Jadi Baiknya Sebagai Penumpang Pesawat Duduk di Kursi Mana?

Selama ini sebagai penumpang duduk dimanapun sepertinya tak masalah baik duduk di kursi dekat jendela, lorong ataupun di tengah. Namun, ternyata sebuah perusahaan riset CivicScience menemukan bahwa setiap penumpang memiliki ruang pribadinya sendiri di dalam kabin.

Baca juga: Gunakan Sepatu Hak Tinggi, Wanita Paruh Baya Lakukan Gerakan Yoga di Kursi Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman iol.co.za (30/10/2018), laporan yang didapatkan sebanyak 78 persen orang dewasa di Amerika Serikat setuju jika kursi di dekat jendela memiliki kontrol untuk keteduhan penumpang lainnya. Sedangkan 21 persen yang disurvei mengatakan kursi tengah memiliki hak untuk kedua lengan penumpang yang duduk di kursi tersebut dan 53 persen lainnya mengatakan tidak.

Ya, paling menarik dibahas adalah 21 persen yang berpikir kursi tengah memiliki hak untuk kedua tangan dan penjawabnya mayoritas laki-laki. Duduk di kursi tengah aturannya adalah berbagi sandaran tangan dan umumnya pengguna kursi tengah yang lebih minoritas menggunakannya.

Sebab bila duduk di kursi dekat lorong atau dekat jendela baiknya saat meletakkan tangan lihat dan berhati-hati saat memindahkan siku. Jawn Murray mengatakan, dimanapun penumpang duduk itu adalah milik sebaris itu dan tidak dapat menyimpan apapun di salah satu bagian selain tempat Anda.

“Jaket bisa diletakkan di bawah kaki penumpang dan tidak bijaksana jika mengisi ruang kompartemen yang terbatas dengan mantel tebal saat orang lain mencoba meletakkan tas mereka di situ. Ini juga berlaku pada sandaran tangan,” jelasnya.

Ruang kursi merupakan hak Anda dan bisa dikatakan ruang bersama. Memundurkan sandaran pun harus melihat orang yang duduk di belakang Anda dan mengucapkan permisi atau meminta izin adalah salah satu yang tepat.

Baca juga: Ponsel Terjatuh di Sela Kursi Pesawat, Sebaiknya Minta Awak Kabin untuk Mengambilnya!

Selain itu ruang kursi di hadapan penumpang adalah milik Anda dan dalam batas yang pas. Jika seorang penumpang membawa tas jinjing yang cukup besar dan melewati batas atau sampai ke tempat penumpang sebelah, baiknya berbicara terlebih dahulu sebelum tas itu menganggu penumpang lain.

Lain lagi dengan penumpang yang duduk di dekat jendela, Anda bisa menggunakan dan menguasai jendela itu untuk menikmati pemandangan dari dalam kabin pesawat. Namun jangan lupa saat matahari cukup cerah dan membuat penumpang lain silau pertimbangkan untuk menutupnya sedikit.

Terkendala Masalah Hydraulic, Maskapai Fly Jamaica Terpaksa Return to Base

Setidaknya enam penumpang mengalami cidera setelah armada Boeing 757 yang digunakan oleh maskapai Fly Jamaica melakukan pendaratan darurat pada Jumat (9/11/2018) kemarin. Pesawat tersebut dijadwalkan untuk melakukan penerbangan menuju Toronto, namun karena mengalami masalah pada bagian mesinnya, akhirnya sang pilot meminta ijin untuk melakukan Return to Base (RTB) di Guyana.

Baca Juga: Pilot Lupa Aktifkan Pengatur Tekanan Kabin, Jet Airways Terpaksa Return to Base

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, enam penumpang yang mengalami cidera tadi merupakan warga negara Kanada. Mereka mengalami cidera ketika pesawat dengan nomor penerbangan OJ256 ini melakukan RTB dan tergelincir di landas pacu Cheddi Jagan International Airport, Guyana.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa penerbangan Fly Jamaica dengan nomor penerbangan OJ256 yang dijadwalkan terbang menuju Toronto telah kembali ke Georgetown dikarenakan masalah teknis dan mengalami kecelakaan saat mendarat,” tulis pihak maskapai dalam sebuah pernyataan tertulis.

Dalam kesempatan yang terpisah, salah seorang pejabat dari pihak maskapai mengatakan bahwa ada dua orang dari 128 penumpang yang dilarikan ke rumah sakit pasca pendaratan darurat tersebut – sebagai langkah pencegahan. Namun pihak Global Affairs beranggapan bahwa para penumpnag berkebangsaan Kanada tersebut diyakini tidak mengalami luka.

“Mereka telah di X-Ray, dan kini kami masih melakukan tindakan medis lebih lanjut,”

Para penumpang ini dilarikan Georgetown Public Hospital karena Diamond Diagnostic Hospital tidak bisa menampung semua korban tersebut.

Menteri Infrastruktur Publik, David Patterson mengatakan bahwa pesawat Fly Jamaica dengan nomor penerbangan OJ256 dijadwalkan untuk bertolak dari Georgetown, Guyana menuju Toronto pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Pada awalnya, semua berjalan lancar – namun 20 menit setelah pesawat mengudara, sang pilot mengumumkan bahwa pesawat mengalami masalah pada bagian hydraulic dan meminta ijin kepada Cheddi Jagan International Airport untuk melakukan RTB.

Baca Juga: Dianggap Pilot “Terlalu Besar,” Embraer 175 United Airlines “Return To Base” di Tengah Perjalanan Menuju Chattanooga

David menambahkan, pesawat nahas ini berisikan 120 penumpang – dua diantaranya adalah balita, dan delapan awak penerbang. Hingga kini, belum dapat dipastikan berapa jumlah korban luka akibat insiden ini.

Selain mengalami masalah pada bagian hydraulic, pesawat rilisan Boeing ini juga ternyata mengalami masalah pada sistem pengereman – berimbas pada pesawat yang tergelincir keluardari landas pacu.

 

Screecher, Moda Kayuh Roda Empat yang Unik nan Fleksibel

Moda transportasi roda dua yang perlu dikayuh agar bisa jalan namanya sepeda. Tapi apa jadinya jika ada moda transportasi roda empat yang juga harus dikayuh agar bisa melaju? Screecher jawabannya! Ya, moda unik ini memang di desain sedemikian rupa sehingga dapat memanjakan para penggunanya. Layaknya sebuah sepeda motor, Screecher mampu mengangkut dua orang sekaligus. Terlepas dari itu, moda unik ini juga dilengkapi dengan sel surya, lho!

Baca Juga: Nyeleneh, Orang-Orang ini Sulap Kendaraan Jadi Kolam Renang

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya tentang kehadiran sel surya di Screecher. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (7/11/2018), jika kelelahan atau lagi malas mengayuh, para pengguna Screecher dapat menjalankannya dengan cara memutar tuas gas layaknya sepeda motor. Screecher dilengkapi dengan dua motor listrik berdaya 350W, yang memungkinkan moda ini melaju hingga kecepatan 24km/jam dalam waktu lima detik saja. Digadang-gadang, Screecher mampu menembus jarak hingga 20 mil jika menggunakan versi sepeda motor listrik.

“Tujuan kami adalah untuk memecahkan masalah tertentu, seperti kurangnya moda transportasi yang terjangkau, bertenaga listrik, dan bebas karbon,” tutur Direktur dari Screecher, Leslie Gillert.

“Kami tidak menetapkan untuk membangun produk yang mahal dan terlalu banyak direkayasa, dan juga hanya tersedia untuk beberapa unit saja. Desain Screecher elegan, fungsional, dan sederhana, yang menawarkan stabilitas, kenyamanan, dan perawatan yang lebih mudah,” imbuhnya.

Uniknya lagi, moda ini bisa dilipat menjadi ukuran yang lebih kecil, dimana itu akan memudahkan para pengguna semisal tidak menemukan tempat yang cukup luas untuk parkir.

“Screecher dapat Anda gunakan untuk pergi ke kantor, berpetualang di hutan, hingga berbelanja di toko tanpa harus repot memikirkan bagaimana cara membawa barang belanjaannya, cukup kaitkan pada sebuah troli pada bagian belakang. Bagaimana Anda menggunakan Screecher Anda sepenuhnya terserah Anda,” papar CEO Screecher, Dave Eshelman.

Moda unik ini jiga dilengkapi dengan layar LCD yang menampilkan odometer, speedometer, hingga indikator baterai. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Screecher berbeda dengan kebanyak moda listrik lainnya, dimana untuk mengisi dayanya, Anda cukup ‘menjemur’ Screecher untuk meningkatkan daya baterainya. Simpel, bukan?

Baca Juga: Virgin Atlantic Sukses Terbangkan Boeing 747 dengan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Bagi Anda yang tertarik untuk memilikinya, siap-siap untuk merogoh kocek senilai US$2.500 atau yang setara dengan Rp36,5 juta dan Anda pasti akan menjadi pusat perhatian di jalanan!

Kartu EFC Integrasikan Moda Transportasi Massal di Jakarta

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan mengular pada Maret 2019 mendatang dan sistem pembayarannya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi massal di Jakarta. Sistem pembayaran moda transportasi ini akan terintegrasi melalui tiket Electronic Fare Collection atau EFC yakni untuk MRT, LRT, Commuter Line dan TransJakarta.

Baca juga: Naik Kelas, Kartu Multi Trip Siap Berevolusi Jadi E-Money

Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mengatakan, tiket EFC ini masih dalam tahap uji coba. Dia mengatakan, saat ini sedang diproses untuk ticketingnya dan akan dibuka untuk semua moda sehingga kartu tersebut bisa digunakan di MRT dan juga Commuter Line hingga Damri.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, dengan hadirnya kartu EFC ini, Kementerian telah mengusulkan tarif perjalanan moda transportasi terintegrasi tersebut pada Bank Indonesia (BI). Bambang menargetkan integrasi sistem pembayaran antarmoda transportasi itu selesai pada tahun ini.

“Pak Menhub sudah usul ke BI mengenai tarif. Sekarang lagi proses audit dari BI ke masing-masing operator. Dalam waktu dekat tahun ini integrasinya selesai,” ia menjelaskan.” ujar Bambang yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com (12/11/2018).

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengakui menunggu hasil kesepakatan kriteria arsitektural teknis untuk mendesain metode pembayaran, traffic pattern, biaya tarif, insentif pendapatan hingga regulasi terkait intergrasi sistem tiket MRT, LRT dan Transjakarta. Menurut dia, pemberlakuan kebijakan tiket EFC ini diiniasi oleh Bank Indonesia sejak 2017 lalu untuk moda transportasi publik BUMN dan BUMD yaitu PT KAI, KCI, DAMRI, Rail Link, Transjakarta, LRT dan MRT.

Baca juga: Bayar Tiket LRT Palembang, Per 1 Desember 2018 Bisa Gunakan Kartu Uang Elektronik

Sama dengan BPTJ, Sigit juga menargetkan agar proses integrasi sistem pembayaran ini bisa selesai tahun ini. “Selesai tahun ini. 2019 sudah harus terintegrasi. Makanya, harus didesain sedemikian rupa semua kebijakannya, termasuk insentif dan disinsentif,” ujar Sigit.

Saat ini beberapa moda transportasi massal sudah menggunakan uang elektronik baik yang dihadirkan oleh beberapa bank negara ataupun dari moda transportasi itu sendiri. Seperti Commuter Line yang menggunakan KMT bagi penggunanya dan juga bisa menggunakan kartu uang elektronik dari beberapa bank. Sedangkan TransJakarta masih menggunakan kartu uang elektronik yang hanya dikeluarkan oleh pihak bank.

 

Ribuan Warga Turin Unjuk Rasa Dukung Hadirnya Kereta Berkecepatan Tinggi ke Lyon

Puluhan ribu orang turun ke jalanan untuk berunjuk rasa di Turin kota Italia Utara pada Sabtu (10/11/2018) kemarin. Unjuk rasa ini untuk mendukung kehadiran jalur kereta api berkecepatan tinggi yang direncanakan hingga ke Lyon dan sudah menghadapi pertentangan bertahun-tahun terutama dengan kelompok-kelompok lingkungan.

Baca juga: Didera Masalah Politik, Jalur Kereta Cepat Perancis-Italia Terancam Batal

KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (11/11/2018), alun-alun kota Castello merupakan ibukota wilayah Piemont dan ini merupakan demonstrasi berskala besar pertama yang mendukung jalur kereta api Tav Lyon menuju Turin. Protes yang berujung demonstrasi ini muncul setelah pemerintah kota Turin yang dipimpin Five Star Movement (M5S) pada September lalu menyetujui mosi yang menuntut dihentikannya proyek tersebut.

Sedangkan pemerintah daerah Piemont sendiri sudah memutuskan mendukung TAV. Menteri Transportasi Italia dan Prancis diharapkan bertemu pada Senin (12/11/2018) untuk membahas proyek tersebut.

“Turin menutup diri, inilah mengapa kami pikir kami harus melakukan sesuatu sebagai warga negara. Turin telah turun ke jalan untuk mengatakan ya berkali-kali,” ujar Giovanna Giordano dan Patrizia Ghiazza.

Pendukung melihat proyek kereta api sebagai sumber pertumbuhan utama untuk wilayah tersebut dan Italia utara. Tahun 2016, Walikota Turin Chiara Appendino dari Five Star Movement mengatakan pada hari Sabtu bahwa pintu terbuka dan akan tetap terbuka dalam posting blog yang memperlihatkan foto pintu kantornya.

Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra

Proyek Lyon-Turin akan melibatkan pembangunan terowongan sepanjang 57,5 ​​kilometer antara lembah Maurienne dan lembah Susa, untuk memotong waktu perjalanan antara dua kota menjadi dua jam dari empat jam saat ini. Luigi Di Maio, kepala politik dari M5S, menyerukan renegosiasi lengkap proyek, yang ia abaikan sebagai pemborosan uang publik.

Menteri Transportasi Perancis Elisabeth Borne mengatakan kepada majelis nasional pada hari Senin bahwa pemerintah tetap bertekad untuk menyelesaikan proyek tersebut. Uni Eropa telah berusaha mendorong kedua negara untuk maju. Total biaya terowongan diperkirakan mencapai 8,6 miliar euro (US$9,7 miliar), 40 persen dibiayai oleh UE, 35 persen oleh Italia, dan 25 persen oleh Perancis.

 

Beberapa Faktor Fundamental Pacu Pertumbuhan Sektor Aviasi Vietnam

Vietnam terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di kawasan Asia Tenggara selain Bali. Ada banyak sektor yang diuntungkan dengan disandangkannya predikat ini, salah satunya datang dari sektor transportasi. Tercatat, sektor aviasi dari Vietnam mengalami peningkatan yang cukup pesat – salah satunya ditandai dengan pemesanan 325 armada tambahan untuk maskapai yang sempat menuai kontrovesi beberapa waktu yang lalu, VietJet.

Baca Juga: VietJet Buka Rute Jakarta-Vietnam, Penumpang Pria Siap-Siap Kecewa

Selain salah satu penanda tersebut, secara keseluruhan, sektor aviasi Vietnam mengalami peningkatan sebesar 17,4 persen dalam satu dekade terakhir. Tidak hanya itu, Gross Domestic Product (GDP) Vietnam juga merangkak naik sebesar 225 persen pada dekade yang sama. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (4/11/2018), selama periode tahun 2017 silam, maskapai-maskapai asli Vietnam berhasil memboyong 94 juta penumpang – 13 juta diantaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa hampir 14 persen dari seluruh penumpang yang mengudara pada tahun 2017 ke Vietnam merupakan wisatawan mancanegara. Angka yang berhasil dicatat pada tahun 2017 tersebut juga ternyata mengalami peningkatan sebesar 16 persen ketimbang tahun 2016 silam. Beberapa peneliti percaya, jumlah penumpang ini akan terus mengalami peningkatan – 16 persen pada tahun 2020. Dengan jumlah penumpang yang meningkat, jumlah kursi juga harus mengikuti.

Itu baru dari sektor pariwisata saja yang menjadi salah satu penyumbang ‘point’ meningkat pesatnya sektor aviasi di Vietnam. Dari sektor aviasinya sendiri, ekspansi besar-besaran terus diupayakan oleh pihak maskapai setiap harinya. Seperti yang sudah disinggung di atas, VietJet telah melakukan pemesanan terhadap 325 armada Boeing dan Airbus, dan tidak hanya maskapai itu saja yang menunjukkan pergerakan – pun dengan AirAsia yang tengah berusaha untuk meningkatkan jadwal penerbangan menuju Vietnam.

Diketahui, maskapai berbiaya rendah tersebut baru saja meluncurkan rute baru dari Kuala Lumpur menuju Phu Quoc pada bulan lalu. Itu berarti AirAsia kini memiiki lima rute penerbangan menuju Vietnam – Ho Chi Minh, Da Nang, Hanoi dan Nha Trang.

Baca Juga: Gara-Gara Bikini Pemilik VietJet Jadi Orang Kaya Nomor 2 di Vietnam

Jangan lupakan Bamboo Airlines yang merupakan maskapai kelima dari Vietnam. Kendati penerbangan perdana maskapai ini sempat tertunda pada 10 Oktober silam lantaran belum keluarnya lisensi dari Kementerian Transportasi Vietnam, namun ini merupakan pertanda bahwa sektor aviasi di Vietnam terus menguat.

 

Loncati Pintu Pembatas Platform di Jalur MRT Singapura, Pria 30 Tahun Diamankan Polisi

Seorang pria 30 tahun diamankan petugas setelah diduga memanjat pintu platform di Stasiun MRT Tanah Merah, Singapura. Dia juga bahkan diduga masuk ke jalur MRT setelah melopat pintu batas platform ke jalur kereta.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (8/11/2018), Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan SMRT, Margaret Teo mengatakan, kejadian ini sekitar pukul 11.40 siang waktu setempat. Saat itu staf stasiun melihat seorang pria melompati pintu penutup platform stasiun.

“Perencana berhenti darurat segera diaktifkan untuk menghentikan gerakan kereta dan daya traksi dimatikan,” ujar Margaret.

Layanan MRT di Stasiun Tanah Merah sempat terhenti karena petugas stasiun SMRT membujuk pria itu untuk kembali ke platform. Kemudian, pria tersebut diserahkan kepada polisi.

Untungnya tidak terlalu lama layanan berhenti, sebab pukul 12 siang waktu setempat MRT kembali beropersi. Dari keterangan pihak kepolisian, mereka mendapat informasi sepuluh menit atau pukul 11.50 saat seorang pria terlihat di rel dekat stasiun MRT Tanah Merah.

Stasiun Tanah Merah sendiri berada di jalur SMRT timur menuju barat. Pria itu kemudian setelah diamankan juga di interogasi oleh pihak kepolisian. Diketahui, pintu penutup platform menuju kereta di pasang pada tahun 2012 lalu. Sebelum di pasang, dilaporkan sebanyak 177 penyusup yang turun ke lintasan kereta atau rel tercatat di jaringan MRT sejak 2003.

Pada September 2017 lalu, Adam Kozlowski melompati gerbang tiket dan masuk ke lintasan kereta api di Stasiun Seven Sister London Utara dengan listrik yang mengaliri jalur tersebut diatas 25 ribu Volt. Akibat kelakuannya ini, 122 kereta api dibatalkan perjalanannya dan merugi hingga £430 ribu.

Baca juga: Demi Video Viral, Pemuda Asal Rusia Pura-Pura Terjatuh di Lintasan Kereta Bawah Tanah

Ini juga membuat Kozlowski harus merasakan dinginnya penjara selama setahun dan dinyatakan bersalah atas tuduhan menghalangi perjalanan kereta dengan tindakan melanggar hukum. Kereta yang masuk dan keluar dari stasiun dihentikan sementara Network Rail mematikan daya.

Untuk mengamankannya, pria 37 tahun tersebut dibujuk untuk kembali ke platform dan diinterogasi pihak kepolisian. Dari pengadilan Enfield, dijatuhi hukuman penjara 12 bulan diperintahkan untuk membayar biaya sebesar £140.

Kereta Barang Tergelincir di Kongo, Sepuluh Penumpang Gelap Tewas

Sepuluh penumpang gelap tewas dan 24 lainnya luka-luka saat kereta barang tergelincir di Republik Demokrasi Kongo tepatnya di wilayah timur pada hari Minggu (11/11/20118) kemarin. Kereta ini tergelincir saat perjalanan menuju pusat kota Kindu ketika berhenti di dekat Samba.

Baca juga: 18 Orang Tewas di Taiwan Akibat Kereta Cepat Tergelincir

Rehema Omari, kepala stasiun di Kota Samba mengatakan, saat itu kereta tengah keadaan melaju dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba rem ditarik paksa untuk berhenti. Dia mengatakan ada sepuluh penumpang tewas dan 24 luka-luka dan masih dilakukan penyelidikan untuk kepastian korban.

“Saat kejadian itu masinis kereta melarikan diri,” ujar Omari yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (12/11/2018).

Namun, seorang pejabat dinas migrasi mengatakan dirinya melihat sekitar 30 jenazah hancur dan yang lainnya di bawah gerbong kereta. Direktur perusahaan kereta api negara SNCC Lubumbashi, Ilunga Ilunkamba mengatakan, para petugas dilapangan saat ini sedang menghitung kebenaran jumlah korban dan tengah melakukan penyelidikan kecelakaan kereta tersebut.

Pihak SNCC yang berkantor pusat di Lubumbashi mengatakan, kereta itu berhenti di dekat Samba sekitar 280km arah selatan. Dimana kecelakaan tersebut terjadi di daerah bekas koloni Belgia yang memiliki jalur mematikan karena trek yang lesu dan lokomotif tua dan sudah beroperasi sejak tahun 1960-an.

Pada November 2017 lalu, sekitar 33 orang tewas setelah kereta barang yang mengangkut bahan-bahan mudah terbakar jatuh di Republik Demikrasi Kongo di wilayah tenggara tepatnya di provinsi Lualaba selatan. Awalnya ada delapan orang tewas yang diumumkan oleh Menteri Pertambangan Jean Marie Tshizainga.

Baca juga: Minimalisir Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Kaohsiung Luncurkan Layanan Kereta Bawah Tanah

Kemudian diketahui, ada korban yang terbakar parah dan merupakan penumpang gelap kereta barang tersebut dari Lubumbashi ke Luena di wilayah pertambangan Katanga. Kereta itu membawa 13 gerbong termasuk tangki bahan bakar ketika itu tergelincir di lereng di Buyofwe, dekat sebuah stasiun kereta api yang terletak sekitar 30 km dari Lubudi di provinsi Lualaba, sebelum terbakar.

Tak hanya itu, belum lama ini, sebuah kereta juga tergelincir dan menewaskan sekitar 18 orang dan 170 lainnya luka-luka di Taiwan. Kereta itu tergelincir dan gerbong-gerbong tersebut dalam bentuk zig-zag di rel kereta.

 

Alumnus University College London Desain Helm yang Diklaim 68 Persen Lebih Aman dari Helm Biasa

Selama ini, biasanya kita hanya menentukan ukuran dari sebuah helm berdasarkan besarnya kepala kita, bukan? Tapi pada kenyataannya, hal semacam ini sebentar lagi akan mulai tergusur oleh kemajuan teknologi – pasalnya seorang berkewarganegaraan Inggris bernama Jamie Cook tengah mengembangkan sebuah teknologi cetak helm 3D. Dengan menggunakan teknologi semacam ini, maka para pengguna helm akan mendapatkan ukuran helm yang presisi, tidak kebesaran, dan tidak kekecilan.

Baca Juga: Helm Feher, Hadirkan Pendingin Udara Bagi Para Bikers

Pada awalnya, Jamie mengaku mendapatkan ide ini ketika dirinya masih menyandang status sebagai mahasiswa teknik mesin di University College London. Kegigihan dirinya dalam menciptakan teknologi ini akhirnya menggiring Jamie menjadi CEO dari perusahaan cetak helm 3D yang ia rintis.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (9/11/2018), para pembeli helm akan datang ke workshop Jamie untuk diukur kepalanya dengan menggunakan mesin pemindai. Sebanyak 30.000 titik pindai model digital 3D mesh yang dihasilkan oleh mesin tersebut nantinya akan jadi patokan Jamie untuk mencetak helm dengan ukuran yang presisi.

“Kecocokan ukuran helm dan kepala si pengguna bisa dibilang sangat tepat. Selain itu pencetakkan helm semacam ini juga meminimalisir limbah karena helm hanya dibuat sesuai dengan pesanan – jika tidak ada pesanan, berarti tidak ada limbah,” ujar Jamie.

Berbeda dengan kebanyakan helm pada umumnya, helm cetak 3D milik Jamie ini tidak menggunakan busa. Ya, busa Expanded Polystyrene (EPS) yang biasanya digunakan oleh kebanyakan helm konvensional ini diklaim memiliki dampak yang kuat terhadap benturan, karena mereka dirancang untuk menyerap energi di area kontak yang rata dan datar, bukan pada area lengkung seperti kepala.

Maka dari itu, Jamie mengembangkan sistem inti dari Hexo – nama helm ini, yang terdiri dari sel-sel hexagonal yang saling terhubung. Penggunaan sel-sel hexagonal ini dinilai 68 persen lebih aman karena dampak yang dihasilkan semisal terkena benturan bisa direduksi.

Baca Juga: Sight HUDWAY, Solusi Head Up Display Tanpa Harus Modifikasi Helm Anda!

Ditambah lagi dengan penggunaan bahan Poliamida 11 yang dikenal memiliki aliran panas delapan kali lebih baik ketimbang busa EPS – berimbas pada kenyamanan para penggunanya.

Bagaimana, tertarik untuk memilikinya? Jamie mengatakan hanya menediakan 500 unit terlebih dahulu helm Hexo yang produksi massalnya akan dimulai pada awal tahun 2019. Helm ini sendiri dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, yaitu USD$456 atau yang setara dengan Rp6,7 juta.

 

Stasiun UI Depok Hadirkan Konsep Ruang Tunggu Layaknya Ruang Tamu Rumah

Stasiun kereta api di Indonesia baik stasiun jarak jauh ataupun kereta commuterline atau kereta listrik (KRL), masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Seperti beberapa stasiun yang menghadirkan bunyi kedatangan dan keberangkatan dengan Gambang Jawa atau berbagai hal lainnya.

Baca juga: Kennington, Stasiun Bawah Tanah Unik dengan Fasilitas “U-Turn”

Belum lama ini salah satu stasiun KRL memiliki konsep unik dengan menghadirkan konsep ruangan bersantai seolah-olah penumpang berada di ruangan tamu rumah. Padahal bila di berada di stasiun lain, ruang tunggunya biasa dengan kursi seperti jemuran handuk.

Kehadiran ruang santai ini memberikan warna baru di stasiun selain minimarket, restoran, kedai kopi, mushola dan toilet. Penasaran ruang santai ini ada dimana? Ya, KabarPenumpang.com melansir dari laman okezone.com (26/10/2018), ruang tunggu ini berada di Stasiun Universitas Indonesia (UI) Depok.

Tak hanya menyedot perhatian penumpang, tetapi warga sekitar pun ikut penasaran dengan kehadiran ruang tunggu unik ini. Ruang tunggu ini di desain layaknya ruang tamu rumah tinggal dan berbagai gambar karikatur yang menghiasi ruangan tersebut menambah kesan nyaman.

Salah satu ruangannya disediakan satu sofa besar yang membuatnya benar-benar terlihat seperti ruang tamu rumah. Kemudian beberapa bagiaan lainnya pun memiliki gambar unik dengan bangku yang mengikuti latar belakang seperti taman kota dengan kursi besi. Tak hanya itu ada pula tulisan #Stasiunnowsem.

Baca juga: Ini Dia Deretan Stasiun Unik yang Terbengkalai dari Seluruh Penjuru Dunia

Konsep unik ini juga memperbolehkan penumpang untuk menggunakan kursi atau sofa yang ada di sana. Baik untuk bersantai sembari menunggu kereta mereka datang atau berfoto untuk mengabadikan konsep unik stasiun tersebut.

Namun ternyata, kehadiran konsep unik ini merupakan sponsor dari salah satu perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia. Kehadirannya di UI, sepertinya bisa menjadi contoh untuk stasiun KRL lainnya sebagai bentuk kreativitas dan keunikan stasiun. Sebelum di Indonesia, beberapa negara maju seperti Jerman, Spanyol dan Portugal juga memiliknya, bahkan di India pun ada pula stasiun yang memberikan konsep-konsep uniknya.