Sosialisasi perlintas sebidang kereta api masih terus dilakukan dari berbagai pihak. PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI terus gencar melakukan sosialisasi ini dengan menggandeng masyarakat guna mengingatkan agar selalu waspada saat berada atau menyeberang di perlintasab kereta api. Salah satu masyarakat yang dilakukan untuk menggelar sosialisasi perlintas sebidang ini adalah para pecinta dan komunitas kereta api.
Ya, menurut kabar yang diperoleh, sosialisasi yang digelar di Kota Surabaya ini dilakukan selama 2 hari. Tak hanya di Kota Surabaya, ternyata ada beberapa titik lokasi yang dilakukan untuk sosialisasi, yaitu perlintasan Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, Tanggulangin, Tarik dan Mojokerto. PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya bersama bersama komunitas pecinta kereta api, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) menggelar edukasi keselamatan melalui Kereta Api Luar Biasa (KLB) pada Kamis, 17 – 18 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, KLB turut membawa display kendaraan bekas kecelakaan sebagai media edukasi visual. Display ini menjadi sarana untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai dampak dari ketidakpatuhan terhadap aturan keselamatan di perlintasan sebidang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 8 Surabaya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memperingati HUT ke-81 KAI dengan mengusung tema “Semakin Melayani”.
Dihari pertama tersebut, Edukasi dilaksanakan di JPL 1 Wonokromo, JPL 26 Kalijaten dan JPL 67 Krian dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya KAI Commuter, BTP Kelas I Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo serta komunitas pecinta kereta api lainnya.
Di lokasi kegiatan, petugas bersama komunitas secara langsung mengedukasi pengguna jalan melalui spanduk, artboard dan berbagai media informasi. Pesan yang disampaikan mencakup tata cara melintas yang benar, etika saat berada di perlintasan, pemahaman terhadap rambu dan tanda peringatan serta langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah kecelakaan.
Dalam kegiatan yang berlangsung, KAI juga membagikan cenderamata kepada pengguna jalan untuk memperkuat interaksi dengan masyarakat. Selain sebagai bentuk apresiasi, diharapkan cenderamata itu menjadi pengingat agar pesan yang disampaikan dapat terus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyampaikan, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan seluruh pihak dan menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, KAI selalu mengajak masyarakat untuk semakin memahami bahwa setiap aturan di perlintasan dibuat untuk melindungi keselamatan bersama. Ketika palang pintu mulai tertutup, kendaraan wajib berhenti sejenak dan memberikan kesempatan kepada kereta api untuk melintas dengan aman.
KAI Daop 8 Surabaya akan terus memperkuat sosialisasi keselamatan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, regulator, aparat penegak hukum, komunitas serta masyarakat secara masif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi kecelakaan dan mendorong terbentuknya budaya keselamatan serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko di perlintasan sebidang.
