Virgin Hyperloop One Coba Jajaki Mumbai dan Pune

Pernah membayangkan bila India akan menggunakan Hyperloop yakni pod yang akan melaju dengan kecepatan tinggi dalam terowongan? Ya, dua kota di India yakni Mumbai dan Pune terpilih menjadi proyek pertama Jay Walder, CEO Virgin Hyperloop One pertama.

Baca juga: Akhirnya, Hyperloop Transportation Technology Luncurkan Pod Penumpang Perdana

Dimana keduanya yakni Mumbai memiliki kepadatan penduduk nomor satu dan Pune nomor sembilan di India. Sebagai dua kota dengan penduduk terpadat, Mumbai dan Pune tenyata memiliki jarak yang cukup jauh yakni 150 km. Biasanya bila masyarakat menggunakan mobil pribadi atau bus, waktu yang ditempuh untuk jarak sejauh ini adalah empat jam.

Namun dengan kehadiran Hyperloop atau pod kecepatan tinggi ini, maka akan mengurangi waktu yang dihabiskan dalam perjalanan dengan transportasi umum biasanya. Hyperloop, mengklaim itu akan bisa memudahkan orang-orang dari A ke B dalam 25 menit.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman cnn.com (12/11/2018), Walder mengatakan, Hyperloop ini adalah teknologi transportasi baru pertama dalam 100 tahun. Menurut Walder, daripada berbicara mengenai dampak penggunaan mobil dan kendaraan umum lainnnya seperti bus, baiknya menciptakan moda transportasi yang benar-benar baru.

Meskipun kehadiran Hyperloop sudah sejak 2014, namun produk nyatanya di dunia belum terlihat dan belum beroperasi. Seorang juru bicara Hyperloop mengklaim bahwa orang yang menggunakan kereta mereka bisa mengurangi emisi karbon sebanyak 150 ribu ton dari kendaraan pribadi atau bus yang ditumpangi.

“Kami selalu percaya bahwa India akan menjadi pasar luar biasa untuk hyperloop. Negara Bagian India Maharashtra mengumumkan niat mereka untuk membangun rute hyperloop antara Mumbai dan Pune, dimulai dengan jalur demonstrasi operasional,” Harj Dhaliwal, direktur pelaksana perusahaan.

Perdana Menteri India Narendra Modi telah mendukung proyek dan hadir bersama Branson, ketika kesepakatan itu ditandatangani. Bila kereta Hyperloop hadir di India, ini bisa terjadi jika konsep kereta api baru datang ke India.

Baca juga: Hubungkan Amaravati dan Vijayawada, India Terbawa Eforia Pengadaan Hyperloop?

Tahun 2017 lalu tepatnya pada bulan September, Hyperloop Transportation Technologies (HTT) melakukan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama dengan negara bagian Andhara Pradesh untuk menghadirkan moda berkecepatan super tersebut untuk menghubungkan dua kota besarnya, Amaravati dan Vijayawada.

Adapun waktu tempuh antara dua kota tersebut kurang lebih sekitar satu jam menggunakan mobil, dan hanya memakan waktu enam menit saja jika menggunakan Hyperloop. Pihak HTT akan memulai studi kelayakan selama enam bulan terhitung sejak Oktober mendatang. Tidak hanya studi kelayakan, HTT juga sembari menentukan jalur pemasangan tabung yang cocok di antara dua kota tersebut. Jika tidak menemukan hambatan, pihak HTT mengaku siap untuk memulai pembangunan.

 

Kejar Pesawat yang Tengah Push Back, Penumpang Citilink Dapatkan Tiket Pengganti

Baru-baru ini, seorang ibu histeris karena diamankan oleh petugas bandara karena berusaha mengejar pesawat Citilink yang akan lepas landas. Kejadian ini terjadi di Bandara Internasioanl I Gusti Ngurah Rai Bali hari Minggu, 18 November 2018 kemarin.

Baca juga: 50MB Kuota WiFi Gratis di Rute Domestik Citilink dan Garuda Indonesia

Awal pengamanan tersebut dimana seorang wanita menerobos masuk gerbang boarding bandara dari Denpasar dengan tujuan Halim Perdana Kusuma. Pesawat dengan nomor penerbangan QG193 tersebut dijadwalkan berangkat pukul 07.20 WITA. VP Corporate Secretary dan CSR PT Citilink Indonesia, Ranty Astari R mengatakan melalui keterangan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com, bahwa kejadian bermula pada pukul 07.10 WITA dimana seorang penumpang terlambat masuk ke pesawat.

“Penumpang itu menerobos boarding gate yang telah dijaga petugas Citilink dan petugas bandara. Sementara penerbangan QG193 bertolak menuju Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 07.20 WITA,” kata Ranty.

Kemudian baik petugas bandara maupun Citilink mengejar penumpang wanita itu yang mendekati pesawat yang tengah mundur atau push back. Untungnya petugas berhasil mengamankan dan membawanya ketempat lebih tenang. Setelah ibu tersebut tenang dan dinyatakan aman untuk terbang, pihak Citilink mengambil kebijakan dengan memberikan tiket baru kepada penumpang tersebut.

“Berdasarkan pertimbangan kami dan Citilink mengeluarkan kebijakan khusus untuk itu, tiketnya kami lakukan perubahan jadwal dan re-route ke Cengkareng agar penumpang tiba di tujuan,” ujar Ranty.

Sayangnya pihak Citilink tidak memberikan penjelasan dengan detail alasan pemberian tiket tersebut, hingga ibu tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat QG683 pukul 16.40 WITA. “Saat ini penumpang telah tiba di Jakarta dengan kondisi yang baik,” tambahnya.

Communication and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan, wanita tersebut bersama suaminya hendak ke Jakarta menggunakan pesawat Citilink QG193 rute Denpasar-Halim Perdanakusuma. Keduanya, menurut Arie sebenarnya telah melakukan check in pada pukul 06.27 WITA sementara boarding dilakukan pada pukul 06.50 WITA. Namun, pasangan suami istri tersebut tak kunjung masuk ke pesawat hingga tiga kali dilakukan pemanggilan melalui pengeras suara.

Baca juga: 9 November 2018, Citilink Terbang Perdana Dari Kertajati Menuju Kualanamu

“Hingga tiga kali panggilan dan final call belum juga datang ke gate, hingga pilot in command memerintahkan door close,” ujar Arie saat dikonfirmasi.

Pihak keamanan bandara dan ground operation telah memberikan penjelasan kepada wanita tersebut, tapi tetap ngotot ingin masuk ke pesawat. Padahal, saat itu pesawat sedang mundur atau push back menuju taxiway untuk proses lepas landas. “Diberikan penjelasan masih ngotot, akhirnya memaksa untuk mengejar pesawat,” tutur dia.

Meski Batal Pailit, Bukan Perkara Mudah Bagi Merpati Nusantara untuk Mengudara lagi

Belakangan ini santer kabar bahwa Merpati Nusantara akan hidup kembali, sebagai maskapai yang melayanui penerbangan perintis di Indonesia. Hal ini setelah Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya mengabulkan proposal perdamaiana yang diajukan pihak Merpati kepada kreditornya.

Baca juga: Saatnya Nostalgia, Ini Dia Lima Maskapai yang Sempat Mewarnai Langit Indonesia!

Keputusan ini yang membuat Merpati batal pailit dan Hakim mengesahkan proposal perdamaian tersebut. Meski begitu ada kendala regulasi penerbangan karena maskapai berplat merah ini sudah lama tak beroperasi di dunia penerbangan.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, untuk mendapatkan regulasi penerbangan agar karyawan dan armada kembali mengudara, Kementerian BUMN harus membantu Merpati untuk memenuhi beragam regulasi yang dibutuhkan.

Salah satunya adalah untuk mendapatkan kembali Izin Usaha dan Sertifikasi Operator Pesawat Udara, Merpati harus mengajukannya kembali ke Kementerian Perhubungan. Sebab Sertifikat Operator Pesawat Udara Merpati tak lagi berlaku karena lebih dari 12 bulan berturut tidak beroperasi.

Untuk mendapatkannya pun tak mudah, Merpati harus lulus pemeriksaan dan pengujian serta menunjukkan kemampuan pengoperasian pesawat udara. Tahapan yang harus dilalui oleh MNA yakni pre-application, formal application, document compliance, demo and inspection, serta certification.

Merpati yang akan lahir kembali ini, ada di saat yang pas, dimana pemerintah tengah giat membangun infrastruktur transportasi udara. Apalagi penerbangan perintis jumlahnya masih sangat kurang selain itu juga rentan dengan rintangan alam.

Kehadiran Merpati sendiri untuk pelayanan penerbangan perintis sangat dinanti dan tentunya dengan kondisi pesawat yang laik terbang dan manajemen yang tangguh. Bandara kecil yang berada di pulau terluar yang tersebar di seluruh pulau yang ada di Indonesia sangat butuh jembatan udara.

Selain itu Merpati juga harus menghilangkan pemborosan di masa lalu dan tidak boleh lagi terjadi di saat ini. Pemborosan itu antara lain berupa pengadaan pusat perawatan pesawat MMF di Surabaya serta pembangunan Pusdiklat Pramugari. Hal itu merupakan pemborosan dan duplikasi fasilitas yang mestinya tidak boleh terjadi.

Karena PT Garuda Indonesia telah terlebih dahulu memiliki GMF dan pusdiklat awak kabin yang sebenarnya bisa digunakan juga oleh MNA. Masih ada jenis pemborosan dan salah program di kandang Merpati yang menyebabkan gagalnya penetrasi pasar, kesalahan memilih jalur penerbangan, tertipu pihak vendor, serta buruknya kompetensi dan daya saing. Semua itu tidak boleh terjadi lagi.

Baca juga: Pesawat Twin Otter, Si Kecil Bandel yang Lincah Meliuk di Daerah Pegunungan

Merpati sendiri berdiri pada 6 September 1962 dan berpusat di Jakarta. Maskapai ini megoperasikan jadwal penerbangan domestik dan internasional ke daerah Timor Timur. Merpati memiliki rtiga rute internasional dan 114 domestik.

Pada 1 Februari 2014 Merpati berhenti beroperasi dan menangguhkan seluruh penerbangan karena masalah keuangan yang bersumber dari berbagai hutang. Bila ingin kembali beroperasi membutuhkan Rp7,2 triliun agar dapat beroperasi kembali.

Petinggi Perancis dan Maroko Lakukan Inagurasi Kereta Cepat Pertama di Afrika

Setelah program kereta cepat di Maroko diluncurkan pada 2011, maka pada hari Kamis, 15 November 2018, kereta cepat pertama di Benua Afrika resmi dilakukan inagurasi oleh Raja Maroko Mohammed VI dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. kereta cepat TGV (train à grande vitesse) yang dioperasikan oleh SNCF, Perusahaan rel Nasional Perancis hadir di Negeri Muslim ini. Nantinya kereta tersebut akan menghubungkan kota pesisir Tangiers dengan kota ekonomi dan wisata Maroko di Casablanca.

Baca juga: Penuh Polemik, Maroko Siap Operasikan Kereta Cepat Penuh di Penghujung 2018

KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (15/11/2018), kereta TGV ini sendiri akan mampu mengurangi waktu perjalanan saat ini menjadi setengahnya karena berjalan dengan kecepatan hingga 321 km per jam. Sehingga mengurangi waktu dengan moda lain yang 4 jam 45 menit menjadi 2 jam 10 menit dari Tangiers ke Casablanca melalui Rabat sepanjang 346 km.

Kereta berkecepatan tinggi ini diharapkan berangkat setiap jam dan bisa mengangkut enam juta penumpang dalam tiga tahun pertama. Saat ini TGV di Maroko sudah ada 14 set kereta yang masing-masingnya mampu mengangkut 533 penumpang.

Memang menjadikannya lebih mempersingkat waktu, namun ada harga juga yang dibayar untuk mendapatkannya yakni sekitar 30 persen lebih mahal dibandingkan dengan rute kereta saat ini. Adapun biayanya adalah US$14 hingga US$27 atau setara dengan Rp204 ribu hingga Rp394 ribu untuk sekali perjalanan.

Baca juga: Ingin Majukan Suatu Negara, Ubah Sistem Perkeretaapiannya!

“Jika Anda adalah seorang pengusaha yang memutuskan untuk memasang operasi di Afrika dan Anda terpecah antara Maroko dan negara lain, infrastruktur kelas dunia modern semacam ini dapat membantu memperbaiki keseimbangan,” ujar seorang analis Eurasia Group, Riccardo Fabiani.

Dari hasil penelitian proyek ini, dari jalur kereta merasa bahwa pendanaan dan perhatian dihadirkan ke daerah-daerah dengan visibilitas tertinggi sedangkan kota-kota yang kekuranagn atau miskin di Maroko seperti terabaikan. Diketahui proyek kereta berkecepatan tinggi ini dimulai pada 2011 lalu dengan nilai US$2 miliar oleh Raja Maroko Moroccan King Mohammed VI dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Inisiatif ini juga termasuk beberapa negara Arab lainnya, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait.

Wanita Tewas Setelah Terlempar dari Lantai 16 Royal Princess Cruises

Seorang wanita tua tewas di sebuah kapal pesiar saat sedang berlibur bersama pasangannya di Karibia. Jasad wanita 52 tahun tersebut kemudian diturunkan dari kapal pesiar di Aruban. Wanita 52 tahun tersebut berlibur dengan Royal Princess pada 9 November 2018 bersama pasangannya dan mengikuti pelayaran delapan hari mengelilingi Karibia dari Fort Lauderdale di Florida

Baca juga: Tanpa Alasan yang Jelas, Penumpang Kapal Pesiar Ini Terjun ke Laut Lepas!

KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (15/11/2018), dalam laporan polisi, wanita tersebut dicekik lehernya oleh pasangannya kemudian dilempar dari dek kapal lantai 16. Penumpang yang melihat kejadian itu mengatakan, wanita tersebut jatuh ke sekoci dan kakinya robek serta ada kaca dimana-mana. Dari foto-foto yang didapat, ada pita kuning alias garis polisi yang mengitari lokasi kejadian dan di bawah sekoci.

Seorang juru bicara untuk jaksa Aruban, pria pelaku pembunuhan itu melakukannya dengan perlakuan tidak wajar terhadap korban. Untuk memperkirakan waktu kematian, jenazah wanita di otopsi dan FBI melakukan penyelidikan untuk mendapatkan kepastian pembunuhan itu.

“Kami tengah berlayar saat itu di Karibia Selatan. Ini adalah kapan yang digunakan untuk pertunjukan ITV,” ujar salah seorang penumpang.

Penumpang lain mengatakan, mereka benar-benar melihat jelas sekoci dari kamar dan ada darah serta pecahan kaca.

“Kami ada di kapal ini juga. Sepuluh petugas polisi datang. Pengumuman itu adalah investigasi kriminal harus dilakukan sebelum kami diberikan izin. Dua pasangan diminta berulang kali untuk pergi ke hubungan pelanggan,” ujar yang lainnya.

Kejadian tersebut dimulai dari kasino kapal lantai 16 sekitar pukul 22.30 malam waktu setempat. Wanita itu jatuh dari dek pada pukul 4 pagi, mendarat di dek 7 pada Lifeboat 2.

Baca juga: Tak Hanya Pesawat dan Kereta Api, Penumpang Kapal Pesiar Juga Punya Tipe Tersendiri

Royal Princess Cruises mengatakan dalam sebuah pernyataan, Princess Cruises dapat mengkonfirmasi bahwa seorang tamu wanita Amerika berusia 52 tahun meninggal dini hari kemarin pagi di atas Royal Princess ketika kapal sedang menuju ke Aruba. Dilaporkan kepada pihak berwenang setempat yang bertemu dan naik ke kapal saat tiba. Penyebab kematian belum diketahui saat ini.

“Kami sangat sedih dengan kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga dan mereka yang terkena dampak,” ujar pihak Royal Priness Cruisess.

Princess Royal berangkat Aruba jam 10 malam pada Rabu malam, menuju Kralendijk, Bonaire dan akan kembali ke Florida pada 17 November. Kapal pesiar ini memiliki kapasitas tamu 3.600 pada hunian ganda.

Ramayana Express Mengunjungi 16 Tempat yang Berkaitan dengan Kisah Ramayana

Stasiun Safdarjung di Delhi begitu riuh dengan teriakan ‘Jai Shree Ram’ dan beberapa orang yang mengenakan pakaian karakter Ramayana untuk menyambut penumpang. Pasalnya Ramayana Express baru diluncurkan di rel pertama kali pada Rabu (14/11/2018).

Baca juga: Tujuan Hello Kitty Land, Kereta di Tokyo Dibalut Livery dan Interior Hello Kitty

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (15/11/2018), akan ada tiga kereta Ramayana Express yang diluncurkan dan yang pertama pada Rabu kemarin. Ramayana Express ini akan melakukan perjalanan selama 16 hari ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kisah Ramyana.

“Ini langkah bagus oleh Pemerintah. Saya tidak akan pernah membayangkan bepergian ke banyak tujuan sekaligus. Namun berkat upaya kereta api, orang-orang seperti kami, yang sudah tua, dapat dengan aman mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan dengan Lord Ram,” ujar Tilak Sighn Chauhan seorang personel penjaga perbatasan.

Ramayana Express sendiri akan dioperasikan oleh Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC). Ke 16 tempat yang akan dikunjungi Ramayana Express adalah Ayodhya tempat kelahiran Ramayana menurut cerita. Kemudian Hanuman Garhi, Ramkot dan Kuil Kanak Bhawan.

Tak hanya itu, kereta juga akan berhenti di Nandigram, Sitamarhi, Janakpur, Varanasi, Prayag, Shringaverpur, Chitrakoot, Nasik, Hampi dan Rameshwaram, atau di stasiun kereta api terdekat ke lokasi ini. Salah seorang pejabat IRCTC yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, kereta api akan memfasilitasi perjalanan melalui jalan darat dari stasiun ke tempat-tempat ziarah.

“Saya telah mengunjungi beberapa tempat tetapi tanpa adanya paket tur, beberapa tempat seperti Sitamarhi dan Hampi menghindari kami. Kami senang menjadi bagian dari inisiatif baru ini,” kata Pushplata dari Rajpura.

Kereta akan memiliki gerbong kelas tidur untuk 800 penumpang. Mereka yang tertarik dengan jalur terpisah di Sri Lanka dapat memilih untuk melakukan perjalanan melalui udara ke Kolombo dari Chennai. IRCTC menargetkan pariwisata religius untuk menghasilkan pendapatan dan telah meminta dewan kereta api untuk mengizinkannya membeli tiga kereta api untuk dijalankan pada rute yang diidentifikasi olehnya.

Baca juga: Sajikan Hidangan Hangat dan Bersih, Stasiun Central Mumbai Hadirkan Mesin Penjual Makanan Otomatis

IRCTC sudah menjalankan kereta jalur Buddha, yang merupakan kereta mewah, sebagian besar ditujukan untuk turis asing. Sebagai bagian dari branding perjalanan, IRCTC, yang menjalankan kereta api, memberi para pelancong syal sutra dan bendera-bendera yang berwarna hijau saffron dan hijau dengan Ram digambar di atasnya.

“Kami menyediakan materi branding sebagai bagian dari perjalanan gadis itu. Kami tidak banyak melakukan branding di kereta, ”kata seorang juru bicara IRCTC.

 

Saatnya Nostalgia, Ini Dia Lima Maskapai yang Sempat Mewarnai Langit Indonesia!

Beredarnya kabar maskapai Merpati Airlines yang batal pailit dan memiliki peluang untuk kembali mengudara tentu menjadi angin segar bagi PT Merpati Nusantara Airlines. Putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga untuk menyetujui proposal perdamaian antara pihak maskapai dengan para kreditur yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya menjadi satu asa dari maskapai ini untuk mengudara kembali.

Baca Juga: Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Belum lagi kabar mengenai calon investor yang bakal menyuntikkan dana segar senilai Rp6,4 triliun terhadap perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah. Sudah barang tentu, mendengar nama Merpati Airlines, seolah pikiran kita diajak bernostalgia ke era 90-an, dimana sejumlah maskapai masih merajai langit Bumi Pertiwi sebelum akhirnya digiring menuju ambang kebangkrutan.

Berikut, KabarPenumpang.com himpun lima maskapai yang namanya kini sudah menghilang dari dunia kedirgantaraan Indonesia, dikutip dari berbagai sumber.

Mandala Airlines

Mandala Airlines. Sumber: istimewa

Maskapai yang pertama kali mengudara pada 17 April 1969 ini diketahui sempat berganti nama menjadi Tigerair Mandala. Maskapai ini kemudian dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International pada tahun 2006 silam. Terlilit masalah hutang, Mandala Airlines terpaksa memberhentikan semua operasinya pada 12 Januari 2011.

Lalu pada akhir Februari 2011, para kreditur menyetujui restrukturisasi utang Mandala menjadi saham dan kembali beroperasi pada bulan Juni 2011. Namun pada 1 Juli 2014, Mandala Airlines harus kembali memberhentikan seluruh operasi armadanya lantaran kondisi pasar turun dan biaya operasional membengkak karena depresiasi rupiah.

Sempati Air

Sempati Air. Sumber: istimewa


Maskapai penerbangan milik sahabat dan keluarga Mantan Presiden Soeharto ini mulai beroperasi sejak Maret 1969. Berdiri dengan nama PT Sempati Air Transport, maskapai ini melakukan ekspansi besar-besaran pada rentang tahun 1980 akhir hingga 1990-an. Namun kejadian krisis moneter yang terjadi pada Mei 1998 memaksa Sempati Air untuk mengakhiri operasi untuk selama-lamanya. Kabarnya, kebangkrutan juga disebabkan kesalahan manajemen.

Adam Air

Ada Air. Sumber: istimewa


Maskapai yang meraih penghargaan Award of Merit dalam the Category Low Cost Airline of the Year 2006 dalam acara 3rd Annual Asia Pacific and Middle East Aviation Outlook Summit di Singapura ini bisa dibilang paling membekas di sebagian warga Indonesia. Pasalnya, rekaman black box Adam Air KI 574 yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007 silam tersebar luas di jejaring sosial Youtube.

Pasca kejadian, tepatnya pada 18 Maret 2008, izin terbang Adam Air dicabut. Aircraft Operator Certificate (AOC) maskapai ini pun dicabut pada 19 Juni 2008, menandai berakhirnya masa operasi dari Adam Air.

Batavia Air

Batavia Air. Sumber: istimewa


Berdiri dengan nama PT Metro Batavia, maskapai ini memulai pengoperasian perdananya pada 5 Januari 2002. Kendati tidak hanya melayani penerbangan domestik saja, namun pada 30 Januari 2013, Batavia Air dinyatakan pailit oleh PN Jakarta Pusat karena ada permohonan yang diajukan perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC).

Baca Juga: Bisnis LCC Tak Selalu Mulus, Kasus Air Berlin Menjadi Contoh

Bouraq Indonesia Airlines

Bouraq Indonesia Airlines. Sumber: istimewa


Maskapai yang menggunakan nama dari kendaraan Nabu Muhammad SAW ini berdiri di tahun 1970. Tidaklah mudah bagi Jerry A. Sumendap, pendiri Bouraq Indonesia Airlines, dalam menjalankan bisnis di sektor aviasi Indonesia. Butuh waktu sekitar 10 tahun bagi Bouraq untuk mencapai kejayaannya. Namun sayang, pada tahun 1995, Jerry A. Sumendap harus menghadap Sang Ilahi dan kursi kepemimpinan diambil alih oleh Danny Sumendap.

Di bawah tangan Danny, Bouraq mengalami restrukturisasi besar-besaran guna mempertahankan diri di tengah ketatnya persaingan antar maskapai. Tapi takdir berkata lain, di tahun 2005, Bouraq Indonesia Airlines dinyatakan pailit dan mengakhiri semua pengoperasian armadanya.

 

Mendarat Darurat di Siberia, Penumpang Air France Terperangkap Selama Tiga Hari!

Masih ingat dengan kasus British Airways yang menelantarkan 200 penumpangnya tanpa akomodasi makanan dan penginapan di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York pada Kamis (1/11/2018) kemarin? Nah kali ini kejadian yang hampir serupa menimpa penumpang maskapai Air France, dimana sebanyak 282 penumpang terlantar selama tiga hari di Siberia pasca pesawat melakukan pendaratan darurat.

Baca Juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

Semestinya, pesawat ini melakoni penerbangan internasional berjadwal dari Paris menuju Shanghai. Namun karena kepulan asap dan bau menyengat di dalam kabin, akhirnya sang pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Irkutsk, salah satu kota terbesar di Siberia pada Minggu (11/11/2018). Bisa dibilang, nasib penumpang Air France dengan nomor penerbangan AF116 jauh lebih beruntung ketimbang penumpang British Airways, karena mereka masih mendapatkan akomodasi berupa hotel.

Dilasir KabarPenumpang.com dari laman time.com (14/11/2018), tidak ada satu penumpang pun yang terluka akibat insiden pendaratan darurat ini. “Awak AF116 yang mengemudikan Boeing 777 dari Paris ke Shanghai memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Irkutsk di Siberia setelah bau tajam dan asap tipis muncul di dalam kabin,” ujar pihak maskapai dalam sebuah keterangan tertulis.

Setibanya mereka di Irkutsk, para engineer langsung menganalisa kerusakan dan mereka menyadari bahwa pesawat tersebut tidak mungkin diperbaiki dalam waktu yang singkat. Maka dari itu, pihak maskapai bergerak cepat dengan mengirimkan armada lain untuk menjemput para penumpang yang terlantar itu.

Alhasil, pesawat kedua Air France pun tiba pada keesokan harinya. Sebelumnya, para penumpang diakomodasi menuju hotel terdekat. Namun sial, pesawat kedua ini juga mengalami kendala karena tidak bisa lepas landas dan menambah rasa frustasi para penumpang. Tanpa visa Rusia, para penumpang tidak dapat mengakses bagasi mereka, dan harus ditemani oleh kepolisian setempat ke mana pun mereka pergi.

Baca Juga: Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Akhirnya di hari ketiga, armada ketiga datang dan dapat menerbangkan para penumpang ini menuju Shanghai tanpa masalah. Perjalanan yang dijadwalkan memakan waktu selama 11 jam akhirnya harus ditempuh dalam waktu hampir empat hari. Sungguh sial!

 

ComfortDelGro Uji Coba Bus Otonomnya di National University of Singapore

Kendaraan otonom atau tanpa pengemudi belakang ini mulai digunakan banyak moda transportasi salah satunya bus. Salah satu pembuat bus otonom adalah perusahaan transportasi ComfortDelGro.

Baca juga: Adopsi Vehicle-to-x, Bus Otonom Telkomsel 5G Ramaikan Asian Games 2018

ComfortDelGro akan melakukan uji coba bus layanan antar jemput tanpa pengemudi di kampus Ken Ridge National University of Singapore (NUS) pada Maret 2019 mendatang. Bus otonom tersebut akan menjadi yang pertama kalinya diuji coba oleh operator transportasi ComfortDelGro.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (12/11/2018), uji coba tersebut nantinya akan berlangsung selama satu tahun. ComfortDelGro Bus akan mengoperasikan antar-jemput otonom EasyMile EZ10, yang akan didanai oleh Inchcape Singapore.

Sebuah bus kecil yang dapat membawa 15 penumpang akan melakukan perjalanan sepanjang rute 1,6 km di NUS antara Heng Mui Keng Terrace dan Business Link. Namun selama tahap awal uji coba, bus ini tidak akan membawa penumpang.

Ini akan fokus pada pengumpulan data untuk pemetaan dan sistem navigasinya. Petugas keselamatan akan berada didalam bus otonom untuk memastikan pengoperasian kendaraan yang aman, serta untuk memberikan keahlian teknik.

“Setelah tim manajemen percobaan puas bahwa bus otonom siap untuk uji coba penumpang, penumpang akan dapat mulai menaikinya,” kata ComfortDelGro.

Bus shuttle akan beroperasi dalam kondisi seperti mengemudi bersama kendaraan lain di jalan. Bus antar-jemput otonom EZ10, berjalan sepenuhnya pada listrik dan memiliki teknologi kendaraan otonom (AV) yang menggabungkan robot dan kecerdasan buatan.

“Itu hanya akan bergantung pada perangkat lunak dan perangkat keras internal, tanpa ketergantungan pada infrastruktur eksternal,” kata ComfortDelGro.

Ini telah berhasil digunakan dalam kondisi lalu lintas yang sama di negara-negara seperti Prancis, Jerman, Norwegia, Australia dan Jepang.

“Kami yakin pengalaman yang didapat dari uji coba ini akan membantu kami mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana menjadi operator armada AV di tahun-tahun mendatang,” kata direktur dan direktur grup ComfortDelGro, Yang Ban Seng.

Jika uji coba bus otonom ini berhasil, itu bisa digulirkan secara komersial.

Baca juga: Bus Otonom Apolong Baidu Level 4 Meluncur Secara Global di 2019

“Di era digitalisasi dan teknologi pintar ini, penggunaan kendaraan otonom sebagai moda transportasi bukanlah masalah ‘jika’ tetapi ‘kapan’,” tambah Profesor Chen Tsuhan, wakil presiden NUS (Riset dan Teknologi).

Ini akan menjadi yang ketiga ComfortDelgro ke dalam lingkup kendaraan otonom di Singapura dengan dua uji coba lain yang sedang berlangsung di Sentosa dan Pulau Jurong oleh anak perusahaannya SBS Transit.

 

Terpecahkan! Beginilah Proses Pengambilan Gambar Ketika Pesawat Tengah Mengudara

Selama ini, tentu Anda sudah sering melihat gambar pesawat terbang yang tengah mengudara. Ya, terlepas dari apakah itu pesawat yang baru dirilis atau bukan, tapi eksistensi foto semacam ini populasinya sudah banyak sekali di internet. Namun setelah dipikir-pikir, pernahkah Anda membayangkan bagaimana cara mengambil gambar-gambar tersebut? Apakah sang fotografer menggunakan teknologi green screen yang biasa digunakan di industri film?

Baca Juga: Tips dan Trik Fotografi dari Dalam Kabin Pesawat

Pertanyaan ini kerap membuat sebagian orang tidak bisa ‘tidur dengan nyenyak’. Selain spekulasi di atas, hipotesa lain yang juga acap kali muncul di benak masyarakat adalah campur tangan aplikasi photo editor, dimana mereka cukup mengambil gambar sebuah pesawat, dan menempelkannya di background awan atau pemandangan udara lainnya.

Sumber: istimewa

Guna menjawab pertanyaan ini, KabarPenumpang.com menghimpun dari sejumlah laman sumber, seorang pilot pesawat komersil sekaligus seorang penulis bernama Joe Shelton mengatakan bahwa pengambilan foto sebuah pesawat ketika terbang, memang dilakukan oleh fotografer yang naik di pesawat lainnya. Jadi memang membutuhkan dua pesawat untuk bisa mengambil foto dari sebuah pesawat yang tengah mengudara.

Sumber: istimewa

Namun, tidak sembarang pesawat dapat digunakan untuk mengambil foto. Seringnya, hanya pesawat yang memiliki pintu pada bagian ekor saja yang digunakan untuk mengambil foto-foto semacam ini. Tentu saja, ketinggiannya pun sudah diatur sedemikian rupa, sehingga meminimalisir adanya kecelakaan ketika proses pengambilan gambar.

Ketika pintu pada bagian ekor di buka, maka para fotografer profesional ini langsung mengambil posisi untuk menentukan angle terbaik. Tapi, tidak melulu seorang fotografer aviasi mengambil gambar dari pesawat yang memiliki pintu pada bagian ekor. Sebut saja Jessica Ambats, seorang fotografer aviasi yang namanya sudah cukup mashyur.

Baca Juga: Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi

Dalam laman web pribadinya, jessicaambats.com, ia mengunggah hasil-hasil jepretannya dan juga beberapa video yang berisikan proses persiapan pra pengambilan gambar. Dalam beberapa video, Jessica tampak menggunakan pesawat kecil yang notabene tidak memiliki pintu pada bagian ekornya.

Jadi, sekarang misteri tentang pengambilan foto ketika sebuah pesawat sedang mengudara sudah terpecahkan ya. Selamat tidur dengan nyenyak!