Bus Pertama dengan Smart Ticketing Hadir di Greater Manchester Minggu Depan

Smart ticketing baru saja hadir di Greater Manchester yang menandai kemajuan terbarunya. Namun meski begitu, kota ini masih tertinggal di belakang London. Bus pertama yang akan memberlakukan smart tiketing ini dengan kartu akan hadir mulai minggu depan.

Baca juga: Benarkah Hadirnya E-Money Dorong Anda Jadi Pribadi Konsumtif?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman manchestereveningnews.co.uk (14/9/2018), bahwa penumpang di Manchester sudah bisa membeli tiket menggunakan pembayaran tanpa kontak. Langkah ini hadir setelah peluncuran kartu Get Me There tahun lalu untuk membeli tiket di bus dan trem.

Padahal di ibukota Inggris sendiri yakni London pembayaran melalui dompet otomatis dan menghitung tarif keseluruhan ketika berada di dalam atau luar bus sudah berlangsung beberapa tahun. Sedangkan di Manchester, pengemudi masih mengetikkan ongkos dan penumpang akan membayar seperti yang mereka lakukan di toko.

Untuk pembayaran dengan dompet otomatis pun pada trem kemungkinan pada tahun depan, sedangkan kereta api dan bus mengikuti tahun 2021 mendatang. Ini tergantung pada diskusi seputar kemitraan bus antara operator dan pemerintah.

Sementara itu, London baru saja merayakan 15 tahun kartu oyster dan empat tahun pembayaran dengan dompet otomatis. Saat ini baik masyarakat maupun pelancong bisa menggunakan 100 kartu kredit internasional atau kartu oyster untuk menggunakan jaringan kereta api lokal, bus, trem bahkan kapal ferry di London.

“Kami bangga mengumumkan peluncuran pembayaran nirkontak tak terduga di seluruh armada Greater Manchester kami. Kami telah melakukan investasi yang signifikan dalam mesin tiket ‘Ticketer’ baru, yang berarti bahwa kami sekarang dapat menawarkan tanpa kontak sebagai opsi pembayaran bagi pelanggan kami,” ujar Ian Humphreys, managing director First Manchester.

Dia mengatakan langkah itu akan membuat perjalanan bus lebih nyaman. Jika lebih banyak pelanggan beralih dari uang tunai menjadi metode pembayaran digital, maka ini akan membantu mempercepat waktu mengemudi bus dan karena itu akan membuat perjalanan keseluruhan lebih cepat.

Pembelian tanpa interasi juga dapat digunakan untuk membeli tiket kertas hingga nilai £30. Untuk menggunakan permintaan tanpa kontak tiket yang ingin dibeli dari pengemudi, tunjukkan kartu atau ponsel tanpa kontak Anda dan Anda akan menerima tanda terima bersama dengan tiket untuk perjalanan Anda.

Seorang juru bicara Transportasi untuk Utara (TfN) mengatakan, Program Perjalanan Terpadu dan Cerdas masih di jalur untuk menyampaikan sistem perjalanan berbasis akun, memungkinkan penggunaan pembayaran kartu tanpa kontak pada semua moda transportasi umum di seluruh Utara, pada tahun 2021.

Baca juga: Belanja Kebutuhan Rumah di Stasiun Kini Cukup Scan Kode QR

“Bulan lalu kami menerima persetujuan Garis Besar Bisnis dari HM Treasury dan saat ini sedang dalam pengadaan untuk sistem Akun Berbasis Kantor untuk Perjalanan,” ujar juru bicara tersebut.

Stephen Rhodes, Transport untuk direktur pelanggan Greater Manchester, mengatakan orang menginginkan sistem tiket yang lebih baik, lebih sederhana, dan lebih terintegrasi, dan mereka bekerja keras untuk mengirimkannya. Pihaknya akan memperkenalkan sistem zona di Metrolink awal tahun depan, yang akan membuat tarif lebih mudah dipahami dan menawarkan pelanggan lebih banyak fleksibilitas dan nilai yang lebih baik untuk uang mereka.

“Ini akan diikuti dengan pengenalan ticketing berbasis akun tanpa kontak di jaringan, yang akan memungkinkan pelanggan untuk menggunakan kartu bank mereka atau pembayaran pintar lainnya untuk menyentuh dan keluar, dengan perjalanan harian mereka secara otomatis ditutup pada harga terbaik. Selain itu kami bekerja dalam kemitraan dengan Transportasi untuk Korea Utara untuk meningkatkan konektivitas di Korea Utara melalui tiket cerdas melintasi bus, kereta api, dan layanan trem,” ujar Rhodes

“Tertipu,” Wanita ini Rugi Hingga Lebih dari Rp5 Juta Karena Coba LCC Baru!

Dapatkah Anda bayangkan semisal Anda yang baru saja tiba di sebuah bandara untuk mengudara menuju suatu destinasi, namun fakta yang terjadi di lapangan adalah Anda tidak menemukan penerbangan sesuai pada tiket yang Anda beli sebelumnya. Mungkin bingung, panik, was-was, hingga kesal semuanya akan bercampur menjadi satu, ya? Hal inilah yang terjadi pada Erin Levi, 35 tahun yang hendak mengudara menuju Paris beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Zonal Employee Discount, Inilah Rahasia Terbang Murah Untuk Para Pekerja Maskapai

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman cntraveler.com (20/9/2018), Erin hendak bertandang ke Paris guna menghadiri acara pernikahan salah satu sahabat karibnya di Paris. Akhirnya ia memutuskan untuk terbang dari Newark, Amerika Serikat dengan menggunakan Low Cost Carrier (LCC) baru di Eropa, Level Airline pada tanggal 9 September 2018. Seharusnya, tanggal keberangkatan Erin tersebut bertepatan dengan operasi hari kelima dari maskapai tersebut.

Namun setelah Erin sukses melakukan check in online dan tiba di Newark Liberty International Airport untuk mengudara ke Paris, alangkah terkejutnya dia ketika tidak mendapati kelengkapan infrastuktur untuk Level Airlines di bandara tersebut – mulai dari nomor gate di tiket hingga counter check in Level Airlines. Erin sontak lemas karena mengetahui bahwa tiket sekali perjalanan yang ia beli dengan harga US$179 atau yang setara dengan Rp2,6 juta hangus begitu saja – terlebih ketika dirinya tidak bisa menghadiri pernikahan sahabatnya tersebut.

Karena alasan operasional, Level Airlines terpaksa menunda take off perdananya dari Newark menuju Paris yang dijadwalkan pada tanggal 4 September digeser menjadi tanggal 18 September. Erin mengaku, “Tidak mengetahui tentang perubahan jadwal ini,”

Ketika dikonfirmasi ke pihak Level Airlines, pihaknya mengaku telah memberitahu para calon penumpang yang sudah memiliki tiket via email. Namun tidak ada satupun dari calon penumpang yang menerima email tersebut – pun ketika mereka mencarinya di folder Spam. Di situs resminya pun, Level Airlines belum memajang informasi terbaru perihal pembatalan penerbangan dari Newark menuju Paris ini.

Absennya pemberitahuan tersebut membuat para calon penumpang merasa tidak ada yang salah dan semuanya akan berjalan lancar – namun kenyataan berkata sebaliknya. Singkat cerita, Erin tetap mengudara menuju Paris dengan menggunakan maskapai Wow Air – tentunya dengan harga yang hampir dua kali lipat Level Airlines.

Baca Juga: Gegara ‘Flight Mode’ di Ponsel, Seorang DJ Didepak Pramugari

Ketika masih berada di Newark, ia yang dibantu oleh salah satu staf dari maskapai transatlantik yang dioperasikan oleh British Airways, OpenSkies berusaha untuk terhubung dengan Level Airlines untuk menindaklanjuti kasus yang menimpanya ini. Sial bagi Erin, karena tidak ada satupun dari pihak Level Airlines yang mengangkat panggilan tersebut.

Berbarengan dengan pernyataan pihak Level Airlines sebelumnya, mereka juga mengaku akan mengembalikan uang para penumpangnya yang telah membeli tiket, namun tidak jadi berangkat. Tawaran lain yang diberikan pihak Level adalah melakukan reschedule jadwal penerbangan. Tapi tawaran tersebut hanyalah sebatas tawaran yang tidak pernah dirasakan oleh Erin. Malang betul.

 

Pengeluaran Maksimal US$50 Per Hari Saat Melancong di Luar Negeri, Apa Bisa?

Melancong ke berbagai benua, negara hingga kota-kota dengan destinasi menakjubkan, kerap kali menjadikan seseorang terlihat menghambur-hamburkan uang. Padahal tidak semuanya terlihat seperti itu, sebab banyak dari pelancong yang menghemat pengeluaran mereka setiap hari saat mengunjungi destinasi impian.

Baca juga: Tak Mau Keluarkan Biaya Ekstra Karena Kelebihan Bagasi? Yuk Disimak Tipsnya!

Namun, apakah dalam satu hari pelancong cukup dengan uang US$50 atau sekitar Rp750 ribu? Baru-baru ini seorang pelancong melakukan perjalanan selama delapan bulan dan dalam sehari dirinya menargetkan hanya menghabiskan uang paling banyak US$50.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari time.com (11/9/2018), Rena Behar mengungkapkan bahwa dirinya menghabiskan delapan bulannya setelah melalui berbagai hal. Dia mengunjungi beberapa negara diantaranya yakni Lisbon, Mediterania, Balkan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Australia dan Selandia Baru.

Tak lupa selama delapan bulan perjalanannya, Rena memberikan beberapa tips yang bisa digunakan para pelancong dalam menghemat uang dan memaksimalkan pengeluaran dalam sehari. Berikut ini beberapa hal yang bisa digunakan pelancong dengan menggunakan uang maksimal US$50 dalam sehari saat melancong.

Kemas pakaian dengan benar
Berkeliling ke beberapa negara harus pandai memilih pakaian yang akan dibawa. Apalagi hanya dengan tas ransel ukuran 40 liter. Untuk menghemat bagasi semua barang yang dibutuhkan masuk ke dalam ransel dan membuat perjalanan di awal semurah mungkin dengan menekan pengeluaran. Menggunakan nomor lokal negara yang dikunjungi juga membuat lebih sedikit pengeluaran dibandingkan menggunakan kartu selular yang dibawa dari negara asal.

Ketahui nilai tukar mata uang
Setiap perjalanan ke suatu negara, jangan lupakan panduan tentang pencopet. Karena Anda tidak akan pernah tahu mereka akan berkamuflase menjadi apa dan ada dimana saja. Saat mengambil uang di ATM baiknya yang bisa digunakan selama satu bulan. Kenali konversi mata uang negara yang dikunjungi. Jika menggunakan kartu kredit sesuaikan untuk menghindari pengeluaran yang fantastis saat tagihan tiba.

Tinggal lama disatu tempat
Jangan hanya satu atau dua hari, baiknya nikmati satu tempat selama tiga atau empat hari bahkan lebih. Sebab berfokus pada kota yang sedikit maka akan menghemat pengeluaran dan bisa menikmati kota-kota tersebut. Bahkan ketika Anda memiliki waktu sedikit di satu kota, bisa jadi ketinggalan sesuatu yang spesial seperti acara daerah tersebut secara gratis, pemutaran film di museum dan banyak lagi.

Bertemu dengan teman baru
Setiap mengunjungi kota di suatu negara biasanya pelancong akan bertemu dengan orang-orang baru. Jangan lupakan penghematan biaya Anda dalam sehari, karena saat bertemu dengan orang baru, Anda bisa lebih boros karena pergi ke klub atau lainnya. Satu dua gelas minuman tidak masalah selama dalam batas pengeluaran harian dan baiknya pergi saat happy hour.

Baca juga: Jaga Barang Agar Tak Dicuri, Ini Dia Tips Pencegahannya

Penginapan mungkin diluar ekspektasi
Untuk tinggal disuatu kota dengan biaya murah, buang jauh-jauh dari pikiran Anda tempat yang mewah. Pikirkan bahwa kenyamanan meski kamar mandi harus berbagi juga bisa menjadi pilihan. Biasanya dorm, hostel atau penginapan kapsul meminimalisir pengeluaran. Sebab, Anda hanya akan menumpang tidur dan mandi, karena seharian akan berjalan mengelilingi destinasi di kota yang dikunjungi.

Semua hal di saldo
Banyak pelancong yang tidak terlalu memikirkan sarapan apa yang akan dimakan. Bahkan berjalan jauh pun akan dijalankan demi mendapatkan pemandangan indah melihat seluruh kota. Biasanya yang dipedulikan pelancong adalah tempat transit bandara hingga kamar mandi yang bersih. Terkadang pelancong juga memakan makanan murah yang mungkin gizinya terkadang kurang mencukupi.

Duh, Kereta MRT Jakarta Jadi Sasaran Aksi Vandalisme!

Belum beroperasi, namun ulah tangan-tangan nakal yang tidak bertanggung jawab telah membuat moda MRT Jakarta menjadi tidak sedap dipandang. Coretan berupa graffiti ditemukan di salah satu kereta MRT yang tengah terparkir di Depo Lebak Bulus, Jumat (21/9/2018) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Adapun temuan ini ditemukan oleh tim keamanan dan kontraktor yang tengah melakukan patroli rutin.

Baca Juga: Lanjutkan Uji Coba Persinyalan, Ini Kali Pertama Kereta MRT Jakarta Masuki Terowongan

Sebagaimana informasi yang diterima KabarPenumpang.com dari siaran pers, adapun coretan ini ditemukan di bagian luar kereta nomor tiga di rangkaian kedelapan (K1 1 18 45). Mendapati hal tersebut, investigasi mendalam pun dilakukan oleh pihak internal terlebih dahulu (MRT Jakarta dan kontraktor) sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Diduga, pelaku aksi vandalisme tersebut masuk ke lokasi Depo Lebak Bulus dengan memanjat dan melompati dinding Depo Lebak Bulus,” kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah dalam pernyataan tertulis.

Kereta yang menjadi korban vandalisme ini statusnya masih merupakan tanggung jawab pihak kontraktor karena masih dalam tahap uji coba. “Belum diserahkan ke PT MRT Jakarta,” tandas Tubagus.

Guna menindaklanjuti laporan yang masuk, pihak kepolisian langsung menyambangi lokasi guna investigasi lebih lanjut. “Pihak Kepolisian telah melakukan peninjauan lapangan pada siang hari ini guna menindaklanjuti laporan,” lanjut Tubagus.

Sebagai bentuk koordinasi dengan pihak kontraktor, PT MRT Jakarta telah menyarankan rekanan kerjanya tersebut untuk melakukan sejumlah tindakan korektif dengan peningkatan keamanan dan langkah perbaikan.

“Seperti menambah jumlah personil security, meningkatkan intensitas patroli untuk memastikan pengawasan di area tersebut, menambah CCTV di dalam Depo, dan meninggikan pagar Depo di sisi-sisi yang dekat dengan area publik,” papar Tubagus.

Baca Juga: MRT Jakarta Fokus Testing and Commissioning, Ini Bedanya dengan Trial Run!

“Kami sangat menyayangkan aksi tidak bertanggung jawab ini dan menghimbau bagi para pelaku agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib untuk diperoses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Kendati tengah dirundung masalah, kejadian tidak bertanggung jawab ini tidak akan mengganggu jadwal rilis dari jaringan metro pertama di Indonesia ini. “PT MRT Jakarta tetap berkomitmen bahwa kejadian ini tidak mengganggu rencana penyelesaian pekerjaan jelang operasi komersial Maret 2019 mendatang.” Tutup Tubagus.

 

 

Musim Gugur Segera Tiba, Emirates Beri Harga Spesial Tujuan Amerika dan Eropa

Musim gugur yang sebentar lagi akan dimulai, menjadikan saat yang tepat untuk memulai liburan baik singkat atuapun panjang sembari menikmati suhu sejuk. Tak hanya itu, mata pun diberikan pemandangan indah dengan melihat daun-daun hijau berubah menjadi oranye atau coklat.

Baca juga: Etihad dan Emirates, Jadi Maskapai Paling Ramah Bagi Keluarga

Dengan musim gugur ini maskapai yang berpusat di Uni Emirat Arab (UEA) tepatnya di Dubai yakni Emirates memberikan harga-harga spesial yang fantastis untuk berlibur ke Amerika maupun Eropa saat musim gugur. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, tarif ini tergantung kelas yang dipilih penumpang yakni kelas ekonomi dimulai dengan RP11.810.000 dan bisnis Rp43.500.000 juta.

Penjualan tiket musim gugur dengan harga spesial ini sendiri berlangsung dalam periode terbatas dari 17 sampai 30 September 2018 dengan penerbangan sekarang hingga 31 Januari 2019 mendatang. Para pelancong yang akan memesan tiket dengan harga spesial bisa mengunjungi www.emirates.com/id atau melalui agen perjalanan pilihan.

Berikut beberapa negara dan kota yang dijadikan pilihan untuk rencana liburan musim gugur dengan harga yang fantastis.

1. New York
Kelas Ekonomi Rp16.510.000
Kelas Bisnis Rp43.500.000

2. Amsterdam
Kelas Ekonomi Rp11.810.000
Kelas Bisnis Rp43.500.000

3. Munich
Kelas Ekonomi Rp14.650.000

4. Roma
Kelas Ekonomi Rp14.130.000
Kelas Bisnis Rp45.630.000

5.Washington
Kelas bisnis Rp67.550.000

6. Paris
Kelas bisnis Rp46.520.000

Untuk penerbangan Emirates dari Indonesia semuanya akan terhubung di Dubai sebagai pusat maskapai penerbangan dan menjadi salah satu tujuan liburan yang menarik untuk dikunjungi di dunia. Saat bepergian ke Amerika ataupun Eropa saat transit pelancong bisa menjelajahi kota dan obyek wisata yang ada di dubai seperti belanja, makan, rekreasi, hiburan dan pertunjukkan budaya UEA.

Keluarga dan para pencari tantangan dapat nikmati penawaran paket eksklusif untuk pelanggan Emirates, yaitu untuk membeli tiket masuk dua hari dengan akses ke semua empat taman termasuk MOTIONGATE ™ Dubai, BOLLYWOOD PARKS ™ Dubai, LEGOLANDŽ Dubai, dan LEGOLANDŽ Water Park di Dubai Parks and Resorts, destinasi taman hiburan terpadu, terbesar di kawasan ini.

Baca juga: Kreatif! Beginilah Cara Emirates Rangkul Penumpang yang Hendak ‘Seat Upgrade’

Untungnya seluruh penumpang Emirates bisa menikmati fasilitas entertaiment dalam kabin pesawat dimana menawarkan lebih dari 3500 saluran film, acara televisi, musik dan permainan. Emirates juga menghadirkan WiFi dan memberikan kapasitas bagasi yang cukup besar dan berbagai menu makanan pilihan serta minuman eksklusif. Bagi penumpang kelas bisnis dengan A380 bisa bersosialisasi di lounge dan menikmati berbagai fasilitas eksklusif dan pilihan menu makanan dan minuman beralkohol.

10 Orang di Emirates Flight 203 Disinyalir Terjangkit MERS!

Setidaknya 10 orang yang mengudara menggunakan Airbus A380 Emirates Flight 203 dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah pesawat tersebut mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York pada Rabu (5/9/2018) malam. Health Commissioner New York City, Dr Oxiris Barbot mengatakan kesepuluh orang tersebut mungkin terserang influenza – sedangkan kesepuluh orang yang terdiri dari tiga penumpang dan tujuh awak kabin ini mengeluhkan batuk, demam, hingga muntah.

Baca Juga: Layanan First Class Emirates Undang Decak Kagum Youtuber!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (6/9/2018), setibanya di bandara tersebut, sebanyak 106 dari 500 penumpang yang mengudara dari Dubai ini ‘disaring’ terlebih dahulu oleh pihak Centers for Disease Control and Prevention. Mereka yang disaring ini merupakan penumpang yang akan melanjutkan perjalanan berikutnya (transit).

Seorang pejabat Centers for Disease Control and Prevention yang sudah akrab dengan kejadian seperti ini lalu berusaha mencari penyebab dari sakit yang diderita secara bersamaan oleh 10 orang tadi. “Yang kami khawatirkan, 10 orang tersebut terjangkit Middle East Respiratory Syndrome atau MERS,” ujarnya.

Sedangkan, menurut pengakuan sejumlah penumpang, mereka mendapati beberapa orang dalam jumlah yang cukup banyak sudah terlihat sakit bahkan sejak mereka masih berada di bandara Dubai. “Saya meminta masker kepada pramugari, namun mereka tidak punya satu pun,” ujar salah seorang penumpang bernama Erin Sykes. “Sangat jelas bahwa mereka sudah sakit bahkan sebelum pesawat epas landas,” tandasnya.

Erin yang khawatir akan terjangkit penyakit tersebut pun mengeluhkan kebijakan yang dilakukan oleh pihak Emirates. “Mereka batuk sepanjang perjalanan. Seharusnya mereka tidak diijinkan untuk mengudara,” paparnya.

Sementara itu menurut penuturan penumpang lain bernama Rob Van Winkle, orang-orang yang sedang sakit ini berada di “kabin bawah, karena pesawat yang kami tumpangi merupakan pesawat double cabin,” papar Rob.

Baca Juga: Airbus A380 Milik Emirates Mendarat di Beirut, Ada Apa?

Setibanya di Bandara Internasional John F. Kennedy, ambulans dan sejumlah petugas medis sudah menunggu di tarmak dan langsung mengevakuasi kesepuluh orang tersebut.

“Para penumpang (yang hendak transit dan mengakhiri perjalanan) disuruh untuk mengisi formulir kesehatan. Beberapa otoritas terkait bahkan akan memantau kondisi kesehatan kami selama tiga minggu ke depan. Senang rasanya melihat pihak Emirates dapat melayani penumpang seperti ini – mereka tidak ingin penyakit ini semakin menyebar,” ujar seorang penumpang bernama Srinivasa Rao.

 

OMG! Salah Penulisan Livery Pesawat, Nama Cathay Pacific Menjadi ‘Cathay Paciic’

Dalam sebuah kalimat ada salah penulisan dan ini kerap kali dilakukan semua orang. Bahkan nama sebuah maskapai besar pun bisa salah penulisannya dan menjadi terlihat mencolok. Hal ini baru saja terjadi pada maskapai Cathay Pacific yang berbasis di Hong Kong.

Baca juga: Cathay Pacific Hibahkan Boeing 777-200 Perdana Ke Museum Dirgantara di Arizona

KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (19/9/2018), dimana karena kesalahan ejaan pesawat Boeing 777-367 milik Cathay Pacific harus kembali ke bengkel. Kesalahan penulisan ini terlihat jelas dan cukup mencolok di sisi pesawat yang seharusnya tertulis Cathay Pacific menjadi ‘Cathay Paciic’ dan terlihat kekurangan satu huruf ‘F’ diantara huruf i.

Kabar ini sendiri diketahui setelah foto-foto yang bermunculan di Bandara Internasional Hong Kong. Namun, meski begitu pihak maskapai Cathay Pacific sendiri tidak menutupi masalah tersebut dan mengunggahnya pada akun Twitter mereka dengan caption “Ups livery khusus ini tidak akan bertahan lama! Dia akan kembali ke toko!”

Bahkan foto-foto kesalahan penulisan nama maskapai ini sendiri sudah muncul di grup Facebook Forum Diskusi Penerbangan Hong Kong. Sayangnya kesalahan penulisan ini belum jelass terjadi karena apa dan membuat beberapa orang curiga.

Seorang ahli dari Haeco mengaku terkejut dan mengatakan, jaraknya terlalu dekat untuk kesalahan. Dia mengatakan pihaknya punya stensil dan seharusnya ada celah kosong diantara huruf.

“Kami tidak bermaksud untuk membuat keributan besar di tempat pertama, tetapi foto-foto menjadi viral dalam kelompok antusias penerbangan, jadi kami hanya berbagi momen lucu dengan semua orang,” ujar seorang juru bicara Cathay Pacific.

Baca juga: Mulai dari Kado Hingga Rusa Santa Claus, Ini Dia Livery Pesawat Bertema Natal

Karena kesalahaan ini Cathay Pacific harus mengeluarkan beberapa ribu dolar untuk memperbaiki hal tersebut. Selain kesalahan penulisan tersebut, ternyata hal tersebut bukan pertama kalinya tersendung masalah pekerjaan cat.

Sebab beberapa tahun yang lalu, salah satu pesawat dicat dengan merek maskapai saat memiliki logo hijau ‘brushwing’ tepat dibelakang kokpit dibagian luar pesawat dan akhirnya dicat kembali. Diketahui, pesawat Boeing 777-367 yang salah penulisannya ini terbang dari Xiamen, Selasa (18/9/2018) malam dan tiba di Hong Kong dini hari Rabu (19/9/2018) pagi.

Redbus dan PO Sinar Jaya Berkolaborasi di Layanan Jakarta Airport Connexion

Redbus, platform tiket bus online terbesar di dunia asal India, diwartakan telah menjalin kolaborasi dengan perusahan otobus nasional, PO Sinar Jaya. Persisnya kemitraan ini mencakup layanan di JAC (Jakarta Airport Connexion). Nantinya pengguna dapat segera memesan tiket bus Sinar Jaya untuk beberapa rute utama bandara pada aplikasi Redbus.

Baca juga: PO Sinar Jaya, Tawarkan Kenyamanan dengan Harga Bersahabat

Dikutip dari siaran pers (21/9/2018) yang diterima kabarpenumpang.com, layanan ini akan aktif pada akhir September. Rute yang dimulai dari Bandara Soekarno Hatta ini akan menghubungkan ke Bogor, Bekasi, Jakarta Utara, dan Bandung. Kemitraan ini akan memungkinkan pengguna memilih sekitar 10.000 kursi pada aplikasi Redbus untuk beberapa rute bus yang populer di Indonesia.

Pihak Redbus dan Sinar Jaya berharap tersedianya konektivitas tanpa batas ke terminal-terminal bandara akan memudahkan para calon pengguna untuk mengatur waktu perjalanan mereka.

Dalam masa promosi, pelanggan bus di Indonesia kini dapat menikmati diskon 15% flat pada tiket bus Sinar Jaya dengan menggunakan kode SINAR15 pada aplikasi redBus atau website di www.redbus.id

“Redbus turut serta membangun ekosistem transportasi bus di Indonesia melalui teknologinya. Bersama Sinar Jaya, sinergi untuk tumbuh bersama dengan mengadopsi teknologi adalah hal yang saling menguntungkan. Selama lebih dari 36 tahun menyediakan layanan transportasi. Kami juga berharap dapat menginspirasi operator lain untuk bergabung dan memberikan layanan bus terbaik bagi pelanggan di Indonesia hanya melalui jangkauan ujung jari mereka,” ujar Adithyan Asokan, Business Manager, Redbus Indonesia.

Baca juga: Jalin Kemitraan dengan Google Maps, RedBus Siap Mudahkan Perjalanan Pelancong

Sampai saat ini Redbus bermitra dengan lebih dari 80 operator bus di beberapa kota di Indonesia dan lebih dari 2500 mitra secara global. Redbus telah menjual lebih dari 100 juta tiket bus dan memberikan peluang lebih terhadap kemitraan dengan banyak operator bus di seluruh dunia. Bagi operator bus, manfaat yang diperoleh jika terdaftar di redBus adalah penggunaan teknologi untuk mengelola penjualan tempat duduk dengan lebih baik, memperkirakan permintaan dan perubahan hasil menuju pengelolaan yang lebih baik.

AIIB: Transportasi Publik Harus Pertimbangkan ‘Dampak’ Sosio-Ekonomi di Daerah Terkait

Selain harga minyak bumi, bisakah Anda sebutkan faktor eksternal yang membawa dampak pada laju pertumbuhan sarana transportasi berbasis massal? Ya, ledakan jumlah populasi ternyata memegang peranan penting terhadap kelangsungan pertumbuhan dari sarana transportasi berbasis massal tersebut. Dengan ragam caranya – termasuk urbanisasi, hadirnya angkutan berbasis massal akan memungkinkan operator terkait untuk memobilisasi penumpang dalam jumlah yang banyak dalam sekali perjalanan.

Baca Juga: Menhub Targetkan Integrasi Transportasi Massal di Jakarta Pada 2023 – 2024

Sampai sini, masih tidak ada masalah yang cukup berarti. Namun ketika ditelisik lebih dalam di sektor pembayarannya, tidak sedikit orang yang enggan menggunakan angkutan tersebut dengan dilatarbelakangi oleh masalah ongkos yang terbilang cukup mahal di kocek mereka. Ketika angkutan berbasis massal tersebut sudah disiapkan pemerintah, namun ternyata harga perjalanan yang ditawarkan tidaklah ‘membumi’, maka tujuan utama pemerintah dalam menghadirkan moda tersebut bisa dibilang gagal.

Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman govinsider.asia (21/8/2018), data World Bank pada tahun 2017 menyebutkan bahwa lebih dari separuh populasi global tinggal di kota-kota besar dan kecil. Dalam dua dekade terakhir, pertumbuhan ini terutama didorong oleh kota-kota di sekitaran Asia dan Afrika. Sudah barang tentu, ledakan populasi di kota-kota besar atau kecil ini telah menghadirkan tantangan tersendiri bagi para perencana kota.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengakomodasi masalah biaya perjalanan yang tinggi, sedangkan para calon penumpangnya lebih memilih untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi karena dinilai lebih hemat? Menurut Manager Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Ka Feng, pertimbangan kelayakan ekonomi di awal terhadap suatu moda transportasi merupakan kunci dasar dari keberhasilan operasinya kelak.

Maksudnya seperti ini, sebelum membangun sarana transportasi berbasis massal di suatu daerah, ada baiknya pertimbangan matang soal, “Apakah moda ini kelak memiliki dampak sosio-ekonomi positif bagi daerah yang bersangkutan?”

“Sistem transportasi yang baik memiliki beberapa indikator, seperti mampu mengurangi waktu perjalanan dan meningkatkan konektivitas, berperan serta dalam pertumbuhan ekonomi, meningkatkan harga tanah, dan menyediakan lapangan kerja,” ujar Ka Feng.

Ka Feng mengambil contoh jaringan MTR Hong Kong – dimana harga tiket yang ditawarkan lebih rendah ketimbang moda perkotaan lain di seluruh dunia. Kendati begitu, MTR Corporation Hong Kong merupakan salah satu perusahaan yang membawa dampak positif bagi perekonomian di daerah yang dilayaninya. Bagaimana bisa?

Dengan dukungan dari pemerintah, MTR Hong Kong diijinkan untuk menghasilkan uang dari peningkatan nilai properti yang biasanya mengikuti pembangunan jalur kereta api. Mungkin sederhananya seperti ini, “MTR Hong Kong tidak mendapat keuntungan signifikan dari segi penjualan tiket perjalanan, namun mereka bisa merengkuh keuntungan lebih besar dari peningkatan nilai properti.”

Baca Juga: Tahun 2020, Singapura Hapuskan Transaksi Tunai Pada Transportasi Berbasis Massal

Menanggapi pendekatan seperti ini, Direktur Jenderal Direktorat Kereta Api Norwegia, Kirsti Slotsvik mengatakan bahwa MTR Hong Kong dapat, “mengeluarkan biaya keseluruhan serendah mungkin, namun membawa dampak positif pada keseluruhan proyek (jaringan MTR Hong Kong),”

Selain itu, pertimbangan penentuan biaya perjalanan pun harus lebih dikaji lebih dalam, mengingat para pengguna sarana transportasi berbasis massal ini sangatlah heterogen – tidak hanya pegawai kantoran saja, melainkan orang-orang kurang mampu pun layak dan berhak untuk menikmati fasilitas ini pula. Dari sini, peningkatan pengamanan pun mesti diperketat karena ragam penumpang tersebut. Pada akhirnya, semuanya saling berkaitan.

Pengemudi Uber Mabuk, Penumpang Terpaksa Kemudikan Mobil Sampai Tujuan

Baru-baru ini seorang penumpang India memesan Uber dari Bandara Internasional Bengaluru menuju rumahnya. Tapi sayangnya, bukannya duduk manis, pria tersebut harus mengemudikannya sendiri.

Baca juga: Akibat Kelelahan, Pengemudi Taksi Tidur, Penumpang Mengemudi Sendiri!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (19/9/2018), bahwa pada kenyataannya pengemudi Uber pesanannya dalam keadaan mabuk. Awalnya sebelum naik ke mobil tersebut, Surya Oruganti, menyadari sesuatu hal yang janggal saat pengemudi bukan orang yang ada di foto pada aplikasi.

Tetapi kenyataan lainnya adalah mobil dan plat nomor yang akan dinaikinya sama dengan yang tertera pada aplikasi. Kemudian pria malang tersebut akhirnya memutuskan untuk tetap naik Uber itu.

Dalam perjalanan beberapa menit awal, dia merasakan sesuatu yang aneh dimana pengemudi Uber mabuk. Bahkan Surya akhirnya meminta pengemudi untuk berhenti dan bertukar tempat dengannya.

Hingga akhirnya Surya yang mengemudikan mobil itu sepanjang sisa perjalanannya menuju rumah. Karena kejadian ini, Surya mengunggah foto dirinya yang mengemudikan mobil dan pengemudi yang tidur disebelahnya melalui akun Twitter dan pesan tersebut tertuju pada Uber.

“Perjalanan kembali dari Bandara Bangaluru tidak seperti yang saya harapkan. Pengemudi itu mabuk dan mengantuk. Saya harus bertukar tempat dan saya berkendara sepanjang jalan pulang,” tulisnya kepada Uber melalui Twitter.

Bukan hanya foto pengemudi dan dirinya saja, tetapi Surya juga mengunggah video dan mengatakan “dia cukup mabuk untuk sadar ketika sedang direkam.” Adanya masalah ini, tim keamanan Uber bahkan tidak merespon selama 20 jam.

Namun saat merespon, pihak Uber mengatakan, pengemudi tidak boleh berkendara saat mabuk karena masalah keamanan. Dalam pernyataan pun Uber mengatakan, hal tersebut adalah insiden yang disesalkan dan memprihatinkan.

“Meskipun kami mengambil semua tindakan yang mungkin untuk memastikan bahwa pengemudi di belakang kemudi sesuai dengan orang yang ditampilkan di aplikasi, dalam kasus yang jarang terjadi, ketika ini tidak terjadi, kami mendorong pengendara untuk membatalkan perjalanan mereka segera dan melaporkan masalah tersebut pada aplikasi, jadi bahwa tindakan segera dapat diambil,” ujar pernyataan tersebut.

Baca juga: Sering Gunakan Layanan Ride-Sharing? Baca Tips Ini Agar Tetap Aman!

Adanya insiden ini kemudian profil pengemudi Uber tersebut dihapus dari aplikasi dan pihak Uber melakukan penyelidikan atas masalah tersebut.

“Kami siap untuk membantu para pengendara dan penegak hukum lebih lanjut jika diperlukan,” ujar Uber.