Indian Railways Gelontorkan Rs650 Juta Untuk Jaringan Kereta Mumbai

Negara India yang merupakan salah satu negara dengan penududuk terbanyak dunia, juga memiliki jaringan kereta terbesar di dunia. Indian Railways, operator kereta India baru-baru ini akan menginvestasikan dana senilai Rs650 miliar untuk jaringan rel pinggiran kota Mumbai yang berada di negara bagian Maharashtra.

Baca juga: Ketepatan Waktu Kereta India Mengalami Penurunan Akibat Faktor Keterlambatan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber railway-technology.com (12/11/2018), adanya investasi yang dilakukan oleh India Railways sendiri dananya digunakan untuk memoderisasi fasilitas baik stasiun ataupun jaringan kereta untuk meningkatkan layanan penumpang. Investasi ini sendiri sudah disetujui oleh pemerintah dengan menyusulnya rincian dalam anggaran tahun 2018 ini.

“Mengingat kecepatan di mana infrastruktur dan pekerjaan kemudahan umum sedang dilaksanakan oleh Kereta Api, saya percaya bahwa dalam empat hingga empat setengah tahun ke depan, jaringan kereta api pinggiran kota Mumbai, Navi Mumbai atau Mahamumbai akan melihat metamorfosis yang lengkap,” kata Menteri Kereta Api Piyush Goyal.

Goyal berada di Maharashtra untuk meresmikan koridor kereta api pinggiran kota Nerul-Seawoods Darave-Belapur-Kharkopar di Navi Mumbai. Bagian sepanjang 12 km adalah fase pertama dari koridor yang memiliki panjang 27 km dari Nerul menuju Belapur dan Uran. Kemudian menghubungkan simpul Ulwe di Navi Mumbai dengan Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus serta Panvel di rute Harbor.

Baca juga: Sepanjang 2015 – 2017, 50 Ribu Orang Tewas di Jalur Kereta Api India!

Tahap kedua proyek, yang akan berjalan dari Kharkopar ke Uran, saat ini sedang dalam pengembangan. Berbagai fasilitas penumpang juga akan dilaksanakan di beberapa stasiun pinggiran kota, termasuk pemasangan kamera CCTV di enam stasiun, 41 eskalator di 23 stasiun, sepuluh lift di enam stasiun dan 318 mesin penjual tiket otomatis di 77 stasiun pinggiran kota.

Pada Maret lalu, Goyal juga menginvestasikan Rs75 ribu crore untuk proyek sistem signaling yang akan dilaksanakan di seluruh India. Dia mengatakan, teknologi paling modern tersebut hadir dari European Train Control System (ETCS). Kehadiran sistem sinyal ini sendiri, menurut Goyal akan memastikan perjalanan yang aman bagi para penumpang.

KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

0

Kereta api komuter yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta secara melingkar atau loop akan segera diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kehadiran kereta ini nantinya akan memudahkan pengguna dan menambah pilihan moda angkutan untuk berbagai hal.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

“Baik untuk keperluan wisata, pekerjaan, pendidikan, dan lainnya. Rencananya KA komuter dengan rute Purwokerto-Yogyakarta-Solo-Semarang-Tegal-Purwokerto dan sebaliknya ini akan diluncurkan pada 1 Desember 2018,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Kamis (15/11/2018).

Supriyanto mengatakan, pengoperasian kereta api komuter ini sendiri ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di wilayah Selatan Jawa Tengah. Apalagi tujuan Semarang atau kota-kota di wilayah pantai utara dan sebaliknya dengan menggunakan jasa kereta api.

Dalam hal ini, warga Kabupaten Cilacap yang hendak ke Semarang dengan menggunakan kereta api bisa naik dari Stasiun Kroya. Sehingga, tidak perlu ke Purwokerto lebih dulu. Meski begitu, Supriyanto mengaku belum mengetahui secara pasti nama yang akan digunakan untuk KA komuter tersebut.

“Kami masih menunggu kabar lebih lanjut dari Kantor Pusat PT KAI mengenai nama KA komuter tersebut termasuk stasiun awal pemberangkatannya, apakah akan diberangkatkan dari Daop 5 Purwokerto ataukah dari Daop 6 Yogyakarta,” katanya.

Supriyanto berharap, kehadiran kereta api komuter loop Jawa Tengah-Yogyakarta tersebut dapat menambah pilihan moda transportasi massal bagi masyarakat yang hendak bepergian baik berwisata, pekerjaan, pendidikan, dan lainnya. Saat dihubungi, Vice President Humas PT KAI Agus Komarudin mengatakan, untuk nama belum bisa dibeberkan kepada publik untuk saat ini.

“Nanti akan kita rilis, tunggu kabarnya awal Desember ya,” katanya saat dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (15/11/2018).

Belum lama ini tepatnya 1 November 2018 KRD Patas yang melayani relasi Cicalengka-Padalarang PP dihentikan operrasinya. Ini dikarenakan KRD Patas menggunakan rangkaian kereta api Kahuipan yang idle atau diam di Stasiun Kiaracondong. Selama ini ada 3 perjalanan KRD Patas pada hari Senin sampai dengan Jumat serta 3 perjalanan pada hari Sabtu dan Minggu dengan jam keberangkatan yang berbeda.

Baca juga: Lagi di Aceh? Jangan Lupa Naik Kereta Diesel ‘Perintis’ Cut Meutia

Keberangkatan awal kereta ini dari Stasiun Kiaracondong pada pukul 04.40 dini hari menuju Cicalengka untuk kemudian berangkat lagi dari Cicalengka pukul 06.00 WIB. Di luar hari Sabtu dan Minggu, perjalanan KRD Patas hanya sampai pukul 09.52 WIB dengan tujuan akhir Stasiun Kiaracondong. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu perjalanan di ubah sampai dengan pukul 14.32 dan tetap berakhir di Stasiun Kiaracondong.

Atas dihentikannya pengoperasian KRD Patas ini, Joni menghimbau kepada masyarakat yang terbiasa menggunakan KRD Patas agar beralih ke KRD Bandung Raya yang jadwal perjalanannya lebih banyak mulai dari pukul 04.45 dari Stasiun Cicalengka. Untuk memudahkan pemesanan tiket KRD Bandung Raya, Joni menyampaikan bahwa sekarang pemesanannya sudah bisa dilakukan melalui aplikasi KAI Access yang bisa diunduh di playstore atau appstore. Pada aplikasi ini terdapat menu Local Train khusus untuk KA Lokal Bandung Raya.

Pesta “Tropical Garden,” Cara Seru Habiskan Malam Tahun Baru di Swiss-Belhotel Pondok Indah

Tidak terasa, libur akhir tahun sebentar lagi akan tiba. Ketika semua harga tiket pesawat sudah melambung tinggi sejak beberapa waktu yang lalu, dan sejumlah hotel sudah penuh dipesan. Pasti Anda ingin menghabiskan malam pergantian tahun dengan orang-orang yang Anda sayang, bukan? Namun ketika melihat harga tiket pesawat yang sudah tidak bersahabat lagi dengan kocek Anda, kira-kira apa yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi keinginan tersebut?

Baca Juga: Aston Pluit Hotel & Residence, Tawarkan Menu Istimewa di Periode November – Desember 2018

Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk dapat menghabiskan malam pergantian tahun, cukup di Jakarta saja! Terletak di daerah Jakarta Selatan, Swiss-Belhotel Pondok Indah menawarkan opsi bagi Anda yang hendak merayakan tahun baru bersama orang-orang tersayang. Mengangkat tema Tropical Garden, ini merupakan tahun ketiga pihak hotel menyelenggarakan pesta malam tahun baru.

Sesuai dengan tema, maka dress code yang dianjurkan pun sudah barang tentu berkaitan dengan nuansa Hawaii – baju pantai bunga-bunga.

Hidangan yang disajikan pun dibuat senada dengan tema, mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Pun dengan welcome drink yang siap menyambut para tamu diracik khusus dengan cita rasa tropical.

Selama acara ini berlangsung, Anda akan dipandu oleh MC, live music, dan tentu saja pesta kembang api yang dijamin meriah. Jangan lupakan salah satu instrumen wajib ketika malam pergantian tahun, terompet! Masih kurang? Beragam hadiah menarik siap dibagi-bagikan kepada Anda juga, lho!

“Tema Tropical Garden ini dipilih karena tema ini sangat sesuai dengan tempat, suasana dan target market kita dimana semua umur dapat menikmati sajian perayaan malam tahun baru yang kita sajikan,” ujar Tami selaku Director of Sales Marketing Swiss-Belhotel Pondok Indah.

Adapun paket Tropical Garden Party yang ditawarkan oleh pihak Swiss-Belhotel Pondok Indah, dimana Anda dapat menikmati malam pergantian tahun, termasuk santap malam untuk dua orang, ditemani live music dan kembang api serta makan pagi untuk dua orang dibanderol dengan harga mulai dari Rp2.633.000 net selama dua malam.

Baca Juga: Sajikan Hidangan Hangat dan Bersih, Stasiun Central Mumbai Hadirkan Mesin Penjual Makanan Otomatis

“Kami adakan pula (paket) yang satu malam, yaitu mulai dari Rp1.888.000 net sudah termasuk makan malam dan makan pagi untuk dua orang serta menikmati acara malam tahun baru. Dan harga tambahan untuk makan malam per orangnya Rp375.000 net,” tandas Tami.

Helpline Bantu Penumpang Kereta India Temukan Solusi Saat Ada Masalah di Stasiun atau Kereta

Oktober 2017 lalu, helpline diluncurkan untuk memudahkan penumpang dan pihak kepolisian bila terjadi apa-apa di jalur kereta India. Helpline sendiri merupakan saluran bantuan darurat bebas biaya untuk menghubungi Government Railway Police (GRP) dengan nomor darurat 1512. Ini merupakan satu-satunya bantuan yang bisa melacak keberadaan polisi kereta menggunakan perangkat lunak pelacakan dan memfasilitasi mereka ke penumpang yang kesulitan.

Baca juga: Sepanjang 2015 – 2017, 50 Ribu Orang Tewas di Jalur Kereta Api India!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.indiatimes.com (8/11/2018), hingga kini helpline sendiri sudah menerima lebih dari 20.600 panggilan dalam setahun. Jumlah panggilan tertinggi atau sebanyak 67 persennya pada pencarian bagasi yang hilang dan lebih dari seribu penelpon melaporkan adanya keributan di kereta api atau area stasun.

“Panggilan meningkat selama jam sibuk pagi dan sore hari. Keluhan bervariasi dari laporan pria mabuk yang memasuki kompartemen wanita, kasus pelempar batu hingga bhajan yang dimainkan di gerbong kereta. Helpline juga menerima panggilan tentang kasus perdagangan manusia,” ujar asisten inspektur Deepak Wakchaure.

Helpline sendiri mendapat tanggapan positif dari penumpang sehingga GRP sudah tidak menggunakan meja bantuan di stasiun kereta api.

“Kami menemukan bahwa helpdesk tidak selalu ada. Dalam beberapa kasus, meja bantuan tidak terletak di platform di mana penumpang dalam kesusahan turun dari kereta api. Penumpang tidak dapat diharapkan untuk pergi ke platform lain untuk mencari bantuan. Memanggil helpline lebih mudah,” kata Direktur Jenderal Polisi kereta api Jaijeet Singh.

Dua belas operator bilingual bekerja dalam dua shift, dengan enam orang masing-masing di ruang kendali helpline di Wadi Bunder. Untuk setiap panggilan yang dijawab oleh operator, sebuah entri ini disebut sebagai tiket yang dihasilkan di komputer.

Sebuah tiket yang tertunda selama satu jam berubah merah menarik perhatian atasan juga seharusnya kemudian mengumpulkan umpan balik dari penumpang untuk memverifikasi apakah mereka telah menerima bantuan tepat waktu. Helpline menggunakan perangkat lunak pelacakan sumber daya yang memplot lokasi setiap agen lapangan di peta interaktif pada layar besar.

“Para agen lapangan harus mengunduh aplikasi pelacakan lokasi di smartphone mereka dan menyalakannya ketika mereka melapor untuk bertugas,” kata komisaris GRP Niket Kaushik.

Dengan mengetuk layar, operator dapat memperbesar atau memperkecil wilayah geografis apa pun di peta. Nama agen dan rincian kontak muncul di peta setiap kali operator ingin mencari mereka. Di sudut layar, operator memiliki akses ke daftar tugas polisi di setiap pos GRP. Pada layar terpisah di bawah, operator menerima panggilan dan menghasilkan tiket.

Saat ada panggilan masuk, operator akan mencatat detail kereta, lokasi pelatih, dan sifat keluhan dan memberi tahu agen lapangan yang terdekat dengan tempat tersebut. Seorangn pebisnis Raman Agarwal, yang telah meninggalkan laptopnya di kereta Kalyan-CSMT pada 22 Oktober, mengatakan dia mendapatkannya dalam waktu kurang dari satu jam, berkat helpline.

Baca juga: Operator Kereta India Digitalisasikan Layanan Keluhan Penumpang

“Saya turun di CSMT dan terpaku di ponsel saya. Hanya setelah kereta yang tersisa saya menyadari bahwa laptop saya berada di atas rak. Saya memutar nomor telepon bantuan dan operator memeriksa detail kereta dan mengatakan bahwa itu menuju ke Khopoli. Di stasiun Byculla, agen lapangan mengambil laptop saya. Saya merasa lega karena bisnis saya akan menderita karena tidak adanya data akuntansi yang penting di laptop saya, ”kata Agarwal.

Rakesh Meher seorang operator di helpline mengatakan, tidak ada panggilan yang dianggap sepele. “Selain itu, para senior memanggil kapan saja untuk memeriksa pekerjaan kami, jadi kami selalu berada di kaki kami.”

 

 

Serba-Serbi Soal Virgin Atlantic, Merek Dagang Milik Sir Richard Branson yang Mendunia!

Siapa sih yang tidak kenal maskapai Virgin Atlantic? Ya, merk dagang besotan Sir Richard Brenson ini namanya memang sudah melanglang buana di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di sektor aviasi saja. Besarnya nama Virgin Group yang merupakan induk perusahaan dari Virgin Atlantic, memaksa pihak maskapai untuk memberikan layanan prima di setiap penerbangannya. Salah satu yang menonjol adalah pembagian eskrim dan kopi bagi penumpang di kelas ekonomi rute tertentu. Ya, biasanya panganan gratis semacam ini hanya tersedia bagi penumpang kelas premium.

Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang

Wah, kira-kira fakta unik apalagi ya yang terselip di balik nama besar Virgin Atlantic? Berikut KabarPenumpang.com rangkumkan fakta-fakta tersebut, dikutip dari laman gotravelyourway.com.

Tidak Bergabung Pada Aliansi Penerbangan Manapun
Berbeda dengan Garuda Indonesia yang tergabung ke dalam aliansi penerbangan Skyteam, Cathay Pacific dengan Oneworld, atau Lufthansa dengan Star Alliance-nya, Virgin Atlantic lebih memilih untuk tidak bergabung dengan aliansi penerbangan mana pun. Pihak Virgin Atlantic lebih condong menggunakan metode individual codeshare agreements dengan pihak maskapai lain.

Mengoperasikan Penerbangan Transatlantik dari Lebih Banyak Kota di Inggris Daripada British Airways
Jika British Airways mengoperasikan penerbangan transatlantiknya dari hub Bandara Internasional Gatwick dan Bandara Internasional Heathrow, maka Virgin Atlantic memiliki hub tambahan yaitu di Bandara Internasional Manchester. Belum lagi pengoperasian berbagai rute point-to-point musiman dari kota-kota kecil di seluruh penjuru Australia. Tentu saja hal ini akan semakin mendongkrak pendapatan dari Virgin Atlantic.

Salah Satu Operator Terakhir dari Airbus A340-600
Kerap kali dideru masalah teknis, dan berkembangnya stigma tentang ukuran pesawat yang terlalu besar, beban pesawat yang terlalu berat ketika taxi, hingga penggunaan bahan bakar yang tidak efisien membuat sejumlah maskapai enggan menggunakan jasa A340-600 ini lagi. Sebenarnya, pihak Virgin pun merasakan hal yang sama, namun karena satu dua alasan, akhirnya pihak maskapai harus menunggu hingga bisa sepenuhnya ‘meremajakan’ armada Airbus A340-600.

Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Punya Cabang!
Ya, seperti yang sudah disebutkan di atas, merk dagang Virgin ini sudah mendunia. Wajar jika Anda menemukan nama Virgin di tempat lain. Sebut saja salah satu maskapai asal Australia dengan nama Virgin Australia, di Nigeria dengan nama Virgin Nigeria Airways (berganti nama menjadi Nigerian Eagle Airways pada tahun 2009), dan Virgin America di Negeri Paman Sam.

Lakoni Perjalanan 19 Jam, Ini Dia Trik Ampuh Singapore Airlines dan Canyon Ranch yang Bikin Penumpang Betah

Menghabiskan waktu belasan jam di dalam sebuah penerbangan bukanlah hal yang menyenangkan. Anda tidak dapat melakukan aktifitas apapun selain duduk, tidur, mendengarkan musik, bermain game offline, dan berbicara dengan rekan semisal Anda tidak sendiri. Namun impresi berbeda ditunjukkan oleh penumpang maskapai Singapore Airlines yang melakoni perjalanan terjauh perdana, dari Newark Liberty International Airport di New Jersey menuju Changi International Airport di Singapura pada bulan Oktober kemarin.

Baca Juga: Terima Airbus A350-900ULR, Singapore Airlines Siap Terbang ke New Jersey Non-Stop

Dengan menggunakan armada Airbus A350-900ULR, pihak Singapore Airlines hanya memberlakukan dua kelas dalam salah satu penerbangan bersejarah ini yaitu kelas preium dan bisnis dimana jumlah bangkunya tidak melebihi 200 seats. Dengan begitu, salah satu kendala yang acap kali melanda di dalam sebuah penerbangan yaitu soal jarak antar kaki, dapat teratasi.

Ternyata dalam penerbangan ini, Singapore Airlines bekerja sama dengan salah satu resort kenamaan, Canyon Ranch. Kerja sama ini tentu saja ditujukan untuk kenyamanan penumpang, mulai dari masalah penganan hingga hal lain yang dapat menunjang kenyamanan penumpang.

Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa poin yang ditonjolkan kolaborasi antara Singapore Airlines dan Canyon Ranch dalam penerbangan yang memakan waktu hampir 19 jam ini, dikutip dari laman cnbc.com (11/11/2018).

Makanan Racikan Gourmet Chef
Walaupun sudah memiliki reputasi buruk, namun pihak Canyon Ranch berusaha untuk mengubah stigma tersebut. Dengan menyajikan babi rebus sebagai penganan utamanya, David Varley selaku Vice President of Food and Beverage dari Canyon Ranch juga menambahkan varian cassoulet kacang putih, bayam dan peterseli Marcona gremolata sebagai elemen pelengkapnya.

Video Agar Penumpang Tidak Tegang dan Bisa Beristirahat
Selain membosankan, duduk terlalu lama di dalam sebuah penerbangan dapat menyebabkan otot-otot manusia menjadi tegang. Menyadari hal tersebut, Canyon Ranch membuat serangkaian video yang dapat membantu penumpang agar tidak tegang. Sebagai contoh, salah satu video mengarahkan penumpang untuk menggerakkan betis, hamstring dan peregangan isometriknya yang dirancang khusus oleh ahli fisiologi Canyon Ranch.

Selain itu, ada juga video yang membuat penumpang rileks dan beberapa teknik untuk tidur.

Baca Juga: Singapore Airlines Terbangkan Perdana A350-900 ULR ke New York

Pencahayaan yang Pas
Dalam penerbangan ini, Kepala Inovasi Kesehatan Canyon Ranch, Richard Carmona menggunakan pencahayaan amber yang dapat mendukung penumpang untuk dapat beristirahat selama perjalanan yang melelahkan ini.

 

50MB Kuota WiFi Gratis di Rute Domestik Citilink dan Garuda Indonesia

Di era modern saat ini, internet sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat dunia. Hal ini terlihat meningkatnya aktivitas di media sosial, bahkan generasi milenial kini lebih sering menggunakan media sosial ketimbang membaca buku atau bermain permainan tradisional. Apalagi bila ada WiFi gratis, generasi milenial seakan memperebutkannya, karena mereka tidak perlu membeli kuota ataupun menghabiskan kuota yang mereka miliki. Tak ayal, hal tersebut membuat Garuda Indonesia Group akan menyediakan WiFi gratis didalam pesawat mereka untuk penerbangan domestik tahun 2019 mendatang.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Namun berapa besar kuota dan seberapa aman WiFi yang dihadirkan didalam kabin pesawat tersebut? Pada Rabu (14/11/2018), Garuda Indonesia Group mengadakan soft launching untuk Inflight Free WiFi tersebut. Kepada awak media, PT Mahata Aero Teknologi yang akan menghadirkan WiFi di pesawat Citilink dan Garuda Indonesia, M Fitriansyah mengatakan, perangkat elektronik baik smartphone, tablet ataupun laptop penggunaannya aman di pesawat.

Dirinya mengaku telah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait hal tersebut. Namun syaratnya adalah penggunaan WiFi oleh penumpang saat pesawat berada di atas 30 ribu kaki. Meski begitu, peralatan elektronik tersebut tetap harus dimatikan ketika pesawat akan lepas landas ataupun mendarat.

“Memang pada saat landing dan take off itu dimatikan. Biar pun WiFi-nya di pesawat sudah hidup,” kata Fitriansyah.

Direktur Layanan Garuda Indonesia, Nicodemus Panarung Lampe menambahkan, penyediaan layanan ini demi memenuhi kebutuhan penumpang akan koneksi internet. Sasarannya adalah generasi milenial yang cenderung dekat dengan fasilitas internet.

Customer experience itu sangat penting dan yang paling kita tahu, beberapa tahun terakhir sampai ke depannya kita melihat seluruh penumpang itu satu keinginannya yaitu connected. Tapi tetap harus di ketinggian 30 ribu kaki,” ujarnya.

Nah, kemudian bagaimana degan data yang akan diberikan kepada pelanggan saat menggunakan WiFi gratis tersebut? Ternyata, setiap penumpang akan mendaptkan Inflight Free WiFi dengan kuota sebesar 50 megabyte (MB). Bahkan bila kuota itu kurang, Nico mengatakan bisa menambah lagi tanpa harus membayar. Dengan kehadiran WiFi gratis tersebut, nantinya penumpang tidak akan dikenakan biaya tambahan pada pembelian tiket baik Citilink maupun Garuda Indonesia.

“Wifi ini sangat perlu, terutama bapak ibu awak media sekalian, sebentar lagi misalnya deadline bisa kirim laporan di pesawat. Secara gratis,” kata Nico lagi.

Fitriansyah juga menambahkan, saat kuota habis, penumpang bisa menambah secara gratis. Tetapi akan ada opsi tertentu yang kini tengah dalam diskusi secara lebih detail.

“Misalnya penumpang sudah habis 50MB. Yang jelas mereka tidak ada membeli tambahan kuota, itu tidak ada, gratis. Jadi kalau habis ada opsi yang harus dilakukan untuk melakukan tambahan kuota, opsinya akan didiskusikan lebih detail,” tuturnya.

Dia melanjutkan, pihak Garuda Indonesia Group juga tidak dikenakan biaya investasi sama sekali dalam pemasangan inflight wifi tersebut. Seluruh investasi akan ditanggung oleh PT Mahata Aero Teknologi dalam pemasangan infrastrukturnya. Diperkirakannya investasi untuk instalasi inflight WiFi di 50 pesawat sekitar US$40 juta.

Baca juga: Citilink Hadirkan Fitur WiFi Onboard Pada 2019 Mendatang!

“Pihak Garuda Indonesia Group tidak dibebankan atas investasi ini,” kata Fitriansyah.

Untuk diketahui maskapai Citilink akan mulai menyediakan layanan itu perdana pada 28 Desember 2018 untuk satu pesawat dan secara bertahap dan akan terus meningkat. Sedangkan Garuda Indonesia akan memulainya pertengahan Januari 2019.

 

Bawa Bayi Ular Berbisa, Penumpang di India ini Terpaksa Batal Mengudara!

Jika Anda memainkan peran sebagai petugas keamanan sebuah bandara, apa yang Anda lakukan jika menemukan seekor ular di dalam salah satu tas penumpang? Tentu sebagai profesional, Anda harus tetap menjalankan tugas dengan baik dan sesuai prosedur, terlepas dari permasalahan apakah Anda termasuk ke dalam salah satu orang yang takut ular atau bukan. Nah, kejadian semacam ini terjadi di India beberapa waktu yang lalu, dimana seorang petugas keamanan Bandara Cochin menemukan seekor ular berbisa di tas salah satu penumpang pada Minggu (11/11/2018).

Baca Juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.com (12/11/2018), tentu saja reptil berbahaya seperti ular ini akan membawa malapetaka jika luput dari perhatian. Menurut laman sumber, ular ini terlihat oleh seorang penjaga keamanan pada bagian skrining Central Industry Security Force (CISF). Penumpang ini sekiranya hendak terbang menuju Abu Dhabi, dan karena tindakannya ini, ia telah diserahkan kepada pihak yang berwajib.

“Sub Inspector P K Mourya kala itu tengah bertugas memantau layar skrining X-Ray. Ia mengaku melihat sebuah benda yang menyerupai seekor ular di dalam tas seorang penumpang Air India flight 419 tujuan Abu Dhabi,” ujar salah satu pejabat CISF.

“Petugas kepolisian Hidersh Kumar langung memeriksa isi tas tersebut setelah Mourya meminta ijin terlebih dahulu kepada si empunya tas untuk melakukan penggeledahan. Hidersh lalu menemukan seekor bayi ular yang diidentifikasi berjenis Indian Krait, salah satu ular paling berbisa di India,” tandasnya.

Berdasarkan undang-undang penerbangan yang berlaku, lanjut pejabat CISF, reptil dan hewan margasatwa dilarang masuk ke dalam kabin atau bahkan kargo sekalipun. “Walaupun masih bayi, namun ular tersebut tetap saja berbisa, dan itu sangat berbahaya di dalam dunia penerbangan sipil,” imbuh pejabat tersebut.

Alhasil, penumpang yang seharusnya mengudara pada pukul 16.55 waktu setempat ini terpaksa membatalkan rencananya dan harus berurusan dengan pihak yang berwajib. “Penumpang ini berasal dari Kattakalam di Palakkad of Kerala,”

Baca Juga: Parah! Petugas Keamanan Bandara London Lakukan Pelecehan Seksual Pada Waria

Berkaca dari kejadian ini, kiranya Anda harus lebih berhati-hati dalam membawa barang bawaan sebelum mengudara ya! Ada baiknya Anda mencari tahu dulu barang atau binatang apa saja yang boleh di bawa selama penerbangan, dan mana yang tidak boleh. Alih-alih batal mengudara seperti penumpang malang ini, alangkah jauh lebih baik Anda memastikan semuanya terlebih dahulu.

[Video] Announcer Frontier Airlines Bawakan Panduan Keselamatan dengan Balutan Komedi

Kendati membosankan, atau bahkan diantara Anda mungkin ada yang sudah hafal dengan naskah safety announcement, tapi Anda tidak bisa melewati suatu penerbangan tanpa harus mendengar panduan keselamatan tersebut. Tapi apa jadinya jika panduan keselamatan yang selalu diperagakan oleh awak kabin ini disajikan dengan nuansa yang berbeda? Ya, maskapai ultra low cost carrier asal Negeri Paman Sam, Frontier Airlines membuktikan bahwa tidak selamanya panduan keselamatan itu membosankan.

Baca Juga: Video Tersebar Saat Berhubungan Seksual di Toilet Pesawat, Awak Delta Airlines di Skorsing

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, suasana di dalam kabin Frontier Airlines beberapa waktu yang lalu mendadak diramaikan oleh gelak tawa penumpang manakala panduan keselamatan pra penerbangan dibumbui oleh sejumlah lawakan dari si announcer. Penerbangan ini sendiri diketahui merupakan salah satu layanan Frontier Airlines yang dijadwalkan bertolak dari Orlando menuju Colorado Springs.

Dengan mengganti sebutan dari sejumlah instrumen keselamatan di dalam kabin, candaan si announcer tersebut sukses membuat satu kabin tertawa geli. Sebut saja rompi pelampung yang namanya diganti menjadi itsy-bitsy teeny-weeny yellow polka-dot bikinis (bikini kuning polkadot kecil mungil yang sangat kecil).

Belum lagi skema cadangan semisal pelampung enggan mengembang ketika berada di dalam air yang dipelesetkan menjadi, “Dan semisal pelampung tersebut enggan mengembang, maka berpeganganlah pada orang terdekat Anda, demi nyawa Anda,”

Lalu si announcer membahas tentang skema kabin yang kehilangan tekanan udara, dimana masker oksigen akan keluar dari kompartemen atas. Di sini, announcer usil ini menggambarkan situasi yang sebenarnya terjadi ketika kabin mulai kehilangan tekananudara.

“Ketika Anda sudah berhenti berteriak (karena panik kabin kehilangan tekanan udara), segera pasang masker oksigen. Setelahnya, Anda baru bisa membantu anak kesayangan Anda, penumpang lain, atau suami Anda yang berteriak lebih kencang dari Anda,”

Terakhir, si announcer usil ini sedikit menyindir sebagian orang yang kerap mengabaikan panduan keselamatan ini.

Baca Juga: Video: Charging Ponsel di Kereta Lewat Hembusan Angin di Luar Jendela

“Dan bagi mereka yang tidak memperhatikan panduan keselamatan ini, semoga beruntung,”

Beruntung, kejadian ini sempat diabadikan oleh kamera salah satu penumpang dan diunggahnya ke laman jejaring sosial Youtube.

Mungkin cara yang digunakan oleh Frontier Airlines ini terbilang cukup nyeleneh, namun itu dapat dijadikan suatu inovasi guna menarik perhatian penumpang yang kerap kali mengindahkan panduan keselamatan ini.

 

Alat Pemindai dan Detektor Logam Uji Coba Perdana di Stasiun MRT Little India

Alat pemindai tas dan pendeteksi logam mulai terpasang di beberapa stasiun MRT Singapura dan diuji coba pada Senin (12/11/2018) kemarin. Percobaan ini pertama dilakukan di stasiun MRT Little India sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Beberapa penumpang yang terpilih kemudian meletakkan tas atau barang bawaan mereka ke alat pemindai dan melewati pendeteksi logam.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Adanya pemeriksaan keamanan seperti di bandara ini ternyata membuat beberapa penumpang mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Bahkan ada yang mengatakan ini bila dilakukan di bandara tidak apa dan bahkan pemindai keamanan tersebut tidak dapat diterima.

“Seluruh prosesnya sangat membosankan. Ini memperlambat perjalanan saya,” ujar seorang penumpang yang tidak mau disebutkan namanya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (12/11/2018).

Dalam uji coba ini memakan waktu sepuluh menit dengan rata-rata empat orang melalui pemindai di Stasiun Little India. Kepada penumpang yang dipilih petugas, mereka akan diberi isyarat untuk meletakkan barang di pemindai dan melalui detektor logam. Bahkan, pada hari pertama tidak ada antrean saat petugas melakukan pemindaian pada penumpang.

Beberapa penumpang yang kecewa mengatakan, pemilihan uji coba tersebut sangat acak dan lebih memilih pada penumpang yang membawa tas atau barang lainnya. Seorang penumpang justru prihatin dengan hal pemeriksaan keamanan tersebut.

“Untuk penumpang di pagi hari ini akan sedikit sulit jika petugas menyaring semua orang,” ujar seorang penumpang perempuan.

Meski begitu beberapa penumpang lain menerima adanya pemeriksaan tersebut seperti salah satunya Subramaniam Balasubramaniam.

“Kami merasa lebih aman dengan pemeriksaan acak ini. Ini tugas kami, karena orang-orang yang tinggal di negara ini mendukung (langkah-langkah seperti ini),” ujar Subramaniam.

Wakil direktur divisi kemanan transportasi umum LTA Joseph Goh meyakinkan penumpang, mereka tidak akan terjebak dalam antrean panjang selama uji coba. Sebab petugas memilih penumpang secara acak dan memeriksanya satu persatu sehingga bisa dipastikan tidak ada kemacetan.

“Ini mirip dengan bagaimana pemeriksaan tas saat ini sedang dilakukan. Karena pemeriksaan ini acak, itu tidak akan menyebabkan keterlambatan bagi sebagian besar komuter. Kami tahu dari insiden di tempat lain bahwa sistem transportasi umum sangat rentan, mungkin karena banyaknya orang yang lewat. Oleh karena itu kami belajar dari ini dan berencana untuk menerapkan peningkatan pemeriksaan keamanan di stasiun MRT,” kata Goh.

Uji coba penyaringan keamanan LTA, yang akan berjalan selama enam bulan, akan dilakukan di berbagai stasiun MRT di seluruh Singapura. LTA menegaskan bahwa penumpang yang melakukan perjalanan melalui stasiun MRT Little India, Bedok, Ang Mo Kio, Bukit Panjang dan Yishun dapat dipilih untuk menjalani penyaringan, tetapi lokasi dan waktu pemeriksaan dapat berubah di hari-hari berikutnya.

Sebagai tanggapan terhadap bagaimana petugas secara acak memilih komuter untuk disaring, Goh mengatakan bahwa mereka telah menjalani pelatihan untuk mencari komuter yang membawa barang-barang besar.

“Para petugas dilatih untuk melakukan penilaian mereka sendiri untuk memilih penumpang untuk diperiksa … tidak ada rumus baku siapa yang kami pilih,” kata Goh.

Baca juga: Loncati Pintu Pembatas Platform di Jalur MRT Singapura, Pria 30 Tahun Diamankan Polisi

Dia menambahkan bahwa LTA akan menggunakan data yang dikumpulkan dari persidangan, seperti waktu yang diambil untuk seorang individu untuk disaring, untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi proses.

“Kami mencari pemahaman dan dukungan komuter saat kami berupaya menjaga sistem transportasi publik kami aman,” tambahnya.