Berlibur di Yatch dan Takut Bosan? Cek Yuk Tips Ini!

0

Berlibur dengan yacht bukan hanya soal kemewahan, tetapi juga tentang menikmati momen ketenangan di tengah laut lepas. Suara deburan ombak, angin laut yang sejuk, dan panorama tak berujung menjadi kombinasi sempurna untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Namun, agar pengalaman benar-benar menyegarkan, berikut beberapa tips yang dirangkum KabarPenumpang.com dan bisa diterapkan saat berlayar dengan yacht.

1.  Momen tanpa gadget
Matikan ponsel atau aktifkan mode pesawat selama beberapa waktu. Gunakan kesempatan ini untuk melepaskan diri dari notifikasi dan tekanan dunia digital. Fokuskan perhatian pada suara laut, langit biru, dan percakapan yang lebih bermakna.

2. Jangan lupa berjemur di pagi hari
Cahaya matahari pagi sangat baik untuk meningkatkan mood dan membantu tubuh memproduksi vitamin D. Duduk santai di dek sambil menyeruput jus segar bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk memulai hari dengan energi positif.

3. Coba aktivitas air
Berenang di laut tenang, snorkeling, atau bahkan sekadar berendam di belakang yacht dapat membantu merilekskan otot-otot tubuh dan menyegarkan pikiran. Jangan lupa bawa pelampung atau alat snorkeling yang nyaman.

4. Lakukan meditasi dan yoga
Gunakan waktu pagi atau sore hari untuk melakukan meditasi atau gerakan yoga ringan di dek. Dengan latar belakang suara alam dan udara segar laut, latihan ini akan terasa lebih menenangkan dan menyatu dengan alam.

5. Nikmati makanan sehat dan ringan
Pilih makanan laut segar, buah-buahan tropis, dan minuman herbal. Hindari makanan berat atau tinggi gula yang bisa membuat tubuh terasa lesu. Menu sehat akan menjaga energi tetap stabil dan tubuh terasa lebih ringan.

6. Bawa buku dan dengarkan musik favorit
Baca buku yang selama ini tertunda atau dengarkan musik instrumental yang menenangkan. Kombinasi suasana laut dan hiburan ringan bisa menjadi terapi alami yang ampuh meredakan stres.

7. Tidur siang di bawah langit
Manfaatkan suasana tenang di atas yacht untuk tidur siang singkat di atas hammock atau sofa dek. Angin sepoi dan suara ombak bisa menjadi lullaby alami yang menyegarkan tubuh dan pikiran.

8. Habiskan waktu bersama orang tersayang
Berlibur di yacht memberi ruang untuk membangun kedekatan, baik bersama pasangan, keluarga, maupun teman. Mainkan board game, bercanda di atas dek, atau hanya berbagi cerita sambil menatap bintang.

Dengan memadukan ketenangan laut dan aktivitas yang menyegarkan, liburan dengan yacht bisa menjadi pelarian sempurna dari penatnya rutinitas harian. Tidak perlu jadwal padat atau tempat ramai—cukup hadir sepenuhnya dan biarkan laut yang bekerja menghapus kelelahan Anda.

Tingkatkan Standar Desain, Wallywhy200 Jadi Superyatch Full Wide Body Pertama di Dunia

Pelabuhan Mentigi, Kecil Tapi Potensial dan Penting

0

Pelabuhan Mentigi Nusa Penida merupakan salah satu alternatif akses laut menuju pulau yang tengah naik daun di sektor pariwisata Bali. Berada di pesisir utata pulau, Pelabuhan kecil ini menunjukkan geliat aktivitas.

Apalagi Pelabuhan ini menjadi alternatif pelancong yang mencari jalur lebih sepi dan cepat untuk menjangkau destinasi-destinasi unggulan di Nusa Penida. Meski tidak terlalu populer seperti Pelabuhan Sampalan dan Toya Pakeh, Pelabuhan Mentigi menjadi tempat bersandar kapal cepat saat dua pelabuhan itu padat.

Namun fasilitas di Pelabuhan Mentigi cukup terbatas, yakni hanya terdapat dermaga kecil, tempat tunggu, dan beberapa layanan lokal seperti penyewaan kendaraan atau ojek. Walaupun begitu, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Klungkung menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan bertahap.

Rencana pengadaan dermaga beton permanen serta ruang tunggu layak tengah disusun untuk mendukung kenyamanan penumpang. Pelabuhan Mentigi juga dinilai strategis karena lokasinya yang relatif dekat dengan berbagai objek wisata, seperti Crystal Bay dan Gamat Bay.

Baca juga: Pelabuhan Soekarno-Hatta, Dulu dan Sekarang Tetap Jadi Jalur Utama Perdagangan

Selain itu, suasana pelabuhan yang lebih tenang menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian. Dengan potensi yang ada, pelabuhan ini diprediksi akan terus berkembang sebagai gerbang alternatif menuju Nusa Penida, mendukung distribusi wisatawan yang lebih merata di pulau tersebut.

Untuk diketahui, selain kapal cepat, Pelabuhan Mentigi juga melayani rute feri ke Bali da digunakan oleh para nelayan. Meski hanya menjadi alternatif, tetapi Pelabuhan Mentigi memiliki peran penting dalam aktivitas nelayan dan transportasu antar pulau.

Saat ini juga, Pemerintah Kabupaten Klungkung tengah melakukan percepatan untuk pembangunan pelabuhan baru yakni Pelabuhan Pesinggahan. Di mana pelabuhan ini hadir untuk mendukung konektivitas dan perekonomian daerah.

Bukan hanya itu, Pelabuhan Pesinggahan juga rencananya menjadi penyanding Pelabuhan Mentigi dengan tujuan menyamakan Harga dan pembangunan antara Klungkung datar dan Nusa Penida.Secara umum, Pelabuhan Mentigi bukanlah pelabuhan utama, namun tetap berperan penting dalam menunjang mobilitas penduduk lokal dan wisatawan di pulau tersebut.

Pelabuhan Sunda Kelapa, Dari Pusat Perdagangan Hingga Ancaman Banjir Rob

 

Ini Tips Pilih Kelas Tidur di Perjalanan Kapal Laut

0

Indonesia yang adalah negara kepulauan, menjadikan kapal laut sebagai salah satu pilihan transportasi. Memang, perjalanan dengan kapal laut bukanlah Waktu yang sebentar bila dibandingkan dengan pesawat.

Jika menggunakan pesawat hanya hitungan puluhan menit hingga jam, perjalanan dengan kapal laut bisa menghabiskan Waktu berhari-hari. Seperti bila ke Sumatera, bisa menempuh perjalanan 2-3 hari.

Sedangkan ke pulau bagian timur, baik NTT maupun Papua atau ke Kalimantan dan Sulawesi bisa menempuh perjalanan 5-7 hari. Nah, karena menghabiskan Waktu yang cukup panjang, Anda yang berencana bepergian menggunakan kapal laut, kenyamanan selama perjalanan menjadi prioritas.

Salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah pemilihan kelas tidur. Dengan banyaknya pilihan kelas yang tersedia, berikut beberapa tips agar Anda bisa menentukan kelas tidur yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

1. Cek kelas
Umumnya, kapal laut menyediakan beberapa kelas, mulai dari ekonomi, bisnis, hingga VIP. Kelas ekonomi biasanya berupa ruang tidur bersama dengan tempat tidur susun. Kelas bisnis memberikan sedikit lebih banyak privasi dan kenyamanan, sementara kelas VIP menawarkan fasilitas terbaik dengan kamar pribadi, AC, dan perlengkapan tambahan lainnya.

2. Sesuaikan durasi perjalanan
Jika Anda melakukan perjalanan singkat (di bawah 6 jam), kelas ekonomi mungkin sudah cukup. Namun untuk perjalanan semalaman atau lebih lama, memilih kelas yang lebih nyaman seperti bisnis atau VIP bisa membuat Anda lebih segar sampai tujuan.

3. Pertimbangkan anggaran
Harga tiket tentu berbeda tergantung kelasnya. Pastikan Anda memilih sesuai kemampuan. Jika ingin lebih hemat, kelas ekonomi bisa menjadi pilihan, asalkan Anda siap dengan kondisi ramai dan fasilitas yang terbatas.

4. Fasilitas tambahan
Beberapa kapal menyediakan fasilitas tambahan seperti colokan listrik, layanan makanan, atau hiburan. Cek terlebih dahulu apa saja yang ditawarkan tiap kelas, dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

5. Booking lebih awal
Kelas-kelas dengan fasilitas terbaik biasanya cepat penuh, apalagi saat musim liburan. Untuk memastikan Anda mendapatkan tempat tidur yang nyaman, lakukan pemesanan jauh-jauh hari.

6. Bawa perlengkapan pribadi
Apapun kelas yang Anda pilih, bawalah barang-barang pribadi seperti selimut tipis, bantal leher, dan penutup mata atau telinga jika Anda sensitif terhadap cahaya atau suara.

Dengan memilih kelas tidur yang tepat, perjalanan laut Anda tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.

Ini 8 Tips Nikmati Perjalanan Panjang di Kapal Laut

Tak Harus Cetak Tiket, Penumpang KA Bisa Lakukan Ini Saat Boarding Pass

Perjalanan menggunakan kereta api tak sekadar menikmati perjalanan, fasilitas yang nyaman, dan keamanan pun terjamin. Namun, sebagai pelanggan yang setia pengguna kereta api selain membeli tiket harus melakukan boarding pass. Melakukan hal tersebut sebelum menaiki kereta api kerap kali dilakukan untuk mengetahui bahwa penumpang benar-benar sesuai dengan nama dan identitas yang ada di tiket.

Seperti diketahui Boarding pass kereta adalah dokumen yang menjadi bukti seseorang merupakan penumpang kereta api. Boarding pass harus ditunjukkan kepada petugas sebelum menaiki kereta api.

Semakin dimudahkan kepada pelanggannya, pada laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebutkan bahwa penumpang tidak perlu mencetak boarding pass apabila sudah membeli tiket kereta api melalui aplikasi KAI Access. Pemegang tiket hanya perlu melakukan scan QR e-boarding pass di aplikasi KAI pada scanner yang tersedia di meja petugas.

 

Lain halnya jika penumpang tidak memiliki boarding pass kereta api. Ternyata ada beberapa opsi yang bisa dilakukan tergantung pada cara pemesanan tiket. Meski peraturan sudah cukup lama diterapkan, namun kenyataannya masih banyak yang belum tahu aturan tersebut. Masih terlihat satu dua orang yang kebingungan. Untungnya petugas stasiun tersebar di berbagai titik untuk menjelaskan kepada para calon penumpang yang masih awam.

Seperti yang dijelaskan bahwa penumpang bisa langsung menunjukkan e-boarding pass sebagai pengganti boarding pass cetak atau tiket fisik kereta api kepada petugas stasiun. Hal ini tentu memudahkan penumpang kereta karena tidak perlu mencetak boarding pass ke dalam bentuk tiket fisik. Meski demikian, penumpang kereta tetap bisa mencetak boarding pass untuk berjaga-jaga apabila ada kendala saat scan e-boarding pass.

Para penumpang kembali diingatkan saat ingin melakukan boarding pass, langkah-langkahnya sebagai berikut:

 

• Semua penumpang wajib menunjukkan bukti identitas diri yang resmi (asli) dengan nama tertera pada bukti identitas sama dengan yang tertera pada Boarding Pass.

• Bukti identitas yang dapat digunakan adalah KTP, SIM, Passport, Kartu Tanda Prajurit TNI, Kartu Tanda Anggota POLRI, Kartu Siswa TNI/POLRI, Kartu Pelajar, dan bukti identitas lainnya yang dilengkapi dengan foto.

• Apabila Boarding Pass yang dimiliki penumpang mendapatkan fasilitas reduksi, maka bukti identitas yang ditunjukkan adalah bukti identitas yang menunjukkan hak atas reduksi dimaksud.

• Apabila tidak dapat menunjukkan bukti identitas yang sama dengan nama yang tertera pada tiket/Boarding Pass, maka tidak diperkenankan masuk stasiun dan naik Kereta Api.

Goldenbird Gunakan Mobil Listrik Premium

Sebagai salah satu pelopor layanan transportasi premium di Indonesia, GoldenBird kembali menunjukkan inovasi terdepan dengan menghadirkan armada mobil listrik dalam jajaran layanan eksklusifnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung agenda nasional menuju transportasi berkelanjutan.

Mobil listrik yang dioperasikan GoldenBird menyasar segmen penumpang kelas atas yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan kini juga kepedulian terhadap lingkungan. Armada ini terdiri dari kendaraan listrik berkelas dengan teknologi terkini, desain elegan, dan performa tinggi tanpa menghasilkan emisi karbon.

Baca juga: BYD Melebarkan Sayap di Indonesia, Bluebird Pakai Armada Sejak 2019

GoldenBird memanfaatkan kendaraan listrik yang mampu menempuh jarak hingga ratusan kilometer per sekali pengisian daya, memastikan layanan tetap lancar untuk perjalanan dalam dan luar kota. Fasilitas pengisian cepat juga telah disiapkan di berbagai titik strategis, memungkinkan rotasi kendaraan tetap efisien sepanjang hari.

Dari sisi interior, kendaraan listrik GoldenBird dirancang untuk kenyamanan maksimal: kabin yang senyap, kursi ergonomis, sistem hiburan digital, dan pengaturan suhu otomatis. Semua fitur ini menjadikan pengalaman berkendara semakin nyaman dan mewah tanpa meninggalkan jejak karbon.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Bluebird Hadirkan Fitur Pemesanan Taksi di Aplikasi “Fly Garuda”

Investasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang GoldenBird untuk memperbarui armada secara bertahap dengan teknologi ramah lingkungan. Selain meningkatkan citra perusahaan sebagai penyedia layanan transportasi premium yang adaptif terhadap isu global, penggunaan mobil listrik juga diproyeksikan dapat menekan biaya operasional dalam jangka panjang.

Langkah strategis GoldenBird ini juga selaras dengan meningkatnya kesadaran pelanggan terhadap pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Dengan memanfaatkan transportasi bebas emisi, pelanggan tidak hanya menikmati perjalanan yang nyaman, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga kualitas udara dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Sebagai bagian dari Bluebird Group, GoldenBird terus berinovasi dalam menghadirkan solusi mobilitas yang modern, aman, dan ramah lingkungan. Penggunaan mobil listrik ini menjadi bukti bahwa layanan premium pun dapat bersinergi dengan komitmen terhadap keberlanjutan.

Takut “Digetok Harga” saat Naik Taksi di Luar Negeri? Simak Tips Ini

Cuma Rp3000, Bisa Nikmati Kereta Api di Jalur Kulon yang Miliki Nilai Sejarah

Siapa yang tak kenal dengan jalur yang satu ini. Ya, kali ini kabarpenumpang akan mengajak kalian naik kereta api yang murah meriah dari Stasiun Rangkasbitung sampai dengan Stasiun Merak hanya dengan Rp3000 saja dengan waktu 1 jam 45 menit. Meski pemandangannya tak seindah di wilayah lain, namun jalur ini melewati destinasi wisata dan bangunan stasiun yang masih berstatus cagar budaya. Kira-kira stasiun apa saja ya yang dilewati? Berikut urutannya:

1. Stasiun Rangkasbitung
Stasiun Rangkasbitung (RK), atau lebih dikenal masyarakat setempat dengan bentuk singkatnya Stasiun Rangkas, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak dengan ketinggian +22 meter. Stasiun ini juga merupakan keberangkatan dan kedatangan rangkaian kereta api Commuter Line Merak.

oppo_0

2. Stasiun Jambubaru
Bangunan yang awalnya hanya memiliki 1 jalur ini merupakan bangunan kecil yang dulu disebut halte. Namun, pada tahun 1981 Halte Jambu dinonaktifkan karena jarak stasiunnya terlalu dekat dengan Stasiun Catang.

Akhirnya bangunan pun dipindahkan lokasinya yang baru dan status namanya pun berubah menjadi Stasiun Jambubaru yang saat ini memiliki 2 jalur. Stasiun Jambu Baru (JBU) adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak di Bojong Pandan, Tunjung Teja, Serang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +18 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta.

3. Stasiun Catang
Sama halnya seperti Stasiun Jambubaru, Stasiun Catang juga memiliki 2 jalur. Stasiun Catang (CT) merupakan stasiun kereta api kelas kecil yang terletak di Bojong Catang, Tunjung Teja, Serang. Stasiun ini terletak pada ketinggian +17 meter. Pada dinding bangunan, terdapat ejaan nama stasiun ‘Tjatang’ yang merupakan ejaan lama pada masa Kolonial Belanda.

4. Stasiun Cikeusal
Berada di kilometer 97.328, stasiun ini juga memiliki 2 jalur. Uniknya dari letak atau posisi stasiun ini seakan dihimpit oleh bukit. Stasiun Cikeusal (CKL) merupakan stasiun kereta api kelas III yang terletak di Cikeusal, Serang dengan ketinggian +35 meter.

Seperti kebanyakan stasiun peninggalan Staatsspoorwegen, stasiun ini juga memiliki bentuk bangunan bergaya indis dengan atap pelana yang tertutup seng bergelombang. Stasiun dengan dua jalur ini berstatus sebagai stasiun bersejarah, sehingga bangunannya pun dijadikan sebagai aset cagar budaya.

5. Stasiun Walantaka
Stasiun Walantaka adalah satu dari tiga stasiun kereta api peninggalan kolonial Belanda yang masih aktif hingga saat ini, selain Stasiun Serang dan Karangantu. Stasiun kecil yang terletak di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten berada pada ketinggian +25 meter. Selain stasiun, Walantaka merupakan salah satu daerah bersejarah di Kota Serang, Banten. Daerah Walantaka diperkirakan sudah eksis sejak abad ke-16.

6. Stasiun Serang
Stasiun Serang (SG) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Jalan Ki Tapa nomor 2, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten pada ketinggian +17 meter. Stasiun Serang tergolong stasiun tua, karena sudah beroperasi sejak tanggal 1 Juli 1900 atau pada era kolonial Belanda. Tujuan pembangunan Stasiun Serang adalah memudahkan aksesibilitas pengangkutan hasil bumi berupa padi, kopi, karet, dan buah-buahan dari Anyer ke Batavia.

7. Stasiun Karangantu
Stasiun Karangantu (KRA) adalah stasiun kereta api kecil kelas III yang berada di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Lokasi Stasiun Karangantu dekat kawasan Banten Lama yang tergolong sebagai situs sejarah peninggalan Kerajaan Banten. Hanya butuh waktu 10 menit berjalan kaki dari stasiun ke kota Banten Lama. Sebelumnya Stasiun Karangantu memiliki tiga jalur kereta, tetapi saat ini tersisa dua jalur karena jalur lainnya sudah dibongkar untuk penambahan peron.

8. Stasiun Tonjongbaru
Stasiun Tonjong Baru (TOJB) adalah stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Serang. Lokasinya ada di Tonjong, Kramatwatu, Serang, Banten. Jumlah jalurnya ada 2 dan rencananya, Stasiun Tonjong Baru akan menjadi stasiun titik awal pembangunan Rel KA Logistik ke Pelabuhan Bojonegara. Jadi, keberadaan stasiun ini cukup vital.

9. Stasiun Cilegon
Stasiun Cilegon (CLG) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Jombang Wetan, Jombang, Cilegon berada di ketinggian +14 meter. Stasiun Cilegon dibuka oleh Staatsspoorwegen (SS) sebagai kelanjutan jalur dari Stasiun Rangkasbitung menuju Serang pada 1 Juli 1900, yang kemudian dilanjutkan kembali hingga ke dekat Pelabuhan Anyer Kidul pada 1 Desember 1900 (termasuk membuka Stasiun Tjilegon).

10. Stasiun Krenceng
Pada awalnya, Stasiun Krenceng (KEN) bernama Stopplaats Rantjamerak, yang kemudian diubah menjadi Halte Krentjeng. Ke arah Merak, terdapat dua perhentian yang bernama Tegalwangi dan Sangkamila, yang kini keduanya berstatus nonaktif. Jalur yang menuju ke Anyer Kidul pada awalnya berstatus sebagai jalur utama, sedangkan jalur yang menuju ke Merak berstatus sebagai jalur cabang. Di kemudian waktu, status kedua jalur ini ditukar. Dalam perkembangannya, stasiun ini memiliki banyak percabangan jalur. Ada jalur yang menuju ke Anyer Kidul (kini non aktif sejak Septembet 1981), Merak, pabrik Krakatau Steel, serta Pelabuhan Cigading.

11. Stasiun Merak
Melansir situs resmi heritage.kai.id, Stasiun Merak (MER) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Pulo Merak, Cilegon, Provinsi Banten. Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun pada 1912 oleh Hindia Belanda dan menjadi rute terakhir rel kereta di ujung barat Pulau Jawa.

Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

 

Transport Hub MRT Jakarta Berintegrasi dengan Berbagai Moda Transportasi

Kehadiran berbagai macam moda transportasi umum, cukup menjadi minat para pekerja di Ibu Kota Jakarta. Bahkan untuk memudahkan masyarakat dan para pekerja, hampir semua moda transportasi di Jakarta terhubung satu dengan yang lainnya.

Seperti baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gedung Transport Hub Dukuh Atas. Yang mana Trasnport Hub tersebut bagian dari Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas yang dibangun dan dikelola oleh MRT Jakarta.

Transport Hub ini merupakan simbol kolaborasi antara operator transportasi publik di Jakarta. Bahkan menjadi titik pertemuan serta integrasi kereta commuterline, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, BRT Transjakarta, dan kereta bandara.

Transport Hub tersebut memiliki 12 lantai dengan fasilitas yang mumpuni dengan pemadangan luar biasa. Pramono menyampaikan bahwa gedung transport hub Dukuh Atas ini wujud nyata kolaborasi dalam membangun kawasan yang terintegrasi dan
inklusif.

Saat ini, Kawasan Dukuh Atas sudah menjelma menjadi kawasan dengan pola hidup baru. Di mana masyarakat dapat berpindah moda transportasi dengan aman dan nyaman serta kegiatan ekonomi yang bergeliat dan tumbuh dengan baik.

Selain itu, gaya hidup dan mobilitas perkotaan yang mengedepankan pejalan kaki pun diwujudkan di daerah ini. Sehingga bisa dikatakan, Jakarta telah tumbuh menjadi Kota Global dengan target pemerintah pada 2025 ini masuk peringkat 50 besar.

Untuk diketahui, gedung dengan 12 lantai ini memiliki fungsi bukan sekedar titik transit pengguna transportasi publik, melainkan sebagai pusat interkoneksi dan aktivitas masyarakat. Lantai satu hingga empat merupakan area dengan berbagai retail sebagai pendukung gaya hidup masyarakat perkotaan, lantai lima hingga delapan sebagai area perkantoran, dan lantai Sembilan hingga 12 sebagai hotel.

Dengan luas sekitar 17 ribu meter persegi, pusat interkoneksi ini menjadi titik pertemuan dan integrasi berbagai moda transportasi publik di Dukuh Atas sekaligus
sebagai simbol urban baru di Jakarta. Selain itu, sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan kota berbasis transportasi massal, MRT Jakarta bersama anak perusahaan dan mitra kerja telah menjalankan sejumlah proyek pengembangan dan pengelolaan infrastruktur di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) di Dukuh Atas lainnya seperti JPM Dukuh Atas, Terowongan Kendal, pedestrianisasi Blora – Kendal, Revitalisasi Taman Kudus, pelebaran jalan Pati – Juana, penataan kawasan PromenadeKaret.

Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Hari Ini! 13 Tahun Lalu Sukhoi SJ100 Jatuh di Gunung Salak

Hari ini 13 tahun lalu, bertepatan dengan tanggal 9 Mei 2012, menjadi momen duka yang tak pernah terlupakan dalam sejarah dirgantara di Indonesia. Saat sebuah pesawat Sukhoi SJ100 dengan nomer registrasi 97004 produksi tahun 2009, mengalami musibah setelah menabrak lereng Gunung Salak, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Lindungi Industri Dirgantara, Rusia Sebut Human Error Jadi Penyebab Tragedi Sukhoi SJ100

Sukhoi SJ100 saat itu tiba di Bandara Halim Perdanaksuma dalam rangkaian promosi. Maklum pesawat yang sudah mengumupulkan 800 jam terbang ini adalah kebanggaan Rusia, persisnya Sukhoi SJ100 adalah adalah pesawat penumpang produksi pertama yang diproduksi di Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet.

Dalam rangkaian perjalanan promosi yang bertajuk dijuluki “Welcome Asia!,” Sukhoi SJ100 memang menjadwalkan melakukan lawatan ke negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Tengah. Saat joy flight dari Bandara Halim Perdanakusuma pada 9 Mei 2012, Sukhoi SJ100 diawaki oleh delapan orang, dan membawa 37 penumpang yang merupakan undangan.

Dikutip dari Wikipedia.org, PT Tri Marga Rekatama adalah perwakilan atau agen Sukhoi Company di Indonesia. Dalam demo penerbangan untuk kepentingan promosi itu telah disebar 100 undangan untuk mengikuti joy flight di Bandara Halim Perdanakusumah.

Joy flight dibagi dalam beberapa kloter dengan tujuan Bandara Halim Perdanakusumah-Pelabuhan Ratu-Bandara Halim Perdanakusumah. Kloter pertama berlangsung lancar dan selamat. Setelah melakukan penerbangan sekitar 30-35 menit, pesawat mendarat sempurna di Bandara Halim Perdanakusumah.

Pada saat giliran kloter kedua take off. Kloter kedua Superjet 100 diisi 50 orang. Sebanyak 42 orang merupakan para undangan, sedangkan delapan orang lainnya adalah awak pesawat yang di antaranya merupakan warga negara Rusia. Penerbangan kedua inilah yang bermasalah.

Hasil investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 telah diumumkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Selasa (18/12/2012). Kesimpulannya, saat itu Ketua KNKT yang dijabat Tatang Kurniadi menilai kecelakaan ini disebabkan oleh kelalaian pilot yang mengemudikan pesawat naas tersebut. Dari data investigasi KNKT didapatkan informasi mengenai tiga kesalahan fatal pilot Sukhoi SJ100 yang membawa 45 penumpang tersebut.

Baca juga: Evakuasi Terhambat Penumpang Egois, Dua Awak Kabin Sukhoi SJ100 Aeroflot Tunjukan Heroisme Sejati

Pertama, peta pada pesawat Sukhoi SJ100 tidak memuat informasi mengenai area yang dilintasi (Bogor). Kedua, dalam penerbangan tersebut, Pilot In Command (PIC) Aleksandr Yablontsev (57) bertugas sebagai pilot yang mengemudikan pesawat dan Second In Command (SIC) bertugas sebagai pilot monitoring. Di kokpit terdapat seorang wakil dari calon pembeli yang menempati tempat duduk observer (jump seat). Kesalahan ketiga adalah saat data penerbangan yang dibawa ke dalam pesawat. Hal ini membuat proses evakuasi menjadi tersendat dan keluarnya data korban yang simpang siur.

Tak Perlu Khawatir Terlambat Naik Whoosh, Ternyata Masih Bisa Reschedule, lho. Begini Caranya

Sejak mulai dioperasikan secara komersial 17 Oktober 2023 sampai September 2024, penumpang kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung sudah mencapai 5 juta orang. Moda kereta cepat ini menjadi alternatif perjalanan Jakarta-Bandung maupun sebaliknya.

Mengutip dari laman kcic.co.id, Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang (belum beroperasi), Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar. Saat ini, setiap harinya, perjalanan kereta tersebut beroperasi mulai jam 06.05 WIB dari Stasiun Tegalluar Summarecon dan 06.25 WIB dari Stasiun Halim. Kereta terakhir pukul 21.25 WIB. Kehadiran stasiun dengan aksesibilitas yang melalui intermoda andal dan perjalanan yang nyaman dan aman dapat mempermudah dan memperlancar perjalanan para penumpang dari dan menuju kereta cepat Whoosh.

Saat libur besar saja, antusias penumpang pengguna Whoosh pun meningkat. Selain cepat hanya menempuh 40 menit perjalanan, menggunakan Whoosh merasa kepuasan bagi pelanggannya hingga tiket terjual habis.

Fyi, Kereta Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia yang memberikan pengalaman modern layaknya negara-negara maju lainnya. Kereta Whoosh beroperasi untuk tujuan Jakarta ke Bandung pulang-pergi. Kereta Whoosh mempunyai susunan gerbong yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi penumpang. Terbukti bahwa tidak adanya mesin lokomotif terpisah pada gerbongnya.

 

Dengan kenyamanan untuk pelanggannya, kini Whoosh memberikan kemudahan bagi penumpang yang ingin naik kereta namun tertinggal jadwal keberangkatan atau dengan kata lain terlambat saat ingin naik kereta tersebut. Adapun Kereta cepat Whoosh mengutamakan ketepatan waktu dalam operasionalnya dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan yang mendekati 100 persen. Sehingga Kereta Cepat Whoosh tidak dapat menunggu penumpang di luar jadwal keberangkatannya.

Pengaturan operasional perjalanan kereta cepat sangat mengutamakan keselamatan dan keamanan. Jika alami ketinggalan kereta cepat, penumpang bisa lakukan reschedule 15 menit setelah keberangkatan. Namun penumpang tetap harus mengantre dengan tertib saat berada di loket.

Perubahan jadwal ke tanggal yang sama tidak akan dikenakan potongan bea. Sementara perubahan jadwal ke tanggal yang berbeda akan dikenakan potongan bea 25 persen dari harga tiket.

Dan tak perlu khawatir, masyarakat juga bisa reschedule tiket hingga lima menit sebelum keberangkatan melalui aplikasi Whoosh atau website ticket.kcic.co.id. Namun jika penumpang ingin membatalkan tiket, akan dikenakan potongan bea sebesar 25 persen dari harga tiket. Bagi yang membatalkan tiket, proses pengembalian dana akan memakan waktu selambatnya 25 hari. Sedangkan pengembalian dana untuk perubahan jadwal paling cepat 1x 24 jam.

Lagi, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Ketinggalan Kereta Gegara KA Lokal Telat: Tiket Business Class Lenyap

Tak Hanya Manusia, Berikut ini Sejumlah Kereta Api yang Pernah Berganti Nama

Nama-nama kereta api di Indonesia tentu berasal dari nama pegunungan, sungai, kerajaan, tokoh pewayangan, dan bahkan diambil dari singkatan. Tentu kalian sudah mengenal bahkan menghafal kereta api apa yang sering dinaiki dengan destinasi favorit di Jawa dan Sumatera.

Selain itu, dari asal muasal nama-nama kereta api yang disebutkan tadi, ternyata ada pergantian nama kereta yang terdahulu. Tak hanya nama orang yang berganti nama, kereta api pun berganti nama namun rutenya tak jauh berbeda. Kali ini kabarpenumpang akan merangkum daftar nama-nama kereta api yang pernah berganti nama, sebagai berikut:

1. KA Harina sebelumnya sebagai KA Mahesa
Sebagai kita tahu bahwa KA Harina saat ini melayani perjalanan dari Bandung menuju Surabaya Pasar Turi pp. KA yang digadang-gadang satu-satunya dengan rute via Semarang ini memiliki okupansi penumpang cukup ramai. Bicara soal nama kereta api terdahulunya adalah KA Mahesa, pada 1 Juli 1998, Perumka meluncurkan layanan rute KA Bandung-Semarang via Kroya-Purwokerto ( tidak melewati Cikampek).

Namun sayangnya, okupansi KA ini tidak terlalu bagus. Akibat rute yang memutar sehingga waktu perjalanannya menjadi cukup lama. Perjalanan KA Mahesa akhirnya dihapus pada tahun 2000 dan digantikan dengan KA Harina pada 20 Mei 2003 dengan rute saat ini Bandung-Surabaya Pasarturi via Semarang.

2. KA Lodaya sebelumnya sebagai KA Fajar Pajajaran dan KA Senja Mataram
KA Fajar Pajajaran dan Senja Mataram yang mulai beroperasi pada 11 Maret 1992, melayani lintas Bandung-Yogyakarta. KA Fajar Pajajaran dari Bandung memiliki waktu keberangkatan pagi. Sementara KA Senja Mataram dari Yogyakarta memiliki waktu keberangkatan malam. Pada 1 September 1992, lintas pelayanan tersebut diperpanjang hingga Solo Balapan.

Walaupun saat ini dijalankan dengan nama yang hampir sama yakni KA Mataram dan KA Fajar, namun rutenya pun berbeda yaitu Pasar Senen – Yogya/Solo via Purwokerto. Pun KA Lodaya saat ini menjadi kereta api paling digemari warga Bandung dan Yogya karena memiliki destinasi yang sama-sama berpengaruh besar dalam sektor pariwisata. Tak heran KA Lodaya yang sekarang menggunakan rangkaian New Generation semakin ramai dengan penumpangnya.

3. KA Pasundan sebelumnya sebagai KA Badrasurya
Siapa yang tak kenal dengan KA Pasundan. Ya, rangkaian kereta api dengan kursi masih sekelas ekonomi subsidi namun harga tiketnya layaknya kelas premium merupakan kereta api dengan rute Kiaracondong – Surabaya Gubeng pp. KA Pasundan ternyata sempat berganti nama pada waktu itu sebagai KA Badrasurya yang dioperasikan pada tahun 1970-an dengan rute Bandung – Surabaya.

Walaupun kelasnya tetap ekonomi, tetapi kereta api ini berangkat awal dari Stasiun Bandung. Kereta api Badrasurya berhenti beroperasi pada tahun 1997 dan diganti kereta api Pasundan hingga sekarang dengan keberangkatan awal digeser yang semula dari Stasiun Bandung pindah menuju Stasiun Kiaracondong. Walaupun dengan tarif sekelas premium, KA Pasundan masih melekat di hati penumpang sebagai perjalanan siang hari karena bisa melihat pemandangan yang menawan.

4. KA Kertajaya sebelumnya sebagai KA Gaya Baru Malam Utara
Untuk kereta api yang satu ini tentu sudah pernah mencobanya sebagai perjalanan via utara dengan rute Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi. Ya, KA Kertajaya kini merupakan rangkaian dengan badan stainless steel yang memiliki 13 kereta penumpang juga sempat berganti nama waktu itu dengan nama KA Gaya Baru Malam Utara. Sekilas mirip dengan nama kereta yang hingga saat ini masih bertugas melayani penumpang rute Pasar Senen – Surabaya Gubeng, yaitu KA Gaya Malam Selatan.

Fyi, KA Gaya Baru Malam Utara sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an. Saat itu, layanan keretanya dikenal sebagai Kilat Malam dengan rute Jakarta-Surabaya. KA Gaya Baru Malam Utara diresmikan pada tahun 1976. Pada tahun 1980-an, populeritas KA Gaya Baru Malam Utara sempat melejit dengan jumlah okupansi tembus 114 persen, sebelum akhirnya meredup pada tahun 1990-an yang akhirnya dihapus pada tahun 2002 dengan kehadiran KA Kertajaya pada tahun 1996.

5. KA Argo Bromo Anggrek sebelumnya sebagai KA Suryajaya
Inilah kereta api paling pertama yang berada diurutan nomor 1 hingga 4, apalagi kalau bukan KA Argo Bromo Anggrek. Tentu saja kereta ini tetap digemari masyarakat apalagi kecepatan kereta ini sudah diijinkan mencapai 120 km/jam. Tapi ternyata KA Argo Bromo Anggrek pernah berganti nama sebelumnya menjadibKA Suryajaya.

Fyi, Pada tahun 1995, Perumka (KAI pada saat itu), melakukan tes pasar untuk mengetahui minat masyarakat terhadap layanan kereta api, dengan kode JS950 (Jakarta-Surabaya 9 jam di HUT RI ke-50). Setelahnya, diluncurkanlah KA Suryajaya pada 1994 dengan kelas spesial eksekutif. Ternyata, respons pasar terhadap Ka Suryajaya sangat baik, dengan okupansi 95 persen sampai 100 persen. Setelah itu, pada 31 Juli 1985, diresmikan KA Argo Bromo dan layanan KA Suryajaya berhenti beroperasi pada 17 Agustus 1995.

Yuk Kenali Nama Kereta Api yang Terinspirasi dari Kerajaan-kerajaan di Indonesia