Ini Perbedaan Antara Badai Debu dan Badai Pasir, Serta Pengaruhnya Pada Keselamatan Penerbangan

Dua jenis badai ini terbilang mirip dan sama-sama punya pengaruh kuat dalam keselamatan penerbangan. Namun, badai debu (dust storm) dan badai pasir (sandstorm) ternyata berbeda, termasuk berbeda dalam respon yang diberikan oleh penerbang.

Perbedaan antara badai debu dan badai pasir terutama terletak pada ukuran partikel, lokasi kejadian, dan dampaknya terhadap lingkungan—termasuk penerbangan pesawat udara.

Badai debu dianggap lebih berbahaya bagi penerbangan, karena partikelnya lebih ringan dan kecil, sehingga dapat terangkat ke ketinggian jelajah pesawat (cruising altitude). Selain itu, badai debu dapat masuk ke mesin pesawat, merusak turbin atau menyebabkan penurunan performa.

Kenapa Pesawat Penumpang Tidak Dilengkapi Parasut untuk Situasi Darurat? Ini Jawabannya

Tidak itu saja, badai denu dapat mengganggu sistem sensor dan navigasi, serta mengurangi visibilitas secara signifikan di bandara dan udara. Seperti dadai debu dari Sahara sering mengganggu lalu lintas udara di Eropa Selatan dan Timur Tengah.

Sebaliknya, badai pasir umumnya kurang berdampak terhadap pesawat di ketinggian, karena partikelnya lebih berat dan tidak terangkat setinggi itu. Namun, badai pasir punya dampaknya lebih besar untuk lepas landas dan pendaratan, terutama di daerah gurun.

Dampak Pada Mesin Jet
Partikel debu berukuran mikro sangat abrasif dan ketika terhisap masuk melalui air intake, debu ini menyerang bilah-bilah kompresor dan turbin, menyebabkan erosi logam. Dalam jangka panjang, ini menurunkan efisiensi pembakaran dan mendorong kerusakan prematur.

Debu dalam jumlah besar dapat menyumbat filter atau ducting sistem udara. Ini bisa menyebabkan penurunan tekanan udara masuk (airflow disruption), yang sangat krusial untuk pembakaran bahan bakar. Debu dalam jumlah besar dapat menyumbat filter atau ducting sistem udara.

Ini bisa menyebabkan penurunan tekanan udara masuk (airflow disruption), yang sangat krusial untuk pembakaran bahan bakar. Jika partikel mengganggu proses pembakaran, bisa terjadi flameout (mati mendadak mesin), terutama saat lepas landas atau saat pesawat bermanuver berat. Flameout adalah kegagalan mesin yang sangat berbahaya dan sulit diatasi dalam kondisi badai debu tebal.

Dampak Pada Sistem Avionik dan Sensor
Sensor seperti pitot tube, AOA (Angle of Attack) sensor, radar doppler, dan lidar bisa terganggu karena terpapar partikel halus. Debu yang menempel dapat menyebabkan pembacaan keliru atau bahkan kegagalan sensor. Kamera pengawasan, sistem pendaratan berbasis optik (Enhanced Vision System), dan FLIR terganggu oleh debu tebal.

Ditambah visibilitas mendekati nol, sangat berisiko untuk penerbangan malam atau operasi di medan tempur.

Dampak Pada Sistem Hidrolik dan Pendinginan
Saluran ventilasi dan pendingin avionik bisa kemasukan partikel debu. Debu bisa mencemari cairan hidrolik atau sistem pendingin, menyebabkan penurunan efisiensi atau overheating.

Di Tahun 1991, saat Perang Teluk, beberapa jet tempur AS mengalami penurunan performa mesin setelah mengoperasikan misi dalam badai debu Irak-Kuwait. Boeing dan Airbus memiliki prosedur darurat untuk operasi dalam “volcanic ash or dust storm”, karena dampaknya mirip: abrasif, mengganggu pembakaran, dan mengurangi visibilitas.

Pesawat Delay Karena Badai Pasir, Pilot Belikan Pizza untuk Semua Penumpang

Belajar dari Swiss, Indonesia Akan Terapkan Panel Surya Terpasang di Atas Rel, Apa Dampaknya?

Dalam dunia kereta api, Swiss dapat dijadikan barometer dan acuan perkembangan teknologi kuda besi, salah satunya adalah untuk pertama kalinya di Swiss diciptakan panel surya yang dipasang pada bantalan rel kereta api.

Teknologi ini memungkinkan pemasangan panel surya di atas rel kereta api tanpa mengganggu operasional transportasi, sebuah terobosan yang personally sebagai yang pertama di dunia.

Rencananya, teknologi ini akan diuji coba di Bogor, Jawa Barat, sebelum diperluas ke wilayah lain di Pulau Jawa. Salah satu langkah terbaru ini yang paling menarik perhatian dan ketertarikan Indonesia terhadap teknologi panel surya inovatif yang dikembangkan oleh startup asal Swiss, Sun-Ways.

Panel surya dipasang pada bantalan rel kereta api dan dapat dipasang atau dilepas dalam hitungan jam menggunakan mesin khusus yang dikembangkan oleh Scheuchzer SA, perusahaan spesialis perawatan rel dari Swiss. Inovasi ini memungkinkan perawatan rel tetap dilakukan tanpa hambatan, sementara panel surya tetap bersih berkat sikat pembersih yang terintegrasi pada kereta.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, diperkirakan mencapai 3.200 Giga Watt (GW), namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal, hanya sekitar 200 Megawatt (MW) hingga saat ini. Proyek percontohan di Swiss menunjukkan bahwa 48 panel surya dengan kapasitas masing-masing 385 watt dapat menghasilkan sekitar 16.000 kWh listrik per tahun, cukup untuk memasok kebutuhan energi rumah-rumah di sekitar area tersebut.

Di Indonesia, penerapan teknologi ini dapat menjadi game-changer dalam transformasi energi hijau. Dengan jaringan rel kereta api yang luas, terutama di Pulau Jawa, teknologi ini dapat meningkatkan kapasitas produksi energi surya tanpa memerlukan lahan baru. Meski menjanjikan, teknologi ini tidak luput dari tantangan. Paparan debu, getaran dari kereta, dan kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor yang perlu diuji untuk memastikan efisiensi jangka panjang.

Potensi energi surya yang melimpah dan semangat inovasi, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pionir energi hijau di kawasan. Teknologi Sun-Ways bukan hanya tentang menghasilkan listrik, tetapi dampaknya akan menciptakan solusi yang efisien, ramah lingkungan, dan adaptif untuk masa depan. Langkah Indonesia untuk menjajal teknologi panel surya Sun-Ways adalah bukti komitmen negara ini dalam mengejar masa depan energi yang berkelanjutan.

Jaringan Kereta Api di Swiss Dikenal Tepat Waktu, Inilah Resepnya

Buntut Insiden 25 Mei, Air Asiana Stop Jual Kursi di Barisan Pintu Darurat

Penumpang pesawat berebut mendapatkan sederet keuntungan bila duduk di emergency exit row, mulai dari legroom lebih lega sampai headroom -karena tak ada kompartemen bagasi di atas kepala- lebih tinggi dibanding kursi ekonomi lainnya. Namun, posisi duduk di barisan pintu darurat menjadi petaka dalam penerbangan Asiana Airlines Flight OZ8124, rute Jeju – Daegu, Korea Selatan.

Baca juga: Benarkah Penumpang yang Duduk di Sebelah Pintu Darurat Pesawat Mendapat Legroom Lebih Luas?

Pada hari Jumat, 25 Mei 2023, seorang penumpang pria dengan sengaja membuka pintu darurat (emergency door) di pesawat yang tengah mengudara. Insiden itu terjadi pada pesawat Airbus A321-200 yang membawa hampir 200 penumpang tengah mendekati landasan pacu di Bandara Internasional Daegu, sekitar 240 km tenggara Seoul.

Meski menimbulkan trauma bagi para penumpang, pesawat akhirnya dapat mendarat dengan selamat tetapi beberapa orang dirawat di rumah sakit tanpa ada yang mengalami luka serius.

Sang pelaku yang berusia 30-an mengatakan kepada polisi Daegu bahwa dia ingin keluar dari pesawat karena merasa “tercekik” di dalam kabin. Dia juga berada di bawah tekanan karena sedang menganggur, kata pihak berwenang. Atas aksinya, pria itu kini menghadapi dakwaan pidana 10 tahun penjara.

Lepas dari insiden di atas, manajemen Air Asiana untuk saat ini memutuskan untuk tidak menjual beberapa kursi di dekat pintu darurat. Mulai Minggu ini, kursi darurat 31A dan 26A pada 14 jet A321-200 tidak lagi ditawarkan untuk dijual. “Sebagai tindakan pencegahan keamanan, langkah ini akan berlaku meski penerbangan dalam kondisi penuh (penumpang),” ujar juru bicara Air Asiana.

Baca juga: Katanya Gerah, Wanita ini Buka Pintu Darurat Pesawat dan Berjalan di Sayap

Sebagai catatan, pesawat secara otomatis diatur untuk menyesuaikan tekanan kabin sesuai dengan ketinggian pesawat. Sehingga saat pesawat berada di udara tinggi, tidak mungkin pintu darurat dapat dibuka, tetapi saat pesawat berada di ketinggian rendah dan mendekati pendaratan, maka pintu darurat bisa dibuka, seperti yang terjadi pada insiden Air Asiana, kala itu pesawat tengah berada di ketinggian 213 meter.

25 Mei 1910: Wright Bersaudara Terbang Bersama untuk Pertama dan Terakhir

Pada hari ini, 115 tahun yang lalu, bertepatan dengan 25 Mei 1910, Orville Wright dan Wilbur Wright atau Wright bersaudara, untuk pertama dan terakhir terbang bersama. Penerbangan bersejarah tersebut dilakukan selama enam menit lebih di Simms Station, Dayton, Ohio, Amerika Serikat (AS) setelah mendapat restu dari ayahnya.

Baca juga: 11 Oktober 1910: Theodore Roosevelt Jadi Presiden AS Pertama yang Terbang Naik Pesawat

Selain itu, untuk pertama dan terakhir, Wright bersaudara, dalam hal ini Orville Wright, juga mengajak terbang ayahnya yang berusia 82 tahun, Milton Wright, selama tujuh menit menggunakan pesawat pertamanya. Penerbangan ini bukan hanya bersejarah dan berkesan untuk Milton Wright yang seumur hidup hanya kali itu merasakan naik pesawat terbang.

Dihimpun dari berbagai sumber, sejak era Wright Flyer, yang berhasil terbang perdana pada 17 Desember 1903, Wright bersaudara memang tidak pernah terbang bersama. Saat penerbangan perdana Wright Flyer pun, Wright bersaudara selalu bergantian menerbanginya.

Pertama-tama, Orville Wright yang terbang lebih dahulu dan berhasil terbang sejauh 36,5 meter setinggi 3 meter selama 12 detik dengan kecepatan 6,8 mph di kaki bukit pasir Big Kill Devil Hills, dekat Kitty Hawk, North Carolina, AS.

Tak puas melihat penerbangan Orville Wright yang hanya 12 detik, Wilbur Wright mencobanya lagi dan lagi.

Pada penerbangan keempat, Wilbur berhasil menempuh jarak 852 kaki dan pesawat Wright Flyer atau biasa juga disebut Flyer 1 megudara selama 59 detik, menjadikannya sebagai orang pertama yang mendemonstrasikan penerbangan menggunakan pesawat berbobot lebih berat dari udara pertama di awah kendali penuh pilot.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun lalu, Wright Company Produsen Pesawat Pertama di AS Berdiri

Sayangnya, di hari itu, Wright Flyer yang berbobot sekitar 274 kg harus rusak karena hembusan angin kencang yang membuatnya terpontang-panting. Pesawat rusak dan harus direparasi terlebih dahulu hingga pada akhirnya saat ini pesawat diabadikan di Museum Smithsonian di Washington DC, AS.

Sejak saat itu, keduanya berupaya membangun pesawat lain yang lebih sempurna. Selang 5 tahun, tepatnya pada 8 Agustus 1908, pesawat pertama yang lebih canggih dari pesawat pertamanya terbang perdana di depan publik Hunaudieres, Le Mans, Perancis. Dalam uji coba itu, pesawat terbang selama 1 menit 45 detik dan menjadi tonggak sejarah dunia dirgantara dunia.

Lagi-lagi, pada penerbangan ini, Orville Wright dan Wilbur Wright tidak terbang bersamaan melainkan salah satunya saja.

Barulah pada 25 Mei 1910, Orville Wright dan Wilbur Wright atau Wright bersaudara, untuk pertama dan terakhir terbang bersama. Penerbangan bersejarah tersebut dilakukan selama enam menit lebih di Simms Station, Dayton, Ohio, Amerika Serikat (AS) setelah mendapat restu dari ayahnya, Milton Wright.

Sejak merintis dunia penerbangan, Wright Brothers memang sudah berjanji tidak akan pernah terbang bersama untuk menghindari kemungkinan terburuk, kecelakaan bersama dan tidak ada yang melanjutkan eksperimen pesawat.

Baca juga: Hari Ini, 118 Tahun Lalu, Cikal Bakal Penerbangan Modern Dimulai Wright Bersaudara

Ketika itu, Orville Wright, yang memang dikenal lebih pandai terkait seluk-beluk pesawat dibanding Wilbur Wright yang lebih pandai di dunia bisnis pesawat, menjadi pilotnya.

Tak ingin kehilangan momentum, Orville Wright pun juga mengajak ayahnya untuk terbang bersama. Disebutkan, kedua terbang selama hampir tujuh menit di ketinggian sekitar 107 meter.

Setiap Jumat Selama Musim Haji, Operasional Bus Shalawat Dibatasi

Setiap hari Jumat, operasional bus shalawat akan dibatasi. Informasi ini disampaikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Sehingga para jemaah calon haji Indonesia diimbau untuk salat Jumat di masjid atau musala sekitar hotel.

Bila pun ingin beribdah Jumat di Masjidil Haram, jemaah diminta untuk berangkat lebih awal. Pasalnya bus akan masuk ke terminal sekitar Masjidil Haram yakni Terminal Syib Amir, Ajyad dan Jabal Kakbah sekitar pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dikutip dari kemenag.goid, Kepala Seksi Transportasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Syarif Rahman mengatakan, jemaah haji asal Indonesia diimbau berangkat salat Jumat maksimal pukul 07.00 WAS. Keputusan pembatasan ini diambil otoritas setempat mengingat jumlah jemaah yang terus meningkat menjelang puncak haji.

Baca juga: Bus dengan Lift Hidrolik Mudahkan Jemaah Lansia dan Disabilitas

Usai salat Jumat, bus shalawat akan Kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WAS. Syarif meminta para jemaah untuk memperhatikan jam operasional bus shalawat dan tidak langsung pulang ke hotel selesai salat Jumat.

Ini dilakukan agar mengurangi kepadatan dan jemaah tidak antri lama. Sehingga jemaah haji Indonesia bisa pulang berangsur-angsur dan tidak sekaligus.

“Kalau bisa satu jam setelahnya, atau ba’da ashar,” pesannya.

Mengingat padatnya Masjidil Haram, jemaah lansia dan berkebutuhan khusus disarankan untuk salat Jumat di hotel atau masjid sekitar hotel. Ini dilakukan untuk menjaga Kesehatan jemaah dan sebagai persiapan menunaikan ibadah haji yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi.

Untuk diketahui, bus shalawat sendiri adalah layanan bus gratis yang dioperasikan selama musim haji. Di mana kehadirannya untuk memudahkan jemaah Indonesia beribadah ke Masjidil Haram.

Layanan ini dikelola oleh PPIH Arab Saudi bekerja sama dengan perusahaan transportasi lokal dan hanya berlaku untuk jemaah yang tinggal di wilayah yang relatif jauh dari Masjidil Haram.

Untuk tahun ini, PPIH menyiapkan 27 rute Bus Shalawat. Setiap rute disesuaikan dengan lokasi pemondokan (hotel) jemaah agar seluruh jemaah dapat menjangkau Masjidil Haram dengan mudah, aman, dan tepat waktu.

PPIH Siapkan 32 Bus Shalawat Ramah Jamaah Haji Berkursi Roda

Tak Hanya Jawa dan Sumatera, Jejak Historical Jalur KA di Madura Pun Sangat Melegenda

Sebagai daerah yang pernah memiliki jalur kereta api aktif kira-kira aset perkeretaapian apa saja ya yang masih tersisa di sana? Ya, inilah jalur kereta api di Pulau Madura. Madura memang dulunya memiliki jalur kereta api aktif pada zaman kolonial Belanda. Tercatat Pulau Madura mempunyai beberapa bangunan stasiun yang kini sudah tidak beroperasi atau non aktif. Jalur kereta api di Madura, Jawa Timur ini masih berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya.

Berawal dari bangunan yang saat ini menjadi tempat komersialisasi angkutan Madura yang dulunya merupakan gedung bekas rumah dinas Kepala Stasiun (KS) Kamal yang dimiliki oleh Madoera Stoomtram Masshjcaaphij atau Jawatan Kereta Api Madura di Kamal, Bangkalan.

Nah, tak jauh dari kantor ini ternyata ada bekas Depo Kereta Api Kamal yang terletak di dekat Pelabuhan Kamal. Depo ini dulunya adalah tempat perawatan untuk mengganti suku cadang kereta yang rusak dan tempat penyimpanan lokomorif. Namun sekarang sudah disewakan dan beralih fungsi sebagai tempat usaha warga sekitar. Di sekitar bekas Depo Kereta juga terdapat perumahan dinas karyawan yang saat ini juga disewakan.

Tak hanya itu di area Pelabuhan Kamal yang merupakan titik 0 km juga masih terlihat bekas rel kereta api meskipun sudah beberapa tempat tertimbuj dengan beton dan aspal. Serta Stasiun Kamal yang berdekatan dengan Pelabuhan Kamal merupakan stasiun terendah dengan ketinggian hanya 0,41 meter dari permukaan laut. Stasiun Kamal yang merupakan ujung dari Pulau Sumatera yang dulunya ramai untuk angkutan hasil bumi dan penumpang ini, ada beberapa stasiun yang tentunya menarik untuk kita bahas selanjutnya.

Selanjutnya ada Stasiun Labang yang berada di Desa Jukong, Bangkalan. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembukaan segmen baru Kamal – Talang – Labang – Kwanyar. Ya, dahulu stasiun ini melayani kereta api ke berbagai kota di Pulau Madura sebelum non aktif pada 1984. Stasiun kedua adalah Stasiun Sukolilo Baru atau yang lebih dikenal sebagai Stasiun Buddan. Stasiun ini terletak di puncak bukit dan uniknya penampakan jejak rel-relnya ternyata masih terlihat jelas.

Pada awalnya stasiun-stasiun di Madura difungsikan untuk mengangkut garam namun pada perkembangannya juga dibuka untuk layanan penumpang yang sangat diandalkan. Pada masanya sebelum ditutup layanannya pada tahun 1984-1987.

Selain dua stasiun tersebut sebenarnya masih ada beberapa stasiun yang dilewati jalur KA di Pulau Madura, yaitu Bangkalan, Tanah Merah, Balega, Sampang, Tanjung, Pamekasan, Sumenep, Kalianget dan beberapa stasiun kecil yang sedikit kemungkinan masih terlihat bangunannya.

Dilansir dari laman KAI, di Pulau Madura sendiri ada kurang lebih 1,8 juta metet persegi aset-aset KAI yang terdiri dari rumah dinas, bangunan dinas, dan peninggalan prasarana berupa sisa rel dan jembatan. Aset KAI di Pulau Madura dijaga oleh personel unit komersialisasi non angkutan Madura dan bantuan dari tim optimalisasi aset Daop 8 Surabaya. Aset-aset ini dikomersialisasikan melalui kerjasama persewaan tanah dan bangunan dengan berbagai pihak.

Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali

Tingkatkan Kenyamanan, KAI Wilayah Lampung dan Sumatera Selatan Berlakukan Pembatalan Tiket KA Hanya di Stasiun

Beredar kabar tiket kereta api di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan selalu ludes karena masih banyaknya calo yang memanfaatkan tiket tersebut. Akhirnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluarkan ketentuan bagi para penumpang yang ingin membatalkan tiket kereta api harus datang ke stasiun.

Ketentuan tersebut mulai di berlakukan pada 23 Mei 2025 kepada penumpang yang ingin membatalkan tiket kereta api seperti KA Kuala Stabas, KA Rajabasa, dan KA Bukit Serelo. Pembatalan dengan cara mendatangi stasiun yang melayani loket pembatalan tiket di stasiun besar.

Penumpang yang ingin membatalkan tiket kereta api yang disebutkan tidak bisa lagi melalui aplikasi Access by KAI, ini mengingat kabar yang sudah beredar bahwa adanya calo yang sengaja memborong tiket kereta api dengan cepat habis. Jika penumpang tak mendapatkan tiket KA tersebut, calo menawarkan tiket yang masih tersedia namun dengan harga yang lebih mahal.

Diketahui bahwa beberapa KA tersebut merupakan kereta api subsidi dengan harga tiket mulai dari Rp30.000 saja kelas ekonomi. Dengan perjalanan lebih dari 5 jam, kereta api tersebut paling diminati masyarakat khususnya warga Lampung dan Palembang. Bagaimana tidak, keterbatasan perjalanan kereta api di wilayah tersebut memang masih sangat minim. Yang paling banyak dilewati jalur KA tersebut hanyalah rangkaian kereta api angkutan batu bara. Tak heran penumpang kereta api di wilayah tersebut selalu membludak, apalagi saat libur panjang.

Adapun ketentuan pembatalan tiket seperti KA Rajabasa, Kuala Stabas, dan Bukit Serelo sesuai dengan yang tercantum di sosial media KAI adalah sebagai berikut:
• Pembatalan pembeli (cancel passenger) hanya bisa dilakukan di loker stasiun pembatalan.
• Apabila pemohon pembatalan dari pemilik tiket bukan pemilik tiket (diwakilkan), maka wajib melampirkan:
– Surat kuasa bermaterai dari pemilik tiket kepada yang dikuasakan untuk melakukan pembatalan tiket
– Menunjukkan bukti identitas asli pemilik tiket
• Proses pembatalan tiket (refund) dilakukan maksimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA dengan pengembalian dana H+7 melalui mekanisme transfer atau tunai.
• Tiket KA Rajabasa, Kuala Stabas, dan Bukit Serelo tidak dapat dilakukan perubahan jadwal.
• Ketentuan ini berlaku untuk tiket dengan keberangkatan mulai 23 Mei 2025.

Sebelumnya, warga Sumatera Selatan dan Lampung tengah menghadapi kesulitan mendapatkan tiket kereta api, terutama untuk rute Rajabasa dan Kuala Stabas. Kondisi ini diduga akibat ulah calo yang memborong tiket, menyebabkan harga jual melonjak hingga tiga kali lipat di pasaran.

Mahalnya harga yang dipatok calo, pengguna jasa kereta api juga khawatir terhadap penyalahgunaan data pribadi, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang sering kali diminta dalam transaksi pembelian tiket secara tidak resmi.

Mau Membatalkan atau Merubah Jadwal Tiket Kereta Api? Baca Ini Dulu Ya!

Beroperasi Sejak 2016, Bus Sekolah Harapan Pelajar DKI Jakarta

Setiap pagi, deru mesin bus berwarna kuning cerah menyapa jalan-jalan Ibu Kota. Di dalamnya, wajah-wajah muda penuh harapan duduk rapi—para pelajar DKI Jakarta yang kini memiliki akses transportasi gratis dan aman berkat program Bus Sekolah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di salah satu halte di kawasan Cawang, tampak Fikri (15), siswa kelas 9 SMPN 62 Jakarta, menunggu kedatangan bus sekolah. “Kalau naik bus ini, saya bisa berangkat lebih pagi dan tidak capek jalan kaki jauh atau berdesakan di TransJakarta,” ujar Fikri dengan senyum malu-malu.

Program bus sekolah ini telah berjalan sejak 2016 dan diperluas seiring waktu. Hingga kini, ratusan armada beroperasi melayani berbagai rute strategis yang menghubungkan kawasan padat penduduk dengan sekolah-sekolah negeri di Jakarta.

Bukan Sekadar Transportasi
Bagi banyak pelajar, bus sekolah bukan sekadar alat transportasi—ia menjadi ruang aman dan nyaman untuk memulai hari. Petugas sopir dan pendamping bus pun telah dibekali pelatihan khusus untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak-anak.

Lina Sari, seorang ibu dari pelajar SD di daerah Jakarta Timur, mengaku lebih tenang sejak anaknya menggunakan bus sekolah. “Saya nggak khawatir lagi anak saya telat atau terkena macet. Sopirnya juga ramah dan sabar,” katanya.

Efisiensi dan Edukasi Lingkungan
Selain membantu siswa secara langsung, keberadaan bus sekolah juga berdampak pada lingkungan dan lalu lintas. Dengan lebih banyak pelajar menggunakan transportasi bersama, kemacetan saat jam sekolah perlahan berkurang. Program ini sekaligus mengedukasi siswa sejak dini tentang pentingnya transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Setiap satu bus sekolah bisa mengurangi puluhan kendaraan pribadi di jalan. Itu artinya kita turut mengurangi polusi,” ujar Denny Haryanto, Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah DKI Jakarta.

Tantangan dan Harapan
Meski program ini mendapat respons positif, masih ada tantangan. Beberapa rute belum mencakup wilayah yang lebih terpencil, dan keterbatasan armada kadang membuat siswa harus menunggu lebih lama. Namun Pemprov DKI terus berupaya menambah jumlah bus dan memperluas jangkauan layanan.

Fikri, sambil bersiap turun dari bus, menyampaikan harapannya, “Semoga bus sekolahnya bisa lebih banyak lagi, biar teman-teman saya yang rumahnya jauh juga bisa ngerasain.”

Dengan bus sekolah, perjalanan para pelajar Jakarta bukan hanya tentang pergi ke sekolah. Ia adalah perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih ramah bagi semua.

“Bus Sekolah Gratis,” Aplikasi Monitoring Bus Sekolah di Jakarta

Tips Ibu Hamil Bepergian Menggunakan Kendaraan Pribadi

Libur nasional dan cuti bersama bisa menjadi perjalanan panjang yang kerap dimanfaatkan untuk bepergian bersama keluarga. Namun bagi ibu hamil, perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan persiapan ekstra agar tetap aman dan nyaman.

Dirangkum dari berbagai laman sumber, para dokter kandungan menyarankan sebelum bepergian, ibu hamil harus memperhatikan kondisi fisik mereka. Trisemester kedua menjadi yang terbaik untuk bepergian karena mual di pagi hari sudah mereda dan risiko persalinan dini rendah.

Nah, berikut ini KabarPenumpang.com sudah merangkum berbagai tips yang bisa diterapkan ibu hamil saat liburan dengan mobil pribadi:

1. Konsultasi ke dokter
Selalu lakukan pemeriksaan kehamilan terlebih dahulu. Pastikan tekanan darah, kondisi janin, dan riwayat kesehatan dalam kondisi stabil.

2. Gunakan sabuk pengaman dengan benar
Sabuk pengaman tetap penting. Posisikan tali bawah sabuk di bawah perut, bukan di atas, untuk menghindari tekanan pada janin.

3. Sering beristirahat
Hentikan perjalanan setiap 1,5–2 jam untuk berjalan kaki ringan, terutama jika perjalanan lebih dari 4 jam. Ini membantu melancarkan peredaran darah dan mencegah pembengkakan.

4. Pakai bantal penyangga
Gunakan bantal kecil untuk menyangga punggung dan leher agar posisi duduk tetap nyaman. Ini digunakan juga untuk mengurangi pegal selama perjalanan

5. Bawa makanan dan air putih
Siapkan camilan sehat dan air minum dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi dan menjaga energi selama perjalanan.

6. Cek jalur
Pilih jalur yang mulus dan tidak membuat guncangan berlebihan. Guncangan yang kuat bisa membuat ibu hamil cepat lelah atau mual.

7. Pakaian nyaman
Pilih pakaian berbahan katun, longgar, dan menyerap keringat agar tidak mudah gerah dan iritasi kulit. Pakaian seperti ini cocok digunakan ibu hamil di perjalanan yang cukup panjang

8. Siap kontak darurat
Pastikan menyimpan nomor rumah sakit atau bidan terdekat di sepanjang rute, untuk berjaga-jaga jika ada kondisi darurat.

Meski kehamilan bukan halangan untuk menikmati liburan, namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Dengan persiapan matang, ibu hamil tetap bisa menikmati waktu berkualitas bersama keluarga di momen liburan ini.

Don’t Worry, Ibu Hamil Tetap Aman Untuk Lakukan Penerbangan

Tak Cuma Mengoperasikan Lokomotif, Fakta-fakta Lainnya Tentang Masinis Masih Ada Lagi

Menjalankan sebuah rangkaian kereta api tentu membutuhkan lokomotif sebagai alat penggerak. Nah, di lokomotif agar tetap berjalan harus memiliki seseorang yang harus bisa mengoperasikannya yaitu masinis. Masinis kereta api adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan kereta api dan menjadi pemimpin selama perjalanan kereta api. Mereka memantau jalur, mengatur kecepatan, dan menghentikan kereta api sesuai dengan persinyalan dan semboyan perkeretaapian, serta memastikan keselamatan perjalanan.

Sebagai seorang dengan fungsi krusial, kehadiran masinis tentunya tak bisa dipandang sebelah mata. Perjalanan kereta api Anda tak akan berjalan sempurna tanpa adanya masinis. Nah, terdapat sejumlah fakta lho mengenai masinis, dari yang seru sampai mungkin mengejutkan. Apa sajakah kira-kira fakta masinis kereta api? Berikut kabarpenumpang merangkum ulasannya.

 

• Wajib Mengikuti Pendidikan Militer
Tak hanya di barak tentara, calon masinis juga wajib mengikuti pendidikan kemiliteran. Setelah lulus jenjang SMA, calon masinis wajib mengikuti pendidikan di BPPT (Balai Pendidikan dan Pelatihan Traksi) selama tiga tahun. Setelahnya, mereka akan diarahkan mengambil program magang di Perawatan Kereta Api (DEPOT) sebelum akhirnya mendapatkan sertifikasi masinis. Nah, mereka juga wajib mengikuti pendidikan militer, yang mana mereka dikarantina beberapa minggu atau bahkan bulan, agar dapat diangkat sebagai karyawan PT KAI.

• Pulang dan Pergi dalam Sehari
Setiap harinya, masinis harus menempuh 2 kereta api (pulang dan pergi) dengan rata-rata durasi perjalanan 6-10 jam. Kerja dinas ini berlaku selama dua hari. Sehingga, usai menyelesaikan dinas sehari, masinis akan menginap di mes sebelum melanjutkan sisa kereta api mereka.

Kenapa Kesehatan Mata Masinis Sangat Penting? Ini Dia Jawabannya!

• Saat Mengoperasikan Tak Hanya Lakukan Gas dan Rem, Tapi …
Pekerjaaan seorang masinis kereta api tidaklah semudah yang dibayangkan. Mereka tidak cukup hanya menguasai teknis gas dan rem, namun juga wajib menguasai berbagai hal lain. Dalam pekerjaan ini masinis harus memprediksi lamanya perjalanan, mengatur seberapa cepat kereta harus melaju, hingga mengawasi sinyal di tiap lintasan. Pengereman pun ada teknis khususnya karena harus dilakukan sesuai titik yang sudah ditentukan.

• Tidak Libur Saat Hari Besar/Hari Raya
Hari libur besar merupakan yang dinanti-nanti para pekerja untuk menghabiskan waktu luang karena bisa bersantai. Namun tidak untuk profesi sebagai masinis, lantaran sebagai pelayanan publik, seorang masniis tidak mengenal hari libur Lebaran maupun Natal. Jika Natal dan Lebaran tiba, kerja dinas mereka akan semakin padat. Tapi justru di situ lah seorang masinis mendapatkan kepuasan dalam bekerja.

• Paling Tidak Minimal 2.000 Jam Terbang yang Harus Dimiliki Masinis
Meski telah berhasil lulus pendidikan, mereka tak bisa langsung mengendarai kereta api lho. Mereka harus magang terlebih dulu dan kerja sebagai asisten masinis. Minimal punya jam terbang 2.000 jam sebelum bisa mengajukan diri sebagai masinis utama. Prosesnya pun tidaklah mudah, mereka wajib mengendarai kereta dalam kota dan keret antarkota. Tak Cuma di Jawa, tetapi juga di Sumatra.

Nah itulah beberapa fakta-fakta yang kalian bisa ketahui apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang masinis. Meski sebagai profesi yang pekerja keras, namun jika menjalankan dengan kedisiplinan pasti makin mencintai apa yang sudah dikerjakan. Nah, siapa yang tetap ingin menjadi masinis?