EzMetr, Platform Teknologi Transportasi Baru yang Berkembang di Amerika Serikat

Platrform transportasi kini hadir untuk kota yang lebih cerdas dan menjadi pemimpin global dalam solusi mobilitas perusahaan. Platfrom tersebut adalah ezMetr yang merupakan platform meter digital generasi terbaru yang menghadirkan harga dinamis, kendaraan bersama, pemetaan langsung dan aplikasi penumpang berpasangan all in one.

Baca juga: Empat Aplikasi Maps di Android Ini Bisa Beroperasi Tanpa Koneksi Internet!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman oaoa.com (14/9/2018), ezMetr memiliki ribuan pengemudi yang membawa lebih dari 12 juta penumpang. EzMetr berkembang secara nasional untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengemudi dan penumpang sambil meningkatkan sistem transportasi kota dengan pelaporan, data dan wawasan yang kuat. EzMetr sendiri hadir pada OS Android dan iOS.

Adapun kunci perubahan dan inovasi dari ezMetr sendiri yakni pendekatan aplikasi seluer untuk menggantikan teknologi taksi yang kuno dan mahal termasuk tingkat pemrosesan kartu kredit yang tinggi dan biaya peralatan mahal yang sering diteruskan kepada konsumen. Hadirnya ezMetr sendiri bisa memudahkan penumpang dalam layanan seperti digital instan, opsi pembayaran cepat termasuk melalui Apple Pay dan Google Pay.

Dengan taksi yang menggunakan mobil berwarna hitam, ezMeter sendiri hadir di Washington  DC dan memperluas jangkauannya di kota-kota baru seluruh negeri. Komponen inti dari platform digital adalah ezMetrIQ, yang memberikan kemampuan data dan pelaporan yang kuat untuk membantu regulator dan kota mendapatkan wawasan yang mendalam dan transparansi ke dalam multi modal perubahan dari wilayah mereka untuk membuat keputusan transit yang lebih cerdas.

Perekaman data real-time termasuk peta panas, pelacakan langsung, umpan balik konsumen langsung, dan akses berbasis cloud mudah adalah asli dari platform ezMetr dan ezMetrIQ. Teknologi ezMetr sangat fleksibel, memungkinkan untuk penggunaan tidak hanya untuk taksi, tetapi juga layanan mobil pribadi yang membutuhkan solusi untuk mengelola bisnis mereka secara lebih efisien dan memberikan kemudahan digital kepada pelanggan mereka.

“Di Infinite Peripherals, kami terus mencari untuk menciptakan efisiensi baru untuk industri yang digerakkan oleh warisan seperti transportasi menggunakan teknologi mobile. Dengan menciptakan solusi digital end-to-end untuk taksi, ezMetr meningkatkan pengalaman penumpang, menurunkan biaya untuk driver, dan menyediakan regulator kota dengan akses ke data untuk meningkatkan transit bagi semua orang,” kata Jeff Scott, CEO Infinite Peripherals.

Baca juga: Canangkan Integrasi dengan Jasa Transportasi Online, MRT Jakarta Bangun Aplikasi Sendiri

Karena kota-kota berupaya memerangi kemacetan lalu lintas dan menambahkan lebih banyak layanan transportasi, platform ezMetr menyediakan data penting untuk memetakan solusi yang layak.

“EzMetr adalah platform yang fleksibel, yang dirancang untuk memindahkan sistem transportasi warisan ke era digital,” kata Bryan Bassett, Analis Riset Senior IDC, Mobilitas Perusahaan.

“Lebih dari sekedar mengganti meteran taksi analog, teknologi memungkinkan sejumlah layanan mobilitas, meningkatkan keselamatan pengendara, dan memiliki aplikasi untuk industri lain seperti logistik, ritel, dan banyak lagi.”

Renault EZ-Pro, Solusi Moda Pengantar Paket dari Masa Depan

Dewasa ini, sudah banyak tanda-tanda kendaraan yang akan menghiasi jalanan di masa yang akan datang – mulai dari kendaraan listrik hingga yang otonom sekalipun. Nah, raksasa otomotif asal Perancis Renault pun mengutarakan pernyataan yang sama, dimana semua kendaraan di masa depan akan bertenaga listrik, saling terkoneksi, dan otonom. Maka rasanya tidak heran jika perusahaan yang didirikan pada 25 Februari 1899 ini sudah mulai menggeliat untuk menghadirkan moda masa depan tersebut.

Baca Juga: Renault EZ-GO, Moda Otonom yang Memiliki Desain Pintu Low Deck Unik

Alih-alih memilih untuk mendesain moda penumpang, Renault lebih memilih untuk mengembangkan kendaraan otonom bertenaga listrik yang berfungsi untuk mengantarkan barang. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (20/9/2018), adalah EZ-Pro, pod listrik rilisan Renault yang akan melayani jasa pengiriman berbagai jenis barang – dimana rencana pengembangan ini dibocorkan Renault pada perhelatan Hannover Motor Show, Jerman beberapa waktu yang lalu.

“Renault EZ-Pro mewakili visi kami tentang pengiriman last-mile yang terintegrasi dengan ekosistem kota-kota cerdas masa depan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan para profesional,” ungkap salah satu juru bicara Renault, Ashwani Gupta.

Satu hal yang melatarbelakangi lahirnya Renault EZ-Pro adalah pertumbuhan toko-toko online yang semakin ‘trengginas’. Dimana mereka berkeyakinan bahwa dengan hadirnya EZ-Pro ini, akan sangat berguna bagi pengiriman barang-barang yang dibeli oleh orang-orang secara online. “Hampir dapat dipastikan, setiap hari ada ratusan hingga ribuan paket yang dikirim oleh para penjual di toko online kepada pelanggannya,” tandas Ashwani.

Menilik ke spesifikasi umum dari EZ-Pro sendiri, sebenarnya kendaraan ini terdiri dari beberapa rangkaian yang dipimpin oleh satu kendaraan induk. Kendati semua rangkaian ini bisa berjalan secara otonom, namun Renault bisa saja menambahkan fitur joystick di kendaraan induk, “Jika diperlukan,” terang Ashwani.

Kapasitas barang yang diangkut oleh rangkaian pengikut juga bisa diatur sesuai kebutuhan. Semisal konsumen butuh ruang yang cukup besar untuk mengangkut, semisal, kulkas atau mesin cuci, maka rangkaian pengikut akan dipersonalisasi terlebih dahulu oleh pihak Renault – pun semisal konsumen hanya membutuhkan ruang-ruang kecil untuk mengirim paket dengan ukuran yang kecil pula.

Baca Juga: Luncurkan Electric Vehicle, Renault Janjikan Tempuh 279 Km Sekali Charge

Para penerima paket juga dapat berinteraksi dengan petugas pengantar melalui fitur khusus yang tersemat di dalam kendaraan yang memiliki desain futuristik ini. “Renault EZ-Pro mengutamakan efisiensi dan penghematan biaya di segala sektor – dan yang terpenting, ramah lingkungan karena menggunakan energi listrik.” Tutup Ashwani.

Sight HUDWAY, Solusi Head Up Display Tanpa Harus Modifikasi Helm Anda!

Melihat aplikasi peta, atau mengganti playlist lagu yang diputar di ponsel Anda kerap kali menjadi alasan yang melatarbelakangi sejumlah kecelakaan lalu lintas – terutama sepeda motor. Kendati peringatan tentang bahaya menggunakan ponsel ketika berkendara telah marak digaungkan oleh sejumlah otoritas, namun tampaknya imbauan tersebut tak diindahkan dan lalu kecelakaan sejenis terus terulang hingga detik ini. Lalu adakah cara lain supaya kejadian tersebut bisa diminimalisir?

Baca Juga: Mylo Electric Scooter, Moda Lipat Futuristik Mahakarya PIM Bicycles

Di jaman yang sudah serba terintegrasi dengan teknologi ini, nampaknya masalah di atas bukanlah perkara besar. Beberapa waktu yang lalu, sebuah helm built-in berteknologi Head Up Display (HUD) marak diperbincangkan banyak pihak. Memang di satu sisi, helm ini seolah menjadi jawaban dari permasalahan di atas – namun apa jadinya jika seorang pengendara sepeda motor enggan mengganti helm mahal kesayangannya dengan helm built-in HUD tersebut? Masalah baru muncul.

Lagi, teknologi dan ide brilian dari segelinir orang memegang peranan penting dalam menyelesaikan rangkaian permasalahan ini. Kini Anda tetap dapat menggunakan helm kesayangan Anda dan menyematkan teknologi HUD di dalamnya.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (21/9/2018), Sight dari HUDWAY muncul sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Dengan menggunakan fitur Bluetooth dan baterai sebagai tenaga pembangkitnya, Sight dapat dengan mudah dipersonalisasi di setiap jenis helm yang Anda gunakan.

Dengan menggunakan Sight dari HUDWAY ini, Anda tidak perlu repot-repot lagi membuka ponsel untuk melihat aplikasi peta penunjuk jalan, atau mengganti musik yang tengah Anda setel. Penggunaan lensa transparan sebagai objek penunjuk tampilan peta atau susunan lagu di ponsel Anda akan memungkinkan Anda untuk tetap melihat ke jalan tanpa harus mengalihkan pandangan terhadapnya.

Agar bisa dipasang di semua jenis helm, Sight dari HUDWAY ini juga dilengkapi dengan penjepit universal – sehingga Anda tidak perlu khawatir semisal helm Anda terlalu besar dan tidak bisa memasang Sight. Sangat inovatif, bukan?

Baca Juga: Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa

Bagi Anda yang ingin menjajal teknologi ini, siapkan kocek senilai US$499 atau yang setara dengan Rp7,4 juta untuk satu paket Sight HUDWAY, lengkap dengan proyektor, penjepit universal, dan lensa tempered glass. Semisal sudah diproduksi secara massal, harga yang ditawarkan akan meningkat ke angka US$849 atau yang setara dengan Rp12,6 juta!

Harga yang tidak seberapa dibandingkan biaya semisal Anda kecelakaan akibat terlalu sering menilik ponsel ketika berkendara!

 

Perkenalkan Alice, Pesawat Nirawak Bertenaga Listrik Mahakarya Eviation!

Sebuah startup asal Israel, Eviation tengah merancang sebuah moda udara berbasis tenaga listrik – dimana rencananya moda ini akan diluncurkan pada tahun 2021 mendatang. Adalah Alice, moda yang nantinya akan menggunakan sistem Fly-By-Wire (FBW) ini hanya mampu mengangkut sembilan penumpang saja per perjalanannya. Dengan menggunakan tiga propeller, Alice mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 240 knot atau yang setara dengan 444 km per jam.

Baca Juga: Inggris Berdayakan Drone Untuk Pantau Para Pelanggar dan Inspeksi Jalur Kereta

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, tiga propeller yang ada pada Alice ini memiliki fungsinya masing-masing – satu pada bagian ekor berperan sebagai pusher utama, sedangkan dua lainnya yang ada pada bagian sayap bertugas untuk mengurangi hambatan, menciptakan redudansi, dan meningkatkan efisiensi.

Efisiensi tersebut akan menekan biaya penumpang per-mil setidaknya hingga empat kali lebih rendah ketimbang pesawat jenis lain. Tidak hanya ditujukan sebagai pesawat penumpang, Alice juga dapat ditujukan sebagai pesawat nirawak untuk mengangkut kargo atau untuk mereposisi ulang pesawat untuk penerbangan terjadwal berikutnya.

Pesawat dengan panjang sekitar 12 meter dan bentang sayap 15,2 meter ini sendiri memiliki kapasitas baterai lithium-ion hingga 980 kWh. Sebelum diluncurkan pada tahun 2021 mendatang, Eviation rencananya akan terlebih dahulu mensertifikasi mahakaryanya tersebut di bawah Federal Aviation Regulations (FAR) Part 23 untuk Instrument Flight Rules (IFR).

Sebenarnya, Eviation mengarahkan Alice untuk menyanggupi dua desain sekaligus – pertama adalah untuk taksi udara (diluncurkan tahun 2021), sedangkan satunya lagi untuk Extended-Range (ER) Executive Aircraft yang rencananya akan dirilis pada tahun 2023.

Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara

Jika digolongkan sebagai kelas drone, jelas Alice akan mengungguli semua pesaingnya. Bagaimana tidak, Alice digadang-gadang mampu menembus jarak 650 mil atau yang setara dengan 1.046 km! Kecepatan dari Alice pun tidak bisa dianggap remeh, dimana pesawat ini mampu menempuh jarak 444 km dalam waktu satu jam.

Dengan mengandalkan tenaga listrik yang tersimpan di dalam baterai lithium-ion, sudah barang tentu pesawat ini ramah lingkungan tanpa harus mengesampingkan tugas utamanya untuk mengantarkan penumpang via jalur udara.

Duo ‘Urban Explorer’ Tertangkap Kamera Tengah Duduk Santai di Atap Bus yang Sedang Melaju

Dimana-mana, naik di atap kendaraan bukanlah suatu hal yang diperbolehkan – baik itu bus, kereta api, atau bahkan mobil konvensional. Selain tidak disertai dengan instrumen pengamanan yang memadai, peristiwa pengereman mendadak juga dikhawatirkan dapat menciderai para penumpang yang duduk di atap. Nah kali ini, ada seorang pejalan kaki yang tidak sengaja mendapati dua orang pemuda yang duduk di atap bus. Duh!

Baca Juga: Medsos Sumbang Peningkatan Kecelakaan pada Remaja, Otoritas Kereta Api Inggris Kampanyekan Keselamatan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ladbible.com (11/9/2018), adalah Millie Morley, seorang penduduk lokal berusia 18 tahun berhasil mengabadikan momen unik yang ia temui dalam bentuk video. Di dalam video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggahnya ke media sosial, terlihat dua orang tengah asyik duduk di atas Magic Bus yang kala itu tengah melintasi sebuah daerah di Manchester.

“Seseorang berteriak, ‘Stop, ada dua orang di atap bus!’ kepada si pengemudi. Sontak semua penumpang berusaha untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Millie yang berusaha menceritakan kronologi yang ia lihat malam itu. Baginya, ini merupakan pengalaman pertama yang pernah ia alami. “Kendati berbahaya, namun bagi saya itu cukup lucu. Tak bisa dipungkiri, tingkah dua orang ini sukses membuat saya tertawa geli,” pungkasnya.

Sumber: ladbible.com

Disinyalir, mereka berdua merupakan ‘Urban Explorer’, dimana sejumlah orang akan melakukan aksi berbahaya dan mengabadikannya. Nah, walaupun kedua ‘Urban Exlporer’ ini tidak ditindak lebih lanjut lagi, namun sejumlah kalangan melakukan kecaman atas perbuatan yang mereka lakukan – salah satunya adalah operator bus terbesar di sana, Stagecoach Manchester.

“Perilaku semacam ini tidak bertanggung jawab dan sangat berbahaya. Tidak hanya bagi mereka saja, melainkan bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya,” ujar salah satu juru bicara Stagecoach Manchester yang identitasnya ingin disamarkan ini.

“Kami mendesak agar siapapun yang hendak melakukan aksi berbahaya semacam ini lagi untuk kembali memikirkan efek jangka panjangnya semisal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Baca Juga: Seni Graffiti di Inggris, Kebanggaan Kaum Bronx yang Sisakan Kesan Kotor dan Tidak Terjaga

Terlepas dari apakah para ‘Urban Explorer’ ini berupaya untuk mencari jati diri atau tidak, namun alangkah baiknya jika sebagai manusia biasa, kita harus bisa menaati peraturan yang berlaku dan menghindari diri dari hal-hal yang membahayakan.

Alih-alih mengunggah dokumentasi membahayakan yang hanya menuai cibiran dari orang lain, alangkah lebih baiknya jika Anda mengunggah suatu prestasi yang jelas-jelas diakui kredibilitasnya oleh orang-orang, bukan?

 

Gandeng Rolls-Royce, Porterbrook Uji Kereta Bertenaga Listrik Hibrida Pertama di Inggris

Terkenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan mobil mewah dan mesin pesawat, Rolls-Royce baru saja menandatangani kerja sama dengan Porterbrook – perusahaan asal Inggris yang membawahi sejumlah kereta penumpang dalam hal pengembangan MTU Hybrid PowerPacks. Pemasangan MTU Hybrid PowerPacks memungkinkan kereta DMU Class 168 dan Class 170 ‘Turbostar’ mengganti sumber tenaga penggeraknya, dari diesel ke listrik hibrida.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rolls-royce.com baru-baru ini, pengoperasian kereta listrik hibrida ini memungkinkan kereta lebih ramah lingkungan dan tidak terlalu bising ketika beroperasi. Penandatanganan kerja sama ini sendiri terjadi ketika perhelatan Innotrans 2018, 18 hingga 21 September di Berlin, Jerman. Adapun kereta yang dipasang MTU Hybrid PowerPacks ini masih berjumlah dua rangkaian saja, itupun statusnya masih uji coba.

Semisal berhasil, Porterbrook akan mengembangkan sistem ini dan memasangnya di kereta Turbostar lainnya. “Ini merupakan kerja sama pertama tentang pengembangan sistem MTU Hybrid Drive di Inggris,” tulis pihak Rolls-Royce dalam laman resminya.

“Porterbrook berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dari armada bertenaga diesel kami yang miliki. Besar harapan investasi kami dalam uji coba MTU Hybrid PowerPacks ini akan memungkinkan kami untuk menawarkan kecanggihan armada yang lebih luas dari teknologi ini, sehingga pelanggan kami dapat mengurangi emisi dan biaya operasi, serta meningkatkan kualitas udara di sepanjang koridor perkotaan,” tutur Mary Grant, CEO Porterbrook.

“Ini merupakan salah satu dari beberapa inisiatif yang dilakukan Porterbrook untuk menjawab tantangan Menteri Pertahanan Jo Johnson MP, untuk menghapus kereta api diesel dari jaringan kereta api Inggris per tahun 2040,” tandasnya.

Baca Juga: Rolls-Royce Rilis Intelligent Awareness, Bantu Pelaut Tingkatkan Kesadaran Situasional

Pihak Rolls-Royce sendiri mengaku sangat senang dapat membantu Porterbrook dalam mengembangkan sistem perkeretaapian yang ramah lingkungan dan minim polusi suara. “Dengan MTU Hybrid PowerPacks yang inovatif, Rolls-Royce dan mitra kami, Porterbrook akan menetapkan standar baru di jaringan Inggris; membantu mengurangi emisi, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan meningkatkan kehidupan orang-orang yang tinggal di dekat stasiun kereta,” ungkap CEO Rolls-Royce, Warren East.

 

Alishan Forest Railway, Kereta Gunung Tertinggi di Asia

Beberapa negara di dunia memiliki kereta yang memiliki rute hingga ke gunung, salah satunya adalah Taiwan. Ternyata kereta gunung yang dimiliki Taiwan memiliki umur lebih dari satu abad dan hingga kini masih beroperasi.

Baca juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

KabarPenumpang.com melansir dari laman cnn.com (19/9/2018), kereta yang memiliki warna perpaduan merah dan krem memiliki umur 106 tahun. Perjalanan rutenya pun menuju pegunungan Alishan di Taiwan dan biasanya para pendaki dan penduduk desa di pegunungan tersebut berhenti untuk melambaikan tangan pada penumpang kereta.

Menaiki kereta ini seperti merasakan kereta pada pertama kali baru masuk pada transportasi dunia. Kini kereta tersebut memulai tur yang diperkenalkan di Alishan Forest Railway.

Jalur kereta tersebut sepanjang 7,14 km menuju pegunungan Alishan dengan jaringan rel yang sempit. Kereta yang masih mengular ini selesai pembangunan jalurnya tahun 1912 di masa pendudukan Jepang.

Alishan Forest Railway

Dulunya sebelum menjadi kereta wisata seperti saat ini, kereta tersebut mengangkut pohon cypress yang terancam punah di hutan Alishan, Taiwan. Untungnya setelah penebangan dilarang, kereta ini akhirnya menjadi satu-satunya kereta penumpang yang naik ke gunung.

Alishan Forest Railway sendiri menawarkan pemandangan alam yang beragam. Sebab kereta itu berjalan diantara kota Chiayi di ketinggian 30 meter ke Chunshan di 2451 meter dan menjadi stasiun tertinggi di Taiwan.

Alishan Forest Railway sendiri merupakan perkeretaapian gunung dengan ukuruan sempit tertinggi di asia yang melebihi ketinggian dari Kereta Dajeeling Himalayan yang terkenal dengan stasiun di ketinggian 100 meter hingga 2200 meter. Uniknya kereta pegunungan yang satu ini masih mempertahankan seperti 100 tahun lalu dimana badan kereta menggunakan kayu padat dan masinis harus turun dari kereta untuk mengganti arah lintasan secara manual.

Baca juga: Eksistensi Peak Tram Hong Kong, Dulu dan Sekarang!

“Ini terasa lebih manusiawi, tidak seperti mesin modern yang dingin dan otomatis,” kata Liao Yuan-chiao, seorang kapten kereta Alishan.

Sebagai penggemar kereta api, Liao meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen enam tahun lalu untuk bekerja sebagai asisten kereta di Alishan Forest Railway.

“Saya suka kereta api karena saya suka kebisingan rendah dari motor kereta diesel – Anda dapat mendengar perubahan suara ketika mesin mengubah kecepatannya. Kedengarannya hidup. Untungnya, Alishan Forest Railway belum digantikan oleh kereta listrik. Ini benar-benar surgaku,” tambah Liao.

Jelang HUT PT KAI Ke-73, Promo Tiket Bertebaran Untuk Anda

PT Kereta Api Indonesia kembali memberikan tarif promo tiket untuk masyarakat yang menggunakan kereta api saat hari biasa atau weekday. Promo ini sendiri khususnya diberikan untuk hari Selasa dan Rabu dengan tema Weekday LuckyDay.

Baca juga: Ada Nomor Identitas di Tiket dan Boarding Pass Kereta? Ini Penjelasan dari PT KAI

Adanya tarif promo ini sendiri juga untuk merayakan ulang tahun PT KAI yang ke-73 yang jatuh pada 28 September 2018 mendatang. KabarPenumpang.com mendapatkan berita adanya promo ini sendiri dari laman www.kai.id dan melalui aplikasi yakni KAI Access.

Tarif promo ini sendiri berlaku untuk semua kelas kereta api yakni ekonomi, bisnis dan eksekutif pada tanggal 25-26 September 2018, 2-3 Oktober 2018 serta 9 dan 10 Oktober 2018. Diketahui PT KAI memberikan promo ini tersebar pada 29 KA di wilayah Sumatera dan Jawa.

Kereta-kereta tersebut yakni KA Taksaka, KA Argo Lawu, KA Argo Dwipangga, KA Fajar Utama Yogya, KA Senja Utama Yogya, KA Gajahwong, KA Bogowonto, KA Mataram Premium, KA Jaka Tingkir, KA Senja Utama Solo, KA Lodaya, KA Argo Jati dan KA Cirebon Ekspress. Kemudian KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, KA Argo Bromo Anggrek, KA Sembrani, KA Bangunkarta, KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Harina, KA Ciremai, KA Jayakarta Premium, KA Malioboro Ekspres, KA Sancaka dan KA Tawangjaya Premium untuk Pulau Jawa.

Sedangkan di Pulau Sumatera ada KA Sribilah, KA Sribilah Premium, dan KA Sriwijaya. Adapun nama KA yang bertarif Rp 75.000 yakni KA Cirebon Ekspres (kelas Ekonomi Premium), Sribilah (Bisnis), Sribilah Premium dan Sriwijaya (Bisnis). Tarif promo yang diberikan PT KAI sendiri berkisar dari Rp75 ribu hingga Rp125 ribu untuk kereta ekonomi.

Baca juga: Punya Boarding Pass Kereta Api? Jangan Buang dan Tukarkan Tiket Gratis dari PT KAI

Untuk kereta eksekutif sendiri berkisar dari harga Rp100 ribu hingga Rp250 ribu. Tiket promo ini sendiri sudah dapat dipesan pada hari ini, Senin (24/9/2018) dengan alokasi 50-70 kursi dan berlaku selama persediaan kursi masih tersedia.

Tak hanya itu, dari website dan aplikasi PT KAI juga memberikan diskon 10 persen untuk pembelian di boothstand pameran Pekan Raya Indonesia yang akan diselenggarakan di ICE BSD, Serpong mulai 27 September hingga 7 Oktober 2018 mendatang. Untuk pembelian tiket promo dengan diskon 10 persen tersebut pemesan hanya diperbolehkan membeli empat tiket dalam satu perjalanan atau delapan tiket pergi pulang dengan relasi yang sama.

Disinyalir Rindu Keluarga, Mahasiswa Paruh Waktu ini Coba Curi Pesawat!

Rasa rindu yang mendalam terhadap keluarga memang kerap kali dirasakan oleh para perantau, terlebih jika mereka tengah dalam masa pendidikan dimana mereka hanya bisa pulang (mungkin) setahun sekali – tentu rasa rindu tersebut akan semakin pelik.

Nah, hal inilah yang terjadi pada seorang mahasiswa penerbang berusia 22 tahun bernama Nishal Sankat. Rasa rindu yang mendalam terhadap keluargnya di Trinidad and Tobago berujung pada dirinya yang terpaksa dibekuk petugas keamanan bandara. Lho, kok bisa?

Baca Juga: Bawa Kabur Bombardier Dash 8 Q400, Nasib Ground Crew Horizon Air Berakhir Nahas

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wftv.com (20/9/2018), Nishal yang sebelumnya tengah mengemban ilmu di Florida Institute of Technology sebagai mahasiswa paruh waktu tertangkap basah oleh petugas keamanan Bandara Internasional Melbourne karena berusaha untuk membawa kabur sebuah Airbus A321, Kamis (20/9/2018).

Pada Kamis pukul 01.30 dini hari waktu setempat, Nishal yang mengendarai sebuah mobil lalu memarkirkan kendaraannya di luar terminal Bandara Internasional Melbourne. Alih-alih masuk layaknya penumpang kebanyakan, ia malah berlari menyusuri rumput dan melompat pagar bandara tersebut untuk sampai di ruang kokpit pesawat ber-livery American Airlines.

Nishal Sankat. Sumber: wftv.com

Diketahui, pesawat itu tengah dalam fase pemeliharaan rutin. Petugas keamanan bandara yang melihat Nishal langsung mencegahnya agar tidak masuk ke dalam pesawat. Melihat kejadian ini, petugas bandara langsung berusaha untuk menelepon pihak kepolisian bandara, yang diteruskan kepada Departemen Kepolisian Melbourne.

Nishal yang sempat dicegah untuk masuk ke dalam pesawat oleh dua petugas bandara tadi sempat memberikan perlawanan dan tetap berusaha untuk masuk ke dalamnya. “Petugas bandara tersebut sempat menanyakan lencana Nishal, namun ia tidak bisa menunjukkannya,” ujar salah satu pihak berwajib, Lori Booker.

Setelah diamankan di samping salah satu hanggar, Nishal lalu digelandang menuju kantor polisi guna intergorasi lebih lanjut.

Adapun dampak dari kejadian ini adalah pemberhentian sementara aktivitas di bandara selama beberapa waktu sampai situasi kembali kondusif. Guna mencari informasi lebih dalam, pemecahan petugas pun dilakukan. Ada yang memeriksa kendaraan yang dibawa oleh Nishal, dan ada juga yang memeriksa tempat kediaman Nishal.

Satu hal mengejutkan diterima pihak kepolisian yang memeriksa tempat tinggal dari Nishal yang berupa asrama. Menurut penuturan rekan sekamar Nishal, “Ia hanya ingin pulang. Itu saja,” tuturnya tanpa membongkar identitasnya. “Nishal merupakan anak yang baik,” tandasnya singkat.

Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

Beruntung, “Nishal tidak memiliki catatan kriminal apapun,” tutur salah satu petugas kepolisian yang menangani kasus ini. Kendati begitu, petugas menemukan beberapa pelanggaran dari Nishal, seperti ketidakcocokan visa, pelanggaran pidana, dan tuduhan mencuri pesawat.

Selama masa interogasi, pihak kepolisian mengatakan Nishal sangat kooperatif dan itu merupakan modal supaya proses tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Malang bagi Nishal, akibat tindakan nekatnya ini, ia terpaksa harus mendekam di Penjara Brevard County hingga pengadilan memutuskan ujung dari kasus ini.

 

Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel

Menunggu bukanlah sesuatu yang menyenangkan, hal ini terjadi pada penumpang Ryanair yang harus bersabar selama tiga jam untuk mendapatkan barang mereka di baggage carousel (ban berjalan) pada claim bagasi di Bandara Manchester, Inggris. Pasalnya maskapai Ryanair telah mendarat di Manchester sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat.

Baca juga: Per 15 Januari 2018, Ryanair Berlakukan Kebijakan Baru Untuk Tas di Dalam Kabin

KabarPenumpang.com merangkum dari laman itv.com, karena lelah menunggu, seorang penumpang bernama Daniel Mortimer secara tidak sengaja merekam petugas kargo saat mereka mengeluarkan barang ke carousel bandara. Bahkan dirinya menggunakan emoji tertawa dengan tangisan dan memberi caption “jam 5 pagi ini setelah menunggu lebih dari tiga jam untuk tas kami untuk mendatangkannya dari pesawat ke carousel. Setidaknya mereka mengurus barang-barang kami dengan baik. Terimakasih.”

Dalam video pendek tersebut terlihat petugas kargo yang melemparkan tas-tas tersebut ke carousel. Hingga akhirnya penanganan bagasi Swissport mengatakan rekaman itu sejalan dengan prosedur penananan bagasi manual. Mereka melaporkan keterlambatan bagasi penumpang Ryanair juga disebabkan kekurangan staf.

Tak hanya itu maskapai Ryanair mengatakan, alarm kebakaran berbunyi dan menyebabkan delapan penerbangan ditunda karena penmumpang yang dievakuasi perlu disaring ulang melalui keamanan. Ini memiliki efek knock-on dari beberapa penerbangan yang kembali lebih lambat dari yang dijadwalkan dan memasuki jam-jam awal di Terminal 3.

“Jadwal penerbangan terganggu pada Jumat malam di Bandara Manchester menyebabkan dampak terhadap pengembalian bagasi untuk penumpang. Kami selalu bekerja sama dengan maskapai dan mitra bandara kami untuk mengurangi dampak gangguan jadwal ini kepada penumpang tetapi kami memahami penundaan ini membuat frustrasi penumpang selama masa liburan bank yang sibuk ini,” ujar juru bicara Swissport.

Seorang juru bicara Ryanair juga menambahkan, menyusul evakukasi alarm kebakaran gedung terminal di Bandara Manchester malam, 24 Agustus 2018, delapan penerbangan ditunda karena kebutuhan untuk menyaring ulang penumpang melalui keamanan. Ini bukan saja membuat menunggu tetapi penumpang frustasi.

“Ini membentang sumber daya staf larut malam dari perusahaan penanganan Swissport dan menyebabkan penundaan lebih lanjut dalam pengiriman bagasi ke aula kedatangan ketika penerbangan yang tertunda ini kembali ke Manchester. MAG dan Swissport saat ini sedang menyelidiki masalah kepegawaian ini dan kami sedang menunggu laporan Swissport untuk memastikan bahwa itu tidak terulang kembali. Kami meminta maaf dengan tulus kepada penumpang yang merasa terganggu dengan pengiriman bagasi yang tertunda ini yang disebabkan oleh alarm kebakaran atau evakuasi gedung terminal tadi malam,” ujar juru bicara Ryanair.

Baca juga: Klasik, Ini Dia Rentetan Alasan Delay di Dunia Penerbangan

Bandara Manchester juga meminta maaf atas keterlambatan itu, juru bicara mereka mengatakan: “Kami sadar bahwa beberapa penumpang mengalami waktu tunggu yang lama untuk menerima bagasi mereka pada malam hari.

“Kami telah melakukan kontak dengan Swissport, agen penanganan bertanggung jawab, dan kami akan melakukan penyelidikan penuh. Kami ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada penumpang. “