Unik! Penumpang ini Lakukan Yoga Erotis Saat Mengudara dengan United Airlines

Hal unik apa saja yang pernah Anda temui dalam sebuah perjalanan udara? Sesama penumpang yang berkelahi? Atau cekcok antara awak kabin dan penumpang? Atau apa lagi? Itu bisa tergolong biasa dan kerap menghiasi penerbangan di luar sana. Namun pernahkah Anda menemukan penumpang yang melakukan sejumlah gerakan yoga di dalam penerbangan? Belum lagi pakaian yang digunakan oleh penumpang ini berwarna cerah dan kontras antara baju dan celana yang ia gunakan.

Baca Juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (29/11/2018), seorang penumpang maskapai United Airlines menuju San Diego menunjukkan perilaku yang aneh. Kebetulan, dua deret bangku yang berada di sampingnya kosong, dan penumpang berjenis kelamin wanita ini mulai melakukan sejumlah gerakan yoga erotis. Mulai dari gerakan simpel, hingga gerakan yang mewajibkan penumpang ini untuk menungging di tiga deret bangku kosong tersebut.

Awalnya, wanita berbalut kaos berwana pink dan celana legging berwarna kuning cerah ini mulai meregangkan punggungnya sambil mengangkat kepala dan pinggulnya. Sejurus sesaat, ia melengkungkan badannya ke arah belakang dengan posisi tangan yang terangkat ke atas. Selang beberapa saat kemudian, ia mulai beranjak dari bangkunya dan melakukan gerakan menungging di atas bangku – sembari kepalanya mengarah ke jendela, persis seperti anak kecil yang sedang mengintip keluar jendela.

Aksi dari wanita ini sempat diabadikan oleh penumpang lain yang duduk tepat di seberangnya. Merasa terlalu ‘berharga’ untuk disimpan sendiri, akhirnya penumpang yang merekam aksi yoga di dalam pesawat ini mengunggah rekamannya tersebut ke akun instagram dengan nama penguna Mobile Madness Man.

Seketika menghantam jejaring sosial Intagram, video ini mendapat respon beragam dari berbagai kalangan dan sontak menjadi viral. Banyak pengguna Instagram yang meninggalkan emoticon tertawa terpingkal-pingkal di kolom komentar – menandakan kegelian mereka setelah melihat aksi yoga di dalam pesawat tersebut.

Namun tidak sedikit pula warganet yang malah menentang aksi yang dilakukan oleh si perekam ini.

Baca  Juga: Inflighto, Mudahkan Penumpang Berbagi Keindahan dari Dalam Pesawat

“Mungkin di suatu tempat ada yang tengah mengabadikan momen ketika Anda merekam wanita tersebut. Coba cari #creeper,” ujar salah satu pengguna Instagram.

Namun sebenarnya, tidak sedikit penumpang yang melakukan yoga di dalam pesawat demi menjaga aliran darah mereka tetap lancar – terlebih ketika itu merupakan sebuah perjalanan berdurasi panjang.

 

Duh! Pilot Delta Airlines Kirim Pesan ‘Menggoda’ Kepada Penumpang via Aplikasi Grindr

Bagi sebagian anak muda, mungkin aplikasi dating seperti Tinder sudahlah tidak asing untuk diunduh. Mereka dapat bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki interest yang sama dan sama-sama saling tertarik. Namun pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai pilot yang baru saja mengantarkan Anda ke suatu destinasi? Ya, kejadian ini menimpa seorang penumpang dari maskapai Delta Airlines yang tengah mengudara dari Saint Paul menuju Chicago.

Baca Juga: Video Tersebar Saat Berhubungan Seksual di Toilet Pesawat, Awak Delta Airlines di Skorsing

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (29/11/2018), seorang penumpang bernama JP Thorn mendapatkan pesan singkat di aplikasi dating, Grindr dari seseorang yang mengaku sebagai pilot di penerbangan tersebut.

Sialnya, JP Thorn merupakan seorang pria. JP baru menyadari bahwa ada seseorang yang mengirimnya pesan sesaat setelah ia tiba di Chicago. JP menyadari bahwa orang yang mengirimkan pesan tersebut dari jarak antar mereka yang sangat dekat dan foto profil yang ditampilkan sangatlah mirip dengan sang pilot.

“Aku melihat kamu di penerbanganku. Semoga perjalananmu menuju Chicago menyenangkan,” tulis sang pilot yang disinyalir mengalami penyimpangan seksual ini kepada JP.

Merasa momen unik ini layak untuk dikonsumsi publik, JP lalu meng-capture chat tersebut dan mengunggahnya di jejaring sosial Twitter dengan caption, “Jadi ingat ketika seorang pilot mengirim pesan melalui aplikasi Grindr ketika pesawat berada di ketinggian 30.000 kaki,”

Sontak, Tweet tersebut mendadak viral dengan lebih dari 30.000 retweet dan 218.000 likes, plus lebih dari 350 komentar.

“Kalau aku jadi kamu, aku akan langsung berlari secepat mungkin meninggalkan pesawat,” tutur salah seorang komentator di Tweet JP yang diunggah pada 25 November 2018 kemarin.

Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Lebih lanjut, JP juga mengatakan bahwa pesan tersebut dikirim sekira 30 menit sebelum pesawat landing di Chicago – menandakan pesan dikirim ketika mereka berdua tengah mengudara.

Yang lebih menggelikan lagi, mereka berdua masih melanjutkan percakapan via aplikasi Grindr dan menyebut JP dengan panggilan ‘Nice Guy’. Merasa jijik dengan kejadian tersebut, JP lalu menghapus aplikasi Grindr dengan harapan dapat menghilang dari pilot tersebut. Hiii, geli ya!

 

Audi Pop.Up Next – Terhambat Regulasi, Baru Akan Dirilis 10 Tahun Lagi

Salah satu mahakarya Audi, Pop.Up Next merupakan konsep ambisius hasil kerja samanya dengan ItalDesign dan Airbus. Pop.Up Next ini sendiri adalah hasil ‘perkawinan’ dua moda transportasi dimana akan manghasilkan satu moda yang belum ada sebelumnya dan bisa menjadi salah satu solusi di sektor transportasi yang sangat inovatif. Adalah percampuran dari sebuah drone dan autonomous electric vehicle – dimana Audi siap untuk melakukan demonstrasi perdana pada minggu terakhir di bulan Nevember.

Baca Juga: Airbus dan Audi Kolaborasi di Konsep “Pop.Up Next,” Konvergensi Kendaraan Darat dan Udara

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (28/11/2018), konsep dari Audi Pop.Up Next ini sendiri pertama kali muncul pada perhelatan Geneva Motor Show 2017 lalu, dan ide yang sama kembali ditelurkan pada perhelatan yang sama di tahun berikutnya. Pada perhelatan Geneva Motor Show 2018, para peserta dibuat kagum dengan prototipe dari moda hybrid ini. Sebuah mobil listrik Audi dengan bagian kabin yang terpisah akan diangkat oleh sebuah quadcopter berukuran besar, lengkap dengan kabin penumpang pada bagian bawahnya.

Para penumpang bisa ‘memanggil’ si quadcopter tersebut dengan menggunakan aplikasi yang ada di dalam kabin. Nantinya, quadcopter ini akan lepas landas dari stasiun pengisian daya terdekat dari lokasi si pemanggil, dan terbang mendatanginya. Ketika sudah berada tepat di atas mobil listrik ini, quadcopter akan membidik bagian atap dari mobil istrik dan membawanya terbang hingga kecepatan 50 km per jam – berkat eksistensi dari baterai berdaya 70kWh-nya.

Kendati protoripe skala penuh ini sudah berhasil mencuri perhatian banyak lapisan masyarakat, namun dalam sebuah keterangan tertulis, pihak Audi mengatakan baru bisa merilis moda ini dalam waktu tujuh hingga 10 tahun mendatang.

“ Masih ada sejumlah rintangan besar dalam hal teknologi dan regulasi,” papar pihak Audi.

Baca Juga: Audi Pasang Banyak “Mata” Untuk Sistem Auto Pilot di Armada Anyarnya

“Ini (masalah regulasi) merupakan masalah yang sama dengan yang dihadapi oleh Uber, Aston Martin, Daimler, Bell Helicopter, dan sejumlah perusahan lain yang bergerak di bidang taksi udara,” tandasnya.

“Di masa yang akan datang, orang tua, anak-anak, dan orang-orang tanpa SIM akan ingin menggunakan taksi robot yang nyaman. Jika kita berhasil membuat alokasi lalu lintas pintar antara jalanan dan ruang udara, maka orang-orang dan kota-kota dapat mengambil manfaat dari hadirnya moda semacam ini,” tambah direktur utama ItalDesign, Dr. Bernd Martens.

 

 

4 Tahun Selalu Terlambat dan Tertunda, Penumpang Kereta Ernakulam Express Layangkan Protes

Kereta api sebagai salah satu moda transportasi massal dan cepat ternyata bisa membuat penumpangnya marah karena keterlambatan yang tak kunjung diperbaiki. Hal tersebut terjadi di Stasiun Heelalige, India, dimana sudah lebih dari satu tahun, penumpang kereta api di Hosur selalu mendapati kereta yang akan mereka tumpangi terlambat.

Baca juga: Indian Railways Canagkan Pembangunan Koridor Atas Kereta Api di Kerala

KabarPenumpang.com melansir dari laman deccanherald.com (27/11/2018), karena keterlambatan tersebut yang tak kunjung dibenahi, membuat penumpangnya melakukan aksi protes mereka yang berangkat dari Dharmapuri di depan kereta Intercity Ernakulam di Stasiun Heelalige pada Selasa (27/11/2018) kemarin. Adanya protes ini setelah dua penumpang yang melakukan perjalanan mengatakan bahwa Intercity Superfast Express (12677) Ernakulam tertunda lebih dari 45 menit.

Akibat penundaan tersebut, kereta api di jalur Hosur harus tertunda selama kurang lebih satu jam. Seorang penumpang bernama Navin mengatakan, ribuan orang melakukan perjalanan dari Hosur ke Carmelaram untuk tiba di kantor merek di DEMU Dharmapuri. Namun, saat Ernakulam Express ditunda, kereta DEMU dihentikan di Heelalige selama hampir satu jam.

Penumpang yang melakukan demonstrasi (Deccan Herald)

“Penundaan ini membuat penumpang gelisah sehingga mereka turun dari kereta dan menyeberang ke jalur lain dan melakukan protes atas penundaan tersebut,” ujar Navin.

Bahkan pengakuan seorang penumpang lain membuat kejutan dimana dikatakan penundaan di rute itu ditunda hampir setiap hari, penumpang telah menulis saran dan kritik beberapa kali untuk mendapatkan solusinya.

“DEMU Yashwantpur-Hosur juga ditunda pada hari Selasa. Namun, menghentikan kereta supercepat bukan jawaban untuk masalah ini. Tapi kereta api harus menemukan solusi paling cepat,” ujar Suhas Narayanamurthy seorang penumpang lainnya.

Baca juga: India Operasikan DEMU untuk Layani Jalur Kereta Terpendek

Navin mengatakan, karena keterlambatan kereta api itu, secara langsung mempengaruhi kehidupan kerja dimana mereka dipaksa bekerja lembur untuk menebus kedatangan terlambat ke kantor. Namun, para petugas dan pejabat kereta api tidak memberikan komentar apapun terkait hal keterlambatan dan penundaan perjalanan kereta Enakulam Express di jalur Hosur tersebut.

Namun, Para pejabat kereta api sebelumnya mengatakan bahwa penundaan semacam itu adalah hasil dari kemacetan di lintasan, terutama pada jalur tunggal yang menghubungkan bagian Hosur. Jam puncak pagi melihat kedatangan dan keberangkatan beberapa kereta di jalur utama antara Bengaluru dan Chennai, yang telah berkontribusi terhadap penundaan Ernakulam Express.

Ciptakan Stasiun Ramah Penumpang, Stasiun London Waterloo Adopsi Virtual Reality dan Eye-Tracking

Salah satu stasiun di Inggris, London Waterloo tercatat sebagai stasiun kereta tersibuk di negara yang dipimpin oleh seorang Ratu tersebut. Dalam sebuah data yang dirilis oleh Office of Rail and Road, ada sekitar 428 juta penumpang yang melakukan perjalanan dari Stasiun London Waterloo sepanjang kuartal pertama 2018-2019. Angka ini mengalami peningkatan pesat, karena data menunjukkan jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dari stasiun ini pada periode 2016-2017 hanyalah 99 juta penumpang saja.

Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum

Dengan pertumbuhan angka yang sangat pesat tersebut, sudah seyogyanya jika pihak stasiun melakukan berbagai pengembangan guna menunjang efisiensi dan kelancaran perjalanan para penumpang. Dengan menggabungkan kemajuan teknologi, sebuah perusahaan asal Inggris, CCD Design and Ergonomics meluncurkan Evidentia, sebuah teknologi yang menggabungkan kemampuan virtual reality dengan eye-tracking.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (19/11/2018), perjalanan penumpang di stasiun sendiri tidak hanya sebatas di peron saja. Para penumpang harus bisa mengarahkan diri menuju kereta mereka, sembari bersinggungan dengan beragam toko retail, papan iklan, hingga sesama penumpang yang memadati stasiun tersebut.

Memastikan kelancaran arus penumpang merupakan poin inti dari hadirnya Evidentia yang berbasis teknologi imersif ini. Sederhananya seperti ini, pihak stasiun dapat memantau kelancaran arus penumpang di stasiun tanpa harus menempatkan petugas yang pada akhirnya hanya akan membuat stasiun menjadi semakin penuh.

“Kami telah mengembangkan alat yang mengintegrasikan teknologi eye-tracking ke dalam virtual reality sehingga kami dapat membawa orang dalam tim desain, atau perwakilan penumpang, dan menempatkan mereka di dunia virtual dan meminta mereka untuk menyelesaikan beberapa tugas,” jelas Managing Director dari CCD, David Watts.

“Tugas tersebut meliputi perintah untuk pergi menuju stasiun, pergi ke sana, pergi ke sini, temukan kereta, dan seterusnya. Sejumlah poin penting yang dapat dihasilkan dari menyelesaikan tugas-tugas ini, salah satunya adalah pengumpulan data objektif mengenai apa saja yang mereka lakukan dan mereka lihat ketika melakukan perjalanan di dunia virtual ini,” tandasnya.

Baca Juga: AS Ikuti Cina Gunakan Teknologi Rel Virtual dalam Autonomous Rail Transit

David mengatakan bahwa tujuan utama dari teknologi ini adalah untuk mendapatkan skema yang lebih baik dalam membantu orang-orang bernavigasi di dalam stasiun dan untuk menghindari sebuah stasiun mengalami perubahan yang lebih mahal dalam proses desain di kemudian hari. “Atau bahkan setelah sebuah stasiun dibangun,” kata David Watts.

 

Royal Jordanian, Pernah 2 Kali Layani Penerbangan Reguler ke Jakarta

Pada awal tahun 2017 silam, tepatnya pada bulan Januari, salah satu maskapai asal Timur Tengah, Royal Jordanian resmi menutup penerbangannya menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Ya, kini Royal Jordanian hanya membatasi penerbangannya sampai di Kuala Lumpur, Malaysia saja, padahal sebelumnya, maskapai anggota aliansi penerbangan Oneworld ini sebelumnya melayani rute penerbangan dari Amman – Kuala Lumpur – Jakarta.

Baca Juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat!

Maskapai dengan livery yang didominasi warna hitam ini pada mulanya membuka rute penerbangan dari Amman (ibu kota Yordania) ke Jakarta pada Desember 2015, dan ini merupakan rute baru keempat Royal Jordanian di sepanjang tahun 2015. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman rj.com – laman resmi dari Royal Jordanian, sebelumnya maskapai yang bernama Alia Airlines ini telah terlebih dahulu membuka layanan penerbangan berjadwal menuju Jakarta di antara tahun 1992 hingga 2002.

Namun karena beberapa alasan komersial yang melatarbelakanginya, akhirnya Royal Jordanian terpaksa menghentikan penerbangan berjadwal tersebut. Diketahui, maskapai ini melayani penerbangan dari Amman menuju Jakarta sebanyak tiga kali dalam satu minggu – Senin, Rabu, dan Jumat. Rute ini, menurut pihak perusahaan, juga melayani tenaga kerja Indonesia, kargo, dan lalu lintas bisnis.

Direktur Utama dari Royal Jordanian kala itu, Captain Suleiman Obeidat mengatakan bahwa rute penerbangan pada rentang tahun 1992 hingga 2002 tersebut ditujukan untuk membawa wisatawan dari Yordania dan Levant menuju Indonesia dan sebaliknya, Royal Jordanian mengangkut para pelajar dari Indonesia yang hendak belajar di Yordania.

Namun karena alasan yang sudah disebutkan di atas, Royal Jordanian terpaksa menghentikan layananan penerbangannya menuju Indonesia pada tahun 2002.

13 tahun berselang – Desember 2015, pihak maskapai melakukan re-route menuju Jakarta dengan tujuan yang hampir sama, membawa wisatawan menuju Indonesia dan pelajar yang hendak bersekolah di Yordania. Pun dengan waktu terbangnya, tetap tiga kali dalam satu minggu.

Baca Juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan

Hingga akhirnya pada bulan November 2016, perusahaan harus kembali menelan pil pahit dengan mengumumkan penutupan rute penerbangan Amman – Kuala Lumpur – Indonesia pada Januari 2017. Adapun penerbangan terakhir Royal Jordanian dengan menggunakan Boeing 787-800 menuju Jakarta terjadwal pada 11 Januari 2017. Namun anehnya, pihak maskapai masih mengoperasikan rute penerbangan menuju Kuala Lumpur – yang sebelumnya dipanjangkan menuju Indonesia.

Heboh! Pria Mirip Sinterklas Tanpa Baju dalam Kabin Pesawat

Entah mungkin sedang kepanasan, seorang pria bertubuh besar mirip Sinterklas diketahui tidak mengenakan baju dan hanya menggunakan celana pendek dalam sebuah penerbangan. Pria tua tersebut duduk di kursi tengah sebuah maskapai yang tidak diketahui namanya dalam penerbangan malam hari.

Baca juga: Tanpa Rasa Malu, Penumpang Ini Lepas Celana di Dalam Kabin Pesawat

Foto dirinya tersebut itu mengagetkan pengguna media sosial dan banyak yang mengkritik maskapai karena pria semi bugil ada di dalam penerbangan. Beberapa warganet bahkan mengatakan, awak kabin yang bertugas saat itu harusnya memberikan pria berambut putih dengan selimut untuk menutupi sleuruh tubuhnya.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.ie (28/11/2018), pada foto tersebut selain melihat sebuah bar tobleron besar sebagai makanan pesawat, pria tua itu tampak seperti Sinterklas yang biasa ada di saat bulan Desember menyambut Natal. Salah seorang pengguna Reddit yang menggunakan nama Sunflowerseeds whob yang berbagi foto itu membuat caption “Setelah Mrs. Claus pergi dan dia kehilangan separuh rusa ke arahnya, Santa jatuh ke masa gelap dan sekarang menggunakan penerbangan komersial untuk memenuhi tugasnya.”

Pengguna lainnya yang bernama Seff4L berkomentar “White trash Santa.” Beberapa pengguna Twitter mengomentari foto tersebut dengan mengatakan “Tobleron besar memberi kesan ekstra meriah.” Leb Burt seorang warganet mengatakan, apakah itu Santa malam yang sedang off?

Baca juga: Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas

Ternyata kejadian ini bukanlah pertama kali yang dilakukan penumpang untuk melepaskan pakaian mereka dalam penerbangan. Agustus lalu, seorang wanita berambut pirang, melepaskan bajunya dan hanya menggunakan bra hitam dalam perjalanan dari Moskow ke Antalya di Turki.

Awak kabin mengatakan wanita itu di luar kendali setelah minum terlalu banyak di bar di Moskow sebelum naik ke pesawat, dan mereka harus menahannya tak lama setelah take-off. Sementara itu pada bulan Maret, seorang penumpang diikat dan diseret dari pesawat setelah ia menanggalkan dan melakukan tindakan seks pada dirinya sendiri saat menonton film porno sebelum menyerang seorang pramugari, menurut laporan.

Per 1 Desember 2018, KA Jaka Tingkir Berubah Relasi dan Jadwal Keberangkatan

Kereta api Joglosemarkerto yang akan mulai beroperasi pada 1 Desember 2018, membuat beberapa jadwal kereta api berganti dan berpindah lokasi keberangkatan. Selain KA Kamandaka, KA Joglokerto ternyata KA Jaka Tingkir juga terkena imbasnya.

Baca juga: Sempat Hoax, Ini Kisaran Tiket KA Joglosemarkerto yang Beroperasi 1 Desember 2018

KA Kamandaka yang awalnya relasi Semarang Tawang-Purwokerto diteruskan menuju Yogyakarta-Solo-Semarang Tawang. Sedangkan KA Joglokerto yang awalnya beroperasi dari Purwosari menuju Purwokerto PP akan diteruskan relasinya hingga Semarang-Solo-Yogyakarta. Tak hanya itu KA Jaka Tingkir pun berubah keberangkatannya yang sebelumnya dari Purwosari menuju Pasar Senen kini menjadi dari Lempuyangan dengan tujuan yang sama.

“Perubahan jadwal KA Jaka Tingkir pun yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen yang semula berangkat pukul 11.30 menjadi 07.15. Sedangkan keberangkatan dari Lempuyangan yang sebelumnya berangkat dari Purwosari pukul 18.00 menjadi 19.000 dari Lempuyangan,” ujar VP Humas KAI Agus Komarudin melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Jumat (30/11/2018).

Kehadiran KA Joglosemarkerto ini pun seperti memberikan nuansa baru bagi Daop 5 Purwokerto, apalagi potensi wisata yang tersebar cukup banyak salah satu yang kerap kali dikunjungi pelancong domestik maupun internasional adalah Dieng. Humas Daop 5 Purwokerto Supriyanto mengatakan, kereta api kini menjembatani penumpang yang akan menikmati destinasi di Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga yang turun dari Stasiun Purwokerto dengan moda transportasi lajutan.

Pada 23 November 2018 kemarin, moda transportasi lanjutan tersebut perdana di launching. Sebagai program awal ada lima perjalanan moda terusan tersebut dan berikut ini jadwalnya.

Stasiun Purwokerto : 01.00 ; 03.30 ; 10.00 ; 13.30 ; 18.30
Tiba di Purbalingga : 02.15 ; 04.45 ; 11.15 ; 14.56 ; 19.45
Tiba di Banjarnegara : 03.31 ; 06.01 ; 12.31 ; 16.12 ; 21.01
Tiba di Wonosobo : 04.31 ; 07.01 ; 13.31 ; 17.12 ; 22.01
Sedangkan sebaliknya,
Berangkat Wonosobo : 02.36 ; 05.50 ; 11.34 ; 18.09 ; 20.00
Banjarnegara : 03.46 ; 07.00 ; 12.44 ; 19.19 ; 21.10
Purbalingga : 05.02 ; 08.16 ; 14.05 ; 20.35 ; 22.26
Tiba di stasiun Purwokerto :06.07 ; 09.21 ; 15.10 ; 21.40 ; 23.31.

Baca juga: KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

Pick up dan drop pointnya adalah untuk Wonosobo di toko oleh-oleh Harmoni dan RM Mbak Har Taman Plaza, Banjarnegara di SPBU hiu dan terminal induk Banjarnegara, sedangkan di Purbalingga di Kalimah. Ada tiga unit armada yang digunakan untuk sepuluh perjalanan.

“Dengan adanya angkutan terusan ini, masyarakat akan lebih mudah bepergian, baik yang menuju Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga, maupun dari daerah tersebut menuju stasiun Purwokerto, untuk selanjutnya meneruskan naik kereta api, akan lebih mudah. Bahkan dari Jakarta/Surabaya bisa langsung ke dieng,” kata Supriyanto.

HokBen Pasok Menu Baru di Garuda Indonesia, Bagaimana Quality Control-nya?

New inflight menu yang ada di penerbangan domestik Garuda Indonesia dari HokBen akan ada tiga macam yakni nasi dengan beef teriyaki, nasi dengan egg roll, nasi dengan chicken steak dan semuanya ditambahkan puding. Tapi bagaimana sih quality control-nya? Sebab, biasanya Aerofood ACS dari Garuda Indonesia yang melakukan hal tersebut.

Baca juga: Gandeng HokBen, Garuda Indonesia Hadirkan New Inflight Menu di Penerbangan Domestik

Ditemui KabarPenumpang.com saat penandatangan kerja sama Garuda Indonesia dengan Hokben untuk new inflight menu, VP Inflight Service Garuda Indonesia Vindex Tengker mengatakan, quality kontrol akan tetap dilakukan pihak Aerofood ACS. Sebab semua makanan dari vendor-vendor yang ada selain HokBen dicek dan tidak semuanya dimasak di dapur ACS.

“Kita keterbatasan tempat, makanan dari ACS pun tidak semuanya di masak di dapur kami, yang jelas kualifikasi stylenya harus sesuai dengan originalitasnya. Biasanya semua suplier kita audit,” ujar Vindex, Kamis (29/11/2018).

“Jadi sebelum kita membuat suatu kesepakatan kerja sama, kita audit dulu, ada tim yang kesana. Ini sama seperti kita mengaudit saat ada square baru. Setelah di audit flow-nya akan sampai ke ACS,” tambahnya.

Dia mengatakan, pihaknya menjamin semua makanan yang disediakan dan disiapkan oleh HokBen sendiri, sebab Garuda Indonesia menginginkan rasa original tanpa campur tangan Aerofod ACS. Vindex mengatakan, makanan dari HokBen akan hadir di dapur ACS 1 hari sebelumnya dan kemudian besokannya baru diupload ke pesawat.

“Yang jelas tidak ada campur tangan dari ACS, kita pakai trail and error untuk rasanya, basicly memang sudah dicoba juga saat dibekukan kemudian dipanaskan. Kita tidak ikut campur tangan karena nasinya HokBen ini kan khas, kita belum bisa membuat seperti Hokben. Jadi semua dari Hokben, kita hanya meletakannya di tempat, tutup dan chill (dibekukan),” ujar Vindex.

Dia menambahkan, makanan HokBen sama dengan yang lainnya saat masuk ke pesawat dalam suhu empat derajat celcius. Kemudian setelah di dalam pesawat, cabin crew akan memanaskannya dan disajikan kepada penumpang seperti halnya makanan yang lain.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Vindex mengatakan, untuk rasa tidak akan berubah saat di ketinggian, dari pengalama yang didapatkan dirinya, tidak hanya HokBen sebab, semua makanan yang dibuat di darat rasanya pas dan tidak kurang garam. Kalaupun berbeda, Vindex menjelaskan hanya akan berubah sedikit.

“Kalau seseorang punya lidah yang peka, mungkin akan jauh berbeda rasanya, bila tidak ya biasa saja. kita selama ini tidak menambahkan garam hanya seasoning (bumbu) yang di buat lebih strong (kuat),” tuturnya.

Sempat Hoax, Ini Kisaran Tiket KA Joglosemarkerto yang Beroperasi 1 Desember 2018

Pada 1 Desember 2018, kereta melingkar yang akan menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kereta bernama Joglosemarkerto ini sendiri memiliki rute Purwokerto-Tegal-Semarang-Solo-Jogja-Purwokerto baik dengan rute searah maupun berlawanan laju jarum jam.

Baca juga: KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

Namun bagaimana dengan tarif kereta Joglosemarketo ini? Sebab, sebelum adanya besaran harga tiket KA Joglosemarkerto ini, beberapa hari yang lalu sempat beredar adanya tarif tiket ini. Sayangnya tarif tersebut tidaklah valid dan masih belum jelas kebenarannya.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KA Joglosemarkerto akan memiliki tarif kompetitif dan menggunakan dua rangkaian kelas yakni eksekutif dan ekonomi. Gerbong eksekutif di kereta Joglosemarketo akan ada dua dengan kapasitas 100 tempat duduk dengan per gerbongnya 50. Sedangkan kelas ekonomi akan ada tujuh gerbong yang memiliki kapasitas 560 kursi.

Bagaimana tarifnya? Ternyata tarif kelas eksekutif akan berkisar mulai dari Rp40 ribu hingga Rp390 ribu, sedangkan kelas ekonomi Rp30 ribu hingga Rp260 ribu. Besaran tarif ini sendiri tergantung jarak tempuh yang dipilih penumpang. VP PT KAI Daop 5 Purwokerto, MN Huda Santoso mengatakan, untuk penumpang yang akan memesan tiket KA Joglosemarkerto akan mendapat diskon dari PT KAI sebesar sepuluh persen dari tanggal 1-13 Desember 2018.

“Tiket ini bisa dipesan melalui channel-channel eksternal penjualan tiket KA ataupun melalui aplikasi KAI Access,” ujar Huda.

Adanya KA Joglosemarkerto ini penumpang tidak bisa memesan tiket KA Kamandaka rute Purwokerto-Tegal-Semarang dan sebaliknya untuk jadwal 1 Desember 2018 dan setelahnya. Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan, penjualan tiket KA Kamandaka sendiri mulai 1 Desember belum bisa dilayani karena terkait rencana pemberlakuan KA baru tersebut.

Baca juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

“Karena ada rencana perjalanan KA Joglosemarkerto, mulai 1 Desember penjualan tiket KA Kamandaka belum bisa dilayani,” kata Supriyanto.

Supriyanto menuturkan tidak bisa dilayani KA Kamandaka juga karena adanya proses pemindahan tiket yang sudah dipesan H-90 ke KA yang baru tersebut. Dia mengatakan saat ini masih menunggu proses pembenahan tiketing yang dilakukan kantor pusat PT KAI.