Korean Air Aktifkan Layanan WiFI Viasat di Airbus A321neo

Sebuah survei menyebut bahwa sebagian besar penumpang Korea kemungkinan akan kembali ke maskapai penerbangan yang menyediakan WiFi berkualitas. Berangkat dari hal tersebut, Korean Air, maskapai plat merah Negeri Ginseng, mengumumkan telah mengaktifkan layanan WiFi di pesawat narrow body Airbus A321neo.

Baca juga: Korean Air Akan Timbang Berat Badan Penumpang Sebelum Naik Pesawat, Ada Apa?

Korean Air telah memilih Viasat, sebuah perusahaan komunikasi global, sebagai penyedia konektivitas internet dalam penerbangannya. Maskapai ini menggunakan broadband dalam penerbangan Viasat untuk armada Airbus A321neo, yang terbang pada rute jarak pendek hingga menengah di Asia. Korean Air telah memesan beberapa A321neo dan resmi memperkenalkan tipe tersebut pada November 2022.

Pemilihan Viasat dilakukan melalui kerja sama dengan penyedia perangkat keras Safran Passenger Innovations (SPI) untuk mengembangkan solusi yang dibutuhkan oleh Korean Air. Hal ini termasuk menggabungkan in-flight connectivity (IFC) airtime dan In-flight Entertainment and Connectivity (IFEC) hardware dari Safran.

“Survei menemukan bahwa sebagian besar penumpang Korea kemungkinan akan kembali ke maskapai penerbangan yang menyediakan WiFi berkualitas, dan keputusan ini merupakan langkah menuju arah tersebut,” Kenneth Chang, Wakil Presiden Eksekutif dan Chief Marketing Officer Korean Air.

A321neo adalah pesawat pertama dari keluarga Airbus A320 di armada Korean Air. Maskapai ini sebelumnya mengatakan bahwa pesawat berkapasitas 182 kursi itu terutama akan beroperasi pada rute jarak pendek, termasuk Asia Tenggara, Cina, dan Jepang.

Korean Air telah memesan total 30 unit Airbus A321 untuk menambah armadanya yang sudah beragam. Maskapai ini telah memiliki beberapa pesawat Airbus, seperti A220, A330, dan A380. Pesawat A321 akan dikirimkan ke maskapai ini pada tahun 2027 sebagai bagian dari rencana modernisasi armadanya dan akan dilengkapi dengan sistem WiFi Viasat.

Baca juga: Parade WiFi in The Sky, Inilah Profil Layanan WiFi Maskapai dengan Beragam Karakternya

Airbus A321neo dikonfigurasikan dalam tata letak dua kelas dengan 182 kursi, termasuk delapan kursi berbaring datar di Kelas Prestige dan 174 kursi di kabin ekonomi. Penumpang Kelas Prestige dapat menikmati monitor pribadi berukuran 44 sentimeter (17 inci) untuk layanan audio/video sesuai permintaan dan pengisi daya ponsel pintar nirkabel di kursi. Penumpang kelas ekonomi memiliki monitor berukuran 33 sentimeter (13 inci).

Serba Canggih dan Ramah Lingkungan, Airbus Buka Fasilitas Produksi di Hamburg

Guna menangani sejumlah pesanan, Airbus kini memajukan sistem industrinya dan memperluas peningkatan kapasitas dengan pembangunan hanggar perlengkapan A321XLR otomatis baru, yang secara resmi dibuka di Hambur, Jerman. Pembangunan hanggar perlengkapan ini untuk melanjutkan modernisasi dan digitalisasi sistem industri dan memperluas kapasitasnya untuk menggenjot laju program A320 menjadi 75 unit pada tahun 2026.

Baca juga: Airbus Bangun Stasiun Produksi dan Distribusi Hidrogen Rendah Karbon di Bandara Toulouse

“Lokasi Airbus di Hamburg memainkan peran penting dalam pengembangan dan produksi A321XLR. Dengan hanggar instalasi peralatan kami yang baru dan canggih, kami kini memperluas kapasitas kami untuk memproduksi badan pesawat A321 dan memberikan kontribusi penting untuk mendukung peningkatan kami. Pada saat yang sama kami menegaskan kembali pentingnya Hamburg bagi Airbus,” kata André Walter, Kepala Produksi Pesawat Komersial Airbus di Jerman. “Desain bangunan mencerminkan standar terbaru dalam produksi dan keberlanjutan.”

Di hanggar instalasi peralatan baru, dengan ruang produksi seluas 9.600 m2, yang diberi nama H259, semua komponen badan pesawat belakang pesawat A321XLR – juga dibuat di Hamburg – akan dipasang. Hanggar ini dilengkapi dengan berbagai teknologi tercanggih untuk operasi dan manufaktur, seperti logistik otomatis, sistem digital sepenuhnya, dan stasiun pengujian yang dapat menampilkan status setiap bagian badan pesawat (baik dari segi logistik dan sumber daya) kapan saja.

Bagian badan pesawat yang panjangnya hampir 24 meter dilengkapi dengan semua sistem kelistrikan dan mekanik, serta elemen lain seperti jendela, panel lantai atau antena eksternal, pada ‘jalur pulsa’ otomatis yang terdiri dari delapan stasiun.

Setiap bagian badan pesawat diuji secara ekstensif langsung setelah pemasangan sistem. Bagian badan pesawat kemudian dipindahkan ke jalur perakitan akhir di Hamburg.

Stasiun produksi di hanggar baru direncanakan melalui konsultasi erat dengan karyawan untuk menciptakan aliran produksi yang efisien dan lingkungan kerja yang optimal secara ergonomis dan modern. Selain itu, desain interior juga fokus untuk memastikan kondisi optimal bagi kerja sama antar karyawan di bagian produksi dan fungsi pendukung.

Strukturnya direncanakan dan dibangun secara berkelanjutan. Sistem fotovoltaik seluas 3.000 m2 di atap memasok listrik ke hanggar, dan kelebihannya digunakan untuk memberi daya pada lokasi tersebut. Blok kantor di sisi selatan menawarkan tingkat insulasi yang sangat baik berkat insulasi ekstensif pada langit-langit dan dinding. Sistem kontrol otomatis untuk pemanasan, ventilasi, dan pencahayaan melengkapi langkah-langkah tersebut.

Airbus A321XLR merupakan langkah evolusi berikutnya dari A320neo, sebagai respons terhadap permintaan pasar akan jangkauan dan muatan yang lebih luas, sehingga menciptakan lebih banyak nilai tambah bagi maskapai penerbangan.

Baca juga: Airbus Final Assembly Line di Tianjin Cina Kirimkan A321neo Pertamanya

Pesawat narrow body ini akan menghasilkan jangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya (‘Xtra-panjang’) hingga 4.700 nm – jangkauan 15% lebih jauh dibandingkan A321LR – dan dengan pembakaran bahan bakar per kursi 30% lebih rendah dibandingkan pesawat pesaing generasi sebelumnya, serta pengurangan emisi NOx. dan kebisingan.

10 Halte Bus Ini Punya Desain yang Tidak Biasa

Dalam pikiran Anda pastinya halte bus hanya berupa bangunan kecil dengan atap yang mampu menahan dari panas dan hujan serta ditambah tempat duduk yang cukup hanya untuk beberapa orang. Namun dengan dunia teknologi yang semakin canggih, membuat para arsitek memikirkan rancangan unik untuk halte bus. Ada kemungkinan para arsitek pembuat halte ini ingin para pengguna bus lebih terasa nyaman, elegan dan glamor. Dilansir dari designcurial.com ada 10 rancangan unik dan terbaik dari halte-halte bus.

Baca juga: Pertama di Dunia, Halte Bus Dirancang Ramah Bagi Kawanan Lebah

1. Halte bus di Rumah Sakit Spaarne (Sesign aarne Ziekenhuis)
Dirancang oleh Nio Architecten, hal bus ini berada di Belanda dan terletak di depan RS Spaarne Hoofddorp yang juga berfungsi sebagai putaran. Dengan ciri khas kental warna negara Belanda yakni jingga/orange, memiliki bentuk menyerupai rahang ikan paus. Halte yang dibangun tahun 2003 lalu ini, terbuat dari bahan sintetis yang tahan terhadap pisau dan rokok. Sehingga tidak mudah rusak saat di robek untuk membuat suatu grafiti. Dengan bentuknya yang unik, membuatnya tidak terlupakan.

www.designcurial.com
www.designcurial.com

2. Stasiun bus Poole
Halte bus yang berada di Inggris ini dirancang oleh Penson, atapnya dibuat seperti papan gambar besar yang berisi gambar-gambar mural dengan bentuk dan tekstur yang berbeda. Pencahayaan yang indah membuat halte ini terlihat seperti stasiun bawah tanah. Lampu yang menjadi penerang halte ini menerangi dari titik keberangkatan bus.

www.designcurial.com
www.designcurial.com

3. Arriva Markas Guimarães
Dibuat oleh Ricardo Vieira de Melo dari RVDM Arquitectos, menggabungkan masalah logistik pada perusahaan angkutan umum Arriva. Dia membuat sebuah halte yang mampu menampung 96 bus dengan dua bangunan yang strategis membuat halte terlihat menyatu dan luas.

4. Halte bus Slough
Halte bus yang satu ini adalah buatan arsitektur Bblur dengan bentuk gelombang cahaya. Bblur membuat halte ini sebagai penghormatan kepada astronom lokal William Herschel yang menemukan gelombang inframerah tahun 1800 silam. Halte ini terbuat dari 130 meter kanopi aluminium yang melengkung sehingga para pejalan kaki atau pengguna bus terlindung cahaya. Saat kondisi cahaya berubah, kanopi ini akan memberikan perubahan yang berbeda.

www.designcurial.com
www.designcurial.com

5. Halte bus di Aarau
Atap atau kanopi halte yang berada salah satu kota di Swiss ini berbentuk seperti awan dengan motif gelembung di dalam kanopi. Dengan warna kebiruan dan transparan, halte ini dibuat oleh arsitek Mateja Vehovar dan Stefan Jauslin.

6. Halte bus Preston
Bus double dekker banyak terparkir di halte rancangan BDP ini. Menjadi salah satu halte terbesar di Eropa Barat, Halte Preston mampu menampung 1100 mobil dan 80 bus tingkat. Pada 10 tahun lalu, halte ini sempat diancam akan di bongkar, namun tidak jadi karena dianggap sebagai bangunan yang memiliki ciri khas.

7. Halte bus Osijek
Terletak di negara Kroasia, halte ini memiliki bangunan yang dilapis kaca dan panjangnya hampir sama dengan panjang sungai Drava sebagai batas kota. Atap halte ini berbentuk agak bergelombang dengan tiang-tiang beton sebagai penyangganya. Halte ini dibuat oleh arsitek Predrag dan Bruno Rechner dari Rechner.

8. Vauxhall Bus Station
Halte bus yang satu ini sangat menarik perhatian. Sejak selesai di bangun tahun 2005 lalu, halte ini menjadi bagian dari regenerasi daerah yang sebelumnya diangap kumuh di London Selatan. Dengan ultra modelnya dan seperti landasan ski yang terbuat dari bahan aluminium membuatnya semakin menarik. Arup Associates yang merancang halte ini, menginginkan halte ini selalu terlihat bersih dan menarik saat dipandang.

www.designcurial.com
www.designcurial.com

9. Halte bus Thiais
Tahu permainan rubik? Kubus yang memiliki warna beragam sebagai permainan asah otak. Mungkin halte yang berada di Perancis ini terinspirasi dari permainan itu. Karena bentuknya yang seperti kubus di tambah warna kaca yang menyerupai warna rubik. Bangunan halte unik ini dirancang oleh Emmanuel Combarel dan Dominique Marre.

www.designcurial.com
www.designcurial.com

“Tujuan kami adalah fokus pada alam mineral dan desain bangunan yang bergabung dan tumbuh dari jalan,” ujar Dominique salah satu arsiter.

10. Busbahnhof Poppenbüttel
Dengan desain yang ringan dan elemen desain yang mencolok, halte bus ini dibangun seperti sebuah pulau dan memiliki 8 tempat perhentian bus di sekitarnya. Halte ini pernah mendapatkan penghargaan Building of the Year 2009 dari Hamburg Architecture and Engineering Association (AIV e.v Hamburg). Halte unik ini dibangun oleh arsitek Blunck-Morgen.

Dari Sistem Pencahayaan Sampai Pengisian Listrik, Inilah Deretan Terminal Bus Ramah Lingkungan

Untuk kategori bandara, Changi di Singapura disebut sebagai bandara yang paling ramah lingkungan. Sementara kategori stasiun, Amsterdam Centraal adalah salah satu stasiun yang dikenal paling ramah lingkungan. Lantas bagaimana dengan terminal bus? Adakah terminal bus yang masuk kategori ramah lingkungan?

Baca juga: Terapkan 10 Poin, Amsterdam Centraal Jadi Stasiun Kereta Paling Ramah Lingkungan 

Terminal bus yang paling ramah lingkungan dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti teknologi yang digunakan, penggunaan energi terbarukan, manajemen limbah, efisiensi energi, dan inisiatif keberlanjutan lainnya. Beberapa contoh terminal bus yang dikenal karena upaya ramah lingkungannya adalah:

Terminal Bus Schiphol Noord, Belanda
Terminal bus ini berada di Bandara Schiphol, Amsterdam, memiliki fasilitas berkelanjutan seperti penggunaan energi terbarukan dan panel surya untuk memasok listrik, teknologi pengisian kendaraan listrik, dan manajemen air dan limbah yang efisien.

Terminal Bus Kaohsiung, Taiwan
Terminal bus ini menggunakan teknologi hijau, seperti sistem pencahayaan hemat energi dan fasilitas pengolahan air yang canggih. Selain itu, stasiun ini memiliki atap hijau yang membantu mengurangi dampak lingkungan.

Terminal Bus Wellington, Selandia Baru
Terminal bus ini memiliki panel surya di atapnya yang menyediakan energi untuk operasional terminal, serta fasilitas pengumpulan air hujan dan sistem pencahayaan efisien.

Terminal Bus South Tyrol, Italia
Terminal ini memiliki desain berkelanjutan dengan menggunakan teknologi hijau, seperti pemanas dan pendingin yang efisien, serta penggunaan material ramah lingkungan.

Terminal Bus Kamppi, Helsinki, Finlandia
Terminal ini memiliki sistem pemanas dan pendingin berbasis energi terbarukan, serta fasilitas penyimpanan sepeda yang luas untuk mendorong mobilitas berkelanjutan.

Baca juga: Wales Bangun Terminal Bus Terpadu, Sinergikan Ritel dan Perkantoran

Sebagai catatan, banyak terminal bus di seluruh dunia telah mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan dan ramah lingkungan. Nilai keberlanjutan terminal bus dapat dinilai berdasarkan berbagai faktor, termasuk penggunaan energi terbarukan, manajemen limbah, efisiensi energi, dan teknologi berkelanjutan lainnya.

Selain Jadi Stasiun Paling Ramah Lingkungan, Amsterdam Centraal adalah Landmark Wisata Bersejarah Tinggi

Setelah pada tulisan sebelumnya dikupas tentang status Amsterdam Centraal sebagai stasiun kereta paling ramah lingkungan, menarik juga untuk dicermati bahwa Amsterdam Centraal punya sejarah panjang dan menjadi salah satu landmark arsitektur dari kota Amsterdam.

Baca juga: Terapkan 10 Poin, Amsterdam Centraal Jadi Stasiun Kereta Paling Ramah Lingkungan

Stasiun Amsterdam Centraal dibangun antara tahun 1881 dan 1889. Stasiun ini dirancang oleh arsitek P.J.H. Cuypers, yang menciptakan desain arsitektur Neogotik yang khas dengan fasad yang megah berikut sentuhan artistik yang menampilkan patung dan ornamen yang indah.

Sejak dibuka pada tahun 1889, stasiun Amsterdam Centraal telah menjadi pusat transportasi penting di Amsterdam dan Belanda. Stasiun ini menghubungkan kereta api antarkota, kota, dan internasional, serta berfungsi sebagai hub bagi berbagai layanan transportasi seperti kereta, tram, dan bus.

Selama abad ke-20, stasiun ini mengalami berbagai perluasan dan pembaruan untuk mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas penumpang dan memodernisasi fasilitas. Meskipun beberapa perubahan dilakukan untuk memenuhi tuntutan transportasi modern, sebagian besar elemen arsitektur asli tetap dipertahankan.

Pada tahun 1996, stasiun Amsterdam Centraal menjalani program restorasi besar-besaran untuk memulihkan keindahan asli dan detail arsitekturnya. Restorasi ini termasuk membersihkan patung-patung, mengembalikan cat orisinal, dan merestorasi fitur-fitur bersejarah lainnya.

Stasiun ini terus mengalami berbagai pembaruan dan pengembangan untuk menjawab tuntutan lalu lintas dan memberikan fasilitas yang lebih modern bagi penumpang. Ini termasuk perluasan untuk peningkatan kapasitas, penggunaan teknologi energi terbarukan, dan penggunaan fasilitas berkelanjutan lainnya.

Bangunan di stasiun ini tak pelak menjadi tujuan wisata yang populer bagi pengunjung yang tertarik dengan keindahan arsitektur dan sejarahnya.

Stasiun Amsterdam Centraal saat ini memiliki total 15 peron yang digunakan untuk berbagai layanan kereta api. Peron ini digunakan untuk mengakomodasi lalu lintas kereta antarkota, kota, dan internasional yang melalui stasiun ini. Jumlah peron ini mencerminkan pentingnya stasiun Amsterdam Centraal sebagai pusat transportasi utama di Amsterdam dan juga sebagai hub bagi banyak layanan kereta api.

Baca juga: Inilah Splashtours, Bus Amfibi Ikonik yang Hanya Ada di Rotterdam dan Amsterdam Belanda 

Amsterdam Centraal adalah salah satu stasiun kereta tersibuk di Eropa. Meskipun bukan stasiun kereta tersibuk pertama di Eropa, stasiun ini memiliki lalu lintas penumpang yang signifikan dan merupakan salah satu stasiun utama di Eropa.

Terapkan 10 Poin, Amsterdam Centraal Jadi Stasiun Kereta Paling Ramah Lingkungan

Bila Bandara Changi di Singapura didapuk sebagai bandara paling ramah lingkungan di dunia, maka pertanyaan selanjutnya adalah untuk fasilitas yang menyangkut kereta api, yakni dimanakah stasiun kereta paling ramah lingkungan? Penilaian mengenai “yang paling hijau dan ramah lingkungan” dapat bervariasi tergantung pada kriteria yang digunakan dan perkembangan terbaru di industri terkait. Namun, untuk stasiun kereta, maka akan merujuk pada stasiun tua yang ada di Amsterdam, Belanda.

Baca juga: Operator Kereta di Inggris Gandeng Sukarelawan Hadirkan Air Ramah Lingkungan di Stasiun

Menurut versi railtripping.com, Stasiun kereta Amsterdam Centraal di Belanda, adalah salah satu contoh stasiun yang paling ramah lingkungan. Stasiun ini telah direnovasi dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi.

Pusat perbelanjaan di dalam stasiun menggunakan sistem pemanas yang ramah lingkungan, atapnya dilengkapi dengan panel surya, dan penggunaan energi di stasiun dikelola dengan baik. Selain itu, stasiun ini memiliki infrastruktur untuk menyimpan sepeda dan fasilitas pengisian mobil listrik.

Stasiun Amsterdam Centraal telah mengambil langkah-langkah untuk menjadi lebih ramah lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Renovasi dan upaya keberlanjutan di stasiun ini dimulai pada awal tahun 2000-an dan terus berlanjut. Fasilitas yang menunjang ramah lingkungan di stasiun Amsterdam Centraal mencakup beberapa elemen, seperti:

1. Energi Terbarukan: Penggunaan sumber energi terbarukan seperti panel surya atau turbin angin untuk menghasilkan listrik yang digunakan di stasiun.

2. Sistem Penerangan Efisien: Penggunaan penerangan LED atau teknologi penerangan lainnya yang lebih efisien dan hemat energi.

3. Pengelolaan Limbah: Sistem pengelolaan limbah yang efisien, termasuk pengolahan limbah organik, daur ulang, dan pengurangan limbah plastik.

4. Sistem Pemanas dan Pendingin Efisien: Penggunaan sistem pemanas dan pendingin yang lebih efisien dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.

5. Fasilitas Pengisian Kendaraan Listrik: Penyediaan fasilitas pengisian kendaraan listrik di stasiun untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.

6. Penanaman Vegetasi: Penggunaan elemen-elemen hijau seperti taman, tanaman, dan atap hijau untuk membantu menyaring udara dan meningkatkan lingkungan di sekitar stasiun.

7. Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan: Penggunaan bahan bangunan dan furnitur yang ramah lingkungan dan memiliki dampak karbon yang lebih rendah.

8. Dukungan Bersepeda: Penyediaan fasilitas parkir sepeda yang aman, program penyewaan sepeda, dan dukungan untuk mobilitas bersepeda.

9. Penghematan Air: Penggunaan teknologi dan praktik yang mengurangi penggunaan air di stasiun, termasuk sistem pengumpulan dan penggunaan ulang air hujan.

Baca juga: Ciptakan Stasiun Ramah Penumpang, Stasiun London Waterloo Adopsi Virtual Reality dan Eye-Tracking

10. Penggunaan Teknologi Digital: Penggunaan teknologi digital untuk mengelola operasi stasiun secara efisien, mengurangi konsumsi kertas, dan mendukung transaksi tanpa kontak fisik.

Gangguan LRT Jabodebek di Hari ke-3 Beroperasi, KAI: Tanggung Jawab INKA dan Adhi Karya

Gangguan operasional terjadi di hari ke-3 sejak LRT Jabodebek pertama kali diresmikan Presiden Jokowi Senin lalu. Kereta LRT Jabodebek rute Jati Mulya – Dukuh Atas beberapa kali tiba-tiba berhenti mendadak dan mati listrik.

Baca juga: Daftar 18 Stasiun LRT Jabodebek Terintegrasi Transjakarta-Mikrotrans, KRL, MRT Jakarta, KCJB, KA Bandara, Bus AKAP, Sampai Angkot

Kondisi itu diperparah dengan kereta dalam kondisi penuh sesak dan AC mati. Sudah begitu jendela di bagian tengah kereta tidak bisa dibuka secara manual kecuali jendela di bagian ujung kereta saja.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengungkapkan, gangguan pada operasional LRT hari ini terjadi akibat adanya masalah pada pintu kereta.

Saat ini, kereta yang bermasalah tersebut sudah dikirim kembali ke Dipo untuk dilakukan inspeksi oleh tim INKA dan KAI. Keterlibatan tim INKA pada gangguan hari ini karena tanggung jawab sarana, dalam hal ini kereta, masih dipegang oleh BUMN yang berbasis di Madiun tersebut.

“Hari ini ada gangguan pintu pada kereta LRT sehingga berdampak pada perjalanan kereta lainnya,” jelasnya lewat pesan singkat, Rabu (30/8/2023).

“Saat ini kereta yang mengalami gangguan sudah kami pindahkan ke Dipo untuk dilakukan evaluasi oleh tim INKA dan KAI apa penyebab gangguan, perawatan sarana LRT hingga saat ini masih di bawah tanggungjawab INKA, sehingga kami mengkoordinasikan penanganan sarana tersebut dengan tim INKA,” tambahnya.

Selain gangguan pada pintu kereta LRT, lanjut Kuswadoyo, gangguan perjalanan LRT rute Jati Mulya – Dukuh Atas hari ini juga disebabkan oleh matinya aliran listrik yang disebabkan gangguan TPSS listrik Stasiun Halim, yang notabene masih berada di bawah tanggung jawab Adhi Karya.

“Kemudian  gangguan lain yang terjadi di Halim dimana terjadi matinya aliran listrik yang disebabkan gangguan TPSS listrik, sehingga mengakibatkan gangguan operasional LRT. Saat ini kereta sudah berjalan normal dan kami sudah berkoordinasi,” ujarnya.

“Koordinasi dengan semua stakeholder terus kami lakukan agar operasional LRT Jabodebek bisa berjalan dengan baik. Kami mohon maaf atas gangguan yang terjadi pada perjalanan LRT hari ini dan mengakibatkan kekurang nyamanan bagi penggunajasa LRT Jabodebek,” tutupnya.

Sebelumnya, LRT Jabodebek rute Jati Mulya – Dukuh Atas tercatat tiga kali berhenti mendadak dan dua kali mati listrik, termasuk mati listrik saat tiba di Stasiun Halim. Gangguan dilaporkan terjadi di lebih dari satu rangkaian kereta, meskipun hal itu dibantah oleh pihak LRT dimana gangguan hanya terjadi di satu rangkaian/trainset.

Saat ini LRT Jabodebek mengoperasikan sebanyak 12 trainset/rangkaian kereta dan 158 perjalanan setiap harinya dengan tarif promo yang diberlakukan hingga akhir September 2023 sebesar Rp5.000 flat di seluruh lintas pelayanan.

Baca juga: Serambi Temu Dukuh Atas Dibuka, Penumpang LRT Jabodebek Bisa Lanjut Naik KRL-MRTJ-KA Bandara

LRT Jabodebek beroperasi mulai pukul 05.00 sampai 20.00 dengan jam keberangkatannya paling awal dari:

Jati Mulya ke Dukuh Atas pukul 05:00

Dukuh Atas ke Jati Mulya pukul 05:58

Harjamukti ke Dukuh Atas pukul 05:09

Dukuh Atas ke Harjamukti pukul 05:09

Sementara itu keberangkatan terakhir LRT Jabodebek saat ini dari:

Dukuh Atas ke Jati Mulya pukul 18:58

Jati Mulya ke Dukuh Atas pukul 18:00

Harjamukti ke Dukuh Atas pukul 17:49

Dukuh Atas ke Harjamukti pukul 17:49

Perjalanan LRT Jabodebek saat ini memiliki jarak waktu kedatangan antar kereta mencapai 20 menit hal tersebut dikarenakan frekuensi dan trainset yang dioperasikan masih terbatas mengikuti Grafik Perjalanan Kereta yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan.

Meski Legendaris, DC-10 Terkenal dengan Segudang Masalah, Inilah 10 Insiden Teratas yang Fatal

Meski tak ada yang meragukan betapa legendarisnya pesawat triple jet Douglas DC-10, namun, satu fakta yang tak bisa dikesampingkan, bahwa pesawat produksi McDonnell Douglas itu kerap mengalami insiden. Mulai dari insiden ringan hingga fatal yang menyebabkan korban jiwa, telah mewarnai debut DC-10.

Baca juga: McDonnell Douglas KC-10 Extender, Pesawat Pengisi Bahan Bakar yang Disulap dari DC-10

Disarikan dari forum quora.com, disebutkan ada beberapa masalah yang terkait dengan insiden pada DC-10. Beberapa di antaranya terkait dengan masalah pada pintu kargo belakang, kemudian ada yang disebabkan kegagalan sistem hidrolik. Lebih serius, tinjauan pada sebgain besar DC-10 mengungkapkan adanya retakan di tiang pemasangan mesin.

Namun, juga ada sejumlah masalah lain dengan DC-10 yang tidak semuanya menyebabkan crash. Dan berikut 10 insiden fenomenal dan fatal yang menyebabkan korban jiwa pada DC-10:

1. 3 November 1973; DC-10 National Airlines: di atas New Mexico, AS: Pesawat mengalami kerusakan yang tidak terkendali pada salah satu mesin pada sayap. Sepotong mesin menabrak badan pesawat dan memecahkan kaca jendela penumpang. Salah satu dari 116 penumpang tersedot keluar dari pesawat selama dekompresi cepat. Jenazah penumpang tidak ditemukan.

2. 3 Maret 1974; DC-10 Turkish Airlines DC10; lokasi dekat Paris, Perancis: Pesawat tersebut merupakan penerbangan internasional terjadwal Paris – London. Selama pesawat mendaki, pintu kargo belakang yang tidak ditutup dengan benar meledak. Dekompresi kabin menyebabkan kerusakan pada lantai kabin utama dan beberapa kabel kontrol di area tersebut. Awak tidak dapat mengendalikan pesawat dan pesawat jatuh. Semua 333 penumpang dan 12 awak tewas.

3. 1 Maret 1978; DC-10 Continental Airlines; lokasi di Los Angeles, California: Pesawat sedang dalam penerbangan domestik terjadwal dari Los Angeles ke Honolulu. Para kru membatalkan lepas landas karena ban pecah dan tidak dapat mencegah pesawat keluar dari landasan. Pesawat terbakar setelah berhenti, dan penumpang serta awak dievakuasi. Semua 14 anggota awak selamat, tetapi dua dari 186 penumpang tewas.

4. 25 Mei 1979; DC-10 American Airlines; lokasi di Chicago, AS: Pesawat sedang dalam penerbangan domestik terjadwal dari Chicago ke Los Angeles. Selama proses take-off, mesin kiri dan pylon terpisah dari sayap, merusak beberapa saluran hidrolik secara bersamaan.

Awak pesawat melanjutkan lepas landas, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh pemisahan mesin menyebabkan pencabutan tanpa perintah dari beberapa permukaan kontrol penerbangan di sayap kiri serta hilangnya sistem peringatan yang terkait dengan permukaan kontrol tersebut. Pesawat berguling ke kiri, kehilangan ketinggian, dan jatuh tak lama setelah lepas landas. Semua 258 penumpang dan 13 awak tewas. Dua orang di darat dilaporkan juga tewas.

5. 31 Oktober 1979; DC-10 Western Airlines; lokasi Mexico City, Meksiko: Para kru secara tidak sengaja mendarat di landasan tertutup yang sejajar dengan landasan aktif. Pesawat menabrak kendaraan besar dan jatuh. Sembilan dari 11 anggota awak dan 63 dari 77 penumpang tewas.

6. 28 November 1979; DC-10 Air New Zealand; lokasi dekat Gunung Erebus, Antartika: Pesawat sedang dalam penerbangan wisata dari Selandia Baru ke Antartika. Karena kesalahan navigasi, kru menerbangkan pesawat ke gunung selama whiteout conditions. Semua 237 penumpang dan 20 awak tewas.

7. 23 Januari 1982; DC-10 World Airways; lokasi di Boston, AS: Pesawat mendarat di landasan yang dingin dan tidak bisa berhenti sebelum meninggalkan landasan. Pesawat berhenti sebagian di saluran air. Bagian dari badan pesawat pecah dan berada di dalam air. Dua dari 198 penumpang tewas.

8. 13 September 1982; DC-10 Spantax; lokasi di Malaga, Spanyol: Para kru gagal lepas landas dan tidak dapat menghentikan pesawat di landasan. 48 dari 393 penumpang tewas.

9. 13 Juni 1996; DC-10 Garuda Indonesia; lokasi di Fukuoka, Jepang: Pesawat sedang dalam penerbangan internasional terjadwal dari Fukuoka ke Bali. Awak pesawat membatalkan lepas landas setelah mesin kanan (nomor tiga) mengalami kegagalan. Para kru tidak dapat menghentikan pesawat di landasan. Pesawat berhenti sekitar 2.000 yard di luar landasan pacu setelah melewati pagar dan parit.

(Foto: Shutterstock)

Roda pendarat dan mesin yang dipasang di sayap terpisah dari pesawat, badan pesawat pecah menjadi beberapa bagian, dan pesawat terbakar. Tiga dari 260 penumpang tewas, dan beberapa lusin penumpang lainnya terluka.

Baca juga: Menjawab Penasaran, Ini Sebab Mesin Belakang Douglas DC-10 Terkesan Lebih Besar Dibanding Mesin di Bawah Sayap

10. 21 Desember 1999; DC-10-30 Cubana; lokasi di Guatemala City, Guatemala: Pesawat menabrak landasan pacu yang basah dan berhenti di lingkungan perumahan yang berdekatan dengan bandara. Delapan dari 18 anggota awak dan sembilan dari 296 penumpang tewas. Sembilan orang di lingkungan perumahan juga tewas.

Daftar 18 Stasiun LRT Jabodebek Terintegrasi Transjakarta-Mikrotrans, KRL, MRT Jakarta, KCJB, KA Bandara, Bus AKAP, Sampai Angkot

LRT Jabodebek sudah diresmikan Presiden Jokowi pada Senin (28/8/2023). Moda ini melayani dua lintas, yaitu Harjamukti – Dukuh Atas PP dan Dukuh Atas – Jati Mulya PP, melewati 18 stasiun yang seluruhnya terintegrasi dengan moda lainnya, mulai dari Transjakarta-Mikrotrans, KRL, MRT Jakarta, KCJB, KA Bandara, Bus AKAP, Transpatriot, sampai angkutan kota (Angkot).

Baca juga: Transjakarta Operasikan Dua Rute Pengumpan Mikrotrans Terintegrasi LRT Jabodebek, Lengkapi 11 Halte Terintegrasi LRT Jabodebek

Sejak diresmikan dan beroperasi secara komersial, tarif LRT Jabodebek tarif flat sebesar Rp5.000,- untuk seluruh lintas pelayanan. Tarif Promo ini mulai diberlakukan sejak LRT Jabodebek diresmikan sampai dengan akhir bulan September 2023.

“Tarif promo ini kami berikan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78, serta untuk memperkenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat. Melalui pemberian tarif promo ini, diharapkan akan mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati pada Minggu (27/08) di Jakarta.

Adita menjelaskan, selain tarif flat Rp5.000, skema selanjutnya yang disiapkan yaitu pengenaan tarif maksimal Rp20.000,- untuk jarak terjauh dan di bawah Rp20.000,- untuk selain jarak terjauh. Skema tarif ini mulai diberlakukan pada awal bulan Oktober 2023 sampai dengan akhir Februari 2024.

Lebih lanjut Adita menjelaskan, pemberian tarif promo ini menggunakan subsidi dari pemerintah menggunakan skema Kewajiban Pelayanan Publik/Public Service Obligation (PSO). “Besaran PSO yang diberikan untuk subsidi tarif dari mulai beroperasi sampai dengan akhir tahun 2023 yaitu sebesar Rp66 miliar. Jumlah ini di luar pemberian subsidi untuk prasarana,” ucap Adita.

Setelah tak lagi promo, tarif LRT Jabodebek setelah disubsidi atau tarif yang dibayar penumpang sebesar Rp23.900 (PSO sebesar 36%) untuk rute Stasiun Dukuh Atas – Jatimulya  sepanjang ± 28 km. Rute Stasiun Dukuh Atas – Harjamukti sepanjang ± 25 km sebesar Rp21.800 (PSO sebesar 34%). Selanjutnya, untuk rute Stasiun Harjamukti – Jatimulya sepanjang ± 33 km sebesar Rp27.400.

Beberapa rute dengan tarif bersubsidi lainnya diantaranya yaitu, Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Cawang sepanjang ± 10 km (tarif Rp11.300,-), Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Halim sepanjang ± 13 km (tarif Rp13.400,-), Stasiun Harjamukti – Stasiun Cawang sepanjang ± 15 km (tarif Rp14.800,-), Stasiun Harjamukti – Stasiun Halim sepanjang ± 19 km (tarif Rp17.600,-), Stasiun Jatimulya – Stasiun Cawang sepanjang ± 18 km (tarif Rp16.900,-), Stasiun Jatimulya – Stasiun Halim sepanjang ± 15 km (tarif Rp14.800,-), dan Stasiun Cawang – Stasiun Halim sepanjang ± 4 km (tarif Rp7.100,-).

Baca juga: Serambi Temu Dukuh Atas Dibuka, Penumpang LRT Jabodebek Bisa Lanjut Naik KRL-MRTJ-KA Bandara

Masing-masing stasiun LRT Jabodebek atau total 18 Stasiun LRT sudah terintegrasi dengan moda lainnya. Berikut daftarnya.

  1. Stasiun Harjamukti terkoneksi dengan Jaklinko/Mikrotrans.
  2. Stasiun Ciracas terkoneksi dengan Jaklinko/Mikrotrans.
  3. Stasiun Kampung Rambutan terkoneksi dengan Transjakarta BRT, Jaklinko/Mikrotrans, Minitrans, dan Bus AKAP.
  4. Stasiun TMII terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Jaklinko/Mikrotrans.
  5. Stasiun Dukuh atas terkoneksi dengan Commuterline, MRT Jakarta, Transjakarta BRT, dan KA Bandara.
  6. Stasiun Setia Budi terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  7. Stasiun Rasuna Said terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  8. Stasiun Kuningan terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  9. Stasiun Pancoran terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  10. Stasiun Ciliwung terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  11. Stasiun Cawang terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  12. Stasiun Cikoko terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Commuterline.
  13. Stasiun Jati Mulya terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota.
  14. Stasiun Bekasi Barat terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota.
  15. Stasiun Cikunir 1 terkoneksi dengan Angkutan Kota.
  16. Stasiun Cikunir 2 terkoneksi dengan Angkutan Kota.
  17. Stasiun Jatibening Baru terkoneksi dengan Angkutan Kota.
  18. Stasiun Halim terkoneksi dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Transjakarta BRT.

Naik Kereta Lintas Negara, Dimanakah Pemeriksaan Imigrasi Dilakukan?

Meski hal ini tidak ada di Indonesia, namun jaringan kereta lintas negara dapat Anda jumpai di luar negeri, sebut saja antara Malaysia dan Singapura, dan yang lebih besar adalah jaringan kereta antara negara-negara di Eropa, termasuk Inggris. Nah, yang menjadi pertanyaan, bagaimana sistem pemeriksaan imigrasi pada kereta lintas negara? Apakah kereta akan berhenti di perbatasan untuk dilakukan pengecekan paspor atau visa pada penumpang?

Baca juga: Bikin Bete, Inilah Sebab Antrean Pengecekan Imigrasi Sampai Mengular

Dikutip dari forum quora.com, disebutkan pemeriksaan imigrasi pada perlintasan kereta antar negara dapat bervariasi tergantung pada negara, perjanjian antar negara, dan kebijakan setiap stasiun perlintasan. Dahulu pada era perang dingin, di Eropa pemeriksaan imigrasi pada perlintasan kereta antar negara umumnya dilakukan di stasiun kereta yang berada di perbatasan antara dua negara. Stasiun-stasiun ini biasanya memiliki fasilitas imigrasi khusus yang didesain untuk memeriksa dan memproses penumpang yang melewati perbatasan.

Di beberapa perbatasan, terdapat stasiun khusus yang disebut stasiun perbatasan atau stasiun imigrasi yang berfungsi untuk melakukan pemeriksaan imigrasi dan bea cukai.

Namun, pada masa kini, proses pemeriksaan imigrasi biasanya dilakukan sebelum penumpang naik kereta atau setelah kereta tiba di stasiun di negara tujuan. Beberapa stasiun perbatasan memiliki fasilitas imigrasi di kedua sisi perbatasan, sehingga pemeriksaan bisa dilakukan sebelum dan setelah perlintasan.

Seperti pada kereta Singapura-Malaysia, melibatkan pemeriksaan imigrasi di kedua sisi perbatasan. Penumpang akan diperiksa di stasiun Woodlands di Singapura dan di stasiun perbatasan di Malaysia. Anda harus memastikan memiliki dokumen identifikasi dan izin yang sah untuk perjalanan lintas negara.

Kemudian antara Malaysia-Thailand, perjalanan dimulai dari stasiun Butterworth di Malaysia (dekat Penang), menggunakan layanan Keretapi Ekspres Antarabangsa hingga mencapai perbatasan di Padang Besar.

Di Padang Besar, penumpang akan melewati pemeriksaan imigrasi dan bea cukai Malaysia. Setelah itu, penumpang akan melakukan perjalanan melintasi perbatasan Thailand ke stasiun Hat Yai di Thailand. Di stasiun Hat Yai, penumpang akan melewati pemeriksaan imigrasi dan bea cukai Thailand.

Baca juga: Ini Sebabnya, Mengapa Proses Pengajuan Visa Kadang Begitu Sulit

Sementara itu, kereta internasional antara Belfast (Inggris) dan Dublin (Irlandia) tidak berhenti di perlintasan perbatasan. Sebab, terdapat perjanjian internasional mengenai pengaturan lintas batas antara pemerintah Irlandia dan Inggris. Kebanyakan kereta api yang melintasi perbatasan antar negara-negara Eropa di kawasan Schengen juga tidak berhenti – namun jika berhenti, hal itu akan terjadi karena pergantian awak atau lokomotif.

Kereta internasional Eurostar beroperasi nonstop antara London dan Paris, dengan pemeriksaan imigrasi dan bea cukai dilakukan di stasiun sebelum atau sesudah naik.