Air New Zealand Batalkan 1.100 Penerbangan Akibat Krisis Bahan Bakar

Krisis energi yang dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah kini mulai berdampak langsung ke wilayah Pasifik. Air New Zealand, maskapai nasional Selandia Baru, secara resmi mengumumkan pembatalan sekitar 1.100 jadwal penerbangan mulai pertengahan Maret hingga awal Mei 2026. Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar avtur yang mencapai level yang dianggap maskapai sebagai “volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Keputusan ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 44.000 penumpang selama dua bulan ke depan. CEO Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, menjelaskan bahwa pembatalan ini setara dengan pengurangan sekitar 5% dari total kapasitas layanan maskapai. Prioritas pengurangan jadwal difokuskan pada layanan off-peak atau jam tidak sibuk, terutama untuk rute domestik dan beberapa rute internasional jarak pendek. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan bagi penumpang, di mana sebagian besar dari mereka akan dialihkan ke jadwal penerbangan lain pada hari yang sama.

Penyebab utama dari turbulensi operasional ini adalah meroketnya harga avtur global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah—khususnya dampak dari ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang sempat memutus jalur pasokan minyak di Selat Hormuz. Data pasar menunjukkan harga avtur yang biasanya berada di kisaran US$85 per barel, melonjak tajam hingga dua kali lipat dalam hitungan hari. Selain pembatalan jadwal, Air New Zealand juga telah menaikkan tarif tiket secara merata di seluruh rute untuk menutupi biaya operasional yang membengkak.

Krisis ini juga memberikan tekanan besar pada konektivitas regional di Selandia Baru. Beberapa rute menuju kota-kota seperti Tauranga, Nelson, dan Marlborough akan mengalami pengurangan frekuensi mingguan. Meski demikian, pihak maskapai menegaskan bahwa tidak ada rute yang dihapus sepenuhnya. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mempertahankan konektivitas nasional sambil menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar di tengah ketidakpastian pasar minyak dunia.

Bagi industri penerbangan global, langkah Air New Zealand ini menjadi sinyal peringatan bahwa stabilitas energi sangat rentan terhadap guncangan geopolitik. Jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut tanpa solusi diplomatik, bukan tidak mungkin maskapai lain di kawasan Asia-Pasifik akan mengikuti langkah serupa.

Bagi para pelancong, era tiket murah tampaknya harus berakhir sementara, digantikan oleh penyesuaian jadwal yang dinamis dan kenaikan biaya perjalanan sebagai konsekuensi logis dari krisis energi yang sedang melanda dunia.

Gegara ‘Masalah Komputer’, Boeing 777-300ER Air New Zealand Tujuan Singapura RTB Setelah Tujuh Jam Mengudara

Atasi Akses Sulit, Pemkot Bogor Usulkan Stasiun Ciomas Disinggahi KRL

Jalur kereta api Bogor – Sukabumi saat ini sudah mulai ramai dinikmati masyarakat. Tak hanya yang berdomisili di Bogor maupun Sukabumi, tapi masyarakat dari Jakarta pun juga menikmati kereta api di jalur yang terkenal paling legendaris ini. Ya, semenjak diluncurkannya Kereta Api Pangrango, antusiasme masyarakat semakin tinggi untuk berwisata ke destinasi tujuan wilayah Sukabumi.

Beberapa stasiun yang di lewati Kereta Api Pangrango pun membuat penumpang semakin praktis dan efisien karena melewati berbagai area pedesaan yang terbantu dengan aktifnya stasiun tersebut sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Namun, diantara jalur yang dilewati Kereta Api Pangrango hingga kini masih ada satu stasiun yang terbilang belum aktif tapi terlihat cukup rapi.

Stasiun ini bernama Ciomas. Stasiun ini terletak di Kertamaya, Bogor Selatan, Bogor, stasiun yang terletak pada ketinggian +349 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun yang letaknya paling selatan di Kota Bogor. Walaupun diberi nama Ciomas, secara administratif stasiun ini terletak sangat jauh di tenggara Kecamatan Ciomas.

Hingga saat ini Stasiun Ciomas belum juga digunakan. Padahal peron, bangunan stasiun, dan sistem persinyalan sudah bagus dan bisa digunakan. Tak hanya itu, pemandangan di sekelilingnya pun menawarkan panorama hutan dan pedesaan serta adanya sungai yang membuat area stasiun terasa nyaman dan asri. Ternyata alasan Stasiun Ciomas masih belum bisa digunakan karena adanya kendala.

Kendala tersebut merupakan hal yang terjadi karena akses dari jalan raya menuju Stasiun Ciomas. Maka dari itu, stasiun ini masih belum bisa digunakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengusulkan maupun memberikan solusi untuk perpanjang relasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline hingga Stasiun Cigombong.

Usulan tersebut sudah disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dengan menanyakan fungsi dari keberadaan Stasiun Ciomas di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Diketahui bahwa keberadaan Stasiun Ciomas ini bersebelahan dengan aset milik pengembang Rancamaya atau PT Sinarmas. Sehingga dengan diusulkannya perpanjangan relasi KRL, masyarakat di wilayah Bogor Selatan, khususnya Rancamaya, Kertamaya, Genteng, dan sekitarnya bisa mengakses layanan KRL tanpa harus menuju Stasiun Bogor. Namun, PT KAI beralasan bahwa tidak beroperasinya Stasiun Ciomas karena akses kendaraan yang tidak memadai.

Dedie menambahkan bahwa pemerintah kota telah melakukan peninjauan langsung bersama sejumlah perangkat daerah untuk memastikan rencana pembangunan akses jalan menuju stasiun tersebut. Ia menyebut pembukaan akses sangat penting agar fasilitas stasiun dapat dimanfaatkan masyarakat.

Tentunya pembangunan akses jalan menuju Stasiun Ciomas akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk PT KAI. Pemerintah Kota Bogor juga membuka kemungkinan pembiayaan melalui skema kerja sama maupun tanggung jawab sosial perusahaan.

Dengan adanya akses jalan yang memadai, Stasiun Ciomas diharapkan dapat berfungsi sebagai simpul transportasi baru di Kota Bogor. Hal ini dinilai dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus membantu mengurangi kepadatan transportasi di pusat kota.

Selain Jalurnya yang Tertua, Dua Stasiun di Jalur Sukabumi – Cianjur Ini Juga Saksi Sejarah Terkenal di Era Kolonial

Uji Coba KRL 12 SF Lintas Rangkasbitung Terjadi Kendala, Ternyata Ini Penyebabnya

Masyarakat Jabodetabek melakukan aktivitas tentu menginginkan transportasi yang nyaman dan praktis. Seperti pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Ya, di berbagai jalur yang terkenal dengan banyaknya pengguna KRL bahkan tingginya animo masyarakat yang menggunakannya sudah terbiasa dengan angkutan massal ini. Selain di jalur Bogor maupun Bekasi, tingginya masyarakat pengguna KRL juga terlihat pada jalur Rangkasbitung.

Tentu saja lintas antara Tanah Abang hingga Rangkasbitung maupun sebaliknya telah digunakan masyarakat sejak saat elektrifikasi masuk di jalur tersebut. Apalagi dengan banyaknya perjalanan KRL, masyarakat bisa menyesuaikan jadwal dan waktu kedatangan di berbagai stasiun yang dilewati. Walaupun perjalanan KRL cukup banyak, namun di setiap rangkaian hanya beroperasi paling banyak hanya 10 SF (Stamformasi) saja.

Disaat itulah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjawab keinginan masyarakat sebagai pengguna setia Commuter Line khususnya di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung maupun sebaliknya untuk menambah SF seperti pada jalur Bogor dan Bekasi/Cikarang. Mengingat jalur Rangkasbitung sudah semakin padat akan penumpang. Apalagi sudah ada Stasiun Jatake yang telah diresmikan agar penumpang dengan mudah mengakses perjalanan KRL.

Menurut Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi mengatakan, tengah menguji coba rangkaian KRL 12 SF rute Tanah Abang – Rangkasbitung. Selama perjalanan uji coba tersebut berjalan aman seperti biasa. Namun sangat disayangkan di tengah perjalanan KRL tersebut mengalami kendala akibat persoalan daya listrik. Meski begitu, uji coba KRL 12 gerbong di jalur tersebut masih terus berlangsung.

Saat ini permasalahan kelistrikan tersebut, KCI masih mengkaji kembali dan mengecek sejumlah gardu listrik yang berada di jalur tersebut. Tentunya, KCI akan mengoperasikan rangkaian KRL 12 SF di jalur yang sama apabila hasil uji coba dinyatakan berhasil dan tidak terjadi kendala baik dari kelistrikan maupun kendala lainnya.

Purnomo mengungkapkan, dalam uji coba yang masih berlangsung tersebut ditemukan sejumlah gardu listrik di jalur Rangkasbitung yang belum cukup kuat untuk menunjang operasional KRL dengan 12 SF tersebut. Saat pengujian dilakukan, beberapa gardu listrik mengalami trip atau mati.

Tentunya KCI sendiri tak tinggal diam begitu saja, solusi terbaik agar masyarakat bisa merasakan KRL dengan rangkaian 12 SF pun harus ditemukan. Saat ini KCI masih terus mencari solusi agar percobaan perjalanan 12 gerbong KRL jalur Rangkasbitung bisa lancar. Alternatif solusi yaitu bisa dengan menambah daya listrik atau mengubah pengaturan pada gardu listrik.

Ke depannya tentu uji coba rangkaian KRL 12 SF tersebut dilakukan untuk mengatasi kepadatan penumpang di rute Tanah Abang – Rangkasbitung. Purnomo mengakui pertumbuhan jumlah penumpang di jalur tersebut sangat tinggi. Artinya PT KAI dan PT KCI berkomitmen bagaimana bisa memberikan yang terbaik buat penumpang supaya terwujud.

Sebelumnya jenis KRL yang diuji coba menggunakan rangkaian yang sudah ada, yakni seri kereta 205. KRL 12 SF yang diuji coba pun selalu berhenti di stasiun dan terlihat sejumlah petugas tampak memeriksa rangkaian KRL dari sisi luar dan dalam. Petugas lainnya, juga tampak mengukur jarak gerbong paling ujung depan dengan ujung peron kereta. Setelah di uji coba, selanjutnya masih ada evaluasi bertahap yang akan dilakukan. Alasannya, supaya memastikan prasarana pendukung tersebut dapat mengakomodir untuk pengoperasian Commuter Line dengan stanformasi 12 SF.

Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

Masih Mau Berburu Diskon? Tenang, Tiket KA 30 Persen Diperpanjang Hingga 20 Maret 2026

Walaupun masyarakat masih war tiket kereta api untuk arus mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) masih terus membuka tiket kereta api terutama untuk layanan kereta api tambahan. Calon penumpang juga bisa memilih jenis kereta api apa dengan destinasi tujuan sesuai yang tertera pada pemesanan tiket baik secara online maupun offline (loket stasiun).

Tak sampai disitu saja, KAI masih terus tebar diskon tiket kereta api dengan rute sesuai pilihan masyarakat. Biasanya rute yang ramai di pesan adalah dari Jakarta (Gambir/Pasar Senen) menuju le Cirebon, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Malang, hingga Surabaya. Beberapa tiket kereta api pun masih tersedia, walaupun tiket kelas ekonomi dengan harga subsidi sudah ludes terjual.

Maka dari itu, KAI terus berikat diskon 30 persen bagi masyarakat yang beruntung membeli tiket kereta api untuk rute yang diinginkan. Disini, KAI menghadirkan program promo mudik dalam ‘Ramadan Festive 2026’. Program tersebut berupa promo reguler dengan diskon sampai 30%. Mengutip dari akun Instagram resmi KAI (@kai121_), pemesanan tiket dapat dilakukan pada 9 Maret 2026 mulai pukul 00.00 WIB. Berikut syarat dan ketentuannya:

• Pembelian tarif diskon ini dapat dilakukan di seluruh channel penjualan pada 9 Maret 2026.
• Tarif diskon berlaku untuk periode keberangkatan 9-20 Maret 2026.
• Tarif diskon tidak berlaku untuk kereta luxury, compartment, dan kereta wisata.
• Tarif diskon tidak berlaku pada tarif khusus serta tidak dapat digabungkan dengan reduksi dan/atau diskon lainnya.
• Tiket dengan tarif diskon ini dapat dibatalkan dan diubah jadwal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Jadwal dan daftar kereta dapat dilihat melalui aplikasi Access by KAI.
• Berlaku selama alokasi tiket dan tarif diskon masih tersedia.

Berdasarkan informasi resmi dari KAI, berikut cara untuk membatalkan tiket kereta secara online lewat Access by KAI:

• Pemohon pembatalan adalah penumpang yang bersangkutan atau salah satu penumpang yang data dirinya telah terdaftar pada aplikasi Access by KAI serta menggunakan akun Access by KAI pemohon.
• Pembatalan tiket melalui Aplikasi Access by KAI dapat dilakukan selambat-lambatnya dua jam sebelum kereta api berangkat dan kode booking yang dimiliki berstatus “Paid”.
• Jika lewat dari waktu tersebut, maka proses pembatalan dilakukan di loket stasiun.
• Untuk pembatalan tiket, dikenakan bea sebesar 25% dari harga tiket dan di luar biaya pemesanan.
• Pengembalian dana pembatalan estimasi 7 hari terhitung sejak pengajuan pembatalan dilakukan.
• Pengembalian bea hanya melalui skema transfer bank dan E-Wallet.
• Pengembalian bea dapat dikirimkan ke rekening salah satu penumpang yang ada di dalam kode booking tiket yang dibatalkan. Nama dan nomor rekening bank yang diinput harus sesuai dengan nama dan nomor pada buku rekening bank.
• Apabila terdapat kesalahan input nama atau nomor rekening bank oleh pelanggan, maka proses pembatalan akan ditolak oleh sistem dan penumpang dapat melakukan pembatalan manual di loket stasiun yang ditentukan perusahaan.
• Apabila proses pengembalian bea tiket yang dibatalkan mengalami kegagalan transfer, maka penumpang akan mendapat pemberitahuan berupa notifikasi sms dan email serta berhak mendapatkan bea tiket yang dibatalkan paling lama/maksimal 1 tahun terhitung sejak proses pembatalan dilakukan.
• Jika dalam waktu 1 tahun sejak proses pembatalan, bea pengambilan tiket tidak diambil, maka bea tersebut akan menjadi milik perusahaan.
• Pembatalan secara online juga dapat dilakukan apabila pembelian sebelumnya melalui situs online selain aplikasi Access by KAI. Kode booking dapat masuk ke menu “Tambahkan Tiket” dan nama yang terdapat di dalam tiket terdaftar sebagai user Access.

Berubah Pikiran? Begini Cara Ubah Jadwal dan Pembatalan Tiket Kereta Api pada Perjalanan Mudik

Cara Aman Hindari Cidera Saat Mengangkat Barang Bawaan

Jangan anggap enteng urusan mengangkat barang, apalagi jika barang yang diangkat bobotnya lumayan berat. Salah posisi dalam mengangkat, bisa-bisa persedian dan pinggang malah bisa cidera. Mengetahui cara mengangkat barang rasanya mutlak diketahui, khususnya bagi Anda penumpang kendaraan umum yang biasa naik kereta api dan bus.

Baca juga: Mudik Meriah, Porter Hasilkan Cuan Dapat Berkah

Dengan mengetahui cara yang mengangkat barang bawaan dengan benar, maka  risiko terkena cidera bisa dikurangi, dan perjalanan Anda bisa berlangsung nyaman sampai tujuan. Dilansir KabarPenumpang.com dari safetysign.co.id, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mengangkat barang dengan mudah.

1. Gunakan alat pelindung
Anda harus selalu melindungi tangan dan kaki dengan alat yang sesuai. Agar tangan dan kaki tidak lecet atau cidera.

2. Gunakan tangga
Saat akan mengangkat benda, baiknya letakkan di tempat lebih tinggi atau bisa menggunakan tangga agar mencegah resiko cidera akibat mengangkat beban berat. Jadi jangan langsung mengambil benda tersebut dari tempat yang tinggi.

hima-k3.ppns.ac.id

3. Pastikan bentuk barang bawaan
Baiknya periksa dulu barang bawaan sebelum Anda mengangkat. Ini perlu dilihat karena takut barang yang Anda bawa permukaannya tidak rata atau ada yang menonjol.

4. Lakukan dengan jongkok
Kalau Anda mengangkat dari bawah, baiknya berjongkok atau melipat satu kaki untuk memudahakan mengangkat barang tersebut.

5. Mengangkat beban lurus
Jangan pernah saat mengangkat barang dengan memutar tubuh, ini bisa mengakibatkan Tulang punggung bermasalah. Angkat barang dengan lurus.

6. Selalu tegak
Setiap mengangkat barang, baiknya tubuh Anda selalu tegak, maksimal kemiringan 15 derajat untuk mengurangi tekanan pada bagian perut.

safetysign.co.id

7. Berat sesuai kemampuan
Angkatlah barang yang sesuai dengan kemampuan Anda. Bila barang lebih berat jangan pernah memaksa untuk mengangkatnya atau jangan sesekali Anda mengangkat barang dengan berat yang sama sebanyak dua tumpuk, ini akan membuat tulang punggung cidera dan sakit.

8. Tarik barang agar mudah
Bila barang yang akan diangkat berada di bawah meja atau rak, tarik sebelum mengangkatnya. Kemudian, tahan dengan kaki untuk memudahkan mengangkat barang tersebut.

Baca juga: Aneh Tapi Nyata! Seorang Wanita Terkunci di Dalam Bagasi Bus

9. Mengangkat bersama
Bila barang yang akan diangkat terlalu berat, baiknya jangan sendirian. Panggil beberapa orang untuk mengangkat secara bersamaan. Biasanya mengangkat barang dengan bersama akan lebih mudah dan ringan daripada mengangkat sendiri. Dengan bersamaan otot ataupun tulang punggung Anda tidak akan sakit.

10. Gunakan alat bantu
Gunakan alat bantu seperti troli atau gerobak untuk mengangkat beban yang lebih berat dan sulit diangkut. Dengan demikian maka akan mempermudah Anda dalam mengangkat beban.

Solusi Kemacetan Manila: Jepang Sebut Modernisasi Kereta Api Jadi Kunci Utama

Masalah kemacetan kronis di wilayah metropolitan Manila dan sekitarnya terus menjadi tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi Filipina. Menanggapi hal ini, Pemerintah Jepang melalui para pakar dan lembaga kerja samanya menyatakan bahwa sistem perkeretaapian yang telah ditingkatkan dan terintegrasi adalah solusi paling efektif untuk mengurai benang kusut lalu lintas di negara tersebut.

Dalam laporan terbaru pada Minggu (8/3/2026), Jepang menekankan pentingnya percepatan proyek-proyek infrastruktur rel untuk menyediakan moda transportasi massal yang andal, cepat, dan efisien bagi jutaan warga Filipina.

Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) telah menjadi mitra strategis utama Filipina dalam pengembangan jaringan transportasi rel. Beberapa proyek mercusuar yang tengah menjadi sorotan antara lain:

Metro Manila Subway: Proyek kereta bawah tanah pertama di Filipina yang diharapkan mampu mengangkut ratusan ribu penumpang per hari, mengurangi beban kendaraan di jalan raya secara signifikan.

North-South Commuter Railway (NSCR): Jaringan rel ambisius yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Luzon, yang dirancang untuk mempersingkat waktu tempuh antar provinsi secara drastis.

Pihak Jepang menyebutkan bahwa dengan standar teknologi Shinkansen yang diterapkan, keandalan waktu dan keamanan perjalanan akan menarik minat pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi publik.

Peningkatan sistem perkeretaapian diyakini tidak hanya akan menyelesaikan masalah kemacetan (traffic woes), tetapi juga memberikan dampak domino yang positif:

1. Produktivitas Nasional: Pengurangan waktu tempuh di jalan berarti meningkatnya jam produktif bagi para pekerja dan pelajar.

2. Efisiensi Logistik: Konektivitas rel yang lebih baik mempermudah distribusi barang, yang pada akhirnya dapat membantu menekan biaya logistik nasional.

3. Pengurangan Polusi: Dengan berkurangnya volume kendaraan bermotor di jalan, emisi karbon di wilayah perkotaan dapat ditekan, menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Duta Besar Jepang untuk Filipina menegaskan bahwa peningkatan sistem rel ini adalah investasi jangka panjang yang krusial. Jepang berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan pelatihan bagi tenaga kerja lokal di Filipina guna memastikan keberlanjutan operasional sistem perkeretaapian tersebut.

Meskipun pembangunan infrastruktur skala besar seringkali menghadapi tantangan logistik dan pembebasan lahan, Jepang optimis bahwa dengan kolaborasi erat bersama pemerintah Filipina, wajah transportasi publik di Manila akan berubah total dalam beberapa tahun ke depan.

Setelah Delapan Tahun Tiba di Manila, Kereta Metro dari Cina Baru 16 Juli 2025 Beroperasi

Perlahan Bangkit: Maskapai Timur Tengah Mulai Pulihkan Operasional Pasca Konflik

Setelah berhari-hari dilanda ketidakpastian akibat eskalasi konflik yang memuncak di kawasan, maskapai-maskapai di Timur Tengah kini mulai mengambil langkah pertama untuk memulihkan jadwal penerbangan mereka. Pemulihan ini dilakukan secara bertahap seiring dengan mulai dibukanya kembali ruang udara di beberapa negara yang sebelumnya sempat ditutup total demi alasan keamanan.

Langkah normalisasi ini menjadi angin segar bagi industri penerbangan global, mengingat posisi strategis Timur Tengah sebagai titik transit utama yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Amerika.

Berdasarkan laporan terbaru, otoritas penerbangan sipil di beberapa negara terdampak telah mencabut larangan terbang sementara. Maskapai-maskapai besar seperti Middle East Airlines (MEA), Qatar Airways, dan Emirates mulai menyusun ulang jadwal mereka yang sempat berantakan akibat pembatalan massal dan pengalihan rute (rerouting) yang memakan biaya besar.

Meskipun ruang udara telah dibuka, rute-rute penerbangan masih mengalami penyesuaian signifikan. Banyak maskapai memilih untuk menghindari wilayah-wilayah tertentu yang masih dianggap berisiko tinggi, yang berakibat pada durasi penerbangan yang lebih lama dan konsumsi bahan bakar yang meningkat.

Pemulihan operasional ini tidak serta-merta menghilangkan masalah. Maskapai kini dihadapkan pada tantangan logistik yang besar untuk mengurai penumpukan puluhan ribu penumpang yang terdampar selama hari-hari konflik.

Pihak maskapai mengimbau para penumpang untuk terus memantau status penerbangan mereka melalui aplikasi resmi, karena jadwal sewaktu-waktu masih dapat berubah tergantung pada perkembangan situasi keamanan di lapangan. “Keamanan tetap menjadi prioritas utama kami, dan pemulihan operasional ini dilakukan dengan kewaspadaan penuh,” ungkap salah satu perwakilan maskapai di kawasan tersebut.

Konflik yang terjadi beberapa hari terakhir ini diperkirakan telah memberikan kerugian finansial yang cukup besar bagi industri aviasi di Timur Tengah. Selain kehilangan pendapatan dari tiket, maskapai harus menanggung biaya operasional ekstra akibat pengalihan rute dan biaya kompensasi bagi penumpang yang terdampak.

Namun, kemampuan maskapai di kawasan ini untuk bangkit dengan cepat menunjukkan ketangguhan (resilience) infrastruktur penerbangan Timur Tengah. Analis penerbangan menyebutkan bahwa kecepatan pemulihan ini sangat bergantung pada stabilitas diplomatik di hari-hari mendatang.

Perhatian Pelancong! Wilayah Udara Ditutup, Qatar Airways Tawarkan Refund dan Reschedule Gratis

8 Unit Lokomotif Datang dari Medan, Railfans Geruduk Pelabuhan Tanjung Priok dan Stasiun Jatinegara

Pemandangan tak biasa terlihat pada Senin 9 Maret 2026 di saat momen yang langka hadir di wilayah Jakarta. Ya, bagi pecinta kereta api (Railfans) suasana pagi hari memang menjadi antusias dengan hadirnya pemandangan yang tak biasa tersebut. Momen itu berawal dari informasi yang beredar di media sosial mereka mengenai mutasi atau pengiriman lokomotif dengan seri BB 203 dan BB 303 dari Medan menuju Jakarta.

Diketahui pengiriman melalui kapal dengan nama Bistari 8 dari Pelabuhan Belawan menuju Tanjung Priok yang membawa beberapa seri lokomotif tersebut merapat di area pelabuhan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satu persatu lokomotif diturunkan dari masing-masing truk trailer menuju ke rel yang tersedia di kawasan tersebut. Sejumlah petugas yang menangani aktivitas bongkar seperti pemindahan lokomotif ini terlihat sangat berhati-hati.

Tak hanya itu beberapa railfans yang justru sempat hadir dapat mengabadikan momen tersebut dengan bidikan kamera. Aktivitas pemindahan lokomotif dilakukan mulai pagi hari dalam keadaan kondisi sudah mulai terang. Disisi lain terlihat truk trailer yang mengangkut lokomotif pun menunggu giliran untuk dilakukan bongkaran tersebut.

Selang beberapa jam, tepat pada pukul 14.10 pengiriman lokomotif dari area PT JICT pun mulai dilakukan. Sebanyak 2 unit setiap pengiriman dilakukan secara perlahan dengan kecepatan di bawah 20 km/jam. Ini dilakukan agar kondisi saat dijalankan tetap aman dan tak ada hambatan. Saat kedua lokomotif tersebut mulai jalan perlahan, bidikan kamera dari para railfans pun mulai beraksi. Seakan tak mau ketinggalan momen yang cukup langka tersebut.

Informasi sempat simpang siur, karena biasanya pengiriman lokomotif dari area pelabuhan melewati Stasiun Pasoso dikumpulkan terlebih dahulu di Stasiun Tanjung Priok. Setelah semua terkumpul, barulah lokomotif kiriman dari Depo Cipinang membantu menarik satu persatu unit lokomotif kiriman itu. Namun kali ini agak berbeda, ternyata lokomotif tersebut bisa dijalankan kembali yang dikendarai masinis secara langsung sampai ke Depo Cipinang.

Tak hanya di area PT JICT, railfans yang menunggu di lokasi lain yang dilewati lokomotif kiriman ini sudah siap mengabadikan momen tersebut. Salah satu lokasi favorit adalah Stasiun Jatinegara. Railfans yang mulai berdatangan dari berbagai wilayah pun berkumpul di jalur 5 dan 6 Stasiun Jatinegara. Karena mereka sudah yakin bahwa kiriman lokomotif tersebut melewati jalur yang akan digunakan antara jalur 6, 7 atau pun 8.

Sekitar pukul 15:30 WIB akhirnya terdengar dari pengeras suara Stasiun Jatinegara bahwa ada informasi terdapat lokomotif dinas akan masuk. Namun, yang mereka yakini momen tersebut akan masuk antara jalur 6, 7, atau 8, ternyata salah. Lokomotif kiriman tersebut masuk di jalur 4. Alhasil railfans yang sedikit terkecoh memalingkan pandangan dan kameranya mengarah ke jalur 4.

Suara klakson khas kereta Sumatra pun terdengar berulang kali seperti memanggil dari kejauhan bahwa sebentar lagi akan tiba. Akhirnya terlihat hidung lokomotif dengan nomor BB 203 78 05 dan BB 303 78 07 dengan kedua bercap Depo MDN (Medan) yang pertama kali memasuki jalur Stasiun Jatinegara. Dan tentu saja antusiasme railfans mengabadikan momen langka tersebut akhirnya terobati. Melihat lokomotif asli dari Medan dan penomoran unik jadi bahan konten mereka untuk di unggah ke sosial mereka masing-masing dan betharap jutaan mata tertuju pada konten mereka.

Diketahui pengiriman lokomotif dilakukan sebanyak 8 unit dengan nomor seri sebagai berikut:
• BB 203 78 01
• BB 203 78 02
• BB 203 78 04
• BB 203 78 05
• BB 303 78 01
• BB 303 78 02
• BB 303 78 06
• BB 303 78 07
Entah valid atau tidak bahwa rencana untuk lokomotif seri BB 203 rencana akan di bawa menuju Balai Yasa Yogyakarta untuk melakukan perawatan. Jika memang benar, tentunya lokomotif akan disatukan ke rangkaian kereta api yang mengarah ke Stasiun Yogyakarta.

Usianya Genap 140 Tahun, Stasiun Medan Kini Makin Eksis dan Modern

Serangan Udara di Teheran Hancurkan Satu-satunya Boeing 747-100 yang Tersisa di Dunia

Dunia penerbangan baru saja kehilangan salah satu ikon paling langka dalam sejarah kedirgantaraan. Sebuah serangan udara di Bandara Internasional Mehrabad, Teheran, pada 6 Maret 2026, dilaporkan telah menghancurkan satu unit pesawat tanker KC-747 milik Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF).

Kehancuran ini bukan sekadar kerugian materil bagi kekuatan militer Iran, melainkan penanda berakhirnya era operasional Boeing 747-100 terakhir yang masih aktif terbang di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, serangan tersebut menghantam pesawat yang tengah diparkir di apron bandara. Pesawat dengan nomor registrasi 5-8107 (nomor seri pabrikan 20082) ini menjadi korban dalam operasi yang diklaim merusak sejumlah aset udara di pangkalan tersebut.

Citra yang beredar menunjukkan kerusakan struktural yang sangat parah akibat api pada bagian badan pesawat (fuselage) dan sayap. Di usianya yang telah mencapai 55 tahun, hantaman tersebut secara praktis mengakhiri masa dinas panjang sang “Kucing Besar” yang telah menjadi saksi bisu berbagai gejolak sejarah.

Pesawat yang hancur ini memiliki sejarah yang luar biasa unik. Awalnya diproduksi sebagai varian Boeing 747-131, ia merupakan bagian dari generasi pertama “Jumbo Jet” yang mengubah wajah penerbangan sipil dunia sejak diperkenalkan pada tahun 1970.

Melawan Mustahil: Bagaimana Iran Membangun ‘Boeing Rahasia’ di Tengah Kepungan Sanksi

Perjalanan hidupnya dimulai pada tahun 1971 saat beroperasi untuk maskapai Trans World Airlines (TWA). Namun, takdir membawanya ke ranah militer ketika pada tahun 1975, pesawat ini dikonversi oleh Boeing menjadi pesawat tanker untuk memenuhi pesanan Angkatan Udara Kekaisaran Iran di era Shah. Hebatnya, meski diterpa embargo suku cadang yang sangat ketat pasca-revolusi 1979, teknisi Iran berhasil melakukan keajaiban teknis untuk menjaga raksasa ini tetap layak terbang selama hampir setengah abad.

Sebagai hasil konversi dari pesawat penumpang wide-body, KC-747 menjadi salah satu tanker pengisi bahan bakar terbesar yang pernah ada di dunia. Pesawat ini mampu membawa lebih dari 180.000 liter bahan bakar, memberikan jangkauan operasional yang sangat jauh bagi jet tempur garis depan. Dilengkapi dengan sistem boom dan drogue, ia bertugas menyuplai energi bagi jet-jet tempur legendaris Iran seperti F-4 Phantom dan F-14 Tomcat.

Dengan panjang 70,6 meter, pesawat ini adalah target strategis yang masif. Keberadaannya memungkinkan Iran melakukan patroli udara jangka panjang di wilayah Teluk yang luas.

Kehancuran unit ini membawa dampak yang sangat dalam, baik secara operasional maupun historis. Dari sisi militer, hilangnya KC-747 melumpuhkan kemampuan logistik udara Iran dalam mendukung armada tempurnya untuk terbang jauh dari pangkalan.

Secara historis, dunia kini resmi kehilangan varian 747-100 terakhir yang masih operasional. Varian ini adalah model dasar yang memperkenalkan konsep kabin dua lorong dan dek atas ikonik yang menjadi ciri khas keluarga 747 selama puluhan tahun.

Dengan hancurnya KC-747 di Mehrabad, bab terakhir dari sejarah operasional generasi pertama Boeing 747 kini resmi tertutup. Sang pelopor era jet jumbo itu kini hanya tersisa dalam lembaran buku sejarah dan puing-puing di sudut pangkalan udara yang kini sepi.

Mengintip ‘Isi Perut’ Pesawat yang Dikorbankan Iran Demi Menjaga Langit Tetap Terbuka

Selain Penumpang, Kereta Angkutan Barang Tetap Beroperasi Penuh saat Arus Mudik Lebaran 2026

Angkutan mudik Lebaran 2026 lebih didominasi dengan kersta reguler penumpang yang mengantarkan pemudik menuju ke tempat tujuan. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Divisi Regional (Divre) 1 Sumatra Utara salah satu wilayah memiliki dampak dari arus mudik tersebut cukup signifikan bagi masyarakat sebagai pengguna kereta api.

Bahkan, KAI wilayah tersebut telah mengalokasikan total 2.700 tiket diskon 30 persen untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Tentunya, program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran. Serta dapat memfasilitasi warga yang merencanakan perjalanan lebih hemat sekaligus bebas macet.

Selain angkutan penumpang, KAI wilayah Divre 1 Sumatra Utara juga tetap mengoperasikan angkutan barang yang terus beroperasi selama arus mudik Lebaran 2026. Karena masa angkutan lebaran ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026. Adapun keputusan itu diambil untuk menjamin kelancaran distribusi logistik serta ketersediaan pasokan energi di wilayah Sumatra Utara, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat tajam.

Menurut Plt Manager Humas KAI Divre 1 Sumatra Utara, Anwar Yuli Prastyo, yang dirangkum laman Antara menjelaskan bahwa peran kereta api tidak hanya vital untuk layanan mudik penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung dalam menjaga rantai pasok komoditas. Hal ini krusial untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia di tengah kepadatan arus mudik.

Operasional angkutan barang KAI Divre 1 Sumatra Utara akan berjalan penuh guna menyokong berbagai aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Konsistensi dalam layanan ini sangat penting agar kebutuhan pokok dan komoditas unggulan tetap tersedia bagi masyarakat. Anwar Yuli Prastyo menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan di tengah lonjakan pergerakan masyarakat.

Salah satu prioritas utama dalam layanan angkutan barang ini adalah pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM). KAI Divre 1 Sumatra Utara mengoperasikan hingga tiga perjalanan setiap harinya, mengangkut 48 gerbong dengan total kapasitas mencapai 1.632 kiloliter. Distribusi BBM ini melayani rute strategis dari Labuhan menuju Kisaran serta Siantar.

Selain BBM, distribusi logistik juga didukung oleh pengiriman 19.994 ton petikemas serta 8.045 ton crude palm oil (CPO). Komoditas-komoditas ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan industri lokal maupun untuk tujuan ekspor, berkontribusi pada perputaran roda ekonomi di Sumatra Utara. KAI terus berupaya menjaga kelancaran pasokan ini.

Fokus utama KAI Divre 1 Sumatra Utara tetap pada aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan di seluruh lintas pelayanan kereta api. Ini adalah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh perusahaan. Dengan distribusi logistik yang terjaga, KAI berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan mudik Lebaran dengan nyaman tanpa kendala pasokan kebutuhan pokok. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan ekonomi KAI dalam mendukung kelancaran perayaan hari besar keagamaan.

Bukan Sekadar Tanda, Simbol ‘Lingkaran’ Ini Sudah Sudah Melegenda di Gerbong Kereta Barang