KAI Services Raih Sertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dari BPOM

KAI Services yang selama ini menjadi penyedia layanan kuliner di kereta api, berhasil meraih sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) dengan predikat A (Sangat Baik).

Sertifikasi ini diberikan usai dilaksanakannya audit resmi BPOM pada Selasa 22 Juli 2025 di Dapur Sentral KAI Services Cirebon, yang menjadi salah satu pusat utama produksi makanan untuk layanan Kuliner Kereta. Audit tersebut mencakup aspek kebersihan fasilitas, keamanan pangan, higiene personel, pengendalian mutu, dan prosedur standar operasional lainnya.

CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) merupakan standar nasional yang wajib dipenuhi oleh industri pangan untuk memastikan produk olahan diproduksi secara aman, higienis, dan bermutu tinggi. Nilai A mencerminkan bahwa fasilitas telah memenuhi seluruh persyaratan tanpa temuan mayor maupun kritikal.

Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti keseriusan perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan dan produk di KAI Services.

“Kami berkomitmen penuh menghadirkan produk pangan yang aman dan berkualitas tinggi untuk seluruh pelanggan. Sertifikasi CPPOB ini menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan dan memperluas cakupan bisnis layanan kuliner kami ke depannya,” ujar Ririn.

Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa proses produksi makanan KAI Services telah sesuai standar keamanan pangan nasional. Ke depannya, KAI Services berencana untuk terus memperluas sertifikasi CPPOB ke dapur sentral lainnya guna memperkuat sistem mutu secara menyeluruh.

Gunakan Wooden Cutlery, KAI Services Dukung Gerakan Ramah Lingkungan pada Produk Kuliner Kereta 

PT DI Perluas Layanan Perawatan Pesawat Hingga ke Sektor General Aviation

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terus memperluas cakupan layanan Aircraft Services (ACS) sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnisnya. Tidak hanya terbatas pada perawatan pesawat militer, kini PT DI juga aktif menjangkau sektor general aviation, serta memperdalam penetrasi untuk perawatan pesawat komersial dengan segmen pasar dan jenis pekerjaan yang semakin beragam.

ACS PTDI mencakup layanan lengkap seperti Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat, perbaikan komponen, modifikasi struktural, Life Extension Program, serta layanan khusus meliputi pekerjaan painting dan inspeksi NDT (Non-Destructive Test). Seluruh layanan ini dilaksanakan di fasilitas hanggar PTDI Bandung yang telah memiliki Aircraft Maintenance Organization (AMO) Certificate dan Design Organization Approval (DOA) dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI, serta didukung oleh sistem Quality Management System (QMS) ISO 9001 dan AS/EN 9110.

Kini, PTDI meningkatkan intensitas ekspansinya dalam menangkap peluang di pasar pesawat non-militer. Salah satunya melalui penyediaan layanan new livery paint untuk general aviation dengan berbagai jenis pesawat private jet, seperti Boeing Business Jet (BBJ), Gulfstream G450/G550, serta Embraer Legacy 600/650, yang kedepannya dapat dikembangkan mencakup berbagai pekerjaan lanjutan sesuai permintaan dan spesifikasi pelanggan.

Untuk pesawat komersial, khususnya narrow body, PTDI belum lama ini telah menyelesaikan pekerjaan pengecatan, beserta penggantian kursi (seat replacement) dan beberapa pekerjaan tambahan lainnya seperti cabin refurbishment terhadap pesawat Airbus A319 milik maskapai Aero Dili, Timor Leste. Saat ini, di hanggar PTDI Bandung juga sedang berlangsung pekerjaan perawatan besar (C-Check) terhadap pesawat Airbus A320 milik Citilink Indonesia, yang merupakan program kolaborasi antara PTDI dan GMF AeroAsia.

Kolaborasi strategis antara PTDI dan GMF AeroAsia ini diyakini memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan kerja sama industri MRO nasional melalui penguatan kapabilitas teknis, peningkatan kapasitas tenaga kerja, pelaksanaan training, serta pengembangan alat bantu kerja (reverse engineering tools). “Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang pekerjaan berkelanjutan untuk armada sejenis milik Citilink maupun dari calon pelanggan lainnya, tetapi juga mendorong peningkatan caplist PTDI secara menyeluruh,” ujar Daud Zaini, Kepala Divisi Perawatan, Pusat Perakitan dan Modifikasi PTDI.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi PTDI dalam menjadikan hanggar di PTDI Bandung sebagai pusat layanan MRO terpadu, tidak hanya untuk sektor pesawat militer, namun juga pesawat komersial dan general aviation. Hingga saat ini, layanan ACS PTDI telah dipercaya oleh lebih dari 50 pelanggan yang tersebar di tiga benua, menunjukkan pengakuan dunia terhadap kapabilitas dan kualitas layanan yang dimiliki PTDI. Selaras dengan hal tersebut, saat ini PTDI akan melanjutkan perolehan otorisasi dari otoritas penerbangan internasional (foreign authority approval) sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan pasar secara global.

“Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat kebutuhan transportasi udara menjadi sangat tinggi. Namun sayangnya untuk perawatan pesawat komersil dan private jet masih banyak dilakukan di negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan sampai Australia, dimana mereka memiliki dukungan dan support yang lengkap melalui MRO besar dan kelas dunia. Ini menjadikan tantangan dan peluang bagi kami untuk ambil bagian dan ikut terlibat dalam persaingan MRO kelas dunia tersebut, guna memajukan industri digrantara nasional dengan memberikan pelayanan perawatan pesawat komersial dan private jet yang beroperasi di wilayah negara RI,” lanjut Daud Zaini.

Melalui perluasan cakupan layanan ACS ini, PTDI tidak hanya ingin menghadirkan layanan perawatan pesawat berkualitas tinggi, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri MRO domestik yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Seluruh pekerjaan ACS di PTDI dilaksanakan oleh tenaga profesional bersertifikat dan berpengalaman, menjadikan kualitas sebagai prioritas utama. “Kualitas layanan kami adalah jaminan yang tidak akan kami kompromikan. Konsistensi terhadap standar dan kepuasan pelanggan merupakan fondasi utama dalam setiap pekerjaan ACS di PTDI,” tegas Daud Zaini.

Dengan langkah ekspansif ini, PTDI menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam sektor penerbangan nasional dan regional, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam industri dirgantara yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Beragam Inovasi Teknologi Penerbangan PTDI, Mulai Dari Pengembangan Pesawat Eksisting Sampai Transportasi Udara Masa Depan

Perbaikan Jalur Terus Berlanjut Pasca Anjlok KA Argo Bromo Anggrek, KAI Masih Berlakukan Pembatasan Kecepatan

Kejadian Jumat lalu yang melibatkan rangkaian Kereta Api (KA) 1 Argo Bromo Anggrek rute Surabaya Pasar Turi – Gambir membuat sejumlah perjalanan kereta api alami gangguan. Bahkan perjalanan yang semula banyak yang melintas di jalur utara, harus terpaksa memutar melalui jalur selatan. Keterlambatan pun tak terhindarkan hingga belasan bahkan puluhan jam lamanya.

Pengerjaan dan evakuasi secara cepat pun dilakukan guna memperlancar perjalanan kereta api sehingga tidak harus kembali memutar alias melalui jalur KA via selatan. Hingga kini perjalanan kereta api sudah bisa melewati Stasiun Pegadenbaru, dimana jalur tersebut sudah diperbaiki dan dilintasi sejumlah kereta api.

Namun, kecepatan yang seharusnya lebih daru 100 km/jam melewati stasiun tersebut, sementara harus dikurangi. Karena perbaikan rel terutama wessel stasiun harus benar-benar sempurna agar bisa dilewati kereta api dengan kecepatan maksimal.

Argo Bromo Anggrek Anjlok di Pegadenbaru. Apakah Karena Temuan Benda Ini?

Saat ini kecepatan kereta api yang melintas Stasiun Pegadenbaru awalnya dibatasi hingga 40 km/jam saja. Namun pada Minggu, 3 Agustus 2025 kecepatan kereta api yang bisa dilintasi mencapai maksimal 60 km/jam. Batas kecepatan sementara ini masih terus dilakukan hingga rel benar-benar maksimal untuk dilewati kereta api. Beberapa kereta api pun masih alami keterlambatan setengah hingga 1 jam.

Jalur yang melewati Stasiun Pegadenbaru merupakan jalur tersibuk di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon. Banyaknya kereta api baik dari arah Jakarta maupun Bandung dan Surabaya ini tak hanya kereta angkutan penumpang yang melintas, namun banyaknya kereta angkutan barang juga melintas di jalur ini.

Sejumlah kereta api yang melintas, dibatasi kecepatannya hingga 60 km/jam di Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat. (Foto: Dok. KAI)

Sebelumnya Evakuasi rangkaian kereta selesai dilakukan pada Sabtu (2/8) pukul 07.00 WIB, sementara perbaikan jalur berlanjut hingga Minggu (3/8) pagi. Jalur kembali dapat digunakan sejak pukul 10.57 WIB dan dilewati pertama kali oleh KA Argo Lawu dengan kecepatan terbatas.

KAI mencatat terdapat 80 perjalanan kereta yang dibatalkan akibat insiden tersebut, dengan rincian 54 perjalanan dibatalkan pada hari H kejadian tanggal 1 Agustus, 24 perjalanan dibatalkan pada 2 Agustus, dan dua perjalanan dibatalkan pada hari ini, Minggu. Di sisi lain, terdapat 42 perjalanan lainnya dialihkan melalui jalur memutar via Purwokerto-Kroya-Bandung.

Melihat ke depan, pihak terkait akan terus bekerja sama untuk menyelesaikan penyelidikan penyebab insiden ini secara tuntas. Investigasi menyeluruh akan mencakup aspek teknis maupun non-teknis guna mendapatkan gambaran lengkap mengenai faktor-faktor yang memicu anjloknya kereta api tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan rutin terhadap kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian serta perlunya peningkatan standar keselamatan operasional transportasi massal di Indonesia.

Para ahli transportasi juga mengingatkan bahwa selain perawatan berkala terhadap infrastruktur rel kereta api, penting pula untuk melakukan pelatihan berkala bagi petugas terkait agar selalu siap menghadapi situasi darurat dengan cepat dan tepat.

Dengan adanya langkah-langkah pencegahan serta kesiapan menghadapi situasi darurat secara optimal maka pelayanan transportasi publik khususnya moda transportasi kereta api dapat terus meningkat kualitasnya demi kenyamanan serta keamanan seluruh pengguna jasa transportasinya.

 

Terminal Arjosari, Pusat Utama Mobilitas Kota Malang

Terminal Arjosari merupakan terminal bus terbesar di Kota Malang yang kini menjadi pusat utama mobilitas masyarakat antarkota dan antarprovinsi. Di balik keberadaannya yang strategis dan modern saat ini, terminal ini memiliki sejarah panjang, terutama sebagai pengganti Terminal Pattimura yang dulunya menjadi simpul utama transportasi darat di kota ini.

Sebelum Terminal Arjosari dioperasikan, Terminal Pattimura yang terletak di Jalan Pattimura, dekat pusat kota Malang, menjadi lokasi utama aktivitas bus antarkota dan angkutan kota sejak dekade 1970-an. Namun, seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan kepadatan lalu lintas di pusat kota, Terminal Pattimura dianggap tidak lagi memadai. Kondisi lahan yang sempit dan kemacetan yang sering terjadi di sekitarnya membuat pemerintah memikirkan lokasi baru yang lebih representatif.

Menjawab tantangan tersebut, Terminal Arjosari mulai dibangun pada awal 1980-an dan diresmikan pada 13 November 1989, menggantikan fungsi Terminal Pattimura sebagai terminal utama. Letaknya yang berada di kawasan utara Kota Malang, tepatnya di Kecamatan Blimbing, dinilai strategis karena berada di jalur masuk-keluar kota dari arah Surabaya dan Pasuruan.

Perpindahan ini dilakukan untuk mengurangi beban lalu lintas di pusat kota dan memperlancar arus bus antarkota, terutama dari luar provinsi. Terminal Arjosari pun dirancang lebih luas dan modern untuk menampung ratusan armada per hari, baik untuk layanan Antarkota Antarprovinsi (AKAP), Antarkota Dalam Provinsi (AKDP), hingga angkutan kota (angkot).

Seiring waktu, Terminal Arjosari berkembang menjadi terminal tipe A, yang pengelolaannya berada di bawah Kementerian Perhubungan. Fasilitasnya terus ditingkatkan, mulai dari penambahan jalur bus, ruang tunggu, loket tiket, area parkir luas, hingga sistem pengawasan keamanan. Kawasan di sekitar terminal pun tumbuh menjadi pusat ekonomi baru, dengan munculnya toko oleh-oleh, warung makan, dan usaha jasa lainnya.

Meski Terminal Pattimura telah resmi berhenti beroperasi sebagai terminal bus, lokasinya tetap digunakan sebagai pangkalan angkutan kota dan area aktivitas lainnya dalam skala kecil. Sementara itu, Terminal Arjosari terus memainkan peran penting sebagai gerbang keluar-masuk Kota Malang melalui jalur darat.

Kini, lebih dari tiga dekade setelah pengalihannya, Terminal Arjosari tak hanya menjadi pengganti Terminal Pattimura, tetapi telah menjelma sebagai simbol modernisasi transportasi Kota Malang, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat Malang Raya menuju kota-kota besar di Pulau Jawa dan luar provinsi.

Hore! Ojol Boleh Naik Turunkan Penumpang di Dalam Terminal Arjosari Malang

Bukan Hanya Tempat Rekreasi, Dubai Punya Wisata Mengenal Budaya Emirat

Sebagai salah satu kota paling aman di dunia, Dubai bisa dipilih sebagai tempat untuk berlibur yang nyaman, aman dan tenang. Dubai sendiri memiliki berbagai pengalaman liburan dengan petualanagn maupun relaksasi.

Dubai pun melengkapi tempat wisata mereka agar ramah anak, sehingga cocok bila berlibur bersama keluarga. Di Dubai, jika Anda mencari wisata yang menyegarkan bisa mengunjungi Adventure Waterpark di Atlantis, The Palm.

Sebagai waterpark terbesar di dunia, Adventure Waterpark memiliki lebih dari 100 seluncuran dan atraksi yang memacu adrenalin. Salah satunya adalah ‘Leap of Faith’ yang adalah seluncuran kecepatan tinggi dari ketinggian sembilan lantai yang meluncur tajam menuju laguna.

Jadi saat Anda berseluncur, sensasi jantung yang berdegub kencang pun semakin terasa. Tak hanya itu, Anda dan keluarga juga bisa menikmati ‘Poseidon Revenge’ seluncuran yang membawa Anda meluncur dengan kecepatan 60 km per jam.

Seluncuran ini memiliki panjang 116 meter dan memiliki putaran yang melingkar serta membuat yang menaikinya cukup merasakan ketegangan. Sedangkan yang suka bersantai bersama keluarga, bisa menuikmati kolam arus ataupun kolam besar lainnya.

Bukan hanya waterpark, keseruan berlibur di dalam ruangan pun bisa dicoba saat menjelajahi Dubai Mall Chinatown. Di sini, Anda dan keluarga bisa mengunjungi House of Hype yang menjadi spot imersif terbaru di Dubai.

Berbagai sudut Instagramabel yang penuh warna ada di sini. Selain berlibur, Anda dan keluarga juga menikmati permainan, fesyen hingga kuliner dengan lebih dari ratusan pengalam seru. Anda bisa berpose di panggung konten kreator, berbelanja maupun menikmati hidangan lezat.

Di Dubai pun, Anda dan keluarga juga bisa bersantai sembari belajar budaya Emirat. Anda bisa mengunjungi Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum Centre for Cultural Understanding (SMCCU) yang menghadirkan program spesial selama musim panas ini. Program ini berlangsung setiap hari Selasa hingga 26 Agustus, dan mencakup sesi diskusi budaya, cerita-cerita menarik, serta aktivitas interaktif untuk anak-anak dan orang tua.

Anak-anak dapat mengikuti aktivitas seperti menggambar dan mewarnai, sementara orang tua dapat menikmati sesi cerita dan diskusi budaya. Dengan moto “Open Doors, Open Minds,” sesi ini menjadi wadah yang menyenangkan dan terbuka untuk mengenal lebih dalam budaya Emirat.

Keren! Dubai Kembali Hadirkan Moda Transportasi Tradisional Dengan Sentuhan Modern

Hasil Survei Scoot: “Jepang, Singapura dan Korea Selatan, Destinasi Internasional Teratas Bagi solo travelers”

Survei Scoot mengungkapkan bahwa wisatawan solo travel sangat intensional dalam pendekatannya. Sebanyak 96% responden menyatakan bahwa mereka melakukan perencanaan sebelum berangkat. Di luar pemesanan tiket pesawat, prioritas utama bagi lebih dari separuh wisatawan solo travel ini mencakup pengelolaan anggaran (52%), pemilihan akomodasi (51%), dan pertimbangan keamanan (50%).

Mereka sangat mengandalkan agensi-agensi perjalanan daring (OTA) untuk membantu mereka mengambil keputusan terkait penerbangan, akomodasi, dan transportasi darat. Untuk rekomendasi kuliner dan aktivitas, media sosial menjadi kanal utama pencarian.

Hasil Survei Scoot: “Penikmat Solo Travel di Indonesia Terus Mengalami Peningkatan”

Walaupun eksplorasi destinasi dalam negeri tetap menjadi pilihan populer bagi para wisatawan solo travel Indonesia dalam 12 bulan ke depan, survei ini juga mengungkap bahwa Jepang (42%), Singapura (26%), Korea Selatan (21%), dan Australia (21%) dianggap sebagai destinasi internasional teratas solo travel tahun depan.

Pilihan ini mencerminkan minat terhadap budaya yang dinamis, pelarian ke alam, dan kenyamanan yang familiar, tergambar dalam jenis solo travel paling populer: retret alam (43%), liburan pantai (42%), pengalaman budaya dan sejarah (41%), serta city breaks (liburan singkat untuk menjelajahi kota) (39%), dan wisata belanja (39%).

Mayoritas wisatawan solo travel (43%) lebih suka melakukan perjalanan antara empat hingga tujuh hari—cukup lama untuk mencari pengalaman bermakna, namun cukup waktu bagi mereka yang memiliki jadwal padat. Bagi banyak orang, terutama generasi muda Indonesia yang menghadapi tuntutan kerja dan urusan pribadi, liburan singkat ini menawarkan jeda yang diperlukan untuk menata ulang diri sendiri, memulihkan energi, dan mendapatkan perspektif baru tanpa harus cuti panjang dari tanggung jawab sehari-hari.

Sebagian besar wisatawan solo travel berada dalam kisaran pengeluaran kelas menengah, yaitu US$201 (sekitar Rp3,4 juta) hingga US$999 (sekitar Rp16,4 juta) per kategori perjalanan, yang mencakup tiket penerbangan, akomodasi, dan makanan.

Untuk berpergian destinasi wisata, responden dari Indonesia terus memprioritaskan opsi perjalanan udara yang terjangkau, dengan lebih dari setengah responden (53%) memilih kelas ekonomi dan satu dari lima responden (22%) memilih maskapai penerbangan berbiaya rendah. Hal ini menggarisbawahi pentingnya solusi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan sebagai pendorong utama bagi mereka yang menjelajahi dunia sendiri.

KA Argo Bromo Anggrek Anjlok di Pegadenbaru, Apakah Karena Temuan Benda Ini?

Jumat, (1/8) musibah terjadi pada rangkaian kereta api unggulan di Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Ya Kereta Api (KA) 1 Argo Bromo Anggrek alami anjlok di Stasiun Pegadenbaru (PGB), Subang, Jawa Barat. KA Argo Bromo Anggrek anjlok tepat di wesel arah timur dengan kecepatan penih yakni diatas 100 km/jam. Sejumlah rangkaian keluar dari lintasan termasuk 2 unit Kereta Compartmen.

Pihak KAI mengungkap ada lima gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang anjlok di Stasiun Pegadenbaru, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Petugas sedang mengevakuasi para penumpang. Lima gerbong kereta Argo Bromo Anggrek dengan nomor perjalanan KA 1 relasi Surabaya Pasarturi-Gambir itu keluar dari jalur dengan kondisi miring. Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, sebelum kejadian pada pukul 14.46 WIB, pihaknya menerima laporan dari petugas di lapangan diduga adanya kereta anjlok.

Dari foto maupun video yang beredar, terlihat evakuasi penumpang KA Argo Bromo Anggrek terlihat saat keluar dari rangkaian kereta. Hingga saat ini kondisi kereta miring dan hampir menutup jalur sebelahnya. Tak hanya itu kondisi rel pasca anjlok KA tersebut alami patah dan bengkok. Kondisi anjloknya KA Argo Bromo Anggrek membuat rangkaian Crane dikerahkan dari Depo Cirebon dan kereta penolong dari Depo Cipinang, Jakarta juga menuju lokasi kejadian.

Ditengah ramainya kabar anjloknya rangkaian KA Argo Bromo Anggrek, ada beberapa informasi masuk ke team kabarpenumpang bahwa ada penemuan sesuatu yang diperoleh dari informasi Stasiun Tanjung.

Telah ditemukan sebuah benda yang merupakan end cup bearing roda terjatuh di jalur 4 Stasiun Tanjung. End cup bearing roda tersebut diamankan oleh petugas Stasiun Tanjung. Belum diketahui benda tersebut dari roda kereta mana berasal. Namun, baru dugaan end cup bearing roda itu dari rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang anjlok setelah ditemukannya benda tersebut.

Temuan End Cup Bearing untuk roda kereta yang terlepas. (Foto: Dok. Istimewa)

Imbas dari anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pegadenbaru, membuat perjalanan kereta api terganggu, bahkan terpaksa ada yang dialihkan. Berikut nama-nama kereta api yang terganggu sore tadi hingga saat ini:

Kereta Api dari Arah Barat:
1. Ka 152 Brantas: Pasar Senen – Blitar
2. Ka 254 Kertajaya: Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi
3. Ka 38 Brawijaya: Gambir – Malang
4. Ka 18 Argo Sindoro: Gambir – Semarang Tawang
4. Ka 8 Bima: Gambir – Surabaya Gubeng

Kereta Api dari Arah Timur:
1. Ka 61 Sembrani: Surabaya Pasar Turi – Gambir
2. Ka 259 Tawangjaya: Semarang Poncol – Pasar Senen
3. Ka 161 Bangunkarta: Jombang – Pasar Senen
4. Ka 89 Gaya Baru Malam: Surabaya Gubeng – Pasar Senen
5. Ka 123 Cakrabuana: Cirebon – Gambir
6. Ka 5 Argo Semeru: Surabaya Gubeng – Gambir
7. Ka 115 Sawunggalih: Kutoarjo – Pasar Senen
8. Ka 27 Argo Merbabu: Semarang Tawang – Gambir
9. Ka 203 Tegal Bahari: Tegal – Pasar Senen
10. Ka 29F Argo Anjasmoro: Surabaya Pasar Turi – Gambir
11. Ka 179 Tawangjaya Premium: Semarang Tawang – Pasar Senen
12. Ka 119 Gunungjati: Semarang Tawang – Gambir
13. Ka 269 Matarmaja: Malang – Pasar Senen

Diketahui lima unit gerbong yang anjlok berdasarkan laporan Stasiun Pegadenbaru adalah K102350 (SBI), K102345 (SBI), T100902 (SBI), T100901 (SBI), dan P02306 (SBI). Pun jalur hulu dan hilir di lokasi kejadian dilaporkan tidak dapat dilalui (non-preipal), sehingga menyebabkan gangguan pada perjalanan kereta lainnya dan dikabarkan harus memutar.

Hasil Survei Scoot: “Penikmat Solo Travel di Indonesia Terus Mengalami Peningkatan”

Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA), mengumumkan temuan dari survei terkait tren solo travel. Survei ini  dilaksanakan oleh YouGov yang didukung oleh Scoot, dan survei ini dilakukan terhadap lebih dari 5.000 responden di lima negara di kawasan Asia-Pasifik (APAC), termasuk lebih dari 1.000 responden dari Indonesia, untuk mengungkap tren solo travel yang sedang berkembang di seluruh wilayah ini.

Dengan mengeksplorasi demografi para wisatawan, motivasi dan pertimbangan melakukan perjalanan, perilaku dalam merencanakan liburan, serta sikap budaya, hasil survei Scoot ini memberikan wawasan tentang pola pikir para wisatawan independen masa kini.

Dari berwisata dalam grup besar yang diorganisir agen perjalanan hingga berwisata dalam grup kecil seperti bersama keluarga dan teman, cara masyarakat bepergian telah banyak berubah selama bertahun-tahun. Dulu dianggap sebagai kegiatan yang eksklusif, kini solo travel semakin menjadi gaya hidup umum bagi wisatawan Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Hampir tujuh dari 10 orang Indonesia (68% responden dari Indonesia) telah melakukan solo travel dalam setahun terakhir, dan mayoritas responden (92%) berencana melakukannya dalam 12 bulan ke depan. Kelompok milenial berada di garis depan perubahan ini, dengan proporsi 41% dari para wisatawan solo travel saat ini maupun yang berencana melakukan solo travel, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata negara di kawasan Asia-Pasifik (40%).

Solo travel sangat direkomendasikan oleh mereka yang telah mencobanya. Di Indonesia, 94% responden menyatakan akan merekomendasikan solo travel kepada orang lain. Tren ini berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup yang lebih luas, mulai dari meningkatnya tekanan dalam pekerjaan dan di rumah, hingga semakin besarnya perhatian terhadap kesejahteraan pribadi.

Sebanyak 49% para wisatawan solo travel dari Indonesia menyebut kebebasan dan fleksibilitas dalam menyusun rencana perjalanan sebagai motivasi utama mereka, sementara 46% responden berpandangan bahwa solo travel merupakan kesempatan untuk beristirahat dan fokus pada diri sendiri. Sebanyak 43% responden juga mengapresiasi kemandirian dalam menjelajah tempat-tempat baru sesuai ritme mereka sendiri.

Kecenderungan ini mencerminkan tren perilaku terkini dalam masyarakat Indonesia yang sangat terhubung dan bergerak cepat. Bagi banyak orang di Indonesia, solo travel menjadi cara yang ampuh untuk melepaskan diri dari kesibukan, terhubung kembali dengan diri mereka sendiri, dan memprioritaskan kesehatan mental.

Temuan Scoot sejalan dengan meningkatnya mindfulness, kesehatan, dan kebugaran dalam beberapa tahun terakhir. Hasil survei ini menyoroti bagaimana perjalanan, khususnya solo travel, telah berevolusi dari sekadar aktivitas liburan menjadi sarana refleksi dan pencarian jati diri.

“Walaupun hasil survei ini tidak menggambarkan berkurangnya minat terhadap wisata kelompok atau keluarga, cara kita bepergian kini mencerminkan ekspresi individualitas dan memungkinkan proses penemuan diri. Hasil survei Scoot memberikan gambaran tentang perilaku, motivasi, preferensi, dan harapan segmen wisatawan solo travel yang sedang berkembang saat ini,” ujar Agatha Yap, Director of Marketing, Communications & Loyalty, Scoot.

Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

54 Tahun KA Parahyangan, Sang Legenda yang Tak Pernah Dimakan Zaman

Dari namanya saja, masyarakat tentu tahu dengan kereta api yang satu ini. Menjelajah jalur di bumi parahyangan yang menghubungkan Jakarta-Bandung, kereta api ini sangat melekat di hati masyarakat. 54 tahun sudah Kereta Api (KA) Parahyangan dengan setia menemani penumpang selama perjalanan yang menemani segudang kisah yang tentu tak pernah dilupakan.

Ya, sang legenda KA Parahyangan yang pertama kali dioperasikan pada 31 Juli 1971 ini adalah kereta api pertama yang menjelajah jalur Jakarta-Bandung melewati puluhan jembatan dan menyeberangi bukit dikawasan Jawa Barat. Sampai saat ini, KA Argo Parahyangan tergolong dalam rangkaian kereta api tertua di Indonesia. Kereta ini juga lebih sering disebut sebagai KA Parahyangan daripada KA Argo Parahyangan.

Pada awal beroperasi, kereta menggunakan lokomotif BB201 dengan 14 kereta dalam satu rangkaian. Rangkaian berangkat dan berhenti dari Stasiun Gambir ke Stasiun Bandung Kota. Keberadaan KA Parahyangan langsung menjadi moda transportasi favorit masyarakat, khususnya para pekerja, pedagang dan mahasiswa yang punya aktivitas di Jakarta dan Bandung.

Sebelum dioperasikannya KA Parahyangan, masyarakat pergi ke Bandung lewat jalur darat hanya bisa melalui Pantai Utara Jawa (Bekasi-Karawang-Purwakarta-Bandung) dan Puncak (Bogor-Cianjur-Bandung). Tentu, jalur tersebut memakan waktu tempuh lebih lama. Maka, pada 31 Juli 1971, pemerintah merilis KA Parahyangan sebagai salah satu moda transportasi yang dibuat pemerintah lewat Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) sebagai solusi yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung.

KA Parahyangan era tahun 1990-an dengan rangkaian kelas eksekutif dan bisnis. (Foto: Dok. Perumka)

Tak hanya itu, seiring perkembangan KA Parahyangan bisa ditempuh rute Jakarta-Bandung dalam waktu sekitar 2,5 jam. Eksistensi kereta ini berkelas K2 atau bisnis. Eksistensi kereta ini dinilai memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Moda transportasi ini cukup dipercaya, sebab adalah moda tercepat pada masa lalu yang mengaitkan kota Bandung dengan Ibu Kota Jakarta. Menjelang akhir tahun 70-an ragam gerbong K1 atau eksekutif mulai digabungkan dengan rangkaian KA Parahyangan dan mulai rutin dibawa di era 80-an.

Pada era 1990-an, KA Parahyangan kembali merasakan masa keemasan meskipun PNKA yang saat itu berubah nama menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan meluncurkan Argo Gede. KA Argo Gede merupakan layanan kereta api argo pertama yang mulai beroperasi pada 31 Juli 1995.

Pada April 2010, KA Parahyangan resmi dihentikan pelayanannya akibat semakin aktifnya perjalanan Jakarta-Bandung via tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Keputusan itu menuai kritik dan kekecewaan dari pelanggan. Dalam prosesnya, layanan KA Parahyangan kembali dijalankan, yaitu dengan nama KA Argo Parahyangan, yang merupakan gabungan dua layanan KA Argo Gede dan KA Parahyangan.

Gantikan KA Argo Parahyangan, Mulai 1 Februari 2025 PT KAI Kembali Operasikan KA “Legend” Parahyangan

Seiring perkembangan zaman, kereta api ini makin terus diminati masyarakat. 15 tahun berlalu, KA Argo Parahyangan berhenti melayani. Hingga pada perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, nama KA Parahyangan kembali mencuat. Dengan 2 eksistensi kelas eksekutif dan ekonomi premium ini menjadikan KA Parahyangan tetap ada dihati masyarakat yang setia mengantar hingga ke tujuan. Untuk tarif tiket yang diberlakukan KA Parahyangan, pada kelas eksekutif ditetapkan sebesar Rp200.000 sampai dengan Rp 250.000 per perjalanan. Sementara tarif kelas ekonomi adalah Rp150.000.

 

Oleh-oleh Kunjungan Prabowo ke Paris, LRT Bandung Digarap Perancis

Proyek Light Rail Transit (LRT) Bandung, Jawa Barat, dipastikan bakal digarap Perancis. Kepastian itu didapat setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Paris pada parade Bastille Day 14 Juli 2025, disusul pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Transportasi Perancis Philippe Tabarot, di Kementerian Transportasi Prancis, Paris, Selasa (29/7).

Baca juga: Perancis Luncurkan Kereta Cepat TGV INOUI Dengan Gerbong Makan Bertingkat

Diketahui, LRT Bandung saat ini sudah masuk tahap perencanaan sejak tahun dan konstrukti ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2026.

“Indonesia dan Perancis sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang transportasi, baik di sektor darat, laut, dan udara. Kerja sama ini juga termasuk dalam hal pertukaran pengetahuan, teknologi, serta keterlibatan perusahaan dari kedua negara,” ujar Menhub Dudy.

Salah satu langkah konkret yang disepakati oleh kedua negara dalam pertemuan ini adalah proyek pengembangan Light Rail Transit di Kota Bandung, Jawa Barat. Pemerintah Perancis menyatakan siap untuk mendukung proyek tersebut melalui pendanaan studi kelayakan serta akan mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan Prancis dalam pengembangan jaringan transportasi perkotaan di tanah air.

“Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk mendukung pengembangan transportasi massal yang modern dan berkelanjutan di Indonesia. Kami menyambut baik dukungan dari Prancis, khususnya untuk proyek LRT Bandung yang diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas perkotaan dan mengurangi kemacetan di wilayah metropolitan,” ungkapnya.

Baca juga: Riyadh Metro, Inilah Serba-Serbi LRT Pertama di Arab Saudi

Selain proyek LRT Bandung, kedua negara juga sepakat untuk memperluas kerja sama di sektor maritim dan penerbangan sipil, termasuk penguatan kapasitas keselamatan pelayaran, pelabuhan, serta pertukaran teknologi penerbangan. Adapun untuk memastikan kelanjutan kemitraan ini, akan dibentuk kelompok kerja bersama yang bertugas menyusun rencana aksi dan agenda proyek prioritas dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis bagi Prancis, khususnya dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan. “Keahlian perusahaan-perusahaan Prancis akan mendukung kebutuhan Indonesia di bidang transportasi, dan proyek LRT Bandung menjadi langkah awal kerja sama yang saling menguntungkan,” tutupnya.