Balai Yasa Manggarai Hadirkan Kereta Eksekutif Livery Baru (Bergaris Hijau Muda) dan Compartment

Beberapa hari lalu masyarakat penggemar kereta api atau yang biasa di sebut Railfan dibuat sedikit gempar dengan hadirkan rangkaian kereta kelas eksekutif yang keluar dari Balai Yasa Manggarai. Semula banyaknya video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa di area dalam Balai Yasa Manggarai ada 2 unit kereta kelas eksekutif dengan warna livery yang berbeda dari biasanya.

Ya, livery bergaris hijau muda inilah yang dibuat heran bagi Railfans yang penasaran. Dari dalam video yang beredar tampak bahwa rangkaian ini akan siap diuji coba setelah beberapa kali pengecekan serta perawatan yang menerjunkan beberapa kru atau pekerja Balai Yasa Manggarai.

Kereta kelas eksekutif dengan tampilan livery baru buatan Balai Yasa Manggarai (Foto: Tangkapan Layar Video)

Benar saja, uji coba dilakukan pada Jumat (14/3) lalu ini juga membuat ramai di percakapan daring ini. Sekitar pukul 11 siang uji coba pun dilakukan. Tak hanya 2 unit kereta kelas eksekutif yang disebutkan, namun ada pula kereta kelas paling VVIP alias Compartemen juga dirangkaikan untuk menjalankan uji coba tersebut. Rute yang dijalankan sebagai rangkaian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba ini adalah Manggarai-Cikampek-Manggarai.

Meskipun masih di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, namun pihak dari Balai Yasa Manggarai sudah cukup baik untuk melakukan uji coba. Karena saat diperjalanan pun, KLB ini dilatih dengan kecepatan maksimal 120 km/jam. Ini memungkinkan bisa melihat daya tahan dari kecepatan maksimal kereta tersebut saat diuji coba.

Rangkaian Kereta Compartment generasi berikutnya tengah diuji coba.

Sebenarnya ada sedikit yang membedakan 2 kereta ini selain dari livery-nya yang berbeda yang dibuat oleh balai yasa. Yaitu kereta tersebut bukan terbuat dari badannya yang berbahan stainless steel seperti rangkaian yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api (INKA). Rangkaian ini merupakan kelas eksekutif biasa keluaran tahun 2002 dan 2009 ini sudah diubah sedemikian rupa terutama untuk fasilitasnya.

Bagian interior pun di sulap layaknya rangkaian stainless steel new generation. Terobosan yang dilakukan oleh kru Balai Yasa Manggarai ini menjadikan sarana kereta khususnya fasilitas yang selalu diperbaharui, jelas sangat bermanfaat untuk kenyamanan penumpang sebagai pengguna setia kereta api. Tak hanya itu, untuk Kereta Compartemen pun tetap menjadi kereta kelas paling mewah yang dibuat balai yasa yang pasti menambah lebih nyaman dalam perjalanan kereta api.

Berhasil Diuji Coba, KAI Tambah 3 Kereta Wisata Priority Buatan Balai Yasa Manggarai

Lelah Dijalan Saat Mudik? Empat Rest Area Ini Pilihan Mantap di Jalur Pantura

Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) menjadi salah satu pilihan rute favorit pemudik yang melintasi kota-kota besar dari Jakarta hingga Surabaya. Meski perjalanan Panjang, tetapi Jalur Pantura banyak rest area yang cocok dijadikan tempat istirahat.

Biasanya rest area dilengkapi fasilitas yang menunjang bagi pemudik untuk bersantai melepaskan penat sejenak. Selain mengisi bahan bakar kendaraan, di rest area juga bisa menggunakan fasilitas yang tersedia.

Bahkan beberapa di antara rest area yang ada di Jalur Pantura memiliki spot foto menarik. Penasaran rest area mana saja yang bisa disinggahi para pemudik untuk beristirahat, menikmati makanan khas daerah sampai tempat foto estetik?

Berikut ini KabarPenumpang.com merangkum beberapa rest area yang ada di Jalur Pantura.

1. Rest Area KM 19 Cikampek (Bekasi)
Menjadi tempat pertama para pemudik yang akan melintasi Jalur Pantura. Biasanya rest area ini cocok untuk pemudik beristirahat awal sebelum perjalanan panjang ke tujuan. Fasilitas Rest Area KM 19 Cikampek ini ada toilet yang bersih sehingga pemudik bisa nyaman bila ingin buang air. Kemudian ada masjid yang bisa memudahkan pemudik yang akan melaksanak ibadah sholat. Rest area ini juga dilengkapi minimarket dan warung makan. Sehingga pemudik bisa melengkapi perbekalan cemilan atau minuman serta makanan berat selama perjalanan.

2. Rest Area KM 207 (Palimanan, Cirebon)
Hampir sama dengan rest area lainnya yang dilengkapi dengan masjid dan toilet. Rest Area KM 207 ini memiliki area bermain anak dan bisa digunakan pemudik yang membawa anak untuk bermain sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Pemudik juga bisa menikmati kuliner khas Cirebon yakni empal gentong sambal beristirahat.

SPBU Muri, Rest Area dengan Berbagai Fasilitas Plus

3. Rest Area KM 379 (Batang)
Nah, di sini pemudik yang suka mengabadikan pemandangan alam bisa berfoto ria. Selain ada pemandangan sawah, bukit yang hijau juga bisa jadi latar belakang foto yang bagus. Tenang, buat yang mau melaksanakan sholat, rest area di Batang juga ada kok. Jangan lupa cicipi soto tauto yang jadi makanan khas daerah ini.

4. Rest Area KM 726 (Mojokerto, Jawa Timur)
Kalau mampir ke rest area ini, pemudik jangan lupa icip-icip ayam bakar atau pecel lelenya sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, bagi yang mudik ke ujung timur pulau Jawa, Rest Area di Mojokerto ini juga dilengkapi tempat untuk beristirahat keluarga.

Karena perjalanan mudik yang memakan Waktu panjang, baiknya pemudik tidak memaksakan berkendara terus menerus. Mengistirahatkan tubuh denga stretching atau tidur sejenak juga bisa membuat tubuh fit. Jadi, perjalanan selanjutnya pun tubuh lebih bugar dan lelah terobati.

Jangan Asal Melipir, Ini Dia Tips Aman Gunakan Fasilitas di Rest Area

 

Dibalik Sukses ‘Dewi Sri’, Dinasti Politik Jadi Polemik

Dewi Sri seperti nama seseorang, tapi, ini merupakan salah satu perusahaan otobus (PO) yang ada di Indonesia. PO Dewi Sri sendiri berdiri sejak 40an tahun silam atau tepatnya pada tahun 1980-an.

Di dirikan di Tegal, Jawa Tengah oleh Haji Ismail, Dewi Sri melayani rute pesisir Pantai utara (Pantura) Jawa Tengah bagian Barat. Pada awal beroperasi, Dewi Sri melaju di trayek Tegal-Jakarta pulang pergi.

Saat itu, persaingan bus antarkota antarproinsi di jalur Pantura cukuplah ketat. Dewi Sri Bersama dengan saudaranya PO Dedy Jaya, bersaing dengan Sinar Jaya yang tengah naik daun kala itu.

Persaingan ketiganya bukan hanya dalam mengejar penumpang, tetapi juga kejar-kejaran saat bertemu di jalan. Namun tahun 2000-an, tongkat kepemimpinan PO Dewi Sri diturunkan kepada Ikmal Jaya, Anak dari Haji Ismail.

Saat itu, Ikmal memiliki pengalaman yang terbilang sukses dalam mengelola bidang transportasi. Sebelum menampuk kepemimpinan PO Dewi Sri, dia pernah berhasil dalam mengelola angktan kota di Bumi Serpong Damai (BSD) dan sekiranya.

Sekitar enam tahun kemudian, kepemimpinan PO Dewi Sri turun kepada saudarnya Ikmal yang lain yakni Idza Priyanti. Dalam masa berjayanya PO Dewi Sri bahkan sudah berganti pemegang kekuasaan hingga empat kali dengan yang terakhir dipegang oleh Anak bungsu Haji Ismail yakni Mukti Agung Wibowo tahun 2012.

Meski begitu, nama Dewi Sri masih terus Berjaya dan trayek busnya pun bertambah. Sebagai bus AKAP yang melintas Jawa, kini trayek Dewi Sri ada dua yakni dari Jabodetabek/Merak-Brebes-Tegal-Pekalongan-Banyuputih-Waleri, selanjutnya adalah Jabodetabek/Merak-Brebes-Tegal-Slawi-Margasari-Bumiayu-Purwokerto.

Bus yang dioeprasikan Dewi Sri memiliki kelas AC 2-2, Bisnis Rs dan Ekonomi 2-3. Bus-bus yang dioperasikn PO Dewi Sri didukung oleh sasis dari Mercedes-Benz, Hino, hingga Volvo.

Tak hanya memiliki trayek di bus AKAP, PO Dewi Sri juga bermain dan melaju di sektor bus pariwisata. Adapun perjalanan yang diberikan menuju Jawa dan Bali.

Namun ada masalah di dalam tapuk kepemimpinan PO Dewi Sri yakni dinasti politik. Di mana ketiga pemilik atau Anak dari haji Ismail semuanya menjadi kepala daerah di Brebes, Pemalang dan Tegal.

Karena hal ini, muncul pro kontra di kalangan masyarakat, khususnya pelanggan setia bus Dewi Sri. Mereka menganggap dengan adanya dinasti-dinasti politik seperti ini dapat membuat ketidakfokusan dalam mengelola perusahaan bus yang bisa berujung pada penurunan kualitas pelayanan.

Mau Jauh dari Calo Saat Naik Bus? Cek Tips Berikut ini

Mulai September 2025, LRT Jabodebek Hadirkan QRIS Tap Sebagai Opsi Pembayaran

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan dan kemudahan bagi pengguna, LRT Jabodebek terus mengadopsi berbagai inovasi dalam sistem pembayaran. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah penerapan QRIS Tap, teknologi pembayaran digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran.

Sistem ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi hanya dengan memindai QR Code menggunakan ponsel yang memiliki fitur Near Field Communication (NFC).

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengungkapkan saat ini LRT Jabodebek tengah dalam tahap persiapan dan pengembangan teknis untuk mengadopsi QRIS Tap sebagai salah satu metode pembayaran. Penyediaan metode pembayaran yang beragam merupakan langkah strategis untuk menjadikan transportasi publik lebih inklusif.

Rencananya, pembayaran menggunakan QRIS Tap akan mulai dioperasikan pada September 2025. Saat ini, tim teknis tengah melakukan proses development untuk memastikan sistem QRIS Tap dapat berfungsi dengan optimal di seluruh stasiun LRT Jabodebek.

“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam bertransaksi di LRT Jabodebek. Dengan adanya QRIS Tap, pengguna akan semakin mudah mengakses layanan LRT Jabodebek, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang menjadikan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi mereka,” ujar Purnomosidi.

Adapun metode pembayaran di LRT Jabodebek telah tersedia yakni menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line, Kartu Uang Elektronik perbankan, Acess by KAI, dan LinkAja.

Intip Kesiapan ASDP “Ferizy” Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Mudik 2025

Sambungan Rel Harus Diberi Celah, Kenapa? Simak Penjelasannya

Bunyi gujes-gujes saat kita naik kereta api paling kita dengar dan rasakan dalam perjalanan. Apalagi saat melewati wesel saat memasuki stasiun. Nah, ternyata bunyi yang dikeluarkan itu namanya sambungan pada konstruksi rel. Celah rel ini bisa ditemui pada sambungan rel, yang merupakan sebuah konstruksi yang mengait dua ujung rel dengan menggunakan pelat sambung, mur dan baut.

Rel kereta api ini kan terbuat dari baja yang bisa memuai. Jadi saat siang hari yang cenderung panas, batang rel akan mengalami pemuaian. Sementara di malam hari, batang rel akan menyusut karena suhu udara yang dingin. Perubahan ukuran ini jika tidak diantisipasi, maka bisa menyebabkan rel berubah konstruksinya seperti melengkung atau bengkok, sehingga membahayakan perjalanan KA. Karena itulah, sambungan rel tidak boleh dipasang rapat satu dengan lainnya.

Pemberian celah di sambungan rel kereta api ini menggunakan penghitung khusus, dengan memperhatikan sifat pemuaian dan penyusutannya. Celah pada sambungan rel ini, juga untuk mengurangi gesekan dengan roda kereta dan mencegah rel kereta tidak terlepas dari bantalannya saat memuai.

Celah yang diberikan pada sambungan rel kereta api bervariasi tergantung pada jenis rel dan kondisi geografis tempat rel tersebut berada. Secara umum, celah yang diberikan berkisar antara 3 hingga 5 mm. Hal ini sudah dihitung secara cermat dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti suhu udara, panjang rel, dan kecepatan kereta saat melintas.

Dengan memberikan celah yang cukup pada sambungan rel, kereta api dapat bergerak dengan lancar tanpa terhambat oleh masalah teknis akibat kurangnya celah pada sambungannya.

Gaya tarik dan dorongan yang terjadi pada saat kereta api melintas juga mempengaruhi celah pada sambungan rel. Gaya tarik yang ditimbulkan oleh kereta yang melintas akan menyebabkan rel menjadi sedikit terpisah, sehingga diperlukan celah yang cukup agar rel tidak bersentuhan satu sama lain.

Sedangkan gaya dorongan yang ditimbulkan oleh kereta yang bergerak dengan kecepatan tinggi juga dapat mempengaruhi celah pada sambungan rel. Oleh karena itu, perhitungan yang cermat diperlukan untuk menentukan besarnya celah yang diberikan pada sambungan rel agar kereta dapat melintas dengan aman tanpa terkendala oleh gesekan antar relnya.

Jadi sudah tahukan bahwa sambungan rel kereta api selalu diberi celah agar dapat mengakomodasi perubahan suhu, gaya tarik, dan dorongan yang terjadi saat kereta melintas. Besarnya celah yang diberikan pada sambungan rel juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu udara, kecepatan kereta, dan kondisi rel itu sendiri.

Dengan memberikan celah yang cukup pada sambungan rel, kereta api dapat bergerak dengan lancar tanpa terhambat oleh masalah teknis akibat kurangnya celah pada sambungan relnya. Oleh karena itu, perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam penentuan besarnya celah yang diberikan pada sambungan rel kereta api.

Sejak Dahulu, Hubungan Antara Rel Kereta dan Batu Kerikil Tak Terpisahkan

Jelang Arus Mudik 2025, KAI Gelar Kekuatan Armada Lokomotif yang Siap Beroperasi

Menghadapi arus mudik 2025 KAI sudah mempersiapkan sarana dan prasarana kereta api yang siap operasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan bersilaturahmi. Untuk mendukung kesiapan operasi tersebut, KAI khususnya wilayah Jawa memiliki berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertugas merawat jalur rel, jembatan, serta perangkat persinyalan.

Sementara itu, beberapa Depo Lokomotif yang tersebar di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 sampai 9 pun mempunyai peranan masing-masing bertanggung jawab untuk perawatan lokomotif dan kereta yang akan digunakan selama masa angkutan lebaran.

Selain itu, petugas di lapangan juga bertugas untuk memeriksa dan memperbaiki berbagai komponen jalur rel, seperti bantalan, baut, sambungan serta geometri jalan rel. Selain itu, mereka memastikan perangkat persinyalan berfungsi dengan baik dan kesiapan operasional lokomotif serta kereta dalam kondisi optimal. Semua upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan dan kenyamanan penumpang.

(Foto: Dok. IRPS)

Menurut berbagai data dan sumber informasi, banyaknya unit lokomotif yang tersebar di depo lokomotif pun sudah mempersiapkan unitnya masing-masing dengan rincian kereta api apa yang akan berdinas. Berikut data kesiapan masing-masing lokomotif yang tersebar di berbagai depo lokomotif:

1. Depo Lokomotif Cipinang sebanyak 45 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 14 unit lokomotif seri CC 201, 7 unit lokomotif seri CC 203, dan 24 unit lokomotif CC 206.

2. Depo Lokomotif Bandung sebanyak 25 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 11 unit lokomotif seri CC 201, 3 unit lokomotif CC 203, dan 11 unit lokomotif CC 206.
3. Depo Lokomotif Cirebon sebanyak 14 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 4 unit lokomotif seri CC 201 dan 10 unit lokomotif seri CC 206.

4. Depo Lokomotif Semarang Poncol sebanyak 16 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 8 unit lokomotif seri CC 201, 3 unit lokomotif seri CC 202, dan 5 unit lokomotif seri CC 206.

5. Depo Lokomotif Purwokerto sebanyak 29 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 12 unit lokomotif seri CC 201, 8 unit lokomotif seri CC 203, dan 9 unit lokomotif seri CC 206.

6. Depo Lokomotif Yogyakarta sebanyak 34 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 12 unit lokomotif seri CC 201, 2 unit lokomotif seri CC 203, dan 7 unit lokomotif seri CC 206.

7. Depo Lokomotif Madiun sebanyak 10 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 6 unit lokomotif seri CC 201 dan 4 unit lokomotif seri CC 203.

8. Depo Lokomotif Sidotopo sebanyak 58 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 20 unit lokomotif seri CC 201, 8 unit lokomotif seri CC 203, dan 30 unit lokomotif seri CC 206.

9. Depo Lokomotif Jember sebanyak 11 unit lokomotif siap operasi, terdiri dari: 9 unit lokomotif seri CC 201 dan 2 unit lokomotif seri CC 203.

Sebanyak 9 depo lokomotif yang disebutkan, pada masa angkutan lebaran akan mulai beroperasi pada 21 Maret hingga 11 April 2025. Untuk rangkaian yang akan ditarik oleh lokomotif yang siap operasi tersebut tak hanya rangkaian reguler saja, melainkan rangkaian tambahan Perjalanan Luar Biasa (PLB) dan Kereta Luar Biasa (KLB) termasuk rangkaian KA Barang. Dengan menambahkan rangkaian kereta api, KAI tentunya mengantisipasi lonjakan arus mudik nanti.

Rangkaian KA Papandayan dari Stasiun Gambir tiba di Stasiun Garut.

Dengan tambahan tersebut, kapasitas tempat duduk meningkat dari 982.784 menjadi 999.744 kursi, atau naik sekitar 2 persen. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 31 Maret dan 1 April 2025.

Pada periode ini, tiket terjual 72.457 atau 81 persen dari kapasitas, dengan okupansi Stasiun Pasar Senen 100 persen. Selain itu, ia mengatakan, KAI juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas pelayanan di stasiun dan di atas kereta. Pemeriksaan ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, KAI Pusat, serta KAI di seluruh Daop untuk memastikan armada siap beroperasi.

Lokomotif CC201 – Lokomotif Tua yang Masih Diandalkan PT KAI, Ini Faktanya!

Mudik Gratis? Penyelenggara Jangan Lupa Ingatkan Pemilik Bus Cek Keadaan Armada Sebelum Berangkat

Mudik gratis yang diselenggarakan berbagai pihak, menjadi salah satu incaran masyarakat. Ini karena masyarakat hanya perlu mendaftar dan mengisi data serta memilih tujuan untuk mudik Lebaran mereka.

Meski begitu, pihak pemberi mudik gratis juga tak boleh luput akan keselamatan penumpang. Sehingga kendaraan atau bus yang akan digunakan dalam perjalanan mudik gratis haruslah dicek secara berkala sebelum berangkat.

Pasalnya, ini agar pemudik selamat sampai tujuan. Adapun yang harus dilakukukan oleh pemberi mudik gratis yakni, mengingatkan para pemilik bus untuk senantiasan mengecek keadaan bus mereka.

Hal ini agar bus-bus yang digunakan pada saat mudik gratis dalam kondisi laik jalan. Berikut ini KNKT memiliki rekomendasi untuk pemilik bus agar dalam perjalanan tidak terjadi kecelakaan.

1. Dilakukan rampcheck baik pada bus regular, bus pariwisata maupun bis mudik gratis, hal ini untuk menjamin bahwa bus-bus tersebut dalam kondisi laik untuk digunakan
2. Perawatan besar khusus untuk sistem remnya, hal ini untuk menghindari terjadinya kegagalan pengereman atau rem blong. Dimana rem blong berdasarkan data investigasi yang ada di KNKT sebagian besar adalah merupakan kegagalan mekanik akibat tidak dilakukan perawatan dengan baik.
3. Pengawasan dan pembatasan pada jam kerja dan istirahat pengemudi, hal ini untuk menjamin para pengemudi tidak mengalami dengan baik
4. Pengawasan dan pengecekan terhadap kondisi kesehatan para awak pengemudi bus, Dimana berdasarkan hasil sampel penelitian sebagian besar mereka memiliki masalah penyakit yang berkaitan dengan metabolic, seperti kolesterol, darah tinggi, diabetes, dan sebagainya. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan mengemudi dan dapat membahayakan keselamatan.
5. Memberikan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan penumpang, kendaraan pribadi maupun roda dua untuk melakukan istirahat ketika mengalami kelelahan, berdasarkan evaluasi kami sebagian besar kecelakaan pada saat mudik lebaran disebabkan oleh fatigue atau kelelahan. Untuk ini penyediaan kantong-kantong rest area sangat diperlukan.

Dari ini semua, nantinya bukan hanya perjalanan yang lancar. Penumpang mudik gratis pun nyaman serta tidak was-was dalam perjalanan mereka bertemu keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

Cegah Kecelakaan Bus, KNKT Himbau Pemda Berikan Fasilitas Istirahat Pengemudi

Mario Salcedo, Pria Paling Bahagia di Dunia yang Menghabiskan Hidupnya di Laut Lepas

Selama beberapa waktu ke belakang, nama Mario Salcedo sempat hangat diperbincangkan karena dinilai sebagai “pria paling bahagia di dunia”. Predikat ini disematkan bukan tanpa alasan – Mario sukses menarik perhatian dunia berkat gaya hidupnya yang sangat unik, hidup di atas kapal pesiar Royal Caribbean selama lebih dari 20 tahun, menjelajahi dunia dan menikmati kebebasan yang tak tertandingi.

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat Klasifikasi Kelas Royal Caribbean International

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Super Mario – begitulah orang-orang memanggil Mario – lahir di Kuba pada tahun 1950, Mario kecil langsung bermigrasi ke Florida bersama keluarganya. Sebelum memulai petualangan lautnya, ia bekerja di bidang keuangan, mengumpulkan pengalaman dan sumber daya yang kemudian memungkinkannya untuk mewujudkan impiannya.

Singkat cerita pada tahun 2000, Mario mengambil keputusan yang mengubah hidupnya: untuk meninggalkan kehidupan konvensional dan menetap di kapal pesiar. Ia terpesona oleh kebebasan, fleksibilitas, dan kesempatan untuk bertemu orang-orang dari berbagai budaya yang ditawarkan oleh kehidupan di laut.

Mario telah menjadi penumpang setia Royal Caribbean selama bertahun-tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya di kapal-kapal mereka. Ia memiliki strategi keuangan yang cerdik yang memungkinkannya untuk terus hidup di kapal pesiar, termasuk investasi yang cerdas dan pengelolaan keuangan yang cermat.

Mario Salcedo. Sumber: istimewa

Mario mengatakan ia menghabiskan sekitar $101.000 atau sekitar Rp 1,65 miliar untuk pelayaran per tahun. Selama di kapal ia tetap bekerja, tapi hanya sekitar lima jam sehari. Sisa waktunya ia gunakan untuk bersantai dan bersenang-senang di kapal.

“Saya mencari biaya rata-rata untuk tinggal di panti jompo di Amerika Serikat per tahun dan biayanya adalah $100.380. Anda dapat melihat bahwa jika Anda tinggal di kabin interior, biaya hidup di kapal pesiar akan lebih murah.” ujar Mario, dikutip dari tempo.co.

Kehidupan sehari-harinya di kapal pesiar penuh dengan kegiatan yang menyenangkan. Ia menikmati fasilitas kapal, seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan hiburan malam. Ia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, menulis, dan berinteraksi dengan penumpang serta kru selama pelayaran.

“Semua kapten mengenal saya,” kata Mario.

Namun di balik semua pemberitaan positif tentang Mario, ia tetaplah manusia biasa yang memiliki kekurangan. Diketahui bahwa Mario mengidap Mal de debarquement Syndrome, sebuah gangguan neurologis langka yang membuat penderitanya merasa seolah-olah mereka terus bergerak, bergoyang, atau berayun, bahkan ketika mereka diam. Sensasi ini sering digambarkan sebagai perasaan berada di atas kapal yang bergoyang, bahkan setelah turun dari kapal.

“Saya kehilangan kaki daratan saya. Saya terlalu sering terayun-ayun, sehingga tidak bisa berjalan lurus,” ujar Mario.

Meski sudah terserang Mal de debarquement Syndrome, ‘Super Mario’ mengaku tidak akan berhenti naik kapal pesiar.

210 Tahun Lalu, Dunia Kehilangan Sosok Penemu Kapal Uap Komersial

Seorang Remaja asal Australia Tinggal di Kapal Uap Tertua Dengan Segudang Cerita Unik di Baliknya

Memiliki hunian di tepi laut atau danau memanglah menyenangkan dan menenangkan, namun apa jadinya jika Anda tinggal di sebuah kapal uap tua dan ternyata kapal uap tersebut menyandang predikat sebagai kapal bertenaga uap tertua di Australia Selatan?

Baca Juga: Auckland Akan Jadi Tuan Rumah Peluncuran Kapal Hidrofoil Listrik Termurakhir Milik Candela

Perkenalkan Luke Carpenter, seorang pemuda berusia 22 tahun yang merupakan pemilik dari kapal uap tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (15/3), Paddle-Streamer (PS) Daisy yang dibeli oleh Luke dikabarkan akan genap berusia 130 tahun pada bulan Januari 2026 mendatang dan PS Daisy diklaim sebagai kapal bertenaga uap tertua di Australia Selatan, mengalahkan PS Marion yang hanya terpaut 1 tahun.

Luke Carpenter. Sumber: abc.net

Luke yang merupakan seorang pembuat kapal dan insinyur kelautan, telah hampir menyelesaikan perjalanan sejauh 700 kilometer dengan menggunakan PS Daisy dari kota Wentworth di New South Wales ke kota Mannum di Australia Selatan, ditemani oleh tiga teman dekat dan anggota keluarganya.

PS Daisy yang notabene sudah berumur ratusan tahun tentunya memiliki segudang sejarah yang menarik. Mulai dari masalah kepemilikan, ternyata Luke Carpenter merupakan pemilik ketujuh sejak dibangun di Echuca, sebelah utara Victoria, pada tahun 1896 oleh J Jolley.

Luke Carpenter cs di atas PS Daisy. Sumber: abc.net

Cerita unik lain dari PS Daisy adalah ketika kapal uap ini menghabiskan hampir Sebagian besar ‘waktu hidupnya’ di bawah air, setelah pada tahun 1948, kapal ini sempat tenggelam di Sungai Murray, Red Cliffs, Victoria.

Upaya pengangkatan PS Daisy sempat dilakukan pada tahun 1980, namun upaya tersebut gagal. Lalu pada tahun 2001, upaya pengangkatan kapal tersebut kembali ditempuh dan kali ini berhasil. Setelah diangkat, PS Daisy lalu menjalani masa restorasi selama hampir 13 tahun, PS Daisy kembali ke bentuk orisinilnya di tahun 1909.

Sumber: abc.net

Ada kejadian unik saat PS Daisy berada di bawah kepemilikan Luke, di mana Luke bersama temannya berusaha untuk membuat ulang foto-foto lama tempat PS Daisy pernah berlayar saat mereka menyusuri Sungai Murray di Australia Selatan – kendati Luke tidak memiliki bukti otentik apakah kapal tersebut pernah melintasi Sungai Murray apa tidak.

Luke berharap PS Daisy dapat menjadi awal warisan baru bagi keluarganya, yang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. “Semoga saja PS Daisy akan hidup lebih lama dari saya dan anak-anak saya, dan cucu-cucu kami harus mulai memperbaikinya lagi,” kata Luke.

Ternyata, #KaburAjaDulu Juga ‘Pernah Viral’ di Amerika Serikat, Cari Tahu di Sini!

Celestia, Kapal Pesiar Tradisional Indonesia Berhasil Sabet Predikat Sebagai Tempat Menginap Terbaik di Dunia

Mungkin namanya tidak sebesar Anthem of the Seas atau kapal pesiar lain besutan Royal Caribbean, namun salah satu kapal pesiar tradisional asal Indonesia, Celestia berhasil merangsek masuk ke dalam daftar The World’s Greatest Places of 2025 versi Majalah Time, kategori tempat menginap. Tentu ini menjadi kabar baik bagi semua masyarakat Indonesia dan dapat dijadikan acuan untuk menghadirkan fasilitas wisata kelas dunia tanpa meninggalkan unsur tradisional warisan nenek moyang.

Baca Juga: Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tidak bisa dipungkiri bahwa Celestia adalah sebuah mahakarya kapal pinisi tradisional Indonesia, yang menggabungkan aspek kemewahan dan keunikannya. Kapal ini bukan sekadar kapal pesiar biasa, melainkan sebuah pengalaman eksklusif yang menggabungkan keindahan warisan budaya dengan fasilitas modern kelas dunia.

Celestia lahir dari tangan-tangan terampil pengrajin lokal di Bulukumba, Sulawesi Selatan, daerah yang terkenal dengan tradisi pembuatan kapal pinisi. Dibangun dengan menggunakan kayu ulin dan jati berkualitas tinggi, Celestia memancarkan keanggunan dan kekuatan yang khas. Proses pembuatannya yang memakan waktu hingga dua setengah tahun mencerminkan dedikasi dan ketelitian yang luar biasa.

Destinasi

sumber: istimewa

Celestia membawa para penumpangnya menjelajahi destinasi-destinasi impian di Indonesia, seperti Pulau Komodo dan Raja Ampat. Setiap pelayaran dirancang untuk memberikan pengalaman yang mendalam dan tak terlupakan, dengan kesempatan untuk menikmati keindahan alam bawah laut, menjelajahi pulau-pulau eksotis, dan berinteraksi dengan budaya lokal.

Selain itu, wisatawan juga dapat memilih menjelajahi sejarah kepulauan rempah, seperti Banda Neira dan Pulau Rhun, menikmati penjelajahan kuliner yang dipimpin koki Bali terkenal Wayan Kresna Yasa, atau mengikuti carter bertema selancar dan selam skuba.

Interior

Interior Celestia. Sumber: istimewa

Memasuki Celestia, Anda akan disambut dengan interior yang dirancang layaknya hotel bintang lima. Setiap detail diperhatikan dengan seksama, menciptakan suasana mewah dan nyaman. Kamar-kamar yang luas dan elegan dilengkapi dengan fasilitas modern, memastikan pengalaman beristirahat yang tak terlupakan.

Interior kapal ini menampilkan panel rotan tenunan tangan dari Jawa, ubin Bali yang diglasir tangan, dan tekstil jacquard toile tropis yang dirancang oleh Jasmine Chong, salah satu desainer terkenal di New York City yang juga merupakan perancang dari Celestia. Setiap elemen dirancang untuk menciptakan suasana yang bersahaja dan elegan, sejalan dengan keindahan alam Indonesia yang memesona.

Celestia menawarkan lebih dari sekadar pelayaran mewah. Para tamu dapat menikmati berbagai fasilitas dan aktivitas, seperti spa yang menenangkan, sesi yoga di atas dek, dan hidangan lezat yang disajikan oleh koki profesional.

Setiap momen di Celestia dirancang untuk memberikan kenangan yang tak terlupakan – perwujudan kemewahan dan keindahan warisan budaya Indonesia. Dengan kombinasi antara tradisi, kemewahan, dan keindahan alam, Celestia menawarkan pengalaman pesiar yang tak tertandingi. Kapal ini bukan hanya sekadar kapal pesiar, melainkan sebuah ikon pariwisata Indonesia yang membanggakan.

Mengenal Jenis Perahu-Perahu Tradisional khas Indonesia yang Keberadaannya Terus Dilestarikan