Drama Terjebak Macet Hingga Ancaman Nyawa di Perlintasan Pondok Jati, Solusinya?

Berbagai kronologi maupun kejadian yang dialami di perlintasan Pondok Jati, Matraman, Jakarta Tmur, sudah santer di telinga masyarakat. Mulai dari kemacetan yang sering terjadi, hingga kecelakaan yang menimpa pengendara kendaraan bermotor akibat kelalaian pun pernah dialami.

Berbagai insiden kerap kali terjadi di perlintasan ini bahkan hingga jatuh korban. Seperti halnya kejadian Februari 2025 lalu, yaitu insiden KA 302 relasi Kampung Bandan-Malang yang tertemper (tertabrak) mobil boks bermuatan tabung gas, terjadi di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) jalur hulu lintas Jatinegara-Pasar Senen. Mobil boks tersebut diduga menerobos palang pintu perlintasan kereta api, sehingga menyebabkan korban jiwa. Atas kejadian tersebut, KAI Daop 1 menuntut ganti rugi.

Banyaknya kejadian yang dialami di perlintasan hingga pihak dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghitung kerugian yang dialami akibat ketidakdisiplinan pengendara yang menerobos palang pintu.

Selain perjalanan kereta api yang ramai, arus lalu lintas yang tiap kali padat membuat perjalanan kereta api sempat terhambat. Tak hanya itu, setiap harinya, perlintasan ini menjadi simpul kemacetan yang kerap membahayakan para pengendara yang melintas. Sempitnya ruas jalan dan kurangnya petugas di pintu perlintasan kerap menimbulkan titik kemacetan panjang.

Kemacetan sering kali dialami di kawasan Perlintasan 46 Pondok Jati. (Foto: Dok. Istimewa)

Kemacetan terus terjadi mulai pagi hingga sore hari di sekitar kawasan tersebut. Terlebih, kemacetan parah terjadi pada jam sibuk kerja maupun jam sekolah. Kawasan ini terlihat semrawut karena sejumlah kendaraan melintas bersamaan dari dua sisi berbeda. Bahkan, ketika palang pintu kereta sudah tertutup, ternyata masih terdapat motor dan mobil yang terjebak macet di tengah rel kereta api perlintasan Pondok Jati. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan masyarakat pengguna jalan.

Beberapa saksi dari masyarakat sendiri mengenai perlintasan Pondok Jati ini pun turut berkomentar. Sebelumnya, bahwa perlintasan Pondok Jati ini awalnya tidak terlalu macet dan beroperasi normal. Hal itu dikarenakan adanya perlintasan khusus motor di wilayah Tegalan. Namun ketika perlintasan liar itu ditutup, seluruh kendaraan warga dari berbagai kelurahan terfokus di perlintasan Pondok Jati sehingga selalu macet. Dengan kata lain seluruh kendaraan pun memadati perlintasan Pondok Jati ini.

Dengan adanya berbagai kejadian yang telah dialami di kawasan tersebut, masyarakat pun berharap adanya solusi terbaik agar tidak menimbulkan hal atau kejadian yang sama. Solusi dari pihak PT KAI pun tetap terus menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas saat melewati perlintasan kereta api yang sudah berbunyi untuk tidak menerobos palang pintu yang telah ditutup.

Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara

Gratis! Bus Macito Bawa Pegunjung Nikmati Sejarah dan Keindahan Malang

Bus Macito (Malang City Tour) jadi alternatif wisata edukatif yang wajib dicoba ketika Anda berlibur ke Kota Malang, Jawa Timur. Model bus ini mirip dengan Bandros (Bandung Tour On Bus) karena memiliki desain klasik bertingkat terbuka.

BUs Macito memberikan pengalaman unik berupa edukasi sejarah dan budaya di Kota Malang. Selain itupun pengunjung bisa menikmati suasana dan keindahan Malang dari sudut yang berbeda.

Pengunjung yang menikmati Macito, sepanjang perjalanan akan dikenalkan lebih ekat dengan ikon-ikon kota malang seperti Alun-alun Tugu, Balaikota Malang, hingga Kawasan bersejarah Kayutangan Heritage. Bagi pengunjung dan pelancong yang suka dengan fotografi, perjalanan dengan bus Macito bisa dibilang paket lengkap.

Adapun rute Bus Macito meliputi sejumlah titik penting dan populer di Kota Malang. Beberapa di antaranya adalah Balaikota, Simpang Rajabali, dan Kayutangan Heritage yang terkenal dengan suasana tempo dulu dan bangunan kolonial yang masih terawat.

Tempat-tempat ini menjadi favorit para wisatawan untuk berswafoto karena keindahan arsitekturnya yang khas dan cukup Instagramabel. Nantinya, Pemerintah Kota Malang memiliki rencana untuk memperluas rute bus Macito.

Di mana akan menjadi 36 titik destinasi wisata. Adapun rute yang akan ditambah mencakup Klenteng Eng An Kiong, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Kampung Tridi yang terkenal akan kreativitas muralnya.

Sehingga wisatawan bisa mendapat gambaran lengkap tentang beragam destinasi menarik yang ditawarkan Kota Malang. Untuk diketahui, bus Macito beroperasi setiap hari, dengan jadwal trip yang telah ditentukan.

Pada hari Senin hingga Kamis, bus berangkat dari Stadion Gajayana mulai pukul 09.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) dan hari libur nasional, keberangkatan dimulai dari Taman Rekreasi Kota Malang.

Dalam satu hari, tersedia hingga empat kali perjalanan yang dapat diikuti oleh wisatawan. Meski layanan ini tidak dipungut biaya alias gratis, calon penumpang tetap diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu.

Pemesanan tiket dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Macito yang tersedia di Google PlayStore. Setelah melakukan pemesanan, penumpang akan menerima kode QR yang digunakan untuk check-in saat hari keberangkatan.

Pada tur ini pun, tersedia pilihan untuk pemesanan individu maupun rombongan, baik dari masyarakat umum, komunitas, maupun instansi. Jadi, bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Malang, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pengalaman menarik bersama Bus Macito.

Selain menambah wawasan, perjalanan ini juga bisa memperkaya galeri foto Anda dengan latar ikonik khas Malang.

Mobil Wisata Cirebon Mirip dengan Bandros di Bandung

Terjebak Turbulensi Saat Berada di Dalam Toilet Pesawat, Ini yang Harus Anda Lakukan!

Dalam suatu penerbangan, wajar bila Anda tidak sedang berada di kursi, sebut saja Anda mungkin tengah berjalan di gang (aisle) atau berada di toilet. Namun, sangat mungkin pada saat tersebut pesawat mengalami guncangan hebat akibat turbulensi. Dalam kondisi tidak mengenakan sabuk keselamatan, maka situasi panik bisa saja melanda.

Kondisi di atas memang rawan, sepert pada kasus yang menimpa penerbangan Boeing 777-300ER Singapore Airlines SQ321 yang mengalami turbulensi parah pada 21 Mei 2024, seorang penumpang tewas akibat patah leher akibat terhembas saat turbulensi, yang kala itu Ia sedang berada di toilet.

Nah, saat turbulensi dan Anda sedang berada di toilet, maka ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Pegang permukaan yang stabil
Segera pegang erat salah satu pegangan (handrail) atau bagian dinding kabin. Toilet di pesawat biasanya dilengkapi pegangan kecil di dekat dinding untuk situasi seperti ini.

2. Tetap di tempat
Jangan keluar dulu jika turbulensinya sedang kuat. Justru berusaha kembali ke kursi saat turbulensi berat bisa lebih berbahaya. Tetap diam, miringkan tubuh ke dinding atau duduk di toilet jika memungkinkan untuk menurunkan pusat gravitasi.

3. Tunggu Pengumuman dari kru
Setelah turbulensi mereda, tunggu hingga kapten atau awak kabin mengumumkan aman sebelum kembali ke kursi.

Sementara, jika kamu kehilangan keseimbangan dan jatuh, tetap berusaha melindungi kepala dan leher. Setelah turbulensi reda, laporkan ke awak kabin jika kamu merasa terluka.

Jika Anda harus ke toilet, lakukan saat sabuk pengaman sudah dipadamkan dan kondisi cuaca stabil. Perhatikan sinyal sabuk pengaman—jika menyala kembali saat kamu di toilet, tandanya turbulensi diperkirakan akan terjadi. Usahakan aktivitas buang hajat dilakukan cepat namun hati-hati.

Kebelet Antri Toilet Tapi Takut Pesawat Kena Turbulensi Parah? Baca Dulu Tips Ini

Hari Ini dalam Sejarah, Sukhoi Superjet 100 Terbang Perdana – Jadi Pesawat Komersial Pertama Rusia Pasca Uni Soviet

Pada hari ini, 17 tahun lalu, bertepatan dengan 19 Mei 2008, pesawat Sukhoi Superjet 100 atau SSJ100 sukses terbang perdana, menjadikannya sebagai pesawat komersial pertama Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet. Ketika itu, 800 pesawat ditargetkan terjual di seluruh dunia. Nyatanya, hingga Mei 2019 lalu, hanya 162 unit SSJ100 yang telah diproduksi untuk empat maskapai.

Baca juga: Kena Embargo Mesin dari Perancis, Sukhoi Superjet 100 Rusia Terancam Di-Grounded

Dilansir Airwaysmag.com, ide membangun pesawat komersial pertama Rusia pasca Uni Soviet tumbang muncul pada bulan Mei 2000. Pada tahun 2001, Jet Regional Rusia (RRJ) pun diriset di pasar Rusia. Hasilnya, Sukhoi menemukan kebutuhan pesawat dengan jangkauan antara 3.000 – 4.500 km yang lebih besar dari jet regional ketika itu.

Awalnya, tiga model direncanakan; RRJ60, RRJ75, dan RRJ95, masing-masing dengan 60, 78, dan 98 kursi dengan konfigurasi lima sejajar atau 3-2 (five abreast). Sukhoi optimis, proyek ini bakal sukses dengan total penjualan sebanyak 800 pesawat dimana 250-300 unit pesanan di antaranya datang dari Rusia dan negara Federasi Rusia.

Setahun setelahnya, Sukhoi menginvestasikan sekitar US$63,5 juta dalam program tersebut untuk pembangunan empat mesin yang direncanakan, mulai dari mesin Pratt & Whitney PW800, Rolls-Royce BR710, General Electric CF34-8, dan Snecma/NPO Saturn SaM146 produksi dalam negeri.

Pada Juli di tahun yang sama, BR710 dan CF34-8 dihapus dari proyek RRJ60, RRJ75, dan RRJ95 hingga menyisakan dua lainnya. PW800 akhirnya juga dihapus Sukhoi dengan alasan memiliki risiko teknis dan menyisakan SaM146 buatan asli Rusia.

Meski mesin menggunakan asli buatan Rusia, komponen lainnya tetap bergantung pada Barat, seperti avionik dari Thales Perancis, landing gear dari Messier-Bugatti-Dowty atau biasa disebut Safran dari Perancis, APU dari perusahaan Amerika Serikat (AS) Honeywell, flight control dari Liebherr Jerman, sistem bahan bakar pesawat dari Intertechnique Perancis, sistem hidrolik dari AS, dan interior dari B/E Aerospace AS.

Demi memastikan program RRJ60, RRJ75, dan RRJ95 memenuhi spesifikasi Barat, Sukhoi mengadakan diskusi dengan Air France dan aliansi SkyTeam. Pada tahun 2004, Sukhoi resmi mengajukan sertifikasi ke EASA.

Berjalan waktu, Sukhoi dan mitra Rusianya terus mengebut pengembangan dan pembangunan mesin SaM146 dan pada 21 Februari 2008 itu mulai diuji untuk pertama kalinya. Gromov Flight Research Intitute, yang ditunjuk melakukan tes, menggunakan Ilyushin Il-76LL sebagai flying testbed. Uji coba ini dilaporkan sukses dengan beberapa penyempurnaan.

Februari 2005, pabrik Komsomolsk-on-Amur (KXK) dipilih menjadi tempat perakitan akhir SSJ100. Bersamaan dengan ini, Sukhoi juga mereview produksi RRJ60 dan RRJ75 serta lebih memprioritaskan RRJ95. Tipe ini diharapkan bisa bersaing dengan Bombardier CRJ1000 dan Embraer E190 yang sama-sama menggunakan konfigurasi 3-2. Dari dalam negeri, pesaing terdekat ialah Antonov An-148.

Pada momen perhelatan Farnborough Air Show di bulan Juli 2005, RRJ95 berganti nama menjadi Sukhoi Superjet 100 atau disebut juga SSJ10 (SJ100). Pesanan pertama datang dari Seroflot pada 7 Desember 2005 sebanyak 30 unit.

Pada tahun 2007, tepatnya tanggal 28 Januari, SSJ100 pertama diangkut dari KXK ke Zhukovsky, Oblast Moskow, dengan Antonov An-124 untuk menjalani uji darat oleh Central Aerohydrodinamic Institute (TsAGI).

Di bulan Juni 2007, Boeing memberikan bantuan teknis berupa flight and maintenance crew instruction and manuals, serta manajemen dan suplai suku cadang.

Baca juga: Sukhoi Modifikasi SJ100 Jadi Jet Pribadi, Gegara Tak Laku?

22 Agustus 2007, Sukhoi dan Alenia Aeronautica membentuk usaha patungan SuperJet Internasional untuk menyediakan layanan pelanggan di luar Rusia dan Asia. Pada tanggal 19 Mei 2008, Sukhoi Superjet 100 atau SSJ100 akhirnya terbang perdana dari KXK dan diharapkan menjadi tonggak baru perkembangan industri dirgantara Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet.

Setelah bertahun-tahun, nyatanya Sukhoi Superjet 100 tidak begitu menjual. Hingga Mei 2019 lalu, hanya 162 unit SSJ100 atau SJ100 yang telah diproduksi untuk empat maskapai.

Damri Targetkan Tambahan 200 Unit Armada Bus Listrik

Damri tahun 2025 ini menargetkan penambahan bus listrik sebanyak 200 armada. Penambahan bus listrik ini akan memperkuat peran Damri sebagai pelopor moda transportasi publik ramah lingkungan di Indonesia.

Head of Corporate Communication Damri Atikah Abdullah mengatakan, Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Damri terhadap program pemerintah menuju Net Zero Emission pada 2060 mendatang. Tak hanya itu juga untuk percepatn transisi energi bersih.

Baca juga: Jamnas Bis Mania Community, Pemkot Madiun Hadirkan Bus Listrik Bentuk Shinkansen

Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan pencapaian karbon netral sebelum 2050. Saat ini ada 116 armada bus listrik yang beroperasi di Jakarta melalui kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta.

Sehingga dengan penambahan 200 unit tersebut totalnya menjadi 316 bus listrik. Sekarang pun Damri aktif membangun ekosistem kendaraan listrik dengan menggandeng berbagai pihak.

Mulai dari produsen kendaraan listrik dan lembaga penelitian untuk memastikan kualitas dan keandalan armada bus listrik yang dioperasikan. Atikah menuturkan, bus listrik juga menawarkan kenyamanan serta efisiensi energi yang lebih tinggi bagi pengguna transportasi umum.

Baca juga: Dapat Hibah 10 Bus Listrik dari Korea Selatan, Trans Sarbagita Direncanakan Punya Koridor Baru

Tak hanya itu, infrastruktur charging station terus bertambah mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Untuk diketahui, setiap unit bus listrik yang beroperasi mampu menekan emisi karbon dioksida dalam jumlah besar setiap tahunnya.

Dengan total 316 unit bus listrik yang akan beroperasi, Damri memproyeksikan kualitas udara di kota-kota besar Indonesia semakin membaik. Dengan asumsi setiap bus listrik dapat menggantikan bus berbahan bakar diesel yang menghasilkan emisi CO2 sekitar 1,5 hingga 2 ton per hari tergantung jarak tempuh, maka 316 bus listrik dapat mengurangi emisi CO2 mencapai ribuan ton per tahun.

Damri diharapkan memberikan dampak positif yang luas. Tidak hanya bagi lingkungan, namun juga bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi nasional. Lebih dari itu, langkah ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi perusahaan transportasi lainnya untuk turut mendukung masa depan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan

PO Puspa Jaya Asal Lampung, Masih Eksis di Tengah Persaingan Transportasi Darat

KA Taksaka, dari Asal Usul yang Melegenda Hingga Dijuluki ‘Si Anak Emas’

Bepergian ke Yogyakarta menggunakan kereta api yang sangat populer memang sangat menyenangkan. Meski harga tiket terlampau mahal, namun dari segi fasilitas dan pelayanan yang super bagus tentunya sudah sangat menyenangkan puas. Apalagi rute dan perjalanan pada Gapeka 2025 ini ditambah menjadi 6 kali perjalanan (3 kali dari Jakarta, Ganbir dan dari Yogyakarta).

Ya, inilah KA Taksaka yang digadang-gadang sebagai kereta api dengan julukan ‘Anak Emas’ ini sudah sangat populer di masyarakat. Dengan rangkaian yang eksklusif yakni menggunakan body stainless steel New Generation, KA Taksaka sudah mampu berjalan dengan kecepatan maksimal yang diijinkan, yaitu 120 km/jam. Kecepatan maksimal ini menjadi nilai tambah bagi penumpang yang merasakan waktu yang cukup singkat dari perjalanan kereta api pada umumnya.

Tapi tahukah kalian bahwa asal usul nama Taksaka yang sangat populer hingga kini menjadi perjalanan diminati tiap waktu? KA Taksaka merupakan kereta api eksekutif yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 19 September 1999. Kereta malam ini melayani rute Yogyakarta Tugu-Jakarta Gambir dengan jarak 517 kilometer dalam waktu sekitar 7 jam.

Karena antusias penumpang saat itu, akhirnya pada Oktober 2001 dijalankan sebagai Taksaka II yaitu perjalanan pada siang hari. Flashback pada sejarah nama kereta api ini diambil. Taksaka merupakan nama lain dari seekor ular besar atau naga dalam kisah Mahabharata yang baik hati dan pengayom. Mitologi Hindu meyakini bahwa naga tersebut adalah putra dari Dewi Kadru dan Kashyapa yang tinggal di Nagaloka bersama saudara-saudara lainnya, yaitu Basuki, Antaboga, dan lain-lain.

Hari ini 24 Tahun Lalu, KA Taksaka Resmi Beroperasi, Kini Jadi Kereta “Hype Trip” Kaum Milenial

 

Dalam mitologi Bali, Taksaka juga memiliki peran penting. Ia digambarkan sebagai ular yang tinggal di kayangan, tempat para dewa. Tidak semua ular dalam mitologi ini bersifat jahat, termasuk Taksaka. Beberapa di antaranya memiliki sifat yang baik dan melayani para dewa. Pengaruh mitologi Hindu dari India sangat kuat di Bali, sehingga cerita tentang Taksaka ini juga muncul dalam kepercayaan dan budaya Bali. Ia sering dianggap sebagai sosok yang sakral, menunjukkan keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan dalam wujud ular.

Dari sejarah itulah nama KA Taksaka hingga kini menjadi diminati dan paling populer setelah beberapa kereta sekelas Argo yang memiliki sejarah yang panjang. Selain itu KA Taksaka digadang-gadang selalu dijuluki oleh pecinta kereta api yang memanggilnya sebagai ‘Anak Emas’.

Keunikan sebagai nama yang dijuluki tersebut dengan alasan bahwa setiap kali KAI meluncurkan rangkaian atau jenis gerbong baru, KA Taksaka selalu menjadi yang pertama kali mendapatkan kesempatan untuk mencoba ‘barang baru’. Meski tergolong dalam kereta eksekutif, harga tiket KA Taksaka terbilang cukup terjangkau. Tiketnya sendiri dibanderol mulai dari Rp590.000. Tidak heran jika tiket KA Taksaka hampir selalu ludes terjual meski jadwalnya tersedia untuk dua kali keberangkatan per hari, baik dari Jogja maupun Jakarta.

Nah bagaimana. Sudah berapa kali kalian menggunakan KA Taksaka si Anak Emas ini untuk perjalanan istimewa?

KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

 

PO Puspa Jaya Asal Lampung, Masih Eksis di Tengah Persaingan Transportasi Darat

Di tengah persaingan ketat dunia transportasi darat Indonesia, nama Perusahaan Otobus (PO) Puspa Jaya tetap berdiri kokoh sebagai salah satu perusahaan otobus (PO) legendaris yang melayani rute lintas Sumatera–Jawa. Namun, di balik kesuksesannya saat ini, Puspa Jaya memiliki sejarah panjang yang dimulai dari usaha sederhana di tanah Lampung.

PO Puspa Jaya merupakan perusahaan keluarga yang berfokus pada jasa transportasi bus khususnya antarkota antaprovinsi (AKAP) dan juga bus pariwisata. Didirkan oleh I Ketut Naryan pada 31 Oktober 1978 di Lampung.

Awal berdirinya, usaha angkutan bus ini Bernama PUspa Sari di Way Kanan, Lampung. Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, PO Puspa Jaya mulai dikenal luas karena armadanya yang bersih dan tepat waktu.

Layanan eksekutif dan VIP pun mulai diperkenalkan, mengikuti kebutuhan penumpang akan kenyamanan lebih selama perjalanan jauh. Perusahaan juga mulai menggandeng karoseri-karoseri ternama seperti Adiputro, Laksana, dan Tentrem, untuk menghadirkan bus-bus dengan tampilan dan fasilitas modern.

Puncak ekspansi terjadi saat dibukanya Jalan Tol Trans Sumatera, yang mempercepat perjalanan lintas pulau. Puspa Jaya menjadi salah satu PO pertama yang memaksimalkan rute via tol, sehingga waktu tempuh dari Lampung ke Jakarta dan sekitarnya bisa jauh lebih cepat.

PO Puspa Jaya dikenal sebagai salah satu pelopor dalam penggunaan armada sasis premium seperti Mercedes-Benz OH 1836. Kemudian menyediakan layaan sleeper seat, integrasi teknologi seperti pemesanan tiket online dan rebranding livery dan penyegaran unit secara berkala.

Bahkan di tahun 2024–2025, Puspa Jaya kembali menarik perhatian publik dengan peluncuran lima unit baru berbody Legacy SR3 dari Karoseri Laksana sebuah langkah yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi dan kenyamanan penumpang. Meski dikenal dengan warna khas merah dan kuning pada masa lalu, kini livery Puspa Jaya tampil lebih elegan dan dinamis, mengikuti tren desain masa kini.

Logo pun telah diperbarui untuk menggambarkan citra perusahaan yang modern, profesional, namun tetap membumi. Kini, PO Puspa Jaya tak hanya dikenal sebagai angkutan antarprovinsi, tapi juga sebagai bagian dari identitas transportasi Lampung.

Banyak pelanggan setia yang telah menggunakan layanan Puspa Jaya selama puluhan tahun dan membuktikan kuatnya kepercayaan publik terhadap brand ini. PO Puspa Jaya bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah bagian dari sejarah, penghubung antar pulau, dan saksi bisu perjalanan jutaan masyarakat Indonesia dari masa ke masa.

Layanan Night Ride, Perjalanan Ekspres Tanpa Banyak Hentian

Tak Perlu Mahal, Hiling Naik KA Pangrango Cukup Bayar Tiket Mulai dari Rp30 Ribu Aja!

Bagi yang suka hiling dengan kereta api yang jaraknya tak terlalu jauh, sepertinya Kereta Api Pangrango bisa jadi solusi. Ya, KA Pangrango dengan rute Stasiun Bogor sampai Stasiun Sukabumi rasanya bisa dicoba untuk mengisi waktu tatkala saat hari libur.

PT Kerera Api Indonesia (KAI) telah menjalankan KA Pangrango ini sejak peresmian pertama kali pada 9 November 2013 lalu. KA Pangrango diresmikan untuk menggantikan layanan KA Bumi Geulis yang telah berhenti beroperasi sejak 15 Desember 2012.

Fyi, layanan kelas eksekutif KA Pangrango saat itu sempat dihentikan pada 1 Januari 2016, namun kemudian kembali disediakan pada 26 Januari 2016. Selain itu, PT. Kereta Api Indonesia menambah jadwal KA Pangrango Tambahan mulai 16 Mei 2019 untuk memenuhi tingginya minat masyarakat terhadap kereta Sukabumi-Bogor ini.

Berdasarkan asal katanya, nama “Pangrango” diambil dari nama Gunung Pangrango yang berada di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango. KA Pangrango awalnya menghubungkan dari Stasiun Bogor Paledang dengan Stasiun Sukabumi, namun hingga kini penumpang masih bisa naik dari Stasiun Bogor yang berada di jalur 2. Kereta api ini memiliki jarak sekitar 57 kilometer dan waktu tempuh rata-rata 1 jam 50 menit.

KA Pangrango menawarkan kelas eksekutif dan ekonomi dengan susunan tempat duduk 2-2. Fasilitas yang disediakan KA Pangrango meliputi AC, toilet, bagasi, colokan listrik, serta gantungan. Tempat duduk tersusun berhadapan dengan pengaturan permanen. Sementara itu, layanan makan berbayar tersedia melalui kereta makan.

KA Pangrango adalah pilihan yang nyaman dan praktis untuk perjalanan antara Bogor dan Sukabumi. Tak heran, untuk harga tiket kelas ekonomi premiumnya saja diberlakukan mulai harga Rp30.000 saja untuk rute dari Stasiun Bogor sampai Stasiun Cibadak dan Rp45.000 sampai dengan Stasiun Sukabumi.

Sedangkan untuk kelas eksekutif diberlakukan mulai Rp50.000 dengan rute Stasiun Bogor sampai Stasiun Cibadak dan Rp80.000 sampai dengan Stasiun Sukabumi.

 

Menggunakan KA Pangrango pada puncak ramainya penumpang terjadi saat weekend atau pada Hari Sabtu dan Minggu. Walaupun hanya sekadar menikmati wisata dikawasan Kota Sukabumi, banyak masyarakat memanfaatkan KA Pangrango ini untuk perjalanan satu hari bolak balik.

Selain tak merogoh kocek dalam-dalam untuk menggunakan Kereta Api Pangrango ini, masyarakat merasakan kepuasan saat diperjalanan. Selain memiliki fasilitas yang terlampau nyaman, penumpang bisa menikmati pemandangan indah selama perjalanan yang merupakan nilai tambah saat menggunakan KA Pangrango. Kira-kira kalian sudah berapa kali nih gunakan KA Pangrango?

Begini Kondisi Penumpang KA Pangrango Keberangkatan Stasiun Bogor

Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026

Pengembang dan operator jaringan kereta api nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Rail, telah mengonfirmasi waktu peluncuran untuk layanan kereta penumpang yang sangat dinanti-nantikan. Etihad Rail mengatakan dalam sebuah posting di X (sebelumnya Twitter) bahwa jalur tersebut akan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Etihad Rail mengatakan telah memberi pengarahan kepada Sheikh Hamdan bin Zayed Al Nahyan, Perwakilan Penguasa di Wilayah Al Dhafra, tentang kemajuan terbaru Jaringan Kereta Api Nasional UEA.

Delegasi dari Etihad Rail, yang dipimpin oleh CEO Shadi Malak, diterima oleh Sheikh Hamdan di Istana Al Dhanna. Selama pertemuan tersebut, tim Etihad Rail memberikan pembaruan komprehensif tentang perkembangan jaringan kereta api nasional yang sedang berlangsung, dengan fokus khusus pada layanan kereta penumpang yang akan datang, jelas posting tersebut.

Postingan X Etihad Rail berbunyi, “Proyek ini merupakan salah satu proyek transportasi strategis terbesar di negara ini, yang mencerminkan komitmen berkelanjutan Yang Mulia untuk memantau proyek-proyek nasional dan dukungannya yang berkelanjutan terhadap inisiatif pembangunan infrastruktur di seluruh UEA.”

Peluncuran layanan penumpang Etihad Rail pada tahun 2026 diharapkan dapat merevolusi perjalanan di seluruh UEA, menawarkan moda transportasi yang cepat, efisien, dan berkelanjutan yang menghubungkan pusat-pusat dan wilayah-wilayah perkotaan besar.

Etihad Rail didirikan berdasarkan Undang-Undang Federal No. 2 untuk mengelola pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian jaringan kereta api penumpang dan barang nasional UEA.

Dua Negara Gurun, UEA dan Oman Akan Saling Terhubung Lewat Jalur Kereta Penumpang dan Barang

Pada bulan Januari, Etihad Rail mengungkap rincian tentang proyek kereta api berkecepatan tinggi baru yang menghubungkan Abu Dhabi dan Dubai. Kereta api berkecepatan tinggi ini akan memungkinkan orang untuk melakukan perjalanan antara Abu Dhabi dan Dubai hanya dalam waktu 30 menit, dengan kecepatan hingga 350 km/jam. Rute tersebut akan melewati tujuan-tujuan strategis utama dan tempat-tempat wisata, memastikan perjalanan yang lancar bagi penumpang dan pengunjung.

“Proyek ini akan memungkinkan konektivitas yang lancar antara Abu Dhabi dan Dubai, sehingga mengurangi waktu tempuh secara signifikan. Proyek ini juga akan meningkatkan kualitas hidup warga negara, penduduk, dan pengunjung sekaligus memperkuat hubungan sosial ekonomi antara kedua emirat tersebut,” kata Etihad Rail awal tahun ini. Kereta cepat ini diharapkan dapat menyumbang Dh145 miliar bagi PDB UEA selama lima dekade mendatang.

Mau Berlibur Lebih Berkesan? Yuk, Coba Wisata Kereta Api Saat Long Weekend

Mumpung weekend apa salahnya tidak mencoba liburan yang sangat berkesan dengan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) selain memiliki banyaknya kereta api reguler yang tersebar di Jawa dan Sumatera, namun juga memilkli kereta api wisata yang membuat kalian merasa lebih berkesan.

Beberapa kereta api wisata yang disediakan biasanya ramai saat libur panjang (long weekend). Dengan harga yang variasi dan memiliki jalur kereta api nan bersejarah, adanya wisata kereta ini menarik masyarakat lebih mengenal kereta api lebih dekat. Selain itu menggunakan kereta wisata menjadikan salah satu alternatif liburan yang berkesan nan edukatif. Berikut ini kabarpenumpang akan memberikan daftar kereta wisata yang bisa kalian coba.

• KA Wisata Jaladara
Naik kereta uap Jaladara di Solo seperti naik mesin waktu. Jalurnya melewati pusat kota Solo dan melewati beberapa objek bangunan bersejarah seperti Loji Gandrung, Taman Sriwedari, Benteng Vastenburg, hingga berakhir menuju Stasiun Solo Kota.

Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Untuk wisata KA Jaladara ini dipatok tarif Rp100.000 per orang sekali perjalanan atau Rp3 juta untuk rombongan per perjalanan. Tentunya dengan wisata KA Jaladara ini bisa menikmati kereta api dengan ornamen heritage karena ditarik oleh lokomotif uap bernomor seri C1218. Untuk rangkaian kereta bisa menampung kapasitas sebanyak 40 orang.

 

• Kereta Wisata Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa menawarkan dua jalur wisata: ke Stasiun Tuntang dan Stasiun Bedono melalui rel gerigi, satu-satunya di Indonesia yang masih aktif dilewati kereta api selain di Sumatra. Kereta ini juga menyuguhkan pemandangan Rawa Pening dan jalur mendaki yang eksotis. Pemandangan Rawa Pening yang menakjubkan menambah daya tarik penumpang yang menggunakan kereta wisata Ambarawa ini.

Liburan ke Semarang? Yuk, Wisata Edukasi KA ke Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

Harga tiket yang dibandrol mulai dari Rp100.000, carter mulai dari Rp6.000.000 (kereta diesel) hingga Rp15.000.000 untuk satu lokomotif uap dan 2 gerbong berkapasitas 80 orang. Kereta Wisata Ambarawa ini juga bisa menjadi wisata edukatif keluarga dan pecinta sejarah perkeretaapian.

 

• Kereta Wisata Mak Itam
Kereta legendaris ini mengajak penumpang merasakan sensasi naik lokomotif uap di jalur sempit bersejarah. Perjalanan dari Stasiun Sawahlunto ke Stasiun Muara Kalaban menawarkan pemandangan alam yang memukau dan nuansa tempo dahulu yang kental.

Saat diperjalanan kereta wisata ini akan melewati terowongan terkenal yang disebut Terowongan Kalam atau dalam Bahasa Indonesia adalah Terowongan Gelap. Harga tiket yang dibandrol mulai dari Rp25.000 – Rp50.000 per penumpang, carter Rp6 juta per perjalanan. Selain melewati panorama pegunungan Sawahlunto, pelanggan juga bisa menikmati bangunan-bangunan bersejarah yang masuk kategori cagar budaya.

Mak Itam, Lokomotif Uap Legendaris Yang Jadi Ikon Wisata Sawahlunto