Empat Aplikasi Maps di Android Ini Bisa Beroperasi Tanpa Koneksi Internet!

Kehadiran fitur GPS (Global Positioning System) di smartphone berbasis Android belakangan ini sudah menjelma menjadi sebuah keharusan. Kemampuannya untuk menunjukkan peta lokasi, mengarahkan pada titik yang sudah ditentukan sebelumnya, hingga mengecek kemacetan secara real-time menjadi fitur-fitur andalan yang ditawarkan oleh pihak pengembang.

Baca Juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

Dibarengi dengan koneksi internet yang mumpuni, Anda dapat dengan mudah bepergian tanpa harus takut tersasar walaupun di tempat yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya. Namun apa jadinya jika koneksi internet Anda mengalami gangguan? Masih bisakah Anda membuka aplikasi GPS ini? Berikut KabarPenumpang.com paparkan empat aplikasi GPS yang dapat berfungsi tanpa membutuhkan koneksi internet (offline), dikutip dari laman makeuseof.com. Sebagai catatan, aplikasi GPS di bawah ini hanya bisa diakses melalui ponsel berbasis Android.

Google Maps

Sumber: istimewa

Aplikasi yang biasanya sudah otomatis ter-install ketika Anda membeli sebuah ponsel baru ini ternyata memiliki fitur offline maps. Cara menggunakannya adalah pastikan Anda terhubung dengan koneksi internet (lakukan ini sebelum Anda bepergian), masuk ke aplikasi Google Maps, pilih garis tiga yang ada di kolom ‘Search Here’, lalu pilih ‘Offline Maps’. Setelah itu, silakan Anda pilih daerah mana yang sekiranya hendak Anda tuju, lalu download. Dengan begitu, Anda tetap bisa menggunakan aplikasi Google Maps walaupun tanpa koneksi internet.

MapFactor GPS Navigation Maps

Sumber: youtube

Aplikasi hasil kolabirasi OSM & TomTom ini dapat Anda unduh secara gratis di Google Play Store. Ketika mulai menggunakan aplikasi ini, Anda diminta untuk mengunduh terlebih dahulu lokasi yang ingin Anda tuju (dibagi berdasarkan negara). Ketika unduhan sudah selesai, maka Anda dapat menggunakan aplikasi ini walau dalam keadaan offline. Ingat, pastikan Anda men-download peta lokasi sebelum bepergian dan ketika masih terhubung dengan koneksi internet ya!

GPS Navigation and Maps Sygic

Sumber: istimewa

Cara kerja dari aplikasi ini hampir sama dengan MapFactor GPS Navigation Maps, namun yang membedakan adalah kualitas gambar yang dihasilkan dan aplikasi yang dirilis oleh TomTom ini memiliki fitur khusus untuk para pengemudi kendaraan bermotor dan pejalan kaki. Selain itu, Anda juga bisa membagikan rute perjalanan yang sebelumnya ditempuh kepada teman-teman Anda.

Baca Juga: Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya!

CoPilot GPS Sat-Nav Navigation

Sumber: youtube

Ini merupakan aplikasi berbayar yang memberikan free trial selama satu minggu (termasuk tampilan 3D pada peta). Lepas dari masa free trial, Anda akan menikmati peta dalam tampilan 2D. Adapun kelebihan dari aplikasi yang menyajikan peta lokasi secara offline ini adalah tiga opsi yang dapat Anda pilih setelah menentukan titik yang hendak dituju. Sama seperti tiga aplikasi di atas, Anda harus mengunduh terlebih dahulu lokasi yang sekiranya hendak Anda tuju sebelum dapat menikmati fitur-fitur di dalamnya dalam kondisi offline.

Jurus Selamat Bersepeda di Kota-Kota Besar, Waspada Walau Tidak Ngebut!

Bersepeda memang menyenangkan, apalagi kalau sudah bareng-bareng sama teman tentu kesenangannya ini akan naik berlipat ganda. Nah, tidak hanya untuk touring ke daerah-daerah saja, tidak sedikit warga Ibukota yang menggunakan sepeda untuk pergi ke tempatnya bekerja – dengan berbagai latar belakang yang mendasari niatnya bersepeda.

Baca Juga: CatEyeSYNC, Solusi Bagi Anda yang Gemar Bersepeda di Malam Hari

Tidak bisa dipungkiri, selain menyehatkan tubuh, dengan bersepeda kita juga telah berpartisipasi langsung dalam hal memerangi polusi udara. Tapi, ada beberapa poin dasar nih yang harus diperhatikan ketika bersepeda. Berikut KabarPenumpang.com himpun 5 tips aman bersepeda, dikutip dari laman bicyclingaustralia.com.au.

Tetap Terlihat
Kehadiran beragam lampu di sepeda Anda akan memegang peranan penting ketika Anda bersepeda pada malam hari. Untuk poin ini, Anda bisa menambahkan rear lights untuk memberikan tanda kepada pengguna jalan yang berada di belakang Anda. Sedangkan untuk bagian depan, Anda bisa menggunakan front light yang juga berperan sebagai sumber penerangan Anda di malam hari.

Kenakan Baju Cerah
Selain dapat meminimalisir panas ketika siang hari (baju hitam dipercaya lebih cepat menyerap panas), dengan menggunakan pakaian berwarna cerah juga dapat membantu para pengguna jalan lain untuk menyadari kehadiran Anda sebagai pesepeda di depannya.

Tetap Berhati-Hati
Selain harus tetap berhati-hati pada kendaraan lain, Anda juga harus awas terhadap jalan yang hendak Anda lewati. Ketika Anda terpaksa melintasi jalanan yang terkenal rawan, ada baiknya Anda harus meningkatkan kepekaan terhadap sekitar guna menghindari tindak kejahatan yang tidak diinginkan.

Bagi Anda yang suka bersepeda sembari memakai earphone, pastikan volume berada di level yang sewajarnya – tidak terlalu kencang. Ini akan membantu indera pendengaran Anda lebih awas terhadap sekitar. Selain itu, jangan lupa kenakan helm, alat pengaman lainnya untuk melindungi perjalanan Anda, dan mengatur kecepatan sehingga tidak terlalu ngebut.

Awas Pintu!
Bermasalah dengan pintu kendaraan yang sering dibuka secara tiba-tiba memang sangat menyebalkan bagi para pesepeda. Bayangkan Anda yang tengah bersepeda santai terpaksa harus banting stir karena ada pengemudi mobil yang membuka pintunya secara tiba-tiba – tentu ini akan membahayakan kedua belah pihak! Untuk menghindarinya, Anda bisa mengurangi kecepatan ketika melintasi tempat parkir di pinggir jalan dan sedikit menjauhinya. Di sini, Anda harus mengerahkan fokus sedikit lebih tinggi daripada ketika berjalan di tempat yang relatif sepi.

Baca Juga: Lima Poin ini Siap Ubah Persepsi dan Jadikan Anda Seorang Komuter Sepeda!

Ride Smart!
Khusus untuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan lain-lain ada baiknya Anda menghindari peak hours ketika hendak bersepeda. Ini ditujukan agar Anda tidak terjebak macet dengan ratusan pengguna jalan lainnya. Anda bisa start lebih pagi dan pulang sedikit lebih larut agar tidak terjebak macet.

 

Helm Feher, Hadirkan Pendingin Udara Bagi Para Bikers

Helm dengan pendingin udara baru saja diluncurkan Steven Feher bagi pengguna sepeda motor atau bikers. Teknologi pendingin yang digunakan pada helm ini sama dengan yang digunakan untuk mendinginkan jok pengemudi mobil.

Baca juga: Rolls-Royce Rilis Intelligent Awareness, Bantu Pelaut Tingkatkan Kesadaran Situasional

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (25/8/2018), helm Feher ini diklaim bisa menjaga kepala pengemudi 10-15 derajat lebih dingin di banding cuaca luar. Mendinginkan kepala sebenarnya salah satu cara terbaik untuk menyegarkan diri di hari yang panas, apalagi para bikers tahu betul bagaimana kondisi saat cuaca panas dan menghasilkan keringat saat mengendarai motor mereka.

Steven Feher CEO dan Founder Feher Research mengatakan saat dulu dirinya tengah mengendarai motor pernah merasakan panas dan meletakkan celana pendek cadangan yang dibawanya dileher setelah dicelupkan ke dalam air untuk menghilangkan panas dari teriknya cuaca. Karena hal ini, dirinya kemudian berpikir untuk membuat teknologi bagi para riders dan memulai membuka perusahaan helm.

Feher diketahui menemukan pendingin udara mini yang digunakan untuk mendinginkan kursi mobil Rolls-Royce, Bentley, Ferrari, Lexus dan GM. Kemudian pendingin tersebut diletakkan Feher di bagian belakang helm buatannya untuk mendinginkan kepala.

Dia mengatakan, pendingin ini sama dengan sistem AC mobil dan bekerja lebih baik serta mencegah udara dingin keluar dari helm dengan sebuah penutup kaca. Sebuah pompa thermoelectric kecil juga terpasang di bagian belakang helm untuk membantu menghilangkan kelembapan udara.

Helm ini sendiri dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pengguna dan membuat mereka sakit kepala karena dingin. Pada udara dingin juga membantu mengeringkan udara di dalam helm dan memberi efek demisting potensial yang membuat tutup kaca berguna.

Feher mengklaim sebagai cahaya 1450 g (3,2 lbs) untuk seluruh tutupnya. Itu sama ringannya dengan serat karbon AGV SportModular.

Baca juga: Tips Ini Bisa Bantu Hilangkan Udara Panas Dalam Kabin Mobil

Bagian dari bagaimana Feher menyimpan cahaya tutupnya adalah dengan membongkar muatan baterai ke baterai 12 volt di sepeda. Helm dilengkapi dengan tali keriting dan kabel harness untuk dipasang langsung ke baterai sepeda.

Daya imbang sistem AC tidak signifikan, sehingga helm akan membutuhkan baterai yang cukup besar untuk mempertahankannya sepanjang hari. Helm Feher ACH-1 ini akan hadir dariukuran XS hingga 2XL dan di banderol dengan harga US$549 atau setara dengan Rp8 juta.

Canggih, Mercedes Benz Marco Polo Campervan Dilengkapi Voice Recognition!

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya jika Anda mengendalikan kendaraan pribadi hanya dengan menggunakan remote atau gadget? Ya, bagi Anda yang gemar menyaksikan film bergenre action, mungkin scene seperti ini pernah Anda saksikan, bukan? Nah bagi Anda yang ingin memiliki kendaraan semacam ini, bukan lagi hanya sebatas mimpi, karena Mercedes menghadirkan sebuah kendaraan yang bisa dipersonalisasi dengan menggunakan gadget Anda! Keren, bukan?

Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter Vansports Camper, Van Lengkap Dengan Ruang yang Besar

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/8/2018), adalah Mercedes Benz Marco Polo Campervan didasarkan pada model populer V-Class serta adanya penambahan kursi ataupun kasur untuk empat orang. Salah satu keunikan dari kendaraan bertipe van ini adalah eksistensi dari tempat tidur yang tersimpan di atap yang dapat dikendalikan secara elektrik (melalui gadget) dengan menggunakan modul Mercedes-Benz Advanced Control (MBAC).
Pop-up tersebut terbuat dari plastik yang diperkuat dengan serat karbon. Mercedes Benz Marco Polo Campervan ini dilengkapi dengan semua perabotan layaknya apartemen mewah dengan balutan trim piano black hingga pencahayaan LED, yang membuat suasana di dalam semakin terkesan mewah nan hangat.
Selain itu, Mercedes Benz Marco Polo Campervan juga dilengkapi dengan sebuah meja besar dan satu set meja dengan empat kursi yang dapat dilipat datar dan tersimpan rapi di dalam kompartemen jika tidak digunakan.
Anda lelah? Cukup tekan tombol pintar di gadget Anda dan bangku belakang akan bertransformasi menjadi sebuah double bed.
Layaknya V-Class standar, campervan versi Marco Polo ini didukung oleh mesin empat-silinder 2,1 liter turbodiesel. Tersedia dengan kapasitas 136, 163 atau 190 HorsePower. Tenaga dikirim ke roda depan melalui transmisi otomatis.
Selain menggunakan tombol tadi, teknologi voice recognition juga tersematkan pada kendaraan ini. Cukup mengatakan “Hai Mercedes”, maka teknologi voice recognition ini akan aktif dan siap menerima semua perintah yang sudah dipersonalisasi sebelumnya. Contoh sederhananya adalah ketika Anda mengatakan, “Saya ingin rileks”, maka bangku belakang akan berubah menjadi sebuah ranjang, dan seterusnya. Keren, bukan?

 

Naik Kelas, Kartu Multi Trip Siap Berevolusi Jadi E-Money

Dalam beberapa waktu lagi, para pengguna Kartu Multi Trip (KMT) dapat merasakan keuntungan tambahan, yaitu dapat berfungsi sebagai alat tukar elektronik (e-money). Untuk dapat mewujudkan rencana ini, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) harus terlebih dahulu mengantongi ijin dari Bank Indonesia (BI) lantaran statusnya yang beroperasi secara tertutup. Dengan bertambahnya fungsi dari KMT ini, maka para pengguna bisa membayar tol hingga melakukan pembayaran di beragam toko ritel.

Baca Juga: PT KCI Hadirkan Mesin Penyelaras Tarif dan Penetapan Saldo Minimum Baru Untuk Kartu Multi Trip

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.comdari berbagai laman sumber, VP Corporate Communication PT KCI, Eva Chairunisa mengatakan bahwa saat ini jumlah KMT yang beredar di masyarakat mencapai angka 1,5 juta kartu. Tingginya penggunaan KMT ini mendorong PT KCI untuk terus menambah fitur di dalamnya, yaitu menjadi e-money.

“Jadi memang untuk KMT saat ini yang beredar sudah mencapai 1,5 juta kartu. Karena ada juga pengguna yang mengumpulkan seri-seri khusus. Ke depanya kita akan kembangkan KMT menjadi kartu uang elektronik,” tuturnya, dikutip dari laman Liputan6.com(17/8/2018). “Sekarang prosesnya kami sedang melakukan pengurusan untuk mendapatkan perizinan terkait uang elektronik tersebut. Targetnya mudah-mudahan akhir tahun ini bisa selesai,” tandasnya.

Tidak hanya dapat digunakan untuk membayar tol dan berbelanja di beragam toko ritel, namun dengan ‘naik kelasnya’ KMT PT KCI menjadi e-money, itu menandakan KMT dapat terintegrasi dengan antarmoda lainnya seperti MRT Jakarta, LRT Jabodetabek, hingga TransJakarta.

Beberapa waktu yang lalu, lanjut Eva, PT KCI telah memperbarui sistem yang memungkinkan integrasi antar moda transportasi.

Baca Juga: Tak Hanya Hadirkan KMT Khusus, Inilah Rute KRL dan TransJakarta Untuk Pengunjung Asian Games 2018

Jika ditelaah lebih jauh, koordinasi yang dilakukan oleh PT KCI dan BI ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk semakin menyebarluaskan dan menjangkau ‘pasar baru’ dalam program cashless society yang belakangan ini tengah digalakkan oleh Pemerintah Pusat.

Sebagai informasi tambahan, hingga saat ini, pengguna KMT dan Tiket Harian Berjaminan (THB) merupakan pengguna terbesar, yakni 80 persen. Sedangkan 20 persen sisanya adalah pengguna kartu berbayar yang dikeluarkan oleh beragam bank.

Bingung Pilih Earphone atau Headphone? Pilih Earbud UE Dong!

Bagi Anda yang memiliki ketertarikan sendiri terhadap dunia musik, mungkin Anda akan sedikit rewel ketika tengah dihadapkan pada pilihan earphone atau headphone. Kualitas suara yang dihasilkan, keseimbangan antara bass dan treble, hingga bentuknya menjadi tiga pertimbangan penting yang tidak luput dari perhatian para calon pembeli – walaupun pada akhirnya, semua kembali pada selera masing-masing pengguna.

Baca Juga: Smartsealz, Headset Berteknologi Augmented Reality, Sanggup Bantu Tugas Pilot!

Namun, tahukah Anda bahwa headphone memiliki risiko merusak sistem pendengaran lebih kecil ketimbang earphone? Ya, hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Brastho Bramantyo Sp THT-KL (K), Divisi Neurotologi THT Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam sebuah pernyataan. “Itu lebih aman daripada yang menggunakan earphone,” ungkap Dr. Brastho.

Penjelasannya cukup sederhana – bentuk speaker earphone yang notabene lebih kecil daripada headphone ternyata dipaksa mengeluarkan intensitas suara yang hampir sama besarnya dengan headphone. Secara tidak disadari, ini akan berdampak pada sistem pendengaran kita cepat atau lambat.

Nah, lantas bagaimana dengan earbud? Secara kasat mata, earbud memiliki bentuk yang hampir mirip dengan earphone, namun kebanyakan earbud tidak menggunakan kabel (wireless) dan menggunakan bluetooth. Jika Anda menggunakan earbud ketika tengah mengudara, mungkin suara-suara lain seperti suara mesin dan penumpang lain akan tetap terdengar oleh Anda.

Tapi, jangan salah. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman forbes.com (17/8/2018), adalah Ultimate Ears Customs (UE) yang mendesain earbud sedemikian rupa sehingga Anda dapat mendengarkan musik favorit Anda dengan kualitas suara ciamik walaupun Anda tengah berada di kabin pesawat. “Bisa dibilang, ini akan menjadi earphone terbaik yang pernah Anda masukkan ke dalam telinga. Earbud ini akan memberikan kenyamanan lebih dan suara superlatif dan tidak akan pernah jatuh dari telinga Anda,” tutur General Manager dari UE, Jonah Staw.

Baca Juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

“Dengan disematkannya sistem peredam bising, hampir dapat dipastikan telinga Anda akan terisolasi 26 desibel dari gangguan dunia luar,” tandas Jonah. Tidak muluk-muluk, dengan pengalaman selama kurang lebih 25 tahun di dunia earphone, UE terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkannya ini.

Jadi untuk urusan penggunaan earphone atau earbud yang akan mengganggu sistem pendengaran, nampaknya hal tersebut sudah sangat dipertimbangkan oleh perusahaan dan mereka menjamin bahwa penggunaan earbud UE ini aman – selama memperhatikan batas volume maksimal yang disarankan.

Punya Panjang Rel 12 Km, Inilah Miniatur Jaringan Kereta Api Terbesar di Dunia!

Tidak ada tolak ukur yang sahih memang untuk mengukur ‘kegilaan’ dan rasa cinta seseorang terhadap sesuatu. Inilah yang terjadi pada kembar Frederik dan Gerrit Braun, dimana kedua pria asal Jerman ini berhasil mencatatkan namanya di Guinness World Record berkat miniatur jaringan kereta api terbesar di dunia buatannya. Tidak tanggung-tanggung, si kembar membuat lintasan kereta api sepanjang 12 km meliuk dengan indahnya di dalam sebuah gedung tua berlantai tiga.

Baca Juga: Pengabdian 50 Tahun Gage Park Mini-Train, Miniatur Kereta di Topeka, Kansas

Semua kegilaan yang mereka ciptakan ini berawal dari sebuah impian masa kecil, dimana si kembar ingin menciptakan miniatur kereta api terbesar di dunia. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pembangunan Miniatur Wunderland (Bahasa Jerman untuk Miniature Wonderland) dimulai pada Desember 2000.

Di sini, Frederik dan Gerrit membangun Knuffingen (sebuah kota fiktif), Central Hamburg, dan Austria sebagai awalan dari miniatur jaringan kereta terbesar di dunia tersebut.

Sumber: mobgenic.com

Kurang dari satu tahun berselang, tepatnya pada Agustus 2001, si kembar berhasil menyelesaikan first section dari miniatur ini. Semua bagian di dalam miniatur ini dibangun dengan menggunakan H0 scale, sebuah skala paling terkenal di dunia miniatur perkeretaapian yang mengambil perbandingan 1:87. Dalam pembangunannya, Frederik dan Gerrit dibantu oleh kurang lebih sebanyak 185 staf dengan keahliannya masing-masing.

Jaringan kereta api buatan ini terus mengalami perkembangan setiap waktunya dan menambahkan beberapa kota lain di dalamnya, seperti Amerika, Negara Skandinavia, Swiss – hingga yang paling fantastis adalah replika dari Bandara Hamburg dan Italia. Hingga kini, miniatur jaringan kereta api tersebut telah menduduki area seluas 1.150 meter persegi!

Semua miniatur ini dibuat dengan sangat teliti sehingga detail yang dihasilkan pun bisa dibilang sangat mirip dengan aslinya. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Miniatur Wunderland yang berada di Speicherstadt, Hamburg ini, maka Anda akan dimanjakan dengan eksistensi dari 1.040 rangkaian kereta (kurang lebih 9.250 gerbong), lebih dari 100.000 kendaraan yang bergerak (mulai dari kereta hingga mobil), 385.000 lampu LED yang bisa menyala ketika hari sudah mulai malam, hingga 130.000 pohon imitasi.

Baca Juga: Kakek ini Pajang 1.500 Koleksi Miniatur Pesawatnya di Bandara Shannon, Irlandia

Dengan menghabiskan dana lebih dari 21 juta euro atau yang setara dengan Rp355,6 miliar, kedua kakak beradik ini berhasil menorehkan sejarah sekaligus mewujudkan impian kecil mereka.

 

Ride Sharing Masa Depan Bakal Seperti Layanan dalam Penerbangan

Apa jadinya jika mobil dan layanan ride sharing dimasa depan menghadirkan layanan seperti dalam penerbangan? Tentunya ini akan memudahkan penumpang atau pengguna untuk mendapatkan sesuatu selama perjalanan mereka baik hiburan maupun kenyamanan.

Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

Hal ini kemudian dilakukan Cargo dan Vendy yang bekerja sama layanan ride sharing dengan menghadirkan produk cemilan hingga earbud di dalam mobil yang bisa di pesan ketika penumpang berada di dalamnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman mashable.com (19/8/2018), Cargo telah bermitra dengan Uber untuk layanan penjualan dalam ride sharingnya, sama seperti Grab yang beberapa waktu lalu juga bermitra dengan Cargo yang menghadirkan layanan penjualan seperti yang Uber lakukan.

Awal bulan Agustus 2018, Amazone meluncurkan perangkat pengembang untuk Alexa yang terhubung langsung ke sistem infotaiment mobil sehingga perangkat Amazon Echo bisa ada di dalam kendaraan.

“Kita lebih banyak menghabiskan waktu di dalam mobil, kita makan untuk kenyamanan, hiburan dan produktivitas. Perjalanan mobil menjadi pengalaman bukan hanya sarana mencapai suatu tempat,” ujar Pendiri Cargo, Jeff Cripe.

Cripe juga mengatakan perjalanan menggunakan mobil dengan layanan lainnya akan diminati dan melihat mobil bukan lagi sebagai mobil melainkan sebagai tempat untuk menyelesaikan pekerjaan, tidur sejenak hingga menonton serial televisi terbaru. Ini seperti mendapatkan pengalaman dalam penerbangan yang mendapatkan hiburan, koneksi internet, makanan, bantal selimut dan lainnya hanya saja berada di dalam sebuah mobil.

Tak hanya dengan Grab dan Uber, awal tahun ini, ternyata Cargo juga bermitra dengan Snapchat dengan menawarkan lensa Snapchat unik di dalam box penjualannya selain Red Bull dan RXBAR. Adanya kemitraan ini, menunjukkan ponsel dan mobil ride sharing dapat dengan cepat mendapat promosi hingga iklan.

CEO Vendy, Salomon Horowitz yang berasal dari Lyft mengatakan, dirinya melihat layanan ride sharing tengah naik daun sehingga membuka peluang ecommerce, iklan hingga penjualan dengan box di dalamnya.

“Kami menghabiskan lebih banyak waktu di mobil dan kami harus mengandalkan mobil itu sendiri,” jelas Horowitz.

Cripe sendiri menambahkan, mobil kini bisa digunakan sebagai platform iklan besar-besaran, tetapi dengan menaiki mobil juga memberikan orang untuk melakukan tugas lain seperti bekerja dan membaca email. Atau bahkan mobil menjadi ruang untuk memberi tahu asisten digital untuk menyelesaikan berbagai hal.

Shell dan General Motors baru-baru ini juga mengumumkan kemitraan untuk membayar bahan bakar kendaraan langsung dari Chevy, Buicks, GMC dan layar infotainment Cadillac yang terpasang di dashboard mobil. Kode tiga digit pada layar akan mengaktifkan pompa tertentu dan kemudian pengguna mobil dapat mulai mengisi.

Baca juga: Podcars, Ide Kendaraan Masa Depan Yang Diambil dari Imajinasi Masa Lalu

Pembayarannya pun melalui aplikasi dimana sudah ada data terkait kartu kredit yang dimiliki penguna. Karena mobil diproduksi untuk realitas yang lebih terhubung, membayar apa saja dan segalanya bisa terjadi tanpa mengeluarkan dompet Anda bahkan tak perlu lagi keluar dari tempat duduk.

Kedepannya mobil telah menjadi dan akan terus berubah menjadi, ruang di mana Anda dapat bersantai, berbelanja, mengirim beberapa email, menonton TV hingga apa pun selain berkendara.

Inilah Destinasi Favorit Pilihan Garuda Indonesia Untuk Rute Domestik dan Internasional

Tak perlu ditanyakan lagi, Pulau Dewata selalu menjadi salah satu destinasi incaran para pelancong baik domestik maupun internasional. Ini terbukti dari Garuda Indonesia yang mendapatkan bahwa pelancong ke Bali memiliki presentase terbesar dibandingkan kota lainnya.

Baca juga: Jangan Terlewat! Garuda Online Travel Fair Fase Dua Mulai 24 Agustus 2018

Meski begitu, maskapai plat merah ini juga memiliki rute-rute destinasi yang cukup menarik untuk dikunjungi di domestik maupun internasional. Ini bisa terlihat dari beberapa kota di Indonesia dan negara yang dipilih pelanggan untuk menjadi favorit mereka.

Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati mengatakan pada Garuda Online Travel Fair (GOTF) fase 2, untuk domestik Bali menempati urutan pertama dengan kunjungan pelancong sebesar 80 persen baik itu dari domestik maupun internasional. Sedangkan untuk Medan dan Surabaya di pilih sebanyak 70 persen oleh pelancong.

Bahkan dengan adanya GOTF yang sudah berlangsung sejak 2016 lalu, Bali tetap menjadi favorit utama pelancong domestik dan internasional. Meski begitu tiap tahun selalu ada saja yang menarik dan kota berbeda yang dipilih pelancong selain Pulau Dewata.

Seperti tahun 2017 kemarin Surabaya, Medan, Makassar, Padang, Yogyakarta, Semarang dan Palembang menjadi rute favorit pelancong untuk liburan panjang. Sedangkan pada GOTF fase ketiga yang berlangsung pada November 2017 lalu kota Belitung, Yogyakarta, Labuan Bajo, Sorong, Manado dan tak ketinggalan yakni Pulau Dewata menjadi pilihan.

Kemudahan dengan adanya GOTF ternyata tak hanya dimanfaatkan pelancong untuk menikmati negeri sendiri, tetapi banyak juga yang memilih untuk melakukan perjalanan ke mancanegara. Hal tersebut terbukti dengan adanya pilihan rute penerbangan tujuan Jepang, Australia dan Amsterdam diatas 80 persen.

Baca juga: Papua Barat Rencanakan Bangun Bandara Besar di Misool, Raja Ampat

Bahkan di fase 1 GOTF 2018, Korea, Singapura dan Hong Kong menjadi pilihan yang juga banyak diminati pelancong domestik. Meski begitu, peminat untuk ke negara-negara Asia  seperti Thailand, Malaysia, India dan lainnya juga tak kalah saing.

Untuk GOTF fase 2 tahun 2018 kali ini, rute domestik pilihan pelanggan Garuda ialah Bali, Yogyakarta, Medan, Malang, Sorong dan Tanjung Pinang. Nina menambahkan, pada fase 2 ini, Sorong menjadi yang diminati pelanggan Garuda dikarenakan Raja Ampat menjadi salah satu destinasi tujuan liburan yang sedang booming di masyarakat.

Antisipasi Lari Maraton Asian Games 2018, Daop 1 Jakarta Rekayasa Pola Operasi Pemberangkatan Kereta Api

0

Perhelatan Asian Games 2018 yang akan memasuki hari ke-8 dan 9 pada 25-26 Agustus 2018, akan mempertandingkan cabang olahraga lari maraton. Khusus cabor lari maraton ini, beberapa ruas jalan di Jakarta akan dijadikan rute lomba, diantaranya GBK Senayan-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat–Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada-Jalan Hayam Wuruk.

Baca juga: 7 Aplikasi Ini Tunjang Pengalaman Anda Selama Asian Games 2018, Yuk Download!

Guna mendukung kelancaraan pelaksanaan lomba ini, ruas jalan tersebut akan ditutup dan akan dilakukan rekayasa lalu lintas di sekitar rute lomba maraton. Stasiun Gambir yang terletak di kawasan Jalan Merdeka Barat diprediksi akan terimbas kemacetan akibat pengalihan lalu lintas penyelenggaraan Maraton Asian Games 2018 ini.

Jadwal peralihan kereta selama Asian Games 25-26 Agustus 2018

Guna mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi di sekitar Stasiun Gambir dikarenakan pengalihan lalu lintas, dan kemungkinan terjadi hambatan pada perjalanan calon penumpang KA menuju Stasiun Gambir, maka PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan rekayasa pola operasi KA pada Sabtu dan Minggu (25-26 Agustus).

Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini akan diberlakukan pada 15 KA yang berangkat dari Stasiun Gambir pada hari Sabtu dan Minggu (25-26 Agustus) dimana ke-15 KA itu akan Berhenti Luar Biasa (BLB) atau berhenti untuk proses naik penumpang di Stasiun Jatinegara. Operasi rekayasa lalu lintas KA ini berlaku mulai keberangkatan KA 11882 (Argo Parahyangan) yang jadwal berangkatnya pukul 04.20 sampai dengan KA 24 (Argo Parahyangan) keberangkatan pukul 10.30.

“Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari Sabtu dan Minggu (25-26 Agustus) akan berhenti di Stasiun Jatinegara. Hal ini untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir, mereka bisa mencari alternatif dengan naik dari Stasiun Jatinegara,” ucap Edy Kuswoyo, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat, (24/8/2018).

Ke-15 KA tersebut tetap akan berangkat dari Gambir sesuai jadwal, namun ada penyesuaian pola operasi dimana di Stasiun Jatinegara akan berhenti guna menaikan penumpang.

“Dengan adanya rekayasa pola dengan BLB ini, PT KAI juga telah menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang disana,” tambah Edy.

Baca juga: Sisi Lain Asian Games, Ajak Warga Kurangi Polusi dan Beralih ke Transportasi Umum

Rekayasa pola operasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa kerja sama calon penumpang. Maka, PT KAI pun menghimbau agar calon penumpang dapat mengantisipasi dengan memperhitungkan waktu keberangkatan KA-nya, sehingga tidak tertinggal.

Selain itu, diingatkan kembali agar calon penumpang memastikan membawa identitas dan tiket/boarding pass yang sesuai untuk memperlancar proses pengecekan di boarding gate stasiun, baik di Gambir ataupun Jatinegara.