Gopay Kolaborasi dengan Transjakarta, Mudahkan Pembayaran Melalui Aplikasi TJ

Gopay merupakan dompet elektronil dari Gojek yang membantu memudahkan setiap transaksi pelanggan aik membayar ojek online, taksi online, makanan, pesanan barang atau berbagai hal lainnya. Bahkan kini Gopay pun hadir melengkapi pembayaran di Transjakarta.

Kehadiran Gopay sendiri bagi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjadi salah satu peningkatan opsi pembayaran digital. Bahkan Gopay pun kini terintegrasi langsung dengan aplikasi TJ:Transjakarta.

Hal ini yang kemudian membuat pelanggan pengguna aplikasi TJ juga menjadi lebih praktis dalam hal pembayaran bila tidak membawa kartu uang elektronik mereka. Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan mengatakan, Transjakarta konsisten berinovasi untuk terus menyediakan kemudahan pelanggan, melalui sistem pembayaran berbasis digital yang berkelanjutan.

” Kemitraan dengan GoPay sebagai metode pembayaran di aplikasi Transjakarta merupakan perwujudan nyata dari komitmen Transjakarta terhadap kerangka 3S (Service, Strategic Partnership, dan Sustainability). Setelah sukses dengan dompet digital TJ Pay yang diluncurkan awal Juli lalu, kini kami menggandeng GoPay sebagai opsi pembayaran digital yang terintegrasi dengan aplikasi Transjakarta,” kata Fadly.

Dia menamahkan, kolaborasi ini merupakan bukti dedikasi berkelanjutan Transjakarta dalam membangun kemitraan strategis dengan berbagai sektor untuk memperluas manfaat layanan Transjakarta bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini Transjakarta ingin perjalanan menggunakan transportasi publik menjadi pengalaman berkesan bagi pelanggan, sejalan dengan Transjakarta yang terus berbenah melakukan transformasi sistem pembayaran digital.

Lebih lanjut, kemitraan Transjakarta X GoPay dirancang untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih inklusif, memungkinkan lebih banyak masyarakat menikmati kemudahan bertransaksi di Transjakarta. Ade Mulya, Director Public Affairs and Communications, GoTo Group menjelaskan kolaborasi ini merupakan komitmen GoPay dalam menghadirkan solusi pembayaran non-tunai yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan finansial pengguna, termasuk di sektor transportasi publik.

“Sejalan dengan komitmen GoPay untuk menghadirkan layanan pembayaran yang aman, mudah, dan bisa digunakan di mana saja, kami berharap hadirnya GoPay di aplikasi Transjakarta dapat semakin memudahkan masyarakat dalam menikmati mobilitas yang cepat dengan menggunakan transportasi publik,” ujar Ade.

GoPay sebagai opsi pembayaran di aplikasi TJ: Transjakarta resmi hadir. Pelanggan dapat membeli tiket Transjakarta langsung dengan akun GoPay mereka, menjadikan perjalanan lebih praktis.

Merayakan kerja sama dengan Transjakarta, pelanggan dapat menikmati perjalanan Transjakarta gratis dengan mekanisme cashback 100 persen hingga 3.500 GoPay Coins, dua kali per pengguna selama periode 29 Juli hingga 30 September 2025 mendatang.

MRT Jakarta Tembus Sampai Tangerang Selatan, Ternyata Jalurnya Dimulai dari Sini

Dapat ‘Hibah’ dari Jakarta, Dua Trainset KRL Dikirim ke Depo Solo

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah mengirim rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dari Depo Depok menuju Depo Solo. Pengirimsn tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan KRL yang berada di lintas Yogya – Solo tersebut. KRL bernomor seri 205-5 ini menjadi keloter pertama yang dikirim pada Selasa, 29 Juli 2025. Pengiriman KRL bersamaan dengan rangkaian kereta pengaman atau yang biasa disebut ‘bandul’ ini berangkat dari Stasiun Depok pukul 23.10 WIB atau sebelum perjalanan KRL terakhir lintas Bogor menuju Jakarta.

Waktu tempuh perjalanan pengiriman KRL ini memang berlangsung lama. Pasalnya status perjalanan tersebut adalah Kereta Luar Biasa (KLB). Diketahui rangkaian perjalanan kereta api dengan status KLB tergantung dari rangkaian yang dijalankan. Untuk pengiriman KRL, kecepatan yang ditempuh hanya maksimal 50 km/jam. Tak heran, saat diperjalanan rangkaian KLB ini selalu mengalah dengan perjalansn reguler. Bisa dibilang perjalanan pengiriman KRL ini selama 24 jam, karena sesuai dengan jadwal yang di informasikan saat tiba di Stasiun Solo Jebres adalah pukul 00.55 WIB.

KRL KFW (seri i9000) yang saat ini melayani rute Yogyakarta-Solo Balapan-Palur pp. (Foto: Dok. Istimewa)

Meski jalur Yogya – Solo sudah memiliki KRL, namun mobilitas masyarakat Yogyakarta maupun Jawa Tengah sangat antusias menggunakan sarana transportasi praktis dan efisien ini. Saat ini jenis KRL yang digunakan lintas tersebut adalah produksi PT Industri Kereta Api (INKA) yaitu KRL KFW atau biasa disebut dengan KRL seri i9000.

Dengan tampilan luar bermotif batik, rangkaian KRL ini tentu menggambarkan kearifan lokal Yogya dan Solo. Motif yang ditampilkan adalah motif batik Parang Barong, dengan dominan warna merah untuk menunjukkan ke khas-an wilayah Kota Yogya dan Solo, yang merupakan sentra kerajinan batik.

Saat ini pengiriman KRL seri JR 205-5 buatan Jepang ini sudah mendarat di Depo Solo, Jawa Tengah. Rencana akan ada pengiriman kembali dari Jakarta pada kloter ke-2, yakni seri JR 205-46. Dari masing-masing trainset yang terdiri dari 8 Stsmformasi (SF), belum diketahui apakah rangkaian tersebut akan di tambah livery batik Yogya dan Solo atau tidak. Mengingat waktu KRL dengan seri JR 205 juga saat dioperasikan pada lintas Yogya – Solo diberi livery batik.

Dengan hadirnya penambahan KRL kiriman dari Jakarta, transportasi KRL di lintas Yogya-Solo akan semakin terbantu terutama mobilitas masyarakat sekitar yang terbiasa menggunakan KRL tersebut. Kehadiran KRL Jogja-Solo yang telah beroperasi tentunya terbukti bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi, pada musim liburan panjang ketika mobilitas warga meningkat signifikan.

‘Obat’ Anti Ngantuk Untuk Masinis, “Deadman Pedal” Bisa Selamatkan Perjalanan Kereta Api

Setiap lokomotif terutama pada kabin, ada beberapa alat yang bisa membantu masinis untuk memperlancar perjalanan kereta api. Tak hanya itu, alat-alat yang sangat vital mampu menyelematkan masinis dari keadaan yang tidak sadarkan diri. Masinis dalam menjalankan tugasnya harus dituntut untuk konsentrasi sehingga menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Karena seorang masinis harus memahami sistem persinyalan yang ada dan mampu mengikuti petunjuk yang diberikan.

Namun hingga kini belum pernah ada yang terjadi bahwa masinis yang tidak sadarkan diri saat berdinas, karena masinis harus melalui pengecekan secara ketat dan pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas. Alat yang berukuran sedang ini dinamakan Deadman Pedal (Deadman Device). Alat yang berada dibagian bawah sejajar pada kaki masinis maupun tombol yang sejajar pada tuas kemudi lokomotif ini berfungsi sebagai kesiagaan atau peringatan pada masinis dalam mengoperasikan lokomotif, yang terhubung dengan pengaktifan pengereman.

Deadman Pedal. (Foto: Dok. Kompasiana)

Deadman Pedal akan memastikan masinis selalu berada di dalam kabin lokomotif selama rangkaian kereta api berjalan dan memastikan kewaspadaan masinis terhadap kereta yang dikemudikan, serta memastikan bahwa kereta akan berhenti ketika masinis tiba-tiba kehilangan kesadaran. Alat ini tentu wajib ada di kabin masinis.

Bentuknya berupa pedal atau tombol yang diinjak atau ditekan oleh masinis selama perjalanan kereta api, pada inyerval waktu tertentu . Untuk pedal yang diinjak biasanya pedal ini berada di kabin masinis pada lokomotif seri CC 201, CC 202, CC 203, dan CC 204. Namun untuk pedal yang ditekan menggunakan tombol berada pada lokomotif yang sudah canggih seperti pada seri CC 205 dan CC 206.

Cara kerjanya Deadman Pedal harus dinjak atau ditekan selama 50 detik dan harus dilepas selama 5 detik. Risiko yang dihadapi jika masinis tidak menekan ataupun menginjak Deadman Pedal sesuai interval yang ditentukan, maka alarm peringatan akan menyala.

Namun jika tetap tidak direspons, maka alat ini secara otomatis dapat menurunkan kecepatan kereta sampai berhenti total. Dengan adanya sistem ini, diharapkan konsentrasi dan kewaspadaan masinis bisa terjaga selama berdinas.

Dengan adanya Deadman Pedal itu memastikan masinis selalu berada di dalam kabin selama perjalanan kereta api. Dan memastikan bahwa masinis selalu waspada terhadap kereta api yang sedang dikemudikannya. Serta memastikan bahwa kereta api akan berhenti ketika kondisi fisik masinis tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Lawan Ngantuk! Segudang Tantangan Petugas Perlintasan Kereta Api yang Harus Dijalankan

Matikan Mesin Saat Isi BBM? Ini Alasannya!

Di berbagai terminal dan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), sering ditemukan imbauan yang meminta agar kendaraan, termasuk bus, mematikan mesin saat mengisi bahan bakar. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini memiliki dampak besar terhadap keselamatan dan keamanan, baik bagi pengemudi, penumpang, maupun lingkungan sekitar.

Mematikan mesin saat pengisian bahan bakar bukan sekadar aturan formalitas. Ada alasan teknis dan keselamatan di balik larangan menyalakan mesin saat bus sedang diisi bahan bakar, terutama solar atau bensin.

Baca juga: Tips Nikmati Perjalanan dan Liburan ke Karimun Jawa

Proses pengisian bahan bakar menghasilkan uap yang mudah terbakar. Ketika mesin menyala, percikan listrik kecil dari sistem pengapian atau kipas bisa menjadi pemicu kebakaran.

Selain risiko kebakaran, ada juga bahaya ledakan. Meski jarang terjadi, namun insiden akibat kelalaian dalam prosedur pengisian bahan bakar bukan hal baru.

Di beberapa kasus di luar negeri, kendaraan meledak karena pengisian dilakukan saat mesin masih menyala, apalagi jika dikombinasikan dengan penggunaan ponsel atau asap rokok di dekat pompa. Di sisi lain, mematikan mesin juga membantu menjaga efisiensi dan mencegah overheat pada sistem bahan bakar.

Beberapa jenis bus modern memiliki sistem bahan bakar elektronik yang sensitif terhadap suhu tinggi. Jika mesin tetap menyala saat pengisian, tekanan panas yang meningkat bisa merusak sistem injeksi atau menyebabkan penguapan yang berlebihan.

Baca juga: Tertinggal Bus Panik? Cek Tips Ini Agar Anda Tetap ‘Aman’

Bagi pengemudi angkutan umum seperti bus antarkota atau bus pariwisata, kebiasaan ini juga bagian dari tanggung jawab profesional. Banyak perusahaan otobus yang sudah menetapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait keselamatan pengisian bahan bakar.

Dalam prosedur tersebut, pengemudi diwajibkan mematikan mesin, menurunkan semua penumpang, dan memastikan tidak ada sumber api atau percikan listrik di sekitar area pengisian. Kedisiplinan dalam hal ini tidak hanya soal menaati peraturan, tapi juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya keselamatan bersama.

Mengingat potensi bahayanya yang serius, mematikan mesin saat isi bahan bakar seharusnya menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditawar lagi.

Terminal Leuwipanjang Pintu Masuk Bandung dari Arah Barat

Railfans Wajib Tahu! Inilah Bahan Bakar Lokomotif yang Digunakan Saat Ini dan Kapasitasnya

Sebagai pecinta kereta api atau yang biasa dijuluki Railfans, tak sekadar menyukai bahkan menikmati hobi yang bisa dibilang unik ini. Perjalanan atau hanya mengabadikan kereta api itu sudah sering dilakukan agar bisa menyimpan memori yang kemudian disebarluaskan ke media sosial.

Namun dari segi teknis, railfans juga wajib tahu tentang kereta api yang mampu berjalan hingga ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya. Salah satu kereta yang mampu berjalan jauh adalah dari lokomotif yang memiliki bahan bakar cukup untuk menempuh perjalanan tersebut.

Proses pengisian bahan bakar lokomotif kereta menjadi aspek penting dalam operasional kereta api. Proses ini dilakukan secara cermat untuk memastikan keamanan dan efisiensi perjalanan kereta api. Jenis bahan bakar yang digunakan tidak hanya menentukan efisiensi operasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap lingkungan, biaya, hingga jarak tempuh kereta.

Seiring perkembangan teknologi, berbagai jenis bahan bakar telah digunakan dalam dunia perkeretaapian. Nah, berikut ini beberapa jenis bahan bakar yang digunakan pada kereta api saat ini:

Ilustrasi Lokomotif CC 300 12 03 uji dinamis dengan membawa rangkaian 2 Gerbong Datar masuk Stasiun Pasar Senen.

1. BATU BARA
Pembakaran batu bara menghasilkan emisi gas rumah kaca dan polusi udara yang membahayakan kesehatan serta lingkungan. Efisiensi energinya juga tergolong rendah. Selain itu, lokomotif uap berbahan bakar batu bara membutuhkan perawatan yang lebih intensif dibandingkan lokomotif modern.

2. SOLAR
Kereta api diesel adalah jenis lokomotif yang bermesin diesel dan umumnya menggunakan bahan bakar mesin dari solar seperti High Speed Diesel (HSD). Ada dua jenis utama kereta api diesel ini yaitu kereta api diesel hidraulik dan kereta api diesel elektrik. Kereta api jarak jauh di Indonesia yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia umumnya berjenis kereta api diesel. Kereta api diesel tersebut mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) berjenis solar. Secara spesifik, bahan bakar pada lokomotif tersebut adalah biodiesel 30 atau B30.

3. BIO SOLAR (B35)
Selain solar biasa, saat ini PT KAI juga menggunakan Bio Solar (B35) untuk mendukung program penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN). Bio Solar (B35) adalah bahan bakar yang terbuat dari campuran solar dengan minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit.

Lolos Sejumlah Uji Coba, PT KAI Mulai Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B20

4. B40
PT KAI juga mulai menggunakan bahan bakar B40, yang merupakan campuran solar dengan minyak nabati sebesar 40%. B40 diklaim lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan solar biasa.

Lalu, bagaimana cara pengisiannya? Nah, petugas akan mengamankan lokomotif selama proses ini berlangsung. Kemudian, mereka akan memastikan jumlah bahan bakar yang tersedia dan menentukan jumlah yang perlu ditambahkan. Pengisian dilakukan oleh petugas khusus menggunakan peralatan seperti nozzle gun, flow meter, dan fuel pump.

Proses pengisian bahan bakar dilakukan oleh petugas khusus yang memiliki kompetensi dan telah dilatih oleh PT Pertamina Patra Niaga. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan, manajemen lingkungan, ketersediaan bahan bakar, dan keandalan peralatan.

Kemudian ini yang paling penting. Dari segi kapasitas bahan bakar lokomotif tentu bervariasi tergantung pada jenisnya, namun rata-rata berkisar antara 3.000-3.800 liter. Untuk lokasi tangki bahan bakar pada lokomotif terletak di bagian tengah bawah.

Pengisian bahan bakar disesuaikan dengan jarak yang akan dilayani oleh kereta api. Untuk mengetahui jarak yang dapat ditempuh dengan bahan bakar yang terisi penuh, hal ini tergantung pada jenis lokomotifnya karena SFC (Specific Fuel Consumption) dari masing-masing jenis lokomotif berbeda. Namun, untuk perkiraan rata-rata, jarak yang dapat ditempuh dengan kapasitas bahan bakar penuh sekitar 3000 liter adalah sekitar 1.034 KM.

Pemilihan bahan bakar pada kereta api memegang peranan penting dalam mendukung efisiensi operasional, keamanan lingkungan, serta keberlanjutan sistem transportasi massal. Pemerintah dan operator transportasi perlu mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta ekologi dalam menentukan solusi energi yang paling tepat.

 

Untirta Hadirkan Bus Ramah Penyandang Disabilitas, Pintu Bisa Diturunkan Untuk Pengguna Kursi Roda!

Penyandang disabilitas belakang semakin diperhatikan bukan hanya oleh pemerintah, tetapi banyak pihak lainnya. Bukan hanya dimudahkan dalam pekerjaan tetapi transportasi pun terlihat jelas membantu para penyandang disabilitas ini.

Seperti di Jakarta, berbagai transportasi umum seperti bus Transjakarta, Commuterline, MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Jabodebek. Di mana fasilitasnya cukup ramah disabilitas, dan para petugasnya pun sigap membantu para penyandang disabilitas untuk duduk di dalam transportasi umum atau saat berpindah halte.

Ternyata, salah satu universitas di Indonesia tepatnya di Serang, Banten juga melakukan hal yang sama. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bahkan menunjukkan keseriusannya alam komitmen untuk meningkatkan kenyamanan serta aksesibilitas layanan transportasi mereka bagi seluruh sivitas akademika melalui pengoperasian shuttle bus kampus yang ramah penyandang disabilitas.

Bus ini layaknya bus kampus lainnya yang beroperasi setiap hari kerja yakni Senin sampai Jumat. Bus ramah disabilitas Untirta sendiri punya jadwal Utama dengan keberangkatan pagi beroperasi mulai pukul 07.00 WIB dengan rute Sindangsari ke Pakupatan.

Kemudian bus akan melanjutkannya ke Ciwaru dan Kembali ke Sindangsari. Untuk bus pulang, jadwal keberangkatannya pukul 16.30 WIB dengan rute yang sama seperti berangkat.

Sedangkan hari Jumat, peroperasian bus di jadwal pulang berbeda dari hari biasanya. Jawdal yang tadinya 16.30 dimundurkan menjadi 17.00 WIB untuk menyesuaikan Waktu ibadah di hari jumat.

Dilansir dari kemdiktisaintek.go.id, Sabtu (26/7/2025), hal yang menjadi sorotan utama dari shuttle bus Untirta adalah fasilitasnya yang ramah bagi penyandang disabilitas. Bus ini dirancang dengan pintu yang dapat diturunkan, memungkinkan akses mudah bagi pengguna kursi roda.

Selain itu, interior bus juga dilengkapi kursi yang nyaman dan sistem pendingin udara (AC) untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan. Kapasitas penumpang mencapai 60 orang, menjadikannya sarana transportasi yang ideal untuk mendukung mobilitas harian mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Dengan hadirnya layanan shuttle bus yang inklusif ini, Untirta berharap seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa difabel, dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas di lingkungan kampus maupun antar lokasi kampus. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari visi Untirta sebagai kampus berkarakter dan berdaya saing, yang terus mendorong kesetaraan akses bagi semua warganya.

Nanyang University Punya Bus Kampus Elektrik? Unpad dan UI Juga Punya Tapi…

MRT Jakarta Tembus Sampai Tangerang Selatan, Ternyata Jalurnya Dimulai dari Sini

Informasi mengenai Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bakal tembus hingga Tangerang Selatan mulai diperbincangkan bahkan siap untuk pengerjaan. Ya, moda transportasi Jakarta yang satu ini memang menjadi andalan masyarakat karena praktis dan efisien. Terlebih untuk menggunakan MRT saja masyarakat terbebas dari kemacetan di jalan raya dan tentu saja mempersingkat waktu perjalanan.

Rencana perpanjangan jalur MRT sampai Tangerang Selatan (Tangsel) kian dekat menjadi kenyataan. Saat ini ujung moda transportasi milik Pemprov Jakarta itu memang sudah berada sangat dekat dengan kawasan Tangerang Selatan. Tepatnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang bersebelahan langsung dengan Kec. Ciputat, Tangsel.

PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi memulai Feasibility study (FS) alias studi kelayakan bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land). Studi kelayakan ini untuk pengembangan rute baru MRT Jakarta tembus Tangsel. Rutenya adalah dari Lebak Bulus menuju Serpong. Inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak untuk melakukan kajian komprehensif terkait skema pembiayaan, teknologi, dan trase proyek.

Depo MRT Lebak Bulus.

Dari estimasi 100.000 pengguna harian layanan MRT, diperkirakan sebanyak 25%-nya dapat terserap melalui stasiun-stasiun yang ada di BSD City. Namun belum diketahui kapan proyek perpanjangan ini akan digarap, termasuk nilai proyek, rincian rute maupun jumlah atau titik stasiunnya. Semua itu baru ditentukan jika studi kelayakan sudah selesai dilaksanakan.

Jika dilihat dari stasiun akhir Leba Bulus, jalur kereta MRT masih terhubung di sepanjang sisi Jl. Raya Jakarta Bogor. Meski di jalur paling ujung MRT Jakarta ini sudah terpasang tiang listrik aliran atas (LAA), jalur akhir tersebut hanya digunakan untuk aktivitas langsir rangkaian MRT dari maupun kearah depo MRT. Namun, bisa dipungkiri awal mula jalur MRT tersebut bisa dimulai dari Stasiun Lebak Bulus.

Bahkan saking dekatnya dengan kawasan Tangerang Selatan, di dekat tiang jalur MRT paling ujung selatan ini terlihat ada tugu ‘Selamat Jalan’ milik Pemprov Jakarta yang menjadi penanda batas wilayah ibu kota. Sementara di sisi lainnya terlihat tugu milik Pemkot Tangsel, di mana kedua wilayah ini hanya dibagi oleh Kali Pesanggrahan.

Sebelumnya, MRT Jakarta telah membuat kajian sementara soal kelanjutan trase MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Tangsel. Proyek ini akan mencakup dua koridor potensial, yaitu koridor utara dan selatan. Koridor utara akan melintasi jalur Pondok Aren – Serpong, sedangkan koridor selatan melalui Ciputat – Pondok Cabe. Kedua jalur ini akan terhubung dengan stasiun utama di Lebak Bulus, Jakarta.

Ini Dia Rute MRT Jakarta Jika Diteruskan Hingga ke Tangerang Selatan

Semakin Ramah Lingkungan, Ancol-Blok M Kini Dilayani Bus Listrik

Ancol merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Destinasi di utara Jakarta ini selain langsung menyentuh lautan, juga tempat wisata yang cukup mudah untuk di datangi menggunakan transportasi umum.

Selain KRL Commuterline turun di Stasiun Ancol, masyarakat juga bisa menggunakan bus Transjakarta yang behenti di Halte Ancol. Namun, baru-baru ini rute bus yang dioperasikan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tersebut bertambah.

Semula hanya ada rute 5 dan 5C dengan tujuan dari PGC-Ancol serta Kampung Melayu-Ancol. Kini bertambah dengan kehadiran rute 1W Ancol-Blok M yang dilayani oleh armada bus listrik tipe high deck.

Bus ini merupakan milik Damri yang belum lama tiba dari Cina. Rute Ancol-Blok M sendiri diluncurkan pada Sabtu (26/7/2025) di Halte Ancol. Kehadiran bus listrik ini menjadi simbol terhadap lingkungan yang lebih bersih.

Sebagai informasi, Ancol sendiri sudah menerapkan berbagai hal ramah lingkungan salah satunya tanpa styrofoam di setiap kedai makanan atau minuman. Sehingga kehadiran bus listrik yang melayani rute Ancol-Blok M cocok menjadi bagian Ancol yang ramah lingkungan.

Tak hanya itu, hadirnya bus listrik ini pun bukan hanya menjawab persoalan kualitas Udara Jakarta. Tetapi juga merupakan bagian dari target pengadaan 200 armada bus listrik hingga akhir tahun 2025 ini.

Direktur Utama DamriI Setia N. Milatia Moemin mengungkapkan rasa bangganya terhadap keterlibatan DAMRI dalam mendukung peralihan transportasi umum Jakarta menuju sistem berbasis listrik.

“Damri berkomitmen tidak hanya menyediakan layanan transportasi berkualitas, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon demi lingkungan yang lebih bersih dan kehidupan yang lebih sehat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Setia menambahkan, kontribusi DAMRI tidak berhenti pada pengadaan armada. Sebagai mitra PT Transjakarta, DAMRI juga turut serta dalam membangun ekosistem pendukung seperti penyediaan charging station dan pelatihan sumber daya manusia.

Dukungan ini dilakukan agar operasional bus listrik berjalan secara maksimal dan berkelanjutan di masa depan. Sejumlah fasilitas pengisian daya telah tersedia, antara lain 30 unit charging station di Stasiun Damri Klender dan 26 unit di Stasiun Damri Pupar.

Dalam waktu dekat, akan dibangun tambahan 15 unit di Stasiun Damri Cawang dan 24 unit di Stasiun Damri Ciputat, sebagai bagian dari pengembangan layanan. Ke depan, Damri berambisi untuk memperluas penggunaan bus listrik ke wilayah lain di luar Jakarta.

Langkah ini merupakan kontribusi terhadap upaya nasional mengurangi pencemaran udara serta membangun sistem transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan inklusif di berbagai kota di Indonesia.

Tanjung Bira Punya Segudang Destinasi, Dishub Bulukumba Gratiskan Angkutan Umum

Puluhan Tahun Mati, Ini yang Terjadi Jika Stasiun Wonosobo Kembali Aktif

Banyak yang menginginkan stasiun yang sangat strategis ini kembali diaktifkan. Pasalnya stasiun ini sangat praktis dan terjangkau untuk mengunjungi kawasan wisata Pegunungan Dieng. Stasiun ini juga digadang-gadang sebagai stasiun yang terkenal dengan bermacam-macam destinasi wisata lainnya yang lebih terjangkau.

Pada zaman Belanda dulu, Wonosobo masuk ke dalam jalur kereta api Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS atau SDSM) yang dibangun untuk membantu pendistribusian gula. Selain mengangkut gula, kereta api tersebut juga sempat melebarkan sayap ke sektor teh, tembakau, dan kayu manis.

Wonosobo masuk ke dalam jalur yang dibangun di fase ketiga, sekitar tahun 1917. Jalur tersebut beroperasi sampai 1978 sebelum akhirnya tidak aktif lagi karena mulai berkurang nilai ekonomisnya. Sekarang tinggal relnya yang masih bisa kita lihat mencuat di antara trotoar di sudut-sudut kota.

Stasiun Wonosobo masih berdiri kokoh hingga saat ini. (Foto: Dok. Istimewa)

Pembangunan Stasiun Wonosobo bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Banjarnegara-Selokromo-Wonosobo sejauh 33 kilometer yang dilakukan oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) mulai dari tahun 1916 sampai dengan tahun 1917. Jalur rel Banjarnegara – Wonosobo merupakan jalur yang berada di pegunungan, medannya berkelok-kelok dan terdapat banyak tanjakan.

Saat aktif, Stasiun Wonosobo memiliki 5 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah selatan ke Halte Penawangan. Sedangkan, yang arah utara cukup sampai di stasiun ini saja. Jalur 1 digunakan untuk persilangan yang terjadi di stasiun bila ada kereta yang mau memasuki stasiun. Jalur 3 digunakan untuk persiapan kereta api yang akan berangkat dari Stasiun Wonosobo. Jalur 4 digunakan untuk menuju ke depo lokomotif, dan jalur 5 digunakan untuk menuju ke gudang penyimpanan barang.

Selain peninggalan berupa rel, Wonosobo juga masih memiliki stasiun yang sebetulnya masih berdiri hingga kini. Lokasinya pun strategis banget karena dekat dengan Alun-alun Wonosobo dan masjid agung.

Fyi, dulu Stasiun Wonosobo menjadi titik akhir perjalanan kereta SDS dengan jalur Purwokerto-Wonosobo. Namun sekarang warga yang mau naik kereta harus ke stasiun-stasiun terdekat hingga menuju destinasi di Kabupaten Wonosobo, seperti: Purwokerto, Kebumen, Semarang, atau pun Yogyakarta dengan waktu tempuh yang lumayan cukup mengulur waktu.

Nah bisa dibayangkan jika Stasiun Wonosobo kembali aktif dan beroperasi layaknya stasiun-stasiun besar yang berada di kabupaten kota. Tentunya masyarakat sekitar maupun luar Wonosobo akan ramai mendatangi dan berwisata bersama. Apalagi Wonosobo sejak dulu memang sudah terkenal akan wisatanya, khususnya di kalangan para pencinta alam, pendaki gunung, dan nature traveler. Wisata Dieng, jalur pendakian ke Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, Telaga Warna, hingga Perkebunan Teh Tambi bisa diakses lebih mudah.

Selain itu dengan meningkatnya pelancong, paling tidak akan diikuti dengan terbukanya bidang kuliner dan penginapan. Nantinya warga sekitar bisa menyewakan rumahnya buat jadi homestay. Oleh-oleh dan makanan khas Wonosobo, seperti carica dan mie ongklok makin terkenal karena kios-kios di stasiun menjajakannya, persis seperti kios bakpia di Stasiun Yogyakarta.

Ingin Berwisata ke Dieng Naik Kereta Api? Ini Pilihan Rute dan Jadwalnya

Saat ini, distribusi hasil bumi Wonosobo dilakukan pakai jalur darat via jalan raya yang biayanya cenderung lebih murah. Tapi, distribusi ini masih terbatas di daerah-daerah sekitarnya saja karena bagaimanapun juga sayuran dan buah-buahan akan lebih cepat busuk.

Dengan adanya stasiun, distribusi hasil panen, bahkan tembakau dan teh, bisa lebih efektif dan cepat. Bahkan bisa juga, kembali ke pembahasan sebelumnya, komoditas ini dimanfaatkan menjadi wisata pula. Misalnya, tiap Juli-Agustus buruh teh dan tembakau di Wonosobo mulai panen. Nah, bisa juga tuh membuka peluang biar wisatawan juga datang untuk merasakan sensasi panen teh sendiri.

Bagaimanapun, keberadaan Stasiun Wonosobo mengingatkan kita akan masa-masa kejayaan kereta api di wilayah lembah Sungai Serayu. Jika rencana reaktivasi jalur ini terwujud, pastinya juga membawa harapan baru bagi masyarakat Wonosobo dan sekitarnya. Diharapkan dengan dibukanya kembali jalur kereta api ini, Stasiun Wonosobo akan kembali hidup, mengembalikan peran pentingnya dalam mobilitas dan perekonomian di wilayah tersebut.

Dermaga Water Taxi Pelabuhan Benoa Resmi Beroperasi

Water taxi atau taksi air menjadi salah satu moda transportasi pilihan lainnya karena Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Beberapa provinsi di Indonesia pun kini mulai mengemangkan water taxi sebagai transportasi mereka.

Seperti Bali yang akhirnya memiliki dermaga water taxi di Tanjung Benoa. Dermaga ini di resmikan leh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Sub Regional Bali Nusra sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Kehadiran dermaga ini merupakan fasilitas penunjang transportasi laut yang ramah lingkungan. Selain itu juga hadirnya ini sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat adat Tanjung Benoa dalam mengembangkan potensi kawasan pesisir.

Peresmian ni diawali dengan perjalanan para undangan menggunakan water taxi dari Pelabuhan Benoa menuju Tanjung Benoa. Perjalanan ini menjadi simbol pembukaan konektivitas baru berbasis laut yang efisien dan berkelanjutan.

Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, menyampaikan bahwa dermaga ini adalah wujud nyata komitmen Pelindo dalam memperkuat kawasan Ring 1 operasional perusahaan melalui pengembangan layanan Water Taxi yang mendukung konektivitas dan pariwisata.

“Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga kebermanfaatan langsung bagi komunitas lokal. Dermaga ini bukan hanya fasilitas transportasi, tapi simbol kolaborasi, konservasi, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat adat,” ujar Daru.

Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi, Pelindo juga menyalurkan bantuan penguatan usaha kepada lima UMKM binaan di kawasan Tanjung Benoa melalui program TJSL MaritimePreneur. Program ini dirancang untuk mendorong kewirausahaan maritim berbasis komunitas.

Sementara itu, Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya, menyambut baik kehadiran dermaga ini dan mengapresiasi inisiatif Pelindo yang menurutnya selaras dengan nilai-nilai masyarakat adat.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Pelindo terhadap masyarakat adat Tanjung Benoa. Kehadiran dermaga ini tidak hanya meningkatkan akses, tetapi juga membuka peluang baru bagi pariwisata berbasis budaya dan kelautan,” ungkapnya.

Peresmian Dermaga Water Taxi Tanjung Benoa ini diharapkan menjadi awal sinergi berkelanjutan antara Pelindo dan komunitas lokal dalam mengembangkan kawasan pesisir yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

Water Taxi Direncanakan Urai Kemacetan Bali