Primajasa, dari Bus Pariwisata Hingga layanan Premium AKAP

Primajasa merupakan salah satu perusahaan otobus (PO) yang sudah berdiri sejak 34 tahun silam atau tepatnya pada 6 September 1991. Memulai peluncurnnya di aspal, Primajasa awlanya menyediakan layanan bus pariwisata.

Saat itu, ada 25 armada bus yang melayani rute pula pergi Bogor-Tangerang via Jakarta. Primajasa sendiri masih berkerabat dengan Mayasari Bakti dan mulai mengembangkan layanannya tahun 2001 lalu.

Di mana Primajasa kemudian menambah rute antar kota antar provinsi (AKAP) yang dimulai dengan rute Tangerang-Kampung Rambutan. Yang uniknya dari Primajasa, adalah terbosan dengan membuka rute-rute yang belum atau jarang dilayani competitor.

Mereka juga menyediakan titik penjemputan yang strategis di luar terminal seperti bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hingga di kompleks perumahan. Adapun rute AKAP primajasa ini seperti dari Tanjung Priok menuju ke Mereka dan Bandara Internasional Soekarno-Hataa menuju Bandung.

Tahun 2007, Primajasa memperkenalkan layanan bus pemadu moda, menghubungkan berbagai moda transportasi untuk memudahkan mobilitas penumpang. Antara tahun 2009 hingga 2016, perusahaan ini berkolaborasi dengan Transjakarta, menunjukkan komitmennya dalam mendukung transportasi publik di ibu kota.

Pada tahun 2018, Primajasa meluncurkan layanan Super Executive untuk rute Jakarta – Tasikmalaya dan Bekasi – Majalengka – Cikijing, meningkatkan kenyamanan penumpang dengan fasilitas premium.

Tidak hanya fokus pada layanan bus reguler, Primajasa juga mengembangkan unit bisnis lain, seperti layanan Taksi Primajasa dengan sistem argometer, bus wisata RedWhite Star, serta layanan shuttle bus untuk antar-jemput bandara.

Markas pusat Primajasa sendiri berada di Jl. Mayjen Sutoyo No. 32, di depan halte busway BKN, Cililitan, Jakarta Timur. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Primajasa terus berinovasi dan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, menjadikannya salah satu pemain utama dalam industri transportasi darat di Indonesia.

Liverynya busnya simple, hanya tarikan garis merah dan merah maroon yang menyambung hingga belakang diatas warna dasar putih. Karenakan berpusat di Jakarta, Primajasa sendiri membuka trayek di banyak terminal – terminal besar Jakarta dan sekitarnya seperti Kalideres, Kp. Rambutan, Bekasi.

Trayek yang dimiliki rata – rata berjarak tempuh dekat hingga menengah. Seperti misalnya Kp. Rambutan – Balaraja, Tj. Priuk – Rk. Bitung, untuk jarak dekat, dan paling jauh adalah Cililitan, Kp. Rambutan, Lb. Bulus – Tasikmalaya / Garut.

Kenalan dengan Parex, Legenda Bus Jakarta-Bandung Via Puncak

Ada Dua Stasiun Karangsari – “Namanya Sama Lokasinya Berbeda”

Sepertinya julukan untuk stasiun yang satu ini memang sangat pas. Ya, nama Stasiun Karangsari yang berada di jalur lintas Jawa jika diketahui terdapat 2 lokasi yang berbeda namun memiliki 1 nama. Meski stasiun ini merupakan stasiun kecil atau kelas III tapi lalu lintas kereta api yang dilewati pun cukup ramai. Kira-kira wilayah mana saja ya yang terdapat nama Stasiun Karang Sari? Yuk, kabarpenumpang akan mengulasnya:

1. Stasiun Karangsari (KRAI)
Merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Karangsari, Leuwigoong, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +651 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini memiliki panorama yang sangat menawan dengan pemandangan hamparan sawah yang sangat luas. Uniknya stasiun ini dulu memiliki nama yang berbeda yakni Stasiun Gandamirah. Namun, nama stasiun tersebut diubah menjadi Karangsari pada tahun 1980-an.

Stasiun ini bisa terbilang sangat terpencil namun dikelilingi desa dan persawahan apalagi posisinya cukup jauh dari jalan raya yang menghubungkan Garut sampai dengan Bandung. Tapi stasiun ini sangat diminati oleh warga sekitar untuk angkutan perjalanan pulang pergi yang ingin menghabiskan waktu ataupun bekerja di wilayah Bandung dan sekitarnya. Tak heran, begitu banyaknya masyarakat yang naik dari Stasiun Karangsari karena hanya ada KA lokal yang berhenti yakni Commuter Line Garut dengan harga yang relatif sangat murah yaitu Rp7.000-Rp14.000.

Hanya memiliki 2 jalur dan persinyalan menggunakan sistem mekanik, praktis stasiun ini kelihatan cukup jadul. Namun sistem pengoperasiannya mengikuti peraturan yang baru sesuai dengan Gapeka 2025. Kebanyakan kereta api yang melintas stasiun ini berbagai kelas, seperti KA Argo Wilis, KA Lodaya, KA Turangga, KA Mutiara Selatan, KA Pangandaran, KA Papandayan, KA Malabar, KA Serayu, KA Kutojaya Selatan, KA Pasundan, KA Kahuripan dan KA Commuter Line Garut. Selain KA Commuter Line, tak ada lagi kereta api yang berhenti disini baik bersilang maupun disusul.

KA Commuter Line Garut berhenti di Stasiun Karangsari. (Foto: Dok. Istimewa)

2. Stasiun Karangsari (KRR)
Stasiun yang terletak pada ketinggian +233 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Semenjak Stasiun Legok dinonaktifkan sejak September 2009, stasiun ini menjadikan stasiun aktif yang lokasinya paling utara di Kabupaten Banyumas. Stasiun kereta api ini merupakan kelas III/kecil yang terletak di Karangtengah, Cilongok, Banyumas. Jalur yang berada di petak Stasiun Karanggandul dengan Stasiun Patuguran ini adalah satu-satunya stasiun yang memiliki bangunan cagar budaya yang diresmikan oleh pecinta kereta api bersama jajaran pejabat KAI Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto.

Dikutip dari laman IRPS bahwa peresmian bangunan cagar tersebut adalah tower dan corong air satu-satunya di wilayah Daop V Purwokerto yang sudah dipercantik oleh IRPS sebagai bentuk kolaboratif dengan PT. KAI menjadi bagian dari heritage perkeretaapian, dalam hal ini sejarah kereta api semakin dihargai, dicintai dan dijaga. Preservasi menara dan corong air tersebut merupakan saksi bisu sejarah yang tinggi sekaligus mengenang masa kejayaan kereta api saat digunakan pada jaman Kolonial Belanda.

Menara air sebagai cagar budaya yang dilestarikan di Stasiun Karangsari (Foto: Dok. IRPS)

Bagi yang sering menggunakan kereta api pada lintas dari atau menuju Purwokerto area Stasiun Karangsari terlihat cukup luas karena memiliki 4 jalur dan 1 jalur untuk angkutan batu balas. Sayangnya sesuai jadwal perjalanan tahun 2025, tak ada satu pun kereta api yang berhenti di stasiun ini. Untuk akses ternyata terbilang cukup mudah, karena berada di jalan pedesaan dengan kontur jalan yang cukup mulus dari jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Banyumas.

Yang Unik dari Stasiun Karangsari, “Satu Nama Beda Wilayah”

Perkenalkan, Cole Bauer, Wanita Amerika Pertama yang Kelilingi Dunia Nonstop!

Mungkin Anda pernah mendengar kisah tentang seseorang yang berkeliling dunia dengan menggunakan pesawat terbang? Tentunya pencapaian tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata mengingat waktu tempuh, ekonomi dan dedikasi super tinggi untuk bisa menjalankannya. Namun tahukah Anda bahwa ada seorang pelaut muda yang berhasil menyelesaikan pelayaran solo nonstop mengelilingi dunia?

Baca Juga: Mario Salcedo, Pria Paling Bahagia di Dunia yang Menghabiskan Hidupnya di Laut Lepas

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah Cole Brauer, seorang pelaut muda Amerika Serikat, telah mencatatkan namanya dalam sejarah maritim dunia. Lahir pada 24 Mei 1994, Cole dikenal luas atas keberhasilannya menjadi wanita Amerika pertama yang menyelesaikan pelayaran solo nonstop mengelilingi dunia. Pencapaian luar biasa ini diraihnya dalam ajang Global Solo Challenge 2023-2024, sebuah kompetisi yang menguji ketahanan fisik dan mental para pelaut dalam menghadapi kerasnya samudra.

Perjalanan Cole dimulai dari Spanyol, pada Oktober 2023. Dengan kapal berukuran 40 kaki yang di beri nama “First Light,” ia menantang ombak dan badai, melintasi berbagai samudra, termasuk Samudra Selatan yang terkenal ganas. Selama lebih dari enam bulan, Cole hidup seorang diri di tengah lautan, menghadapi tantangan cuaca ekstrem, kerusakan kapal, dan rasa kesepian.

Ketangguhan dan semangatnya yang tak pernah padam menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Melalui unggahan media sosialnya, Cole berbagi pengalaman dan emosinya selama pelayaran, membangun koneksi dengan para penggemar yang mengikuti perjalanannya dari daratan. Setelah hampir 130 hari ‘terombang-ambing’ di lautan, akhirnya Cole menyelesaikan misi mengelilingi dunianya ini pada 7 Maret 2024.

Cole Brauer. Sumber: istimewa

Cole Brauer bukan hanya seorang pelaut yang tangguh, tetapi juga sosok yang hangat dan rendah hati. Ia dikenal karena keramahannya dan kesediaannya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Semangatnya dalam mempromosikan kesetaraan gender di dunia pelayaran juga patut diacungi jempol.

Keberhasilannya dalam Global Solo Challenge telah membuka jalan bagi lebih banyak wanita untuk mengejar impian mereka di dunia pelayaran. Cole membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, batasan gender dapat diatasi.

Setelah menyelesaikan Global Solo Challenge, Cole tidak berpuas diri. Ia terus mengejar impiannya dan berencana untuk mengikuti lebih banyak kompetisi pelayaran internasional. Pada tahun 2025, ia akan bergabung dengan Team Malizia sebagai Co-Skipper, sebuah tim yang berkompetisi dalam ajang The Ocean Race, salah satu lomba pelayaran paling bergengsi di dunia.

Dengan bakat, semangat, dan dedikasinya, Cole Brauer diprediksi akan terus mengukir prestasi gemilang di dunia pelayaran. Ia adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa impian dapat diraih dengan keberanian dan ketekunan.

Buat Railfans, KAI Services Gelar Lomba Foto Angkutan Lebaran, Hadiah Lebih Dari Rp15 Juta

Dalam rangka mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2025 serta memberikan apresiasi kepada masyarakat khususnya para penumpang kereta api, KAI Services menggelar lomba foto bertajuk “Mudik Ditemenin KAI Services”. Lomba ini terbuka untuk umum dan berlangsung mulai 24 Maret hingga 11 April 2025.

KAI Services mengajak masyarakat untuk mengabadikan momen petugas front liner KAI Services yang berperan dalam mendukung kenyamanan perjalanan mudik Lebaran 2025. Foto yang diikutsertakan dalam lomba ini diharapkan dapat menunjukkan dedikasi dan kerja keras para petugas KAI Services dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Sebagai bentuk apresiasi, KAI Services menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta untuk 10 pemenang terbaik. Selain itu, masing-masing pemenang juga akan mendapatkan voucher Kuliner Kereta senilai Rp150.000 serta merchandise eksklusif dari KAI Services.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, peserta dapat mengunggah foto melalui mekanisme yang akan diumumkan lebih lanjut di kanal resmi KAI Services. Proses penjurian akan dilakukan secara profesional untuk memilih karya terbaik. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 16 Mei 2025 melalui media sosial dan kanal resmi KAI Services.

“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mengapresiasi peran penting petugas KAI Services dalam mendukung kelancaran perjalanan selama masa angkutan Lebaran,” ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/3).

Ditinggal Mudik Pelanggan, LRT Jabodebek Manfaatkan untuk Percepatan Perawatan Kereta

Penumpang LRT Jabodebek diprediksi menurun selama periode Angkutan Lebaran tahun 2025, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025 (22 hari). Hal ini dimanfaatkan untuk melakukan percepatan perawatan dan pemeliharaan kereta.

Baca juga: Mudik ke Sekitaran Jakarta selama Periode Lebaran 2025? LRT Jabodebek Tawarkan Promo Khusus

“Walaupun penumpang sepi, teman-teman kita tetap siagakan untuk posko. Trainset-trainset yang tidak kita jalankan, itu kita lakukan pemeliharaan secara rutin dan bergilir. Hari ini dua (trainset) selesai, besok dua, dua, dua,” jelas Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi.

Perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara bergiliran ini diharapkan tetap bisa maksimal melayani penumpang di periode Angkutan Lebaran 2025 sekaligus mempersiapkan diri usai periode Angkutan Lebaran 2025 berakhir.

“Artinya, sampai dengan nanti arus balik dan penumpang kita sudah kembali, sarana atau trainset ini bisa beroperasi dengan baik,” sambungnya.

Di periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, penumpang LRT Jabodebek drop sekitar 60 persen dibanding hari biasa. Hal ini dirasa wajar mengingat mayoritas penumpang LRT Jabodebek merupakan para pekerja.

Meski begitu, di periode lebaran tahun ini, LRT Jabodebek ditarget melayani lebih banyak pengunjung dibanding periode yang sama tahun lalu. Di periode lebaran tahun lalu, LRT Jabodebek melayani total 898.592 penumpang. Di tahun ini, LRT Jabodebek menargetkan ada sekitar 1.161.201 penumpang atau naik 29,22 persen.

Baca juga: “Flying Gang”, Rahasia LRT Jabodebek Bukukan OTP Tinggi Walau Terdapat Gangguan

Karenanya, LRT Jabodebek memberikan tarif yang lebih terjangkau selama cuti bersama libur Lebaran (28 Maret – 7 April 2025), yaitu mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000. Selain itu, selama periode ini, masyarakat juga dapat membawa sepeda non-lipat ke stasiun dan kereta, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi mereka yang ingin berolahraga atau berwisata.

“Kami sudah bisa memotret ya, biasanya di hari ke-2 dan ke-3 (libur lebaran) itu biasanya mesti banyak yang jalan-jalan ke tempat-tempat wisata. Ini sudah kita petakan,” pungkasnya.

 

Menikmati Pemandangan Jalur Timur dengan Kereta Panoramic, Catat Jadwal dan Harga Tiketnya

Menggunakan kereta api di jalur timur Pulau Jawa tak kalah menarik dari jalur lain dengan pemandangan yang memukau. Jalur kereta api yang membentang mulai dari Surabaya hingga Banyuwangi tentunya menarik untuk di nikmati diatas kereta api yang juga memiliki pandangan yang luas.

Salah satu solusi yang dilakukan adalah menggunakan kereta api wisata Panoramic. KAI telah menghadirkan kereta dengan kelas khusus yang bisa melihat suasana perjalanan menjadi berbeda dan juga pandangan jendela yang lebih luas. Kereta Panoramic saat ini sudah bisa dinikmati di rangkaian KA Mutiara Timur dengan rute Stasiun Surabaya Gubeng sampai Stasiun Ketapang pp. Seperti diketahui KA Mutiara Timur kembali hadir setelah vakumnya saat jadwal Gapeka 2023 sempat dihapus akibat Pandemi Covid-19.

Layanan Panoramic ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan yang ingin menikmati perjalanan dengan sensasi berbeda. Jendela kaca yang lebih lebar serta sunroof memungkinkan penumpang melihat pemandangan alam sepanjang perjalanan dengan lebih leluasa. Tentunya saat menggunakan Kereta Panoramic penumpang disuguhkan dengan pemandangan bukit, sawah, sungai, pedesaan, hingga terowongan yang merupakan bangunan cagar budaya.

Tak hanya itu, layanan Kereta Panoramic dengan layanan free flow beverages, pelanggan dapat menikmati berbagai pilihan minuman tanpa batas selama perjalanan. Hidangan berkualitas dalam meal box yang disediakan juga memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Tampak bagian dalam Kereta Panoramic. (Foto: Dok. Kereta Api Kita)

Tidak untuk perjalanan reguler, KA Mutiara Timur yang menggunakan Panoramic adalah rangkaian Fakultatif (berjalan pada hari-hari tertentu) yang seluruh kelasnya adalah eksekutif. Keberangkatan KA 211F Mutiara Timur dari Stasiun Surabaya Gubeng pukul 21.50 dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 03.40 WIB.

Sedangkan untuk KA 212F Mutiara Timur keberangkatan dari Stasiun Ketapang pukul 08.40 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 14.38. KA Mutiara Timur Panoramic akan berhenti di beberapa stasiun, antara lain Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, dan Banyuwangi Kota sebelum akhirnya tiba di Ketapang.

KA Mutiara Timur Panoramic menawarkan tarif mulai dari Rp425.000 sampai Rp460.000 dengan berbagai fasilitas premium, seperti ruang tunggu eksklusif di beberapa stasiun, meal box, snack, free flow beverages, serta layanan free WiFi.

Selain itu, terdapat dedicated train attendant yang siap melayani kebutuhan pelanggan selama perjalanan. Harapan dengan hadirnya Kereta Panoramic ini, dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan, terutama bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan dengan pemandangan indah di sepanjang rute perjalanan Surabaya – Banyuwangi.

Kereta Panoramic Belum Bisa Dioperasikan Secara Reguler, Kenapa? Ini Jawaban dari PT KAI

Tertua di Makassar, PO Pipoos Beroperasi Lebih dari Enam Dekade

Bukan hanya di jalur Sumatera saja yang memiliki perusahaan otobus (PO) dengan usia cukup tua Di Sulawesi juga ada PO Piposs. Nama ini merupakan singkatan dari Padaidi Padaelo Sipatuo Sipatokkong.

PO Piposs didirkan tahun 1959 silam oleh keluarga La Useng Ali. Perusahaan ini diawali dari ide M. Zain U yang bermimpi memiliki bus dan kemudian pada tahun 1959 tersebut mereka merintis usaha ini dengan legalitas penetapan pengadilan tahun 1959 dan lalu diaktenotariskan pada tahun 1962 bersama keluarga dan saudara-saudaranya.

La Useng Ali (Ayah dari Sanusi Husen), Sanusi Husen (Anak pertama La Useng Ali dan Pendiri PT. Sanusi Trading Coy), M Zain U (Adik kedua Dari Sanusi Husen), Ambo Djetta (Adek ipar M Zain U) dan Abu Baddi (Paman dari Sanusi Husen) merupakan pendiri awal Piposs.

Kemampuan PO PIPOSS bertahan pada tahun-tahun sulit memang patut diacungi jempol. Karena, sebelum tahun 1960, menjalankan perusahaan angkutan yang cukup besar bukanlah perkara mudah.

Sanusi Husen adalah orang yang berperan penting dalam berkembang dan dikenalnya PIPOSS di daerah, nasional, maupun mancanegara. Di tangannya jumlah armada dan trayek terus berkembang.

Pada masa awal berdirinya, perusahaan ini beroperasi tanpa nama resmi dan menggunakan empat armada bus dengan masing-masing diberi nama Padaidi, Padaelo, Sipatuo, dan Sipatokkong.

Hingga akhirnya keempat nama armada bus tersebut ditahun 1985 digabung menjadi akronim Piposs yang kemudian menjadi nama PO Piposs tersebut. Masa awal beroperasi, Piposs melayani rute Makassar ke Wajo dan terus berkembang hingga memiliki bus sebanyak 67 armada pada tahu 2020 lalu.

Kemudian, dengan berkembangnya Piposs, trayek yang dilayani pun semakin banyak seperti dari Makassar-Pasangkayu, Makassar-Mamuju, dan Makassar-Palopo. Kemudian juga dari Makassar-Tarailu, Makassar-Topoyo, Makassar-Malangke, Makassar-Belopa atau Bajo, Makassar-Bone, Makassar-Pelottoang, hingga Makassar-Polewali Mandar.

Dengan semakin berkembangnya era modern, PO Piposs pun ikut juga berkembang. Menjawab tantangan zaman, PO asal Makassar Ini kemudian berbenah dan menghadirkan penjualan tiket secara online malaui situr resminya piposs.id.

Selain melalaui online, pembelian tiketnya pun bisa datang langsung ke kantor pusatnya di jalan uru No. 34, Makassar, Sulawesi Selatan. Pippos, juga meningkatkan kualitas armadanya dengan menggunakan sasi dari Mercedes-Benz dengan konfigurasi kursi 2-2 untuk memberikan kenyamanan penumpang.

Dengan pengalaman lebih dari enam dekade, PO Piposs terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi, menjadikannya salah satu perusahaan otobus paling terpercaya dan berpengalaman di wilayah tersebut.

Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

 

Mudik ke Sekitaran Jakarta selama Periode Lebaran 2025? LRT Jabodebek Tawarkan Promo Khusus

Selain mudik meninggalkan Jakarta dan sekitarnya, ada juga yang tidak mudik atau pemudik dari luar kota yang kembali ke Jakarta. Bagi mereka yang mudik di Jakarta dan sekitarnya selama periode angkutan lebaran 2025, LRT Jabodebek menawarkan berbagai hal menarik, mulai dari tarif Rp5.000 sampai penggunaan sepeda non-lipat ke stasiun dan kereta.

Baca juga: Mulai September 2025, LRT Jabodebek Hadirkan QRIS Tap Sebagai Opsi Pembayaran

“LRT Jabodebek memberikan tarif yang lebih terjangkau selama cuti bersama libur Lebaran (28 Maret – 7 April 2025), yaitu mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000. Selain itu, selama periode ini, masyarakat juga dapat membawa sepeda non-lipat ke stasiun dan kereta, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi mereka yang ingin berolahraga atau berwisata,” jelas Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi, kepada media.

LRT Jabodebek, lanjut Purnomosidi, juga memperkuat fasilitas dan keamanan selama angkutan Lebaran dengan menempatkan 242 petugas frontliner di seluruh stasiun untuk memberikan informasi dan layanan yang ramah, serta 460 petugas keamanan di stasiun, kereta, dan area strategis untuk memastikan kenyamanan pengguna.

Selain itu, LRT Jabodebek akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional, memastikan seluruh fasilitas dan perjalanan berjalan aman dan tertib selama periode angkutan Lebaran ini.

“Selama masa angkutan Lebaran ini, kami akan terus memastikan bahwa LRT Jabodebek beroperasi dengan lancar. Kami ingin mengimbau seluruh pengguna untuk selalu menghormati sesama pengguna, menjaga kebersihan, serta mematuhi aturan yang ada di stasiun dan kereta, demi kenyamanan bersama,” tambahnya.

Selama periode angkutan Lebaran yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April 2025 (22 hari), LRT Jabodebek akan mengoperasikan 6.804 perjalanan, mengalami peningkatan sebesar 10,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.152 perjalanan. Pada hari kerja (weekday), LRT Jabodebek akan melayani 366 perjalanan per hari, sedangkan pada weekend dan hari libur nasional, LRT Jabodebek akan melayani 270 perjalanan per hari.

LRT Jabodebek juga menargetkan untuk melayani 1.161.201 pengguna selama periode angkutan Lebaran 2025. Target ini mengalami peningkatan sebesar 29,22 persen dibandingkan dengan jumlah pengguna pada periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 898.592 pengguna.

Baca juga: Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Gandeng DJKA dan BTP Jakarta Lakukan Ramp Check di LRT Jabodebek

Meskipun LRT Jabodebek bukan moda transportasi utama untuk mudik jarak jauh, LRT Jabodebek tetap berperan sebagai transportasi penyambung menuju moda transportasi lainnya.

Bagi pengguna yang akan menuju Bandara Soekarno-Hatta, pengguna dapat turun di Stasiun Dukuh Atas BNI dan melanjutkan perjalanan dengan KA Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City. Bagi pengguna yang akan menggunakan kereta cepat Whoosh, pengguna dapat turun di Stasiun Halim dan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Whoosh Halim.

 

Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara

Sorotan publik sempat berfokus pada Pelabuhan Merak di Cilegon, Banten. Pasalnya pada hari Senin (17/3) pagi kemarin, sebuah kapal angkut penumpang, KMP Portlink III milik ASDP Indonesia Ferry dikabarkan menabrak jembatan bergerak atau Moveable Bridge (MB) di pelabuhan tersebut, yang mengakibatkan kapal mengalami kerusakan pada ramp door.

Baca Juga: Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang?

Di sisi lain, MB mengalami kerusakan pada bagian fender, housing room, serta beton protector. Sebagai informasi tambahan, fender pada MB berfungsi untuk meredam benturan antara kapal dan pelabuhan, dan housing room merujuk pada ruang yang digunakan untuk melindungi mekanisme penggerak jembatan.

Akibat kejadian ini, ASDP langsung mengevakuasi penumpang yang berada di dalam KMP Portlink III dan melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden ini, salah satunya dengan cara menutup sementara Dermaga Eksklusif Merak.

Moveable Bridge di Pelabuhan. Sumber: istimewa

“Dan setelah proses penanganan evakuasi selesai, manajemen akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab insiden ini dan akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan yang ada,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin dalam siaran pers.

Jika mendengar istilah Moveable Bridge atau jembatan bergerak, istilah ini juga digunakan di dunia aviasi. Adalah garbarata atau aviobridge, jembatan yang digunakan untuk menghubungkan terminal bandara langsung ke pintu pesawat, sehingga penumpang tidak perlu lagi turun ke apron untuk naik ke dalam pesawat.

Sumber: istimewa

Sekilas, kedua jembatan penghubung ini memiliki fungsi yang cukup mirip. Tapi, ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Perbedaan yang paling signifikan adalah skalanya; garbarata yang ada di bandara ditujukan untuk menghubungkan penumpang dari terminal ke dalam pesawat, sehingga struktur jembatannya lebih kecil dan fleksibel. Sementara jembatan penghubung di pelabuhan ditujukan untuk menghubungkan penumpang serta kendaraan ke dalam kapal. Dengan kata lain, jembatan penghubung atau jembatan bergerak di pelabuhan memiliki struktur yang lebih kokoh dengan ukuran yang lebih besar.

Sementara untuk fungsi, seperti yang sudah disinggung di atas, garbarata yang ada di bandara ditujukan untuk memfasilitasi penumpang menuju pesawat, sementara jembatan bergerak di pelabuhan berfungsi tidak hanya untuk penumpang yang hendak masuk ke dalam kapal, melainkan juga memerankan porsinya sebagai pengatur lalu lintar di air dan darat. Ya, jembatan bergerak di pelabuhan bisa dibilang krusial untuk menunjang aktivitas di pelabuhan.

Kesimpulannya, kedua jembatan ini memiliki fungsi yang hampir mirip, namun perbedaan signifikannya terdapat pada daya angkutnya.

Mampu Menahan Terjangan Angin 140 Km Per Jam, Inilah Karakteristik Garbarata

Balai Yasa Manggarai Hadirkan Kereta Livery Baru dan Kelas VIP

Beberapa hari lalu masyarakat penggemar kereta api atau yang biasa di sebut Railfan dibuat sedikit gempar dengan hadirkan rangkaian kereta kelas eksekutif yang keluar dari Balai Yasa Manggarai. Semula banyaknya video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa di area dalam Balai Yasa Manggarai ada 2 unit kereta kelas eksekutif dengan warna livery yang berbeda dari biasanya.

Ya, livery bergaris hijau muda inilah yang dibuat heran bagi Railfans yang penasaran. Dari dalam video yang beredar tampak bahwa rangkaian ini akan siap diuji coba setelah beberapa kali pengecekan serta perawatan yang menerjunkan beberapa kru atau pekerja Balai Yasa Manggarai.

Benar saja, uji coba dilakukan pada Jumat (14/3) lalu ini juga membuat ramai di percakapan daring ini. Sekitar pukul 11 siang uji coba pun dilakukan. Tak hanya 2 unit kereta kelas eksekutif yang disebutkan, namun ada pula kereta kelas VIP alias Compartment juga dirangkaikan untuk menjalankan uji coba tersebut. Rute yang dijalankan sebagai rangkaian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba ini adalah Manggarai-Cikampek-Manggarai.

Meskipun masih di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, namun pihak dari Balai Yasa Manggarai sudah cukup baik untuk melakukan uji coba. Karena saat diperjalanan pun, KLB ini dilatih dengan kecepatan maksimal 120 km/jam. Ini memungkinkan bisa melihat daya tahan dari kecepatan maksimal kereta tersebut saat diuji coba.

Sebenarnya ada sedikit yang membedakan 2 kereta ini selain dari livery-nya yang berbeda yang dibuat oleh balai yasa. Yaitu kereta tersebut bukan terbuat dari badannya yang berbahan stainless steel seperti rangkaian yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api (INKA). Rangkaian ini merupakan kelas eksekutif biasa keluaran tahun 2002 dan 2009 ini sudah diubah sedemikian rupa terutama untuk fasilitasnya.

Bagian interior pun di sulap layaknya rangkaian stainless steel new generation. Terobosan yang dilakukan oleh kru Balai Yasa Manggarai ini menjadikan sarana kereta khususnya fasilitas yang selalu diperbaharui, jelas sangat bermanfaat untuk kenyamanan penumpang sebagai pengguna setia kereta api. Tak hanya itu, untuk Kereta Compartemen pun tetap menjadi kereta kelas paling mewah yang dibuat balai yasa yang pasti menambah lebih nyaman dalam perjalanan kereta api.

Balai Yasa Manggarai Hadirkan Kereta Eksekutif Livery Baru (Bergaris Hijau Muda) dan Compartment