Lokasi Jatuhnya Pesawat Ditemukan, Australia Didesak Lanjutkan Pencarian Malaysia Airlines MH370

Pemerintah Australia didesak Direktur Program untuk Upaya Internasional Biro Keselamatan Transportasi Australia, Peter Foley, agar melanjutkan pencarian pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370. Alasannya adalah saat ini peralatan dan data baru terkait titik terkuat lokasi jatuhnya pesawat tersebut sudah ditemukan.

Baca juga: Muncul Teori Baru, Ini Sederet Teori Terpopuler Jatuhnya Boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370

Dilansir The Guardian, Foley berharap desakannya itu juga didukung penuh oleh pihak keluarga korban. Hal itu dipercaya mampu menggerakan pemerintah agar kembali memulai pencarian Malayasia Airlines MH370.

“Kita harus mencari, dan kali ini kita perlu mencari sampai kita menemukannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, pencarian Malaysia Airlines MH370 yang hilang bersama 8 Maret 2014 dan 239 penumpang serta kru, dihentikan pada tahun  2017 karena dianggap tidak ada perkembangan dan bukti baru yang lebih kredibel.

Karenanya, setelah teori baru bermunculan dan memiliki kesamaan antar teori sekalipun berasal dari organisasi yang berbeda, itu dianggap sebagai dasar untuk memulai kembali pencarian berbasis data yang kredibel.

Desakan dan seruan tersebut pun ditanggapi positif oleh perusahaan yang ditunjuk untuk memimpin pencarian, Ocean Infinity. CEO perusahaan tersebut, Oliver Plunkett, berkomitmen untuk melakukan pencarian berdasarkan data dan peralatan terbaru. Dalam pidato peringatan hilangnya pesawat tahun lalu, ia berjanji pada keluarga korban akan melanjutkan pencarian MH370 pada tahun 2023.

Tak sekedar janji, Plunkett dan perusahaannya sudah mengoperasikan armada kapal baru sepanjang 78 meter untuk mencari MH370. Dalam waktu dekat mereka akan melaporkan aktivitas terbaru ke pemerintah Malaysia. Tak hanya itu, perusahaan juga siap untuk melakukan pencarian tanpa dibayar alias gratis sampai hasil ditemukan. Skema ini disebut “no win, no fee”.

Kendati didesak, Pemerintah Australia tidak ingin gegabah dalam memulai kembali pencarian MH370. Juru bicara Menteri Transportasi, Bridget McKenzie, mengungkapkan bahwa walau bagaimanapun pihak Malaysia adalah yang paling bertanggung jawab untuk memulai kembali pencarian.

“Keluarga dari mereka yang hilang secara tragis dengan hilangnya flight MH370 tidak akan ditutup sampai jawaban yang kuat diperoleh tentang apa yang terjadi,” katanya.

“Jika bukti baru yang kredibel tersedia mengenai lokasi pesawat yang hilang, ini harus dipertimbangkan sepenuhnya – mencatat bahwa pemerintah Malaysia bertanggung jawab untuk membuat keputusan untuk melanjutkan pencarian pesawat yang hilang,” tutupnya.

Baca juga: Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370 Ditemukan! Hanya 28 Km dari Lokasi Pencarian Terakhir

Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur – Beijing diketahui mayoritas membawa penumpang berkebangsaan Cina. Sisanya, ada sekitar 12 negara lain seperti Australia sampai Malaysia.

Kendati hanya beberapa warga negaranya yang menjadi korban peristiwa hilangnya MH370, Australia tercatat mengucurkan dana paling besar sampai US$90 juta dalam misi pencarian pesawat, jauh lebih besar dibanding Cina yang banyak warga negaranya jadi korban (US$20 juta) dan Malaysia kurang dari itu.

Bagaimana Cara Pilot Melihat Landasan Jelang Pendaratan? Secara Hidung Pesawat Meninggi

Menjadi pertanyaan di kalangan netizen, bagaimana cara pilot dapat melihat landasan saat sebuah pesawat jet komersial mendarat? Pasalnya saat ancang-ancang pendaratan, hidung pesawat akan meninggi, yang bagi orang kebanyakan menyisakan pertanyaan tentang hal ini.

Baca juga: Ada Panel yang Mengangkat di Sayap Saat Pesawat Mendarat, Apa Itu dan Apa Saja Fungsinya?

Pilot melihat landasan saat proses pendaratan merupakan hal mutlak, dan telah dipetimbangkan sebagai bagian dari desain pesawat modern. Flap dan bilah sayap digunakan untuk meningkatkan daya angkat dari sayap pada kecepatan rendah, namun itu juga menyebabkan pesawat terbang dengan hidung pada sudut yang lebih tinggi dan lebih rendah, tergantung pada pengaturan gabungannya.

Jika peka terhadap gerakan, penumpang mungkin merasa hidung pesawat sedikit naik, lalu hidung turun lagi saat pilot memilih berbagai pengaturan sayap di beberapa pesawat. Mungkin terasa seperti pesawat mulai menuruni jalur luncur menuju pendaratan, tetapi itu tidak selalu terjadi.

Dengan landing flaps, hidung biasanya berada pada sudut yang sangat bagus untuk memungkinkan visibilitas area touchdown.

Tim Hibbetts, seorang penerbang angkatan laut AS, mengungkapkan pendapatnya dalam forum quora.com. “Anda tidak bisa benar-benar melihat hidung Boeing 757 saat terbang. Sebagian besar pilot melihat lurus ke bawah pelindung silau (bagian diperpanjang yang menaungi panel instrumen). Ini tentang sudut ke bawah 15-20 derajat dan pesawat berada di mana saja dari 0 hingga 3 derajat hidung ke atas dalam sikap mendarat, sehingga Anda memiliki pandangan yang cukup bagus ke bawah dan di depan Anda.

Baca juga: Instrument Landing System Memungkinkan Pesawat Mendarat Ketika Berkabut

Biasanya, pilot akan mengalihkan titik fokus mereka dari titik pendaratan ke ujung landasan setelah mereka berada dalam jarak 100 – 50 meter, tergantung pesawatnya. Serupa pada Boeing 757, dan 767, titik pendaratan yang dimaksudkan tidak berada di bawah hidung sampai di bawah 30 derajat.

Kenapa Bagian Belakang Mesin Boeing 787 Bergerigi? Ini Fungsinya

Boeing 787 penuh dengan inovasi. Dari sisi eksterior, Boeing 787 Dreamliner merupakan pelopor penggunaan 50 persen atau lebih material komposit, karbon fiber, sampai polimer pada pesawat. Tak hanya itu, sisi eksterior juga menampilkan hal baru pada bagian belakang nacelle atau casing mesin pesawat dimana bentuknya bergerigi. Kenapa demikian? Apakah sekedar hiasan belaka?

Baca juga: Kenapa Boeing 787 Disebut Dreamliner? Begini Sejarahnya

Mesin turbofan atau biasa dikenal juga sebagai mesin jet pada umumnya menggunakan turbin sehingga disebut mesin jet turbin atau turbojet atau dikenal juga sebagai turboshaft.

Sedangkan mesin turbin adalah perangkat putar yang digerakkan oleh fluida. Singkatnya, mesin jet biasanya mesin turbin, tetapi mesin turbin umumnya bukan mesin jet. Jadi ada perbedaan mencolok di antara keduanya. Hal ini penting dicatat mengingat seringkali dilabeli sama, padahal keduanya berbeda.

Seperti karburator motor, cara kerja mesin turbofan juga menggunakan udara. Bedanya ada proses pengompresan, mulai dari menghisap udara, menekan, ledakan, dan menghembuskan.

Langkah pertama adalah menghisap. Kipas di bagian depan mesin jet akan menghisap udara dan 80 persen dari udara akan melewati mesin dan meniupkan udara keluar dari belakang. Tanpa adanya kipas, udara langsung masuk ke ruang bakar dan ditembakkan dari bagian belakang mesin untuk menghasilkan tenaga yang sangat besar. Tapi konsekuensinya adalah boros bahan bakar.

Karenanya, pada mesin jet atau turbofan modern yang saat ini ada menggunakan kipas dan teknologi pembakaran yang lebih panjang. Udara yang dihisap kipas (fan) di bagian depan mesin tidak langsung masuk ke ruang bakar, melainkan mengalir ke sekitar ruang bakar dan sebagiannya masuk ke ruang bakar.

Sebelumnya, terlebih dahulu udara disaring kompresor bertekanan rendah dan tinggi, shaft bertekanan rendah dan tinggi, dan turbin bertekanan rendah dan tinggi. Prinsipnya adalah semakin lambat udara yang masuk ke mesin semakin bagus dan lebih efisien.

Selain di dalam mesin, aliran udara di luar, dalam hal ini di casing atau nacelle mesin pesawat juga penting karena mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan kebisingan, baik di dalam kabin maupun di luar. Seperti pada mesin Boeing 787 Dreamliner yang bergerigi di ujung belakangnya atau jagged edges.

Menurut mantan Aeronautical Engineer Rolls-Royce, Nigel Birch, seperti dikutip dari Quora, ujung mesin Boeing 787 Dreamliner bergerigi sedikitnya memiliki dua tujuan; mengurangi kebisingan dan mengurangi konsumsi bahan bakar dengan pengurungan bobot pesawat.

Baca juga: Kenapa Pesawat Boeing 787 Dreamliner Tidak Dilengkapi Winglet? Ini Rahasianya

Ide dasarnya adalah untuk menggabungkan aliran bypass exhaust dengan aliran udara eksternal, dengan menciptakan pusaran dari tepi bergerigi. Ini mengubah karakteristik kebisingan mesin jet, baik kebisingan eksternal yang lebih rendah bagi masyarakat di darat dan juga kebisingan yang lebih rendah di dalam kabin pesawat.

Rendahnya tingkat kebisingan atau pengurangan insulasi kebisingan di badan pesawat pada akhirnya menyebabkan bobot pesawat lebih rendah dan karenanya konsumsi bahan bakar lebih rendah atau irit bahan bakar. Lepas dari dua manfaat itu, tak sedikit yang mengatakan bahwa nozel bergerigi terlihat keren dan futuristik.

Vietjet Datangkan A321neo ACF, Siap Sambut Musim Liburan Tersibuk Tahun 2023

Vietjet resmi diperkuat armada bar, Airbus A321neo ACF (Airbus Cabin Flex). Armada ini mendarat di Bandara Internasional Noi Bai (Hanoi) pada malam Tahun Baru dan dijadwalkan mulai beroperasi pada awal tahun 2023. Nantinya, pesawat tersebut akan memperkuat barisan armada maskapai menghadapi musim liburan tersibuk di Asia Tenggara tahun 2023.

Baca juga: Rayakan 150 Juta Penumpang, VietJet Berikan e-voucher untuk Calon Penumpang

Dalam keterangan resmi yang diterima KabarPenumpang.com, disebutkan, pesawat A321neo ACF milik Vietjet ini merupakan salah satu pesawat Airbus paling modern berkapasitas 240 penumpang yang dilengkapi dengan sejumlah penyempurnaan dalam teknologi penghematan bahan bakar dan pengurangan emisi.

Peningkatan ini memungkinkan pesawat untuk menambah kapasitas angkutnya sekaligus memaksimalkan tingkat efisiensi lingkungan. Vietjet juga mengoperasikan pesawat A321neo ACF berkapasitas 240 penumpang pertamanya pada tahun 2019 lalu.

Sekilas tentang pesawat ACF atau pesawat Combi, itu adalah pesawat yang bisa mengangkut kargo dan penumpang sekaligus. Pesawat Combi dibagi menjadi dua kompartemen kabin, satu buat penumpang dan satu lagi buat kargo “Mixed Configuration”.

Pesawat kombi juga bisa diubah konfigurasinya, bisa dijadikan full passenger dengan menambahkan seat di kompartemen kargonya atau dijadikan full cargo dengan melepas semua seat nya. Biasanya pesawat ini juga dikenal dengan QC (Quick Change).

Sebagaimana namanya, (QC), pesawat A321neo ACF sangat mungkin untuk melakukan perubahan konfigurasi dalam waktu cepat. Ini tentu sesuai tujuan Vietjet menghadirkan pesawat tersebut, dimana saat musim liburan tiba dan penumpang membludak, maskapai tinggal menyesuaikannya. Bisa dengan menambah kursi dengan tetap ada muatan kargo atau full passenger.

Vietjet juga sempat menambah satu lagi pesawat A330 berbadan lebar pada Natal lalu untuk semakin memperluas jaringan penerbangannya ke lebih banyak lagi destinasi di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya, serta menawarkan berbagai pengalaman terbang melalui kelas tiket SkyBoss Business, SkyBoss, Deluxe, dan Eco, dan lainnya; dan serangkaian promosi harian menarik bagi para wisatawan.

Baca juga: Penumpang Terpapar Virus dalam Penerbangan, Vietjet Tawarkan Asuransi ‘”Sky Covid Care”

Di Indonesia, Vietjet mengoperasikan dua penerbangan pulang-pergi harian antara Bali dan Ho Chi Minh City dan satu penerbangan pulang-pergi harian antara Bali dan Hanoi.

Pasca pandemi Covid-19 yang membuat perbatasan di seluruh negara tertutup selama tiga tahun, di tahun 2023 ini, kondisinya mulai membaik dan diperkirakan terjadi lonjakan perjalanan di berbagai wialayh, salah satunya Asia Tenggara.

Aneh, Emirates Beli Airbus A380 Rp470 Miliar Saat Maskapai Lain Pensiunkan

Entah apa yang ada dibenak petinggi Emirates. Di saat maskapai lain mempensiunkan Airbus A380, salah satu maskapai terbesar itu justru membelinya dari lessor seharga US$30 juta atau sekitar Rp470 miliar pada bulan Desember lalu. Menariknya, sepanjang tahun ini, pesawat yang dibeli lebih banyak diparkir di bandara karena rendahnya minat penumpang.

Baca juga: Ngeri! Airbus A380 Emirates Terbang 13 Jam dengan Kondisi Badan Pesawat Berlubang

Data ch-aviation.com, Emirates membeli pesawat dengan nomor registrasi A6-EDC itu dari lessor Doric Nimrod Air One. Meski tak jelas atas dasar apa Emirates membelinya, besar kemungkinan lantaran maskapai tak punya opsi untuk memperpanjang masa sewa pesawat ke leasing pesawat.

Emirates diketahui menyewa pesawat superjumbo itu dari Doric Nimrod Air One untuk jangka panjang selama 12 tahun. Kontrak itu diketahui habis pada Desember tahun 2022 tanpa perpanjangan masa sewa.

Tanpa perlu waktu lama, maskapai Teluk itu pun memutuskan membeli pesawat itu alih-alih kehilangannya karena kembali ke tangan leasing.

Banyak yang berkomentar bahwa pembelian itu sangat disayangkan, di sisi lain sebetulnya menguntungkan untuk kedua belah pihak.

Disayangkan karena masa jaya Airbus A380 sudah lewat dan tren penerbangan saat ini lebih tertarik pada pesawat widebody dua mesin. Terlebih, Emirates, sebagai operator terbesar A380 di dunia, memiliki sekitar 121 pesawat penumpang terbesar di dunia tersebut. Seharusnya, kehilangan satu armada A380 tidak membuatnya jadi masalah besar.

Sebaliknya, melepas A380 registrasi A6-EDC akan melepaskan maskapai dari beban lanjutan, seperti maintenance, repair, dan asuransi yang sebelumnya ditanggung oleh pihak lessor.

Meski begitu, itu dipandang baik untuk kedua belah pihak. Emirates membeli pesawat itu dengan harga jauh dari harga baru dan harga rata-rata pesawat bekas A380. Pada tahun 2018, harga satu unit pesawat baru Airbus A380 masih dibanderol US$445,6 Juta.

Pihak lessor juga bisa dibilang untung. Setelah meraup pundi-pundi dolar selama pesawat itu disewakan, leasing pesawat asal Inggris tersebut justru terhindari dari kerugian akibat tak lagi ada yang menyewa pesawat dan pada akhirnya dikirim ke kuburan pesawat.

Baca juga: British Airways Kini Jadi Operator Kedua Terbesar Airbus A380

Disebutkan, sepak terjang pesawat A380 yang dibeli Emirates tidak terlalu aktif, bahkan bisa dibilang lebih banyak di-grounded daripada beroperasi. Sudah begitu, per tahun ini saat pesawat dibeli, harganya turun lagi sebesar 4 juta dolar AS.

Dari tanggal 1 April hingga 30 September 2022, lessor melaporkan pendapatan sewa sebesar US$8.681.841 sementara pesawat hanya di-grounded di bandara Dubai World Central.

Ekspansi ke Asia Selatan, Lion Air Group Potensi Tambah 80 Pesawat di 2023

Sebagai grup maskapai terbesar di Indonesia, Lion Air Group secara signifikan akan meningkatkan jumlah armada pada tahun ini, yakni terkait dengan rencana membuka beberapa rute baru di Asia Selatan, terutama India. Sebagai bentuk ekspansi pasca pandemi, Lion Air Group saat ini memiliki pesanan pesawat narrow body generasi terbaru dari Airbus dan Boeing.

Baca juga: Lion Air Group: Kami Terbangkan Pesawat ATR 72 di Rute Perintis yang Merugikan Demi Pemulihan Ekonomi

Sepanjang tahun 2022, Lion Air Group menambahkan lebih dari 40 unit pesawat. Dilansir dari Simple Fying, pada sebuah konferensi di Jakarta pada 28 Desember 2022, Direktur Teknik dan Operasional Lion Air, Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan bahwa pesawat -pesawat itu hanya terdiri dari setengah dari apa yang dibutuhkan oleh Lion Air Group

Lion Air Group mengharapkan untuk memperluas operasi di Asia Selatan, termasuk ke negara -negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka.

Lion Air Group yang terdiri dari maskapai Lion Air, Wings Air, Super Air Jet, Batik Air, Batik Air Malaysia, dan Thai Lion Air, secara kolektif mengoperasikan 317 unit pesawat. Sebagian besar pesawat ini berbasis di Indonesia, dengan Lion Air menyumbang lebih dari 110 unit pesawat.

Terlepas dari rute baru yang direncanakan ke Asia Selatan, Lion Air Group kabarnya juga akan meningkatkan frekuensi ke destinasi yang dikenal punya permintaan tinggi seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Penang.

Baca juga: Genjot Pendapatan Tambahan, Lion Air Group dan Sabre Jalin Kemitraan Jangka Panjang

Data terbaru dari CH-Aviation mengungkapkan bahwa Lion Air kini memiliki lebih dari 110 unit A320neo dan A321neo sesuai pesanan dari Airbus, selain juga akan menerima 230 unit 737 Max dari Boeing.

Terobos Banjir di Semarang, Inilah Keunggulan Lokomotif DH CC300 Produksi PT INKA

Buntut dari banjir rob yang melanda kota Semarang, PT KAI sempat melakukan rekayasa operasi, seperti pengalihan perjalanan, yakni memutar kereta melewati jalur selatan, sampai upaya menggunakan lokomotif khusus untuk melewati jalur yang tergenang. Nah, yang disebut terakhir, penggunaan lokomotif khusus penerjang banjir, sejatinya bukan barang baru di Indonesia, bahkan lokomotif ini telah diproduksi di dalam negeri.

Baca juga: Banjir Semarang, Inilah Sebab Kereta Api Tak Berani Melintasi Jalur dalam Genangan Air

Lokomotif yang dimaksud di atas adalah lokomotif diesel hidraulik rancangan dan produksi PT INKA, yakni DH CC300. Lokomotif CC300 merupakan salah satu lokomotif diesel hidraulik di Indonesia yang digunakan khusus untuk keperluan dinas Ditjen Perkeretaapian.

Lokomotif DH CC300 adalah hasil pengembangan yang dilakukan oleh PT INKA, menanggapi permintaan dari Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada tahun 2009 lalu.

Lokomotif dengan panjang 14,1 meter, lebar 2,6 meter, tinggi 3,6 meter, dan berat 84 ton ini dapat berlari di kecepatan maksimal 120 km per jam. Daya mesin dari Lokomotif CH CC300 ini adalah 2500 HorsePower (HP) dan memiliki gaya traksi sebesar 270 kN pada saat lokomotif mulai bergerak dari keadaan berhenti total.

Lokomotif DH CC300 punya lebar gauge 1.067 mm dan ditenagai mesin diesel Caterpillar tipe 3512B HD. DH CC300 pertama kali dioperasikan di wilayah Sumatera, yakni dioperasikan untuk mengangkut hasil tambang, seperti batu bara dan lain-lain. Lokomotif dengan cat warna merah ini diketahui dapat menarik 15 hingga 30 gerbong sekaligus.

Walaupun lokomotif ini menggunakan mesin diesel dari perusahaan asal AS, Caterpillar, desain dan integrasi sistemnya murni hasil pemikiran insinyur Indonesia.

Kelebihan lain dari lokomotif ini adalah desainnya yang memungkinkan untuk menerjang banjir. Lokomotif DH CC300 memiliki sistem kelistrikan terintegrasi dengan penggerak diesel hidrolik yang diletakkan di bagian atas lokomotif, sehingga memungkinkan kereta tetap melaju walau kondisi rel tergenang banjir setinggi satu meter.

Baca juga: India Ciptakan Lokomotif yang Bisa Tembus Banjir

Inilah yang menjadi keunggulan yang ditawarkan oleh PT INKA jika dibandingkan dengan lokomotif sejenis buatan General Electric (GE), Amerika Serikat. Ketika lokomotif buatan GE menerjang banjir, tidak menutup kemungkinan akan terjadi korsleting karena sistem kelistrikan lokomotif asal AS tersebut terletak di bagian bawah.

Takut ICAO, Rusia Izinkan Aeroflot Beli 10 Pesawat Boeing 777 yang ‘Dirampas’

Aeroflot resmi membeli 10 pesawat Boeing 777-300ER milik lessor asal Irlandia. Sebelumnya 10 pesawat tersebut disewa jangka panjang oleh maskapai nasional Rusia itu dan atas perintah Presiden Putin pesawat itu ‘dirampas’ dengan diregistrasi ulang di Rusia dan memiliki registrasi ganda. Tak begitu jelas apakah transaksi pembelian ini melanggar sanksi Uni Eropa atau tidak.

Baca juga: Putin Balas Sanksi Barat, Pesawat Milik Lessor Asing Senilai Rp143 Triliun Resmi Jadi Milik Rusia!

Menurut kantor berita TASS, pembelian itu merupakan iktikad baik Rusia melalui Aeroflot untuk membeli pesawat-pesawat asing yang sebelumnya sudah dinasionalisasi lewat dukungan keuangan yang kuat. Rusia diketahui terancam ditendari dari kursi Dewan ICAO atas invasi dan ‘pencurian’ pesawat milik lessor Barat.

Lebih lanjut, Aeroflot terus terang masih mencari dana lebih besar untuk membeli lebih banyak pesawat asing yang sudah ‘dicuri’. Maskapai juga ingin segera membersihkan namanya dari stigma negatif sekaligus membuktikan komitmennya terhadap kontrak yang sudah disepakati.

“Aeroflot akan terus bekerja pada implementasi lebih lanjut dari transaksi pembelian pesawat untuk mempertahankan armada pesawat buatan luar negeri saat ini dalam operasi dan memperluas kemungkinan operasi mereka. Pendekatan ini juga menegaskan keandalan Aeroflot sebagai rekanan yang bertanggung jawab memenuhi kewajiban kontraktualnya,” jelas maskapai, dalam sebuah pernyataan.

Sadar transaksi pembelian pesawat asing dari lessor Irlandia oleh Aeroflot menjadi polemik di internal negara-negara anggota Uni Eropa, Republik Irlandia melalui Departemen Luar Negeri pasang badan. Mereka tidak membantah ataupun membenarkan atas informasi mengenai transaksi pembelian 10 pesawat Boeing 777 oleh Rusia.

Sanksi Uni Eropa terhadap Rusia memang luas, tetapi tidak absolut melarang seluruhnya. Sebagai contoh, pesawat Rusia yang membawa bahan pembangkit tenaga nuklir masih diizinkan melintasi ruang udara UE. Belum diketahui apakah transkasi pembelian itu termasuk dalam salah satu yang dikecualikan atau tidak.

Aeroflot sejauh ini tercatat memiliki 22 Boeing 777-300ER di dalam barisan armadanya. Sebagian besar disewa dari lessor atau leasing terbesar di Rusia, seperti GTLK dan VEB Leasing. Sebagian kecilnya datang dari lessor yang berbasis di Irlandia.

Baca juga: Demi Singkirkan AS dan Sekutu, Pengiriman Pertama Pesawat MC-21 Rusia Penantang Boeing-Airbus Tertunda Sampai 2025

Pada bulan Maret tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan undang-undang baru yang mempersulit lessor atau leasing pesawat asing merebut kembali pesawat dari tangan maskapai-maskapai Rusia. UU itu membuat seluruh pesawat-pesawat leasing Barat resmi jatuh ke tangan Rusia secara paksa.

Selain itu, undang-undang baru tersebut juga mewajibkan setiap pesawat-pesawat asing yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia untuk didaftarkan atau diregistrasi di Rusia. Ini bertujuan “untuk memastikan fungsi kegiatan yang tidak terganggu di bidang penerbangan sipil”.

Banjir Semarang, Inilah Sebab Kereta Api Tak Berani Melintasi Jalur dalam Genangan Air

Meksi kini telah berangsur surut, banjir besar yang melanda kota Semarang beberapa waktu lalu telah berdampak pada layanan kereta api, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), telah menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan kereta api yang melintasi Semarang dan sekitarnya imbas jalur terendam banjir. Perjalanan KA yang akan melintasi wilayah tersebut sempat dilakukan rekayasa operasi, seperti pengalihan perjalanan, memutar melewati jalur selatan, sampai upaya menggunakan lokomotif khusus untuk melewati jalur yang tergenang.

Baca juga: Banjir Rob Sampai Alunan Gambang, Hiasi Stasiun Semarang Tawang

Nah, yang menjadi pertanyaan, mengapa kerera api seolah begitu ‘takut’ pada genangan air, meski genangan air itu tak terlalu tinggi? bukankan kereta jarak jauh yang melintasi Semarang menggunakan jenis lokomotif diesel? dan kereta sudah berjalan dalam treknya, sehingga tak perlu khawatir seperti halnya kendaraan reguler yang melintasi jalan raya.

Ungkapan dan pemikiran di atas mengemuka di kalangan netizen. Namun, tentu ada pertimbagan dan alasan, mengapa kereta terpaksa menghindari jalur yang tergenang banjir.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, banjir yang menggenangi rel kereta memang bisa mempengaruhi operasional kereta, seperti sistem pengereman kereta.

Dikhawatirkan air yang menggenangi rel tersebut akan rembes dan menyebabkan fungsi operasional dari rem tidak berjalan mulus. Akibatnya, kereta dapat kapan saja mengalami rem blong dan tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kecelakaan.

Selain itu, rel yang tergenang banjir dikhawatirkan akan mengakibatkan pergeseran dudukan rel jika dilewati, dan tidak menutup kemungkinan kereta akan anjlok.

Di luar masalah teknis pengoperasian, tergenangnya rel juga dikhawatirkan dapat membatasi sudut pandang masinis. Ketika jalur tidak terendam banjir, masinis dapat dengan seksama memantau jalur yang memanjang di depannya, namun hal tersebut akan berbalik 180 derajat jika rel tergenang air.

Jarak pandang masinis secara otomatis akan terbatas dan tidak bisa dengan seksama memperhatikan jalan. Dapat dibayangkan jika masinis tidak bisa menghindari sebuah besi yang melintang karena terendam air, dikhawatirkan kereta akan mengalami kecelakaan. Kejadian ini tentu saja ditakutkan memakan korban dan menghambat perjalanan kereta lainnya.

Baca juga: Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Di sini, PT KAI selaku induk dari pengoperasian kereta di Indonesia tidak mau mengambil resiko terlalu jauh dan lebih memilih untuk menunda perjalanan kereta jika banjir tengah menggenangi jalur.

6 Kota Favorit Pramugari Kulineran Saat Layover, 3 dari Asia

Salah satu hal terindah bagi pramugari/pramugara adalah saat menjalani layover atau tinggal selama beberapa hari di luar negeri. Terlebih negara atau kota yang disinggahi adalah destinasi wisata favorit dunia, mulai dari wisata air, wisata pantai, wisata belanja, wisata bersejarah, sampai wisata kuliner. Terkait wisata kuliner, dari puluhan atau ratusan kota favorit, sedikitnya hanya ada enam yang menjadi surga pramugari kulineran selama layover. Mana saja? Dilansir Simple Flying, berikut selengkapnya.

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Singapura
Selain menjadi hub penerbangan global, Singapura rupanya menjadi favorit pramugari/pramugara maskapai internasional berburu kuliner enak di sela-sela bertugas. Banyak pilihan restoran, kafe, dan bar seperti Chijmes, Singapore Sling di Long Bar di Raffles Hotel, Restoran Wing Seong Fatty serta pilihan hiburan lainnya, di dalam dan di luar bandara. Menu atau makanan favorit biasanya berupa lumpia, ayam pot tanah liat, dan lainnya.

Tokyo (Narita), Jepang
Sebagai salah satu kota tersibuk dan terpadat di dunia, wisata kuliner di Tokyo seoiah tak ada habisnya dan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner favorit pramugari. Ada beberapa spot favorit, seperti di sepanjang jalan utama kota Tokyo menuju kuil, ada banyak restoran ramen dan sushi yang bisa dipilih. Tempat favoritnya adalah Jet Lag, The Barge Inn, The Cage, dan lainnya.

Wina, Austria
Eropa memang bukan pilihan yang menarik untuk berburu kuliner enak. Tetapi, tidak demikian dengan Wina. Pramugari internasional biasa menyantap sepotong Sacher-Torte sambil menyeruput kopi di siang hari, dan makan Weiner Schnitzel klasik dan minum bir atau anggur lokal Gruner Veltliner di malam hari. Di bulan Desember, ada Pasar Natal yang biasa dikunjungi. Ada juga Naschmarkt yang menjadi surga jajanan lokal maupun internasional.

Sydney, Australia
Di Selatan bumi, kota Sydney menjadi salah satu destinasi favorit wisata kuliner lainnya. Tempat-tempat yang ramai dikunjungi di antaranya Establishment Bar, restoran-restoran di sekitar Sydney Harbour Bridge dan Opera House dan banyak lagi.

Baca juga: Intip Yuk 10 Destinasi Favorit Versi Awak Kabin

Cape Town, Afrika Selatan
Umumnya, pramugari/pramugara maskapai internasional akan mampir ke Somerset West untuk menyantap makanan lokal dan minum anggur. Ada juga perkebunan anggur Stellenbosch untuk menyantap makanan sekaligus minum anggur lokal langsung dari perkebunan.

Bangkok, Thailand
Bangkok tak lewat menjadi destinasi wisata kuliner favorit pramugari/pramugara. Ada beberapa restoran kenamaan di sana, seperti Once upon a time sampai Bed Supperclub yang umum dikunjungi.