Tukang Gorengan ini Gunakan ‘Kantung Muntah’ Garuda Indonesia Sebagai Bungkusnya

Di sini, siapa sih yang tidak suka makan gorengan? Nampaknya semua orang suka dengan cemilan yang biasa dijajakan dipinggir jalan ini, ya! Bermodalkan kertas – biasanya kertas buram yang biasa digunakan pelajar untuk menghitung di pelajaran matematika, atau kertas HVS yang sudah tidak terpakai lagi, para pedagang gorengan ini menjadikan kertas-kertas tersebut sebagai wadah untuk para pembelinya. Nah, namun apa jadinya jika kertas yang digunakan untuk membungkus gorengan tersebut adalah airsickness bag atau yang biasa disebut kantung muntah? Apakah Anda masih mau membelinya?

Baca Juga: Terpaksa Gunakan Kantung Muntah? Baca Dulu Tips Ini

Ya, pernyataan di atas bukanlah hanya sekedar guyonan belaka karena seorang netizen pernah menemukan tukang gorengan yang membungkus jualannya tersebut dengan menggunakan kantung muntah. Kejadian ini dialami oleh Ratu Fauziyah Vitaloka, dimana ketika mengetahui gorengan yang dibelinya di daerah Tangerang dibungkus dengan menggunakan kantung muntah, ia langsung mengabadikannya dan membagikannya di grup Facebook.

“Untuk teman-teman yang naik pesawat jangan gunakan kantong muntah untuk bungkus makanan. Kalau kantong ini kena basah akan mengeluarkan antiseptik,” tulis Ratu Fauziyah mengawali statusnya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman brilio.net.

Penggunaan antiseptik di dalam kantung muntah ini mungkin terdengar masuk akal, karena fungsi dasar benda ini adalah sebagai wadah untuk kotoran (muntah), dan sudah sewajarnya jika kantung ini dilengkapi dengan antiseptik agar bakteri atau virus yang ada di dalam kotoran tersebut tidak menyebar. Dan jika Anda perhatikan dengan seksama di kantung muntah tersebut memang terkandung antiseptik.

Mungkin secara kasat mata, penggunaan kantung muntah ini terlihat lebih bersih ketimbang menggunakan kertas buram atau HVS biasa. Tapi ternyata asumsi tersebut terbantahkan dengan adanya kandungan antiseptik di dalamnya.

Baca Juga: Keluar Bandara Ini, Wisman Dilarang Menggunakan Kantong Plastik, Kenapa Ya?

Gorengan yang masih panas ketika dimasukkan ke dalam wadah kertas atau kantung muntah akan mengeluarkan uap air (atau yang biasa disebut keringat). Bedanya, kalau di wadah kertas buram atau HVS, uap air yang dihasilkan oleh gorengan tersebut hanya akan membuat permukaan wadahnya basah – tapi tidak dengan kantung muntah yang akan mengeluarkan antiseptik.

Duh, alih-alih bikin kenyang, yang ada kalau makan gorengan yang menggunakan bungkus kantung muntah malah bikin kita sakit, ya!

Terkait dengan penggunaan kantung muntah sebagai bungkus gorengan, pihak Humas Garuda Indonesia memberikan keterangan kepada KabarPenumpang.com, bahwa yang ditampilkan dalam foto di atas adalah ‘desain’ kantung muntah yang lama. Meski tak membantah adanya peristiwa tersebut, pihak Garuda Indonesia memperlihatkan desain kantung muntah yang baru.

Desain kantung muntah ‘baru’ Garuda Indonesia. (Sumber: Humas Garuda Indonesia)

Untuk Direct Flight Umrah, Mei 2019 Airbus A330-900NEO Lion Air Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Maret lalu, setelah 19 tahun beroperasi menjadi momen berakhirnya masa tugas pesawat jumbo jet Boeing 747-400 PK LHG Lion Air. Dengan dihapusnya pesawat double deck dari armada Lion Air, maka maskapai terbesar di Indonesia tersebut memasuk babak baru pengoperasian pesawat wide body yang lebih modern dan canggih, yakni Airbus A330-900NEO.

Baca juga: Terbang 4 Jam 45 Menit Hanya dengan Satu Mesin, Airbus A330-900 Raih Sertifikasi ETOPS

Seperti diketahui, BOC Aviation Ltd, perusahaan penyewaan pesawat (leasing) terbesar kedua di Asia, pada Agustus 2018 menyatakan akan membeli 8 unit pesawat berbadan lebar (wide body) A330neo dari Airbus SE senilai US$2,4 miliar (Rp 35 triliun). Nantinya setelah menerima pesawat tersebut, BOC akan menyewakan armada tersebut ke Lion Air Group. Pengiriman pesawat-pesawat itu dijadwalkan pada tahun 2019 dan 2020. BOA Aviation keseluruhan memesan 10 Airbus A330NEO.

Dikutip dari siaran pers (24/3), pihak Lion Air menyebut pihaknya telah mempersiapkan dengan optimal yang berkaitan pengoperasian Airbus 330-900NEO, seperti sumber daya manusia (pilot, awak kabin, teknisi), layanan di darat (ground handling), pusat pelatihan dan hal-hal lain yang terkait.

Bagi Lion Air, hadirnya Airbus A330-900NEO diproyeksikan untuk melayani rute jarak jauh, terutama untuk penerbangan dengan durasi 15 jam. Lion Air dengan efisien bisa melayani sebagian besar rute penerbangan berkonsep tata letak kursi lorong ganda (double aisle) dengan fleksibilitas pengaturan kursi penumpang hingga 440. Selain itu, Airbus 330-900NEO menambah fitur utama dari kabin airspace, desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan banyak barang bawaan di kabin.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan pengoperasian Airbus 330NEO akan digunakan untuk melayani penerbangan langsung, antara lain penerbangan umrah non-stop dari Makassar ke Madinah, Balikpapan ke Jeddah, Surabaya ke Madinah, Solo tujuan Jeddah. Selain itu, Lion Air mempersiapkan ekspansi pasar wisata ke Asia Selatan, salah satunya ke India.

Kehadiran Airbus 330NEO untuk memperluas jaringan atau rute Lion Air, memperkuat armada serta melengkapi wide body yang sudah dioperasikan Lion Air yaitu tiga Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi). Pada Mei 2019 mendatang, rencananya satu unit Airbus A330NEO akan tiba di Indonesia, targetnya tahun ini akan tiba total 2 unit Airbus A330-900NEO.

Baca juga:Lion Air Buka Rute Penerbangan Palembang-Jeddah dengan Airbus A330-300

Airbus A330NEO Lion Air menggunakan mesin generasi terbaru Rolls-Royce Trent 7000 dengan pemutakhiran aerodinamis, termasuk New Winglet Wingtip Composite Device yang disebut “Sharklet”, serta peningkatan daya angkat dan pengurangan drag yang baik. Dengan menggunakan mesin itu akan menghasilkan penghematan bahan bakar. Pesawat untuk rute jarak jauh ini dapat menjangkau 13.334 km. Selain Lion Air, Garuda Indonesia dikabarkan juga telah memesan 9 unit pesawat ini.

Odong-Odong Keren (Oren), Double Decker Khas Depok

Selain terkenal dengan kemacetannya yang parah, kota Depok sebagai kawasan penyangga Ibu kota terus berbenah, termasuk dalam aspek pariwisatanya, seperti belum lama ini Pemerintah Kota Depok menghadirkan bus tingkat atau double decker wisata yang mirip dengan bus terbuka kebanggaan warga Bandung

Baca juga: Keliling Bandung Naik Bus Bandros Yuk!

Bila di Bandung ada Bandros atau Bandung Tour on a Bus, Depok akan menghadirkan Oren atau Odong-Odong Keren. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Depok, Dadang Wihana yang menerima salah satu unit armada wisata tersebut.

“Busnya terbuka seperti Bandros. Saya ingin mendorong warga untuk mengambil tumpangan sehingga bisa menjadi tren yang bagus di Depok, ” ujar Dadang yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (23/3/2019).

Bus Odong-Odong Keren ini akan beroperasi dengan rute Grand Depok City (GDC) menuju ke Situ Cilodong dan melanjutkannya ke Terminal Jatijajar. Layanan pengoperasian Oren ini sendiri akan segera diluncurkan, namun Dadan belum mengatakan kepastian tanggalnya karena bus tersebut masih melakukan pendekorasian.

“Lagi di buat ornamen-ornamennya karena busnya sangat terbuka seperti Bandros,” ujar Dadan.

Nantinya jika sudah mulai beroperasi, bus Oren ini akan dikelola oleh Organisasi Pemilik Transportasi Darat Depok. Sebelumnya Bandros sendiri sudah dimiliki oleh Bandung sejak 2013 lalu. Ide kreatif kehadiran Bandros sendiri diprakarsai oleh Ridwan Kamil yang dulu masih menjadi Walikota Bandung.

Kehadiran Bandros sendiri untuk mendongkrak sektor pariwisata yang ada di kota Bandung. Diadaptasi dari bentuk double decker yang menjadi ikon kota London bentuk Bandros sama dengan bus tingkat jaman dulu.

Baca juga: Werkudara, Bus Tingkat di Solo Besutan Karoseri Indonesia

Pilihan cat berwarna merah menyala, menjadikan Bandros semakin menarik perhatian setiap orang yang melihanya. Tak hanya itu, Bandros sering dipakai untuk momen-momen tertentu. Namun tak hanya Bandung, beberapa kota di Pulau jawa juga memiliki bus pariwisata seperti di Solo yang memiliki Werkudara dan merupakan double decker buatan anak bangsa pertama dan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pada 2011 lalu.

Tentu banyak pekerjaan rumah agar niatan menghadirkan Oren berjalan sukses, seperti Dinas Perhubungan harus mampu mengatasi kemacetan parah di sepanjang rute double decker ini. Jangan sampai bus tingkat wisata ini justru malah mengorbankan kenyamanan para wisatawan.

Misterius! Penumpang Level Airlines Tidak Temukan Penerbangan yang Tertera di Tiketnya

Sebagai seorang penumpang pesawat yang sudah memiliki tiket, tiba di bandara lebih awal untuk melakukan check-in atau sejumlah persiapan lain sebelum mengudara merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun apa jadinya jika Anda hendak check-in, ternyata penerbangan yang tercantum di dalam tiket yang sudah Anda beli tersebut tidaklah ada. Nah lho, kalau sudah begini ceritanya, rencana mengudara yang sudah dengan apik dirangkai dari jauh-jauh hari bisa berakhir berantakan, ya!

Baca Juga: Viral Penumpang Lion Air Tidak Dapat Bangku, Korban: “Emangnya Kopaja Apa?”

Kejadian ini benar-benar terjadi di penghujung tahun 2018 lalu, dimana seorang penumpang maskapai berbiaya rendah, Level Airlines bernama Erin Levi telah memesan tiket satu arah dari New Jersey menuju Paris pada tanggal 9 September 2018 silam. Namun setibanya di Bandara Newark, alangkah terkejut Erin ketika dirinya tidak mendapati ‘tanda-tanda kehidupan’ dari maskapai Level Airlines – tidak ada counter check-in dan segala instrumen lain yang seyogyanya ditemukan di bandara.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Erin lalu mencoba untuk melakukan check-in online via laman web Level Airlines, namun ia selalu mendapati sistem error ketika dirinya hendak memilih bangku yang akan ia duduki.

Ternyata, tanpa sepengetahuan Erin, maskapai Level Airlines telah menangguhkan penerbangan dari New Jersey menuju Paris menjadi tanggal 18 September 2018 karena satu dan lain hal. Celakanya lagi, pihak maskapai tidak menginformasikan perubahan jadwal dadakan ini – walaupun itu melalui lama web mereka.

Erin yang panik lalu mencoba untuk mencari informasi sebanyak mungkin terkait tiket yang sudah dibelinya. Hingga ia mendapatkan bantuan dari seseorang di bandara yang memberinya nomor hotline dari maskapai Level Airlines. Namun karena sudah larut malam, tidak ada yang menjawab panggilan Erin tersebut.

Erin yang berencana untuk menghadiri pesta pernikahan rekannya di Paris ini mau tidak mau harus kembali merogoh koceknya untuk membeli last minute ticket maskapai Wow Air seharga US$319.98 atau yang sekira empat setengah juta rupiah! Padahal, Erin sudah mengantongi tiket Level Airlines seharga US$179 atau sekira dua setengah juta rupiah.

Baca Juga: Zonal Employee Discount, Inilah Rahasia Terbang Murah Untuk Para Pekerja Maskapai

Mengutip dari laman abcnews.go.com, ternyata Erin bukanlah satu-satunya penumpang yang mengalami hal serupa. Banyak penumpang maskapai Level Airlines yang juga mengalami masalah persis seperti Erin.

Menanggapi insiden ini, pihak Level Airlines sendiri langsung mengklarifikasi, meminta maaf, dan memberikan dua opsi yang bisa dipilih oleh penumpang – penggantian dana penuh (full refund) atau mengubah jadwal perjalanan lain dengan menggunakan maskapai Level Airlines.

Duh, ada-ada saja ya!

Batuk ke Arah Anaknya, Ibu ini ‘Semprot’ Penumpang MRT!

Bagaimana rasannya jika ada orang yang batuk ke arah Anda dengan suara yang sangat berisik? Duh, tentu Anda akan merasa kesal, ya! Nah, kejadian seperti inilah yang tengah viral di media sosial Facebook baru-baru ini, dimana ada seorang penumpang pria yang batuk ke arah seorang Ibu dan anaknya. Entah bermaksud untuk bercanda atau apa, tapi tindakan seperti ini harusnya tidak patut dilakukan dan dicontoh oleh siapapun – selain bisa menyebarkan virus, tentu saja suara yang kencang akan membuat kita kaget.

Baca Juga: Sopir Bus SMRT Singapura Keder, Penumpang Pun Berperan Sebagai Navigator

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (21/3/2019), kejadian ini sempat diabadikan dalam sebuah video berdurasi pendek – sekira sembilan detik. Di dalam video tersebut, tampak seorang penumpang MRT Singapura (SMRT) menggunakan headphone sedang duduk anteng di sebelah seorang ibu yang tengah memangku anaknya.

Tak lama berselang, si penumpang pria ini terkesan dengan sengaja batuk ke arah anak kecil dengan suara yang tidak pelan – seperti batuk yang dibuat-buat. Sontak, si ibu dan anaknya kaget karena suara dari batuk pria ini. Di sini, naluri seorang ibu mulai keluar dan dengan lantang si ibu ini membentak pria yang sudah berlaku tidak sopan tersebut.

“EH!” ujar si ibu dengan nada yang tidak kalah tinggi.

“Saya batuk,” ujar si pria itu dengan suara lembut.

Tapi si ibu yang sudah terlanjur kesal ini malah kembali menyerang penumpang pria ini dengan celotehannya.

“Anda batuk, lalu…”

Belum selesai si ibu berbicara, pria ini malah menimpali cercaan si ibu dengan satu teriakan yang sangat keras.

https://www.facebook.com/lioncityfeed/videos/2312607472356535/

“HWAAAAAAAAH!!!”

Entah apa yang terlintas di pikiran si pria ini, sampai-sampai ia harus mengeluarkan teriakan aneh yang terdengar seperti sebuah bersin yang dibuat-buat.

Semakin kesal dengan tingkah laku si pria ini, sang ibu malah balik mengancam kepada penumpang tersebut.

Baca Juga: Bukan SMRT, Ternyata Taipei Metro Lebih Andal dalam Sistem MRT di Dunia

“Anda ingin saya memanggil polisi?” dan video yang sudah dilihat lebih dari 128.816 kali ini berhenti sampai di situ.

Tidak diketahui dengan pasti kapan kejadian ini terjadi, namun video ini diunggah ke akun Facebook dari Lion City Feed pada Kamis (21/3/2019) sore kemarin.

Punya Budaya Kebersihan yang Kuat, ANA Sabet Predikat Maskapai dengan Kabin Terbersih

Berkendara dengan menggunakan moda yang bersih tentu akan meningkatkan pengalaman penumpang, tidak terkecuali pesawat. Dapat dibayangkan jika Anda harus duduk di dalam kabin selama berjam-jam mengarungi langit dengan kondisi kabin yang kotor? Duh, tentu ini akan menjadi mimpi buruk bagi para penumpangnya, ya! Maka dari itu, dalam Skytrax World Airline Awards tercantum sejumlah nama maskapai yang memiliki tingkat kebersihan yang paling baik.

Baca Juga: Mei 2019, ANA Hadirkan Airbus A380 dengan Motif Unik Kura-Kura

Sebagaimana yang dikutip Kabarpenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (18/3/2019), maskapai asal Jepang, All Nippon Airways (ANA) keluar sebagai ‘peraih medali emas’ dalam kategori maskapai dengan kabin paling bersih di dunia. ANA berhasil mengalahkan 29 maskapai lain yang juga masuk sebagai kandidat di dalam kategori ini. Di sini, ANA patut berbangga hati karena mereka telah berhasil mengalahkan sejumlah nama-nama besar di sektor aviasi global, seperti Singapore Airlines, Qatar Airways, KLM, Garuda Indonesia, hingga raksasa aviasi asal Timur Tengah Emirates.

Pada survei yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, Skytrax telah meminta kepada setiap penumpang pesawat untuk memberikan penilaian terhadap meja lipat di belakang bangku penumpang, karpet di dalam kabin, panel kabin, hingga toilet yang ada di dalam pesawat. Adapun survei yang dilakukan Skytrax ini sudah dilakukan secara online terhitung sejak Mei 2017 hingga Agustus 2018 kemarin.

Jumlah surveyor yang ikut dalam jajak pendapat ini juga terbilang cukup fantastis – 24,45 juta penumpang.

Uniknya lagi, enam posisi teratas dalam survei ini diduduki oleh maskapai asal Asia, sementara maskapai dari benua lain menduduki peringkat tujuh ke bawah. Flag carrier Garuda Indonesia dalam survei ini sendiri menduduki peringkat ke-16, satu tingkat di atas China Southern Airlines. Sementara maskapai asal Negeri Bavaria, Lufthansa berada di peringkat 10 dan Emirates ada di posisi ke-19.

Berikut adalah lima maskapai yang menduduki peringkat tertinggi dalam kategori kabin terbersih:

1. All Nippon Airways (ANA)
2. Eva Air
3. Asiana Airlines
4. Singapore Airlines
5. Japan Airlines

Baca Juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang

Sedangkan untuk lima maskpai yang berada di posisi paling rendah dihuni oleh:

26. Oman Air
27. Virgin Australia
28. Air France
29. Turkish Airlines
30. Philippine Airlines

Jika dilihat lagi ke belakang, Bandara Internasional Haneda yang berada di Jepang juga pernah dinobatkan sebagai bandara terbersih di dunia dalam ajang Skytrax World Airlines Award yang dihelat pada tahun 2016 silam.

Wah, ternyata semua perangkat aviasi yang ada di Jepang dinobatkan sebagai yang terbersih di dunia, ya! Keren!

 

JR East Luncurkan Layanan Limited Express Menuju Gunung Fuji

Sabtu (16/3/2019) kemarin menjadi salah satu momen bersejarah bagi perkeretaapian Jepang, pasalnya salah satu operator mereka baru saja merilis layanan Fuji Kaiyu Limited Express. Layanan kereta tamasya ini sendiri diberangkatkan dari Platform 9 Stasiun JR Shinjuku yang berada di Tokyo – dilepas oleh para pecinta kereta api yang berbekal kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Prosesi peluncuran layanan kereta api ini juga tetap disaksikan oleh wisatawan mancanegara kendati adanya pengenaan pajak bagi warga asing yang hendak meninggalkan Jepang.

Baca juga: Mulai 7 Januari, Jepang Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Seluruh Penumpang Internasional

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, layanan apakah ini? KabarPenumpang.com mengutip dari laman straitstimes.com (18/3/2019), Fuji Kaiyu Limited Express merupakan kereta layanan terbatas yang akan membawa penumpang dari Shinjuku menuju Stasiun Kawaguchiko yang terletak di Prefektur Yamanashi dalam waktu kurang daridua jam. Stasiun ini sendiri terletak di dekat Gunung Fujiyang amat terkenal.

Menurut data Pemerintah Prefektur Yamanashi, daerah tersebut menerima pendatang sekira 32,16 juta wisatawan, yang tergabung dari wisatawan mancanegara dan domestik pada tahun 2017 silam. Angka tersebut terus mengalami peningkatan setelah UNESCO menobatkan Gunung Fuji sebagai situs warisan dunia. Selain ke Gunung Fuji, tidak sedikit dari para pelancong yang juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Danau Kawaguchi. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dalam kurun waktu enam tahun ke belakang.

Seorang turis berusia 35 tahun asal Amerika yang juga turut serta dalam peluncuran perdana kereta ini mengaku merasakan nyaman ketika menggunakan layanan baru ini, dimana waktu kurang dari dua jam untuk sampai ke Gunung Fuji dapat ia tempuh tanpa harus berganti kereta.

“Perjalanannya sangat nyaman,” ujar turis anonim tersebut.

Baca Juga: Operator Kereta Jepang Hapuskan Sistem Pelatihan yang Ancam Keselamatan Calon Pekerja

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa kereta api merupakan tulang punggung transportasi di Jepang, namun untuk masalah berganti kereta, terkadang membuat para pelancong kebingungan. Tidak sedikit dari para pelancong yang harus bertanya kepada petugas stasiun sebelum ia melanjutkan perjalannya.

Dari pihak JR East selaku operator layanan Fuji Kaiyu Limited Express, perusahaan mengatakan bahwa mereka juga akan meningkatkan penggunaan dari kereta peluru Shinkansen melalui update yang paling baru. Sebut saja Jalur Joetsu Shinkansen, yang mengulat ke banyak resor ski populer di kalangan orang asing, seperti Gala Yuzawa di Prefektur Niigata

Garuda Indonesia Jadikan Kualanamu Hub Penerbangan Domestik Wilayah Barat dan Asia Tenggara

Garuda Indonesia terus memperkuat komitmen pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Medan dengan menjadikan bandara tersebut sebagai hub penerbangan domestik wilayah Barat dan wilayah Asia Tenggara.

Baca Juga: Meski Punya Rute Penerbangan Sama, Garuda Indonesia dan Citilink Ternyata Saling Melengkapi

Berdasarkan informasi yang didapat KabarPenumpang.com dari siaran pers, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, “Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara komersial terbesar keempat di Indonesia dengan potensi ekonomi serta posisi geografis yang strategis, memiliki modal utama sebagai hub internasional dan domestik kedua di Indonesia selain Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kami juga akan terus mengembangkan Kualanamu sebagai hub penerbangan untuk pariwisata yang terhubung dengan kota kota internasional di kawasan”.

“Letak strategis wilayah Medan yang menjadi pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat, menjadikan potensi Medan sebagai basis hub penerbangan internasional kian menjanjikan. Dengan posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura dan Kuala Lumpur, pusat perekonomian di Asia Tenggara, maka pertumbuhan penumpang internasional diprediksi meningkat”.

“Tentunya perlu dukungan semua pihak agar Kualanamu menjadi pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia barat atau wilayah Indonesia lainnya. Kualanamu harus menjadi hub yang penting untuk mengimbangi bandara Singapura dan Kuala Lumpur”. Tutup Ari.

Dengan catatan trafik pergerakan penumpang mencapai 10 juta penumpang pada 2018 lalu, dimana 10 persen diantaranya merupakan penumpang internasional, potensi pasar angkutan penumpang di Bandara Kualanamu masih terbuka luas.

Potensi pasar yang terbuka luas tersebut, turut didukung dengan rencana pengembangan infrastruktur dan kapasitas bandara yang terus ditingkatkan oleh AP II, dimana pada tahun 2027 mendatang Bandara Internasional Kualanamu diproyeksikan dapat menampung lebih dari 47 juta penumpang.

Lebih lanjut, Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengungkapkan pihaknya menyambut baik komitmen Garuda Indonesia sebagai National Flag Carrier dalam memperkuat Bandara Internasional Kualanamu Medan sebagai hub penerbangan penunjang Garuda Indonesia di wilayah Indonesia Barat.

“Komitmen memperkuat jaringan penerbangan Bandara Internasional Kualanamu tersebut juga terus kami optimalkan melalui penjajakan sinergi komersial bersama sejumlah mitra strategis internasional agar nantinya Banda Internasional Kualanamu dapat memiliki daya saing internasional melalui berbagai keunggulan infrastruktur dan kapasitas penerbangannya”tutur Awaluddin.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan,”Sektor Industri Transportasi Udara Nasional sudah selayaknya memiliki bargaining point dalam pengembangan dan optimalisasi jaringan penerbangan nasional, khususnya dalam mengoptimalkan trafik penumpang serta potensi kepariwisataan melalui pemanfaatan jaringan penerbangan nasional oleh maskapai penerbangan lokal.

“Untuk itu, perlu kiranya kembali dicermati upaya tata kelola pengembangan hub penerbangan internasional agar tetap mengedepankan prioritas pengembangan jaringan hub penerbangan nasional yang tentunya dapat menunjang trafik pergerakan wisatawan internasional melalui optimalisasi kapasitas bandara internasional di Indonesia beserta jaringan penerbangan maskapai nasional”.

Baca Juga: Baru 2 Minggu Tutup, Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Jakarta – Silangit

Pengamat kebijakan Publik, Agus Pambagio mengungkapkan bahwa “Indonesia seharusnya menjadi tuan rumah dalam strategi peningkatan kunjungan wisatawan nasional dan internasional. Khususnya melalui pengembangan optimalisasi hub & spoke bandara-bandara nasional yang tentunya juga memiliki daya saing tersendiri atas posisi strategis geografis dan keunggulan konektivitas penerbangan nasional”.

“Komitmen pengembangan sektor kepariwisataan sebaiknya juga turut diselaraskan dengan upaya proteksi berkelanjutan terhadap sektor industri penunjangnya, yang salah satunya adalah industri penerbangan nasional”.

 

Mulai 25 Maret, MRT Jakarta Kenakan Tiket Meski Masih “Gratis”

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan diresmikan pada 24 Maret 2019 besok oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pasalnya MRT Jakarta sudah mendapat izin operasi yang telah terbit pada 21 Maret 2019 dengan Keputusan Gubernur No.524/2019 dan No.525/2019 tentang perkeretaapian umum terkait prasarana dan sarananya.

Baca juga: Alami Perbaikan, MRT Jakarta Terlambat 30 Menit dari Arah Blok M Menuju Bundaran HI

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, dengan terbitnya keputusan ini maka MRT Jakarta resmi beroperasi secara legal karena sudah memenuhi syarat operasi. Dia menegaskan, setelah peresmian pada 24 Maret oleh Presiden, maka tanggal 25 Maret 2019, MRT Jakarta akan mulai beroperasi secara komersial untuk masyarakat.

“Sudah beroperasi secara komersial untuk masyarakat pada 25 Maret, tapi kita belum kenakan biaya saat itu alias gratis hingga 31 Maret mendatang,” ujar William yang ditemui KabarPenumpang.com di Kantor MRT Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Dia mengatakan, dalam operasi pada 25-31 Maret 2019, selain tidak dikenakan tarif, waktu operasional mulai pukul 05.30 pagi hingga 22.30 malam. Dimana headway yang diberlakukan adalah sepuluh menit untuk setiap kedatangan kereta.

Nantinya setelah beroperasi secara komersial di 1 April, William menjelaskan, pihaknya akan mengoperasikan MRT Jakarta dari pukul 05.00 pagi hingga 24.00 dan disini evakuasi akan ditingkatkan dengan headway nantinya bisa menjadi lima menit.

“Setelah ini kita akan evaluasi selama satu hingga dua bulan berjalan kereta. Kereta yang akan digunakan sebanyak delapan rangkaian dimana tujuh dioperasikan dan satu sebagai cadangan dan headway di bulan Mei atau Juni bisa menjadi lima menit di jam sibuk dan 16 kereta akan beroperasi secara penuh,” jelasnya.

Pada operasional secara komersial yang mulai di 25 Maret tersebut, jalur-jalur untuk disabilitas pun sudah berfungsi di 13 stasiun MRT yang ada. Bahkan bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda, pihak MRT Jakarta juga akan menambahkan ramp agar lebih nyaman saat masuk dan keluar kereta MRT di stasiun tujuan atau keberangkatan.

William menambahkan, hasil uji coba yang sudah dilakukan MRT Jakarta didapat data survey dari 5375 penumpang dimana 56,2 persennya perempuan. Dia mengatakan ada dua hasil yang didapat yakni kurangnya marka petunjuk penggunaan elevator maupun eskalator serta pengeras suara baik di stasiun maupun dalam kereta kurang keras.

Baca juga: Mulai 1 April MRT Jakarta Resmi Beroperasi Komersial, Ini Kata Warga Kalau Tarifnya Rp1000 Per Km

“Karena uji coba ini, maka kita akan tambahkan marka petunjuk untuk penumpang khususnya yang di undergrown. Sedangkan pengeras suara juga akan kita tingkatkan volumenya,” kata William.

Dari Scania K410IB6X2, Inilah Luxury Double Decker “Skylander” dari New Armada

Selain keselamatan dan keamanan, apa kira-kira yang dipertimbangkan oleh seorang penumpang sebelum berkendara menggunakan moda transportasi? Ya, kenyamanan! Nah berbicara soal kenyamanan, salah satu peserta dalam pagelaran Busworld South East Asia 2019, Scania memamerkan double-decker bus super nyaman, hasil kerja samanya dengan perusahaan karoseri New Armada. Scania K410IB6X2 masuk ke dalam kategori luxury bus yang memiliki tiga kelas di dalamnya. Wah, kalau sudah seperti ini sih perjalanan Anda semua dijamin bakal nyaman, ya!

Baca Juga: BYD K9 – Inilah Bus Listrik untuk Koridor 13 TransJakarta

Scania K410IB6X2 yang diberi label “Skylander” ini memiliki 32 luxury seats yang dikombinasikan dengan enam VIP seats. Memang, risiko dari luxury bus adalah daya angkutnya yang tidak bisa sebanyak bus konvensional. Untuk kelas VIP dan Sleepers, berada di lantai bawah, sedangkan 32 seats sisanya berada di lantai atas. Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com di lapangan, Kamis (21/3/2019), bangku-bangku di dalam bus ini sangatlah empuk dan dijamin, Anda akan betah untuk terus berada di dalam bus ini!

Penggunaan bahan vynil untuk bagian flooring seolah semakin mempertegas kemewahan dari bus yang memiliki panjang 13,5 meter ini. Belum lagi dengan tata pencahayaan berwarna kuning keemasan pada kelas VIP dan Sleepers dan biru lavender pada deck atas yang juga membangkitkan nuansa mewah dari bus yang didominasi oleh warna merah – putih pada bagian liverynya ini.

Keunikan lain dari Scania K410IB6X2 yang mejeng di Busworld South East Asia 2019 terletak pada bagian livernya, dimana terdapat mural pari manta pada bagian belakangnya dan tulisan “Primadona” pada sisi bus, yang menandakan bahwa bus ini sudah dipesan oleh PO (Perusahaan Otobus) asal Sulawesi Selatan, PO Primadona. Penggunaan stylish headlamp dan new daytime running lights juga menjadi satu poin yang menambah ‘kecantikan’ tampilan bus yang rencananya akan beroperasi di Makassar ini.

Baca Juga: Scania K320IA: Bus TransJakarta Asal Swedia yang Canggih, Kokoh dan Nyaman

Untuk sistem hiburannya sendiri, Scania K410IB6X2 menyematkan Special Skylander audio system dan LED TV berukuran 22 inchi.

Namun, hanya ada satu kekurangan dari bus ini, yaitu absennya toilet yang justru merupakan satu instrumen penting yang akan menunjang pengalaman dan kenyamanan penumpang. Mungkin hal terjadi karena keterbatasan space di dalam bus. Tapi secara keseluruhan, bus ini sudah sangat cukup untuk menciptakan kenyamanan bagi para penumpang. Nah, Anda penasaran seperti apa kemewahan bus luxury double decket ini? Yuk simak video-nya di bawah ini.