Hari Ini Tujuh Tahun Lalu, Prototipe Pesawat Amfibi Terbesar AG600 “Kunlong” Terbang Perdana

Hari ini tujuh tahun lalu, bertepatan dengan 24 Desember 2017, menjadi momen penerbangan perdana AVIC AG600, yaitu pesawat amfibi terbesar yang saat ini beroperasi. Diproduksi China Aviation Industry General Aircraft (CAIGA), AG600 yang dikenal juga dengan nama “Kunlong”, melakukan penerbangan perdananya di Zhuhai, Guangdong, Cina, tepatnya dari Bandar Udara Internasional Jinwan Zhuhai, yang juga dekat dengan kawasan tempat pembuatan pesawat tersebut.

Penerbangan perdana berlangsung selama 64 menit. Pesawat lepas landas pada pukul 9:39 pagi waktu setempat dan mendarat dengan sukses pada pukul 10:43 pagi. Lepas landas dilakukan dari landasan konvensional, bukan dari air, karena penerbangan perdana difokuskan pada pengujian kemampuan terbang di udara.

Bukan Lagi AS, Pesawat Amfibi Terbesar di Dunia AG-600 Ada di Cina

Selama penerbangan, pilot menguji berbagai aspek seperti stabilitas pesawat, manuverabilitas, dan kemampuan sistem kontrol penerbangan. Pesawat berhasil mendarat dengan aman setelah melewati berbagai uji coba teknis di udara.

Dengan panjang sekitar 37 meter dan bentang sayap 38,8 meter, AG600 adalah pesawat amfibi terbesar di dunia saat ini. Pesawat ini didesain untuk misi penyelamatan maritim, pemadaman kebakaran, serta pengangkutan logistik. Secara teknis, AG600 dapat terbang hingga 4.500 km dengan kecepatan maksimum 500 km per jam.

Uji coba lepas landas dan mendarat di air pesawat amfibi AVIC AG600 dilakukan pada 20 Oktober 2018, hampir satu tahun setelah penerbangan perdana dari landasan darat. Uji coba ini berlangsung di Danau Zhanghe di provinsi Hubei. Danau ini dipilih karena perairannya tenang dan cocok untuk menguji performa pesawat amfibi.

Uji coba berlangsung selama sekitar 15 menit, cukup untuk menguji kemampuan utama pesawat dalam operasi berbasis air.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa AG600 mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai pesawat amfibi, terutama untuk misi penyelamatan maritim, pemadaman kebakaran, dan operasi logistik. Ini juga memperkuat posisi Beijing dalam industri pesawat amfibi yang selama ini didominasi oleh negara lain seperti Jepang dan Kanada.

Inilah PBY Catalina Flying Boat, Pesawat Amfibi Pertama yang Mendarat di Indonesia

Call Sign Aneh dan Kece Badai Maskapai Seluruh Dunia, Salah Satunya Cedar Jet

Ketika mengoperasikan pesawat, pilot pasti mengidentifikasinya ke petugas air traffic control (ATC) dengan kombinasi call sign dan nomor penerbangan. Terkait call sign, terkadang sebutannya bisa terdengar unik namun kadang kala justru malah terdengar aneh.

Baca juga: Puluhan Ribu Kali Lakukan Panggilan ke Call Center, Pria Tua ini Diciduk Polisi

Call sign Citilink, misalnya, dikenal sebagai Supergreen. Demikian juga dengan Garuda Indonesia dan Lion Air yang memiliki callsign Indonesia dan Lion Inter. Tentu, call sign tak asal dibuat melainkan berdasarkan sejarah ataupun hal lain yang melekat dengan maskapai tersebut.

Selain call sign di atas, ada begitu banyak call sign di dunia. Namun, tak semuanya unik dan aneh. Karenanya hanya call sign aneh dan unik sajalah yang akan kami rangkum. Untuk lebih lengkapnya, seperti dikutip dari Flight Radar 24, berikut daftar lima call signs unik dan aneh maskapai dunia.

Speedbird – British Airways

Disebutkan, call sign ini jadi salah satu yang paling terkenal di dunia. Tetapi, tak disebutkan itu karena call signnya atau karena maskapainya. Call sign Speedbird British Airways berasal dari nama seekor burung di logo lama.

Springbok – South African Airways

Call sign Springbok menghiasi pesawat maskapai South African Airways sejak awal tahun 1930-an, dan layanan pertamanya ke Eropa pada tahun 1940-an dijuluki “service Springbok”. Layaknya British Airways, sebutan Springbok maskapai ini juga didasari logo pesawat, sekalipun saat ini logo tersebut sudah tak lagi digunakan.

Dynasty – China Airlines

Maskapai penerbangan nasional Taiwan, China Airlines, telah lama menggunakan call sign Dynasti, yang terdengar sangat mewah setiap kali terdengar di radio. Call sign Dynasty maskapai yang belakangan tengah mempertimbangkan untuk mengganti nama agar tak dikira maskapai asal Cina ini, datang dari nama program frequent flyer dan lounge perusahaan.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Shamrock – Aer Lingus

Call sign milik maskapai nasional Republik Irlandia ini tak disebutkan dengan jelas asal usulnya. Yang pasti, menurut banyak kalangan, call sign ini cukup terdengar keren dan sudah digunakan sejak maskapai beroperasi tahun 1936.

Cedar Jet – Middle East Airlines

Pohon cedar adalah simbol utama Lebanon bahkan di bendera kebesarannya. Alhasil, maskapai nasional mereka pun, Middle East Airlines, mendapat call sign seperti itu juga dan menjadi salah satu call sign aneh.

London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Bus listrik dengan teknologi pantograf tentu bukan hal yang baru, pasalnya sejak lama telah hadir di Jerman, beberapa negara Skandinavia dan Eropa Timur. Namun, di Inggris ada kabar bahwa bus listrik dengan pantograf baru mulai mengular di jalan-jalan kota London.

Baca juga: Harapan untuk Transportasi Jakarta, Ada Bus Listrik dengan Teknologi Pantograf

Berkat teknologi pantograf yang disebut “fast charging arms” menjadikan bus listrik di London hanya membutuhkan waktu isi ulang baterai selama 10 menit untuk pengoperasian bus seharian.

Untuk mencapai target kota tanpa jejal karbon dan emisi di tahun 2020, di London saat ini ada sekitar 800-an unit bus listrik. Namun, yang mengadopsi model pantograf baru terbatas, lantaran baru dilakukan pembelian 20 unit bus trem listrik.

Untuk mendukung pengoperasian bus listrik dengan pantograf, maka London telah meluncurkan tidak hanya unit bus listrik tetapi juga infrastruktur pengisian daya canggih yang menyertainya. Sebagian besar bus listrik saat ini memerlukan pengisian daya semalaman di depot untuk melayani rute mereka di siang hari. Sebaliknya dengan teknologi pantograf dengan lengan canggih yang disebut pantographs dapat operasional bus untuk tetap bergerak dengan proses fast charging.

Struktur ini terdiri dari lengan artikulasi yang diturunkan ke bawah untuk terhubung dengan port di atap kendaraan untuk pengisian daya tinggi. Dikenal sebagai “opportunity charging,” arus daya tinggi hingga 600 kW yang ditawarkan melalui sistem ini memungkinkan kendaraan untuk diisi ulang dalam waktu kurang dari 10 menit. Ini sekarang mendukung bus listrik di sepanjang rute I32 London, memberi mereka dorongan daya tinggi sepanjang hari.

Di tahun depan, sistem pantograf ini akan memiliki lebih banyak peran di dunia transportasi London. Dua pengisi daya pantograf 450 kW dari perusahaan otomotif Spanyol, Irizar akan dipasang di kedua ujung rute 358 15 mil (24 km), salah satu yang terpanjang di London. Ini digambarkan sebagai rute pengisian daya ultra-cepat pertama untuk ibu kota, dengan pantograf untuk memberi bus pengisian cepat di antara perjalanan agar mereka tetap bergerak dengan waktu perputaran minimal.

Pengisi daya depot 100-kW baru juga akan mendukung pengoperasian dengan pengisian baterai jarak jauh selama empat jam.

“Warga London berhak menghirup udara bersih, dan sebagai bagian dari pekerjaan kami untuk mengatasi bahaya polusi udara beracun dan darurat iklim, saya senang bahwa teknologi baru ini digunakan di bus di London selatan,” kata Wakil Walikota London Bidang Transport, Seb Dance.

Baca juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

“Pengenalan pantograf dibangun di atas kemajuan yang telah kami buat untuk menjalankan layanan bus yang lebih bersih dan lebih hijau. Mengubah armada bus London adalah bagian penting dari target kami untuk membuat London mencapai bebas emisi pada tahun 2030, dan membangun London yang lebih baik, lebih adil, lebih hijau, dan lebih sejahtera untuk semua,” kata Seb Dance.

Solaris Kirim Bus Listrik Pertama di Dunia dengan ‘Paspor Baterai’, Apakah Itu?

Bus seri pertama di dunia dengan paspor baterai adalah model listrik Solaris Urbino 18, yang baru saja bergabung dengan armada bus BVG di Berlin. Paspor baterai adalah dokumen digital yang menyediakan informasi terperinci tentang asal dan komposisi baterai, yang mendorong pengelolaan bahan baku yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Solaris mengirimkan kendaraan paspor baterai tiga tahun lebih awal dari peraturan Uni Eropa (UE), yang akan mewajibkan paspor baterai di semua kendaraan listrik mulai tahun 2027.

Solaris telah mengirimkan bus listrik Urbino 18 ke Berlin, bus produksi seri pertama di dunia yang dilengkapi paspor baterai.

Model ini dilengkapi dengan baterai Solaris High Energy dengan kapasitas sekitar 700 kWh. Ini adalah bus listrik gandeng pertama dari 50 bus yang dipesan oleh BVG Berlin pada akhir tahun 2023, dengan seluruh pesanan akan diselesaikan pada tahun 2025. Semua kendaraan dalam pesanan ini akan dilengkapi dengan paspor baterai.

Menurut Peraturan (UE) 2023/1542 tanggal 12 Juli 2023 tentang baterai dan baterai bekas, paspor baterai digital akan diwajibkan mulai 18 Februari 2027 untuk setiap baterai, termasuk baterai kendaraan listrik.

Paspor baterai adalah dokumen digital yang menyediakan informasi terperinci tentang baterai – komposisinya, asal bahan, dampak lingkungan, dan data yang diperlukan untuk daur ulang yang tepat. Data yang diwajibkan mencakup informasi tentang komposisi kimia, kandungan bahan baku penting, jejak karbon, dan pangsa bahan terbarukan. Informasi tentang baterai di bus listrik Urbino 18 yang dioperasikan oleh BVG Berlin tersedia dengan memindai kode QR yang ditempelkan pada komponen.

Dokumen ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi di seluruh siklus hidup baterai – mulai dari ekstraksi dan penggunaan bahan baku hingga daur ulang. Baterai kendaraan listrik mengandung bahan berharga dan langka, dan pengelolaannya yang bertanggung jawab sangat penting untuk melestarikan sumber daya alam dan meminimalkan dampak lingkungan. Paspor baterai memungkinkan pelacakan bahan baku seperti litium, kobalt, dan nikel, yang mendorong sumber yang bertanggung jawab dan etis. Akses ke data terperinci tentang komposisi dan dampak lingkungan juga mendukung daur ulang yang efisien dan penggunaan bahan terbarukan yang optimal.

London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Solaris adalah pemimpin di Eropa dalam mobilitas listrik, menempati peringkat pertama dalam hal jumlah total bus tanpa emisi – baterai dan hidrogen – yang dikirimkan sejak 2012. Bus Solaris yang dilengkapi dengan baterai tidak hanya mencakup bus listrik, tetapi juga kendaraan hidrogen dan bus listrik.

Hingga saat ini, Solaris telah mengirimkan lebih dari 5.000 kendaraan tanpa emisi, dengan pesanan yang terus bertambah. Seiring dengan meluasnya mobilitas listrik, jumlah baterai yang digunakan meningkat, sehingga pengelolaan yang bertanggung jawab atas komponen transportasi tanpa emisi yang strategis ini menjadi penting.

Tingkatkan Pemeliharaan Jaringan Rel kereta, PT KAI Luncurkan “Track-Mod dan Smart Rail”

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Direktorat Keselamatan dan Keamanan resmi meluncurkan dua inovasi terbaru dalam pemeliharaan prasarana kereta api, Track-Mod dan Smart Rail, yang diserah terimakan kepada Direktorat Pengelolaan Prasarana KAI di Stasiun Bandung, Jumat (20/12). Peluncuran kedua produk inovasi ini diawali dengan demonstrasi di Emplasemen Stasiun Bandung.

Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Dadan Rudiansyah mengatakan bahwa inovasi ini akan memberikan dampak positif terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan kerja. “Dengan inovasi ini, kami berharap dapat menjawab tantangan terkait kondisi prasarana serta memenuhi regulasi dan standar yang ada,” ujarnya.

Ninja UAV – Drone yang Bantu Pemetaan dan Pengawasan Indian Railways

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Heru Kuswanto menambahkan bahwa pemeliharaan prasarana, khususnya kondisi jalan rel, merupakan faktor krusial dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api. “Inovasi ini bukan sekadar teknologi baru, tetapi solusi yang benar-benar berdampak pada peningkatan keselamatan operasional kereta api,” jelasnya.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa Track-Mod dan Smart Rail merupakan hasil karya pegawai KAI yang telah dikembangkan sejak awal tahun 2024 untuk memperkuat digitalisasi dan meningkatkan keselamatan di sektor prasarana kereta api.

“Track-Mod adalah alat ukur geometri jalur yang mampu mengumpulkan data secara real-time dengan validitas tinggi dalam pemeriksaan. Alat ini dirancang khusus untuk memantau dan mengukur parameter geometri jalur kereta api 1.067 mm dengan presisi tinggi,” ujar Anne.

Track-Mod meliputi efisiensi, presisi, hemat biaya, pemeliharaan optimal, serta kemampuan mendeteksi kerusakan secara dini. Alat ini dapat dioperasikan oleh Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) atau diintegrasikan dengan Lori Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ).

Sementara itu, Smart Rail hadir sebagai alat ukur portabel yang dirancang untuk mengukur kondisi jalan rel kereta api berdasarkan parameter goyangan keras. Smart Rail menggunakan sensor pengukuran deteksi tiga sumbu yang terintegrasi dengan aplikasi smartphone Android, sehingga memberikan data yang lebih objektif dan efisien dalam pemeliharaan serta deteksi anomali.

Sebelum diimplementasikan, kedua inovasi ini telah melalui serangkaian riset dan uji coba ketat untuk memastikan kualitas dan kehandalannya dalam memenuhi kebutuhan prasarana kereta api.

Inovasi ini tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional dan penghematan biaya, tetapi juga pada peningkatan keselamatan perjalanan kereta api. Dengan kemampuan mendeteksi kerusakan secara dini dan memberikan data yang lebih akurat, Track-Mod dan Smart Rail membantu memastikan kondisi prasarana tetap terjaga dengan baik sehingga mitigasi risiko terhadap gangguan perjalanan kereta api dapat diminimalisir.

Rail Bicycle, Mudahkan Petugas Kereta Api Lakukan Inspeksi Pada Jalur Rel

Mengapa Kursi Pesawat Tidak Memiliki Dua Sandaran Tangan di antara Kursinya?

Soal sandaran tangan yang hanya ada satu di antara kursi pesawat kerap menjadi bahan diskusi. Terlebih pada penerbangan perorangan di kelas ekonomi yang antar penumpang tidak saling kenal, tentang sandaran kursi kerap menjadi ‘rebutan,’ tentang siapa di antara mereka yang paling berhak menggunakan sandaran tangan tersebut.

Baca juga: Sah, Dua Sandaran Tangan ‘Milik’ Penumpang yang Duduk di Kursi Tengah

Sebuah studi yang pernah kami bahas di artikel terdahulu pernah mengungkapkan, bahwa penumpang yang duduk di kursi tengah, adalah menjadi yang lebih berhak menggunakan sandaran tangan tersebut. Lantas, menjadi pertanyaan, mengapa pesawat hanya memiliki satu sandaran tangan di antara kursi, kenapa tidak ada dibuat dua saja?

Kebanyakan pesawat komersial memang tidak memiliki dua sandaran tangan di antara kursi penumpangnya karena pertimbangan desain, keselamatan, dan kenyamanan. Berikut beberapa alasan detailnya:

1. Ruangan yang Terbatas
Ruang di dalam pesawat sangat berharga, dan desain kabin pesawat didasarkan pada maksimisasi jumlah kursi yang dapat diakomodasi untuk memaksimalkan pendapatan per penerbangan. Memasang dua sandaran tangan di antara setiap kursi akan mengurangi lebar kursi, yang akan mengurangi jumlah kursi yang dapat dimuat dalam kabin.

2. Kenyamanan Penumpang
Meskipun dua sandaran tangan mungkin meningkatkan kenyamanan dalam beberapa situasi, seperti dalam pertimbangan penumpang dengan mobilitas terbatas, hal itu juga dapat mengurangi ruang gerak dan kenyamanan bagi penumpang lain. Kabin pesawat sudah cukup padat, dan setiap tambahan penghalang dapat membuat ruang terasa lebih sempit.

3. Akses Ke Aisle
Dalam keadaan darurat atau ketika penumpang ingin bergerak keluar dari kursinya, memiliki satu sandaran tangan di antara kursi memberikan akses yang lebih mudah ke lorong pesawat. Dengan dua sandaran tangan, penumpang mungkin harus lebih berjuang untuk keluar dari tempat duduk mereka.

4. Evakuasi Darurat
Dalam situasi darurat, seperti evakuasi cepat pesawat, penting untuk memiliki akses yang cepat dan tidak terhalang ke pintu darurat atau lorong. Dengan hanya satu sandaran tangan di antara kursi, evakuasi dapat dilakukan dengan lebih lancar dan cepat.

5. Biaya dan Perawatan
Memasang dua sandaran tangan di antara setiap kursi akan meningkatkan biaya pembuatan, pemasangan, dan perawatan pesawat. Perusahaan penerbangan cenderung berusaha untuk mengoptimalkan biaya operasional mereka.

Baca juga: Jangan Lupa, Ada Aturannya Saat Turunkan Sandaran Kursi Pesawat

Dalam beberapa pesawat kelas bisnis atau kelas satu, mungkin ada desain yang lebih luas dan lebih mewah yang memungkinkan untuk dua sandaran tangan atau lebih. Namun, ini biasanya merupakan pengecualian daripada aturan umum.

Finalisasi GAPEKA, KAI Informasikan Pembaruan Pemesanan Tiket KA di Awal Februari 2025

KAI menginformasikan terkait belum dapat dilayaninya pemesanan tiket kereta api untuk perjalanan Februari 2025. Hal ini terjadi karena KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub tengah melakukan finalisasi Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2025.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa dalam proses finalisasi GAPEKA 2025 terdapat beberapa penyesuaian perjalanan dan jadwal kereta api yang memerlukan perhatian khusus.

“Kami memahami bahwa pelanggan membutuhkan kepastian jadwal perjalanan, finalisasi GAPEKA ini bertujuan untuk  meningkatkan pelayanan operasional sesuai kebutuhan masyarakat kedepannya,” ujar Anne Purba.

Saat ini, proses penyesuaian jadwal perjalanan untuk Februari 2025 masih berlangsung. Pemesanan tiket kereta api untuk perjalanan bulan Februari kemungkinan akan mulai dilayani minggu pertama Januari atau H-30 sebelum keberangkatan.  Hal ini disebabkan oleh rencana pemberlakuan GAPEKA baru yang akan efektif mulai 1 Februari 2025. Perlu dicatat, tidak semua jadwal perjalanan kereta api akan langsung tersedia pada hari pertama pembukaan pemesanan tiket.

Sebagai catatan, GAPEKA singkatan dari Grafik Perjalanan Kereta Api ialah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digunakan untuk mewakili pergerakan kereta api beserta waktu terhadap posisi masing-masing alat transportasi.

Disusun Pertama Kali Tahun 1840-an di Perancis, Inilah Gapeka 2021 dari PT KAI

Hari ini 67 Tahun Lalu, Boeing 707 Pelopor Desain Legendaris Terbang Perdana

Hari ini, 67 tahun lalu yang bertepatan dengan 20 Desember 1957, menjadi momen besar dalam jejak langkah penerbangan global. Dimana saat itu, telah terbang perdana Boeing 707 yang kala itu dalam status akan diserahkan ke maskapai Pan American World Airways (Pan Am). Penerbangan komersial perdana Pan Am dengan Boeing 707 berlangsung satu tahun kemudian, yakni pada 26 Oktober 1958.

Baca juga: Ternyata Air India Jadi Maskapai Asia Pertama yang Operasikan Pesawat Jet Boeing 707

Dalam dunia dirgantara, debut Boeing 707 bisa dibilang tak akan pudar, meski saat ini nyaris tidak ada lagi Boeing 707 yang terbang atau serviceable, namun rancangan dasar yanh diwariskan Boein 707 masin akan awet untuk beberapa waktu mendatang. Dari sejarahnya, prototipe Boeing 707 disebut sebagai Boeing 367-80 dan telah diterbangkan oleh Boeing Commercial Airplanes pada tahun 1954.

Bersama dengan Douglas DC-8 yang juga bermesin empat, Boeing 707 di dekade 60/70-an menjadi jawara pesawat narrrow body untuk rute jarak jauh. Dari spesifikasi, Boeing 707 yang diawaki 3 orang (pilot, kopilot dan navigator). Boeing 707 punya panjang badan 46,61 meter, panjang rentang sayap 44,42 meter dan tinggi 12,93 meter yang digerakkan oleh 4 mesin EA Pratt & Whitney JT 3D-7 yang mampu melakukan terbang non-stop selama 12,5 jam dengan kecepatan maksimum 890 km per jam.

Hingga 1979, produksi Boeing 707 telah menembus angka 1.010 unit. Meski pamornya sebagai pesawat komersial sudah surut, tapi cita rasa pesawat ini terus lestari hingga kini, tercatat platform Boeing 707 hadir pada versi VIP C-137 Stratoliner untuk USAF, versi VC-137 untuk kepresidenan AS Air Force One. Bahkan juga di wujudkan dalam varian tanker KC-135 Stratotanker dan E-3 Sentry AWACS.

Boeing juga pernah merilis varian jarak dekat dari Boeing 707, yang dikenal dengan label Boeing 720 (717). Boeing 720 awalnya tak begitu diharapkan ketika permintaan akan pesawat dengan kemampuan mendarat di bandara yang lebih kecil mengalir deras dari maskapai seluruh dunia, tak lama pasca Boeing 707 terbang perdana pada 20 Desember 1957. Sebab, di tahun yang sama dengan penerbangan perdana Boeing 720, proses pengembangan Boeing 727 -yang pada akhirnya menggantikan 720- sedang dilakukan.

Baca juga: Hari Ini, 62 Tahun Lalu, Boeing 720 (717) Sang Petarung Jarak Pendek Empat Mesin Terbang Perdana 

Sebagaimana permintaan pasar, Boeing 720 didesain khusus untuk rute jarak pendek hingga menengah dan memiliki kemampuan beroperasi di landasan pacu yang lebih pendek

Jembatan Tumangang – Jembatan Kereta Penghubung Antara Rusia dan Korea Utara

Dikenal sebagai negara yang paling tertutup di dunia, serba-serbi tentang Korea Utara menjadi menarik untuk dicermati. Meski akses penerbangan komersial yang sangat terbatas, akses keluar dan masuk Korea Utara masih ditopang oleh jalur kereta api, yang ironisnya juga terbatas ke dua negara, yakni Rusia dan Cina.

Bila jalur kereta antara Korea Utara dan Cina terhubung lewat sebuah jembatan, yang disebut Jembatan Persabatan Sino-Korea, atau dikenal sebagai Jembatan Sungai Yalu, maka jalur kereta antara Korea Utara dan Rusia, juga terhubung lewat sebuah jembatan persahatan, yang disebut Jembatan Tumangang.

Setelah Empat Tahun Terhenti, Jalur Kereta Rusia dan Korea Utara Dibuka Kembali

Jembatan Persahabatan Korea–Rusia ini disebut Chosŏn–Rossiya Ujŏngŭi Dali, adalah jembatan kereta yang berdiri di atas Sungai Tumen. Jembatan ini diresmikan pada 9 Agustus 1959, yang saat itu sebagai pengganti jembatan kayu sementara.

Terletak tepat di hilir dari tripoint Cina–Korea Utara–Rusia, jembatan ini adalah satu-satunya titik penyeberangan di perbatasan Korea Utara–Rusia sepanjang 17 km. Jalur khusus diletakkan di antara rel yang memungkinkan penyeberangan kendaraan jalan raya dengan pengaturan tertentu, tetapi utamanya ini merupakan jembatan rel.

Jembatan Tumangang panjangnya mencapai 623 meter, terdapat dua rel ganda dengan ukuran lebar rel Rusia, yakni 1.520 mm. Sementara lebar jaringan rel di Korea Utara 1.435 mm. Jembatan ini dilayani oleh stasiun kereta api Khasan di wilayah Rusia dan Stasiun Tumangang di sisi sungai Korea Utara.

Baca juga: Jembatan Sungai Yalu – Jembatan Kereta Penghubung Cina dan Korea Utara

Pada bulan Oktober 2017, kabel serat optik yang melintasi jembatan memberi Korea Utara koneksi tambahan ke Internet global melalui penyedia TransTelekom Rusia, anak perusahaan dari operator kereta api nasional Rusia, Russian Railways.

Setelah Empat Tahun Terhenti, Jalur Kereta Rusia dan Korea Utara Dibuka Kembali

Rusia dan Korea Utara telah memulihkan layanan kereta api penumpang reguler antara kedua negara, menandai berakhirnya penangguhan selama empat tahun yang dimulai dengan dimulainya pandemi Covis-19 pada tahun 2020.

Kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA Novosti melaporkan perkembangan tersebut, mengutip seorang pejabat bea cukai regional. Kereta pertama berangkat pada tanggal 16 Desember dari Khasan, sebuah kota di wilayah Primorsky Timur Jauh Rusia, dan menyeberang ke Tumangang, Korea Utara.

Jembatan Tumangang – Jembatan Kereta Penghubung Antara Rusia dan Korea Utara

Perjalanan yang hanya berlangsung selama 17 menit ini menghubungkan kedua kota yang dipisahkan oleh Sungai Tumen melalui Jembatan Persahabatan Korea-Rusia.

Kereta akan beroperasi tiga hari seminggu—pada hari Senin, Rabu, dan Jumat—sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan konektivitas antara kedua negara tetangga.

Menurut perwakilan dari Far Eastern Railway Rusia, dua warga negara Rusia berada di dalam kereta pertama, yang berangkat dari stasiun Khasan pada pukul 8:30 pagi waktu Moskow.

Layanan ini sebelumnya telah beroperasi sebagai uji coba awal tahun ini, di mana 1.200 orang melakukan perjalanan antara kedua negara.

Kedua negara melihat koneksi yang dipulihkan sebagai peluang untuk meningkatkan pariwisata. Konsulat Rusia di Chongjin melaporkan pada bulan Oktober bahwa lebih dari 1.000 wisatawan Rusia telah mengunjungi Korea Utara pada tahun 2024, yang mencerminkan meningkatnya minat dalam perjalanan lintas batas.

Dalam perkembangan terkait, layanan kereta api penumpang antara Rusia dan Cina juga dilanjutkan pada tanggal 15 Desember setelah jeda selama empat tahun. Rute harian ini menghubungkan Suifenhe di Tiongkok dengan Grodekovo di Rusia, dengan kereta berangkat dari Suifenhe pada pukul 9:52 pagi dan Grodekovo pada pukul 3:43 sore, menurut operator kereta api Cina.

Media pemerintah Cina menyoroti potensi hubungan ini untuk meningkatkan perdagangan dan pariwisata regional. Hampir 1 juta wisatawan Rusia mengunjungi Cina pada tahun 2023, sementara lebih dari 477.000 wisatawan Cina pergi ke Rusia.