Inilah Syarat Untuk Menjadi Awak Kabin Garuda Indonesia

Penumpang pesawat pastinya akan selalu mendapatkan pelayanan dari para awak kabin baik itu pramugari maupun pramugara. Apalagi mereka berpenampilan rapi dengan seragam maskpai penerbangan mereka masing-masing.

Baca juga: Kasus Awak Kabin Jetstar: Tenaga Asing Dibayar Murah dengan Kerja Ekstra

Tak hanya itu paras mereka yang rupawan dan sikap sopan mereka pun membuat penumpang nyaman. Ya, ternyata profesi menjadi pramugari/pramugara sangat diminati dalam industri penerbangan selain pilot.

Bukan hanya karena gaji yang besar, tetapi menjadi seorang awak kabin juga kebanggann tersendiri. Diketahui, gaji pramugari/pramugara bisa mencapai Rp15 juta per bulannya dan yang senior bisa mencapai Rp20 juta, pendapatan ini sendiri tergantung jam terbang mereka.

Tapi tahukah Anda bahwa untuk menjadi seorang awak kabin bukanlah hal yang mudah. Sebab, KabarPenumpang.com melansir dari laman intisari.grid.id (19/9/2018), berikut ini proses seleksi yang harus dilaksanakan apalagi jika ingin menjadi awak kabin dari Garuda Indonesia.

Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia, Linggarsari Suharso mengatakan, saat pihaknya membuka lowongan untuk pramugari, tidak heran jika ada ribuan pendaftar. Padahal dia mengatakan, Garuda Indonesia hanya butuh 40-an hingga 70-an orang.

Tes masuknya pun ada beberapa tahapan yakni yang pertama adalah syarat pemberkasan. Kemudian bahasa Inggris dengan nilai TOEIC 600. Selanjutnya jika berkas lolos, maka akan berlanjut tahap du yakni Boddy Mass Index (BMI) atau postur tubuh ideal.

“Kan tinggi minimum 160, kalau dihitung BMI-nya sekitar 48-50-an kilo. Ya, di BMI itu banyak yang gugur, bisa 40 persenan. Tinggi kurang 1,5 centimeter aja kita tak bisa ditolerir,” ujar Senior Manager Flight Attendant Garuda Indonesia, Yonas.

Tahapan ketiga yakni wawancara dengan user yakni kru-kru Garuda Indonesia yang juga dilanjutan dengan psikotes serta Bahasa Inggris di hari yang sama.

“Bahasa Inggris itu harus aktif berkomunikasi, presentasi, greetings dan lain-lain. Gugup atau tidak, kebanyakan bengong atau engga pas ditanya. Hasilnya kita umumkan lewat email resmi Garuda, ga ada japri (jalur pribadi) atau apa,” tutur Yonas.

Nantinya bila tiga tahapan-tahapan awal ini selesai, para calon awak kabin akan menerima email jika lolos dan melakukan verifikasi data yang dinamakan background check. Ini dimana pihak HRD akan melihat data keluarga, mengecek ulang formulir yang diisi diawal untuk melihat valid atau rekayasa.

Bila semua hal tersebut lolos, makan calon awak kabin melakukan medical chek up yang diawasi oleh otoritas nasional. Bila lolos, Yonas mengatakan calon awak kabin masuk dalam tahap pemantauan akhir oleh direksi apakah sesuai kompentensi atau tidak.

Baca juga: Ternyata! Pendapatan Petugas ATC Jauh Lebih Tinggi dari Seorang Pilot

“Setelah seleksi awal, masuk tahap ground training di sini, selama empat bulan menginap. Ada pelatihan-pelatihan pelayanan, keselamatan, dan segala macam. Baru flight training. Dalam latihan terbang itu, kru kabin pemula harus melalui 10 sektor, contohnya Jakarta-Denpasar yang masuk dalam satu sektor. Kemudian kru kabin juga harus melakukan penerbangan dua sektor tambahan dari Departemen Perhubungan untuk mendapatkan surat izin. Setelah itu baru resmi, total (seleksi) 5-6 bulan,” jelas Yonas.

Tips agar lolos seleksi awak kabin yakni paling utama adalah keahlian bahasa, sebab buku panduan manual semua menggunakan bahasa Inggris. Selain itu harus menyanggupi standar BMI dan mempersiapkan kesehatan.

Campur Biofuel dan Avtur, United Airlines Sukses Layani Penerbangan Trans-Atlantik Terlama!

Baru-baru ini, tersiar kabar tentang maskapai kontroversial United Airlines yang baru saja mencatatkan sejarah baru – melakukan penerbangan dari San Francisco International Airport (SFO) menuju Zurich di Swiss dengan menggunakan bahan bakar campuran. Pada penerbangan yang dilakukan Jumat (14/9/2018) kemarin ini, United sukses mencampur 70 persen bahan bakar jet konvensional dan 30 persen sisanya menggunakan biofuel. Tak ayal, ini menjadi penerbangan maskapai Negeri Paman Sam terlama yang didukung oleh volume biofuel sebesar ini.

Baca Juga: Lima Mitos Yang Keliru Seputar Dunia Penerbangan

Usut punya usut, penerbangan United tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama antara pihak SFO dengan produsen bahan bakar biofuel kenamaan, World Energy. Dalam nota kesepahaman yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, tercantum pula delapan maskapai lain yang nantinya akan menggunakan bahan bakar terbarukan.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adapun moda yang digunakan oleh pihak United Airlines dalam penerbangan Trans-Atlantik ini adalah Boeing 787 Dreamliner. “Penerbangan ini adalah salah satu dari banyak langkah yang diperlukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca jangka panjang,” ujar Chief Commercial Officer World Energy, Bryan Sherbacow.

Seperti yang kita ketahui bersama, World Energy merupakan perusahaan pelopor bahan bakar jet terbarukan – selain menyediakan solusi bahan bakar rendah karbon untuk industri transportasi darat. Suksesnya penerbangan United di atas merupakan pencapaian tersendiri bagi World Energy. “Kami senang dapat menyediakan solusi bahan bakar rendah karbon, dimana ini akan membantu setiap pelanggan kami untuk memenuhi misi ramah lingkungan,” tandas Bryan.

Selain itu, penggunaan biofuel di United sendiri merupakan salah satu misi perusahaan yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 50 persen pada tahun 2050.

Baca Juga: Kenali Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat Yuk!

Namun penggunaan biofuel dalam penerbangan United Airlines tersebut tidak serta merta diterima masyarakat begitu saja. Ada beberapa golongan yang masih kebingungan – dimana sempat beredar pemberitaan tentang bahan bakar biofuel yang tidak ramah terhadap sebagian komponen mesin, dimana lambat laun akan memperpendek umur dari komponen tersebut.

Pada kenyataannya, pencampuran bahan bakar jet konvensional dengan biofuel ini sudah diatur secara global dan tertuang dalam American Society for Testing and Materials (ASTM) D7566-11: tentang Spesifikasi untuk Bahan Bakar Turbin Aviasi yang Mengandung Hidrokarbon ter-Sintesis. Dikutip dari laman den.go.id, standar baru ini memungkinkan pencampuran komponen sintetik (biofuel) hingga 50 persen kedalam bahan bakar jet konvensional.

 

Cathay Pacific Hibahkan Boeing 777-200 Perdana Ke Museum Dirgantara di Arizona

Bagi maskapai Garuda Indonesia, sosok pesawat berbadan lebar Boeing 777 series masih tergolong baru, bahkan pesawat twinjet ini masih sangat diandalkan untuk melayani rute penerbangan jarak jauh, contohnya seperti rute penerbangan langsung Jakarta-London. Nah, baru bagi Garuda Indonesia, tapi ternyata beda dengan maskapai kebangggan asal Hong Kong, Cathay Pacific.

Baca juga: The Boneyard, Inilah Tempat Bersemayam Para Pesawat Setelah Pensiun dari Masa Tugasnya

Pesawat Boeing 777 pertama milik Cathay Pacific diwartakan akan disumbangkan ke Pima Air dan Space Museum di Arizona yang merupakan museum kedirgantaraan tersbesar di dunia. Hal ini disampaikan Cathay Pacific dan Boeing setelah pesawat 777-200 ini memasuki masa pensiunnya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cathaypacific.com (17/9/2018), pesawat 777-200 yang ikonik dengan nomor penerbangan WA001 dan terdaftar sebagai B-HNL pada 18 September 2018 kemarin terbang dari rumah Cathay Pacific di Hong Kong ke Tucson di Arizona. Pesawat ini sendiri akan bergabung dengan lebih dari 350 pesawat bersejarah lainnya.

Pesawat 777-200 milik Cathay Pacific ini pertama kali diterbangkan Boeing pada 12 Juni 1994 dan terus digunakan sebagai pesawat uji selama beberapa tahun. Hingga akhirnya bergabung dengan Cathay Pacific tahun 2000 lalu dan pensiun pada Mei 2018 kemarin setelah 18 tahun beroperasi.

Dengan kode B-HNL, Cathay Pacific hibahkan armadanya ke museum di Arizona (cathaypacific.com)

Selama beroperasi dalam kurun waktu 18 tahun bersama Cathay Pacific, Boeing 777-200 B-HNL melayani 20.519 penerbangan dan mencatat waktu terbang selama 49.687 jam. Chief Executive Officer Cathay Pacific, Rupert Hogg mengatakan, sebagai yang pertama di dunia 777, B-HNL memiliki tempat yang istimewa dalam sejarah baik maskapai Cathay maupun penerbangan komersial.

“Kami sangat senang itu akan segera membawa kesenangan bagi para penggemar di rumah barunya di Arizona,” ujar Hogg.

Cathay sendiri merupakan salah satu dari segelintir maskapai penerbangan yang memberikan masukan bagi 777 pada tahap desain. Dimana memberikan maskapai yang berbasis di Hong Kong ini kesempatan unik untuk memperbaiki fitur pesawat agar sesuai dengan kebutuhannya.

Di antara permintaan itu ada penampang kabin yang serupa dengan Jet Jumbo 747, kokpit dengan kaca modern, sistem fly-by-wire dan yang terpenting biaya pengoperasian yang lebih rendah. Hari ini, Cathay Pacific mengoperasikan salah satu armada 777 terbesar di dunia.

Baca juga: Pensiun dari Dunia Aviasi, Boeing 747 Disulap Jadi Restoran Mewah

“Cathay Pacific telah berperan dalam keberhasilan luar biasa dari program 777. Maskapai ini berkontribusi besar terhadap desain asli pesawat dan telah menjadi salah satu duta terbesarnya sejak itu. Sekarang mereka adalah pelanggan peluncuran untuk pesawat 777X baru kami. Kami sangat senang dapat bermitra dengan Cathay dalam donasi ini ke museum sebagai cara untuk berbagi kisah luar biasa dari Boeing 777 untuk tahun-tahun mendatang,” ujar Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Kevin McAllister.

Cathay adalah pelanggan peluncuran untuk pengganti 777, 777X yang akan terbang pada kuartal pertama 2019 dengan pengiriman yang diharapkan akan dimulai pada Desember 2019. Selain itu juga Cathay Pacific antusias dalam menantikan pesawat Boeing 777-9 yang canggih pada 2021 mendatang.

Stasiun Baengmagoji, Saksi Bisu Tingginya Asa Warga Kedua Korea Akan Reunifikasi

Perdamaian yang kini tengah terjalin antara Korea Selatan dan Korea Utara ternyata masih menimbulkan skeptimisme di benak sejumlah golongan. Rentetan pertanyaan pun siap menghiasi berbagai media global, salah satunya adalah tentang jaringan perkeretaapian yang rencananya akan mengular di antara kedua negara tersebut. Sudah barang tentu, warga kedua negara saudara mengharapkan yang terbaik dari upaya reunifikasi ini.

Baca Juga: Berdamai, Korea Selatan Siap Bersinergi ‘Terangkan’ Sektor Transportasi di Korea Utara

Adalah Stasiun Baengmagoji yang menjadi saksi bisu dari harapan warga kedua Korea untuk berdamai. Stasiun yang terletak sekitar 100 km sebelah timur laut kota Seoul ini merupakan stasiun buntu – yang semula direncanakan untuk menjadi penghubung antara Seoul di Korea Selatan dan sebuah kota pelabuhan di pantai timur Wonsan di Korea Utara. Namun karena perpecahan yang terjadi antara dua negara ini dan perjanjian de facto pada tahun 1953, akhirnya pembangunan jalur kereta sepanjang 223 km ini pun tidak pernah dilanjutkan.

Sebuah ujung rel di Stasiun Baengmagoji yang dibatasi oleh barikade beton hitam-kuning seolah menjadi tanda bagi warga Korea Selatan untuk tidak pergi lebih jauh lagi ke arah utara – pun dengan warga Korea Utara.

Tak pelak, lokasi ini pun menjadi sasaran warga yang hendak mengutarakan langsung harapan mereka mengenai reunifikasi antara Korea Selatan dan Korea Utara pasca perjanjian perdamaian yang ditandatangai pada akhir April 2018 kemarin. Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (17/9/2018), beberapa pucuk surat dan puisi nampak menghiasi sejumlah sudut di Stasiun Baengmagoji.

Isinya merupakan harapan yang mereka dambakan dari perjanjian damai tersebut. “Tuhan, kami berdoa untuk reunifikasi Korea Selatan dan Korea Utara … dan menembus barikade ini,” tulis salah seorang warga pada sebuah kertas berbentuk kupu-kupu yang dilekatkan di salah satu sudut Stasiun Baengmagoji.

Serupa tapi tak sama, curahan hati para warga Korea juga ditempelkan di salah satu kotak surat yang berada di peron – namun kali ini berupa sebuah puisi. “Kereta sekali lagi akan teriak untuk kembali ke lintasannya. Namun tidak ada yang bisa mereka lakukan selain meratapi kesedihan ini di ujung rel sembari menatap burung-burung yang bebas beterbangan di atas sana,” tulis seorang penyair bernama Oh Geun-seong.

Baca Juga: Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul

Eksistensi curahan hati warga Korea ini dengan cepat tersebar luas pasca diunggah ke dunia maya. Kendati di satu sisi ini merupakan salah satu bentuk desakan warga kepada otoritas terkait agar terus menjalin kerja sama di berbagai sektor dan mempererat tali silaturahmi yang sempat terputus puluhan tahun lamanya, namun di sisi lain juga menyiratkan tingginya asa warga Korea untuk bisa menikmati jalur kereta antara dua negara.

Dirikan Smart Urban Rail Corporate Laboratory, Otoritas Singapura Harapkan Kinerja MRT Meningkat

Lebih dari setengah jumlah keterlambatan di bawah lima menit yang selama ini terjadi di Singapore MRT (SMRT) disebabkan karena adanya kesalahan pada sistem pintu kereta, dimana itu akan memakan waktu sebelum akhirnya kereta bertolak menuju pemberhentian selanjutnya. Tentu saja, jika dibiarkan, ini akan menjadi masalah yang dapat mempengaruhi keseluruhan pengoperasian dari SMRT itu sendiri.

Baca Juga: Sering ‘Ngaret,’ Minat Warga Singapura Gunakan MRT Terus Menurun

Maka dari itu, diperlukan satu solusi ampuh yang dikhususkan untuk mengatasi masalah pada pintu armada SMRT ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (30/8/2018), sebuah prototipe sistem sensor pintu kereta yang dikembangkan oleh operator SMRT dan Nanyang Technological University (NTU) sebenarnya sudah mulai dipasang sejak bulan Juni lalu di rangkaian kereta yang mengular di jalur North-South dan East-West – namun statusnya masih dalam pengembangan.

Sensor pintu kereta canggih ini akan mengumpulkan data tentang tekanan udara, kecepatan pintu saat buka tutup, hingga pasokan listrik dari pintu pneumatik tersebut. Diketahui, pengembangan sensor pintu kereta ini merupakan salah satu dari 13 proyek penelitian Smart Urban Rail Corporate Laboratory – proyek kerja sama antara SMRT dan NTU guna meningkatkan keandalan kereta.

“Hadirnya Smart Urban Rail Corporate Laboratory ditujukan untuk mendorong efektivitas dari solusi hasil penelitian yang memiliki relevansi langsung tidak hanya untuk SMRT, tetapi juga untuk industri transportasi global dalam mengantisipasi kebutuhan di masa yang akan datang,” ungkap Menteri Keuangan Heng Swee Keat, yang juga menjabat sebagai Ketua National Research Foundation (NRF).

Menteri Heng Swee Keat secara langsung telah meresmikan hadirnya Smart Urban Rail Corporate Laboratory pada akhir Agustus kemarin dan menambahkan bahwa hadirnya laboratorium ini, “sangat tepat waktu, mengingat target otoritas Singapura yang akan melipatgandakan panjang jalur perkeretaapian Singapura menjadi 360 km pada tahun 2030 mendatang,”

Baca Juga: Penumpang Menurun, MRT Singapura Merugi Hampir Rp1 Miliar di Q1 2018

Di sini, Singapura harus berinvestasi dalam hal kemampuan rekayasa rel yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perkeretaapian di sana. “Kami juga perlu mengembangkan teknologi baru untuk jaringan rel yang efisien dan tangguh agar dapat berjalan dengan biaya siklus pengoperasian yang berkelanjutan,” tandas Menteri Heng Swee Keat.

 

Spektakuler! Inilah 5 Pesiar Sungai Terindah di Dunia

Menikmati keindahan alam dunia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan transportasi. Biasanya sebagai pelancong yang menyukai lautan akan menjelajahnya dengan sebuah kapal pesiar. Namun ternyata kapal pesiar tidak hanya berlayar di lautan luas tetapi juga mengarungi sungai-sungai besar dunia.

Baca juga: Restoran di Kapal Pesiar Ini Menyajikan Hidangan Segar

KabarPenumpang.com merangkum dari rd.com, kapal pesiar sungai ini bisa mengajak pelancong dan keluarga untuk menikmati keindahan alam bebas di pinggir sungai beberapa negara. Kali ini akan ada lima kapal pesiar sungai yang akan di bahas. Apa saja kapal pesiar itu dan mengarungi sungai mana? Berikut ulasannya.

1. Menjelajahi Amazon
Berada di Amerika Selatan dan membentang di sembilan negara. Hutan hujan Amazon bisa di jelajahi dengan kapal pesiar yakni Delfin River Cruise. Dengan Delfin II, pelayaran ini bisa digunakan untuk keluarga dengan 14 suite yang cukup besar. Perjalanan mengelilingi Amazon sendiri dengan kapal pesiar ini memakan waktu tiga atau empat malam dan jauh ke dalam Cagar Alam Pacaya Samiria yang merupakan hutan hujan terbesar yang di lindungi.

(Reader’s Digest)

Pemandu dalam kapal pesiar akan menjelaskan tentang keanekaragaman hayati di daerah itu. Dengan kapal pesiar sungai ini, pelancong bisa mengikuti kegiatan menarik dengan berenang bersama lumba-lumba di sungai merah muda, memancing piranha, mengamati burung, makan manate dan banyak lainnya. Hutan Amazon dengan segala kemisteriusannya pun memberikan pengalaman unik di malam hari untuk bersafari dengan suara khas hutan dan bintang-bintang yang menghiasi malam di Hutan Amazon.

2. Safari sungai di Afrika
Tak hanya sungai Amerika Selatan yang bisa di arungi kapal pesiar. Sungai di Afrika pun bisa diarungi dengan Chobe River Botswana di AmaWaterways Zambezi Queen. Kapal ini sendiri mampu mengangkut 28 orang penumpang dan dirancang khusus untuk melihat satwa liar seperti singa, macan tutul, zebra, kudanil, gajah dan lainnya.

Penumpang bisa menikmati keindahan singai Afrika dengan duduk di balkon kapal sembari menikmati matahari terbenam dan melihat satwa liar yang keluar di malam hari. Sebelum memulai pelayaran margasatwa Sungai Chobe selama empat malam, Anda akan menghabiskan dua malam di Cape Town, Afrika Selatan dan setelah Anda pergi ke Victoria Falls di Zambia untuk dua malam lagi.

(Reader’s Digest)

3. Sungai Seine di Prancis
Menjadi sungai utama di Prancis, Sungai Seine ini bisa diarungi dengan kapal pesiar Disney yakni Seine river cruise yang menggabungkan dua hari perjalanan Paris di darat dan delapan hari di perairan sungai Prancis dengan tujuan yakni Conflans, Vernon dan lainnya. Tak hanya itu petualangan populer oleh kapal pesiar sungai Disney ini menawarkan kunjungan unik lainnya dengan pengalaman kuliner interaktif seperti mencicipi makanan gourmet, anggur regional dan keju serta demonstrasi pembuatan macaron.

Selain panduan wisata ikon Paris, termasuk Notre Dame, Menara Eiffel, dan Louvre, ada perjalanan aktif yang tersedia untuk seluruh keluarga, termasuk bersepeda, kano, dan menunggang kuda. Pengalaman unik lainnya termasuk kunjungan ke Monet’s House and Gardens di Giverny dan tur istana serta cerita sejarah yang kaya di puri. Petualangan oleh tamu Disney juga dapat ditambahkan pada paket perpanjangan di Disneyland Paris Resort untuk menyelesaikan liburan mereka.

4. Menyusuri Angkor Wat dan kuil Kamboja
Menikmati salah satu negara di Asia Tenggara yakni Kamboja, tak lupa menikmati keindahan Angkor Wat. Angkor Wat sendiri sudah menjadi destinasi pilihan utama saat kaki pelancong menjejaki negara ini. Di Kamboja sendiri juga ada desa terapung di atas sungai. Sebab, sungai merupakan salah satu sumber kehidupan, hati dan jiwa masyarakat Kamboja dalam kesehariannya.

(Reader’s Digest)

Untuk menikmati keindahan Kamboja dengan menyusuri sungainya, pelancong bisa menggunakan RV Indocina II yang memiliki 32 kabin dengan muatan 64 penumpang dimana setiap kamarnya memiliki balkon pribadi sehingga pelancong yang menikmati perjalanan tersebut tidak kehilangan pemandangan sungai. Pelayaran sungai, terutama di kapal kecil, memungkinkan Anda untuk melihat di mana jantung penduduk hidup dan tumbuh subur di sungai.

Baca juga: 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah

(Reader’s Digest)

5. Sungai Danube
Naik dengan kapal Viking River Cruises Danube Waltz untuk pelayaran sungai santai dari Passau, Jerman ke Budapest, Hongaria. Anda akan berhenti di sepanjang Lembah Wachu, situs warisan dunia UNESCO, termasuk Wina di Austria, sementara juga melihat sekilas ke kota-kota Eropa Tengah yang kurang terkenal, termasuk Krems, Austria, dan Bratislava, Slovakia.

Berlayar dengan kecepatan yang santai sejauh 18 mil, longship melewati kebun anggur, desa, biara, dan istana selama tur delapan hari. Kunjungan termasuk pemandian air panas di Budapest, kunjungan ke Gottweig Abbey di Krems, dan Mozart dan Strauss Concert di Wina.

SpaceX Sebut Pemilik Situs Belanja Online Terbesar di Jepang Jadi Orang Pertama Kunjungi Bulan di 2023

Elon Musk, CEO spaceX mengungkapkan kepada publik bahwa Yusaku Maezawa salah seorang miliarder Jepang dan juga pemilik situs belanja fashion Zozo. Maezawa akan menjadi orang pertama yang akan mengunjungi bulan dan akan diterbangkan pada 2023 mendatang.

Baca juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

Maezawa akan terbang ke bulan dengan pesawat Big Falcon Rocket (BFR) yang dikembangkan oleh SpaceX. KabarPenumpang.com melansir dari laman theverge.com (17/9/2018), Musk mengatakan jumlah yang dibayarkan Maezawa untuk perjalanan tersebut tidak diungkapkan namun diketahui miliarder Jepang tersebut mengeluarkan jumlah fantastis yang signifikan dan akan memiliki efek material pada biaya pengembangan BFR.

Musk sendiri memperkirakan bahwa biaya pengembangan untuk BFR sekitar US$5 miliar. Maezawa sebelumnya telah mengejutkan dunia saat melakukan pembelian sebuah lukisan tanpa judul seharga US$110,5 juta milik Jean-Michael Basquiat.

Bahkan dalam misinya mengelilingi bulan, dirinya akan mengajak enam hingga delapan seniman. Namun siapa saja seniman yang akan diajak, Maezawa belum memutuskannya. Tetapi dirinya ingin mereka yang diundang mewakili berbagai bidang seni seperti pelukis, musisi, sutradara film dan lainnya.

“Bagaimana jika Picasso pergi ke Bulan? Atau Andy Warhol atau Michael Jackson atau John Lennon? Bagaimana dengan Coco Chanel? Ini semua artis yang saya suka,” ujar Maezawa.

Namun hingga kini SpaceX sendiri belum memutuskan jenis pelatihan khusus seperti apa yang akan Maezawa lakukan untuk misi tersebut. “Kami akan memulai diskusi dan memutuskan disini ke depan,” ujar Musk.

Ini bukan pertama kalinya SpaceX mengumumkan rencana untuk mengirim pelanggan yang membayar ke Bulan di salah satu kendaraannya. Pada bulan Februari 2017, Musk menyatakan bahwa dua individu masing-masing telah meletakkan deposit signifikan untuk terbang mengelilingi Bulan di roket Falcon Heavy SpaceX, versi lebih besar dari Falcon 9.

Tidak ada rincian tentang penumpang yang diberikan dan penerbangan itu dijadwalkan terjadi sebelum akhir tahun ini. Namun, SpaceX akhirnya memutuskan untuk membuang misi Falcon Heavy Moon.

Baca juga: Elon Musk – Sosok Dibalik Transportasi Ultra Modern

Pada peluncuran perdana Falcon Heavy pada bulan Februari, Musk mengatakan bahwa SpaceX telah memutuskan untuk menempatkan orang pada BFR sebagai gantinya. BFR adalah roket besar yang dapat digunakan kembali yang dikembangkan oleh SpaceX untuk membawa orang ke Bulan dan Mars.

Meskipun mengungkap penumpang baru ini, SpaceX belum meluncurkan siapa pun ke luar angkasa. Perusahaan sedang mengusahakannya. Melalui Program Kru Komersial NASA, SpaceX telah memperbarui kapsul kargo Dragon-nya untuk membawa kru ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Rencananya, seperti sekarang, adalah untuk meluncurkan kendaraan, yang disebut Crew Dragon, untuk pertama kalinya pada penerbangan uji pada bulan Desember tanpa penumpang di kapal. Itu sebulan lebih lama dari tanggal terbaru yang diumumkan oleh NASA.

Perusahaan kemudian berharap untuk menerbangkan kapsul dengan awak dua orang pada kuartal kedua 2019. Musk menyatakan bahwa Commercial Crew masih menjadi prioritas untuk SpaceX saat ini. Sementara itu, Musk dan Maezawa mengatakan bahwa akan terus memperbarui publik dengan berita tentang misi Bulan selama bertahun-tahun mendatang. Dan Musk bahkan membuka kemungkinan bahwa dia akan bergabung dengan perjalanan artis.

Lebih dari Rp7 Triliun, Ini Dia Rincian Dana Yang Dibutuhkan PT KAI Guna Reaktivasi Empat Jalur di Jabar

Melanjuti rencana PT KAI dan Pemprov Jawa Barat yang akan mereaktivasi empat jalur di Bumi Pasundan, baru-baru ini BUMN yang tengah naik daun mengumumkan besaran rupiah yang sekiranya dibutuhkan untuk melancarkan program ini. Rp7,27 triliun merupakan angka yang muncul sebagai estimasi dana yang bakal digelontorkan PT KAI untuk membiayai reaktivasi empat jalur mati ini.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov, PT KAI Akan Reaktivasi Empat Jalur Kereta di Jawa Barat

Dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, angka tersebut merupakan gabungan dari tiga pilar utama pendanaan: Rp6,04 triliun untuk prasarana, Rp920 miliar untuk pengadaan sarana, dan Rp230 miliar untuk penertiban lahan. Dari total angka tersebut, masing-masing jalur yang akan direaktivasi ini menelan dana yang berbeda-beda.

Sebut saja jalur sepanjang 37,8km yang menghubungkan Stasiun Cikudapateuh (Bandung) dan Ciwidey ini diproyeksikan menelan dana sebesar Rp2,8 triliun – dengan rincian investasi prasarana (trek, persinyalan, dan bangunan penunjang operasi, seperti stasiun, dll) sebesar Rp2,46 triliun, dan Rp345 miliar sisanya untuk investasi sarana dan penertiban lahan.

Kemudian untuk jalur Banjar – Pangandaran – Cijulang, PT KAI membutuhkan dana sekitar Rp2,28 triliun dengan rincian: investasi prasarana Rp1,76 triliun, pengadaan sarana Rp230 miliar, dan Rp160 miliar sisanya untuk pembebasan lahan.

Lalu untuk rute Rancaekek – Tanjungsari, diperkirakan jalur ini membutuhkan dana senilai Rp1,22 triliun. Dikutip dari laman bisnis.com (18/9/2018), untuk membangun prasarana di jalur sepanjang 11,5km ini, PT KAI membutuhkan dana sekitar Rp1,04 triliun, dan Rp260 miliar sisanya untuk pengadaan sarana dan pembebasan lahan.

Rute terakhir yang akan direaktivasi adalah Cibatu – Cikajang yang diproyeksikan akan menelan dana sekitar Rp964 miliar dengan rincian: investasi prasarana Rp785 miliar dan sisanya untuk pengadaan prasarana dan pembebasan lahan.

Kendati Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan reaktivasi jalur ini masih dalam tahap studi, namun Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik telah terlebih dahulu membocorkan waktu eksekusi dari proyek ini.

Baca Juga: PT KAI Diminta Aktifkan Jalur ‘Mati Suri’ Semarang-Rembang

“Akan mulai tahun depan (2019). Pihak PT KAI juga setelah berbicara sama-sama mereka sanggup tahun depan,” ujar Dedi, dikutip dari laman detik.com (15/9/2018).

Nantinya, keempat jalur ini tidak hanya ‘dihidupkan kembali’ begitu saja, namun juga dikembangkan sebagai daerah Transit Oriented Development (TOD). “Otomatis ada pembangunan TOD. Karena itu bagian dari revitalisasi dari stasiun, yang harus dilengkapi dengan fungsi-fungsi untuk melakukan kegiatan layanan.” ujar Menhub Budi.

Jewel Changi, Bakal Jadi Destinasi Wisata Gaya Baru via Bandara Changi

Bandara Internasional Changi Singapura sebentar lagi akan memberikan solusi anyar bagi pelancong yang akan mengunjungi Singapura maupun hanya sekedar berpindah pesawat (transit). Solusi tersebut adalah Jewel Changi yang akan dibuka tahun 2019 mendatang yang berwujud bangunan sepuluh lantai.

Baca juga: Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura

KabarPenumpang.com merangkum dari laman scmp.com, bahw Jewel Changi ini akan membantu para pelancong bersantai dengan atraksi seperti air terjun dalam ruangan dan Canopy Park. Jewel Changi sendiri terhubung dengan Terminal 1, 2 dan 3 Bandara Changi yang akan menjadikannya sebagaai bandara terbaik dunia.

Sebenarnya konsep Jewel Changi yang memiliki sepuluh lantai ini menggabungkan atraksi, gerai makanan, tempat berbelanja hingga akomodasi bagi pelancong yang lelah. Di Jewel Changi, pelancong selain mendapat hiburan juga bisa mendapat pelayanan yang cukup baik dengan adanya konter check in di awal, layanan bagasi, ruang tunggu penumpang dan lainnya.

Kehadiran Jewel Changi ternyata juga membantu pelancong dengan memberikan solusi untuk masalah kepenatan dalam penerbangan atau menunggu penerbangan mereka. Berikut ini masalah yang bisa di selesaikan melalui Jewel Changi.

1. Mata yang lelah dalam perjalanan
Dengan melihat air terjun menakjubkan dalam ruangan atau Rain Vortex, mata pelancong akan kembali segar. Air terjun ini merupakan yang tertinggi di dunia yakni 40 meter dan akan menyala di malam hari. Rain Vortex sendiri letaknya ditengah Jewel Changi sehingga bisa dilihat dari berbagai sudut.

Jewel Changi hadir di Singapura 2019 mendatang (South China Morning Post)

2. Bosan menunggu dengan cara biasa saja
Saat berada di Jewel Changi, Anda yang bosan hanya melihat-lihat atau sekedar menunggu di bandara, di sini hadir sebuah labirin besar. Ini bisa menguji nyali dan membuat waktu tunggu pelancong menjadi lebih seru. Labirin di Jewel Changi sendiri bernama Canopy Maze dan terbesar di Singapura.

3. Terlalu lelah dalam perjalanan
Sebagai pelancong dengan pesawat transit dan berangkat dari Bandara Changi atau melalui perjalanan panjang menuju Singapura untuk berlibur, rasanya keindahan Jewel Changi bisa dinikmati tanpa melakukan apapun alias hanya bersantai menikmati kemewahan yang ada. Duduk yang menyenangkan dan menikmati pemandangan Canopy Park yang terpapar sinar matahari. Jika pesawat transit Anda cukup lama dan ingin beristirahat, bisa ke hotel Yotelair Changi Airport yang mewah.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

4. Tidak ada kata lelah dalam bepergian
Jewel Changi menghadikar Sky Nets, dimana ini merupakan jaring berjalan sepanjang 250 meter dengan tinggi 25 meter. Sehingga pelancong bisa berjalan di atas Canopy Park dan bisa menyusuri jaring ini serta menemukan koleksi tanaman indoor terbesar di Singapura.

5. Berjalan seperti berada di awan
Jewel Changi menghadirkan sensasi berjalan seperti di atas awan dengan Foggy Bowls. Dimana saat berjalan di Canopy Park, akan keluar kabut dari mesin yang membuat Anda seolah-olah berjalan di atas awan.

Sebenarnya, dengan kehadiran Jewel Changi, pelancong bisa memanjakan mata, tubuh dan pikiran. Tetapi Anda yang terlalu asik akan terbawa suasana dan bisa terlambat ke penerbangan. Jadi meski menikmati Jewel Changi jangan lupa penerbangan Anda!

Pilot Kedapatan Konsumsi Alkohol, Penerbangan Singapore Airlines dari Melbourne Terpaksa Batal

Maskapai bintang lima Singapore Airlines membatalkan penerbangan SQ247 dari Melbourne tujuan Wellington. Ini diakibatkan pada Sabtu, 15 September 2018,  Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia melakukan tes alkohol dan narkoba secara acak pada semua awak sebelum memulai pemeriksaan pra perbangan mereka.

Baca juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (17/9/2018), bahwa pilot Singapore Airlines (SIA) tidak diperbolehkan mengonsumsi alkohol dalam waktu sepuluh jam dari tugas penerbangan mereka. Bila kedapatan, maka pilot tersebut akan dikenakan sanksi hukuman yang ditetapkan dalam Undang-Undang Navigasi Udara jika ditemukan berada di bawah pengaruh zat psikoaktif apapun.

“Awak penerbangan kami dilarang mengonsumsi alkohol dalam waktu sepuluh jam sebelum tugas penerbangan mereka. Karena keselamatan pelanggan dan kru kami adalah yang paling penting. Penyalahgunaan zat atau alkohol tidak akan ditoleransi,” ujar juru bicara SIA.

SIA juga mengatakan tidak melakukan tes alkohol dan zat lainnya secara acak.

“Meskipun tidak ada tes alkohol acak yang dilakukan oleh Singapore Airlines, awak pesawat kami diharuskan untuk menjalani tes narkoba dan alkohol oleh pihak berwenang yang terkait. Selain itu pilot kami juga menjalani pemeriksaan medis yang ketat setiap tahun untuk memastikan bahwa mereka layak untuk mengoperasikan pesawat,” ujar juru bicara SIA.

Baca juga: Seperempat Penduduk Inggris Mabuk di Bandara dan Penerbangan

Bahkan Singapore Air Navigation Order menyatakan bahwa pilot tidak diperbolehkan terbang saat berada di bawah pengaruh zat psikoaktif apapun termasuk alkohol, opioid dan obat penenang. Bila ketahuan melakukan pelanggaran maka hukuman penjara selama lima tahun dan denda maksimum S$100 ribu atau sekitar Rp1,08 miliar, atau keduanya jika terbukti bersalah.

Hingga saat ini tidak ada standar internasional terkait berapa lama pilot harus menghindari alkohol sebelum terbang. Sebab peraturan tersebut bervariasi menurut wilayah dan maskapai penerbangan. Meski aturan SIA adalah sepuluh jam sebelum penerbangan, tetapi untuk Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat dan Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia adalah delapan jam. Di India pilot tidak diizinkan untuk minum dalam 12 jam sebelum penerbangan.