Penglaris, Hamburger Hochbahn Kedatangan Mercedes-Benz eCitaro Perdana!

Masih ingat dengan eCitaro? Ya, ini adalah bus listrik mahakarya raksasa otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz yang belakangan ini ramai diperbincangkan oleh sebagaian kalangan. Untuk diketahui, eCitaro merupakan suksesor dari pendahulunya, Citaro yang sebanyak 50 ribu unitnya sudah tersebar di seluruh dunia. Sebagai penglaris, salah satu jaringan bus di Jerman, Hamburger Hochbahn baru-baru ini mendapatkan all-electric bus perdananya yang menjadi bagian dari total pemesanan 20 unit yang dilakukan pada awal tahun 2018 kemarin.

Baca Juga: Mercedes eCitaro Diluncurkan Perdana September 2018

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman insideevs.com (22/11/2018), Hamburger Hochbahn sendiri berencana untuk mengganti semua armada bus dieselnya dengan bus listrik pada tahun 2020 mendatang – itu berarti sebanyak kurang lebih 1000 bus diesel yang beroperasi untuk Hamburger Hochbahn akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat ini.

Menyoal spesifikasi, Mercedes-Benz menggunakan baterai berkapasitas 243kWh pada eCitaro yang membuatnya mampu menempuh jarak hingga 150km dalam sekali pengisian daya. Moda ini sendiri, lanjut pihak Mercedes-Benz mampu menampung penumpang hingga 88 orang dalam sekali perjalanannya.

“Mercedes-Benz eCitaro merupakan bus fully-electric pertama yang dirakit dan dikembangkan di Jerman. Sunyi dan bebas emisi merupakan nilai plus bagi eCitaro yang secara aktif mendukung program bebas polusi yang tengah digalakkan oleh pemerintah di berbagai penjuru dunia,” ujar pihak Mercedes-Benz.

Pihak Mercedes-Benz sendiri mengaku bahwa eCitaro menggunakan beragam teknologi inovatif yang dapat meningkatkan kinerja dari bus listrik itu sendiri, salah satunya adalah thermo-management. Thermo-management ini sendiri merupakan teknologi yang dapat mengukur panas pada mesin kendaraan listrik, dimana ini memegang peranan yang vital guna meningkatkan kinerja dari bus itu sendiri – mereduksi penggunaan energi dan meningkatkan jarak tempuh.

Baca Juga: Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz

Perusahaan juga membanggakan desainnya yang berbeda dari kebanyakan bus listrik, dimana ini menjadi daya jual yang kasat mata. Penggunaan lampu LED pada kebanyakan bagian bus – headlamp, dan lampu interior menambah daya tarik dari keseluruhan bus ini, dimana kesan modern semakin tidak bisa dipisahkan. Pun dengan lampu strip LED yang digunakan sebagai lapu rem belakang.

 

Tohoku Emotion, Kereta Tematik dengan Menu Restoran Bintang Lima

Sebagai negara yang terkenal dengan jaringan perkeretaapiannya yang sudah menjelma menjadi tulang punggung transportasi di sana, Jepang memiliki ratusan jenis kereta yang dapat dinikmati tidak hanya oleh warga asli sana, pun dengan para pelancong. Ketepatan waktu yang luar biasa dan inovasi, dipadukan dengan perkembangan teknologi yang membalut dunia perkeretaapian di sana seolah menjadikan jaringan ular besi negara ini lengkap dan sempurna.

Baca Juga: “Pokemon with You Train,” Kereta Tematik Pelipur Duka Anak-Anak Korban Gempa Jepang

Bahkan, saking lengkapnya, ada satu jenis kereta dimana para penumpang lebih tertarik dengan suguhan menu di dalamnya ketimbang destinasi tujuan mereka. Ya, adalah Kereta Tohoku Emotion atau yang lebih tepat disebut sebagai restoran di atas kereta ini pertama kali diluncurkan pada Oktober 2013 silam – mengular sepanjang Pantai Sanriku di wilayah Tohoku, sebelah utara Jepang.

Berdasarkan kutipan KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (16/11/2018), Kereta Tohoku Emotion ini merupakan salah satu ‘Joyful Train’ yang dioperatori oleh East Japan Railway Company (JR East). Menurut sang operator, Kereta Tohoku Emotion merupakan satu dari sekian banyak kereta tematik yang ditujukan untuk mempromosikan prefektur-prefektur yang masih minim pengunjung – menyusul Pokemon with You Train dan SL Ginga, kereta uap bertema ruang angkasa dengan planetariumnya sendiri.

Sumber: JR East

Kereta Tohoku Emotion sendiri menyajikan beragam penganan racikan celebrity chef asal Negeri Sakura yang dijamin menggugah selera. Dengan menggunakan komoditas utama dari Tohoku seperti bulu babi, daging sapi, jamur shiitake, hingga anggur kualitas premium – para koki terkenal tersebut siap meracik penganan yang akan menggoyang lidah para penikmatnya.

Guna mencegah kebosanan, pihak JR East mengganti juru masak di Tohoku Emotion setiap enam bulan sekali dan menunya diperbarui selama masa pengoperasian tersebut. Kini, Kereta Tohoku Emotion dipimpin oleh Shinsuke Ishii, seorang chef kenamaan pemilik restoran Sincere di Tokyo dan mantan chef di restoran non-reservasi populer di Perancis, Bacar. Masa jabatan Shinsuke sendiri akan berakhir pada Maret 2019 mendatang.

Ketika mengular bersama Kereta Thokou Emotion dari kota Hachinohe di Prefektur Aomori dan Kuji di Prefektur Iwate selama 1,5 jam, penumpang akan disuguhi empat penganan makan siang yang berbeda dan satu menu dessert. Perpaduan makan mewah ala restoran bintang lima, bisingnya suara kereta, dan pemandangan khas si ular besi tentu menyajikan nilai estetika tersendiri bagi setiap orang yang pernah mencobanya.

Baca Juga: Jelang Pensiun, JR West Pamerkan Kereta Peluru Tematik, Shinkansen 500 EVA “Evangelion”

Sebagai informasi tambahan, Kereta Tohoku Emotion ini sendiri terdiridari tiga rangkaian – gerbong satu terdiri dari tujuh kompartemen pribad dan gerbong dua untuk dapur. Digadang-gadang, kereta ini mampu mengangkut sekitar 48 penumpang dalam sekali perjalanannya.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjajal sensasi makan mewah diatas kereta sambil menikmati pemandangan khas Negeri Sakura, siap-siap untuk merogoh kocek sekira USD$106 atau yang setar dengan Rp1.500.000 untuk perjalanan pulang pergi, lengkap dengan penganannya. Patut dicatat, kereta ini hanya mengular pada hari Jumat hingga Senin saja.

Meski Difabel, Bukan Halangan Bagi Wanita ini Menjadi Pengantar GrabFood

Hingga saat ini, para difabel masih saja dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Namun apa jadinya bila melihat pemandangan seorang difabel yang menjadi pengantar makanan dengan menggunakan kursi roda berada di dalam sebuah moda transportasi umum? Tentu, Anda bisa mengatakan bahwa kita harus memperlakukan orang cacat tidak berbeda dengan yang berbadan sehat.

Baca juga: Ibu Hamil Berdiri, Penumpang Sehat Duduki Kursi Prioritas di Kereta

Tetapi orang-orang menemukan bahwa seseorang dengan mobilitas terbatas akan bersedia untuk melampaui apa yang diharapkan darinya dan menemukan pekerjaan yang melibatkan perjalanan jarak jauh untuk mengambil dan mendistribusikan pesanan makanan. KabarPenumpang.com melansir dari laman theindependent.sg (23/11/2018), pada Jumat kemarin dimana seorang wanita difabel menjadi viral saat menggunakan MRT.

Ada hal yang menarik yakni bukan sembarang wanita, tapi wanita berkursi roda ini tampak sebagai pengantar GrabFood, menilai dari pakaiannya dan tas makanan besar yang tergantung di punggungnya. Seorang penumpang yang juga warganet mengabadikan kejadian itu dan mengunggahnya di Facebook-nya. Meski menjadi seorang pengantar makanan, wanita difabel tersebut tetap melakoni pekerjaannya walaupun geraknya terbatas karena menggunakan kursi roda.

Foto yang tersebar di media sosial tersebut dalam tiga jam menjadi viral dan menarik hampir lebih dari seribu reaksi dan 400 warganet membagikannnya. Foto tersebut memiliki caption “Selalu ada orang-orang yang malas mengeluh meskipun mereka berada di tempat yang baik. Lihatlah wanita ini melakukan pengiriman GrabFood meskipun geraknya terbatas! Orang-orang yang malas itu harusnya diam saja.”

Kepala GrabFood Singapura James Ong mengatakan, “Kami sangat terinspirasi oleh mitra pengiriman dan berbesar hati untuk melihat komitmennya.”

Baca juga: Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

Dia mengatakan, pekerjaan tersebut patut dipuji dan perusahaan inklusif untuk yang berbeda dan menyambut mereka untuk mendapat pekerjaan dan membuat hidup yang jujur.

“GrabFood bangga menjadi platform yang memungkinkan wirausaha mikro seperti mitra pengiriman kami. Mereka memiliki fleksibilitas untuk merencanakan pengaturan kerja mereka, dari moda transportasi pilihan ke jam kerja mereka,” ujar Ong.

Numpuk di Gudang, AirAsia Daur Ulang Jaket Keselamatan dan Seragam Awak Kabin

AirAsia, maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, setiap tahunnya membuang lima ribu seragam, seratus jaket keselamatan dan dua ratus sabuk pengaman dan sebesar lebih dari tiga ribu kilogram kain diperuntukkan untuk tempat pembuangan sampahnya. Namun, kedepannya hal ini akan menjadi lebih baik, sebab AirAsia Foundation telah meluncurkan upcycling untuk pertama kali dengan membuart jaket pelampung dari daur ulang barang bekas dan mengganti seragam lama.

Baca juga: AirAsia Malaysia Terbang Perdana ke Silangit dari Kuala Lumpur Disambut Hujan

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, hasilnya adalah koleksi Soggy No-More yang merupakan kolaborasi dengan perusahaan sosial Nazanin. Koleksi-koleksi tersebut dijual mulai Juli 2018 kemarin. Iterasi produk pertamanya adalah aksesoris gaya hidup seperti tas selempang, kantong, dompet koin dan tempat alat makan.

“Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar oleh AirAsia untuk mendaur ulang semua bahan limbah yang kami hasilkan di pesawat. Sedapat mungkin, banyak sampah dikelola secara internal,” ujar direktur eksekutif AirAsia Foundation, Yap Mun Ching.

Sebelum adanya daur ulang tersebut sampah ini sudah menjadi limbah yang sangat besar dan semuanya tersimpan di gudang besar di Klang, Selangor, Malaysia. Yap mengatakan, ada ribuan barang dan maskapai tidak membuang apapun dan ini menghabiskan ruangan tersebut sehingga masuklah Soggy No-More.

Jaket keselamatan kadaluwarsa tersebut tidak bisa terurai bisa dikembalikan ke pabrik dan mengganti dengan yang baru untuk di daur ulang. Sedangkan untuk bekas seragam, dibuat berbagai barang seperti paspor, tas hingga ikat pinggang yang dibuat dari dasi pilot.

“Koleksi akan terus berkembang dan kami mengambil lebih banyak ide di masa mendatang. Ini membantu bahwa konsumen lebih sadar akan produk ramah lingkungan saat ini. Ada gerakan besar melawan plastik sekarang. Apa yang kami tawarkan adalah gagasan bahwa orang, perusahaan, dan maskapai lain dapat mengambil inisiatif inisiatif mereka sendiri,” kata Yap.

Baca juga: Fotonya Viral di Facebook, Inilah Reaksi Pramugari Cantik AirAsia

Koleksi Soggy No-More hanya tersedia di toko-toko pop-up sesekali. Daftar acara mendatang dapat diakses di halaman Facebook AirAsia Foundation. Ada rencana untuk menjual barang-barang di pesawat AirAsia pada tahun depan. Dengan Soggy No-More, idenya adalah untuk membawanya ke tingkat berikutnya dengan bekerja dengan perusahaan sosial. Di sinilah Nazanin, sebuah perusahaan sosial pengungsi Afghanistan di Kuala Lumpur, datang ke dalam gambar.

Habiskan Cuti, PT KAI Hadirkan ’13 Lucky Days’

Seperti tak ada hentinya bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memanjakan dan memberikan harga terbaiknya bagi pelanggan dan pengguna setia kereta api. Beberapa waktu lalu, KAI telah menghadirkan travel online dan event lainnya untuk memberikan tiket dengan harga yang cukup murah baik kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi.

Baca juga: Punya KAI Access? Ini Cara Mudah Tukar Jadwal Keberangkatan Kereta

Kali ini, PT KAI kembali memberikan kejutan bagi para pengguna setianya, dimana untuk menghabiskan sisa cuti hadir dengan promo ’13 Lucky Days’. Promo ini sendiri menawarkan tarif spesial yang bisa dipilih pengguna dimana harga kelas eksekutif, bisnis hingga ekonomi lebih murah dari biasanya.

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers PT KAI, promo ini akan berlangsung selama 13 hari dari tanggal 1-13 Desember 2018 dengan periode keberangkatan 1 Desember 2018 hingga 3 Februari 2019 mendatang. Tapi untuk para pelanggan, jangan senang dulu, harga promo ini tidak akan berlaku untuk pembelian dari tanggal 14 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

(Instagram @kai121_)

Namun, tenang saja, meski begitu khusus untuk pemesanan weekday atau hari biasa di jam tertentu yakni 13.00 sampai 14.00 WIB akan ada lagi tarif promo Flash Sale khusus untuk kelas eksekutif dengan jumlah kursi tertentu. Pada kali ini KAI akan menyediakan kursi dengan total 151.060 kursi dengan tarif spesial selama 41 hari dengan rata-rata kursi per hari sebanyak 3684.

Untuk pelanggan setia, tiket promo dan flash sale ini hanya berlaku dengan pembelian melalui aplikasi KAI Access baik Andorid maupun iOS selama tempat duduk tersedia. Promo ini diberikan untuk subclass X, Y dan Z dan sedangkan untuk Flash Sale khusus subclass M.

Sayang tiket promo ini tidak bisa dibatalkan, diubah jadwal dan digabung dengan program reduksi atau diskon lainnya. Selain itu, tarif Promo 13 Lucky Days tidak berlaku parsial, contohnya, tiket promo KA Argo Bromo Anggrek dengan tarif Rp150 ribu adalah untuk relasi terpanjang, yakni Surabaya Pasarturi–Gambir PP. Jadi jika Anda hendak turun di stasiun yang lebih dekat, tarifnya tetap Rp150 ribu.

Baca juga: Untuk Pertama Kali, PT KAI Gelar Online Travel Fair Lewat Web dan Aplikasi KAI Access

Berikut ini daftar kereta api yang mendapatkan tarif promo 13 Lucky Days yakni Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Jati, Taksaka, Purwojaya, Cirebon Ekspres, Tegal Bahari, Harina, Gumarang, Sancaka, Mutiara Timur Pagi dan Malioboro Ekspres. Kemudian Senja Utama Solo, Fajar Utama Yogya, Senja Utama Yogya, Sawunggalih, Jaka Tingkir, Menoreh, Bogowonto, Gajahwong, Singasari, Joglokerto, Ambarawa Ekspres, Kamandaka, Mataram Premium, Wijayakusuma, Tawang Jaya Premium.

Ada juga kereta Kuala Stabas, Sindang Marga, Sribilah Utama, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Parahyangan, Turangga, Argo Wilis, Bima, Gajayana, Malabar, Mutiara Timur. Tiket promo bervariasi untuk eksekutif Rp100 ribu-Rp150 ribu dan saat Flash Sale Rp100 ribu-Rp75 ribu, untuk bisnis Rp60 ribu dan ekonomi Rp50ribu.

‘ePatrolling’ Aplikasi Untuk Mudahkan Kontrol Petugas Polsuska

Indian Railways sebentar lagi akan meluncurkan aplikasi mobile ePatrolling yang akan membantu petugas Railways Protection Force (RPF) atau Polsuska selama tugas mengawal penumpang di kereta. Kehadiran aplikasi ini juga untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan mereka di dalam kereta.

Baca juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman pinkcitypost.com (22/11/2018), ruang kontrol akan melacak lokasi RPF melalui aplikasi dan mengambil tindakan instan jika terjadi keadaan darurat atau kelalaian. Pertama-tama, aplikasi ePatrolling akan diperkenalkan di kereta dari Delhi menuju Mumbai yang melalui Jaipur.

Salah seorang pejabat kereta api mengatakan, aplikasi ePatrolling akan hadir di Rajdhani dan kereta ekspress launnya terlebih dahulu. Sebab, proses instalasi akan selesai pada bulan Januari 2019 mendatang.

Fase pertama akan mencakup semua stasiun kereta api besar di jalur barat yang berada di bawah rute bagian Mumbai. Nantinya akan ada kode QR prefabrikasi yang ditempatkan pada kereta-kereta ekspres tersebut.

Sebelum kehadiran ePatrolling ini, dalam satu kereta api, selalu ada empat hingga lima petugas RPF yang dikerahkan untuk melakukan patroli di kereta api termasuk kereta api premium, pos hingga ekspres atau biasa dalam kereta perjalanan jarak jauh. Komunikasinya pun antar personel kemanan dan ruang kontrol kereta api melalui teknologi nirkabel.

Namun, nantinya setelah ePatrolling hadir maka untuk menjaga keselamatan penumpang akan dipastikan hanya ada dua petugas RPF di dalam kereta. Selain mengurangi jumlah tenaga RPF dalam kereta, ePatrolling juga memudahkan dalam pengecekan dan meningkatkan keselamatan penumpang.

Baca juga: Operator Kereta India Digitalisasikan Layanan Keluhan Penumpang

Aplikasi ePatrolling sendiri akan berfungsi setelah di instal pada ponsel masing-masing petugas RPF. Kemudian setiap dua jam RPF Jawaan yang bertugas harus memindai kode QR yang ditempatkan di kereta melalui aplikasi.

Kemudian ruang konntrol akan mendapat pembaruan langsung dan lokasi dari petugas RPF setiap dua jam setelah mereka memindai kode QR tersebut. Ruang kontrol juga dapat memberi informasi terkait keamanan darurat kepada petugas RPF melalui aplikasi tersebut serta petugas ruang kontrol bisa melacak lokasi petugas RPF yang bertugas dan dapat mengirim mereka ke tempat darurat yang sesuai.

Operator Kereta Jepang Hapuskan Sistem Pelatihan yang Ancam Keselamatan Calon Pekerja

Jepang memang terkenal akan sektor perkeretaapiannya yang jauh mengungguli negara-negara lain di berbagai belahan dunia manapun. Namun siapa sangka negara berjuluk Negeri Sakura ini juga mengaplikasikan metode pelatihan yang bisa dibilang tidak biasa terhadap calon karyawannya, yaitu dengan cara mewajibkan para calon karyawan tersebut untuk berjongkok di dalam parit di antara dua jalur kereta yang dilewati oleh kereta peluru terkenal asal Jepang, Shinkansen.

Baca Juga: Robot AI Mudahkan Pelancong Asing dan Lokal di Stasiun Osaka

Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (31/10/2018), salah satu operator kereta di Jepang, West Japan Railway mengatakan bahwa pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan. Namun karena metode pelatihan ini dinilai sangat membahayakan, maka dari itu berbagai pemangku kepentingan – termasuk serikat pekerja mengusulkan untuk menghapus metode pelatihan ini sejak tahun 2016 silam.

Bagaimana tidak, para karwayan ini diwajibkan untuk berjongkok di dalam sebuah parit dengan lebar kurang lebih satu meter dan kedalaman satu meter. Dengan begitu, para calon karyawan ini dapat merasakan hempasan angin dari kereta peluru yang melintas di kedua sisi mereka. “Pelatihan semacam ini sendiri memakan waktu sekitar 20 menit,” ujar salah satu juru bicara perusahaan. “Sekitar 240 orang berpartisipasi dalam sekali pelatihan,” tandasnya.

Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, praktik pelatihan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terlebih ketika pada tahun 2015 silam sebuah insiden terjadi dimana salah satu baut kereta terlepas dan itu sangat jelas membahayakan keselamatan dari para karyawan yang tengah mengikuti pelatihan tersebut.

“Belum lagi jika ballast (bebatuan di pinggir rel) terhempas ke arah kami, tentu itu akan menjadi masalah baru dan momok menakutkan bagi para peserta,” tutur saslah seorang peserta pelatihan yang ingin tetap anonim. “Saya tidak mengerti maksud dan tujuan dari pelatihan semacam ini. Kenapa masih harus dilakukan?” imbuhnya.

Baca Juga: Menggemaskan! West Japan Railway Akan Operasikan Shinkansen Bertema Hello Kitty

Setelah mendapatkan tekanan dari berbagai pihak, akhirnya si operator kereta api menghapus sistem pelatihan tersebut dan berdalih penghapusan ini tidak dilandaskan pada tekanan dari pihak ketiga. “Sekarang para calon pekerja akan mengamati kereta dari balik pagar, agar lebih aman dan efektif,” ujar juru bicara perusahaan.

 

Cuaca Buruk dan Batal Terbang, Pria Ini Bakar Pakaian di Terminal Bandara

Batal terbang, bukan hanya sekali dua kali terjadi pada sebuah maskapai penerbangan dan biasanya dikarenakan cuaca buruk. Hal ini juga terjadi pada penerbangan maskapai Pakistan International Airlines (PIA) yang baru saja dibatalkan. Penundaan tersebut kemudian membuat seorang pria kesal dan dirinya melakukan protes dengan cara yang aneh di terminal bandara.

Baca juga: Diterjang Topan Mangkhut, Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan Menuju Hong Kong

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (20/11/2018), pria ini mencoba membakar kopernya karena kesal penerbangannya hari itu dibatalkan akibat cuaca buruk. Pria yang tak disebutkan namanya tersebut, meletakkan pakaiannya di lantai terminal Bandar Islamabad, Pakistan dan mulai membakar dengan satu potong pakaian serta mencoba membakar yang lainnya.

Pakaian mulai terbakar api dan asap kemudian mengepul sebelum petugas keamanan bandara menghentikan tindakan pria tersebut. Dalam sebuah video postingan insiden tersebut, pria itu mencoba menggagalkan upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas keamanan dan membuat mereka pergi.

https://youtu.be/8n3sjR1UnF4

Otoritas Pemadam Kebakaran Penerbangan Sipil, kemudian memadamkan api sebelum menyebar. Namun akibat ulahnya itu, tidak diketahui apakah pria itu ditangkap, tetapi perusahaan penerbangan tersebut dilaporkan telah mengampuni tindakan pria itu.

Pakistan International Airlines tidak segera menanggapi masalah tersebut, tetapi mengatakan dalam sebuah pernyataan, “PIA telah memilih untuk memaafkan dan melupakan insiden yang terjadi di Bandara Internasional Islamabad pada 15 November.”

Baca juga: Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Porter Airlines Malah Diancam Petugas!

Diketahui, penerbangan yang batal tersebut keberangkatan pukul 07.00 pagi waktu setempat dari Bandara Islamabad menuju ke Gilgit. Awalnya sebelum alasan cuaca buruk, pembatalan penerbangan karena masalah teknis. Hingga akhirnya penerbangan ke Gilgit, Pakistan dijadwal ulang untuk berangkat pada hari Jumat (23/11/2018).

Seperti pada bulan September kemarin, dimana penerbangaan Garuda Indonesia ke Hong Kong terpaksa dibatalkan karena adanya Topang Mangkhut yang memporak-porandakan Filipina serta kawasan Hong Kong. Sehingga membuat seluruh penumpang batal terbang baik tanggal 15 maupun 16 September 2018 kemarin dan mengubah jadwal penerbangan mereka yang tertunda tersebut ke contact center Garuda Indonesia.

Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

Kendati masih ada waktu sekitar kurang lebih tiga bulan menjelang masa pengoperasian perdananya pada Maret 2019, namun PT MRT Jakarta (PT MRTJ) terus melakukan penguatan fondasi, salah satunya dengan cara berkolaborasi dengan salah satu moda transportasi berbasis massal, TransJakarta. Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh kedua perusahaan penyedia jasa layanan transportasi ini turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono, dan Direktur Utama PT MRTJ William Sabandar.

Baca Juga: Palyja Rencanakan Pasang Drinking Fountain di 3 Stasiun Besar MRT Jakarta

Studi integrasi transportasi antarmoda ini sendiri diharapkan dapat saling melengkapi kekurangan dari masing-masing moda transportasi berbasis massal yang selama ini terkesan agak sulit dijangkau karena lokasinya yang belum tersebar secara merata.

“Studi integrasi transportasi antarmoda, TransJakarta itu first mile dan last mile. Sedangkan MRT Jakarta adalah backbone. Saling melengkapi,” ujar Agung Wicaksono selaku Direktur Utama dari PT Transportasi Jakarta, ditemui KabarPenumpang.com pada Jumat (23/11/2018).

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan bahwa salah satu harapan dari program Pemerintah ini adalah untuk melakukan ekspansi jangkauan.

“Namun tetap tidak mengesampingkan faktor keamanan, kenyamanan, dan juga keterjangkauan,” ucap Anies dalam sambutannya.

“Integrasi ini adalah untuk seluruh warga Jakarta, kami ingin semua warga Jakarta bisa naik transportasi umum berbasis massal, dan itu bisa tercapai salah satunya dengan cara melakukan integrasi,” tandas mantan Menteri Pendidikan ini.

Jika studi ini berhasil, lanjut Anies, masih ada tahapan kesenyawaan yang menandakan integrasi ini sudah berhasil dilaksanakan. “Jadi antarmoda itu seperti sudah tidak ada bedanya, karena antarmoda sudah senyawa tadi,” imbuh Anies.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRTJ William Sabandar mengatakan bahwa ada beragam kemungkinan yang tercipta dari hasil studi ini, salah satunya adalah terciptanya satu stasiun besar yang mencakup beberapa moda transportasi berbasis massal.

“Ya, itu yang akan kita lihat. Tapi sesuai dengan arahan Pak Gubernur bahwa di setiap 500 meter itu harus ada stasiun penghubung antarmoda,” papar William.

Baca Juga: Saat MRT Jakarta Beroperasi, Pemprov DKI Akan Operasikan Electronic Road Pricing

“Ini kan baru tanda tangan, jadi untuk ke depannya akan kita lihat kembali perkembangannya seperti apa, dan tentu saja kami akan mengupayakan yang terbaik,” tandasnya.

Pada kesempatan itu pula, William menyebutkan bahwa soal interkoneksi stasiun dengan gedung-gedung di sekitar stasiun MRT Jakarta sudah mulai berjalan. “Salah satunya dengan gedung UOB,” terangnya.

Fantastis! Inilah Hasil Jepretan dari Atas Drone

Hadir dan berkembangnya teknologi drone dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini memang membawa beragam manfaat – mulai dari pengecekan rel kereta, mengantar barang, hingga yang paling dekat dengan dunia di sekitar kita adalah peningkatkan seni fotografi. Beberapa waktu ke belakang, warga Ibukota dihebohkan dengan penampakan wajah dari patung Pancoran yang selama ini menghiasi salah satu sudut dari kota Jakarta ini, dan pengambilan video tersebut tidak terlepas dari peranan drone.

Baca Juga: Bawa Drone Saat Melancong? Jangan Lupakan Tips Ini

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa drone telah membuktikan kapabilitasnya dalam meningkatkan nilai estetika dari dunia fotografi. Sudut-sudut pengambilan gambar baru juga bisa lebih dieksplor dan membuka ‘lahan jelajah’ baru para pemburu foto. Bermodalkan sejumlah tools fotografi – lengkap dengan lensa jarak jauhnya, ditambah dengan satu perangkat drone untuk menerbangkan kamera tersebut, maka si fotografer dapat mulai melampiaskan ide-ide gila yang berkecamuk di kepalanya.

Wah, tentu Anda semua jadi penasaran ya bagaimana hasil jepretan dari para fotografer yang mengkombinasikan teknologi drone? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, berikut adalah beberapa contoh foto yang diambil dengan menggunakan drone dari berbagai penjuru dunia.

Lion Rock, salah satu ikon legendaris di Sri Lanka. Sumber: newatlas.com
Menara tua di Reading, Inggris. Sumber: newatlas.com
Exuma Cays di Bahama. Sumber: newatlas.com
Air terjun Tequendama di Kolombia. Sumber: newatlas.com
Jalan berliku di daerah pegunungan di Rumania. Sumber: newatlas.com