lalu, fasilitas yang telah dibangun sejak 2016 ini juga memiliki sejumlah fitur penting, seperti stasiun kereta api tertutup yang sangat besar dan bangunan-bangunan yang seluruhnya dihubungkan oleh akses drive-through untuk memudahkan aktivitas di sana, termasuk juga terhubung dengan bandara komersial. Menariknya, fasilitas ini juga relatif dekat dengan pabrik komponen rudal balistik lainnya di wilayah Pyongyang.

“Secara keseluruhan, karakteristik ini menunjukkan bahwa fasilitas ini kemungkinan dirancang untuk mendukung operasi rudal balistik,” begitu salah satu bunyi di laporan tersebut, yang juga tertulis sebagai sebuah Fasilitas Pendukung Rudal Balistik Sil-li.

“Fasilitas itu telah dibangun di sebelah fasilitas bawah tanah yang ukurannya kemungkinan juga cukup besar untuk dengan mudah mengakomodasi semua rudal balistik Korea Utara yang terdeteksi, peluncur, serta kendaraan pendukungnya,” bunyi lainnya di laporan tersebut.

Terlepas dari pro-kontra terkait kepakatan nuklir internasional, sebagai sebuah bandara komersial, keterkaitan langsung Bandara Internasional Pyongyang dengan fasilitas nuklir terbesar di Korea Utara tentu menjadi menarik.

Betapa tidak, bila bandara-bandara komersial pada umumnya dijauhkan dengan aktivitas militer, bandara di negeri Komunis itu justru terhubung langsung dengan militer. Tak heran bila pada tahun 2017 lalu, bandara yang dibangun pasca perang dunia II ini digunakan untuk menembakkan rudal Hwasong-12. Kala itu, rudal berhasil menempuh jarak 3.700 kilometer (2.300 mil) dan ketinggian maksimum 770 kilometer (480 mil).

Baca juga: Air Koryo, Flag Carrier Korea Utara dengan Predikat Bintang 1 Versi Skytrax

Walaupun berstatus sebagai bandara internasional, bukan berarti bandara ini sibuk dengan aktivitas penerbangan antar negara. Justru sebaliknya, tergolong minim penerbangan internasional. Tercatat, hanya ada dua tujuan internasional di sini, Cina dan Rusia, yang juga dioperasikan oleh dua maskapai, Air China dan Air Koryo dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan.

Selain itu, era industri penerbangan yang baru menggeliat belakangan ini juga membuat bandara yang terletak di distrik Sunan, Pyongyang, Korea Utara tersebut juga baru memiliki terminal penumpang sejak 2015 lalu. Adapun terminal kedua menyusul setahun kemudian. Meski demikian, fasilitas di bandara yang hanya memiliki satu landasan pacu aktif ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, layaknya bandara pada umumnya, seperti lounge mewah, F&B, Wi-Fi gratis, hingga jaringan kereta listrik Korea Utara yang terhubung dengan terminal dua bandara.