Jelajah Stasiun Salemba, Saksi Bisu Sentral Jalur Kereta Api di Jakarta yang Masih Berdiri Kokoh

Menjelajahi Kota Jakarta khususnya di kawasan Salemba membuat daerah ini menjadi kawasan sejarah pada perkeretaapian sejak jaman Kolonial Belanda. Ya, ditengah pemukiman warga di kawasan masih terdapat bangunan stasiun yang merupakan saksi bisu jalur kereta api percabangan menuju Tanah Abang.

Berlokasi di Jalan Kenari II, Kec. Senen, Jakarta Pusat dan dekat dengan Museum MH Tamrin, Stasiun Salemba inilah yang masih berdiri dan dijadikan sebagai pemukiman warga.

Stasiun Salemba sendiri berada di jalur kereta api Tanah Abang – Kramat milik NIS, yang menjadi penghubung utama antara jalur Batavia Noord – Buitenzorg milik NIS dengan jalur Batavia Zuid – Bekasi dan lingkar barat Batavia milik SS.

Jika dilihat sekilas, bangunan stasiun lama tampak menyatu dengan bangunan permanen di seberangnya, sehingga tampilan bangunan stasiun Salemba nyaris tak bisa dikenali. Di depan rumah juga banyak terdapat pepohonan dengan dahan dan dedaunan besar yang membuat rumah tertutup.

Banyak bangunan permanen yang digunakan sebagai tempat tinggal dan tempat usaha, seperti tempat makan dan katering. Namun jika dilihat ke depan, bangunan berumur pendek tersebut terbuat dari triplek atau kayu, sedangkan Stasiun Salemba dibangun dengan dinding beton putih. Adapun lebar jalan/gang di bagian depan stasiun cukup kecil menandakan bahwa jalan tersebut dulunya merupakan rel kereta api.

Bangunan jembatan bekas jalur kereta api di Salemba. Kini digunakan sebagai jembatan penyeberangan warga. (Foto: Dok. Istimewa)

Menurut situs resmi KAI, perusahaan kereta api pemerintah kolonial Belanda Staatssporwegen (SS) membangun stasiun Salemba antara tahun 1896 hingga 1905. Saat itu, stasiun kereta api ini menghubungkan bagian barat dan timur kota Batavia (sekarang Jakarta).

Stasiun Salemba yang berada di pusat kota Jakarta (dulu bernama Batavia) saat itu berperan penting sebagai stasiun kereta api dan pusat stasiun. Dari Stasiun Salemba di sebelah timur, ada jalur cabang menuju Jakarta melalui Pasar Senen atau ke Jatinegara-Bekasi. Di sebelah barat ada cabang di Jakarta atau Bogor. Sedangkan lurus terus ke barat, jalan bercabang ke Tanah Abang dan Ayer-Banten.

Stasiun Salemba masih beroperasi hingga tahun 1981 untuk melayani kereta api angkutan opium menyusuri jalur cabang Pegangsaan – Salemba – Pabrik Opium. Stasiun ini pun baru ditutup total pada 2 September 1981 karena pabrik opium berhenti beroperasi. Pabrik opium yang telah ditutup itu kini menjadi bagian dari komplek Pascasarjana Universitas Indonesia.

Sebagai informasi jejak peninggalan area Stasiun Salemba kini hanyalah bangunan stasiunnya saja. Selain bangunan stasiun, ada pula bangunan yang masih terlihat hingga kini adalah pondasi jembatan bekas jalur kereta api yang saat ini digunakan sebagai jembatan penyeberangan antar warga.

Okupansi Minim dan Terlalu Dekat dengan Stasiun Manggarai, Stasiun Mampang Nonaktif Secara Permanen

Pelabuhan Labuan Bajo Masuk Proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Pelabuhan Labuan Bajo, yang terletak di ujung barat Pulau Flores, terus menunjukkan geliat sebagai salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia Timur. Sebagai pintu gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, pelabuhan ini memainkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Setiap harinya, Pelabuhan Labuan Bajo melayani kapal penumpang milik PT Pelni, kapal barang, hingga kapal wisata dan liveaboard yang membawa pelancong domestik dan mancanegara menjelajahi pulau-pulau eksotis di kawasan Komodo. Aktivitas ini membuat pelabuhan tersebut menjadi simpul vital dalam konektivitas maritim Nusa Tenggara Timur.

Bahkan arus penumpang dan logistik di Pelabuhan Labuan Bajo menunjukkan potensi luar biasa. Ini kemudian memuat pihak pelabuhan terus melakukan pembenahan baik dari bongkar muat maupun penumpang.

Pemerintah pusat pun melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menjadikan pelabuhan ini bagian dari proyek strategis nasional. Karena adanya pengembangan Labuan Bajo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Sehingga fasilitas pelabuhan diperluas dan modernisasi sistem pelayanan terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa. Selain menjadi jalur utama bagi kapal Pelni, pelabuhan ini juga menjadi lokasi bersandarnya kapal pinisi dan kapal wisata mewah yang membawa pelancong menuju Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan pantai-pantai indah seperti Pink Beach.

Hal ini semakin memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia. Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan yang terus berkembang, Labuan Bajo diproyeksikan akan semakin bersinar sebagai ikon pariwisata maritim Indonesia.

Untuk diketahui, lokasi pelabuhan ini cukup strategis karena dekat pusat kota memudahkan akses ke bandara Komodo, terminal darat, hotel, dan pusat kuliner, menjadikannya simpul transportasi terpadu di Labuan Bajo. Selain pariwisata, pelabuhan juga menjadi jalur masuk distribusi barang dan logistik ke Manggarai Barat.

Ini mendukung aktivitas ekonomi lokal, termasuk perdagangan bahan pokok, hasil pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan. Pelabuhan Labuan Bajo bukan hanya infrastruktur logistik, melainkan wajah utama Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium.

PT ASDP Mulai Bangun Fasilitas Pariwisata di Labuan Bajo

Luncurkan Angkutan Sekolah Gratis, Bolmong dan Aceh Jaya: Ringankan Beban Orang Tua

Bus sekolah kini menjadi daya tarik sendiri bagi Pemerintah Provinsi, Kota maupun Kabupaten untuk mengembangkannya. Terlihat beberapa daerah di Indonesia mulai meluncurkan bus sekolah gratis untuk para pelajar.

Seperti Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara meluncurkan program “Bus Sekolah Gratis” yang beroperasi untuk mengangkut anak sekolah dari SD, SMP, hingga SMA di Kecamatan Lolak.

Program bus gratis tersebut adalah terobosan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Doni Lumenta. Yang mana keduanya ingin meringankan orang tua dalam transportasi para pelajar.

Bus sekolah gratis ini mulai beroperasi sejak 21 April 2025 kemarin dan rute yang dilalui yakni Sauk Baturapa-Simpang Empat Pinogaluman – Dulangon-Mongkoinit-Lolak. Jadwal operasional bus sekolah, jemput pukul 06.30 pagi dan jam antar/pulang 14.30 sampai 15.00 sore (disesuaikan dengan jam pulang sekolah).

Bupati Yusra Alhabsyi menyampaikan program Bus adalah bagian dari janji kampanye Yusradon untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Bus sekolah gratis ini juga merupakan aspirasi masyarakat untuk memastikan anak-anak dapat bersekolah dengan aman dan nyaman.

“Kami berharap agar fasilitas ini bisa digunakan, dan jika kapasitas tidak cukup dari satu bus ini, kita akan tambah lagi agar yang ada di wilayah Pangi, Sauk, Baturapa, dan sekitarnya dapat difasilitasi,”ungkapnya.

Bukan hanya Kabupaten Bolmong, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya pun meluncurkan program Transportasi Angkutan Sekolah Gratis (TASIGRA) untuk seluruh siswa di daerah tersebut. Peluncuran angkutan sekolah gratis tersebut setelah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat (2/5/2025) kemarin.

Program ini merupakan bagian upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan dan meringankan beban orang tua para pelajar. Melalui program ini, Bupati Aceh Jaya Safwandi berharap semua siswa di Aceh Jaya bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa biaya dan dalam kondisi aman.

Harapan lainnya adalah, program TASIGRA ini akan mencakup seluruh wilayah Kabupaten Aceh Jaya untuk memundahkan transportasi par pelajar. Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan dan Pertanahan Aceh Jaya, Masri, menyebut program TASIGRA langkah penting dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih inklusif dan efisien bagi generasi muda.

“Dengan adanya layanan bus gratis ini, kami berharap dapat meringankan beban ekonomi orang tua, mengurangi keterlambatan, dan meningkatkan keselamatan siswa,” ujarnya.

Tambah Armada, Bus Sekolah di Tangsel Layani Siswa Kebutuhan Khusus

Yuk Kenali Nama Kereta Api yang Terinspirasi dari Kerajaan-kerajaan di Indonesia

Banyaknya kereta api yang melintas di jalur Jawa dan Sumatera tentunya membuat perjalanan semakin mudah, praktis, dan efisien. Tak hanya mengingat rute dan jam keberangkatannya saja, namun dari segi nama-nama kereta api yang sudah melekat di masyarakat menjadi semakin mudah untuk diingat bahkan menjadi kereta paling favorit untuk destinasi ke berbagai kota yang dikunjungi.

Ya, nama-nama kereta api inilah yang membuat masyarakat sangat mudah diingat karena diambil dari beberapa nama pegunungan, sungai bahkan kerajaan yang ada di Nusantara. Dalam penamaan kereta api biasanya disesuaikan pada wilayah ataupun rute yang dilewati. Nah, yang akan kita bahas kali ini adalah nama kereta api yang diambil dari nama kerajaan-kerajaan di Indonesia. Bahkan nama tersebut sudah sangat melekat turun temurun, lho. Fyi, penggunaan nama-nama kerajaan ini dimaksudkan agar dapat mengingat kembali masa-masa kejayaan dan memperkuat identitas budaya Indonesia. Yuk kita simak rangkumannya berikut ini:

1. Kereta Api Kahuripan
Melayani rute Kiaracondong – Blitar pp., KA Kahuripan merupakan kelas ekonomi yang bertarif paling murah alias masih menggunakan tarif subsidi. Nama “Kahuripan” diambil dari nama suatu kerajaan di Jawa Timur, Kerajaan Kahuripan, yang didirikan oleh Airlangga pada 1009—dibangun sebagai kelanjutan dari Kerajaan Medang yang runtuh pada 1006.

Kereta Api Ini Paling Diminati Masyarakat ke Berbagai Kota di Pulau Jawa. Kira-kira Apa Saja?

2. KA Singasari
Nama “Singasari” sendiri berasal dari nama kerajaan Siwa buddha di provinsi Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok bernama Kerajaan Singasari pada tahun 1222. Selain itu nama Singasari diambil dari kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, yakni Kecamatan Singasari. Kereta api Singasari merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi milik Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani relasi Blitar–Pasar Senen melalui lintas tengah Jawa (via Cirebon–Lempuyangan).

3. KA Majapahit
Majapahit salah satu kerajaan paling terkenal di Indonesia yang berdiri pada akhir abad ke-13. Kerajaan ini bercorak Hindu-Budha di Jawa Timur dan memiliki masa kejayaan pada abad ke-14. Nama Majapahit digunakan sebagai nama kereta api yang memiliki rute Pasar Senen-Malang.

4. KA Mataram
Nama Mataram diambil dari nama kesultanan abad ke-16 yang memiliki wilayah kekuasaan di daerah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sebagian besar Jawa Timur, dan Jawa Barat yaitu Kesultanan Mataram. Kereta api Mataram merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) yang melayani relasi Solo Balapan–Pasar Senen melalui lintas tengah Jawa (via Cirebon–Purwokerto).

5. KA Blambangan Ekspres
Dengan jarak tempuh sepanjang 1,031 km dan waktu tempuh selama rata-rata 16 jam 30 menit, kereta api ini merupakan kereta api penumpang antarkota dengan jarak tempuh terpanjang sekaligus waktu tempuh terlama di Indonesia. Sebelumnya, rekor jarak tempuh dipegang oleh kereta api Pandalungan yang menghubungkan Jakarta Gambir dengan Jember dengan jarak 919 km. Blambangan adalah nama kerajaan bercorak Hindu-Budha terakhir di Pulau Jawa. Kerajaan ini berada di Banyuwangi yang berdiri pada era Kerajaan Majapahit sampai abad ke-18.

Mau Naik KA New Generation yang Semakin Nyaman? Berikut Ini Daftarnya

Stasiun Karet Kok Belum Ditutup? Ternyata Ini Alasannya

Stasiun Karet merupakan stasiun kereta api kelas III atau kecil yang terletak di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +11 meter ini hanya melayani Commuter Line Cikarang. Sedikit sejarah dioperasikannya Stasiun Karet yang dibuka pada 1 Agustus 1922, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Tanah Abang–Manggarai yang menggantikan jalur kereta api Lintas Salemba yang terdampak oleh perubahan tata kota Batavia.

Stasiun Karet dibangun bersamaan dengan Stasiun Mampang. Sehubungan dengan rencana pengoperasian layanan KRL Lin Lingkar Jakarta, elektrifikasi jalur serta renovasi dilakukan pada stasiun yang berada di jalur kereta api lingkar Jakarta. Proses tersebut selesai dilaksanakan tahun 1987, pada tahun yang sama layanan Lingkar Jakarta resmi dioperasikan.

Pada tahun 2025 seiring dengan banyaknya informasi mengenai akan ditutupnya Stasiun Karet pun ramai diperbincangkan di media sosial dan berita nasional. Meskipun rencana ini masih dalam proses kajian, penumpang pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) masih dapat berhenti dan turun di Stasiun Karet hingga kini.

Kabar bahwa rencana penutupan Stasiun Karet ini merupakan jalan penghubung atau terintegrasi menuju Stasiun BNI City. Rencana pengintegrasian Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, sebagai bagian dari rencana peningkatan layanan kepada penumpang, masih dalam proses kajian, serta membutuhkan pembahasan mendalam dengan regulator dan berbagai pihak terkait.

KAI Commuter menjelaskan bahwa rencana pengintegrasian ini sebenarnya mempertimbangkan faktor keselamatan disamping bertujuan untuk memangkas waktu tempuh kereta Commuter Line Basoetta dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan pemangkasan waktu tempuh dari yang sebelumnya mendekati 1 jam menjadi sekitar 40 menit, diharapkan kedepannya Commuter Line Basoetta dapat meningkatkan kapasitas angkut penumpang.

Namun alasan lainnya mengatakan bahwa Stasiun Karet bakal ditutup karena jarak dari stasiun ini ke Stasiun BNI City cukup dekat, sehingga dinilai tidak efektif. Selain itu, penutupan juga dilakukan demi keselamatan penumpang.

Berdasarkan data KAI yang dikutip dari laman CNBC Indonesia bahwa dalam satu jam pengguna Commuter Line yang masuk ke stasiun mencapai hampir 2 ribu penumpang, dengan waktu tunggu pemberangkatan selama 10 menit. Hal itu tentunya membutuhkan kapasitas ruang tunggu sebanyak 330 orang.

Fyi, saat ini hall Stasiun Karet hanya dapat menampung sekitar 150 orang, sehingga lebih beresiko terhadap keselamatan pengguna. Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan.

Inilah Penampakan Gate di Stasiun BNI City Sudirman Diduga untuk Commuter Line. Nasib Stasiun Sudirman dan Karet, Gimana?

Hari Ini 14 Tahun Lalu, Xian MA60 Merpati Nusantara Airlines Jatuh di Kaimana, Tewaskan 25 Orang di Dalamnya

Hari ini 14 tahun lalu, bertepatan dengan tanggal 7 Mei 2011, dikenal sebagai sejarah kelam dalam dunia dirgantara Indonesia, yakni terjadi kecelakaan yang menimpa pesawat angkut komuter turboprop Xian MA60 milik Merpati Nusantara Airlines (MNA) di Bandara Kaimana (KNG), Papua Barat, yang menewaskan 25 orang di dalamnya.

Kronlogi kecelakaan tersebut dimulai saat pesawat lepas landas dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, menuju Bandara Utarom, Kaimana, dengan 21 penumpang dan 4 awak. Saat mendekati Kaimana sekitar pukul 14.00 WIT, cuaca memburuk dengan hujan deras dan awan rendah.

Merespon cuaca buruk, pilot mencoba melakukan pendaratan dengan pendekatan visual (VFR) meskipun jarak pandang terbatas dan bandara hanya memiliki fasilitas navigasi minimal. Ketika mendekati landasan, pesawat mengarah terlalu rendah, tidak sejajar dengan landasan, dan akhirnya menabrak laut sekitar 500 meter sebelum runway.

Tidak ada tanda-tanda kerusakan mesin atau ledakan sebelum tabrakan; pesawat langsung pecah dan tenggelam ke laut sedalam 15 meter. Seluruh penumpang dan awak meninggal dunia. Beberapa jasad ditemukan terikat dengan sabuk pengaman, menunjukkan dampak langsung benturan.

Dari hasil investigasi, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menyimpulkan adanya kesalahan manusia (pilot error), yang memaksa pendaratan visual dalam kondisi cuaca ekstrem. Kemudian terbukti kurangnya pelatihan dan familiarisasi kru dengan sistem avionik MA60. Selain itu ada faktor pendukung musibah, yaitu minimnya fasilitas navigasi di Bandara Kaimana, tidak adanya sistem pendaratan instrumen (ILS) di bandara dan cuaca buruk tidak direspons dengan pengalihan ke bandara alternatif (divert).

KNKT menyimpulkan bahwa pilot seharusnya membatalkan pendaratan dan kembali ke bandara asal atau alternatif.

Pasca musibah MA60, Merpati Nusantara Airlines semakin terpuruk dan akhirnya dihentikan operasinya pada 2014 karena berbagai masalah keuangan dan kepercayaan publik. Pemerintah Indonesia sempat menangguhkan pengoperasian MA60 di maskapai lain untuk evaluasi teknis.

Xian MA60 – Dicap Sebagai Pesawat Gagal Tapi Masih Dioperasikan oleh Lima Maskapai

Transjabodetabek Layani Alam Sutera-Blok M, Transjakarta Layani Depok-Jakarta

Transjabodetabek rute S61 Alam Sutera-Blok M diluncurkan Pemerintah Provinsi DKI Bersama Pemerintah Pronvisi Banten beberapa minggu yang lalu. Kehadiran Transjabodetak S61 tersebut karena kepadatan masyarakat yang cukup tinggi untuk aktivitas kerja setiap hari.

Perjalanan Panjang 59,7 km dari Alam Sutera menuju Blok M ini melintasi 26 halte. Saat uji coba pertama kali dengan lalu lintas yang padat, perjalanan antarprovinsi ini menempuh waktu sekitar 95 menit.

Untuk rute tersebut, akan ada 24 armada bus yang melayani dan interval kedatangan setiap 20 menit. Kehadiran rute ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di jalan tol dan minat masyarakat yang tinggi akan penggunaan transportasi umum.

“Untuk Alam Sutera-Blok M ini yang pertama (diluncurkan) karena memang kepadatannya cukup tinggi. Maka nanti dalam kesehariannya, setiap hari akan ada 24 bus yang melayani,” kata Gubernur DKI Pramono.

Tarif Transjabodetabek Alam Sutera-Blok M ini adalah Rp3500 dan sudah terintegrasi. Tak hanya Transjabodetabek Alam Sutera-Blok M, baru-baru ini, Transjakarta juga hadir di kota Depok, Jawa Barat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mengumumkan ada dua rute dari tiga rute Transjakarta yang disetujui. Rute tersebut yakni Terminal Saawangan-Lebak Bulus PP dan Terminal Margonda ke Terminal Rambutan PP.

Uji coba kedua rute ini sendiri sudah dilakukan sejak 24 April 2025 kemarin. Oleh karena itu, bila masyarakat kebetulan melihat bus Transjakarta ada di Depok, baik secara langsung maupun dari media sosial, itu baru tahap uji coba dan belum diperuntukkan bagi umum.

Sebelumnya, selain KRL Commuterline, sudah ada layanan bus JRC (Jabodetabek Residence Connexion) yang menyambungkan Depok dengan Jakarta. “Rute ini akan beroperasi sesuai jam bus Transjakarta, bukan seperti JRC yang mencakup jam pagi dan malam saja. Kami akan terus memantau di lapangan untuk memastikan kelancaran operasionalnya,” kata Kepala Dishub Kota Depok, Zamrowi,

Dengan disetujuinya dua rute bus Transjakarta di Depok, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga Depok yang akan menuju Jakarta atau sebaliknya. Selain itu, diharapkan pula dapat mengurangi kemacetan di beberapa titik.

“Masuknya Transjakarta ke Depok merupakan langkah besar untuk meningkatkan integrasi transportasi antara Depok dan Jakarta,” kata Zamrowi.

Zamrowi juga berharap adanya layanan kendaraan umum ini dapat mendukung mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat.

“Sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi,” katanya.

D’Masiv Jadi Nama Halte Transjakarta Petukangan

Pendapatan Charter Tumbuh 92%, Kinerja Komersial Garuda Indonesia Menguat di Q1 2025

Meski tengah mengalami penurunan jumlah armada pesawat,  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara konsolidasi mencatatkan penguatan kinerja komersial yang tumbuh positif sepanjang kuartal I 2025. Hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan pendapatan dari segmen penerbangan tidak berjadwal (charter) yang meningkat sebesar 92,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan positif ini terutama ditopang oleh peningkatan trafik pada pasar charter umrah. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan strategi Garuda Indonesia tahun ini untuk makin mengoptimalkan perjalanan umrah, serta didukung oleh pemulihan bisnis penerbangan global.

Adapun pendapatan pangsa pasar charter (penerbangan tidak berjadwal) Garuda Indonesia pada kuartal 1-2025 tercatat sebesar US$37.958.218. Pertumbuhan tersebut ditunjang oleh pencatatan trafik penumpang charter selama kuartal 1-2025 sebesar 24.618 penumpang tumbuh 104% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut turut terefleksikan melalui sedikitnya 69 penerbangan yang utamanya turut dikontribusikan oleh penumpang charter umrah.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi sinyal positif atas keberlanjutan proses pemulihan dan transformasi bisnis yang tengah dijalankan perseroan.

“Penguatan kinerja charter ini menjadi fondasi penting dalam strategi diversifikasi pendapatan kami. Permintaan yang meningkat, khususnya pada segmen umrah dan perjalanan grup, turut memperkuat posisi Garuda sebagai penyedia layanan penerbangan yang adaptif terhadap dinamika pasar,” jelas Wamildan.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional konsolidasian per 31 Maret 2025 tercatat sebesar US$723,56 juta, meningkat 1,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain pertumbuhan dari charter, pendapatan ini juga ditopang oleh peningkatan volume penumpang dan kargo.

Sepanjang Januari hingga Maret 2025, Garuda Indonesia Group mengangkut 5,12 juta penumpang, terdiri dari 2,64 juta penumpang Garuda Indonesia dan 2,48 juta penumpang Citilink. Tingkat keterisian kursi (seat load factor) tercatat sebesar 78,8%, naik 5% dibandingkan kuartal I 2024.

Di sektor kargo, volume angkutan meningkat 5% menjadi 58.145 ton, yang terdiri dari 34.715 ton oleh Garuda Indonesia dan 23.430 ton oleh Citilink. Kinerja ini memperlihatkan akselerasi pemulihan bertahap pada lini bisnis kargo yang sempat mengalami perlambatan pasca pandemi.

Sementara, rata-rata ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance/ OTP) Garuda Indonesia secara grup selama kuartal pertama mencapai 88,19%, menjadikannya salah satu maskapai dengan performa ketepatan waktu terbaik di kawasan regional.

Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$162,27 juta, meningkat 87,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dan penguatan likuiditas perusahaan.

Oleh karena berbagai kinerja baik tersebut, perusahaan mampu menekan kerugian bersih secara signifikan yaitu sebanyak 12,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau dari US$86,82 juta di kuartal I 2024, menjadi US$75,93 juta di kuartal I 2025. Nilai rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban keuangan sebesar US$124,57 juta yang antara lain merupakan komitmen restrukturisasi pembiayaan, sebagai bagian dari strategi turnaround jangka panjang.

Water Taxi Direncanakan Urai Kemacetan Bali

Transportasi air bukan hanya kapal ferry atau kapal penumpang besat seperti biasa. Tetapi ada juga taksi air atau water taxi yang digunakan untuk mengatasi kemacetan.

Di Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) saat ini tengah menyusun rencana pengoperasian transportasi berbasis air atau water taxi. Hal ini karena Bali sering kali macet dan membuat perjalanan menjadi lebih lama dengan tujuan yang dekat.

Sehingga bisa dikatakan, water taxi menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi kemacetan dan menjadi alterlatif bagi masyaraka serta pelancong terkhususnya di Bali Selatan yang menjadi pusat aktivitas pariwisata.

Rencan menghadirkan water taxi, Gubernur Bali Wayan Koster telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Yang mana, Kemenhub siap untuk mendukung penyediaan dan pengoperasian water taxi itu.

Layanan water taxi sendiri akan berfokus pada rute Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju ke Kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Kehadiran water taxi juga menjadi harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan opsi yang lebih banyak dalam menentukan perjalanan mereka baik melalui jalur darat maupun air.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Pariwisata Widiyanthi Putri Wardhana guna membahas berbagai langkah kolaboratif dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di destinasi wisata unggulan.

Fokus utama pembahasan adalah pengembangan transportasi berbasis air untuk meningkatkan mobilitas pelancong serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Tak hanya itu, pemerintah menilai dengan kehadiran water taxi bisa berkontribusi signifikan mengurangi Waktu tempuh dari bandara menuju sejumlah destinasi wiasata utama di Bali seperti Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, dan Uluwatu.

Water taxi ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas darat seperti yang selama ini menjadi permasalahan di Bali. Dirangkum dari bebagai laman sumer, sebagai langkah awal dalam implementasi proyek ini, telah dilakukan uji coba menggunakan jukung atau perahu tradisional untuk mengukur efisiensi layanan.

Dari hasil uji coba, diketahui bahwa perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Uluwatu dapat ditempuh dalam waktu sekitar 35 hingga 40 menit menggunakan perahu tradisional. Sementara itu, dengan penerapan water taxi yang lebih modern dan bertenaga, waktu tempuh diharapkan dapat dipersingkat menjadi sekitar 25 hingga 30 menit.

Selain pengoperasian water taxi, pemerintah juga tengah mengeksplorasi opsi lain untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di destinasi wisata utama, termasuk rencana pengoperasian seaplane di beberapa lokasi strategis seperti Bali, Labuan Bajo, dan Sumba. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat akses ke destinasi wisata prioritas serta mendukung pertumbuhan industri pariwisata berbasis kelautan atau marine tourism di Indonesia.

Taksi Air Jadi Salah Satu Solusi Transportasi Bagi Warga Kerala di India

Menakjubkan! Jalur Kereta Api Pasuruan – Banyuwangi Miliki Pemandangan yang Mempesona

Jika kita naik kereta api tentu saja yang terlihat di sepanjang perjalanan adalah pemandangan yang menawan. Saat diperjalanan tak hanya stasiun dengan bangunan yang bersejarah, namun memiliki panorama yang sangat indah dan luar biasa. Melewati jembatan dan terowongan tentu menjadi kebanggaan tersendiri saat melewatinya. Melintas diatas jembatan dengan jurang dibawahnya bak melayang dan masuk terowongan bak tertelan oleh bumi menjadikan sensasi yang menjadi nilai lebih saat bertransportasi berbasis rel ini.

Ada beberapa pemandangan indah yang dilewati saat naik kereta api. Pemandangan tersebut ada pada wilayah Jawa Barat seperti Bandung dan Garut, Jawa Tengah di kawasan Banyumas dan Jawa Timur di kawasan Jember dan Pasuruan. Namun, selain dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, jalur kereta api di wilayah Pulau Jawa bagian timur ini pun tak kalah menawan. Dari para penggemar kereta api ini pun selalu dibanjiri di media sosial mereka mengenai pemandangan indah lengkap dengan kereta api yang melintas khususnya jalur Pasuruan, Jember bahkan hingga Banyuwangi.

Enam Kereta dengan Perjalanan Paling Romantis Bersama Pasangan

Panorama pegunungan tersaji di sepanjang perjalanan kereta api yang melintasi lima kabupaten dan kota ini dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Jalur berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember ini menawarkan panorama pegunungan tersaji di sepanjang perjalanan yang melintasi lima kabupaten dan kota ini, diantaranya: Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Tercatat ada sebanyak 24 perjalanan kereta api setiap harinya, melayani berbagai tujuan mulai dari lokal hingga antarkota, dengan rute yang membentang dari Stasiun Pasuruan hingga ujung timur di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.

Pemandangan yang ditawarkan sepanjang lintasan Daop 9 begitu memanjakan mata. Dari pegunungan yang menjulang seperti Gunung Arjuno, Gunung Semeru, serta Gunung Ijen, hingga hamparan sawah, sungai, dan kawasan perbukitan yang menyejukkan.

Untuk menjelajahi surga alam di wilayah Daop 9 Jember, para penumpang dapat memilih berbagai layanan kereta api yang siap mengantar mereka dari berbagai kota besar. Beberapa pilihan kereta yang melayani rute ke dan dari wilayah Daop 9 antara lain:
• KA Mutiara Timur Rute Ketapang – Surabaya Pasarturi pp.
• KA Blambangan Ekspres Rute Ketapang – Pasarsenen pp.
• KA Pandalungan Rute Jember – Gambir pp.
• KA Ijen Ekspres Rute Ketapang – Malang pp.
• KA Wijayakusuma Rute Ketapang – Cilacap pp.
• KA Ranggajati Rute Jember – Cirebon pp.
• KA Logawa Rute Ketapang – Purwokerto pp.
• KA Probowangi Rute Ketapang – Surabaya Gubeng pp.
• KA Tawang Alun Rute Ketapang – Malang pp.
• KA Sritanjung Rute Ketapang – Lempuyangan pp.

Menikmati Pemandangan Jalur Timur dengan Kereta Panoramic, Catat Jadwal dan Harga Tiketnya