Sering Terlupakan, Tactile Paving Penting Sebagai “Pemandu” Kaum Difabel

Bentuknya berupa jalur berwarna kuning yang sangat mudah dikenali di area platform alias peron stasiun. Inilah yang disebut sebagai tactile paving atau ubin dengan ornamen ‘timbul.’ Sayangnya belum semua stasiun kereta api menerapkan adopsi tactile paving pada peronnya, sebagai contoh di kawasan Jabodetabek penggunaan tactile belum merata, terutama di stasiun-stasiun kecil.

Baca juga: Hindari Berebut Masuk KRL, PT KCJ Buat Garis Batas Antrean di Stasiun 

Tactile paving ada juga yang menyebutnya sebagai blind path sejatinya adalah kebutuhan yang harus disiapkan sebagai pra sarana oleh operator layanan transportasi publik. Tactile paving meski wujudnya terasa sederhana, namun fungsinya sangat besar bagi penyandang disabilitas tunanetra. Dengan ornamen yang timbul pada paving, diharapkan tunanetra dapat memiliki panduan untuk melangkah.

Meski di panduan suara di stasiun di setting lumayan nyaring, namun olah gerak bermodalkan pendengaran saja jelas tak cukup. Dengan bermodalkan tongkat, tentunya mereka memerlukan tenaga ekstra dan kehati-hatian untuk mengenali arah yang dituju. Secara umum ada dua jenis tanda pada tactile paving, yakni bentuk garis dan titik. Pola garis menandakan boleh atau aman di lalui, sedangkan pola titik menandakan hati-hati atau berhenti.

Tactile paving tentu tak asal muncul, melainkan solusi ini hadir atas gagasan Seiichi Miyake pada tahun 1965 dan di perkenalkan di jalanan kota Okayama, Jepang pada tahun 1967, lantas Japan Railway mengadopsi bentuk paving ini dan menyebutnya Hazard Guide for The Visually Impaired.

Sekarang Tactile Paving telah menyebar keseluruh dunia, dikarenakan banyaknya modifikasi bentuk dan warna menjadikan makna dari tactile paving tidak tersampaikan, maka di buat bentuk baku dari paving ini, bentuk tonjolan memanjang dan bentuk tonjolan titik-titik. Selain mudah ditemukan di stasiun-stasiun besar, tactile paving juga menjadi standar kelengkapan pada trotoar di jalan-jalan protokol.

Baca juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Dari hasil pantauan, lebih banyak orang yang tak menyadari fungsi tactile paving, seperti pada trotoar di Jakarta tak sedikit kondisi tactile paving yang telah mengalami kerusakan. Pun jika lantai atau ubin mengalami kerusakan, belum tentu diganti dengan tactile paving. Sungguh ironis.

Bikin Pesawat di Penerbangan Transatlantik Lebih “Ngebut”, Apa Itu Jet Stream?

Belakangan, penerbangan transatlantik atau melintasi Samudera Atlantik oleh beberapa maskapai dilahap lebih cepat sekitar satu jam dari jadwal semula. Hal ini lantaran adanya fenomena jet stream atau aliran udara di ketinggian 37 ribu kaki, tempat dimana pesawat berada saat cruising. Lantas, apa itu jet stream? Berbahayakah untuk penerbangan pesawat?

Baca juga: Kurang dari 5 Jam, British Airways Catatkan Rekor Penerbangan Trans-Atlantik Tercepat di Dunia dengan Boeing 747

Pada 1 November, penerbangan Emirates flight number 222 dari Dallas ke Dubai tiba 57 menit lebih awal dari jadwal semula. Itu terjadi karena pesawat melesat lebih cepat dari biasanya, mencapai kecepatan suara 1.250 km per jam atau Mach 1 lebih saat terbang di atas Newfoundland, dari biasanya hanya di kecepatan 700-950 km per jam.

Seperti diketahui, menurut NASA, kecepatan suara berkisar pada 1.224 km lebih per jam atau Mach 1. Di bawah itu, pesawat belum bisa dikatakan terbang mencapai kecepatan suara.

Penerbangan transatlantik American Airlines flight 106 dari Bandara JFK ke London Heathrow, pada 1 November, tiba 54 menit lebih cepat dari jadwal semula atau total enam jam tujuh menit penerbangan. Sama seperti penerbangan Emirates flight 222, flight 106 juga mencapai kecepatan tertinggi 1.252 km per jam saat di lepas pantai Newfoundland, Kanada.

Delta Airlines flight 186 rute Los Angeles – London Heathrow, juga dilaporkan terbang lebih cepat 30 menit dari jadwal semula. Demikian juga penerbangan kargo KLM yang telat lepas landas empat jam dari jadwal, dilaporkan hanya terlambat dua jam tiba di bandara tujuan. Artinya, penerbangan mereka lebih cepat dua jam dalam perjalanan dari Miami ke Amsterdam.

Dilansir CNN International, keempat penerbangan tersebut, sebagaimana penerbangan transatlantik lainnya, bisa mencatatkan waktu dan kecepatan yang lebih cepat lantaran mendapat dorongan aliran udara atau jet stream dari Barat ke Timur.

Aliran jet atau jet stream sendiri adalah inti angin kencang sekitar lima hingga tujuh mil atau sekitar 37 ribu kaki di atas permukaan bumi, yang bertiup dari Barat ke Timur. Umumnya, jet stream terjadi pada musim dingin ataupun menjelang masuk dan berakhirnya musim dingin.

Jet stream muncul lantaran peningkatan perbedaan suhu antara di Amerika Serikat yang dingin dan Samudera Atlantik yang hangat. Peningkatan gradien suhu pun memperkuat kecepatan jet stream, yang didorong oleh perbedaan suhu. Kendati begitu, jet stream tidak berbahaya bagi penerbangan. Sebaliknya, justru dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penerbangan dan efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Empat Inovasi Ini Singkirkan Ketakutan Anda Saat Mengudara

Fenomena jet stream yang paling masyhur di penerbangan terjadi pada awal tahun 2020. Ketika itu, pesawat Boeing 747 British Airways rute Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York – Bandara Heathrow (LHR), London, terbang hampir dua jam lebih cepat atau total waktu empat jam dan 56 menit, menjadikannya pemegang rekor penerbangan transatlantik tercepat di dunia.

Tak main-main, jet stream membuat pesawat terdorong hingga melesat di kecepatan tertinggi 1.327 km per jam, jauh di atas kecepatan rata-rata saat cruising 900 km per jam lebih.

Tanpa Kepemilkan Pemerintah, Korea Selatan Punya Dua Maskapai Nasional – Korean Air dan Asiana Airlines

Setelah pada berita sebelumya disebut tentang rencana merger antara Asiana Airlines dan Korean Air, maka menarik untuk dicermati tentang dua maskapai nasional Korea Selatan tersebut, yakni meski keduanya berstatus maskapai nasional, namun kepemilikan saham mayoritas berada di tangan swasta.

Baca juga: Asiana dan Korean Air Merger, Komisi Penerbangan Eropa Kebakaran Jenggot

Pemerintah Korea Selatan memiliki beberapa kepemilikan saham dalam kedua maskapai tersebut, tetapi tidak memiliki mayoritas saham atau kendali penuh atas mereka. Korean Air dan Asiana Airlines adalah maskapai penerbangan yang terdaftar di bursa saham dan dimiliki oleh investor swasta dan kelompok perusahaan. Pemerintah Korea Selatan biasanya memiliki sebagian kecil saham dalam maskapai tersebut, dan kepemilikan ini biasanya bersifat pasif.

Pemerintah Korea Selatan sering kali memiliki kepemilikan saham simbolis dalam maskapai nasional sebagai tanda dukungan dan untuk menjaga kepentingan nasional dalam industri penerbangan. Namun, operasi sehari-hari dan manajemen maskapai tersebut dilakukan oleh pemegang saham swasta dan manajemen eksekutif yang terkait dengan perusahaan-perusahaan ini.

Korea Selatan memiliki dua maskapai penerbangan – Korean Air dan Asiana Airlines, karena perkembangan industri penerbangan di negara tersebut telah mengalami evolusi yang kompleks seiring berjalannya waktu.

Berikut beberapa faktor yang menjelaskan mengapa Korea Selatan memiliki dua maskapai nasional:

1. Sejarah Perkembangan
Awalnya, Korean Air (sebelumnya dikenal sebagai Korean National Airlines) adalah maskapai nasional Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1962. Asiana Airlines, di sisi lain, didirikan pada tahun 1988 sebagai maskapai swasta. Asiana Airlines muncul sebagai pesaing Korean Air dalam industri penerbangan domestik dan internasional.

2. Liberalisasi Penerbangan
Seiring dengan perubahan regulasi dan liberalisasi dalam industri penerbangan global, banyak negara telah mengizinkan lebih banyak maskapai swasta untuk beroperasi dan bersaing dengan maskapai pemerintah. Ini juga terjadi di Korea Selatan, di mana Asiana Airlines adalah contoh maskapai swasta yang didirikan setelah liberalisasi tersebut.

3. Persaingan Sehat
Kehadiran dua maskapai nasional dalam industri penerbangan Korea Selatan telah menciptakan persaingan sehat, yang pada akhirnya dapat menguntungkan konsumen dengan menawarkan lebih banyak pilihan dan tarif yang lebih kompetitif.

4. Pengembangan dan Ekspansi
Korean Air dan Asiana Airlines telah berkembang menjadi maskapai besar dengan jaringan penerbangan internasional yang luas. Mereka memainkan peran penting dalam mendukung konektivitas udara Korea Selatan dengan negara lain dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Baca juga: Korean Air Ternyata Pelanggan Terlama Airbus di Luar Eropa, Kini Terima A321neo Pertamanya

Dengan demikian, adanya dua maskapai nasional di Korea Selatan sebagian besar merupakan hasil perkembangan sejarah, regulasi, dan persaingan dalam industri penerbangan negara tersebut.

Asiana dan Korean Air Merger, Komisi Penerbangan Eropa Kebakaran Jenggot

Meski beroperasi dari negara maju dengan lalu lintas penerbangan tinggi, namun itu bukan berarti maskapai utama di Korea Selatan sedang baik-baik saja. Belum lama berselang ada kabar yang menyebutkan Asiana Airlines, salah satu maskapai utama Negeri Ginseng, telah menyatakan setuju untuk merger dengan maskapai nasional, Korean Air, yang dilakukan setelah pembicaraan jangka panjang, terutama dampak merger pada persaingan pada rute ke Eropa.

Baca juga: Sah, Korean Air Pensiunkan Seluruh Pesawat Airbus A380 dan Boeing 747!

Dilansir dari Bloomberg.com (2/11/2023), rencana merger tersebut telah ditandatangani pada rapat dewan Asiana pada hari Kamis kemarin, termasuk opsi menjual bisnis kargo Asiana ke maskapai Korea Selatan lainnya, sehingga menghilangkan hambatan utama dalam merger. Selain itu, maskapai lain juga akan diizinkan menggunakan rute penerbangan Seoul ke Paris, Frankfurt, Roma, dan Barcelona.

Korea Development Bank (KDB) sejauh ini telah menyuntikkan 3,6 triliun won (S$3,7 miliar) untuk pembayaran pajak, yakni guna menyelamatkan Asiana yang terlilit utang.

Saat menguraikan rencana merger pada tahun 2020, KDB mengatakan pihaknya akan memberikan Korea Selatan satu maskapai penerbangan nasional yang kompetitif di tengah restrukturisasi dan konsolidasi industri.

Sementara itu, Regulator Penerbangan Eropa khawatir jika Korean Air mengambil alih Asiana, sebuah langkah yang pertama kali diusulkan pada tahun 2020, maka hal tersebut akan mengancam persaingan layanan angkutan udara ke dan dari Eropa Tiga anggota dewan Asiana mendukung rencana tersebut, satu menentangnya dan satu lagi abstain, kata juru bicara Asiana kepada Bloomberg News.

Korean Air mengatakan akan mengajukan proposal baru kepada otoritas Eropa dan menunggu keputusan. Maskapai ini bertujuan untuk mendapatkan persetujuan pada akhir Januari 2024. Selain juga menunggu persetujuan dari Amerika Serikat dan Jepang.

“Sementara Korean Air melanjutkan upayanya untuk mendapatkan persetujuan dari Komisi Eropa (EC), maskapai ini juga akan berkomunikasi erat dengan badan pengatur lainnya untuk menyelesaikan proses persetujuan secepat mungkin,” tulis juru bicara Korean Air.

Baca juga: Buntut Insiden 25 Mei, Air Asiana Stop Jual Kursi di Barisan Pintu Darurat

Negara-negara lain seperti Cina dan Inggris telah memberikan lampu hijau terhadap rencana tersebut. Korean Air mengatakan akan mencari pembeli yang menjamin pekerja kargo Asiana tetap mendapatkan pekerjaan mereka.

“Korean Air mengusulkan cara alternatif untuk meredakan kekhawatiran persaingan, namun Komisi Eropa menolak semuanya – penjualan bisnis kargo adalah satu-satunya pilihan yang diusulkan untuk mendapatkan persetujuan,” kata juru bicara tersebut.

Dear Pramugari, Ini Empat Alasan Kenapa Kamu Harus Resign Sebagai Pramugari

Sekilas, kehidupan pramugari tampak sangat glamor dan menyenangkan ketika berkeliling dunia, mengunjungi tempat-tempat eksotis, dan menikmati pengalaman baru. Namun, dibalik semua itu, ada harga mahal yang harus “dibayar” oleh para bidadari angkasa tersebut.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Pramugari Terlambat? Apa Penerbangan Akan Dibatalkan?

Selain kerja keras, pramugari sering kali terpaksa meninggalkan banyak agenda pribadi, seperti datang ke resepsi pernikahan sahabat, keluarga, bahkan menghadiri prosesi pemakaman orang tua, karena tidak mendapat cuti ataupun sedang bertugas di luar negeri.

Berbagai hal itu pula yang membuat mantan pramugari, Ashlee, memutuskan resign sebagai pramugari. Setidaknya, ada empat hal utama yang menjadi alasan mengapa ia harus menyudahi karir pramugarinya, sebagaimana dilihat dari akun TikToknya @ashleejjane.

Pertama adalah pola kerja shifting atau shift-shift-an. Sebagaimana profesi lain yang pola kerjanya shift, terlebih 24 jam (tiga shift) seperti pesawat, itu sangat melelahkan dan mengharuskan pramugari lebih fleksibel dengan waktu kerjanya.

Celakanya, pertukaran shift, baik secara terjadwal apalagi mendadak, tidak bisa dihindari. Padahal, saat ia ditetapkan bertugas di-shift tertentu, ia harus memastikan ada waktu untuk berlibur, istriahat yang cukup, dan lainnya. Sehingga sulit untuk bertukar shift.

@ashleejjane

I quit my job as a flight attendant.. ✈️ #cabincrew #flightattendant #quitmyjob

♬ original sound – ASHLEE JANE 🖤

Alasan kedua adalah tuntutan di industri penerbangan tidak pernah berhenti, tak sebanding gaji dengan capeknya. Ini pula yang terkadang mau tak mau pramugari harus lebih fleksibel. Begitu dibutuhkan, bahkan saat tidak lagi bertugas, mereka harus patuh. Begitupun sebaliknya, saat harusnya bertugas dan ingin bertukar shift dengan yang lain, itu tidak akan terjadi dengan mudah.

Alasan ketiga adalah tidak ada jaminan waktu atau jam kerja. Maskapai menginginkan pramugari dapat ditugaskan terbang kemana dan kapan saja. Ini yang membuat pramugari, dalam hal ini Ashlee, kesulitan mengatur kehidupannya di luar pekerjaan.

Alasaan keempat adalah sering jauh dari rumah dan keluarga. Di awal-awal menjadi pramugari, ia sangat berkesan dengan pengalaman terbang keliling dunia, berpindah dari satu negara ke negara lainnya, bertemu dengan orang baru dari latar belakang yang berbeda-beda, dan lainnya.

Baca juga: Apa Saja sih Keuntungan yang Didapatkan oleh Seorang Awak Kabin?

Namun, setelah semua itu dijalani, hal yang paling ia inginkan justru bisa lebih banyak waktu di rumah dan berkumpul bersama keluarga.

Pramugari senior mungkin bisa dengan leluasa memilih jadwal terbang, sekalipun pada umumnya masing-masing maskapai berbeda dalam memperlakukan pramugari senior. Tetapi, bagi pramugari pada umumnya, mereka harus patuh dengan penugasan yang kadang kala lebih sering keluar kota atau negeri. Bagi yang sudah berkeluarga, mungkin jauh dari rumah akan jadi mimpi buruk.

Pesawat Wide Body Buatan Rusia Ilyushin Il-96-400M Sukses Terbang Perdana

Selama kurang lebih 26 menit, pesawat berbadan lebar (wide body) bermesin empat Ilyushin Il-96-400M, berhasil melakukan penerbangan perdana pada 1 November 2023. Momen tersebut merupakan momen keberhasilan manufaktur dirgantara Rusia, United Aircraft Corporation (UAC) dalam program upgrade dan modernisasi Il-96.

Baca juga: Bawa Wakil Putin, Pesawat Kenegaraan Tercanggih Rusia Ilyushin Il-96-300 Mendarat di Bali, Ini Sederet Fiturnya

Penerbangan perdana Ilyushin Il-96-400M dilakukan dari Bandara Voronezh. UAC menyebut penerbangan itu dilakukan untuk menguji stabilitas dan kendali jet, serta pengoperasian pembangkit listrik dan sistem pendaratan.

“Program uji coba berhasil,” kata juru bicara UAC, seperti dikutip dari FlightGlobal.com. UAC dalam hal ini mengklaim bahwa sebagian besar komponen untuk pesawat tersebut dipasok oleh perusahaan dalam negeri.

Dalam penerbangan uji 1 November lalu, Il-96-400M diawaki lima orang, terdiri dari dua pilot, seorang navigator, insinyur dan spesialis pengujian.

Dalam penerbangan perdana, Il-96-400M menggunakan mesin Aviadvigatel PS-90A1 dan mencapai ketinggian 2.000 meter (6.600 kaki) dan kecepatan 210 knots. Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov mengatakan pesawat ini mempertahankan “performa tinggi” dari pendahulunya Il-96-300 tetapi memiliki kemampuan tambahan.

Baca juga: Intip Ilyushin Il-96 Air Force One Rusia, Punya Sistem Pertahanan Anti Rudal dan Kursi Lontar

Peralatan baru yang dipasang mencakup sistem navigasi dan komunikasi radio yang diperbarui. “Sistem navigasi yang ditingkatkan akan meningkatkan keselamatan penerbangan dan menyederhanakan proses pendekatan pendaratan bagi awak pesawat,” kata UAC.

Dikatakan bahwa pengembangan tersebut akan memenuhi persyaratan terbaru Eropa untuk kemampuan navigasi, khususnya untuk operasi di daerah terpencil.

Sepintas Mirip, Ini Perbedaan “Arrived” dan “Landed” di Papan Informasi Kedatangan Bandara

Ada yang mungkin membuat Anda bingung saat melihat papan informasi kedatangan pesawat, yakni tertera istilah “arrived” dan “landed”, yang bila dipahami keduanya sepintas mirip. Atau bagi kerabat yang menanti penerbangan sudah ada kabar baik, bahwa pesawat sudah tiba di bandara tujuan. Nah, meski mirip, sejatinya ada perbedaan antara “arrived” dan “landed.”

Baca juga: Bila Terjadi Insiden pada Pesawat, Inilah Pesan yang Ditampilkan Papan Informasi Kedatangan di Bandara

Dikutip dari forum quora.com, kedua istilah memang mengacu pada momen ketika pesawat mencapai bandara. Namun, ada perbedaan dalam penggunaan dan makna keduanya.

Arrived
Arrived (tiba) mengacu pada waktu ketika pesawat telah mencapai bandara dan telah selesai melakukan pergerakan aktif di landasan pacu (runway). Ini mencakup fase akhir penerbangan ketika pesawat telah mengurangi kecepatan, mendarat, dan berhenti.

Saat pesawat “arrived,” penumpang biasanya diizinkan untuk turun dari pesawat, dan pesawat dipandu ke gerbang atau tempat parkir di bandara.

Landed
Landed (mendarat) mengacu pada saat persis ketika pesawat menyentuh landasan pacu bandara dalam proses pendaratan. Ini adalah momen ketika roda pesawat menyentuh tanah dan pesawat mulai melambat.

Ketika pesawat “landed,” pendaratan belum selesai, dan pesawat mungkin masih dalam proses menjalankan pendaratan dan mengurangi kecepatan sebelum benar-benar berhenti di landasan pacu.

Jadi, perbedaan utama adalah bahwa “arrived” menunjukkan pesawat telah mencapai bandara dan selesai dengan pergerakan aktif di landasan pacu, sementara “landed” menunjukkan pesawat hanya telah menyentuh landasan pacu dalam proses pendaratan. Informasi “landed” sering digunakan dalam layanan pelacakan penerbangan atau laporan penerbangan untuk menunjukkan titik waktu persis ketika pendaratan terjadi.

Baca juga: Kocak! Gegara Salah Tulis, Papan Informasi di Bandara ini Malah Bikin Bingung 

Seiring berjalannya waktu, pesawat akan berhenti dan penumpang dapat turun dari pesawat, dan pada saat itulah pesawat dianggap telah “arrived.”

Berkurang Lagi, Kereta LRT Jabodebek yang Beroperasi Tinggal 8 Trainset

Kondisi roda kereta LRT Jabodebek yang cepat aus membuatnya harus masuk bengkel untuk melakukan perawatan bubut roda. Saat ini, LRT Jabodebek hanya mengoperasi delapan trainset, berkurang satu trainset (TS) dari pekan sebelumnya.

Baca juga: Duaarrr! LRT Jabodebek Cuma Punya 1 Mesin Bubut Roda, yang Mau Dibubut 18 Rangkaian Kereta

Kondisi sarana kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) yang rodanya cepat aus tersebut mulai terbongkar saat terjadi gangguan operasional pada 18 Oktober. Ketika itu, warganet mengeluhkan kereta berjalan lambat, telat datang, dan sebagainya.

Gayung bersambut, Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo, pada siang jelang sore hari, mengabarkan bahwa 15 kereta sedang memasuki masa perawatan untuk memastikan perjalanan LRT Jabodebek aman dan nyaman.

Pada masa perawatan ini mengharuskan sejumlah sarana kereta tidak dapat dioperasikan, hingga perawatan selesai dilaksanakan. Imbasnya, sebanyak 28 perjalanan kereta dibatalkan.

Beberapa perawatan yang dilakukan antara lain, 13 TS harus melakukan bubut roda untuk memastikan kondisi roda sesuai dengan apa yang menjadi syarat perjalanan LRT Jabodebek, sedangkan 2 TS sarana mengalami gangguan pada integrasi sistem persinyalan.

Sepekan berselang, jumlah kereta yang dibubut atau melakukan perawatan bertambah menjadi 20 trainset. Rinciannya, 18 perawatan bubut roda dan dua lainnya sinkronisasi sistem sarana dan persinyalan.

Baca juga: Cegah Roda Tak Cepat Aus, Kereta LRT Jabodebek “Lelet” di 5 Petak Ini

Saat ini, dari 31 yang dijanjikan INKA, baru 29 trainset atau rangkaian kereta yang dikirim ke LRT Jabodebek, dengan masing-masing rangkaian terdiri dari enam kereta. Dengan begitu, hanya menyisakan sembilan trainset yang dapat dioperasikan.

Pada Rabu (01/11/2023), Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah sarana kereta yang beroperasi kembali berkurang menjadi hanya delapan trainset. Alasannya sama seperti sebelumnya, roda cepat aus (pengikisan) di ruang-ruas tertentu.

“Berdasarkan temuan inspektur kami di lapangan, ditemukan pengikisan (aus) pada ruas-ruas jalur tertentu. Kami tengah melakukan pemeriksaan roda dan kondisi rel untuk mengatasi hal tersebut,” ungkapnya.

“Dengan adanya perawatan ini, maka rangkaian kereta yang dapat dioperasikan penuh ada 8 (delapan) rangkaian, kami berharap pihak operator dapat memaksimalkan seluruh rangkaian ini,” tambahnya, dalam keterangan pers.

Selama proses perawatan berlangsung, pelayanan LRT Jabodebek akan disesuaikan dengan headway (waktu tunggu antar kereta) sebagai berikut.

Baca juga: Catat! di Luar Peak Hour Jam 10.00-15.00, Headway LRT Jabodebek per 1 Jam

● Peak Hour
○ Harjamukti/Jatimulya – Cawang (pp): 30 Menit
○ Cawang – Dukuh Atas (pp): 15 Menit

● Off-peak Hour
○ Harjamukti/Jatimulya – Cawang (pp): 60 Menit
○ Cawang – Dukuh Atas (pp): 30 Menit

Diharapkan akhir pekan November ini, operasional LRT Jabodebek sudah kembali normal dengan headway seperti semula dikisaran 15 menit.

 

 

Vietjet Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Hanoi Mulai 10 Desember

Vietjet, maskapai berbiaya murah asal Vietnam, mengumumkan dimulainya rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan ibu kota Vietnam, Hanoi. Penerbangan perdananya dijadwalkan akan berangkat pada tanggal 10 Desember 2023, menandai tonggak sejarah yang signifikan dalam komitmen Vietjet untuk memperkuat konektivitas antara kedua negara.

Baca juga: Vietjet Terima Pesawat ke-101 di Ho Chi Minh City, Airbus A321neo

Rute baru Jakarta – Hanoi akan menjadi rute langsung keempat Vietjet antara Indonesia dan Vietnam serta layanan langsung tunggal di pasar yang menghubungkan ibu kota kedua negara. Untuk merayakan momen bersejarah ini, Vietjet menawarkan penjualan super eksklusif mulai dari 1 November hingga 11 November, memungkinkan penumpang untuk mendapatkan tiket mereka ke Vietnam dengan tarif terbaik di pasaran.

Rute Jakarta-Hanoi akan menawarkan empat penerbangan pulang-pergi per minggu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Dengan waktu penerbangan selama 4 jam dan 20 menit, penerbangan berangkat dari Jakarta pukul 14.00 dan mendarat di Hanoi pukul 18.15. Dari Hanoi, penerbangan berangkat pukul 8.40 dan mendarat di Jakarta pukul 13.00 (waktu lokal).

Untuk merayakan ekspansi jaringan dan memberi kebahagiaan kepada pelanggan selama musim liburan, Vietjet mengadakan “perayaan makanan lezat” dengan jutaan tiket mulai dari Rp900,000/sekali jalan dengan pajak dan biaya lainnya, mulai dari 1 November 2023 hingga 11 November 2023 di situs web www.vietjetair.com.

Hanoi, ibu kota Vietnam, memiliki daya tarik yang besar baik secara regional maupun global. Terkenal dengan keindahan yang abadi, warisan budayanya, dan masakan yang menggugah selera, Hanoi semakin populer di kalangan pengunjung berkat perpaduan pesonanya antara tradisi kuno dan perkembangan modern. Para pelancong dapat mengunjungi Hoan Kiem Lake, Ho Chi Minh Mausoleum, Temple Of Literature di Hanoi, menikmati pelayaran di Ha Long Bay, menikmati udara segar di Sapa Terrace, atau menikmati pemandangan Ninh Binh yang menakjubkan.

Baca juga: Kham Thien Street, Sebuah Cerita dari Pemukiman Pinggir Rel di Vietnam

Mulai bulan Desember, Vietjet juga akan mengoperasikan dua layanan internasional baru yang menghubungkan Hanoi dengan Siem Reap (Kamboja) dan Kota Ho Chi Minh dengan Shanghai (China), serta penerbangan domestik dari Kota Ho Chi Minh ke destinasi bersejarah Vietnam, Dien Bien.

Yemenia (Yemen Airways) – Makapai Nasional yang Eksis dari “Negeri Porak-porada” Yaman

Keterlibatan milisi Houthi dalam serangan rudal balistik ke Israel, secara langsung ikut membawa nama Yaman, pasalnya Houthi adalah kelompok bersenjata yang saat ini menguasai wilayah Yaman, termasuk mengendalikan pemerintahan dari ibu kota Sana’a. Lepas dari itu, Yaman adalah negara yang bergejolak dan telah mengalami tumpah darah selama beberapa tahun. Bahkan, Yaman bisa disebut sebagai salah satu negara gagal. Tapi uniknya, Yaman masih mengoperasikan flag carrier dan terbilang eksis meski terbatas.

Baca juga: El Al Israel Ogah Terbang ke Asia Lewat Arab Saudi-Oman, Ngeri Dirudal Yaman? 

Maskapai nasional Yaman tersebut adalah Yemenia (Yemen Airways). Dari sejarahnya, Yemenia didirikan pada tahun 1961. Maskapai ini adalah hasil dari kemitraan antara Pemerintah Yaman dan Saudi Arabian Airlines. Maskapai ini melayani rute domestik dan internasional.

Basis operasi utama Yemenia Yemen Airways terletak di Bandar Udara Internasional Sana’a (Sana’a International Airport) di Sana’a, ibu kota Yaman. Sementara pusat operasi (hub) berada di Bandar Udara Internasional Aden (Aden International Airport).

Saat ini, Yemenia mengoperasikan penerbangan ke sejumlah kota di dalam dan luar Yaman, serta ke beberapa destinasi internasional di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa. Destinasi internasional mencakup kota-kota seperti Jeddah, Riyadh, Kairo, Abu Dhabi, dan Dubai.

Armada Yemenia terdiri dari berbagai jenis pesawat, termasuk Airbus A320, Airbus A330, dan pesawat turboprop seperti ATR 72.

Maskapai ini telah menghadapi berbagai tantangan, terutama karena konflik dan ketidakstabilan yang telah memengaruhi Yaman. Tantangan tersebut termasuk pembatasan operasional, perubahan jadwal, dan kesulitan operasional lainnya yang telah memengaruhi maskapai ini.

Baca juga: Dampak Perang Gaza, Maskapai Penerbangan dan Wisata di Timur Tengah Merugi

Dari hasil penelusuran, Yemenia mempunyai situs yang dikelola dengan cukup baik – yemenia.com. Namun, yang unik maskapai ini justru tidak menampilkan alamat meski berkantor pusat di Sana’a. Sementara kantor cabang maskapai di luar negeri, justru menampilkan alamat lengkap. Yang diduga kuat ini terkait dengan masalah keamanan, yang mana Yemenia tidak memiiki alamat definitf di kota asalnya.