Siapa Bilang Mendesain Interior Kabin Pesawat Mudah? Ini Kata Pakarnya!

Ketika sudah masuk ke dalam kabin pesawat dan menunggu untuk lepas landas, pernahkah terbesit di pikiran Anda tentang interior dari kabin tersebut? Ya, sebagai pemandangan yang akan menemani penerbangan Anda, kabin didesain sedemikian rupa sehingga memenuhi sejumlah aspek – mulai dari kenyamanan hingga keselamatan. Hal-hal teknis yang menunjang kelancaran penerbangan pun tak pelak masuk ke dalam perhitungan para desainer kabin ini.

Baca Juga: 2020: Airbus Sulap Ruang Kargo Pesawat Jadi Kamar Tidur

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (7/9/2018), seorang konsultan desain kabin yang berbasis di London, Priestman Goode mengatakan bahwa mendesain kabin pesawat merupakan pekerjaan terbaik di dunia – menurutnya. “Ini brilian,” ujarnya sumringah. Tapi tidak bisa dipungkiri juga, mengerjakarn sebuah kabin pesawat bukanlah satu pekerjaan yang mudah.

“Orang-orang di luaran sana mungkin tidak benar-benar memahami bahwa membangun sebuah kabin pesawat bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada banyak sekali masukan dan pertimbangan yang harus dihitung dengan matang sebelum diaplikasikan,” tandas Priestman.

Ya, pernyataan seorang pimpinan yang menukangi proyek pembuatan kabin Polaris Business Class maskapai United Airlines dan interior E190-E2 dari Embraer ini memang tidak bisa diragukan lagi – karena desain interior kabin harus memperhatikan jarak bangku, kedalaman rel bangku, kapasitas kompartemen atas, hingga perhitungan detail lainnya, seperti nilai-nilai ekonomis, efisiensi, dan juga keamanan.

Belum lagi perbedaan seat configuration masing-masing maskapai yang sedikit banyaknya juga berpengaruh terhadap keseluruhan perhitungan yang harus diperhatikan oleh Priestman cs. “Bekerja di sektor aviasi sangatlah ketat, dimana Anda akan menemukan batasan dimana-mana,” terang Priestman. “Tanpa boleh mengesampingkan salah satunya, kami harus teliti menilai dan mengaplikasikan aspek keamanan, beban (di kompartemen atas), hingga kenyamanan penumpang,”

Inovasi pun menjadi satu poin penting yang akan meningkatkan value Priestman cs. Ambil contoh desain interior kabin Embraer E2, dimana Priestman merelokasi posisi dari kantung di belakang bangku agar memberikan ruang lebih pada bagian lutut penumpangnya.

Baca Juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

“Banyak penumpang yang mengeluhkan soal jarak antar bangku yang terlalu dekat, dan kami menjawabnya dengan sebuah solusi,” terangnya. “Di sini saya dan rekan benar-benar bekerja, karena mendesain interior kabin pesawat bukanlah sesuatu yang bisa ditempelkan begitu saja. Diperlukan teknik yang memadai agar dapat menciptakan produk yang lebih baik lagi.” Tutup Priestman.

Proyek High Speed Rail Malaysia-Singapura Ditangguhkan Hingga 31 Mei 2020

High Speed Rail (HSR) atau kereta cepat yang digadang-gadang akan dibangun Pemerintah Malaysia menuju Singapura sempat mengalami berbagai hambatan. Salah satunya dikarenakan Malaysia yang tengah menghadapi dilema perekonomian, dimana utang luar negeri Negeri Jiran tersebut membengkak.

Baca juga: Terkendala Utang, Mahathir Tinjau Berbagai Proyek Kereta di Malaysia

Sehingga pihak Malaysia dan Singapura menghentikan sementara pembangunan kereta api berkecepatan tinggi Kuala Lumpur-Singapura hingga 31 Mei 2020 mendatang. KabarPenumpang.com melansir dari laman globalrailnews.com (11/9/2018), berita penundaan tersebut muncul setelah Menteri Ekonomi Malaysia Mohamed Azmin Ali dan Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan melakukan perjanjian bilateral.

Adanya ini membuat pengembang MyHSR mendukung keputusan untuk menarik tender internasional yang sedang berlangsung untuk perusahaan aset yang diluncurkan pada awal tahun 2018 ini.

“Kami berterima kasih atas partisipasi dari pemain HSR global serta entitas lokal dalam tender AssetsCo dan berharap untuk melibatkan mereka lagi setelah detail proyek dipastikan. Mengingat perkembangan baru ini, MyHSR Corp, sebagai kendaraan pengiriman proyek di bawah Menteri Keuangan Incorporated, akan terus bekerja dengan pihak berwenang yang relevan selama periode ini,” ujar seorang juru bicara.

Bahkan pada Mei 2018, Perdana Menteri malaysia Mahathir Mohamad mengaku karena adanya masalah dilema utang luar negeri, sehingga pembangunan kemungkinan akan ditangguhkan hingga tidak dilanjutkan lagi. Padahal pada pemerintahan Perdana Menteri Malaysia sebelumnya, sudah ada rancangan konsep untuk tujuh stasiun di sepanjang Kuala Lumpur menuju Singapura yang dilalui High Speed Rail.

Baca juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu

Rancangannya pun tergantung lokasi stasiun-stasiun itu seperti Terminal Bandara Malaysia yang akan dibuat di Kuala Lumpur dengan desain pertemuan kembali Klang dan Sungao Gombak. Bangi-Putrajaya yang letaknya di perbatasan Selangor dan Putrajaya akan dipengaruhi arsitektur Islam.

Kami berterima kasih atas partisipasi dari pemain HSR global serta entitas lokal dalam tender AssetsCo dan berharap untuk melibatkan mereka lagi setelah detail proyek dipastikan. Mengingat perkembangan baru ini, MyHSR Corp, sebagai kendaraan pengiriman proyek di bawah Menteri Keuangan Incorporated, akan terus bekerja dengan pihak berwenang yang relevan selama periode ini.

PT KAI Tawarkan Autonomous Rapid Transit Untuk Atasi Kemacetan di Bandung

Bandung menjadi salah satu kota yang memiliki kemacetan yang cukup tinggi selain Jakarta. Hal ini kemudian membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan solusi baru untuk Bandung dengan transportasi massal Autonomous Rapid Transit (ART). ART ini sendiri merupakan kereta teknologi Cina yang berjalan di atas rel vitual alias tanpa rel bentukan. Kereta rel virtual tersebut beroperasi dengan mesin bertenaga baterai.

Baca juga: Gunakan Rel Virtual, Autonomous Rail Rapid Transit Siap Mengular di Zhuzhou

“Setiap kali berhenti untuk menaik dan menurunkan penumpang sekalian men-charge atau mengisi baterai. Pengisian baterai selama 10 menit bisa untuk berjalan 25 km,” ujar Direktur PT KAI Edi Skmoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari humas.bandung.go.id (14/9/2018)

Selain teknologi yang canggih, ART ini diklaim lebih murah karena tidak mengharuskan adanya rel konvensional seperti kereta lainnya. Edi mengatakan ART ini berjalan di virtual track yang membaca dengan sensor untuk mengarahkan perjalanannya.

“Tidak menggunakan rel konvensional, sehingga jauh lebih murah dan dikerjakan secara cepat,” ujar Edi.

PT KAI dan Pemerintah Kota Banding masih melakukan kajian terkait teknologi tersebut untuk diterapkan di kota Bandung. Rencananya ART akan dioperasikan pada jalur-jalur padat dengan ukuran badan jalan yang besar seperti Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Asia Afrika.

Tetapi sampai saat ini belum jelas berapa unit ART yang akan digunakan dan tarif yang akan diterapkan serta rute yang akan dilalui. Diketahui sebelum PT KAI menawarkan solusi ART tersebut, negara pembuatnya yakni Cina juga sudah menghadirkan konsep untuk ART ini dan Amerika Serikat tepatnya di Milwaukee County juga menggunakan solusi itu.

Bahkan di Zhuzhou di Provinsi Hunan sudah dilakukan uji coba berjalan di jalan raya. Di Milwaukee, ART tersebut digunakan untuk menunjang transportasi baik ke sekolah maupun ke kantor serta tempat hiburan yang melalui pusat kota Wilwaukee, Near West Side dan Wauwatos.

Kereta yang berjalan di rel virtual ini memiliki kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung 300 penumpang di tiga gerbongnya. Tak hanya masalah ART, PT KAI juga meminta dukungan untuk reaktivasi jalur kereta yang melewati Bandung.

Oded mengungkapkan, PT KAI akan mengaktifkan kembali empat jalur kereta. Keempatnya yaitu jalur Cibatu-Garut-Cikajang, Bandung – Ciwidey, Banjar-Pangandaran-Cijulang, dan Rancaekek-Tanjungsari. Salah satu rute tersebut, yaitu Bandung-Ciwidey akan melewati wilayah Kota Bandung.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Oded M Danial Oded menilai, jalur kereta Bandung-Ciwidey menjadi solusi kemacetan yang selama ini terjadi di jalur lalu lintas menuju Ciwidey. Kawasan wisata itu selalu padat di akhir pekan. Oleh karena itu, Oded mengapresiasi gagasan PT KAI untuk membuka kembali jalur tersebut.

“Tidak ada alasan buat saya untuk tidak mendukung,” ujar Oded.

Menanggapi rencana tersebut, Pemkot Bandung akan mulai menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada warga Bandung, terutama di wilayah yang terdampak pembangunan. Dia mengatakan, dari empat jalur ini mereka sudah siap akan memulai dan meminta kepada Kota Bandung untuk menyosialisasikan kepada warga yang terkena dampak.

Baca juga: AS Ikuti Cina Gunakan Teknologi Rel Virtual dalam Autonomous Rail Transit

Oded akan mengawal proses pembangunan tersebut, mulai dari tahap sosialisasi hingga pembangunan. Ia berharap tidak terjadi konflik sosial yang terjadi selama pembangunan berlangsung.

“Ini kan program pemerintah pusat. Hal terpenting sebagai Pemerintah Kota Bandung, saya punya tanggung jawab moral untuk mengawal agar masyarakat kita tidak terzalimi,” tuturnya.

Diterjang Topan Mangkhut, Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan Menuju Hong Kong

Setelah sukses memporak-porandakan Filipina dan Kawasan Hong Kong beberapa waktu yang lalu, Topan Mangkhut terus bergerak menuju Cina Bagian Selatan. Topan Mangkhut yang turut membawa hujan deras dan angin berkecepatan 162 km per jam ini tiba di pesisir Cina, dekat kota Jiangmen pada Minggu (16/9/2018) sore waktu setempat. Setidaknya, sudah ada dua warga Cina dan 64 warga Filipina yang meninggal akibat ganasnya topan ini.

Baca Juga: Hendak Landing Saat Topan Cimarron Menerpa, Pesawat Asal Jepang Ini Menukik Tajam!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kebanyakan korban tewas disebabkan oleh tanah longsor – kota Ucab di Filipina menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah, dimana menurut pemerintah setempat, 26 orang penambang meninggal dunia. Kini topan yang dikategorikan oleh pemerintah Cina sebagai yang terkuat yang menyentuh kota Guangdong sepanjang tahun 2018 ini menjadi momok menakutkan bagi warga Cina dan sekitarnya.

Siaga tertinggi dikerahkan di segala sektor – membuat lebih dari 2,45 juta warga Cina dievakuasi menuju tempat yang aman. Tidak hanya itu, penghentian sejumlah jadwal kereta api dan penerbangan pun turut diberlakukan. Salah satu maskapai yang terdampak topan ini adalah Flag Carrier Garuda Indonesia.

Dikutip dari laman kompas.com (16/9/2018), sejumlah penerbangan maskapai plat merah ini membatalkan penerbangan menuju Hong Kong pada tanggal 15 dan 16 September kemarin. Hal ini dibenarkan oleh VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono. Dirinya mengatakan bahwa para penumpang yang penerbangannya tertunda bisa mengubah jadwal penerbangan mereka.

“Dengan situasi force majeure ini, maka seluruh penumpang Garuda Indonesia terdampak pembatalan jadwal penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Hong Kong tersebut dapat melakukan reschedule jadwal penerbangannya,” ujar Hengki dalam sebuah keterangan tertulis, Sabtu (15/9/2018).

Pembatalan penerbangan ini ditempuh Garuda menyusul peringatan dari otoritas bandara Hong Kong terkait potensi serangan topan yang dinyatakan oleh World Meteorological Organization (WMO) sebagai siklon tropis terkuat di tahun 2018. Menurut laporan yang diterima otoritas Cina, Topan Mangkhut akan bergerak melintasi Laut Cina Selatan dan menyasar Hong Kong dan beberapa wilayah Cina di bagian Selatan.

Baca Juga: Meski Penerbangan Langsung Jakarta-London Tutup, Garuda Indonesia Masih Layani via Codeshare

Saking kuatnya, topan ini sampai-sampai menumbangkan pohon dan menghancurkan kaca di gedung kantor dan perumahan – beberapa diantaranya sampai bergoyang bak gempa. “Ini bergoyang cukup lama, setidaknya dua jam. Itu membuat saya merasa sangat pusing,” ujar salah satu warga yang di Kowloon yang terdampak Topan Mangkhut, dikutip dari sumber lain.

Reaktivasi Jalur Kereta Jawa Barat, Pertanda Peningkatan Sektor Pariwisata di Tanah Pasundan?

Dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan PT KAI beberapa hari yang lalu terkait reaktivasi empat jalur kereta yang tersebar di daerah Jawa Barat (Jabar), bukan tidak mungkin jika ini merupakan pertanda penguatan sektor pariwisata yang berada di sekitaran jalur tersebut. Sebut saja Pangandaran yang terletak di sebelah Tenggara Jabar terkenal akan pantainya – atau Kawah Putih, salah satu destinasi favorit yang terletak di Ciwidey merupakan dua contoh objek yang eksistensinya akan semakin merangkak naik pasca reaktivasi jalur kereta ini.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov, PT KAI Akan Reaktivasi Empat Jalur Kereta di Jawa Barat

Selain dua lokasi di atas, Jatinangor yang mahsyur sebagai daerah pendidikan di Jabar ini juga akan merasakan manfaat dari reaktivasi tersebut. Namun demi mencapai hipotesa target tersebut, PT KAI yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar akan menemukan rintangan yang tidaklah mudah. “Itu kan jalur jalur yang sudah mati tapi jalurnya masih ada, cuma memang sudah ditempati sama warga, ada beberapa bangunan, jembatannya juga masih tersisa,” ungkap Humas PT KAI, Agus Komarudin, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com (13/9/2018).

Rata-rata, keempat jalur kereta ini sudah tidak beroperasi sejak tahun 1980an – dengan beragam alasan yang melatarbelakanginya. “Stasiun Cibatu-Stasiun Garut-Stasiun Cikajang total panjang lintasan 47,5 km. Tidak beroperasi Cibatu-Garut 19,3km tahun 1983, Garut-Cikajang 28,2 km tahun 1982,” ujar Agus.

Di tahun yang sama (1982), jalur kereta lain yang tidak beroperasi adalah jalur Stasiun Banjar-Pangandaran-Cijulang dengan panjang lintasan 82km.

Sedangkan dua jalur lainnya sudah mengakhiri masa operasinya tahun 1970an. “Jalur dari Stasiun Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari yang memiliki panjang lintasan 11,5 km, resmi tidak operasi mulai tahun 1978,” ujar Agus.

“1975, jalur Stasiun Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km berhenti beroperasi,” tambahnya.

Tidak hanya Pemprov Jabar saja yang mendukung reaktivasi jalur ini – seperti yang sudah diberitakan pada artikel sebelumnya, pun dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang optimis menyambut rencana ini.

“Selain transportasi darat, di Pangandaran juga memiliki jalur penerbangan di bandara Nusawiru, bahkan dalam waktu dekat ini Pangandaran akan memiliki pelabuhan nasional di Bojongsalawe yang bisa meningkatkan di sektor transportasi sebagai daerah pariwisata. Apalagi kalau ditambah dengan transportasi kereta api,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, dikutip dari sumber terpisah.

Baca Juga: PT KAI Diminta Aktifkan Jalur ‘Mati Suri’ Semarang-Rembang

Adapun objek wisata di Pangandaran yang ‘diramalkan’ akan mengalami peningkatan pasca reaktivasi jalur pada tahun 2030 ini adalah Pantai Barat, Pantai Timur, Cagar Alam Pananjung, Batu Hiu, Batu Karas, Citumang, Santirah, dan Green Canyon – dimana jarak dari semua lokasi tersebut tidaklah terlalu jauh dari jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang.

Pada akhirnya, diperlukan sinergi yang mantap antar pemangku kepentingan supaya keempat jalur kereta penunjang setor pariwisata ini bisa beroperasi kembali – salah satu masalah besar yang menghadang adalah soal relokasi warga yang menempati jalur-jalur mati tersebut. “Kan penertiban dulu, kan sosialisasi, dan sebagainya,” tambahnya.

 

Terkait Aspek Keamanan, Bus Tingkat Lebih Cocok di Jalanan Dalam Kota

Kembali hadir di dunia transportasi pada 2014 silam yang disediakan oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), bus tingkat kini melayani perjalanan wisata keliling Jakarta. Bus-bus ini dihadirkan secara gratis bagi masyarakat Jakarta ataupun para pelacong.

Baca juga: Bus Tingkat Bertenaga Hidrogen Meriahkan Asian Games 2018

Bus tingkat tersebut dibagi beberapa titik lokasi pemberangkatan dengan tujuannya masing-masing baik itu ke tempat ikonik maupun wisata sejarah Jakarta seperti Kota Tua, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Monas, Bundaran HI, Sudirman dan beberapa tempat lainnya. Biasanya bus tingkat ini ramai di hari Sabtu dan Minggu atau libur nasional, meski hari biasa juga tetap beroperasi.

Namun, ternyata bus tingkat bisa dikatakan ‘bus mahal,’ lantaran punya karena kapasitas angkut yang besar dan harus ditopang sasis dengan durabilitas tinggi. Brand and Marketing Communication Manager Karoseri Laksana, Candra Dewi mengatakan, untuk memenuhi standar dimensi bus tingkat, pihaknya menggunakan sasis dan mesin dari pabrikan Eropa  seperti Mercedes-Benz, Volvo dan Scania.

Dalam Peraturan Pemerintah No.55/2012, standa minimal jumlah berat bruto (JBB) adalah 21-24 ton dan memiliki panjang 9-13,5 meter dengan tinggi masksimal 4,2 meter serta lebar 2,5 meter. Saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 beberapa waktu lalu, Laksana menghadirkan salah satu bus tingkatnya yang menggunakan sasis dan mesin dari Scania K410 EB .

Dimana kerangka tersebut memiliki JBB 25 ton yang dilengkapi delapan suspensi udara. Selain itu sistem kemudinya menerapkan power steering hidrolik untuk memudahkan bus bermanuver. Untuk menjamin keamanan bus dengan bodi jangkung dan bongsor, Scania menyertakan electronic stability programme (ESP), anti-lock braking system (ABS), traction control dan hill hold function. Sumber tenaga bus tersebut menggunakan mesin diesel 13 ribu cc dengan turbocharged.

Tenaga dorong senilai 410 dk/1.950 rpm dengan torsi puncak 2.000 Nm/1.000-1.350 rpm mengalir dari mesin tersebut. Tersedia fitur cruise control dan speed limiter buat membantu supir mengoperasikan bus.

Baca juga: Hotel Bergaya Klasik Modern dalam Wujud Bus Tingkat Vintage

“Untuk bus tingkat itu (desain kabin) custom (sesuai permintaan operator). Sasis harus pakai yang premium yang sesuai untuk double decker. Investasinya cukup besar ya di bus tingkat ini. Satu unit bus tingkat sekitar 3 miliar (rupiah), sudah termasuk kelengkapan (perangkat hiburan dan kenyamanan,” jelas Candra yang dikutip KabarPenumpang.com dari tirto.id.

Mahalnya biaya pembuatan juga dikarenakan bus tingkat memiliki risiko kecelakaan yang lebih besar dibandingkan bus biasa. Sebab dengan bodi yang jangkung dengan titik berat berada diatas membuat bus rentan limbung dan bahkan terguling saat berbelok. Sehingga bus tingkat sebenarnya lebih cocok di jalanan dalam kota dengan ruas jalan besar, tidak banyak tanjakan dan turunan curam. Sementara disisi lain, penggunaan bus tingkat kini tengah menjadi tren diantara PO (Perusahaan Otobus) untuk melayani rute AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).

Volvo Vera, Truk Otonom Bertenaga Listrik Yang Punya Desain Unik

Siapa bilang moda otonom hanya bisa digunakan untuk angkutan orang saja? Tidak juga lho! Baru-baru ini, raksasa otomotif asal Gothenburg Swedia, Volvo diketahui baru saja merilis truk otonom berbasis tenaga listrik yang ditujukan untuk sejumlah operasi pengangkutan alat-alat berat di pelabuhan. Alih-alih memiliki bentuk layaknya kebanyakan truk konvensional, moda yang diberi nama Volvo Vera ini punya desain yang unik, yaitu tanpa atap.

Baca Juga: Volvo Rilis Dua Model Bus Terbaru Untuk Wisata dan Perjalanan Jarak Jauh

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (13/9/2018), tidak hanya di pelabuhan, hadirnya truk otonom bertenaga listrik ini juga dirancang untuk ‘meringankan’ beban-beban berat di sekitar pabrik, pusat logistik, dan tempat-tampat lain dimana barang masih dipindahkan secara manual.

Jika dilihat dari model luarnya, Volvo Vera mirip dengan T-log Einride, dimana Anda tidak akan menemukan kabin penumpang sama sekali – namun tetap mempertahankan fungsi kaitan barang pada bagian belakangnya. Dengan mengadopsi tipe driveline dan baterai dari truk listrik pertama Volvo yang diperkenalkan awal tahun 2018 kemarin, Volvo Vera dirancang untuk melakukan perjalanan jarak pendek berulang (bolak-balik) dengan muatan yang besar dan berat.

Seolah mencuri start dari para kompetitornya, pihak Volvo menyadari betul pernanan dari sebuah inovasi. “Kita dapat melihat lonjakan jumlah e-commerce belakangan ini, yang juga disertai dengan konsumsi global secara keseluruhan yang semakin menanjak – dan itu tidak menunjukkan tanda-tanda melambat,” kata Mikael Karlsson, Vice President Autonomous Solutions di Volvo.

“Industri ini (angkutan kargo) perlu menemukan cara baru untuk memenuhi peningkatan permintaan transportasi dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Oleh karena itu, solusi baru perlu dikembangkan untuk melengkapi apa yang tersedia saat ini,” tandas Mikael.

Baca Juga: Volvo Indonesia Segera Hadirkan Bus AKAP

Belum banyak informasi yang dibocorkan oleh Volvo tentang masa depan dari truk otonom bertenaga listrik ini, namun jika mengacu pada truk listrik pertama Volvo, kemungkinan Volvo Vera akan dilengkapi dengan motor listrik 185 kW, paket baterai lithium-ion berdaya 100 dan 300 kWh, dengan jangkauan hingga 300 km (186 mil).

Dikutip dari laman sumber lain, Volvo Vera mampu mengangkut beban seberat 32 ton, “dan dirancang ramah lingkungan, rendah emisi, dan memilik tingkat kebisingan yang rendah,” tambah Mikael. “Dalam waktu dekat, kami akan merilis Volvo Vera.” Tutupnya.

Seorang Ibu Melahirkan Bayi Kelima di Kursi Penumpang Mobil

Melahirkan di kursi penumpang kerap kali terjadi baik dalam transportasi umum hingga kendaraan ride-sharing dan membuat banyak pihak bahagia. Peristiwa ini kembali terjadi, namun bukan di moda transportasi umum melainkan di kursi penumpang bagian depan mobilnya sendiri dan tanpa bantuan siapapun.

Baca juga: Wanita Muda Melahirkan di Peron Saat Akan Masuk ke Lift

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (7/9/2018), kejadian luar biasa ini dialami seorang ibu yang akan melahirkan anak kelimanya. Ibu itu sedang melakukan perjalanan dengan empat orang anaknya bersama suaminya yang mengemudikan mobil tersebut.

Dalam video tersebut ibu itu berteriak saat akan melahirkan dengan posisi menghadap ke jendela belakang dengan lututnya bersimpuh. Suaminya yang mengendarai mobil tersebut memvideokannya saat mereka berada di dalam perjalanan.

“Istriku mengatakan tunggu dan dia berteriak tidak tahu apa yang terjadi,” ujar sang suami saat merekam video dirinya. Beberapa detik kemudian, terdengar suara tangis bayi dan wanita tersebut memeluk bayi yang baru lahir tersebut.

Pria itu kemudian membalikkan kameranya ke arah belakang dan mendapatkan empat anak mereka yang tenang saat ada anggota baru yang lahir. Rekaman tersebut terjadi di Dallas, Texas dan di unggah ke media sosial.

Video tersebut di unggah pada akun Instagram @thewinneyseven dengan caption ‘Ada sesuatu yang luar biasa, dimana melahirkan bayi saya sendiri tanpa ada dokter ataupun perawat yang membantu. Tidak ada lampu atau orang sibuk. Tidak ada yang mengganggu momen bahagia dan istimewa dengan kelahiran tersebut.’

“Rasa sakit itu ada saat melahirkan, tetapi sukacita dan kedamaian yang terjadi di menit-menit yang kami habiskan sendirian dengan gadis manis kami lebih bermanfaat dari apapun yang bisa saya minta,” ujar ibu lima anak tersebut pada caption unggahannya.

Baca juga: Bayi Perempuan Lahir di Grab, Orang Tua Diganjar Kupon S$8000

Dia juga mengatakan, menyaksikan secara langsung tubuhnya mengambil alih dan bayi itu lahir di tangannya. Bahkan dirinya tidak mengeluarkan air mata karena bahagianya.

“Saya punya suami dan anak-anak di sekitar saya, dan selama 5 menit, kami merangkul semua yang terjadi tanpa gangguan apa pun. Itu gila. Tapi itu luar biasa,” ujarnya lagi di caption.

Kapal Ferry Stena Line Adopsi Kecerdasan Buatan Guna Efisiensi Bahan Bakar

Raksasa Ferry, Stena Line telah meluncurkan apa yang diklaimnya sebagai kapal penumpang pertama di dunia yang menggunakan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligent (AI), dimana penggunaannya ditujukan untuk menentukan rute mana yang dianggap paling hemat bahan bakar. Pemasangan platform AI ini sendiri tidak lepas dari kemitraan yang mereka jalin dengan perusahaan teknologi asal Jepang, Hitachi.

Baca Juga: “The Ampere,” Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia!

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman edie.net (11/9/2018), penggunaan platform AI ini akan mensimulasikan beberapa skenario rute sebelum pada akhirnya menyarankan rute yang dinilai paling efisien. Dalam hal ini, efisien yang dimaksud adalah hemat penggunaan bahan bakar. Selain itu, ada beberapa faktor juga yang dipertimbangkan oleh platform AI ini, seperti arus, kondisi cuaca, kedalaman air, dan juga kecepatan kapal ferry itu sendiri.

Scandinavica – kapal ferry yang dipasang platform AI ini sendiri rencananya akan mulai mengarung pada akhir tahun 2018 ini, dimana Scandinavica akan menghubungkan Gothenburg dan Kiel. Pihak Stena Line selaku operator mengaku, jika uji coba pelayaran ini berhasil maka tidak menutup kemungkinan mereka akan mengaplikasikan platform serupa pada rute penyebrangan lainnya.

“Platform AI belajar dengan sangat cepat,” ujar pakar senior Stena Scandinavica, Jan Sjöström pasca melakukan pemasangan platform ini di kapal ferry, sekiranya pada empat minggu kemarin. “Platform AI membantu perencanaan perjalanan, menangani kapal di tempat yang aman, dan pada saat yang bersamaan, platform akan menunjukkan keahliannya, yaitu menghemat penggunaan bahan bakar,” tambah Jan Sjöström.

Kendati pihak operator sudah cukup puas dengan platform AI, namun tetap saja masih dibutuhkan penyempurnaan di depannya. Penggunaan platform ini, terang Jan Sjöström, merupakan bagian dari target Stena Line yang ingin mengurangi konsumsi bahan bakarnya senilai 2,5 persen setiap tahunnya.

Baca Juga: KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang

Ke depan, Stena Line akan menggunakan platform serupa untuk mempraktikkan pengendalian kapal. Bukan untuk menggantikan peran dari nakhoda atau perwira tinggi lainnya, melainkan untuk mendukung sistem pengambilan keputusan terbaik – yang pada akhirnya akan mengarah pada efisiensi bahan bakar, dimana manusia masih belum bisa mengambil keputusan semacam ini.

 

Luggage Wrapping di Bandara, Seberapa Besarkah Perannya Untuk Melindungi Koper Anda?

Dewasa ini, sudah banyak bandara yang menyediakan layanan wrapping yang dikhususkan untuk barang bawaan Anda yang akan dimasukkan ke dalam bagasi. Ya, layanan ini biasanya ditempatkan tidak jauh dari check in counter yang dimaksudkan untuk memudahkan Anda untuk menggunakannya. Namun pernahkah terlintas di benak Anda, “Seberapa penting sih layanan wrapping ini?” Akankah balutan plastik tipis pada koper Anda ini akan melindungi isinya?

Baca Juga: Kurangi “Lost Luggage,” Amerika Serikat Berlakukan Pelacakan Barang dari Bagasi

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au, adapun tujuan utama dari hadirnya layanan wrapping semacam ini adalah untuk memastikan keamanan barang bawaan Anda yang hendak masuk ke dalam bagasi. Aman di sini bukan berarti tahan terhadap bantingan, atau terbakar – namun lebih kepada jaminan agar koper Anda tidak dibongkar oleh oknum bandara yang belakangan ini kerap menjadi perbincangan di media sosial.

Setidaknya, dengan merogoh kocek sebesar US$10 (Rp148.000) hingga US$15 (Rp222.500), Anda bisa menjamin koper Anda aman dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang kerap menjadi momok menakutkan bagi Anda untuk menaruh koper tersebut di bagasi.

Selain untuk menjamin keamanan barang bawaan Anda dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, fungsi lain dari layanan wrapping ini adalah untuk menjaga koper Anda dari penangangan bagasi yang kasar, kehujanan saat loading, atau ketumpahan cairan selama proses loading. Ini bukanlah perkara baru di dunia aviasi, mengingat banyaknya kasus yang menjurus pada kerusakan koper akibat sejumlah proses di atas.

Jika Anda melihat ada orang di bandara yang menggunakan layanan wrapping ini, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencoba layanan serupa. Toh sejumlah uang yang Anda keluarkan itu bisa dibilang tidak sebanding dengan isi yang ada di dalam koper, bukan? Terlebih semisal Anda membawa barang berharga di koper, sangat disarankan untuk menggunakan layanan wrapping ini.

Baca Juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya

Namun pada akhirnya, penggunaan layanan wrapping ini bukanlah jaminan utama keamanan isi dari koper Anda. Satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menjamin keamanan dari isi koper Anda adalah jangan pernah menyimpan barang-barang berharga di dalamnya, seperti laptop, kamera, parfum, atau bahkan perhiasan.

Alangkah baiknya jika Anda sedikit ribet dengan membawa semua barang berharga ke dalam kabin dan tetap berada di bawah pengawasan Anda. Dengan begitu, keamanannya lebih terjamin ketimbang harus membungkus koper Anda dengan layanan wrapping tersebut.