PTDI dan PT BIBU Panji Sakti Tanda Tangani MoU Pengadaan 3 Unit Pesawat N219 Konfigurasi Kargo

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT BIBU Panji Sakti mengenai pengadaan 3 unit pesawat N219 konfigurasi kargo. Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal dan Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto S. Adiatmoko Hariwibowo di Hanggar Aircraft Services (ACS), PTDI Bandung.

PT BIBU Panji Sakti merupakan salah satu Perusahaan swasta berbasis di Bali yang saat ini juga tengah mempersiapkan pengembangan aktivitas penangkapan dan pengolahan hasil laut yang membutuhkan fasilitas distribusi udara. Untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan pengiriman komoditas laut bernilai tinggi, pesawat N219 menjadi pilihan yang diharapkan dapat menunjang aktivitas distribusi komoditas laut tersebut.

”Melalui pengoperasian N219 sebagai feeder aircraft, proses pengumpulan komoditas dan biota laut dari berbagai titik di wilayah Bali dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Hasil komoditas tersebut selanjutnya akan diteruskan ke pesawat berbadan besar untuk jalur ekspor, sehingga membentuk rantai logistik end-to-end yang terintegrasi. Melalui pengoperasian N219, waktu tempuh logistik juga dapat dipersingkat secara signifikan sehingga memperkuat daya saing produk laut bernilai tinggi tersebut,” tambah Moh Arif Faisal.

PTDI dan PT BIBU Panji Sakti berkomitmen bersama untuk melakukan penyusunan analisis investasi pengangkutan komoditas laut di Bali melalui pengoperasian pesawat N219, meliputi pemetaan rute potensial, volume kebutuhan, analisis teknis dan ekonomis, serta penyusunan rekomendasi operasional. Nota Kesepahaman ini akan menjadi fondasi penting kerja sama komersial dan teknis dalam mendukung rantai pasok industri maritim Bali kedepan.

Saat ini, PTDI telah mengamankan sejumlah kontrak dan Letter of Intent (LoI) terhadap pesawat N219, antara lain kontrak pengadaan 6 (enam) unit dari Kementerian Pertahanan RI untuk mendukung operasi TNI AD dan kontrak pengadaan 5 (lima) unit dari Setdco Group untuk Pemerintah Demokratik Republik Kongo.

Selain itu, PTDI juga telah menerima LoI untuk 4 (empat) unit N219 dari Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) RI, serta LoI untuk 25 (dua puluh lima) unit dari Linkfield Technologies, Cina. Di samping itu, beberapa Nota Kesepahaman dan LoI dengan sejumlah Pemerintah Daerah juga telah disepakati untuk mendukung kebutuhan transportasi udara perintis dan pelayanan publik di berbagai wilayah Indonesia.

Pacu Konektivitas Daerah, Pesawat N219 Siap Mengangkasa di Kepulauan Riau

Vietjet Torehkan Rekor Penerimaan 22 Pesawat dalam Sebulan

Vietjet secara resmi menyambut kedatangan pesawat A321neo ACF terbaru dengan nomor registrasi VN-A580. Kehadiran pesawat ini membawa Vietjet semakin dekat pada pencapaian penting, yaitu menerima 22 pesawat dalam kurun waktu hanya satu bulan.

Armada baru yang telah diterima maupun yang akan datang meliputi 9 unit pesawat Boeing 737 untuk Vietjet Thailand dan 7 unit pesawat Airbus generasi terbaru dan 6 pesawat lainnya yang akan memperkuat Vietjet Group di Vietnam

Ekspansi strategis ini, dengan jumlah pesawat yang hampir setara dengan armada maskapai berukuran menengah, menjadi upaya penambahan armada terbesar dalam satu bulan sepanjang sejarah Vietjet. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan pesat, strategi jangka panjang yang solid, dan ambisi global Vietjet dalam mempersiapkan diri menghadapi puncak perjalanan Tahun Baru Imlek 2026, sekaligus memperkuat jaringan rute internasionalnya.

Saat ini, Vietjet mengoperasikan empat penerbangan langsung yang menghubungkan Indonesia dan Vietnam, yakni rute Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City. Penambahan armada ini memberikan akses yang semakin mudah bagi wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi utama di Vietnam, Asia, dan kawasan lainnya. Hingga kini, Vietjet telah mengangkut lebih dari 250 juta penumpang di seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi industri penerbangan global, mulai dari keterbatasan pesawat, gangguan rantai pasokan, hingga jadwal pengiriman pesawat yang semakin panjang, Vietjet justru mencatat pencapaian yang luar biasa. Keberhasilan menambah 22 pesawat baru dan modern dalam satu bulan menjadi bukti kredibilitas global Vietjet, didukung oleh kinerja keuangan yang baik serta reputasinya sebagai mitra penerbangan yang andal.

Vietjet Pesan 100 Unit Airbus A321neo, Total Pesanan Mencapai 280 Unit

Tantangan Melawan Gurun: Hambatan Teknis Proyek Kereta Cepat Arab Saudi-Qatar

Proyek pembangunan jaringan kereta cepat yang menghubungkan Arab Saudi dan Qatar adalah bukti ambisi besar kedua negara. Namun, merealisasikan kereta yang melaju hingga 350 kilometer per jam di lingkungan gurun pasir ekstrem menuntut solusi teknik yang revolusioner. Teknisi dan insinyur harus mengatasi beberapa hambatan lingkungan yang unik dan brutal.

Hambatan teknis nomor satu di gurun adalah pasir. Pasir tidak hanya mengganggu, tetapi juga abrasif dan merusak. Butiran pasir yang dibawa angin kencang (badai pasir) bertindak seperti sandblasting (pengamplasan) terus-menerus. Hal ini merusak kaca jendela, lapisan pelindung pesawat, dan yang paling kritis, komponen mesin kereta, bogie (roda), dan kabel sinyal. Komponen harus dirancang dengan sealing yang ekstrem dan material yang sangat keras.

Terobosan Integrasi Teluk: Arab Saudi dan Qatar Sepakati Proyek Jaringan Kereta Cepat

Akumulasi pasir di atas rel dapat menyebabkan gesekan yang tidak terduga, yang dapat mengganggu adhesion (daya rekat roda pada rel), memicu wheel slip, dan berpotensi menyebabkan gangguan pengereman darurat.

Suhu di gurun dapat mencapai 50 derajat celcius pada siang hari, dan perbedaan suhu antara siang dan malam sangat ekstrem. Fluktuasi suhu yang besar menyebabkan rel baja mengalami ekspansi dan kontraksi yang signifikan. Jika tidak dihitung dengan cermat, hal ini dapat menyebabkan lenturan atau deformasi jalur kereta (rail buckling), yang sangat berbahaya pada kecepatan tinggi.

Sistem kereta cepat (seperti motor, power electronics, dan air conditioning untuk kabin) menghasilkan panas yang besar. Sistem pendingin harus mampu mengatasi panas internal dan panas eksternal lingkungan sekaligus, tanpa mengalami kegagalan fungsi.

Meskipun bukan masalah teknis rel, desain interior dan sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan AC) harus mampu menjaga suhu kabin tetap stabil dan nyaman, terisolasi dari suhu luar yang membakar.

Kereta cepat modern sangat bergantung pada sinyal dan komunikasi radio (GSM-R atau setara) untuk menjaga jarak aman antar kereta dan mengontrol kecepatan. Dataran luas gurun dan kondisi atmosfer tertentu dapat menyebabkan gangguan sinyal (fading atau multipath interference). Sistem komunikasi harus sangat andal dan redundan (berlapis) untuk memastikan komunikasi yang tidak terputus sepanjang jalur ribuan kilometer.

Membuat jalur kereta stabil di atas pasir dan tanah gurun yang kering dan gembur memerlukan teknik rekayasa sipil khusus. Untuk mencegah erosi angin dan air (saat hujan langka) mengikis fondasi rel, insinyur harus membangun lapisan dasar yang kokoh dan perlindungan samping yang memadai, seringkali menggunakan stabilisasi tanah atau beton pracetak.

Untuk mengatasi semua hambatan ini, proyek Arab Saudi-Qatar dipastikan menggunakan teknologi dan bahan bersertifikat dari Jerman atau Perancis, yang telah terbukti andal dalam kondisi panas, seperti yang digunakan pada proyek kereta cepat Haramain (Mekkah-Madinah).

“Mauritania Railway” – Jalur Kereta Ekstrem yang Belah Gersangnya Gurun Sahara

Terobosan Integrasi Teluk: Arab Saudi dan Qatar Sepakati Proyek Jaringan Kereta Cepat

Dalam langkah signifikan menuju integrasi regional, Arab Saudi dan Qatar dilaporkan telah menandatangani kesepakatan tingkat tinggi untuk memulai pembangunan jaringan kereta cepat yang akan menghubungkan kedua negara. Proyek ini dipandang sebagai koridor infrastruktur utama yang akan meningkatkan konektivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas antar warga negara anggota GCC (Gulf Cooperation Council).

Konsep jaringan kereta cepat ini dirancang sebagai bagian penting dari inisiatif regional yang lebih luas. Jaringan ini tidak hanya menghubungkan dua ibu kota, tetapi juga mengintegrasikan pusat-pusat ekonomi utama.

Jalur utama kereta cepat akan dirancang untuk menghubungkan ibu kota Riyadh, Arab Saudi dengan Doha, Qatar. Rute ini diperkirakan akan melintasi bagian timur Arab Saudi, melewati kota-kota penting atau simpul logistik sebelum menyeberang ke Semenanjung Qatar.

Tujuannya adalah memangkas waktu perjalanan yang saat ini memakan waktu berjam-jam melalui jalan darat atau melalui penerbangan singkat yang seringkali tidak efisien. Kereta cepat ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh antara dua ibu kota menjadi hanya sekitar dua hingga tiga jam.

Jaringan ini juga berfungsi sebagai bagian dari potensi jaringan Jalur Kereta GCC (GCC Railway) yang lebih ambisius di masa depan, yang bertujuan menghubungkan seluruh negara Teluk.

Mengingat skala dan kompleksitas geografis proyek yang melintasi gurun dan daerah perbatasan, pembangunan akan dibagi dalam beberapa fase yang membutuhkan alokasi dana dan teknologi besar-besaran.

Fase konstruksi diperkirakan akan dimulai secara resmi pada akhir 2026 atau awal 2027, setelah semua studi teknis, rekayasa, dan pembiayaan diselesaikan. Pembangunan akan difokuskan pada pengadaan lahan dan pembangunan fondasi jalur di kedua sisi perbatasan.

Pemerintah kedua negara menargetkan proyek ini dapat beroperasi penuh pada tahun 2032. Realisasi pada tahun 2032 ini akan bertepatan dengan persiapan Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah acara internasional besar di bawah Visi 2030 mereka, sehingga proyek ini dapat melayani lonjakan wisatawan dan pelaku bisnis regional.

Meskipun kontrak pengadaan spesifik seringkali dirahasiakan sebelum tahap tender final, tren infrastruktur kereta cepat di kawasan Teluk menunjukkan kecenderungan kuat terhadap teknologi Eropa dan Asia Timur yang teruji.

Kontrak untuk penyediaan kereta dan sistem perkeretaapian diperkirakan akan dimenangkan oleh konsorsium dari Perancis (Alstom), Jerman (Siemens), atau Cina. Perancis (Alstom) dan Jerman (Siemens) merupakan kandidat kuat karena mereka menyediakan kereta cepat untuk proyek kereta Haramain di Arab Saudi dan dikenal menawarkan teknologi yang tahan terhadap iklim gurun yang ekstrem (suhu tinggi dan badai pasir). Cina juga menjadi pesaing utama karena penawaran harga yang kompetitif dan rekam jejak pembangunan jalur cepat dalam skala besar.

Proyek ini tidak hanya mewakili kemajuan teknis, tetapi juga simbol konkret dari pencairan hubungan dan keinginan untuk mencapai integrasi ekonomi yang lebih dalam antara Arab Saudi dan Qatar.

Untuk Rute Utara-Selatan, Saudi Arabia Railways ‘Cari’ Rangkaian Kereta Berkecepatan 200 Km per Jam

Akhirnya! Jalur Kereta Cipatat-Padalarang Dibuka Lagi, Ini Rute Lengkapnya

Jalur selatan kereta api sepertinya selalu menjadi sorotan hangat. Berawal sedang ramainya yang sebentar lagi akan beroperasi wisata Kereta Api (KA) Jaka Lalana, hingga ada kabar menggembirakan di jalur yang sama menuju Kota Bandung.

Ya, jalur pertama Jakarta – Bandung ini rencana akan benar-benar kembali beroperasi. Namun, menurut kabar yang beredar ternyata ada perubahan jalur hingga ke Kabupaten Bandung Barat. Mengingat jalur ini cukup terjal saat nantinya dilewati kereta api.

Jalur yang terbilang terjal ini adalah jalur kereta api antara Stasiun Cipatat hingga Stasiun Padalarang. Sempat dilakukan pengecekan jalur menggunakan lori inspeksi dari Stasiun Bandung hingga Stasiun Cipatat. Namun karena relnya sudah lama tak digunakan, banyak gundukan tanah yang menenggelamkan jalur tersebut bahkan hingga lori inspeksi tersebut sempat keluar jalur.

Saat masih beroperasi, jalur Cipatat – Padalarang ini sering dilewati kereta api lokal Cianjur yang ditarik lokomotif diesel hidrolik. Namun, sempat dihentikan perjalanannya mengingat lokomotif diesel hidrolik sudah tidak layak beroperasi karena suku cadang yang tidak tersedia. Kemudian beberapa tahun kemudian sempat dilakukan uji coba menggunakan lokomotif diesel elektrik.

Uji coba tersebut membawa sejumlah rangkaian kereta melintasi jalur Padarang – Cipatat yang melewati Stasiun Tagogapu. Namun saat kembali ke Stasiun Padalarang, rangkaian uji coba tersebut mengalami hambatan yakni roda alami selip saat menanjak. Sejak setelah uji coba tersebut, kabar dioperasikannya jalur ini belum terencana.

Tahun ini, kabar mengenai jalur kereta api Cipatat – Padalarang sudah menemui titik terang. Ya, beredar kabar dari berbagai sumber yang disampaikan akun resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, menegaskan bahwa rencana tersebut bukan lagi sekadar wacana. Disebutkan, proses reaktivasi jalur kereta api Cipatat – Padalarang sudah mulai berjalan dan diurus oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Jalur rel lengkung di petak Stasiun Cipatat – Tagogapu. (Foto: Dok. Istimewa)

Dishub Jawa Barat pun membenarkan bahwa reactivasi ini kemungkinan akan menggunakan rute baru atau rute shortcut menuju Stasiun Sasaksaat. Rute lama, yang dinilai terlalu berbelok, menanjak, dan rawan longsor, dianggap terlalu berisiko untuk operasional kereta api saat ini.

Jika kembali diaktifkannya jalur rel Cipatat – Padalarang, perjalanan kereta api dari Bogor selanjutnya bisa langsung terhubung menuju Bandung atau sebaliknya, dengan rute melewati wilayah Sukabumi dan Cianjur. Pun masyarakat yang mendengar kabar ini, menyambut dengan antusias. Pasalnya jika ditempuh dengan bus perjalanan memakan waktu lebih dari 3 jam karena sering terjadi kemacetan.

Jalurnya Pernah di Bom, Ini Sejarah Panjang Stasiun Padalarang

Viral Lagi di Filipina: Penumpang Kenakan 2,5 Kg Pakaian di Bandara Demi Hindari Denda Bagasi

Fenomena unik untuk menghindari biaya kelebihan bagasi kembali terulang dan menjadi viral di media sosial Filipina. Pada 2 Oktober 2025, seorang penumpang bernama Gel Rodriguez sekali lagi menjadi sorotan setelah mengulangi aksi ekstremnya, di mana ia mengenakan berlapis-lapis pakaian untuk mengurangi berat kopernya di bandara.

Meskipun Gel Rodriguez telah menjadi terkenal karena aksi serupa pada tahun 2019, Ia membuktikan bahwa masalah biaya kelebihan bagasi masih menjadi kendala besar bagi penumpang berbiaya rendah (low-cost carriers).

Insiden ini terjadi saat Rodriguez melakukan check-in di salah satu bandara lokal di Filipina. Kopernya tercatat memiliki berat 9 kilogram (kg), melebihi batas bagasi kabin yang diizinkan maskapai.

Untuk kedua kalinya, daripada membayar denda yang mahal, Rodriguez memilih solusi yang tidak nyaman namun efektif. Ia mengeluarkan pakaian terberat dari kopernya dan mulai mengenakannya, Ia mengenakan beberapa lapis jaket, kaus, dan celana yang tebal.

Setelah berpakaian lengkap dan tampak kembung, ia berhasil mentransfer 2,5 kg pakaian ke badannya. Setelah aksinya itu, berat koper yang tersisa adalah 6,5 kg (dari 9 kg awal), yang membuatnya lolos di bawah batas maksimum bagasi kabin.

Foto Rodriguez yang diunggah tak lama setelah kejadian pada awal Oktober 2025 tersebut langsung menyebar. Kejadian ini memicu diskusi baru di media sosial mengenai aturan bagasi maskapai penerbangan yang semakin ketat dan mahal, terutama setelah pandemi.

Aksi Rodriguez ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol protes diam-diam terhadap biaya tambahan yang dibebankan kepada penumpang. Namun, Rodriguez tetap memberikan peringatan:

“Ini berhasil mengurangi 2,5 kg, tapi sungguh panas dan sangat tidak direkomendasikan untuk sering dilakukan!”

Kisah ini menegaskan bahwa bahkan beberapa tahun setelah insiden pertamanya, masalah biaya bagasi yang melonjak masih mendorong penumpang untuk mengambil tindakan kreatif yang sangat tidak lazim.

Tak Mau Keluarkan Biaya Ekstra Karena Kelebihan Bagasi? Yuk Disimak Tipsnya!

Beroperasi Sebentar Lagi, Simak Daftar Tempat Liburan Menarik Sepanjang Jalur yang Disinggahi KA Jaka Lalana

Tinggal menghitung hari, wisata kereta api (KA) Jaka Lalana yang akan hadir meramaikan di sepanjang jalur Jakarta Cianjur. Ya, mulai tanggal 14 Desember 2025 akan dioperasikan kereta wisata tersebut dengan keberangkatan awal dari Stasiun Gambir pada pukul 08.00 WIB dan dari Stasiun Cianjur pukul 16.00 WIB ini bakalan bermanfaat. Sebab akan ada kawasan wisata yang bisa dijangkau oleh KA Jaka Lalana ini.

Kehadiran KA Jaka Lalana bukan cuma nambah opsi perjalanan dari Jakarta menuju Cianjur, tapi juga otomatis mendorong akses wisata alam di sepanjang jalur selatan Jawa Barat. Mulai beroperasi 14 Desember 2025, kereta ini bakal bawa penumpang melintasi rute Gambir–Cianjur lewat Depok, Bogor, dan Sukabumi dengan panorama bukit yang literally aesthetic buat para petualang.

Pemerintah Sambut Kehadiran Kereta Wisata Jaka Lalana ke Cianjur, Ini Jadwalnya

Dengan konsep perjalanan wisata dan total 17 stasiun pemberhentian, KA Jaka Lalana jadi opsi yang lebih fleksibel buat kamu yang pengin healing tipis-tipis tanpa ribet bawa kendaraan sendiri. Apalagi, beberapa stasiun transitnya—terutama Sukabumi dan Cianjur—jadi pintu masuk ke destinasi alam yang lagi naik daun.

Kereta wisata ini melewati beberapa daerah di sepanjang jalur selatan Jawa Barat, termasuk di Kota Sukabumi. Nah, berikut ini kabarpenumpang merekomendasikan tempat liburan yang bisa dikunjungi setelah turun dari KA Jaka Lalana.

Stasiun Cianjur yang nantinya sebagai tempat pemberhentian terakhir KA Jaka Lalana. (Foto: Dok. Istimewa)

• Curug Cibeureum
Di kawasan Cibodas, ada Curug Cibeureum, air terjun setinggi 40 meter yang alirannya super jernih dan suasananya adem maksimal. Buat yang suka foto-foto, tempat ini nggak bakal bikin kecewa karena pemandangan khas hutan pegunungan Jawa Baratnya benar-benar cinematic. Aksesnya juga relatif mudah, tinggal trekking santai beberapa kilometer, dan kamu bakal disambut suara gemuruh air yang syahdu banget.

• Kebun Raya Cibodas
Destinasi ini adalah opsi family friendly yang aman buat semua umur. Terletak di ketinggian 1.500 mdpl, Kebun Raya Cibodas menawarkan udara super dingin dengan suhu sekitar 18 derajat. Koleksi flora-faunanya lengkap, area tamannya juga luas banget, cocok buat piknik keluarga atau jalan santai. Buat yang pengin liburan low effort tapi nyenengin, ini tempat terbaik.

• The Johns Cianjur Aquatic Resort
Buat kalian yang turun di Stasiun Cianjur, tinggal jalan sekitar 5 kilometer buat sampai ke The Johns Cianjur Aquatic Resort. Kawasan ini luasnya 13 hektare dengan 25 vila, waterpark, tempat camping, ATV, outbond, kolam pemancingan, hingga taman bermain anak. Tiket wahana mulai dari Rp20.000, jadi cukup ramah kantong buat liburan bareng keluarga atau bestie satu geng.

• Taman Wisata Alam Situ Gunung
Kalau kamu tipe yang suka spot foto epik, Situ Gunung wajib masuk list. Selain danaunya yang tenang dan dikelilingi hutan pinus, di sini ada Jembatan Gantung Situ Gunung, salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Turun di Stasiun Sukabumi, perjalanan ke tempat ini kurang lebih 45 menit. Bawa kamera atau ponsel yang baterainya penuh, karena view dari atas jembatan umumnya sangat menawan.

Dengan rute Gambir-Cianjur yang melewati destinasi wisata unggulan, KA Jaka Lalana jelas jadi pengalaman baru untuk berwisata di Jawa Barat. Wisatawan yang dulu harus menempuh perjalanan panjang via jalan raya yang penuh kemacetan, sekarang bisa duduk santai sambil menikmati panorama jalur selatan dari balik jendela kereta.

Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng

Wajib Tahu! Ini Dia Tarif LRT Jabodebek Jika Tanpa Subsidi

Naik Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek memang sangat terbantu untuk masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menuju ke pusat di Jakarta. Apalagi tarif LRT Jabodebek masih terbilang terjangkau dan relatif murah karena masih diberikan tarif subsidi oleh pemerintah.

Tarif masih subsidi ditambah fasilitas dan pelayanan yang nyaman, membuat masyarakat yang menggunakannya tentu sangat terbantu. Tak hanya itu, pengguna LRT Jabodebek pun cukup padat pada jam-jam tertentu terutama saat weekdays (hari kerja) termasuk saat memasuki jam perjalanan terakhir.

Adapun rute LRT Jabodebek yakni dari Stasiun Harjamukti (Cibubur) dan Stasiun Jatimulya (Bekasi) menuju ke pusat kota Jakarta hingga Stasiun Dukuh Atas. Kedua wilayah tersebut bertemu di satu jalur, yakni Stasiun Cawang. Jadwal perjalanannya pun cukup praktis bagi masyarakat yang biasa menggunakannnya.

Nah, bicara soal tarif LRT Jabodebek, diketahui bahwa hingga saat ini tarif tersebut masih sangat terjangkau karena menggunakan tarif subsidi dari pemerintah. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (KM 67 Tahun 2023), tarif LRT Jabodebek dihitung berdasarkan jarak tempuh.

Untuk 1 kilometer pertama dikenakan tarif Rp5.000, setelah itu setiap per kilometer selanjutnya dikenakan Rp700. Tarif akan berbeda-beda tergantung stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan.

LRT Jabodebek. Foto: LRT Jabodebek

Lalu bagaimana jika dihitung berdasarkan tarif asli LRT Jabodebek tanpa subsidi? Berdasarkan data Kemenhub yang dikutip dari laman Kompas, berikut simulasi tarif asli LRT Jabodebek tanpa subsidi dibandingkan dengan tarif bersubsidi yang berlaku saat ini:

• Rute Dukuh Atas – Jatimulya (±28 km)
Tarif asli atau tanpa subsidi perjalanan LRT Jabodebek adalah Rp37.268. Jika dibandingkan dengan tarif subsidi saat ini yaitu selisih 36 persen.

• Rute Dukuh Atas – Harjamukti (±25 km)
Untuk rute ini jika menggunakan tarif asli LRT Jabodebek adalah Rp 33.275. Jika dibandingkan dengan tarif subsidi saat ini yaitu selisih 34 persen.

• Rute Harjamukti – Jatimulya (±33 km)
Pada rute ini jika ditentukan dengan tarif asli pada perjalanan LRT adalah Rp43.923 sedangkan jika dibandingkan menggunakan tarif subsidi saat ini yaitu selisih 38 persen.

Tanpa subsidi pemerintah, tarif tiket LRT Jabodebek bisa mencapai Rp 37.000–Rp 44.000 per perjalanan, atau hampir dua kali lipat dari harga saat ini.

Diketahui, mulai 1 Juni 2024, LRT Jabodebek memiliki tarif maksimal sebesar Rp 20.000 berlaku pada hari kerja (Senin-Jumat) di jam-jam sibuk. Sementara itu, tarif maksimal sebesar Rp 10.000 berlaku pada hari kerja di luar jam sibuk, serta sepanjang jam operasional pada akhir pekan dan hari libur nasional. Adapun jam sibuk ditetapkan pada pukul 06.00–08.59 WIB dan 16.00–19.59 WIB, sementara jam non sibuk berlangsung di luar rentang waktu tersebut.

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Putar Balik Mendadak: Qantas A380 Gagal Lanjutkan Penerbangan Sydney-Johannesburg

Sebuah penerbangan jarak jauh Qantas yang menggunakan pesawat Airbus A380-800 terpaksa membatalkan perjalanannya dan berbalik arah (turn around) ke Australia pada Jumat, 5 Desember 2025, setelah kru penerbangan menghadapi situasi darurat medis di udara.

Penerbangan QF63 adalah rute langsung yang sangat panjang dari Sydney (SYD) menuju Johannesburg (JNB), Afrika Selatan. Rute ini menempuh jarak yang sangat jauh, diperkirakan sekitar 11.000 hingga 11.100 kilometer. Sementara durasi penerbangan langsung ini biasanya berkisar antara 14 jam 30 menit hingga 14 jam 50 menit.

Kronologi insiden, pesawat superjumbo registrasi VH-OQL ini berangkat dari Sydney (SYD) sesuai jadwal pada pukul 09.30 AEDT. Setelah mengudara selama sekitar tiga jam dan mencapai wilayah paling selatan, yaitu di jalur udara antara Australia dan Antartika, kru penerbangan memutuskan untuk berbalik arah. Keputusan ini diambil karena seorang penumpang mengalami kondisi medis darurat di dalam pesawat.

Sudah ‘Pensiun Dini’, Qantas Umumkan Airbus A380 Terbang Lagi Mulai 2022

Alih-alih melanjutkan perjalanan ke Johannesburg, kru penerbangan mengalihkan rute dan terbang menuju Melbourne (MEL) sebagai pangkalan alternatif terdekat untuk penanganan medis. Pesawat mendarat di Melbourne dua jam kemudian. Penumpang yang sakit segera diturunkan dan dibawa oleh ambulans yang telah siaga.

Insiden pengalihan rute ini menyebabkan pesawat dan penumpang tertunda. Setelah pendaratan, kru pesawat dilaporkan telah melebihi batas jam tugas (out of hour duty). Akibatnya, pesawat harus menunggu kru pengganti.

Penerbangan QF63 yang tertunda tersebut dijadwalkan ulang untuk lepas landas dari Bandara Melbourne pada keesokan harinya, Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 11.30 waktu setempat.

Antartika Punya Penerbangan Domestik, Siapa Penumpangnya?

Dapat Dilintasi Boeing 747, Bandara Gatwick Punya Jembatan Penghubung Antar Terminal Terbesar di Dunia

Guna menghubungkan antar terminal di bandara besar, lazimnya disediakan fasilitas seperti shuttle bus dan skytrain. Namun, ada yang unik di Bandara Gatwick London, yang menjadi bandara internasional terbesar di Inggris. Yaitu ada jembatan penghubung antar terminal yang dimensinya terbilang besar. Dengan strukturnya yang besar, jembatan yang melintas di atas jalur taxii ini bahkan dapat dilalui pesawat sekelas Boeing 747-400 di bawahnya.

Baca juga: Bandara Gatwick dan Heathrow Hadirkan Teknologi Anti Drone

Dikutip dari dailymail.co.uk, disebutkan jembatan berukuran besar itu telah beroperasi sejak tahun 2005 dan difungsikan untuk menghubungkan penumpang di terminal selatan (Pier 6) dan terminal utara. Dibangun dengan anggaran 110 juta poundsterling, jembatan di bandara Gatwick dipercaya dapat menghasilkan beberapa penghematan, seperti jadwal 55.000 shuttle bus akan bisa dipangkas oleh jembatan yang punya panjang 197 meter dan tinggi sekitar 32 meter ini.

Dari beberapa literasi, jembatan di bandara Gatwick disebut menjadi yang terbesar di dunia sebagai jembatan yang melintasi jalur taxii. Bukan hanya karena panjangnya, melainkan bobotnya yang mencapai 2.700 ton. Dibangun oleh Mace Group, filosofi jembatan ini tidak hanya untuk memudahkan mobilitas calon penumpang pesawat, lebih dari itu, adanya jembatan dapat mengurangi dampak bandara terhadap lingkungan.

Mace Group menyebut, fabrikasi off-site ekstensif harus dilakukan pada pembangunan struktur jembatan, 73 persen dari Pier 6 dibangun menggunakan elemen dan komponen prefabrikasi. Untuk mewujudkan superstuktur jembatan, setidaknya dihabiskan satu juta jam tenaga kerja selama proyek berlangsung.

Baca juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality

Pembukaan terminal baru yang dapat meng-handle 11 aktivitas pesawat dengan tiga juta penumpang, menjadi dasar dioperasikannya jembatan ini. Canggihnya, jembatan di bandara Gatwick dirancang untuk mengembang atau menyusut satu milimeter untuk setiap satu derajat perubahan suhu.