Tak Cuma Mengoperasikan Lokomotif, Fakta-fakta Lainnya Tentang Masinis Masih Ada Lagi

Menjalankan sebuah rangkaian kereta api tentu membutuhkan lokomotif sebagai alat penggerak. Nah, di lokomotif agar tetap berjalan harus memiliki seseorang yang harus bisa mengoperasikannya yaitu masinis. Masinis kereta api adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan kereta api dan menjadi pemimpin selama perjalanan kereta api. Mereka memantau jalur, mengatur kecepatan, dan menghentikan kereta api sesuai dengan persinyalan dan semboyan perkeretaapian, serta memastikan keselamatan perjalanan.

Sebagai seorang dengan fungsi krusial, kehadiran masinis tentunya tak bisa dipandang sebelah mata. Perjalanan kereta api Anda tak akan berjalan sempurna tanpa adanya masinis. Nah, terdapat sejumlah fakta lho mengenai masinis, dari yang seru sampai mungkin mengejutkan. Apa sajakah kira-kira fakta masinis kereta api? Berikut kabarpenumpang merangkum ulasannya.

 

• Wajib Mengikuti Pendidikan Militer
Tak hanya di barak tentara, calon masinis juga wajib mengikuti pendidikan kemiliteran. Setelah lulus jenjang SMA, calon masinis wajib mengikuti pendidikan di BPPT (Balai Pendidikan dan Pelatihan Traksi) selama tiga tahun. Setelahnya, mereka akan diarahkan mengambil program magang di Perawatan Kereta Api (DEPOT) sebelum akhirnya mendapatkan sertifikasi masinis. Nah, mereka juga wajib mengikuti pendidikan militer, yang mana mereka dikarantina beberapa minggu atau bahkan bulan, agar dapat diangkat sebagai karyawan PT KAI.

• Pulang dan Pergi dalam Sehari
Setiap harinya, masinis harus menempuh 2 kereta api (pulang dan pergi) dengan rata-rata durasi perjalanan 6-10 jam. Kerja dinas ini berlaku selama dua hari. Sehingga, usai menyelesaikan dinas sehari, masinis akan menginap di mes sebelum melanjutkan sisa kereta api mereka.

Kenapa Kesehatan Mata Masinis Sangat Penting? Ini Dia Jawabannya!

• Saat Mengoperasikan Tak Hanya Lakukan Gas dan Rem, Tapi …
Pekerjaaan seorang masinis kereta api tidaklah semudah yang dibayangkan. Mereka tidak cukup hanya menguasai teknis gas dan rem, namun juga wajib menguasai berbagai hal lain. Dalam pekerjaan ini masinis harus memprediksi lamanya perjalanan, mengatur seberapa cepat kereta harus melaju, hingga mengawasi sinyal di tiap lintasan. Pengereman pun ada teknis khususnya karena harus dilakukan sesuai titik yang sudah ditentukan.

• Tidak Libur Saat Hari Besar/Hari Raya
Hari libur besar merupakan yang dinanti-nanti para pekerja untuk menghabiskan waktu luang karena bisa bersantai. Namun tidak untuk profesi sebagai masinis, lantaran sebagai pelayanan publik, seorang masniis tidak mengenal hari libur Lebaran maupun Natal. Jika Natal dan Lebaran tiba, kerja dinas mereka akan semakin padat. Tapi justru di situ lah seorang masinis mendapatkan kepuasan dalam bekerja.

• Paling Tidak Minimal 2.000 Jam Terbang yang Harus Dimiliki Masinis
Meski telah berhasil lulus pendidikan, mereka tak bisa langsung mengendarai kereta api lho. Mereka harus magang terlebih dulu dan kerja sebagai asisten masinis. Minimal punya jam terbang 2.000 jam sebelum bisa mengajukan diri sebagai masinis utama. Prosesnya pun tidaklah mudah, mereka wajib mengendarai kereta dalam kota dan keret antarkota. Tak Cuma di Jawa, tetapi juga di Sumatra.

Nah itulah beberapa fakta-fakta yang kalian bisa ketahui apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang masinis. Meski sebagai profesi yang pekerja keras, namun jika menjalankan dengan kedisiplinan pasti makin mencintai apa yang sudah dikerjakan. Nah, siapa yang tetap ingin menjadi masinis?

Bahaya! Cuma Biar Cepat Sampai, Sejumlah Kendaraan Bermotor Nekat Melintasi Jalur Kereta Api

Aksi berbahaya dan paling nekat dilakukan sejumlah kendaraan bermotor di perlintasan JPL 40 yang berada di kawasan Jalan Pramuka, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Terlihat pengendara tengah melintas bukan di pinggir rel kereta api, tapi melintas ditengah-tengah rel kereta api.

Sejumlah pengendara nekat melewati rel kereta api lantaran jalur memutar di kawasan tersebut adanya penutupan karena pembangunan LRT Jakarta. Seperti diketahui jalur kereta yang melewati perlintasan Jalan Pramuka tersebut kerap kali melintas. Karena jalur ini menghubungkan dari arah Jatinegara sampai dengan Pasa Senen. Praktis yang melintas tak hanya Kereta Rel Listrik (KRL), melainkan kereta api reguler jarak jauh maupun angkutan barang, bahkan beberapa diantaranya terdapat lokomotif yang lalu lalang dari dan menuju Depo Lokomotif Cipinang.

Ketidakdisipilinan dalam pengendara harus nekat melewati jalur kereta api demi mempersingkat perjalanan. (Foto: Dok. Antara)

Dilansir dari laman Antara memperlihatkan beberapa hasil tangkapan foto yang diunggah, tak hanya pengendara sepeda motor yang sendiri saat menyeberang namun terlihat ada penumpang juga yang terlihat berboncengan saat melewati rel kereta api. Seperti yang dikutip dari laman Antara bahwa, “Pengendara sepeda motor melintasi jalur kereta di Jalan Pramuka, Jakarta, Rabu (21/5/2025). Tindakan yang dilakukan pengendara tersebut sangat berbahaya karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta yang melintas.”

Dari beberapa kejadian yang tak patut dicontoh tersebut ternyata hal yang sama pernah terjadi yang dilakukan beberapa pengendara lainnya melewati jalur kereta api di kawasan Petamburan, Jakarta Barat tahun 2017 silam.

Minimnya tingkat kesadaran masyarakat akan keselamatan pengendara motor terlihat di sini. Meski tahu jalur tersebut aktif, mereka tetap nekat melintas. Demi mempersingkat waktu tempuh, para pengendara motor ini rela melintasi rel kereta api tersebut. Jika dilihat dari lokasi di lapangan, memang jarak tempuh dikawasan tersebut cukup jauh untuk memutar. Maka dari itu dengan melewati rel kereta api sangat mudah dan lebih mempersingkat waktu menuju ke tujuan.

Tetap nekat melintas walaupun ancamam bahaya tersambar kereta lebih besar. (Foto: Dok. Detik)

Dari beberapa kejadian yang diperlihatkan bahwa ketidakdisiplinan sudah terlihat akan masyarakat kita yang kurangnya pengetahuan akan bahaya yang mengintai. Mencari jalan singkat namun tidak memikirkan keselamatan baik diri sendiri maupun orang lain.

Padahal sudah jelas ada undang-undangnya yang berlaku dan jika melanggar terhadap aturan perlintasan kereta api, seperti menerobos palang pintu, dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00, menurut Pasal 296 UU LLAJ. Tidak mau kan, dikenakan sanksi pasal yang mengharuskan mendapat hukuman hanya karena ketidakdisiplinan saat mengendarai kendaraan bermotor? Yuk, mulai dari sekarang hindari hal-hal yang berbahaya saat berkendara dan selalu patuhi rambu lalu lintas saat melewati perlintasan kereta api.

Selain Sosialisasi, Ternyata Solusi Ini Bisa Cegah Kendaraan Terobos Palang Pintu Kereta Api

“Si Mas Ganteng” dari Tuban, Mudahkan Pelancong Berwisata di Jawa Timur

Bus yang dinamakan dengan julukan “Si Mas Ganteng” atau singkatan dari Transportasi Masyarakat Tuban yang Elegan, Aman, dan Terintegrasi ini pertama kali muncul dengan misi memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi para penumpang. Dikenal dengan desain eksterior yang menarik dan interior yang nyaman, bus ini dengan cepat menarik perhatian masyarakat.

Dari namanya, sudah bisa dipastikan bahwa bus ini memiliki identitas yang mencolok. “Si Mas Ganteng” tidak hanya sekadar soal penampilan, tetapi juga kualitas pelayanan yang menjadikan perjalanan lebih nyaman. Nama unik ini sendiri mengacu pada karakter bus yang lebih modern dan stylish, serta ramah di mata para penumpangnya.

Salah satu daya tarik utama “Si Mas Ganteng” adalah desain luar dan dalam yang sangat mencuri perhatian. Bus ini dihiasi dengan warna cerah dan grafis yang memikat. Di dalam, penumpang dapat menikmati kursi yang lebar dan empuk, dengan sistem pendingin udara yang menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Selain fasilitas fisik, pelayanan yang diberikan oleh kru bus juga menjadi faktor penting. Setiap pengemudi dan pramugari yang bekerja di “Si Mas Ganteng” selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan senyum ramah dan sopan, menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.

Bukan hanya sekadar tempat duduk yang nyaman, bus ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti WiFi, USB port untuk pengisian daya, dan sistem hiburan onboard yang memungkinkan penumpang menikmati perjalanan dengan berbagai pilihan film atau musik.

“Si Mas Ganteng” melayani rute-rute utama di Jawa Timur, dengan tujuan utama dari Tuban ke Surabaya dan sebaliknya. Tak hanya itu, beberapa rute antar kota seperti ke Madiun, Malang, dan Jember juga dilayani dengan jadwal yang cukup fleksibel. Keberadaan bus ini semakin mempermudah akses bagi para wisatawan dan penduduk setempat yang ingin bepergian ke kota-kota besar dengan kenyamanan lebih.

Jumlah peminat “Si Mas Ganteng” terus meningkat setiap harinya, apalagi pada musim liburan atau arus mudik. Banyak penumpang yang memilih bus ini karena reputasi kualitasnya yang sudah dikenal, serta harga tiket yang masih terjangkau.

Dari berbagai tanggapan penumpang, bus “Si Mas Ganteng” mendapatkan banyak pujian atas kenyamanan dan pelayanan yang diberikan. Salah satu penumpang, Tina, 30 tahun, mengatakan, “Saya sering naik bus untuk pulang ke kampung halaman, dan Si Mas Ganteng jadi pilihan favorit saya. Selain nyaman, petugasnya juga sangat ramah. Busnya juga tepat waktu, jadi saya tidak khawatir terlambat.”

Dengan keberhasilan yang diraih saat ini, “Si Mas Ganteng” berencana untuk terus mengembangkan layanan dan armadanya, dengan menambah jumlah unit bus dan memperluas rute perjalanan. Ini semua bertujuan untuk memberikan lebih banyak kenyamanan kepada penumpang dan meningkatkan daya tarik transportasi umum.

Bagi para pelancong yang ingin merasakan kenyamanan dan pelayanan terbaik dalam perjalanan antar kota di Jawa Timur, “Si Mas Ganteng” bisa menjadi pilihan tepat.

Gratis! Bus Macito Bawa Pegunjung Nikmati Sejarah dan Keindahan Malang

Selain Berusia Satu Abad, Stasiun Purwakarta Adalah Awal Jalur KA Menanjak dan Berkelok Menuju Bandung

Kalau melewati stasiun ini, kalian akan melihat tempat peristirahatan terakhir kereta-kereta yang sudah pensiun berdinas. Ya inilah Stasiun Purwakarta yang menjadi andalan para penumpang yang biasa transit menggunakan kereta lokal.

120 tahun yang lalu, tepatnya pada 27 Desember 1902, stasiun ini mulai beroperasi seiring dengan dipindahkannya ibukota Karesidenan Karawang ke Purwakarta oleh gubernur Jenderal Van De Bosch.

Stasiun Purwakarta memiliki arsitektur yang tergolong sederhana, fasadnya jamak ditemui pada bangunan stasiun lain yang dibangun pada periode 1880-1990 dengan sedikit pengaruh gaya Yunani kuno yang hype pada masanya. Selain itu, Stasiun Purwakarta dulunya juga dilengkapi dengan depo lokomotif. Sebab posisi stasiunnya mengarah ke Bandung di mana merupakan awal dari jalur yang menanjak dan berkelok. Sehingga harus disiagakan lokomotif uap cadangan.

Pasca era lokomotif uap berakhir pada dekade 1980-an, depo lokomotif di Purwakarta tidak digunakan lagi. Pada tahun 2019, Depo Purwakarta dialihfungsikan menjadi kantor dan gudang.

 

Keunikan lain dari Stasiun Purwakarta adalah adanya tempat peristirahatan terakhir kereta, mulai dari bekas Kereta Rel Listrik (KRL), Kereta Rel Diesel (KRD), dan kereta penumpang yang tersusun rapi. Nah, pemandangan tak biasa inilah yang membuat Stasiun Purwakarta sangat menarik saat dilewati.

Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Terdapat lebih dari satu jenis kereta, mulai dari ekonomi, gerbong listrik, sampai eksekutif dengan tahun pembuatan 1966. Semuanya ditumpuk secara rapi di lahan tersebut yang tidak difungsikan. Kemudian bentuk gerbong juga sudah tampak usang, dengan kondisi cat yang mengelupas dan struktur dinding besi yang terlihat berkarat.

Dulunya kereta-kereta tersebut melayani perjalanan lokal jarak dekat maupun jarak jauh. Namun seiring operasional kereta uap yang dihentikan tahun 1990 an, gerbong-gerbong tersebut kemudian masuk ke masa afkir atau sudah tidak bisa digunakan. Tak hanya dari Daop 2, sejumlah kereta bahkan diketahui berasal dari daerah lain di Pulau Jawa, salah satunya dari Stasiun Banyuwangi Baru atau saat ini lebih dikenal sebagai Ketapang.

 

Stasiun Purwakarta melayani banyak perjalanan kereta api dari mulai kereta api lokal seperti KA Walahar (Cikarang – Purwakarta) dan KA Lokal Garut (Garut – Purwakarta). Serta KA komersial jarak jauh antara lain, KA Parahyangan (Bandung – Gambir), KA Ciremai (Bandung – Semarang Tawang), KA Papandayan (Garut – Gambir), KA Pangandaran (Banjar – Gambir), KA Harina (Bandung – Surabaya Pasarturi), KA Cikuray (Garut – Pasar Senen), KA Serayu (Purwokerto – Pasar Senen).

Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

Sobek Tiket Pesawat Milik Pelancong, Petugas Imigrasi Bandara Vietnam Diganjar Skorsing

Seorang petugas imigrasi Vietnam telah diskors setelah secara terbuka merobek tiket pesawat seorang turis Taiwan di Bandara Internasional Phu Quoc, yang menuai kemarahan di media sosial. Kementerian Keamanan Publik Vietnam pada hari Senin mengatakan bahwa petugas tersebut didisiplinkan karena “sikap yang tidak pantas” terhadap turis.

Seperti dikutip Vnexpress.net, insiden tersebut terjadi pada tanggal 13 Mei 2025, ketika sebuah keluarga Taiwan yang terdiri dari empat orang tiba di bandara Phu Quoc untuk menyelesaikan prosedur penerbangan pulang mereka.

Orang tua tersebut meminta untuk memproses prosedur imigrasi dua orang sekaligus, karena kedua anak mereka tidak sehat dan perlu digendong secara terpisah oleh masing-masing orang tua.

Namun, petugas tersebut menolak permintaan keluarga tersebut dan menyuruh mereka untuk menunggu di samping.

Ketika keluarga tersebut meminta klarifikasi tentang kapan prosedur imigrasi mereka dapat dilanjutkan, petugas tersebut tiba-tiba merampas dan merobek tiket pesawat milik ibu tersebut, sambil mencaci-maki keluarga tersebut di depan umum.

Turis yang tertekan itu membagikan pengalamannya di media sosial, yang dengan cepat mendapat perhatian dan kritik luas. Tiket pesawatnya kemudian dicetak ulang.

Kadang Bikin Ketar-ketir, Inilah Pertanyaan ‘Killer’ Petugas Imigrasi di Luar Negeri

Stasiun Balung, Berawal dari Akses Naik Turun Penumpang Hingga Beralih Jadi Lapak Pedagang Sepeda

Melihat sejarah kereta api di Jawa Timur ternyata masih banyak kawasan atau daerah yang masih jarang diketahui orang. Salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah Stasiun Balung.

Stasiun Balung menjadi saksi bagaimana wilayah tersebut menjadi akses perputaran perekonomian di masa kolonial. Sejumlah ruas rel kereta api juga beberapa utuh di sana. Meski juga tidak sedikit yang hilang dan ditumbuhi rumah-rumah.

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop 9 Jember), jalur Stasiun Balung terhubung kearah utara menuju Stasiun Rambipuji yang saat ini masih aktif digunakan. Sementara ke selatan, terhubung hingga ke daerah Puger, sampai ke barat arah Kencong. Jalur kereta api Stasiun Balung ini pun dibangun pada 3 Mei 1913 di era kolonial dengan kode stasiun BUG-5822.

Tak hanya bangunannya saja yang bersejarah, keunikan dari Stasiun Balung ini terdapat 2 terminal stasiun, yaitu Stasiun Balung Besar yang menghubungkan lintas Lumajang dengan Rambipuji dengan lebar jalur pada unumnya di Indonesia 1067 mm dan Stasiun Balung Kecil terletak di samping Stasiun Besar menghubungkan transportasi Balung-Ambulu yang memiliki lebar jalur agak kecil, yakni 700 mm.

Rel berukuran 700 mm yang berada di samping Stasiun Balung. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Jelajah KUY)

Menurut kabar dari berbagai sumber, untuk Stasiun Balung Besar (rute Lumajang-Rambipuji) didominasi oleh penumpang yang merupakan para pedagang baik sayuran maupun buah buahan. Stasiun ini dibangun agar para rakyat-rakyat kecil juga dapat merasakan dan menggunakan transportasi Kereta Api dan juga untuk mempermudah dalam mencari nafkah. Sedangkan untuk Stasiun Balung Kecil (rute Balung-Ambulu) didominasi oleh penumpang umum (campuran).

Keberadaan jalur KA dengan stasiunnya adalah untuk mengembangkan sektor perekonomian jalur selatan Jawa, khususnya di Jember. Namun sayangnya Stasiun Balung akhirnya ditutup secara resmi tahun 1986 karena sepinya penumpang KA, dan kalah dengan kendaraan lainnya, seperti kendaraan umum taksi, motor, dan mobil pribadi.

Bangunan-bangunan yang dimiliki oleh Stasiun Balung, antara lain bengkel kereta, perkantoran & gudang alat pemeriksaan, mesin diesel yang digunakan untuk penerangan listrik, tower (tandon air) yang terletak di perumahan milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), tandon air ini digunakan untuk mengisi air pada kereta api yang akan diberangkatkan.

Kondisi ruang tunggu dengan bangunan yang masih kokoh. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Jelajah KUY)

Memiliki riwayat sejarah yang cukup panjang, eks Stasiun Balung hingga kini masih utuh. Kokoh berdiri di tengah-tengah pemukiman warga yang semakin padat. Konstruksi bangunan yang khas masa kolonial tampak terlihat belum pernah ada pemugaran. Karena lokasinya berada di jantung Kecamatan Balung dan sangat strategis, maka tak heran sejak awal hingga kini keberadaannya masih eksis, meski telah beralih fungsi menjadi lapak persatuan pedagang sepeda dan sepeda motor oleh warga sekitar.

Jejeran lapak sepeda yang berada diarea Stasiun Balung. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Kurnia Explore & Food)

Difungsikannya tempat tersebut sebagai lapak berjualan sepeda sudah berlangsung sejak lama. Beberapa warga setempat tidak mengetahui pasti. Namun, mereka memperkirakan, sudah berlangsung puluhan tahun. Pun kepemilikan aset eks Stasiun Balung itu, serta beberapa tanah di sekitarnya, diakui warga masih menjadi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Karena di beberapa titik eks Stasiun Balung juga terpampang tulisan yang menegaskan bahwa tanah di situ masih menjadi aset milik PT KAI.

Stasiun Tempeh, Sisakan Bangunan Tanpa Jejak Jaringan Kereta

Libur Nasional dan Cuti Bersama, ASDP Imbau Masyarakat Beli Tiket Lebih Awal

Bulan Mei hingga awal Juni 2025, libur nasional dan cuti bersama cukup padat. Karena hal ini, membuat PT ASDP Indonesia Ferry memberikan imbauan kepada masyarakat yang akan bepergian dengan kapal ferry.

Di mana para penumpang melakukan pemesanan tiket secara online lebih awal melalui platform Ferizy. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang serta mencegah potensi kepadatan di pelabuhan.

Baca juga: ASDP Buka Pintu Wisata Dunia dan Dukung Konektivitas Raja Ampat

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, menyampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di area pelabuhan. Seluruh pembelian tiket ferry wajib dilakukan secara digital, minimal satu hari sebelum jadwal keberangkatan.

“Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak datang ke pelabuhan tanpa tiket. Seluruh transaksi kini hanya bisa dilakukan melalui Ferizy, baik melalui website maupun aplikasi resmi,” tegas Shelvy.

Pembelian tiket secara online yang dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan akan membantu pengguna jasa memilih jadwal yang sesuai, menghindari antrean panjang, serta memastikan ketersediaan tempat di kapal. Libur panjang seperti saat ini selalu menjadi puncak pergerakan penumpang. Dengan merencanakan perjalanan lebih awal, masyarakat akan mendapatkan pengalaman menyeberang yang lebih nyaman, aman, dan tertib.

Baca juga: Intip Kesiapan ASDP “Ferizy” Hadapi Lonjakan Penumpang Saat Mudik 2025

Ferizy merupakan sistem reservasi tiket digital yang dikembangkan oleh ASDP sejak 2020 sebagai bagian dari transformasi layanan penyeberangan nasional. Hingga Mei 2025, jumlah pengguna aktif Ferizy telah melampaui tiga juta orang, menunjukkan tingkat adopsi digital yang tinggi di kalangan masyarakat.

Saat ini, penggunaan Ferizy mencakup lebih dari 90 persen transaksi di lintasan padat seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, dan Padangbai–Lembar. Tidak hanya menjadi kanal pembelian tiket, Ferizy juga berfungsi sebagai tulang punggung sistem manajemen perjalanan ASDP.

“Lebih dari 70 persen proses operasional kami sudah terdigitalisasi, mulai dari pembelian tiket, check-in, validasi manifest, hingga pemantauan pergerakan kendaraan dan penumpang secara real-time. Ini memungkinkan pelayanan yang jauh lebih efisien dan akurat,” ujar Shelvy menambahkan.

Catat! ASDP Ferry Berlakukan Tarif Satu Harga Jelang Lebaran 2025

Lawan Ngantuk! Segudang Tantangan Petugas Perlintasan Kereta Api yang Harus Dijalankan

Bunyi sirene yang memantulkan telinga dan suara genta yang berdenting keras kerap kali terdengar saat kereta api akan melintas. Ya, itulah “makanan” sehari-hari petugas perlintasan yang selalu sigap dan diharuskan untuk fokus dalam menjalankan tugas.

Bertugas seorang diri, bekerja 8 jam sehari, dan memiliki 3 shift (pergantian petugas) adalah pekerjaan yang dilakukan setiap harinya sebagai pengamanan jalur kereta api. Kereta api yang meluncur terkadang cepat ataupun lambat, dengan bangunan pos perlintasan yang sederhana, merupakan tempat bekerja sehari-hari mereka. Sesekali tampak seorang pria yang melambaikan tangan kepada masinis setiap kereta api yang lewat. Hampir setiap hari di waktu yang ditentukan petugas tersebut menjaga perlintasan. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan.

Aktivitas tersebut tentu membutuhkan konsentrasi dan ketepatan waktu. Jika tidak, maka pengendara roda dua maupun roda empat akan tetap melaju, ketika kereta api hendak melintas. Hal tersebut tentu membahayakan bagi para pengendara maupun masyarakat setempat.

Oleh sebab itu, petugas dituntut untuk sigap menutup dan membuka palang pintu. Segudang tantangan yang dihadapi setiap memulai pekerjaan hingga pergantian shift harus dihadapi. Khususnya ketika bertugas pada malam hingga pagi hari, petugas perlintasan ini hanya sendirian dalam sebuah ruangan kecil yang berukuran tidak lebih dari lima meter itu.

Penjaga Jalan Lintasan Kereta, Terlupakan Tapi Tetap Dibutuhkan

Biasanya ada 3 shift petugas perlintasan yang bertugas setiap harinya secara bergantian. Yakni shift pagi mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 14.00, shift selanjutnya dari pukul 14.00 hingga 22.00. Kemudian shift malam mulai pukul 22.00 hingga pukul 06.00 pagi.

Selain memastikan palang pintu tertutup dengan baik, mereka harus bergerak cepat ketika palang tidak terbuka secara otomatis. Termasuk ketika ada kendaraan yang mogok di atas rel, maka petugas harus berlari secepat mungkin dengan membawa bendera merah. Sebagai tanda agar masinis kereta segera berhenti.

Petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keselamatan di perlintasan kereta api. Mereka bekerja keras untuk memastikan bahwa tidak ada kecelakaan yang terjadi, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan risiko termasuk melawan kantuk saat bekerja pada malam hari. Peran masyarakat dalam mendukung petugas dengan mematuhi aturan keselamatan dan berpartisipasi dalam edukasi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.

Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

BeiDou “GPS versi Cina” Kini Digunakan Lebih dari Satu Triliun Kali Per Hari

Sistem navigasi berbasis satelit BeiDou (jawaban Cina untuk melawan GPS,) mengukuhkan posisi terdepannya di pasar Cina tahun lalu, seiring dengan pertumbuhan ekonominya yang mencapai lebih dari 7 persen dan perluasan kompatibilitasnya untuk mendukung perangkat yang lebih beragam.

Sistem navigasi buatan dalam negeri tersebut, yang dinamai berdasarkan tujuh bintang utara terang yang digunakan untuk navigasi di Cina kuno – menghasilkan total output ekonomi sebesar 575,8 miliar yuan (US$79,9 miliar) pada tahun 2024, naik 7,39 persen dari tahun ke tahun, menurut data yang dipublikasikan pada hari Minggu oleh Asosiasi GNSS dan LBS China, badan industri semi-resmi.

BeiDou kini kompatibel dengan 288 juta smartphone – sebagian besar diproduksi oleh merek domestik seperti Huawei dan Xiaomi – di Cina, dan digunakan untuk melacak lokasi lebih dari 1 triliun kali setiap hari, kata asosiasi tersebut.

Setelah 30 Tahun, Sistem Navigasi BeiDou Milik Cina Kini Setara Dengan GPS

Aplikasi navigasi terkemuka di Cina – Baidu Maps dan Amap, mengatakan bahwa mereka menggunakan BeiDou untuk memandu pengguna dalam perjalanan sejauh 4 miliar kilometer per hari.

Beijing telah menggelontorkan investasi ke dalam teknologi domestik di tengah kekhawatiran bahwa negara itu dapat terputus dari layanan AS seperti GPS selama periode meningkatnya ketegangan geopolitik, tetapi pasar Cina yang luas juga mengubah BeiDou menjadi bisnis yang layak.

Untuk memperluas jangkauannya di pasar konsumen Cina, BeiDou memperluas kompatibilitasnya dari telepon pintar dan sistem navigasi satelit di dalam kendaraan ke perangkat yang dapat dikenakan, pesawat nirawak, sepeda listrik dan bahkan robot.

BeiDou juga dilaporkan memperluas jangkauannya di Cina dan meningkatkan teknologinya untuk mengurangi latensi, karena GPS menghadapi hambatan yang semakin besar di pasar Tiongkok karena masalah keamanan nasional.

“Perusahaan asing menghadapi pembatasan tertentu dalam mengumpulkan data pemetaan presisi tinggi di Cina, tetapi banyak smartphone seperti iPhone mendukung GPS dan BeiDou, yang secara otomatis memilih sinyal terbaik,” tambahnya.

Pengembangan sistem BeiDou juga mendorong investasi dalam berbagai perangkat keras dan layanan terkait, termasuk chip, algoritma, pemrosesan data, peralatan terminal, dan infrastruktur darat, serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun, meluncurkan, dan memelihara satelit.

Tak Ingin Bergantung pada Asing, Turki Bangun Sistem Navigasi dan Peta Digital Buatan Dalam Negeri

Pemprov NTT Ajak Masyarakat Naik Angkutan Umum di Terminal Bimoku, Bukan di Tempat Lain

Terminal Kelas A Bimoku Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbilang masih baru menetas. Sebab terminal ini baru rampung seluruhnya dua tahun lalu tepatnya pada Agustus 2023.

Meski begitu, Terminal Bimoku sudah beroperasi untuk bus penumpang sejak 30 Maret 2023. Di mana trayek bus keberangkatan dari Kupang di NTT menuju ke Dili, Timor Leste.

Hadirnya terminal ini membuat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Kemenhub Ditjen Perhubdat) melalui Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT mengajak semua pengguna jasa angkutan umum agar tidak menumpang kendaraan di seberang tempat.

BPTD Kelas II NTT menekankan kepada semua lapisan masyarakat untuk menggunakan Terminal Tipe A Bimoku Kupang yang sudah dibangun oleh pemerintah. Di mana fasilitas Terminal Bimoku cukup mewah dan bisa dinikmati masyarakat yang akan bepergian.

Sebab, pelayanan di Terminal Tipe A Bimoku tersebut sudah menggunakan Standard Operating Procedure (SOP). Di dalam Terminal Tipe A Bimoku KUpang, ada dua layanan transportasi angkutan umum yakni angkutan lintas batas negara Kupang-Dili dan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) rute Kupang-So’E – Kefa – Belu dan Malaka.

Kedepannya pun, angkutan kota akan direncanakan beroperasi di dalam Terminal Bimoku. Saat ini pun, bukan hanya bus yang ada di terminal Bimoku, BPTD Kelas II NTT juga akan memberi ruang kepada pengemudi-pengemudi Grab dan Maxim untuk turut beroperasi di dalam Terminal tersebut sehingga terlihat lebih berwadah.

Pasalnya, Terminal Tipe A Bimoku Kupang ini juga telah menyediakan layanan yang optimal dan bebas biaya/gratis seperti penyediaan ruang pelayanan konsultasi tiket, penggunaan internet gratis di ruang tunggu dan ruang pemeriksaan kesehatan gratis di dalam Terminal. Oleh karena itu, semua masyarakat yang ingin menggunakan angkutan mum baik antar daerah maupun luar negeri (Dili) bisa langsung membeli tiket di Terminal Bimoku.

Untuk diketahui, terminal ini beroperasi dan dilengkapi keamananselama 24 jam. Selain terminal yang bagis, fasilitas yang diberikan pun gratis. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan layanan yang baik, tertib, dan aman bagi masyarakat.

Dalam waktu dekat juga BPTD Kelas II NTT bersama Dinas Perhubungan NTT akan turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada Pengguna Jasa Transportasi Angkutan Umum yang selama ini masih parkir disembarang tempat/parkir liar sehingga bisa beroperasi di Terminal Tipe A Bimoku Kupang.

Gerbang Transportasi Utama Surabaya, Terminal Purbaya Punya Luas 11,9 Hektare