Garuda Indonesia Luncurkan “Signature Dish of Indonesia,” Promosikan Kuliner Nusantara ke Dunia

Di tengah riuhnya pemberitaan soal penghapusan kebijakan bagasi gratis yang diberlakukan oleh sejumlah maskapai nasional, flag carrier Garuda Indonesia justru malah terkesan santai dan fokus meningkatkan kualitas pelayanannya. Bertempat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Garuda Indonesia hari ini meluncurkan varian inflight meals terbaru yang bertajuk “The Signature Dish of Indonesia.”

Baca juga: Gandeng HokBen, Garuda Indonesia Hadirkan New Inflight Menu di Penerbangan Domestik

Dari namanya saja sudah jelas, maskapai plat merah ini ingin lebih menonjolkan penganan khas nusantara dengan segala rempah yang tercampur di dalamnya. Tidak berdiri sendiri, Garuda Indonesia menggaet salah satu resto kenamaan, Sari Mande dalam upayanya untuk menghadirkan penganan baru kepada para penumpangnya ini.

Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com di lapangan, Director of Commercial Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa dalam upayanya untuk memperkenalkan dan mempromosikan kuliner nusantara ini, Garuda Indonesia juga menggandeng Kementerian Pariwisata.

“Komitmen Garuda Indonesia untuk mengembangkan pariwisata, dan juga untuk mengembangkan UMKM,” ujar Pikri. “Ini juga sebagai salah satu bentuk komitmen kami untuk terus memperkuat posisi perusahaan sebagai market leader dengan salah satunya adalah peningkatan loyalitas, kepuasan, dan kecintaan pelanggan,” tandasnya.

Selain itu, adapun misi lain Garuda Indonesia dalam peluncuran inflight meals adalah untuk mendukung program Pemerintah untuk mempromosikan kuliner nusantara kepada dunia.
Sementara untuk menu makanannya, Garuda Indonesia menawarkan sejumlah makanan yang dijamin bakal menggugah selera Anda, seperti Nasi Goreng, Nasi Rendang, Sate Ayam plus Lontong, Lontong Medan, Nasi Campur Bali, Nasi Kuning Nusantara, Nasi Kuning Manado, Nasi Gudeg Jogja, Nasi Pesmol Ikan, Nasi Liwet Solo, Nasi Krawu, Nasi Uduk Betawi, Nasi Tutug Oncom, Nasi Ulam, dan Nasi Langgi.

Untuk ke-15 menu tersebut, Garuda Indonesia meraciknya secara khusus di Aerofood Catering Service (ACS). Sementara untuk menu yang dihasilkan berkat kerja samanya dengan Sari Mande, Garuda Indonesia akan meluncurkan Rendang Daging, Dendeng Batokok, Dendeng Batu Sangkar, Ayam Bakar, Ayam Kalio, dan Ayam Takicuah.

Baca juga: HokBen Pasok Menu Baru di Garuda Indonesia, Bagaimana Quality Control-nya?

Inflight meals Sari Mande sendiri akan mulai disajikan per-tanggal 22 Februari 2019 mendatang di rute-rute penerbangan tertentu, yaitu rute Jakarta – Batam, Jakarta – Banjarmasin, Jakarta – Pontianak, Jakarta – Banda Aceh, Jakarta – Denpasar, Jakarta – Medan dan Jakarta – Lombok, khususnya di jam makan siang dan makan malam.

Mulai 1 Maret 2019, Sriwijaya Air Lakukan Penyesuaian Ketentuan Bagasi Gratis Penumpang

Sriwijaya Air kini ikut ambil bagian dalam penyesuaian jumlah bagasi gratis bagi para penumpangnya. Penyesuaian itu tertuang dalam surat pemberitahuan dari internal maskapai tersebut terkait penyesuaian bagasi gratis yang akan diberikan.

Baca juga: Kadung Bawa Bagasi ‘Dadakan’ Pasca Penghapusan Free Baggage, Ini Regulasi Ala Citilink!

Aturan baru penyesuaian bagasi maskapai Sriwijaya Air akan mulai berlaku tanggal 1 Maret 2019 mendatang. Adapun penyesuaian bagasi tersebut bukan peniadaan bagasi gratis melainkan pengurangan bobot barang yang dibawa penumpang yakni untuk kelas eksekutif 25 kg, ekonomi dari 20 kg menjadi 15 kg serta ATR dari 15 kg menjadi sepuluh kilogram.

“Aturan ini hanya berlaku untuk bagasi sedangkan barang yang dibawa ke kabin tidak ada perubahan. Kami tetap menerapkan aturan yang kompetitif,” ujar Distrik Manajer Sriwijaya Area Batam Dedi Zulkarnain yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com, Selasa (19/2/2019).

Dia mengatakan, meski begitu maskapai Sriwijaya Air tetap menyediakan prepaid baggage yang dilakukan di kantor penjualan Sriwijaya Air, travel agen hingga di website. Pembelian prepaid bagasi sendiri bisa dilakukan sebelum dan sesudah tiket issued atau tersebut hingga empat jam sebelum waktu keberangkatan pesawat.

Hal ini pula dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Bandara Hang Nadim Suwarso. Penyesuaian jumlah bagasi gratis sendiri sebelumnya sudah dilakukan maskapai terbesar yakni Lion Air dengan mengurangi jumlah bagasi penumpang. Tetapi pada Januari 2019, maskapai tersebut menghilangkan bagasi gratis dan hanya memberikan barang yang dibawa ke dalam kabin secara gratis dengan berat maksimal tujuh kilogram.

Pemberlakuan peniadaan bagasi gratis dilaksanakan maskapai berlambang singa tersebut sejak 22 Januari 2019 kemarin. Tak hanya itu, anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink juga akan melakukan peniadaan bagasi gratis bagi penumpangnya dan tertunda.

Baca juga: Ikuti Jejak Lion Air Hilangkan Bagasi Gratis, Citilink Siapkan Sosialisasi

Sebelumnya maskapai hijau tersebut akan memberlakukan pada 8 Februari 2018 kemarin, namun hal itu ditunda karena akan dilakukan kajian atau evaluasi terhadap semua aturan mulai dari PM 14/2016 sampai PM 185/2015. Meski nantinya peraturan tersebut dimulai, bagi penumpang yang terdaftar menjadi Supergreen atau yang memiliki garuda miles dan melakukan pembelian melalui website serta aplikasi akan mendapat bagasi gratis sepuluh kilogram.

Jangan Salah Naik! VW T2 Camper Van Ini Karya Desainer Lego dengan Perbandingan 1:1

Salah satu kendaraan yang paling ikonik di dunia dan dicintai oleh golongan tertentu, Volkswagen (VW) baru-baru ini menjadi sorotan publik. Alih-alih merilis model retro baru, VW berjenis T2 Camper Van ini dibuat dari sekiranya 400.000 keping Lego berukuran kecil! Sudah jelas, model yang dibuat dengan perbandingan 1:1 (ukuran realistis) ini bukan untuk dikendarai melainkan hanya dipajang saja – dan memiliki atap pop-up.

Baca Juga: Panasonic SPACe_C, Konsep Moda Otonom dengan Struktur Bertingkat

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (19/2/2019), VW T2 Camper Van versi Lego ini memiliki berat sekitar 700kg, dengan panjang yang hampir mencapai 5m. Hal lain yang lebih mmembanggakannya lagi adalah, ini merupakan sebuah mahakarya terbesar yang terbuat dari kepingan Lego hingga saat ini, mengalahkan trailer teardrop Lego yang dibuat pada tahun 2015 silam.

Interior VW T2 Camper Van versi Lego. Sumber: newatlas.com

VW T2 Camper Van versi Lego ini diletakkan bersebelahan dengan yang versi aslinya, dan detail yang ada pada versi Lego ini sangatlah mirip dengan yang ada di versi aslinya – baik eksterior maupun interior. Adalah Rene Hoffmeister dan rekannya, Pascal Lenhard yang berada di balik proyek pembuatan VW T2 Camper Van versi Lego ini. Rene sendiri merupakan satu dari 12 pembangun model Lego resmi yang ada di seluruh dunia.

Setelah menggunakan gambar 3D untuk membuat rencana pembangunan, Rene dan Pascal langsung menghitung perkiraan keping Lego yang akan digunakan dan mereka mulai membangun VW T2 Camper Van ini. Dibutuhkan waktu sekira enam minggu untuk menghidupkan kembali VW jenis ini, hanya saja menggunakan material Lego. Tidak perduli weekdays atau weekend, Rene dan Pascal terus membangun model VW versi Lego ini tanpa lelah.

Baca Juga: Volkswagen SEDRIC School Bus, Kendaraan Otonom dengan Balutan “Bus Sekolah”

“Pada dasarnya, kami membutuhkan sembilan hari dalam seminggu,” ujar Rene.

“Namun karena mereka itu tidak ada, terpaksa kami mengambil shift malam,” tandasnya sembari mengenang.

Kreasi Lego yang luar biasa ini F.R.E.E Fair yang dimulai pada hari Rabu besok. Di sana, pengunjung dapat melihat langsung kreasi dari Rene dan Pascal ini dari jarak dekat. Mereka juga bisa mengabadikan foto dari VW T2 Camper Van karya Rene dan Pascal ini.

Stasiun Raffles Place Jadi ‘Saksi’ Cinta Dua Petugas MRT Singapura

Jatuh cinta berjuta rasanya, ya apalagi cinta pada pandangan pertama, tetapi sepertinya hanya sedikit yang bisa lanjut ke jenjang pernikahan. Bahkan cinta pada pandangan pertama tak selalu berjalan mulus atau hanya sekedar cinta monyet belaka.

Baca juga: Kenakan Busana Super Minim, Model Asal Filipina Bikin Geger Stasiun MRT Singapura

Namun ada sepasang petugas MRT Singapura yang merasakan cinta pada pandangan pertama tersebut. Kedua petugas ini bertemu pertama kali di stasiun MRT Raffles Place tahun 2003 lalu ketika mereka ditugaskan di stasiun yang sama.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (15/2/2019), Baharudin bin Johan seorang manager stasiun SMRT bertemu dengan sang asisten manajer senior Zulaila binti Dollah. Saat itu Baharudin ditempatkan di stasiun Raffles Place dan mengatakan Zulaila sebagai gadis paling lucu yang pernah dilihatnya.

Sedangkan Zulaila yang memperhatikan Baharudin dari dalam pusat layanan penumpang sempat bertanya kepada rekannya siapa lelaki kurus tersebut. Keduanya akhirnya mejalin kasih dan ketika berpacaran sepertinya setiap istirahat makan siang mereka tak pernah terpisah.

“Kami makan bersama dan selama makan kami berbicara dan saling tertarik,” ujar Baharudin.

Hingga akhirnya kedua petugas SMRT tersebut menikah, tetapi sayangnya mereka tak di satukan lagi dalam stasiun yang sama seperti saat pacaran dulu. Kini Baharudin dipindahkan tugas ke stasiun MRT Boon Lay dan Zulaila tetap di stasiun Raffles Place. Tetapi meski begitu Zulaila masih menyimpan sebagian kenangan masa-masa mereka pacaran dahulu yakni sebuah cangkir minuman.

“Kami belum pernah bekerja di stasiun yang sama sejak kami menikah. Tetapi saya masih menyimpan cangkirnya di sini sehingga saya akan selalu ingat ketika dia bekerja di sisiku,” kata Zulaila.

Baca juga: Fase Uji Coba, Komuter SMRT Akan Lewati Skrining Keamanan di Beberapa Stasiun

Saat sebelum menikah keduanya juga sering kali pulang bersama dan Baharudin mengantar kekasihnya hingga dirumah. Namun, kini setelah keduanya menikah untuk pulang bersama hanya bertemu di tengah jalan yakni stasiun MRT Jurong Timur hingga tiba bersama di rumah.

“Setelah kami menikah, Baha akan datang dari barat, dan kami akan bertemu di tengah di stasiun MRT Jurong Timur sehingga kami bisa pulang bersama,” ujar Zulaila.

Kereta “Semi High Speed” Vande Bharat Express Resmi Meluncur

Setelah resmi menggunakan nama Vande Bharat Express yang disahkan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, Train 18 ini akan mengular perdana. Kereta yang mampu melaju dengan kecepatan 160 km per jam atau disebut semi high speed train ini akan beroperasi di rute New Delhi-Kanpur-Allahabad-Varanasi.

Baca juga: Train 18 Resmi Punya Nama ‘Vande Bharat Express’

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (18/2/2019), kereta yang akan mulai mengular tersebut melaju dari New Delhi menuju ke Varanasi dengan waktu tempuh delapan jam. Nantinya kereta Vande Bharat Express akan menghubungkan kedua kota ini selama lima hari dalam seminggu.

Memiliki 16 gerbong kereta ber-AC, Vande Bharat Express mampu mengangkut hingga 1128 penumpang. Semua gerbong dilengkapi kursi yang nyaman, pintu otomatis, sistem informasi penumpang baik audio maupun visual berbasis GPS, pencahayaan mode ganda dan layanan WiFi on board.

Kereta sebanyak 16 gerbong ini, dua diantaranya untuk kursi eksekutif dan 14 gerbong kursi non-eksekutif. Selain itu, kereta semi berkecepatan tinggi ini juga dilengkapi dengan satu gerbong yang digunakan untuk dapur atau restorasi.

Tak hanya itu, gerbong dilengkapi dengan toilet vakum yang ramah pada penyandang disabilitas, serta tak ketinggalan ada ruang untuk kursi roda. Kereta ini memiliki sistem pengereman regeneratif yang bisa menghemat 30 persen energi listrik dan perlindungan isolasi untuk mengurangi tingkat panas dan kebisingan. Kehadirannya ini sendiri bisa membuat penumpang lebih nyaman.

“Saya berterima kasih kepada para perancang dan insinyur di belakang Vande Bharat Express, yang akan melakukan perjalanan pertamanya dari Delhi ke Varanasi hari ini. Dengan ketulusan dan kerja keras kami dalam empat setengah tahun terakhir, kami telah berusaha meningkatkan kereta api,” ujar Narendra.

Baca juga: India Uji Coba Train 18, Kereta Cepat Tanpa Masinis Produksi Dalam Negeri

Vande Bharat Express sendiri dikembangkan oleh Integral Coach Factory (ICF), sebuah unit produksi kereta api di Chennai. Kereta ini sendiri dibuat dalam waktu 18 bulan dan akan menggantikan Shatabdi Express. Tarif tiket kereta ini sendiri juga kemungkinan lebih tinggi dari Shatabdi Express karena mencakup tambahan layanan makanan.

Drone Muncul (Lagi) di Bandara Dubai, Operasional Penerbangan Dihentikan 30 Menit

Sebuah drone mencurigakan kembali membuat aktivitas bandara internasional berhenti dan menunda pengoperasian seluruh pesawatnya. Kali ini drone tersebut ditemukan di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Drone yang dicurigai tersebut terlihat pada 15 Februari 2019 setelah dilihat terbang di dekat area bandara.

Baca juga: Bandara Gatwick dan Heathrow Hadirkan Teknologi Anti Drone

KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (18/2/2019), dalam sebuah pernyataan pihak bandara mengatakan bahwa penerbangan sempat terhenti dari pukul 10.13 hingga 10.45 waktu setempat. Penghentian sementara ini dilakukan untuk pencegahan dan melindungi keselamatan para penumpang pesawat yang akan terbang dari Bandara Dubai.

“Bandara Dubai telah bekerja sama dengan pihak berwenang yang tepat untuk memastikan bahwa keselamatan operasi bandara dipertahankan setiap saat,” ujar juru bicara Bandara Dubai.

Bandara ini juga pernah menghentikan sementara pengoperasiannya pada 2015 lalu karena masalah drone. Penghentian tersebut selama 55 menit setelah ada drone ilegal yang terbang di dekat bandara dan tahun 2016 lalu ada tiga drone yang mendekati bandara.

Kejadian ini mengingatkan pada dua drone yang ditemukan dekat Bandara Gatwick London pada Rabu (19/12/2018) kemarin. Kehadiran dua drone misterius itu membuat bandara di London harus menunda keberangkatan mereka hingga hampir 24 jam dan 657 penerbangan dibatalkan serta puluhan ribu penumpang terdampar.

Sempat buka pukul 03.00 pagi waktu setempat, Bandara Gatwick mau tak mau tutup kembali selama 45 setelah drone mendekati bandara. Untuk menangani drone misterius tersebut, pihak militer Inggris dipanggil untuk membatu dan mengerahkan peralatan khusus untuk menangani situasi tersebut.

Baca juga: Bandara Gatwick dan Heathrow Hadirkan Teknologi Anti Drone

Akibat insiden drone misterius, Bandara Gatwick dan Heathrow akan menerapkan peralatan anti drone dengan standar militer. Kehadiran teknologi ini untuk menangani munculnya drone ilegal di dekat lapangan udara yang bisa mengganggu lalu lintas penerbangan.

 

Pengendara Moped Kabur dari Polisi, Ternyata Pakai Kokain dan Mabuk

Polisi lakukan pengejaran terhadap seorang pengendara moped yang melebihi batas kecepatan adalah hal yang biasa. Apalagi pengendara terlihat mabuk dan membonceng seorang penumpang di jalan sepi saat tengah malam.

Baca juga: Sering Ngantuk Padahal Cukup Tidur, Mungkin Inilah Sebabnya!

Kantor Sheriff Berkeley County mengatakan, mereka melakukan pengejaran dan merekam aksi pengendara moped tersebut. Saat itu si pengendara meninggalkan penumpangnya ketika mencoba kabur dan melarikan diri dari kejaran pihak kepolisian.

KabarPenumpang.com melansir dari laman live5news.com (11/2/2019), kejadian ini terjadi sekitar satu bulan lalu dimana para penyelidik mengatakan seorang bernama Leander Bland Holems berusaha melarikan diri dari para petugas di Gose Creek. Hingga ada laporan menyatakan Holmes tengah berada di Red Bank Road saat penumpang mopednya berjuang untuk membuat Holmes berhenti dan menepo.

Dalam pengejaran tersebut, pengendara mopel itu terlihat menyerang salah satu bagian mobil petugas patroli yang akan menangkapnya.

“Begitu Holmes meninggalkan penumpangnya, dia terus berkendara menyusuri Garwood Road menuju Sedgefield Intermediate School,” kata pejabat BCSO.

Pihak berwenang mengatakan pengejaran itu berakhir setelah Holmes berusaha untuk berkendara di jalan masuk dan sampai ke daerah berhutan di mana ia jatuh dan lari dari para petugas.

“Para petugas K-9 mulai mengejar Holmes melalui hutan dan setelah pengejaran singkat, dia ditahan,” kata pejabat BCSO.

Sebuah laporan menyatakan Holmes mengatakan kepada para deputi bahwa dia menelan kokain dalam jumlah yang tidak diketahui.

“EMS dipanggil ke tempat kejadian dan Holmes diangkut ke rumah sakit daerah. Di rumah sakit, Holmes secara medis dibersihkan dan akhirnya dipindahkan ke Pusat Penahanan Hill-Finklea,” ujar pejabat tersebut.

Baca juga: Bukan Paus Pembunuh, Orca Mark adalah Skuter Listrik Canggih Rilisan Voro Motors

Holmes dikeluarkan tiga kartu lalu lintas dimana SIM tidak memiliki kepemilikan moped pelanggaran pertama, kegagalan untuk berhenti untuk lampu biru, dan tidak ada rompi moped reflektif. Holmes juga menghadapi dakwaan dari Departemen Keamanan Publik Carolina Selatan karena mengemudi di bawah pengaruh.

“Jika Anda bertanya-tanya tentang penumpang, kami tidak berpikir dia sedang berbicara dengan Holmes saat ini,” kata pejabat BCSO.

Tak Mau Duduk Disebelah Bocah 3 Tahun, Wanita di Kabin Pesawat Ternyata Mabuk

Penumpang mabuk kerap kali menjadi masalah bukan hanya bagi awak kabin yang bertugas tetapi penumpang yang ada di sekitarnya. Bahkan terkadang, penumpang mabuk itu melakukan hal yang tidak baik hingga mengeluarkan kata-kata kasar meskipun ada anak kecil yang duduk disebelahnya.

Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney

Seorang penumpang mabuk di dalam penerbangan JetBlue dari Fort Lauderdale Florida menuju ke Las Vegas. Valerie Gonzalez, yang tengah mabuk sadar ketika dia duduk disebelah seorang anak dan tiba-tiba marah tanpa sebab. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (18/2/2019), tak hanya itu wanita 32 tahun tersebut juga meludahi penumpang lainnya.

“Aku tidak mau duduk disebelah bocah tiga tahun karena aku sudah minum sepanjang hari,” ujar Valerie.

Dia kemudian beranjak dari kursinya dan pindah ke kursi lain yang bukan miliknya. Bahkan dirinya pindah tanpa memberitahukan pada awak kabin yang bertugas dalam penerbangan tersebut.

Dirinya pindah karena tidak senang duduk dekat penumpang didepannya dan terus mengucapkan kata-kata kasar. Beberapa saat kemudian, amarah Valeri memuncak dan saat melihat seorang penumpang lain tengah merekamnya dia marah.

“Oh, kamu merekaam saya? Jadikan ini viral!” ujarnya.

Valerie pun ternyata tidak segan meludahi penumpang didepannya dan berteriak agar perlakuannya yang terekam menjadi viral.

“Baiklah aku akan mengambil tasku dan memindahkan diriku!”

Awak kabin yang diberitahu tentang kelakuan Valeri memintanya untuk turun dengan baik-baik sebelum memanggil petugas keamanan untuk mengawalnya. Akhirnya dia ditempatkan di kursi roda dan keluar dari terminal.

Saat dirinya diamankan, Valeri sempat mencoba kembali ke pesawat dan petugas bandara menolaknya untuk masuk. Seorang penumpang yang duduk sebaris dengannya mengaku ke awak kabin lengannya dipukul ketika diminta bertukar tempat duduk.

Baca juga: Pipis Dilorong Kabin, Pria Mabuk Ini Viral di Media

Pada Januari 2019 kemarin, seorang penumpang mabuk membuat takut awak kabin EasyJet dalam penerbangan ke Islandia. Hal tersebut membuat pesawat itu mendarat darurat di Bandara Edinburgh. Penumpang itu mematahkan iPhonenya dan menghisap eletronik cerutu dan melecehkan penumpang dibagian depan pesawat.

Mau Naik Bus Tingkat AKAP? Inilah Posisi Tempat Duduk yang Nyaman

Bus antar kota antar provinsi (AKAP) menjadi salah satu transportasi yang kini kembali naik daun setelah naiknya tarif tiket pesawat. Ini menjadikannya sejajar dengan kereta api sebagai primadona bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah karena memiliki tarif yang cukup terjangkau.

Baca juga: Sering Naik Kereta Api? Ini Dia Posisi yang Paling Aman Bagi Penumpang

Baru-baru ini, setelah tol Trans Jawa diresmikan Presiden Indonesia Joko Widodo Desember 2018 kemarin, bus AKAP juga berlomba untuk memberikan layanan terbaik mereka. Kehadiran tol Trans Jawa sendiri mampu menaikkan pamor bus AKAP tersebut.

Bahkan beberapa perusahaan otobus (PO) menghadirkan double decker atau bus tingkat. Meski masih belum banyak, tetapi kehadiran bus double decker sendiri menarik minat penumpang untuk menjajalnya menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Bagi pengguna bus tingkat ada beberapa hal yang mesti diketahui, biasanya bus bagian atas merupakan kelas AC eksekutif biasa dan bagian bawah merupakan kelas super eksekutif atau VVIP serta tarifnya lebih mahal. Namun, bagi Anda yang ingin mencoba sensasi bagian atas, KabarPenumpang.com sudah merangkum beberapa spot atau kursi yang nyaman sesuai keinginan penumpang.

1. Kursi depan
Ini pilihan yang cocok bagi penumpang yang menyukai pemandangan sepanjang perjalanan. Apalagi berada di atas sepertinya semua sudut jalanan bisa terlihat dari kursi bagian depan ini.

2. Kursi lorong
Menikmati perjalanan dan duduk di dekat lorong salah satu pilihan yang cocok bagi penumpang yang sering mondar-mandir seperti ke toilet. Sebab, selain memudahkan juga tidak mengganggu penumpang lainnya yang berada dekat lorong.

Bagian kabin bus double decker Agra Mas kelas Super Eksekutif (Kompas)

3. Kursi belakang
Bila kenyamanan dan istirahat tanpa gangguan adalah pilihan Anda, maka kursi bagian belakang ini sangat cocok. Meski sedikit berisik karena tak jauh dari mesin, tetapi untuk perjalanan jauh posisi kursi ini lebih dari kata nyaman.

4. Sejajar layar televisi
Biasanya bus AKAP hampir sama dengan bus pariwisata yang memberikan fasilitas hiburan televisi. Kursi di antara lorong biasanya di barisan 5-6 cocok untuk menjadi pilihan penumpang yang senang menonton hiburan dari fasilitas yang disediakan.

Baca juga: Duduk di Kursi Belakang Bus Lebih Cepat Mabuk, Ini Dia Penyebabnya!

5. Kursi bawah
Meski tarifnya berbeda dari kursi di atas, kursi di bagian bawah juga tak kalah menarik untuk dinikmati dalam perjalanan tersebut. fasilitas premium biasanya disediakan bagi Anda yang duduk di kursi bawah. Pilihannya bila duduk di kursi bawah dan sering mabuk perjalanan pilih yang jauh dari roda karena untuk mengurangi guncangan.

Sensor Pintu Kargo Bermasalah, Thai Airways TG917 Terpaksa Return to Base ke Heathrow

Sebuah pesawat Boeing 777-300ER dari maskapai Thai Airways terpaksa membuang ribuan galon bahan bakar di Selat Inggris sebelum melakukan pendaratan darurat di London Heathrow, sesaat setelah pilot mengumumkan bahwa salah satu pintu pesawat belum tertutup secara sempurna. Thai Airways dengan nomor penerbangan TG917 ini dikabarkan meninggalkan London pada Rabu (13/2/2019) sekira pukul 21.35 waktu setempat dalam penerbangannya menuju Bangkok. Namun tak lama pesawat mengudara, pilot akhirnya memutuskan untuk melakukan Return to Base (RTB).

Baca Juga: Terkendala Masalah AC, Armada Garuda Indonesia Rute Jakarta – Bangkok Return to Base

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman zimeye.net (17/2/2019), tidak lama setelah pesawat ini meninggalkan Bandara Heathrow, lampu peringatan menyala dimana hal tersebut memperingatkan pilot bahwa pintu kargo tidaklah tertutup dengan sempurna. Radar di menara pengawas (ATC) menunjukkan bahwa pesawat berputar sebanyak beberapa kali di atas Selat Inggris guna mengosongkan tangki bahan bakar yang sebelumnya sudah diisi.

Setelah sekian ‘lap’ berputar untuk mengosongkan tangki bahan bakar, pesawat itu akhirnya bisa kembali mengudara menuju Bandara Heathrow dan melakukan pendaratan darurat. Menurut situs web Boeing, pesawat jenis 777 dapat menampung hingga 47.890 galon di tangki bahan bakarnya, yang dapat menelan biaya hingga £60.000 atau yang setara dengan Rp1,1 miliar untuk mengisi bahan bakar berdasarkan harga bahan bakar saat ini.

Penerbangan yang tengah mengangkut 344 penumpang dan 20 kru di dalam pesawat ini berhasil mendarat dengan selamat dan mereka semua langsung dievakuasi menuju gedung terminal – sementara para petugas ahli langsung mengidentifikasi masalah yang melanda penerbangan tersebut.

“Tidak dapat dipercaya, bahwa apa yang harus saya tumpangi adalah pesawat yang akan mengirim saya kembali ke Heathrow,” cuit salah satu penumpang Thai Airways TG917 di sosial media Twitter.

Setelah dilakukan pengecekkan secara menyeluruh, ternyata teknisi tidak menemukan masalah pada pintu tersebut, melainkan pada sistem lampu peringatannya.

“Sensor untuk sistem tampilan pintu kargo menunjukkan ketidaksesuaian,” ujar Wakil Presiden Departemen Keselamatan, Keamanan dan Standar Penerbangan, Letnan Penerbangan Pratana Patanasiri.

Baca Juga: Bikin Ulah Pasca Keluar Toilet, Penumpang ini Paksa The Flying Kangaroo Return to Base

“Insinyur penerbangan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memeriksa seluruh pesawat. Mereka menemukan masalah pada lampu notifikasi, dan tidak ada penyimpangan lain yang berbahaya,” tandasnya.

Setelah menyelesaikan masalah yang ada di pesawat, penerbangan tersebut baru bisa diberangkatkan kembali menuju Bangkok pada pukul 00.32 waktu setempat (14/2/2019), dan mendarat dengan selamat pada pukul 18.14 waktu setempat.