Siap Layani Penumpang, PT MRT Jakarta Kerahkan 3 Shift Karyawan di Setiap Stasiun

Dengan beragam persiapan, kereta MRT Jakarta rencananya akan mulai beroperasi penuh pada akhir Maret 2019. Sebagai moda transportasi yang benar-benar baru di Republik ini, maka ada sejumlah fakta unik yang terkait MRT yang teknologinya berasal dari Jepang ini. Salah satunya adalah tentang komposisi tenaga kerja yang akan melayani di setiap stasiun.

Baca juga: Jamin Kelancaran Saat Uji Coba Gratis, PT MRT Jakarta Berlakukan Kuota Penumpang Per Hari

Berdasarkan penuturan Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar, disebutkan bahwa di setiap stasiun MRT nantinya jumlah tenaga kerja akan dibagi ke dalam 3 shift, dimana setiap shift akan terdiri dari 12 sampai 24 orang. “Banyaknya jumlah personel pada tiap shift akan diperhitungkan dari besar kecilnya area stasiun,” ujar William.

Adapun komposisi kekuatan pada tiap shift, dipimpin oleh seorang station manager yang membawahi staf keamanan dan staf kebersihihan (cleaning service). Pembagian tiga shift ini sendiri dikarenakan MRT Jakarta akan mulai beroperasi sejak pukul 05.00 pagi hingga 24.00 WIB. Pengoperasian keretanya sendiri akan ada sepuluh menit sekali dari setiap stasiun.

Dari 13 stasiun, masing-masing akan berbeda jumlah sumber daya manusianya yang akan menjalankan dalam tiga shift tersebut. Berikut ini dirangkum KabarPenumpang.com dari data MRT Jakarta, stasiun Lebak Bulus akan berisikan 18 orang dimana enam diantaranya ada stasiun tim yang terdiri dari stasiun manajer, staf stasiun dan cleaning service dan 12 lainnya adalah petugas keamanan.

Stasiun Fatmawati ada 17 orang, lima orang stasiun tim dan 12 keamanan. Stasiun Cipete 17 orang, Stasiun Haji Nawi 17 orang, Stasiun Blok A 18 orang, Stasiun Blok M 19 orang, Stasiun Sisingamangaraja 15 orang dan Stasiun Senayan 13 orang. Sedangkan di Stasiun Istora Senayan, Benhil dan Setiabudi memiliki jumlah yang sama yakni 13 orang. Untuk Stasiun Dukuh Atas 16 orang dan Bundaran HI 17 orang.

Pembagian per shift ini akan dilaksanakan ketika MRT Jakarta sudah resmi beroperasi di Maret mendatang. Tak hanya itu, saat ini 17 instruktur masinis, 54 masinis dan 12 pengendali OCC sudah dinyatakan lulus sertifikasi pada 11 Februari 2019 kemarin.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, untuk uji coba yang akan mulai beroperasi bagi masyarakat secara gratis sejak 12 Maret besok pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

“Waktu operasional pelibatannya pun mulai dari 08.00 hingga 16.00 WIB. Kami juga akan mulai uji coba pada 12 Maret dengan kuota dari 4000 orang perhari hingga jumlah 28.800 orang di 24 Maret atau sebelum benar-benar beroperasi,” ujar William.

Bagi masyarakat yang akan menjadi penumpang dalam uji coba bisa mendaftarkan diri secara online di webstie resmi PT MRT Jakarta yakni www.jakartamrt.co.id/ayocobamrtj. Nantinya masyarakat sebagai calon penumpang akan mengisi nama, umur, jenis kelamin dan identitas lainnya. Kemudian mendaftarkan rencana perjalanan yakni waktu dan stasiun keberangkatan.

Baca juga: MRT Jakarta Siapkan Langkah Keselamatan dan Sediakan Ruang Medis

Calon penumpang nantinya akan menerima email konfirmasi yang berisi rincian informasi dan QR Code. Tiba di stasiun, penumpang membawa hard copy email konfirmasi dan menunjukkan QR Code ke petugas stasiun. Tak hanya itu penumpang juga akan mendapat stiker yang disesuaikan dengan waktu kedatangan di stasiun yakni merah pukul 08.00-10.00, biru pukul 10.00-12.00, kuning 12.00-14.00 dan hijau pukul 14.00-16.00.

Qishuyan DF11Z, Inilah Lokomotif Diesel Listrik Penarik Kereta Kim Jong Un Ke Vietnam

Pertemuan bilateral antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi, Vietnam baru saja usai. Dan fokus media tidak hanya terfokus pada pertemuannya saja, sorotan kamera media juga tidak terlepas dari armada yang digunakan oleh kedua pimpinan negara ini. Jika Trump sudah jelas menggunakan Air Force One, sedangkan Kim lebih memilih untuk menempuh perjalanan sejauh 4023 km dari Pyongyang dengan menggunakan kereta berlapis baja miliknya.

Baca Juga: Setelah Menempuh Jarak 4023 Km, Kereta Kim Jong Un Tiba di Vietnam Selasa Pagi

Perjalanan selama 65 jam dari Pyongyang menuju Dong Dang – stasiun tempat perjalanan Kim dengan menggunakan kereta berakhir, tentu tidak bisa dilakoni oleh sembarang lokomotif. Diperlukan beberapa spesifikasi khusus guna menyanggupi permintaan sang Empunya kereta. Nah, KabarPenumpang.com mengutip dari laman chinesemodeltrains.com, adalah Red Star Model DF11Z, lokomotif yang digunakan pihak Korea Utara untuk ‘menarik’ Kim Jong Un beserta rombongan dari Pyongyang menuju Vietnam.

Lokomotif bertenaga diesel-elektrik ini awalnya dibangun oleh perusahaan asal Cina bernama Qishuyan Locomotive Works dan diperuntukkan sebagai penarik angkutan penumpang. Lokomotif ini sendiri mengular di jalur yang memiliki bentang rel (gauge) 1.435 mm, dengan diameter roda sebesar 1.050 mm.

Baca Juga: Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar!

DF11Z sendiri memiliki dimensi 20,15 m (panjang), 3,3 m (lebar), dan 4,7 m (tinggi) dan dipercaya mampu mengular hingga kecepatan 170 km per jam. Lokomotif yang mulai diproduksi secara massal sejak tahun 1992 ini menggunakan transmisi electric AC – DC drives serta straight air dan electrical brake sebagai sistem pengeremannya. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, hanya lokomotif dan rangkaian gerbong milik Kim Jong Un saja yang dilapisi oleh baja – guna memastikan keamanan dari sang Supreme Leader dari ancaman.

Lokomotif DF11Z juga dilengkapi dengan mesin diesel 16V280ZJA, synchronous main alternator JF204C dan motor traksi ZD106 yang membuatnya bisa mengular dengan kecepatan yang stabil di angka 65,6 km per jam. Adapun power output dari lokomotif ini berada di angka 3.610 kW (4.840hp), dan mengalami penyusutan ke angka 3.040 kW (4.080hp) ketika berada di lintasan.

Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines

Pernah menemukan hal yang janggal ketika mendapat makanan di pesawat? Mungkin tidak pernah Anda rasakan, tetapi beberapa orang kerap kali menemukan hal yang janggal seperti rambut, kecoa dan ulat atau belatung di dalamnya. Baru-baru ini hal janggal tersebut ditemukan di dalam makanan di penerbangan Singapore Airlines (SIA).

Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines

Seorang penumpang menemukan gigi manusia di makanan yang diterimanya dalam penerbangan bersama maskapai Singapura tersebut. Saat itu dirinya tengah terbang dari Wellington menuju Melboure hari Selasa, 26 Februari 2019 kemarin.

“Singapore Airlines menyadari bahwa seorang pelanggan yang bepergian dengan penerbangan SQ248 dari Wellington ke Melbourne pada Selasa, 26 Februari, menemukan benda yang tampaknya menjadi benda asing dalam makanan mereka,” ujar juru bicara SIA yang dikutip KabarPenumpang.com daro laman channelnewsasia.com (27/2/2019).

Pernyataan dari pihak SIA ini menjadi tanggapan terhadap laporan bahwa seorang pria menemukan benda seperti gigi manusia dalam makanannya di pesawat saat akan pergi. Bradley Button mengatakan dirinya saat itu sedang makan nasi dalam penerbangan ketika dia mendengar gertakan dan mengeluarkan gigi.

“Pramugari yang melayani saya ini bersikeras bahwa dia harus membawa makanan itu pergi untuk pengujian dan mengatakan kepada saya bahwa itu adalah batu kecil tanpa bayang-bayang keraguan gigi,” ujar Button.

Button mengaku dirinya sudah mengajukan keluhannya itu pada pihak maskapai secara resmi dan tak berkomentar lebih lanjut. Tak hanya menanggapi keluhan penumpang, pihak SIA sendiri sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut dan sudah mengirim gigi manusia itu untuk dianalisis.

“Begitu hasil analisis diketahui, kami akan menentukan tindakan apa yang paling tepat untuk dilakukan,” kata juru bicara itu.

Maskapai penerbangan juga meminta maaf kepada Mr Button atas pengalaman negatif dan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. “Kami berharap semua makanan memenuhi standar tinggi secara konsisten dan kami kecewa dengan penemuan ini.”

Baca juga: Menjijikan, Ada Kecoa di Makanan ‘Bersegel’ Pada Penerbangan Full Service Air India

Tak hanya gigi manusia, beberapa waktu lalu dalam penerbangan maskapai India ditemukan kecoa dan, seekor belatung hidup dalam makanan di Pakistan Internasional Airlines. Belatung hidup itu ditemukan dalam penerbangan menuju ke London di dalam kheer sebelum dimakan.

Ikuti Lion Air, PT Pelni Terapkan Sistem Bagasi Berbayar, Cek Ketentuannya di Sini!

Setelah kabar tentang mulai diberlakukannya regulasi bagasi berbayar di sejumlah penerbangan oleh maskapai domestik seperti Lion Air dan Citilink Indonesia, kini giliran PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang juga mulai menerapkan program ‘Redpack’ (responsibility excellent delivery) dalam melayani barang bawaan penumpang dengan dikenakan biaya.

Baca Juga: Pelni Hadirkan WiFi Gratis di 18 Armada Kapalnya

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Capt Akhmad Sadikin mengatakan program memberi label pada barang bawaan penumpang seperti halnya penumpang maskapai penerbangan adalah untuk lebih mempermudah pengguna jasa kapal laut itu agar tidak repot akan barang bawaannya yang berlebihan.

“Jadi nanti itu kami beri label. Cukup dilaporkan ke Pelni untuk ditimbang dan dibayar sesuai kriteria. Jadi kami layani penumpang sehingga mereka tidak repot-repot dengan barang bawaan,” ujar Capt Akhmad.

Terkait biaya yang akan dikenakan dalam pengiriman barang yang akan dibawa melalui kapal milik perusahaan BUMN tersebut, kata dia, tergantung jauh dan dekatnya tujuan penumpang hingga disesuaikan dengan kriteria yang ada.

“Jadi mereka bisa tinggal menyampaikan apakah barangnya mau diterima di pelabuhan tujuan atau bisa di tempat tinggalnya, tergantung dari transaksinya,” tandas Capt Akhmad, seraya menyebutkan Pelni baru merintis usaha barang bawaan penumpang itu.

Ia juga mengatakan penumpang yang membawa barang seberat 50 kilogram untuk dipakai selama perjalanan di atas kapal tidak dipungut biaya alias gratis.

Yang dimaksud bagasi gratis ini adalah barang bawaan penumpang berupa barang jinjingan, dapat diangkat dengan satu tangan oleh penumpang bertiket, dan tidak membutuhkan bantuan orang lain, serta tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal.

“Program ini sudah dilaksanakan pada awal tahun ini dan telah ada penumpang yang memanfaatkannya. Namun kami masih terus menyosialisasikannya dengan memberikan pemahaman kepada calon penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Ridwan Mandaliko lebih merinci mengenai aturan barang bawaan yang tidak dikenakan bea ini.

“Pelni mengatur ukuran volume bagasi bebas bea dengan ukuran maksimal 0,175 meter kubik atau 30 cm x 30 cm x 30 cm atau setara satu koper atau koli dengan berat maksimal 50 kilogram,” terang Ridwan.

Baca Juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar

Dikatakannya pula, program ‘Redpack’ tersebut tidak hanya diberlakukan oleh Pelni Baubau, tetapi seluruh cabang Pelni telah melaksanakan itu.

Sementara itu, Kepala Seksi Lalu lintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 1 Baubau Suparno mengatakan pihaknya mendukung program pengiriman barang yang rencana akan diberlakukan oleh Pelni.

“Kami sangat setuju karena di situ nanti ada suatu ketertiban dan kenyamanan penumpang. dan ini baru sosialisasi,” ujarnya.

 

Jamin Kelancaran Saat Uji Coba Gratis, PT MRT Jakarta Berlakukan Kuota Penumpang Per Hari

Lewat pendaftaran online yang akan dibuka pada 5 Maret mendatang, maka mulai 12 Maret 2019, PT MRT Jakarta akan mengundang warga masyarakat untuk menjajal sensasi naik MRT Jakarta secara gratis. Meski membuka kesempatan seluas-luasnya pada warga, namun perlu diketahui bahwa PT MRT Jakarta akan memberlakukan kuota penumpang per hari. Dan besarnya kuota tidak sama tiap hari, melainkan akan meningkat secara bertahap menyesuaikan kapasitas kereta dan stasiun.

Baca juga: MRT Jakarta Siapkan Langkah Keselamatan dan Sediakan Ruang Medis

Hal tersebut dijelaskan secara rinci oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar dalam acara jumpa media hari ini (29/2/2019) di Stasiun Bunderan Hotel Indonesia. “Uji coba MRT dengan mengundang warga akan dilakukan lewat langkah-langkah yang ditentukan, seperti di masa-masa awal kuota peserta akan dibatasi,” ujar William. Ini dimaksudkan untuk mengukur dan memantau beban dari kemampuan yang ada.

Alurnya, setelah peserta berhasil mendapatkan QR code lewat email, dan membawa hard copy-nya ke stasiun, maka peserta bisa mendatangi stasiun keberangkatan yang dituju. Pada awal registrasi sudah dapat ditentukan stasiun keberangkatan yang dipilih, sementara stasiun turun bebas di mana saja.

Terkait kuota, bila jatah satu hari sudah terpenuhi, maka calon penumpang yang ingin menjajal MRT akan ditawarkan untuk memilih jadwal hari lain, begitu juga dengan pilihan stasiun keberangkatan. Meski nantinya MRT Jakarta beroperasi dari pukul 05.00 sampai 24.00 WIB, tapi saat uji coba gratis MRT Jakarta hanya melayani ‘jalan-jalan’ warga mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Untuk melakukan evaluasi, nantinya penumpang akan mendapatkan stiker yang telah disesuaikan dengan waktu kedatangan, seperti stiker merah untuk keberangkatan pukul 08.00 – 10.00, stiker biru pukul 10.00 – 12.00, stiker kuning pukul 12.00 – 14.00, dan stiker hijau pukul 14.00 – 16.00. Rencananya uji coba gratis naik MRT Jakarta akan berlangsung dari 12 – 24 Maret 2014.

Baca juga: Anda Mau Coba MRT Jakarta Gratis? Jangan Lupa Daftar Pada 5 Maret 2019

Dalam satu hari, dipersiapkan 98 perjalanan dengan 7 rangkaian MRT. Penumpang dapat menikmati headway atau jeda antar keberangakatan kereta dengan tenggat per 10 menit. Bagi yang penasaran dengan kuota yang diterapkan PT MRT Jakarta, simak pada tabel di bawah ini.

Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Jakarta-Padang

Maskapai plat merah Garuda Indonesia pada hari Kamis (28/2/2019) mulai menurunkan tarif tiket pesawat rute penerbangan Jakarta menuju ke Padang PP. Tiket ini sendiri akan dijual mulai harga Rp999.999 sekali jalan (one way) dan lebih rendah 40 persen dari harga normal.

Baca juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya!

Harga ini sendiri belum termasuk dengan ppn, psc, asuransi dan berlaku hingga 12 April 2019 mendatang dengan kondisi tertentu. Direktur Human Capital Garuda Indonesia, Heri Akhyar mengatakan pihaknya berkomitmen melakukan penurunan harga tiket pesawat.

Penurunan ini sendiri sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian.

“Sebagai national flag carrier, kami menyadari sepenuhnya akan peran penting maskapai penerbangan dalam mendukung pertumbuhan pariwisata daerah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat khususnya melalui penyediaan akses konektivitas udara yang terjangkau,” ujar Heri yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers yang diterima, Kamis (28//2/2019).

Dia menambahkan, pihaknya akan terus memastikan bahwa penurunan harga menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia dalam menyediakan pelayanan maskapai bintang lima dengan tarif kompetitif sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, hingga saat ini maskapai tersebut belum bisa memastikan akan menurunkan tarif rute mana saja yang akan turun.

“Sementara rute Padang dulu. Sebelumnya sudah ada penurunan harga tiket yang 20 persen,” ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan.

Diketahui, beberapa waktu lalu harga tiket pesawat cukup mahal dan ini dikeluhkan oleh masyarakat. Bahkan setelah adanya keluhan tersebut, Januari kemarin sejumlah maskapai penerbangan nasional mengaku sudah menurunkan harga tiket mereka. Tak hanya itu Garuda Indonesia Group sendiri yang menaungi masskapai Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya Air sudah dua kali menurunkan harga tiketnya.

Baca juga: Boeing 737 Garuda Indonesia Dipasangi Livery Mitsubishi Xpander! Ada Apa?

Kenaikan tiket pesawat bisa dari beberapa faktor, salah satunya adalah kontribusi harga avtur terhadap biaya operasional maskapai sebesar 25-45 persen. Selain itu biaya sewa atau cicil pesawat sebesar 25-30 persen. Sisanya adalah biaya para pekerja dan jasa di bandara.

Ternyata, Kereta Kenegaraan Kim Jong Un Tidak Lepas dari Peran dan Dukungan Cina

Kunjungan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un ke Vietnam pada Selasa (26/2/2019) memang patut mendapat sorotan lebih. Terutama ketika terungkap fakta bahwa sang diktator menggunakan kereta api sebagai moda pilihannya untuk menyambangi negara berjuluk Vietnam Rose ini. Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, ini merupakan lawatan kedua sang Supreme Leader guna bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar!

Selain itu, ini juga merupakan kesekian kalinya Korea Utara mendapat bantuan dari Cina, sekutunya, dalam urusan menyediakan moda transportasi guna melakukan pertemuan di negara lain. Sebelumnya, pada Juni kemarin, Kim Jong Un mendapatkan bantuan dari pihak Cina berupa peminjaman armada Boeing 747 milik Air China guna memenuhi undangan pertemuan dengan Trump di Singapura.

Dalam lawatannya kali ini juga, Kim Jong Un tidak terlepas dari bantuan pihak Cina, dimana Negeri Tirai Bambu membantunya dalam urusan penyediaan armada kereta yang seusai dengan kriteria sang diktator. Ya, rangkaian kereta berwarna hijau tentara dengan nomor DF11Z, menggunakan mesin diesel buatan Cina yang berlogo China Railway Corporation milik negara. Bahkan, menurut salah satu mantan intelijen Korea Selatan, Nam Sung-wook mengatakan bahwa kereta ini benar-benar bisa berjalan berkat bantuan Cina.

“Ini merupakan full service dari Xi Jinping (Presiden Cina),” ujar Nam Sung-wook.

“Kim tidak bisa bepergian tanpa perlakuan khusus Cina,” tandasnya.

Sebagaimana yang diketahui bersama, dalam kunjungannya kali ini, Kim Jong Un hanya menggunakan kereta sampai Dong Dang, Vietnam – padahal ia bisa mengular sampai ke Hanoi. Jawabannya adalah karena bentang rel (gauge) yang tidak sama antara rute Pyongyang – Dong Dang dan Dong Dang – Hanoi.

Berdasarkan peta persebaran jalur kereta di wilayah Asia Tenggara yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman unescap.org, tampak bentang rel dari Pyongyang – Dong Dang berukuran 1.435 mm, sedangkan dari Dong Dang – Hanoi memiliki bentang rel yang berukuran 1.000 mm.

Sumber: unescap.org

Dapat Anda lihat pada gambar di atas, jalur kereta yang berwarna hijau itu tersambung ke sebelah utara (Korea Utara), dan ujung dari jalur hijau tersebut berujung di Dong Dang – tempat Kim Jong Un mengakhiri perjalanan panjangnya dari Pyongyang.

Perjalanan sejauh 4023 km dengan menggunakan tentu saja menimbulkan serangkaian pertanyaan besar, salah satunya adalah, “apakah lokomotif Kim Jong Un mengalami pergantian selama menempuh perjalanan tersebut?”

Baca Juga: Setelah Menempuh Jarak 4023 Km, Kereta Kim Jong Un Tiba di Vietnam Selasa Pagi

Walaupun belum ada media yang bisa memastikan apakah pertanyaan tersebut memiliki jawaban “iya” atau “tidak”, namun salah satu media lokal Cina mengabarkan bahwa mereka mendapati kereta yang digunakan oleh Kim Jong Un tengah break di salah satu stasiun di Cina. Jadi diasumsikan, Kim tidak mengganti rangkaian keretanya dan hanya beristirahat guna cooling down mesin keretanya.

 

TransJakarta Umumkan Keikutsertaan di Busworld 2019

Moda transportasi berbasis massal, TransJakarta merupakan jaringan Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia dengan total panjang 251 km. Dengan melayani sekira 663.000 penumpang setiap harinya, dan terhitung sejak Januari 2019 kemarin, perusahaan yang kini ditunggangi oleh Agung Wicaksono (ex Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta) cs. ini tercatat memiliki 155 rute – peningkatan yang cukup signifikan dibanding 41 rute di tahun 2015 kemarin.

Baca Juga: 15 Tahun Beroperasi, TransJakarta Targetkan 236 Rute di Akhir Tahun 2019

Tidak jumlah rute saja yang meningkat, pun dengan jumlah armada yang juga mengalam peningkatan. Berdasarkan siaran pers yang diterima oleh KabarPenumpang.com, Rabu (28/2/2019), total armada TransJakarta mengalami peningkatan hampir 300 persen – dari 605 bus di tahun 2015 menjadi 1.500 bus di tahun 2017. Bahkan, PT Transportasi Jakarta siap untuk menggandakan jumlah armadanya menjadi 3.000 unit dalam waktu dekat ini.

Mematok tarif yang bersahabat dengan warga Jakarta, yaitu Rp3.500 per-penumpang, TransJakarta sempat mencatatkan rekor di tahun 2018 kemarin, dimana jaringan BRT pertama di Asia Tenggara dan Selatan ini berhasil mengangkut 730.000 penumpang per-hari. Angka ini juga mengalami peningkatan dari angka 331.000 penumpang per-harinya di tahun 2015. Sekitar 189,8 juta penumpang telah menggunakan layanan TransJakarta hanya di tahun 2018 saja, dan bukan tidak mungkin jika TransJakarta menargetkan angka yang lebih fantastis lagi di tahun berikutnya – satu juta penumpang setiap harinya.

Keikutsertaan TransJakarta dalam pagelaran Busworld yang dihelat pada tanggal 20 hingga 22 Maret 2019 mendatang tentu mendapat sambutan hangat dari panitia pelaksana.

Sejak diputuskan untuk mulai beroperasi di jalanan Ibukota sejak 15 Januari 2004 silam, TransJakarta seolah tumbuh menjadi opsi berkendara baru bagi warga Jakarta dan para pendatang – membawa budaya baru dalam berkendara. Baik untuk pembuat kebijakan maupun untuk penduduk kota, TransJakarta merupakan salah satu instrumen pembelajaran dalam menyambut mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

15 tahun sudah TransJakarta menjadi simbol pembaruan transportasi berbasis massal yang skalanya tidak hanya sebatas di Jakarta saja, melainkan seluruh Indonesia. Menerapkan sistem yang lebih ‘manusiawi’ bagi para penggunanya, TransJakarta pun seolah menjelma menjadi satu contoh dan bahan pembelajaran tentang bagaimana caranya menyediakan sarana transportasi umum bagi warga dengan harga yang terjangkau dan dibarengi dengan pelayanan yang profesional.

Tidak hanya berperan sebagai pencetus sistem BRT di kawasan Asia Tenggara dan Selatan, TransJakarta juga dijadikan tolak ukur sistem serupa oleh beberapa kota lain di Indonesia, seperti Semarang, Yogyakarta, hingga Medan. Sejak kemunculannya, istilah ‘kejar setoran’ yang kerap dilakukan oleh para pengemudi bus guna mendapat penghasilan yang lebih besar kini sudah semakin samar terdengar – walaupun belum sepenuhnya hilang.

 

Salahkan Kopilot, Pilot Senior Tidur Saat Menerbangkan Boeing 747

Seorang pilot senior yang telah berpengalaman terbang hampir 20 tahun diketahui tertidur di kokpit saat pesawat tengah mengudara. Kejadian tidur pilot ini di-videokan selama 30 detik oleh kopilot yang tengah menerbangkan pesawat tersebut bersamanya.

Baca juga: Cegah Pilot Tertidur Saat Mengudara, Asosiasi Pilot Inggris Ajukan Proposal “Tes Kelelahan”

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman khaleejtimes.com (23/2/2019), pilot tidur tengah menerbangkan pesawat China Airlines Boeing 747. Pilot yang bernama Weng Jiaqi tersebut sudah terbang ke Tokyo, Okinawa, Seoul dan Hong Kong.

Karena kelakuannya yang tidur tersebut, pilot ini mau tak mau harus menerima hukuman yang setimpal. Sebab dirinya dituduhkan mengabaikan prosedur keselamatan penerbangan. Padahal pilot yang tidur ini diketahui juga sebagai seorang instruktur yang bertanggung jawab atas simulasi di pusat pelatihan penerbangang China Airlines.

“Dalam hal ini, pilot itu sendiri secara sukarela melaporkan perilakunya yang tidak pantas di kokpit ke China Airlines,” ujar pernyataan dari China Airlines.

Pilot itu juga menyarankan maskapai agar kopilot yang merekam dan mengunggah video tidurnya tersebut juga mendapat hukuman. Hal ini karena kopilot bukannya membangunkan tetapi malah merekam video itu.

“Kelelahan tidak terhindarkan. Tetapi sebagai perwira senior, pilot seharusnya memberikan contoh yang baik untuk bawahannya. Jika pilot benar-benar terlalu lelah, dia seharusnya memberi tahu anggota kru dan meminta mereka mengamati kondisinya,” ujar seorang pilot China Airlines.

Diketahui, video ini muncul beberapa hari setelah pilot maskapai China Airlines mengakhiri pemogokan tujuh hari yang belum pernah terjadi sebelumya atas masalah kelelahan pilot dan jam kerja yang panjang. Maskapai yang berpusat di Bandara Internasional Taoyuan tersebut menanggapi bahwa insiden pilot tidur ini direkam sebelum pemogokan terjadi.

Biro Penerbangan Sipil Taiwan menyatakan bahwa jika pilot telah terbang selama lebih dari 12 jam, mereka harus diberikan setidaknya 24 jam libur. Pemogokan tujuh hari yang belum pernah terjadi sebelumnya secara resmi berakhir Kamis lalu setelah maskapai dan Persatuan Pilot Taoyuan menandatangani perjanjian yang membahas keluhan tentang pekerjaan yang berlebihan dan kelelahan pilot setelah empat putaran negosiasi.

Baca juga: Viral! Pilot United Airlines Tidur di First Class dengan Seragam Ditanggalkan

Mereka juga mencapai konsensus tentang pelatihan dan promosi kopilot transparan, serta penggantian manajer maskapai yang bertanggung jawab atas hubungan kerja. Sekitar 70 persen dari 1300 pilot kapal induk milik serikat pekerja. Pemogokan itu memengaruhi sekitar 200 penerbangan dan 25.000 penumpang.

Jelang Olimpiade Musim Panas, WiFi Gratis Siap Hadir di Kereta Peluru Shinkansen

Jika beberapa waktu yang lalu Bandara Internasional Haneda yang ada di Jepang akan membuka 50 slot tambahan – di mana 12 diantaranya akan dilimpahkan ke maskapai penerbangan asal Amerika Serikat guna menunjang perhelatan Olimpiade Musim Panas 2020, kini giliran sektor transportasi darat yang menunjukkan kesiapannya untuk mensukseskan pesta olahraga ini. Dikabarkan Japan Railways Group akan menyediakan layanan WiFi gratis di seluruh jaringan kereta peluru shinkansen tahun 2020 mendatang.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Panas 2020, Bandara Haneda Tingkatkan Kapasitas Penerbangan

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (25/2/2019), sebanyak 108 stasiun jaringan kereta peluru ini akan dilengkapi dengan layanan WiFi pada tahun 2019 ini, sementara pemasangan sistem WiFi di rolling stock akan mulai diberlakukan sesegera mungkin dan diprediksi rampung pada April 2020. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, langkah ini merupakan bagian dari persiapan Jepang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2020 yang jatuh pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020 di Tokyo.

Rencana tersebut juga termasuk menawarkan layanan WiFi gratis untuk wisatawan yang bepergian di Tokyo Metro selama Olimpiade. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi masalah konektivitas internet di atas kereta dan meningkatkan pengalaman penumpang. Sejak tahun 2018 lalu, anggota Japan Railways Group (JR Group) West Japan Railway dan Kyushu Railway sudah mulai menawarkan WiFi gratis di kereta peluru. Sekitar 30% armada di Central Japan Railway, anggota grup perusahaan lain, pun menyediakan internet gratis.

Baca Juga: Sambut Olimpiade 2020, Bandara Jepang Siapkan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas

Tiga operator kereta api dijadwalkan untuk menyediakan WiFi gratis di semua kereta peluru pada Maret 2020. East Japan Railway, perusahaan terbesar dari JR Group, juga mulai menggunakan sistem WiFi dari tahun fiskal lalu. Rencananya, ini akan selesai pada tahun fiskal 2020.

Untuk menggunakan fasilitas ini, para penumpang di jaringan kereta peluru Shinkansen dapat mengakses internet dengan mendaftarkan diri mereka melalui email atau profil jejaring sosial mereka. Sejak dimulainya layanan kereta peluru ini di tahun 1964 silam, jaringan Shinkansen telah berkembang dari 515,4 km menjadi 2.764,6 km di seluruh Negeri Matahari Terbit.