PPIH Siapkan 32 Bus Shalawat Ramah Jamaah Haji Berkursi Roda

Bus shalawat Kembali hadir untuk memudahkan mobilitas jamaah haji asal Indonesia. Untuk tahun 2025 ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan kemudahan bagi jamaah yang menggunakan kursi roda.

Di mana ada 32 bus dengan dek rendah yang akan mengantar jemput jamaah dari penginapan menuju ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Selain memudahkan jamaah calon haji (JCH) Indonesia pengguna kursi roda, ada ruang penyimpanan khusus di dalam bus untuk alat bantu.

Fasilitas ini dikatakan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama (Kemenag) Akhmad Fauzin sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam memberikan layanan haji inklusif. Bus shalawat akan beroperasi penuh selama 24 jam dan mencakup semua wilayah pemondokan JCH Indonesia.

Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

Bus dek rendah ini, dilengkapi dengan GPS dan CCTV yang bisa dimonitori oleh petugas demi menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah selama perjalanan. Bagi JCH Indonesia yang tinggal di wilayah Syisyah dan Raudhah (Makkah) akan menggunakan Terminal Syib Amir.

Sedangkan jamaah yang tinggal di wilayah Jarwal, akan menggunakan Terminal Jabal Ka’bah. Kemudian jamaah yang tinggal di wilayah Misfalah akan menggunakan Terminal Ajyad. Dalam pelaksanaannya, PPIH akan bekerja sama dengan lima perusahaan otobus dalam penyiapan layanan bus Shalawat, yaitu Abu Sarhad, Dallah, Durrat Al Munawwara, Mawakeb Al Khair, dan Rawahel Al Mashaer.

Layanan bus shalawat ini merupakan salah satu bagian dari fasilitas resmi yang telah dibayar melalui Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

“Kami mengingatkan kepada seluruh jamaah bahwa layanan ini sudah termasuk dalam biaya yang dibayarkan pada penyelenggaraan ibadah haji,” ucapnya.

Akhmad menekankan para sopir telah dibayar secara resmi, sehingga tidak ada kewajiban memberikan tip atau bentuk pungutan liar lainnya.

“Mari kita jaga kenyamanan dan ketertiban bersama selama menggunakan layanan ini dan semoga semua jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, lancar, dan penuh kekhusyukan,” tutur Akhmad Fauzin.

Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia

Hari Ini! 117 Tahun Lalu Penerbangan Perdana Pesawat Penumpang Rakitan Wright Bersaudara

Sektor kedirgantaraan global yang kini sudah serba canggih tidaklah lepas begitu saja dari peran para pendahulunya. Ya, para penggagas aviasi ini memang patut diapresiasi karena tanpa mereka, mungkin tidak akan ada pesawat yang menghiasi angkasa sekarang ini. Nah, bertepatan dengan tanggal 14 Mei yang jatuh pada hari ini, 117 tahun yang lalu (tahun 1908), salah satu penggagas hadirnya pesawat sebagai moda transportasi Wilbur Wright untuk pertama kalinya menerbangkan pesawat penumpang di langit luas. Wah, bagaimana ceritanya ya?

Baca Juga: Sarah van Deman, Penumpang Wanita Pertama dalam Sejarah Kedirgantaraan

Tentu saja, ini bukanlah penerbangan besar seperti yang ada seperti dewasa ini – melainkan hanya diisi oleh seorang penumpang yang bernama Charley Furnas. Dengan menggunakan pesawat Kitty Hawk, baik kakak dari Orville Wright dan Charley hanya melakukan penerbangan singkat. Lalu di hari yang sama pula, Charley juga diminta untuk kembali menjadi penumpang pada penerbangan yang dilakoni oleh Orville Wright.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wrightstories.com, dalam penerbangannya bersama Orville, Charley berhasil mengitari sekira 4.506 yards dalam waktu empat menit beberapa detik.

Ya, Wright bersaudara berada di dalam Kitty Hawk untuk menguji pesawat yang sudah mereka modifikasi untuk membawa pilot dan penumpang sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya oleh Angkatan Darat Amerika Serikat.

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, mengapa harus Charley yang diajak oleh Wright bersaudara dalam perjalanan perdananya ini? Sederhanya saja, jawabannya adalah karena Charley seorang mekanik yang telah mendedikasikan pengetahuan dan kepiawaiannya untuk membantu Wright bersaudara mengembangkan pesawat Kitty Hawk.

Baca Juga: Dihilangkan dari Dunia Aviasi Modern, Kira-Kira Inilah Tugas Seorang Flight Engineer

Sebenarnya, Kitty Hawk ini adalah hasil upgrade dari pesawat yang sebelumnya pernah diciptakan – adanya kontrol tegak dan bangku kedua yang ditujukan untuk tempat duduk penumpang. Ya, singkat cerita setelah Wright bersaudara sukses memperbarui pesawat yang sesuai dengan persyaratan Angkatan Darat Amerika Serikat, dan uji coba perdananya tercatat sebagai penerbangan penumpang pertama di dunia.

Sejak saat itu, inovasi demi inovasi mulai disematkan pada si burung besi dan hingga pada akhirnya bisa mencapai titik yang sudah serba canggih seperti sekarang ini.

 

Walau Sempit, Stasiun Kramat Dicap Sebagai Pemegang Sejarah Kereta Listrik di Indonesia

Bagi kalian biasa naik Kereta Rel Listrik (KRL) dengan rute Cikarang/Bekasi tujuan Kampung Bandan via Pasar Senen, tentu tahu dengan stasiun yang satu ini. Ya. Stasiun Kramat memiliki bangunan yang tak terlalu besar ini merupakan stasiun pemberhentian KRL baik dari arah Bekasi maupun Kampung Bandan.

Stasiun dengan singkatan KMT ini adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak di Jalan Percetakan Negara III, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Salemba Gang Tengah dengan ketinggian + 10 meter diatas permukaan laut.

Nah, stasiun yang berada antara petak Stasiun Pondok Jati dan Gang Sentiong ini pun juga banyak di sambangi penumpang terutama pada jam kerja, karena Stasiun Kramat bisa langsung terhubung menuju Jalan Raya Salemba dan berbagai pusat perkantoran serta pusat perbelanjaan di kawasan Kenari.

Fyi, Stasiun Kramat sempat melayani perjalanan kereta api lokal Jatiluhur dan Walahar Ekspres per tanggal 26 Oktober 2019. Untuk menunjang operasi KA lokal tersebut, serangkaian renovasi kecil-kecilan dan penataan alur penumpang sudah dilakukan.

Namun, sejak berlakunya Gapeka 2021 per 10 Februari 2021, rute KA lokal tersebut sudah tidak sampai Jakarta lagi, melainkan hanya sampai Cikarang saja.

Pada tahun 2019, Stasiun Kramat juga melayani keberangkatan Kereta Api Walahar dengan rute Tanjung Priok – Cikampek/Purwakarta. Nah, keunikan stasiun ini selain bangunannya kecil bagian peronnya pun sempit dan pendek.

Peron Stasiun Kramat hanya bisa terjangkau 6 kereta saja. Dengan tentu rangkaian ke-7 dan seterusnya tidak mendapatkan peron. Tak hanya KA Walahar, rangkaian KRL dengan stamformasi 8 kereta pun turut tidak kebagian peron. Jadi saat pintu dibuka, penumpang bisa melihat antrean kendaraan bermotor di perlintasan.

Announcer didalam kereta pun pasti menginformasikan dan menghimbau kepada penumpang untuk turun dirangkaian tengah agar bisa mendapatkan peron dan turun dengan aman.

Dari segi sejarah, Stasiun Kramat pun juga sangat melegenda. Walaupun dengan kelas yang kecil, namun dahulu stasiun ini pernah memiliki riwayat sebagai stasiun percabangan melewati Salemba yang terhubung hingga Stasiun Tanah Abang.

Stasiun Kramat sebagai si pemilik jalur akan sejarah, terlepas dari fakta bahwa yang lebih punya nilai adalah Stasiun Salemba dan industri opium di jaman Belanda. Petak antara Stasiun Kramat dan Gang Sentiong ini ternyata memegang sejarah kereta listrik di Indonesia.

Sejak trem diperkenalkan pada 1869 dan mulai menggunakan mesin uap pada 1881, jalur milik Stasiun Kramat dan Gang Sentiong sudah digunakan karena rute yang ditempuh adalah dari Pasar Ikan ke Gajah Mada, sambung Harmoni – Pasar Baru – Lapangan Banteng dan via Kramat, Salemba, dan Matraman menuju Meester Cornelis (Jatinegara). Dilansir dari laman PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Kramat termasuk 1 dari 3 titik pengisian bersama Batavia Lama dan Kampung Melayu. Namun pencarian jejak hingga kini sulit untuk ditemukan.

Jelajah Stasiun Salemba, Saksi Bisu Sentral Jalur Kereta Api di Jakarta yang Masih Berdiri Kokoh

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

Naik kereta api melintas di jalur utara pasti sudah sangat mengenali dengan stasiun yang satu ini. Ya, ini dia Stasiun Jatibarang. Berada di wilayah Indramayu, stasiun ini digadang-gadang merupakan stasiun paling besar dan aktif yang masuk wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.

Stasiun Jatibarang juga melayani berbagai kereta api dengan destinasi baik dari Jakarta maupun Surabaya dan sebaliknya. Menurut sejarah, Stasiun Jatibarang memiliki sejarah panjang dalam pembangun daerah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan jalur kereta api Cikampek menuju Cirebon.

Pembangunannya saat itu selesai dikerjakan pada 3 Juni 1912. Tujuan saat itu untuk menghubungkan jalur Staatsspoorwegen (SS) dengan jalur Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).

Kereta Api Sawunggalih melintas di Stasiun Jatibarang rute Pasarsenen – Kutoarjo

Fyi, Stasiun Jatibarang memiliki lima jalur kereta api. Awalnya jalur 2 merupakan sepur lurus, tetapi semenjak dibangunnya jalur ganda lintas Telagasari–Cirebon pada 2004–2007, jalur 2 eksisting hanya digunakan sebagai sepur lurus arah Cirebon, sedangkan jalur 3 dijadikan sepur lurus arah Cikampek. Bangunan stasiun yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen dipertahankan. Dahulu, ada sepur simpang menuju Gudang Pupuk Sriwidjaja.

Selain stasiunnya yang megah, Jatibarang juga menjadi saksi saat presiden pertama RI, Ir Soekarno, menginjakkan kaki di Indramayu. Hal itu dibuktikan dengan adanya tugu kecil dari kayu yang berada di sekitar stasiun. Tugu tersebut dikenal masyarakat sebagai Tugu Soekarno. Dilansir laman PT Kereta Api Indonesia (KAI), tugu berbahan kayu jati merupakan tempat Presiden Soekarno berpidato di depan pasukan Pembela Tanah Air (PETA). Soekarno saat itu kemudian melanjutkan perjalanan untuk menghadiri Perjanjian Linggarjati di Kabupaten Kuningan. Dalam pidatonya Soekarno pernag mengatakan bahwa Stasiun Jatibarang di Kabupaten Indramayu merupakan salah satu warisan sejarah.

Tugu yang merupakan saksi sejarah tempat Presiden Soekarno berpidato.

Saat ini area sekitar Stasiun Jatibarang ramai dengan berbagai macam pusat perbelanjaan serta kuliner dengan harga yang relatif murah. Serta adanya alun-alun di seberang stasiun, membuat kawasan tersebut semakin ramai. Tak hanya itu, bagi para masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Kota Indramayu, Stasiun Jatibarang solusinya karena dari segi transportasi cukup mudah didapat atau sekadar menggunakan transportasi online.

Dewan Penerbangan PBB Putuskan Rusia Bertanggungjawab Atas Insiden Malaysia MH17

UN Aviation Body (Dewan Penerbangan PBB) akhirnya telah mengeluarkan putusan terkait insiden pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH17, yakni Dewan Penerbangan PBB meminta pertanggungjawaban Rusia atas jatuhnya pesawat MH17. Hakim Belanda sebelumnya menghukum dua warga negara Rusia dan seorang warga negara Ukraina atas serangan tersebut.

Dewan Penerbangan PBB pada hari Senin memutuskan bahwa Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia MH17 di atas Ukraina pada tahun 2014 yang menewaskan 298 penumpang dan awak, kata pemerintah Belanda.

Dalam sebuah pernyataan, dikatakan bahwa Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) akan mempertimbangkan bentuk ganti rugi yang diperlukan dalam beberapa minggu mendatang.

Penerbangan Malaysia Airlines MH17 berangkat dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014, dan ditembak jatuh di atas Ukraina timur saat pertempuran berkecamuk antara separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina.

Pada November 2022, hakim Belanda menjatuhkan hukuman in absentia kepada dua pria Rusia dan seorang pria Ukraina atas pembunuhan atas peran mereka dalam serangan tersebut. Moskow menyebut putusan itu “memalukan” dan mengatakan tidak akan mengekstradisi warganya.

ICAO, yang berkantor pusat di Montreal, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Kasus tersebut diluncurkan pada tahun 2022 oleh Australia dan Belanda.

“Keputusan tersebut merupakan langkah penting untuk menegakkan kebenaran dan mencapai keadilan serta akuntabilitas bagi semua korban Penerbangan MH17, dan keluarga serta orang-orang terkasih mereka,” kata Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp dalam sebuah pernyataan.

“Keputusan ini juga mengirimkan pesan yang jelas kepada masyarakat internasional: negara tidak dapat melanggar hukum internasional tanpa hukuman.” Belanda dan Australia ingin Dewan ICAO memerintahkan Rusia untuk melakukan negosiasi mengenai ganti rugi, imbuhnya.

ICAO tidak memiliki kewenangan regulasi tetapi memiliki daya persuasi moral dan menetapkan standar penerbangan global yang diadopsi oleh 193 negara anggotanya.

Dari kronologi, MH17 ditembak jatuh di ketinggian sekitar 33.000 kaki oleh rudal darat-ke-udara Buk (SA-11 Gadfly) buatan Rusia. Investigasi internasional menyimpulkan bahwa sistem peluncur rudal tersebut berasal dari unit militer Rusia, meskipun Rusia membantah keterlibatan. Dari 298 orang yang tewas, 12 di antaranya berstatus warga negara Indonesia.

Jaksa Kehabisan Petunjuk, Investigasi Tragedi Malaysia Airlines MH17 Ditangguhkan

Jamnas Bis Mania Community, Pemkot Madiun Hadirkan Bus Listrik Bentuk Shinkansen

Bis Mania Community (BMC) mengadakan Jambore Nasional (Jamnas) di Kota Madiun, Jawa Timur. Ribuan pecinta bus memenuhi lokasi kegiatan di Pahlawan Business Center (PBC) pada Sabtu (10/5/2025) kemarin.

Pada Jamnas ini, dimeriahkan dengan parade bus unik serta menarik dan semakin spesial dengan kehadiran Wali Kota Madiun Dr. Maidi dan Wakil Wali Kota F. Basun Panuntun. Kehadiran Wali Kota Madiun juga memberikan satu hal positif yang menggembirakan bagi para pecinta bus.

Di mana sudah ada tempat parkir khusus bus di Taman Bantaran. Sehingga bila pengunjung yang ingin menikmati Kota Madiun dan menggunakan bus wisata, bisa di parkir di Taman Bantaran.

Yang mana kemudian, pelancong bisa menikmati keindahan Kota Madiun dengan berjalan kaki termasuk ke Pahlawan Street Center (PSC). Selain itu juga, ada miniature tembok Cina sebagai penghubung Taman Bantaran dengan PSC.

Apalagi, Kota Madiun kerap kali menjadi tuan rumah event nasional. Sehingga saat acara-acara tersebut, pelancong beserta rombongan banyak yang menggunakan bus dibandingkan kendaraan pribadi.

“Kota ini semakin hari semakin menarik. Bukti kalau semakin menarik, event-event nasional hadir di sini. Saya terima kasih sekali, bis mania sudah menggelar Jamnas di sini,” ujar wali kota.

Beberapa tahun belakangan, Madiun mengalami banyak perubahan, khususnya saat berada di Bawah kepemimpinan Maidi sebagai Wali Kota. Perubahan itu bisa dilihat dari berbagai tempat wisata menarik yang dihadirkan.

Hal ini kemudian membuat tingkat kunjungan wisatawan bertambah. Belum lagi penyelenggaraan event-event besar dan komunitas yang memilih Madiun sebagai tempat pelasanaannya.

Selain itu, ada juga bus listrik yang dibuat seperti kereta dari Jepang dan resmi diluncurkan pada Jamnas BMC di Kota Madiun.

Untuk diketahui Bis Mania Community (BMC) adalah komunitas pecinta bus di Indonesia yang terdiri dari para penggemar, pengamat, dan pengguna setia transportasi bus antarkota maupun dalam kota. Komunitas ini muncul dari kecintaan terhadap dunia transportasi darat, khususnya bus, dan telah berkembang menjadi wadah besar bagi para anggotanya untuk berbagi informasi, pengalaman, dan hobi seputar bus.

Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula

Bus Wisata Gratis Hadir Untuk Warga Cibinong

Kota dan Kabupaten Bogor, belakangan menjadi pilihan destinasi warga Jakarta dan sekitarnya untuk berlibur di hari yang cukup singkat. Banyak hal yang bisa dinikmati baik di Kota maupun Kabupaten Bogor ini.

Bukan hanya pemandangan saja, tetapi berbagai destinasi dan kuliner patut untuk dinikmati pelancong yang memiliki hari libur singkat. Pasalnya untuk menikmati Bogor tidaklah perlu mahal, karena dengan kereta commuter, setiap orang bisa tiba tanpa merogoh kocek yang dalam.

Bahkan, Bupati Bogor kini memberi kemudahan bagi para pelancong dengan menghadirkan bus wisata gratis. Bupati Bogor Rudy Susmanto baru-baru ini menyiapkan bus wisata yang bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat di sekitaran Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dia mengatakan bahwa salah satu bus milik Pemerintah Kabupaten Bogor diubah menjadi bus wisata. Hal ini karena bus tersebut belum optimal penggunaannya, sehingga diubah lebih bermanfaat.

“Kita ingin ada bus wisata yang bagus dan aman beroperasi di Kabupaten Bogor. Tentunya gratis buat masyarakat,” jalan dia.

Untuk diketahui penggunaan bus Pemkab Bogor dulunya hanya digunakan pada kegiatan Boling atau Rebo Keliling. Sehingga penggunaannya sebagai bus wisata sebagai penghemat biaya agar tidak membeli armada baru.

“Kita nggak beli baru. Tapi memanfaatkan beberapa armada yang kita miliki dan sudah jarang digunakan,” kata Rudy.

Ia pun berencana mengundang pengusaha karoseri untuk menjadikan bus itu menjadi bus tingkat. Sebelum disulap jadi bus wisata, Rudy pun sempat coba mengemudikan bus itu berkeliling komplek Pemkab Bogor.

“Saya belum pernah masuk ke bus ini sebelumnya. Nanti kita undang karoseri kemudian dibikin jadi bus tingkat,” kata Rudy.

Menurut dia, jika ada bus tingkat gratis di Kabupaten Bogor dengan rute Jalan Tegar Beriman, Tugu Pancakarsa hingga Jungleland akan semakin menggairahkan pariwisata Bumi Tegar Beriman.

“Beroperasinya di jam-jam tertentu saja terutama di malam hari, minimal menjadi sebuah destinasi wisata yang menambah keindahan Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Males Tunggu Lama Bus? Lacak Biskita TransPakuan dengan Aplikasi “Mitra Darat”

Menyusuri Kedamaian Waisak, Ziarah dan Wisata Religi ke Sumatra via Kapal Ferry Merak–Bakauheni

Libur Hari Raya Waisak tahun ini menjadi momentum istimewa bagi para umat Buddha dan pencinta perjalanan religi yang memilih menyeberangi Selat Sunda dengan kapal ferry dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni.

Tak sekadar pulang kampung atau liburan biasa, banyak di antaranya melakukan perjalanan ziarah ke vihara-vihara bersejarah di Lampung dan Sumatra Selatan, menjadikan pelayaran laut sebagai bagian dari perjalanan spiritual.

Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Sejak Jumat pagi, Pelabuhan Merak tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara para pemudik dan pelancong umum, terlihat pula rombongan umat Buddha mengenakan pakaian putih, membawa tas kecil berisi perlengkapan doa. Mereka dalam perjalanan menuju Vihara Bodhisattva di Bandar Lampung serta Vihara Vajra Bumi Sriwijaya di Palembang, dua lokasi yang sering dikunjungi untuk merayakan Waisak dengan meditasi dan puja bakti.

“Setiap tahun kami selalu ke Palembang untuk ikut perayaan Waisak di vihara utama. Tapi tahun ini kami memilih lewat jalur laut supaya perjalanannya lebih tenang dan tidak terburu-buru,” ujar Budi Santosa (45), umat Buddha asal Tangerang, yang ikut dalam rombongan ziarah bersama komunitas Dharmadipa Nusantara.

Selama perjalanan dua jam dengan ferry, suasana terasa hening namun syahdu. Di dek atas kapal, beberapa anggota rombongan duduk bersila menghadap laut, bermeditasi sambil mengatur napas. “Laut yang luas dan suara ombak membuat kita lebih mudah masuk ke suasana batin yang damai. Ini seperti meditasi berjalan, tapi di atas air,” kata Liana (29), mahasiswi Buddhis dari Serpong.

Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Petugas ASDP Merak, Rudi Hartanto, menyebutkan bahwa setiap libur Waisak memang ada peningkatan penumpang dengan tujuan wisata religi. “Mereka biasanya rombongan, dan sudah koordinasi sejak jauh hari. Kami bantu fasilitasi agar pelayaran berlangsung lancar, terutama bagi lansia atau penumpang khusus,” jelasnya.

Di dalam kapal, ruang ekonomi dan VIP dipenuhi berbagai wajah: dari anak-anak hingga orang tua, semua terlihat tenang. Di salah satu sudut, seorang biksu mengenakan jubah jingga duduk bersila sambil melantunkan mantra pelan-pelan. Beberapa penumpang lain terlihat menyimak, bahkan ikut membungkukkan kepala tanda hormat.

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni, para peziarah langsung melanjutkan perjalanan darat ke vihara tujuan. Di sepanjang rute Lampung hingga Palembang, sejumlah vihara menggelar acara puja bakti, pelepasan lampion, dan meditasi massal, menjadikan Waisak tahun ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga perjalanan batin yang bermakna.

Bagi sebagian besar penumpang, kapal ferry bukan hanya alat transportasi, tapi bagian dari pengalaman spiritual itu sendiri. Mengarungi lautan di Hari Waisak seakan memperdalam makna perjalanan menuju kedamaian, melepas ego, dan menyatu dengan alam semesta.

“Waisak adalah momen merenung tentang hidup, dan laut ini adalah cermin besar untuk itu,” ujar Budi sambil tersenyum, menatap cakrawala dari geladak kapal.

Menara Siger, Ikon Khas Lampung dan Bakauheni yang Jadi Penanda Titik Nol Kilometer Sumatera

Dua Penumpang Sakit, Kapal Pesiar Mein Schiff 6 Berlabuh di Perairan Aceh

Kapal pesiar Mein Schiff 6 terpaksa berlabuh di perairan Selat Benggala, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Hal ini karena dua penumpangnya sakit dan dievakuasi Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) pada Sabtu (10/5/2025) kemarin.

Kedua penumpang yang dievakuasi, disebutkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain adalah Herbert Ronald (86) warga negara Jerman dan Yulis (43) warga negara Rusia.

Herbert dievakuasi karena sakit hipertensi dan diabetes, sedangkan Yulia tengah hamil 15 minggu serta mengalami mimisan. Ibnu mengatakan, Mein Schiff 6 sebelum berlabuh di Perairan Benggala sedang dalam perjalanan ari Port Klang menuju Afrika.

Baca juga: MS Insignia Tiba, Tutup Rangkaian Tiga Raksasa Kapal Pesiar di Buleleng

“Kapal pesiar tersebut saat sedang dalam perjalanan dari Port Klang menuju Afrika, terdapat dua orang penumpang yang sakit. Dari hasil pemeriksaan awal oleh awak kapal diketahui korban pertama mengalami hipertensi dan diabetes serta korban kedua mengalami mimisan dalam keadaan hamil 15 Minggu, sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan,” jelasnya.

Ibnu menyebutkan, tim rescue berangkat menggunakan KN SAR Kresna menuju titik intercept. Setelah pemeriksaan oleh Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banda Aceh, dinyatakan dua penumpang tersebut bebas dari penyakit menular dan berbahaya.

Korban segera dievakuasi ke KN SAR Kresna 232 dan dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

“Setelah tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, korban dibawa ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ucapnya.

Baca juga: Pahami Lebih Dalam Perbedaan Yacht dan Kapal Pesiar, Mirip Tapi Sangat Berbeda

Untuk diketahui, Mein Schiff 6 adalah kapal pesiar mewah yang dioperasikan oleh TUI Cruises, sebuah perusahaan pelayaran yang berbasis di Jerman. Kapal ini dirancang untuk memberikan pengalaman liburan laut yang nyaman dan modern, terutama bagi penumpang dari negara-negara berbahasa Jerman.

Mein Schiff 6 biasanya melayani rute pelayaran ke Eropa, Karibia, dan Asia, tergantung musim dan permintaan. Kapal ini dikenal karena suasananya yang santai, layanan berkualitas tinggi, dan konsep “premium all-inclusive”, yang berarti banyak layanan dan makanan sudah termasuk dalam harga tiket.

Berlibur di Yatch dan Takut Bosan? Cek Yuk Tips Ini!

Hari ini 36 Tahun Lalu, Antonov An-225 Untuk Pertama Kalinya ‘Gendong’ Pesawat Ulang Alik Buran

Hari ini 36 tahun lalu, bertepatan dengan 13 Mei 1989, menjadi momen penting dalam sejarah penerbangan ketika pesawat terbesar di dunia Antonov An-225 Mriya, berhasil membawa pesawat luar angkasa Soviet Buran dalam penerbangan untuk pertama kalinya. Peristiwa luar biasa ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari An-225 yang baru dikembangkan dan menandai pencapaian signifikan dalam bidang teknik dan kolaborasi kedirgantaraan.

Baca juiga: Oleg Konstantinovich Antonov – Sosok Legendaris di Balik Nama Besar “The Mammoth” An-225

Dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Biro Desain Antonov di RSK Ukraina, Antononv An-225 dirancang dengan misi yang sangat spesifik: untuk mengangkut pesawat ruang angkasa Buran (105 ton). Kebutuhan strategis akan pesawat angkut super berat ini menginspirasi modifikasi desain An-124 yang ada menjadi An-225 dan menghasilkan spesifikasi yang tak tertandingi. Pesawat ini memiliki sistem roda pendaratan 32 roda dan badan pesawat yang diperbesar untuk menampung Buran, yang dibawa secara eksternal. Menurut sejarah Perusahaan Antonov, desain An-225 mencerminkan pencapaian luar biasa dalam hal skalabilitas dan adaptasi dalam teknik dirgantara.

An-225 Mriya, dinamai berdasarkan kata dalam bahasa Ukraina yang berarti ‘mimpi’, menonjol karena panjangnya yang mengesankan yaitu 84 meter dan lebar sayap 88,4 meter. Ditenagai oleh enam mesin turbofan, pesawat ini memiliki berat lepas landas maksimum sebesar 640 ton – yang merupakan bobot tertinggi dari semua pesawat dalam layanan operasional.

Sesuai spesifikasi yang tercantum dalam rilis resmi Antonov, An-225 memegang rekor lebar sayap terbesar di antara pesawat mana pun, dan kompartemen kargonya bervolume 1.300 meter kubik. Antonov An-225 adalah sebuah keajaiban teknik, dan desainnya sendiri mencakup konfigurasi ekor ganda untuk mengakomodasi rentang sayap Buran dan permukaan kendali selama operasi penerbangan terintegrasi.

Pada hari bersejarah tanggal 13 Mei 1989, Antonov An-225 lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan dengan pesawat ruang angkasa Buran terpasang erat di punggungnya. Penerbangan ini lebih dari sekedar demonstrasi kemampuan pesawat; itu juga merupakan ujian signifikan bagi logistik dan teknik kedirgantaraan.

Hal ini penting untuk menunjukkan kapasitas angkat pesawat serta untuk membuktikan kemampuannya terbang mulus dengan perubahan aerodinamis yang signifikan. Penerbangan itu sendiri berlangsung lebih dari dua jam, memberikan data penting mengenai kinerja pesawat dalam kondisi penerbangan yang tidak konvensional.

Uji terbang yang sukses ini merupakan demonstrasi kecerdikan Soviet di puncak perlombaan luar angkasa. Sebagaimana dirinci dalam laporan Popular Mechanics, peristiwa tersebut dipandang sebagai momen penting dalam Perang Dingin, yang menunjukkan kehebatan teknologi industri kedirgantaraan Soviet kepada dunia.

Sepanjang masa pakainya, An-225 telah memecahkan lebih dari 240 rekor dunia, termasuk untuk mengangkut barang kargo terberat – generator seberat 247 ton – dan untuk membawa barang terbesar yang pernah ada, sebagaimana dicatat oleh Guinness World Records. Pencapaian ini menggarisbawahi kontribusi penting An-225 terhadap teknologi kedirgantaraan dan kemampuannya yang tak tertandingi dalam transportasi angkutan berat.

(Video) Pertama Kalinya, Pesawat Ulang-Alik Buran Meluncur dari ‘Punggung’ Replika Antonov An-225 Mriya