Skytrax Umumkan 10 Peringkat Bandara Internasional Terbersih di Dunia, Jepang Borong Empat!

Level kehersihan suatu bandara, terlebih bandara internasional menjadi penilaian penting, tidak sebatas aspek kenyamanan calon pengguna jasa, level kebersihan bandara internasional juga dipandang sebagai sesuatu yang mewakili citra dari negara terkait. Dan belum lama ini, Skytrax merilis daftar bandara internasional terbersih di dunia – World’s Cleanest Airports 2025.

Dan bandara internasional di Asia Timur mendominasi daftar tersebut dengan terminalnya yang bersih, kamar mandi yang bersih, dan lantai yang begitu bersih sehingga Anda mungkin mengiranya cermin.

1. Bandara Haneda Tokyo
Bandara Haneda Tokyo (HND) melanjutkan dominasinya dalam kebersihan, kembali meraih posisi teratas. Perhatian Jepang terhadap detail terpancar di setiap sudut pusat keramaian ini, yang melayani lebih dari 85 juta penumpang setiap tahunnya tanpa mengorbankan standar kebersihannya yang sempurna.

Bandara ini mempekerjakan staf kebersihan khusus yang bekerja 24 jam, memanfaatkan teknologi pembersihan canggih termasuk robot sanitasi UV yang berpatroli di terminal setelah tengah malam.

Melancong ke Tokyo, Pilih Turun Dimana? Bandara Haneda atau Narita?

Kamar mandi Haneda patut mendapat perhatian khusus—semuanya otomatis, mulai dari keran hingga dudukan toilet yang sedikit melengkung saat Anda mendekat (gerakan mekanis yang entah bagaimana terasa khas Jepang).

Terminal-terminalnya dilengkapi material lantai khusus yang tahan noda dan memudahkan pembersihan yang efisien, sementara sistem penyaringan udara menjaga kualitas udara dalam ruangan yang luar biasa di seluruh fasilitas.

2. Bandara Changi Singapura
Changi menempati posisi kedua, Bandara Changi Singapura (SIN) terus memukau dengan standar perawatannya yang cermat. Selain menjadi keajaiban arsitektur dengan air terjun dalam ruangan dan lembah hutan, Changi menunjukkan komitmen tanpa kompromi terhadap kebersihan yang mencerminkan reputasi Singapura akan ruang publik yang asri.

Bantu Petugas dan Penumpang, Bandara Changi Operasikan 47 Unit Robot

Changi mempekerjakan lebih dari 500 staf kebersihan khusus yang bekerja dalam shift yang terkoordinasi dengan cermat, memastikan tidak ada sudut yang terlewat. Bandara ini menggunakan peralatan kebersihan otomatis, termasuk mesin penggosok otomatis yang menavigasi terminal di luar jam sibuk.

Yang paling mengesankan adalah sistem pengelolaan limbah inovatif Changi, yang menggunakan pengumpulan vakum terpusat untuk mengangkut limbah langsung dari tempat pembuangan ke fasilitas pemrosesan, meminimalkan penanganan manual dan potensi kontaminasi.

3. Bandara Internasional Hamad Doha
Bandara utama Qatar ini menempati posisi ketiga dengan lantai marmernya yang berkilau dan fasilitas yang gemerlap. Meskipun beroperasi di lingkungan gurun, Hamad International (DOH) mempertahankan standar kebersihan yang luar biasa di seluruh terminal ultra-modernnya.

Bandara Internasional Hamad Punya Ruang Tunggu Non-Tradisional

Pendekatan kebersihan khas bandara ini melibatkan tim yang diorganisir berdasarkan zona-zona khusus, memastikan perhatian yang konsisten di berbagai jenis fasilitas.

Hamad International (DOH) telah berinvestasi besar dalam teknologi kebersihan berkelanjutan, termasuk sistem reklamasi air untuk proses pembersihan dan produk pembersih biodegradable yang diformulasikan khusus untuk material dan hasil akhir yang unik.

Instalasi seni yang memukau di bandara ini, termasuk boneka beruang raksasa yang terkenal, menerima protokol kebersihan khusus untuk menjaga penampilannya.

4. Bandara Internasional Seoul Incheon
Menunjukkan komitmen Korea Selatan terhadap kebersihan dan efisiensi. Pendekatan Incheon menggabungkan teknologi mutakhir dengan perhatian manusia yang cermat, menciptakan ruang yang selalu terasa baru meskipun melayani lebih dari 70 juta penumpang setiap tahunnya.

Incheon (ICN) memelopori penggunaan robot disinfeksi UV-C yang secara otomatis membersihkan area publik, melengkapi pekerjaan tim kebersihan manusianya.

Hari ini, 20 Tahun Lalu, Bandara Incheon di Korea Selatan Resmi Beroperasi

Seragam kebersihan bandara yang khas—diberi kode warna berdasarkan bagian terminal—telah menjadi simbol yang mudah dikenali dari pendekatannya yang terorganisir. Yang paling penting adalah area istirahat bandara, yang menjalani sanitasi menyeluruh setiap 30 menit selama periode puncak perjalanan.

5. Bandara Internasional Hong Kong
Melengkapi lima besar, Bandara Internasional Hong Kong (HKG) tetap menjaga kebersihan dengan sangat baik meskipun beroperasi di pulau buatan yang rentan terhadap kondisi cuaca yang menantang.

Protokol kebersihan bandara mengatasi tantangan unik, termasuk musim topan, kelembapan tinggi, dan volume penumpang yang sangat tinggi.

Bandara Hong Kong Luncurkan Asuransi Delay Gratis, Penumpang Dapat Kompensasi Tanpa Ribet

6. Bandara Centrair Nagoya
Jepang kembali masuk dalam daftar ini dengan Bandara Centrair Nagoya (NGO), yang melayani kawasan industri di Jepang bagian tengah. Meskipun lebih kecil daripada bandara-bandara di Tokyo, Centrair menunjukkan komitmen teguh yang sama terhadap kebersihan yang menjadi ciri khas bandara-bandara Jepang.

Tim kebersihan Centrair menyelesaikan program pelatihan komprehensif yang menekankan keterampilan teknis dan layanan pelanggan, karena mereka dianggap sebagai representasi terdepan dari standar kualitas bandara.

7. Bandara Internasional Narita Tokyo
Bandara utama kedua Tokyo ini menempati posisi ketujuh, mempertahankan reputasi kota ini untuk standar kebersihan yang luar biasa. Meskipun usianya lebih tua daripada Haneda (HND), Narita (NRT) mempertahankan standar yang sebanding melalui program renovasi sistematis dan protokol pemeliharaan yang ditingkatkan.

Pendekatan kebersihan Narita menekankan kesadaran budaya, dengan staf kebersihan multibahasa yang terlatih untuk menghormati beragam perilaku penumpang sambil mempertahankan standar kebersihan Jepang.

Bandara ini telah memperkenalkan stasiun pemilahan sampah inovatif dengan bantuan AI, membantu wisatawan internasional memisahkan sampah daur ulang dengan benar dan mengurangi kontaminasi aliran sampah.

8. Bandara Internasional Kansai
Dibangun di pulau buatan di Teluk Osaka, Bandara Internasional Kansai (KIX) menghadapi tantangan unik dari lingkungan lautnya, namun tetap mempertahankan standar kebersihan yang mengesankan. Bangunan terminal bandara yang panjangnya bermil-mil membutuhkan penjadwalan presisi militer untuk memastikan standar yang konsisten di seluruh area.

Kansai (KIX) telah beradaptasi dengan lingkungan maritimnya dengan sistem pembersihan khusus yang mengatasi masalah residu garam dan kelembapan.

Terminal bandara ini memanfaatkan cahaya alami secara ekstensif, yang tidak hanya menghemat energi tetapi juga membantu menjaga kondisi higienis melalui paparan sinar UV.

Tim kebersihan menggunakan solusi yang diformulasikan secara khusus untuk melindungi struktur baja terminal yang khas dari korosi sekaligus menjaga penampilan yang bersih.

9. Bandara Internasional Taoyuan Taiwan
Gerbang internasional utama Taiwan ini menempati posisi kesembilan melalui modernisasi sistematis fasilitas dan protokol kebersihan. Taoyuan (TPE) telah berinvestasi secara signifikan dalam peningkatan pengalaman penumpang, dengan kebersihan sebagai landasan upaya ini.

Bandara ini telah memperkenalkan sistem verifikasi kebersihan digital, yang memungkinkan supervisor untuk mengonfirmasi penyelesaian tugas melalui pemindaian kode QR. Yang paling mengesankan adalah tim tanggap cepat bandara yang berdedikasi untuk mengatasi tantangan kebersihan tak terduga dalam hitungan menit setelah pemberitahuan.

10. Bandara Zurich, Swiss
Satu-satunya bandara Eropa yang masuk dalam sepuluh besar, Bandara Zurich (ZRH) mewakili presisi dan perhatian terhadap detail khas Swiss. Beroperasi di negara yang terkenal akan kebersihannya, Bandara Zurich mempertahankan standar yang memenuhi bahkan ekspektasi lokal yang paling tinggi sekalipun.

Pendekatan kebersihan Zurich menekankan keberlanjutan, dengan hampir semua produk pembersih memenuhi sertifikasi lingkungan yang ketat. Sistem pengelolaan limbah bandara mencapai tingkat daur ulang lebih dari 60% melalui pemisahan dan pemrosesan yang cermat.

Bandara Zurich Swiss Punya AirPortr, Solusi Bagasi Pintar Bebas Tenteng Tas/Koper

Jadwal pembersihan disinkronkan dengan operasional penerbangan untuk memaksimalkan efisiensi sekaligus meminimalkan gangguan penumpang, menunjukkan perencanaan cermat yang terkait dengan operasional Swiss.

Di era di mana kesadaran kesehatan masyarakat telah meningkatkan kesadaran kita akan ruang bersama secara permanen, fasilitas-fasilitas teladan ini menunjukkan bahwa pusat transportasi bervolume tinggi dapat mempertahankan standar sanitasi yang luar biasa bahkan saat melayani jutaan penumpang.

“Si Kebo” Pada Masanya Jadi Tulang Punggung Angkutan Kota

Di dunia transportasi bus Indonesia, nama Mercedes-Benz OF 1113 nyaris melegenda. Dikenal dengan julukan akrab “Si Kebo”, bus bermesin depan ini menjadi tulang punggung angkutan antar kota dan pariwisata sejak era 1980-an hingga awal 2000-an.

Julukan “Si Kebo” melekat bukan tanpa alasan tenaganya kuat, bodinya kokoh, dan mesinnya terkenal tahan banting, layaknya seekor kerbau pekerja di sawah. Mesin diesel OM 352 berkapasitas 5.675 cc yang diusungnya mampu menghasilkan tenaga sekitar 130 PS.

Bagi sopir dan pengusaha bus di masa itu, performa ini sudah lebih dari cukup untuk menaklukkan tanjakan curam maupun perjalanan jarak jauh lintas provinsi. Posisi mesin yang berada di depan menghasilkan suara khas “nggerung” yang menjadi musik tersendiri bagi penumpang dan penggemarnya.

Karoseri lokal seperti Morodadi Prima, New Armada, Laksana, dan Tentrem banyak memproduksi bodi untuk sasis OF 1113, mulai dari model kotak klasik hingga desain yang sedikit membulat di era 1990-an. Di masa jayanya, “Si Kebo” mendominasi jalur lintas Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan.

Bus ini sering terlihat melaju di malam hari membawa penumpang antar kota, dengan lampu tembak besar menembus gelapnya jalan. Kekuatan utamanya bukan hanya di mesin, tetapi juga di perawatan yang mudah.

Suku cadang melimpah, mekanisme sederhana, dan daya tahan tinggi membuatnya menjadi idola. Tak heran, hingga kini masih ada armada OF 1113 yang beroperasi, baik di daerah pedalaman maupun dimodifikasi menjadi bus wisata nostalgia.

Bagi para penggemar bus lawas, “Si Kebo” bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol keemasan angkutan jalan raya Indonesia. Suara mesinnya, desain bodinya, hingga aroma interior khas diesel tua menjadi memori yang sulit dilupakan.

Dulu, saat masih beroperasi sebagai angkutan kota, bus ini layaknya bus-bus kota lain dengan isi penumpang yang berjubel dan penuh sesak. Bahkan terkadang ada yang duduk di atas mesin bus tepat di samping pengemudi ataupun bergelantungan di pintu.

Meskipun teknologi transportasi terus melaju, legenda “Si Kebo” tetap mengaum di hati para pecintanya.

PPD Mercedes-Benz OF-1113, Dulu Angkutan Massal Kini Jadi Kendaraan Storing

 

Ketinggalan Kereta Api Setelah Berwisata di Wonogiri? Tenang, Masih Ada Alternatif Lain ke Kota Solo

Jadwal Kereta Api (KA) rute Purwosari – Wonogiri maupun sebaliknya memang tak disediakan hingga sore atau bahkan malam hari. Ya, KA Commuter Batara Kresna hanya melayani operasional perjalanan rute tersebut hanya pagi dan siang hari. Selebihnya jalur itu sudah tak melayani penumpang kembali.

Seperti diketahui jalur yang dilintasi KA Batara Kresna sangat legendaris peninggalan (NISM) dengan lintas cabang yang melewati jalan raya yang ada di Surakarta dan merupakan satu-satu jalur kereta api unik, meskipun ada juga jalur yang serupa yakni di Kota Madiun. Walaupun jalur tersebut hanya melayani angkutan Baha. Bakar Minyak (BBM).

Hingga saat ini antusias masyarakat dari berbagai kota di Indonesia sudah mengetahui kereta ini dan rute yang dioperasionalkan. Selain harganya yang relatif murah, perjalanan KA Batara Kresna selalu tepat waktu. Maka dari itu penumpang yang naik KA ini selalu memanfaatkan waktu saat tiba di tujuan akhir kereta ini, yaitu Stasiun Wonogiri.

Namun, sangat disayangkan perjalana. KA Batara Kresna harus berakhir jam operasionalnya dari Stasiun Wonogiri yaitu sampai dengan jam 12.00 WIB saja. Tentu saja masyarakat tak hanya sekadar mampir di area Stasiun Wonogiri dan icip-icip kuliner yang terkenal dengan baksonya ini. Masyarakat juga ingin merasakan wisata yang ada di Wonogiri. Tapi, apa masih ada alternatif lain ke Kota Solo selain kereta api?

Dari infornasi berbagai sumber, transportasi dari Wonogiri tentu masih ada dan masih melayani dari pagi hingga petang. Tak jauh dari Stasiun Wonogiri terdapat Terminal Wonogiri yang cukup luas. Tak sampai 5 menit berjalan kaki dari stasiun menuju Terminal Wonogiri. Disana cukup ada tersedianya transportasi seperti angkot yang mengantarkan masyarakat untuk berwisata di Wonogiri.

Bagi masyarakat yang berwisata hingga sore hari, Terminal Wonogiri juga melayani angkutan alternatif yakni Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang melayani rute Terminal Wonogiri – Terminal Tirtonadi, Solo pp. Dalam perjalanan bus ini memiliki 60 pemberhentian dengan 121 halte. Rute Trans Jateng Solo-Wonogiri dimulai dari Terminal Tirtonadi mengakhiri perjalanan di Terminal Wonogiri.

Halte BRT Trans Jateng di Terminal Tipe C Wonogiri.

Untuk jadwal waktu pemberangkatan awal dari Terminal Tirtonadi Solo dan Terminal Tipe C Wonogiri mulai pukul 05.00 WIB. Pemberangkatan akhir dari Terminal Tirtonadi Solo maupun Terminal Tipe C Wonogiri pukul 18.00 WIB.

Diketahui, Rute Trans Jateng Solo Wonogiri merupakan salah satu dari beberapa rute yang beruoperasi di Jawa Tengah. Khusus untuk koridor Solo Wonogiri, rute ini dibuka mulai tahun 2023. Bagi yang hendak memanfaatkan transportasi umum ini, berikut rute Trans Jateng Solo-Wonogori yang perlu diketahui dengan pemberhentian sebagai berikut:

1. Rute Terminal Wonogiri – Terminal Tirtonadi
Terminal Tirtonadi – Simpang Gilingan 1 – Masjid Raya Syeikh Zayed 1 – Pasar Ngemplak 1 – Pasar mebel 1 – Ringin Semar 1 – Jebres 1 – Mesen 1 – Urip Sumoharjo 1 – Warung Pelem 1 – Pasar Gede 1 – Balaikota 1 – PGS – BPR Solo – Pasar Kliwon 1 – SPBU Pasar Kliwon 1 – RS Kustati 1 – Masjid Riyadh 1 – Baturono 1 – Pasar Gading 1 – SMKN 3 Surakarta 1 – SMA Islam 1 – Joyotakan 1 – Puri Gading 1 – The Park – Kecamatan Grogol 1 – Pasar Grogol 1 – Bacem 1 – Pasar Telukan 1 – Cluringan 1 – Tengklik 1 – Pandeyan 1 – Bulakrejo 1 – RS. Nirmala Suri 1 – SMA CT Arsa 1 – PEMDA 1 – SMK N 1 Sukoharjo 1 – Jombor 1 – PS. Ir. Soekarno 1 – Masjid Agung Sukoharjo 1 – Masjid Agung Sukoharjo 1 – Dukuh 1 – Terminal Sukoharjo – Sengon 1 – Puskesmas S Begajah 1 – SMP N 4 Sukoharjo 1 – Pasar Kepuh 1 – Kepuh 1 – Simpang 3 – Songgorunggi 1 – Kecamatan Nguter 1 – SMP N 1 Nguter 1 – Pasar Nguter 1 – Gupit 1 – Sendang Ijo 1 – Nambangan 1 – Gemantar 1 – Taman Selogiri 1 – Terminal GAP Tipe A – Giriwono 1 – SD N 6 Wonogiri – Shelter Wonogiri – SMA N 1 Wonogiri – SMP N 6 Wonogiri – Terminal Tipe C Wonogiri

2. Terminal Tirtonadi – Terminal Wonogiri
Terminal Tirtonadi – Simpang Gilingan 2 – Masjid Raya Syeikh Zayed 2 – Pasar Ngemplak 2 – Pasar Mebel 2 – Ringin Semar 2 – Jebres 2 – Mesen 2 – Urip Sumoharjo 2 – Warung Pelem 2 – Pasar Gede 2 – Balaikota 2 – Telkom – Simpang 3 Lodji Wetan – Luwes Sangkrah – Benteng Vastenburg – Pasar Kliwon 2 – SPBU Pasar Kliwon 2 – RS Kustati 2 – Masjid Riyadh 2 – Baturono 2 – Pasar Gading 2 – SMKN 3 Surakarta 2 – SMA Islam 2 – Joyotakan 2 – Puri Gading 2 – Kecamatan Grogol 2 – Pasar Grogol 2 – Langenharjo 1 & langenharjo 2 – Bacem 2 – Pasar Telukan 2 – Cluringan 2 – Tengklik 2 – Pandeyan 2 – Bulakrejo 2 – RS. Nirmala Suri 2 – SMA CT Arsa 2 – PEMDA 2 – SMK N 1 Sukoharjo 2 – Jombor 2 – PS. Ir. Soekarno 2 – Masjid Agung Sukoharjo 2 – The Park – Dukuh 2 – Terminal Sukoharjo – Sengon 2 – Puskesmas Begajah 2 – SMP N 4 – Sukoharjo 2 – Pasar Kepuh 2 – Kepuh 2 – Simpang 3 Songgorunggi 2 – Kecamatan Nguter 2 – SMP N 1 Nguter 2 – Pasar Nguter 2 – Gupit 2 – Sendang Ijo 2 – Nambangan 2 – Gemantar 2 – Taman Selogiri 2 – Terminal GAP Tipe A – Giriwono 2 – Terminal Tipe C Wonogiri.

Dalam rute Trans Jateng Solo-Wonogiri ini berlaku tarif normal dan tarif pelajar/buruh/veteran yang juga merupakan tarif yang berlaku di seluruh koridor Trans Jateng. Tarif normal, yakni Rp5.000 dan tarif pelajar/buruh/veteran Rp1.000. Namun, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, seluruh bus Trans Jateng dikenakan Rp1.000 saja khusus untuk pengguna aplikasi QRIS. Periode promo yaitu 13 Juli sampai 30 September 2025.

Bus asal Wonogiri, Mencoba Kembali Berjaya di Kampung Sendiri

Jembatan Bekasi – 135 Tahun Beroperasi dan Masih Setia Layani Lalu Lintas Kereta

Melintasi dengan kereta api jarak jauh atau KRL menuju ke Bekasi atau Cikarang pastinya akan melintasi sebuah jembatan baik yang lama maupun yang baru. Seperti contohnya jembatan ini yang berada di atas Kali Bekasi yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter.

Baca juga: Mulai 19 Juni 2018, KA Bandara Soetta Berangkat dari Stasiun Bekasi

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Jembatan Bekasi yang lama memiliki panjang 70 meter dan dinamakan seperti itu oleh masyarakat karena berada di atas Kali Bekasi yang membelah kota tersebut. Jembatan ini terletak diantara Stasiun Bekasi dan Tambun.

Resmi beroperasi untuk pertama kalinya pada 14 Agustus 1890 ketika Batavia Ooster Stoomtram Maatscapphij (BOS) meresmikan jalur yang menghubungkan Stasiun Bekasi dengan Stasiun Gunung Gede yang kini bernama Stasiun Cikarang. Jembatan ini pertama kali dibangun oleh perusahaan kereta api swasta zaman Belanda yakni BOS.

Setelah beroperasi, jembatan ini delapan tahun kemudian tepatnya 1898 diperbaiki untuk pertama kali dan pada 1921 juga mengalami perbaikan untuk kedua kalinya. Jembatan Bekasi diperbaiki setelah perusahaan kereta api BOS diambil alih oleh perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen.

Kini Jembatan Bekasi lama menjadi bangunan cagar budaya dan menjadi aset Daerah operasional (Daop) 1 Jakarta. Bahkan meski masih beroperasi, tepat disebelah Jembatan Bekasi yang lama dibangun jembatan kereta baru dengan konstruksi baja untuk mendukung jalur double track dari Manggarai menuju ke Cikarang.

Jembatan Bekasi lama saat ini disebut dengan BH 134 dan sering digunakan sebagai obyek foto bagi para penggemar kereta. Tak hanya itu, melihat kereta melintas di jembatan ini juga menjadi salah satu tontonan menarik bagi warga sekitarnya.

Jembatan Bekasi ini termasuk jembatan dengan tipe Lalu Lintas Bawah yang masih menggunakan rangka baja. Bahkan pada masa penjajahan tepatnya pada 19 Oktober 1945 ada tragedi sejarah di Stasiun dan Kali Bekasi dekat dengan jembatan.

Pada saat itu setelah Kemerdekaan Indonesia, Letnan Dua Zakaria Burhanuddin mendapat instruksi penting dari Jakarta diharapkan membiarkan kereta api yang memuat 90 anggota Kaigun (angkatan laut Jepang) untuk melintas di Stasiun Bekasi. Namun, hal itu tidak pernah terjadi dan memerintahkan Kepala Stasiun Bekasi mengalihkan perlintasan kereta tersebut ke jalur dua yang merupakan jalur buntu. Kereta yang mengangkut sembilan gerbong tersebut berhenti untuk pemeriksaan.

Di tengah pemeriksaan, tiba-tiba seorang prajurit Kaigun melepaskan tembakan pistol dari arah salah satu gerbong tersebut. Tembakan itu ibarat komando bagi massa rakyat dan pejuang untuk menyerbu. Maka tumpah ruahlah ratusan orang memasuki kereta api itu dengan membawa berbagai macam senjata.

Setelah melalui pertempuran kecil, beberapa menit kemudian, massa berhasil menguasai kereta api. Mereka merampas barang-barang yang ada di dalamnya (termasuk ratusan pucuk senjata) dan memasukan 90 tawanan berkebangsaan Jepang itu ke sebuah sel yang berada di belakang gedung Stasiun Bekasi.

Baca juga: Jembatan Kereta Bukit Duri, Klasik Dan Terlupakan

Empat jam kemudian, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Komandan Resimen V TKR Mayor Sambas, massa rakyat dan pejuang lantas menggiring para tawanan perang itu ke tepian Kali Bekasi. Satu persatu, serdadu malang itu disembelih dan mayatnya dihanyutkan ke dalam sungai. Kali Bekasi sampai berwarna merah karena darah yang keluar dari tubuh para serdadu Jepang itu.

Dirombak! KAI Resmi Mengganti Seluruh Jajaran Komisaris dan Direksi, Ini Daftarnya

Beredar informasi dari berbagau sumber bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini telah merombak seluruh jajaran komisaris termasuk direktur utama (dirut). Perubahan susunan Komisaris merujuk pada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management Selaku Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia Nomor: SK-224/MBU/08/2025 dan SK.039/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025.

Adapun Bobby Rasyidin ditunjuk menjadi Direktur Utama PT KAI menggantikan Didiek Hartantyo. Sebelumnya, Bobby pernah menjabat Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Tahun 2021-2025, induk holding BUMN pertahanan DEFEND ID. Ia juga menjabat Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk sejak Juni 2020.

Bobby Rasyidin diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menggantikan Didiek Hartantyo. Pergantian pucuk pimpinan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management.

Selain posisi dirut, pemerintah lewat Danantara juga mengganti sejumlah pejabat lain, diantaranya:
1. Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama
2. Dody Budiawan sebagai Wakil Direktur Utama
3. I Gede Darmayusa sebagai Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi
4. Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko
5. Atih Nurhayati sebagai Direktur SDM dan Kelembagaan
6. Rafli Yandra sebagai Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha
7. Indarto Pamoengkas sebagai Direktur Keuangan dan Umum

Selain jajaran direksi, Kementerian BUMN dan PT Danantara Asset Management juga mengangkat sejumlah komisaris baru berdasarkan SK Nomor: SK-224/MBU/08/2025 dan SK.039/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025. Mereka adalah:

1. Purnomo Sucipto sebagai Komisaris
2. I Wayan Sugiri sebagai Komisaris
3. Arnanto sebagai Komisaris Independen
4. Raizal Arifin sebagai Komisaris Independen

Bersamaan dengan pengangkatan pejabat baru, berdasarkan surat yang sama, Kementerian BUMN dan PT Danantara Asset Management juga memberhentikan dengan hormat:

1. Johan Bakti Porsea Sirait sebagai Komisaris Independen
2. Chairul Anwar sebagai Komisaris
3. Sri Paduka Mangkoenagoro X Sebagai Komisaris
4. Rochadi sebagai Komisaris Independen
5. Didiek Hartantyo sebagai Direktur Utama
6. Hadis Surya Palapa sebagai Direktur Niaga KAI
7. Rudi As Aturridha sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan
8. Rosma Handayani sebagai Direktur SDM dan Umum KAI
9. John Robertho sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Pengelolaan Sarana KAI.

Mengutip laman len.co.id, Bobby sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero) sejak 2021 hingga 2025. Ia juga menjabat sebagai komisaris independen PT GMF Aero Asia Tbk. sejak Juni 2020. Pria kelahiran 31 Oktober 1974 itu merupakan lulusan Teknik Telekomunikasi ITB pada 1996 dan meraih gelar MBA di UNSW Sydney pada 2000, dan gelar Master of Psychology Management di Naperville pada 1999.

Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi ini menjadi momentum penting bagi KAI untuk melanjutkan strategi, mempercepat inovasi, dan meningkatkan kualitas layanan. KAI akan terus melakukan pembaruan dan perbaikan secara menyeluruh demi mewujudkan visi menggerakkan transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memberikan nilai tambah yang kontinu bagi masyarakat dan bangsa.

Mengisi Liburan, Yuk..Jelajah Jalur KA Bersejarah Solo-Wonogiri Cuma Rp4.000

Menikmati jalur kereta api bersejarah tentu mempunyai makna yang berbeda. Karena melewati bangunan serta benda-benda peninggalan sejak jaman kolonial Belanda. Ya, kabarpenumpang membawa kalian menjelajahi jalur kereta api (KA) dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri.

Bisa dibilang KA ini termasuk kereta komuter yang murah meriah. Ya, KA Batara Kresna yang dihargai tiket hanya Rp4.000 saja sekali perjalanan, tentu kalian sudah diantar dengan rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD). Hanya ada 5 stasiun yang dilewati KA Batara Kresna ini. Berawal dari Stasiun Purwosari lalu melewati Stasiun Solo Kota, Stasiun Sukoharjo, Stasiun Pasar Nguter, dan berakhir di Stasiun Wonogiri.

Keunikan? Tentu saja ada. Keberangkatan dari Stasiun Purwosari, kita disuguhkan dengan pemandangan jalur yang menyatu dengan jalan raya tanpa adanya pembatas batu atau semacamnya. Dan pemandangan ini hanya satu-satunya yang ada di Pulau Jawa. Berbeda dengan di Kota Madiun, yang juga terdapat jalur KA pinggir jalan namun tidak menyatu dengan jalan raya dan relnya tetap dipadati batu kerikir (balast).

Selain melewati pemandangan unik jalur KA pinggir jalan, KA Batara Kresna juga melewati stasiun-stasiun yang seluruhnya masih merupakan cagar budaya Indonesia. Dengan bangunan stasiun yang tak terlalu besar, pemandangan tersebut tentu mengingatkan kita betapa kokohnya bangunan stasiun tersebut yang selalu dilakukan perawatan. Stasiun Solo Kota, Sukahrjo, Pasar Nguter, dan Wonogiri merupakan stasiun kecil yang aktif melayani KA Batara Kresna dan merupakan saksi bisu sejarah panjang di perkeretaapian Indonesia.

Interior rangkaian KA Batara Kresna

Diketahui Jalur kereta api Solo-Wonogiri dibuka pertama kali pada tanggal 1 April 1922 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dengan perpanjangan hingga Baturetno dibuka pada 1 Oktober 1923. Namun, sebagian jalur di segmen Wonogiri–Baturetno terendam dan dibongkar setelah pembangunan Waduk Gajah Mungkur pada tahun 1978.

Namun perjalanan KA Batara Kresna belum sepenuhnya beroperasi seharian penuh. KA ini hanya beroperasi pagi dan siang hari. Berikut jadwal KA Batara Kresna sesuai dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025:

Rute Purwosari – Wonogiri:
• Purwosari: 06.00 dan 10.00
• Solo Kota: 06.21 dan 10.21
• Sukoharjo: 06.36 dan 10.36
• Pasar Nguter: 06.47 dan 10.47
• Wonogiri: 07.00 dan 11.00

Rute Wonogiri – Purwosari:
• Wonogiri: 08.00 dan 12.00
• Pasar Nguter: 08.14 dan 12.14
• Sukoharjo: 08.25 dan 12.25
• Solo Kota: 08.40 dan 12.40
• Purwosari: 09.00 dan 13.00

Stasiun Ngabean Jadi yang Terpenting Pada Masanya, Begini Kondisinya Sekarang

Menjelajahi jalur kereta api non aktif tentu sangat mengasyikkan, bahkan menjadi hal yang berbeda jika menemukan peninggalan seperti bangunan ataupun rel kereta api yang masih terlihat hingga sekarang. Ya, menelusuri jalur kereta api non aktif di wilayah Yogyakarta rasanya tak perlu kesulitan untuk menemukannya.

Jalur non aktif tersebut masih bisa dijumpai di tengah kota Yogyakarta. Bahkan lebih mudah lagi kita bisa menemukannya melalui aplikasi pencari lokasi di ponsel. Ya, kabatpenumpang kali ini menjelajahi Stasiun Ngabean. Stasiun ini memiliki bangunan yang sangat lengkap dan terlihat masih komoh berdiri meskipun diaekitarnya sudah dijadikan terminal bis TransJogja.

Terletak di Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, Stasiun Ngabean adalah sebuah stasiun yang terletak di jalur nonaktif Yogyakarta-Sewugalur. Stasiun ini dibangun oleh perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang dibuka pada 21 Mei 1895 bersamaan dengan pembukaan segmen Yogyakarta-Srandakan.

Sinyal masuk menuju Stasiun Ngabean yang masih terlihat di Jalan Letjen Suprapto, Yogyakarta.

Dulu, Stasiun Ngabean merupakan sebuah stasiun penting yang pernah berdiri di Yogyakarta pada saat itu. Stasiun ini memiliki 5 jalur dan juga melayani percabangan di mana stasiun ini juga melayani kereta api ke arah Pundong, yang melewati wilayah Kotagede yang saat ini menjadi sentra kerajinan perak.

Secara fisik bangunan ini sebenarnya masih terlihat kokoh. Plat nama stasiun bertuliskan “Ngabean”, lengkap dengan keterangan ketinggian stasiun “+100 m” masih terpampang jelas di salah satu dinding. Di sekitar bangunan stasiun itu juga masih terdapat tiang sinyal keluar dan masuk kereta api, bekas wesel, dan sisa batang rel kereta api lengkap dengan bantalannya.

Sempat ada harapan untuk mengaktifkan kembali jalur-jalur kereta api dan stasiun lama yang ada di Yogyakarta. Mengingat jalur-jalur itu memiliki nilai sejarah dan bisa menjadi daya tarik wisata. Namun, harapan itu sepertinya sulit terwujud. Apalagi sebagian besar jalur kereta api itu sudah tidak tampak jejaknya.

Meskipun begitu, bekas percabangan ke Ngabean ternyata masih dapat ditemui di sisi selatan Stasiun Yogyakarta, dan telah berubah menjadi sebuah gang. Menyusuri Jalan Jlagran Lor ke arah barat akan menemukan sebuah gang bernama Gang Masjid Al-Hasanah dengan lengkungan khas jalur kereta api. Jalur kereta api masih lurus menyusuri Jalan Letjen Suprapto hingga akhirnya memasuki Stasiun Ngabean.

Jalur Kereta Komuter di Yogyakarta, Bakal Hadir dari Berbagai Arah!

Rayakan HUT RI ke-80, KAI Beri Diskon Tiket dan Tambahan Perjalanan KA

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tak sekadar mengenang momentum perjuangan para pahlawan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan, dan merayakan kemerdekaan yang telah diraih. PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun akan memberikan kabar gembira saat menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80 ini.

Adapun kabat gembira tersebut yaitu KAI akan kembali memberikan diskon tarif tiket kereta api sebesar 20%. Promo itu merupakan bentuk apresiasi kepada pengguna setia kereta api sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang positif dan bermanfaat.

Tiket promo dapat dibeli mulai 12 hingga 17 Agustus 2025 melalui seluruh kanal penjualan resmi KAI, termasuk aplikasi Access by KAI, website kai.id, serta mitra penjualan resmi lainnya. Bagusnya lagi, promo ini berlaku untuk perjalanan kereta api komersial di Pulau Jawa dan Sumatera.

Ilustrasi penumpang kereta api. (Foto: Dok. Istimewa)

Namun perlu diingat, promo ini tidak berlaku untuk kereta Luxury, Suite Class Compartment, Priority, Imperial, Panoramic, maupun kereta wisata lainnya. Diskon juga tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau promo lain. Tiket promo tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwalnya sesuai aturan yang berlaku.

KAI optimistis libur saat perayaan HUT RI ke-80 ini pastinya masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke destinasi wisata akan ramai dikunjungi. Maka dari itu KAI juga akan menambah 14 perjalanan kereta api (pulang-pergi).

Penambahan perjalanan KA ini adalah upaya kami untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan agar mereka dapat merayakan hari kemerdekaan bersama keluarga di kampung halaman atau menikmati liburan dengan nyaman.

Periode libur panjang 16-18 Agustus 2025, KAI akan nantinya akan mengoperasikan total 14 perjalanan KA tambahan dengan kapasitas 6.712 kursi per hari. Sedangkan total kapasitas tambahan yang tersedia selama 3 (tiga) hari sebanyak 19.060 tempat duduk.

Adapun KA tambahan yang beroperasi pada libur panjang peringatan Kemerdekan RI ke-80 Tahun 2025 ini adalah sebagai berikut:

1. KA Purwojaya relasi Gambir – Kroya – Cilacap pp. (2 perjalan)
2. KA Sancaka relasi Yogyakarta – Surabaya Gubeng pp. (2 perjalanan)
3. KA Cirebon Fakultatif relasi Gambir – Cirebon pp.
4. KA Parahyangan Fakultatif relasi Gambir – Bandung pp.
5. KA Kaligung relasi Semarang Poncol – Tegal pp.
6. KA Batavia relasi Gambir – Solo Balapan pp.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Promo Merdeka, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai .id, atau media sosial resmi KAI.

Ini Penjelasan KAI Soal Keluhan Masyarakat Tentang Kereta Restorasi Digunakan Untuk Working Space

Bagi penumpang yang biasa menyantap makanan di kereta makan (restorasi), sepertinya sudah tak bisa berlama-lama lagi. Memang kondisi kereta restorasi yang saat ini sudah terlihat nyaman dan terlihat mewah, pastinya penumpang pun sepertinya ingin sekali berlama-lama di tempat tersebut. Apalagi menu makanan yang ditawarkan beragam dan cocok dilidah. Namun, hal tersebut sepertinya mustahil untuk kembali dilakukan.

Karena selain digunakan untuk menyantap makanan, beberapa penumpang diantaranya berlama-lama karena untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan membawa alat elektronik seperti laptop, tablet ataupun sejenisnya.

Belakangan, media sosial memang telah ramai membicarakan penumpang kereta api yang menggunakan kereta restorasi sebagai tempat kerja (working space). Hal ini memunculkan keluhan sekaligus pertanyaan. Sebenarnya, apa itu kereta restorasi dan apakah boleh digunakan untuk bekerja? Dari keluhan tersebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya angkat bicara soal hal tersebut.

Diketahui bahwa kereta restorasi adalah salah satu bagian dari rangkaian kereta api yang disediakan khusus untuk melayani penumpang yang ingin makan dan minum selama perjalanan. Di dalamnya tersedia menu makanan, minuman, hingga camilan yang dapat dibeli oleh penumpang.

Kereta restorasi juga merupakan fasilitas umum untuk semua penumpang KAI. Artinya, setiap penumpang kereta api pun bisa duduk di sana, baik untuk makan, dan bisa juga untuk bekerja. Terkait keluhan warganet mengenai hal tersebut KAI mengimbau agar seluruh penumpang kereta api dapat saling menghargai. Penting untuk berbagi fasilitas umum ini dengan penuh pengertian.

Satu kereta ini menjadi satu-satunya di setiap rangkaian, dengan jumlah tempat duduk yang bisa bervariasi tergantung jenis kereta. Pada kereta restorasi, penumpang dapat memilih dari beragam menu makanan dan minuman yang disediakan oleh KAI. Mereka bisa langsung menyantapnya di tempat berkat ketersediaan meja dan kursi yang nyaman.

Kendati demikian, KAI juga selalu agar penumpang menggunakan fasilitas kereta restorasi secara bijak. Karena fasilitas tersebut ditujukan untuk seluruh penumpang kereta sehingga perlu digunakan secara bergantian.

Gerbong Restorasi, Sajian Khas Restoran Yang Bergoyang

Terminal Kalideres: Antara Riuh Mesin Bus dan Cerita Perjalanan yang Tak Pernah Usai

Di ujung barat Ibu Kota, berdiri sebuah simpul transportasi yang telah menjadi saksi perjalanan jutaan orang: Terminal Kalideres. Sejak beroperasi pada awal 1980-an, terminal ini bukan sekadar tempat naik-turun penumpang, tetapi juga persinggahan penuh cerita bagi para perantau, pedagang, sopir, hingga petugas terminal.

Terminal Kalideres sendiri merupakan terminal bus penumpang tipe A yang merupakan pintu masuk penumpang ke Jakarta dari arah barat (Banten dan Sumatra) dan sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Terminal ini terletak di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Dulunya, sebelum Kalideres berdiri, bus-bus antarkota kerap mangkal di pinggir jalan besar, memicu kemacetan dan kesemrawutan. Pembangunan terminal ini menjadi jawaban untuk menata arus bus jurusan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Sumatera.

Letaknya yang strategis di dekat perbatasan Jakarta–Tangerang membuatnya menjadi gerbang masuk utama dari arah barat, terlebih dengan akses langsung ke Tol Jakarta–Merak. Memasuki tahun 1990-an, Terminal Kalideres semakin sibuk.

Deru mesin bus dan teriakan kondektur yang memanggil penumpang berpadu dengan aroma khas dari warung kopi dan nasi uduk yang berjejer di pinggir area. Para penjual asongan meramaikan suasana, menawarkan air mineral, koran, hingga jajanan ringan kepada penumpang yang tengah menunggu keberangkatan.

Saat musim mudik Lebaran, terminal ini berubah menjadi lautan manusia. Ransel, kardus besar, dan tas jinjing memenuhi ruang tunggu. Suara tangis anak-anak bercampur dengan tawa perantau yang tak sabar pulang kampung.

Sopir-sopir bus yang sudah hafal wajah langganannya saling melempar sapa, menambah rasa akrab di tengah hiruk pikuk. Kini, meski wajah transportasi Jakarta berubah dengan hadirnya bus modern dan layanan online, Terminal Kalideres tetap bertahan sebagai nadi perjalanan darat.

Bangunan terminal telah diperbarui, jalur keberangkatan ditata, namun denyut kehidupan di sini tetap sama yakni penuh perjumpaan, perpisahan, dan harapan. Bagi sebagian orang, Terminal Kalideres bukan hanya tempat memulai perjalanan, tetapi juga titik pulang yang penuh kenangan. Di sinilah, setiap langkah kaki meninggalkan jejak sejarah yang tak pernah benar-benar hilang.

Lima Terminal Modern di Jakarta dan Telah Terintegrasi Moda Transportasi Lain