Penumpang Keluhkan Ada ‘Kamera Tersembunyi’ di Layar Hiburan Singapore Airlines

Jika Anda merupakan tipe orang yang selalu menutupi kamera di komputer atau laptop dengan menggunakan selotip – seperti yang dilakukan Mark Zuckerberg, maka Anda mungkin tidak akan terlalu senang jika Anda menemukan sebuah kamera ‘tersembunyi’ di layar yang terletak di belakang bangku penumpang di sebuah penerbangan. Sudah barang tentu perasaan seperti dimata-matai akan senantiasa mendampingi perjalanan Anda hingga sampai di terminal bandara yang Anda tuju.

Baca Juga: Terima Airbus A350-900ULR, Singapore Airlines Siap Terbang ke New Jersey Non-Stop

Ya, gambaran peristiwa di atas ternyata dialami oleh maskapai asal negeri tetangga, Singapore Airlines, dimana flag carrier Singapura tersebut mendapat keluhan dari sejumlah penumpang terkait kehadiran kamera pada layar di belakang bangku penumpang ini. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman digitaltrends.com (19/2/2019), pihak Singapore Airlines menjelaskan bahwa kamera tersebut terhubung dengan sejumlah perangkat perekaman atau pengambilan gambar apapun.

Penjelasan Singapore Airlines tersebut dilontarkan setelah seorang penumpang layanan tersebut mengunggah cuitan – lengkap dengan beberapa foto dan mengunggahnya ke jejaring sosial Twitter. Adalah Vitaly Kamluk, seorang pengguna Twitter yang mengunggah cuitan tersebut, dan tidak lupa ia juga me-mention akun Twitter resmi Singapore Airlines, @SingaporeAir dalam cuitannya tersebut.

“Saya baru saja menemukan sebuah sensor yang seolah menatap saya dari bagian belakang bangku yang berada di depan saya. Adakah penjelasan lebih lanjut mengenai benda yang menyerupai sebuah kamera ini? Apakah @SingaporeAir bisa memberikan klarifikasi terkait hal ini?” tulis Vitaly Kamluk di Twitter pada Minggu (17/2/2019).

Menanggapi cuitan dari Vitaly tersebut, pihak Singapore Airlines menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan kamera tersebut dan tidak memiliki rencana untuk mengaktifkannya. Anggota dari aliansi penerbangan Star Alliance ini juga menjelaskan bahwa kamera tersebut sudah ada sejak pertama kali pesawat terkait datang, alias tidak ada permintaan khusus dari Singapore Airlines untuk menambahkan fitur tersebut.

Sementara itu menurut situs berita Singapura, The Strait Times, sistem hiburan dalam penerbangan yang dimaksud dibuat hasil kerja sama Panasonic dan perusahaan transportasi dan teknologi Thales, dan telah dipasang pada pesawat Airbus A350/A380, Boeing 777-300ER, dan Boeing 787-10, dimana totalnya ada 84 unit pesawat yang memiliki kamera tidak aktif tersebut.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

Dampak dari kejadian ini adalah penumpang banyak yang khawatir karena mungkin saja data visual mereka ‘diambil’ oleh pihak maskapai selama mereka mengudara.

Kendati pihak Singapore Airlines telah menegaskan bahwa kamera tersebut tidaklah aktif, namun satu langkah preventif yang bisa Anda lakukan jika kebetulan Anda hendak mengudara menggunakan Singapore Airlines dalam waktu dekat ini adalah, siapkan selotip untuk menutup kamera tersebut.

Mulai Juni 2019, AirAsia Layani Penerbangan Langsung Perth-Lombok

Lombok di Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu destinasi incaran para pelancong baik domestik maupun mancanegara kini akan menghadirkan penerbangan langsungnya menuju ke Australia. Kehadiran penerbangan langsung ini akan dioperasikan oleh maskapai berbiaya hemat AirAsia. Rute baru dari Perth menuju Lombok tersebut akan mulai pada Juni 2019 mendatang.

Baca juga: Lombok Akan Jadi Hub Ke-5 AirAsia di Indonesia

“AirAsia rute Perth-Lombok akan terbang perdana pada 9 Juni 2019. Penjualan tiket akan dijual pada awal Maret nanti akan kita launching bersama AirAsia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Mohammad Faozal yang dikutip Kabarpenumpang.com dari republika.co.id, Kamis (21/2/2019).

Dia mengatakan bahwa Kemenpar akan memfasilitasi para pelaku industri wisata di Lombok untuk menjual paket perjalanan wisata mereka kepada pelancong Australia pada Maret 2019 mendatang.

“Ini mimpi besar kita, sekarang sudah hampir di depan kita. Kami juga memastikan Lombok yang akan menjadi salah satu hub terbesar AirAsia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali,” kata dia.

Sebagai salah satu hub, AirAsia sendiri menempatkan dua pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang di Lombok. Tak hanya itu, salah satu pesawat ditambahkan livery yang bertuliskan Lombok.

“Nanti di salah satu pesawat Air Asia ada tulisan Lombok-nya, dan itu gratis. Kalau bayar mungkin APBD kita juga tidak sanggup,” kata Faozal.

Sebelumnya rute internasional dengan penerbangan langsung yang dilakukan oleh AirAsia sendiri dari Lombok menuju Kuala Lumpur dan Singapura. Kasubdit Area IA Regional IV Kemnpar, Arya Galih Anindita mengatakan, pihaknya akan membantu memasarkan promosi pariwisata Lombok ke pasar Australia.

“Selain secara offline, Kemenpar juga akan masifkan promosi lewat online agar semakin banyak wisatawan Australia yang datang ke Lombok,” ujar Arya.

Baca juga: Dengan Santan, AirAsia Tawarkan ‘Restoran’ Cepat Saji dalam Penerbangan

Station Manager AirAsia Lombok Didit Indra mengatakan pengoperasian rute Perth-Lombok tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpar, pemerintah daerah, dan juga para pelaku industri wisata.

“Kami berharap rute ini bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata Lombok ke depan,” kata Didit.

Budi Karya: LRT Indonesia Lebih Murah Dibandingkan di Singapura dan Malaysia

Pada debat calon presiden yang dilaksanakan pada 17 Februari 2019 kemarin, salah satu calon yakni Prabowo Subianto mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Singapura lebih efisien dibandingkan Indonesia. Dia juga mengatakan bila dibandingkan dengan indeks per kilometer infrastruktur baik tol, Light Rail Transit (LRT) atau kereta api di negara tetangga hingga Maroko dua kali lebih efisien dan lebih murah dibanding dengan Indonesia.

Baca juga: Load Factor Rendah, Akankah LRT Palembang Senasib dengan MRT Malaysia?

Namun apakah pernyataan tersebut benar? Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah pernyataan calon presiden nomor urut dua tersebut terkait mahalnya pembangunan infrastruktur Indonesia. Terkait proyek LRT, Budi Karya mengatakan, pembangunan di Indonesia lebih murah ketimbang di Singapura ataupun Malaysia.

“Enggak ada (LRT) di Maroko. Kita sudah bandingkan dengan Malaysia dan Singapura, (LRT) kita paling murah,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Sedangkan sepinya LRT Palembang yang bahkan dinilai tidak efisin, Budi Karya mengatakan semua hal tersebut butuh waktu. Dimana perilaku masyarakat dari bepergian menggunakan kendaraan pribadi berpindah ke moda transportasi massal seperti LRT.

“Kesadaran orang menggunakan LRT itu memang harus dibangun, harus ada kebanggaan dan kemudahan,” jelas Budi Karya.

Budi menambahkan terkait pembangunan LRT, dimana pemerintah tidak ingin membangun prasarana transportasi setelah kota terlanjut padat dengan kendaraan. Hal ini pastinya akan menyebabkan kemacetan.

“Apa mau Palembang seperti Jakarta? Kan tidak begitu, kalau bisa kota ditata sebelum mengalami kemacetan,” kata Budi Karya.

Baca juga: Nantinya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Terintegrasi LRT Bandung Raya

Terkait pembangunan infrastruktur proyek bandara, Budi juga mengatakan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, Bandara Kertajati, bersama pelabuhan Patimban dan wilayah Cirebon akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Apalagi tiga titik ini berlokasi di wilayah yang berdampingan yakni Subang, Majalengka, dan Cirebon.

Sementara data Bank Dunia menyebutkan, indeks infrastruktur negara-negara di dunia pada 2018, yaitu Maroko 2.43, Indonesia 2,89, Vietnam 3,01, Thailand 3,14, dan Malaysia 3,15.

Akibat Ponsel Keluarkan Asap, Penumpang MRT Singapura Tertahan 11 Menit di Stasiun Dhoby Ghaut

Sebuah rangkaian kereta komuter di Stasiun MRT Dhoby Ghaut terpaksa dievakuasi pada Selasa (19/2/2019), setelah kepulan asap terlihat keluar dari ponsel seorang penumpang. Adapun penyebab ponsel penumpang ini mengeluarkan asap adalah adanya gangguan kelistrikan. Menurut sebuah laporan dari sumber terpercaya, tidak ada kebakaran lebih lanjut atau korban dalam insiden yang terjadi di North-East Line.

Baca Juga: Stasiun Raffles Place Jadi ‘Saksi’ Cinta Dua Petugas MRT Singapura

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (19/2/2019), sebagai tindak pencegahan lebih lanjut, senior vice-president corporate communication SBS Transit, Ms Tammy Tan mengatakan bahwa penumpang langsung dievakuasi tidak lama setelah insiden ini terjadi. Tidak hanya itu, Singapore Civil Defense (SCDF) dan Public Transport Security Command juga diturunkan guna menindaklanjuti insiden ini.

Menurut salah seorang saksi yang enggan menyebutkan namanya, ia kebetulan berada tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian – hanya berjarak satu meter saja dari ponsel yang mengeluarkan asap tersebut. Ketika si pemilik memasukkan ponselnya tersebut ke dalam saku belakang, tak lama berselang kepulan asap pun mulai keluar dan membuat seisi kereta panik.

“Pemilik ponsel (yang mengeluarkan asap) hanya tampak berbincang dengan dua rekannya. Namun secara tiba-tiba, ia langsung mengeluarkan ponselnya kembali sebelum melemparkannya ke lantai gerbong,” ujar saksi mata.

“Asap tebal mulai keluar dari ponsel, namun tidak terlihat ada api yang membakarnya,” tambahnya.

Pasca insiden ini, tampak saku belakang dari si pemilik ponsel bolong yang diperkirakan akibat tersambar panasnya ponsel yang mengeluarkan asap tersebut. Pun dengan detik-detik si pemilik melempar ponselnya ke lantai, di duga ia merasakan panas dari ponselnya.

Petugas keamanan di Stasiun MRT Dhoby Ghaut langsung membantu proses evakuasi penumpang dan mensterilkan lokasi dimana ponsel tersebut tergeletak.

Baca Juga: Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Pengakuan lain dituturkan oleh Larry Yeung, 31 tahun, yang kala itu juga berada di dalam rangkaian kereta.

“Semuanya tampak normal, namun tak lama pintu kereta ditutup, operator lalu membukanya kembali dan meminta semua penumpang untuk keluar dari kereta,” ujar Larry.

Menurut penuturan Larry, penumpang tampak tenang ketika pengumuman tersebut dilontarkan oleh pihak operator kereta. Lalu penumpang yang berada di dalam rangkaian tersebut bisa kembali melanjutkan perjalanan mereka setelah kurang lebih 11 menit menunggu rangkaian berikutnya datang.

Siap ‘Bertarung’ di Jakarta, GrabBajay Kini Tengah Matangkan Uji Coba

Setelah mengakuisis Uber di Asia Tenggara, kini Grab sebagai startup layanan transportasi mengembangkan layanannya di jenis Bajaj dengan menguji GrabBajay. Kehadiran GrabBajay sendiri untuk menjawab tantangan bidang transportasi untuk masyarakat khususnya Ibukota Jakarta.

Baca juga: Grab Gandeng HOOQ, Hadirkan Video di Dalam Aplikasi

Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan untuk saat ini pihaknya masih melakukan uji coba untuk layanan GrabBajay. Dalam uji coba juga pihak Grab berkoordinasi penuh dengan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan badan lainnya yang terkait.

“GrabBajay merupakan layanan baru yang tengah diuji coba secara beta. Dalam prosesnya, Grab berkoordinasi penuh dengan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan badan lain yang terkait,” ujar Tri Sukma.

Alasan lain adanya layanan GrabBajay, Tri Sukma mengatakan kehadiran GrabBajay juga untuk memperkenalkan solusi inklusif dalam masalah transportasi dari kearifan lokal dan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing kota.

“Kami bertekad untuk menjadikan transportasi masyarakat di Jakarta lebih baik dengan menggunakan moda transportasi favorit yang biasa mereka gunakan,” tambah Tri Sukma.

Namun untuk peluncurannya sendiri, Tri Sukma mengatakan akan resmi diumumkan di kemudian hari. Grab sebelumnya membuka layanan Bajaj di Myanmar dan transportasi lokal lainnya seperti betor (becak motor) di Pematang Siantar dan Medan, Sumatera Utara yang sudah beroperasi sejak tahun 2017 lalu serta Tuk Tuk di Thailand.

Kehadiran layanan GrabBajay ini menambah deretan layanan tumpangan atau ride hailing Grab semakin luas. Saat ini layanan GrabBike untuk kendaraan roda dua, GrabCar, Grab Gerak untuk pelanggan kebutuhan khisis dan Grab Taxi.

Selain Grab, Gojek menyediakan layanan transportasi yang berbasis kearifan lokal yakni Gojek Becak Motor atau Bentor di Gorontalo pada Mei 2018. Vice President Corporate Communications Gojek Michael Say mengklaim, layanan Bentor melalui aplikasi ini adalah yang pertama di Indonesia. Dengan penyesuaian ini, ia berharap mitra pengemudi Bentor lebih mudah mendapatkan penumpang dan pesanan lainnya.

Baca juga: GoJek Kalah Saing, Grab Maju Selangkah Hadirkan Fitur Asuransi

“Mereka salah satu yang memegang peranan penting perekonomian rakyat (Gorontalo),” ujar dia.

Telanjang dan Buang Air Besar di Kereta, Pria Paruh Baya Diamankan Polisi

Seorang penumpang paruh baya melepaskan celananya di kereta Greater Anglia yang beroperasi dari London menuju ke Southend Greater Anglia. Pria tersebut berdiri membelakangi penumpang lain di lorong kereta penumpang tersebut. Karena hal itu penumpang yang ada disekitarnya berpindah ke bagian depan.

Baca juga: Kenakan Busana Super Minim, Model Asal Filipina Bikin Geger Stasiun MRT Singapura

KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (18/2/2019), insiden pria tersebut membuka bajunya terekam sebuah video. Awalnya pria usia 57 tahun tersebut membuka celana panjang dan pakaian dalamnya serta menurunkannya hingga sebatas mata kaki dengan punggung menghadap lorong.

Kemudian penumpang yang melihat hal tersebut berpindah ke bagian ujung kereta yang satunya dan beberapa penumpang terlihat menyeringai sementara yang lainnya merasakan khawatir. Dalam rekaman tersebut juga terlihat dua petugas kepolisian naik ke kereta dan menyuruh pria itu mengenakan kembali celananya.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan, mereka dipanggil karena ada laporan seorang pria telanjang dan buang air besar di dalam kereta api yang tengah melaju. Seorang penumpang bernama Ellie Bekir yang naik kereta Anglia Raya pukul 5.45 sore waktu setempat dari London Liverpool Street ke Southend Victoria pada Jumat (16/2/2019) kemarin menyaksikan adegan tersebut.

Bekir itu mengaku dirinya saat itu bersama seorang teman naik seperti biasa ke dalam kereta. Kemudian melihat beberapa orang maju kearah bagian kereta dimana dirinya berada.

“Kami melihat sekeliling dan melihat pria itu. Dia mengenakan bajunya tetapi celananya turun. Dia kencing ke dalam botol. Dia menghadap jauh dari kita dan dia tidak pernah melihat sekeliling,” ujar Bekir.

Dia mengaku saat adegan itu terjadi dalam kereta, ada sekitar 20 orang dalam gerbong itu. PA legal dari Rochford, Essex mengatakan, semua orang panik melihat hal tersebut. Bahkan ada dua anak laki-laki di kereta dan penumpang lain khawatir.

“Hal berikutnya yang kamu tahu, dia melepas bajunya. Dia benar-benar telanjang pada saat ini. Dia terus membungkuk ke depan sehingga kamu bisa melihat semuanya. Aku terkejut. Itu benar-benar aneh. Kami tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis,” ujarnya.

Polisi Transportasi Inggris mengatakan, seorang pria berusia 57 tahun akan muncul sebelum pengadilan didakwa sehubungan dengan insiden tidak senonoh di atas kereta di stasiun Stratford.

Baca juga: Duuh! Awak Kabin Paksa Perempuan Ini Buang Air Kecil di Cangkir

“Malcolm Hines, dari Bravington Road, London, didakwa dengan satu penghinaan kesopanan publik, dia akan muncul di Highbury Corner Magistrates ‘pada 11 Maret. Tuduhan itu terkait dengan laporan tentang seorang pria yang telanjang dan buang air besar di atas kereta api sebelum pukul 18.00,” ujar pihak kepolisian.

Airbus dan Layer Kembangkan Kursi Kelas Ekonomi dengan Material Tekstil Pintar

Sebuah perusahaan desain, Layer telah mengembangkan material tekstil pintar untuk digunakan sebagai bahan dasar kursi kelas ekonomi di manufaktur pesawat asal Eropa, Airbus. Nantinya dengan Inovasi ini memungkinkan para penumpang untuk memantau dan mengontrol kondisi kursi mereka menggunakan ponsel mereka.

Adapun konsep tempat duduk yang bernama “Move” ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman mengudara para penumpang di kelas ekonomi pada penerbangan jarak pendek hingga menengah.

Baca Juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dezeen.com (18/2/2019), saat ini kursi rajut yang berdiri di atas material komposit ringan masih dalam tahap prototipe. Rajutan digital dari bahan campuran wol poliester dengan benang konduktif terintegrasi dan terhubung ke serangkaian sensor ini digembar-gemborkan mampu mendeteksi tubuh si penumpang yang mendudukinya. Pendeteksian tersebut mencakup suhu tubuh, ketegangan kursi, tekanan, dan gerakan – beberapa gerakan yang dilakukan oleh penumpang dan kursi ini juga dapat dikonfigurasi melalui ponsel penumpang dengan menggunakan aplikasi Layer’s Move.

Sumber: dezeen.com

Aplikasi Move ini mampu menganalisis data yang dikumpulkan oleh sensor tersebut, dan mengirimkan pesan kepada penumpang tentang apa-apa saja yang dapat dilakukan penumpang untuk meningkatkan kenyamanan mereka selama mengudara. Ini juga termasuk sugesti terhadap penumpang untuk bangkit dari tempat duduk dan melakukan sejumlah gerakan ringan guna peregangan tubuh atau tetap terhidrasi.

Penumpang juga ‘memerintah’ kursi untuk melakukan pemijatan, dan sejumlah mode lain yang dapat meningkatkan kenyamanan dan pengalaman penumpang.

“Di Layer, kami percaya bahwa desain yang baik harus dapat diakses oleh semua orang,” ujar pendiri Layer, Benjamin Hubert.

“Kami sangat senang dapat mengambil proyek ini dengan Airbus, dimana kami dapat menemukan cara untuk meningkatkan dan menambah nilai bagi pengalaman di kelas ekonomi – untuk penumpang dan maskapai,” lanjutnya.

Baca Juga: FAA Menolak Aturan Pembatasan Jarak Kursi di Kabin Pesawat

Selama penerbangan, kursi otomatis ini mampu menyesuaikan dirinya berdasarkan berat, ukuran, dan pergerakan penumpang dengan mengalirkan arus melalui benang konduktif untuk mengubah ketegangan kursi. Selain itu, ada juga tempat penyimpanan laptop di antara kursi, memberikan penumpang tempat yang aman untuk menyimpan perangkat mereka saat lepas landas dan mendarat.

Baik pihak Airbus maupun Layer masih enggan merinci kapan produk ini bisa dirilis.

 

 

Akhirnya! British Airways Hadirkan Boeing 747 Berlivery Vintage BOAC

Mungkin sebagian dari Anda masih ingat dengan kabar dari British Airways yang akan memoles sejumlah armadanya dalam rangka peringatan ulang tahun perusahaan yang ke-100. Di akhir Januari 2019 kemarin, British Airways sempat membocorkan bahwa mereka akan menggunakan kembali livery yang sempat mereka gunakan di tahun 1964 hingga 1974. Tidak bisa dipungkiri, desain yang kala itu digunakan oleh British Overseas Airways Corporation (BOAC) – pendahulu British Airways, sangatlah digemari dan dikagumi oleh banyak orang.

Baca Juga: Peringati Ultah ke-100, British Airways ‘Dandani’ Boeing 747-400 dengan Livery BOAC

Kali ini, flag carrier dan maskapai terbesar di Tanah Britania ini telah secara resmi mendatangkan armada Boeing 747-400 yang sudah menggunakan livery vintage nan sederhana ini. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (19/2/2019), armada Boeing 747-400 yang sudah dilapisi livery vintage ini memiliki basis warna putih, dengan tulisan BOAC berwarna biru pada bagian sisi depan, plus strip dengan warna yang sama yang memanjang ke arah ekor.

Tentu saja, penggunaan livery ini seolah membangkitkan kenangan bagi siapa saja yang pernah mengudara bersama BOAC di rentang waktu 1964 hingga 1974.

Pesawat yang sudah menggunakan livery vintage ini mendarat di Bandara Internasional Heathrow pada Senin (18/2/2019), dan disambut oleh sekumpulan orang yang sangat antusias menantikan armada ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, British Airways akan menggunakan livery ini hingga periode 2023 mendatang. Lalu pada Selasa (19/2/2019) kemarin, armada Boeing 747 berlivery vintage ini melakukan perjalanan perdananya (dengan tampilan baru) menuju John F. Kennedy International Airport dengan nomor penerbangan BA117.

British Airways menjelaskan bahwa penerbangan ini sangat penting karena ini adalah rute pertama Boeing 747 mengudara dengan menggunakan livery BOAC.

“Minat besar yang ditunjukkan oleh masyarakat menunjukkan ketertarikan mereka terhadap sejarah dari British Airways,” ujar CEO British Airways, Alex Cruz.

“Di ulang tahun yang ke-100 ini, kami sangat senang bisa menghadirkan nuansa sejarah yang cukup kental melalui livery vintage ini, dan juga melihat masa depan sektor aviasi global,” tandasnya.

Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, Alex juga mengatakan bahwa tidak hanya armada Boeing 747-400 ini saja yang akan didandani dengan livery retro, melainkan masih ada sejumlah armada lain yang akan diterapkan livery serupa.

Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang

Selain British Airways, maskapai asal Belanda KLM dan Avancia asal Spanyol juga akan memperingati dirgahayu perusahaan yang ke-100 tahun di tahun 2019 ini. Wah, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh dua maskapai ini untuk memperingati hari jadinya yang ke-100 ya?

 

 

 

Coba Bunuh Diri, Awak Kabin Lompat dari Lantai 3 Gedung Kantor Pusat Emirates

Seorang awak kabin Emirates melompat dari balkon lantai tiga kantor pusat maskapai tersebut. Disebut-sebut apa yang dilakukan oleh awak kabin keturunan Lebanon ini sebagai upaya percobaan bunuh diri.

Baca juga: Pramugari Emirates Lompat dari Pesawat, Akhirnya Tewas Sehari Setelah Jalani Perawatan

Dilansir KabarPenumpang.com dari paddleyourownkanoo.com (18/2/2019), awak kabin tersebut hanya mengalami luka serius dan sudah mendapatkan perawatan oleh pihak Emirates. Kini dirinya sudah dibawa ke rumah sakit Dubai untuk pemulihan lebih lanjut.

Awak kabin yang tidak disebutkan namanya itu sebelum melompat diduga merekam pesan suara yang menjelaskan motifnya bunuh diri. Dia mengatakan maskapai tidak peduli dengan karyawan mereka.

Awak kabin yang terjatuh dari lantai 3 (paddleyourownkanoo.com)

“Saya melompat dari lantai tiga karena itu tidak adil. Saya tertindas. Tidak ada yang membantu saya di Emirates, tidak ada. Saya melakukan ini sebagai pelajaran bagi semua orang yang berjuang di perusahaan ini. Saya ingin Anda semua mengirim ini dan saya ingin semua media menulis tentang itu karena tidak adil apa yang terjadi pada kami. Ini tidak adil,” ujar awak tersebut dalam rekaman suaranya.

Awak kabin tersebut diduga pergi ke Emirates Group Headquarters (EGHQ) untuk megundurkan diri. Sayangnya pengunduran dirinya tersebut ditangguhkan selama pertemuan dengan manajer dan perwakilan SDM.

Terkait aksi percobaan bunuh diri tersebut, memo internal di EGHQ bocor dan berisikan, bahwa seorang rekan mereka terluka dalam insiden di atrium EGHQ. Dia menerima perawatan di rumah sakit dan pihak Emirates melakukan pertolongan pada korban.

“Ini adalah waktu yang sulit dan sensitif untuk semua orang di EGHQ, terutama untuk rekan kami yang terluka, dan mereka yang menyaksikannya dan bergegas untuk membantu. Mereka semua membutuhkan dukungan kami sekarang dan kami harus menghormati kebutuhan mereka akan privasi,” kata pihak EGHQ.

Bahkan mereka mengatakan kepada seluruh staf untuk tidak menyebarkan informasi yang cenderung sensitif atau membahayakan rekan kerja dengan cara apapun. Semua staf juga diperintahkan untuk tidak mengklik/ memfilmkan atau memposting foto/ video yang terkait dengan kejadian tersebut dan berhati-hatilah dengan apa yang dituliskan di media sosial.

Dalam upaya nyata untuk membungkam desas-desus itu, Emirates telah menonaktifkan grup Facebook populer selama setidaknya 24 jam. Insiden tersebut mengingatkan pada bunuh diri awak kabin tragis tahun lalu di bandara Entebbe di mana seorang anggota perempuan awak kabin Emirates tampaknya melompat dari pintu terbuka Boeing 777 yang diparkir.

Anggota kru itu diduga memegang botol kaca di lehernya ketika dia melompat agar menyebabkan cedera fatal. Dalam hal itu, sumber menyatakan bahwa anggota kru ditempatkan di bawah tekanan yang meningkat dari bos di maskapai. Kebijakan kontroversial termasuk “program manajemen penampilan” dan kebijakan pensiun dini yang disorot menjadi faktor utama dalam keputusan anggota kru untuk mengakhiri hidupnya.

Baca juga: Pramugari Air India Jatuh dari Pesawat, “Untung” Hanya Patah Tulang

Insiden terbaru ini akan kembali menyoroti budaya tempat kerja Emirates. Sebuah acara forum baru-baru ini di maskapai ini menyoroti betapa banyak awak kabin yang tidak bahagia saat ini dan ada banyak kekhawatiran tentang pendekatan baru terhadap disiplin yang telah melihat anggota kru dipecat karena ketidakpercayaan kecil.

Dengan Santan, AirAsia Tawarkan ‘Restoran’ Cepat Saji dalam Penerbangan

Sebagai maskapai yang memiliki hub terbesarnya di Asia Tenggara, AirAsia berencana menghadirkan makanan dengan bumbu khas Asia Tenggara baik makanan melayu ataupun makanan resep dengan rasa khas dan akan dihadirkan dalam menu penerbangan. Maskapai berbiaya hemat tersebut, akan menghadirkan makanan yang akan diberi nama menu Santan.

Baca juga: AirAsia ‘Hilang’ dari Traveloka dan Tiket.com, Alasan Teknis atau Ada Tekanan?

Santan sendiri merupakan cairan yang didapat dari perasan kelapa dan biasanya digunakan untuk makanan masakan daerah di Indonesia atau makanan Melayu. CEO Group AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, AirAsia berencana membuka ‘restoran’ cepat sajinya sendiri dalam penerbangan mereka.

“Makanan kami fantastis. Kami sangat meyakininya, kami akan memulai restoran cepat saji,” kata Fernandes yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (19/2/2019).

(AirAsia.com)

Fernandes mengatakan, menu makanan tersebut adalah Santan dan juga ada dalam menu penerbangan yang saat ini termasuk makanan seperti nasi lemak, telur, ikan teri, kacang tanah, sambal dan saus serta daging. Adapula tambahan daging ayam bumbu masal, ayam mentega, ayam teriyaki dan tahu mapo.

“Dinamai berdasarkan santan yang sangat dicintai, menu Santan kami menawarkan berbagai pilihan pilihan selera Asia Tenggara, internasional, dan vegetarian untuk semua orang,” jelas Fernandes.

Berikut ini menu Santan yang dihadirkan dalam penerbangan AirAsia, Pak Nasser’s Nasi Lemak, Uncle Chin’s Chicken Rice, Chicken Teriyaki with Rice, Golden Butter Chicken with Rice, Chicken Tikka Masala with Garlic Naan. Ada pula Vegetable Rice Bowl, Pumpkin Kootu and Vegetable Jalfrezi with Jeera Rice, Mapo Tofu with Rice, Sweet and Sour Lychee Chicken with Rice, Spiral Pasta with Chicken Sausage, Roasted Chicken with Pesto Cream Sauce, Nasi Kandar with Chicken Varuval, Bukhara Chicken Biryani, Kung Pao Chicken with Rice, Gourmet Croissant Sandwich, Assorted Sandwiches.

Baca juga: Kecewa Makanan Tak Sesuai Harga Tiket, Penumpang Tak Lagi Mau Naik British Airways

Menu makanan dalam penerbangan tersebut bisa dipesan minimal 24 jam sebelum penerbangan. Nantinya untuk menukarkan makanan tersebut, penumpang pesawat menunjukkan boarding pass milik mereka ke awawk kabin. Makanan pesanan tersebut juga sudah bersama dengan air mineral.